BALOK DENGAN PERKUATAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan yang aman

Lentur Pada Balok Persegi

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s

BATANG GANDA DENGAN KLOS

Kata engineer awam, desain balok beton itu cukup hitung dimensi dan jumlah tulangannya

BAB 8 PEMODELAN DAN SIMULASI REAKTOR CSTR

PENGKLASTERAN DOKUMEN DENGAN EXPECTATION MAXIMATION MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION KD-TREE

DESAIN SISTEM KENDALI MELALUI TANGGAPAN FREKUENSI

BAB VII PERENCANAAN BALOK INDUK PORTAL MELINTANG

DAFTAR NOTASI. tarik dan mempunyai titik pusat yang sama dengan. titik pusat tulangan tersebut, dibagi dengan

BAB VIII METODA TEMPAT KEDUDUKAN AKAR

Evaluasi Distribusi Gabungan pada Teori Resiko

TOPIK: HUKUM GERAK NEWTON. Sebuah bola karet dijatuhkan ke atas lantai. Gaya apakah yang menyebabkan bola itu memantul?

APLIKASI PROGRAM DINAMIS PADA PENYUSUNAN FLIGHT PLANNING

TEKNOLOGI BETON Sifat Fisik dan Mekanik

5. Transformasi Integral dan Persamaan Integral

PERTEMUAN 3 PENYELESAIAN PERSOALAN PROGRAM LINIER

PERILAKU HIDRAULIK FLAP GATE PADA ALIRAN BEBAS DAN ALIRAN TENGGELAM ABSTRAK

STRUKTUR KAYU I SPL 509

Analisis Tegangan dan Regangan

LATAR BELAKANG MATEMATIS

MODUL 7 APLIKASI TRANFORMASI LAPLACE

ANALISIS PERILAKU KERUNTUHAN BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENULANGAN SISTIM GRUP PADA JALUR AREA GAYA TARIK

FIsika KARAKTERISTIK GELOMBANG. K e l a s. Kurikulum A. Pengertian Gelombang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Nina membeli sebuah aksesoris komputer sebagai hadiah ulang tahun. Kubus dan Balok. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com

ALAT-ALAT OPTIK 1 ALAT ALAT OPTIK. Kegunaan dari peralatan optik adalah untuk memperoleh penglihatan lebih baik,

GEOMETRI BERHINGGA ATAS GF(P N ) UNTUK MEMBENTUK ORTHOGONAL SERIES DESIGNS

Bola Nirgesekan: Analisis Hukum Kelestarian Pusa pada Peristiwa Tumbukan Dua Dimensi

SIFAT SIFAT TERMIS. Pendahuluan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MEKANIKA TANAH HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS MODUL 3

(trees). Terdapat perbedaan pengertian antara pohon dan tanam-tanaman

Perhitungan Kehilangan Pratekan Total dengan Memakai Teori Kemungkinan ABSTRAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tersebut. Menurut PBI 1983, pengertian dari beban-beban tersebut adalah

MENGHITUNG PELUANG PERSEBARAN TRUMP DALAM PERMAINAN CONTRACT BRIDGE

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

MATEMATIKA IV. MODUL 9 Transformasi Laplace. Zuhair Jurusan Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Jakarta 2007 年 12 月 16 日 ( 日 )

FISIKA. Kelas X GETARAN HARMONIS K-13. A. Getaran Harmonis Sederhana

IV PENYELESAIAN MASALAH PENETAPAN BLOK PADA REL PELANGSIRAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBANGKITAN KOLOM

Penentuan Jalur Terpendek Distribusi Barang di Pulau Jawa

DESAIN SISTEM KENDALI MELALUI ROOT LOCUS

BAB VII. EVAPORATOR DASAR PERANCANGAN ALAT

BAB II IMPEDANSI SURJA MENARA DAN PEMBUMIAN

BAB II TEGANGAN TINGGI IMPULS

STUDI PERBANDINGAN BELITAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI TIGA FASA PADA SAAT PENGGUNAAN TAP CHANGER (Aplikasi pada PT.MORAWA ELEKTRIK TRANSBUANA)

Analisa Kendali Radar Penjejak Pesawat Terbang dengan Metode Root Locus

MODUL IV ESTIMASI/PENDUGAAN (3)

SET 2 KINEMATIKA - DINAMIKA: GERAK LURUS & MELINGKAR. Gerak adalah perubahan kedudukan suatu benda terhadap titik acuannya.

