BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kreativitas Pengertian Kreativitas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berjumlah 3 yaitu 2 guru dan 1 kepala sekolah.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Jumlah subjek berdasarkan jenis kelamin

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Pra Tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Pra tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS MELALUI KEGIATAN PENCAMPURAN WARNA PADA ANAK KELOMPOK BTK AISYIYAH GONDANG TAHUN AJARAN 2013/2014

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN PUZZLE PADA ANAK KELOMPOK B DI TK TRISULA PERWARI 2 KLATEN TAHUN AJARAN 2012/2013

ARTIKEL PENELITIAN. Disusun Oleh : INA SALAMAH NPM :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 SDN Gedangan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kolaboratif oleh peneliti dan pendidik sebagai praktisi dengan mengambil. 1. Lokasi penelitian dan waktu penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK. Abstrak

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tindakan penelitian adalah sebagai berikut. a. Observasi awal dan wawancara dengan guru kelas II SD Negeri

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Shandy Putra Telkom Kota Bengkulu. Subjek dalam penelitian ini adalah

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Lembar Observasi (Cek List)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III. Penelitian ini dilaksanakan di TK Berlian Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo.

NASKAH PUBLIKASI MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK PADA ANAK KELOMPOK A TK PERTIWI SUMBER TRUCUK KLATEN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

NASKAH PUBLIKASI MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN KOLASE PADA KELOMPOK B TK DAWUNGAN I MASARAN SRAGEN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI PERMAINAN MELIPAT KERTAS PADA ANAK KLAS B TK ABA MERBUNG KLATEN SELATAN TAHUN AJARAN 2012/2013

PENINGKATAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK MELALUI BERMAIN PERAN DI TAMAN KANAK-KANAK SYUKRILLAH AGAM. Azwinar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelompok B TK Asyiyah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Pager.

ARTIKEL PENELITIAN OLEH : MARLINDA SEPTIANGGRAENI NPM : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini yang dilaksanakan di Taman Kanak-kanak

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Kondisi Awal Keterampilan Sosial Anak Kelompok A2 di TK Kemala

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kemampuan menggambar bentuk geometri masih kurang diminati anak Kelompok B

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan Sesuai dengan perencanaan penelitian yang telah dirancang, maka pelaksanaan

Pembelajaran Sistem Area Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Di TK Purwo Kencono Desa Purworejo

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Pra Tindakan

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelas, dan yang menjadi mitra kerja adalah guru kelas kelompok A.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini berada di TK PGRI Karang Tengah Kecamatan Tuntang. Sekolah tersebut mempunyai 3 ruang kelas, yaitu ruang kelas Kelompok Bermain, ruang kelas Kelompok A dan ruang kelas Kelompok B. Kegiatan belajar mengajar dimulai pada pukul 07.30 09.45 WIB. Kegiatan yang menunjang di sekolah ini yaitu pembelajaran Bahasa Inggris. 4.1.2 Data Tenaga Pendidik dan Siswa Tenaga pendidik yang ada di sekolah ini yaitu 3 orang. Termasuk kepala sekolah yang merangkap sebagai guru kelas Kelompok A. TK PGRI Karang Tengah mempunyai tiga jenjang kelas yaitu Kelompok Bermain, Kelompok A dan Kelompok B. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada Kelompok A yang berjumlah 16 siswa, terdiri dari 9 siswa laki laki dan 7 siswa perempuan. 4.1.3 Kondisi Awal Sebelum Dilakukan Tindakan Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi tentang kreativitas anak di Kelompok A TK PGRI Karang Tengah. Berdasarkan hasil observasi, kegiatan yang diberikan oleh guru kurang bervariasi. Guru lebih banyak menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan kegiatan lebih dominan dengan mewarnai. Oleh karena itu kreativitas anak dalam senirupa hanya berkembang pada kegiatan mewarnai saja. Sedangkan kreativitas senirupa tidak hanya dalam hal mewarnai saja, ada mencetak, menggambar, mencocok, kolase dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil observasi tersebut, peneliti bekerjasama dengan guru memberikan kegiatan mencetak dengan bermacam macam alat cetak dan 23

