RISK IDENTIFICATION & IMPLEMENTATION OF RISK MANAGEMENT METHOD AT FUEL OIL SYSTEMS (CASE STUDY : PAITON POWER PLANT, PT.PJB)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RISK IDENTIFICATION & IMPLEMENTATION OF RISK MANAGEMENT METHOD AT FUEL OIL SYSTEMS (CASE STUDY : PAITON POWER PLANT, PT.PJB)"

Transkripsi

1 ISK IDENTIFICATION & IMPLEMENTATION OF ISK MANAGEMENT METHOD AT FUEL OIL SYSTEMS CASE STUDY : PAITON POWE PLANT, PT.PJB Anda Iviana Juniani, ST Safy Enginring, Spuluh Nopmbr Insiu of Tchnology Sukolilo Surabaya Indonsia Absrac Paion powr plan is on of PT. PJB s powr plan uni which opras sam powr plan yp wih coal and disl oil as ful. Paion powr plan could produc lcrical powr as much as 5,606 GWh vry yar, which is ranmid o Java-Bali inrconncion sysm by 500 kv xra high volag ransmission nwork. Elcriciy producion procss dpnds srongly on rliabiliy of h funcion of powr plan nrgy rsourcs quipmn, on of hm is ful oil sysm. Failur risks on ful oil sysm quipmn is disrubanc powr plan aciviis and dcrasing numbr of nrgy which would b sn. So i is imporan o mak a rsarch o idnify risks or failur and coun h magniud from h risks, in ordr o analiz and avoid risks which could incras company loss. This rsarch aplicas isk Managmn o idnify and masur failur risks on Paion powr plan. Evry kind, causd and influnc of failur risks ar analyzd by FMEA Failur Mod and Effc Analysis, whil failur mchanism dvlopmn ar analyzd by FTA Faul Tr Anaysis. This risk managmn combin liklihood and consquncs o find risk valu. Liklihood valu which is frquncy of failur vry yar is found by dividing h quipmn opraing im vry yar wih MTTF Man Tim To Failur valu. Consquncs valu is h cos of failur risks for vry singl componn, his valu is found by cos basd on rpairmn cos C ims MTT Man Tim To pair valu. Tim loss a failur im and h difficuly lvl of rpairmnis is also usd as Consquncs in his rsarch. isk valu is found by muliplicaion liklihood and consquncs valu for vry componn. Thn h risk valus is rankd o find ou which componn has h highs risk valu. From h rsarch rsul, i is known ha componn wih h highs risk valu is baring componn a. Wih h risk prioriy, i is hopd ha h company could focus on componn wih h high valu risk. And on of h ffor ha company can b don is making an opimalizaion of is mainnanc inrvals, du o rduc h risk failur. Ky words : isk, liabiliy, isk Managmn, Liklihood, Concquncs, FMEA Failur Mod and Effc Analysis, FTA Faul Tr Analysis. Pndahuluan Sbagai produsn lisrik PT. PJB mmpunyai bbrapa uni pmbangki, salah saunya adalah Uni Pmbangkian Paion, yang mngoprasikan jnis pmbangki PLTU Pusa Lisrik Tnaga Uap Paion. Lokasi PLTU Paion rlak kira-kira 5 km dari arah imur Probolinggo, Jawa Timur. UP Paion mampu mmproduksi nrgi lisrik sbsar GWh pr ahun yang kmudian disalurkan mlalui Jaringan Transmisi Tgangan Exra Tinggi 500 kv k sism inrkonksi Jawa-Bali. Dalam mlaksanakan akiviasnya, Uni Pmbangkian Paion mngoprasikan jnis pmbangki PLTU dngan bahan bakar baubara dan solar. Adapun pada mkanism pmanasan air unuk diubah mnjadi uap rdiri aas dua ahapan. Tahap prama unuk pmbakaran awal dan hanya sampai bban 30% digunakan solar. Tahap kdua yang mrupakan klanjuan pross prama yaiu unuk pmanasan air hingga mnjadi uap digunakan baubara hingga bban mncapai 00%. Mliha komplks dan ringrasinya sism pmbangki scara ksluruhan, usaha unuk mmprahankan kualias nrgi yang sampai pada konsumn idaklah mudah. Gangguan yang rjadi pada sumbr nrgi sudah pasi akan mngganggu klancaran pmbangkian dan mngurangi nrgi yang akan dikirim. Unuk pnliian ini akan mmfokuskan diri pada sism bahan bakar solar yang mrupakan ahapan prama dan mndasar dalam pross produksi UP. Paion. Fungsi solar pada powr plan ini adalah sbagai sar-up unuk pross pnguapan, dimana jika anpa adanya pmbbanan awal olh solar maka baubara idak akan mampu rbakar ssuai arg opimal yang di sandarkan. Slain iu solar juga brfungsi unuk bahan bakar bagi prangka bra, disl gnraor, auxillary boilr dan disl fir. Adanya kmungkinan kgagalan yang rjadi dalam sism bahan bakar solar rsbu, akan mnjadi salah sau pnybab rganggu aau rhninya akivias uni pmbangkian iu sndiri, spri pross produksi mnurun, kualias nrgi

2 mnurun, biaya prbaikan yang cndrung mningka, kslamaan krja yang idak rjamin dan krugian waku produksi yang hilang sra krugian yang sanga prlu dihindari adalah mnurunnya ingka kprcayaan konsumn rhadap kandalan produksi Uni Pmbangkian Paion. Slain iu, kgagalan rsbu rkadang idak dapa diprdiksi kapan akan rjadi dan brapa krugian yang disbabkan olh kgagalan yang rjadi. Karna iu diprlukan suau kajian unuk mngidnifikasi rsiko aau kgagalan dan mnghiung nilai dari rsiko rsbu, dngan ujuan unuk mnganalisa dan mnghindari rsiko yang dapa mrugikan prusahaan. Dngan dikahuinya rsiko, ukuran rlaif kamanan dari sism yang sdang brlangsung bisa dikahui. Apabila rnyaa rsiko lbih inggi dari kriria rsiko yang dapa dirima, brari diprlukan usaha unuk mrduksinya rsiko iu. Sbaliknya bila rsiko lah mmnuhi kriria maka diprlukan usaha unuk mmprahankan aau bahkan mrduksinya lagi. Hal ini dapa dilakukan dngan mnrapkan sragi prawaan yang pa, misalnya dngan inrval waku prawaan yang opimal. Slain iu diprlukan prhiungan rhadap rsiko, pnglolaan aau bahkan pngndaliannya. Ownr rnion aau pnglolaan rsiko sndiri olh manajmn brari rsiko yang rjadi scara fisik dan finansial dianggung olh prusahaan iu sndiri. Pnglolaan rsiko mlalui pngalihan brari mmbagikan rsiko yang ada kpada pihak-pihak yang brkpningan, salah saunya adalah pihak asuransi. isk Managmn adalah suau pross rsrukur yang mmpunyai ujuan unuk mningkakan fkivias manajmn dari ksmpaan yang ponsial dan mminimasi rsiko. Mngaur rsiko adalah suau pross sismaik yang dapa digunakan unuk mmbua kpuusan unuk mningkakan fkivias dan fisinsi dari prformansi prusahaan. Mnglola rsiko adalah mngidnifikasi suau kjadian yang mrugikan prusahaan di masa dpan. Hal ini mncakup mngambil suau aksi unuk mnghindari aau mngurangi hal-hal yang idak diinginkan olh prusahaan. Aau dngan kaa lain manajmn rsiko mampu mndorong organisasi unuk mmanajmn scara proakif dibandingkan rakif. Slain iu mngaur rsiko brari idnifikasi dan mngambil suau ksmpaan unuk mningkakan prformansi dan juga mngurangi suau kmungkinan ssuau brjalan idak ssuai ujuan. Organisasi akan mnghadapi rsiko dalam bbrapa ara yang brbda dan program manajmn rsiko yang komprhnsif akan mmbrikan suau ari dalam mngidnifikasi dan mmprioriaskan ara-ara yang rkna dampak dari rsiko, sbagai ambahan unuk rsiko yang lbih spsifik.. Prumusan Masalah Prmasalahan yang akan dibahas dalam Pnliian ini scara umum dapa dirumuskan sbagai briku : Bagaimanakah mngidnifikasi dan mnilai rsiko dari sism bahan bakar solar di UP. Paion, mmbrikan nilai probabilias rjadinya rsiko sra mmprioriaskan rsiko rsbu, shingga mmungkinkan dilakukannya pnanggulangan rsiko yang opimal.. Tujuan Pnliian Pnliian ini brujuan unuk :. Mngidnifikasi rsiko kgagalan dari sism bahan bakar minyak di UP. Paion. Mnganalisa rsiko apa yang rjadi dan mkanism imbulnya rsiko rsbu. 3. Mnnukan nilai probabilias / kmungkinan rjadinya suau rsiko pada sism rsbu. 4. Mngsimasi ingka rsiko & mmprioriaskan rsiko-rsiko rsbu 5. Mlakukan valuasi scara finansial dan mndapakan konskunsi biaya aau krugian yang diimbulkan akiba kgagalan sism.4 Manfaa Pnliian Manfaa yang diharapkan dapa diprolh dari pnliian ini adalah sbagai briku :. Mndapakan pmahaman mnyluruh rhadap pross sism ful oil khususnya dan pmbangki lisrik pada umumnya.. Mmbrikan kapabilias unuk mngukur rsiko yang rjadi pada uni pmbangkian rsbu 3. Mnghiung nilai rsiko yang ada pada sism bahan bakar solar. 4. Sbagai primbangan bagi pihak manajmn unuk mnrapkan pnilaian rsiko pada uni pmbangkian lainnya scara ksluruhan, shingga naninya dapa dirancang suau program isk Managmn bagi prusahaan rsbu..5 Baasan Masalah Mnginga krbaasan pnulis dan komplksnya prmasalahan yang dikaji maka dalam pnliian ini dilakukan pmbaasan masalah sbagai briku :. Fakor konskunsi yang akan digunakan dalam pnliian ini adalah dampak rhadap ass, pndapaan prusahaan, dan waku bsra jadwal dari akivias prusahaan.. Fakor ksalahan manusia idak didfinisikan sbagai bagian dari pnliian yang akan dilakukan. 3. Kandalan dari sism didasarkan pada daa hisoris kgagalan, shingga mmungkinkan sbagian komponn yang idak prnah mngalami kgagalan idak akan dibahas dalam pnliian ini.

