MODELING PERMINTAAN EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 PERSAMAAN DIFFERENSIAL UNTUK MENENTUKAN HARGA SUATU ASET TURUNAN

ESTIMASI PARAMETER DUA LEVEL MODEL GSTARX-GLS

BAB 4 MODEL MATEMATIKA PENGARUH TERAPI OBAT TERHADAP DINAMIKA VIRUS HIV DALAM TUBUH

BAB IV DATA DAN ANALISA

PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERTUMBUHAN LOGISTIK PADA BEBERAPA TAHUN MENDATANG

BAB NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN

2.1 Persamaan Gerak Roket dalam Ruang Tiga Dimensi

Perbandingan Perhitungan Jumlah Penduduk Tahunan dengan Interpolasi Spline dan Simulasi Asumsi Gompertz

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika

Solusi khusus dari masalah nilai awal tersebut dapat ditulis dalam bentuk integral Fourier, yaitu:

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3,

Catatan Kuliah 8 Memahami dan Menganalisa Optimisasi Pertumbuhan

MODEL DUA LEVEL SEASONAL AUTOREGRESSIVE HIBRIDA ARIMA-ANFIS UNTUK PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI JAWA BALI

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api.

Peranan Formulasi Inversi pada Fungsi Karakteristik Suatu Variabel Acak

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST)

ANALISIS PEMBENTUKAN UNI MONETER ASEAN-5 DENGAN PENDEKATAN PARITAS INTERNASIONAL DALAM HUBUNGAN KESEIMBANGAN NILAI TUKAR JANGKA PANJANG

8.1 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN

PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK JAM AIR JENIS POLYVASCULAR CLEPSYDRA DENGAN KASUS VISCOSITY DOMINATED. Linda Maria Evi Dewi 1 dan Widowati 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III TURUNAN FUNGSI

2. Khusus Mahasiswa dapat melakukan analisis rangkaian peralihan beban R-L melalui analisis matematis B. Pokok Bahasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk,dan Grafein

ADSORPSI METHYLEN BLUE DENGAN ABU DASAR PT.IPMOMI PROBOLINGGO JAWA TIMUR DAN ZEOLIT BERKARBON

MATEMATIKA TERAPAN I. REVIEW

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kapasitor & Rangkaian RC

BAB IV TURUNAN FUNGSI. Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu menentukan turunan fungsi yang diberikan.

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL

BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

Pemodelan Data Runtun Waktu : Kasus Data Tingkat Pengangguran di Amerika Serikat pada Tahun

PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA 1. PENDAHULUAN

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami

PENGEMBANGAN MODEL DO-BOD DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNG 1) (The DO-BOD Model Develompent for Ciliwung River Water Quality Management)

Kendali Optimal pada Masalah Persediaan Barang yang Mengalami Peningkatan

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat

PENGARUH ph DAN WAKTU TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI MIP_TFMAA-co-EGDMA

III. METODE PENELITIAN

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER

BAB 1 PENDAHULUAN. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang mempunyai

BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian dunia telah menjadi semakin saling tergantung pada

I ' :,,:,l{fji. :_..

BAB II TINJAUAN TEORITIS

III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. Proses Normalisasi

PEMODELAN PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dengan Regresi Logistik dan Neural Network


Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi

MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu

GERAK LURUS BESARAN-BESARAN FISIKA PADA GERAK KECEPATAN DAN KELAJUAN PERCEPATAN GLB DAN GLBB GERAK VERTIKAL

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag

BAB 1 PENDAHULUAN. Kabupaten Labuhan Batu merupakan pusat perkebunan kelapa sawit di Sumatera

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN

TINJAUAN VARIASI DIMENSI BALOK PRATEGANG PENAMPANG I PADA GELAGAR MEMANJANG JEMBATAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan perhitungan untuk menilai

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS)

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR

METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Yuli Syafti Purnama 1 ABSTRACT

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)

Muhammad Firdaus, Ph.D

IV METODE PENELITIAN

RISK IDENTIFICATION & IMPLEMENTATION OF RISK MANAGEMENT METHOD AT FUEL OIL SYSTEMS (CASE STUDY : PAITON POWER PLANT, PT.PJB)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II MATERI PENUNJANG. 2.1 Keuangan Opsi

Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis

PENGUJIAN HIPOTESIS. pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

MODEL MATEMATIKA SISTEM MEKANIKA

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang

HUMAN CAPITAL. Minggu 16

ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Studi kasus pada CV Cita Nasional.

