38 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data 4.1.1 Perencanaan Produk Sebelum masuk pada tahap pengumpulan data Identifikasi Kebutuhan pelanggan, maka perlu dilakukan proses perencanaan produk berupa pernyataan misi proyek yang nantinya akan digunakan sebagai masukan yang dibutuhkan untuk memulai tahapan pengembangan konsep dan merupakan suatu petunjuk untuk meneruskan tahapan pengembangan selanjutnya. Pernyataan misi merupakan serangkaian dari tujuan diadakannya konsep pengembangan ini, yang dimana terdapat uraian mengenai produk yang akan kembangkan, dan dalam topik kali ini pengembangan dari remote yang dapat menjadi alat presentasi merupakan tujuan produk ini dikembangkan, dan menjadikan perusahaan yang menjual produk semacam infocus menjadi pasar utama, karena kaitan antara alat infocus itu sendiri dengan produk yang dikembangkan kali ini sangatlah erat. Dan pasar utama yang kedua merupakan universitas yang mempunyai sistem pembelajaran modern yang menggunakan alat proyektor sebagai kebutuhan dalam universitas tersebut dalam menjalankan proses pembelajaran.
39 Tabel 4.1 Mission Statement Product Name By Uraian produk : Sasaran bisnis utama Pasar utama Pasar kedua Asumsi-asumsi dan batasan Stakeholder Mission Statement : P-mouse (Presentation Mouse) : Bayunanda Mouse dalam bentuk baru (yang ergonomis), berguna dalam memudahkan prosedur presentasi menggunakan software dalam komputer. Fungsi lainnya yaitu sebagai remote pc yang menggunakan koneksi wireless Bluetooth. Memperoleh proporsi pasar 40% Membuat fungsi baru dari sebuah mouse Disain yang berbeda dari semua mouse yang ada Perkenalan produk yang pertama dilakukan pada kuartal pertama tahun 2008 Perusahaan yang memproduksi Infocus. Universitas Perusahaan-perusahaan (yang sering mengadakan presentasi) Pengembangan Produk Generik Sedikit perubahan mekanisme program dari mouse Tombol next dan previous yang diprogram sesuai tombol yang digunakan oleh microsoft Powerpoint hardware (chip) itu dipesan dari luar Pembeli dan pengguna Operasional manufaktur Distributor Pengecer
40 4.1.2 Pengumpulan Data Identifikasi Kebutuhan Pelanggan Pada pengumpulan identifikasi kebutuhan pelanggan kali ini, saya menggunakan data kuisioner sebagai pengumpulan data identifikasi kebutuhan pelanggan, yang dimana pengumpulan ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 100 orang responden, yang dimana form pertanyaan yang diajukan terbentuk seperti tabel dibawah ini : Tabel 4.2 Form Kuisioner 1 Pelanggan : Pewawancara : Alamat : Tanggal : Telepon : Apakah bersedia di follow up: Ya/Tidak SURVEI PENDAHULUAN Kami sedang mengumpulkan informasi mengenai remote sebagai pengganti mouse (dalam berpresentasi dengan alat bantu infocus) dan kami berharap Anda dapat berbagi opini dengan kami. Apakah anda sering melakukan presentasi dengan alat bantu infocus (digital projector)? [Jika jawabannya adalah tidak, kami mengucapkan terima kasih, dan survei berakhir sampai disini]. Seberapa sering anda melakukan presentasi? >10 7-8 5-6 3-4 1-2 Apakah dalam setiap presentasi, anda membutuhkan operator untuk menampilkan slide? (ya/tidak) Jika tidak ada operator yang membantu anda dalam mengoperasikan slide, bagaimana cara anda mengatasi hal tersebut? Apakah anda membutuhkan peralatan untuk memudahkan presentasi? Pertanyaan Apakah dalam berpresentasi anda lebih sering menggunakan keyboard atau mouse dalam memilih slide? Jelaskan kendala anda saat menggunakan keyboard/mouse selagi berpresentasi? Pernyataan pelanggan Interpresta si kebutuhan Bagaimana tanggapan anda mengenai tombol-tombol mouse anda dari segi pengoperasiannya? Bagaimana tanggapan anda mengenai hubungan fungsi mouse dalam kebutuhan presentasi? Apa yang paling anda sukai dari mouse yang sudah ada saat ini dalam melakukan presentasi? Apakah anda memerlukan sebuah remote khusus sebagai pengganti mouse yang menunjang anda dalam melakukan preseentasi (melalui infocus)? Jika ya, remote seperti apa yang anda inginkan? Berikanlah saran anda untuk pengembangan remote (dalam presentasi melalui infocus) yang lebih baik lagi untuk kedepannya:?
41 4.1.3 Menginterprestasikan Data Mentah menjadi Kebutuhan Pelanggan Dari data kuisioner yang diajukan, terdapat jawaban-jawaban dari responden yang dapat dibuat kesimpulannya, dan kesimpulan tersebut dikumpulkan menjadi kebutuhan pelanggan (dibuat list mengenai tanggapan mereka) yang berguna untuk merancang produk tersebut sesuai dengan kebutuhan yang pelanggan inginkan. Data rangkaian tersebut terbentuk sebagai berikut : Tabel 4.3 Kebutuhan Pelanggan No. Keterangan 1. Fleksibilitas dalam ruang dan gerak saat berpresentasi 2. Kemudahan dalam pengoperasian 3. Daya tahan 4. Pointer dalam slide presentasi 5. Kemudahan dalam memencet tombol 6. Kenyamanan dalam memegang 7. Sederhana (jumlah tombol) 8. Drawing pen 9. Warna 10. Desain 11. Ringan 12. Ukuran 13. Terdapat menu dalam software microsoft 14. Menu pengatur infocus Langkah selanjutnya yang dilakukan yaitu menyebarkan kuisioner yang kedua yang dengan menggunakan ke-14 kriteria tersebut yang sudah didapatkan dari tanggapan para pelanggan dalam pengisian kuisioner ke-1 tersebut. Dalam pembagian kuisioner kedua tersebut, dalam tiap 14 kriteria tersebut dibuat bobot
