BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang

BAB III TINJAUAN KASUS. Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada dasarnya penulis akan membicarakan tentang pelaksanaan asuhan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG MELATI 1 RSDM MOEWARDI SURAKARTA

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III RESUME KEPERAWATAN

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III RESUME ASUHAN KEPERAWATAN

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan tanggal 5 7 Juni 2007 pukul WIB.

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 28 April Tanggal lahir : 21 Agustus : 8 bulan 7 hari

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian keperawatan dilakukan pada tanggal 30 Maret 2011 dengan hasil. Jenis kelamin : Perempuan

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam tinjauan kasus ini penulis menerapkan Asuhan Keperawatan

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam bab ini penulis mengambil kasus pada keluarga An. E dengan salah satu

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN NY. S DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DI IRNA C3 LT. 1 RSDK SEMARANG

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam bab ini penulis akan melaporkan tentang pemberian asuhan

BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN An. H DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG LUKMAN RUMAH SAKIT MUHAMMADYAH SEMARANG

BAB III TINJAUAN KASUS. : 5,5 tahun. Tanggal Masuk : 17 Mei 2010 ( Jam ) Tanggal Pengkajian : 18 Mei 2010 (Jam )

BAB III TIJAUAN KASUS. Pada bab ini penulis akan membicarakan tentang tinjauan kasus dari pelaksanaan

A. lisa Data B. Analisa Data. Analisa data yang dilakukan pada tanggal 18 April 2011 adalah sebagai. berikut:

BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. nafas dan nutrisi dengan kesenjangan antara teori dan intervensi sesuai evidance base dan

BAB II RESUME KEPERAWATAN WIB, pasien dirawat dengan Fraktur Femur pada hari ke empat:

BAB V PENUTUP. Setelah menguraikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan post

BAB III TINJAUAN KASUS. Lukman RS Roemani Semarang, data diperoleh dari hasil wawancara dengan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG KHOTIJAH RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Pengkajian dilakukan pada hari masa tanggal jam WIB di ruang Barokah 3C PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Dx. Tindakan dan Evaluasi

BAB III TINJAUAN KASUS. Ny. N, 49 tahun, Perempuan, Suku/ bangsa : Jawa/Indonesia, Islam,

BAB III TINJAUAN KASUS. RSUD dr. H. Soewondo Kendal pada tanggal 15 sampai dengan 18 April 2011.

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.D DENGAN POST PARTUM NORMAL DI RUANG FATIMAH RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI MEDAN

5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Dilakukan pada tanggal 7 Mei 2007 di ruang ginekologi RS Dr. Kariadi Semarang

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada

BAB III TINJAUAN KASUS. Berikut ini adalah laporan asuhan keperawatan pada penderita Gastroenteritis

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Tanggal dilakukan pengkajian 14 Juni 2005 pada jam WIB.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Pada bab ini penulis melaporkan asuhan perawatan yang telah diberikan pada Tn. M

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA

BAB III TINJAUAN KASUS. secara autoanamnesa dan alloanamnesa di RSUP dr. Karyadi Semarang. kering, cemas karena penyakitnya tak kunjung sembuh.

ASUHAN KEPERAWATAN. Latar belakang pendidikan. : Perumahan Pantai Perak gang 3 no 21 Semarang. Tanggal masuk RS : 6 September 2013 Diagnosa medis

BAB Ш TINJAUAN KASUS

LAPORAN JAGA 24 Maret 2013

Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN

BAB III TINJAUAN KASUS. Tn.Y dengan Post ORIF fraktur femur dextra 1/3 distal hari ke II di Ruang Umar

BAB III TINJAUAN KASUIS. ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.A DENGAN POST PARTUM NORMAL DI RUANG FATIMAH RS.ROEMANI

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. A. Pengkajian Keperawatan Dilakukan pada tanggal 24 April 2007 jam 11.00

BAB Ш TINJAUAN KASUS

LAPORAN KASUS BEDAH SEORANG PRIA 34 TAHUN DENGAN TUMOR REGIO COLLI DEXTRA ET SINISTRA DAN TUMOR REGIO THORAX ANTERIOR

BAB III TINJAUAN KASUS WIB di ruang khotijah Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah. Semarang dan memperoleh data dari pengamatan langsung catatan

PENGKAJIAN PNC. kelami

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Dx Hari/tanggal Pukul Tindakan Keperawatan

BED SITE TEACHING. Dani Dania D Siti Fatimah Lisa Valentin S Perceptor dr. Octo Indradjaja, Sp.

