BALOK DENGAN PERKUATAN
|
|
|
- Hengki Tedjo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BALOK DNGAN PRKUATAN. TUJUAN PRKULAHAN A. TUJUAN UMUM PRKULAHAN (TUP) Setelah mempelajari materi tentang balo dengan peruatan, ecara umum anda diharapan :. Mampu menjelaan pengertian dan item dan analia balo dengan peruatan. Mampu menghitung balo dengan peruatan. Mampu menggambar hail perhitungan balo dengan peruatan B. TUJUAN KHUSUS PRKULAHAN (TKP) Setelah mempelajari materi balo dengan peruatan, ecara huu anda diharapan :. dapat menjelaan embali pengertian balo dengan peruatan. dapat menjelaan embali analia balo dengan metode penampang eivalen. dapat menjelaan embali analia balo dengan metode pembagian beban 4. dapat menghitung momen ineria () 5. dapat menghitung tegangan lentur 6. dapat menghitung tegangan geer 7. dapat menghitung euatan ayu terhadap lentur. dapat menghitung euatan ayu terhadap geer 9. dapat menghitung euatan baja terhadap lentur 0. dapat menghitung euatan baja terhadap geer. dapat menggambar hail perhitungan balo dengan peruatan C. PRASYARAT Untu mempermudah pencapaian tujuan peruliahan di ata, paling ediit anda dituntut :. udah mengetahui materi Kontrui Kayu. udah menguaai Meania Teni dan
2 BALOK DNGAN PRKUATAN. Umum Penampang ayu yang ita deain dalam ontrui ebainya mempunyai dimeni yang teredia di lapangan. Setiap dimeni hendanya cuup dengan peredian di lapangan. Namun ondii ini tida elalu terpenuhi. Sering eali terjadi dimeni yang dibutuhan jutru tida teredia. Koneweninya dari tida teredianya dimeni terebut di lapangan ini adalah haru menyediaan endiri dimeni terebut. Pilihan ini tetntunya buan pilihan yang eonomi Peruatan yang ering digunaan dalam ontrui ayu ini adalah baja. Seperti ita etahui bahwa baja mempunyai euatan dan modulu elati yang jauh lebih tinggi dari ayu Bahaan ini dibatai hanya pada peruatan dengan menggunaan pelat baja aja. Peruatan dengan profil baja tida termau dalam bahaan ini.. Sitem peruatan Peruatan yang cuup ering dijumpai adalah menggunaan pelat baja. Pelat baja terebut dipaang arena dimeni penampang ayu ternyata tida cuup untu memiul beban yang beerja. Pertimbangan lain yang lebih terutama eali arena tida mungin lagi untu mengganti/ memperbear penampang ayu yang ada Pertimbangan diata cuup raionel, mengingat bahwa dalam dimeni yang ama pelat baja aan mempunyai emampuan memiul beban yang lebih jauh bear dari pada ayu. Dengan menggunaan peruatan baja ini penambahan dimeni menjadi tida begitu bear ehingga lebih prati Pemaangan peruatan baja hendanya tida menambah rumit analia perhitungan. Penempatan pelat baja tida bia dalam embarang tempat, arena haru mengoptimalan emampuan dalam memiul beban Analia penampang ini aan lebih mudah bila gari netral ayu maupun baja tetap berimpit. Untu biaanya peruatan baja yang digunaan aan dipaang imetri terhadap gari netral penampang ayu
3 Ditinjau dari letanya dalam penampang, pelat baja yang digunaan dapat dipaang pada ii horizontal atau pada iivertial Ditinjau dari letanya dalam bentang gelagar, pelat baja yang digunaan dapat dipaang pada epanjang bentang atau ebagian panjang bentang Pada peruatan epanjang bentang, trutur tetap primati, dimana harga ontan epanjang bentang. adalah modulu elati, dan adalah momen neria penampang Hanya aja perlu diingat, bila peruatan dipaang pada ebagian panjang bentang, trutur menjadi nonprimati ebab harga tida lagi ontan di epanjang bentang Analia balo peruatan Analia balo peruatan eurang-urangnya dapat dilauan dalam cara yaitu : metode penampang eivalen dan metode pembagian beban. Metode penampang eivalen Diebut juga metode tranformai, baja yang ita gunaan ebagai peruatan hari ditranformai, atau dituar ehingga menjadi ayu Karena ifat baja yang berbeda dengan ayu inilah maa tidalah tepat bila nilai tuar yang digunaan adalah. Jelanya, tida logi bila baja hanya dituar dengan ayu dengan lua yang ama Yang benar adalah bila baja aan ditranformaian menjadi ayu, maa lua penampang ayu hail tranformai ini haru lebih bear dari lua baja, ehingga nilai tuarnya lebih dari.