42 kepentingan dari 1 5, dimana 1 itu sangat tidak penting dan 5 itu sangat penting. Terdapat 3 tahap dalam melakukan survei ini, diantaranya : 1. Penentuan jumlah sampel Dengan asumsi-asumsi di bawah ini, akan dilakukan penentuan jumlah sampel dengan menggunakan rumus untuk mencari nilai n atau jumlah responden yang besarnya juga sama dengan kuisioner yang akan diedarkan. Dalam survei ini dibuat tingkat kepercayaan = 95%, dan dari tabel Z didapatkan bahwa nilai Z = 1,96. Margin of error (e) = 5 %, nilai error yang diijinkan hanya 5% sehingga data yang didapatkan nantinya tidak menyimpang terlalu jauh dari nilai tengah rata-ratanya. Dengan asumsi dan nilai-nilai di atas, maka dapat didapatkan jumlah sampel untuk survei ke-2 dengan rumus : n = Ζ 4e 2 2 2 1,96 maka, = = 384.16 385 2 4 0,07 Maka jumlah sampel yang harus diambil dalam penyebaran kuisioner kedua ini yaitu 385 pelanggan. 2. Melakukan survei Survei dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 385 pelanggan yang dimana terdapat kebutuhan akan berpresentasi. Penyebaran
43 kuisioner ditujukan kepada dosen, mahasiswa, dan karyawan. Form daripada kuisioner tersebut sebagai berikut. Tabel 4.4 Form Kuisioner 2 KUESIONER REMOTE PRESENTASI Pelanggan: Pewancara: Alamat: Tanggal: Telepon: Apakah bersedia di follow-up: Ya/Tidak No. Kriteria Bobot 1 Fleksibilitas dalam ruang dan gerak saat berpresentasi 1 2 3 4 5 2 Kemudahan dalam pengoperasian 1 2 3 4 5 3 Daya tahan 1 2 3 4 5 4 Pointer dalam slide presentasi 1 2 3 4 5 5 Kemudahan dalam memencet tombol 1 2 3 4 5 6 Kenyamanan dalam memegang 1 2 3 4 5 7 Sederhana (jumlah tombol) 1 2 3 4 5 8 Drawing pen 1 2 3 4 5 9 Warna 1 2 3 4 5 10 Desain 1 2 3 4 5 11 Ringan 1 2 3 4 5 12 Ukuran 1 2 3 4 5 13 Terdapat menu dalam software microsoft 1 2 3 4 5 14 Menu pengatur infocus 1 2 3 4 5 Keterangan: 1 = Sangat tidak penting 2 = Tidak penting 3 = Cukup penting 4 = Penting 5 = Penting sekali o Warna casing yang diinginkan : A 3. Pengolahan dan pengujian data Setelah survei maka data tersebut dapat dihitung jumlah rata-rata bobot pada tiap variabel. Cara menentukan bobot kepentingan akhir dalam tiap-tiap variabel adalah menentukan selang kelasnya terlebih dahulu yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini dengan lebar kelas = (5 1) / 5 = 0.8:
44 Tabel 4.5 Skala bobot kepentingan Bobot kepentingan Skala 1 1.0-1.8 2 1.8-2.6 3 2.6-3.4 4 3.4-4.2 5 4.2-5.0 Dari bobot variabel tersebut, kebutuhan pelanggan dapat dibuat menjadi sebuah tabel seperti pada perhitungan pada tabel 4.5. Berikut adalah tabel kebutuhan pelanggan disertai bobot derajat kepentingan akhir: Tabel 4.6 Tabel kebutuhan pelanggan disertai bobot derajat kepentingan No. Keterangan Bobot Kepentingan 1. Fleksibilitas dalam ruang dan gerak saat berpresentasi 4 2. Kemudahan dalam pengoperasian 4 3. Daya tahan 4 4. Pointer dalam slide presentasi 4 5. Kemudahan dalam memencet tombol 4 6. Kenyamanan dalam memegang 4 7. Sederhana (jumlah tombol) 4 8. Drawing pen 3 9. Warna 3 10. Desain 4 11. Ringan 4 12. Ukuran 4 13. Terdapat menu dalam software microsoft 4 14. Menu pengatur infocus 4
45 Hasil pengumpulan data untuk survei ke-2 perlu diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitas datanya dengan bantuan software SPSS versi 12.0. Berikut adalah hasil pengolahannya: Tabel 4.7 Hasil ringkasan kasus yang diproses N % Cases Valid 385 100.0 Excluded (a) 0.0 Total 385 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure Tabel 4.8 Statistik reliabilitas Cronbach's Alpha N of Items 0,992 14 Tabel 4.9 Item-total statistics survei ke-2 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR_1 49,2909 123,498,946,991 VAR_2 49,2182 123,202,928,991 VAR_3 49,4571 122,483,958,991 VAR_4 49,5584 123,742,938,991 VAR_5 49,2701 122,380,942,991 VAR_6 49,3221 122,583,953,991 VAR_7 49,4545 121,712,962,991 VAR_8 49,8701 119,447,931,991 VAR_9 49,9117 117,643,936,992 VAR_10 49,6130 120,420,947,991 VAR_11 49,3870 121,165,961,991 VAR_12 49,4130 122,993,956,991 VAR_13 49,6390 121,830,936,991 VAR_14 49,4442 120,492,966,991
46 Dari data (N = 385) didapatkan derajat bebas sebesar 383 (df = jumlah kasus 2 = 385 2). Di dalam tabel r untuk α 0.05 hanya tersedia nilai r untuk derajat bebas sampai 200. lalu dilihat dari nilai R tabel dengan df = 200. Oleh karena itu, nilai corrected item-total correlation dibandingkan dengan 0.0905 (nilai R tabel dengan df = 200). Tabel 4.11 Perbandingan nilai untuk menentukan validitas data Corrected Item-Total Correlation R tabel Validitas Var_1,946 0.0905 Valid Var_2,928 0.0905 Valid Var_3,958 0.0905 Valid Var_4,938 0.0905 Valid Var_5,942 0.0905 Valid Var_6,953 0.0905 Valid Var_7,962 0.0905 Valid Var_8,931 0.0905 Valid Var_9,936 0.0905 Valid Var_10,947 0.0905 Valid Var_11,961 0.0905 Valid Var_12,956 0.0905 Valid Var_13,936 0.0905 Valid Var_14,966 0.0905 Valid Var_15,946 0.0905 Valid Var_16,928 0.0905 Valid Dari kuisioner 2 juga termasuk didalamnya warna casing yang diinginkan oleh konsumen, penting untuk mengetahui warna yang kebanyakan konsumen sukai, karena hal tersebut dapat berpengaruh terhadap disain remote yang cocok dengan warna yang mayoritas orang suka, dengan 385 sampel yang mewakili warna kesukaan keseluruhan
47 orang. Dari hasil kuisioner mengenai warna yang mereka pilih, mayoritas memilih warna hitam sebagai warna favorit, dimana diperoleh warna hitam sebanyak 134 orang dari 385, dengan persentase terbesar 34,8%. 160 140 Jumlah perolehan 120 100 80 60 40 20 0 abu-abu hitam pink hijau putih biru silver merah campur ungu coklat kuning abstein Warna Gambar 4.1 Perolehan Jumlah Warna yang diinginkan customer Tabel 4.10 Ringkasan warna casing yang diminati pelanggan ponsel Frequency Percent Valid Cumulative Percent Percent 1 Abu-abu 16 4,2 4,2 4,2 2 Hitam 134 34,8 34,8 39 3 Pink 24 6,2 6,2 45,2 4 Hijau 22 5,7 5,7 50,9 5 Putih 26 6,7 6,7 57,6 6 Biru 54 14 14 71,6 7 Silver 24 6,2 6,2 77,8 8 Merah 35 9,1 9,1 86,9 9 Campur 5 1,3 1,3 88,2 10 Ungu 6 1,6 1,6 89,8 11 Coklat 1 0,3 0,3 90,1 12 Kuning 6 1,6 1,6 91,7 13 Abstein 32 8,3 4,2 4,2 Total 385 100.0 100.0