III. RIWAYAT KESEHATANSEKARANG A.

BAB III TINJAUAN KASUS. ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN GASTROENTERITIS

BAB III RESUME KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

BAB III TINJAUAN KASUS A. PENGKAJIAN 1. Biodata a. Biodata pasien. : 2 tahun 8 bulan Jenis kelamin : laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia

BAB III TINJUAN KASUS

Universitas Sumatera Utara

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CA SERVIKS DI RUANG MAWAR RS. Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO N A M A : RIA ROHMA WATI N I M :

LAPORAN KASUS / RESUME DIARE

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PASCA SECTIO CAESARIA

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. N DENGAN POST PARTUM SPONTAN DI RB NUR HIKMAH GUBUG JAWA TENGAH

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.K DENGAN DIAGNOSA MEDIK DISPEPSIA DIRUANG KENANGA WANITA RSU CIAMIS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP

BAB III ANALISA KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Pasien bernama Tn. N umur 48 tahun nomor register dengan jenis

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian keperawatan dilakukan pada hari Senin, tanggal 22 Februari di ruang Baitul Athfal RSI Sultan Agung, Semarang.

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. 16 Februari dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Asuhan Keperawatn Keluarga dilakukan pada tanggal 01 Januari 2008

BAB III RESUME KASUS

BAB V PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. BAB ini penulis akan membahas tentang penerapan posisi semi fowler untuk

I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Jenis Kelamin : Laki - laki. Status Perkawinan : Menikah

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN POST HEMOROIDEKTOMY. DI RUANG KENANGA RUMAH SAKIT UMUM dr.h.soewondo KENDAL

Transkripsi:

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN Pada bab ini penulis melakukan pengkajian pada tanggal 3 Juni 2009 jam 09.00 WIB dan memperoleh data-data dari catatan keperawatan dan catatan medis, serta wawancara dengan keluarga pasien. A. Pengkajian 1. Biodata Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Status Perkawinan Agama Suku bangsa Pendidikan : Ny. J : 64 tahun : Perempuan : Kawin : Islam : Jawa : SD Tgl. Masuk : 3 6 2009 No. Register : 263207 Da. Medis Pekerjaan : TB. Paru : Petani Tgl. Pengkajian : 3 Juni 2009 2. Penanggung Jawab Nama Umur : Ny. P : 42 th 41

Alamat Pekerjaan : Perempuan : Ibu Rumah tangga Hub. Dengan klien. : Anak B. Riwayat kesehatan 1. Keluhan Utama Klien mengatakan batuk berdahak dan sesak napas. 2. Riwayat penyakit sekarang + 1 hari yang lalu klien merasa badan lemas, dada berdebar-debar, sesak napas, batuk disertai dahak kental berwarna putih, nafsu makan berkurang. Kemudian diperiksa ke dokter umum setelah mendapat terapi dan tidak berhasil klien dirujuk ke RS. Roemani Semarang dan dirawat diruang Khodijah kelas III dan mendapat terapi infus RL D5 16 tpm, O 2 2 l/pm. 3. Riwayat Penyakit Dahulu + 5 bulan yang lalu klien sering sesak napas, badan terasa lemas, batuk disertai dahak kental berwarna putih, nafsu makan berkurang. Kemudian klien periksa ke dokter umum dan tidak kunjung sembuh. Klien tidak memiliki penyakit hipertensi, jantung, DM. 4. Riwayat Penyakit Keluarga Dalam keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit seperti yang diderita klien, tidak ada keturunan DM, hipertensi, asma, jantung. 42

