1. Setelah mempelajari dan memahami isi buku ini, siswa diharapkan mampu untuk menggunakan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "1. Setelah mempelajari dan memahami isi buku ini, siswa diharapkan mampu untuk menggunakan"

Transkripsi

1 ARITMATIKA SOSIAL TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Setelah mempelajari dan memahami isi buku ini, siswa diharapkan mampu untuk menggunakan perhitungan harga pembelian, harga penjualan, untung, rugi, persentase untung-rugi, bruto, tara, neto, bunga tabungan, dan pajak dalam kehidupan sehari-hari. 2. Siswa diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan isi dari buku ini, tanpa adanya figur seorang guru, sehingga dapat melatih kemandirian siswa dalam belajar. 3. Dengan dilengkapkannya CD pembelajaran dalam paket buku ini, siswa diharapakan mampu belajar dengan menggunakan teknologi masa kini. 1

2 Kegiatan perdagangan yang biasa dilakukan oleh masyarakat meliputi kegiatan jual beli barang antara penjual (pedagang) dan pembeli. Kegiatan perdagangan dapat terjadi berdasarkan prinsip saling menguntungkan. Penjual mendapat keuntungan berupa uang dari barang yang dijualnya, sedangkan pembeli mendapat keuntungan dari barang yang dibelinya atas dasar manfaat yang diperoleh dari barang tersebut. Dalam melakukan kegiatan perdagangan, seorang pedagang harus pandai melakukan perhitungan perdagangan atas barang dagangannya. Misalnya, untuk mendapatkan keuntungan yang wajar, seorang pedagang harus menetapkan berapa harga jual pada barang dagangannya sehingga harga jual tersebut tidak terlalu tinggi (agar dapat bersaing) dan juga tidak terlalu rendah (agar tidak rugi). Hal itu tentunya membutuhkan perhitungan tertentu yang dibahas dalam aritmetika sosial. Aritmetika merupakan bagian dari matematika yang disebut ilmu hitung. Kata sosial dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat. Jadi, aritmetika sosial dapat diartikan sebagai bagian dari matematika yang membahas perhitunganperhitungan yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. 2

3 A. Nilai Keseluruhan, Nilai Per Unit, dan Nilai Sebagian Nilai keseluruhan, nilai per unit, dan nilai sebagian mempunyai suatu hubungan, yaitu: Nilai keseluruhan = banyak unit nilai per unit Nilai per unit = Nilai sebagian = banyak sebagian unit x nilai per unit B.Uang dalam Perdagangan Bila kita berbelanja di pasar atau di toko, apa yang kita bayarkan untuk mendapatkan barang yang kita inginkan? Ya, tentu kita harus membayarkan sejumlah uang yang sesuai dengan harga jual barang tersebut. Uang penting sekali peranannya dalam dunia perdagangan, yaitu sebagai alat pembayaran yang sah. Dengan uang, kita bisa memperoleh bermacam-macam barang yang kita butuhkan. Tanpa adanya uang dapat kita bayangkan kesulitan yang terjadi dalam dunia perdagangan. Akan tetapi, dunia perdagangan sering juga terjadi tanpa uang. Perdagangan tanpa menggunakan uang bisa dilakukan dengan cara barter. Caranya adalah sebagai berikut. Jika kita ingin mendapatkan suatu barang, kita harus menukarnya atau membayarnya dengan barang lain. Hal ini tentu membawa kesulitan, yaitu kita tidak leluasa mendapatkan barang yang kita inginkan, karena pemilik barang belum tentu mau menukar 3

4 barangnya dengan barang yang kita miliki. Dengan adanya uang kesulitan seperti itu dapat dihindari. C. Harga Pembelian dan Harga Penjualan Dalam suatu kegiatan jual beli atau perdagangan ada dua pihak yang saling berkepentingan, yaitu penjual dan pembeli. Penjual adalah orang yang menyerahkan barang kepada pembeli dengan menerima imbalan berupa sejumlah uang dari pembeli. Pembeli adalah orang yang menerima barang dari penjual dengan menyerahkan sejumlah uang kepada penjual sebagai pembayarannya. Untuk mendapatkan barang yang akan dijual, seorang pedagang terlebih dahulu harus membelinya dari pedagang lain dengan mengeluarkan sejumlah uang yang disebut harga pembelian atau modal. Setelah barang itu didapatkan, kemudian dijual kembali kepada pembeli. Uang yang diterima pedagang dari pembeli atas barang yang dijualnya disebut harga penjualan. Dalam perdagangan, keuntungan dapat diperoleh apabila harga penjualan lebih tinggi daripada harga pembelian. Karena harga penjualan lebih tinggi daripada harga pembelian, dan besar untung sama dengan harga penjualan dikurangi harga pembelian maka diperoleh hubungan berikut ini. Harga penjualan = harga pembelian + untung atau Harga pembelian = harga penjualan untung 4

5 Contoh: 1. Harga pembelian sebuah kalkulator Rp ,00. Setelah terjual ternyata pedagang itu mendapat untung Rp ,00. Tentukan harga penjualan itu! Jawab: Harga pembelian = Rp ,00 Untung = Rp ,00 Harga penjualan = harga pembelian + untung = Rp ,00 + Rp ,00 = Rp ,00 2. Seorang pedagang membeli 1 kardus mie instan, di mana satu kardus berisi 40 bungkus, kemudian di jual kembali dengan harga Rp ,00. Jika dari penjualan itu dia mendapat untung Rp. 150,00 per bungkus, tentukanlah harga pembeliannya! Jawab: Harga penjualan = Rp ,00 Untung Rp. 150,00 per bungkus. Keuntungan satu kardus adalah 40 x Rp. 150,00 = Rp ,00 Harga pembelian = Harga penjualan untung = Rp ,00 Rp ,00 = Rp ,00 Jadi, harga pembelian 1 kardus mie adalah Rp ,00 Selanjutnya, jika jual-beli mengalami kerugian, maka harga penjualan lebih rendah dari harga pembelian, dan rugi sama dengan harga pembelian dikurangi harga penjualan, sehingga diperoleh hubungan berikut ini. 5

6 Harga penjualan = harga pembelian rugi atau Harga pembelian = harga penjualan + rugi Contoh: 1. Seorang pedagang membeli sebuah sepeda motor bekas dengan harga Rp Jika pedagang itu menderita rugi Rp , maka berapakah harga penjualannya? Jawab: Harga pembelian = Rp ,00 Rugi = Rp ,00 Harga penjualan = Rp ,00 - Rp ,00 = Rp ,00 Harga penjualan = harga jual tiap satuan barang banyaknya barang Karena harga penjualan adalah adalah hasil perkalian antara harga jual tiap satuan barang dan banyaknya barang, maka diperoleh rumus sebagai berikut: Harga jual tiap satuan barang = 6

7 Harga pembelian = harga beli tiap satuan barang banyaknya barang Karena harga pembelian adalah hasil perkalian harga beli tiap satuan barang dan banyaknya barang, maka diperoleh harga sebagai berikut: Harga beli tiap satuan barang = Contoh: Untuk membiayai sekolahnya, Wawan berjualan koran. Pada suatu hari ia membeli 50 koran dari agen korannya dengan harga Rp ,00 tiap koran. Karena hari hujan, ia hanya dapat menjual 30 koran pada pagi hari. Koran yang tersisa dijulnya pada siang hari dengan harga Rp ,00. Setelah dihitunghitung, ternyata Wawan menderita rugi sebesar Rp ,00. Berapa harga jual setiap Koran yang dijajakan Wawan pada pagi hari? Jawab: Harga pembelian = 50 Rp ,00 = Rp ,00 Harga penjualan seluruhnya = harga pembelian rugi = Rp ,00 Rp ,00 = Rp ,00 Harga penjualan seluruhnya = harga penjualan pagi hari harga penjulan siang hari Harga penjualan pagi hari = harga penjulan seluruhnya harga penjualan siang hari = Rp ,00 (50 ) Rp ,00 = Rp ,00 Rp ,00 7

