Soal dan Jawaban Tes

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 4 Hasil Pekerjaan Siswa

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

Pelabelan matriks menggunakan huruf kapital. kolom ke-n. kolom ke-3

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

MATRIKS. 3. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai baris dan kolom yang sama.

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar

MATRIKS. 2. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang hanya mempunyai satu kolom. 2 3 Contoh: A 4 x 1 =

Matriks. Modul 1 PENDAHULUAN

MATRIKS. a A mxn = 21 a 22 a 2n a m1 a m2 a mn a ij disebut elemen dari A yang terletak pada baris i dan kolom j.

PELATIHAN INSTRUKTUR/PENGEMBANG SMU 28 JULI s.d. 12 AGUSTUS 2003 MATRIKS. Oleh: Drs. M. Danuri, M. Pd.

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2

Pertemuan 2 Matriks, part 2

MATEMATIKA. Sesi MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS B. UKURAN ATAU ORDO SUATU MATRIKS

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS (WAJIB)

BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :

Matriks. Baris ke 2 Baris ke 3

MATRIKS. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT VI DERAJAT MAHIR 2 SETARA KELAS XII. Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

STANDAR KOMPETENSI : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep matriks

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik. Tugas individu.

MATRIKS. Perhatikan tabel yang memuat data jumlah siswa di suatu sekolah Tabel Jumlah Siswa Kelas Laki-laki Wanita

Matriks Jawab:

DIKTAT MATEMATIKA II

Matematika Teknik INVERS MATRIKS

A. Pengertian Matriks

Modul 2.2 Matriks dan Sistem Persamaan Linear (Topik 2) A. Pendahuluan Matriks dan Sistem Persamaan Linear

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

2. MATRIKS. 1. Pengertian Matriks. 2. Operasi-operasi pada Matriks

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.

17. MATRIKS. , maka transpose matriks A adalah A T a c. Dalam perkalian dua matriks terdapat matriks identitas (I), sedemikian sehingga I A = A I = A

& & # = atau )!"* ( & ( ( (&

Matriks. Modul 1 PENDAHULUAN

8 MATRIKS DAN DETERMINAN

matematika Wajib Kelas X PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-13 A. DEFINISI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

Modul 2.2 Matriks dan Sistem Persamaan Linear (Topik 3) A. Pendahuluan Matriks dan Sistem Persamaan Linear

METODE MATRIKS (MATRIKS) Mekanika Rekayasa IV. Norma Puspita, ST. MT. a 11 a 12 a 13 a 1n a 21 a 22 a 23 a 2n

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

MATEMATIKA 1. Pengantar Teori Himpunan

Matriks. Matriks B A B. A. Pengertian Matriks. B. Operasi Hitung pada Matriks. C. Determinan dan Invers

10. MATRIKS. , maka transpose matriks A adalah A T a

Sumber: Kamus Visual, 2004

ULANGAN TENGAH SEMESTER 1 KELAS XII PROGRAM IPA TAHUN PELAJARAN 2011/ = a b c d e b. 5 c.

Konsep Dasar. Modul 1 PENDAHULUAN

BAB V HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN

Rangkaian digital yang ekivalen dengan persamaan logika. Misalnya diketahui persamaan logika: x = A.B+C Rangkaiannya:

Matriks. Pada Kelas X, Anda telah mempelajari cara menyelesaikan sistem

Operasi Pada Matriks a. Penjumlahan pada Matriks ( berlaku untuk matriks matriks yang berukuran sama ). Jika A = a ij. maka matriks A = ( a ij)

Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks

Diktat Kuliah. Oleh:

Silabus. - Membedakan berbagai jenis bilangan yang ada. Tugas individu, tugas kelompok, kuis.

a11 a12 x1 b1 Kumpulan Materi Kuliah #1 s/d #03 Tahun Ajaran 2016/2016: Oleh: Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

MATEMATIKA. Sesi MATRIKS CONTOH SOAL A. MATRIKS SATUAN (MATRIKS IDENTITAS)

Matematika Logika Aljabar Boolean

MATRIKS. kolom, sehingga dapat dikatakan matriks berordo 3 1 Penamaan suatu matriks biasa menggunakan huruf kapital

