BAB 4. Hasil dan Pembahasan
|
|
|
- Benny Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 4 Hasil dan Pembahasan 4.1 Pengumpulan Data Sebagai tahap awal dari pengembangan produk adalah pengumpulan data, hal ini sangatlah penting. Pengumpulan data dilakukan agar keinginan dari pelanggan dapat digambarkan secara garis besar dan diintegrasikan dengan rancangan produk awal yang akan kita buat. Data-data yang dikumpulkan didapatkan dari ide rancangan atau konsep awal, data-data kebutuhan pelanggan atau hasil survei, juga masukan-masukan dari para ahli Perancangan Produk Tahap awal dari perancangan produk adalah proses perencanaan produk, maka tahap awal yang harus dilakukan adalah membuat pernyataan misi proyek yang nantinya digunakan untuk memulai tahapan-tahapan lainnya dalam pengembangan produk. Pernyataan misi adalah penulisan rancangan awal ide proyek, dalam hal ini adalah motor tanpa panas dan hujan. Pernyataan ini berisi mengenai seperti apa kira-kira motor tersebut akan dibuat, tujuan awal dibuatnya motor tersebut, dan juga target pasar yang akan dituju. Pernyataan awal ini masih dalam bentuk garis besar,
2 44 yang selanjutnya akan dispesififkasikan dan disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Adapun pernyataan misi untuk pengembangan body motor pada motor yang ada saat ini dapat dilihat pada tabel pernyataan misi dibawah ini. Tabel 4.1 Pernyataan Misi Motor Tahap Motor Tahap Uraian Produk : Rancangan motor, dimana pengendara tidak lagi perlu menggunakan jas hujan disaat panas dan tidak lagi terkena panas di siang hari. Motor dirancang dengan menggunakan penutup dengan pintu rolling serta penutup kaki, sehingga kaki pengendara tidak basah baik saat jalan atau saat berhenti. Perancangan rangka awal menggunakan rangka Yamaha Mio dan Honda Vario. Penutup utama menggunakan bahan fiberglass, sehingga dapat meminimalkan biaya produksi.dengan bagian depan terbuat dari kaca plastik bening. Ditambah dengan perlengkapan yang penting yaitu wiper. Sasaran Utama : Menghindarkan pengguna motor dari hujan dan panas matahari. Menghindarkan dan mengurangi pengendara motor dari basah dibeberapa tempat yaitu : lengan, celana, dan kaki. Pembaharuan alat transportasi umum. Pasar Target : Pengendara motor di berbagai kalangan masyarakat. Restaurant untuk delivery. Alat transportasi umum. Asumsi dan Batasan : Biaya yang dapat dijangkau konsumen sampai dengan lebih kurang 20 juta rupiah. Bahan yang digunakan diharapkan tidak mahal tetapi dengan kualitas yang cukup baik. Beberapa bahan pelengkap diasumsikan memesan dari produsen tertentu dengan beberapa asumsi harga. Stakeholder : Produsen Dealer Konsumen : - Pelajar dan mahasiswa - Masyarakat menengah - Perusahaan delivery service, makanan dan pos
3 Pendataan dan Identifikasi kebutuhan pelanggan Pendataan yang dilakukan untuk tahap identifikasi kebutuhan pelanggan dilakukan dengan beberapa cara yaitu penyebaran kuisioner, kelompok diskusi, interview face to face, dan menggunakan kepada pengguna kendaraan beroda dua. Wawancara dilakukan dengan memilih pengguna kendaraan beroda dua diberbagai tempat di Jakarta secara acak. Wawancara awal dilakukan terhadap 100 responden dengan berbagai cara, sebagian besar menggunakan kuisioner dan interview langsung untuk daerah Jakarta dan sekitarnya dan sebagian kecil menggunakan untuk daerah diluar Jakarta. Tujuannya adalah agar data yang didapat cukup dapat mewakili terutama daerah Jakarta dan beberapa kota seperti Bandung, Surabaya dan Bali. Kebutuhan-kebutuhan yang diidentifikasi dari kuisioner maupun interview secara langsung berupa keluhan-keluhan pengguna kendaraan beroda dua saat ini, terutama dalam menghadapi cuaca alam tropis di Indonesia yang selalu terjadi rutinitas hujan dan panas pada bulan-bulan tertentu. Selain itu diidentifikasikan keinginan-keinginan dari pengguna kendaraan beroda dua untuk berbagai macam hal seperti keamanan, kenyamanan, dan entertainment. Proses wawacara langsung dilakukan dengan survei ke berbagai tempat di daerah Jakarta dan mewawancara pengguna secara langsung ditempat. Tempattempat yang dikunjungi seperti, restoran fast food (bagian delivery), tempat parkir motor kampus, perbelanjaan, pertokoan dan di bawah jembatan dan halte bus di saat
4 46 hujan turun. Wawancara dilakukan di tempat dan keadaan seperti itu karena dapat ditemukan berbagai kalangan pengguna kendaraan beroda dua, baik dari siswa, mahasiswa, karyawan, maupun petugas pesan antar dan tentunya mereka memiliki berbagai keluhan serta saran-saran yang cukup baik sebagai bahan referensi. Contoh pertanyaan atau kuisioner yang diajukan baik dengan wawancara secara langsung, kuisioner, dan terhadap responden dapat dilihat pada tabel 4.2.
5 47 Tabel 4.2 Kuisioner Customer Needs Nama : No. Telp : Daerah Tinggal : Kuisioner ini kami buat dengan tujuan mengetahui kebutuhan, keinginan serta keperluan pelanggan akan hal-hal yang berhubungan dengan motor, untuk pengembangan daripada motor tersebut. 1. Apakah anda seorang pengendara motor? Ya Tidak 2. Motor jenis apa yang anda kendarai? 3. Apakah anda merasa kesulitan disaat hujan? Ya Tidak 4. Hal apa yang menyebabkan anda merasa kesulitan? 5. Apakah anda merasa terganggu disaat panas? Ya Tidak 6. Hal apa yang menyebabkan anda merasa terganggu? 7. Jika ada motor yang dapat menghindarkan anda dari hujan ataupun panas, gambaran seperti apa yang ada pada pikiran anda? 8. Apakah anda berminat untuk memiliki, jika ada motor yang dapat menghindarkan anda dari panas dan hujan? Ya Tidak 9. Jenis motor apa yang paling anda inginkan untuk implementasi no.7? Kenapa? 10. Optional apakah yang ingin anda tambahkan jika anda memiliki motor yang dapat menghindarkan anda dari hujan ataupun panas? 11. Berapakah harga yang pantas untuk motor dengan spesifikasi menurut pemikiran anda setelah no.7,9,dan 10 digabungkan? Terima kasih, atas kesediaan anda meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner ini. Kami harap anda bersedia untuk di follow up lebih lanjut jika kami memerlukan data lain, karena pendapat anda sangat kami butuhkan untuk kelangsungan penelitian ini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Penulis
6 Intepretasi Kebutuhan Pelanggan Dari hasil kuisioner baik secara langsung, kepada responden, maka dapat diintepretasikan menjadi beberapa kebutuhan yang adalah terjemahan dari data mentah pelanggan maka didapatlah hasil intepretasi kebutuhan dari wawancara yang dapat dilihat pada table dibawah ini Tabel 4.3 Tabel Intepretasi Kebutuhan Pelanggan No Kebutuhan 1 Menghindarkan pengendara dari panas dan hujan 2 Menghindarkan pengendara dari cipratan air pada kaki 3 Tidak perlu lagi berhenti untuk mengenakan jas hujan 4 Saluran udara 5 Bagasi 6 Alarm anti maling 7 Audio atau radio 8 Tambahan panjang kursi 9 Perawatan mudah 10 Aman dikendarai 11 Nyaman digunakan 12 Bentuk yang menarik 13 Aerodinamis 14 Berat kendaraan 15 Bahan yang kuat 16 Area parkir yang minimum 17 Mudah bermanuver atau berbelok 18 Pintu geser yang tidak memakan tempat 19 Warna yang menarik
7 Penentuan Jumlah Sampel Penentuan jumlah sampel untuk survei diasumsikan bahwa pengguna motor di Jakarta sangat banyak, maka dilakukan penentuan jumlah responden dengan asumsi-asumsi sebagai berikut : Tingkat kepercayaan adalah 95% dengan nilai ini maka tingkat kepercayaan dapat dikatakan tidak terlalu besar atau kecil. Margin of error (e) = 5%, nilai error maksimum adalah 5%, maka data yang didapat tidak akan menyimpang terlalu jauh dari nilai rata-ratanya. Nilai Z = 1,96 nilai ini didapatkan dari tabel Z (A4) Jumlah populasi pengguna motor di Indonesia tidak diketahui. Dengan beberapa asumsi diatas, maka jumlah sampel untuk survei dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Ζ n = 4 e 2 2 = 2 1,96 4 0,07 2 = 384, Dengan perhitungan di atas, didapatkan jumlah responden kuisioner adalah 385 responden Survei Tingkat Kepentingan Kebutuhan Pelanggan Survei dilakukan dengan menyebarkan kuisioner langsung, via maupun face to face sampai mendapatkan 400 responden pengguna motor. Dengan hal-hal yang ditanyakan adalah variabel kebutuhan hasil intepretasi kebutuhan pelanggan yang telah dirangkum sebelumnya dan beberapa tambahan yang dianggap penting.