48 4.2 Analisis Data 4.2.1 Spesifikasi Produk Dari data yang sudah terkumpul diatas, maka dapat dilihat kebutuhan pelanggan dalam pengembangan produk remote ini, dan dapat dilakukan tahap selanjutnya yaitu tahap perhitungan QFD (Quality Function Development). Dimana dalam mencari QFD diperlukan 3 tahap analisa, yaitu : 1. Menyiapkan dafter metrik 2. Mengumpulkan informasi tentang pesaing 3. Menetapkan spesifikasi target 4.2.1.1 Menyiapkan daftar metrik Dalam tahap ini dilakukan pencarian hubungan antara metrik produk dengan kebutuhan, Tabel 4.12 Daftar Metrik Kebutuhan No. Kebutuhan Metric Satuan 1 2,4 Tekanan untuk pengoperasian tombol N 2 2,5 Bentuk tombol Subj. 3 3,5 Bahan List 4 11 Berat g 5 6,12 Ukuran casing mm 6 5 Ukuran tombol mm 7 5,7 Layout tombol Subj. 8 5 Diameter dari penggerak cursor mm 9 3 Daya tahan dari remote List 10 10 Bentuk casing yang ergonomis Subj. 11 8,13,14 Feature-feature Subj. 12 2 Simbol-simbol yang gampang dibaca Subj. 13 9 Warna Subj. 14 1 Jarak jangkau Bluetooth m 15 4 Intensitas Laser Pointer db 16 3 Jenis Baterai List
49 Lalu dilihat dari daftar metrik dihubungkan dengan kebutuhan yang ada, yang dimana, poin mana yang berhubungan antara metrik dengan kebutuhan pelanggan maka poin tersebut yang dihubungkan pada metrik kebutuhan pada tabel Metrik-Metrik Kebutuhan. Gambar 4.2 Matriks-Metrik Kebutuhan
50 4.2.1.2 Mengumpulkan Data Pesaing Untuk melihat bagaimana data-data yang mempunyai satu platform dengan konsep yang kita keluarkan, maka perlu dilihat spesifikasi-spesifikasi dari pesaing. Dimana dalam produk yang sedang dikembangkan ini mempunyai pesaing yang sudah mengeluarkan produk yang sama (tetapi sedikit berbeda fungsi dalam hal ini), dan produk tersebut adalah Kensington. Tabel 4.13 Data-data spesifikasi pesaing Kensington Remote Dimensions Radio Frequency Weight Power Battery life Laser Range Reciever Interface Dimensions Weight Laser : 2.4" x 4.3" x 1.5" (62mm x 110mm x 37mm) unique personalized address 2.4 GHz 5 ons *84g) 2 AAA batteries 6 bulan (typical) kelas II sampai 100' (30m) USB 1" x 3.9" x 5.8" (27mm x 98mm x 14mm) 1 ounce (28g) Programmable Gambar 4.3 Produk kompetitor Kensington
51 4.2.1.3 Menetapkan Spesifikasi Target Dalam menetapkan spesifikasi target ini dapat ditentukan dengan menetapkan batasan-batasan dari tiap-tiap spesifikasi produk, dan dalam menentukan angka tersebut dapat dilakukan dengan melihat data pesaing dan menggunakan data tersebut menjadi dibuat sebuah margin, dan setelah itu baru ditentukan nilai ideal dari data tersebut. Tabel 4.14 Spesifikasi Target No. Kebutuhan Metric Satuan Marginal 1. Tekanan untuk pengoperasian N 3-5 2,4 tombol 2. 2,5 Bentuk tombol Subj. - 3. 3,5 Bahan List Plastik 4. 11 Berat gr 83 85 5. Ukuran casing mm 60 x 109 x 22 6,12-62 x 110 x 37 6. 5 Ukuran tombol mm 10-20 7. 5,7 Layout tombol Subj. - 8. 5 Diameter dari penggerak cursor mm 150 400 9. 3 Daya tahan dari remote List - 10. 10 Bentuk casing yang ergonomis Subj. - 11. 8,13,14 Feature-feature Subj. - 12. Simbol-simbol yang gampang Subj. - 2 dibaca 13. 9 Warna Subj. - 14. 1 Jarak jangkau Bluetooth m 30 15. 4 Intensitas Laser Pointer Lux - 16. 3 Jenis Baterai List AA AAA Dalam mencari nilai ideal dilakukan dengan mengambil nilai pada batas marginal maksimum dan minimum. Dan nilai ideal tersebut dipakai untuk menentukan spesifikasi akhir dari produk yang kita buat.
52 Tabel 4.15 Spesifikasi akhir No. Kebutuhan Metric Satuan Ideal 1. Tekanan untuk pengoperasian N 3 2,4 tombol 2. 2,5 Bentuk tombol Subj. - 3. 3,5 Bahan List Plastik 4. 11 Berat gr 85 5. 6,12 Ukuran casing Mm 62 x 110 x 37 6. 5 Ukuran tombol Mm 12 17 7. 5,7 Layout tombol Subj. - 8. 5 Diameter dari penggerak cursor Mm 300 9. 3 Daya tahan dari remote List - 10. 10 Bentuk casing yang ergonomis Subj. - 11. 8,13,14 Feature-feature Subj. - 12. Simbol-simbol yang gampang Subj. - 2 dibaca 13. 9 Warna Subj. - 14. 1 Jarak jangkau Bluetooth m 20-30 15. 4 Intensitas Laser Pointer lux - 16. 3 Jenis Baterai List AAA Tabel 4.16 Spesifikasi akhir diluar metrik Remote Dimensions Radio Frequency Weight Power Battery life Laser Range Reciever Interface Dimensions Weight Laser 60mm x 120mm x 35mm unique personalized address 2.4 GHz 85g 2 AAA batteries 6 bulan class II 20m USB 27mm x 98mm x 14mm 28g Programmable
53 4.3 Hasil Perancangan Konsep 4.3.1 Penyusunan Konsep Dari kuisioner-kuisioner dan tabel spesifikasi produk maka dapat dibuat sebuah rancangan yang dimana rancangan tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan tersebut, dan untuk merancang sebuah konsep maka diperlukan adanya konsep-konsep alternatif yang akan diseleksi. Dan untuk membuat konsep-konsep alternatif tersebut maka dibuat beberapa variasi kombinasi pada konsep tersebut, yang pada pengembangan konsep kali ini yaitu layout tombol, dan jenis tombol (penggerak cursor mouse). Dalam penyusunan konsep kali ini dibagi pada 3 bagian yaitu : 1. Bentuk, terdiri dari : Egg, Grip, Stick a. Egg : berbentuk ellipse, menyerupai bentuk telur. b. Grip : Berbentuk yang mempunyai tempat untuk memegang. 2. Tombol, terdiri dari : Button, Scroll, Tilt, Ball a. Button : menggerakkan pointer dengan cara memencet tombol yang terdiri dari atas, bawah, kanan, kiri, serta serong berbagai arah. b. Scroll : mengerakkan pointer dengan cara menggeser scroll yang ada ke berbagai arah. c. Tilt : menggerakkan pointer dengan cara memencet tilt-nya dapat dipencet pada banyak area. d. Ball : menggerakkan pointer dengan memutar-mutar bola, sama seperti konsep mouse tetapi dibalik.
