SolusiPersamaanNirlanjar

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 3. Solusi Persamaan Nirlanjar

SolusiPersamaanNirlanjar

CNH2G4/ KOMPUTASI NUMERIK

GROUP 1 ORDINARY DIFFERENTIAL HELEN P. SYIFA N. A. DITA W. A. LILIK H. HIDAYATUL M. AGUSYARIF R. N. RIDHO A. EQUATIONS

2 Akar Persamaan NonLinear

1 Sistem Koordinat Polar

II. KINEMATIKA PARTIKEL

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

BAB IV. Pencarian Akar Persamaan Tak Linier. FTI-Universitas Yarsi

Perbandingan dan Fungsi Trigonometri

Gambar 4.3. Gambar 44

Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

Ilustrasi Persoalan Matematika

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

Gelombang Elektromagnetik

The Production Process and Cost (I)

Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

METODE NUMERIK. Akar Persamaan (2) Pertemuan ke - 4. Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

METODE NUMERIK TKM4104. Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

METODE NUMERIK TKM4104. KULIAH KE-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

Persamaan Non Linier

Persamaan Non Linier

Matematika Teknik 1, Bab 3 BAB III LIMIT. (Pertemuan ke 4)

Persamaan Non Linier 1

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

BAB II LANDASAN TEORI

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK GOVERNOR JENIS PROELL DAN HARTNELL HASIL DESAIN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MODUL PRAKTIKUM FENOMENA

MODEL CAMPURAN LINEAR. Bab 6 Linear Mixed Models ( )

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika

CONTOH Dengan mengunakan Metode Regula Falsi, tentukanlah salah satu akar dari persamaan f(x) = x - 5x + 4. Jika diketahui nilai awal x = dan x = 5 se

Pengaturan Footprint Antena Ground Penetrating Radar Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole

Ekspresi Regular. Teori Bahasa dan Automata. Viska Mutiawani - Informatika FMIPA Unsyiah

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom

ANALISIS TAHAN HIDUP DATA TERSENSOR TIPE II MENGGUNAKAN MODEL DISTRIBUSI WEIBULL PADA PENDERITA HEPATITIS C

BAB 2 LANDASAN TEORI. Gambar 2.1. Proses fluoresensi dan fosforesensi [14].

BAB II DASAR TEORI 2.1. Pengertian Umum

BAB III EKSPEKTASI BANYAKNYA PENGGANTIAN KOMPONEN LISTRIK MOTOR BERDASARKAN FREE REPLACEMENT WARRANTY DUA DIMENSI

Fisika Dasar I (FI-321)

Virtual Sculpting Menggunakan Tool Berbasis Vector Pada Triangle Mesh

(A) (B) (C) (D) (E) Nilai... (A) 5 (B) 4 (C) 3

BAB III METODE PENELITIAN

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

Metode Numerik. Persamaan Non Linier

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2.

BAB 2 DASAR TEORI. on maka S 1. akan off. Hal yang sama terjadi pada S 2. dan S 2. Gambar 2.1 Topologi inverter full-bridge

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 17 Maret 2010

EVALUASI DANA PENSIUN DENGAN METODE BENEFIT PRORATE CONSTANT PERCENT. Abstrak

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS

Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para siswa SMA/SMK. Cirebon, Oktober 2013.

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

Pertemuan 3: Penyelesaian Persamaan Transedental. Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2014

Chap 6 Model-Gas Real dan Ekspansi Virial. 1. Ekspansi Virial 2. Gugus Mayer

METODE NUMERIK. ROBIA ASTUTI, M.Pd. STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung

Kegiatan Belajar 2. Identitas Trigonometri

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

BAB 7 Difraksi dan Hamburan

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

Watermarking dengan Algoritma Kunci Publik untuk Verifikasi dan Otentikasi Citra

MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

OVERVIEW Persamaan keadaan adalah persamaan yang menyatakan hubungan antara state variable

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGGUNAAN INTEGRAL. 1. Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva dan sumbu-sumbu koordinat. 2. Menghitung volume benda putar.

