BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN"

Transkripsi

1 5.1 Kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapkan pendekatan Saintifik efektif materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017, secara rinci dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Guru mampu dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 yang ditunjukkan oleh skor rata-rata 3,8 termasuk dalam kategori baik. b. Ketuntasan indikator hasil belajar dengan menerapkan pendekatan Saintifik materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 meliputi: 1) Ketuntasan indikator hasil belajar aspek sikap spiritual (KI 1) yang diperoleh dari rata-rata observasi dan angket sebesar 0.84 dan 0.89 dan dinyatakan tuntas. 2) Ketuntasan indikator hasil belajar aspek sikap sosial (KI 2) diperoleh dari rata-rata observasi dan angket sebesar 0.84 dan 0.87 dan dinyatakan tuntas. 3) Ketuntasan indikator hasil belajar aspek pengetahuan (KI 3) dinyatakan tuntas dengan proporsi rata-rata sebesar 0,83. 4) Ketuntasan indikator hasil belajar aspek ketrampilan (KI 4) diperoleh dari rata-rata indikator psikomotor, presentasi, portofolio dan THB proses sebesar 0,82, 0,83, 0,85, dan 0,86 dan dinyatakan tuntas. c. Ketuntasan hasil belajar dengan menerapkan pendekatan Saintifik materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 meliputi:

2 1) Ketuntasan hasil belajar aspek sikap spiritual (KI 1) dinyatakan tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 87. 2) Ketuntasan hasil belajar sikap sosial (KI-2) dinyatakan tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 85. 3) Ketuntasan hasil belajar aspek pengetahuan (KI 3) dinyatakan tuntas dengan nilai rata-rata sebesar 83. 4) Ketuntasan hasil belajar aspek keterampilan (KI 4) dinyatakan tuntas dengan nilai rata-rata sebesar Kemampuan penalaran formal siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang dengan persentase rata-rata tes kemampuan penalaran formal sebesar 75% termasuk dalam kategori formal. 3. Tipe-tipe karakter siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang dengan presentase rata-rata angket tipe-tipe karakter sebesar 80% termasuk kategori baik. 4. a. Ada hubungan antara kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar yang menerapkan pendekatan saintifik materi materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 dengan korelasi pearson product moment diperoleh nilai r x1y =. 0,841 b. Ada hubungan antara tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar yang menerapkan pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 dengan korelasi Pearson Product Moment r x2y = 0,823 c. Ada hubungan antara kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar yang menerapkan pendekatan saintifik materi laju reaksi

3 siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 dengan korelasi ganda diperoleh nilai r x1x2y = 0, a. Ada pengaruh kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar yang menerapkan pendekatan saintifik materi materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 yang diperoleh dari persamaan garis regresi sederhana Yˆ b. Ada pengaruh yang signifikan antara tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar yang menerapkan pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 yang diperoleh dari persamaan regresi sederhanayˆ. c. Ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dan tipetipe karakter terhadap hasil belajar yang menerapkan pendekatan saintifik materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 yang diperoleh dari persamaan regresi ganda 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi siswa Diharapkan dapat menunjukkan dan meningkatkan kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. 2. Bagi guru a. Diharapkan guru perlu memperhatikan dan meningkatkan kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter siswa agar siswa memiliki

4 kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter, kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah maupun dalam menyelesaikan soal yang diberikan baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam menyelesaikan tugas yang diberikan yang nantinya akan mendukung dalam meningkatkan hasil belajar. b. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran kimia materi laju reaksi sangat baik dan efektif dalam pembelajaran sehingga dapat diterapkan untuk materi lain yang sesuai. 3. Bagi peneliti selanjutnya Dalam rangka penyempurnaan perangkat pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran kimia laju reaksi, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan pokok bahasan yang sesuai dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan atau pendekatan pembelajaran lainnya.

5 Tujuan 1. a. Mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelaj aran dengan menerapkan model pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 b. Mendeskripsikan ketuntasan indikator dalam pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 c.mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/ Mengetahui penalaran formal pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/ Untuk mengetahui tipe-tipe karakter pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 Tabel Matriks Metode Penelitian Karakteristik Defenisi oprasional karakteristik yang diamati Instrument S yang diamati d Kemampuan G guru Ketuntasan Indikator Hasil belajar siswa Penalaran formal Tipe-tipe karakter Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah skor yang diperoleh guru dalam mengelolah pembelajaran yang menerapkan pendekatan inkuiri yang diukur dengan lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran yang sesuai. Kemampuan guru dikatakan baik apabila skor yang diperoleh adalah 3,50-4,00. Ketuntasan indikator hasil belajar (IHB) adalah proporsi yang merupakan perbandingan antara jumlah siswa yang dapat mencapai IHB dengan jumlah keseluruhan siswa dalam kelas. Suatu indikator hasil belajar (IHB) dikatakan tuntas, bila proporsi P 0,75. Ketuntasan hasil belajar adalah proporsi yang merupakan perbandingan skor aspek pengetahuan yang diperoleh setiap siswa dengan skor maksimum aspek pengetahuan KI 3. Hasil belajar siswa dikatakan tuntas bila proporsinya memenuhi kriteria P 0,75, kelas dikatakan tuntas belajar bila 80% dari seluruh siswa di kelas mempunyai P 0,75. Penalaran formal siswa adalah skor yang merupakan perbandingan antara jumlah skor yang diperoleh siswa dibagi skor maksimum dikali 100 yang diukur tes penalaran formal. Penalaran formal dikatakan baik apabila skor yang diperoleh lebih besar dari 68. Tipe-tipe karakter adalah skor yang merupakan perbandingan antara jumlah skor yang diperoleh siswa dibagi skor maksimum dikali 100 yang diukur dengan angket tipetipe karakter. Tipe-tipe karakter dikatakan baik apabila skor yang diperoleh lebih besar Lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran Lembar penilaian indikator aspek sikap KI 1, KI 2, aspek keterampilan KI 4 dan aspek pengetahuan berupa tes hasil belajar (THB) Lembar penilaian pengetahuan Tes penalaran formal angket tipe-tipe karakter siswa S S S S

6 4. a. Mengetahui ada tidaknya hubungan penalaran formal terhadap hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 b. Mengetahui ada tidaknya hubungan tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 c. Mengetahui ada tidaknya hubungan antara penalaran formal dan tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 Hubungan penalaran formal terhadap hasil belajar siswa Hubungan tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar siswa Hubungan penalaran formal dan tipe-tipe karakter siswa terhadap hasil belajar dari 68. Hubungan penalaran formal terhadap hasil belajar siswa, dikatakan baik apabila interval koefisien korelasi nilai r 0,60. Hubungan tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar siswa, dikatakan baik apabila interval koefisien korelasi nilai r 0,60. Hubungan penalaran formal dan tipe-tipe karakter siswa terhadap hasil belajar, dikatakan baik apabila interval koefisien korelasi nilai r 0,60. Lembar tes penalaran formal dan tes hasil belajar Lembar angket tipe-tipe karakter dan tes hasil belajar Lembar tes penalaran formal, Lembar angket tipe-tipe karakter dan tes hasil belajar S S S 5. a. Mengetahui ada tidaknya pengaruh penalaran formal terhadap hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 b. Mengetahui ada tidaknya pengaruh tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 Pengaruh penalaran formal terhadap hasil belajar siswa Pengaruh tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar siswa Pengaruh penalaran formal siswa terhadap hasil belajar, dikatakan signifikan apabila nilai F hitung F tabel. Pengaruh tipe-tipe karakter siswa terhadap hasil belajar, dikatakan signifikan apabila nilai F hitung F tabel. Lembar tes penalaran formal dan tes hasil belajar Lembar angket tipe-tipe karakter dan tes hasil belajar S S c. Megetahui ada tidaknya pengaruh penalaran formal dan tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar siswa dengan menerapkan pendekatan saintifik pada materi laju reaksi siswa kelas XI-MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 Pengaruh penalaran formal dan tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar siswa Pengaruh penalaran formal dan tipe-tipe karakter siswa terhadap hasil belajar, dikatakan signifikan apabila nilai F hitung F tabel. Lembar tes penalaran formal, lembar angket tipe-tipe karakter dan tes hasil belajar S

7 DAFTAR PUSTAKA Chang Raymond, Kimia Dasar. Bandung: Penerbit Erlangga Margaretha Dhiu Pengantar Pendidikan. Ende : Nusa Indah Mulyati Kontribusi Penalaran Formal dan Sikap Kreatif Terhadap Prestasi Belajar Kimia. JURNAL TABULARASA PPS UNIMED Volume 3 nomor 2. Nur, Ahmad Berbagai Proses Penalaran. Bandung : IKAPI Pait, I Made Proses Berpikir dan Bernalar. Surabaya : Prestasi Pustaka Purnamawati, Setiono Temukan Bakat Anak Anda. Jakarta: Pandamedia Rahayu Iman Praktis Belajar Kimia Untuk Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Nasional Riduwan, dkk Pengantar Statistika. Bandung : Alfabeta Slameto Belajar Dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta : Rineka Cipta Sudjana Nana Penialain Hasil Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdarkarya Sugiyono Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta Trianto Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta : Prenada Media Group

8 Umami, Penerapan Metode Inkuiri Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Inpres Bajawali Kecamatan Lariang Kabupaten Mamuju Jurnal Kreatif Tadulako Online vol. 3 No. 2. ISSN X Wariani, Theresia Hubungan Antara Gaya Kognitif dan Kemampuan Penalaran Formal dengan Hasil Belajar Mahasiswa. Media Sains. Yaumi, Muhammad, Penddidikan Berkarakter. Jakarta : Kencana Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter. Jakarta : Prenada Media Group Daryanto Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum Yogyakarta: Gava Media Nana Sutresna, 2013, Kimia untuk Sekolah Menengah Atas Kelompok Peminatan Matematika Dan Ilmu Alam, Grafindo Media Pratama, Bandung. Unggul Sudarmo, 2013, Kimia untuk SMA/MA Kelas X, Penerbit Erlangga, Jakarta.

9

10

11 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XI Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 1.1 Menyadariadanyaketeraturandarisifathidrok arbon, termokimia, lajureaksi, kesetimbangankimia, larutandankoloidsebagaiwujudkebesarantu han YME danpengetahuantentangadanyaketeraturant ersebutsebagaihasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannyabersifattentatif. 1.2Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi, batubara dan gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugrah Tuhan YME dan dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Senyawa hidrokarbon(id entifikasi atom C,H dan O) Kekhasan atom karbon. Atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner. Struktur Alkana, alkena dan alkuna Isomer Sifat-sifat fisik Mengamati(Observing) Mengkaji dari berbagai sumber tentang senyawa hidrokarbon Mengamati demonstrasi pembakaran senyawa karbon (contoh pemanasan gula). Menanya(Questioning) Mengajukan pertanyaan mengapa senyawa hidrokarbon banyak sekali terdapat di alam? Bagaimana cara mengelompokkan senyawa hidrokarbon? Bagaimana cara memberi nama senyawa hidrokarbon? Mengajukan pertanyaan senyawa apa yang Tugas Membuat bahan presentasitentang minyak bumi, bahan bakar alternatif selain dari minyak bumi dan gas alamdalam kerja kelompok serta mempresentasikan Observasi Mengamati sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi dengan Alokasi Waktu 3 mgg x 4 jp Sumber Belajar Buku kim Lembar kerja molymod Berbaga sumber dari miga atau yan lainnya

12 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Indonesia. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan 3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan senyawanya. 3.2 Memahami proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya. 3.3 Mengevaluasi dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan alkana, alkena dan alkuna Reaksi senyawa hidrokarbon dihasilkan pada reaksi pembakaran senyawa karbon? Dari unsur apa senyawa tersebut tersusun? Bagaimana reaksinya? Mengumpulkan data (Eksperimenting) Menganalisis senyawa yang terjadi pada pembakaran senyawa karbon berdasarkan hasil pengamatan Menentukan kekhasan atom karbon Menganalisis jenis atom C berdasarkan jumlah atom C yang terikat dari rantai atom karbon (atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner) Menentukan rumus umum Alkana, alkena dan alkuna berdasarkan analisis rumus strukturnya Mendiskusikan aturan IUPAC untuk memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna Mendiskusikan pengertian isomer (isomer rangka, posisi, fungsi, geometri) Memprediksi isomer dari senyawa hidrokarbon Menganalisis reaksi senyawa hidrokarbon Mengasosiasi(Associating) Menghubungkan rumus struktur alkana, alkena dan alkuna dengan sifat fisiknya Berlatih membuat isomer senyawa karbon Berlatih menuliskan reaksi senyawa karbon Mengkomunikasikan (Communicating) lembar pengamatan Portofolio Laporan hasil identifikasi atom C,H dan O dalam sampel Hasil rangkuman Tes tertulis uraian menganalisis: Kekhasan atom karbon. Atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner. Struktur akana, alkena dan alkuna serta tatanama menurut IUPAC Isomer Sifat-sifat fisik alkana, alkena dan alkuna Pemahaman reaksi senyawa karbon Mengevaluasi dampak pembakaran minyak bumi dan gas alam. Alokasi Waktu Sumber Belajar

13 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian dan kesehatan serta cara mengatasinya. 4.1 Mengolahdanmenganalisisstrukturdansifatseny awahidrokarbonberdasarkanpemahamankekha san atom karbondanpenggolongansenyawanya. 4.2 Menyajikan hasil pemahaman tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksifraksi minyak bumi beserta kegunaannya. 4.3 Menyajikan hasil evaluasi dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta upaya untuk mengatasinya. Minyak bumi fraksi minyak bumi mutu bensin Dampak pembakaran bahan bakar dan cara mengatasinya Senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari. Menyampaikan hasil diskusi atau ringkasan pembelajaran dengan lisan atau tertulis, dengan menggunakan tata bahasa yang benar. Mengamati (Observing) Menggaliinformasidengancaramembaca/ mendengar/menyimaktentang,proses pembentukan minyak bumi dan gas alam, komponen-komponen utama penyusun minyak bumi,fraksi minyak bumi, mutu bensin, dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta upaya untuk mengatasinya Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimana terbentuknya minyak bumi dan gas alam, cara pemisahan (fraksi minyak bumi), bagaimana meningkatkan mutu bensin, apa dampak pembakaranhidrokarbon terhadap lingkungan, kesehatan dan upaya untuk mengatasinya serta mencari bahan bakar alternatif selain dari minyak bumi dan gas alam Mengumpulkan data (Eksperimenting) Mengumpulkan informasi dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan, kesehatan dan upaya untuk mengatasinya serta mencari bahan bakar alternatif selain dari minyak bumi dan gas alam. Mengasosiasi (Associating) Menjelaskan proses penyulingan bertingkat dalam bagan fraksi destilasi bertingkat untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan fraksi- Alokasi Waktu Sumber Belajar

14 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian fraksi minyak bumi Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktannya. Mendiskusikan dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta cara mengatasinya Mendiskusikan bahan bakar alternatif selain dari minyak bumi dan gas alam Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengkomunikasikan (Communicating) Mempresentasikan hasil kerja kelompok tentang. proses pembentukan minyak bumi dan gas alam, komponen-komponen utama penyusun minyak bumi,fraksi minyak bumi, mutu bensin, dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan, kesehatan dan upaya untuk mengatasinyaserta mencari bahan bakar alternatif selain dari minyak bumi dan gas alamdengan menggunakan tata bahasa yang benar. 1.1 Menyadariadanyaketeraturandarisifathidrokarbo n, termokimia, lajureaksi, kesetimbangankimia, larutandankoloidsebagaiwujudkebesarantuhan YME danpengetahuantentangadanyaketeraturanters ebutsebagaihasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannyabersifattentatif. 1.2 Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi, batubara dan gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugrah Tuhan YME dan dapat Reaksi eksoterm dan reaksi endoterm Perubahan entalpi reaksi - Kalorimeter - Hukum Hess - Energi ikatan Mengamati (Observing) Menggali informasi dengan cara membaca/mendengar/mengamati/sistem dan lingkungan, perubahan suhu, kalor yang dihasilkan pada pembakaran bahan bakar, dan dampak pembakaran tidak sempurna dari berbagai bahan bakar Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan: reaksi eksoterm dan endoterm dalam Tugas Merancang percobaan reaksi eksoterm, reaksi endoterm dan mengkaitkannya dengan peristiwa sehari-hari Merancang percobaan penentuan perubahan entalpi dengan Kalorimeter dan 3 mgg x 4 jp - Buku kim kelas XI - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

15 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan 3.4 Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan hasil percobaan dan diagram tingkat energi. 3.5 Menentukan H reaksi berdasarkan hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan. kehidupan sehari-hari, bagaimana menentukan perubahan entalpi reaksi Mengumpulkan data (Eksperimenting) Mendiskusikan pengertian sistem dan lingkungan Mendiskusikan macam-macam perubahan entalpi Merancang dan mempresentasikan rancangan percobaan - Reaksi Eksoterm danreaksi Endoterm - Penentuan Perubahan Entalpi dengan Kalorimeter - Penentuan Kalor Pembakaran Bahan Bakar Melakukan percobaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm; penentuan perubahan entalpi dengan Kalorimeter dan penentuan kalor pembakaran bahan bakar Mengamati dan mencatat hasil percobaan Mengasosiasi (Associating) Menganalisis data untuk membuat diagram siklus dan diagram tingkat Mengolah data untuk menentukan harga perubahan entalpi (azas Black) Membandingkan perubahan entalpi pembakaran sempurna dengan pembakaran tidak sempurna melalui perhitungan Menghubungkan perubahan entalpi reaksi dengan energi ikatan mengkaitkannya dengan peristiwa sehari-hari Merancang percobaan kalor pembakaran bahan bakar Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: melihat skala volume dan suhu,cara menggunakan pipet, cara menimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio Laporan percobaan Tes tertulis uraian Pemahaman reaksi eksoterm dan reaksi endoterm Membuat diagram siklus dan diagram tingkat berdasarkan Alokasi Waktu Sumber Belajar

16 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 4.4 Merancang, melakukan, menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. 4.5 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan penentuan H suatu reaksi. Menghitung perubahan entalpi berdasarkan hukum Hess dan energi ikatan Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan hasil percobaan dengan menggunakan tata bahasa yang benar. Mempresentasikan hasil percobaan dengan menggunakan tata bahasa yang benar. data Menentukan perubahan entalpi ( H) reaksi Alokasi Waktu Sumber Belajar 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifserta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan Teori tumbukan Faktor-faktor penentu laju reaksi Orde reaksi dan persamaan laju reaksi Mengamati (Observing) Mencariinformasidengancaramembaca/ melihat/ mengamatireaksi yang berjalan sangat cepat dan reaksi yang berjalan sangat lambat, contoh petasan, perkaratan (korosi) Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan terkait hasil observasi mengapa ada reaksi yang lambat dan reaksi yang cepat Mengumpulkan data (Eksperimenting) Mendiskusikan pengertian laju reaksi Mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Merancang dan mempresentasikan hasil rancangan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (ukuran, konsentrasi, suhu dan katalis) untuk menyamakan persepsi Melakukan percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Mengamati dan mencatat data hasil percobaan Mengasosiasi (Associating) Tugas Merancang percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: melihat skala volume dan suhu,cara menggunakan pipet, cara menimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, tanggungjawab, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio Laporan percobaan Tes tertulis uraian 3 mgg x 4 jp - Buku kim kelas XI - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

17 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 3.6 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia. 3.7 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan. 4.6 Menyajikan hasil pemahaman terhadap teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia. 4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi. 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. Kesetimbangan dinamis Pergeseran arah kesetimbangan Tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) Mengolah data untuk membuat grafik laju reaksi Mengolah dan menganalisis data hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Mengolah dan menganalisis data hasil percobaan untuk menentukan orde reaksi dan persamaan laju reaksi Menghubungkan faktor katalis dengan pengaruh katalis yang ada dalam industri Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan hasil percobaan dengan menggunakan tata bahasa yang benar. Mempresentasikan hasil percobaandengan menggunakan tata bahasa yang benar. Mengamati (Observing) Mengamati dengancaramembaca/mendengar/ melihatdariberbagaisumbertentangkesetimbangan kimia,contohdemonstrasireaksitimbalsulfatdengan kaliumiodida yang terbentukwarnakuning, setelahpenambahannatriumsulfatkembaliterbentu kendapanputih. Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan mengapa terjadi reaksi balik (reaksi kesetimbangan dinamis), dan faktorfaktor apa yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan? Mengumpulkan data (Eksperimenting) Mendiskusikan reaksi yang terjadi berdasarkan Menganalsis data hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Membuat grafik laju reaksi berdasarkan data menganalisis data hasil percobaan untuk menentukan orde reaksi dan persamaan laju reaksi Tugas Merancang percobaan faktor-faktor yang menggeser arah kesetimbangan Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: melihat skala volume dan suhu,cara menggunakan pipet, cara menimbang, Alokasi Waktu Sumber Belajar 4 mgg x4 jp - Buku kim kelas XI - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

18 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan. 3.8 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbanganyang diterapkan dalam industri. 3.9 Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan. 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan. 4.9 Memecahkan masalah terkait hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan. hasil demonstrasi Mendiskusikan terjadinya reaksi kesetimbangan dan jenis-jenisnya Menuliskan persmana reaksi dalam kesetimbangan Merancangpercobaan faktor-faktor yang menggeser arah kesetimbangan dan mempresentasikannya untuk menyamakan persepsi Melakukan percobaan faktor-faktor yang menggeser arah kesetimbangan (konsentrasi, volum, tekanan dan suhu) Mengamati dan mencatat data hasil percobaan Mengasosiasi (Associating) Mengolah dan menganalisis data faktor-faktor yang menggeser arah kesetimbangan Mengaplikasikan faktor-faktor yang menggeser arah kesetimbangan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam industri Diskusi informasi untuk menentukan komposisi zat dalam keadaan setimbang, derajat disosiasi (α), tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) dan hubungan Kc dengan Kp Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan percobaan dan mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa yang benar. keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio Laporan percobaan Tes tertulis uraian menganalisis data faktor-faktor yang menggeser arah kesetimbangan menentukan komposisi zat dalam keadaan setimbang, derajat disosiasi (α), tetapan kesetimbang-an (Kc dan Kp) dan hubungan Kc dengan Kp Alokasi Waktu Sumber Belajar 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, Perkembangan konsep asam Mengamati (Observing) Mencariinformasidengancaramembaca/ melihat/ Tugas Merancang percobaan 3 mgg x 4 jp - Buku kim kelas XI

19 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsivedan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan 3.10 Menganalisis sifat larutan berdasarkan konsep asam basa dan/atau ph larutan. dan basa Indikator ph asam lemah, basa lemah, dan ph asam kuat basa kuat mengamati dan menyimpulkan data percobaan untuk memahami teori asam dan basa, indikator alam dan indikator kimia, ph (asam/basa lemah, asam/basa kuat) Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan adakah bahan-bahan disekitar kita yang dapat berfungsi sebagai indikator Apa perbedaan asam lemah dengan asam kuat dan basa lemah dengan basa kuat Mengumpulkan data (eksperimenting) Menganalisis teori asam basa berdasarkan konsep Arrhenius, Bronsted Lowry dan Lewis Mendiskusikan bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator Merancang dan mempresentasikan rancangan percobaan indikator alam dan indikator kimia, untuk menyamakan persepsi Melakukan percobaan indikator alam dan indikator kimia. Mendiskusikan perbedaan asam/basa lemah dengan asam/basa kuat Merancang dan mempresentasikan rancangan percobaan membedakan asam/basa lemah dengan asam/basa kuat yang konsentrasinya sama dengan indikator universal atau ph meter untuk menyamakan persepsi indikator alam dan indikator kimia Merancang percobaan kekuatan asam dan basa Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: melihat skala volume dan suhu,cara menggunakan pipet, cara menimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio Laporan percobaan Tes tertulis uraian Pemahaman konsep asam basa Menghitung ph larutan asam/basa lemah dan asam/basa kuat Alokasi Waktu Sumber Belajar - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

20 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 4.10 Mengajukan ide/gagasan tentang penggunaan indikator yang tepat untuk menentukan keasaman asam/basa atau titrasi asam/basa. Melakukan percobaan membedakan asam/basa lemah dengan asam/basa kuat yang konsentrasinya sama dengan indikator universal atau ph meter Mengamati dan mencatat hasil percobaan Mengasosiasi (Associating) Menyimpulkan konsep asam basa Mengolah dan menyimpulkan data bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator. Menganalisis indikator yang dapat digunakan untuk membedakan asam dan basa atau titrasi asam dan basa Memprediksi ph larutan dengan menggunakan beberapa indikator. Menyimpulkan perbedaan asam /basa lemah dengan asam/basa kuat Menghitung ph larutan asam/basa lemah dan asam/basa kuat Menghubungkan asam/basa lemah dengan asam/basa kuat untuk mendapatkan derajat ionisasi ( α ) atau tetapan ionisasi ( Ka ) Menganalisiskekuatan asam basadihubungan dengan derajat ionisasi ( α ) atau tetapan ionisasi (Ka ) Alokasi Waktu Sumber Belajar 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid Titrasi asam basa Kurva titrasi Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan percobaan dan mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa yang benar. Mengkomunikasikan bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa Mengamati (Observing) Mencariinformasidariberbagaisumbertentangtitrasi asambasa. Tugas Merancang percobaan titrasi asam basa 2 mgg x 4 jp - Buku kim kelas XI - Lembar

21 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan Menentukan konsentrasi/kadar asam atau basa berdasarkan data hasil titrasi asam basa Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan titrasi asambasa. Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan apa fungsi indikator dalam titrasi asam basa, Indikator apa yang tepat untuk titik titrasi asam basa, kapan titrasi dinyatakan selesai? Bagaimana menguji kebenaran konsentrasi suatu produk,misalnya cuka dapur 25%. Mengumpulkan data (Eksperimenting) Merancang percobaan dan mempresentasikan hasil rancangan titrasi asam basa untuk menyamakan persepsi Memprediksi indikator yang dapat digunakan untuk titrasi asam basa Melakukan percobaan titrasi asam basa. Mengamati dan mencatat data hasil titrasi Mengasosiasi (Associating) Mengolah data hasil percobaan Menentukan konsentasi pentiter atau zat yang dititer Menentukan kemurnian suatu zat Menganalisis kurva titrasi dan menentukan titik ekivalen melalui titik akhir titrasi Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan titrasi asam basa dan mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa yang benar Menngkomunikasikan bahwa untuk menentukan kemurnian suatu zat dapat dilakukan dengan cara Membuat kurva/grafik titrasi Observasi Mengamati sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: merangkai alat titrasi melihat skala volume,cara mengisi buret, cara menggunakan pipet, cara menimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio Laporan percobaan Kurva titrasi Tes tertulis uraian Menentukan konsentasi pentiter atau zat yang dititer Menganalisis kurva titrasi dan menentukan titik ekivalen melalui titik akhir titrasi Alokasi Waktu Sumber Belajar kerja - Berbaga sumber lainnya

22 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian titrasi asam basa. Alokasi Waktu Sumber Belajar 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan Sifat garam yang terhidrolisis Tetapan hidrolisis (Kh) ph garam yang terhidrolisis Mengamati (Observing) Mencariinformasidariberbagaisumbertentanghidrol isisgaram Melakukan identifikasi ph garam dengan menggunakan kertas lakmus atau indikator universal atau ph meter Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan sifat garam yang berasal dari: - asam kuat dan basa kuat, - asam kuat dan basa lemah, - asam lemah dan basa kuat, - asam lemah dan basa lemah Mengumpulkan data (Eksperimenting) Merancang percobaan dan mempresentasikan hasil rancangan identifikasi ph garam untuk menyamakan persepsi Melakukan percobaan identifikasi garam. Mengamati dan mencatat hasil titrasi Mengasosiasi (Associating) Mengolah dan menganalisis data hasil pengamatan Menyimpulkan sifat garam yang terhidrolisis Menganalisis rumus kimia garam-garam dan memprediksi sifatnya Menentukan grafik hubungan perubahan harga ph Tugas Merancang percobaan hidrolisis garam Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: cara menggunakan kertas lakmus, indikator universal atau ph meter; melihat skala volumedan suhu,cara menggunakan pipet, caramenimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio Laporan percobaan Tes tertulis uraian Menganalisis grafik hubungan perubahan harga ph pada titrasi 3 mgg x 4 jp - Buku kim kelas XI - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

23 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 3.12 Menganalisis garam-garam yang mengalami hidrolisis Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk menentukan jenis garam yang mengalami hidrolisis. pada titrasi asam basa untuk menjelaskan sifatgaram yang terhidrolisis Menentukan tetapan hidrolisis (Kh) dan ph larutan garam yang terhidrolisis melalui perhitungan Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan percobaan identifikasi garam dan mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa yang benar asam basa untuk menjelaskan sifatgaram yang terhidrolisis Menentukan tetapan hidrolisis (Kh) dan ph larutan garam yang terhidrolisis melalui perhitungan Alokasi Waktu Sumber Belajar 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya Sifat larutan penyangga ph larutan penyangga Peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup Mengamati (Observing) Mencari informasi dari berbagai sumber tentang larutan penyangga, sifat dan ph larutan penyangga serta peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup Mencari informasi tentang darah yang berhubungan dengan kemampuannya dalam mempertahankan ph terhadap penambahan asam atau basa dan pengenceran Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan bagaimana terbentuknya larutan penyangga Mengapalarutan penyangga phnya relatif tidak berubah dengan penambahan sedikit asam atau basa Apa manfaat larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup Mengumpulkan data (Eksperimenting) Menganalisis terbentuknya larutan penyangga Tugas Merancang percobaan larutan penyangga Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: cara menggunakan kertas lakmus, indikator universal atau ph meter; melihat skala volumedan suhu,cara menggunakan pipet, caramenim-bang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio 3 mgg x 4 jp - Buku kim kelas XI - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

24 alam. Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan 3.13 Menganalisis peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk menentukan sifat larutan penyangga. Menganalisis sifat larutan penyangga Merancang percobaan untuk mengetahui larutan yang bersifat penyangga atau larutan yang bukan penyangga dengan menggunakan indikator universal atau ph meter serta mempresentasikan hasil racangan untuk menyamakan persepsi Merancang percobaan untuk mengetahui sifat larutan penyangga atau larutan yang bukan penyangga dengan penambahan sedikit asam atau basa atau bila diencerkan serta mempresentasikan hasil rancangan untuk menyamakan persepsi Melakukan percobaan Mengamati dan mencatat data hasil pengamatan Mengasosiasi (Associating) Mengolah dan menganalisis data untuk menyimpulkan larutan yang bersifat penyangga Menentukan ph larutan penyangga melalui perhitungan Menentukan grafik hubungan perubahan harga ph pada titrasi asam basa untuk menjelaskan sifatlarutanpenyangga Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan percobaan identifikasi garam dan mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa yang benar Mengkomunikasikan sifat larutan penyangga dan manfaat larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup. Laporan percobaan Tes tertulis uraian Menganalisis data untuk menyimpulkan larutan yang bersifat penyangga Menghitung ph larutan penyangga Menganalisis grafik hubungan perubahan harga ph pada titrasi asam basa untuk menjelaskan sifatlarutanpenyangga Alokasi Waktu Sumber Belajar