menggunakan warna primer sebagai upaya meningkatkan kreativitas anak Kelompok A TK PGRI Karang Tengah. 4.2 Pelaksanaan Pra Siklus Peneliti melakukan observasi sebagai langkah awal sebelum melakukan tindakan. Observasi ini dilakukan pada hari Senin, 15 Februari 2016. Kegiatan observasi dilakukan pada saat kegiatan mencetak. Kegiatan mencetak yang dilakukan yaitu menggunakan pelepah pisang, dengan menggunakan tiga warna primer yaitu merah, kuning dan biru. Anak bebas mencetak bentuk apapun dengan menggunakan pelepah pisang. Hasil observasi pra penelitian tindakan kelas ini, anak hanya sekedar mencetak tanpa berbentuk pola. Terdapat 2 anak yang masih kesulitan atau kurang luwes dalam menggunakan alat mencetak, sehingga masih perlu diberi bantuan oleh guru ataupun peneliti. Anak juga masih cenderung menggunakan satu warna saja. Pra siklus adalah keadaan anak sebelum penelitian tindakan kelas ini dilakukan. Adapun data yang diperoleh dari hasil observasi, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.1 Hasil Observasi Pra Siklus No Nama Anak Indikator Presentase Kriteria yang dicapai (%) 1 Alfa 2 25 Rendah 2 Faris 3 37,5 Cukup 3 Raditya 5 62,5 Cukup 4 Andra 6 75 Tinggi 5 Billa 2 25 Rendah 6 Indah 2 25 Rendah 7 Cindi 4 50 Cukup 24

8 Fahri 4 50 Cukup 9 Putra 2 25 Rendah 10 Christa 6 75 Tinggi 11 Dhea 4 50 Cukup 12 David 3 37,5 Cukup 13 Veny 5 62,5 Cukup 14 Neni 3 37,5 Cukup 15 Khalif 3 37,5 Cukup 16 Vano 1 12,5 Rendah Setelah diketahui pencapaian kriteria setiap anak dilakukan rekapitulasi dalam satu kelas. Hasil rekapitulasi sebagai berikut : Tabel 4.2 Hasil Rekapitulasi Pra Siklus No Kriteria Jumlah Anak Presentase 1 Tinggi 2 12,5 % 2 Cukup 9 56, 25 % 3 Rendah 5 31,25 % Jumlah 16 100 % Dari data rekapitulasi pada tabel di atas dapat diketahui pada saat pra siklus, jumlah anak yang memiliki kreativitas dalam hal mencetak masuk dalam kriteria Tinggi sebanyak 2 anak, kriteria Cukup 9 anak dan jumlah anak yang masuk pada kriteria Rendah sebanyak 5 anak. 25

Gambar 4.1 Diagram Presentase Kreativitas Melalui Kegiatan Mencetak Pra Siklus Prasiklus 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Tinggi Cukup Rendah Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa kreativitas anak dalam hal mencetak masih rendah. Data yang diperoleh ini akan dijadikan pertimbangan pembuatan perencanaan dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas anak Kelompok A TK PGRI Karang Tengah melalui kegiatan mencetak. 4.3 Deskripsi Pelaksanaan Siklus I Dalam siklus I penelitian tindakan kelas ini, terdiri dari tiga kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut : 4.3.1 Perencanaan Siklus I Sebelum melaksanakan penelitian tindakan kelas pada siklus I, peneliti menentukan tanggal dan hari pelaksanaan. Pelaksanaan siklus I dilakukan pada hari Rabu, 17 Februari 2016, Jumat 19 Februari 2016 dan Sabtu, 20 Februari 2016. Kemudian peneliti melakukan kolaborasi dengan guru dalam penyusunan Rencana Kegiatan Harian ( RKH ) siklus I dan sepakat kegiatan mencetak dilakukan pada kegiatan inti. Kegiatan mencetak dilakukan sesuai dengan tema pekerjaan yang akan dilaksanakan pada siklus I. Kemudian peneliti menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, yaitu pelepah pisang, batang 26

daun pepaya, batang bayam, batang daun talas, pewarna makanan, kapas, kertas HVS, lembar kerja dan piring snack. 4.3.2 Tahap Pelaksanaan 1. Pertemuan Pertama Pertemuan I pada siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Februari 2016. Guru menyiapkan RKH yang akan digunakan dalam pembelajaran pada hari tersebut. Kegiatan awal dimulai dengan berbaris di depan kelas. Seorang anak menyiapkan barisan sebelum masuk ke kelas. Setelah barisan disiapkan, anak anak masuk ke kelas dan duduk di bangku masing masing. Guru memulai kegiatan dengan berdoa sebelum pembelajaran dimulai, setelah berdoa kemudian guru mengucapkan salam dan anak membalas salam yang diberikan oleh guru. Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan apersepsi atau bercakap cakap tentang Nahkoda dan tempat pekerjaan seorang Nahkoda dengan cara bercerita dan melakukan tanya jawab dengan siswa. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan pada hari tersebut. Pada pertemuan I ini, guru menggunakan media video untuk menjelaskan tentang tempat bekerja seorang Nahkoda, yaitu video tentang pelabuhan. Setelah anak menyaksikan dan mengamati video tentang pelabuhan, kemudian anak diberi kesempatan untuk menuangkan apa saja yang dilihat dalam video tersebut dengan cara mencetak menggunakan pelepah pisang dan pewarna merah. Pada akhir kegiatan, guru melakukan recalling kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut. Guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang hasil karya yang telah dibuat pada hari tersebut. Kegiatan ditutup dengan doa dan mengucapkan salam. 27

