SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Selamat Mengerjakan!!!

Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling. 1. Topik : Meningkatkan kemandirian belajar siswa. 3. Jenis Layanan : Konseling kelompok behavioral

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil observasi peneliti terhadap subjek penelitian sebelum diadakan treatment. bimbingan kelompok. Ruang multimedia SMA 1 Mejobo.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. didapatkan 10 siswa termasuk dalam kategori sangat rendah dan rendah yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek penelitian ini adalah 12 siswa yang hasil pre-testnya

SKALA KESADARAN DIRI. Petunjuk Pengisian

BAB IV PENERAPAN LATIHAN ASERTIF DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Salatiga. Sebelumnya penulis telah

UJI COBA INSTRUMEN A. Uji Validitas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dtujukan kepada Kepala Sekolah SMP N 2 Pabelan. Sebelumnya, penulis telah meminta izin

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 4.1.Interaksi Sosial Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol. No Nama Skor Kategori Kelompok

BAB IV UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGANI STRES SEKOLAH

SKALA SELF EFFICACY KARIR

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

TABEL IV Hasil Observasi Awal Perilaku Datang Terlambat Sekolah Sebelum Treatment. Sebelum Treatment Nama Tanggal Waktu Datang

BAB 1V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

: PETUNJUK PENGISIAN SKALA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Gambaran Hasil Pra Bimbingan Kelompok

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MODEL KONSELING (Untuk Peer-Counseling) PLPG Rayon 142

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Membolos merupakan salah satu perilaku siswa di sekolah yang dapat

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data diperoleh dari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2013.kepada anak anak di Panti Asuhan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

INSTRUMEN PENCATAT DATA. No. Informan Komponen Indikator Data Metode Guru BK Pelaksanaan program BK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikn : SD N Percobaan 2. Kelas/ Semester : V/ I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih. asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen BM

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1

LAMPIRAN I. Verbatim (Bahasa Indonesia) Subjek JP. S : Iya, tidak apa-apa kak, saya juga punya waktu luang dan tidak ada kesibukan

MENGATASI PERILAKU MEMBOLOS MELALUI PENDEKATAN KONSELING REALITA PADA SISWA KELAS VII Di MTS NU UNGARAN. Oleh M. Andi Setiawan, M.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGENTASAN PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA KELAS VIII MELALUI KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN BEHAVIORAL TEKNIK LATIHAN ASERTIF DI SMP NEGERI 9 SALATIGA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SKALA SIKAP KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DAN KEPERCAYAAN DIRI. Alifia Rizki Yanuarita Mahasiswa UKSW FKIP BK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo, dilaksanakan dalam dua siklus diawali dengan kegiatan observasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI PARTISIPAN. Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi

PENGEMBANGAN ISTRUMEN EVALUASI LAYANAN KONSELING KELOMPOK PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan pimpinan Ibu kepala sekolah Drs. Kriswinarti. Subyek penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN

LAMPIRAN 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Pra Tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PEDOMAN WAWANCARA Boyd (1978) Aspek Indikator Pertanyaan. 1. Membantu guru. pembimbing dalam. mengembangkan profesinya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LEMBAR CATATAN OBSERVASI PENDAHULUAN KEADAAN PROSES PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI PASEKAN 2 AMBARAWA KAB. SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Lampiran 4. Hasil tes siswa kelas I SD Xaverius Metro

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan pada tanggal 11 Maret Observasi awal ini digunakan untuk

Transkripsi:

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS I 1. Topik Permasalahan : Tidak mampu menolak ajakan teman 2. Bidang Bimbingan : Pribadi 3. Kompetensi Dasar : Siswa dapat menemukan masalah yang dihadapi dan belajar menyelesaikan masalah dalam kelompok 4. Jenis Layanan : Konseling kelompok 5. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengentasan 6. Tujuan Umum : Konseli dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya 7. Sasaran Layanan : FL, BS, MD 8. Uraian Kegiatan : 8.1 Pembentukan 8.1.1. Salam 8.1.2 Menerima secara terbuka dan mengungkapkan terima kasih 8.1.3 Berdoa 8.1.4 Menjelaskan pengertian dan tujuan konseling kelompok 8.1.5 Menjelaskan cara pelaksanaan konseling kelompok 8.1.6 Menjelaska asas-asas konseling kelompok 8.1.7 Perkenalan dilajutkan dengan permainan 8.2 Peralihan 8.2.1 Menjelaskan kembali kegiatan konseling kelompok

8.2.2 Tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut 8.2.3 Mengenali suasana kesiapan anggota secara keseluruhan untuk memasuki kegiatan berikutnya 8.2.4 Memberi contoh masalah pribadi yang dapat dikemukakan dan dibahas dalam konseling kelompok 8.3 Kegiatan 8.3.1 Menjelaskan masalah pribadi yang hendak dikemukakan oleh anggota kelompok 8.3.2 Memberikan kesempatan anggota untuk mengemukakan masalah pribadi masing-masing 8.3.3 Memilih atau menetapkan masalah yang akan dibahas 8.3.4 Membahas masalah terpilih secara sistematik dan tuntas 8.3.5 Kesimpulan 8.3.6 Penilaian secara lisan 8.4 Pengakhiran 8.4.1 Menjelaskan bahwa konseling kelompok akan diakhiri 8.4.2 Kesan-kesan anggota kelompok 8.4.3 Ucapan terima kasih 8.4.4 Berdoa 8.4.5 Perpisahan 9. Model Konseling : Behavioral 10. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) 11. Waktu : 6x90 menit 12. Penyelenggara Layanan : Peneliti 13. Pihak yang disertakan : - 14. Alat dan Perlengkapan : Kertas dan alat tulis 15. Evaluasi : Konseling dikatakan berhasil apabila konseling kelompok ini dapat mengatasi

masalah 16. Tindak Lanjut : Apabila siswa tersebut belum bisa mengatasi masalah akan dilanjutkan konseling kelompok siklus berikutnya Mengetahui, Guru Bimbingan dan Konseling Salatiga, 23 September 2011 Peneliti Dra. Sri Lastuti NIP 19610815 198703 2 002 Endah Pramukti Nugraheni 132007001

VERBATIM KONSELING KELOMPOK SIKLUS I IDENTITAS KONSELOR : Endah Pramukti KONSELI : BS, FL, MD KELAS : VIII F TANGGAL : 26 September 2011 WAKTU : 12.30-14.00 WIB TEMPAT : RUANG BK Sesi I : Selamat siang. Ki : Selamat siang Mbak. Terima kasih karena kalian semua telah bersedia mengikuti kegiatan pada siang hari ini. Ki : Sama-sama Mbak.

