JTM, Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013,

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ)

PENGGUNAAN DISTRIBUSI PELUANG JOHNSON SB UNTUK OPTIMASI PEMELIHARAAN MESIN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

USULAN UKURAN PEMESANAN OPTIMAL SUKU CADANGMESIN GRINDING BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN MENGGUNAKAN METODE Q (di Bengkel Pembuatan dan Service Turbin)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

Analisis Model dan Contoh Numerik

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi

IV. METODE PENELITIAN

MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH)

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pelaksanaan pembangunan saat ini, ilmu statistik memegang peranan penting

IV. METODE PENELITIAN

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

MENENTUKAN INTERVAL PERAWATAN PENCEGAHAN PADA MESIN STRIPPING DI PT. ADITAMA RAYA FARMINDO DENGAN METODE AGE REPLACEMENT

III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.

IV. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

SISTEM PERSEDIAAN KOMPONEN PADA MESIN CETAK BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN DI PT KARYA KITA

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Studi kasus pada CV Cita Nasional.

Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP

PENGUKURAN KINERJA PERENCANAAN JADWAL INDUK PRODUKSI (STUDI KASUS: PT. ROMOS INTI COSMETIC)

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS LEMBARAN KERJA SECARA KELOMPOK. Oleh: Yoyo Zakaria Ansori

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB IV PERHITUNGAN NUMERIK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

B a b 1 I s y a r a t

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian dunia telah menjadi semakin saling tergantung pada

BAB II LANDASAN TEORI. Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERHITUNGAN PARAMETER DYNAMIC ABSORBER

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada

PENGARUH PENGEMBANGAN KARYAWAN TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI KERJA KARYAWAN (Studi pada karyawan tetap PT PG Tulangan Sidoarjo)

USULAN PENERAPAN METODE KOEFISIEN MANAJEMEN (BOWMAN S) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PRINTER TIPE LX400 PADA PT X

IV METODE PENELITIAN

III KERANGKA PEMIKIRAN

HUMAN CAPITAL. Minggu 16

x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.

Pemodelan Data Runtun Waktu : Kasus Data Tingkat Pengangguran di Amerika Serikat pada Tahun

ANALISIS ANTRIAN ANGKUTAN UMUM BUS ANTAR KOTA REGULER DI TERMINAL ARJOSARI

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-108

PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.

Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis

Aplikasi Metode Seismik 4D untuk Memantau Injeksi Air pada Lapangan Minyak Erfolg

BAB 1 PENDAHULUAN. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang mempunyai

PENJADWALAN PEMBUATAN BOX ALUMININUM UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN (Studi Kasus di Perusahaan Karoseri ASN)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengangguran atau tuna karya merupakan istilah untuk orang yang tidak mau bekerja

Jurnal EKSPONENSIAL Volume 5, Nomor 2, Nopember 2014 ISSN

PENENTUAN KONSTANTA PEMULUSAN YANG MEMINIMALKAN MAPE DAN MAD MENGGUNAKAN DATA SEKUNDER BEA DAN CUKAI KPPBC TMP C CILACAP

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN FOKUS PADA KUALITAS PELAYANAN

BAB I PENDAHULUAN. salad ke piring setelah dituang. Minyak goreng dari kelapa sawit juga memiliki sifat

ASSESSMENT TECHNOLOGY DI DEPARTEMEN WORKSHOP PADA PT.TRIPANDU JAYA DENGAN METODE TEKNOMETRIK

PENGARUH GAJI, UPAH, DAN TUNJANGAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. XYZ

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI ACTUAL SYSTEM USAGE (ASU) PADA PEMANFAATAN STUDENTSITE

BAB III ANALISIS INTERVENSI. Analisis intervensi dimaksudkan untuk penentuan jenis respons variabel

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu

Transkripsi:

JTM, Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013, 124-131 PENENTUAN INTERVAL WAKTU OPTIMUM KOMPONEN SLOT SCREEN PADA MESIN PUSHER CENTRIFUGE 0106M301B DI PT PETROKIMIA GRESIK Nicco Dimas Ari Nugroho S1 Pend Teknik Mesin, Fakulas Teknik, Universias Negeri Surabaya niccodan@rockemail.com Dyah Riandadari S1 Pend Teknik Mesin, Fakulas Teknik, Universias Negeri Surabaya dyahreri@yahoo.co.id ABSTRAK Peneliian ini berujuan unuk menenukan inerval waku pengganian komponen slo screen pada pusher cenrifuge 0106M301B sehingga kia dapa mengeahui waku yang epa dalam menjadwal pengganian komponen slo screen agar idak menghamba proses produksi dan dapa menghema biaya mainenance dan menenukan reliabilias dari komponen slo screen di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk ZA III. Peneliian ini menggunakan meode peneliian deskripif kuaniaif. Subyek peneliian mesin pengayak (Pusher Cenrifuge 0106M301B), komponen slo screen. Obyek peneliian adalah waku anar kerusakan komponen slo screen, biaya perawaan, biaya produksi dan reliabilias komponen slo screen. Insrumen peneliian berupa wawancara dan dafar observasi. Unuk waku pengganian komponen slo screen biasanya waku pengganian dilakukan enam sampai delapan bulan diliha dari kondisi shaf yang sudah renggang mencapai 0,08 mm baru dilakukan pengganian komponen slo screen. Peneliian dimulai dari mencari biaya dan waku anar kerusakan seelah iu menenukan disribusi daa dan parameer disribusi yang akan digunakan seelah iu melakukan perhiungan biaya perawaan opimal. Dalam peneliian ini dapa di hasilkan bahwa biaya perawaan pencegahan (C M ) pada komponen slo screen sebesar Rp. 273,550.000 dan biaya pengganian kerusakan (C F ) Rp. 347.050.000 dan inerval waku pengganian opimum dalam 181 hari dengan ingka keandalan 0.961425442 oal biaya yang dikeluarkan Rp. 1.587.904.524. Kaa Kunci : Biaya Perawaan, Inerval Perawaan, Keandalan. ABSTRAK This sudy aimed o deermine he ime inerval replacemen slo screen on he pusher cenrifuge 0106M301B so ha we can know he exac ime slo screen in he schedule replacemen so as no o hinder he producion process and can save mainenance coss and deermine he reliabiliy of he componen slo screen in a moving company in he producion of ZA III. Research a quaniaive sudy. The sudy subjecs sieving componen slo screen a machine (Pusher Cenrifuge 0106M301B). Objec of he sudy is he ime beween failures of componens slo screen, mainenance coss, producion coss and reliabiliy of componens slo screen. Research insrumens such as inerview and observaion lis. For a ime slo replacemen screen replacemen ime is usually done six o eigh monhs seen from he already enuous condiion shaf reached a new 0.08 mm slo screen replacemen done. The sudy begins looking for a cos and ime beween failures afer deermining daa disribuion and disribuion parameers ha will be used afer ha perform calculaions opimal care coss. In his research can be generaed ha he cos of prevenive mainenance (C M ) on he componen slo screen Rp. 273,550.000 damage and replacemen coss (C F ) Rp. 347 050 000 and opimum replacemen inerval in 181 days wih he level of reliabiliy 0.961425442 oal cos of Rp. 1.587.904.524. Keywords: Cos of Care, Mainenance Inerval, Reliabiliy. PENDAHULUAN Masalah sisem perawaan merupakan salah sau masalah pening dalam indusri. Alasan uamanya adalah karena sisem perawaan merupakan fakor uama unuk kelangsungan hidup suau sisem produksi. Jika mesin idak dirawa, maka akan mengalami kerusakan yang lebih parah sehingga perusahaan akan mengeluarkan biaya yang idak sediki unuk menggani komponen yang rusak juga akan mengalami kerugian dikarenakan produksi berheni. Slo screen yang sudah memiliki kerenggangan 0,8 mm perlu digani dan apabila pengganian erlalu sering akan mengganggu proses produksi dan biaya mainenance akan inggi. Pengganian komponen dalam jangka