C. Pola Fungsional a). Pola Persepsi dan Manajemen kesehatan Klien mengatakan bahwa sakit yang dialami karena klien dulu bekerja di sawah dan sering menumbuk padi, klien sering tidur dilantai hingga saat ini klien sering merasa sesak napas dan batuk-batuk, klien biasanya dulu waktu sakit, misalkan batuk hanya membeli obat diwarung, karena penyakitnya tidak kunjung sembuh klien memeriksakan penyakitnya ke dokter umum. b). Pola nutrisi Klien mengatakan sebelum dirawat di RS, klien makan 3x sehari berupa nasi, sayur, lauk kadang buah tidak ada makanan pantangan minum rata-rata 7-8 gelas air putih per hari. Namun selama sakit klien mengatakan nafsu makan menurun terkadang mual-muntah. Klien hanya menghabiskan ½ porsi makan yang diberikan sebelum sakit BB 50 kg dan waktu pengkajian BB 40 kg dengan tinggi badan 150 cm. c). Pola Eliminasi Klien mengatakan sebelum sakit BAB dilakukan 1-2 kali sehari sesuai dengan kebutuhan. Saat dikaji klien mengatakan BAB 1x sehari konsentrasi lunak dan BAK 7-8 x sehari dengan konsistensi kuning pekat. d). Pola Aktivitas dan Latihan Sebelum sakit klien bekerja, aktivitas klien dilakukan secara mandiri saat di RS dirawat klien hanya tidur saja ditempat tidur dan klien tampak lemah, aktivitas pasien terbatas untuk kebutuhan sehari-hari dibantu oleh keluarga. 43

e). Pola Istirahat Tidur Klien mengatakan bahwa sebelum sakit klien terbiasa tidur 7-8 jam/hari dari jam 21.00 05.00 pagi. Klien tidak terbiasa tidur siang. Sesudah sakit kebutuhan tidurnya terganggu, klien sering terbangun, klien tidur + 5-6 jam. f). Pola Persepsi Kognitif Semua indera klien masih berfungsi dengan baik klien sering merasakan nyeri didada dan terasa panas P : nyeri bertambah saat klien beraktivitas Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk R : Nyeri dirasakan pada dada bagian kanan atas S : Skala nyeri 5 T : Intemitten Pengetahuan klien tentang penyakitnya kurang, ini dibuktikan dengan klien banyak bertanya tentang penyakitnya kepada perawat dan berharap agar penyakitnya cepat sembuh. Klien juga belum mengetahui tentang cara mencegah penularan TBL seperti : cara meludah, membuang dahak/sputum, cara batuk dan perawatan dirumah g). Pola Persepsi Konsep Diri Klien merasa bahwa hidupnya sangat berarti, karena sangat mensyukuri rahmat yang diberikan Tuhan padanya dan klien selalu tegar dalam menghadapi cobaan. Klien tidak putus asa/mundur dengan sakit yang dialaminya. 44

h). Pola hubungan peran Klien mengatakan sering berinteraksi dengan keluarganya dan masyarakat sekitarnya, misalnya ikut dalam pengajian di masjid. Klien tidak mengalami hambatan dalam berhubungan dengan lingkungan RS, hal ini dibuktikan klien sering tersenyum dan sesekali ngobrol dengan teman sekamar juga dengan perawat sangat baik. i). Pola Reproduksi dan seksual Klien adalah ibu dari 3 orang anak, klien merasa terganggu dalam pemenuhan kebutuhan seksual sebelum sakit dan setelah sakit, karena klien sekarang sudah menoupause dan sudah termasuk lansia oleh karena itu klien sudah tidak melakukan pemenuhan kebutuhan seksual, tetapi klien selalu mendapat perhatian dan kasih sayang dari keluarga begitu pula sebaliknya. j). Pola Koping Toleransi Klien sudah brusaha tegar, tapi jika sesaknya kambuh raut muka klien tampak lemas dan klien selalu memanggil anaknya untuk menunggu disampingnya. k). Pola Nilai dan Kepercayaan Klien adalah seorang yang beragama islam dan rajin beribadah sebelum atau selama sakit klien selalu berdoa agar diberi kesehatan selama dirawat Selama dirawat klien melaksanakan ibadah tergantung kondisi kesehatan D. Pemeriksaan KU : lemah Kesadaran : Composmentis 45

