Geo Image 2 2) 203) Geo Image Spatial-Ecological-Regional) http://journal.unnes.ac.i/sju/inex.php/geoimage PERSEPSI MASYARAKAT PEAMBAG TRADISIOAL TERHADAP SUMBER DAYA MIYAK BUMI DI KAWASA CEPU Kukuh Prasetiyo Jati, R. Sugiyanto, Juhai Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas egeri Semarang, Inonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima Januari 203 Disetujui Februari 203 Dipublikasikan Juni 203 Keywors: mangrove ecosystems, coastal. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat penambang traisional terhaap sumber aya minyak bumi an ampak penambangan traisional terhaap kualitas air tanah. Keterlibatan masyarakat alam pengelolaan tambang minyak kawasan Cepu, terutama i Desa Leok, isebabkan prouksi Pertamina inilai tiak ekonomis. Penambangan traisional juga mengakibatkan ampak negatif terhaap kualitas air isebabkan oleh resiu penambangan. Hasil Penelitian menggambarkan bahwa sebelum aanya penambangan traisional, masyarakat Desa Leok cenerung mempertahankan traisi buayanya. Cara panang an pola kehiupan mereka menyesuaikan konisi sosial buaya an lingkungan alam. Setelah sumber aya minyak milik Pertamina ikelola secara traisional masyarakat ikut terlibat i alamnya. Proses prouksi ilakukan secara gotong royong baik tenaga maupun moal. Kegiatan ini memberikan penghasilan kepaa para penambang minimal Rp 350.000 setiap bulan. Kegiatan penambangan minyak traisional juga menimbulkan pencemaran paa sumur penuuk yang jaraknya ekat engan sungai. Pencemaran tersebut terlihat ari air sumur yang berbau, berasa, an berwarna keruh serta nilai TDS, DO, BOD, an COD air yang melebihi ambang batas pencemaran.. Abstract This stuy aims to know the public perception of the traitional miners about petroleum resources an the impact of traitional mining towars the grounwater quality. Community involvement in the management of the Cepu oil fiels, especially in the village of Leok, cause by the prouction of Pertamina which not economically. Traitional mining also cause a negative impact on water quality, as resiues mining. Research result explains that before the traitional mining, Leok society ten their cultural traitions. Perspective an life pattern accorance of sociocultural an natural environment. After Pertamina oil resources traitionally manage, community were involve in it. The prouction process is mutual cooperation with energy as well as financial. These activities provie income to the miners at least Rp 350.000 each month.traitional oil mining activities also cause contamination the wells that were locate close to the river. Contamination is evient from the well water smell, taste, an isturbe color an value of TDS, DO, BOD an COD excee of the limit contamination. 203 Universitas egeri Semarang Alamat koresponensi: Geung C Lantai FIS Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: geografiunnes@gmail.com ISS 2252-285 4
PEDAHULUA Lapangan prouksi minyak kawasan Cepu memiliki 252 sumur minyak tua. Sumur tersebut sebagian besar tiak iusahakan karena faktor ekonomis, yaitu prouksinya renah tetapi membutuhkan biaya prouksi yang tinggi. Salah satu tempat yang memiliki sumur minyak tua i kawasan Cepu aalah lapangan prouksi minyak i Desa Leok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Tahun 998 i lapangan Leok, hak pengelolaan sumur minyak yang suah tiak iprouksi oleh Pertamina secara resmi iberikan kepaa kelompok masyarakat lokal. Masyarakat melakukan proses pengambilan minyak secara traisional engan memanfaatkan kembali sumur minyak yang suah tiak iprouksi oleh Pertamina. Keterlibatan