BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tegalharjo 02 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 SD Negeri Tegalharjo 02 Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Metode Demontrasi dan Diskusi yang digunakan oleh Peneliti pada penelitian ini terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika di SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Kecamatan Trangkil Kota Pati kelas 2. Hal tersebut terlihat dari hasil observasi proses pembelajaran matematika. Observasi dilakukan pada guru dan siswa serta peningkatan hasil belajar matematika siswanya. Penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika dengan menggunakan metode demontrasi dan diskusi. Dalam penelitian ini peneliti juga melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Peneliti mengamati seluruh siswa kelas IV SD Negeri 2 Tegalharjo. Jumlah siswa yang diamati adalah 27 siswa. Peneliti dibantu oleh 1 observer dalam mengamati aktivitas siswa. Satu observer mengamati 10-12 siswa (4-5 kelompok). 4.2 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus I dan siklus 2, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa atau hasil belajar Matematika. Selain observasi secara langsung peneliti juga mendapatkan data melalui dokumentasi kelas. Berdasarkan hasil observasi ini peneliti mendapatkan data bahwa hasil belajar matematika kelas 2 sangat rendah. Dari tes evaluasi yang dilakukan oleh guru untuk siswa diperoleh data hasil belajar Matematika sebelum dilakukan tindakan pembelajaran yaitu sebagai berikut : 35
36 Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Pra Siklus Siswa kelas 2 SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Trangkil Tahun Pelajaran 2012/2013 No. Interval Frekuensi Persentasi 1 49 55-0 2 56 64 9 33,3 3 62 69 10 37 4 70 76 4 14,8 5 77 100 2 7,4 Jumlah 27 100% Rata-rata nilai Matematika 62,5 Nilai tertinggi Matematika 82 Nilai terendah Matematika 49 Berdasarkan tabel 4.1 dapat diuraikan dari 27 siswa yang mendapat nilai interval 56-64 ada 9 siswa atau 33,3%, interval 62-69 ada 10 siswa atau 37%, 70-76 ada 4 siswa atau 14,8%, dan interval 77-100 ada 2 siswa atau 7,4%. Dengan nilai rata-rata 62,5, sedangkan nilai tertinggi adalah 82 dan nilai terendah adalah 49. Secara lebih rinci, rekapitulasi hasil tes formatif kondisi awal dapat dilihat pada grafik 4.1 6 Rekapitulasi Hasil Belajar Matematika Pretes 4 2 0 49 55 56 62 63 69 70 76 77 83 Rekapitulasi Hasil Belajar Matematika Pretes Grafik 4.1 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Pretes Siswa Kelas 2 SDN Tegalharjo 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013
37 Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=62) data hasil belajar matematika disajikan dalam bentuk tabel. Tabel 4.2 Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Pra Siklus Siswa kelas 2 SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Trangkil Tahun Pelajaran 2012/2013 Jumlah No. Skor Ketuntasan Frekuensi Presentase (%) 1. 62 Tuntas 18 66,6 2. < 62 Belum Tuntas 9 33,3 Jumlah 27 100 Rata-rata 62,5 Dari tabel 4.2 dapat diketahui bahwa siswa yang sudah tuntas dengan nilai murni di atas KKM ada 18 siswa dan yang belum tuntas atau masih di bawah KKM ada 9 siswa. Dari analisis hasil tes pada tabel 4.2 dapat dibuat diagram lingkaran seperti berikut. Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Pra Siklus 33% 67% Tuntas Belum Tuntas Diagram 4.2 Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Pra Siklus Siswa Kelas 2 SDN Tegalharjo 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013