25 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan 3.14 Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan data hasil kali kelarutan (Ksp) Mengolah dan menganalisis data hasil Kelarutan dan hasilkali kelarutan Memprediksi terbentuknya endapan Pengaruh penambahan ion senama Mengamati (Observing) Mencari informasi dari berbagai sumber dengan membaca/mendengar/mengamati tentang kelarutan dan hasilkali kelarutan serta memprediksi terbentuknya endapan dan pengaruh penambahanion senama Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kelarutan dan hasilkali kelarutan. Mengapa Kapur (CaCO 3) sukar larut dalam air? Mengumpulkan data (Eksperimenting) Mendiskusikan reaksi kesetimbangan kelarutan Mendiskusikan rumus tetapan kesetimbangan (Ksp) Merancang percobaan kelarutan suatu zat dan mempresentasikan hasil rancangan untuk menyamakan persepsi Melakukan percobaan kelarutan suatu zat Mengamati dan mencatat data hasil percobaan Mengasosiasi (Associating) Diskusi informasi tentang hubungan kelarutan dan hasil kali kelarutan Diskusi informasi tentang pengaruh ion senama pada kelarutan. Memprediksi kelarutan suatu zat Menghitung kelarutan dan hasil kali kelarutan Mengolah data hasil percobaan Mengkomunikasikan (Communicating) Membuat laporan percobaan dan mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa Tugas Merancang percobaan reaksi pengendapan Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: melihat skala volumedan suhu,cara menggunakan pipet, caramenimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, tanggung jawab, dan peduli lingkungan, dsb) Portofolio Laporan percobaan Tes tertulis uraian Menghitung kelarutan dan hasilkali kelarutan Memprediksi kelarutan suatu zat Alokasi Waktu 4 mgg x 4 jp Sumber Belajar - Buku kim kelas XI - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

26 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian percobaan untuk memprediksi terbentuknya endapan. yang benar. Alokasi Waktu Sumber Belajar 1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif. 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsivedan proaktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan Sistem koloid Sifat koloid Pembuatan koloid Peranan koloid dalam kehidupan sehariharidanindustri Mengamati (Observing) Mencari informasi dari berbagai sumber dengan membaca/mendengar/mengmati tentang sistem koloid, sifat-sifat koloid, pembuatan koloid dan peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari Mencari contoh-contoh koloid yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Menanya (Questioning) Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan perbedaan larutan sejati, koloid dan suspensi, sistem koloid yang terdapat dalam kehidupan (kosmetik, farmasi, bahan makanan dan lain-lain) Mengapa piring yang kotor karena minyak harus dicuci menggunakan sabun? Mengumpulkan data (Eksperimenting) Mendiskusikan hasil bacaan tentang sistem koloid, sifat-sifat koloid, pembuatan koloid dan peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari Merancang percobaan pembuatan koloid dan mempresentasikan hasil rancangan untuk menyamakan persepsi Melakukan percobaan pembuatan koloid Mengamati dan mencatat data hasil percobaan Mendiskusikan bahan/zat yang berupa koloid dalam industri farmasi, kosmetik, bahan makanan, dan lain-lain Mengasosiasi (Associating) Tugas Membuat peta konsep tentang sistem koloid, sifat-sifat koloid, pembuatan koloid dan peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari dan mempresentasikannya Merancang percobaan pembuatan koloid Observasi Sikap ilmiah dalam melakukan percobaan dan presentasi, misalnya: melihat skala volume/suhu,cara menggunakan senter (effek Tyndall) cara menggunakan pipet, menimbang, keaktifan, kerja sama, komunikatif, tanggung jawab, dan peduli lingkungan, dsb) 3 mgg x 4 jp - Buku kim kelas XI - Lembar kerja - Berbaga sumber lainnya

27 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian 3.15 Menganalisis peran koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya 4.15 Mengajukan ide/gagasanuntukmemodifikasipembuatankoloid berdasarkanpengalamanmembuat beberapajeniskoloid. Menganalisis dan menyimpulkan data percobaan Menghubungkan sistem koloid dengan sifat koloid Diskusi informasi tentang koloid liofob dan hidrofob Mengkomunikasikan (Communicating) Mempresentasikan hasil rangkuman tentang sistem koloid, sifat-sifat koloid, pembuatan koloid dan peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari Membuat laporan percobaan dan mempresentasikannya dengan menggunakan tata bahasa yang benar Mengkomunikasikan peranan koloid dalam industri farmasi, kosmetik, bahan makanan, dan lain-lain. Portofolio Laporan percobaan Tes tertulis uraian Pemahaman sistem koloid, sifat koloid, dan pembuatan koloid Alokasi Waktu Sumber Belajar

28 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 01) Sekolah : SMAN 6 KUPANG Mata Pelajaran : Kimia Kelas /Semester : XI IPA/ I Tahun Ajaran : 2016/2017 Materi Pokok : Laju Reaksi Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk

29 memecahkan masalah KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar 1.1 Menyadariadanyaketeraturandari sifat larutan sebagaiwujudkebesaran Tuhan YME danpengetahuantentangadanyaketeraturantersebutsebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannyabersifattentatif. Indikator Pencapaian Kompetensi Menyadari adanya keteraturan sifat larutan sebagaiwujudkebesarantuhan Yang MahaEsadenganberdoa sebelum pembelajaran Menyadari adanya keteraturan sifat larutan sebagaiwujudkebesarantuhan Yang MahaEsadenganberdoa sesudah pembelajaran Bersyukur adanya keteraturan sifat laju reaksi dengan menunjukkan sikap doa yang baik Bersyukur adanya keteraturan sifat laju reaksi dengan berdoa sesuai agama yang dianutnya

30 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-nya dalam proses pembelajaran Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah yang terbaik bagi kita melalui pembelajaran Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan lewat pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran bersifat tentative Disiplin dengan hadir, mengumpulkan kuis dan tugas rumah tepat waktu Rasa ingin tahu dengan mengamati demonstrasi, memberikan dan menjawab pertanyaan Jujur dalam mengerjakan kuis dan menggunakan data percobaan (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai dengan data percobaan) Teliti dalam mengamati pembuatan

31 2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan 3.7 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan. larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan, serta menyelesaikan soal kuis, dan tugas Bertanggung jawab dalam menjaga alat-alat praktikum, presentasi, dan menyelesaikan soal diskusi Menunjukkan perilaku kerja sama dalam mengerjakan soal diskusi dan melakukan praktikum pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Menunjukkan perilaku pro-aktif dengan mengamati hasil praktikum, mencatat hasil pengamatan, mencari sumber belajar, memberi pertanyaan dan menyampaikan ide dalam mengerjakan soal diskusi Menjelaskan pengertian molaritas Menentukan konsentrasi (molaritas) suatu larutan Menjelaskan tentang konsep laju reaksi Menjelaskan hubungan laju reaksi

32 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkanserta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi dan orde reaksi. dan koefisien reaksi dalam kaitannya dengan pengertian laju reaksi Merancang percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Melakukan percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Menyimpulkan hasil percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Menyajikan data hasil percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan C. Tujuan Pembelajaran KI 1 (Sikap spiritual) Selama proses pembelajaran siswa dapat: 1. Menunjukkan sikap doa sebelum pembelajaran dimulai 2. Menunjukkan sikap doa sesudah pembelajaran 3. Menunjukkan sikap doa yang baik 4. Menunjukkan sikap doa sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya

33 KI 2 (Sikap sosial) Selama proses pembelajaran siswa dapat : 1. Menunjukkan perilaku disiplin dengan hadir, mengumpulkan kuis, dan tugas rumah tepat waktu. 2. Menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengamati demonstrasi, memberikan dan menjawab pertanyaan. 3. Menunjukkan perilaku jujur dalam mengerjakan kuis dan menggunakan data percobaan (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai dengan data percobaan) 4. Menunjukkan perilaku teliti dalam mengamati pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan, serta menyelesaikan soal kuis, dan tugas 5. Menunjukkan perilaku bertanggung jawab denganmenjaga alat-alat praktikum, presentasi, dan menyelesaikan soal diskusi. 6. Menunjukkan perilaku kerjasama dalam mengerjakan soal diskusi dan melakukan praktikum pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan 7. Menunjukkan perilaku pro-aktifdengan mengamati hasil praktikum, mencatat hasil pengamatan, mencari sumber belajar, memberi pertanyaan dan menyampaikan ide dalam mengerjakan soal diskusi. KI 3 (Pengetahuan) Setelah selesai pembelajaran siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian molaritas dan penggunaannya. 2. Menentukan konsentrasi (molaritas) larutan dari zat padat, zat cair dan campuran. 3. Membuat berbagai konsentrasi (M) larutan dari zat cair dan zat padat. 4. Menjelaskan tentang konsep laju reaksi. 5. Menjelaskan hubungan laju reaksi dan koefisien reaksi dalam kaitannya dengan pengertian laju reaksi. KI 4 (Keterampilan) Siswa dapat : 1. Merancang percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan 2. Melakukan percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan

34 3. Menyimpulkan hasil percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan 4. Menyajikan data hasil percobaan pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan D. Materi Pembelajaran kemolaran Konsep laju reaksi E. Pendekatan dan metode pembelajaran Pendekatan : Scientific Metode : Praktikum, Diskusi, Kuis, dan Penugasan F. Kegiatan Pembelajaran Langkah Deskripsi kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Kegiatan Pendahuluan o Guru menyapa siswa o Guru meminta salah seorang siswa untuk memimpin doa sebagai wujud syukur atas kebesaran Tuhan YME. o Guru menilai sikap doa siswa (sebelum kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Guru mengecek kehadiran siswa o Guru menilai sikap disiplin (hadir tepat waktu)siswa o Sebagai apersepsi guru memberikan informasi 5 menit

35 Kegiatan Inti yang memancing rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan : mengapa dilaboratorium ada larutan dengan berbagai konsentrasi yang berbeda? o Guru menilai rasa ingin tahusiswa yang mengamatislide dan mencoba menjawabpertanyaan. o Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran o Guru menyampaikan penilaian yang akan diambil selama kegiatan pembelajaran kepada siswa Mengamati o Guru melakukan demonstrasi awal tentang larutan HCl dengan konsentrasi yang berbeda o Siswa mengamati 2 botol yang berisi larutan HCl dengan konsentrai yang berbeda o Guru menilai rasa ingin tahu siswa dari sikap memperhatikan demonstrasi Menanya o Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan: - Bagaimana cara membuat larutan dengan konsentrasi yang berbeda?

36 o Guru menjelaskan secara singkat konsep laju reaksi. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa yang bertanya maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan Mengumpulkan Data o Setiap kelompok siswa dibagi menjadi 4 kelompok besar, untuk menerima LKS praktikum (Lampiran 4), dengan pembagian judul praktikum sebagai berikut: o Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru. o Siswa melakukan praktikum sesuai dengan langkah kerja pada LKS. o Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan. o Siswa mengerjakan soal-soal pada LKS berdasarkan hasil praktikum. o Guru menilai sikap kerja sama,teliti,pro-aktif, jujur dan tanggung jawab siswa dalam melakukan percobaan dan membaca data percobaan. o Guru melakukan penilaian psikomotor (KI 4). Mengasosiasi 65 menit

37 Kegiatan Penutup o Guru memberikan kesempatan kepada siswa menganalisisdata hasil percobaan yang mereka peroleh dengan membandingkan literatur atau sumber belajar yang ada untuk membuktikan hipotesis yang mereka buat. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan sementara dari percobaan yang telah dilakukan. o Guru menilai sikap jujur, pro-aktif dan kerja sama siswa dalam berdiskusi kelompok. Mengkomunikasikan o Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapinya. o Guru menilai sikap pro-aktifdan presentasi siswa. o Guru mempertegas jawaban siswa o Guru meminta siswa mengumpulkan hasil diskusi o Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas. o Guru memberikan kuis kepada siswa o Guru menilai sikap jujur saat mengerjakan kuis dan disiplin dalam mengumpulkan kuis tepat 20 menit

38 waktu. o Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran. o Siswa diberi tugas untuk membuat laporan hasil percobaan yang telah dilakukan untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya serta membaca mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi o Siswa berdo a. o Guru menilai sikap doa siswa (sesudah kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Salam penutup. G. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar Sumber belajar : Buku-buku Kimia SMA Kelas XI semester ganjil Bahan Ajar Alat dan Bahan : LCD, Spidol, LKS, alat dan bahan praktikum H. Penilaian Hasil Pembelajaran No. Aspek Teknik Bentuk Instrumen 1. Sikap sikap spiritual Observasi Lembar observasi aspek spiritual Lembar angket aspek spiritual

39 Angket 2. Sikap aspek sosial Observasi Angket Lembar observasi aspek sosial Lembar angket aspek sosial 3. Pengetahuan Tes tertulis kuis 4. Keterampilan Observasi Lembar observasi psikomotor Lembar penilaian portofolio Lembar penilaian presentasi Lembar penilaian proses

40 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 02) Sekolah : SMAN 6 KUPANG Mata Pelajaran : Kimia Kelas /Semester : XI IPA/ I Tahun Ajaran : 2016/2017 Materi Pokok : Laju Reaksi Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

41 KI 4 : prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar 1.2 Menyadariadanyaketeraturandari sifat larutan sebagaiwujudkebesaran Tuhan YME danpengetahuantentangadanyaketeraturantersebutsebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannyabersifattentatif. Indikator Pencapaian Kompetensi Menyadari adanya keteraturan sifat larutan sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dengan berdoa sebelum pembelajaran Menyadari adanya keteraturan sifat larutan sebagai wujud kebesaran

42 3.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam Tuhan Yang Maha Esa dengan berdoa sesudah pembelajaran Bersyukur adanya keteraturan sifat laju reaksi dengan menunjukkan sikap doa yang baik Bersyukur adanya keteraturan sifat laju reaksi dengan berdoa sesuai agama yang dianutnya Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia- Nya dalam proses pembelajaran Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah yang terbaik bagi kita melalui pembelajaran Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan lewat pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran bersifat tentative Disiplin dengan hadir, mengumpulkan kuis dan tugas rumah tepat waktu Rasa ingin tahu dengan mengamati

43 merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. 2.4 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.5 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan demonstrasi, memberikan dan menjawab pertanyaan Jujur dalam mengerjakan kuis dan menggunakan data percobaan (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai dengan data percobaan) Teliti dalam mengamati pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan, serta menyelesaikan soal kuis, dan tugas Bertanggung jawab dalam menjaga alat-alat praktikum, presentasi, dan menyelesaikan soal diskusi Menunjukkan perilaku kerja sama dalam mengerjakan soal diskusi dan melakukan praktikum pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Menunjukkan perilaku pro-aktif dengan mengamati hasil praktikum, mencatat hasil pengamatan, mencari sumber belajar, memberi pertanyaan

44 3.8 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan. 4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi dan orde reaksi. dan menyampaikan ide dalam mengerjakan soal diskusi Menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi melalui percobaan Menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi melalui percobaan Menjelaskan pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi melalui percobaan Menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksimelalui percobaan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan data percobaan Merancang percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi Melakukan percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi Menyimpulkan hasil percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi

45 4.7.4 Menyajikan data hasil percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi C. Tujuan Pembelajaran KI 1 (Sikap spiritual) Selama proses pembelajaran siswa dapat: 5. Menunjukkan sikap doa sebelum pembelajaran dimulai 6. Menunjukkan sikap doa sesudah pembelajaran 7. Menunjukkan sikap doa yang baik 8. Menunjukkan sikap doa sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya KI 2 (Sikap sosial) Selama proses pembelajaran siswa dapat : 8. Menunjukkan perilaku disiplin dengan hadir, mengumpulkan kuis, dan tugas rumah tepat waktu. 9. Menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengamati demonstrasi, memberikan dan menjawab pertanyaan. 10. Menunjukkan perilaku jujur dalam mengerjakan kuis dan menggunakan data percobaan (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai dengan data percobaan) 11. Menunjukkan perilaku teliti dalam mengamati 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi, serta menyelesaikan soal kuis, dan tugas 12. Menunjukkan perilaku bertanggung jawab denganmenjaga alat-alat praktikum, presentasi, dan menyelesaikan soal diskusi. 13. Menunjukkan perilaku kerjasama dalam mengerjakan soal diskusi dan melakukan praktikum 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi 14. Menunjukkan perilaku pro-aktif dengan mengamati hasil praktikum, mencatat hasil pengamatan, mencari sumber belajar, memberi pertanyaan dan menyampaikan ide dalam mengerjakan soal diskusi. KI 3 (Pengetahuan) Setelah selesai pembelajaran siswa dapat :

46 1. Menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi melalui percobaan. 2. Menjelaskan pengaruh suhu terhadap laju reaksi melalui percobaan. 3. Menjelaskan pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi melalui percobaan. 4. Menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi melalui percobaan KI 4 (Keterampilan) Siswa dapat : 5. Merancang percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi 6. Melakukan percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi 7. Menyimpulkan hasil percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi 8. Menyajikan data hasil percobaan 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi D. Materi Pembelajaran Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi E. Pendekatan dan metode pembelajaran Pendekatan : Scientific Metode : Praktikum, Diskusi, Kuis, dan Penugasan F. Kegiatan pembelajaran : Langkah Pembelajaran Deskripsi kegiatan Alokasi Waktu Kegiatan Pendahuluan o Guru menyapa siswa o Guru meminta salah seorang siswa untuk memimpin doa sebagai wujud syukur atas kebesaran Tuhan YME. o Guru menilai sikap doa siswa (sebelum

47 kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Guru mengecek kehadiran siswa o Guru menilai sikap disiplin (hadir tepat waktu)siswa o Sebagai apersepsi guru memberikan informasi yang memancing rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan : 1. Sebuah pesawat, terbang dengan kecepatan 2000 km/jam. Apa arti dari angka 2000 km/ jam? Jawab : arti dari angkan 2000 km/ jam adalah pesawat tersebut telah berpindah sejauh 2000 km dalam waktu satu jam. 2. Perubahan kimia merupakan perubahan yang terjadi pada pereaksi dan hasil reaksinya. Apa yang yang berubah pada pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu reaksi? Jawab : dalam reaksi kimia, perubahan yang terjadi pada pereaksi dan hasil reaksi adalah perubahan konsentrasinya o Guru menilai rasa ingin tahusiswa yang mengamatislide dan mencoba menjawabpertanyaan. 5 menit

48 Kegiatan Inti o Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran o Guru menyampaikan penilaian yang akan diambil selama kegiatan pembelajaran kepada siswa Mengamati o Guru melakukan demonstrasi awal tentang kecepatan reaksi kimia o Siswa mengamati 2 paku yang berkarat dan yang tidak berkarat serta pembakaran kembang api yang berukuran kecil o Siswa diberikan fakta bahwa suatu reaksi kimia ada yang berlangsung cepat, seperti penyulutan kembang api, dan ada yang berlangsung lambat, seperti proses perkaratan besi. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa dari sikap memperhatikan demonstrasi Menanya o Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan: - Mengapa ada reaksi yang berlangsung cepat dan ada reaksi yang berlangsung lambat? - Apa yang menyebabkan suatu reaksi berlangsung cepat atau lambat?

49 o Guru menjelaskan secara singkat konsep laju reaksi. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa yang bertanya maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan Mengumpulkan Data o Setiap kelompok siswa dibagi menjadi 4 kelompok besar, untuk menerima LKS praktikum (Lampiran 4), dengan pembagian judul praktikum sebagai berikut: o Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru. o Siswa melakukan praktikum sesuai dengan langkah kerja pada LKS. o Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan. o Siswa mengerjakan soal-soal pada LKS berdasarkan hasil praktikum. o Guru menilai sikap kerja sama,teliti,pro-aktif, jujur dan tanggung jawab siswa dalam melakukan percobaan dan membaca data percobaan. o Guru melakukan penilaian psikomotor (KI 4). Mengasosiasi 65 menit

50 Kegiatan Penutup o Guru memberikan kesempatan kepada siswa menganalisisdata hasil percobaan yang mereka peroleh dengan membandingkan literatur atau sumber belajar yang ada untuk membuktikan hipotesis yang mereka buat. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan sementara dari percobaan yang telah dilakukan. o Guru menilai sikap jujur, pro-aktif dan kerja sama siswa dalam berdiskusi kelompok. Mengkomunikasikan o Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapinya. o Guru menilai sikap pro-aktifdan presentasi siswa. o Guru mempertegas jawaban siswa o Guru meminta siswa mengumpulkan hasil diskusi o Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas. o Guru memberikan kuis kepada siswa o Guru menilai sikap jujur saat mengerjakan kuis dan disiplin dalam mengumpulkan kuis tepat 20 menit

51 waktu. o Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran. o Siswa diberi tugas rumah dan tugas untuk membuat laporan hasil percobaan yang telah dilakukan untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya o Siswa berdo a. o Guru menilai sikap doa siswa (sesudah kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Salam penutup. G. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar Sumber belajar : Buku-buku Kimia SMA Kelas XI semester ganjil Bahan Ajar Alat dan Bahan : LCD, Spidol, LKS, alat dan bahan praktikum H. Penilaian Hasil Pembelajaran No. Aspek Teknik Bentuk Instrumen 1. Sikap sikap spiritual Observasi Angket Lembar observasi aspek spiritual Lembar angket aspek spiritual 2. Sikap aspek sosial Observasi Lembar observasi aspek sosial

52 Angket Lembar angket aspek sosial 3. Pengetahuan Tes tertulis Soal penugasan individu, Soal penugasan kelompok, kuis 4. Keterampilan Observasi Lembar observasi psikomotor Lembar penilaian portofolio Lembar penilaian presentasi Lembar penilaian proses. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 03) Sekolah : SMAN 6 KUPANG Mata Pelajaran : Kimia Kelas /Semester : XI IPA/ II Tahun Ajaran : 2016/2017 Materi Pokok : Laju Reaksi Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit

53 A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

54 B. Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar 1.3 Menyadariadanyaketeraturandari sifat larutan sebagaiwujudkebesaran Tuhan YME danpengetahuantentangadanyaketeraturantersebutsebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannyabersifattentatif. Indikator Pencapaian Kompetensi Menyadari adanya keteraturan sifat larutan sebagaiwujudkebesarantuhan Yang MahaEsadenganberdoa sebelum pembelajaran Menyadari adanya keteraturan sifat larutan sebagaiwujudkebesarantuhan Yang MahaEsadenganberdoa sesudah pembelajaran Bersyukur adanya keteraturan sifat laju reaksi dengan menunjukkan sikap doa yang baik Bersyukur adanya keteraturan sifat laju reaksi dengan berdoa sesuai agama yang dianutnya Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia- Nya dalam proses pembelajaran Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah yang terbaik bagi kita melalui

55 4.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari. pembelajaran Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan lewat pengetahuan yang diperoleh dalam proses pembelajaran bersifat tentative Disiplin dengan hadir, mengumpulkan kuis dan tugas rumah tepat waktu Rasa ingin tahu dengan mengamati demonstrasi, memberikan dan menjawab pertanyaan Jujur dalam mengerjakan kuis dan menggunakan data percobaan (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai dengan data percobaan) Teliti dalam mengamati pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan, serta menyelesaikan soal kuis, dan tugas Bertanggung jawab dalam menjaga alat-alat praktikum, presentasi, dan menyelesaikan soal diskusi.

56 2.6 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam. 2.7 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan 3.6 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia Menunjukkan perilaku kerja sama dalam mengerjakan soal diskusi dan melakukan praktikum pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Menunjukkan perilaku pro-aktif dengan mengamati hasil praktikum, mencatat hasil pengamatan, mencari sumber belajar, memberi pertanyaan dan menyampaikan ide dalam mengerjakan soal diskusi Menuliskan persamaan laju reaksi Menentukan orde reaksi berdasarkan analisis datayang diperoleh melalui percobaan Menentukan persamaan laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan Menentukan harga dan satuan tetapan laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan Menggambarkan grafik orde reaksi Menjelaskan grafik orde reaksi

57 3.6.7 Menjelaskan keterkaitan teori tumbukan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Menyajikan hasil pemahaman terhadap teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia Merancang percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Melakukan percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Menyimpulkan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Menyajikan data hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan C. Tujuan Pembelajaran KI 1 (Sikap spiritual) Selama proses pembelajaran siswa dapat: 9. Menunjukkan sikap doa sebelum pembelajaran dimulai 10. Menunjukkan sikap doa sesudah pembelajaran 11. Menunjukkan sikap doa yang baik

58 12. Menunjukkan sikap doa sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya KI 2 (Sikap sosial) Selama proses pembelajaran siswa dapat : 15. Menunjukkan perilaku disiplin dengan hadir, mengumpulkan kuis, dan tugas rumah tepat waktu. 16. Menunjukkan rasa ingin tahu dengan mengamati demonstrasi, memberikan dan menjawab pertanyaan. 17. Menunjukkan perilaku jujur dalam mengerjakan kuis dan menggunakan data percobaan (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai dengan data percobaan) 18. Menunjukkan perilaku teliti dalam mengamati 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi, serta menyelesaikan soal kuis, dan tugas 19. Menunjukkan perilaku bertanggung jawab denganmenjaga alat-alat praktikum, presentasi, dan menyelesaikan soal diskusi. 20. Menunjukkan perilaku kerjasama dalam mengerjakan soal diskusi dan melakukan praktikum 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi 21. Menunjukkan perilaku pro-aktif dengan mengamati hasil praktikum, mencatat hasil pengamatan, mencari sumber belajar, memberi pertanyaan dan menyampaikan ide dalam mengerjakan soal diskusi. KI 3 (Pengetahuan) Setelah selesai pembelajaran siswa dapat : 1. Menuliskan persamaan laju reaksi 2. Menentukan orde reaksi berdasarkan analisis datayang diperoleh melalui percobaan 3. Menentukan persamaan laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan 4. Menentukan harga dan satuan tetapan laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan. 5. Menggambarkan grafik orde reaksi 6. Menjelaskan grafik orde reaksi 7. Menjelaskan keterkaitan teori tumbukan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.. KI 4 (Keterampilan) Siswa dapat : 9. Merancang percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan

59 10. Melakukan percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan 11. Menyimpulkan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan 12. Menyajikan data hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan D. Materi pembelajaran Teori tumbukan Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan E. Pendekatan dan metode pembelajaran Pendekatan : Scientific Metode : Praktikum, Diskusi, Kuis, dan Penugasan F. Kegiatan Pembelajaran Langkah Alokasi Deskripsi kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Pendahuluan o Guru menyapa siswa o Guru meminta salah seorang siswa untuk memimpin doa sebagai wujud syukur atas kebesaran Tuhan YME. o Guru menilai sikap doa siswa (sebelum kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Guru mengecek kehadiran siswa o Guru menilai sikap disiplin (hadir tepat waktu)siswa o Sebagai apersepsi guru memberikan informasi 5 menit

60 Kegiatan Inti yang memancing rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan : suatu hari, Ina ingin membuat kolak dan salah satu bahan yang digunakan adalah Gula. Gula yang digunakan oleh Ani adalah gula lempeng, kira kira bagaiamana caranya agar gula lempeng yang digunakan oleh Ani untuk membuat kolak bisa cepat larut? Jawab : o Cara agar gula lempeng cepat larut dalam air kolak tersebut adalah Gula tersebut diiris menjadi halus, karena dengan ukuran yang lebih kecil luas bidang sentuh air terhadap gula semakin besar yang menyebabkan gula cepat larut o Guru menilai rasa ingin tahusiswa yang mengamatislide dan mencoba menjawabpertanyaan. o Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran o Guru menyampaikan penilaian yang akan diambil selama kegiatan pembelajaran kepada siswa Mengamati

61 o Guru melakukan demonstrasi awal tentangteori tumbukan o Guru menampilkan dua buah gambar tumbukkan yang terjadi pada suatu pereaksi apabila konsentrasinya kecil dan konsentrasinya besar. Pada gambar A konsentrasinya 1 M sedangkan pada gambar B konsentrasinya 2 M Tanda lekukan biru merupakan tanda adanya tumbukkan. A B o Siswa diminta mengamati gambar tersebut o Guru menilai rasa ingin tahu siswa dari sikap memperhatikan demonstrasi Menanya o Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan: Mengapa tumbukkan pada gambar B lebih banyak dibandingkan dengan gambar A? Apa yang menyebabkan tumbukkan pada gambar B lebih banyak dibandingkan dengan gambar A? 65 menit

62 o Guru menjelaskan secara singkat tentang teori tumbukan. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa yang bertanya maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan Mengumpulkan Data o Setiap kelompok siswa dibagi menjadi 4 besar, untuk menerima LKS praktikum (Lampiran 4), dengan pembagian judul praktikum sebagai berikut: o Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru. o Siswa melakukan praktikum sesuai dengan langkah kerja pada LKS. o Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan. o Siswa mengerjakan soal-soal pada LKS berdasarkan hasil praktikum. o Guru menilai sikap kerja sama,teliti,pro-aktif, jujur dan tanggung jawab siswa dalam melakukan percobaan dan membaca data percobaan. o Guru melakukan penilaian psikomotor (KI 4). Mengasosiasi o Guru memberikan kesempatan kepada siswa

63 Kegiatan Penutup menganalisisdata hasil percobaan yang mereka peroleh dengan membandingkan literatur atau sumber belajar yang ada untuk membuktikan hipotesis yang mereka buat. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan sementara dari percobaan yang telah dilakukan. o Guru menilai sikap jujur, pro-aktif dan kerja sama siswa dalam berdiskusi kelompok. Mengkomunikasikan o Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapinya. o Guru menilai sikap pro-aktifdan presentasi siswa. o Guru mempertegas jawaban siswa o Guru meminta siswa mengumpulkan hasil diskusi o Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas. o Guru memberikan kuis kepada siswa o Guru menilai sikap jujur saat mengerjakan kuis dan disiplin dalam mengumpulkan kuis tepat waktu. 20 menit

64 o Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran. o Siswa diberi tugas rumah dan tugas untuk membuat laporan hasil percobaan yang telah dilakukan untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya o Siswa berdo a. o Guru menilai sikap doa siswa (sesudah kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Salam penutup. G. Penilaian Hasil Pembelajaran No. Aspek Teknik Bentuk Instrumen 1. Sikap sikap spiritual Observasi Angket Lembar observasi aspek spiritual Lembar angket aspek spiritual 2. Sikap aspek sosial Observasi Angket Lembar observasi aspek sosial Lembar angket aspek sosial 3. Pengetahuan Tes tertulis Soal penugasan individu, Soal penugasan kelompok, kuis 4. Keterampilan Observasi Lembar observasi psikomotor Lembar penilaian portofolio

65 Lembar penilaian presentasi Lembar penilaian proses

66 RPP 01 BAHAN AJAR A. Kemolaran Jumlah zat kimia terlarut dalam suatu larutan dinyatakan dengan istilah konsentrasi. Satuan konsentrasi larutan yang sering digunakan yaitu kemolaran, fraksi mol, persen, kemolalan, dan kenormalan. Dan dalam laju reaksi, satuan konsentrasi yang digunakan adalah kemolaran. Kemolaran atau molaritas menyatakan konsentrasi (kepekatan) dari suatu larutan yang menggambarkan jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan. Yang mana berkaitan dengan jumlah mol dan volume larutan. Yang dapat ditulis dalam persamaan M = Keterangan: M = kemolaran (M) n = jumlah mol zat (mol) V = volume larutan (Liter) Jika jumlah zat terlarut dinyatakan dalam satuan gram dan volume larutan dinyatakan dalam ml atau cm 3, kemolaran dirumuskan sebagai berikut M = x Keterangan: M = kemolaran (M) g = massa zat terlarut (gram) Mr = massa molekul relatif zat terlarut V = volume larutan (ml atau cm 3 ) Dan untuk menghitung kemolaran larutan dari persentase larutan, dapat digunakan persamaan M = x atau M = Keterangan: M = kemolaran (M)

67 P = persen fase larutan (%) Mr = massa molekul relatif V = volume larutan (ml atau cm 3 ) Ƿ = massa jenis larutan (g/ml) A. Konsep Laju Reaksi Dalam kehidupan sehari-hari, anda sering menemukan bahwa reaksi kimia berlangsung dalam waktu yang berbeda-beda.misalnya makanan yang menjadi basi, pertumbuhan bayi menjadi seorang manusia dewasa, pembakaran kertas dan lain sebagainya.perbedaan waktu yang dibutuhkan dalam suatu reaksi kimia berhubungan erat dengan laju reaksi tersebut. Konsep laju reaksi dapat dipahami berdasarkan banyaknya perubahan per satuan waktu.misalnya, laju produksi suatu peruusahaan roti dapat dihitung berdasarkan banyaknya tepung terigu yang habis terpakai atau banyaknya roti yang diproduksi per hari. Laju reaksi merupakan ukuran sebarapa cepat produk reaksi dapat terbentuk atau seberap cepat pereaksi mengalami reaksi. Sebagai contoh jika beberapa keping CaCO 3 dimasukkan kedalam larutan HCl 1,0 M akan terjadi reaksi sebagai berikut Laju reaksi dapat diukur dengan menentukan jumlah gas CO 2 yang terbentuk pada selang waktu tertentu atau menimbang massa pereaksi pada selang waktu tertentu. Untuk reaksi hipotetik A B, laju reaksi dapat ditentukan melalui pengamatan perubahan konsentrasi pereaksi atau produk reaksi sebagai pengamatan perubahan konsentrasi pereaksi atau produk reaksi sebagai fungsi waktu, [A] vs t. ketika reaksi berlangsung, jumlah partikel-partikel pereaksi A makin berkurang dengan bertambahnya waktu, sebaliknya jumlah partikel-partikelproduk reaksi B akan bertambah.