8 50 Berikut ini adalah contoh form kuisioner survei tingkat kepentingan kebutuhan pelanggan. Tabel 4.4 Kuisioner Tingkat Kepentingan Nama : No. Telp : Daerah Tinggal : Berikut ini, beberapa kebutuhan dari konsumen motor yang telah kami survei sesuai dengan konsep motor kami, yaitu motor yang dapat menghindarkan anda dari hujan dan panas. Berikanlah tanda ( ) pada tingkat kepetingan, sesuai dengan pemikiran anda. No Kebutuhan Tingkat Kepentingan 1 Menghindarkan pengendara dari panas dan hujan 2 Menghindarkan pengendara dari cipratan air pada kaki 3 Tidak perlu lagi berhenti untuk mengenakan jas hujan 4 Saluran udara 5 Bagasi 6 Alarm anti maling 7 Audio atau radio 8 Tambahan panjang kursi 9 Perawatan mudah 10 Aman dikendarai 11 Nyaman digunakan 12 Bentuk yang menarik 13 Aerodinamis 14 Berat kendaraan 15 Bahan yang kuat 16 Area parkir yang minimum 17 Mudah bermanuver atau berbelok 18 Pintu geser yang tidak memakan tempat 19 Warna yang menarik (dimana rate kepentingan adalah 1 sangat tidak penting dan 5 sangat penting ) Terima kasih, atas kesediaan anda meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner ini. Kami harap anda bersedia untuk di follow up lebih lanjut jika kami memerlukan data lain, karena pendapat anda sangat kami butuhkan untuk kelangsungan penelitian ini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya. Penulis
9 Pengolahan dan Pengujian Data Setelah survei dilakukan maka didapatkanlah hasil rata-rata bobot yang diberikan. Berikut ini adalah hasil rangkuman bobot hasil survei. Tabel 4.5 Tabel Rata-rata Bobot Kepentingan Kebutuhan Pelanggan No Kebutuhan Bobot kepentingan 1 Menghindarkan pengendara dari panas dan hujan 4 2 Menghindarkan pengendara dari cipratan air pada kaki 4 3 Tidak perlu lagi berhenti untuk mengenakan jas hujan 4 4 Saluran udara 4 5 Bagasi 4 6 Alarm anti maling 4 7 Audio atau radio 3 8 Tambahan panjang kursi 3 9 Perawatan mudah 4 10 Aman dikendarai 5 11 Nyaman digunakan 5 12 Bentuk yang menarik 4 13 Aerodinamis 4 14 Berat kendaraan 4 15 Bahan yang kuat 4 16 Area parkir yang minimum 4 17 Mudah bermanuver atau berbelok 4 18 Pintu geser yang tidak memakan tempat 3 19 Warna yang menarik 4
10 52 Dengan hasil yang didapat dari 400 responden ini, perlu dilakukan pengujian validitas. Pengujian validitas yang digunakan adalah uji Alpha Cronbach menggunakan bantuan program SPSS, dengan hasil sebagai berikut : Tabel 4.6 Hasil Ringkasan Kasus yang Diproses N % Cases Valid Excluded(a) 0.0 Total a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Tabel 4.7 Statistik Reliabilitas Cronbach's Alpha N of Items Tabel 4.8 Item-total Statistics Survei ke-2 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR VAR
11 53 Analisis dari hasil perhitungan SPSS adalah sebagai berikut: r table pada alpha 0,05 dengan derajat bebas DF = jumlah kasus 2. R (0,05 ; 400) nilai r yang tersedia untuk derajat bebas hanya sampai dengan 200, karena itu nilai corrected item-total correlation dibandingkan (nilai r tabel dengan df = 200). Pengambilan keputusan jika r hitung positif dan r hitung > r tabel maka Q valid. Jika rhitung negatif atau r hitung < r tabel maka Q tersebut tidak valid. r hitung dapat dilihat dalam kolom corrected item total correlation. Tabel 4.9 Tabel Hasil Validasi Customer needs Corrected Item-Total Correlation (R hitung) r tabel Validitas Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid Q Valid
12 54 Setiap kriteria dari customer needs dapat dinyatakan valid karena nilai dari setiap corrected item-total correlation lebih besar dari nilai r tabel. Nilai Cronbach s Alpha = juga memiliki nilai yang lebih besar daripada r tabel (0.0905) maka dapat dinyatakan data yang telah dikumpulkan adalah reliable. 4.2 Analisis Data Dengan hasil intepretasi pelanggan maka didapat berbagai macam optional sehingga dapat diketahui hal apa yang diinginkan oleh pelanggan. Berbagai keinginan tersebut sebaiknya dapat terjawab dengan perancangan produk yang nantinya dibuat. Tahapan dari spesifikasi produk secara keseluruhan dibagi menjadi 3 bagian, berdasarkan QFD (Quality Function Deployment), yaitu : Mempersiapkan daftar metrik kebutuhan Tahap awal ini yang perlu dilakukan adalah mencari hubungan antara metric kebutuhan yang teridentifikasi sebagai inti dari spesifikasi produk. Pada daftar metrik kebutuhan dapat dilihat bahwa kebutuhan mana saja yang berhubungan dengan kebutuhan yang ada. Seperti contoh yang dapat dilihat pada tabel 4.10, metrik kebutuhan no. 4 yaitu bahan utama body menjawab kebutuhan no. 1, 9, 14, dan 15. Maksudnya adalah kebutuhan akan bahan utama body mencakup kebutuhan akan no.1 menghindarkan pengendara dari panas dan hujan, no.9 Perawatan mudah, no.14 Berat kendaraan, dan no.15 Bahan yang kuat. Berikut ini adalah grafik matrik kebutuhan yang lebih jelas. Dapat terlihat dari metric kebutuhan dibawah ini :
13 55 Tabel 4.10 Daftar Metrik Kebutuhan No Kebutuhan Metrik Kepentingan Ukuran 1 1 Panjang body yang tertutup 5 Cm 2 1,14 Panjang kaca menggunakan film 5 Cm 3 2,3 Tinggi body samping 5 Cm 4 1,9,14,15 Bahan utama body 4 Subj 5 4 Luas permukaan saluran udara 4 Cm 2 depan dan belakang 6 5 Ukuran bagasi 3 Cm Intensitas bunyi alarm 3 Desibel 8 7 Intensitas bunyi radio 3 Desibel 9 8 Ukuran kursi optional 3 Cm Rangka utama 5 Subj Bantalan penahan 4 N Ukuran sandaran (opsional) 3 Cm 13 12,13 Aerodinamis dan modern 4 Subj 14 16,17,18 Ukuran kendaraan keseluruhan 5 Cm Nilai estetis kendaraan 3 Subj
14 56 Gambar 4.1 Matriks-Metrik Kebutuhan Mengumpulkan informasi pesaing Informasi mengenai pesaing hanya didapatkan tipe BMW C1, tetapi spesifikasi dan berbagai hal lainnya tidak dapat ditemukan. Sehingga diasumsikan bahwa motor ini tidak memiliki pesaing terutama di Indonesia.
15 57 Menetapkan spesifikasi akhir Tabel 4.11 Spesifikasi Target No Kebutuhan Metrik Kepentingan Nilai Ukuran 1 1 Panjang body yang tertutup Cm 2 1,14 Panjang kaca menggunakan film 5 80 Cm 3 2,3 Tinggi body samping Cm 4 1,9,14,15 Bahan utama body 4 - Subj 5 4 Luas permukaan saluran udara 4 15 x 40 Cm depan dan belakang (WxH) 6 5 Ukuran bagasi 3 std Cm 7 6 Intensitas bunyi alarm Desibel 8 7 Intensitas bunyi radio Desibel 9 8 Ukuran kursi (optional) (WxL) 3 25x10 Cm Rangka utama 5 Subj Bantalan penahan N Ukuran sandaran (opsional) 3 30x70 Cm (WxH) 13 12,13,17 Aerodinamis dan modern 4 - Subj 14 16,18 Ukuran kendaraan keseluruhan 5 110x200 Cm (W x L x H) x Nilai estetis kendaraan 3 Subj Spesifikasi produk ditentukan secara subjektif, walaupun terdapat pesaing yaitu BMW C1, tetapi data dan spesifikasi dari pesaing tersebut tidak bisa didapatkan. Selain karena produk pesaing tersebut berada di negara bagian Eropa dan juga produk tersebut juga tidak dapat dijangkau oleh masyarakat menengah. Berikut ini adalah spesifikasi dasar rangka kendaraan roda dua yang akan digunakan dari perusahaan yang tidak dapat disebutkan namanya.
16 58 Tabel 4.12 Spesifikasi Rangka Kendaraan Roda Dua Model Disc Brake Drum Brake Engine 4 Stroke, SOHC, 2 Valve, Air Cooled Cylinder Capacity CC. Compression Ratio 8.8 : 1 Bore x Stroke 50.0 x 57.9 MM. Lube Type Wet Carburetor Keihin NCV24 x 1 Ignition DC - CDI Clutch Type Automatic Rainforced Clutch Engine Start Type Kick Start & Electric Start Fuel Type Unlead Gasoline Octain 91 Up Fuel Tank Capacity 3.7 Litrs Engine Oil Capacity 0.9 Litrs Transmission Automatic V - Belt Transmission Ratio Frame Type Steel Caster / Trail 26.5 Degree / 100 MM. Dimension (W x L x H) 675 x 1,820 x 1,050 MM. Seat Height 745 MM. Ground Height 130 MM. Wheel Base 1,240 MM. Dry Weight 87 Kgs. Suspension Front Telecospic Rear Unit Swing Brake Front Disc Brake Drum Brake Rear Disc Brake Drum Brake Tyre Size Front 70 / MC 34 P Rear 80 / MC 40 P Headlight 12 Volt 32 Watts / 32 Watts x 1
17 Hasil Perancangan Konsep Penyusunan Konsep Konsep produk adalah suatu gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip kerja, dan bentuk dari suatu produk. Konsep produk secara singkat dikatakan sebagai gambaran singkat bagaimana produk dapat memuaskan pelanggan. Dalam menentukan konsep produk ini, pada awalnya menentukan model penutup untuk kendaraan beroda dua. Tahap selanjutnya adalah penentuan untuk tipe pintu yang akan digunakan dan disesuaikan dengan penutup kendaraan. Setelah menentukan penutup dan pintu, selanjutnya penentuan optional produk yang diminati oleh pelanggan, yaitu bagasi. Pemilihan selanjutnya kepada tipe standar, yang secara pasti akan selalu ada pada tiap kendaraan beroda dua untuk menopangnya disaat berhenti. Pada bagian akhir, terdapat beberapa konsep tambahan yaitu penambahan roda menjadi tiga dan empat juga peniadaan standar dengan beberapa konsekuensi, yaitu mengurangi kemudahan bermanuver dan menambah ukuran dan biaya, namun memberikan nilai lebih pada segi penumpang dan keseimbangan. Konsep-konsep ini dibentuk menjadi suatu grafik kombinasi konsep atau morfologi, yang akan digunakan pada konsep-konsep kendaraan berikut ini. Berikut ini adalah gambaran morfologi yang akan digunakan dalam pembentukan konsepkonsep perancangan produk kali ini beserta penjelasannya:
18 60 Bentuk Rumah Pintu Bagasi Standart Roda Kotak Rolling Bagian Luar Kaki 2 Roda 2 Bulat Telur Swing Bagian Dalam Tanpa Standart Roda 3 Roda 4 Gambar 4.2 Morfologi Konsep Produk A Gambar 4.3 Gambar Awal Konsep A
19 61 Gambar 4.4 Morfologi Konsep Produk B Gambar 4.5 Gambar Awal Konsep B
20 62 Penjelasan mengenai konsep A (Gambar 4.2 dan 4.3) dan konsep B (Gambar 4.4 dan 4.5) adalah sebagai berikut: Konsep A ini mengambil bentuk daripada kotak, dengan modifikasi sehingga dapat digunakan kendaraan beroda dua, mengurangi tekanan angin dari bagian depan serta menjaga pengendara tetap kering dikala hujan dan mengurangi rasa panas pengendara saat panas disiang hari. Konsep ini memiliki beberapa kelebihan yaitu bagian dalam yang cukup luas namun memiliki kemampuan maneuver yang baik, pada bagian sisi belakang dapat ditambah dengan 2 buah bagasi mini, tanpa mengganggu penumpang di belakang. Konsep A memiliki bagasi di bagian luar belakang yang dilengkapi dengan kunci pengaman. Konsep B mengambil dasar rancangan daripada konsep A, tetapi konsep B ini memiliki empat buah roda. Konsep B memiliki kelebihan yaitu kestabilan yang sangat baik dan bisa memuat penumpang lebih banyak serta pengemudi tidak lagi harus mengeluarkan kakinya disaat berhenti. Namun pada konsep ini juga terdapat beberapa kekurangan seperti kurangnya kemampuan untuk bermanuver dan ukuran kendaraan yang cukup besar juga. Bagasi ditempatkan pada bagian luar belakang kendaraan, juga dilengkapi dengan kunci pengaman.