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

matematika WAJIB Kelas X PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-13 A. PENDAHULUAN

SISTEM BILANGAN BULAT

E-learning matematika, GRATIS

Banyaknya baris dan kolom suatu matriks menentukan ukuran dari matriks tersebut, disebut ordo matriks

Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengidentifikasi dan mengenal sifat-sifat dasar suatu Grup

BAB I PENDAHULUAN. 3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan invers matriks. 4) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan determinan matriks

MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR ALJABAR LINEAR

BAB II KERANGKA TEORITIS. komposisi biner atau lebih dan bersifat tertutup. A = {x / x bilangan asli} dengan operasi +

Operasi Hitung Bilangan 1

BAB I PENDAHULUAN A. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

1.1 MATRIKS DAN JENISNYA Matriks merupakan kumpulan bilangan yang berbentuk segi empat yang tersusun dalam baris dan kolom.

PERSAMAAN KUADRAT. Persamaan. Sistem Persamaan Linear

02-Pemecahan Persamaan Linier (1)

MATRIKS DAN OPERASINYA. Nurdinintya Athari (NDT)

Struktur Aljabar I. Pada bab ini disajikan tentang pengertian. grup, sifat-sifat dasar grup, ordo grup dan elemennya, dan konsep

Matematika: Aljabar (Persamaan Linear) 11/15/2011 ALJABAR. Oleh Syawaludin A. Harahap SUB POKOK BAHASAN. Syawaludin A. Harahap 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1

MATRIKS MEDIA PEMBELAJARAN. Kompetensi. Definisi. Jenis Jenis Matriks. Kesamaan 2 Matriks. Oprasi Pada Matriks. Referensi. Readme. Author. Exit.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

A. UNSUR - UNSUR ALJABAR

ALJABAR LINIER DAN MATRIKS

MATEMATIKA KONSEP DAN APLIKASINYA Untuk SMP/MTs Kelas VII

MODUL 1. Himpunan FEB. Nur Azmi Karim, SE, M.Si. Fakultas. Modul ke: Program Studi

SEKILAS TENTANG KONSEP. dengan grup faktor, dan masih banyak lagi. Oleh karenanya sebelum

Penyelesaian SPL dalam Rangkaian Listrik

II. TINJAUAN PUSTAKA. nyata (fenomena-fenomena alam) ke dalam bagian-bagian matematika yang. disebut dunia matematika (mathematical world).

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Pertemuan ke-4 ALJABAR BOOLEAN I

DESKRIPSI KESALAHAN MAHASISWA DALAM MEMBUKTIKAN SUATU GRUP (Studi Pada Mahasisiwa Pendidikan Matematika Universitas Al Asyariah Mandar) Fatimah*

STRUKTUR ALJABAR. Sistem aljabar (S, ) merupakan semigrup, jika 1. Himpunan S tertutup terhadap operasi. 2. Operasi bersifat asosiatif.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

ALJABAR ABSTRAK ( TEORI GRUP DAN TEORI RING ) Dr. Adi Setiawan, M. Sc

Analisa Numerik. Matriks dan Komputasi

Bagian 2 Matriks dan Determinan

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

PENGERTIAN RING. A. Pendahuluan

Penulis : Tyas Rangga Kristianto, M.Si. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.

BAB 4 MATRIK ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

P2.1 Teori. Secara umum, matriks Amxn = Pada matriks A di atas a23 menyatakan elemen matriks A pada baris ke-2 dan kolom ke Jenis-Jenis Matriks

BAB I PENDAHULUAN. bermutu perlu mendapatkan penanganan yang lebih baik. wujud dari pangakuan bahwa matematika sangat dibutuhkan dalam pengembangan

