Kata kunci : Probabilitas pemilihan bus, Logit binner, Stated Preference

dokumen-dokumen yang mirip
APLIKASI METODE STATED PREFERENCE PADA PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (RUTE MAKASSAR MAJENE)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3,

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

1 e ABSTRAK. atribut biaya perjalanan adalah P BMlg = 0, ΔX1 Bsby =1- P BMlg, probability model, P BSby= 1- P BMlg, model

Partial Least Squares (PLS) Generalized Linear dalam Regresi Logistik

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST)

KAJIAN POTENSI PENGGUNA JALAN TOL MALANG KEPANJEN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang

KARAKTERISTIK DAN PELUANG KECELAKAAN PADA MOBIL PRIBADI DI WILAYAH PERKOTAAN (Characteristic and Accident Probability on Private Car in Urban Area)

ANALISIS KEMAUAN PENUMPANG PESAWAT UDARA UNTUK MENGGUNAKAN BUS TRANS JOGJA

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS)

PENERAPAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK MENGANALISIS TINGKAT KEPARAHAN KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS KABUPATEN BULELENG

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN

HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dengan Regresi Logistik dan Neural Network

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I

MODEL BANGKITAN PERGERAKAN BERDASARKAN AKTIVITAS MANDATORY DARI KOMPLEK PERUMAHAN DI KABUPATEN ACEH BARAT

METODE EKSTRAKSI FITUR PADA PENGKLASIFIKASIAN DATA MICROARRAY BERBASIS INFORMASI PASANGAN GEN. Nopember, Surabaya, Indonesia.

ANALISIS LOG-LOGISTIK UNTUK MENGGAMBARKAN HUBUNGAN DOSIS-RESPON HERBISIDA PADA TIGA JENIS GULMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai macam seperti gambar dibawah (Troitsky M.S, 1990).

BIAStatistics (2016) Vol. 10, No. 1, hal PENDAHULUAN

Pertemuan XIV, XV VII. Garis Pengaruh

Pemodelan dan Pemetaan Rata-rata Usia Kawin Pertama Wanita di Provinsi Jawa Timur dengan Pendekatan Regresi Logistik Ordinal

Pengkajian Pengembangan Model Pabrikasi Pupuk Organik..., Agus Ruswandi

Muatan Bergerak. Muatan hidup yang bergerak dari satu ujung ke ujung lain pada suatu

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED)

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma

METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Yuli Syafti Purnama 1 ABSTRACT

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P.

PEMODELAN PENGGUNAAN SEPEDA DI DALAM KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG. Selviana Walsen *) Abstract

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM

DIANDRA PARAMITA TIMUR

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL

Model Statistika untuk Fertilitas Perkawinan dengan Pendekatan Eksponenesial

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE

Tinjauan Termodinamika Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial. Oleh. Saeful Karim

Jurnal Spektran Vol. 2. No. 2, Juli 2014

Modifikasi Analytic Network Process Untuk Rekomendasi Pemilihan Handphone

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER

1. Proses Normalisasi

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON

PENERAPAN REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL PADA PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI WANITA (Studi Kasus di Desa Tonggara Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal)

PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD ESTIMATION (MLE) DENGAN BAYESIAN PADA REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag

KIMIA FISIKA (Kode : C-10) PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMBAGA DENGAN MEMANFAATKAN ADSORBEN ZEOLIT ALAM YANG TERIMPREGNASI

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan

MODEL STATISTIKA UNTUK FERTILITAS PERKAWINAN DENGAN PENDEKATAN EKSPONENSIAL. Abstrak

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan

Debuging Program dengan EasyCase

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut

Implementasi Pemodelan Multi Kriteria (PMK) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pengujian Mutu Ban Sepeda Motor

Tinjauan Termodinamika Pada Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial

METODE KLASIFIKASI BERSTRUKTUR POHON DENGAN ALGORITMA CRUISE, QUEST, DAN CHAID

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK OPTIKA GEOMETRIS

PENGABAIAN PADA LANSIA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL

Ensembel Kanonik Klasik

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR

BAB 2 DISTRIBUSI INDUK DAN DISTRIBUSI SAMPEL

ANALISIS PEMANFAATAN KREDIT UNTUK PENGEMBANGAN USAHA PADA UMKM DI KOTA SAMARINDA

PENGARUH SEGMEN BOTTLENECK SISTEMATIK TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS (STUDI KASUS: JL. JAMIN GINTING KM 14.5)

PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI TPA BURANGKENG KABUPATEN BEKASI

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI

Analisis Rangkaian Listrik

HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN WAKTU PENGGORENGAN KERIPIK SOSIS AYAM

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN

Penggunaan Algoritma RSA dengan Metode The Sieve of Eratosthenes dalam Enkripsi dan Deskripsi Pengiriman

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-Al2O3 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIENAM

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat

PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT.

