BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Herman Sanjaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 sebelum dilaksanakan penelitian pada semester II tahun pelajaran 2013/2014 menunjukkan hasil belajar siswa yang masih rendah. Terlihat dari nilai ulangan harian matematika materi bangun datar masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 65. Adapun data hasil belajar matematika siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 sebelum dilakukan penelitian dapat dilihat pada tabel 13 berikut. Tabel 13 Hasil Belajar Pra Siklus Siswa Kelas 5 SDN Karangduren 04 No Kategori Nilai Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas % 2 Belum Tuntas < % Jumlah % Rata-rata 60,5 Nilai Tertinggi 80 Nilai Terendah 24 Pada tabel 13 menunjukkan bahwa dari 17 siswa, yang memperoleh nilai di atas batas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 65 dalam arti sudah tuntas sebanyak 7 siswa dengan persentase 41%. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah batas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 65 dalam arti belum tuntas sebanyak 10 siswa dengan persentase 59%. Selain itu pada tabel 4.1 menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar pra siklus siswa adalah 60,5 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 24. Lebih jelasnya ketuntasan hasil belajar siswa pra siklus, berdasarkan tabel 13 apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 3 berikut. 44
2 45 Tuntas Bekum Tuntas 59% 41% Gambar 3 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus Hasil observasi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa disebabkan karena daya serap siswa terhadap materi pembelajaran matematika rendah sehingga hasil belajar matematika siswa kurang memuaskan dan banyak yang belum mencapai KKM (65). Ada beberapa pengaruh yang menyebabkan sulitnya siswa menyerap materi pembelajaran matematika diantaranya pembelajaran belum maksimal karena kondisi lingkungan kelas yang kurang menarik karena guru belum berinovasi dalam pengelolaan kelas. Selain itu siswa juga pasif ketika mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, siswa hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, mencatat apa yang ditulis atau disampaikan guru, kemudian mengerjakan soal yang diberikan guru tanpa tahu manfaat mempelajari materi yang diberikan. Hal tersebut mengakibatkan pembelajaran kurang bermakna dan siswa kurang termotivasi untuk belajar yang berakibat hasil belajar siswa kurang maksimal atau rendah. Berdasarkan data yang sudah diperoleh khususnya data hasil belajar matematika kelas 5 SDN Karangduren 04, maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tujuan peningkatan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 khususnya pada mata pelajaran matematika materi bangun datar. Peneliti bekerjasama dengan guru kelas dalam merencanakan tindakan kelas dan merefleksikan hasil tindakan dari penerapan model Quantum Teaching pada
3 46 pelajaran matematika materi bangun datar, sebagai tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dalam 2 siklus dengan 6 kali pertemuan dalam pembelajaran. Adapun rancangan penelitian sesuai dengan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya. Sebelum melakukan tindakan atau model pembelajaran dilakukannya uji validitas, uji reliabilitas dan tingkat kesukaran soal untuk mengetahui soal mana yang layak digunakan sebagai instrumen tes. Hasil uji validitas, reliabilitas dan taraf kesukaran telah dijelaskan pada bab Deskripsi Pelaksanaan Siklus I Perencanaan Siklus I ini terdiri dari 3 kali pertemuan yaitu pertemuan 1, pertemuan 2 dan pertemuan 3. Masing-masing pertemuan dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Sebelum dilaksanakan tindakan, peneliti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan guru kelas 5 SDN Karangduren 04 mengenai materi yang akan disajikan serta alat penunjang belajar yang diperlukan. Sebelum memulai pertemuan 1, peneliti menyiapkan alat dan sumber belajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar, diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model Quantum Teaching, Lembar Observasi, Daftar Presensi Siswa, Lembar diskusi Siswa, Buku Pembelajaran, Alat Peraga atau media yang digunakan untuk menunjang penyampaian materi pembelajaran serta ruang atau lokasi pembelajaran yang berlangsung di kelas 5 SDN Karangduren 04. Peneliti merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk pertemuan 1 dengan Kompetensi Dasar menentukan sifat-sifat bangun datar sederhana. Pada pertemuan 1 materi yang akan dibahas yaitu tentang sifat-sifat bangun datar persegi, segitiga, persegi panjang dan jajar genjang. Pada pertemuan 2 akan membahas materi tentang sifat-sifat bangun datar trapesium, belah ketupat, layang-layang dan lingkaran. Pada pertemuan 3 digunakan untuk mengulas materi sebelumnya dan melakukan evaluasi, siswa diberi soal evaluasi sebagai tes evaluasi siklus 1 untuk mengukur hasil belajar siswa pada siklus 1.