68 Laju pengurangan konsentrasi A dan penambahan konsentrasi B dapat dinyatakan dalam: Keterangan : v = M/detik [A] = perubahan konsentrasi reaktan(m) [B] = perubahan konsentrasi produk(m) t = perubahan tiap satuan waktu (detik) Konsentrasi (M) Produk Reaktan Waktu (dt) Grafik perubahan konsentrasi reaktan dan produk sebagai fungsi waktu.

69 B. Persamaan Laju Reaksi Pengaruh perubahan konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi tidak dapat diramalkan dari persamaan reaksi keseluruhan.akan tetapi, hal itu dapat ditentukan melalui eksperimen. Percobaan penentuan laju reaksi menunjukkan bahwa laju reaksi akan menurun dengan bertambahnya waktu. Hal ini berarti ada hubungan antara konsentrasi zat yang tersisa saat itu dengan laju reaksi.penentuan laju reaksi pada umumnya dilakukan pada laju awal reaksi (pada konsentrasi awal). Alasan penentuan laju reaksi dilakukan pada konsentrasi awal: 1. Pada saat reaksi berlangsung zat pereaksi akan menurun sehingga tidak dapat ditentukan konsentrasi pada saat reaksi sedang berjalan 2. Ada kemungkinan reaksi berbalik arah, artinya zat hasil reaksi berubah kembali menjadi zat pereaksi. Perhatikan data percobaan untuk penguraian nitrogen pentaoksida (N 2 O 5 ) pada suhu 25 0 C berikut : Tabel laju penguraian N 2 O 5 [N 2 O 5 ] Laju Reaksi (M/dt) 0,020 0,040 0,080 0,70 x ,4 x ,8 x 10-6 Berdasarkan tabel penguraian N 2 O 5 terlihat bahwa laju reaksinya sebanding dengan konsentrasi N 2 O 5.Setiap konsetrasi N 2 O 5 diduakalikan, laju penguraian menjadi dua kali.

70 Fakta-fakta yang diperoleh melalui percobaan ini dapat ditulis secara matematis sebagai berikut: Kdisebut tetapan laju reaksi. Nilai k merupakan perbandingan antar laju reaksi dan konsentrasi reaktan. Tetapan ini merupakan sifat khas dari suatu reaksi yang besarnya hanya bergantung pada temperatur. Secara umum untuk reaksi: a A + b B c C +d D Pesamaan reaksinya adalah : m dann disebut orde reaksi. Dengan demikian, laju suatu reaksi sebanding dengan konsentrasi masing-masing reaktan yang diberi pangkat tertentu. Orde reaksi tidak sama dengan koefesien reaksi meskipun dalam beberapa reaksi, orde reaksinya sama dengan koefesien. Orde reaksi harus ditentukan secara eskperimen.

71 BAHAN AJAR RPP 02 FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI Perubahan konsentrasi pereaksi per satuan waktu dapat dimanipulasi agar lebih cepat atau lebih lambat, bahkan reaksi dihentikan.untuk melakukan manipulasi kecepatan reaksi, kita perlu mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi laju suatu reaksi. Faktor- faktor tersebut diantaranya,konsentrasi pereaksi, suhu, luas permukaan dan katalis a. Konsentrasi Banyak reaksi kimia berlangsung dalam larutan. Konsentrasi reaktan akan mempengaruhi laju suatu reaksi. Pengaruh konsentrasi awal terhadap laju reaksi adalah khas untuk setiap reaksi.laju reaksi pada umumnya naik dengan bertambahnya konsentrasi pereaksi dan akan turun dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi. b. Suhu Selain konsentrasi suhu juga berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangsung dinaikkan, maka menyebabkan partikelsemakin aktif bergerak, sehingga menyebabkan tumbukan antar partikel akan sering terjadi dan menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabilasuhu diturunkan maka partikel tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil. c. Luas permukaan. Luas permukaan juga memiliki penanan yang sangat penting dalam mempercepat atau memperlambat laju suatu reaksi. Jika semakin luas permukaan sentuh maka laju reaksi akan semakin cepat, sebaliknya jika luas pemukaan sentuh semakin kecil maka laju reaksi akan semakin lambat.

72 d. Katalis Beberapa reaksi kimia yang berlangsung lambat dapat dipercepat dengan menambahkan suatu zat ke dalamnya.akan tetapi, zat tersebut tidak ikut bereaksi sehingga setelah reaksi selesai, zat tidak berubah. Sebagai contoh, peruraian hydrogen peroksida (H 2 O 2 ). 2H 2 O 2(aq) 2H 2 O (l) + O 2(g) Reaksi penguraian H 2 O 2 berlangsung secara spontan dan lambat, tetapi dengan menambahkan ion Fe 3+ (larutan FeCl 3 ) penguraian hidrogren peroksida berlangsung lebih cepat.dalam hal ini, ion Fe 3+ tidak mengalami perubahan setelah reaksi selesai (dapat diamati dari warna larutan yang tidak berubah setelah reaksi selesai). Ion Fe 3+ dalam reaksi diatas disebut katalis. Dalam persamaan reaksi, katalis dituliskan di atas tanda panah, sehingga reaksi penruraian hydrogen peroksida tersbut dituliskan sebagai berikut: Fe 3+ 2H 2 O 2(aq) 2H 2 O (l) + O 2(g) Jadi katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetapi mengalami perubahan yang kekal. Suatu katalis mungkin dapat terlibat dalam proses reaksi atau mengalami perubahan selama reaksi berlangsung tetapi setelah reaksi itu selesai, katalis akandiperoleh kembali dalam jumlah yang sama.

73 BAHAN AJAR RPP 03 A. Orde Reaksi Dalam persamaan laju reaksi terdapat variabel orde reaksi.apakah yang dimaksud dengan orde reaksi?orde reaksi merupakan bilang pangkat konsentrasi pada persamaan laju reaksi.orde reaksi dapat berupa bilangan bulat positif, nol atau bilangan pecahan.pada umumnya, reaksi kimia memiliki orde reaksi berupa bilangan bulat positif. Nilai orde reaksi tidak selalu sama dengan koefesien reaksi zat yang bersangkutan. Orde suatu reaksi merupakan penjumlahan dari orde reaksi setiap zat yang bereaksi. Jenis-jenis orde reaksi, persamaan laju reaksi, dan grafik orde reaksi dari suatu persamaan reaksi diperlihatkan sebagai berikut: 1. Reaksi Reaksi Nol Suatu reaksi dikatakan berorde nol jika laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi.maksudnya, perubahan konsentrasi zat tidak mempengaruhi laju reaksi. v = k [A] 0 = k Misalnya : CH 3 COOCH 3 + H 2 O CH 3 COOH + CH 3 OH v = k [CH 3 COOCH 3 ] [H 2 O] 0 2. Reaksi Orde Satu Suatu reaksi dikatakan memiliki orde satu jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi salah satu reaktan.jika konsentrasi reaktan dilipat duakan maka laju reaksi juga lipat dua kali. v = k [A] Misalnya : 2N 2 O 5 4NO 2 + O 2 v = k[ N 2 O 5 ]

74 3. Reaksi Orde Dua Suatu reaksi dikatakan memiliki orde reaksi dua jika laju reaksi berbanding lurus dengan kuadrat konsentrasi reaktan.jika konsentrasi reaktan dilipatduakan maka laju reaksi lipat 2 2 = 4 kali. v = k [A] 2 atau v = k [A] [B] Misalnya : NO + O 3 NO 2 + O 2 v = k [NO] [O 3 ] 4. Reaksi Orde Tiga v = k [A] 2 [B], v = k [A][B] 2, v = k [C] 3, atau v = k [A][B][C] Misalnya : 2NO + 2H 2 N 2 + 2H 2 O V = k [NO ] 2 [H 2 ] 5. Reaksi Orde Pecahan Misalnya : CO + Cl 2 COCl 2 V = k [CO][Cl 2 ] 3/4 1. Penentuan Orde reaksi Orde reaksi dapat ditentukan dengan cara membandingkan data laju reaksi sebagai fungsi dari konsentrasi pereaksi. adalah: Contohnya, pada reaksi pembentukan NO 2, reaksi yang terjadi 2NO(g) + O 2 (g) 2NO 2 (g Tabel 2.3 Tabel Hasil percobaan Pada percobaan diperoleh data sebagai berikut : No [No] (M) [O 2 ] (M) v (Ms -1 ) ,1 0,2 0,3 0,2 0,3 0,1 0,1 0,2 0,3 0,3 1, , , , ,

75 Berdasarkan data tersebut, anda dapat menentukan orde reaksi dan persamaanlaju reaksi dengan langkah-langkah berikut : Menentukan orde reaksi NO Dimisalkan, persamaanlaju reaksi V= k [NO] x [O 2 ] y. untuk mencari orde reaksi NO(x) pilihlah data konsentrasi O 2 yang sama, yaitu data (1) dan data (2) atau data (4) dan (5). Dengan demikian, factor O 2 dapat dihilangkan dalam perbandingannya. Perhatikan penentuan orde reaksi berdasarkan data no (1) dan (2) berikut :, harga k (1) = k (2) ( karena suhu tetap) dan O 2(1) = O 2(2) sehingga dapat dihilangkan (bernilai 1) = Jadi orde reaksi NO = 2 Menentukan Orde reaksi O 2 Untuk menentukan orde reaksi O 2 (y), pilihlah data NO yang sama, yaitu data nomor (2) dan (4) atau data nomor (3) dan (5). Berdasarkan data nomor (2) dan (4) : Jadi orde reaksi O 2 = 1 Menentukan orde reaksi total Orde reaksi total = orde reaksi NO + orde reaksi O 2 = = 3. Jadi orde reaksi total dari reaksi pembentukan NO 2 adalah 3.

76 Menentukan persamaan laju reaksi Persamaan laju reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: v = k [NO] 2 [O 2 ] 2. Grafik Orde Reaksi Grafik laju reaksi terhadap konsentrasi pereaksi bergantung pada nilai orde reaksi tersebut. a. Grafik Reaksi Orde Nol Persamaan laju reaksi :v = k [A] 0 = k Pada orde reaksi nol, perubahan konsentrasi tidak akan mengubah laju reaksi.dengan demikian, nilai laju reaksi sama dengan konstanta laju reaksi. Laju (Ms -1 ) Konsentrasi A (M) b. Grafik Reaksi Orde Satu Persamaan laju reaksi: v = k [A] 1 = k [A]. Pada reaksi orde satu, persamaan laju reaksi merupakan persamaan linear sehingga setiap perubahan konsentrasi satu kali, laju reaksi naik satu kali dan setiap perubahan konsentrasi dua kali, laju reaksi pun naik dua kali Laju (Ms -1 ) Konsentrasi A (M) c. Grafik Reaksi Orde Dua Persamaan laju reaksi: v = k[a] 2

77 Pada reaksi orde dua, persamaan laju reaksi merupakan persamaan kuadrat reaksi sehingga setiap perubahan konsentrasi satu kali, laju reaksi naik satu kali,tetapi setiap perubahan konsentrasi dua kali, laju reaksi naik empat kali. Laju reaksi ( Ms -1 ) Konsentrasi A (M) B. Teori Tumbukan 1. Energi Aktivasi Suatu laju reaksi kimia diawali dari reaksi kimia. Agar reaksi kimia berlangsung, partikel-partikel harus bertumbukan satu sama lain. Akan tetapi, tidak setiap tumbukan antarpartikel menyebabkan terjadinya reaksi.agar terjadi reaksi, setiap partikel harus memiliki energy kinetik yang sangat besar.energy kinetic tersebut digunakan untuk memutuskan ikatan yang lama sehingga terbentuk ikatan yang baru.energy kinetic minimum yang diperlukan olrh partikel-partikel pereaksi agar dapat bereaksi membentuk kompleks teraktivasi dinamakan energy aktivasi (E a ).energy aktivasi ini ditemukan pertama kali oleh ahli kimia Swedia, Svante Arrhenius. 2. Hubungan antara teori tumbukan dan factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Untuk mempercepat laju reaksi ada dua cara yang dilakukan, yaitu memperbesar energy kinetic molekul atau menurunkan harga E a. kedua cara ini bertujuan agar molekul-molekul semakin banyak memiliki energy yang sama atau lebih dari energy aktivasi sehingga tumbukan yang terjadi semakin banyak.

78 Energy aktivaasi ini dapat menerangkan mengapa konsentrasi, suhu, luas permukaan bidang sentuh,dan katalis mempengaruhi laju reaksi. a. Konsentrasi Untuk beberapa reaksi baik reaksi dalam fasa gas, cair ataupun padat kenaikan konsentrasi meningkatkan laju reaksi.contoh reaksi antara asam klorida yang ditambahkan pada natrium tiosulfat, endapan kuning terbentuk yang menunjukkan pembentukkan belerang. Na 2 S 2 O 3 (aq) + 2 HCl(aq) 2 NaCl(aq) + H 2 O(l) + S(s) + SO 2 (g) Jika larutan natrium tiosulfat dibuat semakin encer, pembentukkan endapansemakin membutuhkan waktu yang lama.dengan asumsi bahwa reaksi terjadi antara dua partikel karena terjadinya tumbukan, tumbukan yangmenghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif.ini berlaku untuk reaksi pada fasa apapun, baik untuk fasa gas, cair atau pun padat.jika konsentrasi tinggi maka kemungkinan terjadinya tumbukan semakin banyak. Anggaplah pada suatu waktu kamu punya satu juta partikel yang memiliki cukup energi untuk mengatasi energy aktivasinya sehingga dapat bereaksi, atau E>Ea. Jika kamu punya 100 juta maka akan bereaksi 100 juta, maka hasil reaksi biasanya mengikuti kelipatan zat pereaksi yang ditambahkan Molekul Air Encer pekat encer pekat

79 Gambar 01.pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi b. Luas Permukaan Jika kita gunakan padatan dalam bentuk serbuk biasanya hasil reaksi akan lebih cepat diperoleh. Hal itu dikarenakan zat dalam bentuk serbuk memiliki luas permukaan yang lebih besar. Memperbesar luas permukaan padatan akanmeningkatkan peluang terjadinya tumbukan. Bayangkan sebuah reaksi antara logam magnesium dan asam klorida encer. Reaksi akan mencakup tumbukan antara atom magnesium dan ion hidrogen. Mg (s) + 2 H + (aq) Mg 2+ (aq) + H 2(g Gambar 02. Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi c. Temperatur Dan pada umumnya reaksi akanberlangsung dengan semakin cepat jika dilakukan dengan pemanasan. Pemanasan berarti penambahan energi kinetikpartikel sehingga partikel akan bergerak lebih cepat, akibatnya tumbukan yang terjadi akan semakin sering Tumbukan akan menghasilkan hasil reaksi jika partikel yang bertumbukan memiliki energi yang cukup untuk

80 melakukannya. Energi minimum ini disebut sebagai energi aktivasi untuk bereaksi. Hal itu digambarkan sebagaimana pada Gambar 0.3. Gambar 03. Energi aktivasi reaksi Hanya partikel pada daerah energy tinggi (daerah hijau) yang dapat mengatasienergi aktivasi sehingga mengalami tumbukkan efektif.partikel tidak dapat bereaksi karena tidak memiliki energi yang cukup, sehingga setelah bertumbukan kembali berpisah.untuk mempercepat reaksi, jumlah partikel dengan energi yang cukup untuk bereaksi harus ditingkatkan. Meningkatkan temperature berarti menambah energi sehinggabentuk grafik pada gambar 03akan berubahmenjadi seperti pada Gambar 04.

81 Gambar 04. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi d. Katalis Katalis adalah zat yang dapat mempercepat suatu reaksi, tetapi secara kimiazat tersebut tidak berubah dan kita dapat memperoleh kembali ada akhir reaksi bahkan dengan jumlah massa yang sama. Beberapa reaksi yang dibantu dengan penambahan katalis diantaranya adalah : Untuk meningkatkan laju reaksi kamu perlu meningkatkan jumlah tumbukanyang efektif sehingga menghasilkan reaksi.selain dengan meningkatkan energy kinetiknya melalui pemanasan, adalah dengan menempuh jalan alternatif dalam bereaksi, dimana jalan tersebut lebih mudah dicapai atau membutuhkan energy yang relatif lebih kecil dari jalan reaksi yang biasa. Tumbukaan akan lebih efektif jika memiliki arah orientasi yang tepat, dengan energi aktivasi yang lebih kecil atau lebih mudah untuk membentuk ikatan dibanding dengan arah orientasi yang lain. Contoh untuk reaksi pembentukan CH 3 CH 2 Cl berikut: H 2 C CH 2 + HCl H 3 C CH 2 Cl

82 Gambar 05. Arah orientasi reaksi tidak efektif akan lebih efektif dan energi aktivasinya lebih rendah dibandingkan dengan jikabertumbukan dengan arah orientasi seperti berikut: Gambar 06.Arah oreintasi dengan efektivitas reaksi yang lebih tinggi. berikut ini. Dengan kata lain untuk mengerakkan energi aktivasi dalam Gambar 06 Gambar 06 Analogi pergeseran energy aktivasi akibat perubahan energy partikel.

83 Gambar 07. Pengaruh katalis terhadap energy aktivasi reaksi Penambahan katalis memiliki pengaruh pada energi aktivasi. Sebuah katalis memberikan jalan reaksi yang lain dengan energi aktivasi lebih rendah. Seperti ditunjukkan dalam gambar 07. Contoh reaksi pemutusan ikatan rangkap pada etena untuk membentuk etana yang sangat sulit dilakukan dapat dilakukan dengan menempuh cara lain jika ada katalis logam nikel, gambaran reaksi yang berlangsung bisa dilihat seperti pada gambar 08bawah ini. Logam nikel hanya menjadi mediator terjadinya pemutusan ikatan kovalen antara molekul diatomik hidrogen dan menjadi sarana terjadinya tumbukan antara hidrogen yang sudah gambar 06,Analogi pergeseran energi aktivasiakibat perubahan energi partikel pecah dengan etena.logam nikel sedikit pun tidak berubah.ini hanyamembutuhkan energi yang lebih kecil dalam bereaksi karena hidrogen dibuat diam di permukaan logam sampai terjadinya tumbukan dengan etena.dalam tubuh mahluk hidup sudah tersedia katalis tertentu untuk mempercepat reaksi yang biasanya merupakan suatu enzim, seperti enzim yang membantu proses pencernaan.

84 . Gambar 08.Reaksi pembentukan katalis etana dan etena

85 LKS 01 Nama Sekolah : SMAN 6 KUPANG Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI IPA/Ganjil Alokasi Waktu : 65 menit Pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan Nama Anggota Kelompok : A. Judul Praktikum : pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan B. Tujuan Praktikum : Untuk mengetahui cara pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan C. Perhatikan wacana berikut. Wacana : Dion dan Ega adalah murid kelas XI IPA 1 di SMAN 6 Kupang. Mereka berdua sangat menyukai mata pelajaran kimia. Saat pelajaran kimia, mereka mendapat tugasdari Ibu Intan untuk mengetahui cara pembuatan larutan dengan konsentrasitertentu dan pengenceran larutan menggunakan bahanbahan yang sudah disiapkan oleh Ibu Intan seperti asam klorida pekat 2M, pelet natrium hidroksida, dan aquades.akan tetapi setelah mereka mempraktekkannya, mereka masih bingung untuk mengetahui cara pembuatan

86 larutan dengan konsentrasitertentu dan pengenceran larutan. Maukah kalian membantu Dion dan Ega? D. Rumusan Masalah: E. Hipotesis: F. Alat dan Bahan Praktikum: Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut: No Alat Bahan 1 Gelas kimia 50 Ml Aquades 2 Labu volumetrik 100 Larutan HCL 2M ml 3 Pipet Tetes Pelet NaOH 4 Batang pengaduk 6 Kaca arloji 7 Neraca analitik G. Prosedur Kerja Percobaan A : Pengenceran 1. Langkah pertama mencari volume HCl pekat yang akan digunakan untuk membuat larutan HCl 0,1 M sebanyak 100 ml. 2. Isi labu volumetrik ukuran 100 ml dengan aquades sebanyak 25 ml, lalu tambahkan volume HCl pekat yang telah dihitung pada langkah pertama secara perlahan. 3. Kocok sebentar kemudian tambahkan aquades sampai 100 ml. Percobaan B : Pembuatan larutan NaOH

87 1. Ditimbang secara teliti 0,4 gram butiran NaOH menggunakan kaca arloji dan neraca analitik. 2. Begitu penimbangan selesai dilakukan, dipindahkan NaOH dari gelas arloji ke dalam gelas kimia yang telah berisi ml akuades hangat. 3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna 4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumetrikukuran 100 ml. 5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas pada labu volumetrik. Ditutup labu volumetrik, kemudian dikocok hingga homogen. H. Data Pengamatan Percobaan A Percobaan B No. Percobaan Pengamatan 1. Langkah pertama mencari volume HCl pekat 2. Isilabu volumetrik ukuran 100 ml dengan aquades sebanyak 25 ml, lalu tambahkan volume HCl pekat yang telah dihitung pada langkah pertama secara perlahan 3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna 4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumterik 100 ml 5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas 6. Ditutup labu takar, kemudian dikocok hingga homogen V akuades = 25 ml No. Percobaan Pengamatan 1. Ditimbang butiran NaOH dengan kaca arloji atau neraca analitik 2. Dipindahkan NaOH ke dalam gelas kimia yang berisi aquades m = 0,4 gr V akuades = 20 ml

88 3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna 4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumterik 100 ml 5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas 6. Ditutup labu takar, kemudian dikocok hingga homogen I. Analisis 1. Jelaskan hasil pengamatan pada percobaan A! 2. Hitunglah konsentrasi larutan NaOH! 3. Jelaskan hasil pengamatan pada percobaan B!

89 J. Kesimpulan :

90 LKS 02 Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (konsentrasi) Nama Anggota Kelompok : A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi C. Perhatikan wacana berikut. Wacana : Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Rio dan Sin beserta kawankawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi laju reaksi? Apakah konsentrasi mempengaruhi kecepatan laju reaksi?. Maukah kalian membantu Rio dan Sin beserta teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?.

91 D. RumusanMasalah: E. Hipotesis: F. Alat dan Bahan Praktikum: Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut: Alat: Bahan: Labu erlenmeyer Larutan HCl 0,1 M Stopwatch Larutan HCl 2 M Balon Soda kue G. Prosedur Kerja 1. Siapkan dua buah labu erlenmeyer, dan beri nomor 1 dan 2 2. Isilah masing masing botol dengan larutan HCl yang berbeda konsentrasi 3. Siapkan dua buah balon 4. Atur posisi balon dalam keadaan tegak 5. Masukkan soda kue ke dalam masing masing balon dengan jumlah yang sama 6. Setelah itu, rekatkan masing-masing ujung balon ke dalam tutup labu erlenmeyer. Usahakan tidak ada udara yang masuk didalamnya. Setelah keduanya merekat, tumpahkan soda kue yang ada pada balon ke dalam labu erlenmeyer dengan waktu

92 yang bersamaan dan melihat apa yang terjadi pada kedua balon tersebut. Balon manakah yang mengembung terlebih dahulu? 7. Kemudian disamping menunggu balon yang mengembung, hitunglah lamanya balon tersebut hingga menjadi besar 8. Lalu masukkan ke dalam table yang telah dibuat H. Data Pengamatan Larutan HCl Soda Kue Waktu 0,1M 1 sendok makan...detik 2M 1 sendok makan...detik I. Analisis 1. Tuliskan reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! J. Kesimpulan :

93 LKS 02 Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (luas permukaan) Nama Anggota Kelompok : A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi C. Perhatikan wacana berikut. Wacana : Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Rio dan Sin beserta kawankawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi laju reaksi? Apakah luas permukaan mempengaruhi kecepatan laju reaksi?. Maukah kalian membantu Rio dan Sin beserta teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?. D. RumusanMasalah:

94 E. Hipotesis: F. Alat dan Bahan Praktikum: Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut: Alat: Bahan: Tabung reaksi Larutan HCl 2 M Stopwatch Batu pualam Kaca arloji Neraca analitik G. Prosedur Kerja 1. Ambil masing-masing 3mL HCl 2M, masukkan ke dalam tabung reaksi. 2. Ambillah pualam, kemudian letakkan di atas kaca arloji. Timbang 0.5gr pualam dalam bentuk bongkahan sebanyak 3 kali dengan teliti menggunakan neraca analitik 3. Masukkan 0.5gr pualam tersebut ke dalam tabung reaksi, amati banyaknya gelembung yang dihasilkan dan catat waktu yang diperlukan agar balon dapat berdiri tegak. 4. Ulangi percobaan tersebut sampai 3 kali. 5. Lakukan langkah yang sama dengan menggunakan pualam yang telah digerus halus. 6. Bandingkan apa yang terjadi. H. Data Pengamatan

95 No. HCl (M) Massa pualam (bongkahan) Waktu (detik) Massa pualam (serbuk) 1 2M 0.5gr 0.5gr 2 2M 0.5gr 0.5gr 3 2M 0.5gr 0.5gr Waktu (detik) I. Analisis 4. Tuliskan reaksi yang terjadi! 5. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 6. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! J. Kesimpulan :

96 LKS 03 Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan (luas permukaan) Nama Anggota Kelompok : A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi C. Perhatikan wacana berikut. Wacana : Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Greg dan Diva beserta kawankawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, bagaimna konsentrasi mempengaruhi kecepatan laju reaksi berdasarkan teori tumbukan?.maukah kalian membantu Greg dan Diva beserta temanteman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?. D. RumusanMasalah:

97 E. Hipotesis: F. Alat dan Bahan Praktikum: Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut: Alat: Bahan: Gelas kimia 100 ml 1 buah Kapur Gelas ukur 100 ml 1 buah Air Stopwatch 1 set Pisau 1 buah Spatula 1 buah Batang pengaduk 1 buah G. Prosedur Kerja 1. Isilah gelas kimia dengan 50 ml air. 2. Masukkan 1butir kapur ke dalam air. 3. Ukur waktu reaksi menggunakan stopwatch mulai dari saat pemasukan tablet hingga tablet tidak tersisa lagi dalam larutan. 4. Ulangi langkah tersebut menggunakan kapur yang dipotong menjadi 6 bagian, dan batu kapur yang ditumbuk halus H. Data Pengamatan Lengkapi tabel data hasil pengamatan berikut: Percobaan Pereaksi Waktu

98 ke- I. Analisis 7. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! 8. Jelaskan reaksi yang terjadi berdasarkan Teori tumbukan! J. Kesimpulan :

99 LKS 03 Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan (konsentrasi) Nama Anggota Kelompok : A. Judul Praktikum : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi B. Tujuan Praktikum : Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi C. Perhatikan wacana berikut. Wacana : Saat mengikuti pembelajaran kimia di sekolah, Ichy dan Ian beserta kawan-kawan sudah masuk dalam materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan. Saat memulai pelajaran mereka di tanya oleh gurunya, bagaimana konsentrasi mempengaruhi kecepatan laju reaksi berdasarkan teori tumbukan?.maukah kalian membantu Ichy dan Ian beserta teman-teman yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru mereka?. D. RumusanMasalah:

100 E. Hipotesis: F. Alat dan Bahan Praktikum: Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut: Alat: Bahan: Labu erlenmeyer Asam cuka Stopwatch Air Label Soda kue G. Prosedur Kerja 1. Siapkan dua buah labu erlenmeyer masing-masing diberi nomor 1 dan Isilah dua buah balon dengan soda kue dengan ukuran 1 sendok teh. 3. Isilah asam cuka pada labu erlenmeyer pertama dengan ukuran 50mL lalu ambil balon dan rekatkan pada mulut botol.l 4. Hitung waktu reaksi dengan stopwatch pada saat balon mengembang dan soda kue bereaksi dengan asam cuka amati perubahan yang terjadi dan perubahan pada balon. 5. Ulangi langkah tersebut untuk labu erlenmeyer kedua namun asam cuka dengan ukuran 40mL dengan 10mL air

101 H. Data Pengamatan No. Label Pereaksi Waktu (s) I. Analisis 9. Tuliskan reaksi yang terjadi! 10. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! 11. Jelaskan reaksi yang terjadi berdasarkan reori tumbukan! J. Kesimpulan :

102 SOAL KUIS RPP Jelaskan pengertian laju reaksi! 2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi! Jawaban 1. laju reaksi adalah laju pengurangan konsentrasi molar pereaksi at pertambahan konsentrasi molar produk dalam satu satuan waktu. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut a. Konsentrasi. Konsentrasi (kepekatan) adalah perbandingan jumlah zat terlarut terhadap jumlah larutan. Makin besar konsentrasi suatu larutan makin besar pula laju reaksinya. Hal ini disebabkan larutan dengan konsentrasi besar (pekat) mengandung partikel yang lebih rapat jika dibandingkan larutan yang konsentrasi kecil (encer) sehingga lebih mudah dan lebih sering bertumbukkan. b. Faktor Luas Permukaan Bidang Sentuh. Luas permukaan zat berkaitan dengan bidang sentuh zat tersebut. Suatu zat akan bereaksi apabila zat-zat tersebut bercampur dan saling bersinggungan. Zat padat yang berbentuk serbuk akan mempunyai permukaan yang lebih luas bila dibandingkan dengan zat padat yang berbentuk kepingan/ bongkahan. c. Faktor Suhu. Peningkatan suhu menyebabkan peningkatan laju reaksi. Setiap partikel selalu bergerak dengan arah tidak teratur. Dengan naiknya temperature, energi gerak/ kinetic molekul bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan naiknya temperatur akan memperbesar energi potensial sehingga jika bertumbukkan juga akan terjadi reaksi. d. Faktor katalis Katalis merupakan zat yang mempengaruhi laju reaksi.dalam kerjanya katalis akan ikut bereaksi dengan zat-zat reaktan, tetapi diakhir proses

103 reaksi katalis akan memisah kembali. jumlah 30

104 SOAL KUIS RPP Pada reaksi 2NH 3 (g) N 2 (g)+ 3H 2 (g), konsentrasi H 2 bertambah dari 0 menjadi 0,2 mol/l dalam waktu 10 detik. Berapa laju reaksi H 2? 2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan! 3. Apa yang dimaksud tumbukan efektif? Jawaban 1. Diketahui bahwa NH 3 bertambah dari 0 M menjadi 0,2 M dalam waktu 10 detik Penyelesaian : [ H 2] 0,2 VH 2 = + t = 10 = 0,02 mol/l. 2. faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan 10 Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Pengaruh temperatur terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Pengaruh katalis terhadap laju reaksi 3. Tumbukan efektifadalah tumbukan yang mempunyai 10 energiyangcukupuntukmemutuskanikatan-ikatanpadazatyangbereaksi. jumlah 30

105 SOAL KUIS RPP Dari reaksi :2 NO(g) + 2H 2 (g) N 2 (g) + 2H 2 O(g) diperoleh data percobaan sebagai berikut: Nomor Konsentrasi (M) Laju reaksi Percobaan NO H2 (M.det -1 ) Persamaan laju reaksi tersebut adalah... Jawaban 1. Orde reaksi terhadap NO, bandingkan ν 2 terhadap ν 1 Orde reaksi terhadap H 2, bandingkan ν 5 terhadap ν 2 Sehingga persamaan laju reaksi adalah V = k [NO] x [H 2 ] y = k [NO] 1 [H 2 ] 1 = k [NO][H 2 ] Jumlah 15

106 Tugas RPP Pada suhu 273 C, gas brom dapat bereaksi dengan gas nitrogen monoksida menurut persamaan reaksi berikut: 2NO(aq) + Br 2 (g) 2NOBr(g) Percobaan Konsentrasi Awal (M) Laju Reaksi NO Br Awal (M det 1 2 ) 1 0,1 0, ,1 0, ,2 0,10 24 Laju reaksi bila konsentrasi gas NO = 0,01 M dan gas Br 2 = 0,03 M adalah... Pembahasan Orde reaksi terhadap NO Diperoleh Orde reaksi terhadap Br 2 Diperoleh Persamaan lajunya

107 Untuk NO = 0,01 M dan Br 2 = 0,03 M Bandingkan v 4 terhadap v 1 2. Data hasil percobaan laju reaksi: 2NO (g) + 2H 2 (g) N 2 (g) + 2H 2 (g) + 2H 2 O (g) Berdasarkan data tersebut tentukanlah : a. Orde reaksi [NO] b. Orde reaksi [H 2 ] c. Orde reaksi total Pembahasan Orde reaksi terhadap NO

108 Orde reaksi terhadap H 2 Sehingga orde reaksi totalnya adalah = = 3 Tugas RPP Pada reaksi 2NH 3 (g) N 2 (g)+ 3H 2 (g), konsentrasi H 2 bertambah dari 0 menjadi 0,2 mol/l dalam waktu 10 detik. Berapa laju reaksi H 2? 5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan! 6. Apa yang dimaksud tumbukan efektif? Jawaban 4. Diketahui bahwa NH 3 bertambah dari 0 M menjadi 0,2 M dalam waktu 10 detik Penyelesaian : [ H 2] 0,2 VH 2 = + t = 10 = 0,02 mol/l. 5. faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan 10 Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Pengaruh temperatur terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Pengaruh katalis terhadap laju reaksi 6. Tumbukan efektifadalah tumbukan yang mempunyai 10 energiyangcukupuntukmemutuskanikatan-ikatanpadazatyangbereaksi. jumlah 30

109 Kisi-Kisi dan Lembar Observasi Sikap Spiritual (KI 1) (RPP 01) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Sub Topik : kemolaran Kisi-Kisi No Aspek Yang Dinilai Item Pernyataan 1 Berdoa a Berdoa sebelum memulai kegiatan b pembelajaran Berdoa setelah memulai kegiatan pembelajaran c Berdoa dengan cara yang baik dan d berkonsentrasi Berdoa sesuai dengan agama yang dianut

110 Aspek Yang Dinilai Petunjuk: 1. Berdoa Lembar Observasi Sikap Spiritual (KI 1) (RPP 01) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Sub Topik :kemolaran a. Berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran b. Berdoa setelah memulai kegiatan pembelajaran c. Berdoa dengan cara yang baik dan berkonsentrasi d. Berdoa sesuai dengan agama yang dianut Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spritual peserta didik. Berilah angka 1 bila aspek yang dinilai dapat teramati atau teridentifikasi dengan baik. Dan beri nilai 0 bila aspek yang dinilai tidak teramati. Pengamatan Observasi Sikap Spritual kemolaran (KI1) No. Nama Siswa Aspek Pengamatan Jumlah Nilai Ket Berdoa a b c D Nilai = x 100

111 Kisi-Kisi dan Lembar Angket Sikap Spiritual (KI 1) (RPP 01) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/I Sub Topik : kemolaran N o Kisi-Kisi Angket Sikap Spiritual Aspek yang dinilai Pernyataan Nomor item 1 Mengucap syukur Saya mengucap syukur ketika saya berhasil mengerjakan tugas Saya mengucap syukur ketika saya mendapat nilai ulangan yang tinggi Saya mengucap syukur ketika saya mendapat nilai ulangan yang jelek Menyadari kebesaran Saya menyadari bahwa kamolaran bermanfaat dalam 2 Tuhan Yang Maha kehidupan sehari-hari Esa Saya menyadari ketentuan yang ditetapkan Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik bagi kita melalui materi kemolaran Saya menyadari kebesaran Tuhan merupakan bagian dari materi kemolaran Saya menyadari bahwa pengetahuan yang diperoleh 3 Menyadari pengetahuan bersifat tentative dapat berubah kapan saja Saya menyadari bahwa pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan perkembangan IPTEK

112 Lembar Angket Sikap Spiritual (KI 1) (RPP 01) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/I Sub Topik : Kemolaran Nama sekolah : Nama siswa : Kelas : Hari/tanggal : Petunjuk: 1. Pernyataan ini berkaitan dengan kebiasaanmu sehari-hari. Hal ini sama sekali tidak mempengaruhi pada nilai sekolahmu. Atas partisipasinya diucapkan terima kasih. 2. Berilah tanda cek ( ) pada kolom pilihan sesuai kebiasaanmu sehari-hari! No Pernyataan Saya mengucap syukur ketika saya berhasil mengerjakan tugas 2 Saya mengucap syukur ketika saya mendapat nilai ulangan yang tinggi 3 Saya mengucap syukur ketika saya mendapat nilai ulangan yang jelek 4 Saya menyadari bahwa kemolaranbermanfaat dalam kehidupan sehari-hari 5 Saya menyadari ketentuan yang ditetapkan Tuhan Yang Maha Esa adalah yang terbaik bagi kita melalui materi kemolaran 6 Saya menyadari kebesaran Tuhan merupakan bagian dari materi kemolaran 7 Saya menyadari bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat berubah kapan saja 8 Menyadari bahwa pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan perkembangan IPTEK

113 Petunjuk Penskoran Angket Spiritual (KI) a. Skor jawaban angket yang diberikan: Selalu : 4 Sering : 3 Kadang-kadang : 2 Tidak pernah : 1 b. Penilaian Jawaban 1. Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 2. Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 3. Kadang-kadang, apabila melakukan sesuai pernyataan dan sering tidak melakukan 4. Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan c. Penskoran

114 Kisi-Kisi dan Lembar Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) (RPP 01) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Sub Topik : Kemolaran Kisi-Kisi Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) No Aspek Yang Kegiatan yang diamati dinilai 1 Persiapan Percobaan 1. Berdiri sesuai kelompok praktikum 2. Alat dan bahan tersedia dalam kelompok 3. Alat dan bahan tersusun rapih dalam kelompok 2 Pelaksanaan percobaan Percobaan A : Pengenceran 4. Langkah pertama mencari volume HCl pekat yang akan digunakan untuk membuat larutan HCl 0,1 M sebanyak 100 ml. 5. Isi labu volumetrik ukuran 100 ml dengan aquades sebanyak 25 ml, lalu tambahkan volume HCl pekat yang telah dihitung pada langkah pertama secara perlahan. 6. Kocok sebentar kemudian tambahkan aquades sampai 100 ml. Percobaan B : Pembuatan larutan NaOH 6. Ditimbang secara teliti 0,4 gram butiran NaOH menggunakan kaca arloji dan neraca analitik. 7. Begitu penimbangan selesai dilakukan, dipindahkan NaOH dari gelas arloji ke dalam gelas kimia yang telah berisi ml akuades hangat.

115 8. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna 9. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumetrikukuran 100 ml. 10. Ditambahkan akuades hingga tanda batas pada labu volumetrik. Ditutup labu volumetrik, kemudian dikocok hingga homogen. Mengamati hasil percobaan Menjawab soal-soal dan membuat kesimpulan 3 Kegiatan akhir percobaan 1. Membersihkan alat dan bahan 2. Merapikan meja praktikum 3. Keluar laboratorium dengan teratur

116 Lembar Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) (RPP 01) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Lembar Pengamatan Keterampilan Sub Topik Kelas : Kemolaran : XI Petunjuk: bila teramati beri tanda, dan tidak teramati beri tanda (-) NO Nama Persiapa n Percoba an Pelaksanaan Percobaan Kegiatan Akhir Percobaan Rubrik Penilaian No. Aspek yang dinilai Kategori Kriteria 1. Persiapan percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru 2. Pelaksanaan percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru

117 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru 3. Kegiatan akhir percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru Nilai = x 100 Kisi-Kisi dan Lembar Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) (RPP 02) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Sub Topik : 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi Kisi-Kisi Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) No Aspek Yang Kegiatan yang diamati dinilai 1 Persiapan Percobaan 1. Berdiri sesuai kelompok praktikum 2. Alat dan bahan tersedia dalam kelompok 3. Alat dan bahan tersusun rapih dalam kelompok 2 Pelaksanaan Percobaan Suhu 6. Mengambil 10 ml Na 2 S 2 O 3 0,1 M kemudian memasukkannya kedalam beker glass dan meletakkannya diatas kertas putih yang sudah diberi tanda silang dengan spidol. Mengukur dan mencatat suhu larutan tersebut (misal 30 0 C).

118 7. Mengambil 10 ml larutan HCl 0,1 M kemudian memasukkannya kedalam beker glass, mengukur dan mencatat suhunya (misal 30 0 C). Menambahkan larutan HCl ke dalam larutan Na 2 S 2 O 3, bersamaan dengan menambahkan larutan HCl tersebut hidupkan stopwatch. Mengamati tanda silang pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera untuk mematikan stopwatch. Mencatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi. 8. Mengulangi percobaan langkah 1a dan 1b dua kali untuk suhu 40 0 C dan 50 0 C (caranya dengan memanaskan larutan Na 2 S 2 O 3 dan HCl sampai suhunya naik 10 0 C dan 20 0 C dari langkah 2a dan 2b kemudian mencampurkan larutan tersebut. Konsentrasi 9. Siapkan dua buah labu erlenmeyer, dan beri nomor 1 dan Isilah masing masing botol dengan larutan HCl yang berbeda konsentrasi 11. Siapkan dua buah balon 12. Atur posisi balon dalam keadaan tegak 13. Masukkan soda kue ke dalam masing masing balon dengan jumlah yang sama 14. Setelah itu, rekatkan masing-masing ujung balon ke dalam tutup labu erlenmeyer. Usahakan tidak ada udara yang masuk didalamnya. Setelah keduanya merekat, tumpahkan soda kue yang ada pada balon ke dalam labu erlenmeyer dengan waktu yang bersamaan dan melihat apa yang terjadi pada kedua balon tersebut. Balon manakah yang mengembung terlebih dahulu? 15. Kemudian disamping menunggu balon yang mengembung, hitunglah lamanya balon tersebut hingga menjadi besar 16. Lalu masukkan ke dalam table yang telah dibuat Luas permukaan 7. Ambil masing-masing 3mL HCl 2M, masukkan ke dalam tabung reaksi. 8. Ambillah pualam, kemudian letakkan di atas kaca arloji. Timbang 0.5gr pualam dalam bentuk bongkahan

119 sebanyak 3 kali dengan teliti menggunakan neraca analitik 9. Masukkan 0.5gr pualam tersebut ke dalam tabung reaksi, amati banyaknya gelembung yang dihasilkan dan catat waktu yang diperlukan agar balon dapat berdiri tegak. 10. Ulangi percobaan tersebut sampai 3 kali. 11. Lakukan langkah yang sama dengan menggunakan pualam yang telah digerus halus. 12. Bandingkan apa yang terjadi. Mengamati hasil percobaan Menjawab soal-soal dan membuat kesimpulan 3 Kegiatan akhir percobaan 1. Membersihkan alat dan bahan 2. Merapikan meja praktikum 3. Keluar laboratorium dengan teratur

120 Lembar Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) (RPP 02) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Lembar Pengamatan Keterampilan Sub Topik Kelas : 4 faktor yang mempengaruhi laju reaksi : XI Petunjuk: bila teramati beri tanda, dan tidak teramati beri tanda (-) NO Nama Persiapa n Percoba an Pelaksanaan Percobaan Kegiatan Akhir Percobaan Rubrik Penilaian No. Aspek yang dinilai Kategori Kriteria 1. Persiapan percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru 2. Pelaksanaan percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru

121 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru 3. Kegiatan akhir percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru Nilai = x 100 Kisi-Kisi dan Lembar Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) (RPP 03) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Sub Topik : 2 faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Kisi-Kisi Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) No Aspek Yang Kegiatan yang diamati dinilai 1 Persiapan Percobaan 2. Berdiri sesuai kelompok praktikum 4. Alat dan bahan tersedia dalam kelompok 5. Alat dan bahan tersusun rapih dalam kelompok 2 Pelaksanaan Percobaan Konsentrasi 1. Siapkan dua buah labu erlenmeyer masing-masing diberi nomor 1 dan Isilah dua buah balon dengan soda kue dengan ukuran 1 sendok teh.

122 3. Isilah asam cuka pada labu erlenmeyer pertama dengan ukuran 50mL lalu ambil balon dan rekatkan pada mulut botol.l 4. Hitung waktu reaksi dengan stopwatch pada saat balon mengembang dan soda kue bereaksi dengan asam cuka amati perubahan yang terjadi dan perubahan pada balon. 5. Ulangi langkah tersebut untuk labu erlenmeyer kedua namun asam cuka dengan ukuran 40mL dengan 10mL air Luas permukaan 1. Siapkan dua buah labu erlenmeyer, dan beri nomor 1 dan 2 2. Isilah masing masing botol dengan larutan HCl yang berbeda konsentrasi 3. Siapkan dua buah balon 4. Atur posisi balon dalam keadaan tegak 5. Masukkan soda kue ke dalam masing masing balon dengan jumlah yang sama 6. Setelah itu, rekatkan masing-masing ujung balon ke dalam tutup labu erlenmeyer. Usahakan tidak ada udara yang masuk didalamnya. Setelah keduanya merekat, tumpahkan soda kue yang ada pada balon ke dalam labu erlenmeyer dengan waktu yang bersamaan dan melihat apa yang terjadi pada kedua balon tersebut. Balon manakah yang mengembung terlebih dahulu? 7. Kemudian disamping menunggu balon yang mengembung, hitunglah lamanya balon tersebut hingga menjadi besar 8. Lalu masukkan ke dalam table yang telah dibuat Luas permukaan 5. Isilah gelas kimia dengan 50 ml air. 6. Masukkan 1butir tablet redoxon ke dalam air. 7. Ukur waktu reaksi menggunakan stopwatch mulai dari saat pemasukan tablet hingga tablet tidak tersisa lagi dalam larutan. 8. Ulangi langkah tersebut menggunakan tablet redoxon yang dipotong menjadi 4 bagian, dan tablet redoxon

123 yang ditumbuk halus Mengamati hasil percobaan Menjawab soal-soal dan membuat kesimpulan 3 Kegiatan akhir percobaan 4. Membersihkan alat dan bahan 5. Merapikan meja praktikum 6. Keluar laboratorium dengan teratur

124 Lembar Observasi Aspek Psikomotor (KI 4) (RPP 03) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI Lembar Pengamatan Keterampilan Sub Topik Kelas : 2 faktor yang mempengaruhi laju reaksiberdasarkan teori tumbukan : XI Petunjuk: bila teramati beri tanda, dan tidak teramati beri tanda (-) NO Nama Persiapa n Percoba an Pelaksanaan Percobaan Kegiatan Akhir Percobaan Rubrik Penilaian No. Aspek yang dinilai Kategori Kriteria 1. Persiapan percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru 2. Pelaksanaan percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru

125 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru 3. Kegiatan akhir percobaan 4 Dilakukan oleh siswa tanpa bantuan guru 3 Sebagian besar dikerjakan oleh siswa 2 Sebagian besar dibantu oleh guru 1 Semuanya dibantu oleh guru Nilai = x 100

126 Kisi-Kisi dan Lembar Angket Sikap Sosial (KI 2) (RPP 01) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI N Indikator Aspek yang Pernyataan Nomor o dinilai item 1 Menunjukan sikap disiplin dalam setiap kegiatan pembelajaran Disiplin Saya mengumpulkan tugas tepat waktu Saya mengumpulkan laporan praktikum tepat waktu Saya masuk kelas tepat waktu 3 Saya tidak keluar masuk kelas selama pembelajaran berlangsung Saya tidak senang ribut dalam kelas Menunjukan sikap jujur dalam setiap kegiatan pembelajaran 3 Menunjukan perilaku kerja sama antara anggota kelompok selama kegiatan pembelajaran 4 Menunjukan sikap proaktif dalam setip kegiatan pembelajaran 5 Menunjukan sikap Teliti dalam setip kegiatan pembelajaran Jujur Kerja sama Proaktif Saya jujur menjawab soal quis dan ulangan Saya jujur mengerjakan tugas dengan kemampuan yang saya miliki Saya bekerja sama dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok Saya membantu menyelesaikan tugas kelompok Saya aktif dalam menjawab pertanyaan dalam kelompok Saya aktif dalam bertanya saat kegiatan pembelajaran. Teliti Teliti dalam melaksanakan praktikum Teliti dalam menganalisis data hasil percobaan Lembar Angket Sikap Sosial (KI 2) (RPP 01)

127 Nama sekolah : Nama siswa : Kelas : Hari/tanggal : Petunjuk: 3. Pernyataan ini berkaitan dengan kebiasaanmu sehari-hari. Hal ini sama sekali tidak mempengaruhi pada nilai sekolahmu. Atas partisipasinya diucapkan terima kasih 4. Berilah tanda cek ( ) pada kolom pilihan sesuai kebiasaanmu sehari-hari! No Pernyataan Saya mengumpulkan tugas tepat waktu 2 Saya mengumpulkan laporan praktikum tepat waktu 3 Saya masuk kelas tepat waktu 4 Saya tidak keluar masuk kelas selama pembelajaran berlangsung 5 Saya tidak senang ribut dalam kelas 6 Saya jujur menjawab soal quis dan ulangan 7 Saya jujur mengerjakan tugas dengan kemampuan yang saya miliki 8 Saya bekerja sama dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok 9 Saya membantu menyelesaikan tugas kelompok 10 Saya aktif menjawab pertanyaan dalam kelompok 11 Saya aktif bertanya saat kegiatan pembelajaran. 12 Saya teliti dalam melaksanakan praktikum 13 Saya teliti dalam menganalisis data hasil percobaan

128 Petunjuk Penskoran Angket Sosial (KI 2) d. Skor jawaban angket yang diberikan: Selalu : 4 Sering : 3 Kadang-kadang : 2 Tidak pernah : 1 e. Penilaian Jawaban 4. Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 5. Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 2. Kadang-kadang, apabila melakukan sesuai pernyataan dan sering tidak melakukan 1. Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan f. Penskoran

129 Kisi-Kisi dan Lembar Angket Sikap Sosial (KI 2) (RPP 02) Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI N Indikator Aspek yang Pernyataan Nomor o dinilai item 1 Menunjukan sikap disiplin dalam setiap kegiatan pembelajaran Disiplin Saya mengumpulkan tugas tepat waktu Saya mengumpulkan laporan praktikum tepat waktu Saya masuk kelas tepat waktu 3 Saya tidak keluar masuk kelas selama pembelajaran berlangsung Saya tidak senang ribut dalam kelas Menunjukan sikap jujur dalam setiap kegiatan pembelajaran 3 Menunjukan perilaku kerja sama antara anggota kelompok selama kegiatan pembelajaran 4 Menunjukan sikap proaktif dalam setip kegiatan pembelajaran 5 Menunjukan sikap Teliti dalam setip kegiatan pembelajaran Jujur Kerja sama Proaktif Saya jujur menjawab soal quis dan ulangan Saya jujur mengerjakan tugas dengan kemampuan yang saya miliki Saya bekerja sama dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok Saya membantu menyelesaikan tugas kelompok Saya aktif dalam menjawab pertanyaan dalam kelompok Saya aktif dalam bertanya saat kegiatan pembelajaran. Teliti Teliti dalam melaksanakan praktikum Teliti dalam menganalisis data hasil percobaan Lembar Angket Sikap Sosial (KI 2) (RPP 02)

130 Nama sekolah : Nama siswa : Kelas : Hari/tanggal : Petunjuk: 1. Pernyataan ini berkaitan dengan kebiasaanmu sehari-hari. Hal ini sama sekali tidak mempengaruhi pada nilai sekolahmu. Atas partisipasinya diucapkan terima kasih 2. Berilah tanda cek ( ) pada kolom pilihan sesuai kebiasaanmu sehari-hari! No Pernyataan Saya mengumpulkan tugas tepat waktu 2 Saya mengumpulkan laporan praktikum tepat waktu 3 Saya masuk kelas tepat waktu 4 Saya tidak keluar masuk kelas selama pembelajaran berlangsung 5 Saya tidak senang ribut dalam kelas 6 Saya jujur menjawab soal quis dan ulangan 7 Saya jujur mengerjakan tugas dengan kemampuan yang saya miliki 8 Saya bekerja sama dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok 9 Saya membantu menyelesaikan tugas kelompok 10 Saya aktif menjawab pertanyaan dalam kelompok 11 Saya aktif bertanya saat kegiatan pembelajaran. 12 Saya teliti dalam melaksanakan praktikum 13 Saya teliti dalam menganalisis data hasil percobaan

131 Petunjuk Penskoran Angket Sosial (KI 2) a. Skor jawaban angket yang diberikan: Selalu : 4 Sering : 3 Kadang-kadang : 2 Tidak pernah : 1 b. Penilaian Jawaban 1. Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 2. Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 3. Kadang-kadang, apabila melakukan sesuai pernyataan dan sering tidak melakukan 4. Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan c. Penskoran

132 Indikator Tujuan No Soal Menjelaskan 1. Siswa dapat pengertian menjelaskan pengertian molaritas molaritas Kisi-kisi THB Soal Jawaban Klasifikasi Skor Soal C1 5 1 Jelaskan pengertian dari kemolaran! 1. Kemolaran menyatakan konsentrasi (kepekatan) dari suatu larutan yang menggambarkan jumlah mol zat terlarut dalam setiap liter larutan. Yang mana berkaitan dengan jumlah mol dan volume larutan Jumlah skor Menentukan konsentrasi (molaritas) suatu larutan. 2. Siswa dapat menentuka n konsentrasi (molaritas) suatu larutan 2 Tentukan kemolaran dari: a. 0,05 mol NaOH dalam air dengan volume 200 ml larutan. b. 18 gr C 6 H 12 O 6 (Mr = 180) dalam air dengan volume 100 ml larutan. 2. a. M = n/v = 0,05 mol / 0,2 L = 0,25 M b. n = massa/ Mr = 18 / 180 = 0,1 mol M= n/v = 0,1 / 0,1 = 1 M C Menjelaskan tentang konsep laju reaksi 3. Siswa dapat menjelaska n pengertian 3 Apa yang dimaksudkan dengan laju reaksi? Jelaskan! Jumlah Skor Laju reaksi adalah penambahan pada konsentrasi produk per satuan waktu atau pengurangan konsentrasi pereaksi. C1 5

133 laju reaksi Jumlah Skor Menjelaskan hubungan laju reaksi dan koefisien reaksi dalam kaitannya dengan pengertian laju reaksi 4. Siswa dapat menjelaskan hubungan laju reaksi dan koefisien reaksi dalam kaitannya dengan pengertian laju reaksi 4 Jelaskan hubungan laju reaksi dengan koefisien reaksi! 4. Dalamstoikiometri, perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan jumlah mol pereaksi atau hasil reaksi. Jadi, dalam suatu reaksi kimia, laju reaksi suatu zat C2 15 berbanding lurus dengan perbandingan koefisien reaksi zat tersebut. p

134 3.7.5 Menuliskan persamaan laju reaksi 5. Siswa dapat menuliskan persamaan laju reaksi Jumlah Skor 5 Diberikan persamaan reaksi berikut: N 2 (g) + 3H 2 (g) 2NH 3 (g) Tuliskan persamaan laju reaksi untuk masing-masing pereaksi dan hasil reaksi! 5. V N 2 = + [N 2 ] / t V H 3 = + [H 3 ] / t 10 C3 10 V NH 3 = + [NH 3 ] / t Jumlah Skor Menentukan nilai orde reaksi dan laju reaksi 6. Siswa dapat menentuka n nilai orde reaksi dan laju reaksi 6 Dari hasil percobaan tentang laju reaksi di pereoleh data sebagai berikut : No. [NO] [H 2 ] Laju (M/det) 1 0,6 0,1 3,2 6. Orde reaksi terhadap NO V V 4 3 4,0 1,0 ( NO) ( NO) (0,4) (0,2) 4 3 x x C ,6 0,3 9,6 4 (2) x 2 x 5 3 0,2 0,5 1,0 Orde reaksi terhadap H ,4 0,5 4,0 10 Dari data di atas tentukan orde

135 reaksi dari: a. NO b. H 2 c. Orde reaksi total Jika reaksi A B merupakan reaksi orde ke -0, tentukan persamaan laju reaksinya dan tentukan satuan tetapan laju reaksinya. V V 2 1 9,6 3,2 3 (3) y 1 ( H ( H 2 2 ) ) (0,3) (0,1) y Orde reaksi total x + y = = 3 y 2 y 1 y y Jumlah Skor Persamaan laju reaksinya v = k[a] 0 dan satuan tetapan laju reaksinya yaitu mol/l detik atau M/s Menjelaskan grafikorde reaksi 7. Siswa dapat menjelask an grafik 8 Jelaskan orde reaksi dari grafik dibawah ini laju(ms -1 ) Grafik tersebut menunjukkan bahwa, setiap perubahan Konsentrasi satu kali, laju reaksi C3 15 orde naik satu kali. Dan setiap perubahan reaksi konsentrasi dua kali, laju reaksi konsentrasi A(M) naik dua kali, dan seterusnya. Sehingga V = k [C]

136 Jumlah Skor Menganalisis hubungan teori tumbukkan dengan 8. Siswa dapat Menganalis is hubungan 9 10 Apa yang dimaksud dengan energi aktivasi? Jelaskan hubungan antara teori tumbukan dengan konsentrasi pereaksi! Energi kinetik minimum yang diperlukan oleh partikel pereaksi agar dapat bereaksi membentuk kompleks teraktivasi C faktor-faktor teori yang mempengaru hi laju reaksi tumbukkan dengan faktorfaktor yang mempengar uhi laju reaksi Larutan yang pekat memiliki konsentrasi yang besar. Molekul-molekul dalam larutan pekat berjumlah lebih banyak, susunannya lebih rapat sehingga lebih mudaj bertumbukan. Hal ini mengakibatkan tumbbukan yang terjadi lebih banyak. Pada larutan encer yang memiliki konsentrasi kecil, letak antarmolekul lebih longgar sehingga tumbukan antarmoleul tidak semudah pada larutan pekat. Selain itu, pada larutan encer jumlah jumlah C4

137 molekulnya lebih sedikit sehingga jumlah molekul yang bertumbukan lebih sedikit. Jumlah Skor 35