8 = Rp ,00 Harga jual setiap Koran pada pagi hari = = = Rp ,00 D. Untung dan Rugi Dalam perdagangan, terdapat dua kemungkinan yang akan dialami oleh pedagang, yaitu untung dan rugi. Pedagang dapat mengalami untung atau rugi tergantung pada beberapa hal, seperti besarnya harga jual, kondisi barang yang dijual (mengalami kerusakan atau tidak), dan situasi pembeli, a. Pengertian Untung Seorang pedagang dikatakan mendapat untung apabila ia berhasil menjual barang dagangannya dengan harga penjualan yang lebih tinggi daripada harga pembeliannya. Besarnya selisih antara harga penjualan dan harga pembelian itu merupakan besarnya untung yang diperoleh pedagang tersebut. Keuntungan yang diperoleh seorang pedagang dapat dirumuskan sebagai berikut: Untung = Harga Penjualan Harga Pembelian Contoh: Seorang pedagang membeli telur 10 kg dengan harga Rp , kemudian telur itu dijual denan harga Rp12.500/kg. Berapakah keuntungan pedagang tersebut? 8

9 Jawab: Diketahui: harga beli 10 kg telur Rp ,00 Harga jual 1 kg telur Rp ,00 Untung = Harga Jual Harga Beli Harga jual = 10 x Rp ,00 = Rp ,00 Untung = Rp ,00 Rp ,00 = Rp ,00 Jadi pedagang itu mendapat keuntungan Rp. 5000,00 b. Pengertian Rugi Seorang pedagang dikatakan mendapat rugi apabila ia menjual barang dagangannya dengan harga penjualan yang lebih rendah daripada harga pembelian. Besar selisih antar harga pembelian dan harga penjualan adalah besar kerugian yang diderita oleh pedagang tersebut. Besarnnya kerugian yang diderita oleh seorang pedagang dapat dirumuskan sebagai berikut: Rugi = harga pembelian harga penjualan Contoh: Pak Dono membeli sebuah mobil dengan harga Rp ,00. Pada suatu saat karena ia sangat membutuhkan uang, ia bermaksud menjual mobilnya. Ternyata ia hanya dapat menjual mobilnya dengan harga Rp ,00. Berapa kerugian Pak Dono? Jawab: Harga pembelian = Rp ,00 Harga penjualan = Rp ,00 Rugi = harga pembelian harga penjualan = Rp ,00 Rp ,00 9

10 = Rp ,00 Jadi, Pak Dono mengalami kerugian sebesar Rp ,00. E. Persentase Untung dan Rugi Dalam dunia perdagangan untung atau rugi dapat dinyatakan dengan persen.misalnya, bila kita sedang tawarmenawar suatu barang di pasar (karena harganya dirasakan terlalu mahal bagi kita), kadang-kadang pedagang itu berkilah dengan mengatakan bahwa ia hanya mengambil keuntungan sedikit, beberapa persen saja. Dengan menyatakan keuntungan atau kerugian dalam bentuk persen, kita dapat melihat apakah keuntungan atau kerugian yang diperoleh pedagang tersebut berada dalam tingkat yang wajar atau tidak. Kemudian juga, kita dapat membandingkan besarnya keuntungan atau kerugian yang diperoleh oleh dua buah barang yang berbeda. Apakah keuntungan atau kerugian yang diperoleh oleh barang yang satu lebih besar atau lebih kecil daripada yang diperoleh oleh barang yang lain. a. Menyatakan Persentase Keuntungan Persentase keuntungan biasanya dihitung dari harga pembelian. Jadi, jika kita mendengar ada seorang pedagang yang mengambil keuntungan 10%, itu berarti bahwa pedagang tersebut mengambil keuntungan sebesar 10% dari harga pembelian barang itu. Menyatakan keuntungan dengan persentase dari harga pembelian dirumuskan sebagai berikut: 10

11 Persentase keuntungan (%) = 100% Jadi, berdasarkan rumus tersebut, tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam menentukan persentase keuntungan dari harga pembelian adalah sebagai berikut: 1. Memperhatikan besarnya modal atau harga pembelian dan harga penjualan. 2. Menentukan besarnya untung. 3. Membandingkan nilai untung dengan harga pembelian. 4. Mengalikan nilai perbandingan tersebut dengan 100% sehingga didapatkan persentase keuntungan. Apabila harga pembelian (modal) dan persentase keuntungan diketahui, maka perhitungan untuk mendapatkan harga penjualan dapat diturunkan dari rumus persentase keuntungan diatas. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keuntungan = persentase keuntungan harga pembelian Karena harga penjualan sama dengan harga pembelain ditambah keuntungan, maka diperoleh rumus sebagai berikut: Harga penjualan = harga pembelian + persentase keuntungan harga pembelian = harga pembelian (1 + persentase keuntungan) Contoh: Seorang pedagang membeli gula 5 kg dengan harga Rp ,00 kemudian dijual dengan harga Rp ,00. Berapakah besar persentase keuntungan pedagang tersebut? 11

12 Jawab: Harga beli Rp ,00 Harga jual Rp ,00 Untung = Rp Rp = Rp Persentase keuntungan (%) = 100% = 28,6% Jadi persentase keuntungannya adalah 28,6 % b. Menyatakan Persentase Kerugian Besarnya kerugian yang diderita seorang pedagang juga dapat dinyatakan dalam persentase yang dihitung dari harga pembelian. Jadi, jika seseorang menderita sebesar 5%, itu artinya orang tersebut menderita kerugian 5% dari harga pembelian. Persentase kerugian ini dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut: Persentase kerugian = 100% Tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam menentukan persentase kerugian sama dengan tahapan yang perlu diperhatikan dalam menentukan persentase keuntungan. Hanya besarnya keuntungan kita ganti dengan besarnya kerugian. Apabila harga pembelian (modal) dan persentase kerugian dikerahui maka perhitungan untuk mendapatkan harga penjualan dapat diturunkan dari rumus persentase kerugian di atas. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kerugian = persentase kerugian harga pembelian Karena harga penjualan sama dengan harga harga pembelian dikurangi kerugian maka diperoleh rumus harga penjualan sebagai berikut: 12

13 Harga penjualan = harga pembelian persentase kerugian harga pembelian = harga pembelain (1 persentase kerugian) Contoh: Seorang bapak membeli sebuah mobil seharga Rp ,00 karena sudah bosan dengan mobil tersebut maka mobil tersebut dijual dengan harga Rp ,00. Tentukan persentase kerugiannya! Jawab: Harga beli Rp ,00 Harga jual Rp ,00 Rugi = Rp ,00 Rp ,00 = Rp Persentase kerugian = 100% = 10% Jadi persentase kerugiannya adalah 10%. F. Rabat (Diskon), Bruto, Tara, dan Neto a. Rabat Rabat artinya potongan harga atau lebih dikenal dengan istilah diskon. Rabat biasanya diberikan kepada pembeli dari suatu grosir atau toko tertentu. Rabat (diskon)seringkali dijadikan alat untuk menarik para pembeli, misalnya ada toko yang melakukan obral dengan diskon dari 10% sampai 50%, sehingga para pembeli menjadi tertarik untuk berbelanja di toko tersebut, karena harganya terkesan menjadi murah. Harga bersih = harga kotor rabat (diskon) 13

14 Pada rumus di atas, harga kotor adalah harga sebelum dipotong diskon, dan harga bersih adalah harga setelah dipotong diskon. Contoh: Sebuah toko memberikan diskon 15 %, Budi membeli sebuah rice cooker dengan harga Rp ,00. Berapakah harga yang harus dibayar budi? Jawab: Harga sebelum diskon = Rp ,00 Potongan harga = 15 % x Rp ,00 = Rp ,00 Harga setelah diskon = Rp ,00 Rp ,00 = Rp ,00 Jadi budi harus membayar Rp ,00 b. Bruto, Tara dan Neto Jadi, hubungan bruto, tara, dan neto dapat dirumuskan sebagai berikut: Neto = bruto tara Jika diketahui persen tara dan bruto, maka untuk mencari tara digunakan rumus sebagai berikut: Tara = persen tara bruto Untuk setiap pembelian yang mendapatkan potongan berat (tara) dapat dirumuskan sebagai berikut: Harga bersih = neto harga per satuan berat Contoh: Dalam sebuah karung yang berisi pupuk tertera tulisan berat bersih 50 kg. Sedangkan berat kotor 0,08 kg, maka berat seluruhnya = 50kg + 0,08kg = 50,8kg. Berat karung dan pupuk yaitu 50,8 kg disebut bruto (berat kotor). Berat karung 0,08 kg disebut tara. Berat pupuk 50 kg disebut berat neto ( berat bersih). 14