Pengolahan Dasar Matriks Bagus Sartono

Bab. Bilangan Bulat. SUmber buku: bse.kemdikbud.go.id

Transkripsi:

lampiran 38

Lampiran1 Soal dan jawaban tes Soal dan Jawaban Tes 1. Santi dan Hasna mengikuti dua kali tes matematika dan bahasa inggris. Tes yang pertama santi dan hasna mendapat nilai 80 untuk pelajaran matematika, sedang kan untuk pelajaran bahasa Inggris Santi mendapat nilai 75 dan Hasna mendapat nilai 87. Untuk tes yang kedua, dalam pelajaran matematika Santi mendapat nilai 79 dan hasna mendapat nilai 85, sedangkan tes bahasa inggris, santi mendapatkan nilai 68 dan hasna mendapatkan nilai 83. Berapakan nilai total tes santi dan total tes hasna tiap mata pelajaran? Tunjukkan dalam bentuk matriks Jawab: Tabel nilai santi dan hasna Tes 1 Tes 2 santi hasna santi Hasna Matematika 80 80 79 85 Bahasa inggris 75 87 68 83 2. Jika, maka tentukanlah nilai Jawab: 3. Hitunglah operasi pengurangan matriks berikut ini Jawab: 39

= 4. Tentukan matriks P yang memenuhi persamaan Jawab: 5. Tentukan a, b, c, d dari persamaan matriks berikut ini: Jawab : 2a = 4 2b= 8 2c = 12 2d = 16 a = 2 b= 4 c = 6 d = 8 6. Diketahui matriks Tentukanlah nilai dari 3A+2A Jawab : 7. Jika Maka nilai A.B adalah 40

Jawab: A.B = 8. Tabel 1 menunjukkan pembelian buah-buahan oleh seorang ibu dalam dua minggu berturut-turut. Sedangkan tabel 2 menunjukkan harga masing-masing jenis buah perkilogram dalam ribuan. Tabel 1 Membeli (kg) jeruk mangga Minggu 1 4 2 Minggu 2 3 5 Tabel 2 Buah Harga ribuan/ kg Jeruk 7 mangga 6 Hitunglah total harga minggu pertama dan total harga minggu kedua (ribuan), hitung dalam bentuk matriks. Jawab: Total harga minggu pertama adalah 40 yang berarti 40 ribu Total harga minggu kedua adalah 51 yang berarti 51 ribu 9. Jika dan a. tentukanlah nilai G 2 Jawab: G 2 41

b. Tentukanlah nilai dari H 3 + G 2 ( G 2 - H 3 ) Jawab: H 2 = H 3 H 3 + G 2 ( G 2 - H 3 )= 42

Lampiran 2 Materi Operasi Hitung Matriks PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN DUA MATRIKS Contoh: Diketahui matriks-matriks; Tentukan jumlah matriks A dan matriks B Jawab: Jika matriks A dan matriks B berordo sama, maka penjumlahan (atau pengurangan) matriks A dengan matrik B adalah sebuah matriks baru yang diperoleh dengan cara menjumlahkan setiap elemen matriks A dengan elemen matriks B yang seletak (bersesuaian). Contoh: Diketahui matriks-matriks; Tentukan jumlah matriks A dan matriks B Jawab: Jadi jumlah matriks A dan matriks B adalah 43

Contoh: Diketahui matriks-matriks; Tentukan: a. A+B dan B+A(apakah A+B=B+A,sifat apakah yang berlaku?) b. (A+B)+C dan A+(B+C), apakah (A+B)+C = A+(B+C) sifat apakah yang berlaku?, Jawab: a. A + B A+B=B+A sifatnya komutatif B + A jadi matriks memiliki sifat komutatif b. (A+B) + C (A+B)+C= A+(B+C) A + (B + C) sifatnya asosiatif jadi matriks memiliki sifat asosiatif 44

Contoh: Diketahui matriks berikut: Tentukan jumlah matriks P dan matriks Q! Jawab: P + Q = Jadi P+Q= Contoh: Diketahui matriks-matriks: Jika X adalah matriks berordo 2 x2 tentukanlah matriks X yang memenuhi persamaan berikut: X+A=B Jawab: X = B - A - Jadi nilai X 45

PERKALIAN ANTARA BILANGAN REAL DENGAN MATRIK Jika Definisi Apabila A adalah sebuah matriks berordo m x n dan k adalah suatu bilangan real, maka ka adalah matriks baru berordo m x n yang diperoleh dari hasil perkalian k dengan elemen elemen matriks A Contoh: Tentukan hasil perkalian suatu bilangan real terhadap matriks berikut ini: Jawab: Contoh: Diketahui matriks: Tentukanlah 3B+4B! 46