38 Berdasarkan diagram 4.2 hasil analisis yang digambarkan dalam bentuk diagram lingkaran terlihat jelas perbandingan pada diagram menunjukkan bahwa jumlah siswa yang sudah tuntas belajar sebesar 66,6%. Sedangkan siswa yang belum tuntas belajar sebesar 33,3%. Pembelajaran matematika tentang bangun datar masih ditemukan berbagai masalah antara lain bahwa hasil pembelajaran matematika tentang bangun datar masih kurang baik, pembelajaran masih bersifat konvesional, monoton, membosankan dan kurang bervariasi. Berdasarkan hasil observasi terlibat hasil belajar matematika sebelum dilakukan tindakan dari 27 siswa ada 9 orang peserta didik yang masih memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM = 6,5). 4.3 Rencana Tindakan 4.3.1 Siklus Pertama (5x35 menit) a. Pertemuan 1 Praktek pembelajaran pada siklus pertama dilaksanakan melalui 3 pertemuan persiapan yang dilakukan oleh peneilti sebagai berikut : 1) Guru menyebutkan contoh-contoh alat ukur panjang dengan satuan tidak baku (depa, telapak, kaki, jengkal, dan langkah kaki). Siswa diminta mengukur panjang meja dan kursi mereka masing-masing. Guru bertanya jawab tentang materi yang belum diketahui siswa. Guru bersama siswa membuat catatan/rangkuman. 2) Guru memberikan contoh cara mengukur panjang meja dengan menggunakan jengkal. Guru meminta beberapa siswa untuk maju ke depan kelas mengukur meja. Pembahasan lembar tugas. Tindak lanjut pemberian tugas rumah (latihan di rumah. 3) Siswa memperhatikan dan merespon penjelasan guru tentang pengukuran bangun datar. Siswa secara individu mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan tentang materi dan menyimpulkan materi pelajaran. Memotivasi siswa untuk meningkatkan pembalajaran.
39 Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing b. Pertemuan 2 1) Guru mengucapakan salam dan berdoa kemudian mengabsen siswa. Guru memberikan contoh benda-benda di sekitar yang panjangnya berbeda. Siswa diminta menyebutkan benda-benda di sekitar yang panjang dan pendek. Guru bertanya jawab tentang materi yang belum diketahui siswa. Guru bersama siswa membuat catatan/rangkuman. 2) Guru memberikan motivasi, mengkondisikan siswa untuk mengikuti pelajaran dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Guru menjelaskan cara membandingkan panjang benda menggunakan kata lebih panjang, lebih pendek atau satuan panjang. Siswa membandingkan panjang benda menggunakan kata lebih panjang, lebih pendek atau satuan panjang. Tindak lanjut (pemberian tugas di rumah). 3) Bertanya jawab tentang pelajaran terakhir yang dipelajari pada pertemuan berkondisikan siswa untuk mengikuti pembelajaran dan menjelaskan tujuan pembelajaran serta membahas tugas pekerjaan rumah. Siswa memperhatikan dan merespon penjelasan guru. Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan secara individu. Guru melakukan refleksi kegiatan yang sudah dilaksanakan dan menutup pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. c. Pertemuan 3 1) Guru mengucapakan salam dan berdoa kemudian mengabsen siswa. Guru memberikan contoh benda-benda di sekitar yang panjangnya berbeda. Siswa diminta menyebutkan benda-benda di sekitar yang panjang dan pendek. Guru bertanya jawab tentang materi yang belum diketahui siswa. Guru bersama siswa membuat catatan/rangkuman. 2) Guru memberikan contoh cara menggunakan alat ukur panjang baku
40 Siswa mempraktekan mengukur panjang buku dan pensil menggunakan penggaris. Hasil tindakan 1) Analisis data dari hasil belajar matematika a) Analisis data hasil belajar matematika pretes Sebelum pembelajaran matematika denagn alat peraga bangun datar dilaksanaan, siswa diberi pretes untuk bekal awal siswa tentang materi sifatsifat bangun datar (segitiga, persegi panjang, persegi, dan trapesium). b) Analisis data hasil belajar matematika siklus 1 Pembelajaran matematika pada siklus 1 dengan metode demontrasi dan diskusi pokok bahasan bangun datar dapat meningkatkan. Deskripsi hasil belajar matematika dapat dilihat pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Siklus 1 Siswa kelas 2 SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Trangkil Tahun Pelajaran 2012/2013 No. Interval Frekuensi Persentasi 1 49 55-0 2 56 64 2 14,8 3 62 69 6 22,2 4 70 76 10 37 5 77 100 9 33,3 Jumlah 27 100% Rata-rata nilai Matematika 84,14 Nilai tertinggi Matematika 100 Nilai terendah Matematika 34 Hasil belajar matematika pada siklus 1 dapat diketahui dari tabel 4.3 bahwa nilai terendah siswa adalah 34 dan nilai tertinggi siswa adalah 100. Rata-rata siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan rata-rata nilai. Peningkatan rata-rata nilai siswa sebanyak 21,64. Peningkatan rata-rata nilai dari 62,5 menjadi 84,14.