2. Pertemuan kedua Pertemuan ke dua pada siklus I ini dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Februari 2016. Kegiatan awal dimulai dengan berbaris di depan kelas. Seorang anak menyiapkan barisan sebelum masuk ke kelas. Setelah barisan disiapkan, anak anak masuk ke kelas dan duduk di bangku masing masing. Guru memulai kegiatan dengan berdoa sebelum pembelajaran dimulai, setelah berdoa kemudian guru mengucapkan salam dan anak membalas salam yang diberikan oleh guru. Kegiatan dilajutkan dengan kegiatan apersepsi atau bercakap cakap tentang pekerjaan seorang Petani dan tempat bekerjanya dengan cara bercerita dan melakukan tanya jawab dengan siswa. Pada kegiatan inti guru menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari tersebut. Pada pertemuan ke dua ini anak mencari jejak petani yang akan menuju ke sawah, dengan mencetak menggunakan jari tangan dan menggunakan pewarna makanan merah dan biru. Pada akhir kegiatan, guru melakukan recalling kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut. Guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang hasil karya yang telah dibuat pada hari tersebut. Kegiatan ditutup dengan doa dan mengucapkan salam. 3. Pertemuan ketiga Pertemuan ke tiga pada siklus I ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Februari 2016. Kegiatan awal dimulai dengan berbaris di depan kelas. Seorang anak menyiapkan barisan sebelum masuk ke kelas. Setelah barisan disiapkan, anak anak masuk ke kelas dan duduk di bangku masing masing. Guru memulai kegiatan dengan berdoa sebelum pembelajaran dimulai, setelah berdoa kemudian guru mengucapkan salam dan anak membalas salam yang diberikan oleh guru. Kegiatan dilajutkan dengan kegiatan apersepsi atau bercakap cakap tentang pekerjaan seorang Kusir dengan cara bercerita dan melakukan tanya jawab dengan siswa. 28

Pada kegiatan inti, guru menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari tersebut. Pada pertemuan terakhir pada siklus I ini guru menggunakan video tentang delman yang dikendarai oleh seorang kusir. Anak diminta untuk mengamati tentang video tersebut. Setelah selesai menyaksikan video tentang delman, anak diberikan lembar kerja gambar delman. Anak diminta untuk mewarnai gambar delman, kemudian membuat gambar pak kusir serta mencetak gambar kuda menggunakan media cetak batang bayam, pelepah daun talas, batang daun pepaya dan pewarna makanan merah, biru dan kuning. Anak juga diberi kesempatan untuk menambah bentuk apapun sesuai imajinasi anak atau apa saja yang diamati anak pada video delman tersebut. Pada akhir kegiatan, guru melakukan recalling kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut. Guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang hasil karya yang telah dibuat pada hari tersebut. Kegiatan ditutup dengan doa dan mengucapkan salam. 4.3.3 Hasil Pengamatan dan Observasi Siklus I 1. Hasil Siklus I Berikut adalah pengamatan siklus I berdasar observasi pada saat kegiatan mencetak yang telah dilakukan oleh peneliti menggunakan lembar observasi berbentuk checklist secara individu : Tabel 4.3 Hasil Rekapitulasi Pertemuan I, II dan III Siklus I Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III No Kriteria Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase 1 Tinggi 2 12,5% 3 18,75% 9 56,25% 2 Cukup 10 62,5% 13 81,25% 7 43,75% 3 Rendah 4 25% - 0% - 0% 29

Jumlah 16 100% 16 100% 16 100% Setelah diketahui hasil kriteria yang dicapai oleh anak, dilakukan rekapitulasi untuk mengetahui keberhasilan siklus I untuk menentukan langkah selanjutnya. Berikut adalah hasil rekapitulasi siklus I : Tabel 4.4 Hasil Rekapitulasi Siklus I No Kriteria Frekuensi Presentase 1 Tinggi 9 56,25% 2 Cukup 7 43,75 % 3 Rendah - 0% Jumlah 16 100 % Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kreativitas anak dalam hal mencetak, 9 anak masuk kriteria Tinggi dan 7 anak masuk kriteria Cukup. Gambar 4.2 Diagram Presentase Kreativitas Melalui Kegiatan Mencetak Siklus I Siklus I 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Tinggi Cukup Rendah 30