21 63 Gambar 4.6 Morfologi Konsep Produk C Gambar 4.7 Gambar Awal Konsep C
22 64 Gambar 4.8 Morfologi Konsep Produk D Gambar 4.9 Gambar Awal Konsep D
23 65 Penjelasan mengenai konsep C (Gambar 4.6 dan 4.7) dan konsep D (Gambar 4.8 dan 4.9) adalah sebagai berikut: Konsep C, mengambil bentuk futuristik dengan bentuk bulat telur. Memiliki kelebihan dalam estetika, bentuk ini juga tidak mengurangi kemampuan motor untuk bermanuver. Penempatan bagasi pada konsep ini ada di bagian dalam penutup, namun bagasi yang ditempatkan lebih kecil karena disesuaikan dengan sisa ruang antara penumpang dan dinding belakang penutup. Dengan konsep ini hanya menggunakan pintu tipe swing yaitu pintu dengan posisi membuka keatas. Kekurangan daripada konsep ini adalah ruang dalam kendaraan manjadi lebih sempit, karena bentuk yang membulat. Konsep D, konsep yang hampir sama dengan konsep C, namun memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sama halnya seperti konsep B,namun sedikit berbeda pada konsep D tidak memerlukan standar, karena pada konsep ini memiliki tiga buah roda. Ketiga roda ini memberikan kelebihan dalam keseimbangan, sehingga pengendara tidak perlu mengeluarkan kakinya pada saat berhenti. Konsep ini juga memakan ruang yang cukup besar karena roda yang dimilikinya adalah tiga buah, tentu akan memakan ruang lebih untuk konsep ini. Konsep D memiliki sedikit kelebihan jika dibandingkan dengan konsep B yaitu kelebihan pada segi bermanuver, konsep D lebih mudah berputar karena roda bagian depannya hanya 1 buah.
24 Seleksi konsep Seleksi konsep adalah suatu proses pemilihan daripada konsep-konsep yang ada dengan membandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing konsep yang dibuat. Biasanya dalam seleksi konsep menggunakan seleksi konsep Pugh, dengan mensurvei sekelompok orang saja atau fokus grup. Fokus grup yang dibuat berdasarkan pengguna kendaraan beroda dua yang cukup mengerti mengenai kendaraan beroda dua dan mempunyai minat yang baik terhadap produk yang akan dibuat ini. Empat konsep yang ada dipilih dua yang terbaik, yang nantinya akan diuji kembali sehingga mendapatkan satu konsep terbaik yang digunakan sebagai konsep akhir, dengan membandingkan dengan motor BMW C-1.Hasil dari pada fokus grup yang terdiri dari 10 orang adalah sebagai berikut : Tabel 4.13 Seleksi Konsep Tahap Pertama dengan Metode Pugh Kriteria seleksi Konsep A Konsep B Konsep C Konsep D Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Keseimbangan Kemampuan manuver Ukuran kendaraan Bentuk dan keluasan Jumlah + Jumlah - Jumlah 0 Nilai Akhir Ranking Lanjutkan ya ya ya tidak
25 67 Setelah mendapatkan dua konsep terbaik, yaitu konsep A dan B, maka langkah selanjutnya adalah menseleksi konsep untuk menentukan konsep akhir. Penentuan konsep akhir menggunakan cara memberikan beban pada masing-masing opsional dan penyeleksian ini kembali menggunakan fokus grup yang sama dengan grup penyeleksi pertama. Cara penyeleksian ke dua ini dengan cara memberikan bobot seperti pada survei tingkat kepentingan, berikut ini adalah contoh kuisioner untuk menentukan konsep akhir, hasil pengumpulan data, dan hasil penilaian konsep. Tabel 4.14 Kuisioner Penilaian Konsep Kuisioner Seleksi Konsep Nama : Telepon : Daerah tinggal : Criteria Konsep A Konsep B Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Keseimbangan Kemampuan Manuver Ukuran kendaraan Bentuk dan keluasan Berikanlah bobot menurut pendapat anda, dimana nilai 1 adalah sangat kurang dan nilai 5 adalah sangat baik. Tabel 4.15 Hasil Data Penilaian Konsep A Konsep A Kriteria Seleksi R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 Rata-rata Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Keseimbangan Kemampuan Manuver Ukuran kendaraan Bentuk dan keluasan
26 68 Tabel 4.16 Hasil Data Penilaian Konsep B Konsep B Kriteria Seleksi R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 Rata-rata Kemudahan penanganan Kemudahan penggunaan Keseimbangan Kemampuan Manuver Ukuran kendaraan Bentuk dan keluasan Tabel 4.17 Hasil Seleksi Metode Penilaian Konsep Konsep A Konsep B Kriteria Seleksi Beban % Rating Nilai Nilai Rating Beban Beban Kemudahan penanganan 20% Kemudahan penggunaan 15% Keseimbangan 10% Kemampuan Manuver 20% Ukuran kendaraan 20% Bentuk dan keluasan 15% Total nilai Lanjutkan Ya tidak Dari hasil penilaian konsep di atas, dapat dilihat bahwa konsep A lebih unggul daripada konsep B, maka konsep A keluar sebagai konsep akhir dari produk kendaraan beroda dua.
27 Pengujian Konsep Pengujian konsep mempunyai tujuan seberapakah minat dari pelanggan untuk mendapatkan produk kendaraan beroda dua ini saat beredar di pasaran. Survei ini dilakukan terhadap 100 responden, mengingat sudah cukup banyaknya survei yang dilakukan sebelumnya, maka konsep akhir ini dapat dikatakan telah mewakili kebutuhan-kebutuhan yang teridentifikasi. Pembagian kuisioner dilakukan untuk mengetahui dan menguji konsep yang sudah diseleksi. Survei ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelangganpelanggan mau membeli produk tersebut atau tidak, dan seberapa ingin mereka membeli produk tersebut bila produk tersebut sudah keluar di pasaran. Tabel 4.18 Kuesioner Pengujian Konsep Survei pengujian konsep Nama : Pewawancara : Ivan Telepon : Tempat tinggal : Berikut ini adalah produk motor Tahap: Kendaraan beroda dua dengan penutup yang dapat menghindarkan anda dari hujan dan panas. Selain menghindarkan anda dari hujan dan panas, kendaraan ini juga tidak menyebabkan anda kesulitan disaat berhenti. Pengendaliannya sama dengan motor biasa, dengan transmisi otomatis memperudah dalam pengendaraannya. Produk ini dapat menghemat waktu anda di musim hujan, anda tidak lagi perlu repot untuk berhenti dan tidak perlu menunggu hujan reda. Produk ini bernilai 18 juta rupiah dan tersedia di dealer-dealer motor, bagaimanakah peluang anda dalam membeli kendaraan ini? Saya pasti tidak akan membeli Saya mungkin tidak akan membeli Saya mungkin/tidak membeli Saya mungkin akan membeli Saya pasti membeli
28 70 Survei dilakukan kembali dengan metode menyebarkan kuesioner sejumlah 100, jumlah ini dianggap sudah cukup mengingat sudah banyaknya survei yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Konsep yang akan diuji memang sudah mewakili kebutuhan yang sudah teridentifikasi. Tabel 4.19 Hasil Pengumpulan Data Kuesioner Pengujian Konsep Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent 1. Pasti tidak akan membeli Mungkin tidak akan membeli Mungkin atau tidak membeli Mungkin akan membeli Pasti akan membeli Total Gambar 4.10 Grafik Pengujian Konsep
29 71 Dari data tersebut didapatkan F definitely adalah 0.05 dan F probably adalah Pada C definitely dan C probably merupakan nilai yang ditentukan berdasarkan pengalaman perusahaan. Dalam pemilihan C definitely adalah 0.3 dan C probably adalah 0.2. Dengan demikian, dapat diketahui nilai P yang merupakan probabilitas pelanggan pada target pasar untuk membeli produk pada periode yang ditentukan untuk 1 tahun mendatang. P = F definitely C definitely + F probably C probably P = P = Sehingga probabilitas peluang untuk menjangkau pasar dalam penjualan motor Tahap presentasi yaitu 6,9 %. Dalam hal ini, membuktikan produk motor Tahap presentasi cukup diminati oleh masyarakat. 4.4 Arsitektur Produk Arsitektur produk adalah skema elemen-elemen fungsional dari produk yang disusun menjadi chunk dimana tiap chunk mewakili sifat fisikal dan menjelaskan bagaimana tiap chunk berinteraksi. Chunk adalah kumpulan komponen yang mengimplementasikan fungsi produk. Langkah awal dalam arsitektur produk adalah pembuatan skema produk. Skema produk adalah suatu diagram yang menggambarkan pengertian elemen-elemen penyusun suatu produk. Berikut ini skema dari Motor Tahap
30 72 Lengan Wiper Mesin Wiper Lampu Utama Wiper Box Air Lampu Sen Kaca Plastik Rangka Radio Bahan Fiber Motor Sepaker Rangka Pintu Bagasi Bahan fiber Rel Arus AC Kaca Plastik Keterangan : Aliran energi Aliran material Aliran data Gambar 4.11 Skema Motor Tahap
31 73 Skema motor Tahap diatas adalah komponen-komponen utama. Setelah skema disusun, berikutnya adalah mengelompokkan komponen tersebut kedalam chunk. Tiap chunk memiliki fungsi masing-masing, chunk dengan fungsi yang sama dapat dikelompokan dalam satu chunk. Chunk-chunk yang terdapat pada motor Tahap, yaitu : pembersih kaca, badan utama, pintu, lampu, power dan penyimpanan. Berikut ini adalah gambaran chunk dari motor tanpa Tahap. Lengan Wiper Mesin Wiper Lampu Utama Wiper Box Air Lampu Sen Chunk pembersih kaca Chunk lampu Kaca Plastik Rangka Bahan Fiber Chunk badan utama Motor Radio Sepaker Chunk audio Rangka Pintu Bagasi Chunk penyimpanan Bahan fiber Rel Arus AC Kaca Plastik Chunk power Chunk pintu Keterangan : Aliran energi Aliran material Aliran data Gambar 4.12 Rangkaian Chunk Motor Tahap
32 Desain Industri Tingkat kepentingan Desain industri bertujuan untuk menetapkan pentingnya geometri, ketepatan, kemudahan dan nilai ekonomi pada desain suatu produk. Dalam desain industri, mengedepankan beberapa hal yang cukup penting yaitu : Kebutuhan ergonomi Dalam kebutuhan ergonomi, beberapa hal yang diutamakan seperti kemudahan pemakaian, kemudahan perawatan, kuantitas interaksi pemakai, serta keamanan dalam memakai produk. Pada kebutuhan ergonomi ini mengedepankan interaksi antara manusia dan peroduk yang dikembangkan. Kebutuhan estetis Dalam kebutuhan estetis, hal yang diperhatikan adalah hal-hal yang dapat mencirikan suatu produk jika dibanding dengan produk lain atau dapat dikatakan sebagai deferensiasi produk, nilai estetis dan kemudahan untuk pengembangan produk selanjutnya.
