V ANALISIS VARIABEL MODERASI DAN MEDIASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:

METODE PENELITIAN. digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel X (celebrity

BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I. Kesulitan ekonomi yang tengah terjadi akhir-akhir ini, memaksa

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap

EVALUASI TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN FIRST ORDER CONFIGURAL FREQUENCY ANALYSIS

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada

III. METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penggunaan metode eksperimen ini

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara atau langkah-langkah yang harus

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

Kecocokan Distribusi Normal Menggunakan Plot Persentil-Persentil yang Distandarisasi

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

REGRESI DAN KORELASI. Penduga Kuadrat Terkecil. Penduga b0 dan b1 yang memenuhi kriterium kuadrat terkecil dapat ditemukan dalam dua cara berikut :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ε adalah error random yang diasumsikan independen, m X ) adalah fungsi

BAB III METODE PENELITIAN. pretest postes control group design dengan satu macam perlakuan. Di dalam

III.METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini subyek yang digunakan adalah siswa VII A SMPN 5

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Al-Azhar 1 Wayhalim Bandar Lampung. Populasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan strategi pembelajaran mind mapping dalam pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN

Configural Frequency Analysis untuk Melihat Penyimpangan pada Model Log Linear

III. METODE PENELITIAN. bersifat statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 8 Bandar Lampung. Populasi dalam

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

METODE PENELITIAN. pelajaran 2011/ Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

Analisis Regresi 1. Diagnosa Model Melalui Pemeriksaan Sisaan dan Identifikasi Pengamatan Berpengaruh. Pokok Bahasan :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penulis melaksanakan penelitian terlebih dahulu membuat surat izin penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian, langkah yang dilakukan oleh penulis

III. METODELOGI PENELITIAN. Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik dan sesuai dengan prosedur ilmiah,

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel

BAB III METODELOGI PENELITIAN. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

BAB III METODE PENELITIAN. hasil penelitian. Walaupun penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen,

Pemodelan Regresi Variabel Moderasi Dengan Metode Sub-Group. Regression Modeling of Moderating Variable with a Method of Sub Group

KORELASI DAN REGRESI LINIER. Debrina Puspita Andriani /

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear

I. PENGANTAR STATISTIKA

Model Regresi Variabel dengan Metode Selisih Mutlak. Moderating Variable Regression Model with an Absolute Difference Method

BAB IV HASIL PENELITIAN

MINGGU KE- V: UKURAN PENYEBARAN

LABORATORIUM STATISTIK DAN OPTIMASI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat

BAB III METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh peneliti

PENERAPAN MODEL REGRESI LINEAR ROBUST DENGAN ESTIMASI M PADA DATA NILAI KALKULUS II MAHASISWA UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN

LAPORAN PENELITIAN. Pola Kecenderungan Penempatan Kunci Jawaban Pada Soal Tipe-D Melengkapi Berganda. Oleh: Drs. Pramono Sidi

2. ANALISIS DATA LONGITUDINAL

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika

Pendugaan Parameter Regresi. Itasia & Y Angraini, Dep Statistika FMIPA - IPB

Bab III Analisis Rantai Markov

BAB III METODE PENELITIAN. Karangkajen, Madrasah Tsanawiyah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta,

BAB III METODE PENELITIAN. bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Data yang

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengujian pada

(DS.2) MENENTUKAN STATISTIK PENGUJIAN UNTUK EKSPERIMEN FAKTORIAL DENGAN DUA KALI PEMBATASAN PENGACAKAN (Studi kasus untuk Desain Split Plot)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan

PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Transkripsi:

Solmun Program Stud Statstka FMIPA UB 31 V ANALISIS VARIABEL MODERASI DAN MEDIASI A. Pengertan Varabel Moderas Varabel Moderas adalah varabel yang bersfat memperkuat atau memperlemah pengaruh varabel penjelas (ndependen) terhadap varabel tergantung. Salah satu cr yang pentng adalah bahwa varabel n tdak dpengaruh varabel penjelas. Varabel n bsa bersfat moderas murn (pure moderaton) atau moderas semu (quas moderaton). Strateg Knerja Gejolak Pasar Varabel Penjelas Varabel Moderas Varabel Tegantung Penddk an Prestas Kerja Pengalaman Kerja Varabel Penjelas Varabel Moderas Varabel Tegantung B. Analss Varabel Moderas: Regres Moderas (Varabel Interaks) Salah satu metode untuk menganalss varabel moderas adalah regres moderas. Analss regres moderas merupakan analss regres yang melbatkan varabel moderas dalam membangun model hubungannya. Varabel moderas berperanan sebaga varabel yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara varabel predctor dengan varabel tergantung. Apabla varabel moderas tdak ada dalam model hubungan yang dbentuk maka dsebut sebaga analss regres saja, sehngga tanpa adanya varabel moderas, analss hubungan antara varabel predktor dengan varabel tergantung mash tetap dapat dlakukan. Dalam analss regres moderas, semua asums analss regres berlaku, artnya asums-asums dalam analss regres moderas sama dengan asumsasums dalam analss regres. Serngkal membngungkan apakah suatu varabel bertndak sebaga varabel medas atau varabel moderas. Suatu varabel tdak dapat bertndak sebaga varabel medas dan moderas sekalgus, artnya suatu varabel hanya dapat bertndak sebaga