Baiklah mari sebelum kita memulai kegiatan pada siang ini, mari kita terlebih dahulu berdo a menurut kepercayaan kita masing-masing. Sebelum kita lebih jauh melaksanakan kegiatan ini, alangkah baiknya kalau kita berkenalan terlebih dahulu. Ki : Iya Mbak. Oke kalau begitu bisa kita mulai dari saya dahulu. Perkenalkan nama saya Endah Pramukti, saya adalah mahasiswa UKSW. Apa ada pertanyaan mengenai diri saya? Ki : Tidak Mbak. Selanjutnya gantian kalian dan bisa dimulai dari sebelak kanan saya. MD : Nama saya MD. BS : Nama saya BS. FL : Nama saya FL. Terima kasih kalian telah memperkenalkan diri kalian. Mari kita lanjutkan kegiatan kita, kegiatan ini adalah konseling kelompok. Apakah teman-teman mengetahui tentang konseling kelompok? Ki : Belum Mbak. Konseling kelompok adalah membahas suatu masalah yang bersifat pribadi dalam suasana kelompok, sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan. Misalnya MD mempunyai masalah tertentu maka kita akan membahas bersama-sama dan mencoba untuk mencarikan solusinya

secara bersama-sama. Ki : Apakah kerahasiaannya dapat terjaga? Pertanyaan yang bagus, jadi di sini saya akan menjaga kerahasiaan dari apa yang telah kita bahas. Dan kalian semua juga harus dapat menjaga rahasia tidak boleh membocorkan atau memberitahukan yang kita bahas di sini kepada orang lain. Apakah kalian semua bersedia menjaga rahasia? Ki : Bersedia Mbak. Bagus kalau begitu, selain itu kalian juga harus terbuka dalam mengungkapkan masalah tidak perlu ragu. Karena semua yang ada di sini telah sepakat untuk menjaga rahasa. Ki : Ya, Mbak. Ada beberapa hal yang dapat kalian dapatkan dalam konseling kelompok ini yaitu yang pertama adalah kalian yang menyelesaikan masalah kalian, saling bertukar pikiran dengan teman lain dan belajar untuk mengungkapkan pendapat dan menyanggah orang lain. Ki : Iya, Mbak. (kemudian pemimpin kelompok mengajak untuk melakukan sebuah permainan menyanyi ) Baiklah kalian begitu nampak antusias dalam mengikuti permainan kita

akan kelanjutan kegiatan kita. Apa masih ada yang belum jelas? Ki : Tidak, Mbak. Dalam konseling nanti kita ada kontrak waktu yang berarti kesepakatan waktu dalam kita membahas suatu permasalahan. Saya akan menawarkan kalau kegiatan kita berjalan selama 6 sesi dan setiap sesi berdurasi 90 menit. Ki : Kalau saya setuju Mbak. Kita telah sepakat bahwa kita akan lakukan 6 sesi dan dengan durasi waktu 90 menit per sesinya. Ok karena waktu kita sudah habis untuk sementara waktu kita sampai di sini dan kita lanjutkan besok tanggal 27 September 2011. Ki : Iya Mbak. Mari kita berdoa terlebih dahulu sebelum kegiatan kita akhiri. (kegiatan diakhiri dengan bersalaman)

VERBATIM KONSELING KELOMPOK IDENTITAS KONSELOR : Endah Pramukti KONSELI : BS, FL, MD KELAS : VIII F TANGGAL : 27 September 2011 WAKTU : 12.30-14.00 WIB TEMPAT : RUANG BK Sesi II : (Konselor bertindak pemimpin kelompok, membuka pertemuan memberikan salam dan doa. Dan juga anggota kelompok diajak untuk melakuka bernyanyi.) Baiklah, jika di pertemuan pertama kita telah membicarakan mengenai apa itu konseling kelompok, tujuan dan manfaatnya. Maka sekarang kita akan melakukan konseling kelompok. Apa kalia semua sudah siap? Ki : Siap, Mbak. Seperti yang telah saya jelaskan kemarin, kita akan membahas suatu

permasalahan yang bersifat pribadi yang berasal dari kalian dan kita akan memecahkan secara bersama-sama. Dan semua yang ada disini boleh menanggapi dan memberikan masukan dalam memecahkan masalah. Karena kalian sudah siap kita mulai saja. Silahkan masing-masing dari kalian dapat menyebutkan permasalahan kalian secara bergantian. BS : Saya tidak bisa menolak ajakan teman saya membolos untuk merokok. MD FL Ko BS : : : : Saya tidak bisa menolak ajakan teman saya membolos untuk minumminuman keras. Saya tidak bisa menolak ajakan teman saya membolos untuk bermain playstation (PS). Terima kasih kalian telah mengungkapkan beberapa persoalan yang mengganggu kalian. Dan kita akan membahas persoalan tersebut satu persatu. Sebelumnya siapa yang ingin masalahnya kita bahas lebih dahulu? Karena teman-teman yang lain diam, saya siap kalau masalah saya dibahas terlebih dahulu. Ok, bagaimana dengan yang lain? Apa setuju? Ki : Setuju Mbak. Baiklah kalau begitu kita bisa awali dengan pengungkapan lebih jauh lagi dari BS. Silahkan BS ceritakan lebih lanjut persoalan kamu. BS : Begini Mbak. Saya diajak teman saya untuk membolos lalu saat

membolos, saya diajak teman saya untuk merokok. Awalnya saya menolak Mbak tetapi teman saya memaksa untuk merokok. Apakah setiap kali kamu membolos, kamu merokok? BS : Iya Mbak, saya dipaksa teman-teman saya untuk mencobanya. Apakah kamu tidak bisa menolak untuk tidak merokok? Sudah Mbak, tetapi mereka memaksa saya untuk mencobanya. Selain BS : itu saya juga takut kalau saya dibilang tidak gaul oleh teman-teman saya Mbak. MD : Baiklah siapa diantara kalian yang mau bertanya atau menanggapi permasalahan yang sedang dialami oleh BS? Tindakan apa yang telah kamu lakukan untuk menolak ajakan teman kamu untuk membolos? Awalnya saya bohong kepada teman saya kalau hari ini saya ada BS : ulangan harian. Tetapi teman saya selalu berhasil mengajak saya untuk membolos. FL : BS : FL : Kenapa kamu tidak mengatakan secara tegas kalau kamu tidak mau diajak membolos lagi? Saya takut bilang seperti itu. Saya takut kalau saya tidak gaul tidak mau membolos dan merokok. Dengan kamu bersikap tegas maka kamu dapat menghargai diri sendiri. Dengan harapan orang lain juga akan menghargai dirimu.