33 75 Tabel 4.20 Tingkat Kepentingan Desain Industri Kriteria Kemudahan pemakaian Kemudahan perawatan Kuantitas interaksi pemakai Pembaruan interaksi pemakai Keamanan Kriteria Diferensiasi produk Gengsi kepemilikan, mode, atau kesan Motivasi tim Kebutuhan Ergonomi Level Kepentingan Rendah Menengah Tinggi Kebutuhan Estetis Level Kepentingan Rendah Menengah Tinggi Penjelasan Peringkat Motor Tahap, dapat digunakan seperti halnya motor pada umumnya. Kelebihan dari produk ini adalah mengurangi kesulitan anda terutama disaat hujan. Motor Tahap, dapat dibersihkan seperti anda membersihkan kendaraan roda dua anda. Hanya sedikit lebih banyak yang perlu dibersihkan, seperti bagian kaca dan penutup. Interaksi pemakaian dapat dikatakan sangat banyak. Karena kendaraan ini adalah alat transportasi yang dapat digunakan seharihari. Pembaruan-pembaruan sangat mungkin dilakukan, dengan mengembangkan beberapa bagian seperti penutup, desain lampu dan lainnya. Keamanan dalam pemakaian untuk motor Tahap dapat dikatakan baik, karena memiliki tambahan penutup disetiap sisinya. Penjelasan Peringkat Penampilan dari motor Tahap sangat berbeda daripada motor lain. Penampilan dan bentuk serta fungsinya membedakan motor ini dengan motor-motor lainnya. Motor tahap menggunakan model futuristik tanpa menghilangkan aspek aero dinamis dengan menekan biaya semaksimal mungkin. Melihat tujuan awal pembuatan kendaraan ini adalah masyarakat menengah. Pembaharuan dan modifikasi Tahap sangat banyak sehingga motivasi akan sangat tinggi terutama untuk modifikasi dan pengembangan-pengembangan lanjut.
34 Aspek Ergonomi Dalam perancangan penutup motor tahap ini, aspek-aspek ergonomi cukup diperhatikan. Beberapa aspek yang diperhatikan adalah sudut pandang, lebar dan tinggi badan pengendara, sudut perputaran dan lebar kaki dan beberapa aspek ergonomi lainnya yang didapat secara langsung tanpa perlu lagi di ukur karena penyesuaian langsung dari ukuran motor awal. Dalam menentukan ukuran dan nilai-nilai ergonomi, acuan dasar yang digunakan adalah Engineering design for safety karangan Thomas A. Hunter. Berikut ini adalah sedikit penjabaran mengenai aspek ergonomi yang akan digunakan dalam perancangan motor Tahap. Sudut pandang Penelitian terhadap sudut pandang berdasar buku, engineering design for safety, telah diestimasikan valid untuk 80% penduduk rata-rata. Sudut pandang manusia vertical adalah 130 o dan pandangan horizontal adalah 108 o.dengan sudut efektif sebesar 30 o vertikal dan 60 o horizontal, dengan tinggi pandangan antara adalah 73 cm sampai dengan 86 cm, dengan perkiraan ini, daerah kaca untuk pandangan pengendara diberikan 85 cm. Tinggi badan Tinggi badan rata-rata digunakan untuk menentukan ketinggian daripada penutup utama untuk motor Tahap. Tinggi badan rata-rata adalah 85 sampai
35 77 98 cm. Dengan rata-rata tersebut, tinggi kursi sampai dengan penutup bagian atas adalah 105 cm. Lebar badan Lebar badan rata-rata adalah 43 sampai dengan 52 cm. Pada aspek ini yang diperhitungkan adalah lebar daripada handle atau stang motor. Ukuran stang motor adalah 50 sampai 60 cm. sehingga untuk menghindari adanya tumbukan atau gesekan antara stang dan dinding penutup jarak dari sisi satu ke sisi lain adalah 100 cm. Sudut perputaran kaki Rata-rata sudut perputaran kaki atau disebut Hip abduction yang dihitung dari posisi duduk tegak membentuk sudut 41 o sampai 65 o, dengan ukuran paha 55 sampai 65cm. Lebar kaki Perhitungan lebar kaki digunakan untuk menentukan lubang untuk mengeluarkan kaki pada saat berhenti. Perhitungan lebar kaki didapatkan 33 sampai 45 cm. Lubang untuk mengeluarkan kaki, diberikan sebesar 45 cm.
36 Aspek Desain Gambar 4.13 Keterangan Motor Tahap untuk Tampak Samping Gambar 4.14 Keterangan Motor Tahap untuk Tampak Depan
37 79 Gambar 4.15 Keterangan Motor Tahap untuk Tampak Atas Gambar 4.16 Keterangan Motor Tahap untuk Tampak Belakang
38 Gambar Teknik Motor Tahap Gambar Tampak Atas Motor Tahap Gambar Tampak Belakang Motor Tahap
39 81 Gambar 4.19 Tampak Depan Motor Tahap Gambar 4.20 Tampak Samping Motor Tahap
40 Virtual Prototype Gambar 4.21 Tampak Motor Tahap Dalam Pandangan 3 Dimensi Gambar 4.22 Tampak Atas motor Tahap Hasil Rendering
41 83 Gambar 4.23 Tampak Belakang Motor Tahap Hasil Rendering Gambar 4.24 Tampak Depan Motor Tahap Hasil Rendering
42 Gambar 4.25 Tampak Samping Motor Tahap Hasil Rendering 84
43 Design for Manufacturing (DFM) Design for Manufacturing, adalah suatu tahap perhitungan biaya komponen yang diawali dengan pembuatan data-data pada Bill of material dan operation proses chart. DFM mempunyai tujuan yaitu menginformasikan biaya-biaya manufaktur. Pembuatan DFM diawali dengan Struktur produk, yang menjabarkan perakitan produk serta waktu yang digunakan dan jumlah part yang digunakan dalam perakitan tersebut. Setelah pembuatan Struktur produk, proses selanjutnya dijabarkan dalam bentuk tabel yaitu Bill of Material. Sama halnya seperti Struktur produk, Bill of Material ini menggambarkan proses perakitan motor Tahap dari awal proses hingga akhir proses perakitan. Selain itu pada Bill of Material, juga memberikan gambaran secara terperinci dari kompeonen-komponen penyusun dari motor tahap dan langkah-langkah perakitannya. Pada Bill of Material dapat dilihat tingkatan-tingkatan perakitan dan bagian mana yang dirakit lebih dahulu. Gambar struktur produk dari motor Tahap dapat dilihat pada gambar Sedangkan tabel bill of material dapat dilihat pada tabel 4.21.