Solmun Program Stud Statstka FMIPA UB 32 varabel medas saja atau moderas saja. Sebaga varabel medas hubungan antara varabel predktor dengan varabel tergantung berart varabel medas tersebut bertndak sepert varabel predktor yang lan. Sedangkan sebaga varabel moderas berart varabel tersebut bertndak sebaga varabel penguat atau pelemah hubungan antara varabel predktor dengan varabel tergantung. Sehngga dapat dkatakan bahwa varabel medas dan varabel moderas merupakan varabel predktor yang berada d antara varabel predktor yang lan dan varabel tergantung tetap mempunya peranan yang berbeda dalam suatu model hubungan. Y MODEL KONSEPTUAL VARIABEL MODERASI Regres Moderas Varabel Moderas dapat dketahu dar pengaruh nteraks dua arah antara varabel predktor dengan varabel moderas dalam mempredks varabel tergantung. Andakan 1 sebaga varabel predktor, 2 sebaga varabel moderas (2=M) dengan varabel tergantung (Y) maka dalam model regresnya, kedua varabel 1 dan 2=M dsebut pengaruh utama dan dalam model regres moderas, pengaruh utama akan dtambahkan pengaruh nteraks antara 1 dan 2=M (1*2=1*M). Pengaruh nteraks nlah yang membedakan apakah varabel 2=M sebaga varabel moderas atau bukan. Model persamaan hubungan dalam analss regres moderas adalah sebaga berkut : Y ˆ b b * M 0 b1 1 b2m 3 1 M Dalam bentuk gambar, hubungan tersebut adalah Varabel Predktor (1) a Varabel Moderas (2=M) b Varabel Tergantung Varabel Interaks (1*M) c MODEL ANALISIS VARIABEL MODERASI Sebagamana dalam gambar tersebut, apabla jalur c sgnfkan maka dapat dkatakan bahwa varabel M memoderas pengaruh antara 1 terhadap Y.

Solmun Program Stud Statstka FMIPA UB 33 Dalam memlh varabel moderas dalam suatu model hubungan ddasarkan pada hasl pemkran dan pertmbangan teorets atau rasonal, apakah suatu varabel memungknkan untuk djadkan varabel moderas atau tdak. Manfaat pemberan varabel moderas dalam suatu hubungan adalah dapat menspesfkas untuk sapa dan pada konds apa model hubungan tersebut dapat dberlakukan. Selan tu, manfaat pemberan varabel moderas adalah untuk menjelaskan pengaruh dferensal dar varabel predktor. Varabel moderas tdak berkorelas dengan varabel predktor tetap varabel moderas bernteraks dengan varabel predktor. Klasfkas Varabel Moderas Varabel moderas dapat dklasfkaskan menjad 4 jens yatu pure moderas (moderas murn), quas moderas (moderas semu), homologser moderas (moderas potensal) dan Predctor moderas (moderas sebaga predctor). Masng-masng klasfkas moderas dapat ddentfkas sebagamana contoh berkut, jka adalah varabel predctor, Y varabel tergantung dan M varabel moderas maka persamaan regres yang dapat dbentuk sebaga berkut : (1). Yˆ b0 b1 tanpa melbatkan varabel moderas (2). Yˆ b0 b1 b2m melbatkan varabel moderas (3). Y ˆ b0 b1 b2 M b3 * M melbatkan varabel moderas dan nteraks 1. Varabel Moderas Murn (Pure Moderarator) Pure moderas adalah jens varabel moderas yang dapat ddentfkas melalu koefsen b2 dan b3 dalam persamaan (3) yatu jka koefsen b2 dnyatakan tdak sgnfkan tetap koefsen b3 sgnfkan secara statstka. Pure moderas merupakan varabel yang memoderas hubungan antara varabel predktor dan varabel tergantung d mana varabel moderas murn bernteraks dengan varabel predktor tanpa menjad varabel predktor. 2. Varabel Moderas Semu (Quas Moderarator) Quas moderas adalah jens varabel moderas yang dapat ddentfkas melalu koefsen b2 dan b3 dalam persamaan (3) yatu jka koefsen b2 dnyatakan sgnfkan dan koefsen b3 sgnfkan secara statstka. Quas moderas merupakan varabel yang memoderas hubungan antara varabel predktor dan varabel tergantung d mana varabel moderas semu bernteraks dengan varabel predktor sekalgus menjad varabel predktor. 3. Varabel Moderas Potensal (Homologser Moderarator) Homologser moderas adalah jens varabel moderas yang dapat ddentfkas melalu koefsen b2 dan b3 dalam persamaan (3) yatu jka koefsen b2 dnyatakan tdak sgnfkan dan koefsen b3 tdak sgnfkan secara statstka. Homologser moderas merupakan varabel yang potensal menjad varabel moderas yang mempengaruh kekuatan hubungan antara varabel predktor dan varabel tergantung. Varabel n tdak bernteraks dengan varabel predktor dan tdak mempunya hubungan yang sgnfkan denganvarabel tergantung.

