BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN Deskripsi mengenai hasil penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah yang diungkapkan pada Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Sebelum hasil penelitian dipaparkan, pada bab ini diuraikan mengenai kondisi awal (prasiklus/pratindakan) pembelajaran menulis petunjuk siswa kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta. Dengan demikian, pada bab ini akan dikemukakan tentang; (1) kondisi awal proses pembelajaran serta keterampilan menulis petunjuk siswa kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta, (2) pelaksanaan tindakan dari hasil penelitian, (3) hasil penelitian dan (4) pembahasan hasil penelitian. A. Deskripsi Kondisi Awal (Pratindakan) Sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK), peneliti melakukan survei awal. Survei awal ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi awal pembelajaran menulis petunjuk serta keterampilan awal sisiwa dalam menulis petunjuk. Kondisi awal ini untuk menjadi acuan untuk menentukan tindakan apa saja yang dilakukan pada pembelajaran dalam siklus selanjutnya. Survei awal dilakukan pada hari Senin, 28 Oktober 2013 dari pukul WIB. Kegiatan prasiklus atau pratindakan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengawali penelitian tindakan kelas ini. Kegiatan prasiklus atau pratindakan meliputi; (a) pembahasan tentang proses pembelajaran menulis petunjuk; (b) pembahasan tentang upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran khususnya pada menulis petunjuk. 80

2 81 Sebelum proses penelitian dilaksanakan, peneliti melakukan survei awal melalui observasi langsung terhadap pembelajaran menulis dan wawancara dengan guru Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta (Ibu Solichah, S.Pd.) yaitu pada hari Selasa, 29 Oktober Hal ini untuk membahas permasalahan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran menulis petunjuk yang berlangsung. Dari hasil wawancara, dapat diketahui bahwa nilai kemampuan menulis petunjuk siswa masih rendah atau di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KMM). Selanjutnya, guru menerangkan bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam menulis petunjuk. Ada anggapan dari siswa bahwa pembelajaran menulis petunjuk sangat membosankan. Pendapat ini mengakibatkan rendahnya minat siswa dalam pembelajaran menulis petunjuk. Model yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menulis petunjuk yang berlangsung di kelas masih didominasi dengan Model ceramah dan pemberian tugas. Siswa hanya mau merespon pertanyaan guru apabila ditunjuk. Dengan Model ceramah siswa seakan mendengarkan ceramah ketika guru mengajar. Peran guru masih mendominasi sehingga kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak berlatih menulis petunjuk. Dapat ditarik simpulan bahwa permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis petunjuk adalah Model pembelajaran yang kurang variatif, sehingga kurang membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Dari hasil pengamatan peneliti diperoleh gambaran yang nyata tentang adanya pembelajaran menulis petunjuk yang rendah. Pada dasarnya kelas tersebut

3 82 juga mempunyai input yang sama; sedangkan ketuntasan minimal untuk pelajaran Bahasa Indonesia adalah 75 dan standar ketuntasan menulis petunjuk adalah 75. Kelas yang bermasalah adalah kelas VIIIA, kemudian setelah diamati permasalahan itu dapat diidentifikasi bahwa dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan tampak belum mengoptimalkan kemampuan dan potensi antarsiswa sehingga belum terbangun suasana belajar bersama secara kelompok maupun secara mandiri. Hasil pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran menulis petunjuk bahwa kegiatan pembelajaran berpusat pada guru meskipun siswa diberi kesempatan untuk belajar. Model yang digunakan kurang variatif. Pembelajaran yang digunakan masih menggunakan Model ceramah, siswa mendengarkan dan mencatat materi sehingga keaktifan siswa sangat rendah. Sikap siswa menunjukkan kurang proaktif, siswa pasif dan kurang tertarik dengan materi menulis petunjuk. Beberapa siswa memperhatikan penjelasan guru namun siswa yang lain merasa bosan, jenuh, serta ramai sendiri. Sikap siswa yang demikian dapat mempengaruhi prestasi belajar mereka, menyebabkan rendahnya keterampilan menulis petunjuk sebagai hasil tes menuis petunjuk di awal. Hal ini perlu diatasi dengan cara mengubah paradigma pengajaran menjadi pembelajaran. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran di kelas harus dapat memilih dan menerapkan Model pembelajaran yang tepat, yaitu Model pembelajaran yang menarik dan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hasil observasi awal dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran menulis petunjuk masih rendah sehingga

4 83 perlu untuk ditingkatkan. Adapun penyebab rendahnya kemampuan menulis petunjuk diantaranya adalah: 1. Proses pembelajaran masih didominasi oleh guru dengan Model ceramah; 2. Proses pembelajaran masih bersifat indivdual, belum memanfaatkan potensi interaksi dan kerjasama antar siswa; 3. Kemampuan Menulis petunjuk siswa belum memadai/rendah, nilai belum mencapai KKM; 4. Siswa tidak tertarik/bosan dengan pembelajaran menulis petunjuk. Dari hasil pengamatan hasil kerja siswa yang dilakukan pada survei awal diketahui bahwa kemampuan menulis petunjuk siswa kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan menulis petunjuk tersebut tampak dalam indikator berikut ini; 1. Siswa belum mampu mendata urutan melakukan sesuatu; 2. Siswa belum mampu menyimpulkan ciri-ciri bahasa petunjuk; 3. Siswa belum mampu menulis petunjuk dengan bahasa yang efektif. B. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui tiga siklus yang berkelanjutan dari siklus pertama, kedua dan ketiga. Masing-masing siklus meliputi empat tahap, yaitu; (a) tahap perencanaan tindakan, (b) tahap pelaksanaan tindakan, (c) tahap observasi dan (d) tahap refleksi.

5 84 1. Siklus I a. Perencanaan Tindakan Kegiatan perencanaan tindakan 1 dilaksanakan pada hari 01 November 2013 di ruang guru SMP PIRI 2 Yogyakarta. Peneliti dan guru kelas VIII mendiskusikan rencana tindakan yang akan dilakukan dalam proses penelitian ini. Kemudian, disepakati bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus I akan dilaksanakan dalam waktu dua kali pertemuan. Adapun pelaksanaannya akan dilakukan pada hari Senin, 04 November 2013 dan Rabu, 06 November 2013 sesuai dengan jadwal pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta. Tahap perencanaan tindakan I meliputi kegiatan sebagai berikut ini. 1) Peneliti menyamakan persepsi dengan guru mengenai penelitian yang dilakukan. 2) Sesuai usul peneliti pada diskusi sebelumnya, bahwa akan diterapkan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menulis petunjuk serta menjelaskan cara penerapannya. 3) Peneliti dan guru bersama-sama menyusun RPP untuk siklus I. 4) Peneliti bersama-sama merumuskan indikator pencapaian tujuan. 5) Guru dan peneliti bersama-sama membuat lembar penilaian siswa. 6) Menentukan jadwal pelaksanaan tindakan. Adapun untuk tindakan yang sudah direncanakan dalam siklus I sebagai berikut: 1) Guru membuka pelajaran dan menanyakan kehadiran siswa.

6 85 2) Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dan skenario pembelajaran. 3) Guru menanyakan kepada siswa tentang pengetahuan yang dimiliki mengenai menulis petunjuk. 4) Guru menjelaskan tentang pengertian bahasa petunjuk, macam-macam bahasa petunjuk dan teknik menulis bahasa petunjuk. 5) Guru menerapkan model kooperatif jigsaw. 6) Guru memberikan tugas pada siswa untuk menulis petunjuk dengan media poster yang diberikan oleh guru. 7) Guru menyimpulkan pelajaran dan memprsilahkan siswa untuk bertanya. 8) Guru memberikan apersepsi pada siswa yang berprestasi. 9) Guru menutup pelajaran dengan salamdan memberitahukan meteri pada pertemuan yang akan datang. b. Pelaksanaan Tindakan siklus I 1) Pertemuan Pertama Sesuai dengan perencanaan tindakan pada siklus I ini dilaksanakan pada hari Senin, 04 November 2013 selama 2 x 40 menit yaitu pada jam pelajaran ke 6-7. Pada pertemuan pertama ini, guru akan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menulis petunjuk. Pada pertemuan ini guru akan mengajak siswa untuk melaksanakan pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model

7 86 kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Guru menyampaikan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa melalui beberapa indikator. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa model yang digunakan adalah kooperatif tipe jigsaw agar siswa merasa tertarik dengan model pembelajaran tersebut, guru menyampaiakan manfaat dari menerapkan model ini, yaitu dapat menanamkan rasa kebersamaan dan saling menghargai pendapat teman, memiliki tanggung jawab memberikan kesempatan yang sama pada setiap siswa untuk mengemukakan pendapat dalam kelompok. Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran menulis petunjuk pada tindakan siklus I adalah sebagai berikut: a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengkondisikan siswa dengan menanyakan kehadiran siswa. b) Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dan skenario pembelajaran. c) Guru melakuakan apersepsi dengan menanyakan kepada siswa tentang pengetahuan yang dimiliki mengenai menulis petunjuk. d) Guru menjelaskan tentang pengertian bahasa petunuk, macammacam bahasa petunjuk dan teknik menulis bahasa petunjuk. e) Guru menerapkan model kooperatif jigsaw. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok terdiri 5 siswa yang kemudian menjadi kelompok asal. Kelompok asal adalah kelompok induk yang beranggotakan 5 siswa yang memiliki kemampuan

8 87 berbeda. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli adalah kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topik-topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada kelompok asal. f) Kelompok asal (A, B, C dan D) yang telah membentuk kemudian menentukan wakil untuk membentuk kelompok ahli. g) Kelompok ahli mendalami topik yang terdapat pada poster, adapun topik yang terdapat pada poster tentang petunjuk melakukan sesuatu dengan pembagian materi sebagai berikut. (1) Petunjuk membuka Ms. Power Point. (2) Petunjuk membuka Ms. Word. (3) Petunjuk membuka Ms.Excel (4) Petunjuk membuat nasi goreng. (5) Petunjuk membuat nutrijel. h) Setiap kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan tentang bagian materi yang terdapat dalam poster yang telah didiskusikan dengan anggota kelompok masing-masing. Setiap orang bertugas mengajarkan tentang materi yang dikuasainya kepada temannya. i) Guru menyimpulkan pembelajaran, setelah tanya jawab berlangsung. j) Guru bersama siswa merefleksikan hasil dan manfaat pembelajaran.

9 88 k) Guru menutup pelajaran dengan salamdan memberitahukan materi pada pertemuan yang akan datang. 2) Pertemuan Kedua Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru pada pertemuan kedua dalam pelaksanaan tindakan siklus pertama adalah sebagai berikut: a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengkondisikan siswa dengan menanyakan kehadiran siswa. b) Guru menjelaskan tujuan yang akan dicapai dan skenario pembelajaran. c) Guru menugaskan peserta didik untuk melanjutkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. d) Guru meminta tugas kelompok yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. e) Guru meminta siswa membacakan hasil kerja kelompok. f) Guru memberikan hadiah pada kelompok yang mendapat skor tertinggi. g) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis petunjuk dengan poster yang dibagikan oleh guru. h) Hasil tulisan siswa di kumpulkan untuk diberi penilaian. i) Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran, setelah tanya jawab berlangsung. j) Guru bersama siswa merefleksikan hasil dan manfaat pembelajaran.