15 G. Pajak dan Bunga Tabungan a. Pajak Pajak merupakan suatu kewajiban dari warga negara untuk menyerahkan sebagian kekayaan kepada negara menurut peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, tetapi tanpa mendapat jasa balik dari negara secara langsung. Hasil dari pajak digunakan untuk kesejahteraan umum. Pegawai tetap dari perusahaan swasta atau pegawai negeri dikenakan pajak pengahasilan kena pajaknya yang disebut dengan Pajak Penghasilan (PPh). Apabila kita berbelanja di dealer, atau grosir, atau toko swalayan, atau tempat lainnya, maka terdapat barang-barang yang harganya ditambah dengan pajak yang disebut dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Contoh: Seorang ibu mendapat gaji sebulan sebesar Rp ,00 dengan penghasilan tidak kena pajak Rp ,00. Jika besar pajak penghasilan (PPh) adalah 10 % berapakah gaji yang diterima ibu tersebut? Jawab: Besar penghasilan = Rp ,00 Penghasilan tidak kena pajak Rp ,00 Pengahasilan kena pajak = Rp ,00 Rp ,00 = Rp ,00 Besar pajak penghasilan = 10 % x Rp ,00 = Rp ,00 15

16 Jadi besar gaji yang diterima ibu tersebut adalah = Rp Rp = Rp b. Bunga Tabungan (Bunga Tabungan) Jika kita menyimpan uang di bank, maka uang kita akan bertambah karena kita mendapat bunga. Jenis bunga tabungan yang akan kita pelajari adalah bunga tunggal, artinya yang mendapat bunga hanya modalnya saja, sedangkan bunganya tidak akan berbunga lagi. Apabila bunganya turut berbunga lagi, maka jenis bunga tersebut disebut bunga majemuk yang kelak akan dipelajari di sekolah yang lebih tinggi. Bunga tabungan biasanya dihitung dalam persen yang berlaku untuk jangka waktu 1 tahun, bunga 15% per tahun artinya tabungan akan mendapat bunga 15% jika telah disimpan di bank selama 1 tahun. Bunga 1 tahun = persen bunga modal Bunga b bulan = persen bunga modal = bunga 1 tahun Persen bunga selalu dinyatakan untuk 1 tahun, kecuali jika ada keterangan lain pada soal. Contoh: 1. Rio menabung dibank sebesar Rp ,00 dengan bunga 12% per tahun. Hitung jumlah uang rio setelah enam bulan. Jawab: 16

17 Besar modal (uang tabungan) = Rp ,00 Bunga 1 tahun 12 % = Rp ,00 = Rp ,00 Bunga 6 bulan = Rp 4500,00 Jadi jumlah uang Rio setelah disimpan selama enam bulan menjadi: = Rp ,00 + Rp 4500,00 = Rp ,00 17

18 APLIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Aritmatika sosial ini sangat membantu untuk semua kalangan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk seorang pembeli, pedagang peegawai swasta, dan pelajar atau seseorang yang sedang menabung di Bank. Untuk seorang pembeli, perhitungan ini sangat bermanfaat karena dengan adanya perhitungan ini, ia dapat memperhitungkan harga pembelian denagn sisa uang yang ia miliki sehingga dapat menghemat pengeluaran sehari-hari. Dan ketika suatu pusat perbelanjaan memberikan diskon maka ia dapat mencari tahu berapa potongan harga atau berapa harga barang yang ingin ia beli setelah di diskon dengan menggunakan perhitungan diskon. Untuk seorang pedagang ia akan sangat membutuhkan berbagai perhitungan, misalnya ketika ia memiliki sejumlah modal lalu ia membeli barang-barang, maka ia akan dapat memperhitungkan berapa harga yang dapat ia jadikan harga barang tersebut untuk dijual kembali yang pastinya dengan memperhitungkan keuntungan yang ingin ia peroleh, atau ia akan dapat memperhitungkan berapa 18

19 persentase keuntungan yang dapat ia peroleh. Dan ketika ia mengalami kerugian, ia akan dapat memprediksi berapa besar kerugian yang ia derita dan memperbaikinya di kemudian hari agar tidak akan memperoleh kerugian lagi. Selain itu, ketika seorang pedagang sedang berbelanja beberapa karung beras, maka ia akan dapat mengetahui berapa berat bersih beras, berat kotor, dan karung beras dengan menggunakan konsep bruto, tara, dan neto. Dengan perhitungan bunga, maka seseorang yang sedang menabung di Bank akan dapat mengetahui berapa besar uang simpanan yang ada di Bank setelah ia menabung selama beberapa bulan atau beberapa tahun. Dan untuk seseorang yang sedang bekerja di perusahaan swasta, maka ia akan dapat mengetahui berapa penghasilan bersih yang dapat ia peroleh ketika dikenai pajak penghasilan (PPh). 19

20 SOAL LATIHAN I. Benar atau salahkah pernyataan di bawah ini! 1. Uang yang diterima pedagang dari pembeli atas barang yang dijualnya disebut harga penjualan (B/S) 2. Rima membeli sebuah handphone Balckberry bekas dengan harga Rp Handphone tersebut diperbaiki dengan biaya Rp , kemudian dijual dengan harga Rp Maka, Rima mengalami keuntungan sebesar Rp (B/S) 3. Ibu Ade membeli 3 lusin pensil dengan harga seluruhnya Rp Setelah terjual habis, ternyata Ibu Ade mengalami kerugian sebesar Rp Berarti harga penjualan sebuah pensil Rp (B/S) 4. Sari bekerja di PT Untung Rugi dengan penghasilan Rp Penghasilan bersih yang diterima oleh Sari jika keseluruhan penghasilannya dikenai PPh 15% adalah sekitar Rp (B/S) 5. Amel menyimpan uang di bank dengan bunga 10% per tahun. Jika setelah 5 bulan, ia menerima bunga sebesar Rp , maka besar uang simpanan Amel adalah Rp (B/S) II. Pilihlah jawaban di bawah ini! 1. Pak Jek membeli 2 gross mainan anak seharga Rp Mainan itu dijual seharga Rp. 500 per unit. Berapa untung Pak Jek? a. Rp b. Rp

21 c. Rp d. Rp Utet mempunyai modal Rp Uang itu digunakan untuk membeli 8 kodi layang-layang. Jika Utet menjual layang-layang dengan harga Rp. 700 per lembar, untung atau rugikah Utet? a. Untung Rp b. Rugi Rp c. Rugi Rp d. Untung Rp Harga pembelian suatu barang Rp sedangkan harga penjualannya Rp Tentukan persentase keuntungannya! a. 1% b. 2% c. 3% d. 4% 4. Pedagang membeli barang seharga Rp , setelah dijual rugi 5% dari harga pembelian. Tentukan harga penjualan dari barang tersebut! a. Rp b. Rp c. Rp d. Rp Seorang pedagang membeli 10 kardus mie instan dengan harga Rp per bungkus di suatu supermarket. Karena membeli dengan jumlah besar, supermarket tersebut memberikan rabat sebesar 15%. Tentukan besar uang yang harus dikeluarkan pedagang untuk membayar mie instan tersebut, jika setiap kardus berisi 40 bungkus mie instan! a. Rp b. Rp c. Rp d. Rp

22 DAFTAR PUSTAKA Manto, K. dan kawan-kawan. Matematika 3A Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama. Jakarta Utara: PT Kelapa Cengkir Raya Sugijono. Dan kawan-kawan. Matematika untuk SMP kelas VII. Jakarta: Erlangga. 22

23 PETUNJUK PENGGUNAAN PROGRAM QUIS MAKKER 1. Buka folder yang bernama Uji Kompetensi, lalu akan muncul tampilan seperti berikut. 2. Isikan kolom Pasword dengan password yang telah kami buat, yaitu berduaajah, kemudian klik oke. 3. Selanjutnya akan muncul gambar 23

24 Klik star untuk mulai! 4. Kemudian akan muncul soal-soal yang harus diisi seperti berikut ini. Jawab soal-soal tersebut kemudian klik icon submit untuk mengetahui jawaban yang telah kita isi. 5. Setelah menyelesaikan semua soal, kita akan mengetahui kita lulus atau gagal dalam tes tersebut. Karena dengan sendirinya akan muncul halaman yang memuat hasil skor yang kita peroleh seperti berikut. 24

