LAMPIRAN A : SILABUS KTSP KLS VII SEMESTER GANJIL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) ANALISIS MATERI KOMPETENSI SISWA SMP (SILABUS)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAMPIRAN A : SILABUS KTSP KLS VII SEMESTER GANJIL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) ANALISIS MATERI KOMPETENSI SISWA SMP (SILABUS)"

Transkripsi

1 LAMPIRAN A : SILABUS KTSP KLS VII SEMESTER GANJIL SEKOLAH KELAS MATA PELAJARAN SEMESTER BILANGAN Standar Kompetensi KOMPETENSI DASAR 1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat. : SMP : VII : MATEMATIKA : 1 (SATU) KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) ANALISIS MATERI KOMPETENSI SISWA SMP (SILABUS) : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. MATERI POKOK / PEMBELAJARAN Bilangan bulat dan lambangnya. a. Bilangan bulat negatif b. Hubungan antara dua bilangan bulat. KEGIATAN PEMBELAJARAN Guru menginformasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat, misalnya termometer atau letak suatu tempat. Dengan menggunakan garis bilangan, guru menjelaskan bilangan positif, nol, dan negatif. Dengan garis bilangan guru bersama siswa menunjukkan hubungan dua bilangan bulat. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman 5 dengan bimbingan guru. INDIKATOR Menentukan hubungan dua bilangan dengan tanda < atau > TEKNIK BENTUK INSTRUMEN PENILAIAN CONTOH INSTRUMEN Tes tertulis Tes isian Sisipkan lambang > atau < sehingga menjadi kalimat yang benar! ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR Penjumlahan bilangan bulat Dengan menggunakan mistar hitung, guru bersama siswa membahas penjumlahan dua bilangan bulat. Menentukan hasil penjumlahan bilangan bulat. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil penjumlahan bilangan berikut! a b ( 68) c ( 65) Sifat-sifat penjumlahan bilangan bulat Dengan menggunakan daftar penjumlahan, guru dan siswa membahas sifat penjumlahan yaitu sifat komutatif, asosiatif, unsur identitas, dan sifat tertutup. Menentukan sifat-sifat penjumlahan yaitu sifat komutatif, asosiatif, unsur identitas, dan sifat tertutup 2. Menggunakan sifat-sifat yang berlaku pada penjumlahan bilangan bulat tentukan hasil dari : a b c

2 Pengurangan bilangan bulat Dengan menggunakan garis bilangan menjelaskan menentukan invers penjumlahan dari bilangan bulat. Dengan menggunakan garis bilangan, guru dan siswa membahas pengurangan bilangan bulat. Siswa menghitung pengurangan bilangan bulat. Menggunakan pengurangan bilangan bulat siswa menentukan sifat tertutup pada pengurangan bilangan bulat. Menentukan invers (lawan) penjumlahan dari bilangan bulat. Menentukan hasil pengurangan bilangan bulat. Menentukan sifat tertutup pada pengurangan. 3. Tentukan invers (lawan) dari bilangan bulat berikut: a. 34 c. m b. 76 d. n 4. Tentukan hasil pengurangan bilangan berikut: a b. 34 ( 18) c d. 54 ( 111) Perkalian dan sifat-sifatnya. a. Perkalian bilangan bulat positif dan negatif b. Perkalian dua bilangan negatif. c. Perkalian bilangan bulat dengan 0 dan 1. d. Sifat-sifat perkalian bilangan bulat. Guru menjelaskan arti perkalian dua bilangan bulat, misalnya : 2x3, 6x8, dan seterusnya. Menggunakan arti perkalian dua bilangan membahas hasil perkalian bulat positif dengan bilangan bulat negatif dan perkalian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif. Siswa melakukan kegiatan siswa dengan langkah-langkah seperti pada halaman 17, untuk menentukan hasil perkalian bilangan bulat dengan 0 dan 1. Siswa melakukan kegiatan siswa menentukan sifat-sifat perkalian bilangan bulat. Menyebutkan arti perkalian, misalnya 2x3. Menentukan hasil : Perkalian bilangan bulat positif dan negatif Perkalian bilangan negatif dengan negatif Perkalian bilangan negatif dengan positif Perkalian bilangan bulat dengan 0 dan 1. Menentukan sifat-sifat perkalian bilangan bulat. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan arti perkalian bilangan bulat berkut: a. 3 4 b. 5 ( 6) c. 4 ( 5) 2. Tentukan hasil perkalian bilangan bulat berikut: a c b. 5 ( 6) d Berikanlah contoh-contoh perkalian bilangan bulat yang menunjukkan berlakunya sifat : a. komutatif perkalian b. asosiatif perkalian c. distributif perkalian Pembagian bilangan bulat. a. Pembagian sebagai operasi kebalikan dari perkalian. b. Pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif. Guru bersama siswa membahas bahwa pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian. 12 : 4 = 3 3 x 4 = 12 Siswa membuat pernyataan sama artinya dari pembagian bilangan lain seperti contoh 1-3 halaman 19. Guru dan siswa membahas hasil pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, misalnya : 8 : 2 = a a x 2 = 8 Pengganti a yang benar adalah 4, Menentukan pembagian sebagai operasi kebalikan dari perkalian. Menentukan hasil pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan arti pembagian berikut! a. 24 : 8 b. 39 : ( 3) c. 42 : 7 2. Tentukan hasil pembagian berikut ini: a. 48 : 18 b. 64 : 16 c. 72 : 9

3 c. Pembagian dua bilangan bulat negatif. sebab 4 x 2 = 8. Siswa menentukan hasil pembagian, seperti contoh 1-4 halaman 20. Guru bersama siswa membahas hasil pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat bilangan bulat negatif, misalnya : 10 : 2 = a a x 2 = 10 Pengganti a yang benar adalah 5, sebab 5 x ( 2) = 10. Siswa menentukan hasil pembagian bilangan bulat positif, seperti contoh 1-4 halaman 20. Guru dan siswa membahas hasil pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, misalnya : 18 : ( 3) = a a x ( 3 ) = 18 Pengganti a yang benar adalah 6, sebab 6 x ( 3 )= 18. Siswa membahas hasil pembagian, seperti contoh 1-4 halaman 21, kemudian membuat kesimpulan. Guru bersama siswa membahas hasil pembagian bilangan bulat dengan 0, misalnya : 10 : 0 = p? Berapa nilai p yang memenuhi?, kemudian siswa membuat kesimpulan. Menentukan hasil pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif. Menentukan hasil pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif. 3. Tentukan hasil pembagian berikut ini: a. 105 : ( 35) b. 144 : ( 6) c. 180 : ( 15) 4. Tentukan hasil pembagian berikut ini: a. 210 : ( 35) b. 144 : ( 12) c. 180 : ( 20) d. Pembagian dengan nol Menentukan hasil pembagian bilangan bulat dengan nol. 5. Tentukan hasil pembagian berikut ini: a. 5 : 0 b. 14 : 0 c. 18 : 0 KPK dan FPB. a. Menentukan KPK dan FPB dengan memfaktorkan. Guru menjelaskan cara menentukan suatu bilangan menjadi hasil kali faktor prima, misalnya : 20 = 2 2 x 5 Menentukan KPK dan FPB dari beberapa bilangan. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan KPK dan FPB dari pasangan bilangan berikut dengan cara memfaktorkan: a. 105 dan 120 b. 45, 75, dan Tersedia 84, 56 pensil, dan 140 krayon. Bila, pensil, dan krayon tersebut akan dibagi rata kepada sejumlah anak, berapa anak sebanyakbanyaknya yang dapat menerima pembagian itu? Guru bersama siswa menentukan KPK dan FPB, seperti pada contoh 1-4 halaman Menggunakan KPK dan FPB untuk menyelesaikan masa lah.

4 b. Aturan bilangan habis dibagi. Guru dan siswa membahas aturan bilangan habis dibagi, seperti pada halaman Menentukan aturan bilangan habis dibagi. 3. Di antara bilangan-bilangan berikut, tentukan bilangan yang habis dibagi 4 atau habis dibagi 5! a. 908 b Taksiran pada bilangan bulat. a. Pembulatan pada bilangan bulat. b. Menentukan hasil taksiran perkalian dengan pembagian. c. Tanda kurung pada operasi hitung. Guru menjelaskan aturan pembulatan suatu bilangan ke sepuluhan terdekat dan contohcontohnya. Guru bersama siswa membahas hasil taksiran perkalian dan pembagian, seperti contoh 1-2 halaman 27. Guru bersama siswa membahas langkahlangkah menyelesaikan perhitungan yang memuat tanda kurung seperti contoh 1-3 halaman 28. Menentukan suatu bilangan pembulatan Menentukan hasil taksiran perkalian dan pembagian. Menentukan hasil perhi tungan operasi bilangan dengan menggunakan tanda kurung. Tes tertulis Tes isian 1. Lakukan pendekatan ke angka ratusan terdekat pada bilangan-bilangan berikut! a. 236 b c Tentukan taksiran hasil perhitungan berikut ke angka puluhan! a b c Dengan menggunakan tanda kurung, tentukan hasil perhitungan berikut ini: a. { 8 [ 9 ( )]} b. 8 {75 [ 9 11) ( 6)]} Pemangkatan dan sifatsifatnya. Pengertian pemangkatan bilangan bulat Guru menjelaskan arti pemangkatan suatu bilangan. a² = a a, 2 faktor dan seterusnya. a n = a a a... a, Menentukan hasil perpang katan suatu bilangan. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil perpangkatan dari bilangan berikut! a. 5 2 b. ( 9) 3 c. (15 + 5) 2 d. ( ) 5 n faktor halaman 30 dengan bimbingan guru. Sifat-sifat operasi bilangan berpangkat. a. Sifat perkalian bilangan Guru menjelaskan hasil perkalian bilangan berpangkat. Misalnya : Menentukan hasil perkalian bilangan berpangkat. 2. Sederhanakan bentukbentuk berikut! a

5 berpangkat. b. Sifat pembagian bilangan berpangkat. c. Pemangkatan bilangan berpangkat Akar kuadrat bilangan bulat a. Pengertian akar kuadrat b. Menghitung akar kuadrat. Menentukan akar kuadrat suatu bilangan dengan perkiraan atau taksiran. Akar pangkat tiga bilangan bulat. a. Pengertian akar pangkat tiga. b. Menghitung akar pangkat tiga suatu bilangan. BILANGAN Standar Kompetensi = (2 2) (2 2 2) = 2 5 = dan seterusnya. a m a n = a m+n halaman 31. Melakukan kegiatan seperti pada halaman 31 untuk menemukan sifat pembagian bilangan berpangkat a m : a n = a m + n halaman 32. Siswa berdiskusi menemukan sifat atau rumus pemangkatan bilangan berpangkat yaitu (a m ) n = a m n halaman 33. Siswa membahas pengertian akar kuadrat suatu bilangan, 2 untuk a = b, maka b = a. dan contoh 1-3 halaman 35. halaman Siswa melakuan kegiatan siswa seperti pada halaman 37 Siswa membahas soal seperti contoh halaman 38 Menentukan hasil pembagian bilangan berpangkat. Menentukan hasil perpangkatan bilangan berpangkat Menentukan hasil akar kuadrat dari suatu bilangan. Menentukan akar kuadrat suatu bilangan dengan perkiraan atau taksiran. Menentukan akar pangkat tiga dari suatu bilangan. : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. b Sederhanakan bentukbentuk berikut! a. 8 8 : 8 5 b. 9 7 : ( ) 4. Sederhanakan bentukbentuk berikut! a. (3 2 ) 4 b. ( ) 4 Tes tertulis Tes isian Hitunglah hasil akar kuadrat berikut ini! , Tes tertulis Tes isian 1. Hitunglah hasil akar kuadrat berikut ini! a. 15 c. 210 b Hitunglah hasil akar kuadrat berikut ini! a c b KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK / PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR TEKNIK PENILAIAN BENTUK CONTOH INSTRUMEN INSTRUMEN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR

6 1.2 Melakukan operasi hitung bilangan pecahan. a. Arti pecahan b. Pecahan senilai Siswa berdiskusi tentang pengertian pecahan dan letak pecahan pada garis bilangan seperti pada halaman 45. Siswa berdiskusi tentang pecahan senilai dengan cara mengalikan dan membagi pembilang dan penyebutnya dengan bilangan yang sama. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman Menentukan pecahan-pecahan yang senilai dari pecahan yang diketahui. Tes tertulis Tes isian 1. Isilah titik-titik berikut ini untuk menyatakan pecahan-pecahan yang sama nilainya a. = = b. = = c. Membandingkan dua pecahan Guru menjelaskan hubungan dua pecahan dengan tanda hubung <, > atau = Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman 47. Menentukan hubungan dua pecahan dengan tanda hubung <, > atau = 2. Gunakan lambang< atau > untuk menyatakan hubungan masing-masing pecahan berikut ini! 4 a. 5 dan b. 8 dan 7 12 d. Pecahan campuran. Guru menjelaskan pengertian pecahan campuran Siswa membahas soal menyatakan bilangan pecahan biasa kepecahan campuran dan sebaliknya, seperti pada contoh 1-2 halaman 49 dan contoh 1-2 halaman 50. Mengubah pecahan biasa kepecahan campuran atau sebaliknya. 3. Nyatakan pecahan-pecahan berikut sebagai pecahan campuran! 9 a b. 12 Siswa membahas penggunaan pecahan dalam perhitungan, seperti contoh 1-2 halaman 50. Menggunakan pecahan dalam perhitungan. 4. Nyatakan pecahan-pecahan berikut sebagai pecahan biasa! 3 a b Diketahui gaji seorang pramuniaga sebuah toko Rp setiap bulan. Karena ia rajin bekerja, maka gajinya ditambah 1 dari gaji semula. Berapa gaji pramuniaga 10 itu

7 sekarang! Pecahan desimal Persen dan Permil Guru menjelaskan nilai letak angka-angka yang terdapat pada pecahan desimal. Siswa membahas soal tentang menyatakan bilangan-bilangan desimal menjadi pecahan campuran, seperti contoh 1-2 halaman 52. Siswa membahas cara menyatakan bilangan pecahan menjadi bentuk desimal seperti pada 1-3 halaman 52. Siswa membahas cara menyatakan pecahan campuran menjadi pecahan desimal seperti pada 1-3 halaman Guru menyampaikan pengertian persen dan permil. Siswa membahas soal yaitu menyatakan pecahan kebentuk persen dan sebaliknya seperti pada contoh 1-3 halaman Menentukan nilai letak pada pecahan desimal. Menyatakan pecahan desimal menjadi pecahan campuran. Menyatakan pecahan biasa menjadi pecahan desimal Menyatakan pecahan campuran menjadi pecahan desimal dengan cara membagi. Menyatakan bentuk persen ke dalam bentuk pecahan dan sebaliknya. Tes tertulis Tes isian 1. Nyatakan bilangan-bilangan berikut sebagai bilangan pecahan campuran! a. 5,15 b. 8, Nyatakan bilangan-bilangan berikut sebagai bilangan pecahan desimal! a. 3 5 b Nyatakan bilangan-bilangan berikut sebagai bilangan pecahan desimal! a b Nyatakan bentuk berikut sebagai pecahan! 1 a. 85% b. 33 % 3 5. Nyatakan bentuk berikut sebagai persen! a. 3 5 b. 3 4 Siswa membahas soal yaitu menyatakan pecahan kebentuk permil dan sebaliknya seperti pada contoh 1-2 halaman 55 Menyatakan bentuk permil ke dalam bentuk pecahan dan sebaliknya. 6. Nyatakan bentuk berikut kebentuk permil! a b Nyatakan bentuk berikut sebagai pecahan! a. 125% o b % o 2 a. Penjumlahan pecahan b. Sifat-sifat penjumlahan Guru menjelaskan cara menjumlahkan dua pecahan jika penyebutnya sama, jika penyebutnya berbeda, maka harus disamakan dahulu dengan mengambil KPK dari penyebut tersebut. Siswa membahas soal seperti contoh halaman 57. Menentukan hasil penjumlahan dua pecahan atau lebih. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil penjumlahan pecahan-pecahan berikut ini! 4 a b

8 Siswa melakukan kegiatan seperti pada halaman untuk menentukan sifat-sifat yang berlaku pada penjumlahan pecahan. c. Pengurangan pecahan Siswa melakukan kegiatan cara menyederhanakan pengurangan pecahan seperti pada kegiatan siswa halaman 58. halaman 59. Siswa membahas soal pengurangan pecahan yang penyebutnya berbeda (tidak sama), seperti contoh 1-2 halaman 59. Menentukan hasil pengurangan dua pecahan atau lebih. 2. Tentukan hasil pengurangan pecahan-pecahan berikut ini! 4 7 a b a. Perkalian pecahan. b. Sifat-sifat perkalian pecahan c. Pembagian pecahan Guru bersama siswa membahas cara menentukan hasil perkalian pecahan yaitu mengalikan pembiulang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. a c = a c b d b d halaman 61. Siswa melakukan kegiatan siswa seperti pada kegiatan siswa halaman untuk menyelidiki sifat komutatif dan asosiatif perkalian pecahan. Guru memberi contoh berlakunya sifat distributif perkalian pecahan. Siswa membahas soal seperti pada contoh 1-2 halaman 63. Guru bersama siswa membahas cara menentukan hasil pembagian pecahan. a : c = a d b d b c = a d b c halaman 64. Menentukan hasil perkalian dua pecahan atau lebih. Menentukan hasil operasi pecahan menggunakan sifat distributif. Menentukan hasil pembagian dua pecahan. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil perkalian pecahan-pecahan berikut ini! 4 15 a b Selesaikan soal berikut dengan menggunakan sifat distributif! Sederhanakan pembagian pecahan berikut! a. : b. 18 : c. 12 : a. Pengertian pecahan negatif b. Penjumlahan dan pe- Guru menjelaskan pengertian pecahan negatif menggunakan garis bilangan. Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan negatif. Tes tertulis Tes isian 1. Sederhanakan soal-soal berikut! 1 x 40 menit Buku teks

9 ngurangan pecahan negatif c. Perkalian dan pembagian pecahan negatif. halaman 66. halaman Menentukan perkalian dan pembagian pecahan negatif. a ( ) b ( 8 ) Sederhanakan soal-soal berikut! a. 2 5 ( ) b. 5 1 : Pemangkatan pecahan Guru menjelaskan pemangkatan pecahan sebagai perkalian berulang. n ( ) =... a a a a a b b b b b Menentukan hasil pemangkatan pecahan negatif. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil pemangkatan pecahan-pecahan berikut ini! a. 3 ( ) n kali halaman 68. b. 1 ( ) a. Sifat-sifat operasi pada pecahan berpangkat. b. Pemangkatan pecahan berpangkat Guru dan siswa membahas cara menemukan sifat perkalian pecahan berpangkat: a a ( ) ( ) = a ( ) m n m+ n. b b b halaman 69. Guru bersama siswa membahas sifat pembagian pecahan berpangkat: a ( ) : a ( ) = a ( ) m n m n b b b. Menentukan hasil perkalian pecahan berpangkat. Menentukan hasil pembagian pecahan berpangkat. 2. Sederhanakan soal-soal berikut ini! a. a a ( b) ( b) b. a ( ) : a ( ) b 5 2 b 4 Guru bersama siswa membahas cara menemukan sifat pemangkatan pecahan berpangkat : Menentukan hasil pemangkatan pecahan berpangkat. n a ( ) = a ( ) b m m n. b halaman 71.

10 Penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal Guru menjelaskan menjumlah dan mengurang pecahan desimal dengan menyusun ke bawah. halaman 72. Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan desimal. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil dari soalsoal berikut! a. 6, ,4 b. 10, ,12 45,09 Perkalian bilangan bentuk pecahan desimal. Pembagian bilangan bentuk pecahan desimal. Guru memberikan contoh mengalikan pecahan desimal dengan 10,100, 1000, dan seterusnya. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman 74. Siswa membahas soal perkalian bilangan bentuk desimal seperti contoh 1-2 halaman 74. Guru memberi contoh membagi pecahan desimal dengan 10, 100, 1000, dan seterusnya. Siswa membahas pembagian bilangan bentuk pecahan desimal seperti contoh 1-2 halaman 76 Menentukan hasil perkalian bentuk pecahan desimal. Menentukan hasil pembagian bentuk pecahan desimal. 2. Tentukan hasil perkalian soal-soal berikut! a. 24,12 50,25 b. 123, Tentukan hasil pembagian soal-soal berikut! a. 25,6 : 8 b. 4,32 : 0,18 a. Pembulatan pecahan desimal. b. Pembulatan ke satuan terdekat. c. Menaksir hasil perkalian dan pembagian pecahan desimal. Guru menjelaskan cara membulatkan bentuk pecahan desimal dan aturan-aturan dalam pembulatan. Guru memberi contoh pembulatan ke satuan terdekat. Guru memberi contoh pembulatan hasil perkalian dan pembagian desimal. Menentukan hasil pembulatan pecahan desimal. Menentukan pembulatan ke satuan terdekat. Menaksir hasil perkalian dan pembagian pecahan desimal. Tes tertulis Tes isian 1. Bulatkan sampai dua tempat desimal soal-soal berikut! a. 1,2436 b. 15, Tentukan taksiran hasil perkalian bilangan-bilangan berikut! a. 5,25 X 17,981 b. 119,88 x 125,5 d. Bentuk baku bilangan besar. e. Bentuk baku bilangan kecil. Guru menjelaskan cara penulisan bentuk baku bilangan besar: a 10 n. halaman 80. Guru menjelaskan cara penulisan bentuk baku bilangan kecil : a 10 n. halaman 81. Menentukan bentuk baku bilangan besar. Menentukan bentuk baku bilangan kecil. 3. Tulislah bilangan-bilangan berikut dalam bentuk baku! a. 45,89 b c. 0, d. 0,