4 Pelaksanaan Tindakan Siklus I a. Pertemuan 1 Pertemuan 1 ini dilaksanakan pada hari Kamis 20 Maret Pelaksanaan kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam dan mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran. Guru juga tak lupa menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi guru memberikan apersepsi dengan bertanya jawab kepada siswa tentang apa yang diketahui atau contoh dari bangun datar yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Selanjutnya guru mengajak siswa bernyanyi lagu Belajar Bangun Datar versi lagu Naik Becak yang diubah liriknya untuk membangun kesan positif siswa akan pembelajaran yang menyenangkan agar tertarik mengikuti pembelajaran. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat mempelajari materi pembelajaran yang akan berlangsung yaitu tentang sifat-sifat bangun datar persegi, persegi panjang, segitiga dan jajar genjang. Pada kegiatan inti guru bertanya jawab dan melibatkan siswa dalam memberikan informasi awal atau penjelasan materi secara ringkas tentang bangun datar yang ditunjukkan guru. Lebih lanjut guru menjelaskan konsep sisi dan sudut pada bangun datar menggunakan alat peraga bangun datar yang telah dipersiapkan. Kemudian guru membagi kelas menjadi 4 kelompok yang heterogen, dimana setiap kelompok terdiri dari 4 5 orang. Tiap kelompok diminta memberi nama kelompoknya dengan nama tokoh kartun dan juga diminta membuat yel-yel. Tempat duduk diseting sedemikian rupa membentuk huruf U sehingga terdapat variasi tata ruang agar tidak membosankan dan siswa lebih termotivasi untuk belajar. Tiap kelompok diberi lembar kegiatan siswa, alat peraga dan perlengkapan untuk berdiskusi tentang sifat-sifat bangun datar yang telah dibagikan guru. Guru memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa dalam mengerjakan tugas kelompok. Guru memutarkan musik klasik untuk mengharmoniskan suasana selama kegiatan diskusi berlangsung. Selesai kegiatan diskusi guru meminta masing-masing kelompok untuk menampilkan hasil diskusinya di depan kelas. Presentasi selesai, guru menjelaskan secara ulang materi yang telah dipelajari dan memberi pertanyaan kepada siswa untuk
5 48 mengetahui penguasaan siswa. Kegiatan akhir guru memberikan kegembiraan kepada siswa dengan memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan atas kerja siswa selama proses pembelajaran serta mengajak siswa secara bersama-sama mengatakan yel-yel Hore3x ini hari yang luar biasa untuk menutup pembelajaran. Tidak lupa guru menyampaiakan informasi tentang materi selanjutnya kepada siswa. b. Pertemuan 2 Pertemuan 2 ini dilaksanakan pada hari Sabtu 22 Maret Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan guru mengucapkan salam dan mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran. Guru juga tak lupa menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi guru memberikan apersepsi dengan bertanya jawab dengan siswa tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Selanjutnya guru mengajak siswa bernyanyi lagu Belajar Bangun Datar versi lagu Naik Becak yang diubah liriknya untuk membangun kesan positif siswa akan pembelajaran yang menyenangkan agar tertarik mengikuti pembelajaran. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat mempelajari materi pembelajaran yang akan berlangsung yaitu tentang sifat-sifat bangun datar trapesium, belah ketupat, layang-layang dan lingkaran. Pada kegiatan inti guru bertanya jawab dan melibatkan siswa dalam memberikan informasi awal atau penjelasan materi secara ringkas tentang bangun datar yang ditunjukkan guru (trapesium, belah ketupat, layang-layang dan lingkaran). Kemudian guru meminta siswa duduk bersama kelompok yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Tiap kelompok diberi lembar kegiatan siswa, alat peraga dan perlengkapan untuk berdiskusi tentang sifat-sifat bangun datar yang telah dibagikan guru. Tempat duduk juga diseting seperti pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa dalam mengerjakan tugas kelompok. Guru memutarkan musik klasik untuk mengharmoniskan suasana selama kegiatan diskusi berlangsung. Selesai kegiatan diskusi guru meminta masing-masing kelompok untuk menampilkan hasil diskusinya di depan kelas. Presentasi selesai, guru menjelaskan secara ulang
6 49 materi yang telah dipelajari dan memberi pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui penguasaan siswa. Kegiatan akhir guru memberikan kegembiraan kepada siswa dengan memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan atas kerja siswa selama proses pembelajaran serta mengajak siswa secara bersama-sama mengatakan yel-yel Hore3x ini hari yang luar biasa untuk menutup pembelajaran. Tidak lupa guru menyampaiakan informasi kepada siswa bahwa akan dilaksanakan tes pada pertemuan berikutnya. c. Pertemuan 3 Pertemuan 3 ini dilaksanakan pada hari Selasa 25 Maret Pelaksanaan kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam dan mengkondisikan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Guru juga tak lupa menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi. Guru mengingatkan materi yang telah dipelajari bersama pada pertemuan 1 dan 2 dengan cara melakukan tanya jawab dengan siswa. Selanjutnya guru memberikan pujian, pesan kesan, nasehat serta membuang persepsi negatif siswa bahwa pelajaran matematika bukan pelajaran yang menakutkan. Guru mengulas materi tentang sifat-sifat bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang trapesium, belah ketupat, layang-layang dan lingkaran) yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Beberapa siswa diminta untuk maju ke depan kelas untuk menyebutkan sifat-sifat bangun datar persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang trapesium, belah ketupat, layang-layang dan lingkaran. Selanjutnya, siswa diminta untuk menyebutkan beberapa contoh benda berbentuk bangun datar yang telah dipelajari. Guru melakukan tanya jawab, memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi untuk memastikan bahwa siswa paham betul tentang materi yang telah dipelajari bersama. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang kurang dipahami. Setelah semua siswa paham mengenai materi yang telah dipelajari, siswa diminta untuk memasukkan berbagai peralatan yang tidak mendukung seperti buku paket, LKS dan buku catatan. Kemudian guru membagikan lembar jawab kepada siswa dan siswa diminta untuk mengisi identitasnya pada tempat yang tersedia. Guru memberikan lembar soal kepada siswa sebagai bahan evaluasi. Selanjutnya secara bersama-sama guru melakukan
7 50 refleksi. Guru memberikan kegembiraan kepada siswa dengan memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan serta mengajak siswa secara bersama-sama mengatakan yel-yel Hore3x ini hari yang luar biasa untuk menutup pembelajaran Pengamatan Kegiatan pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan di kelas. Pengamatan dilakukan untuk mengukur apakah proses belajar mengajar sesuai dengan langkah-langkah yang telah dibuat sebelumnya dalam perencanaan dan dari hasil pengamatan dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung. Peneliti dibantu oleh guru kelas dalam melakukan pengamatan. Guru tersebut berperan sebagai observer atau pengamat. Terdapat 3 aspek yang diamati yaitu aktivitas belajar siswa, aktivitas guru, dan kondisi pembelajaran dengan model Quantum Teaching yang dilaksanakan saat pembelajaran berlangsung. Pengamatan dengan lembar observasi pembelajaran siklus I dilakukan pada pertemuan 1 dan 2 sedangkan pertemuan 3 lebih difokuskan pada evaluasi pada pertemuan 1 dan 2 untuk mengetahui hasil belajar atau keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Pengamatan dilakukan dari awal sampai akhir pembelajaran dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Hasil lembar observasi pembelajaran siklus I dapat dilihat pada lampiran 10 sampai 12. Berdasarkan hasil observasi siswa pada siklus I dapat digambarkan bahwa kesungguhan siswa untuk mengikuti pembelajaran masih kurang, hal ini ditandai dengan terdapat beberapa siswa yang belum mempersiapkan peralatan belajar ketika pembelajaran dimulai, dan masih terdapat siswa yang perlu teguran agar memperhatikan guru ketika menjelaskan materi. Pada saat kegiatan presentasi, siswa masih ragu atau takut untuk mengutarakan pendapat ataupun presentasi. Berdasarkan hasil observasi kondisi pembelajaran, belum memunculkan sikap toleransi dan apresiatif saat kegiatan presentasi. Hal ini ditunjukkan dengan terdapat beberapa siswa yang berbicara dengan teman ketika ada kelompok yang presentasi. Akan tetapi pada siklus I, kegiatan pembelajaran sudah variatif,