41 12 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 1 Frekuensi 10 8 6 4 2 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 1 0 49 55 56 64 62 69 70 76 77 100 Interval Grafik 4.3 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 1 Siswa Kelas 2 SDN Tegalharjo 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=62) data hasil belajar matematika disajikan dalam bentuk table dapat dilihat pada Tabel 4.4 Tabel 4.4 Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siklus 1 Siswa kelas 2 SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Trangkil Tahun Pelajaran 2012/2013 No. Skor Ketuntasan Jumlah Frekuensi Presentase (%) 1. 62 Tuntas 23 85,2 2. < 62 Belum Tuntas 4 14,8 Jumlah 27 100 Rata-rata 84,14 Tabel 4.4 mendeskripsikan distribusi atau sebaran hasil belajar matematika siklus 1 sebanyak 27 siswa kelas 2 SD Negeri Tegalharjo 02 Pati. Dapat dilihat bahwa siswa yang mendapat nilai dibawah <62 ada 4 siswa, dan yang mendapat nilai >62 ada 23 siswa. Berdasarkan sebaran hasil belajar matematika siklus 1, jika dituangkan dalam bentuk diagram dapat dilihat pada diagram 4.2. dibawah ini.
42 Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siklus 1 15% Tuntas 85% Belum Tuntas Diagram 4.4 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 1 Siswa Kelas 2 SDN Tegalharjo 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 Pada diagram 4.2 setelah dilakukan evaluasi dapat dilihat, bahwa siswa yang sudah tuntas belajar atau mendapat nilai di atas KKM atau 62 sebanyak 23 siswa atau 85,2% dari jumlah siswa. Sedangkan siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 4 siswa atau 14,8% dari jumlah siswa dengan nilai 34-60. 2) Analisis data dari hasil observasi Analisis data berdasarkan hasil observasi/pengamatan berasal dari hasil observasi terhadap siswa dan guru. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan kepada siswa, diketahui bahwa siswa yang aktif dalam pembelajaran matematika pada siklus 1 terdapat 9 siswa sudah aktif. Keaktifan siswa dilihat dari kegiatan diskusi, keaktifan bertanya, menjawab pertanyaan, melaporkan hasil diskusi, merumuskan masalah sementara, melaksanakan diskusi, mengungkapkan pendapat, dan menempel sifatsifat bangun datar. Hasil observasi yang dilakukan kepada guru pada siklus 1 menunjukan bahwa metode demontrasi dan diskusi dengan gambar bangun datar dalam pembelajaran matematika sudah dilaksanakan pada pertemuan 2, yang semula pada pertemuan 1 guru belum menggunakan gambar bangun datar.