2. Observasi a. Pertemuan I Pada pertemuan I yaitu pada hari Rabu, 17 Februari 2016 anak nampak senang ketika guru menggunakan alat peraga laptop sebagai media pembelajaran hari tersebut. Anak anak antusias ketika melihat video tentang Pelabuhan. Ada anak yang langsung berteriak, bercerita kalau pernah naik kapal, ada anak yang langsung maju ke depan untuk menunjuk banyaknya penumpang yang naik di kapal yang terdapat video tersebut. Ketika menjelaskan kegiatan mencetak apa yang akan dilakukan pada hari tersebut, anak terlihat bersemangat. Terbukti dalam satu kelas berteriak yeeee ketika guru mulai menjelaskan tentang kegiatan mencetak yang akan dilakukan. Pada pertemuan I, anak mencetak menggunakan pelepah pisang. Anak diberi kebebasan oleh guru untuk mencetak bentuk apa saja yang dilihat anak pada video pelabuhan. Anak sudah nampak luwes dalam menggunakan media cetak pelepah pisang, hanya saja anak masih cenderung membuat bentuk sama dengan hasil karya teman. b. Pertemuan II Pada pertemuan II yaitu pada hari Jumat, 19 Februari 2016, guru menjelaskan tentang pekerjaan seorang Petani. Guru melakukan tanya jawab tentang pekerjaan seorang Petani. Anak nampak antusias ketika guru bertanya tentang pekerjaan tersebut, karena banyak anak yang sering ikut kakek atau orang tua nya menanam padi di sawah. Pada pertemuan ke dua ini, anak anak diminta untuk bermain maze. Anak ditugaskan untuk menunjukkan jalan seorang petani yang akan pergi ke sawah dengan cara mencetak menggunakan jari. Ketika mencetak menggunakan jari, anak diberi kebebasan untuk menggunakan jari apapun. Namun ada satu anak bernama Alfa yang tidak mau mencetak menggunakan jari, karena tidak mau jarinya kotor 31

karena pewarna, sehingga pada akhirnya guru mengambil batang daun talas yang ada di samping sekolah untuk Alfa gunakan sebagai alat mencetak. Semua anak dapat menganalisa jalan menuju ke sawah, anak juga tidak melihat hasil karya teman ketika kegiatan mencetak dilakukan. c. Pertemuan III Sabtu, 20 Februari 2016 merupakan hari ke tiga pada pelaksanaan Siklus I. Pada hari tersebut anak semakin antusias ketika guru akan menjelaskan tentang kegiatan mencetak yang akan dilakukan. Sebelum mencetak, anak diminta untuk menyaksikan video tentang seorang kusir yang sedang mengendarai delman. Kemudian anak diminta untuk mencentak seorang kusir dan bentuk apapun yang dilihat anak pada video tersebut. Anak mulai luwes dalam mencampurkan warna, macam macam warna digunakan dalam kegiatan mencetak pada hari tersebut. Ketika anak diminta untuk menceritakan hasil karya yang dibuat, anak sudah nampak percaya diri. Anak terlihat lancar dalam bercerita. Anak juga bangga dengan hasil karya yang telah dibuat. 32

Foto Anak Ketika Kegiatan Mencetak Siklus I 33

No 3. Refleksi Siklus I Refleksi siklus I dilakukan oleh peneliti dan guru kelas sebagai kolaborator dengan membandingkan hasil observasi yang dilakukan pada pra siklus dan setelah siklus I. Peningkatan kreativitas anak dalam hal mencetak dapat diketahui dengan membandingkan hasil observasi pra siklus dan siklus I pada tabel berikut ini : Tabel 4.5 Perbandingan Data Kreativitas Anak Pra Siklus dan Setelah Siklus I Pra Siklus Siklus I Kriteria Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase 1 Tinggi 2 12,5 % 9 56,25% 2 Cukup 9 56,25 % 7 43,75 % 3 Rendah 5 31,25 % - 0% Jumlah 16 100 % 16 100 % Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan jumlah anak yang masuk kriteria Tinggi. Peningkatan yang terjadi yaitu sebesar 43,75%. Anak yang masuk kriteria Tinggi yang semula hanya 2 anak, pada Siklus I meningkat menjadi 9 anak atau 56,25%, sedangkan kriteria Cukup berjumlah 7 anak atau 43,75 %. Sudah tidak ada lagi anak yang masuk kriteria rendah atau sebesar 0%. Hal ini dapat diartikan kreativitas anak meningkat dengan kegiatan mencetak. Dari hasil observasi siklus I masih terdapat kendala yaitu anak masih kurang detail dalam menceritakan hasil karya yang telah dibuat. Walaupun terdapat kendala dalam pelaksanaan siklus I, tetapi terdapat kelebihan yang ditemukan dalam pelaksanaan siklus I yaitu anak sudah mulai lancar dalam menuangkan ide dalam kegiatan mencetak. Anak juga mulai lancar dalam menceritakan bentuk apa yang anak cetak, anak juga nampak antusias dan senang ketika kegiatan mencetak. 34