Proyeksi Penduduk Provinsi Riau Menggunakan Metode Campuran

KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON

USULAN PENERAPAN METODE KOEFISIEN MANAJEMEN (BOWMAN S) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PRINTER TIPE LX400 PADA PT X

BAB III METODE PENELITIAN

KOINTEGRASI DAN ESTIMASI ECM PADA DATA TIME SERIES. Abstrak

: announcement (pengumandangan), janji (promise), rule versus discretion, kredibilitas, reputasi, kepercayaan (trust)

Transkripsi:

SEMIRATA BKS-PTN Bara Bidang Ilmu Pranian, Pkanbaru 23-26 Juli 2007 MODELING PERMINTAAN EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA Ku Sukiyono Jurusan Sosial Ekonomi Pranian, Fakulas Pranian, Univrsias Bngkulu; ksukiyono@yahoo.com Absrac This rsarch is aimd a simaing xpor dmand modl for Indonsian palm oil and xamining h rsponsivnss of palm oil dmand for xpor o conomic and nonconomic simulus. 'Parial Adjusmn and Adapiv Expcaion Modl' is usd and simad by using maximum liklihood mhod. Using im sris daa of 1966 o 2005, h rsul shows ha linir funcional form is h bs funcional modl o us in analysing xpor dmand for Indonsian palm oil. Th rsul also shows ha palm oil pric, soyban pric, xchang ra, govrnmn policy ar h imporan facor in drmining h xpor dmand. Also, i is found ha dmand lasiciy of palm oil is inlasicin shor and long run. Ky words: modlling, dmand, xpor, palm oil Pndahuluan Daa prkmbangan kspor klapa sawi Indonsia sjak ahun 1956 hingga ahun 1992 mnunjukkan pningkaan volum yang dikspor. Pada ahun 1956 jumlah volum yang dikspor hanya mncapai 125 000 on, maka pada ahun 1992 jumlah yang dikspor mnjadi 1 030 270 on. Namun dmikian, jika diliha proporsi jumlah yang dikspor rhadap jumlah produksi maupun pangsa pasar Indonsia rhadap pasar dunia rnyaa mngalami pnurunan. Jika pada awal ahun 1970-an hampir 95 prsn produksi klapa sawi Indonsia dikspor, maka pada ahun 1992 hanya skiar 44 prsn. Dmikian juga dngan pangsa pasar Indonsia. Pada awal ahun 1970-an, pangsa pasar Indonsia mncapai 21 prsn, dan pada ahun 1992 urun mnjadi 13 prsn kmudian mningka lagi shingga mnjadikan Indonsia sbagai produsn CPO rbsar k dua di dunia skarang ini. Brkaian dngan fnomna ini, prmasalahan yang diajukan adalah fakor-fakor apakah yang mmpngaruhi prminaan kspor klapa sawi Indonsia?. Bagi siap konsumn, harga adalah salah sau 'signal' unuk mnnukan jumlah barang yang akan