BS : Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh FL. Baiklah sekarang kita coba menggunakan pendekatan behavioristik dengan teknik asertif yang bertujuan untuk mendorong kita agar dapat bersikap tegas dan mampu mengungkapkan segala perasaan untuk mengatakan tidak. BS : Baiklah, tapi apa yang harus saya lakukan, Mbak? Begini BS, saya akan mengajak kamu untuk melakukan role playing (bermain peran). Tujuan dari permainan ini adalah untuk melatih kamu agar dapat melatih ketegasan. Kamu diminta untuk berperan sebagai diri sendiri yakni sebagai orang yang mampu berperilaku tegas dalam mengambil keputusan. BS sebagai siswa yang diajak teman membolos. BS : Sedangkan MD dan FL sebagai siswa yang mengajak BS untuk membolos. Kemudian ungkaplah segala emosi, perasaan yang mengganjal di hatimu. Bagaiamana sudah siap untuk meluapkan segala perasaan di hatimu? Baiklah..Sebenarnya saya takut, saya tidak bisa ngomong seperti itu? FL : Coba kamu keluarkan segala perasaan yang ingin kamu sampaikan kepada teman kamu yang mau mengajak kamu membolos. BS : Baiklah saya akan coba. MD : Kamu pasti bisa. Kamu mampu mengeluarkan segala perasaan emosi

yang ada di hati kamu. Perasaan yang kamu alami tapi tidak mampu kamu ungkapkan. BS : Saya akan coba untuk melakukannya. Bagaimana apa sekarang kamu bisa mengatakan kepada teman kamu? BS : Ya, Insya Allah. MD : Apakah kamu bisa berperilaku tegas meluapkan semua perasaan kamu dan keinginan kamu untuk tidak membolos lagi? BS : Iya. Saya bisa. MD : Apakah kamu mampu berjanji untuk mengucapkan untuk tidak membolos lagi? Iya. Saya aka berjanji untuk mengucapkan untuk tidak membolos lagi. BS : Saya akan berjanji bahwa saya sanggup dan mampu untuk berperilaku tegas terhadap teman yang mengajak untuk membolos lagi. BS : Apakah kamu bisa benar-benar mengucapkan untuk tidak membolos setelah proses konseling selesai? Iya. Saya yakin pasti bisa. Saya sudah tidak akan membolos lagi jika ada teman yang mengajak saya untuk membolos. Sebelum kita mempraktikkan bermain peran, saya akan mengajak kalian untuk bernyanyi. Apakah kalian setuju? Ki : Setuju Mbak. (konselor dan konseli bernyanyi.)

Pada kesempatan ini, konseli melakukan bermain peran. Dimana dalam bermain peran, konseli sebagai siswa yang diajak membolos sedangkan kedua konseli lain sebagai siswa yang mengajak membolos. Kedua siswa yang mengajak membolos, konseli diajak oleh kedua temannya untuk membolos. Tetapi di dalam bermain peran, konseli mampu mengutarakan niatnya dengan tegas untuk tidak membolos lagi kepada teman-temannya. Bagaimana perasaan kamu saat melakukan bermain peran? Perasaan saya saat melakukan bermain peran, saya menikmatinya BS : Mbak. Dengan bermain peran saya dapat melatih saya untuk berani mengatakan dengan tegas dan berani menolak ajakan teman untuk membolos. Bagaimana kesan kamu saat bermain peran? BS : Kesan saya saat bermain peran saya mampu mengutarakan niat saya untuk tidak membolos kepada teman-teman saya. MD : Apakah kamu terbantu dengan adanya bermain peran? BS : Sangat terbantu sekali dengan adanya bermain peran. FL : BS : Manfaat apakah yang dapat kamu petik setelah kamu melakukan bermain peran? Saya mampu mengutarakan niat saya dengan tegas untuk tidak membolos lagi kepada teman-teman saya. Kalau kita ingin masalah kita selesai kita harus berusaha

menyelesaikannya dan mempunyai komitmen. Bagaimana BS apa kamu sudah dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah kamu? BS : Saya sudah memutuskan untuk akan melakukannya Mbak. Semoga masalah saya dapat terselesaikan Mbak. Baguslah kalau begitu. Semoga kamu berhasil. BS : Iya Mbak. Terima kasih. Sebelum kita akhiri pada pertemuan kali ini, sesi berikutnya akan dilanjutkan pada tanggal 28 September 2011. Apakah kalian setuju? Ki : Setuju Mbak. OK. Kalau kalian setuju maka pada sesi ini kita tutup dengan berdoa. (Setelah itu kegiatan kelompok diakhiri dengan bermain)

VERBATIM KONSELING KELOMPOK IDENTITAS KONSELOR : Endah Pramukti NAMA : BS, FL, MD KELAS : VIII F TANGGAL : 28 September 2011 WAKTU : 12.30-14.00 WIB TEMPAT : RUANG BK Sesi III (Konselor bertindak pemimpin kelompok, membuka pertemuan memberikan salam dan doa.) Jika di pertemuan yang lalu kita telah membantu permasalahan BS. Maka sekarang kita akan bantu satu permasalahan dari kalian. FL : Lalu permasalahan siapa yang akan kita bahas Mbak? Saya tawarkan kepada kalian masalah siapa dahulu? MD : Masalah saya saja Mbak.

Baiklah kalau begitu. Kita langsung saja. MD bisa menceritakan apa yang menjadi gagguan MD. Baiklah Mbak. Saya itu mempunyai masalah saya sering diajak membolos dengan teman-teman saya. Saat membolos saya diajak MD : oleh teman-teman saya untuk minum-minum keras. Padahal saya tahu kalau minum-minuman keras itu tidak baik untuk kesehatan Mbak dan membuat mabuk, Mbak. MD : Apa setiap kali kamu membolos kamu mencoba untuk minumminuman keras? Iya Mbak. Saya disuruh mencoba oleh teman-teman saya. Sebenarnya saya tidak suka Mbak. FL : Kenapa kamu tidak untuk menolaknya? Saya sudah pernah mencobanya. Tetapi saya sulit untuk MD : melakukannya karena teman-teman yang mengajak membolos selalu memaksanya Mbak. BS : MD : Hal apa yang sudah kamu lakukan untuk mengatasi masalahmu tersebut? Saya sudah pernah mencoba untuk berbohong kepada teman saya kalau sekolahan saya sedang diadakan Test Tengah Semester. FL : Apakah teman-teman kamu percaya? MD : Ada yang percaya. Tetapi mereka tetap mengajak saya untuk