Inerval Waku Pengganian Opimum waku yang lama biaya yang dikeluarkan unuk komponen akan lebih hema akan eapi komponen aau mesin ersebu sudah mencapai baas akhir pada fungsinya aau mesin dalam keadaan rusak pada akhirnya dapa mengakibakan breakdown dan mesin akan berheni oal saa proses perbaikan apabila pengganian komponen erlalu cepa maka biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak dan proses produksi akan sering erheni selama perbaikan berlangsung. Bila proses produksi sering erheni maka indusri akan mengalami kerugian pada waku produksi berlangsung, unuk iu perlu dienukan inerval waku pengganian opimum. Rumusan peneliian dalam peneliian ini adalah bagaimana menenukan inerval waku opimum pengganian komponen Slo Screen pada mesin Pusher Cenrifuge 0106M301B Tujuan uama dari kegiaan ini adalah unuk menjaga mesin aau fasilias lainnya agar dalam keadaan siap pakai keika diperlukan. Akan eapi iap perusahaan memiliki perbedaan kebijakan yang dierapkan. Hal ini didasari karena perbedaan konsep dalam memelihara mesin aau fasilias lainnya. Perusahaan menilai pemeliharaan mesin ini sanga pening diperhaikan. Sisem pemeliharaan yang benar berpengaruh erhadap kelangsungan perusahaan. Pada bagian produksi 1 berugas unuk memproduksi pupuk ZA yang berbahan dasar H 2 SO 4 (Asam Sulfa) + Amoniak. Pabrik 1 memiliki beberapa uni mesin dan uni uni conveyor. Dari flow char pabrik 1 erdapa mesin uama yang kriis yaiu Pusher Cenrifuge 0106M301B. Pusher Cenrifuge 0106M301B adalah mesin yang berfungsi sebagai pemisah Moherlekker (ZA yang masih berupa cairan) dan krisal ZA. Pusher Cenrifuge 0106M301B adalah sebuah mesin yang mempunyai cara kerja mesin Roary (berpuar) dan maju mundur. Pusher Cenrifuge 0106M301B juga memiliki komponen mesin yang sanga kriis yaiu slo screen yang berbenuk saringan melingkar mempunyai barisan shaf dengan jarak kerenggangan anara shaf yang sau dengan yang lain sandarnya adalah 0,02 mm. Slo screen erbua dari bahan SS317L produksi krauss maffei made in jerman dan di perusahaan pada bagian produksi pupuk ZA slo screen mampu berahan anara enam sampai delapan bulan. maka Dari laar belakang yang elah di bahas diaas peneliian ini mempunyai manfaa yaiu menambah wawasan sera pengeahuan mengenai perhiungan opimum pada suau ala aau komponen mesin dan pengeahuan pada sofware yang digunakan dalam membanu perhiungan peneliian ini, membanu perusahan menenukan waku mainenance yang opimal agar idak mengganggu proses produksi yang berlangsung agar idak memakan biaya yang lebih banyak, dan dapa menambah lieraur yang diperlukan dalam manajemen waku unuk melakukan mainenance komponen. METODE Rancangan Peneliian : Survei Mulai Merumuskan Masalah Pengambilan daa 1. Waku pengganian komponen 2. Biaya Unuk Komponen 3. Realiabilias komponen yang dieapkan oleh perusahaan. Analisa Daa Simpulan dan Saran Selesai Gambar 1. Rancangan Peneliian Sudi Pusak a 127