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)

Fisika Dasar I (FI-321)

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integral Garis

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

Transkripsi:

SolusiPesamaanNilanja (Bagian2) Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Infomatika I Oleh; Rinaldi Muni(IF-STEI ITB) Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 1

MetodeSecant Posedu lelaan metode Newton-Raphson memelukan pehitungantuunanfungsi, f'(). Saangna, tidaksemuafungsimudahdicaituunanna, teutamafungsiang bentuknaumit. Tuunan fungsi dapat dihilangkan dengan caa menggantinadenganbentuklain ang ekivalen. Modifikasi metode Newton-Raphson ini dinamakan metode secant Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 2

= g() f '( ) = = AC BC = f ( ) f ( ) 1 1 +1-1 Sulihkan ke dalam umus Newton-Raphson: + 1 = f f ( )( ) 1 ( ) f ( ) 1 + 1 = f f ' ( ) ( ) Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 3

Metode Secant memelukan dua buah tebakan awal aka, aitu 0 dan 1. Kondisi behenti lelaan adalah bila +1 - < ε (galatmutlak) atau +1 +1 < δ +1 Sepintas metode secant miip dengan metode egula-falsi, namun sesungguhna pinsip dasa keduana bebeda, sepeti ang diangkum pada tabel di bawah ini: Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 4

Metode Regula Falsi 1. Dipelukan dua buah nilai awal a dan b (ujung-ujung selang) sedemikian sehingga f(a) f(b) < 0. Metode Secant 1. Dipelukan dua buah nilai awal 0 dan 1 (tebakan awal aka), tetapi tidak haus f( 0 ) f( 1 ) < 0. 2. Lelaan petama: 2. Lelaan petama: = f() = f() a b -1 c +1 Pada lelaan petama, tidak ada pebedaan antaa egula-falsi dan secant. Pebedaan bau muncul pada lelaan kedua. Pada lelaan petama tidak ada pebedaan antaa secant dan egula falsi. Pebedaan bau muncul pada lelaan kedua. Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 5

Lelaan kedua: Lelaan kedua: = f() = f() a b +1-1 Pepotongan gais luus dengan sumbu tetap beada di dalam selang ang mengandung aka. 3. Bedasakan nomo 2 di atas, lelaanna selalu konvegen Pepotongan gais luus dengan sumbu- mungkin menjauhi aka. 3. Bedasakan nomo 2 di atas, lelaanna mungkin divegen. Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 6

pocedue Secant(0, 1:eal); { Mencai aka pesamaan f() = 0 dengan metode secant K.Awal : 0 dan 1 adalah tebakan awal aka, tedefenisi nilaina K.Akhi: aka pesamaan tecetak di laa } const epsilon = 0.000001; { toleansi galat aka hampian } va _sebelumna: eal; function f(:eal):eal; { mengembalikan nilai f(). Definisi f() begantung pada pesoalan } begin epeat _sebelumna:=1; :=-(f(1)*(1-0)/(f(1)-f(0))); 0:=1; 1:=; until (ABS(-_sebelumna) < epsilon); { adalah hampian aka pesamaan } wite( Hampian aka =, :10:6); end; Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 7

Hitunglah aka f() = e - 5 2 dengan metode secant. Gunakan ε = 0.00001. Tebakan awal aka 0 = 0.5 dan 1 = 1. Penelesaian: Tabel lelaanna: ----------------------------------------- i +1 - ----------------------------------------- 0 0.500000-1 1.000000 0.500000 3-0.797042 1.797042 4 10.235035 11.032077 5-0.795942 11.030977 6-0.794846 0.001096 7-0.472759 0.322087 8-0.400829 0.071930 9-0.374194 0.026635 10-0.371501 0.002692 11-0.371418 0.000083 12-0.371418 0.000000 ----------------------------------------- Aka = -0.371418 Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 8

SistemPesamaanNilanja Dalam dunia nata, umumna pesamaan matematika dapat lebihdaisatu, sehinggamembentuksebuahsistemang disebutsistempesamaannilanja. Bentuk umum sistem pesamaan nilanja dapat ditulis sebagai f 1 ( 1, 2,..., n ) = 0 f 2 ( 1, 2,..., n ) = 0... f n ( 1, 2,..., n ) = 0 Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 9