54 3. Layout Tombol, terdiri dari : Triangle Bottom, Square Edge a. Triangle Bottom : Tombol di bawah cursor, berbentuk menyerupai segitiga. b. Square Edge : Berbentuk kotak (tetapi tidak lancip pada ujung sudut), terletak di bagian kiri/kanan cursor. Tabel 4.17 Morphology-Chart konsep 1 Gambar 4.4 Kombinasi Konsep 1
55 Dalam kombinasi konsep ini, dari segi bentuk remote ini menyerupai bentuk telor bila dilihat dari depan, sehingga dalam memegang kendali menjadi nyaman karena tidak ada sudut lancip yang keluar. Dari segi pengoperasiannya, cursor mouse digerakkan dengan memencet tombol (tilt) sehingga tombol dapat dipencet pada bagian manapun dalam lingkaran tersebut. Tabel 4.18 Morphology-Chart Konsep 2 Gambar 4.5 Kombinasi Konsep 2
56 Dalam kombinasi konsep ini, dari segi bentuk, berbentuk lebih memanjang mempunyai space lebih untuk memudahkan pengoperasian, dan tetap tidak mempunyai sudut lancip sehingga memberikan kenyamanan dalam memegang. Dari segi Tombol, menggunakan scroll (dengan menggeser), sehingga dapat digeser ke segala arah, dan dapat mengatur sensitivitas kekencangan cursor mouse tersebut. Tabel 4.19 Morphology-Chart Konsep 3 Gambar 4.6 Kombinasi Konsep 3
57 Dalam kombinasi konsep ini, dari segi Bentuk, mempunyai space lebih untuk pegangan yang nyaman, dan tidak mempunyai sudut lancip sehingga memberi kenyamanan dalam menggenggam alat tersebut. Dari segi Tombol, cursor mouse digerakkan dengan cara memutar bola, kecepatan dapat diatur dari kecepatan memutar bola tersebut. Tabel 4.20 Morphology-Chart untuk Konsep 4 Gambar 4.7 Kombinasi Konsep 4
58 Dalam kombinasi konsep ini, dari segi bentuk, menyerupai konsep yang pertama, dimana bentuk lebih berbentuk ellipse. Dari segi Tombol, penggerak cursor mouse digerakkan dengan cara memencet tombol seperti pada controller game console, dan mempunyai tombol ok ditengah tombol tersebut. 4.3.2 Seleksi Konsep Pada penyeleksian konsep, dilakukan dengan membanding-bandingkan antara konsep yang satu dengan lainnya, dimana keempat konsep tersebut akan dilihat kekurangan dan kelebihannya, yang kemudian akan dijadikan satu atau dua konsep yang akan maju untuk dikembangkan. Dalam tahapan ini dibutuhkan 6 orang penyeleksi yang dimana ke 6 orang tersebut merupakan orang terpilih dan yang sudah lumayan menguasai bidang tersebut yang dimana dari 6 orang tersebut akan dibagi menjadi 2 tim, dan ke dua tim tersebut memberikan penilaian dan kemudia di rata-ratta. Beberapa kriteria yang akan menjadi pertimbangan dalam menseleksi konsep tersebut, yaitu: desain remote, keergonomisan remote, daya tahan remote, desain tombol, posisi tombol, kemudahan untuk disimpan, kemudahan penggunaan, besarnya ukuran, dan kemudahan dibuat. Tahap-tahap yang harus dilakukan dalam penyeleksian konsep yaitu dengan menggunakan : Metode Pugh, lalu dilanjutkan dengan Metode Penilaian Konsep.
59 Metode seleksi konsep Pugh Terdapat 6 penyeleksi yang akan menyeleksi keempat konsep tersebut dengan berdiskusi dan memilih jawaban yang tepat dari hasil diskusi tersebut. Penilaian dilakukan dengan memberi tanda plus (+) untuk lebih baik, tanda nol (0) untuk sama dengan, dan tanda minus (-) untuk kurang baik. Tabel 4.21 Hasil seleksi tahap I dengan metode Pugh Kriteria seleksi Konsep 1 2 3 4 Kemudahan penggunaan 0 0 + + Daya tahan Remote - 0 + - Kemudahan untuk dibawa + 0 - + Desain Remote + + + - Keergonomisan genggaman 0 + + 0 Kemudahan dalam memencet tombol + + + 0 Besarnya ukuran + 0 - + Kemudahan Pembuatan Remote 0 0 - + Jumlah + 4 3 5 4 Jumlah 0 4 5 0 4 Jumlah - 1 0 3 2 Nilai akhir 3 3 2 2 Peringkat 1 1 2 2 lanjutkan? ya ya Tidak Tidak Dari hasil survei dengan menggunakan metode Pugh, maka konsep yang dapat dilanjutkan yaitu konsep 1 dan konsep 2, dan konsep 3 dan 4 mempunyai ranking yang sama karena nilai akhir yang dikeluarkan sama.
60 4.3.2.1 Metode Penilaian Konsep Metode penilaian konsep dilakukan menggunakan orang yang sama dalam penilaian yang dijalankan pada metode Pugh, dilakukan dengan menyebarkan kuisioner yang berisikan tentang kriteria-kriteria yang masuk ke dalam kondisi Remote Presentasi tersebut, yang dimana kriteria berisikan tentang kemudahan penggunaan, daya tahan remote, kemudahan untuk dibawa, desain remote, keergonomisan genggaman, kemudahan memencet tombol, besarnya ukuran, dan kemudahan pembuatan. Lalu di setiap kriteria diberi bobot pada kedua konsep tersebut, lalu dihitung dengan menggunakan besarnya persentase dipilihnya bobot tersebut dikalikan dengan bobot pada setiap kriteria. Tabel 4.22 Bentuk kuesioner seleksi konsep tahap II KUESIONER SELEKSI KONSEP PONSEL TAHAP II Pelanggan: Tanggal: Alamat: Telepon: Apakah bersedia di follow-up: Ya/Tidak No. Kriteria Bobot Konsep 1 Bobot Konsep 2 1 Kemudahan penggunaan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 2 Daya tahan Remote 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 3 Kemudahan untuk dibawa 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 4 Desain Remote 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 5 Keergonomisan genggaman 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 Kemudahan dalam 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 memencet tombol 7 Besarnya ukuran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 8 Kemudahan Pembuatan Remote 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Keterangan: 1 = Sangat kurang; 2 = Kurang baik; 3 = Cukup baik; 4 = Baik; 5 = Sangat baik
61 Tabel 4.23 Hasil pengumpulan data metode penilaian konsep Kriteria seleksi Konsep 1 Konsep 2 Ratarata 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 Ratarata Kemudahan penggunaan 4 4 4 4 4 5 4,17 4 5 5 4 4 4 4,33 4 4 4 4 Daya tahan Remote 4 5 4 4 5 4 4,33 4 4 4 4 4 4 4,00 4 5 4 4 Kemudahan untuk dibawa 3 4 4 3 4 4 3,67 4 4 4 4 4 4 4,00 3 4 4 3 Desain Remote 3 4 4 4 3 4 3,67 5 4 4 4 5 4 4,33 3 4 4 4 Keergonomisan genggaman 4 4 4 4 4 4 4,00 4 4 4 5 4 4 4,17 4 4 4 4 Kemudahan dalam memencet tombol 4 4 5 5 5 5 4,67 4 4 4 5 4 4 4,17 4 4 5 5 Besarnya ukuran 4 4 5 4 4 4 4,17 4 4 5 5 4 4 4,33 4 4 5 4 Kemudahan Pembuatan Remote 4 4 4 5 4 4 4,17 4 4 4 4 4 4 4,00 4 4 4 5 Kemudahan penggunaan 5 5 4 4 4 4 4,33 5 5 4 4 4 4 4,33 5 5 4 4 Tabel 4.24 Hasil seleksi tahap II dengan metode penilaian konsep Konsep 2 3 Kriteria seleksi Beban Rating Nilai Nilai Rating Beban Beban Kemudahan penggunaan 12% 4,17 0,50 4,33 0,52 Daya tahan Remote 15% 4,33 0,65 4,00 0,60 Kemudahan untuk dibawa 12% 3,67 0,44 4,00 0,48 Desain Remote 5% 3,67 0,18 4,33 0,22 Keergonomisan genggaman 8% 4,00 0,32 4,17 0,33 Kemudahan dalam memencet tombol 11% 4,67 0,51 4,17 0,46 Besarnya ukuran 15% 4,17 0,63 4,33 0,65 Kemudahan Pembuatan Remote 7% 4,17 0,29 4,00 0,28 Kemudahan penggunaan 15% 4,33 0,65 4,33 0,65 Total Nilai 4,17 4,19 Peringkat 2 1 Lanjutkan? tidak ya
62 Dilihat dari hasil survei kepada 6 orang penilai kedua konsep tersebut, dan dari hasil perhitungan perolehan nilai bobot, maka dapat disimpulkan bahwa remote yang akan dilanjutkan untuk dikembangkan dari segala aspek yaitu konsep produk nomor 2, dengan kombinasi scroll, dikombinasikan dengan casing yang ber-grip lalu layout tombol yang standar. 4.3.3 Pengujian Konsep Pengujian konsep dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kembali, dengan dicantumkan spesifikasi konsep, dan gambar konsep didalamnya agar orang-orang dapat mengetahui produknya secara detail. Kuisioner tersebut dilakukan untuk mengetahui dan menguji konsep yang sudah diseleksi. Survei ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelangganpelanggan mau membeli produk tersebut atau tidak, dan seberapa ingin mereka membeli produk tersebut bila produk tersebut sudah keluar di pasaran.