DATA KERUSAKAN JTM, Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013, 124-131 Jenis Peneliian Jenis peneliian ini adalah peneliian deskripif kuaniaif. Variabel yang ermasuk dalam peneliian ini adalah: Variabel bebas dalam peneliian ini adalah sejumlah daa yang akan di ambil di perusahaan berupa jadwal pengganian komponen slo screen minimal selama lima belas kali pengganian yang lalu. Pengambilan daa minimal lima belas kali daa pengganian. Variabel erika dalam peneliian ini adalah biaya perawaan komponen Slo Screen (Cos Mainenance) dan reliabilias. Teknik Pengumpulan Daa: Observasi dilakukan dengan mengamai kondisi mainenance secara umum dan mainenance komponen slo screen. Mengamai kesediaan komponen slo screen yang siap sebagai penggani slo screen yang rusak. Teknik Wawancara dilakukan dengan narasumber yaiu kepala divisi har 1 produksi ZA III secara bebas erpimpin. Adapun peranyaan yang akan dianyakan erdiri aas waku pengganian komponen slo screen, Biaya yang dibuuhkan unuk pengganian komponen slo screen dan reliabilias komponen slo screen yang dieapkan oleh perusahaan. Teknik Analisis Daa : Analisis dilakukan erhadap daa-daa yang diperoleh dari perusahaan, melipui komponen slo screen yang digunakan, hisori komponen enam belas daa pengganian komponen, Biaya yang dibuuhkan unuk mainenance, Reliabilias yang digunakan pada perusahan, sebab dan akiba erjadi kerusakan slo screen. Daa hisori mainenance komponen slo screen digunakan unuk ujuan menenukan inerval waku opimum pengganian komponen slo screen pada Pusher Cenrifuge 0106M301B, agar dalam melakukan mainenance dapa meminimalisir biaya mengganggu proses produksi ZA III. mainenance dan idak Dari diagram alur di bawah ini pengolahan daa yang perama dimulai dari pengambilan daa dari komponen slo screen mesin cenrifuge 0106M301B lalu masuk kepada uji keandalan komponen slo screen sampai dapa diemukan hasil reliabiliasnya, yang kedua adalah pengambilan daa biaya mainenance slo screen yang eruju pada peenghiungan oal cos pada slo screen dan dari daa reliabilias dan daa oal cos dapa di buakan abel R dan TC unuk dapa membandingkan daa reliabilias dari perusahaan yang selanjunya mulai mengolah waku pengganian opimum pada komponen. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Perhiungan S dan δ anar waku X i (hari) X i X (X i X) 2 207 0,19 0,04 203-3,81 14,52 216 9.19 84.46 210 3.19 10,18 226 19.19 368,26 203-3,81 14,52 218 11,19 125,21 209 2,19 4,79 223 16,19 262,11 210 3,19 10,18 203-3,81 14,52 159-47,81 2285.79 220 13,19 173,97 206-0,81 0,65 206-0,81 0,65 190-16,81 282.57 JUMLAH = 3309 = 0,04 = 3652.32 S = k i=1 (X i X) 2 N 1 S = 3652,32 16 1 S = 15,60416611 = 243,49 δ = S X = 15,60416611 206.8125 δ = 0,075450788 (1)