Solmun Program Stud Statstka FMIPA UB 34 4. Varabel Predktor Moderas (Predctor Moderas Varabel) Predctor moderas adalah jens varabel moderas yang dapat ddentfkas melalu koefsen b2 dan b3 dalam persamaan (3) yatu jka koefsen b2 dnyatakan sgnfkan dan koefsen b3 tdak sgnfkan secara statstka. Artnya varabel moderas n hanya berperanan sebaga varabel predktor dalam model hubungan yang dbentuk. Secara sngkat, 4 jens klasfkas varabel moderas dapat dlhat pada tabel berkut Tabel KLASIFIKASI VARIABEL MODERASI No. Tpe Moderas Koefsen 1. Pure Moderas b 2 non sgnfcant b 3 sgnfcant 2. Quas Moderas b 2 sgnfcant b 3 sgnfcant 3. Homologser Moderas b 2 nonsgnfcant b 3 nonsgnfcant 4. Predctor Moderas b 2 sgnfcant b 3 nonsgnfcant Pengujan varabel moderas d dalam análss SEM dengan pendekatan GSCA adalah sama dengan pada PLS, yatu dengan menerapakan regres moderas. Agar lebh jelasnya dapat dlhat pada gambar berkut. Strateg Knerja Gejolak Pasar Pengujan varabel moderas sepert pada kerangka konseptual pada gambar tersebut, dapat dlakukan dengan menganalss model sebaga berkut: Strateg Knerja Gejolak Pasar Interaks Gejolak Pasar dg Strateg Pemasasan

Solmun Program Stud Statstka FMIPA UB 35 Data varabel nteraks adalah kombnas perkalan antara ndkator dar varabel Strateg dengan ndkator dar varabel Gejolak Pasar. Interpretas hasl análss merujuk pada regres moderas, sepert telah djelaskan sebelumnya. C. Analss Varabel Moderas: Multgroup Varabel moderas ada yang memlk varabel numerk dan ada yang kategor. Blamana varabel moderas memlk data kategor; msalnya jens kelamn, usa (muda & tua), jens perusahaan (manufaktur & jasa), dll; analssnya dsebut dengan multgroup. Analss varabel moderas dengan pendekatan multgrroup pada software GeSCA hanya bsa dlakukan blamana banyaknya kategor adalah 2 (dua). Pada prnspnya analss varabel moderas dengan metode multgroup, melakukan analss model struktural pada dua group tersebut, msal pada kelompok pra dan wanta. Dengan demkan semua hubungan antar varabel dmoderas varabel tersebut (msal jens kelamn). Inlah salah satu kekurangan metode multgroup, yatu tdak bsa memlh hubungan tertentu, msal hanya pengaruh varabel 1 terhadap Y1 saja yang dperkuat atau dperlemah. Suatu varabel dkatakan memoderas jka terdapat perbedaan yang sgnfkan koefsen jalur pada dua group (msal kelompok pra dan wanta). Pengujan tersebut bda dlakukan dengan Fsher's Z-test, d mana statstk ujnya sebaga berkut. Perhtungan standart error gabungan dlakukan sebaga berkut, blamana sampel kecl adalah : D ss lan, jka sampel besar maka perhtungan standart error gabungan adalah dengan rumus sebaga berkut. Interpretas terhadap hasl analss varabel moderas dengan metode multgroup adalah sebaga berkut: 1. Blamana koefsen jalur pada group 1 (pra) sgnfkan, sedangkan pada group 2 (wanta) tdak sgnfkan, maka varabel tersebut (jens kelamn) adalah sebaga varabel moderas. D mana pada pra efek tersebut lebh kuat (nyata) 2. Blamana koefsen jalur pada group 1 (pra) dan 2 (wanta) sama-sama sgnfkan, sedangkan Fhser s Z test sgnfkan, maka varabel tersebut (jens kelamn) adalah varabel moderas. Jka koefsen jalur pada pra lebh besar, maka pada jens kelamn pra efek tersebut lebh kuat. 3. Blamana koefsen jalur pada group 1 (pra) dan 2 (wanta) sama-sama sgnfkan, akan tetap Fhser s Z test tdak sgnfkan, atau koefen jalur pada group 1 (pra) dan 2 (wanta) sama-sama tdak sgnfkan, maka varabel tersebut (jens kelamn) adalah bukan varabel moderas.