TTV : TD : 120/90 mmhg S : 36,7 o C N : 88 X /mnt RR : 20 x /mnt Kepala Telinga : Mesochepal, kulit kepala cukup bersih, rambut cukup bersih. : bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada secret yang keluar dari telinga Mata Hidung Mulut Leher Dada : konjungtiva anemis, selera tidak ikterik : tidak ada cuping, tidak ada secret yang keluar dari hidung : bibir terlihat kering, mukosa mulut lembab, kebersihan kurang : tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid, integritas kulit baik. : a. Paru paru - Inspeksi : dada simetris, tidak menggunakan alat bantu pernapasan, frekuensi 20 x/mnt, ekspirasi memanjang. - Palpasi : ada peregangan intercosta saat inspirasi, ada nyeri tekan. Stem fremitus antara paru-paru kanan dan kiri berbeda, paru-paru kanan berisi penumpukan sekret sehingga ada getaran/ hambatan, sedangkan paru kiri berisi udara, sehingga suara terdengar nyaring. - Auskultasi : ada suara wheezing, tidak ada ronchi, vesikuler ada suara nafas panjang - Perkusi : suara paru pekak. 46

b. Jantung - Inspeksi : simetris, tidak tampak ictus cordis, IC teraba di Sie V LMes - Palpasi : tidak ada pembesaran jantung - Perkusi : redup - Auskultasi : bunyi vesikuler Abdomen : - Inspeksi : simetris, tidak ada massa, tidak ada acites. - Palpasi : tak teraba adanya pembesaran hepar, tidak ada nyeri tekan. - Perkusi : suara tympani. - Auskultasi : peristatik usus normal, frekuensi 7 x/menit Genetalia : bersih, tidak ada kelainan Ekstrenitas : - atas : tangan kanan terpasang infus, tetesan lancar akral hangat - bawah : tidak ada lesi, tidak ada edema Kulit Anus : tidak ada lesi, turgor kulit baik, warna sawo matang : tidak ada hemoroid, anus bersih Hasil observasi : sputum warna putih kental E. Pemeriksaan Penunjang 1. Data laboratorium Tgl 03-juni 2009 jam 08:40 Px Hematologi Hasil Normal Satuan - Haemoglobin 12-7 12-16 g/dl - Leukosit 4.300 4.000.11.000 /mm 3 47

- Trombosit 300.000 150.000-450.000 % - Hematokrit 39.8 35-55 % - Eosinofil 10 0-55 % - Basofil 0 0-2 % - N-Segmen 60 36-66 % - Limfosit 24 22-40 % - Monosit 6 2-8 % - LED - 0-20 mm/jam - Eryfrosit 4.60 4.00-6.20 Jt/mm 3 - MCU 86 80-100 nm 3 - MCH 27 26-34 pg - MCHC 32 31-35 g/dl Kimia darah - GDS 116 80-100 mg/dl 2. Therapy - Infus RL DS 16 tpm - O2 2 L/pm - Injeksi : - Vit. C 3.1 - Soclaf 2.1 3. Hasil Pemeriksaan Radiologi - Nebulizer, Ventolin Pulmicord 3.1 Foto Thorax : proses spesifik duplek. 48

4. Foto Pemeriksaan EKG Dalam batas normal tidak ada kelainan. 5. Diit Tinggi kalori tinggi protein (2.100 kal). F. Pengelompokan data Tgl/hari Data Subyektif Data Obyektif TTD 3 Juni 2009 Rabu 09.00 DS : - Klien mengatakan sesak nafas dan batuk mengeluarkan sputum - Klien mengatakan nafsu makan menurun, makan tidak habis, sering mual dan kadang muntah - Klien mengatakan nyeri pada dada dan terasa panas - Klien mengatakan kurang tahu tentang penyakitnya Klien juga mengatakan : DO : - Batuk Produktif - Sputum warna putih kental - Ekspirasi memanjang suara nafas tambahan whezing - Klien habis ½ porsi setiap kalimakan - Mukosa bibir kering - Konjungtiva anemis - Pasien kadang 49