DATA PERBAIKAN Inerval Waku Pengganian Opimum Tabel 2. Perhiungan S dan δ Lama Perbaikan X i (hari) X i X (X i X) 2 JUMLAH = 59 = -3,019 = 3,34 S = S = k 2 i=1 X i X N 1 3,34 16 1 = 0,222666666 S = 0,471875689 δ = S X = 0,471875689 3,6875 = 0,127966288 (2) Dari daa waku anar kerusakan dan lama perbaikan dapa dicari nilai (X), (s), dan (δ), dengan meggunakan krieria δ dapa dienukan disribusi daa ersebu seperi pada abel dibawah ini, karena hasil perhiungan δ unuk kerusakan dan perbaikan keduanya lebih kecil dari 1 maka dapa dienukan disribusinya yaiu weilbull: Tabel 3. uji kecocokan disribusi unuk daa anar kerusakan. No Jumlah Anar F 0 (x) S N (x) F 0 (X) S N (x) Kerusakan 1. 207 Hari 0.0625 0.062556664-5.66636E-05 2. 203 Hari 0.125 0.123904503 0.001095497 3. 216 Hari 0.1875 0.189181021-0.001681021 4. 210 Hari 0.25 0.252644303-0.002644303 5. 226 Hari 0.3125 0.320942883-0.008442883 6. 203 Hari 0.375 0.382290722-0.007290722 7. 218 Hari 0.4375 0.448171653-0.010671653 8. 209 Hari 0.5 0.511332729-0.011332729 9. 223 Hari 0.5625 0.57872469-0.01622469 10 210 Hari 0.625 0.642187972-0.017187972 11 203 Hari 0.6875 0.703535811-0.016035811 12 159 Hari 0.75 0.751586582-0.001586582 13 220 Hari 0.8125 0.818071925-0.005571925 14 206 Hari 0.875 0.880326383-0.005326383 15 206 Hari 0.9375 0.94258084-0.00508084 16 190 Hari 1 1 0 Tabel 4. uji kecocokan disribusi unuk daa lama perbaikan. No Jumlah Anar F 0 (x) S N (x) F 0 (X) S N (x) Kerusakan 1. 4 0.0625 0.067797-0.00529661 2. 4 0.125 0.135593-0.01059322 3. 4 0.1875 0.20339-0.015889831 4. 4 0.25 0.271186-0.021186441 5. 4 0.3125 0.384615-0.072115385 6. 3 0.375 0.442308-0.067307692 7. 3 0.4375 0.5-0.0625 8. 3 0.5 0.557692-0.057692308 9. 4 0.5625 0.559322 0.003177966 10 4 0.625 0.627119-0.002118644 11 4 0.6875 0.694915-0.007415254 12 3 0.75 0.745763 0.004237288 13 4 0.8125 0.813559-0.001059322 14 4 0.875 0.881356-0.006355932 15 3 0.9375 0.864407 0.07309322 16 4 1 1 0 Tabel 5. Parameer disribusi waku anar kerusakan dan perbaikan. Waku Disribusi α β Anar Kerusakan Weibull 20.0177 212.753 Perbaikan Weibull 11.7017 3.8791 Penenuan Fungsi Pada Probabilias, Keandalan, dan Laju Kerusakan. Dari poin a dan b dapa dienukan waku anar kerusakan dan perbaikan berdisribusi Weibull dengan nilai parameer α dan β. Seperi abel diaas dikeahuinya parameer-parameer ini dapa dienukan fungsi pada pobabilias, keandalan, dan laju kerusakan sebagai beriku. Fungsi pada probabilias dapa dienukan dengan menggunakan sofware excel dengan menenukan Shape parameer disribusi α = 20.0177 dan Scale parameer disribusi β = 212.753 dan hasil dari fungsi pada probabilias unuk nilai. Keandalan Dengan rumus dapa dienukan nilai keandalan unuk seiap nilai p. Laju Kerusakan Laju kerusakan dapa dihiung dengan rumus λ = αβα α 1 dan laju kerusakan unuk seiap waku (p). MTTF dihiung dengan banuan sofware weibul++6 nilai α dan β unuk waku anar kerusakan sesuai abel 4.6 yang masing-masing bernilai α : 20.0177 dan β : 212.753 Dalam penenuan nilai MTTR dapa dihiung dengan 129