25 6. Sekian petunjuk penggunaan program Quis Makker yang dapat kami sampaikan. Silahkan untuk dicoba 25

26 TENTANG PENYUSUN I. Data Pribadi 1. Nama Lengkap : Ima Haryanti 2. Tempat, Tanggal Lahir : Cirebon, 23 Maret Jenis Kelamin : Perempuan 4. Golongan Darah : A 5. Kewarganegaraan : WNI 6. Agama : Islam 7. Status : Belum Menikah 8. Alamat : Dusun Manis, RT 09 RW 03 No. 328 Desa Kertawirama, Kec. Nusaherang, Kab. Kuningan 9. Telepon : II. Data Pribadi 1. Nama Lengkap : Baitul Nafiah 2. Tempat, Tanggal Lahir : Cirebon, 17 Juni Jenis Kelamin : Perempuan 4. Golongan Darah : A 5. Kewarganegaraan : WNI 6. Agama : Islam 7. Status : Belum Menikah 8. Alamat : Blok. Bongas, RT 02 RW 03 Desa Serang, Kec. Klangenan, Kab. Cirebon 9. Telepon :

27 Hallo sobat... Saya Baitul Nafiah dan Ima Haryanti, salam kenal ya, hehe. Selamat datang di buku ajar yang kami buat Dalam menyusun Buku Ajar Aritmatika Sosial dan Quis Makker yang kami buat ini, kami banyak mengalami kendala dalam pengerjaannya. Karena berhubung laptopnya hanya ada satu, jadi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengerjakannya. Ditambah ketika mendekati UTS banyak tugas yang harus dikumpulkan sehingga cukup sulit untuk membagi waktu. Apalagi rumah kita berdua yang berjauh-jauhan dan berbeda arah. Dan karena proses perkuliahan berlangsung cukup padat dan sampai sore hari, maka kami hanya bisa mengerjakan sebentar. Sebab, ketika hari sudah semakin sore kendaraan yang akan kami naiki cukup sulit. Sehingga kami harus buru-buru pulang. Meskipun banyak halangan dan rintangan yang menghambat hingga peluhpun bercucuran, Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan buku ajar dan quis maker ini. Ya bisa dibilang cukup baik sih, kan ini hasil kerja keras kami berdua hehe Kami harap semoga buku ini dapat bermanfaat untuk temanteman sekalian. Karena buat apa kita membuat sesuatu hal yang tidak bermanfaat. Ayo sobat semangat!!! 27

5 PERBANDINGAN DAN ARITMETIKA SOSIAL

5 PERBANDINGAN DAN ARITMETIKA SOSIAL 5 PERBANDINGAN DAN ARITMETIKA SOSIAL Sumber: Atlas Indonesia dan Sekitarnya, 1990 Jika kalian mempunyai peta, cobalah perhatikan angka skalanya. Tahukah kalian apakah arti skala 1 : 1.020.000 pada peta

Lebih terperinci

CATATAN OBSERVASI PENDAHULUAN

CATATAN OBSERVASI PENDAHULUAN 75 Lampiran 1 CATATAN OBSERVASI PENDAHULUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (PTK Pada Siswa Kelas VIIA

Lebih terperinci

tujuh5aritmatikasosial

tujuh5aritmatikasosial - - ARITMATIKA SOSIAL - - Modul ini singkron dengan Aplikasi Android, Download melalui Play Store di HP Kamu, ketik di pencarian tujuh5aritmatikasosial Jika Kamu kesulitan, Tanyakan ke tentor bagaimana

Lebih terperinci

Harga Pembelian, Harga Penjualan, Untung, dan Rugi.

Harga Pembelian, Harga Penjualan, Untung, dan Rugi. Apa yang akan anda pelajari Melakukan simulasi arimetika sosial tentang kegiatan ekonomi sehari-hari. Menghitung nilai keseluruhan, nilai per unit, dan nilai sebagian. Menentukan besar dan persentase untung

Lebih terperinci

RANGKUMAN MATERI. Aritmatika Sosial

RANGKUMAN MATERI. Aritmatika Sosial RANGKUMAN MATERI Aritmatika Sosial HARGA PEMBELIAN adalah harga barang dari pabrik, grosir, atau tempat lainnya. Misalnya : Harga Beli Buku Tulis : Rp. 5.000, Harga Beli Pensil : Rp. 2.000. HARGA PENJUALAN

Lebih terperinci

ARITMETIKA SOSIAL DAN PERBANDINGAN

ARITMETIKA SOSIAL DAN PERBANDINGAN ARITMETIKA SOSIAL DAN PERBANDINGAN (Pembelajaran Matematika SMP) Oleh : H. Karso FPMIPA UPI A. Aritmetika Sosial Pada zaman dahulu kala apabila seseorang ingin membeli suatu barang, maka ia harus menyediakan

Lebih terperinci

ARITMETIKA. Bahan Diskusi dan Presentasi_p.49

ARITMETIKA. Bahan Diskusi dan Presentasi_p.49 ARITMETIKA Bahan Diskusi dan Presentasi_p.49 No.1 Ibnu baru datang dari pasar. Ia membawa sebotol minuman... 2 liter minuman dan berat satu botolnya 200 gram. Berapa gram berat air beserta botolnya?...????

Lebih terperinci

DAFTAR TERJEMAH NO. BAB KUTIPAN HAL. TERJEMAH

DAFTAR TERJEMAH NO. BAB KUTIPAN HAL. TERJEMAH Lampiran. Daftar Terjemah DAFTAR TERJEMAH NO. BAB KUTIPAN HAL. TERJEMAH Al-Qur an Surah 3..Wahai orang-orang yang An Nisa ayat 29 beriman! Jaganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 65 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pembelajaran : SMP Mata Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : VII/ I Pokok Bahasan : Aritmatika Sosial Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Standar Kompetensi:

Lebih terperinci

Ely Purnamasari (2008.V.I.0019) Kd. Winda Mahayanti (2008.V.I.0027) Pend. Matematika IKIP PGRI BALI

Ely Purnamasari (2008.V.I.0019) Kd. Winda Mahayanti (2008.V.I.0027) Pend. Matematika IKIP PGRI BALI Ely Purnamasari (2008.V.I.0019) Kd. Winda Mahayanti (2008.V.I.0027) Pend. Matematika IKIP PGRI BALI Indikator Standar Kompetensi Mamahami dan dapat melakukan operasi bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan

Lebih terperinci

MATERI KUANTITATIF. A. Tes Aritmatika. 1. ( ) 2 = a b c d e. 3500

MATERI KUANTITATIF.  A. Tes Aritmatika. 1. ( ) 2 = a b c d e. 3500 MATERI KUANTITATIF A. Tes Aritmatika 1. (275 + 65) 2 = a. 5250 b. 4850 c. 4750 d. 4500 e. 3500 2. 0,35 2 = a. 0,1225 b. 0,01225 c. 1,12250 d. 0,125 e. 0,0125 3. 0,5 : 1 ¼ = a. 1/3 b. 0,40 c. 0,56 d. 0,65

Lebih terperinci

PENGAYAAN UAS GENAP KELAS VII SMP ISLAM SABILILLAH MALANG TAHUN 2013/2014 Mata Pelajaran Hari,Tanggal Waktu Jumlah Soal

PENGAYAAN UAS GENAP KELAS VII SMP ISLAM SABILILLAH MALANG TAHUN 2013/2014 Mata Pelajaran Hari,Tanggal Waktu Jumlah Soal DOKUMEN PAK TOHIR UAS MAT VII 20 PENGAYAAN UAS GENAP KELAS VII SMP ISLAM SABILILLAH MALANG TAHUN 20/20 Mata Pelajaran Hari,Tanggal Waktu Jumlah Soal : MATEMATIKA...,... 20 : 20 WIB : Soal PILIHLAH SALAH

Lebih terperinci

Bab 4. Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Standar Kompetensi

Bab 4. Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Standar Kompetensi Bab 4 Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Standar Kompetensi 2. Memahami bentuk aljabar, persamaan, dan pertidaksamaan linier satu variabel. 3. Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. A1. Kurikulum KTSP A2. Prosedur Pengembangan RPP dan LKS A3. Hasil Wawancara Pra-Penelitian dengan Guru A4.