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA. perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA

PERHITUNGAN KEHILANGAN PRATEKAN (LOSS OF PRESTRESS) AKIBAT SUSUT DAN RANGKAK PADA BETON DENGAN MEMPERHITUNGKAN VARIABILITAS SIFAT-SIFAT BETON

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA. Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik yang putaran rotornya

BAB III NERACA ZAT DALAM SISTIM YANG MELIBATKAN REAKSI KIMIA

BATANG GANDA DENGAN PLAT KOPEL

BAB XIV CAHAYA DAN PEMANTULANYA

Kumpulan soal-soal level seleksi provinsi: solusi:

BAB II MOTOR INDUKSI SATU PHASA II.1. KONSTRUKSI MOTOR INDUKSI SATU PHASA

BAB III METODE SCHNABEL

BAB II TEORI DASAR. Sistem struktur yang mengalami problem dinamik mempunyai perbedaan

BAB V ANALISIS HASIL PERANCANGAN

Perancangan Sliding Mode Controller Untuk Sistem Pengaturan Level Dengan Metode Decoupling Pada Plant Coupled Tanks

Aliran Air Tanah Pada Sumur Tunggal. Yanto, S.T., M.S.E. Aliran air tanah pada sumur tunggal dapat dibagi menjadi 4 sub-divisi, yaitu:

EVALUASI DISTRIBUSI GABUNGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA KONVOLUSI DAN REKURSI PANJER

Transformasi Laplace dalam Mekatronika

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Matrik Alih

BAB III PERANCANGAN SISTEM

DEFERENSIAL PARSIAL BAGIAN I

BAB XV PEMBIASAN CAHAYA

SISTEM KENDALI OTOMATIS. PID (Proportional-Integral-Derivative)

DEFINISI DAN RUANG SOLUSI

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA

1. suara guntur terdengar 12 sekon setelah kilat terlihat. Jika jarak asal kilat dari pengamat adalah 3960 m, berapakah cepat rambat bunyi?

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK

Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler

SIMULASI SISTEM PEGAS MASSA

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB ELASTISITAS. Pertambahan panjang pegas

TUGAS MAHASISWA TENTANG

Optimasi Non-Linier. Metode Numeris

PERBANDINGAN KUAT GESER KOLOM BETON BERTULANG YANG MEMIKUL BEBAN LATERAL SIKLIK

Kumpulan soal-soal level seleksi Kabupaten: Solusi: a a k

Topi petani itu berbentuk kerucut. Dalam matematika, kerucut tersebut digambarkan seperti Gambar 2.8 di bawah ini.

PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN LABE (LANTAI BERHITUNG) PADA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SD KELAS III TERHADAP HASIL BELAJAR

PERILAKU STATIS STRUKTUR BETON PRACETAK DENGAN SISTEM SAMBUNGAN BASAH Hery Riyanto Dosen tetap jurusan Teknik Sipil Universitas Bandar Lampung

ANALISA RASIO TULANGAN KOLOM BETON BERPENAMPANG BULAT MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Indra Degree Karimah

BAB III PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN

BAB II Dioda dan Rangkaian Dioda

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL ABSTRAK

VISUALISASI GERAK PELURU MENGGUNAKAN MATLAB

9. Koordinat Polar. Sudaryatno Sudirham

Penentuan Konduktivitas Termal Logam Tembaga, Kuningan, dan Besi dengan Metode Gandengan

BAB 3 PRINSIP SANGKAR BURUNG MERPATI

Bahan Ajar Fisika Momentum, Impuls dan Tumbukan SMK Negeri 1 Rangkasbitung Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd

Penerapan Sistem Persamaan Lanjar untuk Merancang Algoritma Kriptografi Klasik

Gb. 2.9 Balok Menerus

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BALOK DNGAN PRKUATAN. TUJUAN PRKULAHAN A. TUJUAN UMUM PRKULAHAN (TUP) Setelah mempelajari materi tentang balo dengan peruatan, ecara umum anda diharapan :. Mampu menjelaan pengertian dan item dan analia balo dengan peruatan. Mampu menghitung balo dengan peruatan. Mampu menggambar hail perhitungan balo dengan peruatan B. TUJUAN KHUSUS PRKULAHAN (TKP) Setelah mempelajari materi balo dengan peruatan, ecara huu anda diharapan :. dapat menjelaan embali pengertian balo dengan peruatan. dapat menjelaan embali analia balo dengan metode penampang eivalen. dapat menjelaan embali analia balo dengan metode pembagian beban 4. dapat menghitung momen ineria () 5. dapat menghitung tegangan lentur 6. dapat menghitung tegangan geer 7. dapat menghitung euatan ayu terhadap lentur. dapat menghitung euatan ayu terhadap geer 9. dapat menghitung euatan baja terhadap lentur 0. dapat menghitung euatan baja terhadap geer. dapat menggambar hail perhitungan balo dengan peruatan C. PRASYARAT Untu mempermudah pencapaian tujuan peruliahan di ata, paling ediit anda dituntut :. udah mengetahui materi Kontrui Kayu. udah menguaai Meania Teni dan

BALOK DNGAN PRKUATAN. Umum Penampang ayu yang ita deain dalam ontrui ebainya mempunyai dimeni yang teredia di lapangan. Setiap dimeni hendanya cuup dengan peredian di lapangan. Namun ondii ini tida elalu terpenuhi. Sering eali terjadi dimeni yang dibutuhan jutru tida teredia. Koneweninya dari tida teredianya dimeni terebut di lapangan ini adalah haru menyediaan endiri dimeni terebut. Pilihan ini tetntunya buan pilihan yang eonomi Peruatan yang ering digunaan dalam ontrui ayu ini adalah baja. Seperti ita etahui bahwa baja mempunyai euatan dan modulu elati yang jauh lebih tinggi dari ayu Bahaan ini dibatai hanya pada peruatan dengan menggunaan pelat baja aja. Peruatan dengan profil baja tida termau dalam bahaan ini.. Sitem peruatan Peruatan yang cuup ering dijumpai adalah menggunaan pelat baja. Pelat baja terebut dipaang arena dimeni penampang ayu ternyata tida cuup untu memiul beban yang beerja. Pertimbangan lain yang lebih terutama eali arena tida mungin lagi untu mengganti/ memperbear penampang ayu yang ada Pertimbangan diata cuup raionel, mengingat bahwa dalam dimeni yang ama pelat baja aan mempunyai emampuan memiul beban yang lebih jauh bear dari pada ayu. Dengan menggunaan peruatan baja ini penambahan dimeni menjadi tida begitu bear ehingga lebih prati Pemaangan peruatan baja hendanya tida menambah rumit analia perhitungan. Penempatan pelat baja tida bia dalam embarang tempat, arena haru mengoptimalan emampuan dalam memiul beban Analia penampang ini aan lebih mudah bila gari netral ayu maupun baja tetap berimpit. Untu biaanya peruatan baja yang digunaan aan dipaang imetri terhadap gari netral penampang ayu

Ditinjau dari letanya dalam penampang, pelat baja yang digunaan dapat dipaang pada ii horizontal atau pada iivertial Ditinjau dari letanya dalam bentang gelagar, pelat baja yang digunaan dapat dipaang pada epanjang bentang atau ebagian panjang bentang Pada peruatan epanjang bentang, trutur tetap primati, dimana harga ontan epanjang bentang. adalah modulu elati, dan adalah momen neria penampang Hanya aja perlu diingat, bila peruatan dipaang pada ebagian panjang bentang, trutur menjadi nonprimati ebab harga tida lagi ontan di epanjang bentang Analia balo peruatan Analia balo peruatan eurang-urangnya dapat dilauan dalam cara yaitu : metode penampang eivalen dan metode pembagian beban. Metode penampang eivalen Diebut juga metode tranformai, baja yang ita gunaan ebagai peruatan hari ditranformai, atau dituar ehingga menjadi ayu Karena ifat baja yang berbeda dengan ayu inilah maa tidalah tepat bila nilai tuar yang digunaan adalah. Jelanya, tida logi bila baja hanya dituar dengan ayu dengan lua yang ama Yang benar adalah bila baja aan ditranformaian menjadi ayu, maa lua penampang ayu hail tranformai ini haru lebih bear dari lua baja, ehingga nilai tuarnya lebih dari.

