Penggunaan Model Regresi Tobit Pada Data Tersensor
|
|
|
- Suharto Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SEMINAR NASIONAL MAEMAIKA DAN PENDIDIKAN MAEMAIKA UNY 016 S 15 Penggunaan Model Regres obt Pada Data ersensor Def Yust Fadah 1, Resa Septan Pontoh 1, Departemen Statsta FMIPA Unverstas Padjadjaran [email protected] Abstra Model regres tobt dgunaan eta terdapat data yang bernla nol untu sebagan observas, dan ssanya meml nla yang beragam. Data yang meml strutur tersebut dnamaan data tersensor Cr lan dar data tersensor adalah sebagan nla dar suatu rentang tertentu dtransformasan sebaga suatu nla tunggal. Penggunaan metode analss regres lner las tda dapat dgunaan untu melhat hubungan varabel yang sfatnya tersensor. Sementara tu, penggunaan analss regres logst tda dapat menggambaran nla pengamatan yang bervaras. Metode penasran parameter yang dgunaan adalah Maxmum Lelhood Estmaton. Penasran parameter model tobt dlauan dengan melauan turunan parsal pertama fungs ln lelhood terhadap parameter yang aan destmas dan emudan dsamaan dengan nol. Kajan peneltan n adalah memodelan ngat Pengangguran erbua (P) Perempuan d Pulau Jawa. Berdasaran hasl pemodelan regres tobt dapat detahu fator-fator yang berpengaruh secara sgnfan terhadap P Perempuan d Pulau Jawa yatu persentase pendudu yang tnggal d daerah perotaan, ses raso, persentase pendudu yang berpenddan datas SLP, dan tngat pertumbuhan eonom. Dharapan dengan detahu fatorfator yang berpengaruh dapat djasan sebaga masuan epada pemerntah untu menean jumlah P Perempuan d Pulau Jawa. Kata unc: Data ersensor, Regres ont, P Perempuan I. PENDAHULUAN Mash tnggnya jumlah pengangguran perempuan merupaan masalah yang cuup serus mengngat salah satu tujuan Mllenum Development Goals adalah mendorong esetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Aan tetap pada enyataannya, esempatan perempuan untu memperoleh lapangan peerjaan mash alah ja dbandngan dengan la-la. Hal n terlhat dar mash tnggnya ngat Pengangguran erbua (P) perempuan d Pulau Jawa [1]. P Perempuan aan dberan sensor pada suatu nla tertentu sehngga sebagan data aan dtransformas menjad suatu nla tunggal atau onstanta yang dsebut dengan data tersensor. Pendeatan yang dapat dgunaan untu mengatas data tersensor tersebut adalah model regres tobt. Penggunaan regres tobt pada data campuran atau mxture aan mengurang efe bas ja dbandngan dengan data yang dolah menggunaan regres lner las. Hal n darenaan data yang bernla onstan dapat dolah secara bersama dengan data ontnu sehngga tda aan ehlangan nformas yang berasal dar data dsrt []. Model regres tobt dapat menghaslan standard error yang lebh robust dbandngan model regres lner las dan juga nla preds yang uat untu asus data tersensor [3]. Perbandngan antara regres lner las bvarat dengan model tobt bvarate dperoleh esmpulan bahwa model tobt menghaslan R lebh besar darpada regres lner las pada data tersensor. [4] Metode regres tobt telah banya dgunaan dan dembangan dalam berbaga peneltan. Beberapa peneltan tersebut dlauan untu mengaj tentang epuasan onsumen untu jasa pengangutan barang [5]; permntaan dan penawaran redt onsums rumah tangga [6]; fator-fator yang mempengaruh onsums terhadap dagng merah dan dagng puth [7]; pengeluaran onsums dagng dan susu [8]; dan peneltan tentang dentfas nonparametr dan estmas untu regres tobt [9]. II. MEODE PENELIIAN A. Model obt Model obt merupaan analss regres yang dgunaan untu menggambaran hubungan antara varabel dependen (Y) dan varabel ndependen (X) dmana varabel dependen tersebut bersala campuran. MS 91