Berdarkan hasil refleksi yang telah dilakukan oleh peneliti dan guru, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki dalam pelaksanaan siklus selanjutnya yaitu dengan cara merangsang anak dengan pertanyaan pertanyaan seputar hasil karya yang dibuat sehingga anak dapat menceritakan secara detail dan terperinci. 4.4 Deskripsi Pelaksanaan Siklus II 4.4.1 Pelaksanaan siklus II Pelaksanaan siklus II dilakukan sebagai upaya perbaikan pada siklus I. Dalam siklus II ini terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut 1. Pertemuan Pertama Pertemuan pertama pada siklus II ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Februari 2016. Guru mempersiapkan RKH yang akan digunakan pada pembelajaran hari tersebut. Setelah RKH disiapkan kemudian guru menyiapkan media dan alat pembelajaran yang akan digunakan. Kegiatan awal, anak anak berbaris di depan kelas. Seorang anak menyiapkan barisan sebelum masuk di dalam kelas. Setelah barisan disiapkan, anak anak masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku masing masing. Guru memulai kegiatan dengan berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian guru mengucapkan salam dan anak membalas salam yang diberikan oleh guru. Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan apersepsi atau bercakap cakap tentang tempat pekerjaan seseorang dengan cara bercerita dan melakukan tanya jawab dengan siswa. Pada kegiatan inti guru menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari tersebut. Pada pertemuan pertama ini anak membuat bentuk bentuk geomeri dengan cara mencetak menggunakan wortel dengan pewarna merah, biru dan kuning. Setelah anak membuat bentuk - bentuk geometri, kemudian anak mengembangkan bentuk bentuk geometri tersebut menjadi tempat pekerjaan seseorang. Anak bebas memilih atau mencampurkan warna sesuai keinginan anak. 35

Pada akhir kegiatan, guru melakukan recalling kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut. Guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang hasil karya yang telah dibuat anak pada hari tersebut. Kegiatan ditutup dengan doa dan mengucapkan salam. 2. Pertemuan ke Dua Pertemuan ke dua pada siklus II ini dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Februari 2016. Guru mempersiapkan RKH yang akan digunakan pada pembelajaran hari tersebut. Setelah RKH disiapkan kemudian guru menyiapkan media dan alat pembelajaran yang akan digunakan. Kegiatan awal, anak anak berbaris di depan kelas. Seorang anak menyiapkan barisan sebelum masuk di dalam kelas. Setelah barisan disiapkan, anak anak masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku masing masing. Guru memulai kegiatan dengan berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian guru mengucapkan salam dan anak membalas salam yang diberikan oleh guru. Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan apersepsi atau bercakap cakap tentang pekerjaan seorang chef dengan cara bercerita dan melakukan tanya jawab dengan siswa. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan pada hari tersebut. Pada pertemuan kedua ini, anak anak mencetak cake dengan menggunakan batang sawi dan pewarna merah, biru dan kuning. Anak bebas berkreasi mencetak gambar cake tersebut dengan menambah bentuk apapun sesuai dengan imajinasi anak. Pada akhir kegiatan, guru melakukan recalling kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut. Guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan tentang hasil karya yang telah dibuat pada hari tersebut. Kegiatan ditutup dengan doa dan mengucapkan salam. 3. Pertemuan ke Tiga Pertemuan ke Tiga pada siklus II ini dilaksanakan pada hari Senin, 29 Februari 2016. Guru mempersiapkan RKH yang akan digunakan pada 36