8 51 dengan pengubahan tata ruang, penambahan unsur pendukung seperti musik dalam pembelajaran dan perayaan atas kerja siswa selama pembelajaran, membuat pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan bermakna. Selain itu berdasarkan hasil observasi kegiatan guru, dalam mengajar sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang dibuat. Guru sudah baik dalam menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran. Guru sudah memeriksa kesiapan siswa, melakukan apersepsi, motivasi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran dengan baik. Tetapi pada pertemuan pertama guru kurang maksimal dalam pemberian materi atau informasi awal tentang materi dan dalam penggunaan media, tetapi terjadi perbaikan pada pertemuan 2. Guru juga belum maksimal dalam mengarahkan siswa untuk memberikan tanggapan terhadap kelompok yang presentasi. Dalam menyimpulkan materi guru kurang memancing/kurang mengajak siswa untuk menyimpulkan materi yang baru dipelajarinya. Hasil pengamatan siklus I ini nantinya yang akan digunakan sebagai acuan untuk melakukan pengamatan pada siklus II. Serta hal-hal yang masih kurang dalam siklus I dapat diperbaiki pada siklus II Hasil Tindakan Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan guru atau peneliti terhadap proses dan hasil belajar siswa selama siklus I diperoleh hasil belajar yang didapat dari tes evaluasi siklus I. Adapun analisis dan rekapitulasi nilai hasil belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 14 dibawah ini. Tabel 14 Analisis dan Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus I No. Kategori Nilai Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1. Tuntas % 2. Belum Tuntas < % Jumlah % Rata-rata 69 Nilai Tertinggi 86,4 Nilai Terendah 40,9
9 52 Berdasarkan tabel 14 hasil belajar siklus I kelas 5 SDN Karangduren 04 menunjukkan dari 17 siswa, yang sudah tuntas sebanyak 13 siswa dengan persentase 76% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 4 siswa dengan persentase 24%. Rata-rata hasil belajar siklus I adalah 69 dengan nilai tertinggi 86,4 dan nilai terendah 40,9. Dibandingkan dengan pra siklus pada siklus I ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu menjadi 76%. Ini dikarenakan pada siklus I dengan model Quantum Teaching pembelajaran terasa lebih bermakna dan memunculkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran, siswa lebih antusias terhadap pembelajaran karena siswa dilibatkan secara aktif dari kegiatan awal sampai akhir pembelajaran. Suasana kelas menjadi hidup, pembelajaran menjadi berpusat pada siswa. Artinya, siswa aktif mengalami, mencari, menemukan, dan mengidentifikasi sendiri informasi melalui kegiatan kelompok. Lebih jelasnya ketuntasan hasil belajar siswa siklus I, berdasarkan tabel 14 apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 4 berikut. Tuntas Belum Tuntas 24% 76% Gambar 4 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Perbandingan Pra Siklus Dengan Siklus I Pencapaian hasil belajar siswa pada pra siklus menunjukkan dari 17 siswa, diperoleh nilai rata-rata kelasnya adalah 60,4 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 24. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM (65) atau sudah tuntas sebanyak 7 siswa (41%). Sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM (65) atau belum tuntas sebanyak 10 siswa (59%). Setelah diadakan perbaikan
10 53 pembelajaran melalui siklus I ternyata perolehan hasil tes akhir siklus I menunjukkan peningkatan yaitu diperoleh nilai rata-rata kelasnya 69 dengan nilai tertinggi 86,4 dan nilai terendah 40,9. Ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 76,% (13 siswa) sedangkan siswa yang belum tuntas 24% (4 siswa). Berdasarkan perbandingan nilai pra siklus dengan siklus I yang diperoleh, maka dapat dilihat tabel 15 berikut ini: Tabel 15 Perbandingan Hasil Belajar Pra Siklus dengan Siklus I Prasiklus Siklus I No Ketuntasan Jumlah Jumlah Persentase Persentase Siswa Siswa 1. Tuntas 7 41% 13 76% 2. Belum Tuntas 10 59% 4 24% Rata-rata 60,5 69 Nilai Tertinggi 80 86,4 Nilai Terendah 24 40,9 Lebih jelasnya berdasarkan tabel 15, perbandingan rata-rata hasil belajar pra siklus dan siklus I apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 5 berikut. Pra Siklus Siklus I 69 60,5 Pra Siklus Siklus I Gambar 5 Diagram Perbandingan Rata-Rata Hasil Belajar Pra Siklus dan Siklus I Sedangkan perbandingan ketuntasan belajar pra siklus dan siklus I apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 6 berikut.
11 54 41% 59% 76% 24% Prasiklus Tuntas Siklus I Belum Tuntas Gambar 6 Diagram Perbandingan Ketuntasan Belajar Pra Siklus dan Siklus I Refleksi Refleksi ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada siklus I, sehingga tidak terulang lagi pada siklus selanjutnya yaitu siklus II. Kegiatan refleksi ini dilakukan dalam bentuk diskusi dengan guru kelas 5 SDN Karangduren 04 untuk melakukan evaluasi mengenai proses pembelajaran yang telah dilakukan dan mengatasi kendala atau kekurangan berdasarkan hasil observasi. Pada siklus I dijumpai beberapa siswa yang belum mempersiapkan peralatan belajar ketika pembelajaran dimulai, dan masih terdapat siswa yang perlu teguran agar memperhatikan guru ketika menjelaskan materi. Guru perlu memberikan penjelasan mengenai aturan atau etika ketika pembelajaran pada awal pembelajaran, atau dengan melakukan pendekatan intrapersonal dengan siswa untuk mengecek kesiapan semua siswa mengikuti pembelajaran. Pada saat kegiatan presentasi, siswa masih ragu atau takut untuk mengutarakan pendapat ataupun presentasi. Hal ini perlu diatasi dengan guru memberikan motivasi, bimbingan serta penguatan positif terhadap siswa agar berani tampil, berbicara dan percaya diri di depan. Pada siklus I dijumpai kondisi pembelajaran yang belum memunculkan sikap toleransi dan apresiatif saat kegiatan presentasi. Hal ini ditunjukkan dengan terdapat beberapa siswa yang berbicara dengan teman ketika ada kelompok yang presentasi. Guru juga belum maksimal dalam
12 55 mengarahkan siswa untuk memberikan tanggapan terhadap kelompok yang presentasi. Sebelum memulai kegiatan diskusi guru perlu memberikan penjelasan tentang prosedur kegiatan diskusi, kemudian pada saat ada kelompok yang tampil, guru memberikan arahan dan motivasi kepada siswa untuk berani berpendapat atau memberikan tanggapan. Setelah kegiatan presentasi guru perlu memancing siswa dengan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui penguasaan siswa serta bersama-sama membuat kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan. Selain itu berdasarkan hasil observasi kegiatan guru untuk mengatasi kurang maksimalnya dalam pemberian materi atau informasi awal tentang materi dan dalam penggunaan media, agar tidak terjadi lagi pada siklus II maka guru harus mempersiapkan dengan matang, dengan mempertimbangkan antara lain keterlibatan siswa, menarik minat siswa, menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami siswa. Hal tersebut dilakukan supaya guru dapat memasuki dunia siswa sehingga guru dapat mengantarkan dunianya (materi) ke dunia siswa agar mudah dipahami. Pada siklus I, dari hasil tes akhir siklus I menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 35%, atau pada pra siklus ketuntasan belajarnya adalah 41% pada siklus I menjadi 76%. Ini berarti hasil belajar siklus I sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 75%. Meskipun demikian pada siklus I belum dikatakan sempurna karena masih ada sejumlah siswa yang nilainya di bawah KKM, sehingga harus dilaksanakan siklus II sebagai siklus pemantapan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Karangduren 04. Hasil refleksi ini kemudian digunakan sebagai acuan perbaikan dalam menyusunan perencanaan tindakan pada siklus II, dengan demikian diharapkan pada siklus II masalah atau kekurangan yang ada pada siklus I dapat teratasi. Sehingga pada siklus II nanti terjadi peningkatan baik dari segi proses maupun hasil belajar siswa.