3 . siko Th Sandards Ausralia/Nw Zaland 999 mmaparkan bahwa rsiko adalah suau kmungkinan dari suau kjadian yang idak diinginkan yang akan mmpngaruhi suau akivias aau obyk. siko rsbu akan diukur dalam rminologi consquncs konskunsi dan liklihood kmungkinan/probabilias. Dijlaskan juga bahwa rsiko adalah pmaparan nang kmungkinan dari suau hal spri krugian aau kunungan scara finansial, krusakan fisik, kclakaan aau krlambaan, sbagai konskunsi dari suau akivias. Dibawah ini ada bbrapa conoh rsiko yang dapa rjadi dalam suau prusahaan : Kgagalan dalam mraih ksmpaan dari pralaan aau msin-msin produksi Kbakaran dan kclakaan krja dari pralaan kanor aau sism kompur Planggaran rhadap kamanan Pada suau organisasi, rsiko dapa muncul dari sumbr inrnal maupun ksrnal prusahaan. Unuk mnangulangi rsiko dapa dilakukan dngan mnghindari, mngurangi, mnransfr aau mnrima rsiko rsbu. siko dapa dibagi lagi mnjadi bbrapa bagian anara lain adalah ip rsiko, nilai rsiko yang dapa diolrir dan prhiungan rsiko. 3. Tip siko siko prusahaan dapa dibagi aas ip: Tip Prama dan yang lbih radisional mrupakan rsiko yang suli dikndalikan manajmn prusahaan, spri rsiko kbakaran akiba arus lisrik dan pnipuan yang dilakukan olh pihak pihak rnu. Prusahaan biasanya mlindungi dirinya, misalnya dngan cara mmbli asuransi Tip Kdua adalah rsiko yang dapa dikndalikan olh manajmn prusahaan. siko ini dapa rjadi misalnya pada saa prusahaan mmbangun pabrik baru, mluncurkan produk baru aau mmbli prusahaan lain. Jika salah mmprdiksi, prusahaan rsbu akan mndria krrugian. siko mnunu bbrapa kpuusan manajmn yang mmiliki akiba baik aau buruk. Hal ini rjadi karna kbanyakan proyk dan kpuusan manajmn mngandung rsiko. Kbanyakan rsiko idak hanya mmbahayakan, api juga dapa mngakibakan krusakan. siko juga mrupakan suau prisiwa yang dapa rjadi masa mndaang sbagai akiba dari indakan indakan yang lah dimpuh pada masa skarang. Iulah sbabnya mngapa para manajr harus mmprimbangkan pilihan - pilihan yang brbda rhadap bbrapa masalah, dan mmprrhiungkan konskunsi konskunsinya dngan cara mmfokuskan diri pada rsiko rsiko yang lbih nyaa, misalnya kclakaan di mpa krja. 4. Nilai siko Yang Dapa Diolrir Prusahaan yang idak mmiliki sragi manajmn rsiko mungkin lbih mrugi dalam mnghadapi masa krisis aau brbagai macam masalah. Akan banyak biaya yang harus dikluarkan slah suau prisiwa rjadi, spri polusi misalnya. Karna mnyadari kbuuhan unuk mngaur rsiko, maka prusahaan mngluarkan biaya-biaya ambahan misalnya unuk biaya pmliharaan, gaji manajr yang brkualias dan lainnya shingga brakiba pada urunnya jumlah kjadian yang idak diharapkan, yang pada akhirnya mnurunkan pula jumlah brbagai biaya. Posisi prusahaan kini brada di ngah grafik. Prusahaan dapa rus mnginvsasikan sbagian uangnya sbagai suau upaya unuk pncgahan krugian, dan brusaha unuk mnurunkan kmungkinan adanya bncana yang akan rus naik. Akhirnya, pada susu kanan grafik jumlah biaya ksluruhan sama spri yang mrka prkirakan sblum prusahaan rsbu mmulai mngaur rsiko-rsikonya. Biaya - biaya Toal biaya Invsasi dalam manajmn rsiko Biaya-biaya pncgahan Biaya-baiay kclakaan Gambar.. Dampak brbagai biaya dalam mngaur rsiko Sumbr : Woodhous, John., Managing Indusrial isk, 993 Bagan di aas mnrangkan bahwa ada suau ingka maksimum invsasi di dalam manajmn rsiko. Invsasi yang rlalu bsar akan mmbbani prusahaan dngan biaya-biaya yang mnybabkan prusahaan rsbu mnjadi idak kompiif. Sbaliknya, invsasi yang rlalu sdiki akan mmbua prusahaan branggung jawab aas pmbiayaan akiba kjadiankjadian yang idak diharapkan. Suau kika prusahaan iu brada di ngah-ngah posisi yang maksimal. 5. Prhiungan siko siko mrupakan kombinasi dari Liklihood dan Consqunc. Liklihood mrupakan kmungkinan dalam suau priod waku dari suau rsiko rsbu akan muncul. Biasanya digunakan daa hisoris unuk mnnukan unuk mngsimasi kmungkinan rsbu. Prhiungan kmungkinan aau pluang yang sring digunakan adalah frkunsi.

4 Consqunc adalah suau akiba dari suau kjadian yang biasanya diksprsikan sbagai krugian dari suau kjadian aau suau rsiko. Shingga Consqunc biasanya diksprsikan dngan biaya krugian yang dialami dalam suau priod waku dari suau kjadian aau suau rsiko. Olh karna iu prhiungan rsiko dilakukan dngan mngkalikan nilai Liklihood dngan Consqunc. isks Liklihood x Consquncs dimana : Consqunc konskunsi unuk suau rsiko Conoh : p Liklihood frkunsi kgagalan unuk suau rsiko Conoh : pr ahun Shingga nilai dari suau rsiko brupa krugian biaya yang dialami pr ahun. 6. Manajmn siko Ari dari Manajmn siko, jika dikuip dari Th Sandards Ausralia/Nw Zaland 999, adalah suau pross unuk mngahui, mnganalisa sra mngndalikan rsiko dalam siap kgiaan aau akivias prusahaan yang diujukan/diaplikasikan unuk mnuju fkivias manajmn yang lbih inggi dalam mnangani ksmpaan yang ponsial dan krugian yang dapa mmpngaruhi prusahaan. Siap prusahaan mmbuuhkan moda rnu unuk mngonrol brbagai rsiko yang mungkin imbul. Manajmn rsiko dapa diarikan sbagai suau sism pngawasan rsiko dan prlindungan hara bnda, hak milik dan kmungkinan badan usaha aau prorangan aas kmungkinan imbulnya krugian karna adanya suau rsiko. Di dalam usaha, kidakpasian ini dapa dihubungkan dngan pnghasilan prusahaan, arus kluar masuk uang dan hara bnda yang lah ada. Sism manajmn rsiko mmbrikan ukuran bahwa prusahaan mngaur ancaman ancamannya di dalam suau cara yang proakif, rkoordinasi, brnilai, fkif dan mmahami pmrioriasan. Dngan mmbrikan pngrian yang baik pada karyawan maupun manajr mngnai pningnya manajmn rsiko sudah nu diharapkan mrka dapa uru sra dalam mnjalankan prusahaan dngan lbih fkif shingga prusahaan dapa rus brkmbang. Manajmn rsiko adalah suau pross yang sismaik dan brpikir scara logika, yang akan digunakan unuk mnnukan kpuusan dalam mmprbaiki fkivias dan fisinsi dari prformansi. Hal ini sharusnya diingrasikan dalam budaya krja shari-hari. Manajmn rsiko adalah mngidnifikasi dan brsiap-siap unuk ssuau yang akan rjadi. Hal ini mncakup mlakukan aksi unuk mnghindari aau mngurangi kjadian yang idak diinginkan dalam organisasi, rhadap biaya aau fk yang lain dari suau kjadian, aau unuk organisasi dalam mmaksimalkan ksmpaan ponsial yang ridnifikasi. Manajmn rsiko mndorong suau organisasi unuk mlakukan indakan proakif dibandingkan mlakukan indakan rakif. Suau ksimbangan anaara biaya dalam mnglola rsiko dngan kunungan yang akan didapakan sanga dibuuhkan dalam plaksanaan program manajmn rsiko. Hal ini dapa mmbanu unuk mnnukan lvl manajmn rsiko yang akan diaplikasikan. Unuk bbarapa kasus, biaya prhiungan unuk mnghindari rsiko aau mngurangi rsiko, dapa mnjadi lbih inggi dibandingkan dngan konskunsi yang diakibakan olh rsiko rsbu. Sdangkan di kasus yang lain, indakan pncgahan dari suau rsiko biayanya akan lbih inggi, dikarnakan rsiko rsbu ingkaannya sanga rndah dan dapa dirima. 7. Faul Tr Analysis Adalah mrupakan knik kandalan dan analisa kamanan dan scara umum dapa diaplikasikan k sism dinamis komplks. Analisa Faul Tr mnydiakan ujuan unuk analisa dsain sism, analisa modl krusakan ssuai kprluan kamanan dan pnylsaian prubahan & pnambahan sism. Faul Tr Analysis adalah salah sau moda analisa rsiko kuaniaif dngan modl grafik dan logika yang mnampilkan kombinasi kjadian yang mmungkinkan yaiu rusak aau baik, yang rjadi dalam sism, aplikasinya dapa mncakup suau sism, msin, quipmn, dll. Analisa Faul Tr mmpunyai nilai pning dalam pnylsaian sbagai briku :. Dapa mnganalisa kgagalan sism scara ddukif. Dapa mncari aspk-aspk dari sism yang rliba dalam kgagalan uama 3. Mmbanu pihak manajmn mngahui prubahan dalam sism 4. Mmbanu mngalokasikan pnganalisa unuk brkonsnrasi pada suau bagian kgagalan dalam sism 8. Failur Mod And Effc Analysis Failur Mod And Effc Analysis FMEA mrupakan salah sau knik yang banyak digunakan unuk mlakukan analisa kualiaif rhadap kandalan suau sism. FMEA juga mrupakan analisis yang lbih rprinci dimana modifikasi unuk mnambah aau mngurangi komponn dapa dilakukan. FMEA mmua bnuk-bnuk kgagalan Failur Mod, pnybab bagaimana suau komponn dapa mngalami kgagalan oprasi/krusakan. Analisis dimulai dari Funcional Failur unuk iap funcional subsism. Komponn yang dimasukkan dalam analisis adalah komponn/msin yang brponsial mnybabkan Funcional Failur dari caaan prbaikan yang ada sblumnya. Daa FMEA diprolh brdasarkan machin hisory rcord dan wawancara yang didapa dari mainnr.