10 89 k) Guru menutup pelajaran dengan salam dan memberitahukan materi pada pertemuan yang akan datang. Guru dapat menyelesaikan semua langkah tersebut sesuai denga waktu yang tersedia. Dalam tahap ini guru bertindak sebagai fasilitator jalannya proses pembelajaran menulis petunjuk dalam kelas, sedangkan peneliti hanya sebagai partisipan pasif (pengamat) untuk melihat pelaksanaan siklus I dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 3. Siswa menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru tentang materi pembelajaran. Gambar 4. Pelaksanaan pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster

11 90 c. Observasi dalam Siklus I Pelaksanaan observasi waktu proses pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster berlangsung dua kali pertemuan yaitu pada hari Senin, 04 November 2013 pukul WIB (jam ke 6-7) dan hari Rabu, 06 November 2013 pukul WIB. Fokus observasi adalah situasi pelaksanaan pembelajaran, kegiatan yang dilaksanakan oleh guru dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan Model kooperatif tipe jigsaw. Dalam pelaksanaan observasi ini peneliti menggunakan pedoman observasi yang telah dibuat. Pada waktu pelaksanaan observasi peneliti bertindak sebagai partisipan pasif dan duduk di belakang. 1) Pengamatan Kinerja Guru Pelaksanaan proses pembelajaran telah dilakukan guru sesuai dengan RPP yang telah disususn bersama peneliti. Setelah guru membuka pelajaran, guru mengkondisikan kelas dengan mengabsensi siswa kemudian melakukan apersepsi. Kemudian guru menjelaskan materi pembelajaran dan manfaat menulis petunjuk dalam kehidupan. Guru membagikan poster pada siswa untuk dikerjakan agar siswa dapat terlibat aktif dan saling memberikan pendapat dalam diskusi kelompok serta bersama membuat petunjuk melakukan sesuatu. Di akhir proses pembelajaran guru menyimpulkan pelajaran dan memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya apabila ada yang kurang jelas.

12 91 Pada pertemuan pertama siklus I, guru masih terlihat belum dapat mengontol dengan baik jalannya proses pembelajaran. Masih didapatinya siswa yang bermain sendiri, siswa yang kurang serius dalam belajar, sehingga proses pembelajaran tidak maksimal dan belum berjalan dengan baik hal ini menyebabkan situasi kelas yang kurang kondusif, guru maih penyesuaian dengan model dan juga siswa yang masih bingung karena baru pertama kali menggunakan model ini. Berdasarkan lembar pengamatan dan penilaian kinerja guru diperoleh hasil bahwa kinerja guru pada pertemuan pertama siklus I mencapai nlai akhir 63,50. Dari indikator yang telah ditentukan diketahui bahwa kinerja guru belum optimal. Hal ini wajar karena guru belum terbiasa melaksanakan Model kooperatif tipe Jigsaw, tetapi pada pertemuan kedua siklus I, guru mulai dapat melaksanakan tugasnya lebih baik. Guru lebih bersemangat dalam membimbing siswa untuk menyelesaikan tugas mereka. Guru lebih aktif mengontrol kegiatan siswa secara bergiliran dan suasana kelas lebih hidup. Hal in terbukti dengan hasil penilaian kinerja guru mencapai hasil akhir 68,42. 2) Pengamatan Kinerja Siswa Pada pertemuan pertama siklus I yang dilaksanakan pada hari Senin, 04 November 2013 siswa tampak belum begitu aktif, guru tampak belum bisa mengkondisikan kelas dan masih tampak bingung dengan apa yang akan dikerjakan. Hal ini dikarenakan guru mauun siswa belum terbiasa dengan pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw.

13 92 Aktivitas siswa dalam kelompok masih sangat ramai dan gaduh. Guru masih belum dapat mengendalikan situasi tersebut. Siswa masih bingung ketika adanya pembentukan kelompok asal dan kelompok ahli. Siswa yang belum begitu aktif dalam kelompok diberi motivasi oleh guru untu dapat memberikan pendapat dalam diskusi kelompok. Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru difokuskan pada keaktifan setiap siswa. Pertemuan kedua pada siklus I ini dilakukan pada hari Rabu, 06 November Pada pertemuan kedua ini mulai ada peningkatan, siswa sudah aktif dalam kegiatan pembelajaran. Suasana kelas sudah tidak begitu seramai pada pertemuan pertama. Siswa mulai antusias dalam diskusi kelompok dan menjalankan tugasnya. Namun, masih ada siswa yang sibuk sendiri yang tidak memberikan pendapat dalam diskusi kelompoknya. Masih ada sebagian siswa yang berdiskusi kelompok belum berpartisipasi aktif, mereka baru sekedar mendengarkan saja dan masih akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi pada kelompok asal. Bedasarkan angket yang diberikan kepada siswa tentang model yang digunakan, siswa sudah dapat merasakan efek positif dari model kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan mereka dalam menulis petunjuk. Penilaian proses untuk individu berdasarkan lembar penilaian yang disediakan. Berdasarkan penilaian proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru diperoleh nilai rata-rata kinerja siswa pada siklus I pertemuan 1 sebesar 55,23 dan siklus I pertemuan 2 sebesar 63,14.

14 93 Tabel 5. Kinerja Siswa dalam pembelajaran Menulis Petunjuk Pratindakan dan Siklus I No Aspek Penilaian Awal Siklus I 1 Keaktifan bertanya. 48,33% 63,33% 2 Keaktifan memberikan tanggapan 55,00% 58,33% terhadap pembelajaran. 3 Keaktifan mengerjakan tugas. 58,33% 63,33% 4 Keaktifan memberikan pendapat dalam 61,66% 66,66 diskusi kelompok. 5 Konsentrasi dan perhatian siswa terhadap 51,66% 55,00% pembelajaran. 6 Minat belajar siswa 50,00% 56,00% 7 Motivasi belajar siswa 63,33% 64,00% Rata-rata 55,23% 63,14% Penilaian kemampuan menulis petunjuk ini dilakukan dengan apek penilaian: (1) kesesuaian dengan gambar; (2) ketepatan logika urutan; (3) ketepatan kata; (4) ketepatan kalimat; (5) ejaan dan tata tulis. Berdasarkan lembar penilaian kemampuan menulis petunjuk pada siklus I diperoleh rata-rata kelas sebesar 74,70 dengan nilai tertinggi 85 dan terendah 68. Tabel 6. Nilai Keterampilan Menulis Petunjuk Sebelum dan Sesudah Dilakukan Tindakan Siklus I Nilai Rata-rata Ketuntasan Belajar Prasiklus Siklus I Prasiklus Siklus I 70,85 74,70 40,00% 50,00%

15 94 Gambar 5. Grafik Hasil Pembelajaran Menulis Petunjuk Sebelum dan Sesudah Dilakukan Tindakan Siklus I d. Analisis dan Refleksi dalam Siklus I Tahap refleksi pada siklus I untuk memperbaiki proses belajar mengajar materi menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster siklus II. Tahap ini dilakukan antara guru dan peneliti guna melihat hambatan yang dialami guru pada saat pelaksanaan siklus I. Hal yang akan direfleksikan adalah mencakup aktivitas guru dan siswa serta perlengkapan menulis. Pada pelaksanaan siklus I, terdapat beberapa hambatan yang membuat kendala ketercapaian nilai menulis petunjuk siswa menjadi kurang maksimal. Beberapa hambatan tersebut adalah: 1) Siswa merasa sulit menerangkan kepada teman kelompoknya. 2) Siswa masih merasa malu bertanya jika ada materi yang tidak dimengerti. 3) Guru kurang bisa membagi waktu pembelajaran. 4) Guru kurang memantau siswa pada saat berdiskusi.

16 95 Berdasarkan refleksi siklus I diperoleh nilai keterampilan menulis petunjuk yaitu dari 20 siswa dihasilkan; (1) nilai yang mencapai KKM ada 10 siswa dengan persentase (50,00%); (2) nilai rata-rata kelas sebesar 74,70, jumlah siswa yang kurang dari KKM berjumlah 10 siswa atau 50,00%. Permasalahan tersebut disebabkan oleh: aktivitas siswa masih kurang, (2) siswa belum memahami model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan baik. Rencana selanjutnya dilanjutkan ke siklus I. Bedasarkan hasil analisis tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran belum terpenuhi. Suasana pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw belum dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan analisis tersebut, berikut ini dikemukakan refleksi dari kekurangan yang ditemukan. 1) Guru mulai menerangkan akan sistem pembelajaran secara jelas sebelum pembelajaran di mulai. 2) Guru memberikan penjelasan agar siswa mau menjelaskan materi dengan sungguh-sungguh kepada teman. 3) Guru memberikan pengertian tidak perlu malu bertanya jikalau ada materi yang belum mengerti. 4) Guru mulai mengatur waktu agar tidak terburu-buru dalam melaksanakan pembelajaran sehingga kegiatan siswa dalam menulis dapat berjalan dengan lancar. 5) Guru lebih banyak memantau kegiatan diskusi siswa dan guru mulai membuat pembelajaran sesuai dengan rencana.

17 96 Berdasarkan hasil analisis dan refleksi di atas, tindakan pada siklus I dikatakan belum mencapai hasil yang optimal. Peningkatan memang terjadi pada beberapa indikator yang telah ditentukan pada survei awal. 2. Siklus II a. Perencanaan Tindakan Siklus II Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, disepakati bahwa siklus II perlu dilakukan. Persiapan dan perencanaan tindakan dilakukan pada hari 15 November 2013 di Ruang Guru SMP PIRI 2 Yogyakarta. Peneliti menyampaikan kembali hasil observasi dan refleksi terhadap pembelajaran menulis petunjuk dengan model kooperatif tipe jigsaw yang dilakukan pada siklus I. Kepada guru yang bersangkutan disampaikan segala kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran menulis petunjuk yang telah dilakukan. Diantara kekurangan dalam proses pembelajaran tersebut adalah: (1) siswa yang mampu memperoleh nilai 75 sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ada 10 siswa (50,00%); (2) keaktifan siswa dalam proses pembelajaran belum maksimal; (3) partisipasi siswa dalam bentuk menyampaikan pendapat dan bertanya masih rndah; (4) dalam diskusi kelompok masih didominasi siswa tertentu; (5) siswa masih kurang serius dan kurang konsentrasi, sehingga mereka juga kurang disiplin, keaktifan dan tanggung jawab dalam menyelesaikan soal; (6) guru masih belum mampu mengelola kelas dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dengan baik; (7) guru belum mampu

18 97 menciptakan situasi pembelajaran yang mendukung siswa untuk aktif, berkonsentrasi, serta termotivasi untuk belajar; (8) pengawasan guru dalam kelompok masih sangat kurang. Untuk mengatasi hal tersebut akhirnya disepakati hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh guru sebagai upaya perbaikan pada siklus I. Halhal yang kurang tersebut akan diperbaiki pada siklus II. Pada perencanaan tindakan ini, guru dan peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Pada siklus II proses penelitian lebih ditekankan pada penlaian proses dan penilaian hasil. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran diukur dengan angket siswa. Aspek yang dinilai adalah (1) keaktifan bertanya; (2) keaktifan memberikan tanggapan terhadap pembelajaran; (3) keaktifan mengerjakan tugas; (4) keaktifan memberikan pendapat dalam diskusi kelompok; (5) konsentrasi dan perhatian siswa terhadap pembelajaran; (6) minat belajar siswa; dan (7) motivasi belajar siswa. Sementara itu, aspek yang dinilai untuk mengukur keterampilan menulis petunjuk isinya sama seperti pada siklus sebelumnya, yaitu (1) kesesuaian dengan gambar; (2) ketepatan logika urutan; (3) ketepatan kata; (4) ketepatan kalimat; (5) ejaan dan tata tulis. Lembar penilaian itu akan dipegang oleh peneliti dan guru. Selain lembar penilaian, untuk mengatasi kekurangan dari sisi siswa dan untuk membangkitkan minat dan kompetensi antarkelompok, maka disepakati