4 Nilai tuar yang dimaud adalah n yang menunjuan perbandinga relatif antara modulu elati baja dengan modulu elati ayu. n dimana : =,. 0 6 ela uat ayu ) g/ cm (dianggap ontan, ehingga tida tergantung dari = g/ cm (tergantung ela uat) Nilai n berbanding terbali dengan. Semain bear harga, nilai n aan emain ecil. Demiian ebalinya. Nilai n aan elalu lebih bear dari. Artinya bila baja elua (A) aan ditranformaian menjadi ayu, maa ayu hail tranformai ini aan mempunyai lua ebear (n. A) b nb b nb t t b Tranformai ini haru tetap memperhitungan bearan tatia penampangnya, dalam hal ini adalah gari netral dalam momen inerianya. Pada gambar diata terlihat bahwa ondii penampang yang terdiri dari ayu dan baja aan mempunyai momen ineria yang ama dengan ondii dimana eluruh penampang baja ditranformaian menjadi ayu Momen neria ayu, = / b t Momen neria baja, = (/ b t ) Penampang eeluruhan mempunyai momen ineria
5 b t b t n ( n b ) t ( b ) t Subituai harga ( dan ) e harga didapat n Pada ondii dimana baja peruatan dipaang pada ii horizontal, maa hail tranformai penampangnya menjadi ebagai beriut : b nb t t t b b Sebelum ditranformaian = / b t = Setelah ditranformaian : ( b ). t ( b. t)(0,5 t 0,5 t b t b t n ) ( n. b ). t ( n. b. t)(0,5 t 0,5 t) ( n) ( b ). t ( b. t)(0,5 t 0,5 t) dari gambar diata terlihat bahwa bila diebelah iri terdiri ayu dan baja, maa diebelah anan hanya ada ayu aja. Hal ini diebaban arena baja diebelah iri yang luanya A = (b t) itu ini ditranformaian menjadi ayu elua A dimana:
6 A n t b n t nb A ) ( ) ( Bai dari peruatan ii vertial maupun horizontal, momen ineria pengganti aibat penampang baja ditranformaian menjadi ayu dapat dinyataan ebagai : n Diagram tegangan lentur ayu dan baja Pengaruh tranformai yang menghailan penampang pengganti terebut diata, tetap aan menghailan diagram tegangan lentur. Dalam hal ini eaan-aan terjadi ebuah eatuan penampang yang monolit. Tegangan lentur yang terjadi adalah : M ana y y M dim,. edangan perpanjangan/perpendean erat ayu maupun baja adalah ama bear, ehingga : d = d Bila regangan dinyataan dalam dan panjang elemen dinyataan dalam L, maa perpanjangan atau perpendean ayu dan baja ini maing-maing L L d L L d /. /. Dengan menyataan d = d dan L = L didapat :,atau. arena n =, maa : n. ni menunjuan bahwa tegangan baja yang ebenarnyta terjadi adalah (n) ali tegangan ayunya. ni arena diagram diata buan diagram tegangan baja, melainan diagram tegangan ayu.
7 4. Metode Pembagian beban Dalam metode ini, penampang yang terdiri dari ayu dan baja eaan-aan dipiah edemiian hingga menjadi ayu dan baja. Beban yang dipiul oleh ayu maupun baja merupaan ebagian dari beban yang ebenarnya. Dengan ata lain, etiap beban yang beerja pada trutur alan dibagibagi, ebagian dipiul ayu dan ebagian dipiul oleh baja. P P K P S = + Pada gambar diata, beban P (yang dipiul oleh ayu dan baja ) dibagi menjadi : P yang dipiul oleh ayu dan P yang dipiul oleh baja Permaalahan yang timbul adalah, berapaah P dan P? Pada au diata, terdapat buah variable yaitu P dan P. Secara matemati, untu menentuan variable (P dan P) ini memerluan buah peramaan Dua peramaan yang dimaud dihailan melalui : Keealan Pembebanan Pada uatu item pembebanan tertentu, jumlah beban elalu tetap (eal). Artinya, jumlah dari eluruh beban yang dipiul oleh etiap elemen (bai P maupun P ) aan elalu ama dengan beban emula P.
8 P+P = P a Keealan Gari lati Pada uatu item pembebanan tertentu, meipun penampangnya terdiri dri lebih atu jeni material), maa jumlah gari elati elalu eal yaitu hanya buah aja. Artinya, gari elati trutur ayu aibat P aan elalu ama dengan gari elati trutur baja aibat P, dan aan elalu ama dengan gari elati trutur emula (ayu dan baja) aibat P Kartena gari elatinya ama, maa lendutan uatu titi yang ama pun aan ama yaitu : + = Sebagaimana dietahui bahwa lendutan aan elalu ebanding dengan beban dan terbali dengan -nya. adalah moduluelatiita dan adalah momen ineria. Apabila ita ambil =, maa : P P b Dengan ubitui dari peramaan (a) dan (b) terebut maa harga P dan P dapat ditentuan 5. Contoh Contoh Kayu ela, mutu A. Berat endiri diabaian. Peruatan baja dipaang epanjang pada ii vertial. q =,5 g/cm 0, A 00 cm B 6
9 a) Berapaah momen neria, bila baja di tranformaian e ayu? Jawab Kayu ela, = Kg/cm Baja =,. 0 6 g/cm n chec :.. (6,) (0,) 6 0, ( ) 7, cm 4 7, o b) Gambar diagram tegangan lentur ditengah bentang! cm 4 0. (0,) (0,) Jawab Momen ditengah bentang, M= M y 675 7,,9. y y 6, 7,4 y, 6,7, gcm y... linear
10 c) Cuup uatah ayu terhadap lentur? ( = 00 g/cm ): max 7,4 g/ cm 00O! d) Cuup uatah Baja terhadap lentur? ( = 600 g/cm ): max n. (6,7) 77,05 g/ cm 600O! e) Gambar diagram tegangan geer di tumpuan Gaya lintang di tumpuan D = 0,5.(,5). 00 = 5 g D S b 5. 7, S. b 0,69 ( / b)...( parabola ) 6, 6, 6 0,6,0,59 Titi : b = S = (. ) 4,5 = 0 = 0,69 (0/) =,0 g/cm Titi : b = + (. 0, ) = 0,6 S = (. ) 4,5 = 0 = 0,69 (0/0,6) = 0,6 g/cm
11 Titi : b = + (. 0, ) = 0,6 S = (. 6 ) + (. 0,.,5 ) = 00,7 = 0,69 (00,7/0,6) =,59 g/cm f) Cuup uatah ayu terhadap geer? ( g/ cm ) max =,0 O Contoh Kayu ela, Mutu A. Berat endiri diabaian. Pereuatan baja dipaang epanjang bentang pada ii vertial P = 00 g A B q=g/c m 0, 6 0, a) Berapaah momen neria, bila baja ditranformaian epada ayu? Kayu ela, = g/cm Baja =,. 0 6 g/ cm n.. (6) (0,) 6 (0,) (6 0,5) 40,94 cm 4
12 chec :.. 5 (6) (0,) 6 (0,) (6 0,5) ( ) 5 (6,) 40,94 cm 4 6, o b) Gambar diaram tegangan geer pada aat Dmax Haru dihitung lebih dahulu harga Dmax Dari eetimbangan momen dapat dihitung reai-reai perletaan. MB 0, didapat RA = 90,6 g MA 0, didapat RB = 4, g 90,6 75 4, Bid D 09, Dmax = 09, g Tegangan geer : D S b 09,. 40,95. S b 0,076 ( / b)...( parabola )
13 6. 6 =6 0, 0,05 0,79, 0, 0,79 Titi : b = 6 S = 0 = 0,076(0/6) = 0 g/cm Titi : b = 6 S = 6 (0, ) 6. 5 =,47 = 0,076(,47/6) = 0,05 g/cm Titi : b = S =6 (0, ) 6. 5 =,47 = 0,076(00,7/) = 0,79 g/cm Gari netral : b = S =,47 (. 6 ) = 76,47 netral = 0,076(76,47/) =, g/cm c) Gambar diagram tegangan lentur aat momen maimum! ,06
14 M max q , gcm tegangan lentur M y 775, 0, y...( linear ) untu y =, max = 77, O d) Perialah apaah trutur ayu uat terhadap geer? ( g/ cm ) q =,5 g/cm A 00 cm B,94 D = 0,5. q. 00 = 7,99 g D. 7,99,94 o A. (. ) e) Perialah apaah trutur ayu uat terhadap geer? ( 960 g/ cm ) 0. q = 0,5 g/cm A 00 cm B 6 5,4
15 D = 0,5. q. 00 = 7,0 g D. 7,0 5,4 960 o A (. 6.0,) Contoh q =,5 g/cm 0, A 00 cm B 6 a) Dengan metode pembagian beban, berapaah q dan q? Kayu ela, = g/cm Baja =,. 0 6 g/ cm Momen neria ayu, =. 5 Momen neria baja, = 0, 6 0, Dari eealan pembebanan, didapat q + q =,5..(a) dari eealan gari elati, didapat q. q. q q...