LAMPIRAN A. A1. Kurikulum KTSP A2. Prosedur Pengembangan RPP dan LKS A3. Hasil Wawancara Pra-Penelitian dengan Guru A4. LAMPIRAN 51 52 LAMPIRAN A A1. Kurikulum KTSP A2. Prosedur Pengembangan RPP dan LKS A3. Hasil Wawancara Pra-Penelitian dengan Guru A4. Tahap Analisis 53 ANALISIS KURIKULUM (KTSP) (ANALISIS STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

Kegiatan Pembelajaran Instrumen. Tugas individu. Menjelaskan pengertian variabel, konstanta, suku, koefisien suku, suku

Kegiatan Pembelajaran Instrumen. Tugas individu. Menjelaskan pengertian variabel, konstanta, suku, koefisien suku, suku Silabus Jenjang : SMP dan MTs Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII Semester : 1 Standar Kompetensi : ALJABAR 2. Memahami bentuk aljabar, dan Kompetensi Dasar Materi Ajar Kegiatan Pembelajaran Indikator

Lebih terperinci

Perbandingan dan Aritmatika Sosial

Perbandingan dan Aritmatika Sosial Buku Kerja Siswa Perbandingan dan Aritmatika Sosial Tingkat SD/SMP Doddy Feryanto Agustinus Gunung Hedi Harsono DAFTAR ISI Kata Pengantar Ucapan Terima Kasih Daftar Isi i ii iii Perbandingan 1 Apa itu

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. secara kolaboratif antara peneliti dan guru matematika kelas VII SMP BOPKRI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. secara kolaboratif antara peneliti dan guru matematika kelas VII SMP BOPKRI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru matematika kelas VII SMP BOPKRI 5 Yogyakarta, maka

Lebih terperinci

LAMPIRAN A : SILABUS KTSP KLS VII SEMESTER GANJIL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) ANALISIS MATERI KOMPETENSI SISWA SMP (SILABUS)

LAMPIRAN A : SILABUS KTSP KLS VII SEMESTER GANJIL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) ANALISIS MATERI KOMPETENSI SISWA SMP (SILABUS) LAMPIRAN A : SILABUS KTSP KLS VII SEMESTER GANJIL SEKOLAH KELAS MATA PELAJARAN SEMESTER BILANGAN Standar Kompetensi KOMPETENSI DASAR 1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat. : SMP : VII : MATEMATIKA

Lebih terperinci

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET I A KOTA SURABAYA

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET I A KOTA SURABAYA LATIHAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 009-010 SMK NEGERI DAN SWASTA KOTA SURABAYA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET I A MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA KOTA SURABAYA 1 M A T E M A T I K A

Lebih terperinci

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM MATA PELAJARAN Mata Pelajaran Jenjang Kelompok : Matematika : SMK : Bisnis Managemen WAKTU PELAKSANAAN Hari : Sabtu Tanggal : 9 Januari 0 Jam : Pukul. 07.00 09.00 PETUNJUK UMUM Isikan identitas Anda ke

Lebih terperinci

Kata kata Motivasi. Malas belajar hanya akan membuat suatu pelajaran semakin sulit dipelajari.

Kata kata Motivasi. Malas belajar hanya akan membuat suatu pelajaran semakin sulit dipelajari. M e n g e n a l H i m p u n a n 1 Kata kata Motivasi Malas belajar hanya akan membuat suatu pelajaran semakin sulit dipelajari. Tidak ada mata pelajaran yang sulit, kecuali kemalasan akan mempelajari mata

Lebih terperinci

Dasar Logika Matematika

Dasar Logika Matematika Dasar Logika Matematika Pertemuan 13: Objective Uses of Percentages Mahasiswa dapat menjelaskan penggunaan persentasi Uses of Percentages 2 percentages (persentase)? Persentase atau perseratus. Biasa disebut

Lebih terperinci

Bahan Ajar untuk Guru Kelas 5 Persen

Bahan Ajar untuk Guru Kelas 5 Persen Bahan Ajar untuk Guru Kelas 5 Persen Persen sangat bermanfaat di dalam banyak situasi. Orang mendengar bahwa ada peluang hujan 60 persen atau ketika seseorang menabung di bank, ia akan memperoleh 6 persen

Lebih terperinci

Free-download

Free-download PREDIKSI UJIAN NASIONAL TAHUN 2008/2009 I. Standar Kompetensi Menggunakan konsep operasi hitung dan sifat-sifat bilangan, perbandingan, aritmetika sosial, barisan bilangan, serta penggunaannya dalam pemecahan

Lebih terperinci

11. Memecahkan masalah keuangan menggunakan konsep matematika

11. Memecahkan masalah keuangan menggunakan konsep matematika Standar Kompetensi 11. Memecahkan masalah keuangan menggunakan konsep matematika Kompetensi Dasar 11. 1 Menyelesaikan masalah bunga tunggal dan bunga majemuk dalam keuangan 11. 2 Menyelesaikan masalah

Lebih terperinci

Kumpulan Soal Matematika VII ( BSE Dewi Nurhariyani)

Kumpulan Soal Matematika VII ( BSE Dewi Nurhariyani) Bilangan Bulat 1. Suhu sebongkah es mula-mula 5 o C. Dua jam kemudian suhunya turun 7 o C. Suhu es itu sekarang a. 12 o C c. 2 o C b. 2 o C d. 12 o C 2. Jika x lebih besar dari 1 dan kurang dari 4 maka

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR PUSTAKA... 18

DAFTAR ISI DAFTAR PUSTAKA... 18 DAFTAR ISI halaman DAFTAR ISI... i BAGIAN I. UANG DALAM KEHIDUPAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Tinjauan Sejarah... 1 C. Pengertian Uang, Jenis-jenis dan Fungsinya... 2 BAGIAN II. PENGENALAN MATA UANG

Lebih terperinci

SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Lampiran 1. Materi pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Varabel SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL A. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Dua Variabel Masih ingatkah kamu materi tentang sistem

Lebih terperinci

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM MATA PELAJARAN Mata Pelajaran Jenjang Kelompok : Matematika : SMK : Bisnis Managemen WAKTU PELAKSANAAN Hari : Sabtu Tanggal : 9 Januari 0 Jam : Pukul. 07.00 09.00 PETUNJUK UMUM Isikan identitas Anda ke

Lebih terperinci

penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500

penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 bab 1 penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 tema 1 diri sendiri liburan ke kota tema 2 keluarga keluargaku tema 3 lingkungan lingkungan sekolah tema 4 kebersihan kesehatan keamanan (k3) kerja

Lebih terperinci

MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA

MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA Bilangan dan Aljabar untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN PENINGKATAN KEBERANIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ARITMATIKA SOSIAL MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN

LAMPIRAN PENINGKATAN KEBERANIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ARITMATIKA SOSIAL MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN 70 LAMPIRAN PENINGKATAN KEBERANIAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ARITMATIKA SOSIAL MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN JUAL BELI BARANG - BARANG IMITASI BAGI SISWA KELAS VII D SEMESTER GASAL SMP

Lebih terperinci

UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK. Tahun Pelajaran 2014 / 2015 PAKET 04 MATEMATIKA NON TEKNIK KELOMPOK AKUNTANSI DAN PENJUALAN (UTAMA)

UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK. Tahun Pelajaran 2014 / 2015 PAKET 04 MATEMATIKA NON TEKNIK KELOMPOK AKUNTANSI DAN PENJUALAN (UTAMA) UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK Tahun Pelajaran 04 / 05 MATEMATIKA NON TEKNIK KELOMPOK AKUNTANSI DAN PENJUALAN (UTAMA) A Mata Pelajaran Kelompok : MATEMATIKA : Akuntansi dan Penjualan MATA PELAJARAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET II B KOTA SURABAYA

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET II B KOTA SURABAYA LATIHAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 00900 SMK NEGERI DAN SWASTA KOTA SURABAYA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET II B MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA KOTA SURABAYA M A T E M A T I K A S

Lebih terperinci

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4 RinGkasan MaTeri Persen adalah perseratus atau sebuah pecahan yang penyebutnya 00, misal Menyatakan dalam persen (%) 7 % = 7 00 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 00% balok ubin dibagi 4 menjadi