11 ALJABAR Standar Kompetensi : 2. Memahami bentuk aljabar, persamaan, dan pertidaksamaan linear satu variabel. KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK / PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR TEKNIK PENILAIAN BENTUK CONTOH INSTRUMEN INSTRUMEN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 2.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsurunsurnya. Pengertian bentuk aljabar. Siswa berdiskusi tentang pengertian bentuk aljabar dan menentukan variabel, koefisien, konstanta, dan suku sejenis. halaman 89. Menentukan variabel, koefisien, konstanta, dan suku sejenis. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan koefisien p dari bentuk aljabar berikut! a. 2p 2 5pq + 4p b. p 3 + 5p 2 p Melakukan operasi pada bentuk aljabar. Perkalian, pemangkatan, dan pembagian. Guru mengingatkan kembali pengertian perkalian, pemangkatan, dan pembagian. halaman 90 dan contoh 1-4 halaman 91. Menentukan hasil perkalian, pemangkatan, dan pembagian bentuk aljabar. 2. Tentukan hasil dari soalsoal berikut! a. 2p 2 ( 8pr) b. (2p 5q) 4 c. 6x 8 y 5 : 3x 2 y 3 Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Guru mengingatkan kembali sifat distribusi dan pengertian suku-suku sejenis. Siswa membahas soal seperti contoh 1-4 halaman Menentukan penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil penjumlahan dari 5x 2xy + 6y dan 4x + 3xy 5y! 2. Tentukan hasil pengurangan 3a 2 9a dari a 2 + 5a! Mensubstitusikan bilangan pada bentuk aljabar. Guru menjelaskan pengertian substitusi. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman 94. Menentukan hasil mengenai substitusi bilangan pada bentuk aljabar. 3. Jika p = 3 dan q = 2, tentukan nilai dari bentuk aljabar berikut! a. p 3 q 3 b. (p q) 2 KPK dan FPB bentuk aljabar. Siswa berdiskusi cara menentukan KPK dan FPB bentuk aljabar seperti pembahasan halaman 95. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman 96. Menentukan KPK dan FPB bentuk aljabar. 4. Tentukan KPK dan FPB dari bentuk-bentuk aljabar berikut! a. 16a 2 b 2 c dan 20b 2 c 2 d b. 12p 2 q, 15q 2 r, dan 24pqr 2 Penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar. Siswa membahas kegiatan seperti pada kegiatan siswa halaman 97. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman 98. Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar. Tes tertulis Tes isian Sederhanakan pecahan-pecahan aljabar berikut ini! a. 8 x 2 x + x 9y 9y 9y

12 b m 2 m Perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar. halaman 99 tentang perkalian dan contoh 1-2 halaman 99 tentang pembagian. Menentukan hasil perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar. Tes tertulis Tes isian 1. Sederhanakan soal-soal berikut! a. 4p p Pemangkatan bentuk aljabar. pecahan Siswa membahas kegiatan seperti pada kegiatan siswa halaman 100. Menentukan pemangkatan bentuk aljabar. hasil pecahan b. 2 x y : xz 12z 2 15y 2. Tentukan hasil pemangkatan pecahan aljabar berikut! a pq 4 5 4x y b. ab ( ) a ( ) b Perkalian suatu bilangan dengan suku dua dan suku tiga. Siswa berdiskusi menentukan cara perkalian dengan suku dua seperti pada paket halaman 101. Siswa membahas soal seperti contoh 1-4 halaman 102. Menentukan hasil perkalian suatu bilangan dengan suku dua dan suku tiga. Tes tertulis Tes isian 1. Jabarkan bentuk-bentuk aljabar berikut! a. 3x(x 2) b. 3pq (7p + 8pq 5q) Perkalian suku dua menggunakan sifat distribusi. Perkalian suku dua menggunakan skema. Siswa berdiskusi cara menentukan hasil perkalian suku dua dengan sifat distributif seperti contoh pada paket halaman 102. halaman 103. Guru menjelaskan cara menentukan hasil perkalian suku dua dalam skema. Siswa membahas soal seperti contoh 1-4 halaman 104. Menentukan hasil perkalian suku dua menggunakan sifat distributif. Menentukan hasil perkalian suku dua menggunakan skema. 2. Jabarkan setiap bentuk perkalian berikut ini dengan menggunakan hukum distributif dan menggunakan skema.! a. (x + 2)(x 5) b. (x 2 + 5x)(x 2 10x) Pengkuadratan suku dua. Menggunakan perkalian istimewa untuk menghitung hasil perkalian bilangan : Penggunaan perkalian a(b+c) dan a(b+c+d). Penggunaan perkalian Siswa melakukan kegiatan siswa seperti pada paket halaman 104. halaman 105. halaman 106. Siswa membahas soal seperti contoh 1-4 halaman 107. Siswa membahas soal seperti contoh 102 Menentukan hasil pengkuadratan suku dua. Menentukan hasil perkalian bilangan menggunakan perkalian istimewa Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan hasil pengkuadratan berikut! a. (4p + 15) 2 b. (10m 3n) 2 2. Tentukan hasil perkalian berikut! a. 24 x 26 b. 42 x 48

13 (x + a)(x + b) Penggunaan (x + a)(x b) perkalian halaman 107. c. 75 x 85 d. 76 x Menggunakan operasi bentuk aljabar. Penggunaan aljabar dalam kehidupan. Guru menjelaskan cara menterjemahkan soal kehidupan sehari-hari ke dalam bentuk matematika. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman Menggunakan operasi bentuk aljabar untuk menyelesaikan soal dalam kehidupan sehari-hari atau pemecahan masalah. Tes tertulis Tes isian Sebuah batu dilemparkan ke vertikal ke atas. Tinggi batu setelah t detik, yaitu h meter dinyatakan dengan rumus h = 15t 5t 2. Hitunglah tinggi batu pada saat 2 detik setelah dilemparkan! ALJABAR Standar Kompetensi : 2. Memahami bentuk aljabar, persamaan, dan pertidaksamaan linear satu variabel. KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK / PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR TEKNIK PENILAIAN BENTUK CONTOH INSTRUMEN INSTRUMEN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 2.4 Menyelesaikan persamaan linear satu variabel. Kalimat benar dan kalimat salah. Pengertian kalimat terbuka. Menyelesaikan kalimat terbuka Guru menjelaskan pengerian kalimat benar dan kalimat salah. Guru dan siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman 116 Guru menjelaskan pengertian kalimat terbuka, variabel (peubah), dan konstanta dengan contoh-contoh. Guru menjelaskan penyelesaian dari kalimat terbuka. halaman 118. Menentukan kalimat benar dan kalimat salah. Menentukan pengertian variabel pada kalimat terbuka sehingga menjadi kalimat benar. Menentukan penyelesaian dari kalimat terbuka. Tes tertulis Tes isian 1. Nyatakan kalimat berikut benar atau salah! a = adalah sifat asosiatif penjumlahan. b. Faktor dari 6 adalah 1,2,4, dan Tentukan pengganti variabel berikut, sehingga menjadi kalimat yang benar! a. 2 + x = 10 b. y adalah faktor dari 12. c. Satu tahun adalah n bulan. Pengertian persamaan linear satu peubah (variabel) Akar atau penyelesaian Kesamaan. Persamaan yang ekiva len Guru menjelaskan pengertian persamaan linear dengan contoh-contoh. Guru menjelaskan pengerian penyelesaian persamaan linear dengan contoh-contoh. Guru menjelaskan pengertian kesamaan dan persamaan. Guru menjelaskan persamaan yang ekivalen Menjelaskan pengertian persamaan linear, akar atau penyelesaian, kesamaan, dan persamaan ekivalen. Menyelesaikan persamaan linear dengan cara substitusi. 3. Dengan mengambil variabel pada himpunan bilangan asli, tentukan penyelesaian persamaan berikut ini dengan cara substitusi! a. 2n 8 = 20 b m = 100

14 Menyelesaikan persamaan dengan cara substitusi. dengan contoh-contoh. Siswa melakukan kegiatan seperti kegiatan siswa pada halaman 121. c. k 6 = 4 k Menyelesaikan persamaan dengan me nambah atau mengu rangi kedua ruas per samaan dengan bilangan yang sama. Guru menjelaskan tentang persamaan akan tetap ekivalen jika kedua ruas ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halamn Menentukan penyelesaian persamaan dengan me nambah atau mengu rangi kedua ruas per samaan dengan bilangan yang sama. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan penyelesaian dari persamaan-persamaan berikut! a. x + 5 = 6 b. y 8 = 7 c. 3z 6 = 2z + 8 Menyelesaikan persamaan dengan mengalikan atau membagi kedua persamaan dengan bilangan yang sama. Siswa melakukan kegiatan seperti kegiatan siswa pada halaman 125. Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman Menentukan penyelesaian dengan mengalikan atau membagi kedua persamaan dengan bilangan yang sama. 2. Tentukan penyelesaian dari setiap persamaan berikut! a. 3a = 18 b. 6b 6 = 18 c. 4p + 6 = 24 2p Grafik penyelesaian persamaan dengan satu variabel Siswa membahas soal seperti contoh pada halaman 127. Menentukan grafik penye lesaian persamaan dengan satu variabel 3. Tunjukkan dengan grafik, penyelesaian dari persamaan-persamaan berikut! a. x + 3 = 8 b. 5q 1 = 16 Menyelesaikan persamaan bentuk pecahan Persamaan memuat perkalian suku dua. pada halaman 128. Guru mengingatkan kembali tentang perkalian suku dua. pada halaman 130. Menentukan penyelesaian persamaan bentuk pecahan Menentukan penyelesaian persamaan yang memuat perkalian dua suku. Tes tertulis Tes isian Tentukan penyelesaian dari persamaan-persamaan berikut! = 15 y y ( n ) 4 3( n 4 ) = 2 3. Tentukan penyelesaian dari setiap persamaan berikut! a. (x + 8 )(x 5) = x(x 2) b. (x 7)(x 2) = (x + 9) (x 6) 2.5 Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan per- Penerapan persamaan dalam kehidupan Siswa membahas soal seperti contoh 1-4 pada halaman Menggunakan persamaan dalam kehidupan atau pemecahan masalah, Tes tertulis Tes isian Jumlah tiga bilangan ganjil yang berurutan adalah 117. a. Jika bilangan pertama n, nyatakan bilangan kedua dan ketiga dalam n!

15 samaan linear. b. Tentukan bilangan-bilangan itu! 2.6 Menyesaikan pertidaksamaan satu variabel. Pengertian penyelesaian ketidaksamaan. Pengertian pertidaksamaan satu variabel Guru menjelaskan pengertian ketidaksamaan. pada halaman 134. Guru berdiskusi atau membahas pengertian pertidaksamaan linear satu variabel. Menggunakan lambang >, <, dan = untuk menyelesaikan soal. Menentukan pertidaksamaan linear satu variabel. Tes tertulis Tes isian 1. Sisipkanlah salah satu lambang <, =, atau < di antara pasangan bilangan berikut ini agar menjadi kalimat benar! a b c Dari bentuk-bentuk berikut, manakah yang merupakan pertidaksamaan linear! a. 4(x 2) < 12 b. y(4 y) > 9 Pengertian penyelesaian pertidaksamaan. Menyelesaikan pertidaksamaan dengan menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama. Guru menjelaskan pengertian penyelesaian pertidaksamaan. Siswa melakukan kegiatan seperti kegiatan siswa pada halaman 136 Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 pada halaman Menjelaskan pengertian pertidaksamaan linear satu variabel. Menentukan penyelesaian pertidaksamaan dengan menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama. 3. Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut! a. y b. 2(m 3) < m 8 Menyelesaikan pertidaksamaan dengan mengalikan kedua ruas dengan bilangan positif yang sama. Menyelesaikan pertidaksamaan dengan mengalikan kedua ruas dengan bilangan negatif yang sama. Siswa melakukan kegiatan siswa seperti kegiatan siswa pada paket halaman 138. pada halaman 138. Siswa melakukan kegiatan siswa seperti kegiatan siswa pada paket halaman 139. pada halaman 140. Menentukan penyelesaian pertidaksamaan dengan mengalikan kedua ruas dengan bilangan positif yang sama. Menentukan penyelesaian pertidaksamaan dengan mengalikan kedua ruas dengan bilangan negatif yang sama. Tes tertulis Tes isian Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut! 1. 2m + 6 < 4m (2p 1) < 3(2p + 3) Menyelesaikan pertidaksamaan bentuk pecahan pada halaman 141. Menentukan penyelesaian pertidaksamaan bentuk pecahan Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut! a. x > 3 6 4x