masyarakat alam penambangan minyak bumi kawasan Cepu khususnya i Desa Leok, merupakan upaya kerjasama antara Pertamina sebagai pemilik sumber aya engan masyarakat lokal. Penambangan minyak traisional i Desa Leok juga menimbulkan ampak bagi lingkungan hiup, yaitu pencemaran air tanah. Resiu penambangan traisional mengalir menuju sungai yang beraa i sekitar pemukiman penuuk, sehingga menyebabkan pencemaran air sumur yang jaraknya ekat engan sungai. Pencemaran minyak bumi i tanah merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan manusia. Minyak bumi yang mencemari tanah apat mencapai lokasi air tanah, anau atau sumber air yang menyeiakan air bagi kebutuhan manusia, sehingga menjai masalah serius bagi aerah yang menganalkan air tanah sebagai sumber utama kebutuhan air bersih atau air minum. Pencemaran minyak bumi meskipun engan konsentrasi hirokarbon yang sangat renah sangat mempengaruhi bau an rasa air tanah LM FEUI, 200). Penelitian tentang persepsi masyarakat penambang minyak traisional i Desa Leok ini bertujuan untuk menapatkan gambaran tentang persepsi masyarakat penambang traisional terhaap sumber aya minyak bumi an mengetahui ampak penambangan minyak traisional terhaap kualitas air tanah.permasalahan tentang persepsi masyarakat terhaap sumber aya minyak bumi iukur berasarkan tiga hal yaitu latar belakang buaya, nalar, an pengalaman Setiawan an Haryai, 995:25). Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) 5 Seangkan permasalahan tentang ampak penambangan terhaap kualitas air iukur berasarkan kualitas air secara fisik an kimia. Kualitas air secara fisik meliputi bau, rasa, an warna. Seangkan kualitas air secara kimia meliputi TDS, DO, BOD, COD, ph, an Fe. Hasil pengukuran kualitas kimia air ibaningkan engan nilai ambang batas pencemaran kualitas air. Tabel menunjukan ambang batas pencemaran kualitas kimia air. Tabel. Ambang Batas Pencemaran Kualitas Kimia Air Parameter yang Ambang batas pencemaran iukur TDS 500 DO BOD COD ph Fe 2 0-9 0,3 Sumber: Peraturan Menteri Kesehatan o. 82 Tahun 200 METODE PEELITIA Penelitian ini merupakan stui kasus engan menggunakan metoe eskriptif kualitatif sebagai metoe utama an kuantitatif sebagai penukung. Metoe kualitatif igunakan untuk mengetahui persepsi masyarakat penambang traisional terhaap sumber aya minyak bumi, seangkan penekatan kuantitatif igunakan untuk mengukur kualitas air tanah berasarkan parameter kimia. Sumber ata aalah anggota penambang Desa Leok, perangkat Desa Leok, pihak Pertamina, serta sampel air sumur i Desa Leok. Variabel penelitian yang pertama yaitu persepsi masyarakat meliputi pemahaman atas konisi ekonomi an sosial buaya sebelum aanya penambangan traisional, sejarah awal mula penambangan traisional, an aturan pengelolaan penambangan traisional. Variabel yang keua yaitu ampak penambangan traisional terhaap kualitas air tanah meliputi kualitas fisik an kimia air. Analisis persepsi masyarakat menggunakan penekatan kualitatif yang ilakukan sejak awal hingga akhir penelitian. Analisis teriri ari tiga kegiatan yaitu reuksi ata, penyajian ata, am penarikan kesimpulan. Analisis kualitas air berasarkan parameter kimia bersifat kuantitatif, ilakukan engan pengujian sampel air i laboratorium, hasilnya ibaningkan engan acuan ambang
Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) batas pencemaran berasar paa Peraturan Menteri Kesehatan o. 82 Tahun 200. HASIL DA PEMBAHASA Persepsi Masyarakat Terhaap Sumber Daya Minyak Bumi Sebelum aanya penambangan traisional masyarakat Desa Leok cenerung mempertahankan traisi buaya. Terlihat ari kehiupan masyarakatnya yang menyesuaikan konisi sosial buaya an lingkungan alam. Konisi sosial ekonomi masyarakat Desa Leok juga belum memaai. Hal tersebut terlihat ari pekerjaan mereka yang hanya sebagai petani an pencari kayu serta penapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hiup. Konisi sarana an prasarana meliputi hunian penuuk, jalan esa, an fasilitas umum juga masih seerhana. Aktivitas penambangan minyak traisional i Desa Leok iresmikan Pertamina paa tahun 998, itanai engan perjanjian kerjasama antara Pertamina engan koperasi penambang Kokaptraya nomor 3/D5000/98-B tentang jasa memprouksi minyak bumi. Kerjasama tersebut itinaklanjuti oleh Kokaptraya engan bekerja sama engan Pihak Ketiga untuk membuka sumursumur tua i Desa Leok. Kerjasama tersebut tertuang alam Surat Perjanjian omor 028/Kokaptraya-CU/98 antara Kokaptraya engan Pihak Ketiga. Gambar menunjukan aktivitas penambangan minyak traisional i Desa Leok. Tahun 999-2000 kepemilikan penambangan traisional beraa itangan pihak ketiga sebagai investor asing. Pihak ketiga ini menanggung semua biaya prouksi kegiatan penambangan traisional yang ilakukan oleh penuuk. amun karena keterbatasan ana, pengelolaan iambil alih koperasi penambang Kokaptraya yang bekerja sama engan kelompok pekerja. Kokaptraya mampu menjalin kerjasama engan para penambang sampai engan saat ini karena sistem peminjaman alat yang ilakukan oleh Kokaptraya irasa sangat menguntungkan bagi penambang. Awal pengelolaan penambangan ilakukan orang Wonocolo, orang-orang ini aalah sebagai pemberi contoh bagi masyarakat Desa Leok alam proses pengelolaan secara traisional. amun cara prouksi minyak paa penambangan traisional i Wonocolo tiak itiru oleh masyarakat penambang i Desa Leok. Penambang i Wonocolo menggunakan tenaga manusia untuk proses pengambilan minyak ari alam sumur, seangkan Penambang Desa Leok menggunakan tenaga mesin seperti mesin iesel maupun mesin truk. Gambar 2 menunjukan penambangan minyak traisional yang ilakukan oleh masyarakat Desa Wonocolo, Kecamatan Keewan, Kabupaten Bojonegoro. Gambar 2. Penambangan Minyak Traisional yang Dilakukan Oleh Masyarakat i Desa Wonocolo Sumber: PPT Migas, Foto: Migas) Gambar. Aktivitas Penambangan Minyak Traisional i Desa Leok Sumber: Hasil Survey 202, Foto: Kukuh Prasetiyo Jati) Kepemilikan pihak ketiga sebagai investor ini tiak berlangsung lama hal ini isebabkan karena keterbatasan ana an terjai konflik internal engan penuuk lokal yang bekerja sebagai penambang. Tahun 2000-202 kepemilikan penambangan traisional beraa itangan koperasi penambang Kokaptraya. Koperasi
Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) penambang ini melayani peminjaman alat untuk kegiatan prouksi minyak secara traisional. Kerjasama antara penambang engan Kokaptraya ini berlangsung cukup lama karena keua pihak merasa saling untung. Gambar 3 menunjukan hubungan investor engan kelompok penambang sejak awal penambangan. Tahun 998-2000 Pertamina Pihak ke 3 Tahun 2000-202 Pertamina Kokaptraya Kelompok penambang Orang Wonocolo Orang Leok Kelompok penambang Orang Leok Operator Penambang Gambar 3. Pola Hubungan Investor an Kelompok Penambang Sejak Awal Penambangan Masyarakat Desa Leok mengalami proses penyerapan ilmu penambangan yang berlangsung selama 2 tahun. Selanjutnya bersamaan engan terjainya perubahan pola pengelolaan yang tainya menggunakan pihak ketiga, menjai langsung ikelola Kokaptraya, tiak aa lagi tenaga kerja yang berasal ari Wonocolo. Perubahan peran masyarakat Desa Leok khususnya penambang yang semula hanya menjai pekerja lepas yang