Prosedur tersebut bisa digambarkan sbb.:

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Karena penyelesaian partikular tidak diketahui, maka diadakan subtitusi: = = +

Transformasi Laplace Peninjauan kembali variabel kompleks dan fungsi kompleks Variabel kompleks Fungsi Kompleks

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

FOURIER April 2013, Vol. 2, No. 1, APLIKASI TRANSFORMASI LAPLACE PADA RANGKAIAN LISTRIK

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Kebalikan Transformasi Laplace

BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR

integral = 2 . Setiap fungsi ini memiliki turunan ( ) = adalah ( ) = 6 2.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TEKNIK RANGKAIAN LISTRIK DAN SISTEM LINIER KODE : IT014230/D3 TK

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik. Tugas individu.

KATA PENGANTAR. Penulis

PERSAMAAN DIFERENSIAL I PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

PENERAPAN TRANSFORMASI LAPLACE DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN DIFERENSIAL LINEAR PADA RANGKAIAN SERI RLC SKRIPSI SITI FATIMAH AISYAH

BAB V PERSAMAAN LINEAR TINGKAT TINGGI (HIGHER ORDER LINEAR EQUATIONS) Persamaan linear tingkat tinggi menarik untuk dibahas dengan 2 alasan :

Invers Transformasi Laplace

ANALISIS METODE DEKOMPOSISI SUMUDU DAN MODIFIKASINYA DALAM MENENTUKAN PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL NONLINEAR

a 2 e. 7 p 7 q 7 r 7 3. a. 8p 3 c. (2 14 m 3 n 2 ) e. a 10 b c a. Uji Kompetensi a. a c. x 3. a. 29 c. 2

KED INTEGRAL JUMLAH PERTEMUAN : 2 PERTEMUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: Materi : 7.1 Anti Turunan. 7.2 Sifat-sifat Integral Tak Tentu KALKULUS I

BAB 4 MODEL RUANG KEADAAN (STATE SPACE)

1 BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI LAPLACE. Kristo Dantes Lingga 1, Abil Mansyur 2.

BAB 1 PERSAMAAN. a) 2x + 3 = 9 a) 5 = b) x 2 9 = 0 b) = 12 c) x = 0 c) 2 adalah bilangan prima genap d) 3x 2 = 3x + 5

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Persamaan Diferensial Orde II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.

Transformasi Laplace BDA, RYN MATERI KULIAH KALKULUS TEP FTP UB

48. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunalaras (SMALB E) A. Latar Belakang

Penggunaan Bilangan Kompleks dalam Pemrosesan Signal

BAB II AKAR-AKAR PERSAMAAN

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi : 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.

TUGAS MANDIRI KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA Tahun Ajaran 2016/2017

BAB II PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

Pendahuluan Elektromagnetika

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LIMIT FUNGSI. A. Menentukan Limit Fungsi Aljabar A.1. Limit x a Contoh A.1: Contoh A.2 : 2 4)

MODUL 1. Teori Bilangan MATERI PENYEGARAN KALKULUS

SD kelas 4 - MATEMATIKA PECAHAN (K13 REVISI 2016)UJI KOMPETENSI PECAHAN (K13 REVISI 2016)

EKSPONEN DAN LOGARITMA

Transformasi Laplace

44. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)

Bentuk Pangkat, Akar dan Logaritma

BAB III RANGKAIAN LOGIKA

NO.SOAL SKOR TINGKAT KESUKARAN. NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR SOAL BENTUK SOAL 1 Matematika Wajib. Uraian

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Model Matematik Sistem Elektromekanik

Sistem Bilangan Kompleks (Bagian Pertama)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi

BILANGAN KOMPLEKS. Dimana cara penyelesaiannya dengan menggunakan rumus abc, yang menghasilkan dua akar sekaligus ..(4)

digunakan untuk menyelesaikan integral seperti 3

Silabus. - Membedakan berbagai jenis bilangan yang ada. Tugas individu, tugas kelompok, kuis.