Nilai tuar yang dimaud adalah n yang menunjuan perbandinga relatif antara modulu elati baja dengan modulu elati ayu. n dimana : =,. 0 6 ela uat ayu ) g/ cm (dianggap ontan, ehingga tida tergantung dari = g/ cm (tergantung ela uat) Nilai n berbanding terbali dengan. Semain bear harga, nilai n aan emain ecil. Demiian ebalinya. Nilai n aan elalu lebih bear dari. Artinya bila baja elua (A) aan ditranformaian menjadi ayu, maa ayu hail tranformai ini aan mempunyai lua ebear (n. A) b nb b nb t t b Tranformai ini haru tetap memperhitungan bearan tatia penampangnya, dalam hal ini adalah gari netral dalam momen inerianya. Pada gambar diata terlihat bahwa ondii penampang yang terdiri dari ayu dan baja aan mempunyai momen ineria yang ama dengan ondii dimana eluruh penampang baja ditranformaian menjadi ayu Momen neria ayu, = / b t Momen neria baja, = (/ b t ) Penampang eeluruhan mempunyai momen ineria

b t b t n ( n b ) t ( b ) t Subituai harga ( dan ) e harga didapat n Pada ondii dimana baja peruatan dipaang pada ii horizontal, maa hail tranformai penampangnya menjadi ebagai beriut : b nb t t t b b Sebelum ditranformaian = / b t = Setelah ditranformaian : ( b ). t ( b. t)(0,5 t 0,5 t b t b t n ) ( n. b ). t ( n. b. t)(0,5 t 0,5 t) ( n) ( b ). t ( b. t)(0,5 t 0,5 t) dari gambar diata terlihat bahwa bila diebelah iri terdiri ayu dan baja, maa diebelah anan hanya ada ayu aja. Hal ini diebaban arena baja diebelah iri yang luanya A = (b t) itu ini ditranformaian menjadi ayu elua A dimana:

A n t b n t nb A ) ( ) ( Bai dari peruatan ii vertial maupun horizontal, momen ineria pengganti aibat penampang baja ditranformaian menjadi ayu dapat dinyataan ebagai : n Diagram tegangan lentur ayu dan baja Pengaruh tranformai yang menghailan penampang pengganti terebut diata, tetap aan menghailan diagram tegangan lentur. Dalam hal ini eaan-aan terjadi ebuah eatuan penampang yang monolit. Tegangan lentur yang terjadi adalah : M ana y y M dim,. edangan perpanjangan/perpendean erat ayu maupun baja adalah ama bear, ehingga : d = d Bila regangan dinyataan dalam dan panjang elemen dinyataan dalam L, maa perpanjangan atau perpendean ayu dan baja ini maing-maing L L d L L d /. /. Dengan menyataan d = d dan L = L didapat :,atau. arena n =, maa : n. ni menunjuan bahwa tegangan baja yang ebenarnyta terjadi adalah (n) ali tegangan ayunya. ni arena diagram diata buan diagram tegangan baja, melainan diagram tegangan ayu.