membolos dan mencoba untuk minum-minuman keras. BS : MD : FL : Kenapa kamu tidak mengatakan secara tegas kalau kamu tidak mau diajak membolos lagi? Saya takut bilang seperti itu. Saya takut kalau saya tidak gaul tidak mau membolos dan merokok. Dengan kamu bersikap tegas maka kamu dapat menghargai diri sendiri. Dengan harapan orang lain juga akan menghargai dirimu. MD : Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh FL. Baiklah sekarang kita coba menggunakan pendekatan behavioristik dengan teknik asertif yang bertujuan untuk mendorong kita agar dapat bersikap tegas dan mampu mengungkapkan segala perasaan untuk mengatakan tidak. MD : Baiklah, tapi apa yang harus saya lakukan, Mbak? Begini MD, saya akan mengajak kamu untuk melakukan role playing (bermain peran). Tujuan dari permainan ini adalah untuk melatih kamu agar dapat melatih ketegasan. Kamu diminta untuk berperan sebagai diri sendiri yakni sebagai orang yang mampu berperilaku tegas dalam mengambil keputusan. BS sebagai siswa yang diajak teman membolos. Sedangkan BS dan FL sebagai siswa yang mengajak MD untuk membolos. Kemudian ungkaplah segala emosi, perasaan yang mengganjal di hatimu. Bagaiamana sudah siap

untuk meluapkan segala perasaan di hatimu? MD : Baiklah Mbak..Sebenarnya saya takut untuk berbicara seperti itu Mbak? Coba kamu keluarkan segala perasaan yang ingin kamu sampaikan kepada teman kamu yang mau mengajak kamu membolos. MD : Baiklah saya akan coba. Kamu pasti bisa. Kamu mampu mengeluarkan segala perasaan BS : emosi yang ada di hati kamu. Perasaan yang kamu alami tapi tidak mampu kamu ungkapkan. MD : Saya akan coba untuk melakukannya. BS : Apakah kamu bisa mengatakan hal itu kepada teman kamu? MD : Ya, Insya Allah. FL : Apakah kamu bisa berperilaku tegas meluapkan semua perasaan kamu dan keinginan kamu untuk tidak membolos lagi? MD : Iya. Saya bisa. Apakah kamu mampu berjanji untuk mengucapkan untuk tidak membolos lagi? Iya. Saya aka berjanji untuk mengucapkan untuk tidak membolos MD : lagi. Saya akan berjanji bahwa saya sanggup dan mampu untuk berperilaku tegas terhadap teman yang mengajak untuk membolos lagi.

FL : MD : Apakah kamu bisa benar-benar mengucapkan untuk tidak membolos setelah proses konseling selesai? Iya. Saya yakin pasti bisa untuk tidak membolos lagi jika ada teman yang mengajak saya untuk membolos. Sebelum kita mempraktikkan bermain peran, saya akan mengajak kalian untuk bernyanyi. Apakah kalian setuju? Ki : Setuju Mbak. (konselor dan konseli bernyanyi.) Pada kesempatan ini, konseli melakukan bermain peran. Dimana dalam bermain peran, konseli sebagai siswa yang diajak membolos sedangkan kedua konseli lain sebagai siswa yang mengajak membolos. Kedua siswa yang mengajak membolos, konseli diajak oleh kedua temannya untuk membolos. Tetapi di dalam bermain peran, konseli mampu mengutarakan niatnya dengan tegas untuk tidak membolos lagi kepada teman-temannya. Bagaimana perasaan kamu saat melakukan bermain peran? Perasaan saya saat melakukan bermain peran, saya menikmatinya MD : Mbak. Dengan bermain peran saya dapat melatih saya untuk berani mengatakan dengan tegas dan berani menolak ajakan teman untuk membolos. Bagaimana kesan kamu saat bermain peran? MD : Kesan saya saat bermain peran saya mampu mengutarakan niat

saya untuk tidak membolos kepada teman-teman saya. BS : Apakah kamu terbantu dengan adanya bermain peran? MD : Sangat terbantu sekali dengan adanya bermain peran. FL : MD : Manfaat apakah yang dapat kamu petik setelah kamu melakukan bermain peran? Saya mampu memahami kesalahan pada diri saya kalau saya tidak berani menolak ajakan teman untuk membolos. Kalau kita ingin masalah kita selesai kita harus berusaha menyelesaikannya dan mempunyai komitmen. Bagaimana BS apa kamu sudah dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah kamu? MD : Saya sudah memutuskan untuk akan melakukannya Mbak. Semoga masalah saya dapat terselesaikan Mbak. Baguslah kalau begitu. Semoga kamu berhasil. MD : Iya Mbak. Terima kasih. Sebelum kita akhiri pada pertemuan kali ini, sesi berikutnya akan dilanjutkan pada tanggal 29 September 2011. Apakah kalian setuju? Ki : Setuju Mbak. Ko : OK. Kalau kalian setuju maka pada sesi ini kita tutup dengan berdoa. (Kegiatan kelompok diakhiri denga kesan-kesan)

VERBATIM KONSELING KELOMPOK IDENTITAS KONSELOR : Endah Pramukti NAMA : BS, FL, MD KELAS : VIII F TANGGAL : 29 September 2011 WAKTU : 12.30-14.00 WIB TEMPAT : RUANG BK Sesi IV (Konselor bertindak pemimpin kelompok, membuka pertemuan memberikan salam dan doa.) Kita akan lanjutkan konseling kelompok kita. Apakah kalian sudah siap? Ki : Siap Mbak. Baiklah sebelum kita melanjutkan untuk ke pembahasan masalah selanjutnya, mari kita melihat dulu kondisi BS yang beberapa sesi

sebelumnya telah kita bahas. Silahkan BS bisa mengungkapkan perkembangannya setelah mengikuti konseling kelompok. Saya sudah mencoba bicara dengan teman-teman saya yang mengajak BS : saya untuk membolos dengan sikap tegas. Walaupun teman-teman yang mengajak membolos saya tidak percaya dan marah kepada saya, tapi saya sudah bulat kalau saya tidak mau membolos lagi. Setelah kamu melakukan semua itu apa perubahannya terhadap diri kamu? Saya bisa dan mampu bersikap tegas dengan apa yang akan saya ingin BS : lakukan. Walaupun nanti konsekuensinya saya akan ditinggalkan oleh teman-teman saya yang mengajak untuk membolos. Dari apa yang telah kamu katakan, nampaknya kamu sudah lebih baik dari kemarin. Iya Mbak. Dan saya akan berusaha untuk tetap melakukan tindakan BS : yang tadi yang sudah saya utarakan tadi. Karena saya merasa hal tersebut sangat membantu saya. Baiklah sebelum ke masalah FL, apakah BS masih ingin mengungkapakan seseuatu? BS : Saya rasa tidak ada Mbak. Sekarang kita ke FL. Silahkan FL untuk mengungkapkan apa yang akan kamu ceritakan.