5 FMEA mrupakan analisa yang lbih rprinci, dimana modifikasi unug mnambah aau mngurangi pralaan/komponn dalam marik mungkin dilakukan. Pada kolom prama FMEA mnjlaskan mngnai bnuk krusakan pralaan / komponn scara dail dan pnybab yang dapa mmpngaruhi aau mnurunkan fungsi dari sism. Pada akhirnya akan diprolh kgiaan prawaan yang opimal yang dapa mngurangi, mnghindari aau mndksi awal rjadinya krusakan. Kolom kdua pada FMEA mngidnifikasikan pnybab iap bnuk krusakan dan bagaimana krusakan rsbu dapa rjadi. Pnybab krusakan dapa diidnifikasi brdasarkan bnuk krusakan pralaan / komponn. Kolom kiga dalam analisa FMEA adalah mnganalisa pngaruh dari iap bnuk kgagalandan mmbaginya dalam 3 bagian yaiu : Lokal, yaiu apakah krusakan yang rjadi akan mmpngaruhi krja dari pralaan / komponn Sism, yaiu apakah krusakan yang rjadi akan mmpngaruhi fungsi sism scara ksluruhan Plan, yaiu apakah krusakan yang rjadi akan mmpngaruhi fungsi dari plan 9. Kandalan Kandalan liabiliy dapa didfinisikan sbagai probabilias suau sism dapa brfungsi dngan baik unuk mlakukan ugas rnu dalam slang waku rnu pula. Kandalan juga didfinisikan sbagai suau kinrja sism unuk mmnuhi fungsi yang diharapkan dan ak ada prbdaan yang dibua dalam lingkup krusakkan. Suau sism dikaakan rusak jika ia brhni mmnuhi fungsi yang diinginkan. Variabl yang mmpngaruhi kandalan adalah bban load dari kondisi oprasi, dan yang rpning brpngaruh adalah variabl waku. Jadi dapa dikaakan bahwa kandalan mrupakan fungsi dari waku. Kgagalan Failur adalah suau kjadian yang idak pasi probabilisic vn dan dapa rjadi akiba krusakan-krusakan dalam sism war and ar aau fakor gangguan dari dalam maupun dari luar yang ak diduga. Hal ini dapa rjadi juga rjadi akiba ksalahan prncanaan fauly dsign, pmliharaan yang idak cukup, ksalahan oprasional, bncana alam aau fakor lain. 9. Laju Kgagalan Prilaku laju krusakan rhadap waku sanga brhubungan dngan pnybab krusakan. Kcuali komponn yang mmpunyai sifa rdundan, scara umum mmpunyai karakrisik sbagai briku : Gambar.3. Gambar kurva Bah-ub Priod 0 sampai dngan, mmpunyai waku yang pndk pada prmulaan bkrjanya pralaan. DF CF 0 Kurva mnunjukkan bahwa laju krusakan mnurun dngan brambahnya waku aau diisilahkan dngan Dcrasing Failur a DF. yang rjadi umumnya disbabkan ksalahan dalam pross mnufakuring aau dsain yang kurang smpurna. Jumlah krusakan brkurang karna ala yang caca lah mai kmudian digani aau cacanya didksi aau dirparasi. Jika suau pralaan yang dioprasikan lah mlwai priod ini, brari dsain dan pmbuaan pralaan rsbu di pabriknya sudah bnar. Priod ini diknal juga dngan priod pmanasan burn in priod. Modl probabilias yang ssuai adalah disribusi Wibull dngan > Priod sampai mmpunyai laju krusakan paling kcil dan ap yang disbu Consan Failur a CF. Priod ini diknal dngan Usful Lif Priod. yang rjadi brsifa random yang dipngaruhi olh kondisi lingkungan bkrjanya pralaan, shingga priod ini mrupakan priod pmakaian pralaan yang normal dan dikarakrisikkan scara pndkaan dngan jumlah krusakan yang konsan iap sauan waku.disribusi yang ssuai adalah disribusi Eksponnsial aau Wibull dngan Pada priod slah mnunjukkan knaikan laju krusakan dngan brambahnya waku yang sring disbu dngan Incrasing Failur a IF. Hal ini rjadi karna pross kausan pralaan. Modl disribusi yang ssuai adalah Disribusi Wibull dngan > 9. Waku aa-raa Kgagalan Man Tim To Failur Expcd valu dari dnsias kgagalan failur dnsiy funcion, f, sring diunjukkan sbagai waku raa-raa kgagalan MTTF. Dalam siuasi prakis, MTTF cukup digunakan unuk mnilai kualias dari kgunaan suau komponn. amakumar 993. Sra dapa didfinisikan sbagai briku : 0 MTTF E f d 9.3 Modl Probabilias Kandalan Paramr-paramr kandalan dapa dikahui aau diprkirakan dngan mmakai mod paramrik. Dalam mmakai mod paramrik, daa kandalan akan dissuaikan aau dicocokan dngan bbrapa disribusi probabilisik spri disribusi Eksponnsial, normal, IF

6 Wilbull dan sbagainya. Dngan dmikian sring lbih dapa dinukan mngnai kadaan dan sifa mkanism krusakan dan jawaban yang dihasilkan dapa lbih siap digunakan unuk analisa. Unuk mnyaakan disribusi krusakan maka langkah prama yang harus dilakukan adalah mnnukan disribusi daa kmudian dicari paramrnya.. Disribusi Normal Disribusi ini digunakan unuk mnggambarkan pngaruh prambahan waku kika kia dapa mnspsifikasikan waku anar krusakan dngan kidakpasian. Disribusi ini juga digunakan unuk mnggambarkan krganungan rhadap waku. Disribusi normal mmpunyai rumus sbagai briku: PDF : < < f, µ π CDF : d F µ π MTTF µ. Disribusi Eksponnsial Modl laju krusakan konsan unuk sism broprasi scara koninyu mngarah pada disribusi ksponnsial. umus: Fungsi kpadaan : < f,0 Fungsi kandalan : Fungsi kumulaif : F- Fungsi krusakan : f 0 d MTTF waku, failur ra konsan 3. Disribusi Gamma Fungsi kpadaan : 0 0, 0,, > > Γ f Fungsi kandalan : Γ x dx x 4. Disribusi Lognormal Disribusi Lognormal adalah diribusi yang brguna unuk mnggambarkan disribusi krusakan unuk siuasi yang brvariasi. Fungsi kpadaan : } {ln µ π Unuk > > 0 dimana µ man dan sandar dviasi. Fungsi Kandalan : π d } {ln µ.4 Unuk > µ sdangkan laju krusakannya d } {ln } {ln µ µ.5 MTTF µ 5. Disribusi Wibull Disribusi Wibull banyak skali digunakan dalam prhiungan kandalan, dngan adanya paramrparamr dalam disribusi Wibull, bnuk-bnuk prilaku krusakan dapa lbih mudah dimodlkan. Fungsi pada disribusi Wibull : f Sdangkan laju krusakannya : Unuk shap paramr, 0 > scal paramr, 0 > Shingga Hazard Funcion dari disribusi wibull : d H Dngan mngingralkan f dari 0 sampai maka didapa : F Dngan harga kandalannya : Ssuai dngan dfinisi MTTF, maka dngan mngingralkan kandalan anara 0 sampai didapa :

7 Dimana : MTTF Γ +.3 Γ n 0 x n x 0. Analisa Kriria siko Kriria rsiko mrupakan suau ala unuk mnilai rsiko, dalam hal ini mngandung ari mnnukan bsar kcilnya suau rsiko. Pnliian ini diawali dngan mnnukan ruang lingkup pnliian, yaiu mngidnifikasikan sgala rsiko yang rjadi pada sism bahan bakar solar, dalam hal ini brari rsiko rsbu adalah brkaian dngan kgagalan aau krusakan dari pralaan ful oil sysms. Pnnuan kriria rsiko iu sndiri mmbuuhkan prfrnsi aau primbangan dari pihak prusahaan khususnya pada uni pmbangkian. Hasil dari wawancara mnunjukkan bahwa kriria rsiko yang digunakan unuk mnnukan ingka rsiko pada krusakan pralaan produksi dibagi mnjadi, yaiu kriria rsiko yang brkaian dngan Liklihood dan 3 kriria rsiko yang brkaian dngan Consqunc. Kriria Liklihood :. Frkunsi krusakan komponn Hal ini mnunjukkan sbrapa sring kgagalan rjadi pada suau komponn dari quipmn dalam sism rsbu dalam suau priod waku. Priod waku yang diapkan dalam pnliian ini adalah brapa kali komponn rsbu akan rusak dalam iap ahunnya. Kriria Consqunc :. Krugian brdasarkan biaya prbaikan Mrupakan biaya yang dianggung prusahaan karna adanya prbaikan rhadap krusakan yang rjadi pada masing-masing quipmn, dalam hal ini mlipui biaya pngganian spar par, biaya naga krja, dan konskunsi oprasional prusahaan.. Krugian brdasarkan waku Waku yang hilang aau rbuang kika pralaan rusak. 3. Tingka ksulian dalam mmprbaiki krusakan. Mrupakan ingka ksulian yang lah dibrikan skala dari sampai 5, skala unuk yang paling mudah, sdangkan 5 unuk yang paling suli dalam mmprbaiki krusakan komponn yang rjadi.. Analisa Frkunsi siko Nilai frkunsi krusakan pada siap bnuk krusakan komponn iap quipmn diprolh dari pmbagian jumlah hari pralaan rsbu broprasi dalam sau ahun dngan nilai MTTF, dimana MTTF ini mnunjukkan raa-raa waku slang krusakan pada iap dx komponn. Nilai frkunsi iu sndiri mnunjukkan sbrapa sringnya suau komponn mngalami krusakan iap ahunnya. Nama Equipmn Main Boilr Saion Oil Main Boilr Disl Gnraor Day Tank Sorag Tank Saion Oil Day Tank Saion Oil Pump B Day Tank Tabl. Dafar spuluh bsar frkunsi krusakan komponn Bnuk & Sbab Vibrasi; kausan pada baring Valv idak dapa brpuar, kbocoran sal Klonggaran bagian aus pada kopling roor Tidak brfungsinya diffrnial prssur Pnyumbaan filr; dilalui fluida rus mnrus brsama kooran Vibrasi; slubung sudu dari blad pcah/pcah Vibrasi&nois,idak ada plumasan,saanya gani baring Tidak brfungsinya diffrnial prssur Vibrasi;panas yang brlbihan pada moor, blian saor dan ini bsi Valv idak dapa brpuar, kbocoran sal Frkunsi /ahun Dari hasil pnguruan nilai frkunsi krusakan komponn, maka didapa bahwa ada dua bnuk kgagalan dari pralaan yang mmiliki frkunsi ringgi sbsar 5,700 prahun yaiu vibrasi karna kausan baring pada Main Boilr dan vibrasi karna panas yang brlbihan pada moor dan blian saor & ini bsi pada Saion Srvic.. Analisa Krugian Brdasarkan Biaya Prbaikan C Ada bbrapa yang harus diprhaikan dalam mnghiung biaya prbaikan ini. Prama adalah biaya naga krja prawaan dan biaya konskunsi oprasional, dimana diwujudkan dalam jumlah lisrik KWh yang hilang akiba kgagalan sar-up. Kdua biaya ini dikalikan dngan nilai MTT, yaiu raa-raa lama prbaikan dari iap komponn. Hasil prkalian