19 98 adanya pemberian reward atau hadiah. Hadiah yang direncanakan berupa nilai/point pada kelompok yang aktif, ungkapan-ungkapan pujian seperti; bagus sekali, baik sekali, tepat sekali dan berupa barang seperti buku tulis, pulpen/pensil yang akan diberikan kepada kelompok dengan nilai tertinggi. Perencanaan tindakan pada siklus II dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kehadiran siswa. 2) Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran. 3) Guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab ringan dengan siswa tentang bahasa petunjuk. 4) Guru mulai menyampaikan kepada siswa tentang hasil yang telah dicapai pada pertemuan sebelumnya. Siswa yang mempunyai nilai tertinggi disampaikan supaya yang lain termotivasi agar lebih baik. Guru menyampaikan kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakakukan siswa pada menulis petunjuk. 5) Sebelum menerapakan model kooperatif jigsaw melalui media poster, guru terlebih dahulu menerangkan skema pembelajaran dengan jelas supaya siswa tidak bingung dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika belum jelas. 6) Guru menerapkan model kooperatif tipe jigsaw. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok terdiri 5 siswa yang nantinya akan menjadi kelompok asal, kelompok asal (A, B, C dan D) yang telah membentuk kemudian menentukan wakil untuk membentuk

20 99 kelompok ahli. Kelompok ahli adalah kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugastugas yang berhubungan dengan topik-topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada kelompok asal. 7) Kelompok ahli mendalami topik yang terdapat pada poster dengan melakukan diskusi, adapun topik yang terdapat pada poster tentang petunjuk melakukan sesuatu dengan pembagian materi sebagai berikut. a) Petunjuk memasak nasi b) Petunjuk memasak mie c) Petunjuk membuat layang-layang d) Petunjuk membuat mobil-mobilan e) Petunjuk membuat senapan. 8) Setiap kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan tentang bagian materi yang terdapat dalam poster yang telah didiskusikan dengan anggota kelompok masing-masing. Setiap orang bertugas mengajarkan tentang materi yang dikuasainya kepada temannya. 9) Guru berkeliling untuk memantau siswa dan mengarahkan setiap kelompok jika mengalami kesulitan. 10) Guru memberikan satu poster yang sama pada masing-masing kelompok asal untuk evaluasi, siswa menulis petunjuk dari poster tersebut untuk penilaian hasil kerja individu.

21 100 11) Guru menyimpulkan pelajaran dengan mempersilahkan siswa yang ingin bertanya. 12) Guru menutup pelajaran denga salam. Dari kegiatan diskusi tersebut disepakati pula bahwa tindakan dalam siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Senin, 18 November 2013 pukul WIB (jam ke 6-7) dan hari Rabu, 20 November 2013 pukul WIB (jam ke 1-2). b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1) Pertemuan Pertama Sesuai dengan perencanaan tindakan pada siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 18 November 2013 selama 2x40 menit yaitu jam pelajaran ke 6-7 pukul WIB guru menyampaikan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa bahwa Model yang digunakan adalah model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Agar siswa tertarik dengan model pembelajaran tersebut guru menyampaikan manfaat dari penerapan model ini yaitu model ini sangat menyenangkan dengan adanya media poster sebagai media pembelajaran dapat melibatkan siswa secara aktif baik, berani mengemukakan pendapat dalam kelompok dan meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran menulis petunjuk pada tindakan II adalah sebagai berikut: a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kehadiran siswa;

22 101 b) Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran; c) Guru menerapkan model kooperatif tipe jigsaw. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok terdiri 5 siswa yang nantinya akan menjadi kelompok asal, kelompok asal (A, B, C dan D) yang telah membentuk kemudian menentukan wakil untuk membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli adalah kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiktopiknya untuk kemudian dijelaskan kepada kelompok asal; d) Kelompok ahli diberi poster untuk mendalami topik yang terdapat pada poster dengan melakukan diskusi, adapun topik yang terdapat pada poster tentang petunjuk melakukan sesuatu dengan pembagian materi sebagai berikut; (1) Petunjuk memasak nasi (2) Petunjuk memasak mie (3) Petunjuk membuat layang-layang (4) Petunjuk membuat mobil-mobilan. (5) Petunjuk membuat senapan; e) Guru membimbing siswa dalam berdikusi; f) Setiap kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan tentang bagian materi yang terdapat dalam poster yang telah didiskusikan dengan anggota kelompok masing-masing. Setiap orang bertugas mengajarkan tentang materi yang dikuasainya kepada temannya;

23 102 g) Guru berkeliling untuk memantau siswa dan mengarahkan setiap kelompok jika mengalami kesulitan; h) Siswa diberi informasi bahwa bagi kelompok yang dapat menyelesaikan lebih dulu, salah satu wakilnya untuk membacakan hasil pekerjaannya. i) Guru menutup dengan salam dan memberitahukan materi pada pertemuan yang akan datang. Setelah guru mengakhiri pembelajaran pada langkah kedelapan, yaitu setelah siswa menyelesaikan tugas pada pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui media poster. Kemudian guru menutup pelajaran. Pembelajaran dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya pada hari Rabu, 20 November 2013 selama 2x40 menit pada jam pelajaran ke 1-2 pukul WIB. 2) Pertemuan Kedua Langkah langkah pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan kedua dalam pelaksanaan tindakan pada siklus II adalah sebagai berikut: a) Guru membuka pelajaran dengan salamdan menanyakan kehadiran siswa; b) Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran; c) Guru menugaskan siswa untuk melanjutkan pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster;

24 103 d) Siswa diberi informasi bagi kelompok yang pada pertemuan pertama belum menyelesaikan tugasnya untuk segera diselesaikan dan bagi kelompok yang dapat menyelesaikan lebih dulu, salah satu wakilnya untuk membacakan hasil pekerjaan kelompoknya. Bagi yang mendapatkan nilai terbaik diberikan penghargaan nilai sebagai penguatan dan motivasi; e) Guru memberikan satu poster yang sama pada masing-masing kelompok asal untuk evaluasi, siswa menulis petunjuk dari poster tersebut untuk penilaian hasil kerja individu; f) Guru menyimpulkan pelajaran dengan mempersilahkan siswa yang ingin bertanya; g) Guru menutup pelajaran dengan salam. Langkah-langkah pelaksanaan tindakan kelas siklus II baik pertemuan pertama dan kedua dapat terlihat pada gambar sebagai berikut: Gambar 6. Tampak siswa menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru tentang materi dan model kooperatif tipe jigsaw.

25 104 Gambar 7. Guru tampak memberi bimbingan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. c. Observasi dalam Siklus II Pelaksanaan observasi waktu proses pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan poster berlangsung pada hari Senin, 18 November 2013 pukul WIB (jam ke 6-7) dan hari Rabu, 20 November 2013 pukul (jam ke 1-2). Fokus observasi adalah situasi pelaksanaan pembelajaran, kegiatan yang dilaksanakan guru dan keaktifan siswa dala proses pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan pedoman observasi yang telah dibuat. Pada waktu pelaksanaan observasi peneliti bertindak sebagai partisipan pasif dan duduk di belakang. 1) Pengamatan Kinerja Guru Proses pembelajaran telah dilakukan guru sesuai dengan RPP yang telah disusun bersama peneliti. Setelah guru membuka pelajaran, guru mengkondisikan kelas kemudian melakukan apersepsi. Kemudian

26 105 guru menjelaskan unsur-unsur dalam bahasa petunjuk. Guru membimbing siswa dalam proses pembelajaran terutama terhadap siswa yang teridentifikasi kurang aktif pada proses pembelajaran. Di akhir proses pembelajaran guru menyimpulkan pelajaran dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya apabila ada yang kurang jelas. Pada pertemuan pertama siklus II, guru sudah dapat mengontrol proses pembelajaran. Siswa tanpak lebih aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok pada pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw. Kegiatan guru dalam proses pembelajaran sudah dapat berjalan dengan baik dibandingkan siklus I. Suasana sangat gaduh ketika siswa sibuk melakukan proses pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw pada siklus I tidak terlihat lagi. Pada pertemuan kedua siklus II guru sudah lebih baik dalam mengontrol jalanya kerja siswa. Kegiatan guru pada proses pembelajaran berjalan lebih baik dibandingkan pada pertemuan pertama. Suasana kelas tidak gaduh lagi, siswa sudah tahu apa yang harus dilakukan. Pada siklus II ini kinerja guru diamati dengan lembar observasi. Adapun aspek yang diamati meliputi: a) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun. b) Guru menjalin komunikasi dan interaksi multi arah. c) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

27 106 d) Guru mampu menciptakan suasana yang menyenangkan. e) Guru berkeliling mengontrol kerja masing-masing siswa. f) Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi baik pada proses pembelajaran. g) Guru sering memberikan reward kepada individu dan kelompok yang mampu mengerjakan tugas dengan baik. h) Guru menyimpulkan materi sebelum mengakhiri proses pembelajaran. Berdasarkan lembar pengamatan dan penilaian kinerja guru diperoleh hasil bahwa kinerja guru pada siklus II pertemuan 1 mencapai nilai 77,63; dan siklus II pertemuan 2 mendapat nilai 81,57. Dari indikator yang ditentukan diketahui bahwa kinerja guru sudah baik. Hal ini wajar karena guru sudah tahu prosedur pelaksanaan model kooperatif tipe jigsaw. Guru lebih bersemangat dalam membimbing siswa untuk menyelesaikan tugas mereka. Guru aktif mengontrol kegiatan siswa secara bergiliran terutama siswa yang kurang aktif pada siklus I dan suasana kelas lebih hidup. Guru sering memberi penguatan dan pujian kepada kelompok yang mendapat nilai tertinggi disetiap hasil kerja siswa. 2) Pengamatan Kinerja Siswa Pada pertemuan pertama siklus II yang dilaksanakan pada Senin, 18 November 2013 siswa tampak lebih aktif dan tidak tampak bingung lagi dengan apa yang akan dikerjakan. Hal ini karena baik guru maupun

28 107 siswa sudah mengetahui prosedur pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw siswa aktif dalam bertanya dan menyampaikan pendapat. Aktivitas siswa dalam pembelajaran membuat suasana kelas lebih hidup. Guru dapat mengendalikan situasi tersebut. Siswa tidak bingung ketika diberi tugas oleh guru. Siswa yang kurang aktif diberi motivasi oleh guru untuk berupaya menyumbangkan pendapatnya. Dalam hal ini penelitian yang dilakukan oleh guru difokuskan pada partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas baik individu maupun tugas yang dikerjakan dalam kelompok. Pertemuan kedua pada siklus ini dilakukan pada hari Rabu, 20 November Pada pertemuan kedua ini sudah lebih meningkat. Siswa sudah aktif dalam kegiatan pembelajaran. Suasana kelas lebih hihup dibandingkan pada pertemuan pertama. Siswa menjalankan tugasnya dengan lebih tertib. Penerapan pembelajaran menulis petunjuk dapat berjalan dengan baik. Masih ada sebagian siswa yang belum berpartisipasi aktif, baru sekedar mendengarkan saja. Mereka masih menggantung jawaban pada teman yang pandai, sehingga guru memberikan bimbingan khusus kepada siswa tersebut. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada siswa tentang model yang digunakan, siswa sudah dapat merasakan efek positif dari model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Penilaian proses individu berdasarkan lembar penilaian proses yang disediakan.