2 ISBN Model tobt pertama al demuaan oleh James obn pada 1958 yang dgunaan untu menganalss pengeluaran para rumah tangga d Amera Serat untu membel mobl [4]. Pemodelan n dawal dengan memperhatan model sebaga berut [] : y x β (1) dengan y adalah varabel laten dependen yang dobservas untu nla yang lebh besar dar c dan tersensor untu nla lannya, x adalah vetor varabel bebas x 1 X X β dan vetor parameter oefsen, dengan N. Nla observas y, persamaan data tersensor adalah berdstrbus 0, dengan y 0 1 1,,..., n c untu c y x β y berdstrbus normal dengan mean x β y untu lannya dan varans 1 p, β adalah adalah error yang dasumsan dperoleh dar persamaan (1) sehngga untu Persamaan yang mengandung beberapa varabel predtor dan berpengaruh terhadap varabel respon dapat dlauan pengujan dengan lelhood rato test [10],[11]. Lelhood rato test dgunaan untu menguj estmas parameter secara serenta, sedangan uj wald dgunaan untu pengujan secara ndvdu. B. Pengujan Model obt Persamaan yang mengandung beberapa varabel predtor dan berpengaruh terhadap varabel respon dapat dlauan pengujan dengan lelhood rato test [1]. Lelhood rato test dgunaan untu menguj estmas parameter secara serenta, sedangan uj wald dgunaan untu pengujan secara ndvdu. Uj Serenta Uj serenta dgunaan untu menguj parameter secara bersama-sama. Hpotess yang dgunaan adalah sebaga berut : H H mnmal ada salah satu yang tda sama dengan 0 1 Statst Uj yang dgunaan adalah L( ˆ) G ln L( ˆ ) Dmana L (ˆ ) = nla masmum lelhood tanpa varabel predtor tertentu L (ˆ ) = nla masmum lelhood dengan varabel predtor tertentu H 0 dtola ja G (, ), arena Dmana adalah banyanya varabel predtor model atau ja atau lebh yang berpengaruh pada model. Uj Parsal G secara asymptotcally mengu dstrbus ch-square. (3) () yang berart ada salah satu Uj Parsal dgunaan untu untu pengujan ndvdu yang menunjuan apaah suatu varabel bebas sgnfan atau laya untu masu model. Pengujan yang dgunaan adalah Wald test [11]. H : 0 0 j MS 9
3 SEMINAR NASIONAL MAEMAIKA DAN PENDIDIKAN MAEMAIKA UNY 016 H : 0, dmana j 1,,, 1 j Statst uj Wald yang dgunaan adalah W ˆ j SE( ˆ ) (4) Berdasaran (6) dan (7) H 0 dtola ja W Z /, atau ja yang berart bahwa parameter berpengaruh. Sampel besar mengut sebaran normal, maa rtera pengujan dbandngan dengan tabel normal Z. C. Data Peneltan Data yang dgunaan adalah data seunder yang yang dperoleh dar Badan Pusat Statst (BPS) yatu data Surve Sosal Eonom Nasonal (Susenas) dan Surve Angatan Kerja Nasonal (Saernas) Pada peneltan n yang djadan unt observas adalah 118 abupaten/ota d Pulau Jawa. Varabel respon dalam peneltan n adalah P perempuan dmana nla c yang dgunaan adalah 7,14. Hal n arena pada umumnya nla P perempuan Indonesa pada tahun 010 mencapa 7,14. erdapat tujuh varabel predtor yang dgunaan yatu persentase pendudu yang tnggal d perotaan (X 1 ), anga pertumbuhan pendudu (X ), ses raso (X 3 ), persentase pendudu berpenddan SMP-Perguruan ngg (X 4 ), persentase pendudu yang mampu membaca dan menuls (X 5 ), tngat pertumbuhan eonom (X 6 ) dan persentase partspas angatan erja (X 7 ). j D. Langah Peneltan Langah-langah yang dlauan pada peneltan n adalah Meregresan varabel terhadap semua varabel predtor. Mencar nla estmas parameter dengan metode MLE. Melauan pengujan terhadap estmas parameter yang telah ddapat dengan menggunaan LR test untu eseluruhan model dan uj wald untu menguj secara ndvdu setap estmas parameter. Melauan uj ebaan model dengan menghtung nla model. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagan n duraan tentang desrps P Perempuan d Pulau Jawa. Selan tu juga duraan pemodelan P Perempuan beserta faor-fator yang mempengaruhnya dengan menggunaan model tobt. A. Desrps P Perempuan Hampr semua abupaten/ota d Provns Jawa mur meml P perempuan yang bersar antara 7,14 8,58 persen. Hal yang sama terjad pada D.I Yogyaarta dan sebagan besar abupaten/ota d Provns Jawa engah, dmana sebagan besar wlayah d edua provns tersbut meml P perempuan yang bersar antara 7,14-8,58 persen. Gambar 1 Persentase P perempuan d Pulau Jawa MS 93
