BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 ANALISIS PENELITIAN Profil Partisipan Pada pengambilan data di lapangan, peneliti memperoleh partisipan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN` Pada bab ini, akan dipaparkan mengenai hasil penelitian mengenai hubungan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini seluruh

BAB IV HASIL PENELITIAN. penelitian berdasarkan jenis kelamin, usia dan IPK dapat dilihat pada tabel 4.1, 4.2, 4.3. Tabel 4.1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Subyek dalam penelitian ada 347 orang siswa kelas XI yang terdiri dari

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi Binus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang terletak di Jl. Cendrawasih No. 20 Jember. Penelitian dilaksanakan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN` Pada bab ini, akan dipaparkan mengenai hasil penelitian mengenai penyebab stres

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut ini akan dipaparkan hasil pengolahan data dari penelitian

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini, akan dipaparkan hasil penelitian mengenai kecemasan dan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian. digunakan untuk uji validitas instrumen.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 17 Kota Jambi, kelas VII yang


BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS HASIL. (10%); 31, 34, dan 35 tahun berjumlah 3 orang (7,5%); 27 tahun. tahun masing-masing 1 orang (2,5%).

Tabel Reliabilitas Pendidikan, Penempatan Tenaga Kerja dan Kinerja Pegawai. Pendidikan. Penempatan Tenaga Kerja. Kinerja Pegawai

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. atau memberikan atau member gambaran terhadap objek yang diteliti melalui. kesimpulan yang berlaku secara umum.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini, akan dipaparkan mengenai hasil penelitian mengenai cara

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Doplang, yang beralamat di jalan Bangklean

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Semarang. Sekolah ini beralamat di Jalan Sentro Jambu. Jumlah kelas keseluruhan

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya. religius dan pembentukan karakter peserta didik.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini peneliti akan membahas tentang sampel penelitian, hasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Homogenitas dan Normalitas. dahulu yang meliputi uji Normalitas dan uji Homogenitas.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel,

BAB 4 ANALISIS HASIL. setiap kelas yang ikut dalam penelitian ini. kategori kelas di SMK Ki Hajar

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten

STATISTIK DESKRIPTIF. Statistics. Strategi Membaca

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. gambaran umum partisipan. mengenai gambaran umum partisipan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p<0,05.

Kuesioner Penelitian

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Karakteristik responden digunakan untuk menggambarkan keadaan atau

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan keputusan pembelian. Peneliti mendeskripsikan skor brand image dan

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS KORELASI ANTARA NILAI BTQ DENGAN PRESTASI BELAJAR MAPEL PAI DI SD KANDANG PANJANG 01 PEKALONGAN

Indikator Kisi-kisi No. Butir Jml. siswa untuk membaca buku. pentingnya buku. Ketertarikan terhadap buku bacaa. Memanfaatkan waktu untuk membaca buku

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keharmonisan keluarga dengan rasa percaya diri siswa di SMP Negeri 3 Kota

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penyebaran dan Penerimaan Kuesioner. Data yang digunakan untuk mengukur pengaruh persepsi Wajib Pajak atas

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT TELKOMSEL MEDAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera. Utara

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Contoh Analisis Data Korelasi Kecerdasan Emosi terhadap Stress Kerja 1. Sebaran Data Kecerdasan Emosi Hasil Skoring Kuesioner

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa MA Boarding School Amanatul

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 8 Distribusi sampel penelitian berdasarkan Usia Usia Jumlah (N) Persentase (%) TOTAL

BAB 4 ANALISIS HASIL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PENELITIAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Data penelitian ini diolah dengan menggunakan software program SPSS (Statistical

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kondisi responden perlu diperhatikan sebagai informasi tambahan untuk

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASILPENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

LAMPIRAN 1 KUESIONER KEPUASAN PELANGGAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

commit 77 to user BAB IV HASIL PENELITIAN

Bagian 1. Angket Uji Coba Rekapitulasi Data Uji Coba Instrumen Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

harga rata-rata dimana harga tersebut dipengaruhi oleh jumlah barang yang diperoleh pada masing-masing harganya, dengan demikian diperlukah juga

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KUESIONER PRA SURVEY. untuk data pra survey dalam rangka penyusunan skripsi pada Program Sarjana

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

INSTRUMEN PENELITIAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Responden Sampel dalam penelitian ini yaitu sampel total atau seluruh populasi menjadi sampel yang terdiri dari 63 orang guru SD penerima tunjangan sertifikasi di UPT Dindikbud Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi (f) Prosentase (%) L 58 92,1 P 5 7,9 Sumber: Diolah dari data primer, 2013 Pada Tabel 4.1 terlihat bahwa sebagian besar (92,1%) guru penerima tunjangan sertifikasi berjenis kelamin laki-laki. 71