8 rsbu akan dijumlah dngan biaya krusakan C F unuk mnghasilkan nilai biaya prbaikan C, dalam hal ini biaya krusakan adalah biaya yang dikluarkan apabila krusakan yang rjadi mmbuuhkan pngganian spar par. Nama Equipmn Saion Oil Main Boilr Saion Oil Pump B Sorag Tank Pump B Tabl. Dafar spuluh bsar krugian brdasarkan biaya prbaikan C Bnuk dan Sbab Vibrasi&nois; klbihan bban pada moor Klbihan bban pada moor ovrload Vibrasi;klbihan bban pada moor ovrload Vibrasi; klbihan bban pada moor Vibrasi&nois;idak ada/kurang plumasan; saanya gani baring Vibrasi; slubung sudu dari blad pcah/pcah Vibrasi; korosi pada impllr Kbocoran pada sambungan flangs pada flow mr minyak Vibrasi;kausan pada baring bushs/sal mchanical Vibrasi; kaviasi pada impllr Krugian Tiap kali p 6,0, ,50, ,45, ,0,09.4 3,86, , ,83,45.87,809,83.8,30,35.8,7, Dari hasil diaas mnunjukkan bahwa yang mmpunyai krugian biaya prbaikan ringgi adalah dngan bnuk krusakan vibrasi karna klbihan bban pada moor, dngan biaya sbsar p ,43. Nilai krugian akiba biaya prbaikan ini sanga dipngaruhi olh dua hal yaiu biaya pngganian spar par apabila bnuk krusakan yang rjadi mmbuuhkan adanya pngganian spar pas, dan bsar kcilnya waku prbaikan. Apabila diliha dari dafar priorias di aas, 4 ranking raas disbabkan olh vibrasi akiba klbihan bban pada moor. Ovrload ini rjadi karna moor mndapa ambahan kapasias fluida yang idak sbanding dngan puaran yang dimilikinya, hal inilah yang mnybabkan moor mnjadi rusak. Dari dafar biaya prbaikan ini diharapkan prusahaan lbih mmprhaikan rsiko rsbu dan mlakukan indak lanju unuk mnangani rsiko rsbu. Truama rsiko dari komponn yang mnmpai pringka aas dari dafar, shingga diharapkan mampu mngurangi krugian yang akan dianggung prusahaan. 3. Analisa Krugian Brdasarkan Waku Prbaikan Nilai krugian brdasarkan waku didapakan dari nilai MTT. MTT adalah raa-raa waku lamanya prbaikan suau komponn, aau bisa juga disbu dngan raa-raa waku lamanya komponn brhni dikarnakan rusak. Waku yang rbuang dikarnakan rusaknya komponn sanga mngganggu akivias sism pmbangkian di PLTU rsbu. Tabl 3. Dafar spuluh bsar krugian brdasarkan waku prbaikan Nama Equipmn Bnuk & Sbab Waku mni Vibrasi; klbihan bban pada moor Vibrasi&nois;idak ada/kurang plumasan; saanya Saion Oil Sorag Tank Saion Oil Pump B gani baring Vibrasi; slubung sudu dari blad pcah/pcah Kbocoran pada sambungan flangs pada flow mr minyak Klbihan bban pada moor ovrload Vibrasi; korosi pada impllr Vibrasi;kausan pada baring Pump B bushs/sal mchanical Auxilary Kbocoran pada Main Boilr sambungan flangs Day Tank pada flow mr minyak Vibrasi;klbihan bban pada moor Vibrasi, kaviasi 6.09

9 pada impllr Dari hasil pnguruan krugian brdasarkan waku, mnunjukkan bahwa quipmn yang mmiliki waku krusakan yang ringgi adalah dngan bnuk krusakan vibrasi karna klbihan bban pada moor. Waku krusakannya sbsar 87,95 mni iap skali krusakan. Waku krusakan ini sanga brkaian skali dngan ingka ksulian dalam mmprbaiki krusakan Yang mnnukan inggi aau rndahnya dari waku krusakan dari bnuk krusakan komponn iap quipmn adalah ingka ksulian dalam mmprbaiki krusakan dan waku yang dibuuhkan unuk mngidnifikasi krusakan. 4. Analisa Tingka Ksulian Dalam Mmprbaiki Dalam mmprbaiki krusakan, maka rdapa ingka ksulian yang brvariasi unuk iap komponn yang brbda. Mnuru saf mainnanc conrol, rdapa komponn yang bila rusak, maka akan sanga mudah dalam mmprbaiki krusakannya, api ada juga yang sanga suli dalam mmprbaikinya. Tingka ksulian ini sanga brkaian dngan krugian waku yang rbuang pada saa komponn rusak. Tabl 4. Dafar spuluh bsar ingka ksulian dalam mmprbaiki krusakan Nama Equipmn Bnuk & Sbab Tingka Ksulian Vibrasi&nois;idak 4 ada/kurang plumasan; saanya gani baring Vibrasi&nois; klbihan 4 bban pada moor Kbocoran pada 4 Sorag Tank sambungan flangs pada flow mr minyak Day Kbocoran pada 4 Tank sambungan flangs pada flow mr minyak Saion Oil Vibrasi; slubung sudu dari pcah/lpasri blad 4 Auxilary Kbocoran pada 4 Main Boilr sambungan flangs pada Day Tank flow mr minyak Tidak brfungsinya 3 Sorag Tank diffrnial prssur Vibrasi;kausan pada 3 baring bushs/sal mchanical Vibrasi; roor pompa dan 3 Ful Oil Vibrasi, korosi pada impllr Dafar di aas juga mmprlihakan bahwa sbagian bsar dari bnuk krusakan komponn rmasuk di dalam dafar spuluh bsar krugian brdasarkan waku prbaikan. Hal ini mmbukikan bahwa waku yang rbuang unuk prbaikan dipngaruhi olh ingka ksulian dalam mmprbaiki krusakan iu sndiri. 5. Analisa Priorias siko Unuk mnnukan nilai rsiko maka diprlukan nilai Liklihood dan nilai Consqunc. Nilai Liklihood adalah nilai frkunsi dari suau komponn mngalami krusakan dalam pr ahun. Sdangkan nilai Consqunc yang digunakan adalah nilai krugian biaya brdasarkan biaya prbaikan C dijumlahkan dngan hasil prkalian anara biaya prbaikan dngan nilai pngali ingka ksulian. Consqunc Krugian brdasarkan biaya prbaikan + Krugian brdasarkan biaya prbaikan x Nilai pngali ingka ksulian Pada ahap ini maka akan dikahui nilai rsiko unuk iap bnuk krusakan pada quipmn di sism bahan solar. Nilai dari rsiko rsbu adalah brupa biaya yang dikluarkan dalam suau priod waku. Prhiungan dari nilai rsiko adalah sbagai briku : siko Liklihood x Consqunc Tabl 5. Dafar priorias rsiko dngan 5 uruan ringgi Nama Equipmn Saion Srvic Saion Srvic Pump B Bnuk & Sbab Vibrasi&nois, kurang plumasan, gani baring Vibrasi, slubung sudu dari blad pcah/lpas Klbihan bban pada moor ovrload Vibrasi&nois, klbihan bban pada moor Vibrasi, korosi pada impllr Liklihood frk./h Consquncs p 3 siko p/h ,, ,574, ,837, ,66, ,85,35.8 3,68, ,503,348.98,078, ,374,40.6 0,397, Hasil di aas mnunjukkan bahwa yang mmpunyai nilai rsiko ringgi adalah komponn baring pada dngan nilai rsiko sbsar p ,3. Nilai rsiko ini diprolh dari hasil prkalian anara liklihood dan consquncs, dimana liklihood ini didapa dari

10 frkunsi krusakan komponn iap pralaan. Sdangkan nilai consquncs didapa dari hasil prkalian anara krugian biaya brdasarkan biaya prbaikan dngan nilai pngali ingka ksulian. Apabila dilaah lbih lanju, F.O. dngan bnuk krusakan pada komponn baring, walau idak mnmpai uruan prama dalam dafar priorias krugian brdasarkan biaya prbaikan api masih rmasuk dalam spuluh bsarnya. Tapi mnmpai uruan prama dalam dafar priorias frkunsi krusakan dan ingka ksulian prbaikan. Sdangkan uruan kiga dan kmpa dimpai olh Saion Srvic dan, dngan bnuk krusakan yang sama yaiu klbihan bban pada moor. Walaupun mmpunyai frkunsi krusakan yang kcil api nilai consquncs yang didria sanga bsar. Hal ini pula yang mmbua nilai rsiko yang didria juga bsar. Dngan dikahuinya nilai rsiko ini naninya akan sanga mmbanu pihak manajmn prusahaan dalam mnnukan komponn komponn mana saja yang harus diprhaikan rlbih dahulu. 6. Pnnuan Lvl siko siko dapa dianalisa dngan mngkombinasikan nilai konskunsi dan kmungkinan dari rsiko iu sndiri. Tingka aau lvl dari suau rsiko didfinisikan sbagai hubungan anara consquncs dan liklihood. Ada iga kagori yang dapa digunakan dalam mmbua suau lvl rsiko yaiu: kualiaif, smi-kuaniaif, dan kuaniaif. Unuk mmudahkan pnnuan lvl rsiko ini dibualah suau abl risk-marix. Kriria dari masing-masing klas dalam liklihood dan consquncs mrupakan hasil pmbicaraan dngan pihak prusahaan. Tabl 6. dan 6. mnjlaskan lvl dari liklihood dan consquncs. Tabl 6. Lvl Liklihood Lvl Dscripor Dscripion A Almos Crain siko rjadi lbih dari 5 kali dalam h B Likly siko rjadi 4-5 kali dalam h C Modra siko rjadi lbih dari 3 aau kurang dari 4 kali dalam h D Unlikly siko rjadi -3 kali dalam h E ar siko jarang skali muncul aau rjadi kurang dari kali dalam h Tabl 6. Lvl Consquncs Lvl Dscripor Dscripion A Insignifican Krugian finansial yang dianggung,5 jua B Minor Krugian finansial yang dianggung anara,5-3 jua C Modra Krugian finansial yang dianggung anara 3-4,5 jua D Major Krugian finansial yang dianggung anara 4,5-6 jua E Caasropic Krugian finansial yang dianggung 6jua Tabl 6.3 isk Marix Liklihood Consquncs Insignifican Minor Modra Major Caasropic Almos H H E E E crain Likly M H H E E Modra L M H E E Unlikly L L M H E ar L L M H H 7. Pnnuan Inrval Waku Prawaan Slah mndapakan priorias rsiko, maka pihak prusahaan bila ingin mlakukan Prvniv Mainnanc, sharusnya rlbih dahulu mmbua jadwal prawaan yang opimal unuk iap komponn rsbu. Opimal disini brari fkif dalam mminimasi adanya krusakan pada komponn rsbu dan fisin dalam mngluarkan biaya prawaan. Unuk mnnukan inrval prawaan yang opimal pada iap komponn, maka diprlukan paramr disribusi slang waku krusakan, biaya prbaikan, dan biaya prawaan dari iap komponn rsbu. Prhiungan inrval prawaan rsbu adalah sbagai briku : ' s s maka diprolh s s CF s d + s C C o Unuk disribusi Wibull dikahui bahwa : m m dan. Jika didrkan mnuru dr Eulr sra dimana unuk disribusi Wibull η dan m maka didapakan : M m