Terima kasih atas kesempatannya Mbak. Jadi saya itu diajak teman saya FL : untuk membolos. Saat saya membolos oleh teman-teman saya, temanteman saya mengajak saya untuk bermain PS (playstation) Mbak. Padahal sebelumnya saya tidak pernah bermain PS Mbak. Apakah setiap kali kamu membolos kamu dan teman-teman kamu selalu bermain PS? FL : Iya Mbak. Apakah teman kamu ada yang mempunyai PS? FL : Tidak ada Mbak. Saya diajak bermain di rental Mbak. FL : Apakah kamu merasa uang saku yang diberikan oleh orang tua kamu kasih, kamu gunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat? Saya sebenarnya merasakan hal itu tetapi saya tetap dipaksa oleh temanteman saya untuk ikut mereka Mbak. BS : Hal-hal apa yang sudah kamu lakukan? FL : Saat saya diajak untuk membolos lagi sebenarnya saya sudah menolaknya Mbak. Dengan alasan kalau hari itu ada ulangan Mbak. MD : Apakah teman-teman kamu tetap memaksa? FL : Iya. Mereka tetap memaksa saya untuk membolos. BS : Kenapa kamu tidak menolaknya? FL : Saya sudah pernah berfikiran seperti itu, tetapi saya takut untuk mengatakannya.

Sampai kapan kamu untuk membolos terus? FL : MD : FL : BS : Saya juga tidak tahu. Tetapi suatu saat saya pasti akan bicara kepada teman-teman saya kalau membolos itu tidak baik. Kenapa kamu tidak bersikap tegas untuk menolak ajakan teman kamu untuk membolos? Saya takut untuk mengatakan hal tersebut. Saya takut kalau saya dibilang tidak gaul oleh teman-teman saya. Sampai kapan kamu bersikap tidak tegas kalau kamu tidak mampu menolak ajakan teman-teman kamu untuk membolos? FL : Tidak tahu.saya takut untuk bersikap tegas. MD : Dengan kamu bersikap tegas maka kamu dapat menghargai diri sendiri. Dengan harapan orang lain juga akan menghargai dirimu. FL : Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh MD. Baiklah sekarang kita coba menggunakan pendekatan behavioristik dengan teknik asertif yang bertujuan untuk mendorong kita agar dapat bersikap tegas dan mampu mengungkapkan segala perasaan untuk mengatakan tidak. FL : Baiklah, tapi apa yang harus saya lakukan, Mbak? Begini FL, saya akan mengajak kamu untuk melakukan role playing (bermain peran). Tujuan dari permainan ini adalah untuk melatih kamu agar dapat melatih ketegasan. Kamu diminta untuk berperan sebagai diri

sendiri yakni sebagai orang yang mampu berperilaku tegas dalam mengambil keputusan. FL sebagai siswa yang diajak teman membolos. Sedangkan BS dan MD sebagai siswa yang mengajak FL untuk membolos. Kemudian ungkaplah segala emosi, perasaan yang mengganjal di hatimu. Bagaiamana sudah siap untuk meluapkan segala perasaan di hatimu? FL : Baiklah..Sebenarnya saya takut, saya tidak bisa ngomong seperti itu? Coba kamu keluarkan segala perasaan yang ingin kamu sampaikan kepada teman kamu yang mau mengajak kamu membolos. FL : Baiklah saya akan coba. Kamu pasti bisa. Kamu mampu mengeluarkan segala perasaan emosi MD : yang ada di hati kamu. Perasaan yang kamu alami tapi tidak mampu kamu ungkapkan. FL : Saya akan coba untuk melakukannya. BS : Bagaimana apa sekarang kamu bisa mengatakan kepada teman kamu? FL : Ya, Insya Allah. MD : Apakah kamu bisa berperilaku tegas meluapkan semua perasaan kamu dan keinginan kamu untuk tidak membolos lagi? FL : Iya. Saya bisa. Apakah kamu mampu berjanji untuk mengucapkan untuk tidak

membolos lagi? Iya. Saya aka berjanji untuk mengucapkan untuk tidak membolos lagi. FL : Saya akan berjanji bahwa saya sanggup dan mampu untuk berperilaku tegas terhadap teman yang mengajak untuk membolos lagi. MD : FL : Apakah kamu bisa benar-benar mengucapkan untuk tidak membolos setelah proses konseling selesai? Iya. Saya yakin pasti bisa. Saya sudah tidak akan membolos lagi jika ada teman yang mengajak saya untuk membolos. Sebelum kita mempraktikkan bermain peran, saya akan mengajak kalian untuk bernyanyi. Apakah kalian setuju? Ki : Setuju Mbak. (konselor dan konseli bernyanyi.) Pada kesempatan ini, konseli melakukan bermain peran. Dimana dalam bermain peran, konseli sebagai siswa yang diajak membolos sedangkan kedua konseli lain sebagai siswa yang mengajak membolos. Kedua siswa yang mengajak membolos, konseli diajak oleh kedua temannya untuk membolos. Tetapi di dalam bermain peran, konseli mampu mengutarakan niatnya dengan tegas untuk tidak membolos lagi kepada teman-temannya. Bagaimana perasaan kamu saat melakukan bermain peran? FL : Perasaan saya saat melakukan bermain peran, saya menikmatinya Mbak. Dengan bermain peran saya dapat melatih saya untuk berani

mengatakan dengan tegas dan berani menolak ajakan teman untuk membolos. Bagaimana kesan kamu saat bermain peran? FL : Kesa saya saat bermain peran saya mampu mengutarakan niat saya untuk tidak membolos kepada teman-teman saya. MD : Apakah kamu terbantu dengan adanya bermain peran? FL : Sangat terbantu sekali dengan adanya bermain peran. BS : FL : Manfaat apakah yang dapat kamu petik setelah kamu melakukan bermain peran? Saya mampu mengetahui kekurangan yang ada pada diri saya yaitu saya tidak mampu mengungkapan menolak ajakan teman untuk membolos. Kalau kita ingin masalah kita selesai kita harus berusaha menyelesaikannya dan mempunyai komitmen. Bagaimana BS apa kamu sudah dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah kamu? FL : Saya sudah memutuskan untuk akan melakukannya Mbak. Semoga masalah saya dapat terselesaikan Mbak. Baguslah kalau begitu. Semoga kamu berhasil. FL : Iya Mbak. Terima kasih. Sebelum kita akhiri pada pertemuan kali ini, sesi berikutnya akan dilanjutkan pada tanggal 1 Oktober 2011. Apakah kalian setuju? Ki : Setuju Mbak.