13 Deskripsi Pelaksanaan Siklus II Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi yang diidentifikasi pada proses pembelajaran siklus I dengan melihat kelebihan maupun kekurangan yang ada, pada tahap perencanaan siklus II ini sebagai penyempurnaan tindakan perbaikan kegiatan pembelajaran baik proses maupun hasil. Peneliti sebagai guru berupaya untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang masih ada dengan penyelesaian yang telah diajukan dalam kegiatan refleksi pada siklus I. Siklus II ini terdiri dari 3 kali pertemuan yaitu pertemuan 1, pertemuan 2 dan pertemuan 3. Masing-masing pertemuan dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Sebelum dilaksanakan tindakan, peneliti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan guru kelas 5 SDN Karangduren 04 mengenai materi yang akan disajikan serta alat penunjang belajar yang diperlukan. Sebelum memulai pertemuan 1, peneliti menyiapkan alat dan sumber belajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar, diantaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model Quantum Teaching, Lembar Observasi, Daftar Presensi Siswa, Lembar diskusi Siswa, Buku Pembelajaran, Alat Peraga atau media yang digunakan untuk menunjang penyampaian pembelajaran serta ruang atau lokasi pembelajaran yang berlangsung di kelas 5 SDN Karangduren 04. Peneliti merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk pertemuan 1 dengan Kompetensi Dasar menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri. Pada pertemuan 1 materi yang akan dibahas yaitu tentang kesebangunan bangun datar. Pada pertemuan 2 akan membahas materi tentang simetri lipat dan simetri putar bangun datar. Pada pertemuan 3 digunakan untuk mengulas materi sebelumnya dan melakukan evaluasi, siswa diberi soal evaluasi sebagai tes evaluasi siklus II untuk mengukur hasil belajar siswa pada siklus II.
14 Pelaksanaan Tindakan Siklus II a. Pertemuan 1 Pertemuan 1 ini dilaksanakan pada hari Sabtu 29 Maret Pelaksanaan kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam dan mengkondisikan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Guru juga tak lupa menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi guru memberikan apersepsi dengan meminta siswa memperhatikan benda-benda di kelas (papan tulis, meja, keramik) kemudian bertanya jawab dengan siswa benda manakah yang sama bentuknya. Selanjutnya guru mengajak siswa bernyanyi lagu Belajar Kebangunan datar versi lagu Heli yang diubah liriknya, untuk membangun kesan positif siswa akan pembelajaran yang menyenangkan agar tertarik mengikuti pembelajaran. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat mempelajari materi pembelajaran yang akan berlangsung yaitu tentang Kesebangunan Bangun Datar. Pada kegiatan inti guru menjelaskan lebih lanjut tentang kesebangunan berdasarkan apersepsi pada kegiatan awal. Guru juga menggunakan berbagai bangun datar yang ditempel di papan tulis kemudian bertanya jawab dengan siswa manakan yang sebangun dan disertai alasannya. Setelah penjelasan informasi awal tentang materi, guru meminta siswa untuk berkumpul dengan kelompok, seperti pada siklus I. Tiap kelompok diberi lembar kegiatan siswa, alat peraga dan perlengkapan yang telah dibagikan guru untuk berdiskusi menentukan bangun datar yang sebangun. Seperti pada siklus I tempat duduk diseting tetapi dengan variasi yang berbeda. Guru memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa dalam mengerjakan tugas kelompok. Guru memutarkan musik klasik untuk mengharmoniskan suasana selama kegiatan diskusi berlangsung. Selesai kegiatan diskusi guru meminta masing-masing kelompok untuk menampilkan hasil diskusinya di depan kelas. Presentasi selesai, guru menjelaskan secara ulang atau refleksi materi yang telah dipelajari. Kegiatan akhir guru memberikan kegembiraan kepada siswa dengan memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan atas kerja siswa selama proses pembelajaran serta mengajak siswa secara bersama-sama mengatakan yel-yel Hore3x ini hari yang luar biasa untuk
15 58 menutup pembelajaran. Tidak lupa guru menyampaiakan informasi tentang materi selanjutnya kepada siswa. b. Pertemuan 2 Pertemuan 2 ini dilaksanakan pada hari Selasa 1 April Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan guru mengucapkan salam dan mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran. Guru juga tak lupa menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi guru memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa siapa yang sering membantu ibu melipat pakaian, kemudian bertanya ada berapa lipatan jika pakaian tersebut dilipat menjadi setangkup. Selanjutnya guru mengajak siswa bernyanyi lagu Belajar Simetri Lipat dan Simetri Putar yang diubah liriknya untuk membangun kesan positif siswa akan pembelajaran yang menyenangkan agar tertarik mengikuti pembelajaran. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta manfaat mempelajari materi pembelajaran yang akan berlangsung yaitu tentang Simetri Lipat dan Simetri Putar Bangun Datar. Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi atau informasi awal dengan bertanya jawab dan melibatkan siswa tentang simetri lipat dan simetri putar bangun datar menggunakan alat peraga bangun datar. Setelah penjelasan materi atau informasi awal, kemudian guru meminta siswa duduk bersama kelompok yang suda dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Tiap kelompok diberi lembar kegiatan siswa, alat peraga dan perlengkapan untuk berdiskusi simetri lipat dan simetri putar bangun datar. Tempat duduk diseting seperti pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa dalam mengerjakan tugas kelompok. Guru memutarkan musik klasik untuk mengharmoniskan suasana selama kegiatan diskusi berlangsung. Selesai kegiatan diskusi guru meminta masing-masing kelompok untuk menampilkan hasil diskusinya di depan kelas. Presentasi selesai, guru menjelaskan secara ulang atau refleksi materi yang telah dipelajari. Kegiatan akhir guru memberikan kegembiraan kepada siswa dengan memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan atas kerja siswa selama proses pembelajaran serta mengajak siswa secara bersama-sama mengatakan yel-yel Hore3x ini hari yang luar biasa untuk