4 ISBN B. Pemodelan P Perempuan Langah awal dalam model tobt adalah melauan analss orelas antara varabel predtor dan respon. Hal n dgunaan untu mengetahu hubungan antara varabel predtor dan respon. Berdasaran abel 1 dapat detahu bahwa hasl pengujan dengan menggunaan =5% dperoleh etujuh varabel predtor, yatu persentase pendudu yang tnggal d perotaan (X 1 ), anga pertumbuhan pendudu (X ), ses raso (X 3 ), persentase pendudu berpenddan SMP-Perguruan ngg (X 4 ), persentase pendudu yang mampu membaca dan menuls (X 5 ), tngat pertumbuhan eonom (X 6 ) dan persentase partspas angatan erja (X 7 ) meml hubungan yang nyata terhadap P perempuan (Y). abel 1 Korelas antara Varabel Predtor dan Varabel Respon Varabel Predtor Koefsen Korelas P-Value Keterangan X 1 0,411 0,00 Ada Korelas X 0,437 0,00 Ada Korelas X 3 0,579 0,00 Ada Korelas X 4 0,16 0,019 Ada Korelas X 5 0,374 0,00 Ada Korelas X 6-0,406 0,00 Ada Korelas X 7-0,440 0,00 Ada Korelas erdapat lma varabel predtor yang berorelas postf terhadap P perempuan yatu X 1, X, X 3, X 4, dan X 5. Korelas postf n berart bahwa ja terjad penngatan pada varabel X 1, X, X 3, X 4, dan X 5 maa aan mengabatan seman tnggnya persentase P perempuan begtu juga sebalnya. Sementara tu varabel X 6 dan X 7 berorelas negatf yang berart bahwa ja terjad penurunan pada varabel tersebut maa aan berabat pada penngatan persentase P perempuan. Pada pemodelan P perempuan d Pulau Jawa n model yang dgunaan adalah model tobt. Dar hasl pengolahan dsajan pada abel 1. Hasl statst uj LR pada model edua adalah 167,78 yang lebh besar dar 14,067 sehngga dengan menggunaan taraf 5%, palng sedt terdapat satu 0 Varabel yang berpengaruh secara sgnfan pada taraf 5% adalah persentase pendudu yang tnggal d perotaan (X 1 ), ses raso (X 3 ) dan tngat pertumbuhan eonom (X 6 ). abel. Penasran Parameter Model obt Varabel Estmas SE Z Konstan -51,91 18,13 -,86 X 1 0,0751 0,067,81 X 0,0593 0,579 0,11 X 3 0,7461 0,1677 4,45 X 4 0,01 0,0638 0,33 X 5 0,0186 0,158 0,15 X 6-1,00 0,4848 -,07 X 7-0,1499 0,1017-1,47 LR = 167,7799 ( 0,05;7) 14,067 R = 65,60 % MS 94
5 SEMINAR NASIONAL MAEMAIKA DAN PENDIDIKAN MAEMAIKA UNY 016 erdapat beberapa varabel predtor yang tda sgnfan. Oleh arena tu dperluan tahapan seles varabel predtor untu mendapatan model terba. Seles varabel dlauan dengan menggunaan metode Bacward Elmnaton. Hasl pengolahan dsajan pada abel 3. abel 3. Penasran Parameter Model obt Hasl Bacward Elmnaton Varabel Estmas SE Z Konstan -69,7 1,41-5,6 X 1 0,0903 0,04 3,7 X 3 0,7868 0,1388 5,67 X 4 0,0519 0,0190,7 X 5 0,077 0,010,74 X 6-0,8898 0,3776 -,36 LR = 140,813 ( 0,05;7) 11,075 R = 75,87 % Berdasaran hasl Bacward Elmnaton pada abel dapat detahu bahwa semua varabel predtor dalam model sudah sgnfan. Model tobt untu P Perempuan adalah sebaga berut Hasl statst uj LR adalah 140,813 yang lebh besar dar 11,0705 sehngga dengan menggunaan taraf 5% palng sedt terdapat satu 0 Varabel yang berpengaruh secara sgnfan pada taraf 5% adalah persentase pendudu yang tnggal d perotaan (X 1 ), ses raso (X 3 ), persentase pendudu yang yang berpenddan d atas SLP (X 4 ), persentase pendudu yang mampu membaca dan menuls (X 5 ) dan dan tngat pertumbuhan eonom (X 6 ). Varabel yang bertanda postf yatu persentase pendudu yang tnggal ddaerah perotaan, ses raso, persentase pendudu yang berpenddan d atas SLP, persentase pendudu yang bsa membaca dan menuls, aan mengabatan menngatnya P Perempuan sedangan yang bertanda negatf yatu pertumbuhan eonom aan menurunan P Perempuan IV. SIMPULAN DAN SARAN Hasl pemodelan P Perempuan dengan menggunan tobt adalah sebaga berut Fator-fator yang mempengaruh P Perempuan d Pulau Jawa adalah persentase pendudu yang tnggal ddaerah perotaan, ses raso, persentase pendudu yang berpenddan d atas SLP, persentase pendudu yang bsa membaca dan menuls, serta pertumbuhan eonom. Peneltan n belum memperhatan adanya eteratan antar wlayah dalam pemodelan. Perlu dlauan pemodelan tobt spasal untu mengatas adanya eteratan antar wlayah yang salng berdeatan. DAFAR PUSAKA [ 1 ] BPS, Boolet Agustus 01, Jaarta: BPS RI, 013. [ ] W.H. Greene, Econometrcs Analyss, 6th edton, New Jersey: Prentce Hall, 008. [ 3 ] S.H. Cox, and Y. Lnn, Annuty Lapse Rate Modelng: obt Or Not obt, Journal of economc and socal measurement, vol.38, pp: 43, 006. [ 4 ] J. obn, Estmaton of Relatonshps for Lmted Dependent Varables, Econometrca, vol.6(1); pp: 4-36, [ 5 ] I.Y. Suhard, and R. Llewlyn, Penggunaan Model Regres obt untu Menganalsa Fator-Fator yang Berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen untu Jasa Pengangutan Barang, Jurnal Manajemen & Kewrausahaan, vol.3(), pp: , 001. [ 6 ] M.D. Hadad, W. Santoso, and A. Alsjahbana, Model dan Estmas Permntaan dan Penawaran Kredt Konsums Rumah angga d Indonesa, Jurnal Ban Indonesa, pp: 1-5, 004. MS 95