138

139 No. Indikator 1 Menyiapkan alat dan bahan 2 Deskripsi pengamatan 3 Menafsirkan peristiwa yang akan terjadi 4 Melakukan praktik 5 Mempresentasikan hasil praktik Jumlah Skor yang Diperoleh Rubrik Penilaian 3 (baik) Lembar Penilaian Psikomotor Hasil Penilaian 2 1 (cukup) (kurang) No Indikator Rubrik 1 Menyiapkan alat 3. Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan. dan bahan 2. Menyiapkan sebagian alat dan bahan yang diperlukan. 1. Tidak menyiapakan seluruh alat dan bahan yang 2. Deskripsi pengamatan diperlukan. 3. Memperoleh deskripsi hasil pengamatan secara lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2. Memperoleh deskripsi hasil pengamatan kurang lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 1. Tidak memperoleh deskripsi hasil pengamatan kurang lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 3. Menafsirkan 3. Mampu memberikan penafsiran benar secara substantif. peristiwa yang akan terjadi 2. Mampu memberikan penafsiran kurang benar secara substantif. 1. Tidak mampu memberikan penafsiran benar secara substantif. 4. Melakukan 3. Mampu melakukan praktik dengan menggunakan seluruh 228

140 No Indikator Rubrik praktik prosedur yang ada. 2. Mampu melakukan praktik dengan menggunakan sebagian prosedur yang ada. 1. Tidak mampu melakukan praktik dengan menggunakan prosedur yang ada. 5. Mempresentasikan hasil praktik 3. Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan secara percaya diri. 2. Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan kurang percaya diri. 1. Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif, bahasa sulit dimengerti, dan disampaikan tidak percaya diri. Kriteria Penilaian: Nilai = Jumlah Skor yang Diperoleh Skor Maksimum X

141 LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO Mata Pelajaran : Kimia TahunAjaran : 2016/2017 Kelas/Semester : XI IPA /I WaktuPengamatan :- Berilahtandacek ( ) padakolom-kolomsesuaipengamatan Kelompok Kelompok 1 Nama Peserta Didik Kajian Teori/ Dasar Teori Prosedur Eksperimen Hasil dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Pustaka Lampiran Jumlah Ket Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 230

142 KISI KISI LEMBAR PENILAIAN PORTOFOLIO Aspek Penilaian (1) Kajian teori/dasar teori (2) Prosedur Eksperimen Skor Kajian teori/ dasar teori ditulis, Kajian teori/ dasar teori namun terdapat satu poin dari ditulis, namun terdapat dua tiga poin berikut tidak poin dari tiga poin berikut memenuhi: tidak memenuhi: (1) Terdapat teori yang relevan (1) Terdapat teori yang (2) Terdapat hasil eksperimen relevan sebelumnya yang relevan (2) Terdapat hasil (3) Terdapat kerangka berfikir eksperimen sebelumnya dalam membangun yang relevan argumentasi teoritik bahwa (3) Terdapat kerangka eksperimen yang akan berfikir dalam dilaksanakan dapat membangun menyelesaikan argumentasi teoritik permasalahan bahwa eksperimen yang akan dilaksanakan dapat menyelesaikan permasalahan Kajian teori/ dasar teori ditulis dengan memenuhi poin berikut: (1) Terdapat teori yang relevan (2) Terdapat hasil eksperimen sebelumnya yang relevan (3) Terdapat kerangka berfikir dalam membangun argumentasi teoritik bahwa eksperimen yang akan dilaksanakan dapat menyelesaikan permasalahan. Prosedur eksperimen dituliskan pengumpulan data dengan memenuhi komponen berikut: 1) Alat dan bahan 2) Rancangan eksperimen (gambar rancangan eksperimen dan Prosedur eksperimen pengumpulan data dituliskan, namun terdapat satu poin dari lima poin berikut tidak terpenuhi : 1) Rumusan masalah 2) Rumusan hipotesis 3) Variabel eksperimen 4) Alat dan bahan Prosedur eksperimen pengumpulan data dituliskan, namun terdapat dua poin dari lima poin berikut tidak terpenuhi : 1) Rumusan masalah 2) Rumusan hipotesis 3) Variabel eksperimen 4) Alat dan bahan Kajian teori / dasar teori ditulis, namun tiga poin berikut tidak terpenuhi : (1) Terdapat teori yang relevan (2) Terdapat hasil eksperimen sebelumnya yang relevan (3) Terdapat kerangka berfikir dalam membangun argumentasi teoritik bahwa eksperimen yang akan dilaksanakan dapat menyelesaikan permasalahan Prosedur eksperimen pengumpulan data dituliskan, namun terdapat tiga poin atau lebih dari lima poin berikut tidak terpenuhi : 1) Rumusan masalah 2) Rumusan hipotesis 3) Variabel eksperimen 4) Alat dan bahan 231

143 (3) Hasil dan pembahasan langkah-langkah eksperimen) Hasil yang berupa data, dianalisis secara lengkap yang meliputi enam poin berikut: 1) Data dianalisis dengan teknik/ metode yang tepat 2) Data dianalisis dengan memperhitungkan taraf kesalahan/ ketelitian pengukuran 3) Data dituliskan sesuai dengan aturan angka penting 4) Data dituliskan beserta satuan yang digunakan 5) Data disajikan dalam bentuk grafik/table dan diberikan penjelasan 6) Dilakukan perbandingan antara data hasil eksperimen dengan 5) Rancangan eksperimen (gambar rancangan eksperimen dan langkahlangkah eksperimen) Hasil yang berupa data, dianalisis namun terdapat satu hingga dua poin dari enam poin berikut tidak terpenuhi: 1) Data dianalisis dengan teknik / metode yang tepat 2) Data dianalisis dengan memperhitungkan taraf kesalahan/ ketelitian pengukuran 3) Data dituliskan sesuai dengan aturan angka penting 4) Data dituliskan beserta satuan yang digunakan 5) Data disajikan dalam bentuk grafik/table dan diberikan penjelasan 6) Dilakukan perbandingan antara data hasil eksperimen dengan nilai secara teori 5) Rancangan eksperimen (gambar rancangan eksperimen dan langkah-langkah eksperimen) Hasil yang berupa data, dianalisis namun terdapat tiga hingga empat poin dari enam poin berikut tidak terpenuhi: 1) Data dianalisis dengan teknik / metode yang tepat 2) Data dianalisis dengan memperhitungkan taraf kesalahan / ketelitian pengukuran 3) Data dituliskan sesuai dengan aturan angka penting 4) Data dituliskan beserta satuan yang digunakan 5) Data disajikan dalam bentuk grafik / table dan diberikan penjelasan 6) Dilakukan perbandingan antara data hasil eksperimen dengan nilai secara teori 5) Rancangan eksperimen (gambar rancangan eksperimen dan langkahlangkah eksperimen) Hasil yang berupa data, dianalisis namun terdapat lebih dari empat poin dari enam poin berikut tidak terpenuhi: 1) Data dianalisisdenganteknik/m etode yang tepat 2) Data dianalisis dengan memperhitungkan taraf kesalahan / ketelitian pengukuran 3) Data dituliskan sesuai dengan aturan angka penting 4) Data dituliskan beserta satuan yang digunakan 5) Data disajikan dalam bentuk grafik/table dan diberikan penjelasan 6) Dilakukan perbandingan antara data hasil eksperimen dengan nilai secara teori 232

144 (4) Kesimpulan dan saran (5) Daftarpusta ka nilai secara teori Kesimpulan dan saran ditulis dengan memenuhi poin berikut: 1) Kesimpulan bersifat valid, yaitu ditulis berdasarkan analisis data percobaan 2) Terdapat perbandingan antara kesimpulan hasil percobaan dengan literature/teori 3) Terdapat penjelasan mengenai hubungan kesimpulan dengan pernyataan hipotesis 4) Terdapat saran yang sesuai dengan temuan yang dapat digunakan untuk perbaikan eksperimen berikutnya Daftar pustaka ditulis dengan memenuhi poin berikut: 1) Penulisan sesuai dengan aturan 2) Konsisten 3) Memuat literaturliteratur yang ada Kesimpulan dan saran ditulis, namun terdapat satu poin dari empat poin berikut yang tidak terpenuhi: 1) Kesimpulan bersifat valid, yaitu ditulis berdasarkan analisis data percobaan 2) Terdapat perbandingan antara kesimpulan hasil percobaan dengan literature /teori 3) Terdapat penjelasan mengenai hubungan kesimpulan dengan pernyataan hipotesis 4) Terdapat saran yang sesuai dengan temuan yang dapat digunakan untuk perbaikan eksperimen berikutnya Daftar pustaka ditulis namun satu poin dari tiga poin berikut tidak terpenuhi: 1) Penulisan sesuai dengan aturan 2) Konsisten 3) Memuat literatur-literatur yang ada dalam badan Kesimpulan dan saran ditulis, namun terdapat dua poin dari empat poin berikut yang tidak terpenuhi: 1) Kesimpulan bersifat valid, yaitu ditulis berdasarkan analisis data percobaan 2) Terdapat perbandingan antara kesimpulan hasil percobaan dengan literature / teori 3) Terdapat penjelasan mengenai hubungan kesimpulan dengan pernyataan hipotesis 4) Terdapat saran yang sesuai dengan temuan yang dapat digunakan untuk perbaikan eksperimen berikutnya Daftar pustaka ditulis namun dua poin dari tiga poin berikut tidak terpenuhi: 1) Penulisan sesuai dengan aturan 2) Konsisten 3) Memuat literatur- Kesimpulan dan saran ditulis, namun terdapat lebih dari tiga poin dari empat poin berikut yang tidak terpenuhi: 1) Kesimpulan bersifat valid, yaitu ditulis berdasarkan analisis data percobaan 2) Terdapat perbandingan antara kesimpulan hasil percobaan dengan literature/teori 3) Terdapat penjelasan mengenai hubungan kesimpulan dengan pernyataan hipotesis 4) Terdapat saran yang sesuai dengan temuan yang dapat digunakan untuk perbaikan eksperimen berikutnya Daftar pustaka ditulis namun tiga poin berikut tidak terpenuhi: 1) Penulisan sesuai dengan aturan 2) Konsisten 3) Memuat literatur-literatur yang ada dalam badan 233

145 (6) Lampiran dalam badan laporan laporan literatur yang ada dalam badan laporan Terdapat lampiran yang Terdapat lampiran yang Terdapat lampiran yang meliputi : meliputi : meliputi : 1) Data laporan 1) Data laporan sementara asli, 1) Data laporan sementara sementara asli, 2) Data proses analisis namun asli, 2) Data proses analisis tidak lengkap yang dianggap penting laporan Terdapat lampiran yang meliputi : 1) Data laporan sementara namun fotocopy 234

146 LEMBAR PENILAIAN PRESENTASI Nama Kelompok : Waktu Presentasi : Materi : No. Kriteria Penilaian Kurang 1 Cukup 2 Baik 3 Sangat Baik 4 1. Penguasaan Materi 2. Kekompakan/Pembagian Kerja 3. Penyampaian 235

147 KISI KISI INDIKATOR PENIALAIAN PRESENTASI 1. Penguasaan materi Deskriptor Tidak menguasai materi yang dipresentasikan Sedikit menguasai materi yang di presentasikan Cukup menguasai materi yang dipresentasikan Sangat menguasai materi yang dipresentasikan Skor Kekompakan/ pembagian kerja Deskriptor Tidak menunjukkan kekompakan dalam menanggapi pertanyaan kelompok lain Sedikit menunjukkan kekompakan dalam menanggapi pertanyaan kelompok lain Cukup menunjukkan kekompakan dalam menanggapi pertanyaan kelompok lain Sangat menunjukkan kekompakan dalam menanggapi pertanyaan kelompok lain Skor

148 3. Penyampaian Deskriptor Tidak mampu menyampaikan materi presentasi dengan suara lantang dan ekspresi yang menyakinkan Sedikit mampu menyampaikan materi presentasi dengan suara lantang dan ekspresi yang menyakinkan Cukup mampu mampu menyampaikan materi presentasi dengan suara lantang dan ekspresi yang menyakinkan Sangat mampu menyampaikan materi presentasi dengan suara lantang dan ekspresi yang menyakinkan Skor

149 KISI-KISI TES HASIL BELAJAR (THB) PROSES 01 No. Indikator Bunyi Soal Kunci Skor Merumuskan masalah Merumuskan hipotesis Melakukan eksperimen Mengumpulkan data Menganalisis data percobaan Membuat kesimpulan Suatu percobaan dilakukan untuk pembuatan larutan Alat dan bahan: 1. Gelas kimia 2. Labu volumetrik 3. Pipet tetes 4. Kaca arloji 5. Neraca analitik 6. Labu volumetrik 7. Aquades 8. Larutan HCl 9. Pelet NaOH Dari percobaan sederhana yang dilakukan : 1. Bagaimana cara pembuatan larutan? Tuliskanlah: 1. Rumusan masalah: 238 Bagaimana cara membuat larutan dengan konsentrasi tertentu, dan mengencerkan larutan? 2. Hipotesis: Dalam membuat suatu larutan, yang harus diperhatikan adalah massa dan konsentrasi zat terlarut, volume zat pelarut (aquades). 3. Prosedur kerja: Percobaan A : Pengenceran 7. Langkah pertama mencari volume HCl pekat yang akan digunakan untuk membuat larutan HCl 0,1 M sebanyak 100 ml. 8. Isi labu volumetrik ukuran 100 ml dengan aquades sebanyak 25 ml, lalu tambahkan volume HCl pekat yang telah dihitung pada langkah pertama secara perlahan. 9. Kocok sebentar kemudian tambahkan aquades sampai 100 ml. Percobaan B : Pembuatan larutan NaOH 11. Ditimbang secara teliti 0,4 gram butiran NaOH menggunakan kaca arloji dan neraca analitik

150 1. Merumuskan masalah 2. Merumuskan hipotesis 3. Melakukan eksperimen 4. Mengumpulkan data 5. Menganalisis data percobaan 6. Membuat kesimpulan 12. Begitu penimbangan selesai dilakukan, dipindahkan NaOH dari gelas arloji ke dalam gelas kimia yang telah berisi ml akuades hangat. 13. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna 14. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumetrikukuran 100 ml. 15. Ditambahkan akuades hingga tanda batas pada labu volumetrik. Ditutup labu volumetrik, kemudian dikocok hingga homogen Data hasil pengamatan: Percobaan A No. Percobaan 1. Langkah pertama mencari volume HCl pekat 2. Isilabu volumetrik ukuran 100 ml dengan aquades sebanyak 25 ml, lalu tambahkan volume HCl pekat yang telah dihitung pada langkah pertama secara perlahan 3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna Pengamatan V HCl 2M = 5 ml V akuades = 25 ml

151 4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumterik 100 ml 5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas 6. Ditutup labu takar, kemudian dikocok hingga homogen Percobaan B No. Percobaan 1. Ditimbang butiran NaOH dengan kaca arloji atau neraca analitik 2. Dipindahkan NaOH ke dalam gelas kimia yang berisi aquades 3. Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna 4. Dipindahkan larutan dari gelas kimia ke dalam labu volumterik 100 ml 5. Ditambahkan akuades hingga tanda batas Pengamatan m = 0,4 gr V akuades = 20 ml 240

152 6. Ditutup labu takar, kemudian dikocok hingga homogen 5. Analisis data hasil pengamatan 4. Jelaskan hasil pengamatan pada percobaan A! Perhitungan pembuatan larutan asam khlorida ( HCl) 1 M sebanyak 1000 ml adalah sebagai berikut :Dengan menggunakan rumus pengenceran M1xV1=M2xV2 M1=2 MM2=0,1 M V1=?V2= 100 ml M1.V1=M2.V2 2.V1=0,1.100 V1=100.0,1/2 V1= 5 ml Jadi asam sulfat pekat yang dibutuhkan sebanyak 5 ml. Pengenceran larutan HCl dapat dilakukan dengan menghitung jumlah bahan kimia yang dibutukan untuk membuat larutan 241

153 HCl 0,1 M sebanyak 100 ml. Dihitung menggunakan rumus pengenceran, yaitu M1.V1=M2.V2. Didapatkan hasil 5 ml. Setelah itu masukkan 5 ml HCl 2 M ke dalam gelas kimia yang berisi 25 ml aquades. Setelah itu kocok sebentar dan masukkan kedalam labu volumetrik. Kemudian tambahkan aquadest hingga batas tera. setelah itu homogenkan dan dimasukkan ke dalam botol kaca lalu diberi label. Hal ini sesuai dengan Brady (2000) yang menyatakan pengenceran adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi) dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir yang lebih besar. 5. Hitunglah konsentrasi larutan NaOH! Konsentrasi Larutan NaOH Diketahui : massa NaOH = 0.4 gram Volume NaOH = 50 ml = 0,05 L Mr NaOH = 40 gr/mol Ditanya :M NaOH =. Jawab : n =gr/mr=0,4/40=0,01 mol M NaOH =n/v=0,01/0,05=0,2 M 242

154 6. Jelaskan hasil pengamatan pada percobaan B! Pembuatan Larutan NaOH Pada proses pembuatan larutan NaOH, dengan menembakan akuades ke dalam labu takar sampai pada titik tera, dan kemudian mengocoknya sampai homogen, maka terjadi reaksi ditandai dengan larutan menjadi panas, terjadi reaksi eksotermal. Reaksi kimia yang terjadi: 6. Kesimpulan: NaOH (s) + H 2 O Setelah melakukan praktikum, dapat disimpulkan bahwa : 1. Larutan adalah campuran homogen dari molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih. Cara membuat larutan yaitu mencampurkan zat pelarut dan zat terlarutnya. 2. Dalam membuat suatu larutan, yang harus diperhatikan adalah massa dan konsentrasi zat terlarut, volume zat pelarut (air). 3. Untuk mendapatkan larutan HCl dengan konsentrasi 0,1 M dengan volume larutan 100 ml dibutuhkan 5 ml HCl 2 M. Dan untuk mendapatkan larutan NaOHdengan konsentrasi 0,2 M dengan volume larutan 50 ml dibutuhkan massa NaOHsebesar 0,4 gram. Cara penyekoran : 243

155 Skor akhir = KISI-KISI TES HASIL BELAJAR (THB) PROSES 02 No. Indikator Bunyi Soal Kunci Skor Merumuskan masalah Merumuskan hipotesis Melakukan eksperimen Mengumpulkan data Menganalisis data percobaan Membuat kesimpulan Suatu percobaan dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Alat dan bahan: 10. Gelas kimia 11. Labu volumetrik 12. Pipet tetes 13. Gelas ukur 14. Corong kaca 15. Kaca arloji 16. Neraca digital 17. Pipet volum 18. Labu takar 19. Aquades 20. Nacl 21. Urea 1. Rumusan masalah: Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi? 2. Hipotesis: Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi: Suhu :Pada umumnya semakin tinggi suhu suatu sistem, semakincepat reaksi kimia berlangsung Keberadaan katalis :Katalis adalah zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi kimia tanpa zat itu sendiri mengalami perubahan komposisi secara permanen. Konsentrasi reaktan : Semakin tinggi konsentrasi semakincepat reaksi. Luas partikel : Semakin kecil ukuran reaktan padat semakin cepat reaksi. Contohnya : Tatal kayu terbakar lebih cepat dibandingkan kayu utuh. 3. Prosedur kerja: Konsentrasi : 17. Siapkan dua buah labu erlenmeyer, dan beri nomor 1 dan Isilah masing masing botol dengan larutan HCl yang berbeda konsentrasi

156 22. glukosa Dari percobaan sederhana yang dilakukan : 1. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju reaksi? Tuliskanlah: 1. Merumuskan masalah 2. Merumuskan hipotesis 3. Melakukan eksperimen 4. Mengumpulkan data 5. Menganalisis data percobaan 6. Membuat kesimpulan Suhu : 19. Siapkan dua buah balon 20. Atur posisi balon dalam keadaan tegak 21. Masukkan soda kue ke dalam masing masing balon dengan jumlah yang sama 22. Setelah itu, rekatkan masing-masing ujung balon ke dalam tutup labu erlenmeyer. Usahakan tidak ada udara yang masuk didalamnya. Setelah keduanya merekat, tumpahkan soda kue yang ada pada balon ke dalam labu erlenmeyer dengan waktu yang bersamaan dan melihat apa yang terjadi pada kedua balon tersebut. Balon manakah yang mengembung terlebih dahulu? 23. Kemudian disamping menunggu balon yang mengembung, hitunglah lamanya balon tersebut hingga menjadi besar 24. Lalu masukkan ke dalam table yang telah dibuat 9. Mengambil 10 ml Na 2 S 2 O 3 0,1 M kemudian memasukkannya kedalam beker glass dan meletakkannya diatas kertas putih yang sudah diberi tanda silang dengan spidol. Mengukur 245

157 dan mencatat suhu larutan tersebut (misal 30 0 C). 10. Mengambil 10 ml larutan HCl 0,1 M kemudian memasukkannya kedalam beker glass, mengukur dan mencatat suhunya (misal 30 0 C). Menambahkan larutan HCl ke dalam larutan Na 2 S 2 O 3, bersamaan dengan menambahkan larutan HCl tersebut hidupkan stopwatch. Mengamati tanda silang pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera untuk mematikan stopwatch. Mencatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi. 11. Mengulangi percobaan langkah 1a dan 1b dua kali untuk suhu 40 0 C dan 50 0 C (caranya dengan memanaskan larutan Na 2 S 2 O 3 dan HCl sampai suhunya naik 10 0 C dan 20 0 C dari langkah 2a dan 2b kemudian mencampurkan 246

158 larutan tersebut Luas permukaan : 13. Ambil masing-masing 3mL HCl 2M, masukkan ke dalam tabung reaksi. 14. Ambillah pualam, kemudian letakkan di atas kaca arloji. Timbang 0.5gr pualam dalam bentuk bongkahan sebanyak 3 kali dengan teliti menggunakan neraca analitik 15. Masukkan 0.5gr pualam tersebut ke dalam tabung reaksi, amati banyaknya gelembung yang dihasilkan dan catat waktu yang diperlukan agar balon dapat berdiri tegak. 16. Ulangi percobaan tersebut sampai 3 kali. 17. Lakukan langkah yang sama dengan menggunakan pualam yang telah digerus halus. 18. Bandingkan apa yang terjadi. 4. Data hasil pengamatan: Konsentrasi : Larutan HCl Soda Kue Waktu 0,1M 1 sendok makan detik 2M 1 sendok makan detik 247

159 Suhu : Volume Larutan (ml) Suh Percobaa HCl Na 2 S 2 O 3 u n 0,1 M 0,1 M ( o C) Wakt u (deti k) 1 menit 40 detik detik detik Luas permukaan : No. HCl (M) Massa pualam (bongkahan) Waktu (detik) Massa pualam (serbuk) Waktu (detik) 1 2M 0.5gr gr M 0.5gr gr M 0.5gr gr Analisis data hasil pengamatan Luas permukaan : 1. Tuliskan reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada 248

160 eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! Jawaban 1. HCl (aq) + CaCO 3 (s) CaCl 2 (s) + H 2 O(l) + CO 2 (g) 2. Faktor yang mempengaruhi reaksi pada eksperimen diatas adalah faktor luas permukaan. Semakin luas luas permukaan sentuhnya, semakin mempercepat tumbukan efektif antar partikel yang akan menghasilkan reaksi. Sehingga waktu yang dibutuhkan juga singkat. Serbuk memiliki luas permukaan lebih luas dibandingkan bongkahan, sehingga pualam serbuk lebih cepat bereaksi dengan HCl. 3. Reaksi yang berlangsung lebih cepat adalah dengan penambahan pualam berwujud serbuk. Karena semakin besar luas luas permukaan, maka akan mempercepat proses tumbukkan antar partikel. Suhu : 1. Tuliskan reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! Jawaban Pertanyaan 4. Reaksi yang terjadi Na 2 S 2 O 3 (aq)+ 2HCl (aq) S0 2 (g) + S (s) + H 2 O (l) + 2NaCl (aq) 5. Faktor yang mempengaruhi reaksi tersebut adalah suhu 6. Reaksi yang lebih cepat adalah reaksi yang kedua (25 ml 249

161 Na 2 S 2 O M yang dipanaskan 10 0 C di atas suhu awal). Karena pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi antara Na 2 S 2 O 3 dengan HCl adalah semakin tinggi suhu suatu larutan, maka akan semakin cepat laju reaksi yang akan terjadi. Apabila suatu suhu reaksi di naikkan, maka energi kinetik dari partikel-pertikel zat reaktan yang bertumbukkan akan semakin cepat, sehingga zat produk yang diperoleh makin besar. Konsentrasi : 1. Persamaan reaksi dari percobaan tersebut adalah: CH 3 COOH(aq) + NaHCO 3 (s) NaCH 3 COO(aq) + CO 2 (g) + H 2 O(l) 2. Faktor yang mempengaruhi reaksi tersebut adalah konsentrasi 3. Reaksi yang paling cepat ada pada Pada labu erlenmeyer 1. Pada labu erlenmeyer 1, waktu yang dibutuhkan hingga balon berdiri adalah 3 detik.pada labu erlenmeyer 2, waktu yang dibutuhkan hingga balon berdiri adalah 8 detik.semakin tinggi konsentrasi larutan cuka yang digunakan, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan agar balon berdiri 6. Kesimpulan: Berdasarkan percobaan yang diakukan, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain: 1. Faktor konsentrasi pereaksi 2. Faktor luas permukaan 3. Faktor suhu 4. Faktor katalis Cara penyekoran : 250

162 Skor akhir = KISI-KISI TES HASIL BELAJAR (THB) PROSES 03 No. Indikator Bunyi Soal Kunci Skor Merumuskan masalah Merumuskan hipotesis Melakukan eksperimen Mengumpulkan data Menganalisis data percobaan Membuat kesimpulan Suatu percobaan dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan Alat dan bahan: 1. Gelas kimia 2. Labu volumetrik 3. Pipet tetes 4. Gelas ukur 5. Corong kaca 6. Kaca arloji 7. Neraca digital 8. Pipet volum 9. Labu takar 10. Aquades 1. Rumusan masalah: Bagaimana konsentrasidan luas permukaan mempengaruhi kecepatan laju reaksi berdasarkan teori tumbukan? 2. Hipotesis: 1. Konsentrasi pereaksi Pengruh konsentrasi terhadap adalah semakin besar konsentrasi maka semakin laju pula suatu reaksi. Karna dengan bertambahnya konsentrasi maka jumlah partikel juga bertambah sehingga kemungkinan terjadi tumbukan antar partikel semakin besar. 2. Luas permukaan Pengaruh luas permukaan adalah semakin halus atau kecil ukuran reaktan (padatan) yang digunakan maka semakin laju reaksi kimaia terjadi. karena dengan semakin kecilnya ukuran partikel maka akan menyebabkan kemungkinan terjadi tumbukan semakin besar

163 . 11. Nacl 12. Urea 13. glukosa Dari percobaan sederhana yang dilakukan : 2. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju reaksi? Tuliskanlah: 7. Merumuskan masalah 8. Merumuskan hipotesis 9. Melakukan eksperimen 10. Mengumpulkan data 11. Menganalisis data percobaan 12. Membuat kesimpulan 3. Prosedur kerja: Konsentrasi : 1. Siapkan dua buah labu erlenmeyer masingmasing diberi nomor 1 dan Isilah dua buah balon dengan soda kue dengan ukuran 1 sendok teh. 3. Isilah asam cuka pada labu erlenmeyer pertama dengan ukuran 50mL lalu ambil balon dan rekatkan pada mulut botol.l 4. Hitung waktu reaksi dengan stopwatch pada saat balon mengembang dan soda kue bereaksi dengan asam cuka amati perubahan yang terjadi dan perubahan pada balon. 5. Ulangi langkah tersebut untuk labu erlenmeyer kedua namun asam cuka dengan ukuran 40mL dengan 10mL air Luas permukaan: 9. Isilah gelas kimia dengan 50 ml air. 10. Masukkan 1butir tablet redoxon ke dalam air

164 11. Ukur waktu reaksi menggunakan stopwatch mulai dari saat pemasukan tablet hingga tablet tidak tersisa lagi dalam larutan. 12. Ulangi langkah tersebut menggunakan tablet redoxon yang dipotong menjadi 4 bagian, dan tablet redoxon yang ditumbuk halus 4. Data hasil pengamatan: Konsentrasi : No. Label Pereaksi Waktu (s) 1 Soda kue + 3 detik 50ml asam cuka 2 Soda kue + 10 detik 40ml asam cuka+ 10ml air Luas permukaan : Zat Air Waktu Serbuk redoxon 25 ml 88 s 253

165 Tablet redoxon utuh 25 ml Analisis data hasil pengamatan 254 Konsentrasi : 1. Tuliskan reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Jelaskan reaksi yang terjadi berdasarkan reori tumbukan! Jawaban 1. CH 3 COOH(aq) + NaHCO 3 (s) NaCH 3 COO(aq) + CO 2 (g) + H 2 O(l) 2. Faktor yang terjadi adalah konsentrasi 3. Pengaruh konsentrasi terhadap adalah semakin besar konsentrasi maka semakin laju pula suatu reaksi. Karna dengan bertambahnya konsentrasi maka jumlah partikel juga bertambah sehingga kemungkinan terjadi tumbukan antar partikel semakin besar. Luas permukaan : 1. Reaksi yang berlangsung lebih cepat adalah dengan penambahan redoxon berwujud serbuk. Karena semakin besar luas luas permukaan, maka akan mempercepat proses tumbukkan antar partikel. 2. Faktor yang mempengaruhi reaksi pada eksperimen diatas adalah faktor luas permukaan. Semakin luas luas permukaan sentuhnya, semakin mempercepat tumbukan efektif antar partikel yang akan menghasilkan reaksi.