09. Mata Pelajaran Matematika

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB III RANGKAIAN LOGIKA

PENERAPAN KONSEP SPL DAN MATRIKS DALAM MENENTUKAN TEGANGAN DAN ARUS LISTRIK PADA TIAP-TIAP RESISTOR

Fungsi F disebut anti turunan (integral tak tentu) dari fungsi f pada himpunan D jika. F (x) = f(x) dx dan f (x) dinamakan integran.

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi

BAB II KAJIAN TEORI. pada penulisan bab III. Materi yang diuraikan berisi tentang definisi, teorema, dan

KERANGKA BAHAN AJAR. Mata Kuliah : Sistem Linier Semester: 3 Kode: TE-1336 sks: 3 Jurusan : Teknik Elektro Dosen: Yusuf Bilfaqih

09. Mata Pelajaran Matematika

BAB I PERTIDAKSAMAAN RASIONAL, IRASIONAL & MUTLAK

TEKNIK PENGINTEGRALAN

BILANGAN KOMPLEKS. Dimana cara penyelesaiannya dengan menggunakan rumus abc, yang menghasilkan dua akar sekaligus ..(4)

Penyelesaian SPL dalam Rangkaian Listrik

Penerapan Bilangan Kompleks pada Rangkaian RLC

BAB II PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA(PDB) ORDE SATU

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 2. RANGKAIAN LISTRIK DAN SUMBER ENERGI LISTRIKLatihan Soal 2.4

Limit Fungsi. semua x bilangan real, kecuali x = 2

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SMA Jenjang Dasar Tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika

FUNGSI-FUNGSI INVERS

Silabus. Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GANJIL

Bab I. Bilangan Kompleks

MATEMATIKA SMK TEKNIK LIMIT FUNGSI : Limit Fungsi Limit Fungsi Aljabar Limit Fungsi Trigonometri

Matematikawan Abad XVII-XIX yang Membuat Perubahan. Hendra Gunawan 2016

Silabus. Tugas individu, tugas kelompok, kuis.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Bil Riil. Bil Irasional. Bil Bulat - Bil Bulat 0 Bil Bulat + maka bentuk umum bilangan kompleks adalah

Bab 2 TEORI DASAR. 2.1 Model Aliran Panas

PENGANTAR MATEMATIKA TEKNIK 1. By : Suthami A

Persamaan Diferensial Orde Satu

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X ( 1 ) SEMESTER I

BAB II LANDASAN TEORI. eigen dan vektor eigen, persamaan diferensial, sistem persamaan diferensial, titik

Bab 7 Persamaan Differensial Orde-2 Non Homogen

Pertemuan Kesatu. Matematika III. Oleh Mohammad Edy Nurtamam, S.Pd., M.Si. Page 1.

22. MATEMATIKA SMA/MA (PROGRAM IPA)

Fakultas Teknik UNY Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif INTEGRASI FUNGSI. 0 a b X A. b A = f (X) dx a. Penyusun : Martubi, M.Pd., M.T.

BAB I PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA ORDE SATU

BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

BILANGAN DAN KETERBAGIAN BILANGAN BULAT

BAB VII MATRIKS DAN SISTEM LINEAR TINGKAT SATU

SILABUS PENGALAMAN BELAJAR ALOKASI WAKTU

Kata Pengantar. Terima kasih atas kesediaan Bapak atau Ibu guru yang menggunakan buku Matematika Aplikasi SMA Kelas X XII. Hormat kami, Tim Penyusun

Matakuliah Hitung Keuangan (MKMAT4221) 3/21/2016 Aswad 2016

KISI-KISI UN MATEMATIKA SMK 2015/2016

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATEMATIKA TEKNIK

Transkripsi:

Transformasi Laplace Ditemukan oleh Pierre-Simon Marquis de Laplace (1749-1827), pakar matematika dan astronomi Perancis. Prinsipnya mentransformasi sinyal/sistem kontinyu dari ranah waktu ke ranah-s Mirip dengan transformasi Fourier, hanya jw digantikan oleh s.

Tujuan Transformasi Laplace digunakan untuk menyelesaikan suatu persamaan diferensial (PD) yang rumit dan persoalan nilai awal. Prosedur utama dalam penyelesaiannya adalah: 1. Mentransformasi (Laplace) persamaan diferensial yang sulit menjadi persamaan yang lebih sederhana yang disebut persamaan pengganti. 2. Menyelesaikan persamaan pengganti dengan manipulasi/perhitungan aljabar biasa. 3. Mentransformasikan kembali (invers Laplace) solusi dari persamaan pengganti untuk mendapatkan solusi dari persamaan semula.