43 3) Hasil belajar matematika saat pretes dan siklus 1 Berdasarkan hasil belajar matematika pada waktu pretes dan siklus 1, rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan. Saat pretes 62,5 dan saat siklus 1 meningkat menjadi 84,14. Dapat dilihat pada table 4.5. Tabel 4.5 Hasil Belajar Matematika Pretes dan Siklus 1 Nilai >62 Pretes Siklus 1 62,5% 84,14% Pada table 4.5 dapat dilihat bawha hasil belajar matematika pretes atau sebelum diberi tindakan 62,5%, sedangkan sesudah diberikan tindakan atau pada siklus 1 menjadi 84,14%, sehingga dapat kita lihat terdapat kenaikan 21.64% pada siklus 1 d. Refleksi Berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan, hasil belajar matematika sudah mengalami peningkatan. Tetapi masih ada siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Masih ada siswa yang belum aktif dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan kekurangan dari pelaksanaan pembelajaran siklus 1, akan digunakan oleh peneliti untuk memperbaiki pembelajaran matematika pada siklus 2. Pada siklus 2 lebih ditekankan pada demontrasi dab diskusi dengan bantuan gambar-gambar bangun datar. 4.3.2 Siklus 2 (5 x 35 menit) a. Perencanaan Tindakan Setelah melihat kekurangan dan keberhasilan dalam siklus 1 yang terdiri dari pertemuan I, 2, dan evaluasi pada pertemuan 2I perencanaan pembelajaran pada siklus 2 ini sebagai penyempurnaan dan tindak lanjut dari kekurangan yang terjadi pada siklus I. Siklus 2 akan dilaksanakan 3 kali pertemuan, kegiatan pembelajaran pada siklus 2 ini masih sama dengan siklus I, tapi yang membedakan adalah pokok bahasan sifat-sifat bangun datar (jajar genjang, belah ketupat, layang-layang, lingkaran dan elips). Persiapan yang dilakukan oleh peneliti sebagai berikut :
44 1) Pertemuan 1 a) Menyiapkan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) b) Menyiapkan lembar kerja kelompok c) Menyiapkan gambar bangun datar d) Menyiapkan buku pembelajaran Pembelajaran matematika yang direncanakan dengan pokok bahasan sifat-sifat bangun datar (jajar genjang, belah ketupat, layang-layang, lingkaran, dan elips) menggunakan gambar bangun datar. 2) Pertemuan 2 Perencanaan pembelajaran pada siklus 2 pertemuan 2 sebagai tindak lanjut dan perbaikan dari kekurangan pada pertemuan 2 pokok bahasannya masih sama dengan pertemuan I tetapi yang membedakan adalah guru harus penuh memanfaatkan gambar bangu datar. Sebelum mengajar pada pertemuan 2, maka persiapan yang dilakukan oleh peniliti adalah: a) Menyiapkan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan gambar bangun datar mata pelajaran matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar (jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, lingkaran dan elips) berdasarkan prinsip pembelajaran matematika realistik. b) Menyiapkan lembar kerja kelompok c) Menyiapkan gambar bangun datar d) Menyiapkan lembar observasi e) Menyiapkan buku pembelajaran 3) Pertemuan 3 Perencanaan pemebelajaran pada siklus 2 pertemuan 2I digunakan untuk mengerjakan evaluasi siklus 2. Persiapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum memberikan soal evaluasi pada pertemuan 2I adalah : a) Menyiapkan RPP mata pelajaran matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar (jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, lingkaran,dan elips) untuk perencanaan evaluasi. b) Menyiapkan lembar evaluasi
45 b. Pelaksanaan Tindakan 1) Pertemuan 1 (2 x 35 menit) Sebelum proses pembelajaran dimulai guru menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam pembelajaran, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar kerja, kelompok, gambar bangun datar, dan buku pelajaran. Pada awal pembelajaran guru mengajak peserta didik utuk doa, presensi, guru memberi motivasi, peserta didik mengadakan penelitian ke seluruh ruang kelas mencari benda yang berbentuk bangun datar, serta guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Setelah kegiatan awal selesai disampaikan, kemudian dilanjutkan kegiatan inti. Peserta didik melaksanakan diskusi tentang sifat-sifat bangun datar (jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, lingkaran, dan elips), kemudian membahas hasil diskusi, setelah dan menarik kesimpulan. Guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang sifat-sifat bangun datar (jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, lingkaran, dan elips). Pada kegiatan akhir guru memberikan tindak lanjut untuk mempelajari materi berikutnya. 2) Pertemuan 2 (2 x 35 menit) Pelaksanaan tindakan siklus 2 pada pertemuan 2 sebagai tindak lanjut dan perbaikan proses pembelajaran dan pemahaman siswa pada pertemuan I, maka ada pelaksanaan pertemuan 2 ini guru menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam pembelajaran, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar bangun datar, lembar kerja kelompok, lembar observasi, dan buku pelajaran. Pada awal pembelajaran guru mengajak peserta didik untuk berdoa, presensi, guru memberikan motivasi, peserta didik mengadakan penelitian ke seluruh ruang kelas mencari benda yang berbentuk bangun datar, serta guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Setelah kegiatan awal selesai disampaikan, kemudian dilanjutkan kegiatan inti. Peserta didik melakukan demontrasi dan diskusi menggunakan gambar bangun datar, kemudian membahas hasil diskusi, setelah itu guru memberikan penguatan dan menarik kesimpulan. Pada kegiatan akhir guru memberikan tindak lanjut untuk mempelajari materi berikutnya.