16 b. 2m + 1 < m Grafik penyelesaian pertidaksamaan. pada halaman 142. Menentukan grafik penyelesaian pertidaksamaan. 2. Tunjukkan dengan grafik, penyelesaian dari pertidaksamaan berikut! 1 a. x 2 2 b. x 0 dan x > Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan linear. Penerapan pertidaksamaan dalam kehidupan. pada halaman Menggunakan pertidaksamaan dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Tes tertulis Tes isian 1. Seorang anak mengendarai sepeda sejauh 9x km, kemudian berjalan kaki sejauh x km. a. Tentukan jarak yang ditempuh dinyatakan dalam x. b. Jika jarak yang ditempuh seluruhnya kurang dari 30 km, susunlah pertidaksamaan dalam x, kemudian selesaikan! ALJABAR Standar Kompetensi : 3. Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK / PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR TEKNIK PENILAIAN BENTUK CONTOH INSTRUMEN INSTRUMEN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 3.1 Menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmatika sosial yang sederhana. Harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi. - Untung - Rugi Guru menjelaskan pengertian untung. Untung = Harga penjualan harga pembelian. pada halaman Guru menjelaskan pengertian rugi. Rugi = Harga pembelian harga penjualan. Siswa membahas soal seperti contoh pada halaman 153. Menentukan besar untung dalam kegiatan perdagangan. Menentukan besar rugi dalam kegiatan perdagangan. Tes tertulis Tes isian 1. Tentukan berapa rupiah besar keuntungan atau kerugiannya, jika: a. harga pembelian Rp20.000, harga penjualannya Rp b. harga pembelian Rp50.000, harga penjualannya Rp46.000

17 Harga pembelian dan harga penjualan Siswa berdiskusi menentukan besar penjualan dan pembelian berdasarkan rumus menghitung untung dan rugi. pada halaman154. Menentukan harga pembelian dan harga penjualan dalam kegiatan perdagangan. 2. Seorang pedagang sapi menjual 5 ekor sapi dengan harga Rp Setelah dihitung ternyata pedagang tersebut mendapat untung sebesar Rp Berapa harga pembelian seekor sapi? Menentukan persentase untung dan rugi. Siswa melakukan kegiatan seperti kegiatan siswa pada halaman 156. Menentukan besar persentase untung dan rugi dalam kegiatan perdagangan. Tes tertulis Tes isian 1. Pak Agus membeli 40 buah pepaya dengan hrga seluruhnya Rp Pepaya tersebut kemudian dijual dengan harga Rp3.500 setiap 2 buah. a. Untung atau rugikan Pak Agus? b. Berapa persentase untung atau ruginya? Menentukan harga pembelian atau harga penjualan berdasarkan persentase untung atau rugi. Siswa melakukan kegiatan seperti kegiatan siswa pada halaman 157. pada halaman Menentukan harga pembelian atau harga penjualan berdasarkan persentase untung atau rugi. 2. Harga pembelian 20 kaos adalah Rp Setelah dijual rugi 5%. Tentukan harga penjualan setiap kaos! Rabat dan diskon Bruto, tara, dan neto pada halaman 159. Guru menjelaskan pengertian bruto, tara, dan netto. pada halaman 160. Menentukan besar rabat atau diskon. Menentukan bruto, tara, dan netto. Tes tertulis Tes isian 1. Harga sebuah mainan anak-anak Rp Ibu memperoleh diskon sebesar 10% karena membayar kontan. Berapa rupiah ibu harus membayar jika ia membeli 2 buah mainan? 2. Seorang pedagang membeli 5 karung beras dengan bruto masing-masing 60 kg dan tara 1 %. Berapa rupiahkah harus dibayar oleh pedagang itu jika harga 1 kg beras Rp 4.800? Bunga tabungan (bunga Guru menjelaskan cara menemukan rumus Menentukan besar bunga Tes tertulis Tes isian 1. Anton menyimpan uang di

18 tunggal) Pajak menentukan besar bunga. Bunga 1 tahun = persen bunga modal. Bunga b bulan = b persen bunga 12 modal Atau = b bunga 1 tahun 12 pada halaman 163. Guru menjelaskan pengertian pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPn). pada halaman 164. tabungan (bunga tunggal) Menentukan besar PPh dan PPN Bank Mandiri sebesar Rp ,00 dengan bunga 20% pertahun. Tanpa menghitung bunga 1 tahun, hitunglah bunga uang Anto setelah : a. 4 bulan, b. 9 bulan. 2. Seorang karyawan memperoleh gaji sebulan Rp dengan penghasilan tidak kena pajak Rp Jika besar besar pajak penghasilan 10%, berapa gaji yang diterima karyawan tersebut dalam sebulan?

19 ALJABAR Standar Kompetensi : 3. Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK / PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR TEKNIK BENTUK INSTRUMEN PENILAIAN CONTOH INSTRUMEN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 3.2 Menggunakan per bandingan untuk pemecahan masalah. Gambar berskala. Guru menjelaskan gambar berskala 1 : n. Rumus skala : Jarak pada peta (gambar) Skala =. Jarak sebenarnya Siswa membahas soal seperti contoh 1-3 halaman Menggunakan rumus skala dalam menyelesaikan soal. Tes tertulis Tes isian 1. Suatu denah tanah dibuat dengan skala 1 : 500. Jika denah tanah tersebut berukuran 22,5 cm x 12 cm, tentukan : a. ukuran tanah sebenar nya? b. Perbandingan luas denah dengan luas sebenarnya. Pengertian perbandingan Membandingkan dua be saran sejenis. Guru menjelaskan pengertian perbandingan. Guru menjelaskan perbadingan dan besaran sejenis dalam bentuk a atau a : b dan b 0 b a b dalam bentuk sederhana. Menentukan perbandingan dua besaran sejenis dalam bentuk sederhana. 2. Sederhanakan perbandingan-perbandingan berikut: a. 24 : b. 2 :1 2 4 c. 10 liter : 30 ml. Mengenal dua macam perbandingan : Perbandingan seharga atau senilai. Perbandingan berbalik harga atau berbalik nilai. Perkalian silang pada perbandingan seharga. Suku tepi dan suku te ngah. Perbandingan berbalik nilai atau berbalik harga. Siswa melakukan kegiatan seperti kegiatan siswa pada paket halaman 176. Siswa melakukan kegiatan seperti kegiatan siswa pada paket halaman 177. Siswa berdiskusi menentukan hasil perkalian silang pada perbandingan yang seharga. a b = c d, maka a d = b c Siswa berdiskusi menentukan hasil perkalian suku tepi = perkalian suku tengah. a : b = c : d Menentukan hasil perhitungan dalam perbandingan senilai. Tes tertulis Tes isian 1. Hitunglah nilai a dan p pada perbandingan-perbandingan berikut ini? a. a : 5 = 12 : 20 b. 6 : 9 = 16 : p a d = b c

20 halaman Penggunaan perbandingan pada perhitungan perbandingan seharga. Guru menjelaskan cara menentukan suatu perbandingan merupakan perbandingan seharga. halaman Menentukan hasil perhitungan dalam perbandingan seharga. Tes tertulis Tes isian 1. Harga 3 buah sabun mandi adalah Rp Berapa harga 3 lusin 2 sabun mandi? Perbandingan nilai. berbalik Guru menjelaskan cara menentukan suatu perbandingan merupakan perbandingan berbalik harga. Siswa membahas soal seperti contoh 1-32 halaman 184. Menentukan hasil perhitungan dalam perbandingan berbalik harga. 2. Dua puluh lima orang dapat menyelesaikan suatu pekerjaan selama 54 hari. Berapa harikah pekerjaan itu selesai jika dikerjakan oleh 18 orang? Penerapan perbandingan seharga dan berbalik harga. halaman Menggunakan perbandingan seharga dan berbalik harga dalam kehidupan atau pemecahan masalah. Tes tertulis Tes isian 1. Sebuah peta dibuat dengan aturan setiap 5 cm mewakili 150 km. Jika jarak dua kota yang sebenarnya 210 km, maka berapakah jarak dua kota tersebut pada peta? 2. Keluarga Pak Agus mempunyai persediaan beras yang cukup untuk 4 orang selama 24 hari. Dalam keluarga itu bertambah 1 orang sopir dan 1 orang pramuwisma. Berapa hari persediaan beras tersebut akan habis? Memeriksa / Menyetujui, Kepala SMP... Jakarta, Guru Mata Pelajaran... NIP..... NIP..

21 LAMPIRAN B : SILABUS KTSP KLS VIII SEMESTER GANJIL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) ANALISIS MATERI KOMPETENSI SISWA SMP... (SILABUS) SEKOLAH :... KELAS : VIII MATA PELAJARAN : Matematika SEMESTER : I (satu) ALJABAR Standar Kompetensi : Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK/ PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR TEKNIK BENTUK INSTRUMEN PENILAIAN CONTOH INSTRUMEN ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 1.1 Menyelesaikan operasi bentuk aljabar Operasi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar Operasi perkalian dan pembagian bentuk aljabar Operasi pemangkatan bentuk aljabar suku satu, suku dua Siswa mendiskusikan hasil operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk aljabar (pengulangan) Siswa mendiskusikan tentang perkalian suku satu dengan suku dua dan suku tiga (pengulangan), dan mendiskusikan tentang pembagian pada bentuk aljabar Siswa mendiskusikan tentang hasil operasi pemangkatan suku satu (pengulangan) dan suku dua pada bentuk aljabar Menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk aljabar Menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian pada bentuk aljabar Menyelesaikan pemangkatan bentuk aljabar suku satu dan suku dua Tes tulis Tes uraian 1. Tentukan jumlah dari 12a + 7 dan 5a Kurangkanlah x 2 8y dari 7x 2 + 6y 2 12 Tes tulis Tes uraian 1. Tentukan hasil perkalian berikut ini! a. 2a(5a 7) b. (x + 3)(x 8) 2. Tentukan hasil pembagian berikut ini! a. 15x 8 y 5 : ( 5x 7 b) b. (x 2 + 2x 48) : (x 6) Tes tulis Tes uraian 1. Tentukan hasil pemangkatan berikut ini! a. (2a 2 b 3 ) 3 b. ( 2x 5 y 3 ) 4 2. Tentukan hasil pemangkatan berikut ini! a. (8p 7q) 2 b. (2x 3) Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya Pemfaktoran bentuk aljabar menggunakan hukum distributif Pemfaktoran bentuk a 2 x 2 + 2ax + b 2 Siswa mendiskusikan tentang faktorisasi bentuk aljabar menggunakan hukum distributif Siswa membahas aturan pemfaktoran bentuk a 2 x 2 + 2ax + b 2, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Memfaktorkan bentuk aljabar dengan hukum distributif dan bentuk a 2 x 2 + 2ax + b 2 Tes tulis Tes uraian 1. Faktorkanlah bentuk aljabar berikut ini! a. 4a 12ab b. 8a 2 b + 4ab 2 6a 2 b 2 2. Faktorkanlah bentuk aljabar berikut ini! a. x x + 25 b. 9x xy + 25y 2