dikonsumsi. Dmikian pula unuk klapa sawi, jumlah klapa sawi yang dimina olh konsumn (imporir) akan dipngaruhi olh harga produk rsbu di pasar. Smakin inggi harga klapa sawi smakin sdiki jumlah yang dimina, cris paribus. Fakor lain yang prlu diprimbangkan olh konsumn sblum mngkonsumsi suau produk adalah harga produk pnggani dari klapa sawi. Kacang kdl, misalnya, adalah produk subsiusi unuk klapa sawi sbagai bahan minyak gorng. Jadi jika harga kacang kdl rlaif lbih murah dari klapa sawi, maka konsumn akan mnggani konsumsi klapa sawi dngan kacang kdl, dmikian pula sbaliknya. Slain iu, nilai ukar rupiah dan jumlah klapa sawi yang dikspor olh ngara produsn lain adalah dua fakor lain yang mungkin jadi bahan primbangan bagi imporir unuk mnnukan jumlah klapa sawi yang akan dikonsumsi. Jlasnya, nilai rlaif maa uang ngara ksporr rhadap maa uang ngara imporr akan brpngaruh rhadap jumlah klapa sawi yang akan diimpor. Smakin rndah nilai ukar maa uang ngara imporir, smakin kcil pula jumlah klapa sawi yang akan diimpor, cris paribus. Dari uraian singka di aas, pnliian ini diujukan unuk mngahui bagaimana bnuk modl prminaan kspor klapa sawi dan rsponnya rhadap brbagai fakor konomi dan non-konomi. Pada bagian prama, akan dibahas kajian pusaka yang dilanjukan dngan mod pnliian. Hasil dan pmbahasan akan diuraikan pada bagian k mpa dari arikl ini yang akan diuup dngan ksimpulan dan implikasi kbijakan. Mod Pnliian Modl yang digunakan unuk mnjlaskan prminaan klapa sawi Indonsia adalah modl Pnysuaian Parial dan Ekspasi Adapiv. Modl ini mrupakan modifikasi modl yang digunakan olh Chambrs dan Jus (1981). Dalam hal ini, jumlah klapa sawi yang ingin dikspor (dsird xpor) diasumsikan sbagai fungsi kspasi harga klapa sawi di pasar inrnasional, harga kacang kdl di pasar inrnasional, nilai ukar maa uang Indonsia rhadap dollar Amrika, jumlah kspor klapa sawi di luar Indonsia (dalam hal ini Malaysia), dan inrvnsi pmrinah. Scara saisika, modl prminaan kspor klapa sawi Indonsia dapa diuliskan sbagai briku, dimana, EX D = Jumlah klapa sawi yang ingin dikspor yang diasumsikan mngikui Parial Adjusmn Hypohsis. (3) Hiposa ini mnyaakan bahwa prubahan akual dari jumlah klapa sawi yang dikspor mrupakan proporsi dari prubahan jumlah yang diinginkan di ambah dngan ksalahan (rror rm). Aau lbih Fakulas Pranian Univrsias Riau Fakulas Prikanan dan Klauan Univrsias Riau 309