46 3) Pertemuan 3 (1 x 35 menit) Pelaksanaan tindakan siklus 2 pada pertemuan 2I sebagai kegiatan untuk mengerjakan soal evaluasi. Pada pelaksanaan pertemuan 2I ini guru menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam pembelajaran, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar evaluasi. Pada awal pembelajaran guru mengajak peserta didik utuk doa, presensi, guru memberi motivasi, peserta didik mengadakan penelitian ke seluruh ruang kelas mencari benda yang berbentuk bangun datar, serta guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi, kemudian guru memberi kata-kata pujian kepada peserta didik atas keaktifan dan kesungguhannya mengerjakan soal serta memberikan tindak lanjut mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya. c. Hasil Tindakan 1) Analisis data dari hasil belajar matematika siklus 2 Pembelajaran siklus 2 menekankan penggunaan gambar bangun datar untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Deskripsi hasil belajar matematika siswa kelas 2 siklus 2 dapat dilihat pada Tabel 4.6 Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Siklus 2 Siswa kelas 2 SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Trangkil Tahun Pelajaran 2012/2013 No. Interval Frekuensi Persentasi 1 49 55 0 0 2 56 64 0 0 3 62 69 8 29,6 4 70 76 10 37 5 77 100 9 33,3 Jumlah 27 100% Rata-rata nilai Matematika 100,14 Nilai tertinggi Matematika 100 Nilai terendah Matematika 67
47 Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa nilai terendah siswa pada siklus 2 adalah 67. Nilai tertinggi pada siklus 2 adalah 100. Nilai terendah pada saat pretes 49 dan saat siklus 1 adalah 34. Nilai tertinggi pada pretes 82 dan saat siklus 1 adalah 100. Nilai siswa pada saat pretes, siklus 1, dan siklus 2 semakin mengalami peningkatan. Peningkatan nilai juga ditunjukan pada nilai rata-rata siswa. Rata-rata nilai pada siklus 2, dari Tabel 4.5 diketahui sebanyak 100,14. Rata-rata nilai pada saat pretes sebanyak 62,5 dan saat siklus 1 sebanyak 84,14. Itu menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas 2 mengalami peningkatan dengan menggunakan gambar bangun datar. Berdasarkan sebaran hasil belajar matematika siswa siklus 2, jika dituangkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Grafik 4.3. 12 10 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 2 Frekuensi 8 6 4 2 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 2 0 49 55 56 64 62 69 70 76 77 100 Interval Grafik 4.5 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 2 Siswa Kelas 2 SDN Tegalharjo 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 Distribusi hasil belajar matematika kelas 2 siklus 2 dapat dilihat pada Tabel 4.7. dapat diketahui sebaran nilai kelas 2 pada siklus 2 sebagai berikut: Tabel 4.7 Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siklus 2 Siswa kelas 2 SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Trangkil Tahun Pelajaran 2012/2013 No. Skor Ketuntasan Jumlah Frekuensi Presentase (%) 1. 62 Tuntas 27 100 2. < 62 Belum Tuntas 0 0 Jumlah 27 100 Rata-rata 84,14
48 Tabel 4.7 mendeskripsikan distribusi atau sebaran hasil belajar matematika siswa siklus 2 sebanyak 27 siswa kelas 2 SD N tegalharjo 02. Setelah dilakukan evaluasi, semua siswa sudah tuntas belajar atau mendapat nilai di atas KKM atau >62. Jika disajikan dalam diagram Nampak seperti diagram 4.3 dibawah ini; Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siklus 2 0% Tuntas 100% Belum Tuntas Diagram 4.6 Distribusi Hasil Belajar Matematika Siklus 2 Siswa Kelas 2 SDN Tegalharjo 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 Berdasarkan hasil belajar matematika pada waktu pretes dan siklus 1, rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan. Pada saat siklus 1 adalah 84,14% dan saat siklus 2 meningkat menjadi 100%. Dapat dilihat pada table 4.8 dibawah ini. Tabel 4.8 Hasil Belajar Matematika Siklus1 dan Siklus 2 Nilai >62 Siklus 1 Siklus 2 84,14% 100% 2) Analisis data dari hasil observasi Analisis data dari hasil observasi yang dilakukan kepada siswa, dapat diketahui bahwa aktifitas siswa dari semua indikator pada siklus 2 sudah dilakukan semua siswa.