Jawab: 3B + 4B Contoh: Diketahui matriks-matriks: Tentukan matriks A berordo 2x2 yang memenuhi persamaan 3A+2B=4C Jawab: Dari persamaan 3A+2B=4C, diperoleh: 3A= 4C 2B 3A= 3A = Latihan: 47

1. Tentukan hasil perkalian suatu bilangan real terhadap matriks berikut ini: 2. Diketahui matriks: Tentukanlah a. 3A+2A b. 5A-3A 3. Misalkan X adalah matriks berordo 2 x 2, tentukan matriks X yang memenuhi persamaan berikut; a. b. 4. Diketahui matriks Tentukan matriks X berordo 2x2 yang memenuhi persamaan 4A+3X=5B 5. Tentukan nilai-nilai a, b, c, d pada persamaan matriks berikut: PERKALIAN MATRIK Perkalian dua Matrik Syarat: Matriks A dapat dikalikan dengan matriks B Jika: 1. Banyak kolom matriks A=banyak baris matriks B 2. Elemen pada matriks AB diperoleh dari penjumlahan hasil kali elemen baris pada matriks A dengan elemen kolom matriks B 48

Jika Jika Jika Jika Jika Jika Soal! 1. Jika Tentukanlah: a. AB dan BA b. (AB)C dan A(BC) c. A(B+C) dan AB+AC 49

d. (2A)(3B) dan 6(AB) e. (AB) t dan B t A t 2. Jika Tentukanlah: a. AI b. IA Perpangkatan Matriks persegi Jika Tentukan A 2 : A 2 =A.A Misalkan A adalah suatu matriks persegi, maka A 2 =A.A A 3 =A 2.A=A. A 2 A 4 = A 3.A=A. A 3.,demikian seterusnya A n = A n-1.a=a. A n-1 Diketahui Matriks Tentukanlah: 2A 2 +A-4I, dengan I matriks berordo 2 x 2. 50

Lampiran 3 Tabel Hasil Jawaban Siswa Tabel 17 Hasil Jawaban Siswa Hasil Jawaban Siswa Kode Nomor soal Jumlah siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9a 9b B S TM A B B B B B B B B B B 10 0 0 B B B B S B B S B B B 8 2 0 C B B B B S S S B B B 7 3 0 D B B B B B B B TM B S 8 1 1 E B B B B B B B S B B 9 1 0 F B B B B B B S S S S 6 4 0 G B B B B B B B B B B 10 0 0 H B B B B B B B S B B 9 1 0 I B B B B B B B S B B 9 1 0 J B B B B B B S B S S 7 3 0 K B B B B B B S B S B 8 2 0 L S S B B TM B S B B S 5 4 1 M S B S B B B B B B B 8 2 0 N B B B B B B B B S B 9 1 0 O B B B S S S B S B B 6 4 0 P B B S S S B S TM B B 5 4 1 Q B B B B B B B B S S 8 2 0 R B B B B B B S B B B 9 1 0 S S B S S B TM TM B B S 4 4 2 T S S B B S B S B S S 4 6 0 Benar 16 18 17 16 15 17 10 13 14 13 Salah 4 2 3 4 4 2 9 5 6 7 TM 0 0 0 0 1 1 1 2 0 0 51

Lampiran 4 Contoh-Contoh Kesalahan Siswa Nomor Soal 4 Tabel 18 Contoh-Contoh Kesalahan Tipe 1 Contoh-Contoh Kesalahan 7 8 52

Nomor Soal 9a Contoh-Contoh Kesalahan 53

Nomor Soal 9b Contoh-Contoh Kesalahan Nomor Soal 2 Tabel 19 Contoh-Contoh Kesalahan Tipe 2 Contoh-Contoh Kesalahan 3 54

Nomor Soal 3 Contoh-Contoh Kesalahan 5 7 55

Nomor Soal 9b Contoh-Contoh Kesalahan Nomor Soal 1 Tabel 20 Contoh-Contoh Kesalahan Tipe 3 Contoh-Contoh Kesalahan 56

Nomor Soal 8 Contoh-Contoh Kesalahan 57

Nomor Soal 1 Tabel 21 Contoh-Contoh Kesalahan Tipe 4 Contoh-Contoh Kesalahan 2 3 4 58