Tabel 4.2 Karakteristik Responden berdasarkan Status Status Frekuensi (f) Prosentase (%) Kepala Sekolah 22 34,9 Guru Kelas 41 65,1 Sumber: Diolah dari data primer, 2013 Pada Tabel 4.2 terlihat bahwa sebagian besar (65,1 %) guru SD penerima tunjangan sertifikasi berstatus sebagai guru kelas, hal ini menunjukkan bahwa guru SD penerima tunjangan sertifikasi mayoritas guru kelas. 4.2 Analisis Deskriptif Pada Tabel 4.3, 4.4, dan 4.5 di bawah ini disajikan hasil analisis deskriptif terhadap masingmasing variabel dengan rumus: Skor maksimum Skor minimum Kategori Data variabel X1 diperoleh lewat tes objektif dengan jumlah 66 item dan 4 pilihan jawaban, rentang skor antara 1 sampai dengan 4 sehingga skor minimum 66 dan skor maximum 264. Jumlah kategori ada 5 yaitu Sangat Tinggi, Tinggi, Sedang, Rendah, dan Sangat Rendah. 72

Panjang Interval = Skor maksimum Skor minimum Kategori 264 66 39,6 dibulatkan 5 40 Selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 4.3 Tabel 4.3 Kategori Kepuasan Kerja Guru (X1) Responden (N=63) Kategori Rentang Skor Frekuensi Guru Prosentase (%) Sangat Tinggi 226-264 3 4,8 Tinggi 186-225 37 58,7 Sedang 146-185 21 33,3 Rendah 106-145 2 3,2 Sangat Rendah 66-105 0 0,0 Jumlah 63 100 Rata-rata 188,4 Sumber: Diolah dari data primer, 2013 Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa sebagian besar (58,7 %) kepuasan kerja guru dalam kategori Tinggi. Rata-rata kepuasan kerja guru memiliki skor 188,4 atau dalam kategori Tinggi. Data variabel diperoleh lewat tes objektif dengan jumlah item 20 dan 4 pilihan jawaban, sehingga jika benar semua mendapat skor 20, kalau salah semua mendapat skor 0 (nol). Untuk menentukan interval diperoleh dari: 73

Skor maksimum Skor minimum Kategori 20 0 Interval 4 5 Tabel 4.4 Deskripsi Frekuensi Kemampuan Menyusun RPP (X2) Responden (N=63) Kategori Interval Frekuensi (f) Prosentase (%) Sangat Baik 16-20 12 19,1 Baik 12-15 13 20,6 Cukup 8-11 25 39,7 Kurang 4-7 13 20,6 Sangat Kurang 0-3 0 0,0 Jumlah 63 100 Rata-rata 11,1 Sumber: Diolah dari data primer, 2013 Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa kemampuan menyusun RPP guru sebagian besar (39,7 %) dalam kategori Cukup. Rata-rata kemampuan menyusun RPP guru memiliki skor 11,1 atau dalam kategori Cukup. 74

Tabel 4.5 Kategori Kinerja Mengajar Guru (Sebagai Pribadi) (Y) Responden (N= 41) Kategori Rentang Skor Frekuensi Guru Prosentase (%) Sangat Baik 51-60 16 39,0 Baik 42-50 19 46,3 Sedang 33-41 6 14,6 Buruk 24-32 0 0,0 Sangat Buruk 15-23 0 0,0 Jumlah 41 100 Rata-rata 48,10 Sumber: Diolah dari data primer, 2013 Berdasarkan Tabel 4.5 kinerja mengajar guru sebagai pribadi sebagian besar (46,3 %) berada pada kategori Baik. Rata-rata skor kinerja mengajar guru menurut penilaian pribadi guru 48,10 berada pada kategori Baik. Tabel 4.6 Kategori Kinerja Mengajar Guru (Sebagai KS) (Y) Responden (N= 22) Kategori Rentang Skor Frekuensi Guru Prosentase (%) Sangat Baik 51-60 2 9,1 Baik 42-50 8 36,4 Sedang 33-41 12 54,5 Buruk 24-32 0 0,0 Sangat Buruk 15-23 0 0,0 Jumlah 22 100 Rata-rata 41,36 Sumber: Diolah dari data primer, 2013 75