16 = 5,0797 (q ).(b) Subituian peramaan (a) dan (b), didapat q = 0,47 g/cm q = 5 g/cm b) Perialah apaah trutur ayu cuup uat terhadap lentur? ( = 00 g/cm ): q =,5 g/cm 7,4 A 00 cm B Momen ditengah bentang, M max= M 4099, y. y 5,9 y... linear, , gcm y 6, max 7,4 O ( bandingan dg contoh. c) c) Perialah apaah trutur baja cuup uat terhadap lentur? ( = 600 g/cm ): q = 0,5 g/cm A 00 cm B.,5
17 M = 59,75 gcm M y, y y 6, y 6 59,75 40,94,,5,. y... linear 0, 0, 6 6,5 0, 0, d) Cuup uatah ayu? ( = 00 g/cm dan g/ cm ): - Keuatan terhadap lentur max,4 00 O - Keuatan terhadap geer max,9 O e) Cuup uatah Baja terhadap lentur? ( = 600 g/cm ): max..,4 44,7 600
18 DAFTAR PUSTAKA Bambang Suryoatmono, Strutur Kayu, Faulta Teni, Univerita Parahyangan, Bandung. Danaamita,.Koaih, Strutur Kayu, Faulta Pendidian Tenologi dan Kejuruan, UP, 004. Danaamita,.Koaih, Strutur Kayu, Faulta Pendidian Tenologi dan Kejuruan, UP, 004. DPMB. Dirjen Cipta Karya, Peraturan Kontrui Kayu ndoneia, DPMB, Dirjen Cipta Karya, DPUTL, 97. D.T Gunawan, Ditat Kuliah Kontrui Kayu, Faulta Teni Sipil, Univerita Parahyangan, Bandung. Felix Yap, K.H., Kontrui Kayu, Bina Cipta, Bandung, 965. Fric, Heinz, lmu Kontrui Kayu, Yayaan Kaniiu, Yogyaarta, 977. Sadji, Kontrui Kayu, Faulyta Teni Sipil, ntitut Tenologi 0 November, Surabaya. Soeryanto Baar Moelyono, Pengantar perayuan, Yayaan Kaniiu, Yogyaarta, 974. Suilohadi, Strutur ayu, Teni Sipil, Univerita Jenderal Ahmad Yani, Bandung. Soedibyo, Kontrui Kayu, Teni Sipil Univerita Winaya Muti, Bandung
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan yang aman
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembebanan Dalam perencanaan uatu truktur bangunan haru memenuhi peraturanperaturan ang berlaku untuk mendapatkan uatu truktur bangunan ang aman ecara kontruki. Struktur bangunan
Lentur Pada Balok Persegi
Integrit, Proeionalim, & Entrepreneurhip Mata Kuliah Kode SKS : Peranangan Struktur Beton : CIV-204 : 3 SKS Lentur Pada Balok Peregi Pertemuan 4,5,6,7 Integrit, Proeionalim, & Entrepreneurhip Sub Pokok
Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s
Sudaryatno Sudirham nalii angaian itri Di Kawaan - Sudaryatno Sudirham, nalii angaian itri 3 nalii angaian Menggunaan Tranformai aplace Setelah mempelajari bab ini ita aan memahami onep impedani di awaan.
BATANG GANDA DENGAN KLOS
BATANG GANDA DENGAN KLOS A.TUJUAN PERKULIAHAN. TUJUAN UMUM PERKULIAHAN (TUP) Setelah mempelajari materi tentang batang ganda dengan klos, secara umum anda diharapkan : Mampu menjelaskan pengertian batang
Kata engineer awam, desain balok beton itu cukup hitung dimensi dan jumlah tulangannya
Kata engineer awam, deain balok beton itu cukup hitung dimeni dan jumlah tulangannya aja. Eit itu memang benar menurut mereka. Tapi, ebagai orang yang lebih mengerti truktur, apakah kita langung g mengiyakan?