29 108 Tabel 7. Kinerja siswa dalam Pembelajaran Menulis Petunjuk Siklus I dan Siklus II No Aspek Penilaian Siklus I Siklus II 1 Keaktifan bertanya 63,33% 81,66% 2 Keaktifan memberikan tanggapan 58,33% 68,33% terhadap pembelajaran 3 Keaktifan mengerjakan tugas. 63,33% 80,00% 4 Keaktifan memberikan pendapat 66,66 71,665 dalam diskusi kelompok. 5 Konsentrasi dan perhatian siswa 55,00% 75,00% terhadap pembelajaran 6 Minat belajar siswa 56,00% 71,66% 7 Motivasi belajar siswa 64,00% 75,00% Rata-rata 62,14% 73,09% Berdasarkan penilaian yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata kelas terhadap keterampilan mereka dalam menulis petunjuk. Penilaian proses untuk individu berdasarkan lembar penilaian proses yang disediakan. Berdasarkan penilaian yang dilakukan diperoleh nilai-nilai rata-rata kelas keterampilan menulis petunjuk pada siklus II 80,75 dengan nilai tertinggi 90 dan yang terendah 68. Ketuntasan belajar 85,00% (17 siswa mencapai nilai di atas KKM), sedang yang masih di bawah KKM 3 siswa (15,00%). Penilaian kemampuan menulis petunjuk ini dilakukan dengan aspek penilaian: (1) kesesuaian dengan gambar; (2) ketepatan logika urutan; (3) ketepatan kata; (4) ketepatan kalimat; (5) ejaan dan tata tulis. Tabel 8. Nilai Keterampilan Menulis Petunjuk Sebelum dan Sesudah Dilakukan Tindakan Siklus II Nilai Rata-rata Ketuntasan Belajar Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II 74,70 80,75 50,00% 85,00%

30 109 Gambar 8. Grafik Hasil Pembelajaran Menulis Petunjuk Sebelum dan Sesudah Dilakukan Tindakan Siklus II d. Analisis dan Refleksi dalam Siklus II Berdasarkan hasil pengamatan penelitian pada siklus II, dapat dikemukakan bahwa kualitas pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw sudah berjalan lebih baik dibandingkan siklus I. Hal ini ditandai oleh beberapa hal berikut: 1) Keaktifan dalam pembelajaran berlangsung sudah lebih baik (73,09%) tetapi perlu ditingkatkan. Partisipasi seluruh siswa ada peningkatan dibandingkan pada siklus I dan perlu ditingkatkan lagi pada siklus III. 2) Guru sudah dapat mengelola kelas dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dengan baik. Guru sudah mampu menciptakan situasi pembelajaran yang baik. Namun, dalam mendukung siswa masih sangat kurang, tetapi perlu ditingkatkan lagi pada siklus III. 3) Siswa yang memperoleh nilai 75 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 85,00% (17 siswa) ada peningkatan

31 110 dibandingkan pada siklus I yaitu 50,00% (10 siswa). Peningkatan tersebut sebesar 35,00%. Hasil refleksi yang diperoleh dari siklus II dengan jumlah 20 siswa adalah: (1) siswa yang memperoleh nilai mencapai KKM ada 17 siswa atau sebesar 85,00% (2) rata-rata kelas 80,75, sedangkan siswa yang belum mencapai atau kurang dari KKM ada 3 siswa atau 15,00% (3) masih terdapat siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, (4) siswa kurang optimal dalam penggunaan model kooperatif tipe jigsaw untuk proses menulis petunjuk. Rencana selanjutnya akan dilanjutkan ke siklus III. Berdasarkan analisis hasil tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran menulis petunjuk ada beberapa hal yang belum terpenuhi. Suasana pembelajaran dengan baik. Walaupun begitu perlu ditingkatkan lagi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, berikut ini dikemukakan refleksi dari kekurangan yang ditemukan. 1) Guru diharapkan lebih aktif dalam melakukan pengawasan atau kontrol dalam kinerja masing-masing siswa. Selain itu, guru harus menguasai semua prosedur dalam pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dan cara penilaiannya. Guru harus dapat lebih meningkatkan dalam memberi penghargaan kepada individu yang dapat melakukan tugas dengan baik. 2) Siswa diharapkan lebih aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung, dengan menyampaikan pertanyaan dan pendapat. Siswa yang masih kurang serius dalam pembelajaran menulis petunjuk diberi motivasi lagi.

32 Siklus III a. Perencanan Tindakan Siklus III Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II, disepakati bahwa siklus II perlu dilakukan guna memaksimalkan pembelajaran menulis petunjuk. Persiapan dan perencanaan siklus III dilaksanakan pada hari, 22 November 2013 di SMP PIRI 2 Yogyakarta. Peneliti menyampaikan kembali hasil observasi dan refleksi terhadap pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster yang dilakukan pada siklus II. Kepada guru yang bersangkutan disampaikan segala kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran menulis petunjuk yang telah dilakukan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut akhirnya disepakati hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh guru sebagai upaya perbaikan pada siklus II. Siswa yang mampu memperoleh 75 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal atau KKM yaitu 17 siswa atau sebesar 85,00% sedangkan pada siklus I 50,00% (10 siswa) dengan demikian ada peningkatan sebesar 35,00%. Keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis petunjuk perlu ditingkatkan lagi pada siklus III. Siswa kurang serius dan kurang konsentrasi, sehingga mereka juga kurang disiplin, kerjasama. Keaktifan dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan semakin berkurang. Guru sudah dapat mengelola kelas dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dengan baik. Guru sudah

33 112 mampu menciptakan situasi pembelajaran yang mendukung siswa untuk aktif, berkonsentrasi, serta termotivasi untuk belajar. Pengawasan guru dalam kelompok masih sangat kurang tetapi perlu ditingkatkan lagi pada siklus III. Hal-hal tersebut yang akan diperbaiki pada siklus III. Pada perencanaan tindakan ini, guru dan peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Pada siklus III, proses penelitian lebih ditekankan pada penilaian proses dan penilaian hasil. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menulis petunjuk diukur dengan angket siswa. Aspek yang dinilai adalah; (1) keaktifan bertanya; (2) Keaktifan memberikan tanggapan terhadap pembelajaran; (3) keaktifan mengerjakan tugas; (4) Keaktifan memberikan pendapat dalam diskusi kelompok; (5) Konsentrasi dan perhatian siswa terhadap pembelajaran; (6) minat belajar siswa; (7) Motivasi belajar siswa. Lembar penilaian tersebut akan dipegang oleh peneliti dan guru. Selain lembar penilaian, untuk mengatasi kekurangan dari sisi siswa dan untuk membangkitkan minat dan kompetensi antar kelompok, maka disepakati adanya pemberian hadiah. Hadiah yang direncanakan berupa: nilai/point kepada kelompok yang aktif, ungkapan-ungkapan pujian seperti: bagus sekali, baik sekali, baik, tepat sekali dan berupa barang seperti buku tulis, pulpen/pensil yang akan diberikan kepada kelompok dengan point tertinggi.

34 113 Adapun untuk tindakan yang sudah direncanakan dalam siklus III sebagai berikut: 1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kehadiran siswa. 2) Guru menkondisikan kelas dan kemudian melakukan apresepsi dengan menanyakan kepada siswa tentang pengetahuan yang dimiliki mengenai menulis petunjuk. 3) Guru menjelaskan tentang beberapa point penting dalam penulisan bahasa petunjuk. 4) Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok terdiri 5 siswa yang nantinya akan dibentuk pula kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok induk yang beranggotakan siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Kelompok asal (A, B, C dan D) yang telah membentuk kemudian menentukan wakil untuk membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli adalah kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugastugas yang berhubungan dengan topik-topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada kelompok asal. 5) Guru membagikan poster pada kelompok ahli untuk mendalami topik yang terdapat pada poster, adapun topik yang terdapat pada poster tentang petunjuk melakukan sesuatu dengan pembagian materi sebagai berikut. a) Petunjuk memasak nasi goreng.

35 114 b) Petunjuk pertolongan pertama pada orang yang terkena gigitan anjing. c) Petunjuk memasak nutrijel. d) Petunjuk mencuci pakaian. e) Petunjuk membuat minuman kopi. 6) Setiap kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan tentang bagian materi yang terdapat dalam poster yang telah didiskusikan dengan anggota kelompok masing-masing. Setiap orang bertugas mengajarkan tentang materi yang dikuasainya kepada temannya dikelompok asal. 7) Guru membimbingan siswa dalam berdiskusi. 8) Guru memberikan tugas untuk menulis petunjuk-petunjuk yang telah dijelaskan oleh masing-masing siswa dalam kelompoknya sebagai penilaian tugas. 9) Siswa diberi informasi bahwa bagi kelompok yang dapat yang dapat menyelesaikan lebih dulu untuk membacakan hasil kerjanya. Bagi kelompok yang mendapat nilai terbaik diberikan penghargaan nilai sebagai penguat dan motivasi. 10) Kelompok yang mendapat nilai tertinggi akan diberikan penghargaan berupa hadiah. 11) Guru menugaskan siswa untuk menuliskan petunjuk melakukan sesuatu dari satu poster yang dibagikan oleh guru dengan memperhatikan ketepatan logika urutan, ketepatan isi, kesesuaian ini dengan gambar dan ejaan tata tulis.

36 115 12) Guru menyimpulkan pelajaran dengan mempersilahkan siswa yang akan bertanya. 13) Guru menutup pelajaran dengan salam dengan memberitahukan materi pada pertemuan yang akan datang. Dari kegiatan diskusi tersebut disepakati pula bahwa tindakan dalam siklus III dilaksanakan dalam dua pertemuan yaitu pada hari Senin, 25 November 2013 untuk pertemuan 1, sedangkan pertemuan ke-2 dilaksanakan pada hari Rabu, 27 November b. Pelaksanaan Tindakan Siklus III 1) Pertemuan Pertama Sesuai dengan perencanaan tindakan pada siklus III pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 25 November 2013 selama 2x40 menit yaitu jam pelajaran ke WIB. Guru menyampaikan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa bahwa model yang akan digunakan adalah model kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan media poster. Agar siswa tertarik dengan model pembelajaran tersebut guru menyampaikan manfaat dari penerapan model ini, yaitu sangat menyenangkan karena menggunakan media poster dalam kelompok atau kelompok dan meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran menulis petunjuk pada tindakan siklus III adalah sebagai berikut: a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kehadiran siswa.

