Buletin Ilmiah Math, Stat, dan Terapannya (Bimaster) Volume 7, No. (28), hal 33-4. KARAKTER REPRESENTASI S n Megawati June, Helmi, Fransiskus Fran INTISARI Karakter merupakan trace pada setiap matriks representasi dari elemen grup. Karakter dikelompokkan menjadi karakter reducible dan karakter irreducible. Selain menggunakan matriks, karakter pada representasi S dapat dihitung menggunakan tablo Young. Tablo Young digunakan untuk menentukan tabloid dari λ partisi n (λ n) untuk memperoleh nilai dimensi dan karakter dari M yang merupakan representasi reducible dari S, sedangkan tablo Young standar digunakan untuk menentukan polytabloid dari λ n untuk memperoleh nilai dimensi dan karakter dari S yang merupakan representasi irreducible dari S. Kata Kunci : grup permutasi, teori representasi, tablo Young PENDAHULUAN Teori representasi diperkenalkan pada 896 oleh matematikawan Jerman F. G. Frobenius []. Teori representasi merupakan cabang matematika yang mempelajari struktur aljabar abstrak dengan mendeskripsikan elemennya melalui matriks dan operasi aljabar. Salah satu objek aljabar yang menggunakan teori representasi yaitu grup. Pada teori representasi grup, elemen dari grup direpresentasikan melalui matriks nonsingular untuk memperoleh karakter dari representasi grup tersebut. Karakter dari representasi grup merupakan trace pada matriks representasi yang bersesuaian dari elemen grup. Grup permutasi merupakan grup hingga yang memiliki elemen berupa himpunan permutasi dengan komposisi fungsi sebagai operasi grup. Selain menggunakan matriks representasi, cara lain yang digunakan untuk menghitung karakter grup permutasi adalah menggunakan tablo Young. Tablo Young merupakan objek kombinatorik yang digunakan dalam teori representasi grup permutasi yang diperkenalkan oleh Alfred Young, seorang matematikawan Cambridge University pada 9 [2]. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dibahas cara menghitung karakter dari representasi grup permutasi S menggunakan tablo Young. Berdasarkan uraian tersebut maka dengan menggunakan tablo Young dapat diperoleh nilai karakter dari grup permutasi S. Contoh kasus pada penelitian ini menggunakan S. Proses perhitungan karakter grup permutasi menggunakan tablo Young dimulai dengan menentukan jumlah elemen dari grup permutasi. Dari grup permutasi dapat diperoleh λ yang bersesuaian pada n. Untuk setiap partisi dari n dapat membentuk diagram Young. Selanjutnya didapat n! tablo Young pada setiap diagram Young yang terbentuk dari λ partisi (λ n). Tablo-tablo Young dengan baris yang equivalent dapat menghasilkan suatu tabloid. Jumlah tabloid yang dihasilkan merupakan dimensi representasi reducible dari S yang dikenal dengan modul permutasi. Karakter reducible S diperoleh dari jumlah tabloid yang barisnya tetap equivalent setelah dipermutasikan. Sedangkan untuk representasi irreducible dari S dikenal dengan modul Specht. Nilai dimensi diperoleh dari jumlah polytabloid standar dari λ partisi n (λ n) dan nilai karakter irreducible diperoleh dari jumlah polytabloid yang tetap setelah dipermutasikan. 33