22 KOMPETENSI DASAR 1.3 Menyelesaikan operasi pecahan bentuk aljabar 1.4 Memahami relasi dan fungsi Pemfaktoran bentuk selisih dua kuadrat: x 2 y 2 Pemfaktoran bentuk ax 2 + bx + c dengan a = 1 Pemfaktoran bentuk ax 2 + bx + c dengan a 1 MATERI POKOK/ PEMBELAJARAN Penyederhanaan pecahan bentuk aljabar Penyelesaian operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar dengan penyebut suku satu dan suku dua Penyelesaian operasi perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar dengan penyebut suku satu dan suku dua Pengertian relasi dan menyatakan relasi diagram panah, grafik Cartesius, dan himpunan pasangan berurutan Siswa mendiskusikan tentang faktorisasi selisih dua kuadrat. Siswa membahas tentang aturan faktorisasi bentuk ax 2 + bx + c dengan a = 1, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa membahas contoh tentang faktorisasi bentuk ax 2 + bx + c dengan a 1, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru KEGIATAN PEMBELAJARAN Siswa membahas contoh-contoh tentang pembagian bentuk aljabar, guru memberikan penekanan pada pemfaktoran pembilang/ penyebut pecahan Siswa membahas contoh-contoh tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar, guru memberikan penekanan pada penggunaan KPK pada penyebut pecahan Siswa membahas contoh-contoh tentang operasi perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa memberikan contoh relasi dalam kehidupan sehari-hari dan membahasnya, Siswa membahas cara menyatakan relasi dengan diagram panah, grafik Cartesius, himpunan pasangan berurutan, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Memfaktorkan bentuk selisih dua kuadrat Memfaktorkan bentuk aljabar ax 2 + bx + c dengan a = 1 Memfaktorkan bentuk aljabar ax 2 + bx + c dengan a 1 INDIKATOR Menyederhanakan pecahan bentuk aljabar Menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan dari pecahan bentuk aljabar dengan penyebut suku satu dan suku dua Menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian pecahan bentuk aljabar dengan penyebut suku satu dan suku dua Menjelaskan dan menyatakan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan relasi Tes tulis Tes uraian 1. Faktorkanlah bentuk aljabar berikut ini! a. a 2 16 b. 49p 2 100q 2 2. Faktorkanlah bentuk aljabar berikut ini! a. 3a 2 27 b. 5b 4 20b 4 Tes tulis Tes uraian 1. Faktorkanlah bentuk aljabar berikut ini! a. a a + 12 b. y 2 12y Faktorkanlah bentuk aljabar berikut ini! a. p pq 34q 2 b. x 2 20xy + 19 y 2 Tes tulis Tes uraian Faktorkanlah bentuk aljabar berikut ini! a. 2a 2 + 9a + 10 c. 5x 2 8x 4 b. 4p 2 + 2p 12 d. 7x 2 12xy + 4y 2 PENILAIAN TEKNIK BENTUK INSTRUMEN CONTOH INSTRUMEN Test tulis Tes uraian Sederhanakanlah pecahan-pecahan berikut! a. 3ab + 9b 3b b. p2 + 6p + 8 p + 2 Tes tulis Tes uraian Sederhanakanlah penjumlahan/pengurangan bentuk aljabar berikut ini! a. a 4 2 b. + 2a x 2 + 5x 14 4 x + 7 Tes tulis Tes uraian Sederhanakanlah perkalian/pembagian bentuk aljabar berikut ini! a. 4 5a 3 2b b. 3p 5q : 2q 4 c. 5 m m2 + 2m 10 4 d. 5y : y 2 y + 3 Tes lisan Pertanyaan 1. Apa yang dimaksud dengan relasi? Berikan contoh relasi dan fungsi dalam kehidupan sehari-hari! 2. Diketahui A = B = {1, 2, 3, 4} Buatlah relasi kurang dari dari himpunan A ke himpunan B dengan menggunakan: (i) diagram panah, (ii) diagram Cartesius, (iii) himpunan pasangan berurutan. ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR, lingkungan Pengertian fungsi dan Siswa membahas tentang suatu relasi yang Mendefinisikan fungsi dan Tes tulis Tes uraian Gambar di samping menunjukkan diagram

23 unsur-unsur pada fungsi Banyak fungsi (pemetaan) dari dua himpunan Korespondensi satusatu antara dua himpunan merupakan fungsi dan bukan fungsi, serta membahas tentang daerah asal, daerah kawan, daerah hasil, dan bayangan pada suatu fungsi dalam diagram panah, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa membahas tentang banyak fungsi dari {a} ke {p, q}, dan dari {a, b, c} ke {p, q, r}, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa membahas contoh-contoh korespondensi satu-satu antara dua himpunan menyebutkan unsur-unsur pada fungsi Menentukan banyak fungsi dari dua himpunan Menentukan fungsi yang merupakan korespondensi satu-satu pemetaan dari P ke Q. Tentukan: (i) daerah asal, (ii) daerah kawan, (iii) daerah hasil. Tes tulis Tes uraian 1. Tentukan banyak cara fungsi dari (1, 2, 3} ke {a, b}! 2. Dari himpunan pasangan berurutan berikut, manakah yang merupakan korespondensi satu-satu? a. {(1, 2), (2, 3), (3, 4), (4, 5)} b. {(5, 6), (6, 5), (4, 7), (7, 4)}, lingkungan, lingkungan 1.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius Grafik fungsi dalam koordinat Cartesius Menggambar grafik fungsi aljabar dengan cara menentukan koordinat titik-titik pada sistem koordinat Cartesius Menggambar grafik fungsi pada koordinat Cartesius Tes tulis Tes isian Buatlah tabel untuk fungsi h : x x + 1 dari { } ke himpunan bilangan cacah, kemudian gambarlah grafik fungsi itu! KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK/ PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN TEKNIK BENTUK INSTRUMEN CONTOH INSTRUMEN Tes tulis Tes isian Suatu fungsi ditentukan dengan rumus f(x) = 12 3x. Tentukan: a. rumus fungsi f, b. nilai f(2), c. nilai a jika f(a) = 18 Tes tulis Tes uraian a. Buatlah tabel fungsi f : x 4 3x dengan daerah asal { 3, 2, 1, 0, 1, 2, 3} b. Berdasarkan tabel tersebut, tentukan bayangan dari 1, 0 dan 1. c. Jika nilai variabel x bertambah 2, bagaimanakah nilai f(x)? Tes tulis Tes uraian Fungsi f dengan f(x) = ax + b. Jika diketahui f(4) = 7 dan f( 1) = 8, tentukan: a. nilai a dan b, c. nilai f(2). b. bentuk fungsinya, Tes tulis Tes uraian Empat orang anak Erwin, Anggi, Dinda, dan Adam. Erwin dan Anggi berbadan tinggi, anak yang lain tidak. Dinda berambut keriting, anak yang lain tidak. Anggi, Dinda, dan Adam berkulit kuning, anak yang lain tidak. a. Buatlah diagram panah yang menghubungkan setiap anak dengan sifatnya! ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR 1.6 Menghitung nilai fungsi Rumus fungsi dan nilai fungsi Tabel fungsi dan nilai perubahan fungsi Bentuk fungsi Fungsi yang terkait dengan kejadian seharihari (penerapan fungsi) Siswa membahas tentang menghitung nilai fungsi, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa membahas tentang nilai suatu fungsi, yaitu f(x) jika nilai variabel x atau anggota daerah asal berubah, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa membahas tentang menentukan bentuk fungsi f(x) = ax + b jika diketahui dua pasang nilai x n dan f(x n), dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa membahas tentang relasi atau fungsi yang terkait dengan kehidupan sehari-hari, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Menentukan rumus fungsi dan menghitung nilai suatu fungsi Menghitung nilai perubahan fungsi jika nilai variabel bebasnya berubah Menentukan bentuk fungsi jika nilai dan data fungsi diketahui Menggunakan fungsi yang terkait dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan

24 b. Siapakah yang berbadan tinggi dan berkulit kuning? c. Siapakah yang berkulit kuning tetapi berambut keriting? 1.7 Menentukan gradien, persamaan garis lurus, dan grafik persamaan garis lurus Gradien garis lurus Siswa membahas tentang kemiringan jalan raya, guru menginformasikan bahwa posisi suatu garis ditentukan oleh kemiringan garis tersebut yang disebut gradien Mengenal pengertian gradien dan menentukan gradien persamaan garis lurus Tes tulis Tes uraian, lingkungan Untuk gambar di atas, tentukanlah gradien garis-garis berikut ini! 1. Garis AB 2. Garis CD 3. Garis EF Tes tulis Tes isian Hitunglah gradien garis yang menghubungkan setiap pasangan titik-titik berikut! 1. A(4, 3) dan B(10, 7) 2. P( 5, 2) dan Q(4, 10) PENILAIAN TEKNIK BENTUK INSTRUMEN CONTOH INSTRUMEN Tes tulis Tes uraian Garis g memiliki gradien 2 3. Tentukan Gradien garis melalui dua titik Siswa membahas tentang gradien garis yang melalui dua titik, yaitu (x 1, y 1) dan (x 2, y 2), dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Menentukan gradien garis yang melalui dua titik KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK/ PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR ALOKASI WAKTU SUMBER BELAJAR Gradien garis yang saling sejajar dan saling tegak lurus Siswa mendiskusikan tentang gradien dari garis-garis yang saling sejajar dan saling tegak lurus Siswa membahas contoh-contoh penggunaan sifat gradien garis tersebut, dengan bimbingan dan pengarahan dari guru Siswa membahas tentang hubungan persamaan garis y = mx dan y = mx + c terhadap gradien dan koordinat titik potong garis tersebut dengan sumbu Y Siswa membahas tentang tabel pasangan (x, y) untuk persamaan garis y = mx dan y = mx + c, dan menggambar grafiknya pada bidang koordinat Cartesius Menentukan gradien garis yang saling sejajar dan saling tegak lurus gradien dari: a. garis k, jika sejajar dengan garis g, b. garis h, jika tegak lurus dengan garis g. Persamaan garis lurus dalam berbagai bentuk dan variabel Menggambar grafik dari persamaan garis dengan menggunakan tabel Menentukan hubungan persamaan garis y = mx dengan gradiennya Menyusun tabel pasangan nilai x dan y, dan menggambar grafiknya pada sistem koordinat Cartesius. Tes tulis Tes uraian 1. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (0, 0) dengan gradien berikut ini! a. 9 b Gambarlah garis dengan persamaan berikut dengan terlebih dahulu membuat tabel hubungan nilai x dengan y! a. y = 2x b. y = x Persamaan garis dalam bentuk y y 1 = m(x x 1) Dengan bimbingan guru, siswa membahas tentang persamaan garis yang melalui seba- Menentukan persamaan garis melalui sebuah titik dengan Tes tulis Tes uraian 1. Tentukan persamaan garis yang melalui

Jakarta,. Guru Mata Pelajaran Memeriksa / Mengetahui Kepala SMP NIP... NIP...