63 Tabel 4.25 Bentuk kuesioner pengujian konsep Survey Pengujian Konsep Remote Presentasi Nama : Pewancara : Bayunanda Alamat : Tanggal : Telepon : Remote Reciever Dimensions Radio Frequency Weight Power Battery life Laser Range Interface Dimensions Weight Laser 60mm x 120mm x 35mm unique personalized address 2.4 GHz 85g 2 AAA batteries 6 bulan class II 20m USB 27mm x 98mm x 14mm 28g Programmable Jika produk dihargai Rp. 300.000,- dan tersedia pada dealer di sekitar anda bagaimana peluang anda membeli produk ini dalam satu tahun mendatang? Saya pasti tidak akan membeli Saya mungkin tidak akan membeli Saya mungkin/tidak membeli Saya mungkin akan membeli Saya pasti membeli
64 Survei dilakukan kembali dengan metode menyebarkan kuesioner sejumlah 100, jumlah ini dianggap sudah cukup mengingat sudah banyaknya survei yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Konsep yang akan diuji memang sudah mewakili kebutuhan yang sudah teridentifikasi. Tabel 4.26 Hasil pengumpulan data kuesioner pengujian konsep Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 1. Pasti tidak akan membeli 13 13 13 13 2. Mungkin tidak akan membeli 23 23 23 36 3. Mungkin atau tidak membeli 30 30 30 66 4. Mungkin akan membeli 32 32 32 98 5. Pasti akan membeli 2 2 2 100.0 Total 100 100 100 Gambar 4.8 Diagram batang hasil pengujian konsep
65 Dari data tersebut didapatkan F definitely (proporsi responden survei dari survei pengujian konsep yang memilih pasti akan membeli ) adalah 0.02 dan F probably (proporsi responden survei pengujian konsep yang memilih mungkin akan membeli ) adalah 0.36. Pada C definitely dan C probably merupakan nilai yang ditentukan berdasarkan pengalaman perusahaan. Dalam pemilihan C definitely (responden pasti akan membeli produk tersebut) adalah 0.2 dan C probably (responden mungkin akan membeli produk tersebut) adalah 0.3. Dengan demikian, dapat diketahui nilai P yang merupakan probabilitas pelanggan pada target pasar untuk membeli produk pada periode yang ditentukan untuk 1 tahun mendatang. P = F definitely C definitely + F probably C probably P = 0.02 0.2 + 0.37 0.3 P = 0.115 Sehingga probabilitas peluang untuk menjangkau pasar dalam penjualan remote presentasi yaitu 11.5%. Dalam hal ini, membuktikan produk remote presentasi cukup diminati oleh masyarakat.
66 4.4 Arsitektur Produk Pada pembuatan arsitektur produk diperlukan adanya penalaran logika mengenai penempatan mesin dan chasis, yang dimana diatur sehingga produk tersebut dapat diketahui skema kasarnya dan membuat produk tersebut memang dapat dibuat. Dalam tahapannya, arsitektur produk terbagi menjadi 4 tahap yaitu: 1. Membuat Skema Produk 2. Mengelompokkan elemen-elemen yang terdapat pada skema 3. Membuat rancangan geometris yang masih kasar 4. Mengidentifikasi interaksi fundamental dan insidental 4.4.1 Membuat Skema Produk Dalam membuat skema, produk tidak dilihat secara detil (elemen yang dilihat secara detil akan dituang pada langkah selanjutnya tetapi tidak pada skema produk), namun menempatkan elemen-elemen utama dalam menciptakan sebuah sistem dalam produk remote ini.
67 Gambar 4.9 Skema Remote Presentasi Dimana pada elemen Remote Control System merupakan sistem dengan Radio Frequency (RF) unit, berfungsi untuk mentransmisikan dan menerima signal yang datang dari Bluetooth USB yang kemudian ditransfer pada CPU komputer.
68 4.4.2 Mengelompokkan Elemen-elemen Pada Skema Pengelompokan elemen-elemen yang ada pada skema merupakan pemilah-milahan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya dari skema. Gambar 4.10 Pengelompokan elemen-elemen remote presentasi menjadi chunk Dapat dilihat pada Gambar 4.10 terdapat beberapa pengelompokan chunk, dimana pada pengelompokkan tersebut terdapat papan logik, software penghubung PC, controller penghubung pengguna, power control dan baterai. Pada tiap bagian tersebut disebut sebagai chunk.
69 4.4.3 Membuat Susunan Geometris yang Masih Kasar Setelah chunk dikelompokkan, dilakukan penyusunan geometris, dimana gambar dalam penunjukkan gambar geometris masih sebatas gambar sederhana, selama informasi peletakkan dan susunan yang disampaikan tersebut dapat jelas terlihat walaupun masih dalam bentuk sederhana. Gambar 4.11 Susunan Geometris Remote Presentasi Pada Gambar 4.7 dapat dilihat pada susunan geometris tersebut hanya menunjukkan komponen yang penting saja, seperti scroll pointer, susunan tombol 1 dan 2, casing, main circuit board, switch, dan lainnya. Susunan geometris tersebut kemudian akan diaplikasikan ke dalam bentuk yang lebih detil lagi pada tahapan selanjutnya.
70 4.5 Desain Industri (Industrial Design / ID) Disain industri merupakan tahap dalam menciptakan dan mengembangkan konsep dan spesifikasi guna mongoptimalkan fungsi-fungsi, nilai, dan penampilan produk serta sistem untuk menciptakan keuntungan yang mutual antara pemakai dan produsen. Termasuk didalam desain industri yaitu menentukan biaya untuk disain industri. 4.5.1 Tingkat Kepentingan Desain Industri Dalam disain industri meliputi dua dimensi yaitu ergonomik dan estetis. 1. Kebutuhan ergonomik : kemudahan pemakaian, kemudahan perawatan, interaksi pemakai yang diperlukan untuk fungsi-fungsi produk, pembaruan yang interaksi pemakai perlukan, dan pokok permasalahan keamanan. 2. Kebutuhan estetis : diferensiasi produk visual, pengaruh produk estetis memotivasi tim, dan gengsi kepemilikian, kesan serta mode. Dalam memilih tingkat kepentingan industri pada penjelasan tersebut dimasukkan kriteria (kriteria diisi sesuai dengan apa yang ada dalam aspek ergonomis dan estetis), lalu pada setiap kriteria diberi bobot/tingkat kepentingan, yang terdiri dari rendah, menengah, dan tinggi. Lalu pada setiap bobot tersebut diberi penjelasan mengenai tinggi rendahnya nilai yang diberi.