OK. Kalau kalian setuju maka pada sesi ini kita tutup dengan berdoa. (setelah itu kegiatan kelompok diakhiri dengan kesan-kesan dan doa)

VERBATIM KONSELING KELOMPOK IDENTITAS KONSELOR : Endah Pramukti NAMA : BS, FL, MD KELAS : VIII F TANGGAL : 1 Oktober 2011 WAKTU : 10.30-12.00 WIB TEMPAT : RUANG BK Sesi V : (Konselor bertindak pemimpin kelompok, membuka pertemuan memberikan salam dan doa.) Baiklah pada kesempatan ini, kita akan membahas perkembangan permasalahan MD dan FL yang pada sesi sebelumnya sudah mendapatkan solusinya. Yang pertama memulai dari MD. Silahkan MD bagaiaman perkembangan setelah kamu mendapatkan solusinya?

Saya sudah mempraktikkan sikap tegas kepada teman saya yang selalu mengajak saya untuk membolos Mbak. Walaupun untuk MD : mengatakan hal itu agak tegang tetapi ini demi kebaikan hidup saya, maka saya memberanikan diri untuk mengatakan hal ini kepada teman saya. Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? MD : Saya akan bersikap tegas apabila ada teman-teman saya yang mau mengajak saya untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Apakah kamu ada pikiran untuk mencoba sesuatu yang lain? Sepertinya saya belum berfikir untuk mencoba hal yang lain. Untuk MD : sementara saya akan bersikap tegas dahulu apabila ada teman-teman saya ada yang mengajak saya untuk melakukan hal yang tidak baik. Dari apa yang telah kamu katakan, nampaknya kamu sudah lebih baik dari kemarin. Iya Mbak. Dan saya akan berusaha untuk tetap melakukan tindakan MD : yang tadi yang sudah saya utarakan tadi. Karena saya merasa hal tersebut sangat membantu saya. Baiklah sebelum bertanya perkembangan FL, apakah MD masih ingin mengungkapakan seseuatu? MD : Saya rasa tidak ada Mbak. Karena masih ada waktu kita akan lanjutkan lagi ke perkembangan

FL yang beberapa hari yang lalu telah mendapatkan solusi dari permasalahannya. Bagaimana perkembangan kamu FL? Setelah mengikuti konseling pada pertemuan yang lalu, saya mulai FL : mencoba untuk melakukan sikap tegas saya Mbak. Saya tidak merasa khawatir kalau nantinya saya akan ditinggal oleh teman-temannya karena tidak mau diajak membolos lagi. Bagus kalau begitu dan sekarang komitmen kamu selanjutnya bagaimana? Saya akan terus mencoba untuk melakukan keputusan yang lalu, FL : karena saya yakin semua itu ada prosesnya. Jadi kalau itu rutin saya lakukan pasti hasilnya akan lebih baik Mbak. Baguslah kalau begitu. Sebelum kita mengakhiri konseling kelompok kali ini, mungkin masih ada yang ingin disampaikan dari FL? FL : Saya rasa sudah cukup Mbak. Kalau begitu untuk sesi kali ini kita akhiri saja. Ki : Iya Mbak. Kita lanjutkan hari berikutnya. Ki : Ok. (konseling kelompok diakhiri dengan kesan-kesan dan doa)

VERBATIM KONSELING KELOMPOK IDENTITAS KONSELOR : Endah Pramukti NAMA : BS, FL, MD KELAS : VIII F TANGGAL : 3 Oktober 2011 WAKTU : 12.30-14.00 WIB TEMPAT : RUANG BK Sesi VI : (Konselor bertindak pemimpin kelompok, membuka pertemuan memberikan salam dan doa. Dan juga anggota kelompok diajak untuk melakukan bernyanyi.) Sekarang kita akan mengakhiri kegiatan ini pada hari ini dan ini sekaligus pertemuan yang terakhir. Saya merasa senang dan bangga dapat bersama dengan kalian dalam konseling kelompok yang telah kita lakukan dari sesi pertama sampai saat ini. Sebelum kita tutup, silahkan kalian satu persatu bisa mengungkapkan kesan-kesan dalam mengikuti

konseling kelompok dari awal sampai akhir. Bisa langsung di mulai dari sebelah kanan saya. MD : Saya merasa senang Mbak, karena dengan kegiatan ini masalah saya dapat terbantu dan dapat menjadi pengalaman bagi saya. Terima kasih MD. FL : Kurang lebih sama dengan MD masalah saya dapat terbantu dan menambah pengalaman. Selain itu masalah-masalah saya dapat dipecahkan di sini dan belajar membantu orang lain. Terima kasih, selanjutnya BS. BS : Selain menambah pengalaman dan permasalahan saya dapat terbantu, saya juga merasa bisa belajar membantu orang lain dan berkomunikasi dalam suasana kelompok. Sekali lagi saya berterima kasih atas partisipasi kalian dalam konseling kelompok pada saat ini. Kiranya ini dapat kita jadi sebagai sebuah hal yang sangat berarti dalam kehidupan kita. Ki : Iya Mbak. Mari kita akhiri konseling kelompok pada saat ini dengan berdoa. Mari kita berdoa menurut kepercayaan kita masing-masing. Berdoa mulai, Selesai. (Kegiatan diakhiri dengan bersalam-salaman)

LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. Topik Permasalahan : Tidak mampu menolak ajakan teman B. Spesifikasi 1. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Jenis Layanan : Konseling Kelompok 3. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pemahaman 4. Sasaran Layanan : BS, FL, MD C. Pelaksanaan Layanan 1. Waktu/Tanggal : 3 Oktober 2011 2. Tempat : Ruang BK 3. Deskripsi dan Komentar tentang pelaksanaan layanan Kegiatan ini dimulai dengan berdoa, selanjutnya konselor menjelaskan tentang pengertian konseling kelompok, cara pelaksanaannya dan azaz dalam konseling kelompok. Kegiatan ini dilanjutkan dengan perkenalan dan disambung dengan permainan. Selanjutnya konselor member satu contoh

permasalahan yang dapat dibahas dalam konseling kelompok dan dilajutkan dengan meminta setiap anggota untuk mengungkapkan permasalahannya. Setelah proses konseling kelompok selesai konselor meminta setiap anggota untuk mengungkapkan hasil yang diperoleh setelah mengikuti konseling kelompok. Setiap sesi akhir dalam konseling kelompok diakhiri dengan berdoa bersama-sama. D. Evaluasi (penilaian) : 1. Penilaian proses Penilaian dilakukan ketika kegiatan berlangsung. Ketika mereka penulis menjelaskan mereka terlihat serius mendengarkan. Ketika penulis meminta mereka untuk berdiskusi, mereka aktif bertukar pendapat satu sama lain. 2. Penilaian hasil Kegiatan ini berjalan dengan baik, siswa terlihat ada motivasi antusias dalam mengikuti kegiatan yang ada. Anggota kelompok cukup aktif dalam mengikuti konseling kelompok ini. E. Analisis Hasil Penilaian : Penilaian yang dilakukan yaitu dengan observasi ketika anggota melaksanakan konseling kelompok. Dari hasil observasi anggota kelompok melakukan konseling kelompok dengan baik. Setelah selesai konseling kelompok, konselor dan anggota kelompok melakukan evaluasi. Siswa mengatakan kalau siswa

sudah mulai menerapkan hasil dari kegiatan konseling kelompok. F. Tindak lanjut : - Salatiga, 3 Oktober 2011 Penulis, Endah Pramukti Nugraheni 132007001

SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK SIKLUS II 1. Topik Permasalahan : Tidak mampu menolak ajakan teman 2. Bidang Bimbingan : Pribadi 3. Kompetensi Dasar : Siswa dapat menemukan masalah yang dihadapi dan belajar menyelesaikan masalah dalam kelompok 4. Jenis Layanan : Konseling kelompok 5. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengentasan 6. Tujuan Umum : Konseli dapat menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya 7. Sasaran Layanan : FL, BS, MD 8. Uraian Kegiatan : 8.1 Pembentukan 8.1.1. Salam 8.1.2 Menerima secara terbuka dan mengungkapkan terima kasih 8.1.3 Berdoa

8.2 Peralihan 8.2.1 Menjelaskan kembali kegiatan konseling kelompok 8.2.2 Tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut 8.2.3 Mengenali suasana kesiapan anggota secara keseluruhan untuk memasuki kegiatan berikutnya 8.2.4 Perjalanan selama sudah tidak membolos yang dapat dikemukakan dan dibahas dalam konseling kelompok 8.3 Kegiatan 8.3.1 Menjelaskan masalah pribadi yang hendak dikemukakan oleh anggota kelompok 8.3.2 Memberikan kesempatan anggota untuk mengemukakan masalah pribadi masing-masing 8.3.3 Memilih atau menetapkan masalah yang akan dibahas 8.3.4 Membahas masalah terpilih secara sistematik dan tuntas 8.3.5 Kesimpulan 8.3.6 Penilaian secara lisan 8.4 Pengakhiran 8.4.1 Menjelaskan bahwa konseling kelompok akan diakhiri 8.4.2 Kesan-kesan anggota kelompok 8.4.3 Ucapan terima kasih 8.4.4 Berdoa

8.4.5 Perpisahan 9. Model Konseling : Behavioral 10. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) 11. Waktu : 1x90 menit 12. Penyelenggara Layanan : Peneliti 13. Pihak yang disertakan : - 14. Alat dan Perlengkapan : Kertas dan alat tulis 15. Evaluasi : Konseling dikatakan berhasil apabila konseling kelompok ini dapat mengatasi masalah 16. Tindak Lanjut : Apabila siswa tersebut belum bisa mengatasi masalah akan dilanjutkan konseling kelompok siklus berikutnya Mengetahui, Guru Bimbingan dan Konseling Salatiga, 7 Nopember 2011 Peneliti Dra. Sri Lastuti NIP 19610815 198703 2 002 Endah Pramukti Nugraheni 132007001

VERBATIM KONSELING KELOMPOK SIKLUS II IDENTITAS KONSELOR : Endah Pramukti KONSELI : BS, FL, MD KELAS : VIII F TANGGAL : 26 September 2011 WAKTU : 12.30-14.00 WIB TEMPAT : RUANG BK Sesi I : (Konselor bertindak pemimpin kelompok, membuka pertemuan memberikan salam dan doa. Dan juga anggota kelompok diajak untuk melakuka bernyanyi.) Selamat siang. Ki : Siang Mbak. Bagaimana keadaan kalian semua?

Ki : Baik Mbak. Terima kasih kalian sudah mau berkumpul di sini untuk mengikuti konseling kelompok. BS : Kemarinkan sudah Mbak? Di sini saya hanya menanyakan perkembangan kalian, apakah kalian masih membolos atau tidak setelah mengikuti konseling kelompok. BS : Ooo Begitu ya Mbak. Iya BS. Sebelum kalian menceritakan perkembangan yang kalian alami setelah tidak membolos lagi, saya akan bertanya kepada kalian. Kalian masih ingat apakah konseling kelompok itu apa? MD : Masih Mbak. Konseling kelompok itu membahas suatu permasalahan yang bersifat pribadi dalam suasana kelompok. Dan kerahasiaannya terjamin Mbak. Betul sekali MD. Apakah kalian sudah siap untuk mengikuti konseling kelompok kali ini? Ki : Siap Mbak. Pada kesempatan kali ini, saya ingin menanyakan perkembangan BS setelah tidak membolos lagi. Silahkan BS kamu ceritakan perkembangan yang kamu alami selama 1 bulan ini. BS : Terima kasih Mbak, atas kesempatannya yang diberikan kepada