6 ISBN [ 7 ] B. Karl, & A. Blgc, Factors Affectng Meat And Meat Products Consumpton Quanttes In Sanlurfa Provnce, MedterraneanAgrcultural Scences, vol.0(1), pp: , 007 [ 8 ] D. Purnomo, Fenomena Mgras enaga Kerja dan Perannya Bag Pembangunan Daerah Asal: Stud Emprs d Kabupaten Wonogr, Jurnal Eonom Pembangunan, vol.10(1), p: 84-10, 009. [ 9 ] S. Chen. Nonparametrc Identfcaton and Estmaton of runcated Regresson Models, Oxford Journals, vol.77(1), pp: , 009. [10] Myoung-jae Lee. Mcro-Econometrcs: Methods of Moments and Lmted Dependent Varables, th edton, New Yor: Sprnger, 010. [11] J.S. Long, Regresson Models for Categorcal and Lmted Dependent Varables, Calforna: Sage Publcatons Inc, MS 96
Pendekatan Hurdle Poisson Pada Excess Zero Data
SEMINAR NASIONAL MAEMAIKA DAN PENDIDIKAN MAEMAIKA UNY 05 Pendeatan Hurdle Posson Pada Excess Zero Data S - 7 Def Yust Fadah, Resa Septan Pontoh Departemen Statsta FMIPA Unverstas Padadaran [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB PENDAHULUAN. Latar Belaang Masalah Analss regres merupaan lmu peramalan dalam statst. Analss regres dapat dataan sebaga usaha mempreds atau meramalan perubahan. Regres mengemuaan tentang engntahuan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.. Populas dan Sampel Populas adalah eseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngup yang ngn dtelt. Banyanya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut uuran populas, sedangan suatu nla
PEMODELAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI MAKANAN DI KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE
PEMODELAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI MAKANAN DI KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE Dew Arfanty Azm, Dra.Madu Ratna,M.S. dan 3 Prof. Dr.
BAB 2 LANDASAN TEORI. Untuk mengetahui pola perubahan nilai suatu variabel yang disebabkan oleh
BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Untu mengetahu pla perubahan nla suatu varabel yang dsebaban leh varabel lan dperluan alat analss yang memungnan ta unut membuat perraan nla varabel tersebut pada nla
PEMODELAN TINGKAT KERAWANAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN PENDEKATAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED ORDINAL LOGISTIC REGRESSION
PEMODELAN INGKA KERAWANAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPAEN LAMONGAN DENGAN PENDEKAAN GEOGRAPHICALLY WEIGHED ORDINAL LOGISIC REGRESSION Marsa Rfada 1, Purhad 1) Mahasswa Magster Jurusan Statsta, Insttut
Pemodelan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Buta Huruf Kabupaten/kota di Jawa Timur dengan Geographically Weighted Ordinal Logistic Regression
JURNAL SAINS DAN SENI IS Vol., No., (Sept. 0) ISSN: 30-98X D-3 Pemodelan Fator-Fator Yang Mempengaruh ngat Buta Huruf Kabupaten/ota d Jawa mur dengan Geographcally Weghted Ordnal Logstc Regresson Nur Lalyah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB PENDAHULUAN. Latar Belaang Analss dsrmnan merupaan ten menganalss data, dmana varabel dependen merupaan data ategor ( nomnal dan ordnal ) sedangan varabel ndependen berupa data nterval atau raso.msalnya
MODEL REGRESI SEMIPARAMETRIK SPLINE UNTUK DATA LONGITUDINAL PADA KASUS KADAR CD4 PENDERITA HIV. Lilis Laome 1)
Paradgma, Vol. 13 No. 2 Agustus 2009 hlm. 189 194 MODEL REGRESI SEMIPARAMERIK SPLINE UNUK DAA LONGIUDINAL PADA KASUS KADAR CD4 PENDERIA HIV Lls Laome 1) 1) Jurusan Matemata FMIPA Unverstas Haluoleo Kendar
BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.
BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan
Pemodelan Peran Perempuan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur Tahun Menggunakan Regresi Data Panel
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5 No. (016) 337-350 (301-98X Prnt) D-305 Pemodelan Peran Perempuan Terhadap Pertumbuhan Eonom d Jawa Tmur Tahun 010-014 Menggunaan Regres Data Panel Putr Rachmawat, Wahu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini mengenal dua macam variabel yaitu : 2. Variabel terikat (Y) yaitu : Hasil belajar Sejarah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Varans Peneltan 3.1.1 Varabel Peneltan Peneltan n mengenal dua macam varabel yatu : 1. Varabel bebas (X) yatu : Berpr formal. Varabel terat (Y) yatu : Hasl belajar Sejarah
Pemodelan Penduduk Miskin Di Jawa Timur Menggunakan Metode Geographically Weighted Regression (GWR)
Pemodelan Pendudu Msn D Jawa Tmur Menggunaan Metode Geographcally Weghted Regresson (GWR) Yuanta Damayant, dan Dr. Vta Ratnasar S.S, M.S Jurusan Statsta, F-MIPA, Insttut Tenolog Sepuluh Nopember (ITS)
Pemodelan MGWR Pada Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah
Value Added, Vol., No., 5 Pemodelan MGWR Pada Tngat Kemsnan d Provns Jawa Tengah Moh Yamn Darsyah, Rochd Wasono, Monca Frda Agustna 3,,3 Program Stud StatstaUnverstas Muhammadyah Semarang Emal: [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN ORI. Aljabar Matrs.. Defns Matrs Matrs adalah suatu umpulan anga-anga yang juga serng dsebut elemen-elemen yang dsusun secara teratur menurut bars dan olom sehngga berbentu perseg panjang,
Eman Lesmana, Riaman. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung-Sumedang km 21 Jatinangor ABSTRAK
PENGGUNAAN MODEL REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PROGRAM PENGGEMUKAN SAPI PO ( PERANAKAN ONGOLE) SERTA ANALISIS BCR ( BENEFIT COST RATIO ) PENGGUNAAN PAKAN BAHAN KERING Eman Lesmana, Raman Jurusan Matemata
PENYELESAIAN MULTIKOLINEARITAS MELALUI METODE RIDGE REGRESSION. Oleh : SOEMARTINI
PENYELESAIAN MULTIKOLINEARITAS MELALUI METODE RIDGE REGRESSION Oleh : SOEMARTINI JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 008 DAFTAR ISI Hal DAFTAR
Probabilitas dan Statistika Distribusi Peluang Diskrit 1. Adam Hendra Brata
Probabltas dan Statsta Dsrt Adam Hendra Brata Unform Bernoull Multnomal Setap perstwa aan mempunya peluangnya masng-masng, dan peluang terjadnya perstwa tu aan mempunya penyebaran yang mengut suatu pola
BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat
BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton
PEMODELAN KEJADIAN BALITA GIZI BURUK DI PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION
PEMODELAN KEJADIAN BALIA GIZI BURUK DI PROVINSI JAWA IMUR DENGAN PENDEKAAN GEOGRAPHICALLY WEIGHED REGRESSION Rahandn Luta Lestar 1 dan Sutno 1 Mahasswa Jurusan Statsta, IS, Surabaya Dosen Pembmbng, Jurusan
BAB 2 LANDASAN TEORI
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Pengendalan Kualtas Statst Pengendalan Kualtas statst merupaan suatu metode pengumpulan dan analss data ualtas, serta penentuan dan nterpretas penguuran-penguuran
BAB III ANALISIS DISKRIMINAN. Analisis diskriminan (discriminant analysis) merupakan salah satu metode
BAB III ANALISIS DISKRIMINAN 3. Analss Dsrmnan Analss dsrmnan (dscrmnant analyss) merupaan salah satu metode yan dunaan dalam analss multvarat. Dalam analss dsrmnan terdapat dua jens varabel yan terlbat
Pemodelan Persentase Kriminalitas Dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Di Jawa Timur Dengan Pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR)
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol., No.1, (014 7-50 (01-98X Prnt D-18 Pemodelan Persentase Krmnaltas Dan Fator- Fator ang Mempengaruh D Jaa Tmur Dengan Pendeatan Geographcally Weghted Regresson (GWR Pan
ANALISIS KARAKTERISTIK MAHASISWA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPEMILIKAN USAHA MANDIRI MAHASISWA ITS
ANALISIS KARAKTERISTIK MAHASISWA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPEMILIKAN USAHA MANDIRI MAHASISWA ITS Wasa Yula, Dw Endah Kusrn, S.S., M.S. Mahasswa Jurusan Statsta FMIPA-ITS (305 00 003)
BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel
BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Regres merupakan suatu alat ukur yang dgunakan untuk mengukur ada atau tdaknya hubungan antar varabel. Dalam analss regres, suatu persamaan regres atau persamaan penduga
Pemetaan Angka Gizi Buruk pada Balita di Jawa Timur dengan Geographically Weighted Regression
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5 No. (06) 337-350 (30-98X Prnt) D-333 Pemetaan Anga Gz Buru pada Balta d Jawa Tmur dengan Geographcally Weghted Regresson Adtya Kurnawat, Mutah Salamah C., dan Shof Andar
π(x) JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: X D-112
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol., No., (Sept. ) ISSN: 3-98X D- Analss Pemaaan Kemoterap pada Kasus Kaner Payudara dengan Menggunaan Metode Regres Logst Multnomal (Stud Kasus Pasen d Rumah Sat X Surabaya)
e + Dengan menggunakan transformasi logit dari π(x), maka model regresi fungsi logit dapat didefinisikan sebagai berikut (2) π(x) e
ANALISIS PEMAKAIAN KEMOTERAPI PADA KASUS KANKER PAYUDARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL (STUDI KASUS PASIEN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA Aref Yudssanta, dan Dra. Madu Ratna, M.S Jurusan
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan
FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (STUDI KASUS: KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK)
Semnar Nasonal Aplas Tenolog Informas 00 (SNATI 00) ISSN: 0-0 Yogyaarta, Jun 00 FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (STUDI KASUS: KLASIFIKASI KUALITAS PRODUK) Sr Kusumadew Jurusan Ten Informata,
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB LANDASAN TEORI.1 Analsa Regres Analsa regres dnterpretaskan sebaga suatu analsa yang berkatan dengan stud ketergantungan (hubungan kausal) dar suatu varabel tak bebas (dependent varable) atu dsebut
BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi,
BAB LANDASAN TEORI.1 Populas dan Sampel Populas adalah keseluruhan unt atau ndvdu dalam ruang lngkup yang ngn dtelt. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populas dsebut ukuran populas, sedangkan suatu
BAB V MODEL SEDERHANA DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN SIMULASINYA
BAB V MOEL SEERHANA ISTRIBUSI TEMPERATUR AN SIMULASINYA Model matemata yang terdapat pada bab sebelumnya merupaan model umum untu njes uap pada reservor dengan bottom water. Model tersebut merupaan model
ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN DAN KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014 MENGGUNAKAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION
E-ISSN 57-9378 Jurnal Statsta Industr dan Komputas Volume, No., Januar 017, pp. 59-66 ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KABUPATEN DAN KOTA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 014 MENGGUNAKAN METODE GEOGRAPHICALLY
BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model
BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN A. Regres Model Log-Log Pada prnspnya model n merupakan hasl transformas dar suatu model tdak lner dengan membuat model dalam bentuk
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol.3, No. 2, (2014) ISSN: ( Print) D-188
JURNL SINS DN SENI POMITS Vol., No., () ISSN: - (- Prnt) D- Pemodelan Fator-Fator yang Mempengaruh Jumlah Kasus Penyat Tuberuloss d Jawa Tmur dengan Pendeatan Generaled Posson Regresson dan Geographcally
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 3, No.1, (2014) ( X Print) D-36
JURNAL SAINS DAN SENI POMIS Vol. 3, No., (04 337-350 (30-98X Prnt D-36 Fator-Fator Yang Mempengaruh ngat Keberhaslan Pemberan Kemoterap Pada Pasen Penderta Kaner Payudara D RSUD Dr.Soetomo Dengan Menggunaan
KOLINEARITAS GANDA (MULTICOLLINEARITY) Oleh Bambang Juanda
KOLINEARITAS GANDA MULTICOLLINEARIT Oleh Bambang Juanda Model: = X + X + + X + ε. Hubungan Lnear Sempurna esa, Ja C X 0 C onstanta yg td semuanya 0. Mudah detahu rn td ada dugaan parameter oef dgn OLS,
EKSPEKTASI SATU PEUBAH ACAK
EKSPEKTASI SATU PEUBAH ACAK Dalam hal n aan dbahas beberapa macam uuran yang dhtung berdasaran espetas dar satu peubah aca, ba dsrt maupun ontnu, yatu nla espetas, rataan, varans, momen, fungs pembangt
VI. KETIDAKPASTIAN. Contoh : Asih mengalami gejala ada bintik-bintik di wajahnya. Dokter menduga bahwa Asih terkena cacar
VI. KETIDAKPASTIAN 12 Dalam enyataan sehar-har banya masalah dduna n tda dapat dmodelan secara lengap dan onssten. Suatu penalaran dmana adanya penambahan fata baru mengabatan etdaonsstenan, dengan cr-cr
ANALISIS PEMILIHAN CARA KONTRASEPSI DALAM UPAYA PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI JAWA TIMUR DENGAN PERMODELAN REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL
ANALISIS PEMILIHAN CARA KONTRASEPSI DALAM UPAYA PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI JAWA TIMUR DENGAN PERMODELAN REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL Nama Mahasswa : Respat Yet Wbowo Nrp : 306 00 003 Jurusan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang
USULAN PENERAPAN TEORI MARKOV DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAWATAN TAHUNAN PADA PT. PUPUK KUJANG
Usulan Penerapan Teor Marov Dalam Pengamblan Keputusan Perawatan Tahunan Pada Pt. Pupu Kujang USULAN PENERAPAN TEORI MARKOV DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERAWATAN TAHUNAN PADA PT. PUPUK KUJANG Nof Ern,
Karakterisasi Matrik Leslie Ordo Tiga
Jurnal Graden Vol No Januar 006 : 34-38 Karatersas Matr Lesle Ordo Tga Mudn Smanhuru, Hartanto Jurusan Matemata, Faultas Matemata dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unverstas Bengulu, Indonesa Dterma Desember
Pemodelan Mixed Geographically Weighted Regression pada Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah
Pemodelan Mxed Geographcally Weghted Regresson pada Tngat Kemsnan d Provns Jawa Tengah The Model of Mxed Geographcally Weghted Regresson (MGWR) for Poverty Level n Central Java Moh Yamn Darsyah, Rochd
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan
BAB 10. Menginterpretasikan Populasi Variabel Kanonik. Variabel kanonik secara umumnya artifisal. Jika variabel awal X (1) dan X (2)
BB 0 Mengnterpretasan Populas arabel Kanon arabel anon secara umumnya artfsal. Ja varabel awal X ( dan X ( dgunaan oefsen anon a dan b mempunya unt propors dar hmpunan X ( dan X (. Ja varabel awal yang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. 2.1 Konsep Dasar Infeksi, Saluran Pernafasan, Infeksi Akut, dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
BAB TINJAUAN TEORITIS. Knsep Dasar Infes, Saluran Pernafasan, Infes Aut, dan Infes Saluran Pernafasan Aut (ISPA.. Infes Infes adalah masunya uman atau mrrgansme e dalam tubuh manusan dan berembang ba sehngga
BAB III METODE RESPONSE SURFACE DENGAN SIMULASI MONTE CARLO. solusi dari suatu masalah diberikan berdasarkan proses rendomisasi (acak).