BAB 8 PEMODELAN DAN SIMULASI REAKTOR CSTR
BB 8 PEMODELN DN SIMULSI REKTOR STR Perhatian gambar eta 3 buah STR (ontinuou Stirred-Tan Reactor) iotermal di bawah ini: F 0 F F 2 F 3 V V 2 2 V 3 3 0 (t) (t) 2 (t) 3 (t) Ketiga STR itu digunaan untu
PENGKLASTERAN DOKUMEN DENGAN EXPECTATION MAXIMATION MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION KD-TREE
PENGKLASTERAN DOKUMEN DENGAN EXPECTATION MAXIMATION MENGGUNAKAN MULTIRESOLUTION KD-TREE Diana Purwitaari, Yudhi Purwananto, Anggit SN Juruan Teni Informatia, Faulta Tenologi Informai, Intitut Tenologi
DESAIN SISTEM KENDALI MELALUI TANGGAPAN FREKUENSI
BAB VIII DESAIN SISEM ENDALI MELALUI ANGGAPAN FREUENSI Dalam bab ini akan diuraikan langkah-langkah peranangan dan kompenai dari item kendali linier maukan-tunggal keluaran-tunggal yang tidak berubah dengan
BAB VII PERENCANAAN BALOK INDUK PORTAL MELINTANG
GROUP BAB VII PERENANAAN BALOK INDUK PORTAL MELINTANG 7. Perenanaan Balok Induk Portal Melintang Perenanaan balok induk meliputi perhitungan tulangan utama, tulangan geer/ engkang, tulangan badan, dan
DAFTAR NOTASI. tarik dan mempunyai titik pusat yang sama dengan. titik pusat tulangan tersebut, dibagi dengan
Daftar Notai hatam.an. - 1 DAFTAR NOTASI.:'#, a = bentang geer, jarak antara beban terpuat dan muka dari tumpuan. a = tinggi blok peregi tegangan tekan ekivalen. A = lua efektif beton tarik di ekitar tulangan
BAB VIII METODA TEMPAT KEDUDUKAN AKAR
6 BAB VIII METODA TEMPAT EDUDUAN AAR Dekripi : Bab ini memberikan gambaran ecara umum mengenai diagram tempat kedudukan akar dan ringkaan aturan umum untuk menggambarkan tempat kedudukan akar erta contohcontoh
Evaluasi Distribusi Gabungan pada Teori Resiko
Evaluai Ditribui Gabungan pada Teori Reio Roita Kuumawati Juruan Pendidian Matematia, Univerita egeri Yogyaarta Karangmalang, Yogyaarta roitauumawati@gmailcom ABTRAK Evalui ditribui gabungan merupaan bagian
TOPIK: HUKUM GERAK NEWTON. Sebuah bola karet dijatuhkan ke atas lantai. Gaya apakah yang menyebabkan bola itu memantul?
SOAL-SOAL KONSEP TOPIK: HUKUM GERAK NEWTON Sebuah bla karet dijatuhkan ke ata lantai. Gaya apakah yang menyebabkan bla itu memantul? Mlekul-mlekul pada lantai melawan/menlak bla aat menumbuk lantai dan
APLIKASI PROGRAM DINAMIS PADA PENYUSUNAN FLIGHT PLANNING
APLIKASI PROGRAM DINAMIS PADA PENYUSUNAN FLIGHT PLANNING Chritian Hadiwinoto Program Studi Teni Inormatia, Seolah Teni Eletro dan Inormatia, Intitut Tenologi Bandung Jalan Ganeca 10, Bandung 40132 e-mail:
TEKNOLOGI BETON Sifat Fisik dan Mekanik
TEKNOLOGI BETON Sifat Fiik dan Mekanik Beton, ejak dulu dikenal ebagai material dengan kekuatan tekan yang memadai, mudah dibentuk, mudah diproduki ecara lokal, relatif kaku, dan ekonomi. Agar menghailkan
5. Transformasi Integral dan Persamaan Integral
5. Tranformai Integral dan Peramaan Integral 5.. Tranformai Integral 5.. Tranformai Laplace 5.3. Tranformai Fourier 5.4. Peramaan Integral 5.. Tranformai Integral Di dalam Fiia Matematia ita ering menjumpai
PERTEMUAN 3 PENYELESAIAN PERSOALAN PROGRAM LINIER
PERTEMUAN PENYELESAIAN PERSOALAN PROGRAM LINIER Setelah dapat membuat Model Matematika (merumukan) peroalan Program Linier, maka untuk menentukan penyeleaian Peroalan Program Linier dapat menggunakan metode,
PERILAKU HIDRAULIK FLAP GATE PADA ALIRAN BEBAS DAN ALIRAN TENGGELAM ABSTRAK
Konfereni Naional Teknik Sipil (KoNTekS ) Sanur-Bali, - Juni PERILAKU HIDRAULIK FLAP GATE PADA ALIRAN BEBAS DAN ALIRAN TENGGELAM Zufrimar, Budi Wignyoukarto dan Itiarto Program Studi Teknik Sipil, STT-Payakumbuh,
STRUKTUR KAYU I SPL 509
DESKRIPSI SILABUS STRUKTUR KAYU I SPL 509 PENYUSUN E. Kosasih Danasasmita NIP. 130 896 569 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
Analisis Tegangan dan Regangan
Repect, Profeionalim, & Entrepreneurhip Mata Kuliah : Mekanika Bahan Kode : TSP 05 SKS : 3 SKS Analii Tegangan dan Regangan Pertemuan 1, 13 Repect, Profeionalim, & Entrepreneurhip TIU : Mahaiwa dapat menganalii
LATAR BELAKANG MATEMATIS
8 II LATAR BELAKANG MATEMATIS Derii : Bab ini memberian gambaran tentang latar belaang matemati ang digunaan ada item endali eerti eramaan linear diferenial orde (atu), orde (dua), orde tinggi, tranformai
MODUL 7 APLIKASI TRANFORMASI LAPLACE
MODUL 7 APLIKASI TRAFORMASI LAPLACE Tranformai Laplace dapa digunaan unu menyeleaian bai peroalan analia maupun perancangan iem. Apliai Tranformai Laplace erebu berganung pada ifa-ifa ranformai Laplace,
ANALISIS PERILAKU KERUNTUHAN BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENULANGAN SISTIM GRUP PADA JALUR AREA GAYA TARIK
ANALISIS PERILAKU KERUNTUHAN BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENULANGAN SISTIM GRUP PADA JALUR AREA GAYA TARIK Yenny Nurchaanah 1*, Muhammad Ujianto 1 1 Program Studi Teknik Sipil, Fakulta Teknik, Univerita
FIsika KARAKTERISTIK GELOMBANG. K e l a s. Kurikulum A. Pengertian Gelombang