Prosedur tersebut bisa digambarkan sbb.:

Proses transformasi Laplace pada prinsipnya sama dengan proses penggunaan logaritma (ingat, logaritma adalah merupakan bentuk transformasi juga). Penggunaan logaritma akan menyederhanakan operasioperasi seperti perkalian, pembagian, pangkat, akar, dlsb.

Contoh : Misalkan kita ingin menghitung perkalian dari dua bilangan 25.735 dan 15.147 dengan menggunakan logaritma. Maka yang pertama dilakukan adalah mentransformasikan kedua bilangan ini dengan mengambil nilai logaritmanya. log (25.735) = 1,4105 ; log (15.147) = 1.1803 Hasilnya dijumlahkan : 1,4105 + 1.1803 = 2.5908 Lalu dilakukan proses transformasi balik (inverse transformation) dengan mengambil nilai antilogaritmanya : 10 2.5908 = 389.7624 Hasilnya merupakan perkalian dari dua bilangan yang diinginkan. Waktu yang diperlukan untuk melakukan manipulasi logaritma pada umumnya lebih cepat dibanding perkalian langsung.

Proses penyelesaian persamaan diferensial menggunakan transformasi Laplace : s

Langkah-langkah : Dari persamaan diferensial yang diberikan, dicari nilai transformasi Laplace yang bersesuaian dari tabel transformasi Laplace. Kondisi awal disisipkan dan transformasi yang telah didapat dimanipulasikan lagi secara aljabar sehingga menghasilkan nilai yang telah direvisi. Akhirnya ditentukan inverse transformasi Laplace dari nilai yang telah direvisi, juga dengan menggunakan tabel. Merupakan nilai yang diinginkan. Pada umumnya, cara dengan transformasi Laplace sangat menghemat waktu jika dibandingkan dengan cara konvensional.

Transformasi Laplace f(t) yang Umum Dijumpai Transformasi Laplace dari fungsi f(t) : (3.1) Di mana s merupakan bilangan kompleks dengan nilai s = s + jw. Simbol menunjukkan transformasi Laplace dari. Tidak semua fungsi f(t) bisa ditransformasikan ke dalam Laplace. Sebuah fungsi dapat ditransformasikan ke dalam Laplace jika : untuk s 1 positip dan real (3.2)

Tabel Transformasi Laplace

Tabel Transf. Laplace

Tabel Sifat Transf. Laplace

Contoh :

Contoh :

Contoh : 3.

Contoh : 4.

lain

Penyederhanaan Laplace pada komponen

Langkah untuk mengaplikasikan transformasi Laplace dalam menyelesaikan masalah rangkaian listrik : 1. Tentukan persamaan diferensial dalam ranah t dari rangkaian listrik dengan menggunakan hukum Ohm atau hukum Kirchoff; 2. Bentuk persamaan pembantu dalam ranah s dengan menggunakan transformasi Laplace; 3. Substitusikan nilai awal atau syarat batas yang diberikan (kalau ada) ke dalam persamaan pembantu; 4. Selesaikan persamaan pembantu dengan perhitungan aljabar, termasuk dengan metode jumlahan pecahan parsial; 5. Finalisasi menggunakan invers transformasi Laplace untuk menentukan solusi akhir.

Penyederhanaan Laplace pada komponen

Penyederhanaan Laplace pada komponen

Contoh-Contoh dalam Rangkaian Listrik Soal 1 : Tentukan besar arus yang mengalir dalam rangkaian berikut ini jika saklar ditutup pada saat t = 0. Penyelesaian : dengan menggunakan hukum Kirchoff-II diperoleh :

Jadi, besarnya arus yang mengalir adalah sebesar :

Soal 2 : Tentukan besar arus yang mengalir jika saklar ditutup pada saat t =0 dalam rangkaian berikut ini. Penyelesaian : dengan menggunakan hukum Kirchoff-II diperoleh :