34 M. JUNE, HELMI, F. FRAN TEORI REPRESENTASI Representasi dari grup G merupakan langkah untuk memvisualkan G sebagai grup matriks. Berikut diberikan definisi dari representasi grup. Definisi [3] Diberikan G suatu grup hingga dan diberikan GL(n, C) suatu grup dari matriks nonsingular derajat n atas C. Representasi ρ dari grup hingga G adalah homomorpisma ρ G GL(n, C) Contoh 2 Diberikan G = S dan π S. Lebih lanjut didefinisikan ρ(π) = (x ) dengan x = jika π(j) = i untuk lainnya. Matriks ρ(π) disebut matriks permutasi, karena hanya memuat bilangan nol dan satu, dengan bilangan satu berada pada setiap baris dan kolom [4]. Karena matriks permutasi memenuhi sifat homomorfisma pada Definisi, maka matriks permutasi merupakan matriks representasi untuk S. Untuk S dengan n = 3 dengan π S diperoleh matriks permutasi sebagai berikut ρ(e) =, ρ( 2) =, ρ(( 3)) = ρ((2 3)) =, ρ(( 2 3)) =, ρ(( 3 2)) = Representasi dikelompokkan menjadi dua yaitu representasi reducible dan representasi irreducible. Untuk mengelompokkan representasi tersebut digunakan G-modul. Adapun lebih jelasnya dapat dilihat pada Definisi 3, Teorema 4 dan Definisi berikut. Definisi 3 [3] Diberikan V suatu ruang vektor atas C dan G suatu grup. Ruang vektor V dikatakan Gmodul apabila terdapat perkalian vg, sedemikian sehingga i. vg V ii. v(gh) = (vg)h iii. v = v iv. (αv)g = α(vg) v. (u + v)g = ug + vg untuk setiap g, h, G, u, v V dan skalar α C. Teorema 4 [3] Misalkan ρ G GL(n, C) adalah representasi dari G atas C dan V = C. Ruang vektor V merupakan G-modul jika didefinisikan perkalian vg = vρ(g) untuk setiap v V dan g G. Definisi [] Representasi dikatakan reducible apabila G-modul V memiliki basis B untuk setiap g G yang menghasilkan bentuk matriks representasi berikut ρ(g) = A(g) B(g) C(g) atau ρ(g) = A(g) B(g) C(g) dengan A(g), C(g) masing-masing merupakan matriks persegi dari derajat r, s dan B(g) merupakan matriks (r s) dengan r, s dan r + s = n. Representasi dikatakan irreducible jika tidak reducible.
Karakter Representasi S 3 Contoh 6 Diberikan G = S, dan ruang vektor V = C memiliki basis B = {v + v + v, v, v }. Representasi ρ(e) merupakan matriks identitas derajat 3. Untuk g = ( 2) diperoleh ρ(( 2)) sebagai berikut (v + v + v )( 2) = v + v + v ; v ( 2) = v = (v + v + v ) v v ; v ( 2) = v jadi ρ(( 2)) =. Dengan cara yang sama diperoleh ρ(π) untuk 4 elemen lainnya dari S yaitu ρ(( 3)) =, ρ((2 3)) =, ρ(( 2 3)) =, ρ(( 3 2)) =. Dapat dilihat bahwa seluruh matriks tersebut membentuk representasi reducible ρ(π) = A(g) B(g) C(g) dengan A(g) = [], B(g) = [b b ] dan C(g) = c c c c. Contoh 7 Diberikan G = S, dan ruang vektor V = C. Terdapat subruang W dengan basis B = {w, w } dengan w = v v dan w = v v dengan v, v dan v merupakan basis standar. Representasi ρ(e) merupakan matriks identitas derajat 2. Untuk nilai g = ( 2) diperoleh ρ(( 2) ) sebagai berikut w ( 2) = (v v )( 2) = (v v ) = w ; w ( 2) = (v v )( 2) = v v = (v v ) + (v v ) = w + w ; jadi ρ(( 2) ) =. Dengan cara yang sama diperoleh ρ(π) untuk 4 elemen lainnya dari S yaitu ρ(( 3)) =, ρ((2 3)) =, ρ(( 2 3)) =, ρ(( 3 2)) =, Matriks yang dihasilkan membentuk representasi irreducible karena terdapat g G sehingga ρ(π) A(g) B(g) atau A(g) C(g) B(g) C(g). Nilai karakter dari