JTM, Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013, 124-131 banuan sofware weibull++6 dengan nilai α : 11.7017 dan β : 3.8791. Perhiungan Biaya Perawaan Opimal Dengan rumus = R x Cm +(1 R p x Cf) p x R p + f d dapa dilakukan perhiungan biaya perawaan opimal dengan dikeahui : C M (Cos Mainenance) = Biaya Pemeliharaan. C F (Cos Failure) = Biaya Pengganian Komponen / Kerusakan. Melalului nilai C M = Rp. 273.550.000 dan C F = Rp. 347.050.000, dan nilai R(p) sesuai abel 4.10. dapa dienukan biaya perawaan sesuai lampiran dua belas dan sebagian hasil yang memperlihakan biaya minimal seperi abel dibawah ini. Tabel 6. Inerval perawaan keandalan dan biaya C(p) p Keandalan 1-R(p) Tp x R(p) f d (dalam ribuan (1) (2) (3) (4) (5) Rp) 2. m + 3. (C F) 4 + 5 1800.965403823 173.7727 173.7726881 0.034596177 1588499.700 181 0.961425442 174.018 174.018005 0.038574558 15.879.045.24 1820.957025538 174.1786 174.178648 0.042974462 1588256.492 1830.952164599 174.2461 174.2461216 0.047835401 1589647.207 1840.946800232 174.2112 174.2112427 0.053199768 1592178.984 185 0.94088711 174.0641 174.0641153 0.05911289 1595966.261 1860.934376947 173.7941 173.7941121 0.065623053 1601137.227 1870.927218526 173.3899 173.3898643 0.072781474 1607835.722 1880.919357772 172.8393 172.8392611 0.080642228 1616223.456 1890.910737901 172.1295 172.1294633 0.089262099 1626482.623 1900.901299649 171.2469 171.2469333 0.098700351 1638818.976............ 221 0.11753302 0.88246698 25.97479737 0.88246698 12600364.60 222 0.09598708 0.90401292 21.3091317 0.90401292 15306025.13 223 0.076983874 0.923016126 17.167404 0.923016126 18.871.407.23 2240.060542092 0.939457908 13.56142852 0.939457908 23626152.65 2250.046608992 0.953391008 10.48702322 0.953391008 30035996.27 2260.035064212 0.964935788 7924511974 0.964935788 38750751.41 2270.025728076 0.974271924 5.840273172 0.974271924 50650334.19 2280.018373884 0.981626116 4.189245453 0.981626116 66855174.2 2290.012743148 0.987256852 2.918180825 0.987256852 88623454.58 2300.008562315 0.991437685 1.969332455 0.991437685 117003567.8 Pada waku pengganian pada hari ke 223 komponen memiliki realibilias 0.076983874 berari realibilias komponen ersebu sanga rendah jadi kemungkinan sanga inggi peluang unuk pemeliharaan sanga rendah maka biaya pengganiannya inggi yaiu sebesar Rp.18.871.407.23. hasil ersebu didapa dari perhiungan R (Realibilias) x C m (Cos Mainenance) = 0.076983874 x 273.550.000 = 21.0589387327 dan selanjunya unuk menghiung cos failure yaiu dengan cara probabilias perusahaan yang dikalikan dengan cos failure = 1- R(p) (kemungkinan kerusakan) x C f (cos failure) = 0.923016126 x 347.050.000 = 320.3327465283 dari hasil kedua daa ersebu yaiu 3203327465304.059 dibagi dari hasil penjumlahaan p x R p + f d = 17.167404 + 0.923016126 = 18.090420126 hasil dari nilai ini adalah biaya perhiungan R x Cm + (1 R p x Cf) yaiu 3203327465304.059. dari hasil kedua daa ersebu kia dapa menemukan hasil biaya pengganian komponen yang dilakukan oleh perusahaan adalah sebesar Rp. 18.871.407.23. = R x Cm +(1 R p x Cf) p x R p + f d (3) (0.076983874 x 273.550.000 + 0.923016126 x 347.050.000) = 17.167404 + 0.923016126 (21.0589387327 + 320.3327465283) = 18.090420126 = 18.871.407.23. Seelah meliha able dan perhiungan hasil pengganian dari perusahaan sudah dapa dienukan pengganian komponen slo screen yang diliha dari biaya minimum yang dipakai oleh perusahaan adalah 223 hari maka dengan keandalan pada saa pengganian hanya sebesar 0.076983874 maka biaya yang dikeluarkan sebesar yaiu Rp. 18.871.407.23. Jika inerval waku pengganian opimum yaiu 181 hari dengan biaya Rp. 15.879.045.24,-. Pada inerval waku opimum ersebu komponen slo screen masih memiliki keandalaan sebesar 0.961425442. KUTIPAN DAN ACUAN Pengerian Perawaan Menuru Ahli : Menuru Corder (1988), perawaan merupakan suau kombinasi dari indakan yang dilakukan unuk menjaga suau barang dalam, aau unuk