Lebih terperinci

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET I B KOTA SURABAYA

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET I B KOTA SURABAYA LATIHAN UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 009-00 SMK NEGERI DAN SWASTA KOTA SURABAYA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET I B MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA KOTA SURABAYA M A T E M A T I K A S

Lebih terperinci

KATA KUNCI. Sumber:

KATA KUNCI. Sumber: Bab 1 KATA KUNCI Sumber: www.pkpu.or.id Salah satu bentuk penanganan korban bencana adalah pemberian bantuan. Biasanya muncul masalah baru yaitu pembagiannya. Hal tersebut sepintas tampak rumit. Tapi sebenarnya

Lebih terperinci

Operasi Aljabar. Prakata

Operasi Aljabar. Prakata Prakata Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan banyak sekali nikmat-nya, terutama kepada penyusun sehingga makalah ini dapat selesai pada waktunya. Shalawat serta salam marilah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bagian tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bagian tersebut akan diuraikan sebagai berikut. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian A.1 Hasil Uji Validitas Validitas LKS ini dilakukan pada tiga bagian, yakni validitas materi, validitas konstruksi dan validitas bahasa. Adapun hasil validasi

Lebih terperinci

UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK

UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK Tahun Pelajaran 014 / 015 MATEMATIKA NON TEKNIK KELOMPOKPARIWISATA, SENI DAN KERAJINAN, PEKERJAAN SOSIAL TEKNOLOGI KERUMAHTANGGAAN, DAN ADMINISTRASI PERKANTORAN (UTAMA) 1 MATA

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN PERSEN, PERBANDINGAN, DAN SKALA

PEMBELAJARAN PERSEN, PERBANDINGAN, DAN SKALA H. Sufyani Prabawanto, M. Ed. Bahan Belajar Mandiri 8 PEMBELAJARAN PERSEN, PERBANDINGAN, DAN SKALA Pendahuluan Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembahasan persen, perbandingan dan skala yang dibagi

Lebih terperinci

Bab 5 Pecahan. Penghasilan Pak Rusdi selama 1 bulan sebesar Rp ,00. bagian dari penghasilannya digunakan untuk biaya pendidikan putraputrinya,

Bab 5 Pecahan. Penghasilan Pak Rusdi selama 1 bulan sebesar Rp ,00. bagian dari penghasilannya digunakan untuk biaya pendidikan putraputrinya, Bab Pecahan? Lain-lain Pendidikan Sehari-hari Transportasi Penghasilan Pak Rusdi selama bulan sebesar Rp.000.000,00. bagian dari penghasilannya digunakan untuk biaya pendidikan putraputrinya, bagian untuk

Lebih terperinci

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah dilaksanakan pada siswa kelas VII C SMP Negeri 2 Imogiri maka disimpulkan bahwa proses pembelajaran

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2004/2005

UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2004/2005 UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 004/005 Mata Pelajaran : MATEMATIKA Hari/Tanggal : RABU, 8 JUNI 005 Waktu : 0 MENIT PETUNJUK UMUM. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum kamu menjawab. Tulis nomor

Lebih terperinci

PERMINTAAN DAN TERBENTUKNYA HARGA PASAR

PERMINTAAN DAN TERBENTUKNYA HARGA PASAR Bab 17 Permintaan dan Penawaran serta Terbentuknya Harga Pasar 351 BAB 17 PERMINTAAN DAN PENAWARAN ARAN SERTA TERBENTUKNYA HARGA PASAR Sumber: Dokumen Penerbit, 2006 Gambar 17.1 Tawar-menawar antara penjual

Lebih terperinci

LEMBAR VALIDASI AHLI MATERI

LEMBAR VALIDASI AHLI MATERI 30 LEMBAR VALIDASI AHLI MATERI Judul Program : Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Kelas VII SMP/MTs pada Materi Aritmatika Sosial dengan Menggunakan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia

Lebih terperinci

Di unduh dari : Bukupaket.com

Di unduh dari : Bukupaket.com Bu, berapa loyang kue yang akan dipanggang? Delapan loyang. Dalam bab ini kamu akan mempelajari: 1. mengalikan dua bilangan satu angka; 2. mengalikan tiga bilangan satu angka; 3. membagi bilangan dengan

Lebih terperinci

SISTEM BILANGAN RIIL

SISTEM BILANGAN RIIL SISTEM BILANGAN RIIL Sumber: Art & Gallery Matematika X SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi Standar kompetensi sistem bilangan riil terdiri atas empat kompetensi dasar. Dalam penyajian pada buku ini,

Lebih terperinci

Modul Siap Ujian Nasional ( Edisi 2 )

Modul Siap Ujian Nasional ( Edisi 2 ) Modul Siap Ujian Nasional ( Edisi ) 05 SMP INSAN CENDEKIA MADANI Modul Siap Ujian Nasional ( Edisi ) 05 SMP INSAN CENDEKIA MADANI yogazsor i ii yogazsor KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur penulis

Lebih terperinci

KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK CERITA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL Oleh : Dwi Setyono 1 dan Sri Sutarni 2

KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK CERITA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL Oleh : Dwi Setyono 1 dan Sri Sutarni 2 KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK CERITA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL Oleh : Dwi Setyono 1 dan Sri Sutarni 2 1 Mahasiswa S1 Progdi Pend. Matematika FKIP UMS, dwisetyono.matematika@gmail.com

Lebih terperinci

LKS KAIDAH PENCACAHAN

LKS KAIDAH PENCACAHAN LKS KAIDAH PENCACAHAN Standar Komptensi : Memecahkan masalah dengan konsep teori peluang. Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan kaidah pencacahan, permutasi, dan kombinasi. Indokator pencapaian kompetensi

Lebih terperinci

SMK WIJAYA PUTRA SURABAYA UJIAN SEKOLAH TERTULIS TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011 LEMBAR SOAL

SMK WIJAYA PUTRA SURABAYA UJIAN SEKOLAH TERTULIS TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011 LEMBAR SOAL DOKUMEN SEKOLAH SANGAT RAHASIA SMK WIJAYA PUTRA SURABAYA UJIAN SEKOLAH TERTULIS TAHUN PELAJARAN 20 / 2011 LEMBAR SOAL Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan Mata Pelajaran : Matematika Program Keahlian

Lebih terperinci

4 + 3 = 13 + = 4. , maka nilai 2x + y. 3. Jika x dan y adalah penyelesaian dari sistem persamaan A. 1 B. 3 C. 4 D. 5 E. 7

4 + 3 = 13 + = 4. , maka nilai 2x + y. 3. Jika x dan y adalah penyelesaian dari sistem persamaan A. 1 B. 3 C. 4 D. 5 E. 7 1. Sebuah laptop dengan harga Rp10.000.000,00 setelah dipakai selama 1 tahun dijual dengan harga Rp7.500.000,00, maka presentase kerugian dari penjualan laptop adalah A. 5% B. 10% C. 25% D. 50% E. 75%

Lebih terperinci

KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK CERITA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL

KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK CERITA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM BENTUK CERITA POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Akt, Pjl Hari/Tanggal : S Prog. Keahlian : Akt, Pjl W a k t u : S

Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Akt, Pjl Hari/Tanggal : S Prog. Keahlian : Akt, Pjl W a k t u : S Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Akt, Pjl Hari/Tanggal : S Prog. Keahlian : Akt, Pjl W a k t u : S PETUNJUK UMUM :. Isikan identitas Anda ke dalam Lembar Jawaban Komputer yang

Lebih terperinci

Perkalian dan Pembagian

Perkalian dan Pembagian Bab 3 Perkalian dan Pembagian Tema Pekerjaan Pedagang Buah Tema 7 Gejala Alam dan Peristiwa Mengungsi Tema Rekreasi Bersepeda ke Taman Tujuan Pembelajaran Pembelajaran ini bertujuan agar kamu mampu: melakukan

Lebih terperinci

Bisnis Warung Kelontong Modal Kecil

Bisnis Warung Kelontong Modal Kecil Bisnis Warung Kelontong Modal Kecil Mungkin benar bila modal uang merupakan salah satu hal yang dibutuhkan dalam memulai usaha. Namun memiliki modal uang yang terbatas, bukan menjadi satu alasan bagi Anda