Nomor Soal 5 Contoh-Contoh Kesalahan 6 7 59

Nomor Soal 7 Contoh-Contoh Kesalahan 8 9a 60

Nomor Soal 9a Contoh-Contoh Kesalahan 9b 61

Nomor Soal 4 Tabel 22 Contoh-Contoh Kesalahan Tipe 5 Contoh-Contoh Kesalahan 5 62

Nomor Soal 7 Contoh-Contoh Kesalahan 9b 63

Lampiran 5 Tabel Hasil Wawancara dengan Siswa Tipe Kesalahan Tipe kesalahan 1 (Kesalahan Konsep) Tipe Kesalahan 2 (Kesalahan dalam Menggunakan Data) Tipe Kesalahan 3 (Kesalahan Interpretasi Bahasa) Tipe Kesalahan 4 (Kesalahan Teknis) Tabel 23 Hasil Wawancara dengan Siswa Hasil Wawancara Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, untuk nomor empat, siswa sudah paham mengenai konsep operasi pengurangan matriks namun siswa kurang memahami konsep manipulasi aljabar sehingga mengalami kesulitan dalam mencari nilai matriks variabel P. Hasil wawancara untuk nomor tujuh yaitu siswa lupa rumus perkalian matriks antara matriks 3x2 dan 2x3, untuk nomor delapan siswa kurang memahami konsep perkalian matriks 2x2 dan 1x2, sehingga merasa bingung bagaimana cara mengerjakan soal tersebut. Hasil wawancara dengan siswa untuk nomor 9a, siswa mengaku lupa dengan konsep perpangkatan matriks sehingga menggunakan penalarannya sendiri mengenai perpangkatan matriks, jika suatu matriks dipangkatkan berarti setiap anggota matriks dipangkatkan begitu saja seperti sifat perpangkatan aljabar (ab) 2 =a 2 b 2, untuk soal 9b siswa sudah paham dengan konsep perpangkatan matriks, namun dalam konsep perhitungan penjumlahan dan pengurangan dalam kurung masih kurang. Siswa tidak menghitung sesuai tanda kurung yang ada pada soal namun menghitung urut dari awal. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, kesalahan diakibatkan karena siswa kurang teliti dalam mengamati soal sehingga dalam proses pengerjaan soal hingga mendapatkan jawaban akhir mengalami kesalahan. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, kesalahan tipe 3, untuk soal nomor satu, siswa merasa bingung untuk mengubah informasi dari soal cerita ke dalam bentuk matriks, untuk nomor delapan, siswa merasa bingung untuk mengubah informasi soal pada tabel ke dalam bentuk matriks. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, kesalahan untuk soal nomor satu, siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan penjumlahan, pada jawaban awal siswa sudah menjawab dengan benar, namun merasa ragu kemudian mengganti jawaban dengan jawaban yang salah. Soal nomor dua siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan aljabar, soal nomor tiga dan empat siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan penjumlahan bilangan bulat negatif, untuk soal nomor lima, siswa keliru dalam membagikan bilangan, soal nomor enam, siswa 64

Tipe Kesalahan Tipe Kesalahan 5 (Kesalahan Penarikan Kesimpulan) Hasil Wawancara kurang teliti dalam perhitungan perkalian, untuk soal nomor tujuh terdapat lima siswa yang melakukan kesalahan karena kurang teliti dalam melakukan proses perkalian matriks, soal nomor delapan, siswa salah dalam menghitung perkalian akibat kurang teliti dalam menghitung, 3 siswa kurang teliti dalam menghitung perpangkatan matriks, ada yang kurang teliti dalam menghitung penjumlahan bilangan bulat negatif maupun kurang teliti dalam menghitung proses perkaliannya, begitu pula dengan soal nomor 9b, siswa kurang teliti dalam menghitung perpangkatan maupun penjumlahan dan pengurangan dalam soal tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, kesalahan, pada tipe ini siswa melakukan kesalahan karena jawaban yang di dapat berasal dari jawaban siswa lain, dapat dikarenakan siswa kurang percaya diri dengan pekerjaannya sendiri. Siswa yang sudah mengerjakan soal namun tidak sampai pada tahap kesimpulan, pada akhirnya menggunakan hasil akhir siswa lain, sehingga proses yang dilakukan salah namun hasil akhirnya benar. 65