Inerval Waku Pengganian Opimum memperbaikinya sampai, suau kondisi yang bisa dierima. Menuru Assauri (1993), perawaan diarikan sebagai suau kegiaan pemeliharaan fasilias pabrik sera mengadakan perbaikan, penyesuaian aau pengganian yang diperlukan agar erdapa suau keadaan operasi produksi yang sesuai dengan yang direncanakan. Menuru Dhillon (1997), perawaan adalah semua indakan yang pening dengan ujuan unuk menghasilkan produk yang baik aau unuk mengembalikan kedalam keadaan yang memuaskan. Blanchard (1980) mengklasifikasi perawaan menjadi 6 bagian, yaiu: Correcive Mainenance, merupakan perawaan yang erjadwal keika suau sisem mengalami kegagalan unuk memperbaiki sisem pada kondisi erenu. Prevenive Mainenance, melipui semua akivias yang erjadwal unuk menjaga sisem / produk dalam kondisi operasi erenu. Jadwal perawaan melipui periode inspeksi. Predicive Mainenance, sering berhubungan dengan memonior kondisi program perawaan prevenif dimana meode memonior secara langsung digunakan unuk menenukan kondisi peralaan secara elii. Mainenance Prevenion, merupakan usaha mengarahkan mainenance free design yang digunakan dalam konsep Toal Producive Mainenance (TPM). Melalui desain dan pengembangan peralaan, keandalan dan pemeliharaan dengan meminimalkan downime dapa meningkakan produkivias dan mengurangi biaya siklus hidup. Adapive Mainenance, menggunakan sofware kompuer unuk memproses daa yang diperlukan unuk perawaan. Perfecive Mainenance, meningkakan kinerja, pembungkusan/ pengepakan/ pemeliharaan dengan menggunakan sofware kompuer. Prevenive mainenance dibedakan aas dua kegiaan. Rouine Mainenance, yaiu kegiaan pemeliharaan yang dilakukan secara ruin, sebagai conoh adalah kegiaan pembersihan fasilias dan peralaan, pemberian minyak pelumas aau pengecekan oli, sera pengecekan bahan bakar dan sebagainya. Periodic Mainenance, yaiu kegiaan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala. Perawaan berkala dilakukan berdasarkan lamanya jam kerja mesin produk ersebu sebagai jadwal kegiaan misalnya seiap seraus jam sekali. Laju kerusakan menyaakan banyaknya kerusakan yang erjadi iap waku (Alkaff, hal :6, 1992). Pada dasarnya, downime didefinisikan sebagai waku suau sisem / komponen idak dapa digunakan (idak berada dalam kondisi yang baik) sehingga membua fungsi sisem idak berjalan (Gaspersz, 1992). Permasalahannya adalah penenuan waku erbaik unuk mengeahui kapan pengganian harus dilakukan unuk meminimasi oal downime. Konflik yang dihadapi adalah: (1) peningkaan frekuensi pengganian dapa meningkakan downime karena pengganian ersebu, eapi dapa mengurangi waku downime akiba erjadi kerusakan, (2) pengurangan frekuensi pengganian akan menurunkan downime karena pengganian, eapi konsekuensinya adalah kemungkinan peningkaan downime karena kerusakan. Dari dua kondisi di aas, diharapkan unuk dapa menghasilkan keseimbangan dianara keduanya. (Jardine, 1973). Model ini menenukan inerval pengganian opimal dianara pengganian pencegahan unuk meminimasi oal downime (Jardine, 1973). 131