166 Cara penyekoran : Sehingga waktu yang dibutuhkan juga singkat. Serbuk memiliki luas permukaan lebih luas dibandingkan bongkahan, sehingga redoxon serbuk lebih cepat bereaksi dengan air. 6. Kesimpulan: Dalam percobaan laju reaksi ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu : 1. Konsentrasi pereaksi Pengaruh konsentrasi terhadap adalah semakin besar konsentrasi maka semakin laju pula suatu reaksi. Karna dengan bertambahnya konsentrasi maka jumlah partikel juga bertambah sehingga kemungkinan terjadi tumbukan antar partikel semakin besar. 2. Luas permukaan Pengaruh luas permukaan adalah semakin halus atau kecil ukuran reaktan (padatan) yang digunakan maka semakin laju reaksi kimaia terjadi. karena dengan semakin kecilnya ukuran partikel maka akan menyebabkan kemungkinan terjadi tumbukan semakin besar. Skor akhir = 255

167 Lembar Penilaian Kinerja Proses (KI 4) (RPP 01) Sub topik Kelas/ semester : Kemolaran : XI/I Aspek yang dinilai: 1. Rumusan masalah a. Dalam bentuk kalimat Tanya/pertanyaan b. Pertanyaannya sesuia dengan wacana yang ditampilkan c. Memungkinkan untuk dibuktikan dengan melakukan eksperimen 2. Rumusan Hipotesis a. Kalimat sederhana dan dalam bentuk kalimat pernyataan b. Dapat diuji dengan melakukan eksperimen c. Berdasarkan pada teori/konsep yang relevan d. Merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah 3. Rumusan Tujuan a. Dalam bentuk kalimat pernyataan 256

168 b. Tujuan yang dirumuskan menunjukkan kesesuaian dengan wacana yang ditampilkan c. Tujuan yang dirumuskan sesuai dengan rumusan masalah 4. Merumuskan Prosedur Kerja Percobaan A : Pembuatan Larutan 1. Dihitung massa bahan-bahan ( NaCl, Urea, Glukosa ) 2. Ditimbang menggunakan neraca digital 3. Bahan dumasukkan ke dalam gelas kimia 4. Ditambah aquades sampai volume menjadi 500 ml 5. Diaduk menggunakan pengaduk 6. Larutan dimasukkan ke dalam labu volumetrik 7. Ditambah aquades sampai volume menjadi 100 ml 8. Larutan disimpan di gelas kimia yang lain Percobaan B : Pengenceran 1. Diambil 10 ml larutan pada percobaan A, dimasukkan ke dalam labu volumetrik 2. Ditambah aquades sampai volume larutan menjadi 100 ml 3. Dihitung konsentrasinya Percobaan C : Campuran larutan dan pengenceran 1. Diambil 10 ml dari hasil percobaan A 2. Ditambahkan larutan dari hasil percobaan B sampai volume menjadi 100 ml 3. Dihitung molaritasnya 5. Data Hasil Pengamatan 257

169 Data hasil pengamatan relevan dengan prosedur kerja yang dilakukan sebagai berikut : Hasil Pengamatan Percobaan A Percobaan B Percobaan C Kemolaran larutan NaCl=0,01 mol Massa NaCl=0,58 gr Kemolaran larutan CO(NH 2 ) 2 =0,01 mol Massa CO(NH 2 ) 2 =0,60 gram Kemolaran larutan C 11 H 22 O 11 =0,002 mol Massa C 11 H 22 O 11 = 0,66 gr Konsentrasi larutan NaCl=0,01 M Konsentrasi CO(NH 2 ) 2 =0,01 M Konsentrasi larutan C 11 H 22 O 11 =0,00 2 M Kemolaran campuran NaCl = 0,0018 M Kemolaran campuran CO(NH 2 ) 2 =0,0018 M Kemolaran campuran C 11 H 22 O 11 =0,0036 M 6. Menganalisis Data Hasil Pengamatan Hasil analisis data disesuaikan dengan jawaban berikut: Berdasarkan hasil pengamatan di atas, maka dapat dianalisis sebagai berikut: 258

170 Mengacu pada hasil pengamatan dan perhitungan yang telah didapatkan, dapat dilihat kemolaran awal suatu zat untuk kemudian bisa mendapatkan massa zat dengan volume dan konsentrasi larutan yang diinginkan. Seperti yang dikatakan michael (1998), Kemolaran (M) sama dengan jumlah mol (n) zat terlarut dibagi dengan jumlah liter (V) larutan, dimana mol (n) sama dengan jumlah massa zat terlarut (m) dibagi dengan Massa Atom relatif (Mr). Dari sini akan didapatkan massa zat terlarut yang diinginkan, sesuai dengan ketentuan yang ada. Mol (n) suatu zat itu berbeda-beda, ini disebabkan kemolaran (M) yang juga berbeda pada setiap zat, misalnya pada NaCl dan CO(NH 2 ) 2 memiliki kemolaran (M) yang sama, tetapi C 11 H 22 O 11 memiliki kemolaran (M) yang dibuat berbeda dari dua zat yang lain. Massa (m) suatu zat tergantung pada mol (n) dan Mr suatu zat. Misalnya pada NaCl dan CO(NH 2 ) 2 memiliki mol (n) yang sama, akan tetapi Mr keduanya berbeda. Ini yang menyebabkan massa zat berbeda. Pada pengenceran, yang berubah adalah konsentrasi akhir. Ini disebabkan karena penambahan zat pelarut atau air dengan volume yang lebih besar dari larutan sebelumnya atau aslinya. Terlihat pada hasil pengamatan dan perhitungan di percobaan B : pengenceran. Bila percobaan B dibandingkan dengan percobaan A maka terlihat konsentrasi (kemolaran) keduanya berbeda jauh. Misalnya pada NaCl di percobaan A memiliki konsentrasi (kemolaran) 0,1 M, sedangkan pada percobaan B 0,01 M. Konsentrasi (kemolaran) ini dihasilkan dari rumus : M 1 V 1 = M 2 V 2, hal ini seperti yang dikatakan michael (1998), Pada pengenceran, volume, dan kemolaran larutan berubah. Pada percobaan C, yang dihitung adalah kemolaran larutan campuran antara percobaan A dan B, dengan rumus : M camp = M 1 V 1 + M 2 V 2 7. Kesimpulan V 1 +V 2 259

171 Setelah melakukan praktikum, dapat disimpulkan bahwa : 1. Larutan adalah campuran homogen dari molekul, atom ataupun ion dari dua zat atau lebih. Cara membuat larutan yaitu mencampurkan zat pelarut dan zat terlarutnya. 2. Dalam membuat suatu larutan, yang harus diperhatikan adalah massa dan konsentrasi zat terlarut, volume zat pelarut (air). 3. Untuk mendapatkan larutan NaCl dengan konsentrasi 0,1 M dengan volume larutan 100 ml dibutuhkan massa NaCl sebesar 0,58 gram. Dan untuk mendapatkan larutan CO(NH 2 ) 2 dengan konsentrasi 0,1 M dengan volume larutan 100 ml dibutuhkan massa CO(NH 2 ) 2 sebesar 0,60 gram. Serta untuk mendapatkan larutan C 11 H 22 O 11 dengan konsentrasi 0,02 M dengan volume larutan 100 ml dibutuhkan massa C 11 H 22 O 11 sebesar 0,66 gram. Lembar Penilaian Kinerja Proses (KI 4) (RPP 02) Sub topik Kelas/ semester : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi : XI/I Aspek yang dinilai: 1. Rumusan masalah d. Dalam bentuk kalimat Tanya/pertanyaan e. Pertanyaannya sesuia dengan wacana yang ditampilkan f. Memungkinkan untuk dibuktikan dengan melakukan eksperimen 2. Rumusan Hipotesis e. Kalimat sederhana dan dalam bentuk kalimat pernyataan 260

172 f. Dapat diuji dengan melakukan eksperimen g. Berdasarkan pada teori/konsep yang relevan h. Merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah 3. Rumusan Tujuan d. Dalam bentuk kalimat pernyataan e. Tujuan yang dirumuskan menunjukkan kesesuaian dengan wacana yang ditampilkan f. Tujuan yang dirumuskan sesuai dengan rumusan masalah 4. Merumuskan Prosedur Kerja Konsentrasi : Suhu : 25. Siapkan dua buah labu erlenmeyer, dan beri nomor 1 dan Isilah masing masing botol dengan larutan HCl yang berbeda konsentrasi 27. Siapkan dua buah balon 28. Atur posisi balon dalam keadaan tegak 29. Masukkan soda kue ke dalam masing masing balon dengan jumlah yang sama 30. Setelah itu, rekatkan masing-masing ujung balon ke dalam tutup labu erlenmeyer. Usahakan tidak ada udara yang masuk didalamnya. Setelah keduanya merekat, tumpahkan soda kue yang ada pada balon ke dalam labu erlenmeyer dengan waktu yang bersamaan dan melihat apa yang terjadi pada kedua balon tersebut. Balon manakah yang mengembung terlebih dahulu? 31. Kemudian disamping menunggu balon yang mengembung, hitunglah lamanya balon tersebut hingga menjadi besar 32. Lalu masukkan ke dalam table yang telah dibuat 12. Mengambil 10 ml Na 2 S 2 O 3 0,1 M kemudian memasukkannya kedalam beker glass dan meletakkannya diatas kertas putih yang sudah diberi tanda silang dengan spidol. Mengukur dan mencatat suhu larutan tersebut (misal 30 0 C). 261

173 13. Mengambil 10 ml larutan HCl 0,1 M kemudian memasukkannya kedalam beker glass, mengukur dan mencatat suhunya (misal 30 0 C). Menambahkan larutan HCl ke dalam larutan Na 2 S 2 O 3, bersamaan dengan menambahkan larutan HCl tersebut hidupkan stopwatch. Mengamati tanda silang pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera untuk mematikan stopwatch. Mencatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi. 14. Mengulangi percobaan langkah 1a dan 1b dua kali untuk suhu 40 0 C dan 50 0 C (caranya dengan memanaskan larutan Na 2 S 2 O 3 dan HCl sampai suhunya naik 10 0 C dan 20 0 C dari langkah 2a dan 2b kemudian mencampurkan larutan tersebut Luas permukaan : 19. Ambil masing-masing 3mL HCl 2M, masukkan ke dalam tabung reaksi. 20. Ambillah pualam, kemudian letakkan di atas kaca arloji. Timbang 0.5gr pualam dalam bentuk bongkahan sebanyak 3 kali dengan teliti menggunakan neraca analitik 21. Masukkan 0.5gr pualam tersebut ke dalam tabung reaksi, amati banyaknya gelembung yang dihasilkan dan catat waktu yang diperlukan agar balon dapat berdiri tegak. 22. Ulangi percobaan tersebut sampai 3 kali. 23. Lakukan langkah yang sama dengan menggunakan pualam yang telah digerus halus. 24. Bandingkan apa yang terjadi. 5. Data Hasil Pengamatan 1. Konsentrasi : Larutan HCl Soda Kue Waktu 0,1M 1 sendok makan detik 2M 1 sendok makan detik 2. Suhu : Percobaan Volume Larutan (ml) Suh Waktu 262

174 HCl Na 2 S 2 O 3 u 0,1 M 0,1 M ( o C) (detik) 1 menit 40 detik detik et ik No. HCl (M) Massa pualam (bongkahan) 3. Luas permukaan : Waktu (detik) Massa pualam (serbuk) Waktu (detik) 1 2M 0.5gr gr M 0.5gr gr M 0.5gr gr Menganalisis Data Hasil Pengamatan Luas permukaan : 4. Tuliskan reaksi yang terjadi! 5. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 6. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! Jawaban 4. HCl (aq) + CaCO 3 (s) CaCl 2 (s) + H 2 O(l) + CO 2 (g) 263

175 5. Faktor yang mempengaruhi reaksi pada eksperimen diatas adalah faktor luas permukaan. Semakin luas luas permukaan sentuhnya, semakin mempercepat tumbukan efektif antar partikel yang akan menghasilkan reaksi. Sehingga waktu yang dibutuhkan juga singkat. Serbuk memiliki luas permukaan lebih luas dibandingkan bongkahan, sehingga pualam serbuk lebih cepat bereaksi dengan HCl. 6. Reaksi yang berlangsung lebih cepat adalah dengan penambahan pualam berwujud serbuk. Karena semakin besar luas luas permukaan, maka akan mempercepat proses tumbukkan antar partikel. Suhu : 7. Tuliskan reaksi yang terjadi! 8. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 9. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda! Jawaban Pertanyaan 10. Reaksi yang terjadi Na 2 S 2 O 3 (aq)+ 2HCl (aq) S0 2 (g) + S (s) + H 2 O (l) + 2NaCl (aq) 11. Faktor yang mempengaruhi reaksi tersebut adalah suhu 12. Reaksi yang lebih cepat adalah reaksi yang kedua (25 ml Na 2 S 2 O M yang dipanaskan 10 0 C di atas suhu awal). Karena pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi antara Na 2 S 2 O 3 dengan HCl adalah semakin tinggi suhu suatu larutan, maka akan semakin cepat laju reaksi yang akan terjadi. Apabila suatu suhu reaksi di naikkan, maka energi kinetik dari partikel-pertikel zat reaktan yang bertumbukkan akan semakin cepat, sehingga zat produk yang diperoleh makin besar. Konsentrasi : 4. Persamaan reaksi dari percobaan tersebut adalah: CH 3 COOH(aq) + NaHCO 3 (s) NaCH 3 COO(aq) + CO 2 (g) + H 2 O(l) 5. Faktor yang mempengaruhi reaksi tersebut adalah konsentrasi 6. Reaksi yang paling cepat ada pada Pada labu erlenmeyer 1. Pada labu erlenmeyer 1, waktu yang dibutuhkan hingga balon berdiri adalah 3 detik. Pada labu erlenmeyer 2, waktu yang dibutuhkan hingga balon berdiri adalah 8 detik. Semakin tinggi konsentrasi larutan cuka yang digunakan, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan agar balon berdiri 7. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang diakukan, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain: 5. Faktor konsentrasi pereaksi 264

176 6. Faktor luas permukaan 7. Faktor suhu 8. Faktor katalis Lembar Penilaian Kinerja Proses (KI 4) (RPP 03) Sub topik Kelas/ semester : Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan : XI/I Aspek yang dinilai: 1. Rumusan masalah a. Dalam bentuk kalimat Tanya/pertanyaan b. Pertanyaannya sesuia dengan wacana yang ditampilkan c. Memungkinkan untuk dibuktikan dengan melakukan eksperimen 2. Rumusan Hipotesis a. Kalimat sederhana dan dalam bentuk kalimat pernyataan b. Dapat diuji dengan melakukan eksperimen c. Berdasarkan pada teori/konsep yang relevan d. Merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah 265

177 3. Rumusan Tujuan a. Dalam bentuk kalimat pernyataan b. Tujuan yang dirumuskan menunjukkan kesesuaian dengan wacana yang ditampilkan c. Tujuan yang dirumuskan sesuai dengan rumusan masalah 4. Merumuskan Prosedur Kerja Konsentrasi : 6. Siapkan dua buah labu erlenmeyer masing-masing diberi nomor 1 dan Isilah dua buah balon dengan soda kue dengan ukuran 1 sendok teh. 8. Isilah asam cuka pada labu erlenmeyer pertama dengan ukuran 50mL lalu ambil balon dan rekatkan pada mulut botol.l 9. Hitung waktu reaksi dengan stopwatch pada saat balon mengembang dan soda kue bereaksi dengan asam cuka amati perubahan yang terjadi dan perubahan pada balon. 10. Ulangi langkah tersebut untuk labu erlenmeyer kedua namun asam cuka dengan ukuran 40mL dengan 10mL air Luas permukaan: 13. Isilah gelas kimia dengan 50 ml air. 14. Masukkan 1butir tablet redoxon ke dalam air. 266

178 15. Ukur waktu reaksi menggunakan stopwatch mulai dari saat pemasukan tablet hingga tablet tidak tersisa lagi dalam larutan. 16. Ulangi langkah tersebut menggunakan tablet redoxon yang dipotong menjadi 4 bagian, dan tablet redoxon yang ditumbuk halus 5. Data Hasil Pengamatan Konsentrasi : No. Label Pereaksi Waktu (s) 1 Soda kue + 3 detik 50ml asam cuka 2 Soda kue + 10 detik 40ml asam cuka+ 10ml air Luas Permukaan Zat Air Waktu Serbuk redoxon 25 ml 88 s Tablet redoxon utuh 25 L 6. Menganalisis Data Hasil Pengamatan Konsentrasi : 267

179 4. Tuliskan reaksi yang terjadi! 5. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 6. Jelaskan reaksi yang terjadi berdasarkan reori tumbukan! Jawaban 4. CH 3 COOH(aq) + NaHCO 3 (s) NaCH 3 COO(aq) + CO 2 (g) + H 2 O(l) 5. Faktor yang terjadi adalah konsentrasi 6. Pengaruh konsentrasi terhadap adalah semakin besar konsentrasi maka semakin laju pula suatu reaksi. Karna dengan bertambahnya konsentrasi maka jumlah partikel juga bertambah sehingga kemungkinan terjadi tumbukan antar partikel semakin besar. Luas permukaan : 3. Reaksi yang berlangsung lebih cepat adalah dengan penambahan redoxon berwujud serbuk. Karena semakin besar luas luas permukaan, maka akan mempercepat proses tumbukkan antar partikel. 4. Faktor yang mempengaruhi reaksi pada eksperimen diatas adalah faktor luas permukaan. Semakin luas luas permukaan sentuhnya, semakin mempercepat tumbukan efektif antar partikel yang akan menghasilkan reaksi. Sehingga waktu yang dibutuhkan juga singkat. Serbuk memiliki luas permukaan lebih luas dibandingkan bongkahan, sehingga redoxon serbuk lebih cepat bereaksi dengan air. 7. Kesimpulan Dalam percobaan laju reaksi ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu : 3. Konsentrasi pereaksi Pengaruh konsentrasi terhadap adalah semakin besar konsentrasi maka semakin laju pula suatu reaksi. Karna dengan bertambahnya konsentrasi maka jumlah partikel juga bertambah sehingga kemungkinan terjadi tumbukan antar partikel semakin besar. 4. Luas permukaan Pengaruh luas permukaan adalah semakin halus atau kecil ukuran reaktan (padatan) yang digunakan maka semakin laju reaksi kimaia terjadi. karena dengan semakin kecilnya ukuran partikel maka akan menyebabkan kemungkinan terjadi tumbukan semakin besar 268

180 Lembar Pengamatan Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Dengan Pendekatan Scientific (RPP 01) No I Materi Pelajaran : KIMIA Nama Guru : Kelas/ Semester : XI MIPA/I Pertemuan ke : Materi Pokok : laju reaksi Waktu : Hari/Tanggal : Petunjuk : Daftar pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan scientificyang dilakukan guru di kelas. Berikan penilaian berdasarkan rentang nilai yang ada pada kolom penilaian di bawah ini: Keterlaksana Penilaian Aspek Yang Diamati an Pendahuluan o Guru menyapa siswa o Guru meminta salah seorang siswa untuk memimpin doa sebagai wujud syukur atas kebesaran Tuhan YME. o Guru menilai sikap doa siswa (sebelum kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Guru mengecek kehadiran siswa o Guru menilai sikap disiplin (hadir tepat waktu)siswa o Sebagai apersepsi guru memberikan informasi yang memancing rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan : mengapa dilaboratorium ada larutan dengan berbagai konsentrasi yang berbeda? o Guru menilai rasa ingin tahusiswa yang mengamatislide dan mencoba menjawabpertanyaan. 352 Ya Tidak 1,00-1,99 2,00-2,99 3,00-3,49 3,50-4,00

181 II o Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran o Guru menyampaikan penilaian yang akan diambil selama kegiatan pembelajaran kepada siswa Mengamati o Guru melakukan demonstrasi awal tentang larutan HCl dengan konsentrasi yang berbeda o Siswa mengamati 2 botol yang berisi larutan HCl dengan konsentrai yang berbeda o Guru menilai rasa ingin tahu siswa dari sikap memperhatikan demonstrasi Menanya o Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan: - Bagaimana cara membuat larutan dengan konsentrasi yang berbeda? o Guru menjelaskan secara singkat konsep laju reaksi. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa yang bertanya maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan Mengumpulkan Data o Setiap kelompok siswa dibagi menjadi 4 besar, untuk menerima LKS praktikum (Lampiran 4), dengan pembagian judul praktikum sebagai berikut: o Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru. o Siswa melakukan praktikum sesuai dengan langkah kerja pada LKS. o Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan. o Siswa menganalisis hasil praktikum dan 353

182 menghubungkannya dengan dasar teori o Siswa mengerjakan soal-soal pada LKS berdasarkan hasil praktikum. o Guru menilai sikap kerja sama,teliti,proaktif, jujur dan tanggung jawab siswa dalam melakukan percobaan dan membaca data percobaan. o Guru melakukan penilaian psikomotor (KI 4). Mengasosiasi o Guru memberikan kesempatan kepada siswa menganalisisdata hasil percobaan yang mereka peroleh dengan membandingkan literatur atau sumber belajar yang ada untuk membuktikan hipotesis yang mereka buat. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan sementara dari percobaan yang telah dilakukan. o Guru menilai sikap jujur, pro-aktif dan kerja sama siswa dalam berdiskusi kelompok. Mengkomunikasikan o Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapinya. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah dibahas o Guru menilai sikap pro-aktifdan presentasi siswa. o Guru meminta siswa mengumpulkan hasil diskusi o Guru menilai sikap disiplin siswa dengan 354

183 III IV V mengumpulkan hasil diskusi sebagai portofolio tepat waktu Kegiatan penutup o Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas. o Guru memberikan kuis kepada siswa o Guru menilai sikap jujur saat mengerjakan kuis dan disiplin dalam mengumpulkan kuis tepat waktu. o Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran. o Siswa diberi tugas untuk membuat laporan hasil percobaan yang telah dilakukan untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya serta membaca mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi o Siswa berdo a. o Guru menilai sikap doa siswa (sesudah kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Salam penutup.. Pengelolaanwaktu Suasanakelas 1. Siswaantusias 2. Guru antusias. Keterangan: Nilai 1,00-1,99 : TidakBaik Nilai 2,00-2,99 : KurangBaik Nilai 3,00-3,49 : CukupBaik Nilai 3,50-4,00 : Baik Kupang, Pengamat 355

184 ( ) Lembar Pengamatan Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Dengan Pendekatan Scientific (RPP 02) No Materi Pelajaran : KIMIA Nama Guru : Kelas/ Semester : XI MIPA/I Pertemuan ke : Materi Pokok : laju reaksi Waktu : Hari/Tanggal : Petunjuk : Daftar pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan scientificyang dilakukan guru di kelas. Berikan penilaian berdasarkan rentang nilai yang ada pada kolom penilaian di bawah ini: Keterlaksana Penilaian Aspek Yang Diamati an Ya Tidak 1,00-1,99 2,00-2,99 3,00-3,49 3,50-4,00 356

185 I Pendahuluan o Guru menyapa siswa o Guru meminta salah seorang siswa untuk memimpin doa sebagai wujud syukur atas kebesaran Tuhan YME. o Guru menilai sikap doa siswa (sebelum kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Guru mengecek kehadiran siswa o Guru menilai sikap disiplin (hadir tepat waktu)siswa o Sebagai apersepsi guru memberikan informasi yang memancing rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan : 3. Sebuah pesawat, terbang dengan kecepatan 2000 km/jam. Apa arti dari angka 2000 km/ jam? Jawab : arti dari angkan 2000 km/ jam adalah pesawat tersebut telah berpindah sejauh 2000 km dalam waktu satu jam. 4. Perubahan kimia merupakan perubahan yang terjadi pada pereaksi dan hasil reaksinya. Apa yang yang berubah pada pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu reaksi? Jawab : dalam reaksi kimia, perubahan yang terjadi pada pereaksi dan hasil reaksi adalah perubahan konsentrasinya o Guru menilai rasa ingin tahusiswa yang mengamatislide dan mencoba menjawabpertanyaan. o Guru menyampaikan topik dan tujuan 357

186 II pembelajaran o Guru menyampaikan penilaian yang akan diambil selama kegiatan pembelajaran kepada siswa Kegiatan Inti Mengamati o Guru melakukan demonstrasi awal tentang kecepatan reaksi kimia o Siswa mengamati 2 paku yang berkarat dan yang tidak berkarat serta pembakaran kembang api yang berukuran kecil o Siswa diberikan fakta bahwa suatu reaksi kimia ada yang berlangsung cepat, seperti penyulutan kembang api, dan ada yang berlangsung lambat, seperti proses perkaratan besi. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa dari sikap memperhatikan demonstrasi Menanya o Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan: - Mengapa ada reaksi yang berlangsung cepat dan ada reaksi yang berlangsung lambat? - Apa yang menyebabkan suatu reaksi berlangsung cepat atau lambat? o Guru menjelaskan secara singkat konsep laju reaksi. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa yang bertanya maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan Mengumpulkan Data o Setiap kelompok siswa dibagi menjadi 4 besar, untuk menerima LKS praktikum 358

187 (Lampiran 4), dengan pembagian judul praktikum sebagai berikut: o Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru. o Siswa melakukan praktikum sesuai dengan langkah kerja pada LKS. o Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan. o Siswa menganalisis hasil praktikum dan menghubungkannya dengan dasar teori o Siswa mengerjakan soal-soal pada LKS berdasarkan hasil praktikum. o Guru menilai sikap kerja sama,teliti,proaktif, jujur dan tanggung jawab siswa dalam melakukan percobaan dan membaca data percobaan. o Guru melakukan penilaian psikomotor (KI 4). Mengasosiasi o Guru memberikan kesempatan kepada siswa menganalisisdata hasil percobaan yang mereka peroleh dengan membandingkan literatur atau sumber belajar yang ada untuk membuktikan hipotesis yang mereka buat. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan sementara dari percobaan yang telah dilakukan. o Guru menilai sikap jujur, pro-aktif dan kerja sama siswa dalam berdiskusi kelompok. Mengkomunikasikan o Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di 359

188 III IV V depan kelas dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapinya. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah dibahas o Guru menilai sikap pro-aktifdan presentasi siswa. o Guru meminta siswa mengumpulkan hasil diskusi o Guru menilai sikap disiplin siswa dengan mengumpulkan hasil diskusi sebagai portofolio tepat waktu Kegiatan penutup o Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas. o Guru memberikan kuis kepada siswa o Guru menilai sikap jujur saat mengerjakan kuis dan disiplin dalam mengumpulkan kuis tepat waktu. o Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran. o Siswa diberi tugas rumah dan tugas untuk membuat laporan hasil percobaan yang telah dilakukan untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya o Siswa berdo a. o Guru menilai sikap doa siswa (sesudah kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Salam penutup. Pengelolaanwaktu Suasanakelas 3. Siswaantusias 4. Guru antusias. 360

189 Keterangan: Nilai 1,00-1,99 : TidakBaik Nilai 2,00-2,99 : KurangBaik Nilai 3,00-3,49 : CukupBaik Nilai 3,50-4,00 : Baik Kupang, Pengamat ( ) 361

190 Lembar Pengamatan Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Dengan Pendekatan Scientific (RPP 03) No I Materi Pelajaran : KIMIA Nama Guru : Kelas/ Semester : XI MIPA/I Pertemuan ke : Materi Pokok : laju reaksi Waktu : Hari/Tanggal : Petunjuk : Daftar pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan scientificyang dilakukan guru di kelas. Berikan penilaian berdasarkan rentang nilai yang ada pada kolom penilaian di bawah ini: Keterlaksana Penilaian Aspek Yang Diamati an Pendahuluan o Guru menyapa siswa o Guru meminta salah seorang siswa untuk memimpin doa sebagai wujud syukur atas kebesaran Tuhan YME. o Guru menilai sikap doa siswa (sebelum kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Guru mengecek kehadiran siswa o Guru menilai sikap disiplin (hadir tepat waktu)siswa o Sebagai apersepsi guru memberikan informasi yang memancing rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan Ya Tidak 1,00-1,99 2,00-2,99 3,00-3,49 3,50-4,00 362

191 II pertanyaan : suatu hari, Ina ingin membuat kolak dan salah satu bahan yang digunakan adalah Gula. Gula yang digunakan oleh Ani adalah gula lempeng, kira kira bagaiamana caranya agar gula lempeng yang digunakan oleh Ani untuk membuat kolak bisa cepat larut? Jawab : o Cara agar gula lempeng cepat larut dalam air kolak tersebut adalah Gula tersebut diiris menjadi halus, karena dengan ukuran yang lebih kecil luas bidang sentuh air terhadap gula semakin besar yang menyebabkan gula cepat larut o Guru menilai rasa ingin tahusiswa yang mengamatislide dan mencoba menjawabpertanyaan. o Guru menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran o Guru menyampaikan penilaian yang akan diambil selama kegiatan pembelajaran kepada siswa Kegiatan Inti Mengamati o Guru melakukan demonstrasi awal tentangteori tumbukan o Guru menampilkan dua buah gambar tumbukkan yang terjadi pada suatu pereaksi apabila konsentrasinya kecil dan konsentrasinya besar. Pada gambar A konsentrasinya 1 M sedangkan pada gambar B konsentrasinya 2 M 363

192 Tanda lekukan biru merupakan tanda adanya tumbukkan. A B o Siswa diminta mengamati gambar tersebut o Guru menilai rasa ingin tahu siswa dari sikap memperhatikan demonstrasi Menanya o Siswa diharapkan mengajukan pertanyaan: Mengapa tumbukkan pada gambar B lebih banyak dibandingkan dengan gambar A? Apa yang menyebabkan tumbukkan pada gambar B lebih banyak dibandingkan dengan gambar A? o Guru menjelaskan secara singkat tentang teori tumbukan. o Guru menilai rasa ingin tahu siswa yang bertanya maupun yang menjawab pertanyaan yang diajukan Mengumpulkan Data o Setiap kelompok siswa dibagi menjadi 4 besar, untuk menerima LKS praktikum (Lampiran 4), dengan pembagian judul praktikum sebagai berikut: o Siswa membaca dan menelaah LKS yang telah diberikan oleh guru. o Siswa melakukan praktikum sesuai dengan langkah kerja pada LKS. o Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan. 364

193 o Siswa menganalisis hasil praktikum dan menghubungkannya dengan dasar teori o Siswa mengerjakan soal-soal pada LKS berdasarkan hasil praktikum. o Guru menilai sikap kerja sama,teliti,proaktif, jujur dan tanggung jawab siswa dalam melakukan percobaan dan membaca data percobaan. o Guru melakukan penilaian psikomotor (KI 4). Mengasosiasi o Guru memberikan kesempatan kepada siswa menganalisisdata hasil percobaan yang mereka peroleh dengan membandingkan literatur atau sumber belajar yang ada untuk membuktikan hipotesis yang mereka buat. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan sementara dari percobaan yang telah dilakukan. o Guru menilai sikap jujur, pro-aktif dan kerja sama siswa dalam berdiskusi kelompok. Mengkomunikasikan o Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapinya. o Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah dibahas o Guru menilai sikap pro-aktifdan presentasi siswa. o Guru meminta siswa mengumpulkan hasil diskusi o Guru menilai sikap disiplin siswa dengan 365