SEMIRATA BKS-PTN Bara Bidang Ilmu Pranian, Pkanbaru 23-26 Juli 2007 jlasnya dapa diuliskan sbagai briku, dimana PS = Ekspasi harga klapa sawi yang dihiposakan mngikui Adapiv Expcaion Hypohsis (AEH). AEH dapa diformulasikan sbagai briku, Dimana PK = Harga kacang kdl di pasar dunia; ER = Nilai ukar rupiah rhadap dollar Amrika; QM = Jumlah kspor klapa sawi dari Malaysia; D 1 = Variabl Dummy unuk kbijaksanaan pmrinah nang alakosi produksi klapa sawi, dimana nilai nol akan dibrikan unuk priod sblum 1981 dan nilai sau unuk priod ssudah 1981. D D EX EX 1 = a( EX EX 1) + ε (4) PS = PS 1+ b( PS 1 PS 1) 0< b 1 (5) Dalam pnliian ini akan digunakan dua alrnaif modl, yakni modl linar dan doubl log. Bnuk linar modl prminaan klapa sawi Indonsia scara konomrika dapa diuliskan: D EX = α + α PS + α PK + α ER + α QM + D + ε 0 1 2 3 4 (6) Sdangkan bnuk doubl log dari modl prminaan klapa sawi Indonsia didapakan dngan cara mnrasformasi bnuk linar di aas (6) k dalam bnuk naural logarima briku: D ln EX = lnβ + β ln PS + β ln PK + β ln ER + β lnqm + D + υ 0 1 2 3 4 (7) Modl (6) dan (7) slanjunya akan disimasi dngan mnggunakan prosdur maximum liklihood. Program konomrika Shazam akan digunakan unuk mngsimasi modl yang diajukan (Whi, 1993). Slanjunya, pmilihan bnuk modl rbaik akan dilakukan dngan mnggunakan uji Box-Cox sbagai briku: SSE 2 2 T yg 2 χ1 = ln χ1 2 SSE L LL Sdangkan pmilihan rgrsor (variabl bbas) yang ssuai akan dilakukan dngan mnggunakan uji raio liklihood (Liklihood Raio Ts) sbagai briku: λ LR = T(ln SSE R ln SSE U ) Daa yang akan digunakan dalam pnliian ini adalah daa skundr dalam bnuk im sris daa yang mncakup kurun waku 1966 2005 (Biro Pusa Saisik, FAO dan Oil World). Hasil Dan Pmbahasan Pndugaan Modl dan Pmilihan Bnuk Modl Trbaik Hasil simasi dua bnuk alrnaif modl prminaan kspor klapa sawi Indonsia, linar dan doubl log, dngan mnggunakan ML disajikan pada Tabl 1. K dua modl ini mrupakan modl anpa rsriksi. Dari Tabl 1 ini dapa diliha bahwa sbagian bsar anda dari variabl yang digunakan ssuai dngan kspasi. Tabl 1 juga mnunjukkan bahwa sbagian bsar variabl indpndn pada Modl 1 signifikan pada lvl 95 prsn dmikian juga dngan andanya. Pada Modl I rliha bahwa hanya variabl harga klapa sawi, nilai ukar rupiah rhadap US dollar, dan jumlah kspor malaysia yang idak signifikan pada lvl 95 prsn. Modl I juga mnunjukkan bahwa hanya anda variabl jumlah kspor klapa sawi Malaysia yang idak ssuai dngan skpasi. Hasil ini brbda dngan Modl II dimana sbagian bsar variabl indpndnnya idak signifikan pada lvl 95 % dmikian pula dngan anda-andanya. Tabl 1. Hasil Esimasi Dua Alrnaif Bnuk Modl No. Variabl Modl I (linar) Modl II (doubl log) Konsana 39.597(15.285)*** 3452.40(990.2939)*** A -1 0.64(0.12186)*** -2.23 (0.2235)*** Z 1.43 (0.46357)*** 0.40(0.10543)*** PK 0.90 (0.28687)*** 0.08(0.093321) ER 0.56 (0.50598) -0.29 (0.67251) QM 0.24 (0.2705) 0.15 (0.2177) D 2.63 (0.83211)*** -0.65 (0.72334) R 2 0.6925 0.6151 F hiung 4.525 3.4862 B 0.95(0.8953) 0.05(1.17259) Krangan: angka dalam kurung mnunjukkan nilai sandard rror. Slah dilakukan simasi rhadap dua bnuk modl ini slanjunya dilakukan pmilihan bnuk modl rbaik. Pmilihan bnuk modl ini idak dapa didasarkan pada nilai R 2, karna k dua bnuk modl mmpunyai variabl yang brbda (Griffih, al., 1993). Salah sau cara unuk mnylsaikan masalah ini adalah dngan mnggunakan uji yang disarankan olh Box dan Cox Fakulas Pranian Univrsias Riau Fakulas Prikanan dan Klauan Univrsias Riau 310