JTM, Volume 01 Nomor 02 Tahun 2013, 124-131 Karena injauan yang dilakukan dalam ulisan ini hanya erhadap sau komponen saja, maka perhiungan unuk pengganian pencegahan menggunakan model age replacemen. Adapun formulasi perhiungan model age replacemen adalah sebagai beriku (Jardine, 1973). Keandalan dapa dinyaakan dalam angka ekspekasi maka pakai yang disimbulkan dengan E () dan sering disebu dengan raa-raa waku kerusakan aau Mean Time To Failure (MTTF), yang hanya digunakan pada komponen yang sekali mengalami kerusakan maka harus digani dengan komponen yang baru dan baik (Alkaff, 1992:5). PENUTUP Simpulan Biaya yang diperlukan adalah biaya perawaan pencegahan (C M ) yang melipui : Biaya enaga kerja Rp. 1.050.000. Biaya suku cadang Rp. 250.000.000. Keunungan yang hilang akiba perawaan Rp. 4.500.000/ jam. Dari keiga daa ersebu di dapa biaya perawaan pencegahan (C M ) yang dikeluarkan yaiu sebesar Rp. 273,550.000. Biaya pengganian karena kerusakan (C f ) Melipui : Biaya enaga kerja Rp. 1.050.000. Biaya suku cadang Rp. 250.000.000. Biaya yang hilang akiba mesin menganggur Rp. 96.000.000. Jadi oal biaya pengganian karena kerusakan (C f ) adalah sebesar Rp. 347.050.000. Reliabilias dan inerval waku opimum pengganian komponen Slo Screen pada Pusher Cenrifuge 0106M301B. Inerval waku pengganian opimum unuk komponen Slo Screen pada mesin Pusher Cenrifuge 0106M301B adalah 181 Hari. Reliabilias aau ingka keandalan komponen adalah 0.961425442 dan biaya yang dikeluarkan unuk iap pengganian komponen yaiu sebesar Rp. 15.879.045.24. Bila perusahaan menggani pada 223 hari ingka keandalan komponen slo screen adalah 0.076983874 dan memakan biaya yang lebih inggi yaiu sebesar Rp. 18.871.407.23. membengkaknya biaya ersebu dikarenakan hasil produksi yang kurang opimal dan komponen bekerja kurang opimal aau melebihi baas waku pengganian komponen yang kerenggangan shaf pada komponen sesuai sandarnya yaiu sebesar 0,8 mm. DAFTAR PUSTAKA Corder, Anony. 1996. Teknik Manajemen Pemeliharaan, Jakara: Penerbi Erlangga. Kamdi, Abdullah Alkaf 1992. Teknik Keandalan Sisem, Surabaya: Teknik Elekro ITS. Narbuko, C. dan Achmadi, H. A. 2005. Meodologi peneliian. Jakara: PT. Bumi Aksara. Nasuion, Arman Hakim. 2006. Manajemen Indusri. Yogyakara: Andi Yogyakara. Nugroho, Nicco Dimas Ari. 2011. Laporan PI di PT. Unilever Tbk. Rungku. Surabaya. Rahmansyah.W, Rizal. (2005) Analisa Penenuan Inerval Waku opimum Unuk Pemeriksaan Sisem Poros Baling-Baling Berdasarkan Jumlah Jam Operasional Kapal Dengan Pendekaan Teori Keandalan. Tugas Akhir Sarjana idak dierbikan. INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER. Rex, Wiwi Umar, Wailanduw, A.G., e al. (2006). OTOPRO: Penenuan Inerval Waku Opimal Komponen V Seal Pada Mesin Hidrolik Roll Crusher a he 189 205.Jurusan Teknik Mesin UNESA. Jurnal, Volume 1No. 2 Mei 2006. Supadi. 2010. Paduan Penulisan Skripsi Program S 1, Surabaya: Teknik Mesin UNESA. Supandi, Manajemen Perawaan Indusri, Bandung: ganeca Exac. Sudraja, Aing, Pedoman Prakis Manajemen Perawaan Mesin Indusri, Bandung: PT. Refika Adiama.