71 Tabel 4.27 Tingkat kepentingan desain industri Kriteria Kemudahan pemakaian Kemudahan perawatan Kuantitas interaksi pemakai Pembaruan interaksi pemakai Keamanan Kriteria Diferensiasi produk Gengsi kepemilikan, mode, atau kesan Motivasi tim Kebutuhan-kebutuhan Ergonomik Level Kepentingan Penjelasan Peringkat Rendah Menengah Tinggi Remote Presentasi sangat berkaitan dengan layout tombol yang dimana hal tersebut memicu untuk remote tersebut dapat mudah digunakan Karena ini merupakan produk yang tidak berat, maka perawatan tidak terlalu diperlukan. Dalam pemencetan tombol remote terdapat banyak interaksi yang terjadi dimana pengguna akan sering memencet tombol Mempermudah interaksi pemakai dengan produk remote yang mempunyai simbol-simbol dalam tombolnya Karena ini tidak menggunakan laser yang mempunyai sedikit bahan radioaktif (bahan yang berbahaya kalau dalam jumlah yang banyak) maka produk ini tidak membahayakan. Kebutuhan-kebutuhan Estetis Level Kepentingan Rendah Menengah Tinggi Penjelasan Peringkat Model remote presentasi masih jarang di pasaran, maka perbedaan tidak terlalu terlihat, namun tetap harus mempunyai kelebihan dibanding kompetitor lainnya Dalam penggunannya, remote presentasi digunakan hanya pada saat presentasi saja, sehingga mode tidak menjadi masalah. Remote presentasi mempunyai fungsi yang masih belum banyak diproduksi, dan masih baru, sehingga hal tersebut dapat memotivasi agar lebih dapat dikembangkan lagi
72 4.5.2 Aspek Ergonomis Dalam menentukan aspek ergonomis pada remote presentasi, maka memakai rata-rata besar tangan orang Indonesia (sesuai letak pengembangan produk tersebut), dan sebagian besar penggunaan dengan memakai ibu jari sebagai jari penggerak alat tersebut. Sehingga dari data antropometri kali ini hanya menggunakan data jarak-jarak pada genggaman tangan dan ibu jari. Dan ada kalanya orang menggunakan dua tangan (yang juga menggunakan ibu jari sebagai jari utama penggerak dan pemencet tombol yang ada pada alat tersebut) tetapi penggunaan dengan dua tangan akan jarang karena ukuran remote yang tidak terlalu besar, dan letak tombol yang sesuai dengan batas gerak jalan ibu jari. Pada hal ini, pengukuran daripada anthropometri kali ini menggunakan 5 persentil wanita sehingga dapat melingkupi lebih banyak orang untuk dapat menggunakan alat ini secara ergonomis. Ada tiga hal penting yang perlu menjadi pertimbangan dalam mendesain ponsel yang ergonomis, yaitu: 1. Lebar telapak tangan, yaitu menentukan lebar remote dan ukuran maksimumnya adalah 8.7 cm berdasarkan persentil 5 wanita. 2. Diameter genggam (maksimum), yaitu menentukan tebal remote dan ukuran maksimumnya adalah 4.3 cm berdasarkan persentil 5 wanita. 3. Panjang telapak tangan, yaitu menentukan jarak jangkauan ibu jari ke tombol-tombolnya remote. Ukuran jangkauannya adalah 8.7 cm tetapi ditambah dengan toleransi sebesar 0.5 cm sehingga jarak jangkauannya adalah 9.2 cm.
73 4. Tebal ibu jari, yaitu menentukan ukuran minimum tombol sehingga mudah digunakan oleh pengguna. Ukuran minimumnya adalah 1.5 cm untuk tombol yang paling sering digunakan, untuk tombol yang jarang digunakan diberikan toleransi lebih kecil 0.2 cm sehingga ukuran minimumnya adalah 1.3 cm. Gambar 4.12 Ukuran remote presentasi disesuaikan dengan antropometri telapak tangan orang Indonesia 4.5.3 Aspek Desain Berikut adalah gambar yang menunjukkan tata letak (layout) daripada remote presentasi.
74 Gambar 4.13 Layout Tombol Remote Presentasi Gambar 4.14 Layout Tombol Remote Presentasi Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi dari remote presentation yang dapat dilihat pada gambar 4.12 dan 4.13 berdasarkan nomor yang sudah dicantumkan pada gambar tersebut, yaitu:
75 1. Scroll Cursor, merupakan alat penggerak cursor pointer mouse pada tampilan layar windows/mac, bergerak dengan cara menggeser plate tersebut ke arah yang dituju, dan dapat dipencet untuk konfirmasi. 2. Laser Switch, yaitu tombol pengaktivasi laser pointer. 3. Next Button, yaitu tombol untuk memberikan konfirmasi tombol dalam suatu software presentasi untuk berubah ke halaman selanjutnya. 4. Previous Button, yaitu tombol untuk memberikan konfirmasi tombol dalam suatu software presentasi untuk berubah ke halaman sebelumnya. 5. Additional Button 1, merupakan tombol yang dapat di edit sesuai kebutuhan, dan dapat juga sebagai tombol menu bila belum di edit. 6. Additional Button 2, merupakan tombol yang dapat di-edit seperti additional button 1. 7. Light Baterai Indicator, merupakan indikator status battere, dimana intensitas lampu menunjukkan besarnya kekuatan dari battere. 8. Laser Pointer, yaitu laser yang terfokus dalam satu titik merah, berguna dalam melakukan presentasi sebagai penunjuk letak. 9. USB Bluetooth, yaitu untuk transfer data dari remote ke komputer. 10. Pentutup Baterai.
76 4.5.4 Gambar Teknik Hasil Rancangan Gambar 4.15 Remote Presentasi tampak Depan
77 Gambar 4.16 Remote Presentasi tampak Bawah Gambar 4.17 Remote Presentasi tampak Samping
Gambar 4.18 Remote Presentasi tampak Belakang 78
79 Gambar 4.19 Remote Presentasi tampak Atas 4.5.5 Virtual Prototype Gambar 4.20 Virtual Prototype Angle-1.
80 Gambar 4.21 Virtual Prototype Angle-2. Gambar 4.22 Virtual Prototype Angle-3
81 Gambar 4.23 Virtual Prototype Angle-4 Gambar 4.24 Virtual Prototype Angle-5
Gambar 4.25 Virtual Prototype Angle-6 82
83 4.6 Design for Manufacturing (DFM) Pada proses DFM ini dilakukan dengan membuat Struktur Produk, Bill of Material (BOM), dan OPC (Operation Process Chart). Pada proses ini bagian-bagian daripada produk tersebut diperhitungkan, dan dapat dilihat juga proses perakitannya sehingga dari bagian-bagian tersebut dapat diketahui biayabiaya manufakturnya. 4.6.1 Bill of Material (BOM) Dalam membuat Bill of Material pertama-tama yaitu membuat struktur produk dimana struktur produk dibuat berdasarkan gabungangabungan dari beberapa komponen dan dibuat menjadi diagram yang menunjukkan hubungan antara chunk yang satu dengan rakitan yang berhubungan dengan chunk tersebut. Dalam struktur produk, juga menunjukkan kuantitas dari setiap komponen, urutan perakitan, dan lead time, jika kita membeli komponen tersebut dari pemasok di luar. Sedangkan, bentuk tabel BOM dapat dilihat pada tabel 4.28, tabel tersebut menampilkan urutan perakitan yang level-nya dibuat berdasarkan struktur produk, lalu kompenen tersebut merupakan informasi yang dibutuhkan untuk membuat remote presentasi tersebut.