Lebih terperinci

UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK. Tahun Pelajaran 2014 / 2015 PAKET 01 MATEMATIKA NON TEKNIK KELOMPOK AKUNTANSI DAN PENJUALAN (UTAMA)

UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK. Tahun Pelajaran 2014 / 2015 PAKET 01 MATEMATIKA NON TEKNIK KELOMPOK AKUNTANSI DAN PENJUALAN (UTAMA) UJI COBA UJIAN NASIONAL SMK Tahun Pelajaran 04 / 0 PAKET 0 MATEMATIKA NON TEKNIK KELOMPOK AKUNTANSI DAN PENJUALAN (UTAMA) A Mata Pelajaran Kelompok : MATEMATIKA : Akuntansi dan Penjualan MATA PELAJARAN

Lebih terperinci

SOAL PREDIKSI UN 2014/2015 MATEMATIKA

SOAL PREDIKSI UN 2014/2015 MATEMATIKA SOAL PREDIKSI UN 2014/ 1. Nilai dari 5 + (-2) x 6 4 : 2 =. A. -9 B. -8 C. 7 D. 9 2. Hasil dari [ ( 3 5 6-1 3 ) : 3 4 ] x 6 A. 28 B. 4 C. 2 D. 1 MATEMATIKA 3. Untuk memberi makan 250 ekor ayam,persediaan

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah :... Kelas : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika Semester : I (satu) BILANGAN Standar : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan

Lebih terperinci

SMP / MTs Mata Pelajaran : Matematika

SMP / MTs Mata Pelajaran : Matematika Latihan Soal Ujian Nasional 200 Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah SMP / MTs Mata Pelajaran : Matematika Dalam UN berlaku Petunjuk Umum seperti ini :. Isikan identitas Anda ke dalam Lembar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan meminta untuk menghitung uang kembaliannya, kebanyakan anak bisa

BAB I PENDAHULUAN. dan meminta untuk menghitung uang kembaliannya, kebanyakan anak bisa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ketika seorang anak diminta oleh orang tuanya untuk membeli sesuatu dan meminta untuk menghitung uang kembaliannya, kebanyakan anak bisa melakukannya. Tanpa

Lebih terperinci

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2004/2005

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2004/2005 Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Perhatikan himpunan di bawah ini! A = {bilangan prima kurang dari 11} B = { 1 < 11, bilangan ganjil} C = {semua faktor dari 12}

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Penjelasan mengenai akun akun dalam laporan keuangan PT Mitra Wisata Permata

BAB IV PEMBAHASAN. Penjelasan mengenai akun akun dalam laporan keuangan PT Mitra Wisata Permata BAB IV PEMBAHASAN Penjelasan mengenai akun akun dalam laporan keuangan PT Mitra Wisata Permata dan beberapa kebijakan akuntansi dan fiskal dalam menjalankan kegiatan bisnisnya yang perlu diketahui agar

Lebih terperinci

Contoh 6.1. Contoh 6.2

Contoh 6.1. Contoh 6.2 Contoh 6.1 a. Dua dikurang m sama dengan satu. Merupakan kalimat terbuka karena memiliki variabel yaitu m. b. y adalah bilangan prima yang lebih dari empat. Merupakan kalimat terbuka yang memiliki variabel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. setiap manusia. Hal ini dapat dilihat bahwa kecerdasan, keterampilan, kepribadian,

BAB I PENDAHULUAN. setiap manusia. Hal ini dapat dilihat bahwa kecerdasan, keterampilan, kepribadian, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang penting dalam perkembangan hidup setiap manusia. Hal ini dapat dilihat bahwa kecerdasan, keterampilan, kepribadian, dan lain-lain

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dengan guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Tempel dengan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. dengan guru matematika kelas VII B SMP Negeri 1 Tempel dengan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru matematika

Lebih terperinci

muhammadamien.wordpress.com

muhammadamien.wordpress.com 1. 2. Gradien garis singgung di setiap titik dapat dinyatakan sebagai 34 maka nilai minimumnya 1 3 5 7 9. Jika nilai maksimum 3. Jika maka 4. 5. 1 3 4 5 6 1 6. 7. Luas daerah yang dibatasi oleh parabola

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelakasanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara

BAB I PENDAHULUAN. pelakasanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai negara berkembang Indonesia saat ini masih membutuhkan biaya untuk melaksanakan pembangunan agar dapat menjadi negara yang dewasa atau maju dimana kebutuhan

Lebih terperinci

I. Soal nomor 1 sampai dengan 30 berikut ini dikerjakan oleh seluruh peserta Ebtanas SMK ( berlaku untuk semua kelompok Program studi )

I. Soal nomor 1 sampai dengan 30 berikut ini dikerjakan oleh seluruh peserta Ebtanas SMK ( berlaku untuk semua kelompok Program studi ) I. Soal nomor 1 sampai dengan 30 berikut ini dikerjakan oleh seluruh peserta Ebtanas SMK ( berlaku untuk semua kelompok Program studi ) 1. Jika a = 27 dan b = 32, maka nilai dari 3(a 1/3 ) x 4b 2/5 adalah.

Lebih terperinci

Bab 5. Jual Beli. Peta Konsep. Kata Kunci. Jual Beli Penjual Pembeli. Jual Beli. Pasar. Meliputi. Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah

Bab 5. Jual Beli. Peta Konsep. Kata Kunci. Jual Beli Penjual Pembeli. Jual Beli. Pasar. Meliputi. Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah Bab 5 Jual Beli Peta Konsep Jual Beli Membahas tentang Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah Memahami Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah Meliputi Meliputi Toko Pasar Warung Supermarket

Lebih terperinci

TRY OUT UJIAN NASIONAL

TRY OUT UJIAN NASIONAL PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH SMA Sekretariat : SMA Negeri 70 Jakarta Jalan Bulungan No. C, Jakarta Selatan Telepon (0) 7667, Fax (0)

Lebih terperinci

Indonesian Continuers (Section I Listening and Responding) Transcript

Indonesian Continuers (Section I Listening and Responding) Transcript 2013 H I G H E R S C H O O L C E R T I F I C A T E E X A M I N A T I O N Indonesian Continuers (Section I Listening and Responding) Transcript Familiarisation Text FE FE Bagaimana perayaan Natal? Cukup

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. 1 Try Fauzi Nur Imanuddin, Skripsi: Analisis Tingkat Kognitif Soal Apersepsi Pada

BAB V PEMBAHASAN. 1 Try Fauzi Nur Imanuddin, Skripsi: Analisis Tingkat Kognitif Soal Apersepsi Pada BAB V PEMBAHASAN A. Tingkat Kognitif Soal Analisis tingkat kognitif soal menggunakan Taksonomi Bloom Dua Dimensi pada item soal latihan pada buku paket matematika kelas VII kurikulum 2013 selanjutnya diklasifikasikan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN DOKUMEN NEGARA RAHASIA A TAHUN PELAJARAN 06/07 MATEMATIKA PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN 07 tpm_un_smp_yk_mtk-i-a_06/07 MATA PELAJARAN Mata Pelajaran : Matematika PELAKSANAAN Hari/Tanggal

Lebih terperinci

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN. Analisis Kebutuhan Modal Bagi Usaha Kebun Sawit Di Desa Kuala Bangka Kec. Kualuh Hilir Kab.

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN. Analisis Kebutuhan Modal Bagi Usaha Kebun Sawit Di Desa Kuala Bangka Kec. Kualuh Hilir Kab. Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN Analisis Kebutuhan Modal Bagi Usaha Kebun Sawit Di Desa Kuala Bangka Kec. Kualuh Hilir Kab. Labura Kepada : Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari Warga Desa Kuala Bangka Kec. Kualuh

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah :... Kelas : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika Semester : I (satu) BILANGAN Standar : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan

Lebih terperinci

Operasi Hitung Perkalian dan Pembagian

Operasi Hitung Perkalian dan Pembagian BAB 3 Operasi Hitung Perkalian dan Pembagian Tujuan Pembelajaran Siswa diharapkan dapat: melakukan perkalian dan pembagian sampai 100. mengubah bentuk perkalian menjadi bentuk pembagian atau sebaliknya.