Jakarta,. Guru Mata Pelajaran Memeriksa / Mengetahui Kepala SMP NIP... NIP... Kompetensi Dasar : 2.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya. 2.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar. Indikator : 1. Menentukan variabel, koefisien, konstanta, dan suku sejenis. 2. Menentukan

Lebih terperinci

GLOSSARIUM. A Akar kuadrat

GLOSSARIUM. A Akar kuadrat A Akar kuadrat GLOSSARIUM Akar kuadrat adalah salah satu dari dua faktor yang sama dari suatu bilangan. Contoh: 9 = 3 karena 3 2 = 9 Anggota Himpunan Suatu objek dalam suatu himpunan B Belahketupat Bentuk

Lebih terperinci

Kegiatan Pembelajaran Instrumen. Tugas individu. Menjelaskan pengertian variabel, konstanta, suku, koefisien suku, suku

Kegiatan Pembelajaran Instrumen. Tugas individu. Menjelaskan pengertian variabel, konstanta, suku, koefisien suku, suku Silabus Jenjang : SMP dan MTs Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII Semester : 1 Standar Kompetensi : ALJABAR 2. Memahami bentuk aljabar, dan Kompetensi Dasar Materi Ajar Kegiatan Pembelajaran Indikator

Lebih terperinci

Ely Purnamasari (2008.V.I.0019) Kd. Winda Mahayanti (2008.V.I.0027) Pend. Matematika IKIP PGRI BALI

Ely Purnamasari (2008.V.I.0019) Kd. Winda Mahayanti (2008.V.I.0027) Pend. Matematika IKIP PGRI BALI Ely Purnamasari (2008.V.I.0019) Kd. Winda Mahayanti (2008.V.I.0027) Pend. Matematika IKIP PGRI BALI Indikator Standar Kompetensi Mamahami dan dapat melakukan operasi bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Ponco Sujatmiko MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA KREATIF Konsep dan Terapannya untuk Kelas VII SMP dan MTs Semester 1 1A Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006

Lebih terperinci

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN File asli diunduh di 8-Spensasi.blogspot.com BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN A. Bilangan Bulat I. Pengertian Bilangan bulat terdiri atas bilangan bulat positif atau bilangan asli, bilangan nol

Lebih terperinci

Kumpulan Soal Matematika VII ( BSE Dewi Nurhariyani)

Kumpulan Soal Matematika VII ( BSE Dewi Nurhariyani) Bilangan Bulat 1. Suhu sebongkah es mula-mula 5 o C. Dua jam kemudian suhunya turun 7 o C. Suhu es itu sekarang a. 12 o C c. 2 o C b. 2 o C d. 12 o C 2. Jika x lebih besar dari 1 dan kurang dari 4 maka

Lebih terperinci

Jarak pada peta (gambar) Jarak sebenarnya

Jarak pada peta (gambar) Jarak sebenarnya Indikator : 1. Menggunakan rumus skala dalam menyelesaikan soal. 2. Menentukan perbandingan dua besaran sejenis dalam bentuk sederhana. Siswa dapat: 1. Menggunakan rumus skala dalam menyelesaikan soal.

Lebih terperinci

2 PECAHAN. Kata-Kata Kunci: jenis pecahan pengurangan pecahan bentuk pecahan perkalian pecahan penjumlahan pecahan pembagian pecahan

2 PECAHAN. Kata-Kata Kunci: jenis pecahan pengurangan pecahan bentuk pecahan perkalian pecahan penjumlahan pecahan pembagian pecahan PECAHAN Sebuah gelas jika terkena getaran dapat pecah berkeping-keping. Bagian pecahannya lebih kecil daripada ketika gelas masih utuh. Menurut kalian, samakah jumlah seluruh pecahan gelas dengan satu

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah :... Kelas : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika Semester : I (satu) BILANGAN Standar : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan

Lebih terperinci

INFORMASI PENTING. No 1 Bilangan Bulat. 2 Pecahan Bentuk pecahan campuran p dapat diubah menjadi pecahan biasa Invers perkalian pecahan adalah

INFORMASI PENTING. No 1 Bilangan Bulat. 2 Pecahan Bentuk pecahan campuran p dapat diubah menjadi pecahan biasa Invers perkalian pecahan adalah No RUMUS 1 Bilangan Bulat Sifat penjumlahan bilangan bulat a. Sifat tertutup a + b = c; c juga bilangan bulat b. Sifat komutatif a + b = b + a c. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) d. Mempunyai

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Umi Salamah MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Membangun Kompetensi MATEMATIKA untuk Kelas VII SMP dan MTs 1 Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Ponco Sujatmiko MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA KREATIF Konsep dan Terapannya untuk Kelas VIII SMP dan MTs Semester 1 2A Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006

Lebih terperinci

SILABUS. KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Bilangan Bulat dan Pecahan. pecahan Menyatakan bilangan dalam bentuk

SILABUS. KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Bilangan Bulat dan Pecahan. pecahan Menyatakan bilangan dalam bentuk SILABUS MATA PELAJARAN KELAS : MATEMATIKA : VII TAHUN PELAJARAN : 2016 / 2017 ALOKASI WAKTU : 5 JP / MINGGU KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Bilangan Bulat dan Pecahan 3.1 Menjelaskan

Lebih terperinci

Sumber: Kamus Visual, 2004

Sumber: Kamus Visual, 2004 1 BILANGAN BULAT Pernahkah kalian memerhatikan termometer? Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu zat. Pada pengukuran menggunakan termometer, untuk menyatakan suhu di bawah 0

Lebih terperinci

MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA

MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN MATEMATIKA Bilangan dan Aljabar untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR Pada arena balap mobil, sebuah mobil balap mampu melaju dengan kecepatan (x + 10) km/jam selama 0,5 jam. Berapakah kecepatannya jika jarak yang ditempuh mobil tersebut 00

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika

SILABUS PEMBELAJARAN. Sekolah :... : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah :... Kelas : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika Semester : I (satu) BILANGAN Standar : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan

Lebih terperinci

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN

BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN BAB I BILANGAN BULAT dan BILANGAN PECAHAN A. Bilangan Bulat I. Pengertian Bilangan bulat terdiri atas bilangan bulat positif atau bilangan asli, bilangan nol dan bilangan bulat negatif. Bilangan bulat

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah :... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VIII (Delapan) Semester : 1 (Satu) Standar Kompetensi : 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan

Lebih terperinci

FAKTORISASI SUKU ALJABAR

FAKTORISASI SUKU ALJABAR 1 FAKTORISASI SUKU ALJABAR Pernahkah kalian berbelanja di supermarket? Sebelum berbelanja, kalian pasti memperkirakan barang apa saja yang akan dibeli dan berapa jumlah uang yang harus dibayar. Kalian

Lebih terperinci

matematika Wajib Kelas X PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-13 A. DEFINISI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

matematika Wajib Kelas X PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-13 A. DEFINISI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-3 Kelas X matematika Wajib PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut.. Memahami definisi dan solusi persamaan linear

Lebih terperinci

Bab. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Pengertian SPLDV Penyelesaian SPLDV Penerapan SPLDV

Bab. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Pengertian SPLDV Penyelesaian SPLDV Penerapan SPLDV Bab Sumb er: Science Encylopedia, 1997 Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Harga 3 buku tulis dan pensil adalah Rp13.00,00, sedangkan harga 5 buku tulis dan pensil adalah Rp15.000,00. Dapatkah kamu menghitung

Lebih terperinci

Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen. Tugas individu. Memberikan contoh bilangan bulat.

Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen. Tugas individu. Memberikan contoh bilangan bulat. Silabus Jenjang : SMP dan MTs Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII Semester : 1 Standar Kompetensi : BILANGAN 1. Memahami sifat-sifat dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Materi

Lebih terperinci

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. Indikator, menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Indikator Soal, menentukan hasil operasi campuran bilangan

Lebih terperinci

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2004/2005

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2004/2005 Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Perhatikan himpunan di bawah ini! A = {bilangan prima kurang dari 11} B = { 1 < 11, bilangan ganjil} C = {semua faktor dari 12}

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL SMP/MTs

UJIAN NASIONAL SMP/MTs UJIAN NASIONAL SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008 Mata Pelajaran Jenjang : Matematika : SMP/MTs MATA PELAJARAN Hari/Tanggal : Selasa, 6 Mei 2008 Jam : 08.00-10.00 WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM 1. Isikan

Lebih terperinci

fungsi Dan Grafik fungsi

fungsi Dan Grafik fungsi fungsi Dan Grafik fungsi Suatu fungsi adalah pemadanan dua himpunan tidak kosong dengan pasangan terurut (x, y) dimana tidak terdapat elemen kedua yang berbeda. Fungsi (pemetaan) himpunan A ke himpunan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KISI-KISI UJIAN SEMESTER GANJIL TAHUN 2016/2017

PENGEMBANGAN KISI-KISI UJIAN SEMESTER GANJIL TAHUN 2016/2017 PENGEMBANGAN KISI-KISI UJIAN SEMESTER GANJIL TAHUN 2016/2017 Jenis Sekolah : SMP Waktu : 90 menit Mata Pelajaran : Matematika Banyak soal : 25/5 Kelas : VII Pembuat Soal : Tim Kurikulum : KTSP Bentuk Soal

Lebih terperinci

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs PAKET CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. * Kemampuan yang diuji. Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat.

Lebih terperinci

Free-download

Free-download PREDIKSI UJIAN NASIONAL TAHUN 2008/2009 I. Standar Kompetensi Menggunakan konsep operasi hitung dan sifat-sifat bilangan, perbandingan, aritmetika sosial, barisan bilangan, serta penggunaannya dalam pemecahan

Lebih terperinci

Silabus. Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GANJIL

Silabus. Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GANJIL Silabus Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GANJIL Sandar Kompetensi:. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma Kompetensi

Lebih terperinci

Identitas, bilangan identitas : adalah bilangan 0 pada penjumlahan dan 1 pada perkalian.

Identitas, bilangan identitas : adalah bilangan 0 pada penjumlahan dan 1 pada perkalian. Glosarium A Akar pangkat dua : akar pangkat dua suatu bilangan adalah mencari bilangan dari bilangan itu, dan jika bilangan pokok itu dipangkatkan dua akan sama dengan bilangan semula; akar kuadrat. Asosiatif

Lebih terperinci

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. * Kemampuan yang Diuji Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat

Lebih terperinci

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs PAKET CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. * Kemampuan yang diuji. Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat.

Lebih terperinci

Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit CV. Usaha

Lebih terperinci

Ringkasan Materi Soal-soal dan Pembahasan MATEMATIKA. SD Kelas 4, 5, 6

Ringkasan Materi Soal-soal dan Pembahasan MATEMATIKA. SD Kelas 4, 5, 6 Ringkasan Materi Soal-soal dan Pembahasan MATEMATIKA SD Kelas 4, 5, 6 1 Matematika A. Operasi Hitung Bilangan... 3 B. Bilangan Ribuan... 5 C. Perkalian dan Pembagian Bilangan... 6 D. Kelipatan dan Faktor

Lebih terperinci

2. Suku-suku sejenis Suku-suku sejenis adalah suku-suku yang mempunyai variabel dan bilangan pangkat dari variabel tersebut sama.