SEMIRATA BKS-PTN Bara Bidang Ilmu Pranian, Pkanbaru 23-26 Juli 2007 (1964). Dngan mnggunakan uji Box-Cox, nilai dari χ 2 hiung didapakan lbih inggi dari nilai kriisnya (χ 2 abl) pada ingka kprcayaan 95 prsn. Hasil ini mnunjukkan bahwa kdua modl scara saisik adalah idak sama. Karna nilai SSE L /y G 2 (0,0001795) lbih kcil dari nilai SSE LL = 0,004378), maka dapa disimpulkan bahwa fungsi prminaan kspor klapa sawi Indonsia dalam bnuk linar lbih baik daripada bnuk fungsional doubl log. Dngan dasar ini, maka slanjunya analisa akan didasarkan pada bnuk fungional linar. Slanjunya, pada bnuk fungional rpilih dilakukan bbrapa rsriksi unuk mndapakan bbrapa alrnaif modl. Suau modl yang baik adalah suau modl yang mrflksikan hubungan konomi anara variabl indpndn dngan variabl dpndn. Karna scara ori kadang idak cukup kua unuk mmilih bnuk modl yang baik, maka pmilihan modl akan digunakan uji saisik, yakni dngan uji Liklihood Raio (Uji LR) (Tabl 2). Tabl 2. Hasil uji hiposa pada bbrapa alrnaif modl Hypohsa dalam kaa Rsriksi Paramr Nilai Hiung LR Nilai Tabl (χ 2 ) 5 % Kpuusan Nilai Tukar Rupiah dikluarkan dari modl α 3 =0 7.954 3.84 olak H 0 Variabl harga klapa sawi dunia dikluarkan dari modl α 1 =0 6.9206 3.84 olak H 0 Variabl jumlah kspor Malaysia dikluarkan dari modl α 4 =0 0.0053 3.84 rima H 0 Pnysuaian Sponan (Adapiv Expcaion Modl) h = 1 2.7886 3.84 rima H 0 Variabl Pnysuaian Sponan dan jumlah kspor Malaysia, dikluarkan dari modl α 4 =(1-h)=0 4.3908 7.81 rima H 0 Dari Tabl 2 di aas dapa diliha bahwa dua alrnaif modl yang dapa digunakan mnrangkan variasi prminaan kspor klapa sawi Indonsia. K dua modl rsbu adalah modl prminaan kspor anpa variabl jumlah kspor klapa sawi Indonsia dan modl kspasi adapif. Aas dasar hasil ini, maka pada modl prminaan kspor klapa sawi dilakukan rsrik dngan mngluarkan variabl jumlah kspor klapa sawi Malaysia dan pnysuaian sponan. Hasil dari rsriksi ini didapakan bahwa nilai LR lbih kcil dari nilai χ 2 abl. Implikasi dari hasil ini adalah pnggunaan modl kspasi adapif anpa variabl jumlah kspor klapa sawi Malaysia adalah modl rbaik. Dngan dmikian modl rbaiknya adalah sbagai briku: EX = 54,2187-0,04459 Z + 15,0327 PK + 0,2085 ER - 0,5677 D (7) (2,86772) (0,001298) (4,8642) (0,02369) (0,2142) b = 0,1343 (0,09725) R2=0,8741 DW = 1,6608 Krangan: angka dalam kurung mnunjukkan nilai sandar rror Karna modl (7) dibnuk dari modl (4) dan (5), maka dngan mngikui prosdur unuk mndapakan modl prminaan kspor sra kmudian dngan mnggunakan manipulasi aljabar (Dparmn of Economrics, 1992 unuk simasi), modl prminaan kspor klapa sawi Indonsia sbagai briku: EX D = 54,2187-2,9626 PS + 15,0327 PK - 0,2085 ER - 0,5677 D (8) (2,86772) (0,001298) (4,8642) (0,02369) (0,2142) EX - EX -1 = 1 ( EX D - EX -1 ) aau EX D = EX dan PS - PS -1 = 0,1343 (PS -1 -PS -1 ) (0,09725) Krangan: angka dalam kurung mnunjukkan nilai sandar rror Jika diliha prsamaan (7) dan (8), anda dan prilaku dari kofisin smua variabl indpndn konsisn dngan kspkasi apriori. Diinjau dari signifikansi, smua kofisin adalah signifikan brbda dngan nol. Slanjunya, kika pnysuaian langsung (insananous adjusmn, h) dirapkan pada modl anpa rsriksi, nilai LR lbih kcil dari nilai kriisnya. Ini brari bahwa lag pnysuaian idak rjadi dalam prminaan kspor klapa sawi Indonsia. Inrprasi Hasil Esimasi Modl scara Ekonomi Hasil simasi mnunjukkan bahwa nilai hiung dari variabl kspasi adapif harga klapa sawi Dunia lbih bsar dari nilai abl pada ingka kprcayaan 95 prsn. Kofisin ini juga mmpunyai anda ngaif. Brdasarkan hasil uji ini, ksimpulan yang dapa diarik adalah variabl kspasi harga klapa sawi dunia brpngaruh sanga nyaa dan ngaif rhadap prminaan kspor klapa sawi Indonsia. Scara konomi, hasil ini cukup bralasan karna harga mrupakan signal bagi para konsumn unuk mngkonsumsi, mnunda aau mnggani konsumsi mrka akan suau produk. Bagi konsumn, dngan naiknya harga maka mrka akan mngurangi, mnunda aau mnggani konsumsinya akan suau produk. Hasil ini juga mnginformasikan bahwa imporir klapa sawi dari Indonsia brprilaku scara rasional. Arinya, mrka akan mnurunkan jumlah impornya jika harga klapa sawi dunia naik, caris paribus. Dngan kaa lain, prminaan kspor klapa sawi Indonsia akan naik apabila Fakulas Pranian Univrsias Riau Fakulas Prikanan dan Klauan Univrsias Riau 311