Solmun Program Stud Statstka FMIPA UB 36 Hal terrsebut akan lebh mudah dpaham jka dberkan lustras penggunaannya. Oleh karena tu, pada kegatan praktkum d laboratorum aplkas software GeSCA akan dberkan contoh aplkas uj moderas dengan metode multgroup. D. Pengertan Varabel Medas Varabel medas atau varabel antara atau varabel ntervenng (ntervene varables) adalah varabel yang bersfat menjad perantara (medatng) dar hubungan varabel penjelas ke varabel tergantung. Sfatnya adalah sebaga penghubung ( jembatan ) antara varabel penjelas dengan varabel tergantung (bsa bersfat partal atau complete medaton). Kualtas Produk Penjualan (Rp) Keuntunga n (Proft) Varabel Penjelas Varabel Medas (sempurna / complete) Varabel Tegantung Kualtas Pelayanan Loyaltas Kepuasan Varabel Penjelas Varabel Medas (sebagan / partal) Varabel Tegantung E. Analss Varabel Medas: Pemerksaan Analss varabel medas dapat dlakukan melalu dua pendekatan yatu perbedaan koefsen dan perkalan koefsen. Pendekatan perbedaan koefsen menggunakan metode pemerksaan dengan melakukan analss dengan dan tanpa melbatkan varabel medas. Sedangkan metode perkalan dlakukan dengan metode Sobel. Metode pemerksaan dengan cara melakukan dua kal analss, yatu analss dengan melbatkan varabel medas dan analss tanpa melbatkan varabel medas. Metode pemerksaan varabel medas dengan pendekatan perbedaan koefsen dlakukan sebag berkut: (a) memerksa pengaruh langsung Varabel Independen terhadap Varabel Dependen pada model dengan melbatkan varabel medas, (b) memerksa pengaruh Varabel Independen terhadap Varabel Dependen pada model tanpa melbatkan varabel medas, (c) memerksa pengaruh Varabel Independen terhadap Varabel Medas, dan (d) memerksa pengaruh varabel Medas terhadap varabel Dependen.

Solmun Program Stud Statstka FMIPA UB 37 Kualtas Pelayanan a Loyaltas c Kepuasan d Kualtas Pelayanan b Loyaltas Jka (c) dan (d) sgnfkan, serta (a) tdak sgnfkan, maka kepuasan pelanggan dkatakan sebaga varabel medas sempurna (complete medaton). Jka (c) dan (d) sgnfkan serta (a) juga sgnfkan, d mana koefsen dar (a) lebh kecl (turun) dar (b) maka kepuasan pelanggan dkatakan sebaga varabel medas sebagan (partal medaton). Jka (c) dan (d) sgnfkan serta (a) juga sgnfkan, d mana koefsen dar (a) hampr sama dengan (b) maka kepuasan pelanggan dkatakan bukan sebaga varabel medas. Jka salah satu (c) atau (d) atau keduanya tdak sgnfkan maka dkatakan bukan sebaga varabel medas (Solmun, 2011; Har et al., 2010). F. Analss Varabel Medas: Pengujan Metode perkalan dlakukan dengan uj Sobel, yatu melalu melalu pengujan hpotess. Smpangan baku pengaruh tdak langsung (perkalan) merujuk pada MacKnnon (2007) :. Dalam hal n a dan b adalah koefsen jalur yang dlalu. Statstk uj Sobel yatu z_value, dhtung dengan pembagan koefsen pengaruh tdak langsung dengan standart errornya z_value = (a x b) / SQRT (b 2 x SE 2 a + a 2 x SE 2 b ) dalam hal n: a = koefsen regres standardzed pengaruh varabel penjelas terhadap varabel medas M SE a = standard error untuk koefsen a. B = koefsen regres standardzed pengaruh varabel moedas M terhadap varabel dependen Y. SE b = standard error untuk koefsen b Hal terrsebut akan lebh mudah dpaham jka dberkan lustras penggunaannya. Oleh karena tu, pada kegatan praktkum d laboratorum aplkas software GeSCA akan dberkan contoh aplkas uj medas dengan metode Uj Sobel.