194 III IV V mengumpulkan hasil diskusi sebagai portofolio tepat waktu Kegiatan penutup o Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi pembelajaran yang masih belum jelas. o Guru memberikan kuis kepada siswa o Guru menilai sikap jujur saat mengerjakan kuis dan disiplin dalam mengumpulkan kuis tepat waktu. o Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran. o Siswa diberi tugas untuk membuat laporan hasil percobaan yang telah dilakukan untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya o Siswa berdo a. o Guru menilai sikap doa siswa (sesudah kegiatan pembelajaran, sikap doa yang baik, dan sesuai dengan agama yang dianutnya). o Salam penutup. Pengelolaanwaktu Suasanakelas 5. Siswaantusias 6. Guru antusias. Keterangan: Nilai 1,00-1,99 : TidakBaik Nilai 2,00-2,99 : KurangBaik Nilai 3,00-3,49 : CukupBaik Nilai 3,50-4,00 : Baik Kupang, Pengamat ( ) 366

195 PENGANTAR 1. Buku tes ini memuat 10 butir soal. 2. Tes ini bertujuan untuk menelaah kemampuan Anda dalam penalaran formal, oleh karena itu kerjakan dengan cermat dan teliti. 3. Untuk butir 1 sampai dengan 8 tersedia soal, pilihan jawaban dan alasan jawaban, sedangkan butir 9 dan 10 hanya tersedia soal saja. 367

196 4. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tes ini paling lama 60 menit. 368

197 Air Jeruk 1 Butir 1 Empat buah jeruk diperas menjadi enam gelas air jeruk. Berapa gelas air jeruk dapat dibuat dari enam buah jeruk? A. 7 gelas B. 8 gelas C. 9 gelas D. 10 gelas E. Pilihan A, B, C, dan D tidak ada yang benar. Alasan 1. Banyak gelas dibanding dengan banyaknya jeruk akan selalu sama dengan 3 banding Dengan semakin banyaknya jeruk, selisih antara banyaknya jeruk dan banyaknya gelas air jeruk yang akan dibuat akan semakin sedikit. 3. Selisih antara banyaknya jeruk dan banyak gelas tersebut akan selalu sama dengan dua. 4. Dengan empat jeruk, selisih tersebut sama dengan dua. Dengan enam jeruk, selisih tersebut akan dua lebih banyak. 5. Tidak ada cara yang dapat digunakan untuk memperkirakan berapa gelas air jeruk yang dapat dibuat. 369

198 Air Jeruk 2 Butir 2 Empat buah jeruk diperas menjadi enam gelas air jeruk. Berapa buah jeruk diperlukan untuk membuat 13 gelas air jeruk? A. 6 jeruk B. 8 jeruk C. 9 jeruk D. 11 jeruk E. Pilihan A, B, C, dan D tidak ada yang benar. Alasan 1. Banyaknya jeruk dibandingkan dengan banyaknya gelas akan selalu sama dengan 2 banding Apabila ditambah tujuh gelas, maka dibutuhkan lima buah jeruk lagi. 3. Selisih antara banyaknya jeruk, dan banyaknya gelas akan sama dengan dua. 4. Banyaknya jeruk akan sama dengan setengah banyaknya gelas. 5. Tidak ada cara yang dapat digunakan untuk memperkirakan berapa buah jeruk yang diperlukan. 370

199 Butir 3 Panjang Pendulum 5 mb 10 mb 4 mb 3 mb 5 mb mb = mata bandul Perhatikanlah gambar 5 buah pendulum di atas! Misalkan Anda ingin melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah perubahan panjang tali suatu pendulum mengubah jumlah waktu yang diperlukan bandul pendulum tersebut untuk berayun ke depan dan ke belakang. Pendulum manakah yang akan Anda gunakan untuk eksperimen tersebut? A. 1 dan 4 B. 2 dan 4 C. 1 dan 3 D. 2 dan 5 E. Seluruh pendulum. Alasan 1. Pendulum terpanjang (pendulum no. 2) harus dibanding dengan pendulum terpendek (pendulum no. 5). 2. Seluruh pendulum harus saling dibandingkan satu terhadap yang lain. 3. Apabila panjang tali ditambah, maka banyaknya mata bandul harus dikurangi. 4. Pendulum-pendulum yang dibandingkan harus sama panjangnya, tetapi banyak mata bandulnya harus berbeda. 5. Pendulum-pendulum yang diuji harus berbeda panjangnya, tetapi banyak mata bandul harus sama. Butir 4 Berat Pendulum mb

200 mb = mata bandul Perhatikanlah gambar 5 buah pendulum di atas! Misalkan Anda ingin melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah perubahan banyaknya mata bandul pada ujung tali pendulum mengubah jumlah waktu yang diperlukan untuk berayun ke depan dan ke belakang. Pendulum yang manakah akan Anda gunakan untuk eksperimen tersebut? A. 1 dan 4 B. 2 dan 4 C. 1 dan 3 D. 2 dan 5 E. Seluruh pendulum. Alasan 1. Mata bandul yang paling banyak ( pendulum no. 4) harus dibandingkan dengan mata bandul yang paling sedikit ( pendulum no. 2). 2. Seluruh pendulum harus saling dibandingkan satu terhadap yang lain. 3. Pada saat banyaknya mata bandul ditambah, pendulum tersebut harus diperpendek. 4. Banyaknya mata bandul harus berbeda, tetapi pendulum-pendulum tersebut harus sama panjangnya. 5. Banyaknya mata pendulum harus sama, tetapi pendulum-pendulum tersebut harus berbeda panjangnya. Butir 5 Biji Sayur-Sayuran 372

201 Seorang tukang kebun membeli satu bungkus benih yang berisi 3 biji gambas dan 3 biji buncis. Apabila diambil satu biji saja dari bungkusan tersebut, berapakah kemungkinannya bahwa yang diambil itu adalah biji buncis? A. 1 dari 2 B. 1 dari 3 C. 1 dari 4 D. 1 dari 6 E. 4 dari 6 Alasan 1. Diperlukan empat kali pengambilan karena ketiga biji gambas tersebut dapat terambil satu persatu secara berturut-turut. 2. Telah diambil satu biji buncis dari keseluruhan enam biji. 3. Satu biji buncis telah diambil dari ketiga biji buncis. 4. Setengah dari biji tersebut adalah buncis. 5. Selain biji buncis, tiga biji gambas dapat diambil dari keenam biji itu. 373

202 Biji Bunga Butir 6 Seorang tukang kebun membeli sebungkus benih berisi 21 biji yang terdiri dari campuran beberapa jenis biji. Isi bungkusan tersebut adalah : 3 biji bunga merah pendek 4 biji bunga kuning pendek 5 biji bunga jingga pendek 4 biji bunga merah tinggi 2 biji bunga kuning tinggi 3 biji bunga jingga tinggi Apabila ditanam hanya satu biji saja, berapakah kemungkinannya tanaman yang akan tumbuh memiliki bunga merah? A. 1 dari 2 B. 1 dari 3 C. 1 dari 7 D. 1 dari 21 E. Jawaban A, B, C, dan D tidak ada yang benar. Alasan 1. Satu biji harus dipilih di antara biji-biji yang meghasilkan bunga merah, kuning, atau jingga. 2. dari biji bunga pendek dan dari biji bunga panjang berwarna merah. 3. Tidak menjadi masalah apakah yang terambil biji bunga panjang atau biji bunga pendek. Satu biji bunga merah harus diambil dari ke tujuh biji bunga merah. 4. Satu biji bunga merah harus diambil dari total keseluruhan 21 biji. 5. Tujuh dari 21 biji akan menghasilkan bunga merah. Tikus Butir 7 Tikus-tikus yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini merupakan sampel atau contoh tikus yang ditangkap dari suatu bagian sawah. Apakah tikus yang gemuk lebih 374

203 besar kemungkinannya memiliki ekor hitam dan tikus yang lebih kurus lebih besar kemungkinannya memiliki ekor putih? A. Ya B. Tidak Alasan 1. dari banyaknya tikus gemuk memiliki ekor hitam dan dari banyaknya tikus kurus memiliki ekor putih. 2. Beberapa tikus gemuk memiliki ekor putih dan beberapa tikus kurus memiliki ekor putih dari 30 tikus memiliki ekor hitam dan 12 sisanya memiliki ekor putih. 4. Tidak seluruh tikus gemuk memiliki ekor hitam dan tidak seluruh tikus kurus memiliki ekor putih 5. dari banyaknya tikus berekor putih adalah gemuk. 375

204 Ikan Butir 8 Pada gambar di bawah ini ditunjukkan sejumlah ikan berstrip-strip hitam lebar atau berstrip-strip hitam sempit. Apakah ikan gemuk besar kemungkinannya memiliki strip-strip lebar daripada ikan kurus? A. Ya B. Tidak Alasan 1. Beberapa ikan gemuk memiliki strip-strip lebar dan beberapa memiliki strip-strip sempit. 2. dari banyaknya ikan gemuk memiliki strip-strip lebar. 3. dari banyaknya ikan berstrip lebar dan dari banyaknya ikan berstrip tipis. 4. dari banyaknya ikan gemuk memiliki strip-strip lebar dan dari banyaknya ikan kurus memiliki strip-strip lebar. 5. Beberapa ikan berstrip lebar adalah kurus dan beberapa gemuk 376

205 Calon Pengurus Koperasi Butir 9 Untuk pemilihan pengurus koperasi sekolah, siswa kelas I, II, dan III SMA Negeri I masing-masing diperbolehkan mengirimkan tiga orang calon. Nama-nama calon tersebut tercantum dalam tabel di bawah ini. Pengurus yang terdiri dari tiga anggota harus dibentuk dengan susunan satu orang anggota dari tiap-tiap kelas. Semua kombinasi yang mungkin harus dipertimbangkan sebelum suatu keputusan dapat dibuat. Dua kombinasi yang mungkin adalah Tomo, Jarot, dan Dono (TJD), dan Susi, Ani, dan Marti (SAM). Susunlah semua kombinasi lain yang mungkin pada lembar jawaban yang disediakan. Pada lembar jawaban disediakan tempat menjawab lebih banyak dari yang Anda perlukan. Calon Pengurus Koperasi I Kelas I Kelas II Kelas III Tomo (T) Jarot (J) Dono (D) Susi (S) Ani (A) Marti (M) Budi (B) Keni (K) Giman (G) 377

206 Pusat Perbelanjaan Butir 10 Pada suatu pusat perbelanjaan yang baru, 4 lokasi toko akan dibuka berjajar di lantai I. TOKO KAIN (K), TOKO OBAT (O), TOKO BUKU (B), DAN TOKO ROTI (R) ingin pindah ke tempat yang baru itu. Setiap toko tersebut dapat memilih salah satu dari keempat lokasi itu. Salah satu cara bagaimana keempat toko tersebut dapat menempati keempat lokasi itu adalah KOBR. Susunlah seluruh kemungkinan cara yang lain untuk keempat toko tersebut dalam menempati keempat lokasi itu. Tulislah jawaban Anda pada lembar jawaban. Pada lembar jawaban disediakan tempat menjawab lebih banyak dari yang Anda perlukan. Kisi-Kisi dan Lembar Angket Tipe-tipe Karakter Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI 378

207 Kisi-Kisi Penilaian Tipe-Tipe Karakter Aspek Tipe-Tipe Indikator Butir Jumlah Karakter Soal Tipe-tipe Karakter Tipe Sanguinis Rasa Ingin tahu 1,2 Mudah memaafkan 3 Disiplin 4,5 5 Tipe Melankolis Berbakti 6,7 Berorientasi jadwal 8,9 5 Gelisah 10 Tipe Koleris Suka mengatur 11 Tangkas 12,13 5 Percaya diri 14,15 Tipe Flegmatis Suka menunda-nunda 16,17 Menjadi pendengar 18 5 Solutif 19,20 379

208 Indikator kuisioner pengaruh tipe-tipe terhadap hasil belajar siswa. Aspek Tipe-Tipe Karakter Indikator Pernyataan Nomor item + - Tipe-tipe Karakter Tipe Sanguinis Rasa Ingin tahu Saya berusaha mencari tahu jawaban dari soal yang sulit ket Saya tidak suka mencari tahu hal yang sulit karena hanya membuang waktu saja Mudah memaafkan Disiplin Saya mudah memaafkan orang lain tanpa paksaan Saya mengumpulkan tugas tepat waktu Saya tidak meminta izin untuk keluar saat pelajaran sedang berlangsung Tipe Melankolis Berbakti Saya menaati apapun yang menjadi aturan dimana saja Saya merasa tertekan apabila terlalu banyak diperintah dan diberikan tugas Berorientasi jadwal Saya membuat perencanaan dalam kehidupan saya bahkan kegiatan sehari-hari Saya tidak suka rencana saya terganggu karena rencana saya sudah terjadwalkan Gelisah Saya merasa gelisah jika guru menunjuk saya untuk menjawab pertanyaan yang saya sendiri tidak mengetahui jawabannya Tipe Koleris Suka mengatur Saya suka mengatur segalagalanya sesuai prosedur, teratur dan sesuai urutan Tangkas Secara langsung dan cepat saya dapat menerima dan mengerti apa yang dijelaskan oleh guru Saya cepat melakukan sesuatu dengan cara lain agar pekerjaan saya bisa terselesaikan dengan 380

209 baik Percaya diri Saya tidak yakin dengan caracara yang sendiri ketika menyelesaikan sesuatu Saya merasa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama baiknya seperti yang saya lakukan Tipe Flegmatis Suka menundanunda Saya suka menunda-nunda pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah Menjadi pendengar Solutif Tugas yang diberikan kepada saya, dengan segera saya menyelesaikannya Dijadikan tempat curhatan karena saya pasti mendengar apapun cerita teman saya Saya berusaha mencari jalan keluar yang tepat agar masalahnya tidak terus berkepanjangan Solusi yang saya berikan selalu menyenangkan dan selalu tepat 381

210 Lembar Penilaian Tipe-Tipe Karakter Nama siswa Kelas Materi Pokok Tanggal :. :. :. :. PETUNJUK PENGISIAN: 1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti. 2. Berilah tanda cek ( ) sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian sehari-hari. 1. SL = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 2. SR = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan 3.KD 4.TP = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan sesuai pernyataan = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan sesuai pernyataan No Pernyataan Selalu Sering Kadangkadang 1 Saya berusaha mencari tahu jawaban dari soal yang sulit 2 Saya tidak suka mencari tahu hal yang sulit karena hanya membuang waktu saja 3 Saya akan mudah memaafkan orang lain tanpa paksaan 4 Saya mengumpulkan tugas tepat waktu Tidak pernah 5 Saya tidak meminta izin untuk keluar saat pelajaran sedang berlangsung 6 Saya menaati apapun yang menjadi aturan dimana saja 7 Saya merasa tertekan apabila terlalu banyak diperintah dan diberikan tugas 8 Saya membuat perencanaan dalam kehidupan saya bahkan kegiatan sehari-hari 9 Saya tidak suka rencana saya terganggu karena rencana saya sudah terjadwalkan 382

211 10 Saya merasa gelisah jika guru menunjuk saya untuk menjawab pertanyaan yang saya sendiri tidak mengetahui jawabannya 11 Saya suka mengatur segala-galanya sesuai prosedur, teratur dan sesuai urutan 12 Secara langsung dan cepat saya dapat menerima dan mengerti apa yang dijelaskan oleh guru 13 Saya cepat melakukan sesuatu dengan cara lain agar pekerjaan saya bisa terselesaikan dengan baik 14 Saya tidak yakin dengan cara-cara yang sendiri ketika menyelesaikan sesuatu 15 Saya merasa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama baiknya seperti yang saya lakukan 16 Saya suka menunda-nunda pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah 17 Tugas yang diberikan kepada saya, dengan segera saya menyelesaikannya 18 Dijadikan tempat curhatan karena saya pasti mendengar apapun cerita teman saya 19 Saya berusaha mencari jalan keluar yang tepat agar masalahnya tidak terus berkepanjangan 20 Solusi yang saya berikan selalu menyenangkan dan selalu tepat 383

212 Petunjuk Penskoran Angket Spiritual (KI) g. Skor jawaban angket yang diberikan: Selalu : 4 Sering : 3 Kadang-kadang : 2 Tidak pernah : 1 h. Penilaian Jawaban 5. Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 6. Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 7. Kadang-kadang, apabila melakukan sesuai pernyataan dan sering tidak melakukan 8. Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan i. Penskoran CAKARAN STATISTIK a. Uji Persyaratan 384

213 1) Uji Normalitas Data Untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak maka digunakan data nilai akhir keseluruhan hasil belajar siswa No. Kode siswa Hasil belajar 1 ANS AYT AS AMB BU CJA DON EYTN EIA FA FO GN IO JET NYS LACA LAK MN MYK MS MNK NT NAT ON RFR RAN SMA FMS YMO YN YRNT YP 87 Data terbesar = 90 Data terkecil = 79 n =

214 R = = = 11 Banyaknya kelas (k) = = = = = Interval Kelas (i) = = = Tabel Distribusi Frekuensi Kelas F x i f.x i , , , ,5 427, , ,5 447, Keterangan : Kolom 1: Kelas Kolom 2: Frekuensi Kolom 3: Rumus untuk menghitung Mean dari data bergolong adalah: Dimana: Me f f.x i : Mean untuk data tergolong : Jumlah data atau sampel : Produk perkalian antara f i pada tiap interval data rata-rata dari nilai terendah dan tertinggi setiap interval data. Misalnya x i untuk interval 386

215 pertama Berdasarkan tabel penolong di atas, maka Mean dari data di atas adalah Selanjutnya dilakukan pengujian untuk mengetahui standar deviasi atau simpangan baku dari data dengan rumus sebagai berikut: Untuk data interval nilai tes kimia dari sampel sebanyak 32 orang siswa, standar deviasi dapat dihitung dengan rumus di atas, setelah terlebih dahulu menyusun tabel penolong. Pada pengujian sebelumnya telah diketahui rata-rata nilai tes sampel adalah 84 Tabel Penolong untuk Menghitung Standar Deviasi dari Sampel Kelas F Xi x ( x ) 2 fi( x ) ,5-4,5 20, ,5-2,5 6, ,5-0,5 0,25 1, ,5 1,5 2,25 11, ,5 3,5 12, ,5 5,5 30, ,75 Berdasarkan rumus untuk menghitung standar deviasi data bergolong, maka standar deviasi atau simpangan baku dari sampel adalah: Jadi, standar deviasi nilai tes kimia dari sampel sebanyak 32 orang siswa adalah 3,978. Berdasarkan data sebelumnya, diketahui n = 32, k = 6, maka pengujian selanjutnya adalah uji dengan chi kuadrat. Tabel Kerja Pengujian Normalitas dengan Rumus Chi Kuadrat No. Kelas Batas kelas z-score Batas luas daerah Luas daerah Fe Fo 387

216 ,13 0,3708 0,1384 4, ,62 0, ,12 0, ,37 0, ,87 0, ,38 0,4162 0,1886 6, ,1005 3, ,1635 5, ,1084 3, ,75 0,2734 0,1428 4, Keterangan: Kolom 2: Kelas Interval Kolom 3: Batas kelas, yaitu angka skor kiri kelas interval pertama dikurangi 0,5 dan kemudian angka skor-skor kanan kelas interval ditambah 0,5 Kolom 4: Kolom 5: Kolom 6: Kolom 7: Kolom 8: Lihat tabel berdasarkan harga Z-score setiap kelas Luas daerah = batas luas daerah yang lebih besar batas luas daerah yang lebih kecil Frekuensi observasi yaitu banyaknya data yang termasuk pada suatu kelas interval Selanjutnya dengan rumus untuk menghitung masing-masing kelas interval.s = = 2, , , ,

217 0, , = Dengan membandingkan dengan nilai untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) =, maka dicari pada tabel chi-kuadrat didapat dengan kriteria pengujian sebagai berikut: a) Jika, artinya data berdistribusi normal, maka akan dilanjutkan dengan analisis korelasi dan regresi berganda. b) Jika, artinya distribusi data tidak normal Kesimpulan: karena atau 9,49, maka data berdistribusi normal sehingga analisis korelasi dan regresi dapat dilanjutkan. b. Uji Korelasi 1) Pengujian Hipotesis Hubungan X 1 dengan Y Langkah 1. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat: H a : Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. H 0 : Tidak Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. Langkah 2. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik: Ha : r 0 Ho : r = 0 Langkah 3. Membuat tabel penolong untuk menghitung korelasi PPM: No Kode Siswa Tabel Penolong Uji Linearitas X1 Y X1² Y² X1.Y 1 ANS

218 2 AYT AS AMB BU CJA DON EYTN EIA FA FO GN IO JET NYS LACA LAK MN MYK MS MNK NT NAT ON RFR RAN SMA FMS YMO YN YRNT YP Langkah 4. Mencari r hitung dengan cara memasukkan angka statistik dari tabel penolong dengan rumus: 390

219 0, Langkah 5. Mencari besarnya sumbangan (kontribusi) variabel X 1 terhadap Y dengan rumus: KP = r 2 x 100% = 0, x 100% = 70,80% Artinya kemampuan berpikir kritis memberikan kontribusi terhadap hasil belajar sebesar 70,80%dan sisanya 29,20% ditentukan oleh variabel lain. Langkah 6. Menguji signifikan dengan rumus t hitung : Kaidah pengujian: Jika t hitung t tabel, maka tolak Ho artinya signifikan dan t hitung t tabel, maka terima Ho artinya tidak signifikan Berdasarkan perhitungan di atas, α = 0,05 dan n = 32, uji dua pihak; dk = sehingga diperoleh t tabel = 2,042 Langkah 7. Membuat kesimpulan 1. Berdasarkan perhitungan di atas, α = 0,05 dan n = 36, uji dua pihak; 2. dk = sehingga diperoleh t tabel = 2, Ternyata t hitung lebih besar dari t tabel, atau >2,042, maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dengan hasil belajar. 2) Pengujian Hipotesis Hubungan X 2 dengan Y Langkah 1. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat: 391

220 a. H a : Terdapat hubungan yang signifikan antara tipe-tipe karakter siswa dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. b. H 0 : Tidak Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan tipe-tipe karakter siswa dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. Langkah 2. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik: Ha : r 0 Ho : r = 0 Langkah 3. Membuat tabel penolong untuk menghitung korelasi PPM: No Kode Siswa Tabel Penolong Uji Linearitas X2 Y X2² Y² X2.Y 1 ANS AYT AS AMB BU CJA DON EYTN EIA FA FO GN IO JET NYS LACA LAK MN MYK MS MNK NT

221 23 NAT ON RFR RAN SMA FMS YMO YN YRNT YP Langkah 4. Mencari r hitung dengan cara memasukkan angka statistik dari tabel penolong dengan rumus: 0, Langkah 5. Mencari besarnya sumbangan (kontribusi) variabel X 2 terhadap Y dengan rumus: KP = r 2 x 100% = 0, x 100% = 67,80% Artinya kemampuan verbal memberikan kontribusi terhadap hasil belajar sebesar 67,80%dan sisanya 32,20% ditentukan oleh variabel lain. Langkah 6. Menguji signifikan dengan rumus t hitung : 393

222 Kaidah pengujian: Jika t hitung t tabel, maka tolak Ho artinya signifikan dan t hitung t tabel, maka terima Ho artinya tidak signifikan Berdasarkan perhitungan di atas, α = 0,05 dan n = 32, uji dua pihak; dk = sehingga diperoleh t tabel = 2,042 Langkah 7. Membuat kesimpulan Berdasarkan perhitungan di atas, α = 0,05 dan n = 32, uji dua pihak; dk = sehingga diperoleh t tabel = 2,042 Ternyata t hitung lebih besar dari t tabel, atau 7,994> 2,042, maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara tipe-tipe karakter dengan hasil belajar. 3) Pengujian Hipotesis Hubungan X 1, X 2 dengan Y Langkah 1. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat: H a : Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. H 0 : Tidak Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. Langkah 2. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik: Ha : r 0 Ho : r = 0 Langkah 3. Membuat tabel penolong untuk menghitung Korelasi Ganda: No Kode Siswa Tabel Penolong Uji Linearitas X1 X2 Y X1² X2² Y² X1.Y X2.Y X1.X2 1 ANS AYT AS AMB BU

223 6 CJA DON EYTN EIA FA FO GN IO JET NYS LAC A LAK MN MYK MS MNK NT NAT ON RFR RAN SMA FMS YMO YN YRN T YP X1 X2 Y X1² X2² Y² X1.Y X2.Y X1.X2 a. Menghitung nilai korelasi X 1 dan X 2 Ringkasan Statistik X 1 dengan X 2 Simbol Statistik Nilai Statistik N

224 X X X 1 2 X X 1 X ,817 Langkah 4. Mencari nilai korelasi antar variabel dan korelasi ganda (R X1.X2.Y ) Ringkasan Hasil Korelasi Simbol Statistik Nilai Statistik 0,841 0,823 0,817 Dari hasil korelasi kemudian dimasukkan pada rumus korelasi ganda (R) dengan rumus: 396

225 Kontribusi secara simultan R 2 x 100% = 2 x 100% = 76,21% dan sisanya 23,72 % ditentukan oleh variabel lain. Langkah 5. Menguji signifikansi dengan rumus F hitung : Kaidah pengujian signifikan: Jika F hitung F tabel, maka tolak Ho artinya signifikan dan F hitung F tabel, terima Ho artinya tidak signifikan Dengan taraf signifikan (α) = 0,05 Mencari nilai F tabel menggunakan tabel F dengan rumus: Langkah 6. Membuat kesimpulan Setelah dihitung ternyata F hitung > F tabel atau > 3,33, maka tolak Ho dan terima Ha artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter dengan hasil belajar. c. Uji Regresi 1) Pengaruh X 1 terhadap Y Langkah 1. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat: H a : Terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/

226 H 0 : Tidak Terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dengan hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017 Langkah 2. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik: Ha : r 0 Ho : r = 0 Langkah 3. Membuat tabel penolong untuk menghitung angka statistik: No Kode Siswa Tabel Penolong Uji Linearitas X1 Y X1² Y² X1.Y 1 ANS AYT AS AMB BU CJA DON EYTN EIA FA FO GN IO JET NYS LACA LAK MN MYK MS MNK NT NAT ON RFR

227 26 RAN SMA FMS YMO YN YRNT YP X1 Y X1² Y² X1.Y Langkah 4. Memasukkan angka-angka statistik dari tabel penolong dengan rumus: (1) Menghitung rumus b b = (2) Menghitung rumus a a = ( ) 2 n 2 ( ) 2 (. ) Yˆ langkah 5. Mencari Jumlah Kuadrat Regresi (JK Reg [a] ): 399

228 Langkah 6. Mencari Jumlah Kuadrat Regresi (JK Reg [b a] ): Langkah 7. Mencari Jumlah Kuadrat Residu (JK Res ): Langkah 8. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Regresi (RJK Reg[a] ): Langkah 9. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat regresi (RJK Reg [b a] ) Langkah 10. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Residu (RJK Res ): Langkah 11. Menguji signifikasi: 4, Kaidah pengujian signifikansi: Jika F hitung F tabel, maka tolak Ho artinya signifikan dan F hitung F tabel, maka terima Ho artinya tidak signifikan Dengan taraf signifikan: α = 0,05 Mencari F tabel menggunakan tabel F dengan rumus: 400

229 Langkah 12. Membuat kesimpulan: Setelah dihitung ternyata F hitung > F tabel atau > 4,17, maka tolak Ho dan terima Ha artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar. Menguji Linieritas: Langkah 1. Mencari Jumlah Kuadrat Error (JK E ): Tabel Penolong Variabel X 1 dan Y untuk mencari (JK E ) No Kode Siswa X1 Y Kode Siswa 1 ANS AS 60 X1 Kelompok N Y 2 AYT DON AS IO K1 6 4 AMB JET BU MS CJA YP DON AYN 70 8 EYTN AMB EIA EIA FA FA K FO NAT GN ON IO FMS JET YMO NYS ANS LACA CJA LAK FO MN GN MYK NYS MS MN K MNK MYK NT MNK NAT RFR ON RAN RFR SMA RAN YN

230 27 SMA YRNT FMS BU YMO EYTN YN LACA 90 K YRNT LAK YP NT JK E = = + + = 3,5 + 23, , Langkah 2. Mencari Jumlah Kuadrat Tuna Cocok (JK TC ): Langkah 3. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Tuna Cocok (RJK TC ): Langkah 4. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Error (RJK E ): Langkah 5. Mencari nilai F hitung : 402

231 Langkah 6. Menentukan keputusan pengujian linieritas Kaidah pengujian signifikansi: Jika F hitung F tabel, maka tolak Ho artinya data berpola Linier dan F hitung F tabel, maka terima Ho artinya data berpola tidak linier Dengan taraf signifikan (α) = 0,05 Langkah 7. Membandingkan F hitung dengan F tabel Ternyata F hitung F tabel atau 2,391<3,34, maka tolak Ho artinya data berpola linear. Langkah 8. Kesimpulan Variabel kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar berpola linear. 2) Pengaruh X 2 terhadap Y Langkah 1. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat: H a : Ada pengaruh yang signifikan antara tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar kimia melalui pendekatan scientificmateri laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. H 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tipe-tipe karakter terhadap hasil belajar kimia melalui pendekatan scientificmateri laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. Langkah 2. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik: Ha : r 0 Ho : r = 0 Langkah 3. Membuat tabel penolong untuk menghitung angka statistik: 403

232 No Kode Siswa Tabel Penolong Uji Linearitas X2 Y X2² Y² X2.Y 1 ANS AYT AS AMB BU CJA DON EYTN EIA FA FO GN IO JET NYS LACA LAK MN MYK MS MNK NT NAT ON RFR RAN SMA FMS YMO YN YRNT YP X2 Y X2² Y² X2.Y 404

233 Langkah 4. Memasukkan angka-angka statistik dari tabel penolong dengan rumus: (1) Menghitung rumus a (1) Menghitung rumus b = 33, Yˆ langkah 5. Mencari Jumlah Kuadrat Regresi (JK Reg [a] ): Langkah 6. Mencari Jumlah Kuadrat Regresi (JK Reg [b a] ): Langkah 7. Mencari Jumlah Kuadrat Residu (JK Res ): Langkah 8. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Regresi (RJK Reg[a] ): 405

234 Langkah 9. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat regresi (RJK Reg [b a] ) Langkah 10. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Residu (RJK Res ): Langkah 11. Menguji signifikansi: Kaidah pengujian signifikansi: Jika F hitung F tabel, maka tolak Ho artinya signifikan dan F hitung F tabel, maka terima Ho artinya tidak signifikan Dengan taraf signifikan: α = 0,05 Mencari F tabel menggunakan tabel F dengan rumus: Langkah 12. Membuat kesimpulan: Setelah dihitung ternyata F hitung > F tabel atau 63,01 >4,17, maka tolak Ho dan terima Ha artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal terhadap hasil belajar. Menguji Linieritas: Langkah 1. Mencari Jumlah Kuadrat Error (JK E ): 406