Kurikulum 2013 FIika K e l a XI KARAKTERISTIK GELOMBANG Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami pengertian gelombang dan jeni-jeninya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II-1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konep Daar Beton Bertulang Beton bertulang adalah beton ang ditulangi dengan lua dan jumlah tulangan ang tidak kurang dari nilai minimum, ang diaratkan dengan atau tanpa
Nina membeli sebuah aksesoris komputer sebagai hadiah ulang tahun. Kubus dan Balok. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com
Bab Kubu dan Balok ujuan embelajaran etelah mempelajari bab ini iwa diharapkan mampu: Mengenal dan menyebutkan bidang, ruuk, diagonal bidang, diagonal ruang, bidang diagonal kubu dan balok; Menggambar
ALAT-ALAT OPTIK 1 ALAT ALAT OPTIK. Kegunaan dari peralatan optik adalah untuk memperoleh penglihatan lebih baik,
ALAT ALAT OPTIK. 8.4.1 MATA DAN KACA MATA. M A T A Kegunaan dari peralatan optik adalah untuk memperoleh penglihatan lebih baik, karena mata dapat dipandang ebagai alat optik maka pembahaan kita tentang
GEOMETRI BERHINGGA ATAS GF(P N ) UNTUK MEMBENTUK ORTHOGONAL SERIES DESIGNS
Junal Sain & Matematia ISSN: 0854-0675 Volume 16 Nomo 3, Juli 008 Atiel Penelitian: 106-111 GEOMETRI BERHINGGA ATAS GF(P N ) UNTUK MEMBENTUK ORTHOGONAL SERIES DESIGNS Bambang Iawanto,Aniah Juuan Matematia
Bola Nirgesekan: Analisis Hukum Kelestarian Pusa pada Peristiwa Tumbukan Dua Dimensi
Bola Nirgeekan: Analii Hukum Keletarian Pua pada Peritiwa Tumbukan Dua Dimeni Akhmad Yuuf 1,a), Toni Ku Indratno 2,b) 1,2 Laboratorium Teknologi Pembelajaran Sain, Fakulta Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
SIFAT SIFAT TERMIS. Pendahuluan
SIFAT SIFAT TERMIS Pendahuluan Apliai pana ering digunaan dalam proe pengolahan bahan hail pertanian. Untu dapat menganalii proe-proe terebut ecara aurat maa diperluan informai tentang ifat-ifat thermi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat matematika menjadi angat penting artinya, bahkan dapat dikatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan
MEKANIKA TANAH HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS MODUL 3
MEKANIKA TANAH MODUL 3 HIDROLIKA TANAH DAN PERMEABILITAS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Setor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224 Silus hidrologi AIR TANAH DEFINISI : air yang terdapat
(trees). Terdapat perbedaan pengertian antara pohon dan tanam-tanaman
DASAR-DASAR STRUKTUR KAYU A. MENGENAL KAYU 1. Pengertian kayu Kayu adalah bahan yang kita dapatkan dari tumbuh-tumbuhan (dalam) alam dan termasuk vegetasi hutan. Tumbuh-tumbuhan yang dimaksud disini adalah
Perhitungan Kehilangan Pratekan Total dengan Memakai Teori Kemungkinan ABSTRAK
Jurnal APLIKASI Volume 5, Nomor 1, Agustus 2008 Perhitungan Kehilangan Pratean Total dengan Memaai Teori Kemunginan M. Sigit Darmawan Dosen Jurusan Diploma Teni Sipil, FTSP - ITS Email: [email protected]
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tersebut. Menurut PBI 1983, pengertian dari beban-beban tersebut adalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembebanan Dalam perencanaan uatu truktur bangunan haru memenuhi peraturanperaturan ang berlaku untuk mendapatkan uatu truktur bangunan ang aman ecara kontruki. Struktur bangunan
MENGHITUNG PELUANG PERSEBARAN TRUMP DALAM PERMAINAN CONTRACT BRIDGE
MENGHITUNG PELUANG PERSEBARAN TRUMP DALAM PERMAINAN CONTRACT BRIDGE Desfrianta Salmon Barus - 350807 Jurusan Teni Informatia, Institut Tenologi Bandung Bandung e-mail: [email protected] ABSTRAK
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Nama Mata Kuliah Kode / SKS Mata Kuliah Prasyarat : STRUKTUR KAYU I : SPL 509 / 2 SKS : Telah menempuh MK Mekanika Teknik I Telah menempuh MK Struktur Bangunan Semester :
MATEMATIKA IV. MODUL 9 Transformasi Laplace. Zuhair Jurusan Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Jakarta 2007 年 12 月 16 日 ( 日 )
MATEMATIKA IV MODUL 9 Tranformai Laplace Zuhair Juruan Teknik Elektro Univerita Mercu Buana Jakarta 2007 年 2 月 6 日 ( 日 ) Tranformai Laplace Tranformai Laplace adalah ebuah metode yangdigunakan untuk menyeleaikan
FISIKA. Kelas X GETARAN HARMONIS K-13. A. Getaran Harmonis Sederhana
K-13 Kelas X FISIKA GETARAN HARMONIS TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini, amu diharapan memilii emampuan sebagai beriut. 1. Memahami onsep getaran harmonis sederhana pada bandul dan pegas
IV PENYELESAIAN MASALAH PENETAPAN BLOK PADA REL PELANGSIRAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBANGKITAN KOLOM
22 {, } {, } x, S, K (2) y, B (22) Tuuan dari fungi oetif (8) adalah meminimuman ongo dari aignmentaignment yang fiiel erta meminimuman anyanya lo yang tida diparir pada rel pelangiran. Kendala (9) menyataan
Penentuan Jalur Terpendek Distribusi Barang di Pulau Jawa
Penentuan Jalur Terpendek Ditribui Barang di Pulau Jawa Stanley Santoo /13512086 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Intitut Teknologi Bandung, Jl. Ganeha 10 Bandung
DESAIN SISTEM KENDALI MELALUI ROOT LOCUS