44 Gambar 4.26 Struktur Produk Motor Tahap 86
45 87 Tabel 4.21 Bill of Material dari Motor Tahap No Level Code Deskripsi Jumlah Keterangan 1.2 A-9 Assembly 9 1 beli 2..3 A-7 Assembly 7 1 beli 3 4 A-5 Assembly 5 1 beli 4.5 A-3 Assembly 3 1 beli 5..6 A-1 Assembly 1 1 beli 6 7 SA-1 Sub Assembly 1 1 beli 7.8 SSA-1 Sub Sub Assembly 1 1 beli 8..9 SSSA-1 Sub Sub Sub Assembly 1 1 beli SSSSA-1 Sub Sub Sub Sub Assembly 1 1 beli SSSSSA-1 Sub Sub Sub Sub Sub Assembly 1 1 beli SSSSSSA-1 Sub Sub Sub Sub Sub Sub Assembly 1 1 beli SSSSSSSA-1 Sub Sub Sub Sub Sub Sub Sub Assembly 1 1 beli SSSSSSSSA-1 Sub Sub Sub Sub Sub Sub Sub Sub Assembly 1 1 beli SSSSSSSSSA-1 Sub Sub Sub Sub Sub Sub Sub Sub Sub Assembly 1 1 beli RM Rangka Motor 1 beli RP Rangka Penutup 1 beli BB Body Bawah 2 beli Skrup Skrup 10 beli BS Body Samping 2 beli Skrup Skrup 20 beli BBlk Body Belakang 1 beli Skrup Skrup 10 beli BA Body Atas 1 beli 24.8 Bantalan Bantalan 1 beli 25 7 Kaca Kaca 2 beli A-2 Assembly 2 1 beli 27 7 SA-2 Sub Assembly 2 1 beli 28.8 SSA-2 Sub Sub Assembly 2 1 beli Mesin Mesin 1 beli WH Wiper Handler 1 beli 31.8 Karet Karet 1 beli 32 7 Skrup Skrup 6 beli 33.5 A-4 Assembly 4 1 beli SA-4 Sub Assembly 4 1 beli 35 7 SSA-4 Sub Sub Assembly 4 1 beli 36.8 Ft Fitting 6 beli 37.8 Lamp Lampu 6 beli 38 7 KL Kaca Lampu 6 beli
46 88 (Sambungan dari table 4.21) No Level Code Deskripsi Jumlah Keterangan Skrup Skrup 18 beli 40 4 A-6 Assembly 6 1 beli 41.5 SA-6 Sub Assembly 6 1 beli SSA-6 Sub Sub Assembly 6 1 beli 43 7 Rdo Radio 1 beli 44 7 Skrup Skrup 4 beli Spk Speaker 2 beli 46.5 Skrup Skrup 6 beli A-8 Assembly 8 1 beli 48 4 SA-8 Sub Assembly 8 1 beli 49.5 SSA-8 Sub Sub Assembly 8 1 beli DP Daun Pintu 2 beli Kaca Kaca 2 beli 52.5 Rel Engsel 2 beli 53 4 Skrup Skrup 6 beli 54.2 A-10 Assembly 10 1 beli SA-10 Sub Assembly 10 1 beli 56 4 SSA-10 Sub Sub Assembly 10 1 beli 57.5 Bgs B Bagasi Bawah 1 beli 58.5 Bgs A Bagasi Atas 1 beli 59 4 Egs Engsel 1 beli Skrup Skrup 4 beli Lalu langkah selanjutnya yaitu dengan menentukan OPC, dimana dalam chart ini berisikan mengenai alur rakit, waktu pemasangan (perakitan) dari bagian-bagian yang masih mentah pada produk motor Tahap tersebut, dan juga beserta jalur penginspeksiannya dimana pengaturan letak inspeksi yang memeriksa kecacatan pada tiap bagian maupun bagian yang sudah terpasang.
47 Gambar 4.27 Operational Process Chart 89
48 90 Setelah diketahui OPC dan BOM, tahap berikutnya adalah penentuan perkiraan biaya produksi, yaitu: Perkiraan biaya komponen untuk satu penutup motor Tahap berdasarkan informasi yang didapatkan dari berbagai dealer motor dan bahan-bahan lain. Tabel 4.22 Perkiraan Biaya Komponen-komponen Motor Tahap no. Komponen Unit Jumlah Harga 1 Rangka Penutup buah 1 1,200,000 2 Body Penutup buah 1 800,000 3 Bantalan buah 1 50,000 4 Kaca Plastik Depan buah 1 50,000 5 Kaca Plastik Belakang buah 1 40,000 6 Kaca Plastik Samping buah 2 40,000 7 Mesin Wiper buah 1 40,000 8 Handler Wiper buah 1 12,500 9 Karet Wiper buah 1 5, Lampu Sen buah 4 20, Lampu Utama buah 1 10, Lampu Rem buah 1 7, Radio buah 1 100, Speaker buah 2 20, Engsel buah 2 30, Bagasi buah 1 100, Sekrup buah 90 90, Motor buah 1 6,000,000 Total harga 8,615,000 Estimasi jam kerja efektif 8 jam perhari untuk 20 hari perbulan dengan hasil produksi 1000 unit. Waktu siklus 1 unit adalah 23 menit, dengan waktu toleransi 1 menit per unit. Sehingga produksi motor tahap perhari berjumlah 53 unit
49 91 Biaya perakitan, terdiri dari: 1. Biaya perlengkapan Tabel 4.23 Perkiraan Biaya Perlengkapan Pertahun Biaya Pertahun No. Perlengkapan 1 line jumlah line kerja (Rp.) 1 Minyak pelumas 1,500, ,500,000 2 Perekat 2,400, ,200,000 3 Oli 500, ,500,000 Total 13,200, Biaya peralatan Tabel 4.24 Perkiraan Biaya Peralatan Pertahun No. Peralatan Harga Durasi (bulan) Biaya (Rp.) Biaya Pertahun (Rp.) 1 Obeng Set , ,500,000 1,200,000 2 Tester 6 25, , ,000 3 Las 3 300, ,000 3,600,000 4 Penembak Perekat 12 50, ,000 7,200,000 5 Troley 6 200, ,200,000 1,200,000 6 Rak 12 75, , ,000 Total 14,250, Upah tenaga kerja langsung, yaitu: - Tenaga kerja langsung yang digunakan untuk memperoduksi Motor Tahap adalah 15 orang operator yang dipimpin 1 orang supervisor dan 1 orang manager produksi. Sebagai tim pengembangan produk, dibuat tim kreatif yang terdiri dari 4 orang.
50 92 Tabel 4.25 Perkiraan Biaya Tenaga Kerja Langsung Tingkatan Jumlah Upah (Rp.) Total upah (Rp.) Operator 15 1,700,000 25,500,000 Supervisor 1 2,750,000 2,750,000 Manager Produksi 1 7,000,000 7,000,000 Tim design 4 5,000,000 20,000,000 Administrasi 2 3,000,000 6,000,000 Total biaya tenaga kerja langsung 61,250,000 Dengan demikian, total biaya perakitan adalah sebagai berikut Tabel 4.26 Perkiraan Biaya Perakitan No Biaya Total 1 Total biaya perlengkapan 13,200,000 2 Total biaya peralatan 14,250,000 3 Total biaya pekerja langsung 61,250,000 Total biaya produksi 88,700,000 Asumsi biaya overhead, terdiri dari: 1. Biaya pendukung. Biaya ini mencakup penanganan material, penyimpanan material, dan pemeliharaan perlengkapan dan peralatan. Biaya ini termasuk upah untuk tenaga kerja maintainance dan cleaning service. Biaya pendukung ini dikenakan 15% dari total biaya perlengkapan selama sebulan. 2. Biaya alokasi tidak langsung. Biaya ini mencakup biaya bangunan, listrik, air, dan tenaga kerja tidak langsung, dan biaya lainnya yang sulit untuk dialokasikan secara langsung pada suatu produk secara spesifik. Biaya alokasi tidak langsung ini
51 93 dikenakan 70% dari biaya peralatan. Maka perkiraan biaya overhead dapat dijabarkan sebagai berikut Tabel 4.27 Perkiraan Biaya Overhead Biaya overhead Jumlah (Rp.) Pendukung 23,760,000 Alokasi tidak langsung 128,250,000 Total 152,010,000 Setelah diketahui biaya overhead, perakitan serta biaya komponen maka, dapat dihitung biaya pembuatan motor Tahap dalam satuan, hasil perhitungan dapat dilihat dibawah ini. Tabel 4.28 Biaya Manufaktur Keterangan Jumlah (Rp.) Biaya komponen 103,380,000,000 Biaya perakitan 88,700,000 Biaya overhead 152,010,000 Total 103,620,710,000 Biaya per unit 8,635,059 8,700,000 Dari perhitungan biaya-biaya maka didapatkan bahwa sebuah motor Tahap memerlukan biaya sebesar Rp ,-.
52 Analisis Ekonomi Tahapan terakhir dalam suatu proses pengembangan produk adalah analisis ekonomi untuk memperkirakan gambaran prospek dari penjualan produk ini beberapa periode ke depan. Hasil dari analisis ini akan menentukan keputusan untuk terus menjalankan pengembangan produk ini (bila menguntungkan) atau tidak (bila tidak menguntungkan, bahkan mengalami kerugian). Analisis ekonomi yang dilakukan menggunakan 2 metode yaitu kuantitatif dan kualitatif Analisis Kuantitatif Berikut adalah data-data yang diperlukan dalam menghitung cashflow dengan metode NPV (Net Present Value) : - Perhitungan dilakukan selama 7 kuartal (3 bulanan). Tujuan dari pembagian periode menjadi menjadi kuartalan adalah agar bentuk tabel nantinya lebih ringkas dan sederhana. Motor Tahap memiliki life cycle yang pendek mengingat persaingan yang semakin ketat dalam bidang ini sehingga diperlukan pengembangan produk (re-design) agar motor Tahap yang dirancang memberikan nilai fungsi dan estetis yang lebih di masa mendatang. - Biaya pengembangan diasumsikan sebesar Rp ,- selama 9 bulan yakni untuk keperluan pembelian bahan komponen, pembuatan prototype. - Biaya perakitan/ramp-up diasumsikan sebesar Rp ,- untuk seluruh perlengkapan dan peralatan yang diperlukan.
53 95 - Biaya pemasaran dan penunjang diperkirakan Rp ,- per kuartal yang dimulai pada kuartal ketiga. Biaya tersebut sudah termasuk untuk pengiklanan melalui berbagai media massa, kerjasama, dan pameran. - Volume produksi per kuartal adalah unit dengan harga per unit adalah Rp ,-. Diasumsikan motor Tahap hanya diproduksi selama 1 tahun dan produksi dimulai pada kuartal keempat tahun pertama. - Keuntungan penjualan per unit adalah sekitar 75% sehingga harga 1 unit motor Tahap yang dijual adalah senilai Rp ,- maka keuntungan yang diperoleh adalah Rp ,- dan Akan tetapi, 15% dari keuntungan tersebut diberikan kepada dealer yang mendistribusikan produk tersebut ke para distributor dan konsumen, dengan nilai sebesar Rp ,-. Dengan demikian nilai keuntungan dari hasil penjualan motor Tahap tersebut adalah Rp ,-. Sehingga harga per unit adalah Rp ,- jika harga penjualan ini belum sampai ke tangan dealer. - Bunga kredit pinjaman (r) untuk modal usaha berdasarkan situs Bank Negara Indonesia (BNI) adalah 0.93% per bulan.