BAB III METODE RESPONSE SURFACE DENGAN SIMULASI MONTE CARLO 3. Smulas Monte Carlo Smulas Monte Carlo merupaan bentu smulas probablst dmana solus dar suatu masalah dberan berdasaran proses rendomsas (aca).
IV. MODEL-MODEL EMPIRIS FUNGSI PERMINTAAN
69 IV. MODEL-MODEL EMPIRIS FUNGSI PERMINTAAN Dtnau dar sfat hubungan antar persamaan terdapat dua ens model persamaan yatu model persamaan tunggal dan model sstem persamaan. Model persamaan tunggal adalah
FUZZY BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI POLA (Studi kasus: klasifikasi kualitas produk)
Semnar Nasonal plas enolog Informas (SNI ) Yogyaarta, Jun FUZZY BCKPROPGION UNUK KLSIFIKSI POL (Stud asus: lasfas ualtas produ) Sr Kusumadew Jurusan en Informata, Faultas enolog Industr Unverstas Islam
BAB III METODE PENELITIAN
A III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Watu Peneltan. Tempat Peneltan Obje dalam peneltan n adalah Kelas VIII M.Ts. Neger onang yang terleta d Kecamatan onang Kabupaten Dema.. Watu Peneltan Peneltan dlasanaan
ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy
ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :
BAB II DIMENSI PARTISI
BAB II DIMENSI PARTISI. Defns dasar dan eteratannya dengan metrc dmenson Dalam pembahasan dmens parts, graf yang dbahas adalah graf terhubung sederhana dan tda meml arah. Sebelum mendefnsan graf yang dgunaan
ANALISIS PERMINTAAN PANGAN HEWANI INDONESIA DENGAN GENERALIZED METHOD OF MOMENTS PADA MODEL QUADRATIC ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM
ANALISIS PERMINTAAN PANGAN HEWANI INDONESIA DENGAN GENERALIZED METHOD OF MOMENTS PADA MODEL QUADRATIC ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM Wahyu Dw Lesmono, Ftra Vrgantar, Hagn Wjayant Program Stud Matematka Fakultas
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana
PENGUJIAN PROPORSI MENGGUNAKAN KETERKAITAN DISTRIBUSI CHI-SQUARE DENGAN PENDEKATAN DISTRIBUSI BINOMIAL TERHADAP DISTRIBUSI NORMAL STANDARD
ORBITH Vl. 7 N. 3 Nvember 11: 366-37 ENGUJIAN ROORSI MENGGUNAKAN KETERKAITAN DISTRIBUSI CHI-SQUARE DENGAN ENDEKATAN DISTRIBUSI BINOMIAL TERHADA DISTRIBUSI NORMAL STANDARD Oleh: Endang Tryan Staf engajar
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya
BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Pada peneltan n, penuls memlh lokas d SMA Neger 1 Bolyohuto khususnya pada sswa kelas X, karena penuls menganggap bahwa lokas
IMPLEMENTASI ANALISIS REGRESI FAKTOR DALAM MENENTUKAN PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 20 MALANG
IMPLEMENTASI ANALISIS REGRESI FAKTOR DALAM MENENTUKAN PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 0 MALANG Erm Andayan, Swasono Rahardjo, I Nengah Parta Unverstas
Pengaruh Kelembaban dan Seri Tanah Terhadap Mutu dan Produksi Tanaman Tembakau Temanggung dengan Metode MANOVA
Pengaruh Kelembaban dan Ser Tanah Terhadap Mutu dan Produs Tanaman Tembaau Temanggung dengan Metode MANOVA Mftala Al Rza ), Sutno ), dan Dumal ) ) Jurusan Statsta, Faultas MIPA, Insttut Tenolog Sepuluh
Created by Simpo PDF Creator Pro (unregistered version)
Created by Smpo PDF Creator Pro (unregstered verson) http://www.smpopd.com Statst Bsns : BAB IV. UKURA PEMUSATA DATA. Pendahuluan Untu mendapatan gambaran yang lebh jelas tentang seumpulan data mengena
PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian
SIFAT-SIFAT ANALISIS REGRESI PowerPont Sldes by Yana Rohmana Educaton Unversty of Indonesan 2007 Laboratorum Ekonom & Koperas Publshng Jl. Dr. Setabud 229 Bandung, Telp. 022 2013163-2523 Hal-hal yang akan
BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf analts dengan jens pendekatan stud kasus yatu dengan melhat fenomena permasalahan yang ada
PENERAPAN PETA P MULTIVARIAT PADA PENGONTROLAN PROSES PEMOTONGAN KACA JENIS LNFL DI PT. ASAHIMAS FLAT GLASS, TBK.