representasi grup diperoleh dari trace pada setiap matriks representasi yang dihasilkan. Definisi karakter dapat dilihat pada Definisi 8 berikut. Definisi 8 [3] Diberikan ρ(g) dengan g G adalah representasi grup hingga G, maka karakter dari ρ adalah χ(g) = tr(ρ(g)). Karakter χ dikatakan karakter irreducible dari G jika χ merupakan karakter dari representasi irreducible, dan χ dikatakan reducible jika χ merupakan karakter dari representasi reducible. Contoh 9 Akan dihitung karakter dari representasi irreducible pada Contoh 7. Untuk ( 2) S dengan ρ(( 2)) =, karakter irreducible dari matriks representasi tersebut adalah χ(( 2)) = tr(ρ(( 2))) = tr = () + =
36 M. JUNE, HELMI, F. FRAN TABLO YOUNG Selain menghitung trace pada matriks representasi yang dihasilkan, nilai karakter representasi S juga dapat diperoleh menggunakan konsep tablo Young. Melalui tablo Young, nilai karakter reducible dari representasi S dapat diperoleh secara langsung dari tabloid yang dihasikan pada tablo Young dan nilai karakter irreducible diperoleh secara langsung dari polytabloid yang dihasilkan pada tablo Young standar. Grup permutasi S merupakan himpunan permutasi dari n elemen. Suatu partisi dari bilangan bulat n merupakan rangkaian dari bilangan bulat positif λ = (λ, λ,, λ ) dengan λ λ λ > dan n = λ + λ + + λ. Untuk menyatakan bahwa λ merupakan partisi dari n digunakan notasi λ n [4]. Sebagai contoh, n = memiliki partisi (), (4, ), (3, 2), (3,, ), (2, 2, ), (2,,, ), (,, ). Partisi digunakan untuk membentuk diagram Young. Adapun definisi diagram Young dapat dilihat pada Definisi berikut ini. Definisi [6] Diagram Young adalah kumpulan dari kotak-kotak yang membentuk baris yang bertumpu pada sebelah kiri, dengan jumlah kotak yang berurutan ke bawah sesuai urutan partisi. Diagram Young yang bersesuaian dengan λ = (λ, λ,, λ ) menunjukkan bahwa diagram Young memiliki l baris, d an λ kotak pada baris ke i. Contoh Diagram Young yang bersesuaian untuk n = adalah () (4, ) (3, 2) (3,, ) (2, 2, ) (2,,, ) (,,,, ) Apabila setiap kotak pada diagram Young diisi dengan bilangan dari satu sampai n, maka diagram tersebut dikatakan sebagai tablo Young dari partisi yang bersesuaian. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Definisi 2 berikut. Definisi 2 [4] Suatu tablo T dari bentuk λ, diperoleh dengan mengisi kotak-kotak pada diagram Young dari λ dengan, 2,.., n, dengan masing-masing bilangan terjadi tepat satu kali. Tablo Young dari bentuk λ juga disebut λ-tablo. Contoh 3 Salah satu tablo Young dari λ = (4, ) 3 4 2 adalah Apabila bilangan yang ada di dalam tablo Young meningkat pada setiap baris dan kolomnya maka tablo Young tersebut disebut tablo Young standar. Definisi tablo Young standar dapat dilihat pada Definisi 4 berikut. Definisi 4 [2] Tablo Young standar adalah tablo Young yang bilangan-bilangannya dalam urutan meningkat dengan masing-masing baris atau kolom dari kiri ke kanan dan atas ke bawah. Contoh Salah satu tablo Young standar dari λ = (4, ) 2 3 4 adalah Tablo Young dengan entri yang equivalent disetiap barisnya merupakan suatu tabloid. Tabloid digambarkan dengan tablo Young tanpa palang vertikal di setiap barisnya.