49 Berdasarkan lembar observasi yang dilakukan kepada guru, pemanfaatan gambar bangun datar sudah banyak dilakukan oleh guru dibandingkan pada siklus 1. 3) Hasil belajar matematika siklus 2 Semua siswa kelas 2 SD N Tegalharjo 02 hasil belajar matematikanya sudah meningkat. Peningkatan hasil belajar matematika dapat dilihat dari kenaikan rata-rata siswa. Semua siswa sudah tuntas belajar atau mendapat nilai di atas KKM atau 62. Tabel 4.9 Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2 Siswa kelas 2 SD Negeri 2 Tegalharjo 02 Trangkil Tahun Pelajaran 2012/2013 No. Skor Ketuntasan Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Frek (%) Frek (%) Frek (%) 1. 62 Tuntas 18 66,6 23 85,2 27 100 2. < 62 Belum Tuntas 9 33,3 4 14,8 0 0 Rata-rata 62,5 84,14 100,14 Berdasarkan table 4.9 tentang ketuntasan hasil belajar matematika pada pra siklus, siklus 1 dan siklus 2, rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan. Pada saat siklus 1 adalah 84,14% dan saat siklus 2 meningkat menjadi 100%. d. Refleksi Pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Peningkatan hasil belajar matematika dapat dilihat dari rata-rata nilai siswa dan pencapaian KKM sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditentukan. KKM yang telah ditentukan adalah 62. Siswa yang mendapat nilai 62 saat siklus 2 sebanyak 27 siswa atau semua jumlah siswa kelas 2. Semua siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran matematika. 4.2 Hasil Analisis Data Analisis data kuantitatif yang berasal dari hasil belajar matematika saat pretes, siklus 1, dan siklus 2 dapat diketahui bahwa dari hasil belajar matematika kelas 2 saat pretes, siklus 1, dan siklus 2 mengalami peningkatan. Nilai terendah pada saat pretes adalah 49, siklus 1 adalah 34, dan siklus 2 adalah 67. Nilai tertingginya pada saat pretes adalah 82,
50 siklus 1 adalah 100, dan saat siklus 2 adalah 100. Rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan, saat pretes rata-rata nilainya sebanyak 62,5. Saat siklus 1 naik sebanyak 21,64 menjadi 84,14. Saat siklus 2 juga mengalami peningkatan, dari pretes naik sebanyak 22,64 dan dari siklus 1 naik sebanyak 1. Rata-rata nilai pada saat siklus 2 menjadi 100,14. Perbandingan rata-rata hasil belajar matematika saat pretes, siklus 1, dan siklus 2 dapat dilihat pada diagram 4.7. Distribusi Hasil Belajar Matematika Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2 18 Tuntas 23 Belum Tuntas 27 9 4 0 Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Diagram 4.7 Hasil Belajar Matematika Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2 Siswa Kelas 2 SDN Tegalharjo 02 Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 4.3 Pembahasan Peningkatan hasil belajar matematika dengan model pembelajaran demontrasi dan diskusi dapat dilihat dari hasil perolehan nilai Siklus I dan 2, yaitu pembelajaran menggunakan model pembelajaran demontrasi dan diskusi antar teman yang diterapkan. Berdasarkan hasil observasi pengetahuan awal siswa melalui pretes di kelas 2 SDN Tegalharjo 02 menyatakan bahwa hasil belajar matematika siswa rendah. Hal ini terbukti dari 27 siswa kelas 2 terdapat 21 siswa tuntas mendapat nilai di atas KKM >62 dengan presentase 57,14% dan 6 siswa belum tuntas dengan presentase 42,86%. Rata-rata kelas yang di dapat hanya sebesar 62,5 menunjukan bahwa hasil belajar matematika kelas 2