11 m C m s C C CM s η C C M. M shingga dimana : dan η adalah paramr disribusi slang waku krusakan C M Biaya Prawaan C Biaya Prbaikan Di bawah ini adalah conoh prhiungan unuk komponn baring pada.,4007 η 88,880 C M p C p ,3 S , , ,4007. S,9 hari Hasil diaas mnunjukkan bahwa inrval waku prawaan yang opimal bagi komponn baring pada adalah,9 hari dibulakan mnjadi 3 hari. Slah diprolh inrval waku prawaan, langkah slanjunya adalah mmbandingkannya dngan inrval waku prawaan yang dibua Uni Pmbangkian Paion. Unuk mlakukan prbandingan akan dibuakan dafar slang waku prawaan unuk iga pringka raas priorias rsiko saja.,4007 Tabl 7.. Prbandingan slang waku prawaan pada iga pringka raas priorias rsiko Nama Equipmn Bnuk & Sbab Slang Waku Prawaan Prusahaan hari Slang Waku Prawaan Pnliian hari Vibrasi & nois; idak ada / kurang plumasan; sudah saanya gani baring 30 3 Saion Oil Saion Oil Vibrasi; Slubung sudu dari blad pcah / lpas Klbihan bban pada moor ovrload Dari hasil prbandingan inrval waku prawaan anara prusahaan dngan hasil pnliian, mnunjukkan bahwa slang waku hasil pnliian lbih kcil daripada yang dilakukan prusahaan. Karna iu diprlukan jadwal prawaan baru dngan mnnukan inrval waku prawaan baru brdasarkan kondisi komponn skarang. 8. Ksimpulan Brdasarkan aas pnliian yang dilakukan, maka dapa diarik bbrapa ksimpulan, yaiu sbagai briku :. Kriria rsiko dinukan brdasarkan masukan dari pihak prusahaan. Kriria rsiko rsbu adalah : Kriria Liklihood : Frkunsi krusakan komponn Kriria Consqunc :

12 Krugian biaya brdasarkan biaya prbaikan Krugian brdasarkan waku prbaikan Tingka ksulian dalam mmprbaiki krusakan. Dari hasil pnguruan nilai frkunsi krusakan komponn, maka didapa bahwa ada dua bnuk kgagalan dari pralaan yang mmiliki frkunsi ringgi sbsar 5,700 prahun yaiu vibrasi karna kausan baring pada Main Boilr dan vibrasi karna panas yang brlbihan pada moor dan blian saor & ini bsi pada Saion Srvic. 3. Dari hasil pnguruan krugian brdasarkan waku, mnunjukkan bahwa quipmn yang mmiliki waku krusakan yang ringgi adalah dngan bnuk krusakan vibrasi karna klbihan bban pada moor. Waku krusakannya sbsar 87,95 mni iap skali krusakan. 4. Hasil abl 4.7 mnunjukkan bahwa rdapa 6 bnuk krusakan komponn dari quipmn yang mmiliki ingka ksulian ringgi dngan nilai 4, yaiu : - Vibrasi & nois karna idak ada / kurang plumasan dan sudah saanya gani baring pada - Vibrasi & nois karna klbihan bban pada moor pada - Kbocoran pada sambungan flangs pada flow mr minyak dari Sorag Tank - Kbocoran pada sambungan flangs pada flow mr minyak dari Day Tank - Vibrasi karna slubung sudu dari blad pcah / lpas pada Saion Srvic - Kbocoran pada sambungan flangs pada flow mr minyak dari Auxilary Main Boilr Day Tank 5. Hasil abl 4.9 mnunjukkan bahwa yang mmpunyai nilai rsiko ringgi adalah komponn baring pada dngan nilai rsiko sbsar p ,3. 6. Dari abl 4.8 mnunjukkan bahwa yang mmpunyai krugian biaya prbaikan ringgi adalah dngan bnuk krusakan vibrasi karna klbihan bban pada moor, dngan biaya sbsar p , Dngan dikahuinya dafar priorias rsiko ini, diharapkan pihak prusahaan lbih mmprhaikan komponn-komponn yang mnmpai pringka aas dari dafar rsbu, dimana dalam hal ini komponn rsbu mndapa prhaian lbih dahulu 8. Dari hasil prbandingan inrval prawaan mnunjukkan bahwa slang waku prawaan yang baru lbih kcil dibandingkan dngan slang waku milik prusahaan. Dngan mnrapkan inrval waku prawaan yang opimal akan dapa mningkakan nilai MTTF dari komponn shingga diharapkan mampu mnurunkan nilai rsiko. 9. Dari hasil prbandingan oal biaya pada iga pringka raas priorias rsiko mnunjukkan bahwa oal biaya jadwal baru lbih kcil bila dibandingkan dngan jadwal lama. Dngan dmikian pnggunaan inrval prawaan yang baru akan lbih mnghma pngluaran biaya. Namun pnggunaan inrval prawaan yang baru akan lbih banyak mngluarkan biaya prawaan karna jangka wakunya lbih pndk daripada jadwal prawaan sblumnya. Akan api pnggunaan jadwal baru ini akan dapa mnganipasi rjadinya krusakaan shingga dapa mnkan biaya prbaikan C yang nilainya lbih bsar daripada biaya prawaan.

13 9. Saran. Pihak prusahaan diharapkan mndaa aau mngakss scara lngkap sluruh krusakan yang rjadi di pmbangki shingga dapa dibuakan program nang kandalan, jadwal prawaan, pngganian komponn, dan prsdiaan dngan pa.. Pncaaan mngnai daa waku anar krusakan dan daa waku lama prbaikan prlu dilakukan lbih lii dan innsif lagi. Smakin banyak komponn yang dibrakdown akan makin banyak pula pnybab krusakan yang akan dikahui sbagai anipasi rhadap krusakan komponn pada suau sism shingga dapa diangani dngan sgra. 3. Daa yang akura akan sanga diprlukan dalam mmbua kpuusan unuk manajmn prawaan yang baik. Ksulian dalam pnliian ini adalah dalam prolhan daa, dimana SIT-MIMS dari PT. PJB blum dimanfaakan scara opimal. Prlu dikahui bahwa SIT-MIMS mrupakan layanan sism informasi yang mngkoordinasikan siap daa oprasi prusahaan, baik unuk PJB Pusa maupun uni-uni pmbangkinya. Knyaaan di lapangan daa work ordr idak rkoordinasi dngan opimal shingga suli unuk mndapakan biaya prbaikan dan biaya pngganian komponn. 4. Diharapkan adanya pnliian lanjuan mngnai isk Managmn unuk sism bahan bakar baubara, sism war ramn, sism pnguapan air di boilr, sra pralaan lain spri urbin dan gnraor shingga ksluruhan rsiko yang rdapa di Uni Pmbangkian Paion dapa dikahui dan dianalisa. 0. Dafar Pusaka Budiharso, Agus 00. Prncanaan Inrval Prawaan Msin Injcion Moulding Dngan Mod liabiliy Cnrd Mainnanc di PT. EXPLAST. Tsis, Tknik Indusri, ITS, Surabaya Darmawi, Hrman 000 Manajmn isiko. Bumi Aksara Fachurohman, Muchlis 000 Pnapan Inrval Waku Prawaan Dan Prncanaan Suku Cadang Unuk Msin Pmbua Paku di PT. Surabaya Wir, Tugas Akhir, Tknik Indusri, ITS, Surabaya Jardin, A.K.S 973 Mainnanc, placmn, and liabiliy. Piman Publishing Kuncoro, Eko Prabowo 999 Prncanaan Kbijakan Prawaan Pompa Minyak Unuk Mrduksi Biaya Prawaan Dan Mnganisipasi Kkurangan Prsdiaan Suku Cadang, Tugas Akhir, Tknik Indusri, ITS, Surabaya Lwis, E.E 994. Inroducion o liabiliy Enginring. John Wily & Sons. Inc, Nw York Mounbray, John 997 liabiliy-cnrd Mainnanc. Burworh-Hinmann, Oxford Smih, Charls O Inroducion o liabiliy in Dsign. McGraw Hill Kogakusha, LD Sandards Ausralia 999, Guidlins for managing risk in h Ausralian and Nw Zaland public scor, Sandards Ausralia, Hombush, NSW Parick D.T. O Connor ; Pracical liabiliy Enginring 3 rd Ediion visd ; John Wily & Sons, Inc Woodhous, John. 993 Managing Indusrial isk. Chapman & Hall, London.

BAB IV DATA DAN ANALISA

BAB IV DATA DAN ANALISA BAB IV DATA DAN ANALISA Pngujian yang dilakukan brupa pngujian masa hidup (lifim) cahaya dari 0 uni lampu DC 4,8 Vol olh hardwar yang lah dirancang. Hasil pngujian ini akan dianalisa raa-raa lifim µ dari

Lebih terperinci

BAB 4 MODEL MATEMATIKA PENGARUH TERAPI OBAT TERHADAP DINAMIKA VIRUS HIV DALAM TUBUH

BAB 4 MODEL MATEMATIKA PENGARUH TERAPI OBAT TERHADAP DINAMIKA VIRUS HIV DALAM TUBUH BAB 4 MODEL MATEMATIKA PENGARUH TERAPI OBAT TERHADAP DINAMIKA VIRUS HIV DALAM TUBUH Sjak bbrapa ahun yang lalu, ilmuwan asal Amrika Marin Nowak dan Sbasian Bonhoffr mncoba mmplo daa dari pnliian oba ani-hiv.