2. Suku-suku sejenis Suku-suku sejenis adalah suku-suku yang mempunyai variabel dan bilangan pangkat dari variabel tersebut sama. A. OPERASI BENTUK ALJABAR 1. Pengertian suku, koefisien, variabel, dan konstanta bentuk aljabar Bentuk 8x + 17 merupakan bentuk aljabar dengan x sebagai variabel, 8 sebagai koefisien, dan 17 adalah konstant

Lebih terperinci

BIMBINGAN TEKNIS UJIAN NASIONAL TAHUN 2010 PENGEMBANGAN SOAL-SOAL TERSTANDAR. Oleh: R. Rosnawati

BIMBINGAN TEKNIS UJIAN NASIONAL TAHUN 2010 PENGEMBANGAN SOAL-SOAL TERSTANDAR. Oleh: R. Rosnawati BIMBINGAN TEKNIS UJIAN NASIONAL TAHUN 010 PENGEMBANGAN SOAL-SOAL TERSTANDAR A. Pendahuluan Oleh: R. Rosnawati Yang menjadi landasan atau dasar pelaksanaan Ujian Nasional (UN) adalah sebagai berikut: a)

Lebih terperinci

Dari gambar jaring-jaring kubus di atas bujur sangkar nomor 6 sebagai alas, yang menjadi tutup kubus adalah bujur sangkar... A. 1

Dari gambar jaring-jaring kubus di atas bujur sangkar nomor 6 sebagai alas, yang menjadi tutup kubus adalah bujur sangkar... A. 1 1. Diketahui : A = { m, a, d, i, u, n } dan B = { m, e, n, a, d, o } Diagram Venn dari kedua himpunan di atas adalah... D. A B = {m, n, a, d} 2. Jika P = bilangan prima yang kurang dari Q = bilangan ganjil

Lebih terperinci

PERSAMAAN, FUNGSI DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT

PERSAMAAN, FUNGSI DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) PERSAMAAN, FUNGSI DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.Pd MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X Created By Ita Yuliana

Lebih terperinci

BAB 5 TEOREMA SISA. Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah. Kompetensi Dasar

BAB 5 TEOREMA SISA. Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah. Kompetensi Dasar Standar Kompetensi BAB 5 TEOREMA SISA Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah. Kompetensi Dasar Menggunakan algoritma pembagian sukubanyak untuk menentukan hasil bagi dan sisa pembagian

Lebih terperinci

Matematika Semester IV

Matematika Semester IV F U N G S I KOMPETENSI DASAR Mendeskripsikan perbedaan konsep relasi dan fungsi Menerapkan konsep fungsi linear Menggambar fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi trigonometri

Lebih terperinci

MODUL ALJABAR Untuk SMP/MTSN

MODUL ALJABAR Untuk SMP/MTSN MODUL ALJABAR Untuk SMP/MTSN 1 Pendahuluan Aljabar merupakan bahasa simbol dan relasi. Dalam kehidupan seharihari aljabar seringkali digunakan tanpa memperdulikan apa pengertian aljabar tersebut. Dalam

Lebih terperinci

MBS - DTA. Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI. SMK Muhammadiyah 3 Singosari

MBS - DTA. Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI. SMK Muhammadiyah 3 Singosari MBS - DTA Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI SMK Muhammadiyah Singosari SERI : MBS-DTA FUNGSI STANDAR KOMPETENSI Siswa mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi, persamaan fungsi linear dan fungsi

Lebih terperinci

BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS 5 SEMESTER I

BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS 5 SEMESTER I BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS 5 SEMESTER I Oleh: Sri Subiyanti NIP 19910330 201402 2 001 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PATI KECAMATAN JAKEN SEKOLAH DASAR NEGERI MOJOLUHUR 2015 I. Tinjauan Umum A. Standar Kompetensi

Lebih terperinci

0 bocormatematika.wordpress.com. Oleh: TIM Guru MATEMATIKA MA Negeri Purbalingga

0 bocormatematika.wordpress.com. Oleh: TIM Guru MATEMATIKA MA Negeri Purbalingga 0 bocormatematika.wordpress.com Oleh: TIM Guru MATEMATIKA MA Negeri Purbalingga BAB I BILANGAN A. Bilangan Bulat Bilangan bulat diberi lambang B terdiri dari bilangan bulat positif, nol, dan bilangan bulat

Lebih terperinci

BILANGAN CACAH. b. Langkah 1: Jumlahkan angka satuan (4 + 1 = 5). tulis 5. Langkah 2: Jumlahkan angka puluhan (3 + 5 = 8), tulis 8.

BILANGAN CACAH. b. Langkah 1: Jumlahkan angka satuan (4 + 1 = 5). tulis 5. Langkah 2: Jumlahkan angka puluhan (3 + 5 = 8), tulis 8. BILANGAN CACAH a. Pengertian Bilangan Cacah Bilangan cacah terdiri dari semua bilangan asli (bilangan bulat positif) dan unsur (elemen) nol yang diberi lambang 0, yaitu 0, 1, 2, 3, Bilangan cacah disajikan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Program : X (Sepuluh) / Akuntansi dan Penjualan Semester : Ganjil Standar Kompetensi : 1. Memecahkan masalah

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi : 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi : 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : X (Sepuluh) / Ganjil Standar Kompetensi : 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat,

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN No : 1 Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII /1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN No : 1 Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VIII /1 RENCANA PELASANAAN PEMBELAJARAN No : 1 Mata Pelajaran : Matematika elas / Semester : V /1 Alokasi : 4 jam pelajaran A. Standar ompetensi : 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis

Lebih terperinci

KETIDAKSAMAAN. A. Pengertian

KETIDAKSAMAAN. A. Pengertian A. Pengertian KETIDAKSAMAAN Ketidaksamaan dinotasikan dengan 1. < (lebih Kecil 2. ( lebih kecil atau sama dengan)) 3. > ( lebih besar) 4. ( lebih besar atau sama dengan) Tanda di atas digunakan untuk membuat

Lebih terperinci

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik. Tugas individu.

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik. Tugas individu. SILABUS NAMA SEKOLAH : MATA PELAJARAN : Matematika KELAS : X STANDAR KOMPETENSI : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan real. KODE KOMPETENSI : ALOKASI WAKTU : 57 x 45 Kompetensi

Lebih terperinci

Bab 3. Persamaan Garis Lurus. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar,persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.

Bab 3. Persamaan Garis Lurus. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar,persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel. Bab Persamaan Garis Lurus Standar Kompetensi Memahami bentuk aljabar,persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel. Kompetensi Dasar 1.1. Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya. 1.. Melakukan

Lebih terperinci

MODUL ALJABAR. February 3, 2006

MODUL ALJABAR. February 3, 2006 MODUL ALJABAR February 3, 2006 1 Pendahuluan Aljabar merupakan bahasa simbol dan relasi. Dalam kehidupan seharihari aljabar seringkali digunakan tanpa memperdulikan apa pengertian aljabar tersebut. Dalam

Lebih terperinci

Faktorisasi Bentuk Aljabar

Faktorisasi Bentuk Aljabar Faktorisasi Bentuk Aljabar Satuan Pendidikan Bidang Study Kelas / Semester : SMP. N 2 Jatipuro : MATEMATIKA : VIII / I 1. STANDAR KOMPETENSI Memahami bentuk aljabar. 2. KOMPETENSI DASAR 1.1 Melakukan operasi

Lebih terperinci

Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam Pemecahan Masalah

Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam Pemecahan Masalah Bab 1 Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat dalam Pemecahan Masalah Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat: 1. menguasai sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat,. menjumlahkan

Lebih terperinci

Bab. Faktorisasi Aljabar. A. Operasi Hitung Bentuk Aljabar B. Pemfaktoran Bentuk Aljabar C. Pecahan dalam Bentuk Aljabar

Bab. Faktorisasi Aljabar. A. Operasi Hitung Bentuk Aljabar B. Pemfaktoran Bentuk Aljabar C. Pecahan dalam Bentuk Aljabar Bab Sumber: Science Encylopedia, 997 Faktorisasi Aljabar Masih ingatkah kamu tentang pelajaran Aljabar? Di Kelas VII, kamu telah mengenal bentuk aljabar dan juga telah mempelajari operasi hitung pada bentuk

Lebih terperinci

PROGRAM PEMBELAJARAN KELAS VII SEMESTER I. Mata Pelajaran : Matematika

PROGRAM PEMBELAJARAN KELAS VII SEMESTER I. Mata Pelajaran : Matematika PROGRAM PEMBELAJARAN KELAS VII SEMESTER I Mata Pelajaran : Matematika 191 PROGRAM SEMESTER TAHUN PELAJARAN 20 / 20 Nama Sekolah : Kelas/ Semester : VII/1 Mata Pelajaran : Matematika Aspek : BILANGAN Standar

Lebih terperinci

Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Nasional Secara Nasional

Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Nasional Secara Nasional Rekap Nilai Ujian Nasional tahun 2011 Pada tahun 2011 rata-rata nilai matematika 7.31, nilai terendah 0.25, nilai tertinggi 10, dengan standar deviasi sebesar 1.57. Secara rinci perolehan nilai Ujian Nasional

Lebih terperinci

SILABUS. Standar Kompetensi : 1. Melakukan pengerjaan hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah. 1.2 Menggunakan. pengerjaan hitung bilangan

SILABUS. Standar Kompetensi : 1. Melakukan pengerjaan hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah. 1.2 Menggunakan. pengerjaan hitung bilangan 1 SILABUS Standar Kompetensi : 1. Melakukan pengerjaan bilangan bulat dalam pemecahan masalah. Kegiatan Indikator Dasar 1.1Melakukan Pengerjaan pengerjaan bilangan bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya,

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 DAFTAR NILAI SISWA

LAMPIRAN 1 DAFTAR NILAI SISWA LAMPIRAN LAMPIRAN 1 DAFTAR NILAI SISWA DAFTAR NILAI MATEMATIKA KELAS VIII A SEMESTER 1 SMP PANGUDI LUHUR TUNTANG NO NAMA Nilai Sebelum Tindakan Nilai Siklus 1 Nilai Siklus 2 1 R1 40 70 40 2 R2 45 58 90

Lebih terperinci

Kue yang bulat, Lingkungan. Garis bilangan Termometer. Tangga rumah. 1x40 menit Buku teks. Instrumen. dan kurang dari 10.

Kue yang bulat, Lingkungan. Garis bilangan Termometer. Tangga rumah. 1x40 menit Buku teks. Instrumen. dan kurang dari 10. Sekolah : Kelas : VII Mata Pelajaran : Matematika Semester : I(satu) SILABUS Standar Kompetensi : BILANGAN 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Kompetensi

Lebih terperinci

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian :

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian : 1. Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm C. 26 cm B. 52 cm D. 13 cm 2. Gambar disamping adalah persegi panjang. Salah satu sifat persegi panjang adalah

Lebih terperinci

MATEMATIKA KONSEP DAN APLIKASINYA Untuk SMP/MTs Kelas VII

MATEMATIKA KONSEP DAN APLIKASINYA Untuk SMP/MTs Kelas VII MATEMATIKA KONSEP DAN APLIKASINYA Untuk SMP/MTs Kelas VII Pengetik : Siti Nuraeni (110070009) Dewi Komalasari (110070279) Nurhasanah (110070074) Editor : Dewi Komalasari Abdul Rochmat (110070117) Tim Kreatif

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Sekolah :... Kelas : VIII (Delapan) Mata Pelajaran : Matematika Semester : I (satu) ALJABAR Standar : 1. Memahami bentuk aljabar, relasi,, dan persamaan garis lurus Indikator Kegiatan

Lebih terperinci

Komposisi fungsi dan invers fungsi. Syarat agar suatu fungsi mempunyai invers. Grafik fungsi invers

Komposisi fungsi dan invers fungsi. Syarat agar suatu fungsi mempunyai invers. Grafik fungsi invers Komposisi fungsi dan invers fungsi mempelajari Fungsi komposisi menentukan Fungsi invers terdiri dari Syarat dan aturan fungsi yang dapat dikomposisikan Nilai fungsi komposisi dan pembentuknya Syarat agar

Lebih terperinci

Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMP/MTs Kelas/Semester : VII s/d IX/ 1-2. Nama Guru :... NIP/NIK :... Sekolah :...

Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMP/MTs Kelas/Semester : VII s/d IX/ 1-2. Nama Guru :... NIP/NIK :... Sekolah :... RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMP/MTs Kelas/Semester : VII s/d IX/ 1-2 Nama Guru :... NIP/NIK :... Sekolah :... 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

SMPIT AT TAQWA Beraqidah, Berakhlaq, Berprestasi

SMPIT AT TAQWA Beraqidah, Berakhlaq, Berprestasi KISI-KISI SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 BIDANG STUDI : Matematika KELAS : 7 ( Tujuh) STANDAR KOMPETENSI / KOMPETENSI INTI : 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan

Lebih terperinci

Silabus. - Membedakan berbagai jenis bilangan yang ada. Tugas individu, tugas kelompok, kuis.

Silabus. - Membedakan berbagai jenis bilangan yang ada. Tugas individu, tugas kelompok, kuis. Silabus Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / AKUNTANSI DAN PENJUALAN Semester : GANJIL Sandar Kompetensi: 1. Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan

Lebih terperinci

C. B dan C B. A dan D

C. B dan C B. A dan D 1. Perhatikan Himpunan di bawah ini! A = {bilangan prima kurang dari 11} B = {x < x 11, x bilangan ganjil} C = {semua faktor dari 12} D = {bilangan genap antara 2 dan 14} Himpunan di atas yang ekuivalen

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA. Semester Ganjil STANDAR ISI KTSP. Nama :... Kelas :... Sekolah :...

LEMBAR KERJA SISWA. Semester Ganjil STANDAR ISI KTSP. Nama :... Kelas :... Sekolah :... LEMBAR KERJA SISWA Semester Ganjil Nama :... Kelas :... Sekolah :... STANDAR ISI KTSP Standar kompetensi : Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier dan satu variabel. Kompetensi dasar

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2004/2005

UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2004/2005 UJIAN NASIONAL SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 004/005 Mata Pelajaran : MATEMATIKA Hari/Tanggal : RABU, 8 JUNI 005 Waktu : 0 MENIT PETUNJUK UMUM. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum kamu menjawab. Tulis nomor

Lebih terperinci

FUNGSI. A. Relasi dan Fungsi Contoh: Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii)

FUNGSI. A. Relasi dan Fungsi Contoh: Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii) FUNGSI A. Relasi dan Fungsi Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii) Relasi himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang memasangkan/mengkawankan/mengkorepodensikan

Lebih terperinci

PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs DAN PEMBAHASAN

PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs DAN PEMBAHASAN PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs DAN PEMBAHASAN. * Indikator SKL : Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi tambah, kurang, kali, atau bagi pada bilangan. * Indikator Soal : Menentukan

Lebih terperinci

Bab. A. Macam-Macam Bilangan B. Operasi Hitung pada. Bilangan Riil. C. Operasi Hitung pada Bilangan Pecahan D. Konversi Bilangan

Bab. A. Macam-Macam Bilangan B. Operasi Hitung pada. Bilangan Riil. C. Operasi Hitung pada Bilangan Pecahan D. Konversi Bilangan Bab I Sumber: upload.wikimedia.org Bilangan Riil Anda telah mempelajari konsep bilangan bulat di Kelas VII. Pada bab ini akan dibahas konsep bilangan riil yang merupakan pengembangan dari bilangan bulat.

Lebih terperinci

MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 1992

MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 1992 MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 99 EBT-SMP-9-0 Diketahui: A = {m, a, d, i, u, n} dan B = {m, a, n, a, d, o} Diagram Venn dari kedua himpunan di atas A. m a d o a m o i e e I d u a a u n e m i d o m i d a u n

Lebih terperinci

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008 Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2007/2008 1. Hasil dari 1.764 + 3.375 adalah... A. 53 B. 57 C.63 D. 67 BAB VIII BILANGAN BERPANGKAT 4 2 15 1.764 3.375 4 x 4 16 1 3 1 1 64

Lebih terperinci

LEMBAR AKTIVITAS SISWA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK

LEMBAR AKTIVITAS SISWA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK Nama Siswa LEMBAR AKTIVITAS SISWA PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK : Kelas : KOMPETENSI DASAR: 3.2 Mendeskripsikan dan menganalisis konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SD Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : V/1 Standar Kompetensi : 1. Melakukan pengerjaan hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah. Kompetensi

Lebih terperinci

Bab 5 Pecahan. Penghasilan Pak Rusdi selama 1 bulan sebesar Rp ,00. bagian dari penghasilannya digunakan untuk biaya pendidikan putraputrinya,

Bab 5 Pecahan. Penghasilan Pak Rusdi selama 1 bulan sebesar Rp ,00. bagian dari penghasilannya digunakan untuk biaya pendidikan putraputrinya, Bab Pecahan? Lain-lain Pendidikan Sehari-hari Transportasi Penghasilan Pak Rusdi selama bulan sebesar Rp.000.000,00. bagian dari penghasilannya digunakan untuk biaya pendidikan putraputrinya, bagian untuk

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 8

KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 8 KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 8 Dirangkum oleh Moch. Fatkoer Rohman Website: http://fatkoer.co.cc http://zonamatematika.co,cc Email: fatkoer@gmail.com 009 Evaluasi Bab 1 Untuk nomor 1 sampai 5 pilihlah

Lebih terperinci

Perhatikan skema sistem bilangan berikut. Bilangan. Bilangan Rasional. Bilangan pecahan adalah bilangan yang berbentuk a b

Perhatikan skema sistem bilangan berikut. Bilangan. Bilangan Rasional. Bilangan pecahan adalah bilangan yang berbentuk a b 2 SISTEM BILANGAN Perhatikan skema sistem bilangan berikut Bilangan Bilangan Kompleks Bilangan Real Bilangan Rasional Bilangan Irasional Bilangan Bulat Bilangan Pecahan Bilangan bulat adalah bilangan yang

Lebih terperinci

Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat

Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat Modul 1 Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat Drs. Susiswo, M.Si. K PENDAHULUAN ompetensi umum yang diharapkan, setelah mempelajari modul ini, adalah Anda dapat memahami konsep tentang persamaan linear dan

Lebih terperinci

Bab 1. Faktorisasi Suku Aljabar. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus.

Bab 1. Faktorisasi Suku Aljabar. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. Bab 1 Faktorisasi Suku Aljabar Standar Kompetensi Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. Kompetensi Dasar 1.1 Melakukan operasi aljabar. 1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam

Lebih terperinci

BENTUK-BENTUK ALJABAR

BENTUK-BENTUK ALJABAR BENTUK-BENTUK ALJABAR (Pembelajaran Matematika SMP) Oleh : H. Karso FPMIPA UPI A. Kalimat Matematika dalam Bentuk Aljabar Serta Unsur-unsurnya Dalam pelajaran matematika pengertian kalimat matematika dibedakan

Lebih terperinci

FUNGSI DAN PERSAMAAN LINEAR. EvanRamdan

FUNGSI DAN PERSAMAAN LINEAR. EvanRamdan FUNGSI DAN PERSAMAAN LINEAR TEORI FUNGSI Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel (terikat dan bebas), koefisien dan

Lebih terperinci

NAMA : KELAS : SMA TARAKANITA 1 JAKARTA theresiaveni.wordpress.com

NAMA : KELAS : SMA TARAKANITA 1 JAKARTA theresiaveni.wordpress.com 1 NAMA : KELAS : 2 KOMPOSISI FUNGSI DAN FUNGSI INVERS Contoh: Manakah yang merupakan fungsi/pemetaan dan manakah yang bukan fungsi? (i) (ii) (iii) Relasi himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang memasangkan/mengkawankan/mengkorepodensikan

Lebih terperinci

Tidak diperjualbelikan

Tidak diperjualbelikan MATEMATIKA KATA PENGANTAR Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 153/U/003, tanggal 14 Oktober 003, tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 003/004, antara lain menetapkan bahwa dalam pelaksanaan

Lebih terperinci

Faktorisasi Suku Aljabar

Faktorisasi Suku Aljabar Bab 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini siswa diharapkan mampu: Menjelaskan pengertian koe sien, variabel, konstanta, suku satu, suku dua, dan suku banyak; Menyelesaikan masalah operasi tambah,

Lebih terperinci

Latihan Soal Persiapan UAS 1 Matematika Kelas 8 SMP 2017/2018 [1]

Latihan Soal Persiapan UAS 1 Matematika Kelas 8 SMP 2017/2018 [1] Latihan Soal Persiapan UAS Matematika Kelas 8 SMP 07/08 [] I. Pilihlah jawaban yang paling tepat. Koefisien dan konstanta dari persamaan adalah. Suku-suku sejenis dari bentuk aljabar adalah... 3. Bentuk

Lebih terperinci

PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs. * Kemampuan yang diuji. Menghitung hasil operasi tambah, kurang, kali dan bagi pada bilangan bulat Menentukan hasil operasi campuran bilangan bulat.

Lebih terperinci

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) 0 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS : XII KELOMPOK : TEKNOLOGI, PERTANIAN DAN KESEHATAN BENTUK & JMl : PILIHAN GANDA = 35 DAN URAIAN = 5 WAKTU :

Lebih terperinci

PENDAHULUAN KALKULUS

PENDAHULUAN KALKULUS . BILANGAN REAL PENDAHULUAN KALKULUS Ada beberapa jenis bilangan ang telah kita kenal ketika di bangku sekolah. Bilangan-bilangan tersebut adalah bilangan asli, bulat, cacah, rasional, irrasional. Tahu

Lebih terperinci

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII ( 1 ) SEMESTER I

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII ( 1 ) SEMESTER I KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII ( 1 ) SEMESTER I 16 KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN: MATEMATIKA Sekolah : SMP/MTs... Kelas : VII Semester : I

Lebih terperinci

MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : ALJABAR

MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : ALJABAR MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : ALJABAR STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 2. Memahami operasi bentuk aljabar, konsep persamaan dan pertidaksamaan linear, persamaan

Lebih terperinci

Silabus. 1 Sistem Bilangan Real. 2 Fungsi Real. 3 Limit dan Kekontinuan. Kalkulus 1. Arrival Rince Putri. Sistem Bilangan Real.

Silabus. 1 Sistem Bilangan Real. 2 Fungsi Real. 3 Limit dan Kekontinuan. Kalkulus 1. Arrival Rince Putri. Sistem Bilangan Real. Silabus 1 2 3 Referensi E. J. Purcell, D. Varberg, and S. E. Rigdon, Kalkulus, Jilid 1 Edisi Kedelapan, Erlangga, 2003. Penilaian 1 Ujian Tengah Semester (UTS) : 30 2 Ujian Akhir Semester (UAS) : 20 3

Lebih terperinci

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 103 JAKARTA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 103 JAKARTA PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 103 JAKARTA SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN) Jl. RA Fadillah Komp. Kopassus Cijantung Telp. 8400005,

Lebih terperinci

ARITMETIKA SOSIAL DAN PERBANDINGAN

ARITMETIKA SOSIAL DAN PERBANDINGAN ARITMETIKA SOSIAL DAN PERBANDINGAN (Pembelajaran Matematika SMP) Oleh : H. Karso FPMIPA UPI A. Aritmetika Sosial Pada zaman dahulu kala apabila seseorang ingin membeli suatu barang, maka ia harus menyediakan

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 7

KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 7 KUMPULAN SOAL MATEMATIKA SMP KELAS 7 Dirangkum oleh Moch. Fatkoer Rohman Website: http://fatkoer.co.cc http://zonamatematika.co.cc Email: fatkoer@gmail.com EVALUASI MANDIRI A. SOAL PILIHAN GANDA. Pilih

Lebih terperinci