PENERAPAN PETA P MULTIVARIAT PADA PENGONTROLAN PROSES PEMOTONGAN KACA JENIS LNFL DI PT. ASAHIMAS FLAT GLASS, TBK. Fanny Ayu Octavana dan Dra. Luca Ardnant, MT. Jurusan Statsta, Faultas Matemata dan Ilmu
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan
BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Energ sangat berperan pentng bag masyarakat dalam menjalan kehdupan seharhar dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab tu penngkatan serta pembangunan
Pengolahan lanjut data gravitasi
Modul 6 Pengolahan lanjut data gravtas 1. Transformas/proyes e bdang datar (metode Damney atau Euvalen Tt Massa). Pemsahan Anomal Loal/Resdual dan Anomal Regonal a. Kontnuas b. Movng average c. Polynomal
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadap era globalsas yang penuh tantangan, aparatur negara dtuntut untuk dapat memberkan pelayanan yang berorentas pada kebutuhan masyarakat dalam pemberan pelayanan
ε adalah error random yang diasumsikan independen, m X ) adalah fungsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analss regres merupakan suatu metode yang dgunakan untuk menganalss hubungan antara dua atau lebh varabel. Pada analss regres terdapat dua jens varabel yatu
ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)
Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat
PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR
PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR Resa Septan Pontoh 1), Neneng Sunengsh 2) 1),2) Departemen Statstka Unverstas Padjadjaran 1) [email protected],
BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I. Kesulitan ekonomi yang tengah terjadi akhir-akhir ini, memaksa
BAB IV CONTOH PENGGUNAAN MODEL REGRESI GENERALIZED POISSON I 4. LATAR BELAKANG Kesultan ekonom yang tengah terjad akhr-akhr n, memaksa masyarakat memutar otak untuk mencar uang guna memenuh kebutuhan hdup
INVERS DRAZIN DARI SUATU MATRIKS DENGAN MENGGUNAKAN BENTUK KANONIK JORDAN
Buletn Ilmah ath. Stat. dan erapannya (Bmaster) Volume 5, No. 3 (6), hal 8. INVERS DRAZIN DARI SUAU ARIKS DENGAN ENGGUNAKAN BENUK KANNIK JRDAN Eo Sulstyono, Shanta artha, Ea Wulan Ramadhan INISARI Suatu
UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD
UJI F DAN UJI T Uj F dkenal dengan Uj serentak atau uj Model/Uj Anova, yatu uj untuk melhat bagamanakah pengaruh semua varabel bebasnya secara bersama-sama terhadap varabel terkatnya. Atau untuk menguj
Bab III Model Estimasi Outstanding Claims Liability
Bab III Model Estmas Outstandng Clams Lablty. Model ELRF Suatu model yang dgunaan untu menasr outstandng clams lablty, tda cuup hanya melbatan data pada run-off trangle saa. Sebab, pembayaran lam d masa
BAB III METODE PENELITIAN. bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Data yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jens dan Sumber Data Sumber data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder bersumber dar Badan Pusat Statstk (BPS) dan Bank Indonesa (BI). Data yang dgunakan dalam
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel
Regresi Linear Sederhana dan Korelasi
Regres Lnear Sederhana dan Korelas 1. Model Regres Lnear. Penaksr Kuadrat Terkecl 3. Predks Nla Respons 4. Inferens Untuk Parameter-parameter Regres 5. Kecocokan Model Regres 6. Korelas Utrwen Mukhayar
STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND
E-mal : [email protected] Blog : Analss Regres SederhanaMenggunakan MS Excel 2007 Lsens Dokumen: Copyrght 2010 sssta.wordpress.com Seluruh dokumen d sssta.wordpress.com dapat dgunakan dan dsebarkan
BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf. Peneltan deskrptf merupakan peneltan yang dlakukan untuk menggambarkan sebuah fenomena atau suatu
Bab III. Plant Nonlinear Dengan Fase Nonminimum
Bab III Plant Nonlnear Dengan Fase Nonmnmum Pada bagan n dbahas mengena penurunan learnng controller untu sstem nonlnear dengan derajat relatf yang detahu Dalam hal n hanya dperhatan pada sstem-sstem nonlnear
BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel
4 BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Peneltan Obyek dalam peneltan n adalah kebjakan dvden sebaga varabel ndependen (X) dan harga saham sebaga varabel dependen (Y). Peneltan n dlakukan untuk
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Rumah Tangga untuk Konsumsi Susu di Jawa Timur dengan Menggunakan Regresi Tobit
Analss Faktor-Faktor ang Mempengaruh Pengeluaran Rumah angga untuk Konsums Susu d Jawa mur dengan Menggunakan Regres obt Au Ftran, Dr. Purhad, M.Sc Mahasswa Statstka FMIPA- IS, Dosen Statstka FMIPA-IS