235 Tabel Penolong Variabel X 2 dan Y untuk mencari (JK E ) No Kode X2 Y Kode Siswa Siswa X2 Kelompok N Y 1 ANS AYT K1 2 2 AYT YP AS IO K2 2 4 AMB FMS BU AS K3 2 6 CJA MS DON AMB EYTN JET 78 K EIA DON FA FA FO NAT 79 K GN YMO IO ANS JET EIA 80 K NYS RAN LACA GN LAK MN 81 K MN YRNT MYK NYS 82 K MS CJA K MNK RFR NT FO NAT MYK 85 K ON ON RFR BU RAN LACA K SMA MNK FMS YN YMO LAK K YN SMA YRNT NAT 89 K

236 32 YP EYTN 96 K ,32369 Langkah 2. Mencari Jumlah Kuadrat Tuna Cocok (JK TC ): Langkah 3. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Tuna Cocok (RJK TC ): Langkah 4. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Error (RJK E ): Langkah 5. Mencari nilai F hitung : 408

237 Langkah 6. Menentukan keputusan pengujian linieritas Kaidah pengujian signifikansi: Jika F hitung F tabel, maka tolah Ho artinya data berpola Liniear dan F hitung F tabel, maka terima Ho artinya data berpola tidak linier Dengan taraf signifikan (α) = 0,05 Langkah 7. Membandingkan F hitung dengan F tabel Ternyata F hitung F tabel atau 2,34, maka tolak Ho artinya data berpola linier. 3) Pengaruh X 1, X 2 terhadap Y Langkah 1. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk kalimat H 0 H a :Ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dan tipetipe karakter siswa terhadap hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dan tipe-tipe karakter siswa terhadap hasil belajar kimia melalui pendekatan scientific materi laju reaksi siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Kupang tahun pelajaran 2016/2017. Langkah 2. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk statistik Ha: R 0 Ho: R = 0 Langkah 3. Membuat tabel penolong Ringkasan Statistik untuk X 1 terhadap Y Ringkasan Statistik untuk X 2 terhadap Y Ringkasan Statistik untuk X 1 terhadap X 2 Simbol Nilai Simbol Nilai Simbol Nilai 409

238 N 32 N 32 N 32 X X X Y 2689 Y 2689 X X X X Y Y X X 1 Y X 2 Y X 1 X Langkah 4. Menghitung nilai-nilai persamaan b 1, b 2 dan a: a. b. c. d. 924,6875 e. 443,1875 f. 410

239 = 89, , , Langkah5. Mencari Korelasi Ganda: Langkah 6. Mencari Nilai Kontribusi Korelasi Ganda: Langkah 7. Menguji signifikansi dengan membandingkan F hitung dengan F tabel : Kaidah pengujian signifikan: Jika F hitung F tabel, maka tolak Ho artinya signifikan dan F hitung F tabel, maka terima Ho artinya tidak signifikan Dengan taraf sigifikan: α = 0,05 Langkah 8. Membuat kesimpulan Ternyata F hitung > F tabel atau >, maka tolak Ho dan terima Ha artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan penalaran formal dan tipetipe karakter terhadap hasil belajar siswa. 411

240 X1Y Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL Correlations HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL Pearson Correlation HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL Sig. (1-tailed) HASIL BELAJAR..000 PENALARAN FORMAL.000. N HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL Variables Entered/Removed b Variables Variables Model Entered Removed Method 352

241 1 PENALARAN FORMAL a. Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Model Summary b Adjusted R Std. Error of the Change Statistics Model R R Square Square Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change a a. Predictors: (Constant), PENALARAN FORMAL b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR ANOVA b Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total

242 ANOVA b Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), PENALARAN FORMAL b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) PENALARAN FORMAL a. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Residuals Statistics a Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value Std. Predicted Value

243 Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a. Dependent Variable: HASIL BELAJAR 355

244 356

245 357

246 X2Y Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N HASIL BELAJAR TIPE-TIPE KARAKTER

247 Correlations HASIL BELAJAR TIPE-TIPE KARAKTER Pearson Correlation HASIL BELAJAR TIPE-TIPE KARAKTER Sig. (1-tailed) HASIL BELAJAR..000 TIPE-TIPE KARAKTER.000. N HASIL BELAJAR TIPE-TIPE KARAKTER Variables Entered/Removed b Variables Variables Model Entered Removed Method 1 TIPE-TIPE KARAKTER a. Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Model Summary b Adjusted R Std. Error of the Change Statistics Model R R Square Square Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 359

248 1.825 a a. Predictors: (Constant), TIPE-TIPE KARAKTER b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR ANOVA b Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), TIPE-TIPE KARAKTER b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Residuals Statistics a Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual

249 Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a. Dependent Variable: HASIL BELAJAR 361

250 362

251 X1X2Y Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL TIPE-TIPE KARAKTER Correlations HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL TIPE-TIPE KARAKTER Pearson Correlation HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL TIPE-TIPE KARAKTER Sig. (1-tailed) HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL TIPE-TIPE KARAKTER

252 N HASIL BELAJAR PENALARAN FORMAL TIPE-TIPE KARAKTER Variables Entered/Removed b Variables Variables Model Entered Removed Method 1 TIPE-TIPE KARAKTER, PENALARAN FORMAL a. Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Model Summary b Adjusted R Std. Error of the Change Statistics Model R R Square Square Estimate R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 364

253 1.874 a a. Predictors: (Constant), TIPE-TIPE KARAKTER, PENALARAN FORMAL b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR ANOVA b Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), TIPE-TIPE KARAKTER, PENALARAN FORMAL b. Dependent Variable: HASIL BELAJAR Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) PENALARAN FORMAL TIPE-TIPE KARAKTER a. Dependent Variable: HASIL BELAJAR 365

254 Residuals Statistics a Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value Std. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std. Residual Stud. Residual Deleted Residual Stud. Deleted Residual Mahal. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a. Dependent Variable: HASIL BELAJAR 366

255 367

256 368

257 369

258 370

259 X1 LINEARITAS Case Processing Summary Cases Included Excluded Total N Percent N Percent N Percent HASIL BELAJAR * PENALARAN FORMAL % 0.0% % Report HASIL BELAJAR PENAL ARAN FORMA L Mean N Std. Deviation

260 Total ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. HASIL BELAJAR * PENALARAN FORMAL Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared HASIL BELAJAR * PENALARAN FORMAL

261 X2 LINEARITAS Case Processing Summary Cases Included Excluded Total N Percent N Percent N Percent TIPE KARAKTER % 0.0% % Report HASIL BELAJAR * TIPE- HASIL BELAJAR TIPE- TIPE KARAK TER Mean N Std. Deviation Total

262 ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. HASIL BELAJAR * TIPE-TIPE KARAKTER Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared HASIL BELAJAR * TIPE- TIPE KARAKTER

263 375

264 415

265 PERTAMUAN 1 416

266 PERTEMUAN KE 2 417

267 418

268 PERTEMUAN KE 3 419

269 420

270 421

271 422

272 423

273 424

274 425

275 426

276 427

277 428

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA)

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XI Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA)

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) No. Dokumen : F/751/WKS1/P/6 No. Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 Juli 2016 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XI Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (DASAR BIDANG KEAHLIAN)

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (DASAR BIDANG KEAHLIAN) SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (DASAR BIDANG KEAHLIAN) Satuan Pendidikan : SMK... Kelas : XI Kompetensi Inti: 1. Menghayati mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghayati mengamalkan perilaku jujur,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1 Pembelajaran dengan menerapkan model

Lebih terperinci

Analisis Keterkaitan KI - KD dengan IPK dan Materi Pembelajaran. Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi

Analisis Keterkaitan KI - KD dengan IPK dan Materi Pembelajaran. Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi No. Dokumen : F/751/WKS1/P/6 No. Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 Juli 2016 Analisis Keterkaitan KI - KD dengan IPK dan Sekolah : SMA NEGERI 1 GODEAN Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Program : XI/MIPA Semester

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA SEMESTER GENAP (Peminatan Bidang MIPA)

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA SEMESTER GENAP (Peminatan Bidang MIPA) SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA SEMESTER GENAP (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMAN 7 Kupang Kelas : XI IPA Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 :

Lebih terperinci

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR Program Tahunan Lampiran E-4 Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Smt. : X / I Tahun Pelajaran : 2013-2014 smt 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan Pendekatan Inkuiri Terbimbing efektif untuk diterapkan

BAB V PENUTUP. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan Pendekatan Inkuiri Terbimbing efektif untuk diterapkan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan Pendekatan Inkuiri Terbimbing efektif untuk

Lebih terperinci

d. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kimia

d. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kimia d. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kimia KELAS: X KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,

Lebih terperinci

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:

Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu: No. Dokumen : F/751/WKS1/P/6 No. Revisi : 1 Tanggal Berlaku : 1 Juli 2016 KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR KIMIA SMA/MA KELAS: XI Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA)

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMA Kelas : XI Kompetensi Inti : KI 1 KI 2 KI 3 KI 4 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Big MIPA) : Menghayati mengamalkan ajaran agama yang dianutnya : Menghayati mengamalkan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. 2015/2016 yang dicirikan dengan:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. 2015/2016 yang dicirikan dengan: BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Pembelajaran dengan menerapkan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) : SMA N Yogyakarta

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) : SMA N Yogyakarta Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) : SMA N Yogyakarta : Kimia : XI/1 : Isomer Senyawa Hidrokarbon : 90 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghayati

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Topik Materi Alokasi Waktu : SMA N 1 Mertoyudan : Kimia : XI / Satu : Persamaan termokimia : 2 x 45 menit A. Kompetensi Inti

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Topik Materi Alokasi Waktu : SMA N 1 Mertoyudan : Kimia : XI / Satu : Pengantar Senyawa Hidrokarbon : 2 x 45 menit A. Kompetensi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Topik Materi Alokasi Waktu : SMA N 1 Mertoyudan : Kimia : XI / Satu : Eksoterm dan Endoterm : 2 x 45 menit A. Kompetensi Inti

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA MARI AYU KELAPA Kelas / Semester : XI / 1 Materi Pembelajaran : Senyawa Hidrokarbon dan Minyak Bumi Alokasi Waktu : 12 45 menit Jumlah Pertemuan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) : SMA N 1 Mertoyudan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) : SMA N 1 Mertoyudan Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) : SMA N 1 Mertoyudan : Kimia : XI/1 : Sistem dan Lingkungan : 90 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghayati

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Kimia (Peminatan Bidang MIPA)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Kimia (Peminatan Bidang MIPA) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan : Kimia (Peminatan Bidang MIPA) : XI/I : 1) Hukum Kekekalan

Lebih terperinci

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran D. Kimia Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X (sepuluh) Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,

Lebih terperinci

SILABUS. : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, dan sifat sifat senyawa.

SILABUS. : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, dan sifat sifat senyawa. Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Alokasi Waktu SILABUS : SMA : KIMIA : XI/1 : 1. Memahami struktur atom meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, dan sifat sifat

Lebih terperinci

9. KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR KIMIA SMA/MA KELAS: X

9. KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR KIMIA SMA/MA KELAS: X 9. KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR KIMIA SMA/MA KELAS: X Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi

Lebih terperinci

Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 113 Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Identitas sekolah Mata pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Sub Materi Alokasi Waktu Jumlah Pertemuan : SMA : Kimia :

Lebih terperinci

ANALISIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN-KOMPETENSI INTI-KOMPETENSI DASAR

ANALISIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN-KOMPETENSI INTI-KOMPETENSI DASAR Lampiran 1 ANALISIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN-KOMPETENSI INTI-KOMPETENSI DASAR SKL (1) Dimensi Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing efektif untuk diterapkan pada pembelajaran kimia pada materi pokok larutan penyangga

Lebih terperinci

Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam. Sepfina Nurul Mundharifah Universitas Negeri Semarang

Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam. Sepfina Nurul Mundharifah Universitas Negeri Semarang Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam Sepfina Nurul Mundharifah Universitas Negeri Semarang Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan

Lebih terperinci

Oleh : Uswati Husnun Nadiyya,S.Pd

Oleh : Uswati Husnun Nadiyya,S.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 2 Oleh : Uswati Husnun Nadiyya,S.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA Negeri 1 Balikpapan

Lebih terperinci

SILABUS. Alokasi Sumber. Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Teori. Tes tertulis 4 jp Buku-buku Atom

SILABUS. Alokasi Sumber. Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Teori. Tes tertulis 4 jp Buku-buku Atom 1.11 Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik. SILABUS SATUAN PENDIDIKAN : SMA NEGERI

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMA

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMA SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMA Kelas : X Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan pendekatan saintifik efektif

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Kelas/Semester Mata Pelajaran Materi Pokok Waktu : SMA Muhammadiyah I Metro : X/Genap : Kimia - peminatan : - Massa atom relative (Ar) dan massa

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN KD KURIKULUM 2006 DENGAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN KIMIA KELAS X-XI

ANALISIS PERBANDINGAN KD KURIKULUM 2006 DENGAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN KIMIA KELAS X-XI AALISIS PERBADIGA KD 2006 DEGA 2013 MATA PELAJARA KIMIA KELAS X-XI O PERMEDIKAS 2006 PERMEDIKBUD 2013 PEJELASA KD KETERAGA KD (KI-3) KD (KI-4) KETERAGA 1 3.1 Memahami hakikat ilmu kimia, metode ilmiah

Lebih terperinci

Lampiran 9. Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI

Lampiran 9. Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI Lampiran 9 Kisi-Kisi Kimia SwC Kelas XI 159 Bidang Studi : Kimia Kelas/Semester : XI/1 : 50 KISI-KISI SOAL LATIHAN KIMIA SwC KELAS XI Standar 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik

Lebih terperinci

LAMPIRAN 3 : SILABUS 136

LAMPIRAN 3 : SILABUS 136 LAMPIRAN 3 : SILABUS 136 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas /Semester : SMK : IPA Aplikasi : XI Kompetensi Inti: KI 1 KI 2 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya : Menghayati dan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : X / Satu Peminatan : MIA Materi Pokok : Suhu, Kalor dan Perpindahan Kalor Alokasi waktu : 4 x 3 JP A. Kompetensi

Lebih terperinci

KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM KIMIA KELAS X TAHUN PELAJARAN 2013/2014

KRITERIA KETUNTASAN MINIMUM KIMIA KELAS X TAHUN PELAJARAN 2013/2014 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 KASIHAN Jalan Bugisan Selatan, Yogyakarta Telepon (0274) 376067, Faksimile 376067, Kasihan 55181 e-mail : [email protected]

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Discovery Learning yang

BAB V PENUTUP. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Discovery Learning yang BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Discovery

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : X / Satu Peminatan : MIA Materi Pokok : Suhu, Kalor dan Perpindahan Kalor Alokasi waktu : 4 x 3 JP A. Kompetensi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMAN Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : X / 2 Materi Pokok : STOIKIOMETRI (Persamaan Reaksi) Alokasi Waktu : 2 x 45 menit A. KOMPETENSI INTI

Lebih terperinci

Lampiran 8. Dasar Pengembangan Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI

Lampiran 8. Dasar Pengembangan Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI Lampiran 8 Dasar Pengembangan Kisi-Kisi Kimia SwC Kelas XI 50 DASAR PENGEMBANGAN KISI-KISI SOAL KIMIA SwC KELAS XI SK-KD dalam Standar Isi, Ujian Nasional Kimia (), SNMPTN (4), UM UGM (4), UMB UNDIP (),

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran yang menerapkan Pendekatan Scientific materi senyawa

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran yang menerapkan Pendekatan Scientific materi senyawa BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran yang menerapkan Pendekatan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. IDENTITAS 1. Sekolah : SMKN 2 Pekanbaru 2. Mata Pelajaran : Kimia 3. Kelas/Semester : XI/Ganjil 4. Materi Pokok : Laju Reaksi 5. AlokasiWaktu : 2 JP (1 x pertemuan)

Lebih terperinci

11. Mata Pelajaran Kimia Untuk Paket C Program IPA

11. Mata Pelajaran Kimia Untuk Paket C Program IPA 11. Mata Pelajaran Kimia Untuk Paket C Program IPA A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang gejala alam secara sistematis, sehingga pendidikan IPA bukan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 01 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMAN 4 KUPANG

LAMPIRAN 01 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMAN 4 KUPANG LAMPIRAN 01 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMAN 4 KUPANG Kelas : XI Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati

Lebih terperinci

54. Mata Pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara

54. Mata Pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara 54. Mata Pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang gejala alam secara sistematis, sehingga

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN KISI-KISI PENULISAN USBN Jenis Sekolah : SMA/MA Mata Pelajaran : KIMIA Kurikulum : 2013 Alokasi Waktu : 120 menit Jumlah : Pilihan Ganda : 35 Essay : 5 1 2 3 4 3.4 Menganalisis hubungan konfigurasi elektron

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Mata Pelajaran : Fisika Kelas/ Semester : X / Satu Peminatan : MIA Materi Pokok : Suhu, Kalor dan Perpindahan Kalor Alokasi waktu : 4 x 3 JP A. Kompetensi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMAN. : Kimia : X MIA/ Ganjil : Struktur Atom Bohr : 3 x 45 Menit (1 x Pertemuan) I. Kompetensi

Lebih terperinci

SILABUS Sekolah : SMA Negeri 5 Surabaya Mata Pelajaran : Kimia Kelas/semester : XI/1 Referensi : BSNP / CIE Standar Kompetensi

SILABUS Sekolah : SMA Negeri 5 Surabaya Mata Pelajaran : Kimia Kelas/semester : XI/1 Referensi : BSNP / CIE Standar Kompetensi SILABUS Sekolah : SMA Negeri 5 Surabaya Mata Pelajaran : Kimia Kelas/semester : /1 Referensi : BSNP / CIE Standar Kompetensi : 1.Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur

Lebih terperinci

Struktur atom, dan Tabel periodik unsur,

Struktur atom, dan Tabel periodik unsur, KISI-KISI PENULISAN USBN Jenis Sekolah : SMA/MA Mata Pelajaran : KIMIA Kurikulum : 2006 Alokasi Waktu : 120 menit Jumlah : Pilihan Ganda : 35 Essay : 5 1 2 3 1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) HIDROKARBON (Senyawa Alkana)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) HIDROKARBON (Senyawa Alkana) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) HIDROKARBON (Senyawa Alkana) Diajukan sebagai Salah Satu tugas mata kuliah Micro Teaching pada Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Tarbiyah

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Inkuiri Terbimbing

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Inkuiri Terbimbing BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1.1. Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG

SILABUS MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG SILABUS MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG Satuan Pendidikan : SMK/MAK Kelas : XII Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi: 4. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi: 4. Memahami sifat-sifat senyawa organik atas dasar gugus fungsi dan senyawa makromolekul. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA... Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : X / 2 Alokasi Waktu : 20 Jam Pelajaran Standar Kompetensi: 4. Memahami sifat-sifat senyawa organik

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Sub Materi Pokok Alokasi Waktu : SMAN. : Kimia : X/II : Reaksi Reduksi-Oksidasi : 1 x 45 menit (1 x pertemuan) A.

Lebih terperinci

KISI UJI KOMPETENSI 2013 MATA PELAJARAN KIMIA

KISI UJI KOMPETENSI 2013 MATA PELAJARAN KIMIA KISI UJI KOMPETENSI 2013 MATA PELAJARAN KIMIA Kompetensi Menguasai karakteristik peserta Mengidentifikasi kesulitan belajar didik dari aspek fisik, moral, peserta didik dalam mata pelajaran spiritual,

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. statistik dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Teams Assisted

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. statistik dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Teams Assisted BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe TAI

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARANPENGOLAHAN CITRA DIGITAL (PAKET KEAHLIAN MULTIMEDIA)

SILABUS MATA PELAJARANPENGOLAHAN CITRA DIGITAL (PAKET KEAHLIAN MULTIMEDIA) SILABUS MATA PELAJARANPENGOLAHAN CITRA DIGITAL (PAKET KEAHLIAN MULTIMEDIA) Satuan Pendidikan Kelas : SMK / MAK :XII Kompetensi Inti I-1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. I-2. Menghayati

Lebih terperinci

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Mata Pelajaran RENCANA PROGRAM PENGAJARAN : Fisika Kelas / Semester : XI /I Peminatan Materi Pokok Alokasi Waktu : MIA : Momentum dan Impuls : 12 Jam Pelajaran KOMPETENSI INTI KI 1 KI 2 : Menghayati dan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Penerapan pendekatan inkuiri terbimbing efektif untuk meningkatkan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Penerapan pendekatan inkuiri terbimbing efektif untuk meningkatkan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, maka secara garis besar hasil analisis dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan

Lebih terperinci

SEMESTER PROGRAM. School : Semester : 2 Academic Year :

SEMESTER PROGRAM. School : Semester : 2 Academic Year : SEMESTER PROGRAM School : Subject : Chemistry Class : XI IPA Semester : Academic Year : No Kompetensi Dasar/ Materi Indikator 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan

Lebih terperinci

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Mata Pelajaran RENCANA PROGRAM PENGAJARAN : Fisika Kelas / Semester : XI /I Peminatan Materi Pokok Alokasi Waktu : MIA : Momentum dan Impuls : 12 Jam Pelajaran KOMPETENSI INTI KI 1 KI 2 : Menghayati dan

Lebih terperinci

RPP VEKTOR KELAS X SMA MUH. AMRAN SHIDIK 11/13/2016

RPP VEKTOR KELAS X SMA MUH. AMRAN SHIDIK 11/13/2016 2016 RPP VEKTOR KELAS X SMA MUH. AMRAN SHIDIK 11/13/2016 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi waktu : SMA NEGERI 1 PALLANGGA : FISIKA : X : 3 X 45 Menit

Lebih terperinci

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD ANALISIS PEMETAKAN SK/ 20112012 Mata Pelajaran : Kimia Kelas : XI/2 Standar Dasar 4. Memahami sifatsifat larutan asambasa, metode pengukuran dan terapannya 4.1 Mendeskripsikan teoriteori asam basa dengan

Lebih terperinci

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Mata Pelajaran RENCANA PROGRAM PENGAJARAN : Fisika Kelas / Semester : XI /I Peminatan Materi Pokok Alokasi Waktu : MIA : Momentum dan Impuls : 12 Jam Pelajaran KOMPETENSI INTI KI 1 KI 2 : Menghayati dan

Lebih terperinci

KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA

KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA KISI-KISI UN KIMIA SMA/MA 2015-2016 Siswa mampu memahami, menguasai pengetahuan/ mengaplikasikan pengetahuan/ menggunakan nalar dalam hal: Struktur Atom Sistem Periodik Unsur Ikatan Kimia (Jenis Ikatan)

Lebih terperinci

KALOR DAN PERPINDAHANNYA

KALOR DAN PERPINDAHANNYA LEMBAR KERJA SISWA Berbasis Scientific Approach KALOR DAN PERPINDAHANNYA FISIKA KELAS X SMA / MA ZURNIATI RSA1C312012 UNIVERSITAS JAMBI NAMA KELAS NIS ALAMAT Lembar Kerja Siswa KALOR DAN PERPINDAHANNYA

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMAN.. Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : X / 2 Materi Pokok : Tatanama senyawa (redoks) Alokasi Waktu : 1 x 45 menit A. KOMPETENSI INTI KI.1.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : 4 pertemuan (8 jp x 45 menit)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : 4 pertemuan (8 jp x 45 menit) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Identitas Sekolah Identitas Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA : Fisika : XII/ Semester I : Medan Magnetik : 4 pertemuan (8 jp x 45 menit)

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Secara rinci dapat disimpulkan sebagai berikut:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Secara rinci dapat disimpulkan sebagai berikut: BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. IDENTITAS Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas Kelas / Semester : XII / 5 (Lima) Mata Pelajaran : Matematika Program : Peminatan MIPA Pokok Bahasan : Transformasi

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Penerapan model pembelajaran efektif pada materi pokok hidrolisis garam. terperinci dapat disimpulkan sebagai berikut:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Penerapan model pembelajaran efektif pada materi pokok hidrolisis garam. terperinci dapat disimpulkan sebagai berikut: BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai beerikut: 1. Penerapan model pembelajaran efektif pada materi pokok hidrolisis garam kelas

Lebih terperinci

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Mata Pelajaran RENCANA PROGRAM PENGAJARAN : Fisika Kelas / Semester : XI /I Peminatan Materi Pokok Alokasi Waktu : MIA : Momentum dan Impuls : 12 Jam Pelajaran KOMPETENSI INTI KI 1 KI 2 : Menghayati dan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMAN.. Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester : X MIA / GANJIL Materi Pokok : Ikatan Kimia Alokasi Waktu : 1 x 1 JP A. KOMPETENSI INTI KI.1. Menghayati

Lebih terperinci

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

MOMENTUM & IMPULS RENCANA PROGRAM PENGAJARAN. Kelas / Semester : XI /I KOMPETENSI INTI. : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Mata Pelajaran RENCANA PROGRAM PENGAJARAN : Fisika Kelas / Semester : XI /I Peminatan Materi Pokok Alokasi Waktu : MIA : Momentum dan Impuls : 12 Jam Pelajaran KOMPETENSI INTI KI 1 KI 2 : Menghayati dan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Discovery Learning efektif

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Discovery Learning efektif BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik, hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Dwiwarna Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X / Dua Peminatan : MIA Materi Pokok : Suhu dan Kalor Alokasi : 4 x 3 JP A. Kompetensi Inti (KI)

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. statistik dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan pendekatan Discovery Learning efektif pada materi pokok

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. statistik dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan pendekatan Discovery Learning efektif pada materi pokok BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan secara deskriptif dan statistik dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan pendekatan Discovery Learning efektif pada

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PENGARUH KALOR TERHADAP PERUBAHAN SUHU OLEH NAMA : PUTRI MARTHA DESI NIM : 1305763 PRODI : PENDIDIKAN FISIKA DOSEN PEMBIMBING : Dr. Amali Putra, M.Pd FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Peminatan Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA : Fisika : X / Dua : MIA : Optik : 2 x 45 Menit (pertemuan III) A. Kompetensi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XI / Genap Materi Pokok : Gejala Pemanasan Global Sub Materi Pokok : Penyebab, Dampak dan Upaya untuk

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMAN : Kimia : X MIA/ Ganjil : Sistem Periodik Unsur : 6 x 45 menit (2 pertemuan) A. Kompetensi

Lebih terperinci

RPP 02. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran : Fisika

RPP 02. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran : Fisika RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran : Fisika RPP 02 Peminatan Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : MIA : XII/1 : Listrik Statis : 16 JP (4x4 JP) A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 :

Lebih terperinci

Kimia XIIa (Peminatan)

Kimia XIIa (Peminatan) Kimia XIIa (Peminatan) 1 KIMIA XIIa (PEMINATAN) KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARANPERAKITAN KOMPUTER (DASAR PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI)

SILABUS MATA PELAJARANPERAKITAN KOMPUTER (DASAR PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) SILABUS MATA PELAJARANPERAKITAN KOMPUTER (DASAR PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 4 Klaten MATA PELAJARAN : Perakitan Komputer KELAS/SEMESTER : X/1 ALOKASI

Lebih terperinci

PEMETAAN KI / KD KLS/ SMT/ TAHUN : X/ GASAL/ TM TT KMTT Rasa ingin tahu Teliti dalam mengolah dan PEMBELAJARAN

PEMETAAN KI / KD KLS/ SMT/ TAHUN : X/ GASAL/ TM TT KMTT Rasa ingin tahu Teliti dalam mengolah dan PEMBELAJARAN PEMETAAN KI / KD MAPEL : KIMIA KLS/ SMT/ TAHUN : X/ GASAL/ 2014 2015 SATUAN PENDIDIKAN : MAN YOGYAKARTA III KOMPETENSI INTI 1. Mnghayati mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KOMPETENSI DASAR 1.1 Menyadari

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK SMK-MAK (PEMINATAN)

SILABUS MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK SMK-MAK (PEMINATAN) SILABUS MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK SMK-MAK (PEMINATAN) Satuan Pendidikan : SMK Mata Pelajaran : FISIKA Kelas : XI Semester : 2 Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Lebih terperinci

NO.SOAL SKOR TINGKAT KESUKARAN. NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR SOAL BENTUK SOAL 1 Matematika Wajib. Uraian

NO.SOAL SKOR TINGKAT KESUKARAN. NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR SOAL BENTUK SOAL 1 Matematika Wajib. Uraian Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : X (Sepuluh)/ 1 (Satu) Materi : Eksponen dan Logaritma Alokasi Waktu : 60 menit Nama Sekolah : SMA Muhammmadiyah 4 Surabaya Kompetensi Inti (Matematika Wajib)

Lebih terperinci

KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN KIMIA

KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN KIMIA KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN KIMIA Inti Menguasai karakteristik pe didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/semester Alokasi Waktu Pertemuan ke : SMK NEGERI 1 SEYEGAN : Gambar Teknik Fabrikasi Logam : XI/1 : 1 x pertemuan (2 JP) : 5 (lima) A.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA/MA Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X/1 Alokasi Waktu : 3 x 45 Menit Pertemuan : Kedua A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 : Menghayati dan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. IDENTITAS Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas Kelas / Semester : XI / 4 (empat) Mata Pelajaran : Matematika Program : Peminatan MIPA Materi Pokok : Turunan

Lebih terperinci

PENDAHLUAN. Penalaran Tinggi Keterampilan Rendah. Keterampilan dan Kreativitas Tinggi. Penalaran Rendah Keterampilan Tinggi

PENDAHLUAN. Penalaran Tinggi Keterampilan Rendah. Keterampilan dan Kreativitas Tinggi. Penalaran Rendah Keterampilan Tinggi Kemampuan Bernalar Bimbel PENDAHLUAN Latar Belajang Kurikulum 2013 merupakan penguatan pelaksanaan kurikulum berbasisk kompetensi (KBK) yang dirintis sejak tahun 2002. Penyempurnaan terus dilakukan oleh

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : 4 Pertemuan (8 jp x 45 menit)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : 4 Pertemuan (8 jp x 45 menit) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Identitas Sekolah Identitas Mata Pelajaran Kelas/ Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMA : Fisika : XII/ Semester I : Medan Magnetik : 4 Pertemuan (8 jp x 45 menit)

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. IDENTITAS Satuan Pendidikan Kelas / Semester Mata Pelajaran Program Pokok Bahasan Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas : X / 1 (satu) : Matematika : Peminatan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP) Kelas/Semester : XI/2 Materi Pembelajaran : Keseimbangan dan Dinamika Benda Tegar Alokasi Waktu : 16 45 menit Pertemuan Ke : 2 Kompetensi Inti (KI) : 1. Menghayati

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Dwiwarna Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : X / Dua Peminatan : MIA Materi Pokok : Optik Alokasi : 4 x 3 JP A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 :

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah :... Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Alokasi Waktu : Fisika : XI/Dua : Gejala Pemanasan Global : 2 Pertemuan Pertemuan Pertama, @ 2 X 45 menit Pertemuan

Lebih terperinci