SEMIRATA BKS-PTN Bara Bidang Ilmu Pranian, Pkanbaru 23-26 Juli 2007 kspasi harga klapa sawi dunia urun, caris paribus. Angka kofisin rgrsi mnjlaskan bahwa jika kspasi harga klapa sawi dunia naik sau-sauan, maka raa-raa prminaan kspor klapa sawi Indonsia akan naik sbsar 2,9626 sauan dngan asumsi fakor lain dianggap konsan. Kdl mrupakan barang subsiusi bagi klapa sawi, khususnya bagi bahan dasar unuk pmbuaan minyak gorng. Hasil uji unuk variabl harga kdl ini mnunjukkan bahwa nilai hiung dari variabl kspasi adapif harga klapa sawi Dunia lbih bsar dari nilai abl pada ingka kprcayaan 95 prsn dan branda posiif. Brdasarkan hasil uji ini dapa disimpulkan bahwa harga kdl brpngaruh nyaa rhadap prminaan kspor klapa sawi Indonsia. Ksimpulan ini mmbrikan informasi bahwa dngan naiknya harga kdl dunia, maka prminaan kspor klapa sawi Inodnsia akan mningka, caris paribus. Scara konomi, hasil di aas cukup bralasan. Spri dijlaskan di aas bahwa kdl mrupakan bahan subsiusi bagi klapa sawi dalam pmbuaan minyak gorang. Jadi, konsumn/imporr akan mngurangi konsumsi kdl apabila harga kdl naik dan mngganikannya dngan mningkakan konsumsi klapa sawi. Bsarnya pngaruh prubahan harga kdl rhadap prminaan kspor klapa sawi Indonsia dirflksikan olh nilai kofisin rgrsinya. Nilai kofisin rgrsi dari hasil simasi adalah 15,0327, nilai ini mnjlaskan bahwa jika harga kdl brubah sau sauan maka raa-raa prminaan klapa sawi Indonsia akan mningka sbanyak 15,0327 sauan, caris paribus. Hasil uji rhadap variabl Nilai Tukar Rupiah didapakan bahwa variabl ini brpngaruh nyaa pada lvl 95 prsn dan branda ngaif. Ksimpulan ini didasarkan pada nilai hiung dari variabl Nilai Tukar Rupiah lbih bsar dari nilai abl. Dngan dmikian dapa dijlaskan bahwa dngan naiknya nilai ukar rupiah maka akan mngurangi prminaan kspor klapa sawi dan dngan assumsi fakor-fakor yang lain konsan. Hasil ini scara konomi dapa dijlaskan sbagai briku. Dngan naiknya nilai ukar rupiah, maka harga klapa sawi Indonsia mnjadi lbih mahal dan akibanya akan mngurangi prminaan kspor klapa sawi Indonsia dan sbaliknya. Turunnya raaraa prminaan kspor klapa sawi Indonsia akiba naiknya nilai ukar Rupiah dicrminkan olh nilai kofisin rgrsi variabl ini. Dari angka kofisin rgrsi didapakan bahwa naiknya Nilai ukar rupiah sbsar sau sauan, maka akan mngakibakan urunnya raa-raa prminaan klapa sawi Indonsia sbsar 0,2085 sauan. Sjak ahun 1980 pmrinah Indonsia mngluarkan kbijakan yang brkaian dngan alokasi produksi klapa sawi Indonsia. Tujuan dari kbijakan ini adalah unuk mnjamin krsdiaan minyak klapa sawi Indonsia, karna krsdiaan klapa sawi ini sanga pning bagi ksabilan harga copra dan unuk mmnuhi kbuuhan yang makin mningka akan klapa sawi unuk minyak gorng dan indusri yang lain. Variabl kbijakan pmrinah ini dirflksikan olh variabl dummy. Hasil uji didapakan bahwa nilai hiung variabl dummy lbih bsar dari nilai abl dan branda ngaif. Hasil ini mmbrikan indikasi bahwa kbijaksanaan pmrinah nang alokasi prouksi klapa sawi di Indonsia brpngaruh nyaa rhadap brkurangnya prminaan kspor klapa sawi Indonsia. Hasil ini sanga dimungkinkan karna pmrinah baru mngijinkan ksporir klapa sawi unuk mlakukan kspor jika kbuuhan dalam ngri akan klapa sawi sudah rpnuhi. Elasisias Prminaan Tingka rsponsivias prminaan kspor klapa sawi Indonsia rhadap harga klapa sawi dan kdl dapa diliha dari lasisias prminaan, baik dalam jangka pndk maupun jangka panjang. Hasil simasi Elasisias prminaan rhadap harganya disajikan pada Tabl 3. Tabl 3. Prkiraan Elasisias prminaan kspor klapa sawi. Elasisias Nilai Elasisias Harga Klapa Sawi Jangka Pndk - 0.23369 Jangka Panjang - 3.24391 Elasisias Silang aas Harga Kdl Jangka Pndk 0.05112 Jangka Panjang 0.05112 Dari Tabl 3 dapa dikaakan bahwa lasisias prminaan kspor klapa sawi Indonsia aas harga sndiri adalah inlasis dalam jangka pndk. Nilai lasisias harga klapa sawi dalam jangka pndk adalah - 0,23369, mmpunyai ari bahwa jika rjadi prubahan harga 1 prsn maka akan mngurangi prminaan kspor klapa sawi Indonsia sbsar 0,23369 prsn. Dalam jangka panjang, angka lasisas mnunjukkan nilai lbih inggi dari yang diharapkan, yakni lbih dari 1. Hasil simasi lasisias silang juga didapakan bahwa slasisias prminaan klapa sawi aas harga kdl brsifa inlasis bak pada jangka pndk maupun jangka panjang. Nilai lasisias silangnya adalah 0,05112 yang mngindikasikan bahwa apabila harga kdl brubah 1 prsn maka akan Fakulas Pranian Univrsias Riau Fakulas Prikanan dan Klauan Univrsias Riau 312