saya. Setelah 1 bulan saya tidak membolos, saya jauh lebih baik Mbak. Saya sudah tidak takut dibilang tidak gaul, kuper oleh temanteman saya Mbak. Dan saya sudah mampu bersikap tegas apabila ada teman-teman yang mengajak saya membolos. Apakah kamu merasa nyaman berada di sekolah? BS : Iya Mbak. Saya merasa jauh lebih nyaman daripada masih membolos dulu. Sekarang banyak teman yang mengajak saya untuk belajar bersama, apabila ada pelajaran yang saya tidak tahu, saya bisa bertanya kepada teman yang menguasai. Selain itu, temanteman sekolah ada yang mengajak saya untuk mengikuti organisasi seperti OSIS, remaja masjid (remas). Baguslah kalau begitu. Lalu selama 1 bulan ini, masih adakah teman-teman mengajak kamu untuk membolos? BS : Ada Mbak. Tapi saya secara tegas menolaknya Mbak. Bagus. Sebelum melanjutkan ke MD, apakah BS masih ada yang di utarakan lagi? BS : Tidak Mbak. Untuk sementara waktu sudah cukup Mbak. Baiklah. Sekarang lanjut ke MD. Silahkan MD bagaimana perkembangannya? MD : Terima kasih Mbak atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Perkembangan yang saya alami setelah 1 bulan tidak membolos lagi

adalah saya melakukan kegiatan positif, seperti melakukan olah raga bersama teman-teman, mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Baguslah kalau kamu sudah ada perubahan. MD : Iya Mbak. Ini juga karena saya ingin berubah Mbak. OK. Apakah masih ada yang kamu utarakan lagi? MD : Tidak Mbak. Sudah cukup. Baiklah. Sekarang lanjut ke FL. Silahkan FL ceritakan perkembangan yang kamu alami. FL : Baiklah Mbak. Perkembangan yang saya alami sudah tidak membolos lagi adalah saya bisa bersikap tegas apabila ada yang mau mengajak membolos lagi dan saya juga mengikuti kegiatan yang positif seperti mengikuti OSIS, remaja masjid. Masih adakah teman-teman yang mengajak kamu untuk membolos? FL : Sudah tidak ada Mbak. Apakah masih ada yang kamu sampaikan? FL : Tidak Mbak. Kalau sudah tidak ada yang kalian sampaikan, saya berterima kasih kepada kalian karena kalian sudah mau mengutarakan perkembangan yang kalian alami selama 1 bulan untuk tidak

membolos lagi. FL : Iya Mbak. Saya juga berterima kasih atas bantuannya kepada saya. Dengan adanya konseling ini permasalahan yang kami alami, mampu terselesaikan dengan baik. MD : Iya Mbak. Dengan konseling ini permasalahan yang dihadapi cepat selesai dan segera menemukan solusinya. Semoga dengan diadakan konseling kelompok ini, kita dapat memetik manfaat. BS : Iya Mbak. Sebelum mengakhiri konseling ini, apakah masih ada yang kalian sampaikan? Ki : Tidak Mbak. Mari kita akhiri konseling kelompok pada saat ini dengan berdoa. Mari kita berdoa menurut kepercayaan kita masing-masing. Berdoa mulai, Selesai. (Kegiatan diakhiri dengan bersalam-salaman)

LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI ANALISIS DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK A. Topik Permasalahan : Tidak mampu menolak ajakan teman B. Spesifikasi 1. Bidang Bimbingan : Pribadi 2. Jenis Layanan : Konseling Kelompok 3. Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pemahaman 4. Sasaran Layanan : BS, FL, MD C. Pelaksanaan Layanan 1. Waktu/Tanggal : 7 Nopember 2011 2. Tempat : Ruang BK 3. Deskripsi dan Komentar tentang pelaksanaan layanan Kegiatan ini dimulai dengan berdoa, selanjutnya konselor menjelaskan tentang pengertian konseling kelompok, cara pelaksanaannya dan azaz dalam konseling kelompok. Kegiatan ini dilanjutkan dengan perkenalan dan disambung dengan permainan. Selanjutnya konselor member satu contoh

permasalahan yang dapat dibahas dalam konseling kelompok dan dilajutkan dengan meminta setiap anggota untuk mengungkapkan permasalahannya. Setelah proses konseling kelompok selesai konselor meminta setiap anggota untuk mengungkapkan hasil yang diperoleh setelah mengikuti konseling kelompok. Setiap sesi akhir dalam konseling kelompok diakhiri dengan berdoa bersama-sama. D. Evaluasi (penilaian) : 1. Penilaian proses Penilaian dilakukan ketika kegiatan berlangsung. Ketika mereka penulis menjelaskan mereka terlihat serius mendengarkan. Ketika penulis meminta mereka untuk berdiskusi, mereka aktif bertukar pendapat satu sama lain. 2. Penilaian hasil Kegiatan ini berjalan dengan baik, siswa terlihat ada motivasi antusias dalam mengikuti kegiatan yang ada. Anggota kelompok cukup aktif dalam mengikuti konseling kelompok ini. E. Analisis Hasil Penilaian : Penilaian yang dilakukan yaitu dengan observasi ketika anggota melaksanakan konseling kelompok. Dari hasil observasi anggota kelompok melakukan konseling kelompok dengan baik. Setelah selesai konseling kelompok, konselor dan anggota kelompok melakukan evaluasi. Siswa mengatakan kalau siswa

sudah mulai menerapkan hasil dari kegiatan konseling kelompok. F. Tindak lanjut : - Salatiga, 7 Nopember 2011 Penulis, Endah Pramukti Nugraheni 132007001

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : MD Kelas : VIII F Waktu : 3 Oktober 8 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 1

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : MD Kelas : VIII F Waktu : 10 Oktober 15 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 2

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : MD Kelas : VIII F Waktu : 17 Oktober 22 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 3

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : MD Kelas : VIII F Waktu : 24 Oktober 29 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 4

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : MD Kelas : VIII F Waktu : 31 Oktober 5 Nopember 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 5

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : FL Kelas : VIII F Waktu : 3 Oktober 8 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 6

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : FL Kelas : VIII F Waktu : 10 Oktober 15 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 7

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : FL Kelas : VIII F Waktu : 17 Oktober 22 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 8

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : FL Kelas : VIII F Waktu : 24 Oktober 29 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 9

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : FL Kelas : VIII F Waktu : 31 Oktober 5 Nopember 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 10

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : BS Kelas : VIII F Waktu : 3 Oktober 8 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 11

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : BS Kelas : VIII F Waktu : 10 Oktober 15 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 12

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : BS Kelas : VIII F Waktu : 17 Oktober 22 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 13

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : BS Kelas : VIII F Waktu : 24 Oktober 29 Oktober 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 14

PEDOMAN OBSERVASI SIKLUS 1 PERTEMUAN 1 Nama : BS Kelas : VIII F Waktu : 31 Oktober 5 Nopember 2011 Jam Ke Senin Selasa Rabu Kamis Jum at Sabtu Ket 1 2 3 Ist Ist Ist Ist Ist Ist 4 5 Ist Ist Ist Ist - - 6 - - 7 - - Ket : Diberi tanda 15