Berdasarkan Tabel 4.6 kinerja mengajar guru sebagai kepala sekolah sebagian besar (54,5%) berada pada kategori Sedang. Rata-rata skor kinerja mengajar guru sebagai kepala sekolah 41,36 berada pada kategori Sedang. Rata-rata skor penilaian kinerja mengajar yang diisi oleh guru sebagai pribadi lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor penilaian kinerja mengajar oleh guru sebagai kepala sekolah. Ada kecenderungan guru menilai diri saat berstatus sebagai guru lebih baik dibandingkan menilai saat berstatus sebagai kepala sekolah. 4.3 Analisis Korelasi Sebelum dilakukan analisis korelasi, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas masingmasing variabel sebagai syarat untuk memakai analisis korelasi product moment. Berturutturut pada Tabel 4.7, 4.8, dan 4.9 disajikan hasil analisis normalitas masing-masing variabel. 76

Tabel 4.7 Hasil Analisis Normalitas Instrumen Kepuasan Kerja Guru One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kepuasan Kerja Guru N 63 Normal Parameters a Mean 164.8254 Std. Deviation 26.67761 Most Extreme Differences Absolute.119 Positive.119 Negative -.077 Kolmogorov-Smirnov Z.947 Asymp. Sig. (2-tailed).331 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data Pada Tabel 4.7 terlihat bahwa hasil uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) sebesar 0,947 dengan taraf signifikan 0,331 > 0,05 yang berarti bahwa distribusi sebaran hasil pengukuran variabel kepuasan kerja guru adalah normal. Tabel 4.8 Hasil Analisis Normalitas Instrumen Kemampuan Menyusun RPP One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kemampuan Menyusun RPP N 63 Normal Parameters a Mean 11.0794 Std. Deviation 4.04133 Most Extreme Differences Absolute.161 Positive.161 Negative -.120 Kolmogorov-Smirnov Z 1.277 Asymp. Sig. (2-tailed).077 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data 77

Pada Tabel 4.8 terlihat bahwa hasil uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) sebesar 1,277 dengan taraf signifikan 0,077 > 0,05 yang berarti bahwa distribusi sebaran hasil pengukuran variabel Kemampuan Menyusun RPP adalah normal. Tabel 4.9 Hasil Analisis Normalitas Instrumen Kinerja Mengajar Guru One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Kinerja Mengajar Guru N 63 Normal Parameters a Mean 46.3492 Std. Deviation 6.09643 Most Extreme Differences Absolute.128 Positive.082 Negative -.128 Kolmogorov-Smirnov Z 1.020 Asymp. Sig. (2-tailed).249 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data Pada Tabel 4.9 terlihat bahwa hasil uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) sebesar 1,020 dengan taraf signifikan 0,249 > 0,05 yang berarti bahwa distribusi sebaran hasil pengukuran variabel kinerja mengajar guru adalah normal. 78

4.4 Analisis Korelasi antar Variabel Penelitian Tabel 4.10 di bawah ini menyajikan data hasil Analisis Korelasi Product Moment antara Kepuasan Kerja dengan Kinerja Mengajar Guru. Tabel 4.10 Korelasi antar Kepuasan Kerja (X1), dengan Kinerja Mengajar Guru (Y) Sebagai Pribadi Correlations Control Variables Kepuasan Kerja Kepuasan Kerja Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation 1.371 * Sig. (2-tailed).017 N 63 41 Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation.371 * 1 Sig. (2-tailed).017 N 41 41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Berdasarkan Tabel 4.10 diperoleh nilai rxy sebesar 0,371, dengan p=0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan arah positif antara variabel kepuasan kerja guru, dengan kinerja mengajar guru, artinya bila skor kepuasan kerja guru meningkat maka diikuti skor kinerja mengajar guru meningkat dan/atau sebaliknya. 79

Tabel 4.11 Korelasi antar Kepuasan Kerja (X1), dengan Kinerja Mengajar Guru (Y) Sebagai Kepala Sekolah Correlations Control Variables Kepuasan Kerja Kepuasan Kerja Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation 1.501 * Sig. (2-tailed).017 N 63 22 Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation.501 * 1 Sig. (2-tailed).017 N 22 22 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Berdasarkan Tabel 4.11 diperoleh nilai rxy sebesar 0,501, dengan p = 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan arah positif antara variabel kepuasan kerja guru, dengan kinerja mengajar guru, artinya bila skor kepuasan kerja guru meningkat maka diikuti skor kinerja mengajar guru meningkat dan/atau sebaliknya. 4.5 Korelasi antar Kemampuan Menyusun RPP (X2) dengan Kinerja Mengajar Guru (Y) Tabel 4.11 di bawah ini menyajikan data hasil Analisis Korelasi Product Moment antara Kemampuan Menyusun RPP dengan Kinerja Mengajar Guru. 80