Lebih terperinci

BAB 3 PERSAMAAN DIFFERENSIAL UNTUK MENENTUKAN HARGA SUATU ASET TURUNAN

BAB 3 PERSAMAAN DIFFERENSIAL UNTUK MENENTUKAN HARGA SUATU ASET TURUNAN BAB 3 PERSAMAAN DIFFERENSIAL UNTUK MENENTUKAN HARGA SUATU ASET TURUNAN Pmbahasan harga opsi idak dapa dilpaskan dari pmbahasan nang skurias lain yang brhubungan dngan haga opsi. Shingga prlu dibahas masalah

Lebih terperinci

ESTIMASI PARAMETER DUA LEVEL MODEL GSTARX-GLS

ESTIMASI PARAMETER DUA LEVEL MODEL GSTARX-GLS Program Sudi MMT-ITS, Surabaya Agusus ESTIMASI PARAMETER UA LEVEL MOEL GSTARX- Andria Prima iago dan Suharono Program Sudi Magisr Saisika, Insiu Tknologi Spuluh Nopmbr Jl Arif Rahman Hakim, Surabaya,,

Lebih terperinci

2.1 Persamaan Gerak Roket dalam Ruang Tiga Dimensi

2.1 Persamaan Gerak Roket dalam Ruang Tiga Dimensi BAB DASAR TEOR. Prsamaan Grak Rok dalam Ruang Tiga Dimnsi Prsamaan grak rok di bidang ruang iga dimnsi pada Taa Acuan Koordina Bnda diurunkan dari Prsamaan Dinamik Rok [Rf. ] sbagai briku: Grak Translasi

Lebih terperinci

PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERTUMBUHAN LOGISTIK PADA BEBERAPA TAHUN MENDATANG

PROYEKSI PENDUDUK PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERTUMBUHAN LOGISTIK PADA BEBERAPA TAHUN MENDATANG ROYESI ENDUDU ROVINSI MALUU DENGAN MENGGUNAAN MODEL ERTUMBUHAN LOGISTI ADA BEBERAA TAHUN MENDATANG [unuk mmnuhi ugas maa kuliah modlan] Disusun olh: 1. CAROLINA LAISINA 2. ELSA M. TAHALEA 3. FRISA NAHUWAY

Lebih terperinci

BAB NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN

BAB NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN BAB 8 RUANG EIGEN Masalah nilai dan vkor ign banyak skali dijumpai dalam bidang rkayasa, spri maslah ksabilan sism, opimasi dngan SVD, komprsi pada pngolahan cira, dan lain-lain. Unuk lbih mmahami masalah

Lebih terperinci

Perbandingan Perhitungan Jumlah Penduduk Tahunan dengan Interpolasi Spline dan Simulasi Asumsi Gompertz

Perbandingan Perhitungan Jumlah Penduduk Tahunan dengan Interpolasi Spline dan Simulasi Asumsi Gompertz Prosiding Smiraa FMIPA Univrsias Lampung, Prbandingan Prhiungan Jumlah Pnduduk Tahunan dngan Inrpolasi Splin dan Simulasi Asumsi Gomprz Ds Alwin Zayani Jurusan Mamaika FMIPA Univrsias Sriwaya E-mail: [email protected]

Lebih terperinci

BAB III TURUNAN FUNGSI

BAB III TURUNAN FUNGSI BAB III TURUNAN FUNGSI Sandar Kompnsi Mahasiswa mmahami konsp urunan unsi dan knik-knik an dapa diunakan unuk mnnukan urunan, baik unsi ksplisi maupun unsi implisi,. Kompnsi Dasar Slah mmplajari pokok

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api. 6 yang diharapkan. Msin infrnsi disusun brdasarkan stratgi pnalaran yang akan digunakan dalam sistm dan rprsntasi pngtahuan. Msin infrnsi yang digunakan dalam pngmbangan sistm pakar ini adalah FIS. Implmntasi

Lebih terperinci

Catatan Kuliah 8 Memahami dan Menganalisa Optimisasi Pertumbuhan

Catatan Kuliah 8 Memahami dan Menganalisa Optimisasi Pertumbuhan Caaan Kuliah 8 Mahai dan Mnganalisa Opiisasi Prubuhan. Sia dari Fungsi Eksponnsial Fungsi ksponnsial adalah ungsi ang variabl bbasna uncul sbagai pangka. Bnuk uu : b ; b > diana : variabl dpndn Conoh :

Lebih terperinci

2. Khusus Mahasiswa dapat melakukan analisis rangkaian peralihan beban R-L melalui analisis matematis B. Pokok Bahasan

2. Khusus Mahasiswa dapat melakukan analisis rangkaian peralihan beban R-L melalui analisis matematis B. Pokok Bahasan SATUAN ACAA PENGAJAAN Maa Kuliah : angkaian isrik II Kod Maa Kuliah : EES353 Waku Prmuan : x3x50 mni Prmuan k : 6 A Tujuan Insruksional Umum Mahasiswa dapa mmahami rangkaian pralihan bban - Khusus Mahasiswa

Lebih terperinci

PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK JAM AIR JENIS POLYVASCULAR CLEPSYDRA DENGAN KASUS VISCOSITY DOMINATED. Linda Maria Evi Dewi 1 dan Widowati 2

PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK JAM AIR JENIS POLYVASCULAR CLEPSYDRA DENGAN KASUS VISCOSITY DOMINATED. Linda Maria Evi Dewi 1 dan Widowati 2 PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK JAM AIR JENIS POLYVASCULAR CLEPSYDRA DENGAN KASUS VISCOSITY DOMINATED Linda Maria Evi Dwi dan Widowai, Jurusan Mamaika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Sodaro, S.H, Smarang 575 linda_m

Lebih terperinci

Peranan Formulasi Inversi pada Fungsi Karakteristik Suatu Variabel Acak

Peranan Formulasi Inversi pada Fungsi Karakteristik Suatu Variabel Acak Pranan Formulasi Invrsi pada Fungsi Karakrisik Suau Variabl Acak Jon Maspupu Pusfasainsa LAPAN, Jl Dr Djundjunan No 33 Bandung 473, lp 66 Ps 6 Fax 64998 E-mail: jon_mspp@yaoocom Absrac: In probabiliy ory,

Lebih terperinci

MODEL DUA LEVEL SEASONAL AUTOREGRESSIVE HIBRIDA ARIMA-ANFIS UNTUK PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI JAWA BALI

MODEL DUA LEVEL SEASONAL AUTOREGRESSIVE HIBRIDA ARIMA-ANFIS UNTUK PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI JAWA BALI MODEL DUA LEVEL SEASONAL AUTOREGRESSIVE HIBRIDA ARIMA-ANFIS UNTUK PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI JAWA BALI Indah Puspiasari, M. Sahid Akbar, Suharono Mahasiswa Jurusan Saisika ITS Dosn Jurusan

Lebih terperinci

MATEMATIKA TERAPAN I. REVIEW

MATEMATIKA TERAPAN I. REVIEW MATEMATIKA TERAPAN Dafar isi : I. Rviw Dfinisi Dasar Fungsi Variabl Turunan/Drivaif Bbrapa auran pada oprasi urunan Laihan Soal Ingral Bbrapa sifa pada oprasi ingral Bbrapa sifa rigonomri ang prlu diprhaikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Blakang Di dalam dunia bisnis yang smakin ktat saat ini prusahaan dituntut untuk mmiliki banyak kunggulan komptitif agar dapat brsaing dngan yang lainnya. Maka dari itu, prusahaan

Lebih terperinci

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST)

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST) UJI CHI KUADRAT PENDAHULUAN Distribusi chi kuadrat mrupakan mtod pngujian hipotsa trhadap prbdaan lbih dari proporsi. Contoh: manajr pmasaran suatu prusahaan ingin mngtahui apakah prbdaan proporsi pnjualan

Lebih terperinci

8.1 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN

8.1 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN RUANG EIGEN Masalah nilai dan vko ign banyak skali dijumpai dalam bidang kayasa, spi maslah ksabilan sism, opimasi dngan SVD, kompsi pada pngolahan cia, dan lain-lain. Unuk lbih mmahami masalah nilai dan

Lebih terperinci

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL ISSN : 407 846 -ISSN : 460 846 MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL Chrish Rikardo *, Taufik Limansyah, Dharma Lsmono Magistr Tknik Industri,

Lebih terperinci

Solusi khusus dari masalah nilai awal tersebut dapat ditulis dalam bentuk integral Fourier, yaitu:

Solusi khusus dari masalah nilai awal tersebut dapat ditulis dalam bentuk integral Fourier, yaitu: KARTIKA YULIANTI Jurusan Pndidian Mamaia FPMIPA - Univrsias Pndidian Indonsia Jl. Dr. Syabudhi 9, Bandung Tlp. () 8, Fa () 8 -mail: yar_ia @ yahoo.com DINAMIKA FLUIDA EXERCISE. Ta as iniial spcrum a bloc

Lebih terperinci

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3,

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3, Kpdulian trhadap sanitasi lingkungan diprdiksi dari tingkat pndidikan ibu dan pndapatan kluarga pada kluarga sjahtra I klurahan Krtn kcamatan Lawyan kota Surakarta Olh : Bustanul Arifin K.39817 BAB IV

Lebih terperinci

MODELING PERMINTAAN EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA

MODELING PERMINTAAN EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA SEMIRATA BKS-PTN Bara Bidang Ilmu Pranian, Pkanbaru 23-26 Juli 2007 MODELING PERMINTAAN EKSPOR KELAPA SAWIT INDONESIA Ku Sukiyono Jurusan Sosial Ekonomi Pranian, Fakulas Pranian, Univrsias Bngkulu; [email protected]

Lebih terperinci

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang Pnntuan Lot Siz Pmsanan Bahan Baku Dngan Batasan Kapasitas Gudang Dana Marstiya Utama 1 Abstract. This papr xplains th problm o dtrmining th lot siz o ordring raw matrials with warhous capacity limitation

Lebih terperinci

Analisis Rangkaian Listrik

Analisis Rangkaian Listrik Sudaryatno Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Mnggunakan Transformasi Fourir - Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik (4) BAB Analisis Rangkaian Mnggunakan Transformasi Fourir Dngan pmbahasan

Lebih terperinci

Kapasitor & Rangkaian RC

Kapasitor & Rangkaian RC LISTIK DINAMIK () Kapasir & angkaian BAB 5 Fisika Dasar II 85 . PENDAHULUAN Mdl Kapasir prama dicipakan di Blanda, panya ka Lydn pada abad k8 lh para ksprimnalis fisika. Karnanya ala ini dinamakan Lydn

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut BAB II TEORI DASAR 2.1 Pngrtian Pasang Surut Pasang surut air laut (pasut) adalah pristiwa naik turunnya muka air scara priodik dngan rata-rata priodnya 12,4 jam (di bbrapa tmpat 24,8 jam) (Pond dan Pickard,

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KARAKTERISTIK MUTU DAN REOLOGI CPO AWAL Minyak sawit kasar (crud palm oil/cpo) mrupakan komoditas unggulan Indonsia yang juga brpran pnting dalam prdagangan dunia. Mngingat

Lebih terperinci

BAB IV TURUNAN FUNGSI. Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu menentukan turunan fungsi yang diberikan.