ibayar harian atau mingguan untuk bekerja membuka sumur tua iasari atas perubahan sikap an pemikiran masyarakat seniri. Masyarakat yang terlibat alam pekerjaan pembukaan sumur tua melihat bahwa apabila ibayar lepas harian atau mingguan maka tenaganya hanya igunakan selama membuka sumur. Pelaku penambangan minyak aalah warga Desa Leok. Aktivitas penambangan yang berlangsung melibatkan penuuk ari setiap Rukun Warga RW). Pelaku yang terlibat alam penambangan terbagi alam ua golongan yaitu penambang an operator. Pembagian upah yang umum ilakukan alam operasional penambangan minyak traisional i Desa Leok aalah 0%:30%. Tujuh puluh persen iberikan kepaa operator yang harus menanggung bahan bakar an perawatan mesin mobil penarik timba. Tiga puluh persen ibagi ke seluruh anggota sesuai engan yang isepakati bersama. Gambar 4 menunjukan penambang an operator yang seang bekerja. Gambar 4. Penambang an Operator yang Seang Bekerja i Desa Leok Sumber: Hasil Survey 203, Foto: Kukuh Prasetiyo Jati) Pembagian waktu kerja menyesuaikan engan sumur. Di pagi hari mulai pukul 05.00 hingga 08.00, an konisi yang ihaapi penambang an konisi prouktivitas sore hari pukul 4.00 kembali bekerja menimba minyak
Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) hingga pukul.00. pemanfaatan utama mereka ari hasil penambangan traisional aalah masih berkisar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi mereka sebetulnya tiak hanya menggantungkan hiup paa o Tabel 2. Pembagian Waktu Kerja Penambang Kategori Waktu Kerja Sumur Prouksi tinggi Prouksi berkala Prouksi kecil Sumber: Hasil Analisis 202 2 kali sehari Pukul 05.00-08.00 an 4.00-.00 2 sampai 3 kali alam minggu Pukul 05.00-09.00 kali sehari : pukul 05.00-09.00 atau 4.00-.00 Sementara itu pihak pemerintah alam hal ini Pertamina berkewajiban untuk membeli minyak hasil penambangan traisional sesuai engan harga yang berlaku, melinungi an menjaga keselamatan kerja semua penambangan minyak karena pekerjaan lainnya seperti semula tetap berjalan. Tabel 2 menunjukan pembagian waktu kerja penambang. Penambangan minyak traisional secara langsung maupun tiak telah meningkatkan penapatan bagi sebagian penuuk i Desa Leok. Apabila sebelumnya mereka bekerja sebagai petani memiliki penghasilan kurang ari Rp 250.000 perbulan, setelah menjai penambang mereka mempunyai penghasilan minimal Rp 350.000 setiap bulan. Pengelolaan penambangan minyak traisional Desa Leok, masyarakat penambang harus memenuhi kewajiban yang itentukan, yaitu teraftar sebagai anggota alam jamsostek, membayar iuran anggota tiap bulan, bekerja sesuai target prouksi yang itetapkan, an melaporkan semua kegiatan prouksi minyak kepaa Pertamina. kelompok penambang, serta bertanggung jawab penuh atas semua resiko yang terjai alam kegiatan penambangan. Gambar 5 merupakan aturan yang berlaku i lokasi penambangan. Gambar 5. Aturan i Lokasi Penambangan Desa Leok Sumber: Hasil Survey 202, Foto: Kukuh Prasetiyo Jati) Kegiatan penambangan traisional ini Penambangan minyak traisional menimbulkan mempunyai aturan-aturan ari Pertamina yang harus itaati oleh para penambang. Aturan tersebut aalah semua kegiatan penambangan harus memiliki izin resmi ari BP Migas an Kokaptraya, mempunyai moal seniri alam usaha membuka sumur baru untuk itambang, bertanggung jawab atas pengelolaan prouksi minyak, serta tiak aanya campur tangan atau pengaruh ari pihak lain seperti Perhutani maupun perangkat esa alam pengelolaan pertambangan. ampak bagi lingkungan hiup. Penampungan minyak mentah hasil ari penambangan an penampungan resiu mengalir menuju sungai yang beraa i sekitar pemukiman penuuk, sehingga menyebabkan pencemaran air sumur i sekitarnya. Hal ini terjai paa saat musim hujan imana resiu ari penambangan terbawa oleh air yang mengalir ari lokasi penambangan munuju sungai ekat pemukiman penuuk. Gambar menunjukan resiu ari aanya penambangan minyak traisional yang langsung ialirkan menuju sungai. Dampak Penambangan Minyak Traisional Terhaap Kualitas Air Tanah 8
Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) Gambar. Resiu Penambangan yang Menyebabkan Pencemaran i Desa Leok Sumber: Hasil Survey 202, Foto: Kukuh Prasetiyo Jati) Pencemaran air yang isebabkan oleh minyak Pengukuran kualitas air tanah i Desa Leok bumi i Desa Leok, berasal ari resiu ari penambangan traisional. Menurut keterangan warga, ampak ari pencemaran ini akan sangat terasa i musim penghujan karena resiu penambangan yang terkena air hujan mengalir ke sungai an mencemari sumur penuuk. Pengukuran kualitas air berasarkan paremeter fisik an kimia sangat iperlukan untuk meninjau ampak penambangan minyak traisional ini terhaap kualitas air tanah i Desa Leok. Sampel tiak hanya itinjau ari pernyataan masyarakatnya terhaap air yang mereka gunakan, karena belum ibuktikan secara pasti bahwa air yang igunakan benarbenar sehat secara fisik maupun kimia. untuk itu perlu iuji secara ilmiah untuk mengetahui kualitas air tanah i Desa Leok. Tabel 3 menunjukan hasil pengamatan kualtas fisik air. Tabel 3. Hasil Pengamatan Kualitas Fisik Air Kualitas air berasarkan parameter fisik Bau Rasa a Warn Berbau Tiak Keruh 2 Berbau Berasa Keruh 3 Tiak Tiak Tiak 4 Tiak Tiak Keruh 5 Tiak Tiak Tiak Tiak Tiak Tiak Sumber: Hasil Analisis 202 Berasarkan Tabel 3 apat ipaparkan secara fisik masih terapat sumber air yang igunakan oleh penuuk i Desa Leok kurang sehat yaitu masih berbau, berasa, an berwarna keruh. Terapat 2 sumur yang sumber airnya berbau yaitu sampel an 2, aa sumur yang berasa yaitu sampel 2, serta 3 sumur yang berwarna keruh yaitu sampel, 2, an 4. Dari hasil penelitian apat isimpulkan bahwa sumber air sumur yaitu sampel, 2, an 4 apat ikatakan kurang sehat karena air yang igunakan oleh penuuk berbau, berasa, an berwarna keruh. Selain kualitas fisik air, untuk mengetahui pencemaran suatu sumber air juga harus ilakukan pengukuran kualitas air secara kimia. Pengukuran kualitas air berasarkan parameter kimia ilakukan engan menguji kaar kimia air, pengujian ilakukan i Laboratorium Kimia Universitas egeri Semarang. Kaar yang iujikan meliuti TDS, DO, BOD, COD, ph, an Fe. Tabel 4 menunjukan hasil uji laboratorium pengukuran kualtas air berasarkan parameter kimia. 9
Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) Tabel 4. Hasil Pengukuran Kualitas Kimia Air Parameter kimia yang iukur el Samp 2 3 4 5 DS 34.93.4 35 2.24 T O,,3,3,4 D 4 2 4 3 OD,0 4,0,,,8,2 B 8 9 9 OD 3,24,85 0,32,,8 0,8 C 9 9 H,0,0,0 p e F Sumber: Hasil Uji Laboratorium Kimia UES 202 Berasarkan Tabel 4 apat ijelaskan bahwa sampel, 4, an 5 yang memiliki nilai TDS kurang ari 500 mg/l masih memenuhi stanar kualitas air, seangkan paa sampel 2, 3, an yang memiliki nilai TDS lebih ari 000 mg/l suah melebihi ambang batas kualitas air. ilai DO paa semua sampel sumur yang iuji kurang sehat, karena nilai DO setiap sampel antara 0-5 mg/l lebih kecil ari stanar yang itetapkan, yaitu sebesar mg/l. ilai BOD paa setiap sampel air yang tiak memenuhi stanar kualitas air, karena setiap sampel mempunyai kanungan nilai BOD antara -4 mg/l. ilai COD paa sampel 4 an 5 yang memiliki nilai antara 0-0 mg/l masih memenuhi stanar kualitas air, seangkan paa sampel, 2, 