pembelajaran hari tersebut. Setelah RKH disiapkan kemudian guru menyiapkan media dan alat pembelajaran yang akan digunakan. Kegiatan awal, anak anak berbaris di depan kelas. Seorang anak menyiapkan barisan sebelum masuk di dalam kelas. Setelah barisan disiapkan, anak anak masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku masing masing. Guru memulai kegiatan dengan berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Kemudian guru mengucapkan salam dan anak membalas salam yang diberikan oleh guru. Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan apersepsi atau bercakap cakap tentang pekerjaan seorang tukang sapu dengan cara bercerita dan melakukan tanya jawab dengan siswa. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari tersebut. Pada pertemuan terakhir pada siklus II ini anak menambahkan peralatan apa saja yang dibutuhkan oleh tukang sapu di jalan raya dengan menggunakan batang pepaya, pelepah pisang, batang sawi dan wortel, dengan pewarna merah, biru dan kuning. Pada akhir kegiatan, guru melakukan recalling kegiatan yang telah dilakukan pada hari tersebut. Guru juga memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan hasil karya yang telah dibuat anak. Kegiatan ditutup dengan doa dan mengucapkan salam. 4.4.2 Hasil Pengamatan dan Observasi Siklus II 1. Hasil Siklus II Berikut adalah pengamatan siklus II berdasar observasi ketika anak melakukan kegiatan mencetak yang telah dilakukan oleh peneliti menggunakan lembar observasi berbentuk checklist secara individu : 37

Tabel 4.6 Hasil Rekapitulasi Pertemuan I, II, III Siklus II No Kriteria Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase 1 Tinggi 10 62,5% 12 75% 13 81,25% 2 Cukup 6 37,5% 4 25% 3 18,75% 3 Rendah - 0% - 0% - 0% Jumlah 16 100% 16 100% 16 100% Setelah diketahui hasil kriteria yang dicapai oleh anak, dilakukan rekapitulasi untuk mengetahui keberhasilan siklus II untuk menentukan langkah selanjutnya. Berikut adalah hasil rekapitulasi siklus II : Tabel 4.7 Hasil Rekapitulasi Siklus II No Kriteria Jumlah Anak Presentase 1 Tinggi 13 81,25 % 2 Cukup 3 18,75 % 3 Rendah - 0 % Jumlah 16 100 % Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kreativitas anak melalui kegiatan mencetak sudah tidak ada anak yang masuk kriteria Rendah, sedangkan anak yang masuk dalam kriteria Cukup sebanyak 3 anak atau 18,75 % dari jumlah keseluruhan anak dan 81,25 % masuk dalam kriteria Tinggi atau sebanyak 13 anak. 38

2. Observasi Siklus II a. Pertemuan I Pada pertemuan I siklus II dilakukan pada hari Rabu, 24 Februari 2016. Anak nampak antusias, anak menanyakan kepada guru kegiatan mencetak apa yang akan dilakukan. Kegiatan pada pertemuan ke tiga ini, anak diminta untuk mencetak bentuk geometri kemudian mengembangkannya menjadi tempat pekerjaan seseorang. Anak dominan membentuk persegi dan segitiga untuk dikembangkan menjadi sebuah kantor. Ketika diminta untuk menceritakan hasil karya yang telah dibuat, anak dapat menceritakan dengan lancar. Hanya saja, hasil karya yang dibuat anak dominan membuat kantor. Karena pada hari Selasa, 23 Februari 2016 pembelajaran yang diberikan oleh guru kelas yaitu tentang seorang karyawan yang bekerja di kantor. b. Pertemuan II Pertemuan ke dua dilaksanakan pada Hari Sabtu, 27 Februari 2016. Guru menjelaskan tentang pekerjaan seorang Chef. Setelah bercakap cakap tentang pekerjaan seorang Chef, anak nampak sudah tidak sabar untuk mencetak sebuah gambar cake. Anak diminta untuk mencetak menggunakan batang sawi, pada gambar tersebut. Kemudian anak diminta untuk menghias atau menambah bentuk apapun sesuai imajinasi anak tentang sebuah cake. Anak nampak luwes dalam menggunakan alat mencetak maupun dalam mencampurkan warna. Anak juga nampak lancar ketika menuangkan ide dalam kegiatan mencetak. Ketika diminta bercerita di depan kelas, keterperincian anak juga sudah nampak, anak mampu menceritakan bentuk bentuk yang anak cetak secara rinci. Ada yang menambahkan bentuk lilin, ada yang mencetak bentuk meja, ada pula yang menghias dengan bunga bunga. Anak juga terlihat keasliannya dalam berkarya, anak tidak lagi mencontoh hasil karya teman. 39

