CNH2G4/ KOMPUTASI NUMERIK

dokumen-dokumen yang mirip
GROUP 1 ORDINARY DIFFERENTIAL HELEN P. SYIFA N. A. DITA W. A. LILIK H. HIDAYATUL M. AGUSYARIF R. N. RIDHO A. EQUATIONS

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

Solusi Persamaan Diferensial Biasa

SolusiPersamaanNirlanjar

1 Sistem Koordinat Polar

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

II. KINEMATIKA PARTIKEL

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

Kegiatan Belajar 2. Identitas Trigonometri

BAB III EKSPEKTASI BANYAKNYA PENGGANTIAN KOMPONEN LISTRIK MOTOR BERDASARKAN FREE REPLACEMENT WARRANTY DUA DIMENSI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free

Gelombang Elektromagnetik

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

BAB III RANCANGAN PENELITIAN. tujuan utama yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk memperoleh

Chap 6 Model-Gas Real dan Ekspansi Virial. 1. Ekspansi Virial 2. Gugus Mayer

III. METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai teknik pokok. Penelitian yang bersifat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ATURAN-ATURAN DASAR GAMBAR TEKNIK

III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang

Teori Dasar Medan Gravitasi

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika

Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG SEKUTU DUA LINGKARAN

Persamaan Garis Singgung Sekutu 2 Buah Lingkaran

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan

PERSAMAAN GARIS SINGGUNG SEKUTU DUA LINGKARAN

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb:

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

Konstruksi Fungsi Lyapunov untuk Menentukan Kestabilan

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN UMPAN BALIK DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMP NEGERI 9 BATANG

Bab 3. Solusi Persamaan Nirlanjar

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

6. Fungsi Trigonometri Sudaryatno Sudirham

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

BAB 7 Difraksi dan Hamburan

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

BAB I PENDAHULUAN. Tahap-tahap memecahkan masalah dengan metode numeric : 1. Pemodelan 2. Penyederhanaan model 3.

Perbandingan dan Fungsi Trigonometri

Contoh Proposal Skripsi Makalahmudah.blogspot.com

Analisis Reliabilitas dan Availabilitas pada Mesin Produksi dengan Sistem Seri Menggunakan Pendekatan Analisis Markov di PT. X

BAB III METODE PENELITIAN

MEDAN LISTRIK STATIS

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

FIsika KTSP & K-13 HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI. K e l a s A. HUKUM GRAVITASI NEWTON

BAB 3 ANALISIS DAN MINIMISASI RIAK ARUS SISI AC

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integral Garis

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bahan Ajar Listrik Statis Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMA Negeri 1 Maja LISTRIK STATIS

PERSAMAAN DIFFERENSIAL ORDE I. Nurdinintya Athari

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

PENYELESAIAN SOAL SOAL INSTALASI CAHAYA

Data dan Metode Pengolahan Data

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

Gerak melingkar beraturan

Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

FISIKA 2 (PHYSICS 2) 2 SKS

Komponen Struktur Tekan

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Listrik Statis. membahas. Muatan Listrik. ditinjau menurut.

PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL LINEAR HOMOGEN DENGAN KOEFISIEN KONSTAN MENGGUNAKAN METODE ADAMS BASHFORTH MOULTON

METODE ITERASI SEDERHANA

ANALISIS KORELASI. Konsep. Konsep (lanjutan) Arah hubungan. Agus Susworo Dwi Marhaendro

3Dok(xx) campuran salah satu strain R. Trifolii dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian

Transkripsi:

CNHG4/ KOMPUTASI NUMERIK TIM DOSEN KK MODELING AND COMPUTATIONAL EXPERIMENT SOLUSI NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

Pendahuluan Pesamaan Diffeensial : Gabungan dai fungsi ang tidak diketahui dengan tuunanna. Kategoi Pesamaan Diffeensial : PD Biasa : Pesamaan Diffeensial ang hana memiliki satu vaiabel bebas. Bedasakan tuunan tetinggi ang dimiliki, PDB dikategoikan menjadi : PDB Ode : tuunan tetinggina adalah tuunan petama PDB Ode : tuunan kedua meupakan tuunan tetinggi PDB Ode 3 : tuunan ketiga meupakan tuunan tetinggina. Dan seteusna PD Pasial Pesamaan Diffeensial ang memiliki lebih dai satu vaiabel bebas. //7

Pendahuluan Cont. Contoh Pesamaan : d d Tuunan dilambangkan dengan : d/d atau f atau, sedangkan fungsi ang tidak diketahui dilambangkan dengan kebeadaan vaiabel teikatna. sepeti contoh di atas, maka : Tuunan dilambangkan dengan d/d dan fungsi ang tidak diketahui diwakili dengan vaiabel. 3 //7

4 Pendahuluan Cont. ' Kategoikan : PD / bukan PD / PDP / PDB? d d 3 ' ' ' Sin Cos '' ' ''' 3 u u t Sin t u 4 ' f 7; 3 ' 5 3 t f t t. PDB ode. PDP 3. Bukan PD 4. PDB ode 5. PDB ode 3 6. Bukan PD 7. PDP 8. PDB ode e u u 6 //7