37 116 b) Guru mengkondisikan kelas dan kemudian melakukan apersepsi dengan menanyakan kepada siswa tentang pengetahuan yang dimiliki mengenai menulis petunjuk. c) Guru menjelaskan tentang beberapa point penting dalam penulisan bahasa petunjuk. d) Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok terdiri 5 siswa yang nantinya akan dibentuk pula kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok induk yang beranggotakan siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Kelompok asal (A, B, C dan D) yang telah membentuk kemudian menentukan wakil untuk membentuk kelompok ahli. Kelompok ahli adalah kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topik-topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada kelompok asal. e) Guru membagikan poster pada kelompok ahli untuk mendalami topik yang terdapat pada poster, adapun topik yang terdapat pada poster tentang petunjuk melakukan sesuatu dengan pembagian materi sebagai berikut. (1) Petunjuk memasak nasi goreng. (2) Petunjuk pertolongan pertama pada orang yang terkena gigitan anjing. (3) Petunjuk memasak nutrijel.

38 117 (4) Petunjuk mencuci pakaian. (5) Petunjuk membuat minuman kopi. f) Setiap kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan tentang bagian materi yang terdapat dalam poster yang telah didiskusikan dengan anggota kelompok masing-masing. Setiap orang bertugas mengajarkan tentang materi yang dikuasainya kepada temannya dikelompok asal. g) Guru membimbingan siswa dalam berdiskusi. h) Guru memberikan tugas untuk menulis petunjuk-petunjuk yang telah dijelaskan oleh masing-masing siswa dalam kelompoknya sebagai penilaian tugas. i) Siswa diberi informasi bahwa bagi kelompok yang dapat menyelesaikan lebih dulu untuk membacakan hasil kerjanya. Bagi kelompok yang mendapat nilai terbaik diberikan penghargaan nilai sebagai penguat dan motivasi. j) Guru menugaskan siswa untuk menuliskan petunjuk melakukan sesuatu dari poster yang dibagikan oleh guru dengan memperhatikan ketepatan logika urutan, ketepatan isi, kesesuaian ini dengan gambar dan ejaan tata tulis. k) Guru menutup pelajaran dengan salam dengan memberitahukan materi pada pertemuan yang akan datang. Setelah guru mengakhiri pembelajaran maka akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya pada hari Rabu, 27 November 2013 selama 2x40 menit pada jam pelajaran ke 1-2 pukul WIB.

39 118 2) Pertemuan Kedua Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru pada pertemuan kedua dalam pelaksanaan tindakan pada siklus III adalah sebagai berikut: a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan menanyakan kehadiran siswa. b) Guru menkondisikan kelas dan kemudian melakukan apersepsi dengan menanyakan kepada siswa tentang pengetahuan yang dimiliki mengenai menulis petunjuk. c) Guru menjelaskan untuk melanjutkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. d) Guru memberikan tugas untuk menulis petunjuk-petunjuk yang telah dijelaskan oleh masing-masing siswa dalam kelompoknya (pada pertemuan I) sebagai penilaian tugas. e) Siswa diberi informasi bahwa bagi kelompok yang dapat menyelesaikan lebih dulu untuk membacakan hasil kerjanya. Bagi kelompok yang mendapat nilai terbaik diberikan penghargaan nilai sebagai penguat dan motivasi. f) Kelompok yang mendapat nilai tertinggi akan diberi penghargaan berupa hadiah. g) Guru menugaskan siswa untuk menuliskan petunjuk melakukan sesuatu dari poster yang dibagikan oleh guru dengan memperhatikan ketepatan logika urutan, ketepatan isi, kesesuaian ini dengan gambar dan ejaan tata tulis.

40 119 h) Guru menyimpulkan pelajaran dengan mempersilahkan siswa yang akan bertanya. i) Guru menutup pelajaran dengan salam dengan memberitahukan materi pada pertemuan yang akan datang. Guru dapat menyelesaikan semua langkah tersebut sesuai dengan waktu yang tersedia. Dalam tahap ini guru bertindak sebagai fasilitator jalannya proses pembelajaran menulis petunjuk dalam kelas, sedangkan peneliti hanya sebagai partisipan pasif. Langkah langkah pelaksanaan tindakan siklus III baik pertemuan pertama dan kedua dapat terlihat pada gambar sebagai berikut : (1) Pertemuan Pertama Gambar 9. Siswa tampak lebih kondusif dalam pelaksanaan pembelajaran. Gambar 10. Guru tampak memantau jalannya pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

41 120 (2) Pertemuan Kedua Gambar 11. Tampak siswa menulis petunjuk melakukan sesuatu. c. Observasi dalam Siklus III Pelaksanaan observasi waktu proses pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster berlangsung pada hari Senin, 25 November 2013 pukul WIB (jam ke 6-7) dan hari Rabu, 27 November 2013 pukul WIB (jam ke 1-2). Fokus observasi adalah situasi pelaksanaan pembelajaran, kegiatan yang dilaksanakan guru dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Dalam pelaksanaan observasi ini peneliti menggunakan pedoman observasi yang telah dibuat. Pada waktu pelaksanaan observasi peneliti bertindak sebagai partisipan pasif dan duduk di belakang. 1) Pengamatan Kinerja Guru Proses pembelajaran telah dilakukan guru sesuai dengan RPP yang disusun bersama peneliti. Setelah guru membuka pelajaran, guru mengkondisikan kelas kemudian melakukan apersepsi. Kemudian guru

42 121 menjelaskan unsur-unsur menulis bahasa petunjuk dalam proses pembelajaran terutama terhadap siswa yang teridentifikasi kurang aktif pada proses pembelajaran. Di akhir pembelajaran guru menyimpulkan pelajaran dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya apabila ada yang kurang jelas. Pada pertemuan pertama siklus III, guru sudah dapat mengontrol proses pembelajaran. Siswa tampak lebih aktif dalam melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Kegiatan guru dalam proses pembelajaran sudah dapat dengan sangat baik. Pada pertemuan ke dua siklus III guru sudah lebih baik dalam mengontrol jalannya kerja siswa. Kegiatan guru pada proses pembelajaran berjalan lebih baik dibandingkan pada pertemuan pertama. Suasana kelas tidak gaduh lagi, siswa sudah tahu apa yang harus dilakukan. Pada siklus III ini, kinerja guru diamati dengan lembar observasi. Adapun aspek yang diamati meliputi: a) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun. b) Guru menjalin komunikasi dan interaksi multi arah. c) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. d) Guru mampu menciptakan suasana yang menyenangkan. e) Guru berkeliling mengontrol kerja masing-masing siswa.

43 122 f) Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi baik pada proses pembelajaran. g) Guru sering menberikan reward kepada individu dan kelompok yang mampu mengerjakan tugas dengan baik. h) Guru menyimpukan materi sebelum proses pembelajaran. Berdasarkan lembar pengamatan dan penilaian kinerja guru diperoleh hasil bahwa kinerja guru pada siklus III pertemuan I mencapai 86,84; dan siklus III pertemuan 2 mendapat nilai 93,42. Dari indikator yang ditentukan diketahui bahwa kinerja guru sudah sangat baik. Hal ini wajar karena guru sudah tahu prosedur pelaksanaan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Guru lebih bersemangat dalam membimbing siswa untuk menyelesaikan tugas mereka. Guru lebih aktif mengontrol kegiatan kegiatan siswa secara bergiliran terutama siswa yang kurang aktif pada siklus II dan suasana kelas lebih hidup. Guru sering memberi penguatan dan pujian kepada kelompok yang mendapat nilai tertinggi di setiap pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. 2) Pengamatan Kinerja siswa Pada pertemuan pertama siklus III yang dilaksanakan pada hari Senin, 25 November 2013 siswa tampak lebih aktif dan tidak bingung lagi dengan apa yang akan dikerjakan. Hal ini karena baik guru maupun siswa sudah mengetahui prosedur pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw sehingga membuat siswa aktif bertanya dan menyampaikan pendapat.

44 123 Aktivitas siswa dalam pembelajaran membuat suasana kelas lebih hihup. Guru sudah dapat mengendalikan situasi tersebut. Siswa tidak bingung ketika diberi tugas oleh guru. Siswa yang kurang aktif diberi motivasi oleh guru difokuskan pada partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas baik individu maupun soal yang dikerjakan dalam kelompok. Pertemuan kedua pada siklus III ini dilakukan pada hari Rabu, 27 November Pada pertemuan kedua ini sudah lebih meningkat. Siswa sudah aktif dalam kegiatan pembelajaran. Suasana kelas lebih hidup dibandingkan pada pertemuan pertama. Siswa menjalankan tugasnya dengan lebih tertib. Penerapan pembelajaran menulis petunjuk sudah dapat berjalan dengan lebih baik. Masih ada sebagian siswa yang belum berpartisipasi aktif, baru sekedar mendengarkan saja. Mereka masih menggantungkan jawaban dan pendapat pada teman yang pandai, sehingga guru memberikan bimbingan khusus pada siswa tersebut. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada siswa tentang model yang digunakan siswa sudah dapat merasaka efek positif dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penilaian proses untuk individu berdasarkan lembar penilaian proses yang disediakan. Berdasarkan penilaian yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata kelas terhadap keterampilan mereka dalam menulis petunjuk. Penilaian prosess untuk individu berdasarkan lembar penilaian proses yang disediakan. Berdasarkan penilaian yang dilakukan diperoleh nilai rata-

45 124 rata kelas keterampilan menulis petunjuk pada siklus III, yaitu 83,55 dengan nilai tertinggi 90 dan terendah 70. Ketuntasan belajar 95,00% (19 siswa mencapai nilai KKM), sedang yang masih di bawah KKM 1 siswa (05,00%). Tabel 9. Kinerja Siswa dalam Pembelajaran Menulis Petunjuk Siklus II dan Siklus III No Aspek Penilaian Siklus II Siklus III 1 Keaktifan bertanya 81,66% 95,00% 2 Keaktifan memberikan tanggapan 68,33% 93,33% terhadap pembelajaran 3 Keaktifan mengerjakan tugas. 80,00% 90,00% 4 Keaktifan memberikan pendapat dalam diskusi kelompok. 71,665 85,00% 5 Konsentrasi dan perhatian siswa 75,00% 91,66% terhadap pembelajaran 6 Minat belajar siswa 71,66% 91,66% 7 Motivasi belajar siswa 75,00% 93,33% Rata-rata 73,09% 91,19% Tabel 10. Nilai Keterampilan Menulis Petunjuk Sebelum dan Sesudah Dilakukan Tindakan Siklus III Nilai Rata-rata Ketuntasan Belajar Siklus II Siklus III Siklus II Siklus III 80,75 83,55 85,00% 95,00% Gambar 12 Grafik Hasil Pembelajaran Menulis Petunjuk Sebelum dan Sesudah Dilakukan Tindakan Siklus III

46 125 Penilaian kemampuan menulis petunjuk ini dilakukan dengan aspek penilaian: (1) kesesuain dengan gambar; (2) ketepatan logika urutan; (3) ketepatan kata; (4) ketepatan kalimat; (5) ejaan dan tata tulis. d. Analisis dan Refleksi dalam Siklus III Berdasarkan hasil pengamatan penelitian siklus III, dapat dikemukkaan bahwa kualitas pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw sudah berjalan lebih baik dibanding siklus II. Hal ini ditandai oleh beberapa hal berikut : 1) Keaktifan dalam pembelajaran yang berlangsung sudah lebih baik (91,19%) partisipasi seluruh siswa ada peningkatan dibandingkan pada siklus II. 2) Guru sudah dapat mengelola kelas melaui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan baik. Guru sudah mampu menciptakan situasi pembelajaran yang mendukung siswa terhadap siswa sudah baik. 3) Siswa yang memperoleh nilai 75 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 95,00% (19 siswa) ada peningkatan dibandingkan pada siklus II 85,00% (17 siswa). Hasil refleksi dari siklus III diperoleh hasil kemampuan menulis Petunjuk pada siklus III dari 20 siswa, dihasilkan: (1) siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM sebesar 95,00%; (2) rata-rata nilai kelas 83,55, yang belum mencapai KKM tinggal 1 siswa (05,00%). Hal itu disebabkan oleh: (1) siswa tidak aktif dalam proses pembelajaran menulis petunjuk; (2) siswa kurang optimal mempraktikan model kooperatif tipe jigsaw tetapi tidak diperbaiki lagi.