51 SDN Tegalharjo 02 tersebut masih kurang. Hal ini karena rata-rata kelas tidak begitu jauh dari KKM yang ditetapkan. Hal ini disebabkan cara guru mengajar selalu menggunakan metode konvesional atau ceramah mengakibatkan siswa pasif, sehingga hasil belajar matematika rendah. Proses pembelajaran sebelum adanya tindakan masih banyak siswa pasif, bosan, menjemukan siswa cenderung diam serta kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Peningkatan hasil belajar matematika didapatkan dari hasil Siklus 1 dan Siklus 2. 1) Siklus I Pada protes siklus I penerapan pembelajaran menggunakan metode demontrasi dan diskusi dengan gambar bangun datar berdasarkan prinsip pembelajaran matematika di kelas 2 terjadi peningkatan yaitu sebesar 100,72% siswa tuntas dengan jumlah 23 siswa dan sebesar 14,28% belum tuntas dengan jumlah 4 siswa. 2) Siklus 2 Pada protes siklus 2 penerapan pembelajarann menggunakan metode demontrasi dan diskusi dengan gambar bangun datar berdasarkan prinsip pembelajaran matematika realistik di kelas 2 terjadi peningkatan yaitu sebesar 100% tuntas dengan jumlah 27 siswa atau semua siswa mendapat nilai di atas KKM atau 62. Pada pelaksanaan ini peneliti hanya mempersiapkan hal-hal no n teknis seperti gambar bangun datar, mempersiapkan RPP, lembar kerja siswa, tes formatif untuk evaluasi. Pada saat pembelajaran peneliti dibantu oleh satu guru bertindak sebagai observer yang mengamati aktivitas siswa dan kinerja peneliti dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dengan metode demontrasi dan diskusi mengasah keterampilan siswa untuk memahami pembelajaran yang disajikan oleh guru. Pada kondisi awal, guru berperan sebagai fasilitor, motivator serta pembimbing bagi siswa. Guru memberikan arahan-arahan kepada siswa tentang pembelajaran. Pembelajaran matematika dengan menggunakan metode konvensional membuat siswa kurang senang sehingga hasil belajar matematika rendah. Tindakan pada Siklus I ke Siklus 2 melalui model pembelajaran dengan metode demontrasi dan diskusi dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun datar kelas 2 SDN Tegalharjo 02. Selanjutnya pembelajaran dengan model pembelajaran demontrasi dan diskusi akan meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
52 Metode demontrasi dan diskusi dalam kelompok memberikan dampak positif bagi siswa. Pembagian kelompok yang heterogen berdasarkan kemampuan awalnya akan membantu meningkatkan hasil belajar siswa, siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan membantu temannya yang mempunyai kemampuan yang rendah. Sehingga siswa yang berkemampuan rendah bisa memahami pelajaran yang diajarkan. Selain itu demontrasi dan diskusi kelompok akan meningkatkan kerja sama siswa. Kendala yang dihadapi dalam penelitian ini antara lain masih ada siswa yang ramai dan kurang memperhatikan pembelajaran, siswa masih sering bermain jika guru terfokus pada siswa yang yang lain tetapi hal ini bisa disiasati dengan menunjuk siswa yang ramai agar lebih memperhatikan.