c. Pertemuan III Pada pertemuan terakhir Siklus II ini dilaksanakan pada hari Senin, 29 Februari 2016. Tema yang dibahas pada hari tersebut yaitu tentang pekerjaan seorang Tukang Sapu. Sebelum kegiatan mencetak, anak diminta membuat sapu dari stick ice cream dan benang wool. Setelah sapu selesai dibuat, anak menempel sapu tersebut pada gambar seorang tukang sapu. Kemudian mewarnai gambar tersebut dengan menggunakan crayon. Setelah selesai mewarnai, anak diminta untuk mencetak bentuk dengan menggunakan pelepah pisang, wortel, batang daun pepaya, dan batang bayam. Anak bebas mencetak dengan menggunakan bahan dan warna apapun. Kerincian anak semakin nampak pada pertemuan terakhir ini. Anak secara rinci menceritakan bentuk bentuk sampah yang dicetak menggunakan bahan bahan tersebut. Ada yang bercerita tentang sampah kertas di kantor, sampah bungkus permen di sekolah, dan sampah daun dan bunga kering di taman. Kretivitas anak sudah nampak meningkat pada pertemuan ke tiga ini. Anak semakin senang dengan hasil karya yang dibuat anak menggunakan macam macam alat cetak dan warna yang anak gunakan. Anak juga sudah secara lancar dan detail menceritakan hasil karya yang telah dibuat. 40

Foto Anak Ketika Kegiatan Mencetak Siklus II 41

4.4.3 Refleksi Siklus II Refleksi dilakukan oleh guru dan peneliti dengan mengevaluasi pelaksanaan siklus II. Kemudian melakukan perbandingan siklus I dan II agar memperoleh data yang akurat peningkatan kreativitas anak melalui kegiatan mencetak. Perbandingan data siklus I dan II dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 4.8 Perbandingan Data Kreativitas Anak Siklus I dan Siklus II Siklus I Siklus II No Kriteria Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase 1 Tinggi 9 56,25% 13 81,25 % 2 Cukup 7 43,75 % 3 18,75 % 3 Rendah - 0% - 0% Jumlah 16 100 % 16 100 % Berdasarkan tabel rekapitulasi perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas anak dalam hal mencetak. Terbukti anak yang masuk kriteria Tinggi yaitu dari 9 anak meningkat menjadi 13 anak. 81,25% anak telah berhasil memenuhi kriteria Tinggi, hal ini berarti telah mencapai indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini dimana mentargetkan 80% dari jumlah anak berhasil dengan kriteria Tinggi. Oleh karena itu penelitian ini dihentikan sampai dengan siklus II. 42

Gambar 4.3 Diagram Presentase Kreativitas Melalui Kegiatan Mencetak Siklus II Siklus II 100.00% 50.00% 0.00% T C R 4.5 Analisis Hasil Penelitian Setelah dilakukan kegiatan Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II maka dapat dilihat perkembangan kreativitas anak dalam hal mencetak dalam tabel berikut ini Tabel 4.9 Perbandingan Data Kreativitas Anak Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Pra Siklus Siklus I Siklus II No Kriteria Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase Frekuensi Presentase 1 Tinggi 2 12,5 % 9 56,5% 13 81,25 % 2 Cukup 9 56,25 % 7 43,75 % 3 18,75 % 3 Rendah 5 31,25 % - 0% - 0 % Jumlah 16 100 % 16 100 % 16 100 % Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada Pra Siklus anak yang masuk kriteria Tinggi berjumlah 2 anak atau 12,5% dari jumlah keseluruhan anak, kriteria Cukup 9 anak atau 56,25% dan kriteria Rendah sebanyak 5 anak atau 43

31,25% dari keseluruhan anak dalam satu kelas. Setelah dilakukan kegiatan pada Siklus I, anak yang masuk dalam kriteria Tinggi menjadi 9 anak atau 56,5%, kriteria Cukup menjadi 7 anak atau 43,75% dan pada kriteria Rendah menjadi 0%. Setelah dilakukan Siklus II, anak yang masuk kriteria Tinggi meningkat menjadi 13 anak atau 81,25%, sedangkan anak yang masuk kriteria Cukup berjumlah 3 anak atau 18,75% dan sudah tidak ada lagi anak yang masuk kriteria Rendah atau 0%. Perbandingan peningkatan kreativitas anak melalui kegiatan mencetak pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada diagram batang berikut ini : Gambar 4.4 Diagram Perbandingan Prasiklus, Siklus I, Siklus II 100.00% 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Prasiklus Siklus I Siklus II Prasiklus Siklus I Siklus II Rendah 31.25% 0% 0% Cukup 56.25% 43.75% 18.75% Tinggi 12.5% 56.25% 81.25% Diagram di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas Pra Siklus ke Siklus I dan Siklus II melalui kegiatan mencetak kelompok A TK PGRI Karang Tengah Kabupaten Semarang Semester II Tahun Ajaran 2015 / 2016. Untuk melihat grafik peningkatan kreativitas kriteria Tinggi antara Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada grafik berikut ini : 44