Tabel 4.12 Korelasi antar Kemampuan Menyusun RPP (X2), dengan Kinerja Mengajar Guru (Y) Sebagai Pribadi Correlations Control Variables Kemampuan Menyusun RPP Kemampuan Menyusun RPP Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation 1.370 * Sig. (2-tailed).017 N 63 41 Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation.370 * 1 Sig. (2-tailed).017 N 41 41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Berdasarkan Tabel 4.12 diperoleh nilai rxy sebesar 0,370, dengan p=0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan arah positif antara variabel kemampuan menyusun RPP, dengan kinerja mengajar guru, artinya bila skor kemampuan menyusun RPP meningkat maka skor kinerja mengajar guru turut meningkat dan/atau sebaliknya. 81

Tabel 4.13 Korelasi antar Kemampuan Menyusun RPP (X2), dengan Kinerja Mengajar Guru (Y) Sebagai Kepala Sekolah Correlations Control Variables Kemampuan Menyusun RPP Kemampuan Menyusun RPP Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation 1.504 * Sig. (2-tailed).017 N 63 22 Kinerja Mengajar Guru Pearson Correlation.504 * 1 Sig. (2-tailed).017 N 22 22 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Berdasarkan Tabel 4.13 diperoleh nilai rxy sebesar 0,504, dengan p=0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dengan arah positif antara variabel kemampuan menyusun RPP, dengan kinerja mengajar guru, artinya bila skor kemampuan menyusun RPP meningkat maka skor kinerja mengajar guru turut meningkat dan/atau sebaliknya. 4.6 Uji Hipotesis 4.6.1 Hubungan Kepuasan Kerja (X1) dengan Kinerja Mengajar Guru (Y) Pada Tabel 4.10 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kepuasan kerja dengan kinerja meng- 82

ajar guru sebagai pribadi ( ) = 0,371 dengan p = 017. Berpedoman pada taraf signifikansi 5% diperoleh p = 0,017 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Keeratan hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja mengajar guru ditunjukkan dari besarnya koefisien korelasi yaitu 0,371. Dari koefisien korelasi dapat diketahui sumbangan efektif ( ) kepuasan kerja pada kinerja mengajar guru sebesar 13,8% yang merupakan kuadrat dari koefiesien korelasi (R). Ini berarti bahwa hanya 13,8% variasi kinerja mengajar guru dapat dijelaskan oleh variasi kepuasan kerja guru. Demikian juga pada Tabel 4.11 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kepuasan kerja dengan kinerja mengajar guru berstatus sebagai kepala sekolah ( ) = 0,501 dengan p = 017. Berpedoman pada taraf signifikansi 5% diperoleh p = 0,017 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Keeratan hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja mengajar guru ditunjukkan dari besarnya koefisien korelasi yaitu 0,501. Dari koefisien korelasi dapat diketahui sumbangan efektif ( ) kepuasan kerja pada kinerja mengajar guru sebesar 25,1%. Ini berarti bahwa hanya 25,1% variasi kinerja mengajar guru dapat dijelaskan oleh variasi kepuasan kerja guru. Dengan demikian hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja mengajar guru baik penilaian guru sebagai pribadi maupun penilaian guru sebagai kepala sekolah dinyatakan signifikan. 83

4.6.2 Hubungan Kemampuan Menyusun RPP (X2) dengan Kinerja Mengajar Guru (Y) Pada Tabel 4.12 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kemampuan menyusun RPP dengan kinerja mengajar guru menurut penilaian pribadi guru ( ) = 0,370 dengan p = 017. Berpedoman pada taraf signifikansi 5% diperoleh p = 0,017 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Keeratan hubungan antara kemampuan menyusun RPP dan kinerja mengajar guru ditunjukkan dari besarnya koefisien korelasi yaitu 0,370. Dari koefisien korelasi dapat diketahui sumbangan efektif ( ) kemampuan menyusun RPP pada kinerja mengajar guru sebesar 13,7% yang merupakan kuadrat dari koefiesien korelasi (R). Ini berarti bahwa hanya 13,7% variasi kinerja mengajar guru dapat dijelaskan oleh variasi kemampuan menyusun RPP. Demikian juga pada Tabel 4.13 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kemampuan menyusun RPP dengan kinerja mengajar guru sebagai kepala sekolah ( ) = 0,504 dengan p = 017. Berpedoman pada taraf signifikansi 5% diperoleh p = 0,017 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Keeratan hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja mengajar guru ditunjukkan dari besarnya koefisien korelasi yaitu 0,504. Dari koefisien korelasi dapat diketahui sumbangan efektif ( ) kepuasan kerja pada kinerja mengajar guru sebesar 25,4%. Ini berarti bahwa hanya 25,4% variasi kinerja mengajar guru dapat dijelaskan oleh variasi kemampuan menyusun RPP. 84