SEMIRATA BKS-PTN Bara Bidang Ilmu Pranian, Pkanbaru 23-26 Juli 2007 mngakibakan prminaan kspor klapa sawi mningka sbsar 0,05112 prsn baik dalam jangka pndk maupun jangka panjang. Ksimpulan Dan Implikasi Kbijakan Sudi ini juga mngindikasikan bahwa harga klapa sawi, harga kdl, dan nilai ukar Rupiah mrupakan fakor pning yang mmpngaruhi prminaan kspor klapa sawi. Unuk iu, rkomndasi kbijaksanaan unuk mncapai ujuan pmbangunan prkbunan (mningkakan pndapaan pani, pnydiaan lapangan krja dan mningkakan dvisa ngara) harus mmprimbangkan fakor-fakor ini. Variabl kbijakan pmrinah nang alokasi produksi klapa sawi yang juga brpngaruh nyaa rhadap pminaan kspor klapa sawi Indonsia dan cndrung ngaif. Unuk iu prlu mmprimbangkan kmbali kbijakan ini dan nunya dngan mmprimbangkan kpningan dalam ngri. Hasil mpiris mnunjukkan bahwa harga klapa sawi mmpngaruhi scara nyaa prminaan kspor klapa sawi Indonsia. Implikasi hasil ini adalah pningkaan dvisa yang cpa dari kspor klapa sawi akan dicapai jika mmprimbangkan fakor harga ini. Rkomndasi lain yang brhubungan dngan harga adalah kspansi pasar klapa sawi. Indonsia sbaiknya idak brganung pada pasar radisionil unuk klapa sawi Indonsia, yaiu Economic Union. Rkomndasi ini juga rlvan unuk pncapaian ujuan lain dari pmbangunan prkbunan, yaiu mningkakan dvisa dan GDP. Mmbrlakukan kbijaksanaan alokasi produksi unuk mnjaga ksabilan dan krsdiaan klapa sawi sbaiknya diprimbangkan dngan hai-hai. Sbagai anggoa GATT, Indonsia harus mnghilangkan aau mngurangi hambaan arif dan non-arif dan mmbuka akss pasarnya. Jadi pnrapan kbijakan rhadap klapa sawi sbaiknya prlu dikaji lbih lanju. Spri halnya arif impor, kbijaksanaan subsidi kspor klapa sawi unuk mmbuang klbihan klapa sawi di dalam ngri klihaannya mnjadi prangka kbijaksanaan yang kurang rlavan dimasa daang. Sragi rbaik adalah mningkakan daya saing klapa sawi Indonsia unuk brkompisi baik dngan klapa sawi dari luar maupun dngan sumbr minyak nabai lainnya. Pningkaan daya saing klapa sawi Indonsia dapa dilakukan dngan pningkaan kualias CPO, playanan prdagangan dan divrsifkasi vrikal. Issu lain yang rlvan unuk diprimbangkan adalah hasil rakhir puaran GATT/WTO. Sbagai anggoa WTO, Indonsia harus mmbuka pasarnya dan dapa mmanfaakan akss pasar unuk komodias pranian yang brkompisi dngan klapa