Bab VI: DESAIN SISEM ENDALI MELALUI OO LOCUS oot Lou dapat digunakan untuk mengamati perpindahan pole-pole (lup tertutup) dengan mengubah-ubah parameter penguatan item lup terbukanya ebagaimana telah ditunjukkan
BAB VII. EVAPORATOR DASAR PERANCANGAN ALAT
BAB VII. EVAPORATOR DASAR PERANCANGAN ALAT Ukuran utama kinerja evaporator adalah kapaita dan ekonomi. Kapaita didefiniikan ebagai jumlah olvent yang mampu diuapkan per atuan lua per atuan Waktu. Sedangkan
BAB II IMPEDANSI SURJA MENARA DAN PEMBUMIAN
BAB II IMPEDANI UJA MENAA DAN PEMBUMIAN II. Umum Pada aluran tranmii, kawat-kawat penghantar ditopang oleh menara yang bentuknya dieuaikan dengan konfigurai aluran tranmii terebut. Jeni-jeni bangunan penopang
BAB II TEGANGAN TINGGI IMPULS
BAB II TEGANGAN TINGGI IMPULS 2. TEGANGAN IMPULS Tegangan Impul (impule voltage) adalah tegangan yang naik dalam waktu ingkat ekali kemudian diuul dengan penurunan yang relatif lambat menuju nol. Ada tiga
STUDI PERBANDINGAN BELITAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI TIGA FASA PADA SAAT PENGGUNAAN TAP CHANGER (Aplikasi pada PT.MORAWA ELEKTRIK TRANSBUANA)
STUDI PERBADIGA BELITA TRASFORMATOR DISTRIBUSI TIGA FASA PADA SAAT PEGGUAA TAP CHAGER (Aplikai pada PT.MORAWA ELEKTRIK TRASBUAA) Bayu T. Sianipar, Ir. Panuur S.M. L.Tobing Konentrai Teknik Energi Litrik,
Analisa Kendali Radar Penjejak Pesawat Terbang dengan Metode Root Locus
ISBN: 978-60-7399-0- Analia Kendali Radar Penjejak Peawat Terbang dengan Metode Root Locu Roalina ) & Pancatatva Heti Gunawan ) ) Program Studi Teknik Elektro Fakulta Teknik ) Program Studi Teknik Mein
MODUL IV ESTIMASI/PENDUGAAN (3)
MODUL IV ETIMAI/PENDUGAAN (3) A. ETIMAI RAGAM Etimai ragam digunakan untuk menduga ragam σ berdaarkan ragam dari uatu populai normal contoh acak berukuran n. Ragam contoh ini akan digunakan ebagai nilai
SET 2 KINEMATIKA - DINAMIKA: GERAK LURUS & MELINGKAR. Gerak adalah perubahan kedudukan suatu benda terhadap titik acuannya.
MATERI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN TOP LEVEL - XII SMA FISIKA SET KINEMATIKA - DINAMIKA: GERAK LURUS & MELINGKAR a. Gerak Gerak adalah perubahan kedudukan uatu benda terhadap titik acuannya. B. Gerak Luru
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA. perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA. Umum Karena keederhanaanya,kontruki yang kuat dan karakteritik kerjanya yang baik,motor induki merupakan motor ac yang paling banyak digunakan.penamaannya beraal dari kenyataan
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA
BAB MOTOR NDUKS TGA FASA.1 Umum Motor induki merupakan motor aru bolak balik (AC) yang paling lua digunakan dan dapat dijumpai dalam etiap aplikai indutri maupun rumah tangga. Penamaannya beraal dari kenyataan
PERHITUNGAN KEHILANGAN PRATEKAN (LOSS OF PRESTRESS) AKIBAT SUSUT DAN RANGKAK PADA BETON DENGAN MEMPERHITUNGKAN VARIABILITAS SIFAT-SIFAT BETON
PERHITUNGAN KEHILANGAN PRATEKAN (LOSS OF PRESTRESS) AKIBAT SUSUT DAN RANGKAK PADA BETON DENGAN MEMPERHITUNGKAN VARIABILITAS SIFAT-SIFAT BETON M. Sigit Darmawan Dosen Diploma Teni Sipil ITS Email: [email protected]
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA. Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik yang putaran rotornya
BAB MOTOR NDUKS TGA PHASA.1 Umum Motor induki adalah motor litrik aru bolak-balik yang putaran rotornya tidak ama dengan putaran medan tator, dengan kata lain putaran rotor dengan putaran medan pada tator
BAB III NERACA ZAT DALAM SISTIM YANG MELIBATKAN REAKSI KIMIA
BAB III EACA ZAT DALAM SISTIM YAG MELIBATKA EAKSI KIMIA Pada Bab II telah dibaha neraca zat dalam yang melibatkan atu atau multi unit tanpa reaki. Pada Bab ini akan dibaha neraca zat yang melibatkan reaki
BATANG GANDA DENGAN PLAT KOPEL
BATAG GADA DEGA PLAT KOPEL. Baasan-baasan Pela kopel digunakan jika jarak kosong a sebagai beriku : b a 6b Pla kopel dipasang pada jarak yang sau sama lain sebesar L. Pemasangannya harus seangkup (simeris)
BAB XIV CAHAYA DAN PEMANTULANYA
227 BAB XIV CAHAYA DAN PEMANTULANYA. Apakah cahaya terebut? 2. Bagaimana ifat perambatan cahaya? 3. Bagaimana ifat pemantulan cahaya? 4. Bagaimana pembentukan dan ifat bayangan pada cermin? 5. Bagaimana
Kumpulan soal-soal level seleksi provinsi: solusi:
Kumpulan soal-soal level selesi provinsi: 1. Sebuah bola A berjari-jari r menggelinding tanpa slip e bawah dari punca sebuah bola B berjarijari R. Anggap bola bawah tida bergera sama seali. Hitung ecepatan
BAB II MOTOR INDUKSI SATU PHASA II.1. KONSTRUKSI MOTOR INDUKSI SATU PHASA
BAB MOTOR NDUKS SATU HASA.. KONSTRUKS MOTOR NDUKS SATU HASA Kontruki motor induki atu phaa hampir ama dengan motor induki phaa banyak, yaitu terdiri dari dua bagian utama yaitu tator dan rotor. Keduanya
BAB III METODE SCHNABEL
BAB III METODE SCHNABEL Uuran populasi tertutup dapat diperiraan dengan teni Capture Mar Release Recapture (CMRR) yaitu menangap dan menandai individu yang diambil pada pengambilan sampel pertama, melepasan
BAB II TEORI DASAR. Sistem struktur yang mengalami problem dinamik mempunyai perbedaan