3, an yang memiliki nilai lebih besar ari 0 mg/l melebihi ambang batas. ilai ph paa sampel air sumur yang iujikan memiliki nilai antara sampai nilai tersebut masih memenuhi stanar yang itetapkan an kaar Fe menunjukan not etecte atau tiak itemukan. ilihat ari konisi sosial buaya an sosial ekonomi masyarakat sebelum aanya penambangan. Penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Leok cenerung mempertahankan buaya engan menyesuaikan konisi sosial an lingkungan alam. Konisi ekonomi masyarakat juga belum memaai. Hal tersebut terlihat ari pekerjaan mereka hanya sebagai petani an pencari kayu, an penapatannya hanya untuk memenuhi kebutuhan. alar aalah pengetahuan manusia terhaap suatu fakta yang terjai, nalar setiap manusia ipengaruhi oleh pemahaman an pengalaman manusia itu seniri. alar terkait tentang persepsi masyarakat penambang terhaap sumber aya minyak bumi aalah sebagai pemahaman masyarakat penambang tentang aktivitas penambangan traisional yang mampu meningkatan penapatan para penambang. Paa tahap awal pembukaan sumur tua i Desa Leok, banyak tenaga kerja yang iambil ari Wonocolo. PEMBAHASA Terkait persepsi masyarakat penambang traisional i Desa Leok terhaap sumber aya minyak bumi, Setiawan an Haryai 995:25) mengemukakan bahwa persepsi manusia terhaap lingkungan merupakan interpretasi ruang oleh iniviu yang iasarkan atas latar belakang buaya, nalar, an pengalaman iniviu tersebut. Latar belakang buaya merupakan konisi sosial buaya masyarakat yang apat ilihat ari cara panang an pola pikir yang berkembang alam masyarakat. Hal tersebut Dalam proses penambangan terjai alih teknologi ari masyarakat wonocolo ke masyarakat Desa Leok yang terlibat alam penambangan. Mereka menyerap ilmu tentang penambangan minyak engan cara timba ari tenaga kerja i Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro yang telah menjalani penambangan minyak traisional secara turun temurun. Penambang Desa Leok mengalami proses penyerapan ilmu penambangan yang berlangsung selama 2 tahun. Selanjutnya bersamaan engan terjainya perubahan pola pengelolaan yang tainya menggunakan pihak ketiga, 20
Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) menjai langsung ikelola Kokaptraya, tiak aa lagi tenaga kerja yang berasal ari Wonocolo. Perubahan peran masyarakat Desa Leok khususnya penambang yang semula hanya menjai pekerja lepas yang ibayar harian atau mingguan untuk bekerja membuka sumur tua ibawah Pihak Ketiga yang itunjuk oleh Kokaptraya i asari atas perubahan sikap an pemikiran masyarakat seniri. Belajar ari pengalaman maka masyarakat yang terlibat alam pekerjaan pembukaan sumur tua melihat bahwa apabila ibayar lepas harian atau mingguan maka tenaganya hanya akan igunakan selama membuka sumur saja. Kegiatan ini menghasilkan 30.000 liter perhari. Pekerjaan i sektor penambangan ini mampu meningkatkan penapatan masyarakat penambang ari pekerjaan mereka sebelumnya. Apabila sebelumnya mereka bekerja sebagai petani memiliki penghasilan kurang ari Rp 250.000 perbulan, setelah menjai penambang mereka mempunyai penghasilan minimal Rp 350.000 setiap bulan. Pengalaman merupakan tinakan yang muncul setelah aanya pemahaman ari seorang iniviu terhaap suatu peristiwa yang terjai alam lingkungannya. Berasarkan pengalaman masyarakat, selain memberikan ampak yang positif untuk masyarakat penambang, aanya penambangan minyak traisional ini juga menimbulkan ampak yang negatif. Dampak negatif tersebut aalah pencemaran kualitas air sumur penuuk i Desa Leok, baik pencemaran secara fisik maupun kimia. Hal ini apat ilihat ari air sumur yang