Solusisisteminiadalahhimpunannilaisimultan, 1, 2,..., n, ang memenuhiseluuhpesamaan. Sistem pesamaan dapat diselesaikan secaa belela dengan metode lelaan titik-tetap atau dengan metode Newton-Raphson. Masing-masing dijelaskan pada slide beikut ini Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 10

1) MetodeLelaanTitik-Tetap Posedu lelaanna titik-tetap untuk sistem dengan dua pesamaan nilanja: +1 = g 1 (, ) +1 = g 2 (, ) = 0, 1, 2,... Metode lelaan titik-tetap sepeti ini dinamakan metode lelaanjacobi. Kondisi behenti(konvegen) adalah +1 - < εdan +1 - < ε Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 11

Kecepatan konvegensi lelaan titik-tetap ini dapat ditingkatkan. Nilai +1 ang baudihitunglangsung dipakaiuntukmenghitung +1. Jadi, +1 = g 1 (, ) +1 = g 2 ( +1, ) = 0, 1, 2,... Metode lelaan titik-tetap sepeti ini dinamakan metodelelaanseidel. Kondisi behenti(konvegen) adalah +1 - < εdan +1 - < ε Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 12

Untuk fungsi dengan tiga pesamaan nilanja, lelaan Seidel-na adalah +1 = g 1 (,, z ) +1 = g 2 ( +1,, z ) z +1 = g 3 ( +1, +1, z ) = 0, 1, 2,... Kondisi behenti(konvegen) adalah +1 - < ε dan +1 - < ε dan z +1 -z < ε Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 13

Contoh: Selesaikan sistem pesamaan nilanja beikut ini, f 1 (, ) = 2 + -10 = 0 f 2 (, ) = + 3 2-57 = 0 (Akasejatinaadalah = 2 dan = 3) Penelesaian: Posedu lelaan titik-tetapna adalah 10 2 + 1 = +1 = 57-3 +1 2 Gunakantebakanawal 0 = 1.5 dan 0 = 3.5 dan ε= 0.000001 Tabel lelaanna: Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 14

------------------------------------------------------------------------------- +1 - +1 - ------------------------------------------------------------------------------- 0 1.500000 3.500000 - - 1 2.214286-24.375000 0.714286 27.875000 2-0.209105 429.713648 2.423391 454.088648 3 0.023170-12778.041781 0.232275 13207.755429... ------------------------------------------------------------------------------- Tenata lelaanna divegen! Sekaang kita ubah pesamaan posedu lelaanna menjadi + 1 + 1 = 10 = 57 3 + 1 Tebakanawal 0 = 1.5 dan 0 = 3.5 dan ε= 0.000001 Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 15

Hasilna, ----------------------------------------------------------------------- +1 - +1 - ---------------------------------------------------------------------- 0 1.500000 3.500000 - - 1 2.179449 2.860506 0.679449 0.639494 2 1.940534 3.049551 0.238916 0.189045 3 2.020456 2.983405 0.079922 0.066146 4 1.993028 3.005704 0.027428 0.022300 5 2.002385 2.998054 0.009357 0.007650 6 1.999185 3.000666 0.003200 0.002611 7 2.000279 2.999773 0.001094 0.000893 8 1.999905 3.000078 0.000374 0.000305 9 2.000033 2.999973 0.000128 0.000104 10 1.999989 3.000009 0.000044 0.000036 11 2.000004 2.999997 0.000015 0.000012 12 1.999999 3.000001 0.000005 0.000004 13 2.000000 3.000000 0.000002 0.000001 14 2.000000 3.000000 0.000001 0.000000 --------------------------------------------------------------------- Aka = 2.000000; = 3.000000 Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 16

2) MetodeNewton-Raphson Tinjaufungsidenganduapeubah, u = f(, ). Deet Talo ode petama dapat dituliskan untuk masingmasing pesamaan sebagai u +1 = u + ( +1 - ) u + ( +1 - ) dan v +1 = v + ( +1 - ) + ( +1 - ) v u v Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 17