BAB IV TURUNAN FUNGSI. Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu menentukan turunan fungsi yang diberikan. BAB IV TURUNAN FUNGSI Sla kia mmbaas i an kkoninuan fungsi paa bab sblumna, kia akan mmbaas nang urunan ang konspna ikmbangkan ari konsp i Pmbaasan urunan ibagi mnjai ua bagian, bagian prama mmbaas pngrian,

Lebih terperinci

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik 8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponnsial, Hiprbolik 8.. Fungsi Logarithma Natural. Sudaratno Sudirham Dfinisi. Logaritma natural adalah logaritma dngan mnggunakan basis bilangan. Bilangan ini, sprti halna

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. DESKRIPSI DATA Data pnlitian diprolh dari siswa klas XII Jurusan Tknik Elktronika Industri SMK Ma arif 1 kbumn. Data variabl pngalaman praktik industri, kmandirian

Lebih terperinci

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII Prtmuan VII IV. Konsolidasi IV. Pndahuluan. Konsolidasi adalah pross brkurangnya volum atau brkurangnya rongga pori dari tanah jnuh brpmabilitas rndah akibat pmbbanan. Pross ini trjadi jika tanah jnuh

Lebih terperinci

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang Analisis Dinamis Portal Brtingkat Banyak Multi Bntang Dngan Variasi Tingkat (Story) Pada Tiap Bntang Hiryco Manalip Rky Stnly Windah Jams Albrt Kaunang Univrsitas Sam Ratulangi Fakultas Tknik Jurusan Sipil

Lebih terperinci

TINJAUAN VARIASI DIMENSI BALOK PRATEGANG PENAMPANG I PADA GELAGAR MEMANJANG JEMBATAN

TINJAUAN VARIASI DIMENSI BALOK PRATEGANG PENAMPANG I PADA GELAGAR MEMANJANG JEMBATAN Konrnsi Nasional Tknik Sipil 4 (KoNTkS 4) Sanur-Bali, -3 Juni 1 TINJAUAN VARIASI DIENSI BAOK RATEGANG ENAANG I ADA GEAGAR EANJANG JEBATAN Johans Januar Sudjai 1 1 rogram Sudi Tknik Sipil, Univrsias Ama

Lebih terperinci

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral Sudarano Sudirham Sudi Mandiri Fungi dan Grafik Difrnial dan Ingral Sudarano Sudirham, Fungi dan Grafik, Difrnial dan Ingral Darublic 6 Pramaan Difrnial Ord Dua 6.. Pramaan Difrnial Linir Ord Dua Scara

Lebih terperinci

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH.. Faktor-Faktor yang Mmpngaruhi Produktivitas Cabai Mrah dan Nilai Elastisitas Input trhadap Produktivitas...

Lebih terperinci

Kendali Optimal pada Masalah Persediaan Barang yang Mengalami Peningkatan

Kendali Optimal pada Masalah Persediaan Barang yang Mengalami Peningkatan Sminar Nasional Tnologi Informasi, omuniasi dan Indusri (SNTII) 9 ISSN (Prind) : 579-77 Faulas Sains dan Tnologi, UIN Sulan Syarif asim Riau ISSN (Onlin) : 579-5406 Panbaru, 8-9 Mi 07 ndali Opimal pada

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi

Lebih terperinci

ADSORPSI METHYLEN BLUE DENGAN ABU DASAR PT.IPMOMI PROBOLINGGO JAWA TIMUR DAN ZEOLIT BERKARBON

ADSORPSI METHYLEN BLUE DENGAN ABU DASAR PT.IPMOMI PROBOLINGGO JAWA TIMUR DAN ZEOLIT BERKARBON Prosiding Skripsi Smsr Gasal 2009/2010 ADSORPSI METHYLEN BLUE DENGAN ABU DASAR PT.IPMOMI PROBOLINGGO JAWA TIMUR DAN ZEOLIT BERKARBON Inan Prmaa Sari*, Nurul Widiasui 1 Jurusan Kimia, Fakulas Mamaika dan

Lebih terperinci

I ' :,,:,l{fji. :_..

I ' :,,:,l{fji. :_.. ~ j.. ~.. LAPORAN PERJALANAN NAS l(f~ ' ::l{fji. :_... '" '.'1' ~"! lid ' '3 : ~~ ~ "". l:' l~! "~f. ~.~ljm) "" b'....-;?zi...~ '- " ~- PEMBUKAAN PUSAT APLKAS PENERANGAN (LGHTNG APLCATON CENTER) & PE~GENALAN

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP

KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP Karakerisik Umur Produk (Sudarno) KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL Sudarno Saf Pengajar Program Sudi Saisika FMIPA UNDIP Absrac Long life of produc can reflec is qualiy. Generally, good producs

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODEL DO-BOD DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNG 1) (The DO-BOD Model Develompent for Ciliwung River Water Quality Management)

PENGEMBANGAN MODEL DO-BOD DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNG 1) (The DO-BOD Model Develompent for Ciliwung River Water Quality Management) Pngmbangan Modl DO-BOD dalam Pnglolaan Kualias Air Sungai Ciliwung (W. Asono al. PENGEMBANGAN MODEL DO-BOD DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR SUNGAI CILIWUNG 1 (Th DO-BOD Modl Dvlompn for Ciliwung Rivr War

Lebih terperinci

1. Proses Normalisasi

1. Proses Normalisasi BAB IV PEMBAHASAN A. Pr-Procssing Pross pngolahan signal PCG sblum dilakukan kstaksi dan klasifikasi adalah pr-procssing. Signal PCG untuk data training dan data tsting trdapat dalam lampiran 5 (halaman

Lebih terperinci

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE Fabio Dwi Bagus Irawan 1,a, Cahyo Budiyantoro 1,b, Thoharudin 1,c 1 Program Studi Tknik Msin, Fakultas Tknik, Univrsitas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi

Lebih terperinci

Debuging Program dengan EasyCase

Debuging Program dengan EasyCase Modul asyc 1 Dbuging Program dngan EasyCas Di susun Olh : Di dukung olh : Portal dukasi Indonsia Opn Knowlodg and Education http://ok.or.id Modul asyc 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kpada guru sjatiku Gusti

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ISO SEBAGAI IT RISK MANAGEMENT PADA PT. BANK MANDIRI, TBK

IMPLEMENTASI ISO SEBAGAI IT RISK MANAGEMENT PADA PT. BANK MANDIRI, TBK bidang REKAYASA IMPLEMENTASI ISO 31000 SEBAGAI IT RISK MANAGEMENT PADA PT. BANK MANDIRI, TBK I MADE ANDHIKA Tknik Informatika Univrsitas Komputr Indonsia Jalan Dipatiukur 114-116 Bandung -mail: [email protected]

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang

Lebih terperinci

Konsolidasi http://www.pwri.go.jp/ http://www.ashirportr.org Pmbbanan tanah jnuh brprmabilitas rndah akan mnaikkan tkanan air pori Air akan mngalir k lapisan tanah dngan tkanan pori yg lbih rndah Prmabilitas

Lebih terperinci

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN Artikl Skripsi MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN SKRIPSI Diajukan Untuk Mmnuhi Sbagian Syarat Guna Mmprolh Glar Sarjana Pndidikan (S.Pd.) Pada Jurusan

Lebih terperinci

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.

Lebih terperinci

PENENTUAN MOMEN KE-3 DAN KE-4 DARI DISTRIBUSI GAMMA, BETA DAN WEIBULL SKRIPSI

PENENTUAN MOMEN KE-3 DAN KE-4 DARI DISTRIBUSI GAMMA, BETA DAN WEIBULL SKRIPSI PNNTUAN MOMN K- DAN K- DARI DISTRIBUSI GAMMA, BTA DAN WIBULL SKRIPSI Olh : VITA NURYANI NIM : 5 JURUSAN MATMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TKNOLOGI UNIVRSITAS ISLAM NGRI (UIN) MALANG MALANG 8 PNNTUAN MOMN K-

Lebih terperinci

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR ALAT PERAGA FISIKA ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR I. PENDAHULUAN 1. Latar Blakang Trkadang di waktu snggang srang siswa tatkala kbanyakan mrka mnggunakannya untuk brmalas-malasan, mlakukan hal yang tak

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI 03-1726-2012 Hotma L Purba Jurusan Tknik Sipil,Univrsitas Sriwijaya Korspondnsi pnulis : [email protected]

Lebih terperinci

BAB VI APLIKASI PERSAMAAN DIFFERENSIAL

BAB VI APLIKASI PERSAMAAN DIFFERENSIAL BAB VI APIKASI PERSAMAAN DIFFERENSIA Tujuan Pmblajaran Tujuan dari pmblajaran PD, adalah mmbawa mahasiswa unuk brpikir sara mamais, nang pmahaman fnomna alam smsa ini. Pmaparan fnomna alam smsa k bahasa

Lebih terperinci

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Analisis Nosl Motor Rokt RX-1 LAPAN... (Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari) ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX - 1 LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari Pnliti Pnliti

Lebih terperinci

ADSORPSI KHROM (VI) DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DENGAN ARANG ECENG GONDOK (Eichornia crossipes)

ADSORPSI KHROM (VI) DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DENGAN ARANG ECENG GONDOK (Eichornia crossipes) ADSORPSI KHROM (VI DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DENGAN ARANG ECENG GONDOK (Eichornia crossips Dwi Erina Sawiri (LC00407 dan Tri Surisno (LC00479 Jurusan Tknik Kimia, Fakulas Tknik, Univrsias

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja BAB II TINJAUAN USTAKA 2.1. Landasan Tori 2.1.1. nawaran Agrgat nawaran Agrgat atau Aggrgat Supply adalah jumlah total dari barang dan jasa yang ditawarkan dalam suatu prkonomian pada tingkat harga. Modl

Lebih terperinci

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan Aplikasi Intgral Intgral dapat diaplikasikan k dalam banyak hal. Dari yang sdrhana, hingga aplikasi prhitungan yang sangat komplks. Brikut mrupakan aplikasi-aplikasi intgral yang tlah diklompokkan dalam