DEFORMASI VERTIKAL DAN HORISONTAL PADA TANAH LUNAK DI BAWAH TRIAL EMBANKMENT DI KENDAL, KALIWUNGU, SEMARANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGARUH COMPUTER SELF-EFFICACY, SUBJECTIVE NORM, DAN SYSTEM QUALITY TERHADAP PENERIMAAN WOMUNITY OLEH NASABAH WOM FINANCE

REGRESI LINEAR & KORELASI. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung REGRESI

PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN SELF REGULATION SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK MUHAMMADIYAH 2 PEKANBARU

PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN DADU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

INFRASTRUKTUR. STUDI PERUBAHAN KARAKTERISTIK PASIR SIURI AKIBAT PENAMBAHAN BUTIRAN HALUS NONPLASTIS (STUDI KASUS FC > FC th )

PENERAPAN SISTEM TDM PADA SISTEM ALARM KEAMANAN GEDUNG

Pengaruh Rasio Tinggi Blok Tegangan Tekan Dan Tinggi Efektif Terhadap Lentur Balok Bertulangan Tunggal

Uci Sri Sundari STIE Kusuma Negara Indra Isharyanto.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA

PENGARUH CAR, NPF, FDR, BOPO, DAN GWM TERHADAP LABA PERUSAHAAN (ROA) PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE

ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V

KAJIAN AWAL MEKANISME REAKSI ELEKTROLISIS NaCl MENJADI NaClO 4 UNTUK MENENTUKAN TAHAPAN REAKSI YANG EFEKTIF DARI PROSES ELEKTROLISIS NaCl

Transkripsi:

PROBABILITAS PENGGUNAAN BUS ANGKUTAN ALTERNATIF PADA RUTE JAYAPURA BANDAR UDARA SENTANI AMIRUDDIN Mahasiswa Magistr Bidang Kahlian Manajmn Dan Rkayasa Transortasi Fakultas Tknik Siil dan Prncanaan Institut Tknologi Suluh Nombr Surabaya Hra WIDYASTUTI Staff Pngajar Bidang Kahlian Manajmn Dan Rkayasa Transortasi Fakultas Tknik Siil dan Prncanaan Institut Tknologi Suluh Nombr Surabaya Abstrak : Bandar Udara Sntani mruakan trminal distribusi kluar masuknya arus numang transortasi udara khususnya di Proinsi Paua. Slama ini angkutan umum yang trsdia adalah Taksi Bandara dngan tarif rlatif mahal. Bagi numang cativ kbradaan Taksi trsbut sangat mmbantu dalam rgrakan dari Kota Jayaura k Bandar Udara Sntani dan sbaliknya walauun ditinjau dari sisi biaya trasa sangat mmbratkan ttai. Bagi numang choic, faktor biaya ini mngakibatkan mrka cndrung mnggunakan kndaraan ribadi dariada Taksi Bandara. Banyaknya nggunaan kndaraan ribadi ini brdamak trhada mningkatnya kadatan volum lalu lintas ada ruas jalan shingga mnimbulkan ktidak-lancaran / kmactan ada ruas jalan mnuju k Bandar Udara Sntani. Tujuan dari nlitian adalah untuk mndaatkan tingkat robabilitas masyarakat mmilih mnggunakan Bus sbagai angkutan altrnatif dari Jayaura Bandar Udara Sntani dan sbaliknya brdasarkan snsitifitas travl tim dan travl cost. Mtoda yang digunakan ada nlitian ini adalah Mtoda Logit binnr dngan Tknik Statd Prfrnc. Dari analisa trlihat bahwa, ngguna taksi mmunyai robabilitas untuk brsdia mnggunakan bus lbih tinggi dari ada ngguna kndaraan ribadi. Kata kunci : Probabilitas milihan bus, Logit binnr, Statd Prfrnc 1. LATAR BELAKANG Bandara Udara Sntani mruakan salah satu Bandar Udara di Provinsi Paua dngan jumlah rgrakan numang yang stia tahunnya mngalami ningkatan yang cuku sat. Pningkatan trsbut diakibatkan brtambahnya rut dan jumlah nrbangan. Siring dngan mningkatnya arus numang baik yang datang mauun yang brangkat mngakibatkan mningkatnya rmintaan sarana angkutan numang dari Jayaura k Bandar Udara Sntani mauun sbaliknya. Prmasalahan yang trjadi adalah jumlah sarana angkutan umum dari Jayaura k Bandara Udara Sntani mauun sbaliknya sangat trbatas, tidak simbang dngan jumlah numang yang datang mauun yang brangkat. Angkutan umum yang trsdia hanya taksi bandara dngan