4. Metode Pembagian beban Dalam metode ini, penampang yang terdiri dari ayu dan baja eaan-aan dipiah edemiian hingga menjadi ayu dan baja. Beban yang dipiul oleh ayu maupun baja merupaan ebagian dari beban yang ebenarnya. Dengan ata lain, etiap beban yang beerja pada trutur alan dibagibagi, ebagian dipiul ayu dan ebagian dipiul oleh baja. P P K P S = + Pada gambar diata, beban P (yang dipiul oleh ayu dan baja ) dibagi menjadi : P yang dipiul oleh ayu dan P yang dipiul oleh baja Permaalahan yang timbul adalah, berapaah P dan P? Pada au diata, terdapat buah variable yaitu P dan P. Secara matemati, untu menentuan variable (P dan P) ini memerluan buah peramaan Dua peramaan yang dimaud dihailan melalui : Keealan Pembebanan Pada uatu item pembebanan tertentu, jumlah beban elalu tetap (eal). Artinya, jumlah dari eluruh beban yang dipiul oleh etiap elemen (bai P maupun P ) aan elalu ama dengan beban emula P.

P+P = P a Keealan Gari lati Pada uatu item pembebanan tertentu, meipun penampangnya terdiri dri lebih atu jeni material), maa jumlah gari elati elalu eal yaitu hanya buah aja. Artinya, gari elati trutur ayu aibat P aan elalu ama dengan gari elati trutur baja aibat P, dan aan elalu ama dengan gari elati trutur emula (ayu dan baja) aibat P Kartena gari elatinya ama, maa lendutan uatu titi yang ama pun aan ama yaitu : + = Sebagaimana dietahui bahwa lendutan aan elalu ebanding dengan beban dan terbali dengan -nya. adalah moduluelatiita dan adalah momen ineria. Apabila ita ambil =, maa : P P b Dengan ubitui dari peramaan (a) dan (b) terebut maa harga P dan P dapat ditentuan 5. Contoh Contoh Kayu ela, mutu A. Berat endiri diabaian. Peruatan baja dipaang epanjang pada ii vertial. q =,5 g/cm 0, A 00 cm B 6

a) Berapaah momen neria, bila baja di tranformaian e ayu? Jawab Kayu ela, = 00000 Kg/cm Baja =,. 0 6 g/cm n chec :.. (6,) 6.. 5 (0,) 6 0, ( ) 7, cm 4 7, o b) Gambar diagram tegangan lentur ditengah bentang! cm 4 0. (0,) (0,) 7.4 6.7 6 Jawab Momen ditengah bentang, M= M y 675 7,,9. y y 6, 7,4 y, 6,7,5. 00 675 gcm y... linear

c) Cuup uatah ayu terhadap lentur? ( = 00 g/cm ): max 7,4 g/ cm 00O! d) Cuup uatah Baja terhadap lentur? ( = 600 g/cm ): max n. (6,7) 77,05 g/ cm 600O! e) Gambar diagram tegangan geer di tumpuan Gaya lintang di tumpuan D = 0,5.(,5). 00 = 5 g D S b 5. 7, S. b 0,69 ( / b)...( parabola ) 6, 6, 6 0,6,0,59 Titi : b = S = (. ) 4,5 = 0 = 0,69 (0/) =,0 g/cm Titi : b = + (. 0, ) = 0,6 S = (. ) 4,5 = 0 = 0,69 (0/0,6) = 0,6 g/cm

Titi : b = + (. 0, ) = 0,6 S = (. 6 ) + (. 0,.,5 ) = 00,7 = 0,69 (00,7/0,6) =,59 g/cm f) Cuup uatah ayu terhadap geer? ( g/ cm ) max =,0 O Contoh Kayu ela, Mutu A. Berat endiri diabaian. Pereuatan baja dipaang epanjang bentang pada ii vertial P = 00 g A B 75 50 50 q=g/c m 0, 6 0, a) Berapaah momen neria, bila baja ditranformaian epada ayu? Kayu ela, = 00000 g/cm Baja =,. 0 6 g/ cm n.. (6) (0,) 6 (0,) (6 0,5) 40,94 cm 4

chec :.. 5 (6) (0,) 6 (0,) (6 0,5) ( ) 5 (6,) 40,94 cm 4 6, o b) Gambar diaram tegangan geer pada aat Dmax Haru dihitung lebih dahulu harga Dmax Dari eetimbangan momen dapat dihitung reai-reai perletaan. MB 0, didapat RA = 90,6 g MA 0, didapat RB = 4, g 90,6 75 4, Bid D 09, Dmax = 09, g Tegangan geer : D S b 09,. 40,95. S b 0,076 ( / b)...( parabola )