sawi. Kdl, bunga maahari, rapsd dan klapa sawi dari ngara lain mungkin akan masuk dan brkompisi dngan klapa sawi Indonsia di dalam pasar domsik maupun inrnasional. Unuk iu, indusri klapa sawi Indonsia sbaiknya mmprsiapkan diri dngan mmprkua basis produksi. Upaya ini mlipui pningkaan fisinsi produksi, sadardisasi kualias dan mnjamin ksinambungan produksi. Dafar Pusaka Box, G.E.P. dan Cox, D.R. 1964. An Analysis of Transformaions. Journal of h Royal Saisical Sociy. Sris B, 26(2):211-43. Chambrs, R.G. dan Jus, R.E. (1979). A Criiqu of Exchang Ra Tramn in Agriculural Trad Modls. Amrican Journal of Agric. Economics. 61:249-257. Chambrs, R.G. dan Jus, R.E. (1981). Effcs of Exchang Ra Changs on US Agricluur: A Dynamic Analysis. Amrican Journal of Agriculural Economics. 63:32-46. Fan, Shnggn, Gail Cramr dan Eric Wails (1994). Food Dmand in Rural China: Evidnc From Houshold Survy. Agriculural Economics. 11:61-69. Griffihs, William E., R. Carr Hill and Gorg G Judg. 1993. Lrning and Pracicing Economrics. John Willy and Son. Nw York. Huang, Jikun dan Crisina C. David (1993). Dmand for Cral Grains in Asia: Th Effc of Urbanizaion. Agriculural Economics. 8:107-124. L, Jong-Ying, Mark G Brown dan Jams L. Scol, Jr. (1992). Dmand Ralaionships Among Frsh Frui and Juic in Canada. Rviw of Agriculural Economics. 14(2): 255-297. Mdarfi, Abdllah dan B. Wad Brorsn (1993). Dmand for Rd Mad, Poulry, and Fish in Marocco: An Almos Idal Dmand Sysm. Agric. Economics. 9:155-163. Molina, J.A. (1994). Food Dmand in Spain: An Applicaion of Th Almos Idal Sysm. Journal of Agriculural Economics. 4(2):252-258. Rison, Chrisophr (1978). Agriculural Economics: Principls and Policy. Collins. London. Sanoso, B, A. Suryana dan T. Sudaryano (1983). Analisa Prminaan Pupuk Ura dan TSP di Tingka Pani pada Usahaani Jagung. Jurnal AgroEkonomi. 3(1):1-18. Tomk, William G. dan Knnh L. Robinson (1990). Agriculural Produc Prics. Third Ediion. Cornll Univrsiy Prss. Ihaca. Nw York. Uri, Nol D., G.V. Chomo, Bng Hybrg dan Rogr Hoskin (1994). Th Pric Elasiciy of Expor Dmand for Soyban and Soyban Producs Rconsidrd. Oxford Agrarian Sudis. 22(1):41-63. Whi, Knnh. J. (1993). A Compur Handbook Using SHAZAM. McGraw-Hill Book Company. Nw York. Fakulas Pranian Univrsias Riau Fakulas Prikanan dan Klauan Univrsias Riau 313