54 96 Dengan data-data tersebut maka hasil perhitungan cashflow dengan metode NPV untuk motor tahap dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4.29 Total Aliran Kas, Nilai Saat Ini, dan Nilai Bersih Saat Ini. Tahun 1 Tahun 2 Nilai dalam Rp. (juta) Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Biaya pengembangan -1,000-1,000-1,000 Biaya ramp-up -300 Biaya pemasaran & penunjang -10,000-10,000-10,000-10,000-10,000 Biaya produksi -26,100-26,100-26,100-26,100 Volume produksi 3,000 3,000 3,000 3,000 Biaya per unit Pendapatan penjualan 42,660 42,660 42,660 42,660 Volume penjualan 3,000 3,000 3,000 3,000 Harga per unit Aliran kas per periode -1,000-1,000-11,300 6,560 6,560 6,560 6,560 Nilai saat ini tahun 1, r % -1, ,695 6,040 5,876 5,717 5,562 Nilai bersih proyek saat ini 10,527 Dari tabel 4.29 maka dapat dilihat nilai bersih proyek ini dapat mencapai Rp ,-. Proyek ini menghasilkan nilai keuntungan bersih yang positif maka berdasarkan analisis kuantitatif proyek layak dijalankan Analisis kualititatif Analisis kualitatif dilakukan agar hasil dari analisis kuantitatif yang telah diperhitungkan disesuaikan dengan keadaan pasar, lingkungan, dan keadaan ekonomi Indonesia. Disinilah peran analisis kualitatif untuk lebih menyakinkan bahwa produk ini layak dijalankan atau tidak. Berikut adalah pertimbangan-pertimbangannya yang akan mempengaruhi nilai bersih proyek motor Tahap, yaitu: Perusahaan
55 97 Biaya pemasaran yang terjadi pada kuartal ke-3 ditingkatkan menjadi Rp ,- dengan tujuan untuk meningkatkan awareness dari masyarakat mengenai produk tersebut sehingga akan meningkatkan brand image. Untuk selanjutnya biaya pemasaran berkurang 20% per kuartal karena sifat dari iklan tersebut hanya berupa pengulangan agar masyarakat benar-benar mengingat produk tersebut dengan beberapa kali lihat. Biaya pengembangan pada awal tahun diasumsikan Rp ,- dan tiap kuartal berkurang sebesar 10%. Lingkungan makro Misalkan diasumsikan adanya pergeseran bidang ekonomi yang memburuk dan regulasi pemerintah yang semakin ketat sehingga nilai bunga kredit pinjaman (r) menjadi 15% per tahun.
56 98 Berdasarkan hasil analisis kualitatif tersebut maka nilai proyek saat ini dapat dilihat pada tabel Tabel 4.30 Nilai Bersih Proyek Saat Ini Setelah Analisis Kualitatif Dilakukan Tahun 1 Tahun 2 Nilai dalam Rp. (juta) Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Biaya pengembangan -1,500-1,350-1,215 Biaya ramp-up -300 Biaya pemasaran & penunjang -15,000-12,000-9,600-7,680-6,144 Biaya produksi -26,100-26,100-26,100-26,100 Volume produksi 3,000 3,000 3,000 3,000 Biaya per unit Pendapatan penjualan 42,660 42,660 42,660 42,660 Volume penjualan 3,000 3,000 3,000 3,000 Harga per unit Aliran kas per periode -1,500-1,350-16,515 4,560 6,960 8,880 10,416 Nilai saat ini tahun 1, r + 15% -1,500-1,301-15,343 4,083 6,007 7,387 8,352 Nilai bersih proyek saat ini 7,685 Dengan analisis kualitatif tersebut maka nilai bersih keuntungan proyek saat ini adalah Rp ,- sehingga proyek ini masih bisa dikatakan dapat menghasilkan nilai bersih yang positif walaupun terdapat beberapa faktor yang akan menghambat keuntungan penjualan dari proyek motor Tahap ini.
BAB 1. Pendahuluan. untuk kendaraan-kendaraan pribadi baik beroda dua maupun beroda empat.
BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar belakang Perkembangan teknologi otomotif di dunia semakin berkembang, terutama untuk kendaraan-kendaraan pribadi baik beroda dua maupun beroda empat. Dengan adanya perkembangan
BAB 3 METODE PENELITIAN
3.1 Diagram Alir Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 70 Gambar 3.2 Diagram Alir Penelitian (lanjutan) 71 2 Penentuan spesifikasi target Penyusunan dan Seleksi Konsep Pembuatan
BAB 3 METODE PENELITIAN. Dengan berdasar pada konsep marketing mix, atribut kuesioner
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Penyusunan dan Penyebaran Kuesioner 3.1.1 Atribut Kuesioner Dengan berdasar pada konsep marketing mix, atribut kuesioner digolongkan menjadi produk, tinta, kualitas, perawatan
LAMPIRAN KUESIONER PENELITIAN
LAMPIRAN LAMPIRAN I KUESIONER PENELITIAN PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, NILAI PELANGGAN DAN KEPUASAN PELANGGAN PT. ULTRA DISC CABANG PADANG BULAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN No.Kuesioner : Tanggal : RespondenYth,
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2006/2007 PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN KONSEP PAC PUZZLE ALARM CLOCK Indra Julianto Tjakra NIM: 0700678396 Abstrak
ANALISIS HARAPAN DAN PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS YAMAHA MIO PADA SISWA SMA NEGERI 2 MEDAN. Jenis Kelamin : a. pria b.
Kuesioner ANALISIS HARAPAN DAN PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS YAMAHA MIO PADA SISWA SMA NEGERI 2 MEDAN No. Responden: I. Identitas Responden Nama : Umur : Jenis Kelamin : a. pria b. wanita Kelas
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perencanaan Produk Perencanaan produk sering disebut sebagai zerofase karena mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengembangan produk aktual. Dengan adanya
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data 4.1.1 Perencanaan Produk Sebelum masuk pada tahap pengumpulan data identifikasi kebutuhan pelanggan maka perlu dilakukan proses perencanaan produk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
38 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data 4.1.1 Perencanaan Produk Sebelum masuk pada tahap pengumpulan data Identifikasi Kebutuhan pelanggan, maka perlu dilakukan proses perencanaan produk
KUESIONER PENELITIAN PENDAHULUAN
KUESIONER PENELITIAN PENDAHULUAN Responden yang terhormat, Dalam rangka penelitian untuk LAPORAN TUGAS AKHIR mengenai Perancangan Interior Bagian Pengemudi SUV, saya sebagai mahasiswa : Nama : Garry Hart
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Definisi Perancangan dan Pengembangan Produk Perancangan dan pengembangan produk adalah serangkaian aktivitas yang dimulai dari analisis persepsi dan peluang
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data 4.1.1 Perencanaan Produk Sebelum masuk pada tahap pengumpulan data Identifikasi Kebutuhan pelanggan, maka perlu dilakukan proses perencanaan produk
ANALISA ERGONOMI KANOPI SEPEDA MOTOR
ANALISA ERGONOMI KANOPI SEPEDA MOTOR Akmal Asari 1), Hari Purnomo 2), M. Ridlwan 3) 1, 3) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, DAN ANALISIS DATA
BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, DAN ANALISIS DATA 4.1 Pernyataan Misi Awal dari tahapan proses perancangan dan pengembangan produk adalah dibuatnya pernyataan misi, yang mana pernyataan misi ini memuat
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
147 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Flowchart Metode Penelitian Populasi dan sampel Studi Pendahuluan -Analisa Tas Laptop yang sudah ada Studi Pustaka Online Book ReferenceJournal Group Forum Materi Kuliah
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Abstrak Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2006/2007 PENGEMBANGAN PRODUK REMOTE PRESENTASI Bayunanda NIM: 0700703611 Dilihat dari banyaknya banyaknya
BAB I PENDAHULUAN. mengalami peningkatan yang sangat pesat yaitu sebesar 1035 unit per harinya atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia khususnya di kota-kota besar mengalami peningkatan yang sangat pesat yaitu sebesar 1035 unit per harinya atau 31.050
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2006/2007 (sesuai periode berjalan)
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2006/2007 (sesuai periode berjalan) PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN KONSEP PADA PRODUK LAMPU BELAJAR Like Lanita
BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia modern saat ini tidak dapat terlepas dari peranan sarana transportasi. Kebutuhan akan sarana transportasi kian meningkat setiap tahunnya.
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2006/2007 (sesuai periode berjalan)
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2006/2007 (sesuai periode berjalan) PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN KONSEP PADA PRODUK MEJA SETERIKA Yunus Armanto
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian Agar penelitian yang dilakukan lebih terarah dan sistematis, maka perlu di buat alur penelitian adapun alur penelitian dapat dilihat dari flow chart berikut
( ) = ( ) = ( ) = ( ) = 19 5 5 ( ) = 2,8 Lampiran 4. Statistik Penelitian Lari 50 meter Reliability [DataSet1] Scale: ALL VARIABLES
2 jam 4 jam. 3 jam 5 jam. 5. Dari mana Anda mengetahui informasi mengenai produk Yamaha mio GT? Keluarga / relasi / teman
LAMPIRAN 1 KUESIONER Kuesioner 1 : Data Responden Petunjuk : Berilah tanda Checklist ( ) pada tempat yang telah disediakan 1. Jenis kelamin Pria wanita 2. Usia 20 tahun 21-23 tahun 24 tahun 3. Tingkat
SEGMENTASI PASAR. Hasil dan Pembahasan 1. Buatlah peta segmentasi pasar dari meja yang kalian gunakan sesuai dengan langkah-langkah...