- Belum mengetahui tentang cara pencegahan penularan TBC seperti : - Cara meludah, membuang dahak/sputum, cara batuk dan perawatan di rumah tampak memegangi dadanya - Pasien tampak lemah - BB : 40 kg - Klien bertanya tentang penyakitnya yang di deritanya Belum tahu tentang cara penularan TBC, seperti cara mudah, membuang dahak/sputum, cara batuk dan perawatan dirumah P : nyeri bertambah saat beraktivitas Q : nyeri seperti ditusuk-tusuk R : nyeri dirasakan pada dada bagian kanan atas 50

S : skala nyeri 5 T : intermitten G. Analisis Data No Data Problem Etiologi 1 DS : Klien mengatakan sesak nafas dan batuk mengeluarkan dahak putih kental DO : - Batuk produktif - Sputum Warna putih kental - Ekspirasi memanjang suara nafas tambahan wheezing - Perkusi: Suara paru pekak - Palpasi : ada peregangan intercosta saat inspirasi 2 DS : Klien mengatakan nafsu makan menurun, sering mual dan kadang muntah, lemah DO : - klien habis ½ porsi setiap - Bersihkan jalan nafas tidak efektif - Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Penumpukan sekret pada jalan napas, hipersekresi Intake nutrisi kurang, anoreksia 51

kali makan - mukosa bibir kering - konjungtiva anemis - BB : 40 turun 10 Kg BB I : 45-55 Kg; IMT =0,22 kg/m 3 DS : Klien mengatakan dada terasa nyeri dan panas - Gangguan rasa nyaman, nyeri Kerusakan parenchim paru DO : P : klien sering memegangi dadanya nyeri bertambah saat beraktivitas (kemeng) Q : nyeri seperti ditusuk-tusuk R : nyeri dirasakan pada dada bagian kanan atas S : skala nyeri 5 T : intermitten - Terdapat banyak sekret di paru kanan - Suara paru pekak, ada getaran 4 DS : Klien mengatakan kurang tahu tentang penyakitnya - Kurang pengetahuan Kurang mengenal sumber informasi 52

Cara mencegah penularan, cara merawat TBC, cara membuang dahak, cara batuk yang benar DO : Klien sering bertanya kepada perawat tentang penyakitnya. Cara mencegah penularan, cara merawat TBC, cara membuang dahak, cara batuk yang benar tentang penyakitnya dan pengobatannya tentang penyakit TBC H. Diagnosa keperawatan 1. Bersihkan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret pada jalan nafas ditandai dengan klien sesak nafas, batuk mengeluarkan sputum warna putih kental, ekspirasi memanjang, suara nafas tambahan wheezing. 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi kurang karena anoreksia, ditandai dengan nafsu makan menurun, sering mual kadang muntah, makan habis ½ porsi, mukosa bibir kering, konjungtiva anemis BB 40 kg. 53

3. Gangguan rasa nyaman, nyeri (kemeng) berhubungan dengan kerusakan parenchim paru ditandai dengan klien mengatakan dada terasa nyeri dan panas dan klien sering memegangi dadanya. 4. Kurang pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit khususnya TBC ditandai dengan klien mengatakan kurang tahu tentang penyakitnya, klien bertanya tentang penyakit yang dideritanya. I. Perencanaan 1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret pada jalan nafas Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam bersihkan jalan nafas menjadi efektif KH : Klien menyatakan tidak sesak nafas, wheezing hilang, klien tidak menggunakan O 2, sekrel menjadi encer, ventilasi maksimal dalam bernafas. frekuensi bernafas dalam batas normal 18-24 x/. Intervensi dan Rasional a). Kaji pernafasan, frekuensi, irama kedalaman bunyi nafas. b). Berikan posisi semi towler c). Latih pasien batuk efektif, catat kemampuan untuk mengeluarkan mukosa. d). Pertahankan masukan cairan sedikitnya 2500 ml/hari dalam keadaan hangat. 54