47 126 Berdasarkan analisis hasil tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran menulis petunjuk sudah terpenuhi. Suasana pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw sudah berjalan dengan baik. Peningkatan terjadi pada beberapa indikator dibandingkan siklus sebelumnya. Nilai rata-rata kelas sudah mencapai batas ketuntasan meskipun masih ada siswa yang belum mencapai nilai di atas KKM. Meskipun demikian, penelitian dipandang cukup untuk dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan, antara lain alokasi waktu untuk materi menulis petunjuk dianggap cukup dengan mempertimbangkan materi yang lain. C. Hasil Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang dirumuskan dalam bagian pendahuluan serta deskripsi hasil penelitian, berikut ini dirumuskan hasil penelitian penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster di kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta. 1. Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Media Poster dalam Pembelajaran Menulis Petunjuk Sebelum tindakan penelitian ini dilaksanakan, siswa terlihat kurang tertarik mengikuti pembelajaran menulis petunjuk. Siswa menganggap bahwa kegiatan menulis petunjuk adalah pembelajaran yang rumit dan membosankan. Proses pembelajaran masih didominasi oleh guru dengan model ceramah. Potensi siswa belum sepenuhnya dioptimalkan. Setelah pembelajaran menulis petunjuk dilaksanakan menggunakan model kooperatif

48 127 tipe jigsaw dengan media poster siswa menjadi tertarik dan lebih aktif untuk mengikuti pembelajaran. Model kooperatif tipe jigsaw menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran menulis petunjuk, mereka terlihat langsung dalam menyimak, memahami, menyelesaikan soal-soal dalam pembelajaran menulis petunjuk berdasarkan petunjuk melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kelas dengan penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster memang telihat gaduh dan ramai, karena siswa harus melaksanakan kegiatan kooperatif tipe jigsaw dengan media poster yang disediakan oleh guru. Akan tetapi, kelas yang ramai tetap terarah pada pencapaian tujuan pembelajaran menulis petunjuk. Peran guru sebagai motivator, fasilitator, evaluasi, sangat mendukung keberhasilan proses pembelajaran menulis petunjuk. Guru ditutut lebih aktif dan kreatif dalam penyiapan bahan dan melakukan pengontrolan berjalannya proses pembelajaran menulis petunjuk. Dari penelitian yang dilakukan, guru lebih siap dalam mengajar mulai dari tahap perencanaan pembelajaran, penguasaan materi pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih terarah. 2. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Menulis Petunjuk Proses pembelajaran menulis petunjuk yang berkualitas lebih mudah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran menulis petunjuk dilihat dari faktor-faktor berikut.

49 128 a. Keaktifan Siswa Keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis petunjuk meningkat dilihat dengan lembar penilaian angket siswa, yang terdiri dari aspek : (1) keaktifan bertanya; (2) keaktifan memberi tanggapan terhadap pembelajaran; (3) keaktifan mengerjakan tugas; (4) keaktifan memberikan pendapat dalam diskusi kelompok; (5) konsentrasi dan perhatian siswa terhadap pembelajaran; (6) minat belajar siswa; (7) motivasi belajar siswa. Siswa lebih berminat dan termotivasi mengikuti pembelajaran menulis petunjuk. Minat dan motivasi sangat menentukan keberhasilan belajar siswa. Penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dapat menumbuhkan motivasi internal dalam diri siswa sehingga siswa lebih berminat dan tertarik dalam belajar. Pemberian penghargaan merupakan sumber motivasi dari luar diri siswa sehingga mereka lebih bersemangat. b. Tanggung Jawab dan Keberanian Penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster melatih siswa untuk bekerja sama dalam kelompok dan keberanian siswa meningkat dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Diharapkan kerja sama dan keberanian siswa akan semakin terasa untuk proses pembelajaran menulis petunjuk selanjutnya. c. Keterampilan Guru dalam Mengelola Kelas Guru lebih terampil dalam melakukan proses pembelajaran menulis petunjuk dan kesiapan guru lebih matang. Mulai dari tahap persiapan RPP, menyiapkan materi dan media pembelajaran. Pengkondisian kelas dengan

50 129 membimbing siswa secara personal perlu ditingkatkan. Peran guru semakin bagus dari siklus I, II dan III. Guru semakin menguasai kelas dan mampu menciptakan suasana pembelajaran menulis petunjuk yang menyenangkan. d. Peningkatan Kemampuan Menulis Petunjuk. Peningkatan kemampuan siswa dalam menulis petunjuk dilihat dari nilai hasil tes yang dilakukan sesuai dengan indikator yang telah ditentukan, yaitu ketuntasan klasikal 75% sebagaimana ditetapkan dalam indikator keberhasilan tindakan berhasil dicapai, bahkan meningkat. 3. Kelebihan dan Kekurangan Model Kooperatif Tipe Jigsaw a. Kelebihan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw lebih memacu siswa untuk lebih aktif, kreatif serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, mendorong siswa untuk berpikir krtis, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan ide yang dimiliki untuk menjelaskan materi yang dipelajari kepada siswa lain dalam kelompoknya, diskusi tidak didominasi oleh siswa tertentu saja tetapi semua siswa dituntut menjadi aktif dalam diskusi, melibatkan semua anggota kelompok dalam diskusi dan melatih siswa mengemukakan pendapat. b. Kekurangan Pembelajaran Koopertif Tipe Jigsaw sulitnya mengatur waktu karena pembelajaran kooperatif tipe jigsaw membutuhkan waktu lebih banyak dan bagi guru model ini memerlukan kemampuan yang lebih karena setiap kelompok membutuhkan penanganan yang berbeda.

51 Kendala-kendala yang Dihadapi dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Petunjuk Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Kendala yang dihadapi dalam penerapan model kooperatif tipe jigsaw ini berasal dari guru dan siswa yang belum terbiasa menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Kesesuaian antara alokasi waktu dengan materi perlu dipertimbangkan. Selain itu, adanya kendala dalam pengkondisian siswa pada saat pembagian kelompok. Kelompok ini lebih banyak muncul pada siklus I untuk siklus selanjutnya dapat diatasi. D. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang dirumuskan dalam bagian pendahuluan serta deskripsi hasil penelitian, ini dijabarkan pada pembahasan hasil penelitian penerapan model kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran menulis petunjuk pada siswa kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan baik dalam kualitas proses pembelajaran maupun kemampuan menulis siswa. Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster mengalami peningkatan hal tersebut menunjukkan bahwa siswa semakin antusias dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Pada siklus I rata-rata keaktifan siswa mencapai 62, 14%, pada siklus II mencapai 73,09% dan pada siklus III mencapai 91,19%. Kinerja guru dari siklus I sampai dengan siklus III mengalami peningkatan. Siklus 1 sebesar 68,42, siklus 2 sebesar 81,57 dan siklus 3 sebesar 93,42. Dan peningkatan nilai rata-rata keterampilan menulis petunjuk pada siklus III mengalami peningkatan bila dibandingkan

52 131 dengan nilai rata-rata dari siklus-siklus sebelumnya. Pada siklus ini nilai rata-rata keterampilan menulis petunjuk siswa mencapai 83,55 dengan nilai terendah 70 dan nilai tertinggi Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Media Poster pada Pembelajaran Menulis Petunjuk pada Siswa Kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh gambaran bahwa minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran menulis petunjuk masih rendah. Siswa kurang tertarik dengan bahasa petunjuk dan pembelajarannya. Hal tersebut merupakan akibat dari proses pembelajaran yang kurang memperhatikan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dari hasil pengamatan awal diperoleh permasalahan sebagai berikut : (a) pembelajaran masih bersifat konvensional yang masih terpusat pada guru; (b) keterampilan menulis petunjuk siswa belum memadai/cukup, nilai belum mencapai KKM dan (c) siswa tidak tertarik/bosan dengan pembelajaran menulis petunjuk. Guru masih menjadi pusat pembelajaran, akibatnya pembelajaran menjadi kurang kondusif dan kurang menyenangkan. Kondisi tersebut membawa dampak yang negatif terhadap kemampuan menulis petunjuk. Dari hasil tes menulis petunjuk dalam tahap pratindakan, hanya 40,00% siswa yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Sementara itu, siswa yang lainnya yaitu 60,00% memperoleh nilai masih di bawah KKM yang ditetapkan dalam kurikulum. Dari haril tersebut dapat disimpulkan, bahwa antara proses pembelajaran menulis petunjuk dan hasil keterampilan menulis petunjuk

53 132 mempunyai hubungan timbal balik yang erat. Guru harus mengubah paradigma dalam pembelajaran menulis petunjuk sesuai dengan perkembangan zaman. Pemilihan model pembelajaran yang efektif menjadi hal penting bagi guru. Berdasarkan permasalahan tersebut tindakan yang telah dilakukan dalam penelitian adalah menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster pada pembelajaran menulis petunjuk. Alasan memilih model kooperatif tipe jigsaw adalah: 1) Model kooperatif tipe jigsaw memacu siswa utuk lebih aktif, kreatif serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. 2) dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis. 3) adanya unsur sosial untuk saling menghargai pendapat orang lain. 4) memberikan kesempatan yang sama pada setiap siswa untuk mengemukakan pendapat. Model kooperatif tipe jigsaw telah diterapkan sebanyak tiga siklus. Pada siklus I, siklus II dan siklus III, setiap siklus dilaksanakan dalam dua pertemuan. Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes yang telah dilakukan dari siklus I sampai siklus III pembelajaran menulis petunjuk mengalami peningkatan. Peningkatan mencakup peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis petunjuk dan peningkatan keterampilan menulis petunjuk kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta. 2. Pembahasan Persiklus Pada bagian ini akan dibahas keterampilan menulis petunjuk dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster.