berbau, berasa, an berwarna keruh serta nilai TDS, DO, BOD, an COD air yang melebihi ambang batas pencemaran. Aanya bau alam air iakibatkan oleh zat-zat anorganik yang terlarut alam air. Seangkan rasa alam air iakibatkan oleh kontak air engan zat organik yang lapuk serta isebabkan oleh aanya penguraian zat organik oleh bakteri alam air, yang berlangsung secara kimiawi. Kekeruhan yang terjai alam air isebabkan oleh turbulensi alam air yang bercampur lumpur resiu penambangan traisional. Tingginya nilai TDS isebabkan karena aanya resiu penambangan traisional yang berupa paatan yang terlarut bersama minyak. Paatan tersebut aalah butiran-butiran seng yang berasal ari pipa saluran minyak, kemuian masuk ke sumur penuuk bersama engan meresapnya air. Renahnya nilai DO karena aanya kanungan lemak minyak alam air, walaupun jumlah lemak minyak tersebut tiak terlalu banyak namun sangat mempengaruhi jumlah oksigen terlarut alam air. Tingginya nilai BOD karena sebagian besar penuuk tiak memperhatikan jarak yang ieal antara sumur engan sungai yang tercemar akibat ari aanya penambangan minyak traisional. Hal ini membuat kanungan kimia organik maupun anorganik apat meresap ke sumur penuuk. Tingginya nilai COD karena aanya resiu penambangan yang ikut terbawa aliran sungai, sehingga mempengaruhi kualitas air sumur penuuk yang lokasinya ekat engan sungai SIMPULA DA SARA Cara panang an pola berfikir masyarakat Desa Leok sebelum aanya penambangan minyak traisional menunjukan bahwa mereka cenerung mempertahankan traisi buayanya. Kehiupan masyarakat menyesuaikan konisi sosial buaya an lingkungan alam. Hal ini terlihat ari mata pencaharian mereka yang bergantung paa alam yaitu sebagai petani an pencari kayu. Tambang minyak i Desa Leok merupakan sumber aya milik Pertamina yang ikelola secara traisional. Proses prouksinya ilakukan oleh masyarakat setempat engan pola pengelolaan secara gotong royong baik tenaga maupun moal. Kegiatan ini menghasilkan 30.000 liter perhari. Pekerjaan i sektor penambangan ini mampu meningkatkan penapatan masyarakat penambang minimal Rp 350.000 setiap bulan. Dampak negatif ari aanya penambangan minyak traisional ini aalah pencemaran air sumur penuuk i Desa Leok. Hal ini isebabkan karena resiu penambangan yang mengalir ke sungai sehingga menurunkan kualitas air sumur yang lokasinya ekat engan sungai. Pola penambangan minyak traisional Desa Leok perlu ikembangkan ke aerah lain seperti i Desa Kawengan, globo, Balun, an Wonocolo mengingat masih banyak sumur tua yang belum imanfaatkan. Semua pihak yang terlibat alam penambangan untuk membangun tempat pengolahan resiu, supaya limbah yang ibuang alam konisi steril an tiak menimbulkan ampak negatif terhaap lingkungan. 2
Kukuh Prasetiyo Jati / Geo Image 2 2) 203) DAFTAR PUSTAKA Effeni, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta: KAISIUS. FEUI. 200. Analisis Inustri Minyak Dan Gas Inonesia. Jakarta: Biro Riset LM FEUI. Milles, Matthew B, an Huberman, A. Michael. 992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Penerbit Universitas Inonesia UI Press). Pemkabblora. 202. Sejarah Minyak Blora. www. pemkabblora.go.i. 2 Agustus 202). Peraturan Menteri Kesehatan o. 492 Tahun 200 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Peraturan Menteri Kesehatan o. 82 Tahun 200. Tentang Pengolahan Kualitas Air an Pengenalian Pencemaran Air. PPT Migas. 995. 00 Tahun Perminyakan Di Cepu. Cepu: PPT Migas. Pusiklat Migas. 200. Pertamina EP Region Jawa Area Cepu. Cepu: Pusiklat Migas. Wikipeia. 202. Dortsche Petroleum Maatschappij. i.wikipeia.org 2 Agustus 202). 22