Gambar 4.26 Struktur Produk Remote Presentasi 84
85 Tabel 4.28 Bill of Material dari Remote Presentasi No. Level Description Code Quantity Keterangan 1 1 Assembly-11 A-11 1 Beli 2.2 Assembly-10 A-10 1 Beli 3..3 Assembly-9 A-9 1 Beli 4 4 Assembl- 8 A-8 1 Beli 5.5 Assembly- 7 A-7 1 Beli 6..6 Assembly- 6 A-6 1 Beli 7 7 Assembly- 5 A-5 1 Beli 8.8 Assembly- 4 A-4 1 Beli 9..9 Assembly- 3 A-3 1 Beli 10 10 Assembly- 2 A-2 1 Beli 11.11 Assembly- 1 A-1 1 Beli 12.11 Battery Holder BH 1 Beli 13 10 Chipset MB 1 Beli 14..9 Sekrup Sk 2 Beli 15.8 Scroll Controller SC 1 Beli 16 7 Plastic Button 1 PB1 1 Beli 17..6 Plastic Button 2 PB2 1 Beli 18.5 Upper Casing UC 1 Beli 19 4 Sekrup Sk 4 Beli 20..3 Battery Bt 1 Beli 21.2 Battery Protector BtPr 1 Bali 22 1 USB reciever USB 1 Bali 4.6.2 Operation Process Chart (OPC) Lalu langkah selanjutnya yaitu dengan menentukan OPC, dimana dalam chart ini berisikan mengenai alur rakit, waktu pemasangan (perakitan) dari bagian-bagian yang masih mentah pada produk Remote presentasi tersebut, dan juga beserta jalur penginspeksiannya dimana pengaturan letak inspeksi yang memeriksa kecacatan pada tiap bagian maupun bagian yang sudah terpasang.
Gambar 4.27 Operation Process Chart dari Remote Presentasi 86
87 Dengan menggunakan informasi dari BOM dan OPC yang telah dibuat maka selanjutnya dapat dilakukan perhitungan biaya komponen dan biaya produksi per unit. Untuk memperkirakan biaya produksi digunakan asumsi-asumsi dan data-data di bawah ini: Perkiraan biaya komponen berdasarkan informasi yang didapat dari situs www.tigerdirect.com dan biaya untuk packaging. Tabel 4.29 Perkiraan biaya komponen-komponen Remote Presentasi No. Komponen Unit Jumlah Harga (Rp.) 1 Casing (including battery protector) Buah 2 13000 2 Circuit Board / Chipset (laser pointer integrated) Buah 2 45000 3 Scroll Mouse Pointer (body) buah 1 1500 4 Battery Buah 1 3500 5 Plastic Button 1 Set 1 1500 6 Plastic Button 2A Set 1 1500 7 Kabel cm 20 200 8 USB Bluetooth buah 1 20000 9 Packaging Set 1 5000 Total 91200 Perkiraan penjualan remote presentation per tahun adalah 12.000 unit sehingga dalam satu bulan diperkirakan produksi sebanyak 1000 unit. Penjualan yang dilakukan tidak hanya sebatas di Indonesia tetapi produk ini juga diperkenalkan ke luar negeri dengan bantuan advertising di internet sehingga peluang penjualan remote presentation semakin tinggi.
88 Asumsi jumlah hari kerja adalah 20 hari dalam sebulan dengan jam kerja adalah 8 jam setiap harinya. Sehingga produksi remote presentation per hari adalah 50 unit. Berdasarkan OPC waktu siklus 1 unit adalah 11 menit, maka waktu yang diperlukan untuk memproduksi remote presentation per hari adalah 550 menit. Menentukan biaya perakitan per bulan, yaitu: 1. Biaya perlengkapan Tabel 4.30 Perkiraan Biaya Perlengkapan No. Perlengkapan Biaya (Rp.) 1 Timah solder 150,000 2 Minyak solder 50,000 Total 200,000 2. Biaya peralatan Biaya peralatan atau ramp-up dialokasikan pada saat perhitungan analisis ekonomi karena jenis-jenis peralatan yang akan digunakan memiliki jangka waktu pemakaian yang cukup lama (diatas 1 tahun). 3. Upah tenaga kerja langsung, yaitu: Produksi per hari untuk remote presentation adalah 50, sedangkan 1 operator yang merakit produk tersebut dalam sehari mampu menyelesaikan 43 buah. Dengan demikian dibutuhkan 2 operator yang merakit produk tersebut. Namun, operator tersebut memiliki
89 tugas rangkap baik sebagai operator di bagian produksi maupun designer untuk pengembangan produk selanjutnya. Terdapat juga 1 orang manager untuk melancarkan jalannya produksi dan bertanggung jawab untuk mengembangkan remote presentation sehingga terus terjadi inovasi pada produk tersebut. Tabel 4.31 Perkiraan biaya tenaga kerja langsung Tingkatan Jumlah Upah Total upah (Rp.) (Rp.) Operator dan desainer 2 3,500,000 7,000,000 Ketua tim produksi dan desainer 1 5,000,000 5,000,000 Total biaya tenaga kerja langsung 12,200,000 Sehingga total seluruh biaya perakitan adalah sebesar Rp. 12.200.000,-. Asumsi biaya overhead, terdiri dari: 1. Biaya pendukung. Biaya ini terdiri dari berbagai macam jenis biaya yang mendukung penanganan material, jaminan kualitas, pembelian, pengiriman, penerimaan, fasilitas-fasilitas dan pemeliharaan peralatan atau perlengkapan. Sehingga biaya ini sudah termasuk upah untuk tenaga kerja maintainance dan cleaning service. Biaya pendukung adalah 10% dari total biaya komponen selama sebulan.