54 133 a. Keterampilan Menulis Petunjuk Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai KKM belum mencapai 75%. Namun ada peningkatan dari pratindakan, yaitu dari 40,00% yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) meningkat menjadi 50,00% kenaikan sebesar 10,00%. Setelah dilakukan analisis dan refleksi kekurangan pada siklus I. Disepakati untuk dilaksanakan siklus II. Pada siklus II siswa diberikan pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster, tetapi diiringi dengan beberapa perbaikan. Peran guru dalam melakukan pengawasan dan pengontrolan lebih diperhatikan. Pada siklus II mengalami peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran menulis petunjuk. Nilai yang diperoleh di siklus II meningkat menjadi 85,00% sudah mencapai KKM. Pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 35,00% dari siklus I. Namun, untuk melakukan penelitian lebih mendalam maka keterampilan menulis petunjuk masih dilanjutkan pada siklus III. Pada siklus III pembelajaran menulis petunjuk dilakukan dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dengan perbaikan-perbaikan atas kekurangan pada siklus II. Pada siklus III mengalami peningkatan dilihat dari penilaian proses dan penilaian hasil. Setelah dilakukan uji kompetensi siklus III siswa dapat mencapai KKM sebesar 95,00%. Pada siklus sebelumnya, yaitu siklus II sebesar 85,00%. Pada siklus III ini pencapaian ketuntasan klasikal sebesar 75% dan nilai

55 134 kemampuan minimal 75 telah tercapai sehingga penelitian tindakan kelas yang didilakukan dinyatakan berhasil sehingga dianggap selesai. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan tampak bahwa secara teoretis. Secara empiris, hasil penelitian tersebut cukup bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menulis petunjuk dan meningkatkan keterampilan menulis petunjuk. Secara teoretis penelitian yang dilakukan oleh peneliti didukung dengan teoriteori yang relevan dengan masalah yang dihadapi. Secara empiris tindakan-tindakan yang dilakukan oleh peneliti memiliki dampak yang bermanfaat bagi peningkatan keterampilan menulis petunjuk. Terhadap 1 siswa yang tidak mencapai batas minimal ketuntasan belajar (nilai 75) peneliti telah melakukan wawancara pada guru terungkap bahwa 1 siswa tersebut tergolong siswa yang berkesulitan belajar. Siswa tersebut memang lebih lambat dalam pembelajaran. Hal ini diketahui dari perolehan nilai siswa pada pelajaran yang lain. Satu orang siswa mendapat nilai kurang dibandingkan dengan siswa yang lain. Akan tetapi, guru yang bersangkutan menggarisbawahi satu orang siswa tersebut tergolong rajin dan patuh pada guru. Biasanya guru memberikan remidi lagi untuk anak-anak yang nilainya masih kurang. b. Proses Keaktifan Siswa Keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis petunjuk mengalami peningkatan, keterlibatan siswa yang diwujudkan dalam kerja sama antarsiswa dalam kelompok selama proses pembelajaran meningkat.

56 135 Keaktifan siswa dalam pembelajaran dipantau dengan lembar penilaian angket siswa yang terdiri dari aspek: (1) keaktifan bertanya; (2) keaktifan memberikan tanggapan terhadap pembelajaran; (3) keaktifan mengerjakan tugas; (4) Keaktifan memberikan pendapat dalam diskusi kelompok; (5) Konsentrasi dan perhatian siswa terhadap pembelajaran; (6) minat belajar siswa; dan (7) motivasi belajar siswa. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menulis petunjuk menjadi sangat penting sehingga harus dipahami oleh guru, bahwa guru harus menciptakan proses pembelajaran menulis petunjuk yang menempatkan siswa sebagai subjek dan guru tidak mendominasi dalam proses pembelajaran menulis petunjuk. Keaktifan siswa pada siklus I rata-rata 62,14% sedangkan keaktifan siswa pada siklus II rata-rata 73,09% dan keaktifan siswa pada siklus III rata-rata mencapai 91,19%. 3. Pembahasan Antarsiklus a. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Menulis Petunjuk Setelah diterapkan motode kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dalam pembelajaran menulis petunjuk kelas VIIIA SMP PIRI 2 Yogyakarta. Hal ini dapat dilihat pada indikator-indikator berikut : 1) Keaktifan siswa Pada pratindakan keaktifan siswa sangat rendah, pada siklus I keaktifan siswa rendah, pada siklus II keaktifan siswa tinggi, sedangkan pada siklus III keaktifan siswa sangat tinggi.

57 136 2) Minat dan Motivasi Siswa Pada pratindakan minat dan motivasi siswa kurang berminat, setelah dilakukan tindakan melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw melalui media poster siswa tampak lebih berminat dan termotivasi mengikuti pembelajaran menulis petunjuk. Pemberian penghargaan berupa barang (alat tulis) bagi kelompok yang memperoleh poin tertinggi mampu meningkatkan minat dan motivasi siswa. 3) Tanggung jawab dan Keberanian Siswa Pratindakan tanggung jawab dan keberanian siswa rendah, setelah dilakukan pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dapat melatih tanggung jawab siswa untuk mengerjakan tugasnya. Siswa menyatakan bahwa dengan model kooperatif tipe jigsaw mereka menjadi lebih percaya diri. Mereka dapat berkomunikasi lebih lancar tanpa rasa malu ataupun minder. 4) Keterampilan Guru dalam Mengelola Kelas Kemampuan guru dalam mengelola kelas merupakan salah satu penentu keberhasilan proses pembelajaran menulis petunjuk. Guru yang profesional mempunyai ciri-ciri: 1) memiliki kepribadian yang matang dan berkembang; 2) penggunaan ilmu yang kuat; 3) keterampilan untuk membangkitkan siswa kepada sains dan teknologi; dan 4) pengembangan profesi secara berkesinambungan.

58 137 Pada pratindakan didominasi dengan model ceramah. Dalam pembelajaran melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster, peran guru sebagai pengontrol kegiatan pembelajaran. Pembelajaran sudah tidak didominasi dengan model ceramah, guru sudah menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Guru telah mampu membangkitkan minat, keaktifan dan tanggung jawab siswa. Guru aktif dalam memantau kinerja siswa dan menekankan kepada siswa bahwa mereka mempunyai tanggung jawab untuk mamastikan setiap aspek yang dipelajari dapat diserap dengan baik. Sewaktu para siswa sedang bekerja, guru berkeliling kelas dan kadang guru duduk dengan tiap siswa untuk mendengarkan bagaimana siswa bekerja. b. Peningkatan Keterampilan Menulis Petunjuk Peningkatan kualitas pembelajaran menulis petunjuk juga akan berimplikasi pada keterampilan siswa dalam menulis petunjuk. Berdasarkan hasil pengamatan awal dan hasil pratindakan, diperoleh nilai siswa yang rendah. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran masih kurang, juga belum memanfaatkan potensi diri secara optimal. Hasil tes menulis petunjuk sebelum tindakan dengan nilai rata-rata yang dicapai masih rendah yaitu 70,85 masih di bawah KKM yang ditetapkan dalam kurikulum yaitu 75. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keterampilan menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster. Tujuannya agar siswa memiliki kemampuan sesuai dengan

59 138 standar kompetensi yang telah ditentukan, juga mencapai batas KKM yang ditetapkan dalam kurikulum yakni 75 dan daya serap mencapai 75%. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster merupakan pertama kali baru dialami oleh siswa. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa siswa belum memiliki pengalaman belajar dengan model kooperatif tipe jigsaw guru pun menyadari bahwa minat siswa terhadap pembelajaran menulis petunjuk masih rendah sehingga berpengaruh terhadap nilai mereka. Guru belum pernah menerapkan strategi pembelajaran khusus yang mampu membangkitkan minat siswa dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis petunjuk belum berjalan dengan baik. Setelah diterapkan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menulis petunjuk dari siklus I sampai siklus III mengalami peningkatan yang cukup bagus. c. Kelebihan dan kelemahan Antarsiklus Kekurangan pada pratindakan adalah siswa sering kesulitan dalam menulis petunjuk, minat siswa rendah dan metode didominasi oleh guru dengan model ceramah. Sementara itu, kelebihan guru mau mengubah model pembelajaran menulis petunjuk dari ceramah menjadi model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster sehingga dapat ditingkatkan minat siswa. Kekurangan pada siklus I adalah siswa yang mencapai KKM masih rendah, keaktifan siswa dalam pembelajaran belum maksimal, siswa kurang serius dan kurang konsentrasi. Guru belum mampu mengelola kelas

60 139 dengan menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan baik. Kelebihan pada siklus I adalah adanya kemauan siswa untuk meningkatkan diri dan menerima bimbingan guru untuk menjadi lebih baik. Selain itu, adanya kemauan guru untuk meningkatkan diri di dalam menguasai model kooperatif tipe jigsaw. Kekurangan pada siklus II adalah keaktifan siswa masih belum maksimal, sebagian siswa kurang konsentrasi, siswa ada yang belum mampu melaksanakan model kooperatif tipe jigsaw. Kelebihan pada siklus II adalah adanya kemauan siswa untuk meningkatkan diri dan menerima bimbingan guru agar menjadi lebih baik. Guru meningkatkan kinerjanya dalam proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe jigsaw. Kekurangan pada siklus III adalah masih ada siswa yang belum aktif, kurang serius dan memperoleh nilai dibawah KKM. Kelebihannya jumlah siswa yang belum aktif, kurang serius dan yang memperoleh nilai di bawah KKM jumlahnya kecil dari jumlah seluruh kelas. d. Kendala-kendala yang Dihadapi dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Petunjuk Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Media Poster. Dalam suatu proses kegiatan belajar-mengajar sering terjadi hambatanhambatan atau kendala-kendala yang sering dialami oleh guru maupun siswa. Hal ini pun disebabkan oleh berbagai pihak, baik oleh guru, siswa, keterbatasan sarana dan prasarana maupun faktor lainnya. Kendala yang dihadapi dalam peningkatan keterampilan menulis petunjuk melalui

61 140 penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1) Guru dan siswa yang belum terbiasa menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan mengunakan media poster dalam proses pembelajaran menulis petunjuk. Pada siklus I terkesan kaku sehingga situasi pembelajaran yang tidak kondusif. Kendala ini dianalisis peneliti dan dilakukan pada siklus II dan siklus III 2) Siswa yang memang agak sulit dikondisikan, karena masih memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, minat dan motivasi yang masih rendah dan mungkin juga masih merasa bingung dengan penerapan model kooperatif tipe jigsaw. 3) Alokasi waktu yang terbatas untuk terus melakukan penelitian. Masalah alokasi waktu yang harus dimanajemen oleh guru dalam mengorganisasikan materi pelajaran. Pada siklus I guru kurang tegas dalam menentukan lamanya waktu dalam setiap pemahaman terhadap media poster. Sehingga waktu yang dugunakan tidak efektif. Namun, hal tersebut dapat teratasi pada siklus II dan III. Demikian beberapa kendala yang ditemui dalam proses pembelajaran menulis petunjuk melalui penerapan model kooperatif tipe jigsaw dengan media poster beserta dengan upaya yang dilakukan untuk menanggulanginya.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Prasiklus Kondisi prasiklus merupakan titik awal munculnya penelitian tindakan kelas ini. Kegiatan pra tindakan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengawali

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Awal Proses pembelajaran sebelum pelaksanaan PTK, guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau hanya ceramah. Guru cenderung mentransfer

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pratindakan Peneliti melakukan observasi sebelum melaksanakan penelitian. Observasi bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam Mata Pelajaran PKn Organisasi Pemerintahan Pusat 1. Hasil Penelitian Siklus I Siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Paparan Data a. Pra Tindakan Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengadakan observasi awal di MI Al-Hidayah 02 Betak Kalidawir

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Ringin Harjo 01 kelas 4 Pada mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa ppembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas

Lebih terperinci

jumlah siswa sebanyak 423, maka jumlah kelas terbagi menjadi 12 kelas.