Kaenapesoalanmencaiaka, maka u +1 = 0 dan v +1 = 0, untukmembeikan u u +1 + +1 = -u + u + u v v +1 + +1 = -v + v + v Dengan sedikit manipulasi aljaba, kedua pesamaan teakhiinidapatdipecahkanmenjadi: Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 18

v u v u u v v u + = +1 u v v u Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 19 v u v u v u + = +1 Penebut dai masing-masing pesamaan ini diacu sebagai deteminan Jacobi dai sistem tesebut

Contoh: Gunakan metode Newton-Raphson untuk mencai aka f 1 (, ) = u= 2 + -10 = 0 f 2 (, ) = v= + 3 2-57 = 0 dengantebakanawal 0 =1.5 dan 0 =3.5 Penelesaian: u u o = 2+ = 2(1.5) + 3.5 = 6.5 u o v o = = 1.5 = 3 2 = 3(3.5) 2 = 36.75 v o = 1+ 6= 1 + 6(1.5) = 32.5 Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 20

Deteminan Jacobi untuk lelaan petama adalah 6.5(32.5) - 1.5(36.75) = 156.125 Nilai-nilai fungsi dapat dihitung dai tebakan awal sebagai u 0 = (1.5) 2 + 1.5(3.5) -10 = -2.5 v 0 = (3.5) 2 + 3(1.5)(3.5) 2-57 = 1.625 Nilaidanpadalelaanpetamaadalah dan ( 2.5 )( 32.5 ) 1.625 ( 1.5 ) = 1.5 = 1 156.125 ( 2.5)( 36.75) 1.625( 6.5) 2.03603 = 3.5 + = 2.84388 1 156.125 Apabila lelaanna diteuskan, ia konvegen ke aka sejati = 2 dan = 3. Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 21

ContohPeneapan Dalam suatu poses Teknik Kimia, campuan kabon monoksida dan oksigenmencapaikesetimbanganpadasuhu300 K dantekanan5 atm. Reaksi teoitisna adalah CO + 1/2 O 2 CO 2 Reaksi kimia ang sebenana tejadi dapat ditulis sebagai CO + O 2 CO 2 + O 2 + (1 -) CO 2 Pesamaankesetimbangankimiauntukmenentukanfaksimol CO ang tesisa, aitu, ditulis sebagai ( 1 )( 3+ ) 1 2 2 ( + 1) 1 p K p =, 0 < < 1 1 2 ang dalamhalini, K p = 3.06 adalahtetapankesetimbanganuntuk eaksico + 1/2 O 2 pada3000 K danp = 5 atm. Tentukannilaidengan metode egula falsi ang dipebaiki. Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 22

Penelesaian: Pesoalan ini memang lebih tepat diselesaikan dengan metode tetutup kaena adalah faksi mol ang nilaina teletak antaa0 dan1. Fungsi ang akan dicai akana dapat ditulis sebagai 1 2 ( 1 )( 3 + ) f() = - K p, 0 < < 1 1 2 2 ( + 1) 1 p dengank p = 3.06 danp =5 atm. Selang ang mengandung aka adalah[0.1, 0.9]. Nilai fungsi di ujungujung selang adalah f(0.1) = 3.696815 dan f(0.9) = -2.988809 ang memenuhi f(0.1) f(0.9) < 0. Tabel lelaanna adalah: Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 23

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- a c b f(a) f(c) f(b) Selang bau Lebana --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 0 0.100000 0.542360 0.900000 3.696815-2.488120-2.988809 [a, c] 0.442360 1 0.100000 0.288552 0.542360 1.848407-1.298490-2.488120 [a, c] 0.188552 2 0.100000 0.178401 0.288552 0.924204 0.322490-1.298490 [c, b] 0.110151 3 0.178401 0.200315 0.288552 0.322490-0.144794-1.298490 [a, c] 0.021914 4 0.178401 0.193525 0.200315 0.322490-0.011477-0.144794 [a, c] 0.015124 5 0.178401 0.192520 0.193525 0.161242 0.009064-0.011477 [c, b] 0.001005 6 0.192520 0.192963 0.193525 0.009064-0.000027-0.011477 [a, c] 0.000443 7 0.192520 0.192962 0.192963 0.009064-0.000000-0.000027 [a, c] 0.000442 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Hampian aka = 0.192962 Jadi, setelah eaksi belangsung, faksi mol CO ang tesisa adalah 0.192962. Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 24