90 2. Biaya alokasi tidak langsung. Biaya ini mencakup biaya listrik, air, tenaga kerja tidak langsung, biaya perawatan bangunan, dan biaya lainnya yang sulit untuk dialokasikan secara langsung pada suatu produk secara spesifik. Biaya alokasi tidak langsung ini dikenakan 200% dari biaya perakitan karena masih ada sebagian biaya perakitan yang belum dikalkulasikan pada bagian DFM sebab ada beberapa jenis biaya perakitan yang lebih bersifat seperti investasi peralatan. Tabel 4.32 Perkiraan biaya overhead Biaya overhead Jumlah (Rp.) Pendukung (10% x 91200 x 1000) 9,120,000 Alokasi tidak langsung (200% x 12.000.000) 24,400,000 Total 33,520,000 Sehingga biaya overhead diperkirakan mencapai Rp. 33.520.000,-. Dengan demikian, biaya manufaktur yang dikeluarkan dalam satu bulan adalah sebesar Rp 136.920.000,- atau biaya per unitnya mencapai Rp. 140.000,- Untuk lebih rincinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.33 Biaya manufaktur Jumlah (Rp.) Biaya komponen (91,200 x 1000) 91,200,000 Biaya perakitan 12,200,000 Biaya overhead 33,520,000 Total 136,920,000 Biaya per unit (Total dibagi 1000) 136,920 140,000
91 4.7 Analisis Ekonomi Tahapan terakhir dalam suatu proses pengembangan produk adalah analisis ekonomi untuk memperkirakan gambaran prospek dari penjualan produk ini beberapa periode ke depan. Hasil dari analisis ini akan menentukan keputusan untuk terus menjalankan pengembangan produk ini (bila menguntungkan) atau tidak (bila tidak menguntungkan, bahkan mengalami kerugian). Analisis ekonomi yang dilakukan menggunakan 2 metode yaitu kuantitatif dan kualitatif. 4.7.1 Analisis Kuantitatif Berikut adalah data-data yang diperlukan dalam menghitung cashflow dengan metode NPV: - Perhitungan dilakukan selama 7 kuartal (3 bulanan). Tujuan dari pembagian periode menjadi menjadi kuartalan adalah agar bentuk tabel nantinya lebih ringkas dan sederhana. Remote presentation memiliki life cycle yang pendek mengingat persaingan yang semakin ketat dalam bidang ini sehingga diperlukan pengembangan produk (re-design) agar remote presentation yang dirancang memberikan nilai fungsi dan estetis yang lebih di masa mendatang. - Biaya pengembangan diasumsikan sebesar Rp. 81.000.000,- selama 9 bulan yakni untuk keperluan pembelian bahan komponen, pembuatan prototype,
92 pengembangan software, dana untuk riset dan investasi peralatan serta perlengkapan yang diperlukan untuk menunjang pengembangan remote. - Biaya perakitan/ramp-up diasumsikan sebesar Rp. 60.000.000,- untuk seluruh perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. - Biaya pemasaran dan penunjang diperkirakan Rp. 45.000.000,- per kuartal yang dimulai pada kuartal ketiga. - Volume produksi per kuartal adalah 3.000 unit dengan harga per unit adalah Rp. 140.000,-. Diasumsikan remote presentation hanya diproduksi selama 1 tahun dan produksi dimulai pada kuartal keempat tahun pertama. - Keuntungan penjualan per unit adalah sekitar 110% sehingga harga 1 unit remote presentation yang dijual adalah senilai Rp. 300.000,- maka keuntungan yang diperoleh adalah Rp. 160.000,- dan Akan tetapi, 15% dari keuntungan tersebut diberikan kepada dealer yang mendistribusikan produk tersebut ke para distributor dan konsumen sehingga hasil keuntungan hanya mencapai Rp. 136.000,-. Dengan demikian nilai jual remote tersebut adalah Rp. 276.000,-. - Bunga kredit pinjaman (r) untuk modal usaha berdasarkan situs Bank Negara Indonesia (BNI) adalah 0.93% per bulan.
93 Dengan data-data tersebut maka hasil perhitungan cashflow dengan metode NPV untuk remote presentation dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.34 Total aliran kas, nilai saat ini, dan nilai bersih saat ini. Tahun 1 Tahun 2 Nilai dalam Rp. (ribu-an) Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Biaya pengembangan -27,000-27,000-27,000 Biaya ramp-up -60,000 Biaya pemasaran & penunjang -45,000-45,000-45,000-45,000-45,000 Biaya produksi -420,000-420,000-420,000-420,000 Volume produksi 3,000 3,000 3,000 3,000 Biaya per unit -140-140 -140-140 Pendapatan penjualan 828,000 828,000 828,000 828,000 Volume penjualan 3,000 3,000 3,000 3,000 Harga per unit 276.000 276.000 276.000 276.000 Aliran kas per periode -27,000-27,000-132,000 363,000 363,000 363,000 363,000 Nilai saat ini tahun 1, r + 11.16% -27,000-26,267-124,932 334,237 325,165 316,339 307,752 Nilai bersih proyek saat ini 1,105,293 Dari tabel 4.33 maka dapat dilihat nilai bersih proyek ini dapat mencapai Rp. 1.105.293.000,-. Proyek ini menghasilkan nilai keuntungan bersih yang positif maka berdasarkan analisis kuantitatif proyek layak dijalankan. 4.7.2 Analisis kualititatif Analisis kualitatif dilakukan agar hasil dari analisis kuantitatif yang telah diperhitungkan disesuaikan dengan keadaan pasar, lingkungan, dan keadaan ekonomi Indonesia. Disinilah peran analisis kualitatif untuk lebih menyakinkan bahwa produk ini layak dijalankan atau tidak.
94 Berikut adalah pertimbangan-pertimbangannya yang akan mempengaruhi nilai bersih proyek remote presentasi, yaitu: Perusahaan Biaya pemasaran yang terjadi pada kuartal ke-3 ditingkatkan menjadi Rp. 100.000.000,- dengan tujuan untuk meningkatkan awareness dari masyarakat mengenai produk tersebut sehingga akan meningkatkan brand image. Untuk selanjutnya biaya pemasaran berkurang 20% per kuartal karena sifat dari iklan tersebut hanya berupa pengulangan agar masyarakat benar-benar mengingat produk tersebut dengan beberapa kali lihat. Dengan biaya pemasaran yang semakin tinggi sehingga produk remote presentation tersebut juga bisa diiklankan melalui berbagai situs internet international. Tentunya harga jual remote tersebut untuk diekspor lebih tinggi daripada yang dijual di negeri setempat, yaitu Rp. 425.000,- sudah termasuk biaya pengiriman. Asumsi profit yang didapatkan adalah lebih besar Rp. 50.000,-. Dari seribu unit diasumsikan hanya 10% yang berhasil diekspor ke luar negeri. Lingkungan makro Misalkan diasumsikan adanya pergeseran bidang ekonomi yang memburuk dan regulasi pemerintah yang semakin ketat sehingga nilai bunga kredit pinjaman (r) menjadi 15% per tahun.
95 Berdasarkan hasil analisis kualitatif tersebut maka nilai proyek saat ini dapat dilihat pada tabel 4.34. Tabel 4.35 Nilai bersih proyek saat ini setelah analisis kualitatif dilakukan Tahun 1 Tahun 2 Nilai dalam Rp. (ribu-an) Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Biaya pengembangan -27,000-27,000-27,000 Biaya ramp-up -60,000 Biaya pemasaran & penunjang -100,000-80,000-64,000-51,200-40,960 Biaya produksi -420,000-420,000-420,000-420,000 Volume produksi 3,000 3,000 3,000 3,000 Biaya per unit -140-140 -140-140 Pendapatan penjualan 828,000 828,000 828,000 828,000 Volume penjualan 3,000 3,000 3,000 3,000 Harga per unit 276.000 276.000 276.000 276.000 Profit tambahan hasil ekspor 15000 15000 15000 15000 Volume penjualan 300 300 300 300 Profit tambahan 50 50 50 50 Aliran kas per periode -27,000-27,000-187,000 343,000 359,000 371,800 382,040 Nilai saat ini tahun 1, r + 15% -27,000-26,024-173,726 307,135 309,843 309,292 306,323 Nilai bersih proyek saat ini 1,005,844 Dengan analisis kualitatif tersebut maka nilai bersih keuntungan proyek saat ini adalah Rp. 1.005.844.000,- sehingga proyek ini masih bisa dikatakan dapat menghasilkan nilai bersih yang positif walaupun terdapat beberapa faktor yang akan menghambat keuntungan penjualan dari proyek remote presentasi ini.