SEGMENTASI PASAR Tujuan Praktikum Berikut adalah tujuan dari praktikum segmentasi pasar. 1. Untuk dapat menentukan segmen pasar sebagai pertimbangan merancang dan mengembangkan produk. 2. Untuk dapat menentukan
BAB V PEMBAHASAN 5.1 Analisa Kebutuhan Konsumen Desain Sepatu Casual Pria Lama
80 BAB V PEMBAHASAN 5.1 Analisa Kebutuhan Konsumen Sepatu memiliki tujuan tersendiri bagi para pemakainya, berbagai jenis dan model sepatu yang berbeda-beda sudah banyak dibuat dan dikembangkan. Tujuan
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN PENGARUH BRAND POSITIONING SEPEDA MOTOR MEREK HONDA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA MAHASISWA DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1. Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Transportasi menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Berbagai jenis transportasi yang ada sekarang sering dimanfaatkan untuk mengangkut barang
BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia tingkat penjualan kendaraan bermotor baik yang beroda empat atau pun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jumlah kendaraan bermotor di seluruh dunia terus bertambah, khususnya di Indonesia tingkat penjualan kendaraan bermotor baik yang beroda empat atau pun yang beroda
BAB 2 LANDASAN TEORI
8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Adapun Proses Pengembangan Produk secara umum terdiri dari beberapa tingkatan atau biasa disebut fase. Dari buku Perancangan dan Pengembangan Produk karangan
Reliability. Scale: ALL VARIABLES. Case Processing Summary N %
Reliability Scale: ALL VARIABLES Cases Case Processing Summary Valid Excluded a Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. N % 173 85.2 30 14.8 203 100.0 Reliability Statistics
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia khususnya dikota-kota besar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia khususnya dikota-kota besar mengalami peningkatan penjualan pada tiap-tiap tahun, baik yang beroda empat atau pun yang beroda
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM ( PDAM ) TIRTAULI PEMATANGSIANTAR
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM ( PDAM ) TIRTAULI PEMATANGSIANTAR Bersama ini saya mohon kesediaan anda untuk mengisi daftar kuesioner
Analisis Harapan dan Persepsi Anggota Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Koperasi Kredit (Credit Union) Mandiri Tebing Tinggi
Lampiran Kuesioner Penelitian Analisis Harapan dan Persepsi Anggota Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Koperasi Kredit (Credit Union) Mandiri Tebing Tinggi Bapak/ ibu, saudara/i responden yang terhormat,
1. LAMPIRAN 1 : KUISIONER
1. LAMPIRAN 1 : KUISIONER 1.1. Kuisioner Penggunaan Flexi Classy PT TELKOM RESPONDEN Nama : No Flexi : Jenis Layanan : Classy PENGANTAR Kami mohon kesediaan Saudara untuk menjadi responden dalam penelitian
KUESIONER PENELITIAN RESPON LINGKUNGAN BERBELANJA TERHADAP PEMBELIAN TIDAK TERENCANA PADA MATAHARI DEPARTEMEN STORE PLAZA MEDAN FAIR
Lampiran KUESIONER PENELITIAN RESPON LINGKUNGAN BERBELANJA TERHADAP PEMBELIAN TIDAK TERENCANA PADA MATAHARI DEPARTEMEN STORE PLAZA MEDAN FAIR I. Data responden Nama : Usia : Jenis kelamin : Pekerjaan :
KUESIONER PENELITIAN MENGENAI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PT PANATRADE CARAKA, JAKARTA
KUESIONER PENELITIAN MENGENAI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PT PANATRADE CARAKA, JAKARTA Tanggal Pengisian : Lokasi Pengisian : IDENTITAS RESPONDEN Nama : Umur : Pekerjaan : Produk yang dipakai *)
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara KUISIONER PENELITIAN Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara Pembeli dan Penghuni Rumah Perumahan Puri Zahara 2 Di Medan Nama : Peranita Sagala NIM : 117048002 Mahasiswa Magister
PERANCANGAN ULANG ALAT PENUANG AIR GALON GUNA MEMINIMALISASI BEBAN PENGANGKATAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
PERANCANGAN ULANG ALAT PENUANG AIR GALON GUNA MEMINIMALISASI BEBAN PENGANGKATAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Erni Suparti 1), Rosleini Ria PZ 2) 1),2) Program Studi Teknik Industri, Fakultas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dari penelitian yang akan dilakukan adalah sistem pelayanan informasi yang dimiliki oleh bus Trans Jogja sebagai elemen pendukung dari moda transportasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Gambar 3.1 Flowchart Tahapan Penelitian III-1 Adapun langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai berikut : 3.1 Penelitian Pendahuluan Penelitian pendahuluan merupakan tahapan
KUESIONER PENELITIAN. Terhadap Pengembangan Karir Individu pada PT. PRUDENTIAL, Jalan Adam Malik. 2. Jenis Kelamin : Laki - laki Wanita.
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN Bersama dengan ini saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi daftar pernyataan atas penelitian tentang Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu
Nama : NIP : Jenis Kelamin :
Pedoman pengisian skala sikap Petunjuk : 1. Bacalah semua pertanyaan atau pernyataan di bawah ini dengan seksama. Berilah tanda cek (v) yang sesuai dengan pilihan anda pada kolom yang telah disediakan.
KUESIONER. Analisis Pengaruh Penayangan Iklan simpati freedom di Televisi. Terhadap Keputusan Pembelian Pada Siswa SMA Santo Thomas 1 Medan
]]] ]]] ] LAMPIRAN-LAMPIRAN KUESIONER Analisis Pengaruh Penayangan Iklan simpati freedom di Televisi Terhadap Keputusan Pembelian Pada Siswa SMA Santo Thomas 1 Medan 1. Identitas Responden Sampel Nama
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tahapan Proses Perancangan dan Pengembangan Produk Proses perancangan dan pengembangan produk terdiri dari 6 tahapan seperti yang ditunjukkan dalam gambar
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari sarana transportasi. Kebutuhan akan transportasi ini meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan
KUESIONER PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA SANTIKA DYANDRA MEDAN
Lampiran 1 KUESIONER PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA SANTIKA DYANDRA MEDAN Identitas Responden Nama : Umur : Jenis Kelamin : Perempuan/ Laki-laki Pendidikan
5. Apakah Anda pernah berbelanja di Indomaret: a. Pernah(*) b. Tidak pernah (**)
No. Responden : Lampiran 1 KUESIONER Responden yang terhormat, Saya ucapkan banyak terima kasih atas kesediaan anda untuk mengisi kuisioner ini sesuai dengan keadaan yang anda rasakan, di mana data yang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Proses pengembangan produk secara umum dibagi kedalam beberapa tahap yang biasanya disebut fase. Menurut Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger dalam bukunya yang berjudul Perancngan
ANGKET PENELITIAN DI PT SEMEN GRESIK (PERSERO) tbk.
ANGKET PENELITIAN DI PT SEMEN GRESIK (PERSERO) tbk. A. Identitas Responden a. Usia :... Tahun b. Jenis Kelamin : Laki-laki \ Perempuan (*coret yang tidak perlu) c. Masa Kerja :... B. Petunjuk Pengisian
LAMPIRAN A KUESIONER PENELITIAN
L1 LAMPIRAN A KUESIONER PENELITIAN A.1. KUESIONER PENELITIAN RESPONDEN-1 (MANAJEMEN) A.2. KUESIONER PENELITIAN RESPONDEN-2 (DOKTER) A.3. KUESIONER PENELITIAN RESPONDEN-3 (PASIEN) L2 A.1. KUESIONER PENELITIAN
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan tujuan rancang fasilitas Wignjosoebroto (2009; p. 67) menjelaskan, Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Perancangan tata letak pabrik
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA. General Assy. Stay Body Cover. Permanent 1. Permanent 2. Permanent 3. Permanent 4. Inspeksi. Repair.
BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Diagram Proses Pembuatan Frame Body Comp Marking Front Frame Rear Frame General Assy Stay Body Cover Permanent 1 Permanent 2 Permanent 3 Permanent
ABSTRAK. Keywords: Es Puter, QFD, Industri kecil
ABSTRAK Perancangan teknologi alat pembuat es puter (hard ice cream) telah berkembang dari manual sampai yang otomatis. Dalam merancang sebuah alat tidak hanya mempertimbangkan aspek teknologi namun juga
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN NASKAH SOAL TUGAS AKHIR HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH INTISARI
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN NASKAH SOAL TUGAS AKHIR HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH INTISARI DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN
Variabel Pelayanan Purna Jual
1 Variabel Pelayanan Purna Jual Case Processing Summary N % 25 100.0 Cases Excluded a 0.0 Total 25 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil uji Instrumen 4.1.1 Uji validitas dan reliabilitas Kuesioner dapat dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan kepuasan konsumen PT
LAMPIRAN A SKALA KUALITAS PELAYANAN SEBELUM DAN SETELAH DI UJI COBA
78 LAMPIRAN A SKALA KUALITAS PELAYANAN SEBELUM DAN SETELAH DI UJI COBA 79 Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam Saya mahasiswa Fakultas Psikologi Univeritas Esa Unggul yang saat ini sedang melakukan penelitian
BAGIAN I IDENTITAS RESPONDEN
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN SURVEI KEPUASAN KONSUMEN PERANAN PELAYANAN ATM TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk WILAYAH KECAMATAN MEDAN SUNGGAL Terima kasih atas partipasi
Bab 3 Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1. Flow Chart Metodologi Penelitian Penelitian merupakan kegiatan sistematis dengan serangkaian proses yang dilakukan secara terstruktur. Setiap tahapan proses tersebut akan
DAFTAR KUESIONER. Hormat Saya, Penulis. I. Identitas Responden. 1. Nama : 2. Jenis Kelamin : pria wanita. 3. Usia :
85 DAFTAR KUESIONER Bersama ini saya mohon kesediaan Bapak/ Ibu untuk mengisi daftar pertanyaan atau pernyataan atas penelitian tentang Analisis Karekteristik Individu dan Faktor Psikologis terhadap keputusan
KUESIONER UJI COBA VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL GAYA KEPEMIMPINAN, KEPUASAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN
L A M P I R A N 108 LAMPIRAN 1 109 110 KUESIONER UJI COBA VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL GAYA KEPEMIMPINAN, KEPUASAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DAN KINERJA KARYAWAN Responden Yang Terhormat, Dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. Alat bantu penerangan sangat dibutuhkan pada saat mati lampu. Macammacam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Alat bantu penerangan sangat dibutuhkan pada saat mati lampu. Macammacam alat bantu penerangan yang umum digunakan diantaranya adalah lilin, senter, dan emergency lamp.