BAB II TEORI DASAR II. Umum Sistem strutur yang mengalami problem dinami mempunyai perbedaan yang signifian terhadap problem stati. Yaitu sistem strutur pembebanan dinami memerluan sejumlah oordinat bebas
BAB V ANALISIS HASIL PERANCANGAN
BAB V ANALISIS HASIL PERANCANGAN 5.1. Proe Fluidiai Salah atu faktor yang berpengaruh dalam proe fluidiai adalah kecepatan ga fluidiai (uap pengering). Dalam perancangan ini, peramaan empirik yang digunakan
Perancangan Sliding Mode Controller Untuk Sistem Pengaturan Level Dengan Metode Decoupling Pada Plant Coupled Tanks
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No., (07) ISSN: 337-3539 (30-97 Print) B-4 Perancangan Sliding Mode Controller Untuk Sitem Pengaturan Level Dengan Metode Decoupling Pada Plant Coupled Tank Boby Dwi Apriyadi
Aliran Air Tanah Pada Sumur Tunggal. Yanto, S.T., M.S.E. Aliran air tanah pada sumur tunggal dapat dibagi menjadi 4 sub-divisi, yaitu:
Alian Ai Tanah Pada Sumu Tunggal Yanto, S.T., M.S.E. Alian ai tanah pada umu tunggal dapat dibagi menjadi 4 ub-divii, yaitu: (i) Alian mantap dan ta-mantap; (ii) Alian tetean dan ta-tetean Pada mata uliah
EVALUASI DISTRIBUSI GABUNGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA KONVOLUSI DAN REKURSI PANJER
Vol 7, o, Juni 0 EVALUAI DITRIBUI GABUGA MEGGUAKA ALGORITMA KOVOLUI DA REKURI PAJER Roita Kuumawati Juruan Pendidian Matematia Faulta Matematia dan Ilmu Pengetahuan Alam Univerita egeri Yogyaarta (UY)
Transformasi Laplace dalam Mekatronika
Tranformai Laplace dalam Mekatronika Oleh: Purwadi Raharjo Apakah tranformai Laplace itu dan apa perlunya mempelajarinya? Acapkali pertanyaan ini muncul dari eorang pemula, apalagi begitu mendengar namanya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Matrik Alih
Intitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Matrik Alih Materi Contoh Soal Ringkaan Latihan Aemen Materi Contoh Soal Ringkaan Latihan Aemen Pengantar Dalam Peramaan Ruang Keadaan berdimeni n, teradapat
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibaha mengenai perancangan dan realiai dari kripi meliputi gambaran alat, cara kerja ytem dan modul yang digunakan. Gambar 3.1 merupakan diagram cara kerja
DEFERENSIAL PARSIAL BAGIAN I
DEFEENSAL PASAL BAGAN Diferenial parial olume uatu iliner berjari-jari r engan ketinggian h inatakan oleh r h Yakni bergantung kepaa ua bearan, aitu r an h. Jika r kita jaga tetap an ketinggian h kita
BAB XV PEMBIASAN CAHAYA
243 BAB XV PEMBIASAN CAHAYA. Apakah yang dimakud dengan pembiaan cahaya? 2. Apakah yang dimakud indek bia? 3. Bagaimana iat-iat pembiaan cahaya? 4. Bagaimana pembentukan dan iat bayangan pada lena? 5.
SISTEM KENDALI OTOMATIS. PID (Proportional-Integral-Derivative)
SISTEM KENDALI OTOMATIS PID Proportional-Integral-Derivative Diagram Blok Sitem Kendali Pendahuluan Urutan cerita :. Pemodelan item. Analia item 3. Pengendalian item Contoh : motor DC. Pemodelan mendapatkan
DEFINISI DAN RUANG SOLUSI
DEFINISI DAN RUANG SOLUSI Pada bagian ini akan dibaha tentang bai dan dimeni menggunakan pengertian dari kebebaan linear ( beba linear dan merentang ) yang dibaha pada bab ebelumnya. Definii dari bai diberikan
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA 2.1 Umum Motor litrik merupakan beban litrik yang paling banyak digunakan di dunia, Motor induki tiga faa adalah uatu mein litrik yang mengubah energi litrik menjadi energi
1. suara guntur terdengar 12 sekon setelah kilat terlihat. Jika jarak asal kilat dari pengamat adalah 3960 m, berapakah cepat rambat bunyi?
. uara guntur terdengar ekon etelah kilat terlihat. Jika jarak aal kilat dari engamat adalah 3960 m, beraakah ceat rambat bunyi? 3960 330m/ t 3. eorang iwa X berdiri diantara dua dinding dan Q eerti ditunjukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3. Deain Penelitian yaitu: Pengertian deain penelitian menurut chuman dalam Nazir (999 : 99), Deain penelitian adalah emua proe yang diperlukan dalam perencanaan dan pelakanaan
BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK
BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK Proses pengenalan dilauan dengan beberapa metode. Pertama
Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler
Penggunaan Indusi Matematia untu Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Espresi Reguler Husni Munaya - 353022 Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung,
SIMULASI SISTEM PEGAS MASSA
SIMULASI SISTEM PEGAS MASSA TESIS Diajukan guna melengkapi tuga akhir dan memenuhi alah atu yarat untuk menyeleaikan Program Studi Magiter Matematika dan mencapai gelar Magiter Sain oleh DWI CANDRA VITALOKA
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanah kondii alami dengan kepadatan rendah hingga edang cenderung mengalami deformai yang bear bila dilintai beban berulang kendaraan. Untuk itu, dibutuhkan uatu truktur
BAB ELASTISITAS. Pertambahan panjang pegas
BAB ELASTISITAS 4. Elastisitas Zat Padat Dibandingan dengan zat cair, zat padat lebih eras dan lebih berat. sifat zat padat yang seperti ini telah anda pelajari di elas SLTP. enapa Zat pada lebih eras?