16 59 menutup pembelajaran. Tidak lupa guru menyampaiakan informasi kepada siswa bahwa akan dilaksanakan tes pada pertemuan berikutnya. c. Pertemuan 3 Pertemuan 3 ini dilaksanakan pada hari Kamis 3 April Pelaksanaan kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam dan mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran. Guru juga tak lupa menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi. Guru mengingatkan materi yang telah dipelajari bersama pada pertemuan 1 dan 2 dengan cara melakukan tanya jawab dengan siswa. Selanjutnya guru memberikan pujian, pesan kesan, nasehat serta membuang persepsi negatif siswa bahwa pelajaran matematika bukan pelajaran yang menakutkan. Guru mengulas materi tentang kesebangunan dan simetri (lipat dan putar) bangun datar yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Beberapa siswa diminta untuk maju ke depan kelas untuk menunjuk bangun yang sebangun dan bertanya jawab tentang simetri lipat dan simetri putar bangun datar yang ditunjukkan guru. Guru melakukan tanya jawab, memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi untuk memastikan bahwa siswa paham betul tentang materi yang telah dipelajari bersama. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal yang kurang dipahami. Setelah semua siswa paham mengenai materi yang telah dipelajari, siswa diminta untuk memasukkan berbagai peralatan yang tidak mendukung seperti buku paket, LKS dan buku catatan. Kemudian guru membagikan lembar jawab kepada siswa dan siswa diminta untuk mengisi identitasnya pada tempat yang tersedia. Guru memberikan lembar soal kepada siswa sebagai bahan evaluasi. Selanjutnya secara bersama-sama guru melakukan refleksi. Guru memberikan kegembiraan kepada siswa dengan memberikan penghargaan berupa pujian dan tepuk tangan serta mengajak siswa secara bersama-sama mengatakan yel-yel Hore3x ini hari yang luar biasa untuk menutup pembelajaran.
17 Pengamatan Kegiatan pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan di kelas. Pengamatan dilakukan untuk mengukur apakah proses belajar mengajar sesuai dengan langkah-langkah yang telah dibuat sebelumnya dalam perencanaan dan dari hasil pengamatan dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung. Peneliti dibantu oleh guru kelas dalam melakukan pengamatan. Guru tersebut berperan sebagai observer/pengamat. Terdapat 3 aspek yang diamati yaitu perilaku siswa selama proses pembelajaran, aktivitas guru, dan kondisi pembelajaran dengan model Quantum Teaching yang dilaksanakan saat pembelajaran berlangsung. Pengamatan dengan lembar observasi pembelajaran siklus II dilakukan pada pertemuan 1 dan 2 sedangkan pertemuan 3 lebih difokuskan pada evaluasi pada pertemuan 1 dan 2 untuk mengetahui hasil belajar atau keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Pengamatan dilakukan dari awal sampai akhir pembelajaran dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Hasil lembar observasi pembelajaran siklus II dapat dilihat pada lampiran 13 sampai 15 Pada siklus II diperoleh hasil bahwa mengalami peningkatan baik hasil maupun proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan siswa dan guru sudah terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan yaitu Model Quantum Teaching. Berdasarkan hasil observasi aktifitas siswa, keaktifan dan kesungguhan siswa lebih baik dibanding pada siklus I. Ditunjukkan dengan siswa sudah mempersiapkan peralatan belajar ketika pelajaran dimulai, memperhatikan dan mau terlibat aktif seperti bertanya, menjawab dan maju ketika guru meminta. Pada saat kegiatan presentasi siswa sudah mulai percaya diri untuk tampil, berpendapat dan memperhatikan kelompok yang tampil. Meskipun ketika presentasi ada siswa yang mengobrol dengan teman tidak memperhatikan kelompok yang tampil, maka guru memberikan pengertian atau pengarahan agar menghormati orang yang berbicara di depan. Selain itu berdasarkan hasil observasi kondisi pembelajaran juga mengalami peningkatan, seperti peningkatan keakraban dalam kegiatan pembelajaran baik antar siswa maupun dengan guru. Berdasarkan hasil observasi
18 61 aktifitas guru, dalam mengajar sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang dibuat. Selain itu diperoleh gambaran bahwa guru sudah lebih baik dan maksimal dalam memberikan materi dan menggunakan media pembelajaran. Guru memberikan arahan serta bimbingan dengan baik pada siklus II. Secara keseluruhan aktivitas pembelajaran pada siklus II berlangsung dengan lancar dan kekurangan-kekurangan pada siklus I sudah diminimalisir dan dapat teratasi dengan baik Hasil Tindakan Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan guru atau peneliti terhadap proses dan hasil belajar siswa selama siklus I diperoleh hasil belajar yang didapat dari tes evaluasi siklus I. Adapun analisis dan rekapitulasi nilai hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel 16 dibawah ini. Tabel 16 Analisis dan Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siklus II No. Kategori Nilai Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1. Tuntas % 2. Belum Tuntas < % Jumlah % Rata-rata 78 Nilai Tertinggi 91,3 Nilai Terendah 47,8 Berdasarkan tabel 16 hasil belajar siklus II kelas 5 SDN Karangduren 04 menunjukkan dari 17 siswa, yang sudah tuntas sebanyak 16 siswa dengan persentase 94% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 1 siswa dengan persentase 6%. Rata-rata hasil belajar siklus II adalah 78 dengan nilai tertinggi 91,3 dan nilai terendah 47,8. Dibandingkan pada siklus I ketuntasan belajar siswa siklus II mengalami peningkatan menjadi 94%. Hal ini dikarenakan pada siklus II partisipasi siswa lebih meningkat, kesungguhan siswa untuk mengikuti pembelajaran lebih baik. Baik ketika awal pembelajaran, penjelasan materi oleh guru, kegiatan kelompok sampai akhir pembelajaran.