Karakter Representasi S 37 Definisi 6 [4] Dua tablo T dan T adalah equivalent baris T T jika baris yang bersesuaian dari dua tablo tersebut memuat elemen yang sama. Tabloid dari bentuk λ atau λ-tabloid dinotasikan dengan {T} = {T T T} dengan T adalah λ-tablo. Contoh 7 Jika T = 2 3 4 2 3 maka {T} = MODUL PERMUTASI (M λ ) Modul permutasi M merupakan representasi reducible dari S. Adapun definisi dari modul permutasi dapat dilihat pada Definisi 8 berikut ini. Definisi 8 [4] Misalkan λ n. Diberikan M yang dinotasikan sebagai ruang vektor yang memiliki basis berupa himpunan dari λ-tabloid. Ruang vektor M merupakan representasi reducible dari S yang dikenal sebagai modul permutasi yang bersesuaian pada λ. Contoh 9 Untuk n =, modul permutasi M (,) memiliki elemen basis sebagai berikut 2 3 4 3 4 2 4 2 3 2 3 4 2 3 4 Dari Definisi 8 dapat disimpulkan bahwa dimensi dari M merupakan banyaknya tabloid dari λ n. Rumus untuk menghitung dimensi dari M diberikan pada Proposisi 2 berikut ini. Proposisi 2 [4] Jika λ = (λ, λ,, λ ), dim(m n! ) = λ! λ! λ!. Untuk nilai karakter dari M diperoleh dari jumlah tabloid yang entri pada setiap barisnya tidak berubah setelah dipermutasikan. Perhitungan karakter modul permutasi juga dapat menggunakan Proposisi 2 berikut. Proposisi 2 [6] Misalkan λ = (λ, λ,, λ ) adalah partisi dari n dan g S. Diberikan μ = (μ, μ,, μ ) tipe cycle dari g. Karakter χ dari representasi S pada M dievaluasi pada suatu elemen dari S yang equivalent dengan koefisien dari x x x dalam m (x + x + +x ). i Contoh 22 Karakter dari M (,) pada permutasi ( 2) dengan tipe cycle (2,,, ) sama dengan koefisien x x yang ada pada (x + x )(x + x ) yaitu 3. Dapat dilihat kembali pada Contoh 9, apabila dari kelima tabloid yang dihasilkan dipermutasikan dengan ( 2) maka tabloid yang entri pada setiap barisnya tidak berubah adalah sebagai berikut. 2 4 2 3 2 3 4 3 4 Nilai karakter lainnya dapat dihitung dengan cara yang sama, untuk nilai karakter M dengan n = ditunjukkan pada tabel berikut. Tipe cycle (,,,,) (2,,,) (2,2,) (3,,) (3,2) (4,) () M () M (,) 3 2 M (,) 4 2
38 M. JUNE, HELMI, F. FRAN M (,,) 2 6 2 M (,,) 3 6 2 M (,,,) 6 6 M (,,,,) 2 MODUL SPECHT (S λ ) Untuk tablo T dari n, grup baris dari T yang dinotasikan dengan R memuat permutasi yang hanya memindahkan elemen yang berada pada masing-masing baris pada T. Sedangkan, grup kolom C memuat permutasi yang hanya memindahkan elemen yang berada pada masing-masing kolom pada T [6]. Pada Definisi 23 berikut ini dijelaskan mengenai definisi polytabloid yang dihitung berdasarkan grup kolom. Definisi 23 [4] Jika T adalah suatu tablo Young, maka polytabloid adalah e = K {T} dengan K = sgn (π)π sehingga e = sgn(π)π{t}. Contoh 24 Jika 2 3 4 T = maka e = 2 3 2 3 Modul Specht merupakan submodul dari modul permutasi yang direntang oleh polytabloid e. Lebih jelasnya diberikan pada Definisi 2 berikut ini. Definisi 2 [4] Untuk setiap partisi λ, modul Specht yang dinotasikan dengan S merupakan submodul dari M yang direntang oleh polytabloid e, dengan T adalah seluruh tablo dari bentuk λ. Teorema 26 [4] Himpunan {e : T adalah λ tablo standar} merupakan basis untuk S. Contoh 27 Untuk n =, modul Specht S (,) memiliki elemen basis sebagai berikut e = 3 4 2 2 3 4 e = 2 3 4 4 2 3 e = 2 4 3 3 2 4 Untuk menghitung dimensi dari modul Specht yang merupakan banyaknya tablo Young standar dari λ n pada Teorema 3. Terlebih dahulu diberikan definisi panjang hook pada Definisi 28 berikut. Definisi 28 [6] Suatu kotak pada diagram Young dinotasikan dengan u λ, hook pada u merupakan himpunan seluruh kotak yang lurus ke kanan dari u dan lurus ke bawah dari u, termasuk u itu sendiri. Jumlah kotak di dalam hook disebut panjang hook pada u dan dinotasikan dengan h dengan baris i dan kolom j. e = 2 3 4 2 3 4