e). Kolaborasi dan untuk melembabkan udara /O 2 inspirasi. 2. Nutrisi dari kebutuhan tubuh badan intake nutrisi kurang karena anoreksia Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam kebutuhan nutrisi klien terpenuhi. KH : - Nafsu makan meningkat, makan habis 1 porsi, BB meningkat, - Klien menyukai diit yang diberikan, anoreksia, mual muntah hilang, meningkatkan rasa nyaman pada mulut, nutrisi adekuat. Intervensi dan Rasional a). Catat status nutrisi klien pada penerimaan, catat turgor kulit, berat badan dan derajat kekurangan berat badan, riwayat mual muntah. b). Pastikan diet yang bisa klien sukai/yang disukai. c). Selidiki anoreksia mual muntah, volume konsistensi feses. d). Berikan perawatan mulut. e). Dorong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi kalori tinggi protein. f). Kolaborasi rujuk ke ahli gizi/ menentukan komposisi diet. 3. Gangguan rasa nyaman nyeri (kemeng) berhubungan dengan Kerusakan perenchim paru Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam, rasa nyaman terpenuhi. KH : pasien tidak merasa panas dan kemeng pada dada, pasien tidak memegangi dadanya, pasien sedikit meringis, skala nyeri 3, posisi 55

Pasien nyaman, TTV dalam batas normal TD: 120/80 mmhg, S:36-37 o C, N=80-150 x/, RR: 18-24 x /. Intervensi dan Rasional a) Kaji tingkat nyeri. b) Atur posisi senyaman mungkin. c) Alihkan perlahan bila nyeri datang (teknik destraksi dan relaksasi). d) Anjurkan untuk napas panjang bila nyeri datang. e) Pantau tanda-tanda vital f) Kolaborasi pemberian analgetik dengan tim medis lain. 4. Kurang pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit khususnya TBC. Tujuan KH : Pengetahuan pasien bertambah (tentang penyakit TBC) : Klien mengerti tentang cara penularan TBC, cara merawat TBC, cara membuang dahak/sputum, cara batuk yang benar, klien mengerti tentang pemberian obat TBC yang meliputi dosis obat frekuensi pemberian, cara kerja, waktu pengobatan, klien mengatakan mengerti tentang penyakit TBC, melakukan perubahan pola hidup untuk memperbaiki kesehatan umum/tentang penyakit TBC. Intervensi dan Rasional a). Beri penjelasan tentang penyakit dan potensial penyebaran infeksi melalui drople udara selama batuk, bersih, meludah dan bicara. 56

b). Kaji tindakan kontrol infeksi sementara, contoh : masker atau isolasi pernafasan. c). Anjurkan klien untuk batuk/bersin dan mengeluarkan ludah, kaji pembuangan tisu sekali pakai dan teknik mencuci tangan yang tepat. d). Beri penjelasan tentang pentingnya tidak menghentikan terapi obat. e). Jelaskan dosis, obat frekuensi pemberian, kerja yang diharapkan dan alasan pengokohan lama f). Kaji bagaimana TB ditularkan kepada orang lain. J. Implementasi NO Waktu Tindakan Respon Klien TTD Dx I 4-6-2009 Mengkaji KU pasien S : - 09.00 O : klien tampak lemah dan tiduran 09.30 Mengkaji frekuensi pernafasan, irama, kedalaman, bunyi, nafas S : Klien mengatakan sesak nafas O : Pemanfaatan cepat dangkal, terdengar wheezing 10.00 Memberi posisi semi fowler S : klien mengatakan nyaman dan enak O : Posisi klien semi fowler 57