19 62 Lebih jelasnya ketuntasan hasil belajar siswa siklus I, berdasarkan tabel 16 apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 7 berikut. Tuntas Belum Tuntas 6% 94% Gambar 7 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Perbandingan Siklus I Dengan Siklus II Pencapaian hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan dari 17 siswa, diperoleh nilai rata-rata kelasnya adalah 65,9 dengan nilai tertinggi 86,4 dan nilai terendah 40,9. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM (65) atau sudah tuntas sebanyak 13 siswa (76%). Sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM (65) atau belum tuntas sebanyak 4 siswa (24%). Setelah pembelajaran siklus II ternyata perolehan hasil tes akhir siklus II yang menunjukkan peningkatan yaitu diperoleh nilai rata-rata kelasnya 78 dengan nilai tertinggi 91,3 dan nilai terendah 47,8. Ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 94% (16 siswa) sedangkan siswa yang belum tuntas 6% (1 siswa). Berdasarkan perbandingan nilai siklus I dengan siklus II yang diperoleh, maka dapat dilihat tabel 17 berikut ini.
20 63 Tabel 17 Perbandingan Hasil Belajar Siklus I dengan Siklus II Siklus I Siklus II No Ketuntasan Jumlah Jumlah Persentase Persentase Siswa Siswa 1. Tuntas 13 76% 16 94% 2. Belum Tuntas 4 24% 1 6% Rata-rata Nilai Tertinggi 86,4 91,3 Nilai Terendah 40,9 47,8 Lebih jelasnya berdasarkan tabel 4.5, perbandingan rata-rata hasil belajar siklus I dan siklus II apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 8 berikut. Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II Gambar 8 Diagram Perbandingan Rata-rata Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Sedangkan perbandingan ketuntasan belajar siklus I dan siklus II apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 9 berikut.
21 64 76% 94% Siklus I 24% Tuntas Belum Tuntas Siklus II 6% Gambar 9 Diagram Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus I dan Siklus II Refleksi Refleksi ini digunakan sebagai bahan perbaikan dengan membandingkan hasil tindakan dalam proses pembelajaran dengan indikator keberhasilan. Kegiatan refleksi ini dilakukan dalam bentuk diskusi dengan guru kelas 5 SDN Karangduren 04 untuk melakukan evaluasi mengenai proses pembelajaran yang telah dilakukan. Penerapan model Quantum Teaching dapat diikuti oleh siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 dengan baik dan siswa juga sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran yang diterapkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang terjadi pada setiap siklusnya. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti ketika ada siswa yang mengobrol dengan teman sebangkunya saat dijelaskan oleh guru, maka guru memberikan pengertian atau pengarahan agar menghormati orang yang berbicara di depan. Pada siklus II guru merasa sudah baik dan berjalan dengan lancar dalam pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Pada siklus II, dari hasil tes akhir siklus II menunjukkan hasil belajar siswa meningkat lagi dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 75%. Pada siklus I ketuntasan belajarnya adalah 76% setelah diadakan siklus II ketuntasan belajar meningkat menjadi 94%. Berdasarkan hasil refleksi di atas peneliti menilai bahwa penelitian ini sudah cukup dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Hal ini atas pertimbangan bahwa dari siklus II sudah meningkat dan siklus dapat diakhiri.
22 65 Selain itu, dari hasil diskusi dengan guru kelas maka penelitian tindakan kelas ini hanya sampai pada siklus II. 4.4 Hasil Analisis Data Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan, didapat hasil tindakan berupa hasil belajar yang berupa skor, kemudian dapat dilihat perbandingan hasil belajar siswa dari pra siklus, siklus I dan siklus II untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan tingkat keberhasilan penelitian. Adapun perbandingan hasil belajar selama pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 18 dibawah ini. Tabel 18 Perbandingan Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II No. Pra-Siklus Siklus I Siklus II Kategori Jumlah Jumlah Jumlah % % % Siswa Siswa siswa 1. Tuntas 7 41% 13 76% 16 94% 2. Belum Tuntas 10 59% 4 24% 1 6% Rata-rata 60, Nilai Tertinggi 80 86,4 91,3 Nilai Terendah 24 40,9 47,8 Berdasarkan tabel 18 tetang perbandingan hasil belajar siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 pada pra siklus, siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa tiap siklus. peningkatan ditunjukkan ketuntasan belajar tiap siklus. Terbukti dengan pengklasifikasian ketuntasan, sebelum adanya tindakan, hanya 7 siswa (41%) yang tuntas atau memenuhi KKM (65). Setelah dilaksanakan tindakan dengan menerapkan model Quantum Teaching, pada siklus I, siswa yang tuntas belajar bertambah menjadi 13 (76%) siswa dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 16 (94%) siswa yang tuntas atau memenuhi KKM (65). Selain itu peningkatan hasil belajar siswa juga ditunjukkan dengan perubahan nilai rata-rata siswa yang semula sebesar 60,5 pada pra siklus, pada siklus I menjadi 69 dan siklus II menjadi 78. Lebih jelasnya perbandingan rata-rata hasil belajar pra siklus, siklus I dan siklus II apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar 10 berikut.