Karakter Representasi S 39 Contoh 29 Misalkan λ = (4, 3, 3, 2, ). Panjang hook dari masing-masing kotak adalah sebagai berikut 8 6 4 6 4 2 3 3 Teorema 3 [6] Diberikan λ n suatu diagram Young, maka jumlah tablo standar (f ) dari λ adalah n! dibagi panjang hook yang dihasilkan dari setiap kotak. dims = f = n!. h Untuk nilai karakter dari S diperoleh dari jumlah polytabloid yang tidak berubah setelah dipermutasikan. Perhitungan karakter modul Specht juga dapat menggunakan Teorema 3 berikut. Teorema 3 [4] Misalkan λ = (λ, λ,, λ ) adalah partisi dari n dan g S. Diberikan μ = (μ, μ,, μ ) tipe cycle dari g. Karakter dari representasi S pada S dievaluasi pada suatu elemen dari S yang equivalent dengan koefisien dari x x x dalam (x x ) (x + x + +x ). m i Contoh 32 Karakter dari S (,) pada permutasi ( 2) dengan tipe cycle (2,,, ) sama dengan koefisien x x yang ada pada (x x )(x + x )(x + x ) yaitu 2. Dapat dilihat kembali pada Contoh 27, apabila dari keempat polytabloid yang dihasilkan dipermutasikan dengan ( 2) maka diperoleh polytabloid berikut e ( 2) = 2 3 4 3 4 2 = e e ( 2) = 2 3 4 4 2 3 = e e ( 2) = 2 4 3 3 2 4 = e e ( 2) = 2 3 4 2 3 4 = e Dapat dilihat bahwa polytabloid yang memenuhi e ( 2) = e sebanyak tiga polytabloid dan e ( 2) = e sebanyak satu polytabloid sehingga jumlah keseluruhan sebanyak dua polytabloid. Nilai karakter lainnya dapat dihitung dengan cara yang sama, untuk nilai karakter S dengan n = ditunjukkan pada tabel berikut. Tipe cycle (,,,,) (2,,,) (2,2,) (3,,) (3,2) (4,) () S () S (,) 4 2 - - S (,) - -
4 M. JUNE, HELMI, F. FRAN S (,,) 6-2 S (,,) - - - S (,,,) 4-2 - S (,,,,) - - - PENUTUP Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa seluruh nilai karakter grup permutasi dapat dihitung menggunakan tablo Young. Dimensi M dihitung berdasarkan banyaknya jumlah tabloid yang terbentuk dari tablo Young dan merupakan karakter M dari elemen identitas pada grup permutasi, sedangkan dimensi S dihitung berdasarkan banyaknya jumlah polytabloid standar dari tablo Young standar dan merupakan karakter S dari elemen identitas pada grup permutasi. Nilai karakter dari M dihitung berdasarkan banyaknya jumlah tabloid yang tetap setelah dipermutasikan, sedangkan nilai karakter dari S dihitung berdasarkan banyaknya jumlah polytabloid standar yang tetap setelah dipermutasikan. Nilai karakter dari reducible dari S selalu kurang dari atau sama dengan karakter irreducible. DAFTAR PUSTAKA []. Etingof P, Golberg O, Hensel S, Liu T, Schwendner A, Vaintrob D, Yudovina E. Introduction to Representation Theory. Providence: American Mathematical Society; 2. [2]. Laster, R. Complex Representation of S and Young Tableaux. Santa Cruz: University of California; 26. [3]. James G, Liebeck M. Representation and Characters of Groups. 2nd ed. Cambridge University Press. New York; 2. [4]. Sagan BE. The Symmetric Group: Representation, Combinatorical Algorithms, and Symmetric Function. New York: Springer Verlag; 2. []. Bannai E, Ito T. Algebraic Combinatorics I: Association Schemes. Cummings Publishing Company, Inc. California; 984. [6]. Fulton W. Young Tableaux: With Application to Representation Theory and Geometry. New York: Cambridge University Press; 997. MEGAWATI JUNE : Jurusan Matematika FMIPA UNTAN, Pontianak megawatijune@gmail.com HELMI : Jurusan Matematika FMIPA UNTAN, Pontianak helmi322@yahoo.co.id FRANSISKUS FRAN : Jurusan Matematika FMIPA UNTAN, Pontianak frandly88@gmail.com