TUGAS MAHASISWA TENTANG
TUGAS MAHASISWA TENTANG o DIAGRAM BIDANG MOMEN, LINTANG, DAN NORMAL PADA BALOK KANTILEVER. o DIAGRAM BIDANG MOMEN, LINTANG, DAN NORMAL PADA BALOK SEDERHANA. Disusun Oleh : Nur Wahidiah 5423164691 D3 Teknik
Optimasi Non-Linier. Metode Numeris
Optimasi Non-inier Metode Numeris Pendahuluan Pembahasan optimasi non-linier sebelumnya analitis: Pertama-tama mencari titi-titi nilai optimal Kemudian, mencari nilai optimal dari fungsi tujuan berdasaran
PERBANDINGAN KUAT GESER KOLOM BETON BERTULANG YANG MEMIKUL BEBAN LATERAL SIKLIK
Konfereni Naional Teknik Sipil 3 (KoNTekS 3) Jakarta, 6 7 Mei 2009 PERBANDINGAN KUAT GESER KOLOM BETON BERTULANG YANG MEMIKUL BEBAN LATERAL SIKLIK Johane Januar Sudjati 1 1 Program Studi Teknik Sipil,
Kumpulan soal-soal level seleksi Kabupaten: Solusi: a a k
Kumpulan soal-soal level selesi Kabupaten: 1. Sebuah heliopter berusaha menolong seorang orban banjir. Dari suatu etinggian L, heliopter ini menurunan tangga tali bagi sang orban banjir. Karena etautan,
Topi petani itu berbentuk kerucut. Dalam matematika, kerucut tersebut digambarkan seperti Gambar 2.8 di bawah ini.
2.2 Apa yang akan kamu pelajari? Menyatakan lua ii Menghitung lua ii Menyatakan volume Menghitung volume prima. Kata Kunci: Kerucut Lua ii Kerucut Selimut Volume Tinggi P Lua Sii Kerucut ernahkah kamu
PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN LABE (LANTAI BERHITUNG) PADA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SD KELAS III TERHADAP HASIL BELAJAR
Tuga Matakuliah Pengembangan Pembelajaran Matematika SD Doen Pengampu Mohammad Faizal Amir, M.Pd. S-1 PGSD Univerita Muhammadiyah Sidoarjo PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN LABE (LANTAI BERHITUNG) PADA PELAJARAN
PERILAKU STATIS STRUKTUR BETON PRACETAK DENGAN SISTEM SAMBUNGAN BASAH Hery Riyanto Dosen tetap jurusan Teknik Sipil Universitas Bandar Lampung
PERILAKU STATIS STRUKTUR BETON PRACETAK DENGAN SISTEM SAMBUNGAN BASAH Hery Riyanto Doen tetap juruan Teknik Sipil Univerita Bandar Lampung Abtrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku tati
ANALISA RASIO TULANGAN KOLOM BETON BERPENAMPANG BULAT MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Indra Degree Karimah
ANALISA RASIO TULANGAN KOLOM BETON BERPENAMPANG BULAT MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 Indra Degree Karimah ABSTRAK Perhitungan raio tulangan pada kolom beton angat ignifikan karena dalam perhitungan raio
BAB III PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN
BAB III PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN 3.1 PRINSIP PERENCANAAN Pada daarna didalam perencanaan komponen truktur ang dieani lentur, akial atau kominai ean lentur dan akial haru dipenuhi ketentuan ang tertera
BAB II Dioda dan Rangkaian Dioda
BAB II Dioda dan Rangkaian Dioda 2.1. Pendahuluan Dioda adalah komponen elektronika yang teruun dari bahan emikonduktor tipe-p dan tipe-n ehingga mempunyai ifat dari bahan emikonduktor ebagai berikut.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Masalah untu mencari jalur terpende di dalam graf merupaan salah satu masalah optimisasi. Graf yang digunaan dalam pencarian jalur terpende adalah graf yang setiap sisinya
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL ABSTRAK
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL Afifah *), Indri Subeti **) *) Mahasiswa Abid Unisa **)Dosen Abid Unisa ABSTRAK
VISUALISASI GERAK PELURU MENGGUNAKAN MATLAB
KARYA TULIS ILMIAH VISUALISASI GERAK PELURU MENGGUNAKAN MATLAB Oleh: Drs. Ida Bagus Alit Paramarta, M.Si. Dra. I.G.A. Ratnawati, M.Si. JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
9. Koordinat Polar. Sudaryatno Sudirham
Dapublic Nopembe 3 www.dapublic.com 9. Koodinat Pola Sudaatno Sudiham Sampai dengan bahaan ebelumna ita membicaaan fungi dengan uva-uva ang digambaan dalam oodinat udut-iu, -. Di bab ini ita aan melihat
Penentuan Konduktivitas Termal Logam Tembaga, Kuningan, dan Besi dengan Metode Gandengan
Prosiding Seminar Nasional Fisia dan Pendidian Fisia (SNFPF) Ke-6 205 30 9 Penentuan Kondutivitas Termal ogam Tembaga, Kuningan, dan Besi dengan Metode Gandengan Dwi Astuti Universitas Indraprasta PGRI
BAB 3 PRINSIP SANGKAR BURUNG MERPATI
BAB 3 PRINSIP SANGKAR BURUNG MERPATI 3. Pengertian Prinsip Sangar Burung Merpati Sebagai ilustrasi ita misalan terdapat 3 eor burung merpati dan 2 sangar burung merpati. Terdapat beberapa emunginan bagaimana
Bahan Ajar Fisika Momentum, Impuls dan Tumbukan SMK Negeri 1 Rangkasbitung Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd
ahan jar Fiika Momentum, Imul dan Tumbukan SMK Negeri Rangkabitung PEMERINTH KUPTEN LEK DINS PENDIDIKN & KEUDYN SMK NEGERI RNGKSITUNG Jl. Dewi Sartika No 6L. Tel (05 0895 05349 Rangkabitung 434 MOMENTUM,
Penerapan Sistem Persamaan Lanjar untuk Merancang Algoritma Kriptografi Klasik
Penerapan Sistem Persamaan Lanjar untu Merancang Algoritma Kriptografi Klasi Hendra Hadhil Choiri (135 08 041) Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung,
Gb. 2.9 Balok Menerus
BALOK TERLENTUR 1 Jarak Bentang a Panjang perletakan dari sebua balok diatas dua perletakan arus diambil paling tinggi l/0 jarak antara kedua ujung perletakan Jarak-bentang diambil sebesar jarak antara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jeni Penelitian Jeni penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan ekperimental. Deain penelitian ini adalah Pottet-Only Control Deign. Dalam deain ini terdapat