6. 6 =6 0, 0,05 0,79, 0, 0,79 Titi : b = 6 S = 0 = 0,076(0/6) = 0 g/cm Titi : b = 6 S = 6 (0, ) 6. 5 =,47 = 0,076(,47/6) = 0,05 g/cm Titi : b = S =6 (0, ) 6. 5 =,47 = 0,076(00,7/) = 0,79 g/cm Gari netral : b = S =,47 (. 6 ) = 76,47 netral = 0,076(76,47/) =, g/cm c) Gambar diagram tegangan lentur aat momen maimum! 0. 6 77,06

M max q 00 775, gcm tegangan lentur M y 775, 0, y...( linear ) untu y =, max = 77,06 600 O d) Perialah apaah trutur ayu uat terhadap geer? ( g/ cm ) q =,5 g/cm A 00 cm B,94 D = 0,5. q. 00 = 7,99 g D. 7,99,94 o A. (. ) e) Perialah apaah trutur ayu uat terhadap geer? ( 960 g/ cm ) 0. q = 0,5 g/cm A 00 cm B 6 5,4

D = 0,5. q. 00 = 7,0 g D. 7,0 5,4 960 o A (. 6.0,) Contoh q =,5 g/cm 0, A 00 cm B 6 a) Dengan metode pembagian beban, berapaah q dan q? Kayu ela, = 00000 g/cm Baja =,. 0 6 g/ cm Momen neria ayu, =. 5 Momen neria baja, = 0, 6 0, Dari eealan pembebanan, didapat q + q =,5..(a) dari eealan gari elati, didapat q. q. q q...

= 5,0797 (q ).(b) Subituian peramaan (a) dan (b), didapat q = 0,47 g/cm q = 5 g/cm b) Perialah apaah trutur ayu cuup uat terhadap lentur? ( = 00 g/cm ): q =,5 g/cm 7,4 A 00 cm B Momen ditengah bentang, M max= M 4099, y. y 5,9 y... linear,5. 00 4099, gcm y 6, max 7,4 O ( bandingan dg contoh. c) c) Perialah apaah trutur baja cuup uat terhadap lentur? ( = 600 g/cm ): q = 0,5 g/cm A 00 cm B.,5

M = 59,75 gcm M y, y y 6, y 6 59,75 40,94,,5,. y... linear 0, 0, 6 6,5 0, 0, d) Cuup uatah ayu? ( = 00 g/cm dan g/ cm ): - Keuatan terhadap lentur max,4 00 O - Keuatan terhadap geer max,9 O e) Cuup uatah Baja terhadap lentur? ( = 600 g/cm ): max..,4 44,7 600

DAFTAR PUSTAKA Bambang Suryoatmono, Strutur Kayu, Faulta Teni, Univerita Parahyangan, Bandung. Danaamita,.Koaih, Strutur Kayu, Faulta Pendidian Tenologi dan Kejuruan, UP, 004. Danaamita,.Koaih, Strutur Kayu, Faulta Pendidian Tenologi dan Kejuruan, UP, 004. DPMB. Dirjen Cipta Karya, Peraturan Kontrui Kayu ndoneia, DPMB, Dirjen Cipta Karya, DPUTL, 97. D.T Gunawan, Ditat Kuliah Kontrui Kayu, Faulta Teni Sipil, Univerita Parahyangan, Bandung. Felix Yap, K.H., Kontrui Kayu, Bina Cipta, Bandung, 965. Fric, Heinz, lmu Kontrui Kayu, Yayaan Kaniiu, Yogyaarta, 977. Sadji, Kontrui Kayu, Faulyta Teni Sipil, ntitut Tenologi 0 November, Surabaya. Soeryanto Baar Moelyono, Pengantar perayuan, Yayaan Kaniiu, Yogyaarta, 974. Suilohadi, Strutur ayu, Teni Sipil, Univerita Jenderal Ahmad Yani, Bandung. Soedibyo, Kontrui Kayu, Teni Sipil Univerita Winaya Muti, Bandung