23 66 Pra Siklus Siklus I Siklus II ,5 Pra Siklus Siklus I Siklus II Gambar 10 Diagram Perbandingan Rata-Rata Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Sedangkan perbandingan ketuntasan belajar pra siklus, siklus I dan siklus II apabila dibuat diagram akan tampak seperti gambar berikut. 41% 59% 76% 24% 94% 6% Pra Siklus Siklus I Siklus II Tuntas Belum Tuntas Gambar 11 Diagram Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II 4.5 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui peningkatan hasil belajar siswa. Sebelum diadakan tindakan (pra siklus) di kelas 5 SDN Karangduren 04 menunjukkan hasil belajar yang rendah. Hal ini ditunjukkan dengan ketuntasan belajar siswa dari 17 siswa hanya 7 siswa yang tuntas atau mencapai KKM (65) dengan persentase 41% dan 10 siswa belum tuntas atau belum mencapai KKM
24 67 (65) dengan persentase 59%. Selain itu, rata-rata nilai siswa yang diperoleh hanya 60,5. Hal ini disebabkan, sesuai dengan yang diungkapkan dalam latar belakang masalah yaitu pembelajaran belum maksimal karena belum ada inovasi terhadap kondisi lingkungan kelas, pembelajaran yang bersifat konvensional, dimana metode ceramah masih mendominasi proses kegiatan pembelajaran, siswa kurang didorong untuk aktif atau cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran sehingga mengakibatkan pembelajaran kurang menarik dan membosankan yang mengakibatkan tingkat pemahaman siswa menjadi rendah dan berdampak terhadap hasil belajar siswa. Setelah dilakukan tindakan menggunakan model Quantum Teaching diperoleh peningkatan hasil belajar matematika siswa. Adapun peningkatan hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I dan siklus II diuraikan sebagai berikut: 1. Siklus I Siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar sebesar 76% (13 siswa) tuntas dan 24% (4 siswa) belum tuntas. Rata-rata nilai siswa yang diperoleh pada siklus I adalah 69 dengan nilai tertinggi 86,4 dan nilai terendah 40,9. 2. Siklus II Siklus II diperoleh ketuntasan hasil belajar sebesar 94% (16 siswa) tuntas dan 6% (1 siswa) belum tuntas. Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru dan setelah mendapat informasi dari guru kelas, siswa yang belum tuntas karena siswa tersebut tergolong slow learner, dengan karekteristik siswa yang demikian maka lingkungan rumah maupun sekolah sangatlah berperan penting dalam perkembangan siswa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa baik faktor intern dan ekstern seperti yang telah dijelaskan pada kajian teori, turut mempengaruhi hasil belajar. Pada siklus II rata-rata nilai siswa yang diperoleh adalah sebesar 78 dengan nilai tertinggi 91,3 dan nilai terendah 47,8. Berdasarkan perolehan hasil nilai yang didapat pada siklus I dan siklus II bahwa pembelajaran dengan model Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun datar kelas 5 SDN Karangduren 04 tahun pelajaran 2013/2014.
25 68 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Izzati (2008), Hidayat (2010) dan Hidayah (2013) yang menunjukkan bahwa melalui model Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu penelitian ini sejalan dan sesuai dengan pendapat Vos Groenendal dalam DePorter, dkk (2003:4) yang telah dikemukakan pada kajian teori dan pendapat Wena dalam Wijayanti (2013) yang mengemukakan keunggulan model Quantum Teaching salah satunya mempengaruhi hasil belajar siswa. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kelebihan-kelebihan penerapan model Quantum Teaching sesuai dengan pendapat yang telah dikemukakan sebelumnya. Model Quantum Teaching menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Siswa mengalami sendiri, menamai materi atau menyimpulkan sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Model Quantum Teaching memberdayakan seluruh komponen dalam pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan meriah dengan variasi kegiatan dan tata ruang kelas, sehingga siswa termotivasi dan meningkatkan hasil belajarnya. Kegiatan pembelajaran yang demikian membuat siswa tertarik sehingga mudah untuk memahami materi pembelajaran dengan baik. Karena siswa dapat memamahami materi pembelajaran dengan baik, maka hasil belajar siswa pun meningkat. Temuan hal baru setelah menggunakan model Quantum Teaching adalah siswa menjadi lebih antusias terhadap pembelajaran karena kegiatan pembelajaran yang tidak membosankan, variasi tata ruang dan suasana lebih hidup karena siswa dilibatkan secara aktif dari kegiatan awal sampai akhir pembelajaran. Pada akhir pembelajaran terdapat perayaan atas kerja siswa selama proses pembelajaran, sebagai bentuk penghargaan serta lebih bermakna. Pembelajaran dengan model Quantum Teaching juga menumbuhkan kerjasama atau keakraban antar siswa yang sebelumnya kurang, menumbuhkan sikap toleransi dan apresiatif melalui kegatan diskusi dan presentasi kelompok, serta keberanian siswa untuk tampil dan berpendapat. Selain itu temuan hal baru melalui model Quantum Teaching adalah dapat meningkatkan hasil belajar, tetapi tidak mencapai KKM pada siswa slow learner.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru kelas atau di sekolah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten
Lampiran 1 Surat Ijin Observasi dan Penelitian
LAMPIRAN 74 Lampiran 1 Surat Ijin Observasi dan Penelitian 75 Lampiran 2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian 76 77 Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I RENCANA PELAKSANAAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Padaan 02 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2013/2014. Subjek penelitian adalah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini menyajikan tentang hasil penelitian dan pembahasannya. Adapun hasil penelitian ini dijabarkan dalam pelaksanaan tindakan. 4.1 Pelaksanaan Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Candiroto semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa.
Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Presentase (%) < 90 Tidak Tuntas 22 88% 90 Tuntas 3 12% Jumlah %
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Pra Siklus Sebelum pelaksanaan penelitian, guru lebih banyak melakukan mengajar dengan model konvensional. Model konvensional disini berupa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan hasil belajar kelas I SD Negeri 4 Boloh pada awal semester 2 Tahun pelajaran 2011 / 2012, banyak siswa yang kurang aktif,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SD Negeri Ampel 03 SD Negeri Ampel 03 terletak di Dukuh Ngaduman Desa Kaligentong Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Sekolah ini didirikan pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tegalharjo 02 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 SD Negeri Tegalharjo 02 Kecamatan Trangkil Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan data nilai yang diperoleh pada siswa kelas 4 SD Negeri Gendongan 03 pada mata pelajaran matematika materi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Hasil tindakan pada siklus I dan siklus II akan dideskripsikan sehingga dapat diketahui dengan jelas perbandingan antara prasiklus, siklus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum PTK dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 2 SD
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan tahap pra siklus. Tahap pra siklus dilaksanakan pada tanggal Senin,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum melaksanakan tindakan, peneliti melakukan pengamatan terhadap nilai belajar matematika siswa. Nilai belajar siswa didapatkan dari salah satu
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dari hasil observasi dan hasil tes, baik tes lesan maupun tes tertulis dapat disimpulkan dan dianalisa bahwa pembelajaran dengan menggunakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pra Siklus (Kondisi Awal) Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Gajahkumpul kelas 5 semester 1 tahun 2013/2014 pada mata
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN Sidorejo Lor 05 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah. Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Pelaksanaan Tindakan 1.1.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi awal Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 5 SD Negeri 3 Karangwuni pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN Kalibeji 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang yang terletak di lingkungan rumah warga dan jauh dari pasar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Kebowan 02 Kecamatan Suruh dengan jumlah 21 siswa yang terdiri dari 10 siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01 kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan Subjek Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua masing masing siklus tiga kali pertemuan.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi Prasiklus/kondisi awal, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas
BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar matematika siswa SDN Wonomerto 03 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, berdasarkan observasi awal