Gambar 4.5 Peningkatan kriteria Tinggi Prasiklus, Siklus I dan Siklus II 100.0% KRITERIA TINGGI 50.0% 0.0% Prasiklus Siklus I Siklus II Dari grafik di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah anak yang masuk kriteria Tinggi. Terjadi peningkatan 43,75% dari Pra Siklus ke Siklus I, atau yang semula hanya 12,5% saja yang masuk kriteria Tinggi menjadi 56,25% yaitu sebanyak 9 anak. Dikarenakan belum mencapai 80%, maka dilakukan Siklus II, sehingga menghasilkan peningkatan sebesar 25% atau sebanyak 13 anak telah mencapai kriteria kreativitas Tinggi yaitu 81,25% dari 16 anak. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas pada kelompok A TK PGRI Karang Tengah Kabupaten Semarang semester II Tahun Ajaran 2015/2016 melalui kegiatan mencetak. 4.6 Pembahasan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dimana setiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Berdasarkan hasil observasi pada penelitian pra siklus yang telah dilakukan oleh peneliti, kreativitas anak kelompok A TK PGRI Karang Tengah masih tergolong rendah. Anak hanya menonjol pada kegiatan mewarnai saja. Sehingga dari hasil observasi Pra Siklus dapat disimpulkan bahwa aspek aspek kreativitas anak seperti Kelancaran, Keluwesan, Keaslian dan Keterperincian belum nampak pada anak. Berdasarkan hasil observasi Pra Siklus kreativitas anak dalam kegiatan mencetak masih rendah. Dalam mengerjakan, anak masih mencontoh hasil karya teman. Ketika ditanya bentuk apa yang anak cetak, anak cenderung menjawab sama seperti apa yang dijawab oleh temannya. Sehingga hasil karya yang 45

dihasilkan pun sama dan menyebabkan aspek keaslian anak belum berkembang. Keluwesan anak juga belum nampak, terbukti dalam penggunaan alat mencetak, masih ada anak yang perlu dibantu oleh guru. Dalam pencampuran warna, anak masih kurang luwes dalam pencampuran warna, anak hanya cederung menggunakan satu warna saja. Mengacu pada observasi Pra Siklus tersebut, maka peneliti perlu meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan mencetak. Seperti halnya yang disampaikan oleh Lerin (2009) bahwa manfaat kegiatan mencetak adalah dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengombinasikan warna dan dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas anak. Dalam kegiatan mencetak ini menggunakan bahan bahan yang mudah didapat dan menggunakan warna primer yaitu merah, kuning dan biru. Sehingga dapat menarik minat anak untuk menghasilkan hasil karya yang berwarna warni sesuai dengan minat anak hal ini sesuai dengan tujuan yang diutarakan oleh Sumanto (2005) yaitu untuk melatih berkarya dengan seni rupa dengan menerapkan cara cara mencetak / mencap sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak. Siklus I dilakukan selama 3 kali pertemuan dengan menggunakan alat cetak pelepah pisang pada pertemuan pertama, jari tangan pada pertemuan ke dua dan pelepah pisang, batang daun pepaya serta batang daun talas pada pertemuan ke tiga. Setelah dilakukan kegiatan mencetak pada Siklus I diperoleh dari data observasi bahwa kreativitas anak mengalami peningkatan meskipun belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan mencetak, aspek keaslian anak masih belum nampak. Anak masih harus meniru hasil karya teman atau hasil karya yang dibuat oleh guru. Meskipun kelima aspek kreativitas belum terlihat menonjol, namun berdarkan hasil observasi Siklus I bahwa kreativitas dalam kegiatan mencetak telah mengalami peningkatan dibanding dengan hasil pengamatan sebelum dilakukan Siklus I. Pelaksanaan Siklus II dilakukan sebagai upaya meningkatkan kreativitas anak kelompok A TK PGRI Karang Tengah secara optimal. Dari hasil observasi Siklus II indikator indikator kreativitas telah dicapai oleh anak. Keaslian anak yang semula belum nampak, kini sudah terlihat. Keterperincian anak juga sudah 46

berkembang, terbukti ketika anak diminta untuk menceritakan hasil karya yang dibuat, anak mampu menceritakan secara detail dan terperinci. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan terdahulu oleh Setyowati (2012) bahwa melalui kegiatan mencetak dapat meningkatkan kreativitas anak. Hipotesis dalam penelitian ini terbukti bahwa kegiatan mencetak dapat meningkatkan kreativitas anak kelompok A TK PGRI Karang Tengah Kabupaten Semarang. Melalui kegiatan mencetak anak dapat mengembangkan aspek aspek kreativitasnya yaitu aspek kelancaran, keluwesan, keaslian dan keterperincianya. 47