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGERJAAN. (Babak I) Tanggal : 6 April Waktu :

PETUNJUK PENGERJAAN. (Babak I) Tanggal : 6 April Waktu : PANITIA LOMBA ARITMATIKA TINGKAT SMP SE EKS-KARISIDENAN SURAKARTA HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Sekretariat : Lantai

Lebih terperinci

PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs. * Kemampuan yang diuji. Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat.

Lebih terperinci

Operasi Hitung Pecahan

Operasi Hitung Pecahan Bab Operasi Hitung Pecahan Pernahkah kamu melihat ibumu memotong kue? Berapa bagian potongan kue tersebut? Tiap-tiap potongan kue itu merupakan pecahan dari kue yang ibu potong. Pada pembelajaran kali

Lebih terperinci

BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)

BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) BERKAS SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) KOMPETISI SAINS MADRASAH (KSM) 2014 SELEKSI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA SURABAYA, 2014 SOAL TAHAP FINAL BIDANG STUDI MATEMATIKA

Lebih terperinci

ALJABAR. Al-Khwarizi adalah ahli matematika dan ahlli astronomi yang termasyur yang tinggal di bagdad(irak) pada permulaan abad ke-9

ALJABAR. Al-Khwarizi adalah ahli matematika dan ahlli astronomi yang termasyur yang tinggal di bagdad(irak) pada permulaan abad ke-9 ALJABAR Al-Khwarizi adalah ahli matematika dan ahlli astronomi yang termasyur yang tinggal di bagdad(irak) pada permulaan abad ke-9 Aljabar adalah salah satu cabang penting dalam matematika. Kata aljabar

Lebih terperinci

PANDUAN MATERI UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2004/2005 SD/MI M A T E M A T I K A

PANDUAN MATERI UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2004/2005 SD/MI M A T E M A T I K A PANDUAN MATERI UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2004/2005 SD/MI M A T E M A T I K A DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN Hak ipta pada Pusat Penilaian

Lebih terperinci

BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS

BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS BAB IV EVALUASI PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA PT TGS Pada laporan rugi laba yang telah dibuat oleh PT TGS yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 menunjukkan adanya unsur penjualan yang telah berhasil

Lebih terperinci

FORMULIR PENDAFTARAN MASUK PLAYGROUP

FORMULIR PENDAFTARAN MASUK PLAYGROUP Harap diisi dengan huruf cetak atau diketik dengan teliti dan diberi tanda v didalam tanda kurung pada item yang sesuai YAYASAN PRAYOGA RIAU No.Formulir : Tanggal Pengembalian Formulir : FORMULIR PENDAFTARAN

Lebih terperinci

C. B dan C B. A dan D

C. B dan C B. A dan D 1. Perhatikan Himpunan di bawah ini! A = {bilangan prima kurang dari 11} B = {x < x 11, x bilangan ganjil} C = {semua faktor dari 12} D = {bilangan genap antara 2 dan 14} Himpunan di atas yang ekuivalen

Lebih terperinci

Bab. A. Macam-Macam Bilangan B. Operasi Hitung pada. Bilangan Riil. C. Operasi Hitung pada Bilangan Pecahan D. Konversi Bilangan

Bab. A. Macam-Macam Bilangan B. Operasi Hitung pada. Bilangan Riil. C. Operasi Hitung pada Bilangan Pecahan D. Konversi Bilangan Bab I Sumber: upload.wikimedia.org Bilangan Riil Anda telah mempelajari konsep bilangan bulat di Kelas VII. Pada bab ini akan dibahas konsep bilangan riil yang merupakan pengembangan dari bilangan bulat.

Lebih terperinci

Bahan Ajar Matematika. Kelas X SMA Semester 1 Barisan dan Deret Waktu : 15 x 45 Menit (5 x Pertemuan) Kelompok :..

Bahan Ajar Matematika. Kelas X SMA Semester 1 Barisan dan Deret Waktu : 15 x 45 Menit (5 x Pertemuan) Kelompok :.. Bahan Ajar Matematika Kelas X SMA Semester 1 Barisan dan Deret Waktu : 15 x 45 Menit (5 x Pertemuan) Nama Nis Kelas : : : Kelompok : 1 PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJAR 1 Bacalah Setiap masalah yang diberikan

Lebih terperinci

BANK SOAL MATEMATIKA IPS

BANK SOAL MATEMATIKA IPS BANK SOAL MATEMATIKA IPS Tim Guru Matematika SMAN 1 Kendari KENDARI 2013 1. Bentuk sederhana dari adalah... A. B. E. Jawaban : E Bentuk sederhana dari : 2. Nilai x yang memenuhi persamaan adalah... A.

Lebih terperinci

JENIS- JENIS PEKERJAAN

JENIS- JENIS PEKERJAAN JENIS- JENIS PEKERJAAN Apakah yang dimaksud pekerjaan? Jenis pekerjaan apa saja yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Pekerjaan apa yang menghasilkan barang dan jasa? Bagaimana cara melakukan pekerjaan?

Lebih terperinci

Petunjuk Pengerjaan Soal Semifinal Olimpiade Matematika ITS (OMITS) tingkat SD/Sederajat tahun 2012

Petunjuk Pengerjaan Soal Semifinal Olimpiade Matematika ITS (OMITS) tingkat SD/Sederajat tahun 2012 Petunjuk Pengerjaan Soal Semifinal Olimpiade Matematika ITS (OMITS) tingkat SD/Sederajat tahun 202 Bagian Kedua. Soal Semifinal OMITS 2 tingkat SD/Sederajat Bagian Kedua terdiri dari 20 Soal Isian Singkat

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Cirebon, oktober Penulis

Kata Pengantar. Cirebon, oktober Penulis Kata Pengantar Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan Taufiq dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas program komputer ini dengan baik. Tugas ini membahas

Lebih terperinci

Ujian Sekolah/Madrasah. Tes Buta Warna. GENTA GROUP in PLAY STORE

Ujian Sekolah/Madrasah. Tes Buta Warna. GENTA GROUP in PLAY STORE GENTA GROUP in PLAY STORE Ujian Sekolah/Madrasah Buku ini dilengkapi aplikasi Ujian Sekolah/Madrasah android yang dapat di download di play store dengan kata kunci genta group atau gunakan qr-code di bawah.

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 LEMBAR SOAL

LAMPIRAN 1 LEMBAR SOAL LAMPIRAN 1 LEMBAR SOAL 65 Soal Evaluasi Soal Cerita Pokok Bahasan Pecahan SD NEGERI SALATIGA 02 NAMA : NO ABSEN : Kompetensi Dasar: Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk pecahan 1. Lina bersepeda

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN DAN PELAPORAN SPT DENGAN E-FILLING. (Untuk penghasilan bruto lebih dari 60 juta rupiah)

PETUNJUK PENGISIAN DAN PELAPORAN SPT DENGAN E-FILLING. (Untuk penghasilan bruto lebih dari 60 juta rupiah) PETUNJUK PENGISIAN DAN PELAPORAN SPT DENGAN E-FILLING (Untuk penghasilan bruto lebih dari 60 juta rupiah) I. Bagi Karyawan atau Dosen yang sudah pernah mendaftar e-fin dan telah registrasi online, langkah

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN KOTA BOGOR KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (SMA/MA SE KOTA BOGOR) TES UJI COBA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 LEMBAR SOAL

DINAS PENDIDIKAN KOTA BOGOR KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (SMA/MA SE KOTA BOGOR) TES UJI COBA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 LEMBAR SOAL DINAS PENDIDIKAN KOTA BOGOR KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (SMA/MA SE KOTA BOGOR) TES UJI COBA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 03/0 LEMBAR SOAL Mata Pelajaran : Matematika Jenjang : SMA/MA Program Studi

Lebih terperinci

Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2002/2003

Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2002/2003 DOKUMEN NEGARA SANGAT RAHASIA Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 00/00 SMK Bidang keahlian Bisnis Manajemen Paket Utama (P) MATEMATIKA (E4-) Non Teknik SELASA, 6 MEI 00 Pukul 07.0 09.0 DEPARTEMEN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya.

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurang maksimalnya pemanfaatan media merupakan salah satu dari sekian banyak masalah dalam pembelajaran di sekolah termasuk pada mata pelajaran matematika. Permasalahan

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Bab 11 STATISTIKA A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran statistika, siswa mampu: 1. Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku

Lebih terperinci