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalahmasalah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Ringin Harjo 01 kelas 4 Pada mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa ppembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bab ini akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi Prasiklus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi Kondisi awal, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan yang memaparkan uraian masing-masing siklus, mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 8 36 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Pembelajaran pra siklus dilaksanakan pada Hari Senin, 15 Oktober 2012 di kelas IV SDN Rejoagung 01 tentang materi penghitungan FPB dan KPK, yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kopeng 03 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. SD Negeri Kopeng 03 terletak
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua, masing-masing siklus tiga kali
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Penelitian Pada pembelajaran yang guru lakukan sebagian besar materi disampaikan dengan metode ceramah. Pembelajaran hanya memberikan rumus dan media
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Gabahan Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 dengan Subjek Penelitian Siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Mangunsari 05 Salatiga dengan jumlah siswa 40, laki-laki sebanyak 24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sidorejo Lor 01 Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan Subjek Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Sekolah Penelitian ini dilakukan di SD N Mangunsari 06 Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. SD N Mangunsari 06 berada di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Proses perbaikan pembelajaran yang peneliti lakukan dapat diuraikan secara singkat tentang hasil-hasil yang diperoleh setiap siklus dari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB I HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian dilakukan di SD Negeri Jlamprang 2 Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo kelas II dengan jumlah siswa sebanyak 35 yang terdiri
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data 1. Pra Siklus Pada tahapan ini peneliti mengambil data hasil belajar pada materi sebelumnya. Peneliti mengambil data hasil belajar secara murni. Artinya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
32 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Tejosari yang terletak di Kelurahan Tejosari,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan melihat kondisi awal keaktifan belajar dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SD Negeri Jebeng
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar
31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Perencanaan, Pelaksanaan, dan Refleksi 4.1.1 Siklus 1 4.1.1.1 Perencanaan Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), gambar segi empat (persegi,
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SD Kayuapu, semester I, yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian pelaksanaan tindakan ini akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus/ kondisi awal, deskripsi siklus I, dan deskripsi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas enam SD Negeri Simpar masih rendah. Hal tersebut
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran berlangsung 2 x 35 menit, selama 2 x pertemuan yang diikuti
33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Siklus I Siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 Maret 2013, pertemuan kedua hari Sabtu tanggal 30 Maret 2013 dengan materi Arti Pecahan.
siswa kurang memahami materi yang disampaikan guru,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan dengan melihat kondisi awal hasil belajar matematika pada siswa kelas 3 SD Negeri Kaliwungu 03, Kecamatan Kaliwungu,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri 08 Salatiga. Subyek yang menjadi fokus penelitian adalah siswa kelas 2
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran SDN Samban 02 Penelitian ini dilakukan di SDN Samban 02 Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Dilihat dari letak geografisnya SDN Samban 02 terletak di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode demonstrasi, rata-rata hasil belajar IPA semester I kelas III SD Negeri Karangwotan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Observasi awal yang dilakukan di kelas IIIA SD Negeri Tlahap, peneliti berhasil menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di dalam proses
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Salatiga 01, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Siswa SD Negeri Salatiga 01 terdiri dari kelas 1
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal SD Negeri Karangwage 01 adalah sekolah yang berada di Pedesaan dengan kondisi sekolah yang belum memenuhi sarana prasarana pembelajaran
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 4 SD Negeri Randusari pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013 pada mata pelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kumpulrejo 02 Salatiga Kecamatan Argomulyo. Kepala Sekolah dari SD
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra (Kondisi Awal) Pada kondisi pra siklus dilakukan pengamatan pada pembelajaran IPA yang berlangsung. Pengamatan yang dilakukan mendasarkan pada lembar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uraian mengenai hasil penelitian sebagai jawaban dari rumusan masalah yang diungkapkan pada Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Pada bab ini diuraikan mengenai
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan membahas hasil penelitian yang telah peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian meliputi rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Proses pembelajaran IPS di kelas 5 SD Negeri Tondokerto Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati Tahun Ajaran 2013/2014 sebelum diadakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 06. Alamat Jalan Imam Bonjol 24 Salatiga, Kecamatan Sidorejo
Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Diskripsi Siklus 1 1) Perencanaan Tindakan Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan tindakan didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaaan Tindakan Pada pelaksanaan tindakan ini akan diuraikan tentang deskripsi sebelum tindakan, deskripsi siklus I yang terdiri dari tahap perencanaan tahap
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siwa dan hasil belajar siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Penelitian 4.1.1. Pelaksanaan Pra Siklus Pada pra siklus, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui hasil
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Umum SD Negeri Sunggingsari SD Negeri Sunggingsari terletak di Desa Sunggingsari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Berdiri
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan tes uji kompetensi matematika pada pokok bahasan pecahan ternyata hasilnya kurang memuaskan. Begitu
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini menjelaskan tentang hasil penelitian, hasil penelitian terdapat kondisi awal, siklus I dan siklus II, selanjutnya ada hasil analisis data dan pembahasan
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peneliatian dilakukan di SD Negeri Ujung-ujung 02 merupakan SD yang terletak di Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. SD Negeri Ujung-ujung 02 berada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa
47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Darus Salam Kalipang yang berada di Jalan masjid dusun Krikilan desa Kalipang,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Sekolah Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Noborejo 01 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga semester II tahun pelajaran 2012/2013 dengan subjek penelitian
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali
41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas XI IPS 3 di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Sebagaimana diuraikan pada bab III, tindakan penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Prasiklus Kondisi prasiklus merupakan titik awal munculnya penelitian tindakan kelas ini. Dalam pembelajaran awal pada mata pelajaran PKn tentang globalisasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan penelitian ini akan menguraikan antara lain: (1) kondisi awal, (2) siklus I, (3) siklus II, dan (4) pembahasan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Sekolah Sebelum peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terlebih dahulu peneliti melakukan observasi di kelas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Daerah Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gedong 01, berada di Dusun Banyudono RT 02 RW 09 Desa Gedong, Kecamatan Bayubiru, Kabupaten
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI NO.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS V SD NEGERI NO. 107402 SAENTIS Demmu Karo-Karo Surel: [email protected] ABSTRAK Subjek
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kalibeji terletak di RT 01 RW 02 Desa Kalibeji Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Diskripsi Kondisi Pra Siklus Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Jimbaran yang terletak di jalan Mawar 6 Desa Jimbaran Kecamatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan keutuhan NKRI dengan menggunakan metode Mind Mapping pada mata pelajaran PKn kelas V di MI Nurul Islam