4.7 Pembahasan Hasil Penelitian 4.7.1 Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Mengajar Guru SD Bersertifikasi di UPT Dindikbud Petungkriyono Hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan kinerja mengajar guru memiliki hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,371 dan 0,501, sumbangan efektif sebesar 38,9%. Ini berarti bahwa semakin tinggi kepuasan kerja seorang guru pada pekerjaannnya maka semakin tinggi kinerjanya. Dengan kata lain kenaikan kepuasan kerja para guru akan diikuti kenaikan kinerjanya dalam mengajar. Besarnya sumbangan efektif kepuasan kerja pada kinerja mengajar guru sebagai guru kelas dan sebagai kepala sekolah adalah 38,9%. Ini berarti masih terdapat sebesar 61,1% yang dipengaruhi oleh variabel lainnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Ngasripan (2011) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja mengajar guru SD Negeri Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Sumbangan efektif yang diberikan variabel kepuasan kerja pada variabel kinerja mengajar guru adalah sebesar 52,3%. Selain itu, Ngasripan (2011) juga mengemukakan bahwa ada hubungan yang positif signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja mengajar guru artinya semakin tinggi motivasi kerja guru semakin tinggi pula 85

kinerja mengajar guru di sekolah. Sumbangan efektif motivasi kerja pada kinerja mengajar sebesar 14,4%. Pada penelitian ini, penilaian kinerja mengajar guru dilakukan pada pelaksanaan tugas pokok guru dengan format penilaian tertentu. Guru yang memiliki kinerja mengajar tinggi adalah guru yang mengutamakan tugas pokoknya. Pelaksanaan tugas seorang guru dapat dilihat dari penjabaran Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 dan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik berasal dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungannya. Kepuasan kerja yang berhubungan dengan pekerjaan seorang guru dapat dipengaruhi oleh sembilan faktor yaitu sepervisi, teman kerja, kondisi kerja, imbalan jasa/upah, jaminan rasa aman, tanggung jawab, pekerjaan itu sendiri, kemajuan/ pengembangan diri dan penghargaan. Salah satu faktor yang berhubungan dengan pribadi guru secara individu adalah tingkat upah atau gaji yang diterimanya. Tingkat upah atau gaji yang diterima oleh guru pada saat ini dapat dikatakan cukup memadai, selain itu juga mendapat tambahan tunjangan profesi 86

sebesar satu kali gaji pokok (tunjangan sertifikasi) bagi yang sudah memenuhi syarat. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan kerja guru antara lain menciptakan hubungan kerja sama yang baik, menciptakan kondisi kerja yang baik, memperhatikan kesesuaian gaji dengan pekerjaan, memberikan jaminan rasa aman, memberi tanggung jawab, memberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan memberi pengakuan/penghargaan atas prestasi kerjanya. 4.7.2 Hubungan Kemampuan Menyusun RPP dengan Kinerja Mengajar Guru SD Bersertifikasi di UPT Dindikbud Petungkriyono Dari hasil uji statistik sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 4.12 dan Tabel 4.13 diketahui korelasi antara kemampuan menyusun RPP dengan kinerja mengajar guru sebesar = 0,370 dan = 0,504 dengan p=0,017 < 0,05 disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kemampuan menyusun RPP dengan kinerja mengajar guru. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Waimuri (2012) yang mengatakan bahwa ada hubungan yang positif signifikan antara pengetahuan menyusun RPP dengan kompetensi mengajar guru PAK SD Kristen Tri Tunggal Semarang, artinya skor variabel pengetahuan menyusun RPP guru meningkat maka skor kompetensi mengajar guru juga meningkat 87

atau sebaliknya. Dalam Permendiknas nomor 41 Tahun 2007 menyebutkan bahwa setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis dengan memperhatikan beberapa komponen yaitu identitas mata pelajaran, SK, KD, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan sumber belajar. RPP harus disusun dengan memperhatikan prinsip memperhatikan perbedaan individu, mendorong partisipasi aktif, mengembangkan budaya membaca dan menulis, memberikan umpan balik, adanya keterkaitan antar komponen dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu bukti seorang guru menunjukkan kinerja mengajar yang baik akan terlihat dari kemampuannya dalam menyusun RPP. 88