10.10 Melatih klien untuk batuk efektif dan nafas dalam S : Klien mengatakan bersedia O : klien kesulitan melakukannya II 11.00 Mengkaji status nutrisi klien S : klien mengatakan tidak nafsu makan, perut mual O : Pasien makan ½ porsi 11.30 Memotivasi klien untuk makan sedikit tapi sering, menyediakan diet S : Klien mengerti O : Makan habis ½ porsi TKTP III 12.00 Mengkaji tingkat nyeri klien S : Klien mengatakan nyeri dada dan panas O : P : Nyeri bertambah saat beraktivitas Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk R : nyeri pada dada bagian 58

kanan atas S : skala nyeri 5 T : intermitten IV 13.00 Memberikan pengertian terhadap proses S : klien mengerti O : klien mengangguk I 5-6-2009 08.30 penyembuhan Mengkaji pernafasan S : klien mengatakan masih sesak nafas O : sekret dapat keluar, terdengar suara wheezing 08.45 Memberi posisi semi fowler S : klien mengatakan bersedia O : posisi semi fowler 09.00 Melatih klien batuk efektif dan nafas dalam S : Klien mengatakan bersedia O : Klien dapat batuk efektif dan hafal dalam II 11.00 Mengkaji status nutrisi S : Klien mengatakan nafsu makan bertambah, konjungtiva 59

III Mereview pengetahuan klien tentang penyakitnya anemis O : Makan habis ½ porsi S : Klien mengatakan tidak tahu dan tidak pernah mendapat informasi tentang penyakitnya O : klien tidak bisa menjawab pertanyaan IV 12.15 Memberi penjelasan tentang penyebab penularan, perawatan S : Klien mengatakan mendengarkan penjelasan perawat O : klien kooperatif dan mendengarkan III 12.30 Mengalihkan perhatian nyeri dengan teknik diftraksi dan relaktasi S : klien mengatakan bersedia O : klien terlihat melakukan teknik tersebut - Klien terlihat agak 60

nyaman III 13.000 Memantau tanda-tanda vital pasien S : - O : 130/90 mmhg I 6-6-2009 08.30 Mengkaji pernafasan S : 36 8 o C N : 88 x/mnt Rr : 20 x/mnt S : Klien mengatakan sesak berkurang O : Sekret dapat keluar, wheezing masih terdengar sedikit 08.45 Memberi posisisemi fowler S : Klien mengatakan bersedia O : posisi klien semi fowler 09.00 Melatih klien batuk efektif dan nafas dalam S : Klien mengatakan bersedia O : Klien dapat batuk efektif dan nafas dalam II 11.00 Mengkaji status nutrisi S : klien mengatakan nafsu makan mulai 61

bertambah O : konjungtiva anemis, makan habis ½ porsi 11.05 Menganjurkan makan sedikit dan sering S : klien mengerti O : Klien mengangguh menyediakan diet TKTP IV 12.00 Mereview pengetahuan klien tentang penyakitnya S : Klien mengatakan tidak tahu dan tidak pernah mendapat informasi tentang penyakitnya O : Klien tidak bisa menjawab pertanyaan IV 12.15 Memberi penjelasan tentang penyebab penularan, perawatan S : Klien mengatakan mau mendengarkan D : Klien kooperatif dan mau mendengarkan III 12.30 Mengalihkan perhatian S : Klien mengatakan 62

nyeri dengan teknik distraksi dan relaksasi bersedia O : Klien terlihat nyaman III 13.00 Memantau tanda-tanda vital pasien S : - O : TD : 130/80 1 7-6-2009 08.30 Mengkaji pernafasan mmhg N : 88x/ S : 36 8O C RR : 20 x / S : Klien mengatakan sesak berkurang O : Sekret dapat keluar, wheezing hilang 08.45 Memberi posisi semi fowler S : Klien mengatakan bersedia O : posisis klien sesuai fowler S : klien menyatakan akan mencoba O : klien dapat batuk efektif san nafas 63

dalam 11 11.00 Mengkaji status nutrisi S : Klien mengatakan nafsu makan bertambah, BB : 43 kg O : konjungtiva anemis, makan habis 1 porsi 11.05 Menganjurkan makan sedikit dan sering menyediakan diet TKTP S : klien mengatakan nafsumakan mulai bertambah O : klien tampak makan yang telah disediakan dan habis 1 porsi III 12.00 - Mengkaji tingkat nyeri - Memantau TTV S : Klien mengatakan nyeri berkurang O : Klien terlihat rileks P : Nyeri berkurang saat digerakkan Q : nyeri tidak seperti ditusuk-tusuk 64