BAB 4 HASIL PENELITIAN. Tabel 4.1 Hasil Kuesioner. Public Relations. membantu anda dalam menentukan jenis cetakan yang akan anda pilih?
30 BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil Kuesioner Tabel 4.1 Hasil Kuesioner Public Relations Setujukah anda bahwa Public Relations PT. Uvindo Prima Cemerlang sangat membantu anda dalam menentukan jenis cetakan
KUESIONER UNTUK PELANGGAN
Responden Yang Terhormat, Dalam rangka menyelesaikan Tugas Akhir mengenai Service Quality di Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha, saya mengharapkan bantuan dan kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner
LAMPIRAN INSTRUMEN. Penelitian
LAMPIRAN INSTRUMEN Penelitian 109 ANGKET VALIDITAS DAN RELIABILITAS KINERJA GURU EKONOMI DI SMA NEGERI SE-KOTA MAGELANG A. Pengantar Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir, saya bermaksud mengadakan penelitian
BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA. Pengumpulan data di sini dilakukan dengan penelitian survey. Kerlinger
BAB IV PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data di sini dilakukan dengan penelitian survey. Kerlinger (1973) mengemukakan bahwa penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan
KUISIONER PENELITIAN
Lampiran 1: Kuesioner KUISIONER PENELITIAN PENGARUH COUNTRY OF ORIGIN, BRAND IMAGE DAN PERCEIVED QUALITY TERHADAP MINAT BELI PRODUK MOBIL TOYOTA (Studi Empiris pada Masyarakat Kota Yogyakarta) Dengan hormat,
KUESIONER. Nama : Usia : Anggaran khusus untuk membeli sepatu : >Rp ,- / < Rp ,-
Lampiran 1 Kuesioner KUESIONER Selamat Pagi / Siang Kami, Mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang sedang melakukan penelitian dalam penyusunan skripsi Pemasaran dengan Judul Pengaruh Produk (Product),
DESAIN KERETA SAMPING sebagai SOLUSI PENINGKATAN KAPASITAS ANGKUT pada SEPEDA MOTOR
DESAIN KERETA SAMPING sebagai SOLUSI PENINGKATAN KAPASITAS ANGKUT pada SEPEDA MOTOR Cindy Hermawati Jurusan Desain Produk Industri, FTSP ITS Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111, Telp./Fax (031) 5931147
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS LAYANAN, DAN KREATIFITAS PERIKLANAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN
KUESIONER Kepada Yth. Para Responden. Saya adalah mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara yang sedang melakukan penelitian untuk penyelesaian tugas akhir saya yang berjudul ANALISIS PENGARUH KUALITAS
LAMPIRAN I KUISIONER PENELITIAN No. Responden :...
LAMPIRAN I KUISIONER PENELITIAN No. Responden :... a. Umum Responden yang terhormat, Pertanyaan yang ada di kuisioner ini bertujuan untuk melengkapi data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Novotel Jakarta Mangga Dua Square, hotel bintang 4 yang didirikan pada
38 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan Novotel Jakarta Mangga Dua Square, hotel bintang 4 yang didirikan pada tahun 2005. Perusahaan ini merayakan ulang tahun setiap tanggal 8 Agustus.
Lampiran 1 : Kuesioner. Ponorogo, Januari : Permohonan Pengisian Kuesioner. Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i. di Tempat
Lampiran 1 : Kuesioner Ponorogo, Januari 2017 Hal : Permohonan Pengisian Kuesioner Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i di Tempat Dengan hormat, Dalam rangka penulisan skripsi, Saya sebagai mahasiswa Program
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN. Pertanyaan di bawah ini hanya semata-mata digunakan untuk data
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN I. Umum Responden yang terhormat, Pertanyaan di bawah ini hanya semata-mata digunakan untuk data penelitian dalam rangka penyusunan skripsi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen.
- Umur : tahun. - Pendidikan Terakhir : 1. SD 2. SMP 3. SMA 4. Akademi/Diploma 5. Perguruan Tinggi
73 GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DESA LALANG TAHUN 2014 A. Karakteristik Kader Nomor Responden : Nama Posyandu : Tgl.
3.2. Prosedur pengujian Untuk mengetahui pengaruhnya perbanding diameter roller CVT Yamaha mio Soul, maka perlu melakukan suatu percobaan. Dalam hal i
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Tahap Pengujian Sepeda Motor Yamaha Mio Soul Tune Up Roller CVT Diameter 15mm Roller CVT Diameter 16mm Roller CVT Diameter 17mm Variasi Putaran Mesin Pengukuran Daya
PENGARUH PERANAN PUBLIC RELATIONS TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN.
L1 KUESIONER Responden Yth, Dalam rangka menyelesaikan makalah di Jurusan Komunikasi Pemasaran Jenjang Pendidikan Strata 1 Universitas Bina Nusantara, penulis melakukan studi kasus yang berjudul PENGARUH
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNA JASA ANGKUTAN TRANSPORTASI KRL EKONOMI JURUSAN DEPOK - JAKARTA NOVIA TRI UTAMI
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PENGGUNA JASA ANGKUTAN TRANSPORTASI KRL EKONOMI JURUSAN DEPOK - JAKARTA NOVIA TRI UTAMI 16209419 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan
KUESIONER PENELITIAN
LAMPIRAN I KUESIONER PENELITIAN Dengan Hormat, Terima kasih atas kesediaan Saudara/Saudari untuk berpartisipasi untuk mengisi dan menjawab seluruh pertanyaan yang ada dalam kuesioner ini. Penelitian ini
80 Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN 80 81 LAMPIRAN A KUESIONER 82 KUESIONER PERILAKU MEMBELI DI CAFÉ COFFELET IDENTITAS RESPONDEN Nomor Responden :... (Diisi peneliti) Usia :... Tahun Jenis Kelamin :... Pendidikan :... Uang Saku
Pengujian. Produk. Perancangan. Produk. Identifikasi Kondisi Eksisting
Pengujian Produk Perancangan Produk Identifikasi Kondisi Eksisting Identifikasi Kondisi Eksisting Membungkus kedelai yang telah diberi ragi Menimbang ukuran berat Labelling Memanaskan ujung-ujung plastik
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Data diperoleh dengan menyebarkan secara acak kuesioner kepada pengguna jasa transpotasi udara Garuda Indonesia sebagai responden. Cara pengambilan
KUESIONER PENELITIAN
KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KELUARGA BERENCANA DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PUSKESMAS KALITANJUNG KOTA CIREBON TAHUN 2014 Kode Responden:...
PERANCANGAN ELECTRIC ENERGY RECOVERY SYSTEM PADA SEPEDA LISTRIK
PERANCANGAN ELECTRIC ENERGY RECOVERY SYSTEM PADA SEPEDA LISTRIK ANDHIKA IFFASALAM 2105.100.080 Jurusan Teknik Mesin Fakultas TeknologiIndustri Institut TeknologiSepuluhNopember Surabaya 2012 LATAR BELAKANG
LAMPIRAN 1 KUESIONER
110 LAMPIRAN 1 KUESIONER Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i, Saya mahasiswi tingkat akhir sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta yang sedang melakukan penelitian tentang Analisis Pengaruh Iklan dan Promosi
Bab 3. Metodologi Penelitian
Bab 3 Metodologi Penelitian Penelitian dimulai dengan melakukan studi pendahuluan untuk dapat merumuskan permasalahan berdasarkan pengamatan terhadap kondisi obyek yang diamati. Berdasarkan permasalahan
BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metode Penelitian. Diagram 3.1 Diagram Flow Tahapan Pengembangan
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metode Penelitian Studi Pendahuluan Analisa topi yang sudah ada Pengamatan kebiasaan para pengguna topi Studi Pustaka Perumusan Masalah Identifikasi hasil yang didapat pada Studi Pendahuluan
Lampiran 1. Analisis Data Penelitian
Daftar Lampiran Lampiran 1. Analisis Data Penelitian Lampiran 2. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen Lampiran 3. Expert Judgement Instrumen Lampiran 4. Instrumen Penelitian Lampiran 5. Surat
KUESIONER PENELITIAN. (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, maka saya mohon kesediaan saudara/i untuk
KUESIONER PENELITIAN Responden Yang Terhormat, Dalam rangka penyusunan skripsi yang menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo,
KUESIONER KINERJA. Sangat baik. Baik. Apakah jumlah kasir mencukupi sehingga anda tidak perlu mengantri lama? Reliability:
Lampiran 1 KUESIONER KINERJA Dalam rangka penulisan skripsi yang berjudul PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN DALAM MENDUKUNG ANALISA DAN PERANCANGAN E-CRM UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS:
KUESIONER PENELITIAN
Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN ANALISIS ATRIBUT PRODUK YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA BEAT PADA MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Responden yang terhormat, Saya
Alternatif Material Hood dan Side Panel Mobil Angkutan Pedesaan Multiguna
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (2015) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) E-1 Alternatif Material Hood dan Side Panel Mobil Angkutan Pedesaan Multiguna Muhammad Ihsan dan I Made Londen Batan Jurusan Teknik
TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk Materi #1 Genap 2014/2015. TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk
Materi #1 TIN305 Perancangan dan Pengembangan Produk Deskripsi Mata Kuliah 2 Mata kuliah Perencanaan dan Perancangan Produk memuat tentang tahapan dalam perancangan produk dengan aplikasinya pada dunia
BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Produk
BAB I PENDAHULUAN Semua organisasi mempunyai maksud dan tujuan. Mereka membuat dan menjual berbagai produk atau menawarkan jasa-jasa tertentu. Organisasiorganisasi perusahaan harus selalu menyesuaikan
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner Penelitian KUESIONER PENELITIAN ANALISIS PENGARUH STRATEGI BAURAN PEMASARANTERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENGGUNAKAN JASA PENGIRIMAN BARANG (STUDI KASUS PADA PT.TIKI JALUR
BAB IV ANALISA DATA. ini data dari kuesioner) sudah valid dan reliabel. Validitas adalah ketepatan atau
BAB IV ANALISA DATA IV.1. Uji Validitas Validitas dan reliabilitas merupakan poin penting dalam sebuah analisa data. Hal itu dilakukan untuk menguji apakah suatu alat ukur atau instrumen penelitian (dalam