Lebih terperinci

ALAT-ALAT SAMBUNG MEKANIS PADA KAYU: PAKU DAN BAUT OLEH: EVALINA HERAWATI, S.Hut, M.Si NIP

ALAT-ALAT SAMBUNG MEKANIS PADA KAYU: PAKU DAN BAUT OLEH: EVALINA HERAWATI, S.Hut, M.Si NIP Karya Tulis ALAT-ALAT SAMBUNG MEKANIS PAA KAYU: PAKU AN BAUT OLEH: EVALINA HERAWATI, S.Hut, M.Si NIP. 13 303 840 EPARTEMEN KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEAN 008 Evalina Hrawati

Lebih terperinci

Pengembangan Model. Gambar 4.1 Strategi Layanan Yang Diusulkan. Penggantian. W waktu

Pengembangan Model. Gambar 4.1 Strategi Layanan Yang Diusulkan. Penggantian. W waktu Bab IV Pngbangan Modl Pada bab IV ini akan dijlaskan pngbangan sagi layanan gaansi unuk poduk dngan pola pnggunaan inin Pada sub bab IV akan dijlaskan foulasi odl unuk sagi layanan yang dikbangkan IV oulasi

Lebih terperinci

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM Aplikasi modl matmatika banyak muncul dalam brbagai disiplin ilmu pngtahuan, sprti isika, kimia, konomi, prsoalan rkayasa (tknik msin, sipil, lktro). Modl matmatika yang

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan pada kasus pengolahan ikan asap IACHI Peikan Cia Halus (PCH) yang erleak di Desa Raga Jaya Kecamaan Ciayam, Kabupaen Bogor,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada BAB I PENDAHULUAN A. Laar Belakang Disparias pembangunan ekonomi anar daerah merupakan fenomena universal, disemua negara anpa memandang ukuran dan ingka pembangunannya. Disparias pembangunan merupakan

Lebih terperinci

PPH PASAL 25 NOTARIS & PELAPORAN SPT PENGDA-INI KOTA BEKASI, 28 FEB 2018 Nara sumber: ALBERT RICHI ARUAN, SH, LL.M, MKn

PPH PASAL 25 NOTARIS & PELAPORAN SPT PENGDA-INI KOTA BEKASI, 28 FEB 2018 Nara sumber: ALBERT RICHI ARUAN, SH, LL.M, MKn H L 25 & EL 1770 EGD- BE, 28 FEB 2018 ara sumbr: LBE CH U, H, LL.M, Mn 20 18/0 2/X/WH/0 2 2018 U M B E E G H L D UMBE EGHL asal 15 1) oaris brwnang mmbua ka aunik mngnai smua prbuaan, prjanjian, dan pnapan

Lebih terperinci

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma Modul Intgral Fungsi Eksponn, Fungsi Trigonomtri, Fungsi Logaritma Dr. Subanar D PENDAHULUAN alam mata kuliah Kalkulus I Anda tlah mngnal bahwa intgrasi adalah pross balikan dari difrnsiasi. Jadi untuk

Lebih terperinci

Oleh : Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya /

Oleh : Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya   / 4 Oleh : Debrina Puspia Andriani Teknik Indusri Universias Brawijaya e-mail : [email protected] / [email protected] www.debrina.lecure.ub.ac.id O. Dasar perhiungan depresiasi 2. Meode-meode depresiasi.

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilakukan di Dafarm, yaiu uni usaha peernakan Darul Fallah yang erleak di Kecamaan Ciampea, Kabupaen Bogor, Jawa Bara. Pemilihan lokasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 A ANDAAN TEORI Pngrtian MM Multi vl Markting MM adalah salah satu contoh unit usaha yang brpola bisnis unik, yang sdang brkmbang di dalam bidang pnjualan barangbarang kbutuhan manusia, mulai brupaya

Lebih terperinci

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA LAPORAN PENELITIAN HIBAH PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2009 KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA Pnliti : Lasmini Ambarwati, ST.,

Lebih terperinci

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1 Pnurunan Tanah pada Fondasi Dangkal Fakultas Program Studi Tatap Muka Kod MK Disusun Olh Tknik Prnanaan Tknik A41117AB dan Dsain Sipil 9 Abstrat Modul ini brisi bbrapa

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Analisa Pngaruh Pack Carburizing Mnggunakan Arang Mlanding (Mas ad dkk.) ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Mas ad,

Lebih terperinci

Filosofi Dasar. Konsep Dasar Susunan Antena. Superposisi Medan Listrik. Oleh : Nachwan Mufti Adriansyah, ST, MT

Filosofi Dasar. Konsep Dasar Susunan Antena. Superposisi Medan Listrik. Oleh : Nachwan Mufti Adriansyah, ST, MT Oulin TTG3D3 Anna Mul#4a Anna an Prpagasi Knsp Dasar Susunan Anna Olh : Nachwan Mufi Ariansah, ST, MT Filsfi Dasar: Suprpsisi Man Lisrik Susunan Sumbr Tiik Isrpis Prinsip Prkalian Diagram an Sinsa Paa

Lebih terperinci

ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ)

ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ) hp://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/opsi OPSI Jurnal Opimasi Sisem Indusri ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ) Ahmad Muhsin, Ichsan Syarafi Jurusan

Lebih terperinci

Bab II Tinjauan Pustaka

Bab II Tinjauan Pustaka Bab II Tinjauan Pusaka II.1 Monasi Monasi mrupakan salah sau minral brharga karna mngandung unsur LTJ dan unsur-unsur radioakif spri horium dan uranium. Kbradaan pasir monasi cukup rsdia di Indonsia, ruama

Lebih terperinci

MODEL MATEMATIKA SISTEM MEKANIKA

MODEL MATEMATIKA SISTEM MEKANIKA MODEL MAEMAIKA SISEM MEKAIKA PEGAAR Paa bagian ini akan ibaha mngnai pmbuaan mol mamaika ari im mkanika baik alam bnuk pramaan iffrnial, fungi alih maupun iagram blok. Prgrakan ari lmn im mkanika apa ikripikan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan

Lebih terperinci

PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK CASE BASED REASONING (CBR) DALAM PEMILIHAN BUSANA MUSLIM PESTA

PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK CASE BASED REASONING (CBR) DALAM PEMILIHAN BUSANA MUSLIM PESTA SNIPTEK 2015 ISBN: 978-602-72850-6-4 PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK CASE BASED REASONING (CBR) DALAM PEMILIHAN BUSANA MUSLIM PESTA Rabiaul Adwiya (1) AMIK BSI Ponianak [email protected] Muhamad Nasihin

Lebih terperinci

MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH)

MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH) Journal Indusrial Servicess Vol. No. Okober 0 MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH) Abdul Gopar ) Program Sudi Teknik Indusri Universias

Lebih terperinci

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-Al2O3 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIENAM

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-Al2O3 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIENAM ISSN : 2355-9365 -Procding of Enginring : Vol.4, No.1 April 2017 Pag 632 Abstrak ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-Al2O3 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIENAM FORCED CONVECTION HEAT

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Persediaan Persediaan adalah barang yang disimpan unuk pemakaian lebih lanju aau dijual. Persediaan dapa berupa bahan baku, barang seengah jadi aau barang jadi maupun

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Air merupakan kebuuhan pokok bagi seiap makhluk hidup di dunia ini ermasuk manusia. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang pening bagi kelangsungan hidup

Lebih terperinci

IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM

IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM A. Radiasi Bnda Hitam 1. Hasil-Hasil Empiris Gambar 1. Grafik fungsi radiasi spktral bnda hitam smpurna a. Hukum Stfan Hukum Stfan dapat dituliskan sbagai total = f df

Lebih terperinci

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS)

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS) ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P0 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS) Nincy Ayu Lstari 1 Nahdalina Fakultas Tknik Sipil Univrsitas

Lebih terperinci

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat Mtod Pnlitian Suradi Sirgar Bab 6 Sumbr dan Prambatan Galat 6. Sumbr galat. Data masukan, misal hasil pngukuran (galat bawaan). Slama komputasi (galat pross), galat ang timbul akibat komputasi 3. Galat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliian Jenis peneliian kuaniaif ini dengan pendekaan eksperimen, yaiu peneliian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi erhadap objek peneliian sera adanya konrol.

Lebih terperinci

PENALAAN PARAMETER PENGENDALI PID DENGAN ALGORITMA GENETIK

PENALAAN PARAMETER PENGENDALI PID DENGAN ALGORITMA GENETIK PENALAAN PARAMETER PENGENDALI DENGAN ALGORITMA GENETIK Dwi Joko PWA 1, Agung Warsio, Aris Triwiyano 1 Absrak---Pngndali Proorsional Ingral Drivaiv () mruakan ngndali konvnsional yang masih banyak digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Yogyakarta, Sptmbr 0 RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Sajima, Dddy Hasnurrofiq, Sudaryadi -BATAN-Yogyakarta Jl Babarsari Nomor, Kotak pos 0 Ykbb 558 -mail

Lebih terperinci

PENGARUH ph DAN WAKTU TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI MIP_TFMAA-co-EGDMA

PENGARUH ph DAN WAKTU TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI MIP_TFMAA-co-EGDMA PENGARUH ph DAN WAKTU TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI MIP_TFMAA-co-EGDMA S. Fauziah,2, Nunuk Hariani Sokamo, Muh. Bachri Amran 3, Paulina Taba Jurusan Kimia FMIPA Univrsias Hasanuddin 2 Program Dokor Jurusan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.

III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani. III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Usahaani belimbing karangsari adalah kegiaan menanam dan mengelola anaman belimbing karangsari unuk menghasilkan produksi, sebagai sumber

Lebih terperinci

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan BAB 2 KINEMATIKA Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan perbedaan jarak dengan perpindahan, dan kelajuan dengan kecepaan 2. Menyelidiki hubungan posisi, kecepaan, dan percepaan erhadap waku pada gerak lurus

Lebih terperinci

PENGARUH TAWAS HASIL SINTESIS DARI LIMBAH KALENG MINUMAN TERHADAP KINETIKA ADSORPSI METHYL ORANGE OLEH KAPAS DAN SERAT KAIN

PENGARUH TAWAS HASIL SINTESIS DARI LIMBAH KALENG MINUMAN TERHADAP KINETIKA ADSORPSI METHYL ORANGE OLEH KAPAS DAN SERAT KAIN Pran Kimia dan Pndidikan Kimia dalam Rangka Mncapai Kmandirian Bangsa Ruang Sminar FMIPA UNY, 16 Novmbr 2013 PENGARUH TAWAS HASIL SINTESIS DARI LIMBAH KALENG MINUMAN TERHADAP KINETIKA ADSORPSI METHYL ORANGE

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan di PT Panafil Essenial Oil. Lokasi dipilih dengan perimbangan bahwa perusahaan ini berencana unuk melakukan usaha dibidang

Lebih terperinci

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan

Lebih terperinci