R : nyeri dirasakan pada dada kanan S : skala nyeri 3 T : internitten TD : 130/80 S : 36 80 C N : 88x/mnt RR: 20x/mnt IV 12.30 Menjelaskan tentang pengobatan pencegahan prores penyakit S : klien mengatakan mengerti penjelasan perawat O : Klien dapat mengubah beberapa informasi tentang pengobatan pencegahan EVALUSI No WAKTU EVALUASI TTD 1 7-6-2009 14.00 S: Klien mengatakan tidak sesak nafas, sputum berkurang, bila batuk dapat keluar, sekret menjadi encer, frekuensi bernafas normal nafas tidak 65

tersengal-sengal. O: Wheezing hilang, sekret terlihat encer, sputum atau dahak dapat keluar, nafas terlihat normal, frekuensi nafas dalam batas normal. A: Masalah teratasi sebagian P: Pertahankan intervensi yang ada 1. kaji pernafasan 2. posisi semi towler 3. latih batuk efektif dan nafas dalam pasien Lanjutkan intervensi 1. Pertahankan masukan cairan sedikitnya 2500 ml/hari dalam keadaan hangat. 2. Kolaborasi dan untuk melembabkan udara /O2 inspirasi II 14.00 S: Klien mengatakan nafsu makan bertambah BB 40 kg menjadi 43 kg, badan tidak lemas lagi. O: Klien makan habis 1 porsi, mukosa bibir lembab konjungtiva tidak anemis, klien terlihat tidak lemah, 66

berat badan klien bertambah 3 kg. A: Masalah teratasi sebagian P: Pertahankan kondisi yang ada, 1. Kaji status nutrisi 2. Anjurkan makan sedikit tapi sering Lanjutkan intervensi 1. Sediakan makan semenarik mungkin 2. pastikan diet yang klien sukai 3. Berikan perawatan mulut III 14.00 S: Klien mengatakan nyeri berkurang, klien mengatakan tidak merasa panas dan kemeng pada dada. Pasien mengatakan tidak memegangi dadanya, pasien tidak meringis kesakitan lagi, pasien mengatakan posisi sudah nyaman O: P: Q: Nyeri berkurang saat digerakkan Nyeri tidak lagi seperti ditusuktusuk R: Nyeri dirasakan pada dada sebelah kanan atas 67

S: T: Skala nyeri 3 Intermitten Klien terlihat rileks, TD: 130 S: 38 8, N: 80%, RR:20 11/mm, klien tidak meringis kesakitan, klien tidak memegangi dadanya, pasien sudah tidak merasa panas dan kemeng pada dadanya lagi. A Masalah teratasi sebagian P: Pertahankan kondisi yang ada, 1. Dari karakteristik /nyeri 2. Ajarkan teknik distraksi relaksasi 3. Pantau TTV Lanjutkan intervensi 1. atur posisi pasien senyaman mungkin 2. anjurkan untuk nafas panjang jika nyeri datang 3. kolaborasi pemberian analgesik dengan tim medis lain. IV 14.00 S: Klien mengatakan pengetahuannya bertambah, dapat menjelaskan beberapa hal yang sudah diterima, 68

patuh pada pengobatan, perawatan dan mencegah penularan, berharap bisa sembuh O: Klien dapat mengulang kembali bberapa hal tentang penyakitnya, pengobatan, perawatan, penularan A: Masalah teratasi P: Pertahankan kondisi yang telah ada 1. Menjelaskan tentang pengobatan, pencegahan, proses penyakit TBC 2. Beri penjelasan tentang penyebab penyakit, penularan, perawatan TBC Lanjutkan intervensi 1. kaji tindakan kontrol infeksi sementara 2. anjurkan klien untuk batuk, membuang ludah, kaji pembuangan tisu dan cuci tangan secara tepat. 3. jelaskan dosis, pemberian frekuensi obat, cara kerja, waktu pemberian obat TBC 69

70