jumlah siswa sebanyak 423, maka jumlah kelas terbagi menjadi 12 kelas. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Candimulyo Magelang yang terletak di JL. Candimulyo, KM. 4, Candimulyo, Magelang. SMA

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu untuk satu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Data Pratindakan Kegiatan pratindakan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal objek penelitian sebelum diberi tindakan. Kegiatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Tindakan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang. Selanjutnya,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan peneliti sebagai observer dan berkolaborasi dengan guru sebagai pengajar dalam penelitian. Sebelum

Lebih terperinci

Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih. asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen BM

Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih. asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen BM 32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan peneliti yang juga sebagai guru mata pelajaran yang terlibat dalam penelitian

Lebih terperinci

Moh. Nurman Bagus Satrio Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Kata kunci: kalimat utama dalam paragraf, STAD

Moh. Nurman Bagus Satrio Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Kata kunci: kalimat utama dalam paragraf, STAD PENINGKATAN KEMAMPUAN MENEMUKAN KALIMAT UTAMA DALAM PARAGRAF PADA SISWA KELAS VIIB SMP 17 AGUSTUS 1945 CLURING MENGGUNAKAN METODE STAD TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Moh. Nurman Bagus Satrio Mahasiswa Magister

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan tahap pra siklus. Tahap pra siklus dilaksanakan pada tanggal Senin,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 57 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dipaparkan tentang penerapan strategi pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan ini mengenai deskripsi pra siklus, deskripsi siklus 1, dan deskripsi siklus 2. Deskripsi siklus 1 tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan kooperatif tipe group investigation (GI) pada mata pelajaran IPS dengan materi Perjuangan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti 61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada saat penelitian berlangsung di MI Darussalam Krian Sidoarjo tentang keterampilan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang peneliti lakukan. Metode

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Meningkatan hasil belajar bagi siswa yang kurang mampu dalam memahami mata pelajaran biologi merupakan penelitian tindakan kelas yang direncanakan pelaksanaannya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri 08 Salatiga. Subyek yang menjadi fokus penelitian adalah siswa kelas 2

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ` BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Awal Pra Siklus Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMP Negeri 8 Salatiga pada kelas VIII B Semester II Tahun Ajaran 2011/2012. Kelas yang akan digunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas 4 SDN Salatiga 09. Total jumlah siswa di kelas 4 berjumlah 38 siswa, dengan total

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan penilaian. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan persiapan-persiapan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan persiapan-persiapan yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Prosedur Penelitian Penelitian tindakan ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Klaten Utara. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan persiapan-persiapan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VIII E SMP N 2 Susukan semester I tahun ajaran 2012 / 2013 pada kompetensi dasar mendiskripsikan hubungan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah Tempat penelitian ini adalah MI Cepiring yang beralamatkan Desa Cepiring RT 10/RW 04 Cepiring Kabupaten Kendal. Ditinjau dari tenaga pengajarnya,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. SD Negeri Kopeng 03 terletak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus Gambaran yang dijadikan pangkal menentukan permasalahan upaya peningkatan hasil belajar IPA di kelas V SD menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal dilakukan di kelas VII F SMP N 2 Susukan semester 2 tahun ajaran 2013 / 2014 pada kompetensi dasar mendiskripsikan Potensi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Tejosari yang terletak di Kelurahan Tejosari,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil 31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas X.3 Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pada pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 4 langkah, diantaranya perencanaan, pelaksanan, observasi dan refleksi.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan diuraikan secara rinci mengenai hasil penelitian yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan diuraikan secara rinci mengenai hasil penelitian yang 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan secara rinci mengenai hasil penelitian yang meliputi temuan-temuan dari seluruh kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Sedangkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pratindakan Kelas yang di gunakan untuk penelitian adalah kelas IV yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan, dengan guru kelas yang bernama

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data 1. Pra Siklus Peneliti terlebih dahulu melaksanakan observasi pembelajaran di kelas II MI Raudlatussibyan Sampang Karangtengah Demak pada hari Senin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan Sekolah Dasar Negeri Dukuh 02 Salatiga. Penelitian ini rancang dengan menggunakan tahap-tahap penelitian seperti

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan disajikan uraian hasil penelitian. Hasil penelitian ini merupakan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I. Sebelum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Siklus 1 Dalam Siklus 1 terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) Pada siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah yang diungkapkan pada Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Pada bab ini diuraikan mengenai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Pra Tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Pra Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Pra Tindakan Penelitian di kelas X 3 di SMA Negeri Kebakkramat dimulai dengan melakukan wawancara dan observasi sebleum pelaksanaan model pembelajaran Think Pair Share

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Hasil observasi awal yang dilakukan di kelas XI IPS2 SMA NEGERI 1 GROBOGAN semester II tahun ajaran 2013-2014 pada kompetensi dasar mengenal

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri Mangunsari 02 Salatiga dengan jumlah siswa 17 siswa. Sebelum dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Candiroto semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Pra siklus Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas V SD 4 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SD Negeri Ampel 03 SD Negeri Ampel 03 terletak di Dukuh Ngaduman Desa Kaligentong Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Sekolah ini didirikan pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. persiapan agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal. Beberapa persiapan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. persiapan agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal. Beberapa persiapan 61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Sebelum penelitian dilakukan, terlebih dahulu peneliti mengadakan persiapan agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal. Beberapa persiapan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Tahap pra siklus dilakukan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya di lapangan sebagai data awal siswa sebelum peneliti melakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS. yang berjudul Peningkatan Pemahaman Mata Pelajaran Aqidah Akhlak

BAB IV HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS. yang berjudul Peningkatan Pemahaman Mata Pelajaran Aqidah Akhlak BAB IV HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Hasil Penelitian Pada bab ini akan dipaparkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjudul Peningkatan Pemahaman Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Kalimat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan tes uji kompetensi matematika pada pokok bahasan pecahan ternyata hasilnya kurang memuaskan. Begitu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan, 1 lab

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan, 1 lab BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kenaran 2 Prambanan yang terletak di Jl. Watubalik, Sumberharjo, Prambanan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas enam SD Negeri Simpar masih rendah. Hal tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Kristen Lentera Ambarawa, yaitu sekolah dasar yang terletak di kota Ambarawa, Kecamatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum penelitian dilakukan, dalam kegiatan pembelajaran IPS di Kelas 4 guru masih menggunakan metode pembelajaran tradisional.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan 69 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Siklus I Kelas X ATPH dan X ATU Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada saat penelitian berlangsung di MI Sunan Ampel Arjosari Rejoso

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada saat penelitian berlangsung di MI Sunan Ampel Arjosari Rejoso BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada saat penelitian berlangsung di MI Sunan Ampel Arjosari Rejoso Kabupaten Pasuruan, mata pelajaran IPA pada materi energi panas melalui metode demonstrasi yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal (Pra Siklus) Kondisi awal adalah kondisi belajar siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal 1. Observasi Sebelum melaksanakan proses penelitian, dilakukan observasi pengambilan dan pengumpulan data dan informasi tentang subjek penelitian.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan ini, deskripsi yang akan diuraikan adalah: (1) kondisi awal, (2) siklus I, dan (3) siklus II. 4.1.1 Deskripsi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar 31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Perencanaan, Pelaksanaan, dan Refleksi 4.1.1 Siklus 1 4.1.1.1 Perencanaan Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar segi empat (persegi,

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas XI IPS 3 di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Sebagaimana diuraikan pada bab III, tindakan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas tentang peningkatan pemahaman materi jenisjenis

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas tentang peningkatan pemahaman materi jenisjenis BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas tentang peningkatan pemahaman materi jenisjenis pekerjaan pada mata pelajaran IPS melalui metode Course Review Horray di kelas III MI Miftahul

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Observasi awal yang dilakukan di kelas IIIA SD Negeri Tlahap, peneliti berhasil menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di dalam proses

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Banjarmasin Timur, subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Banjarmasin Timur, subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Sungai Bilu 2 Banjarmasin Timur, subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 4 Sekolah Dasar Negeri 1 Pojok semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 31 orang siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 49 4.1. Deskripsi Kondisi Awal BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di kelas 4 Sekolah Dasar Negeri 02 Katong semester II Tahun Pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Pra Siklus Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Tleter Semester 2 Tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 39 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil A. Paparan Data Pra Tindakan Observasi awal dilakukan pada hari Senin, 18 Januari 2010. Tindakan tersebut dengan mengadakan pertemuan dengan wakil kepala sekolah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Deskripsi Siklus 1 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan 1 Pada tahapan ini, kegiatan penyusunan rencana pembelajaran dilakukan setelah diperoleh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini membahas mengenai pelaksanaan pembelajaran siklus I, hasil tindakan siklus I, hasil belajar siklus I, hasil refleksi siklus I, pelasksanaan pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Proses pembelajaran matematika pada pra siklus guru menggunakan metode pembelajaran konvensional, dimana guru

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas mengenai hasil pelaksanaan penelitian, perbandingan hasil penelitian antar siklus, dan pembahasan hasil penelitian yang akan disajikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat, Klaten berdiri pada

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat, Klaten berdiri pada 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Profil Tempat Penelitian Sekolah yang menjadi tempat penelitian adalah SMP Negeri 3 Bayat yang terletak di Jl. Kalikebo, Desa Wiro, Bayat,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua masing masing siklus tiga kali pertemuan.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes akhir siklus. Seluruh instrumen

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan guru untuk meningkatkan keterampilan memeragakan dinamika lagu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan guru untuk meningkatkan keterampilan memeragakan dinamika lagu BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru dan peserta didik di MI Roudlotul Ihsan Sukodono.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Jumlah siswa kelas 5 pada SDN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. strategi Index Card Match pada siswa kelas IV MI Mambaul Ulum Karangnongko

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. strategi Index Card Match pada siswa kelas IV MI Mambaul Ulum Karangnongko 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan disajikan data-data hasil penelitian terhadap peningkatan prestasi belajar SKI materi peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw ke Thaif melalui strategi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Awal (Pra Siklus) Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, terlebih dahulu peneliti mencari data awal nilai keterampilan berbicara pada pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Lokasi Penelitian. 1. Letak Sekolah Dasar Negeri 01 Kaliwiro

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Lokasi Penelitian. 1. Letak Sekolah Dasar Negeri 01 Kaliwiro BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Letak Sekolah Dasar Negeri 01 Kaliwiro Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 01 Kaliwiro, yang beralamatkan di Jalan Selomanik

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas 4 sebanyak 25 siswa.

Lebih terperinci

Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Presentase (%) < 90 Tidak Tuntas 22 88% 90 Tuntas 3 12% Jumlah %

Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Presentase (%) < 90 Tidak Tuntas 22 88% 90 Tuntas 3 12% Jumlah % BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Pra Siklus Sebelum pelaksanaan penelitian, guru lebih banyak melakukan mengajar dengan model konvensional. Model konvensional disini berupa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Lapangan Kondisi awal kegiatan belajar mengajar (KBM) di MTs Asy-Syarifiyah Sarirejo berlangsung mulai 07.00 WIB dan selesai pukul 13.00 WIB. Sudah menjadi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan hasil belajar kelas I SD Negeri 4 Boloh pada awal semester 2 Tahun pelajaran 2011 / 2012, banyak siswa yang kurang aktif,

Lebih terperinci