Pendahuluan Cont. Solusi PDB : solusi analitik : salah satuna dengan teknik integal solusi numeik : menggunakan metode hampian. Solusi Numeik : mencai nilai fungsi di +, dimana menunjukkan jumlah langkah atau iteasi. Langkah/iteasi memiliki jaak ang sama h = +h; =,,,,n 5 //7

PDB Ode Satu Bentuk baku PDB ode satu : Contoh : d f ' ' f, d ' ; ' ' ; ' Metode penelesaian : Eule Heun Runge-Kutta 6 //7

7 Metode Eule Bentuk baku : Penuunan Deet Talo : uaikan + disekita Dipotong sampai ode : Kaena = f, dan + - = h, maka : h f f d d ;, ' '... ''! '! ; ''! '! t t n h O hf,...,,, ;, //7

Metode Eule Cont. Penuunan secaa geometis : f, adalah pesamaan diffeensial ang dapat digambakan sebagai gadien gais singgung di titik,. Gais singgung ditaik meninggung titik, untuk menemukan nilai, pada titik, ditaik lagi gais ang meninggung titik tesebut dengan fungsi f, untuk mendapatkan f dan seteusna. 8 //7

Metode Eule Cont. 8 7 6 5 4 3,,, 3,3 4,4 5,5 6,6 7, 7.5.5.5 3 3.5 4 8,8 d/d 9 //7

3 4 5 6 7.5 Y+ sejati Y+ hampian Y sejati A B C gal at h,,, ' hf hf h AB BC f m Metode Eule Cont. //7

Metode Eule Cont. Galat Galat Pemotongan Ep h '' t O h sebanding dengan kuadat ukuan langkah Galat Kumulatif E kumulatif n h '' t nh '' b a h h b a h'' t '' t O h //7

Metode Eule Cont. Contoh Soal : Diketahui d/d = + ; =. Beapa. dengan langkah h =. dan h =.5, jika diketahui fungsi asli adalah = e --, langkah mana ang lebih teliti? h =.5 = = =.5.5 = +.5+ = =.. = +.5.5+ =.5 h =. = = =.. = +.+ = =.4.4 = +..+ =.4 =.6.6 =.4 +..4+.4 =.8 =.8.8 =.8 +..6+.8 =.436 =.. =.436 +..8+.436 =.4883. = e. -.- =.5798 Langkah h =. lebih teliti //7

Metode Heun Meupakan pebaikan metode Eule. Solusi Eule dijadikan solusi pekiaan awal dan dipebaiki dengan metode Heun. Pebaikan gadien ang digunakan meupakan ata-ata gadien dai titik ang ada. 3 //7

Metode Heun Cont. Dai satu titik awal,, iteasi dan gadien didapatkan pekiaan nilai + selanjutna +, + beseta gadienna. Dai dua gadien ang ada dicai ata-atana kemudian digunakan untuk menghitung kembali nilai +., f,, ; f hf ; f, f h f,,,, f, Misal : Awal iteasi dimiliki, dan f, Kemudian digunakan untuk menghitung dan didapatkan f, Hitung kembali dengan gadien f, +f, / atau ditulis sekaligus sebagai beikut h f, f, hf, 4 //7

Metode Heun Cont. Secaa geometis : 7 6 5 4 3, +, + f, fat, f+, + _eule _heun.5 5 //7

Metode Runge-Kutta Bentuk umum Runge Kutta Ode n: + = + a k + a k + + a n k n Dengan a,a,a 3,,a n adalah konstanta k = hf, k = hf +p h, +q k k 3 = hf +p h, +q k +q k k 4 = hf +p 3 h, +q 3 k +q 3 k +q 33 k 3 k n = h +p n- h, +q n-, k +q n-, k + +q n-,n- k n- Galat Pe langkah Runge Kuta ode n : Oh n+ Kumulatif ode n :Oh n 6 //7

Metode Runge Kutta Cont. Ode k = hf, + = + a k ; a = didapat + = + hf, Metode Eule Galat : Pe langkah : Oh Kumulatif : Oh 7 //7

Metode Runge Kutta Cont. Ode k = hf, k = hf +p h, +q k + = + a k + a k Dengan penuunan umus ang sudah ada didapatkan : a = -a = -t p = /a = /t q = /a = /t Atina ada tak behingga fomula ode dua. Dengan a =a = ½, q =, p = k = hf, k = hf +h, +k + = + ½ k + k Metode Heun 8 //7

Metode Runge Kutta Cont. Ode 3 k = hf, k = hf +p h, +q k k 3 = hf +p h, +q k +q k + = + a k + a k + a 3 k 3 dengan menggunakan penuunan umus ang ada didapatkan : k = hf, k = hf +/ h, +/ k k 3 = hf +h, -k +k + = + /6 k + 4k + k 3 9 //7

Ode 4 Metode Runge Kutta Cont. k = hf, k = hf +p h, +q k k 3 = hf +p h, +q k +q k k 4 = hf +p 3 h, +q 3 k +q 3 k +q 33 k 3 + = + a k + a k + a 3 k 3 + a 4 k 4 dengan menggunakan penuunan umus ang ada didapatkan : k = hf, k = hf +/ h, +/ k k 3 = hf +/h, +/ k k 4 = hf +h, +k 3 + = + /6 k + k + k 3 + k 4 //7

THANK YOU