jumlah yang tidak mmadai dngan tarif yang cuku mahal, shingga numang banyak mnggunakan kndaraan ribadi. Mlihat dari rmasalahan yang trjadi maka rlu ada suatu studi nlitian yang mmbrikan suatu altrnatif angkutan lain yaitu angkutan umum Bus untuk mlayani rut Jayaura Bandara Udara Sntani. 2. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari nulisan ini adalah: Untuk mnganalisa robabilitas masyarakat mmilih mnggunakan Bus sbagai angkutan altrnatif dari Jayaura Bandar Udara Sntani dan sbaliknya brdasarkan snsitifitas travl tim dan travl cost. 3. METODE PENELITIAN Saml yang dikumulkan dalam nlitian trbagi mnjadi ; 1. Survy skundr : yaitu ngumulan data dari instansi trkait yaitu : - Dinas rhubungan (Subdin rhubungan darat dan Subdin rhubungan udara. - Bandar Udara Sntani 2. Survy rimr : yaitu dngan mlakukan survy di laangan dngan mlakukan wawancara langsung dngan rsondn. Data hasil survy slanjutnya diolah dngan mmbntuk sris data yang akan diross untuk mndaatkan rsamaan utilitas kdua moda brdasarkan ssitifitas biaya dan waktu rjalanan. Probabilitas antara kdua moda dijabarkan dalam modl rgrsi logistik. 4. TINJAUAN PUSTAKA Statd Prfrnc Tknik Statd Prfrnc mruakan tknik ngumulan data yang mngacu ada ndkatan trhada ndaat rsondn dalam mnghadai brbagai ilihan altrnatif. Tknik ini mnggunakan dsain ksrimntal untuk mmbuat sjumlah altrnatif situasi imaginr. Bntuk rgrsi logistik mruakan suatu mtod análisis data yang digunakan untuk mncari hubungan antara variabl rson (y) yang brsifat binr atau dikotomus dngan variabl rdiktor (x) yang brsifat olikotomus (Hosmr dan Lmshow,1989). Modl rgrsi logistik sbnarnya mnggambarkan robabilitas atau rsiko dari satu obyk dngan rsamaan sbagai brikut: ( x) 1 ( 0 1x1... x ) ( 0 1x1... x )

Dimana : (x) = luang mmilih bus 0 = Konstanta 1... = Paramtr dari suatu karaktristik x 1... x = Karaktristik rsondn 5. ANALISA DATA 5.1 Distribusi Data Survy laangan yang dilaksanakan ada lokasi bandara Sntani dan di wilayah Jayaura dngan rsondn adalah ngguna jasa yang mnggunakan atau rnah mnggunakan kdua moda angkutan trsbut. Waktu survy ngambilan data dilakukan dalam bulan Dsmbr 2007 s.d. Mart 2008 dngan jumlah saml adalah sbanyak 315 rsondn dngan rtanyaan mliuti latar blakang sosio-konomi rsondn dan kombinasi ilihan sbanyak 9 altrnatif. 5.2 Analisa Prmodlan Prmodlan ilihan moda yang ditawarkan didaat dngan ndkatan rgrsi logistik. Modl ilihan moda dibagi mnjadi dua yaitu : 1. modl ilihan moda antara bus dngan kndaraan ribadi, dan ; 2. modl ilihan moda antara bus dngan taksi bandara. 5.2.1 Modl Pilihan antara Moda Angkutan Bus dngan Kndaraan Pribadi Pngujian yang harus dilakukan rtama dalam ilihan moda bus dngan kndaraan ribadi ini adalah mnguji scara univariat masing-masing variabl karaktristik rsondn srta ilihan trvl cost dan trvl tim. Karaktristik yang scara univariat signifikan mmngaruhi rsondn dalam mnntukan ilihan moda bus ataukah kndaraan ribadi kmudian diuji scara brsama/srntak untuk mngtahui karaktristik srta ilihan trvl cost dan trvl tim manakah yang scara brsama-sama mmngaruhi rsondn dalam mnntukan ilihan moda angkutan dari dan mnuju bandara. 1. Pngujian karaktristik rsondn scara univariat Suatu karaktristik dikatakan signifikan trhada rson jika nilai Sig. < α atau nilai Wald > 2 ( df ; ) dimana α adalah tolransi ksalahan ngujian yang diijinkan dalam hal ini digunakan α = 5% atau tolransi maksimal adalah 10%. Hiotsis yang digunakan dalam ngujian univariat adalah: H 0 : 0 (aramtr variabl bbas tidak signifikan) i H 1 : i 0 (aramtr variabl bbas signifikan); i = 1, 2,..., Karaktristik yang scara univariat signifikan mmngaruhi rsondn dalam mmilih moda angkutan bus atau kndaraan ribadi adalah jnis klamin, usia, krjaan, ndaatan, jumlah sda motor dan mobil yang dimiliki, kndaraan yang sring digunakan dari dan mnuju bandara srta jumlah kluarga yang turut srta dalam rjalanan. Sdangkan jumlah bagasi scara univariat tidak signifikan mmngaruhi rsondn dalam mmilih moda angkutan yang diinginkan.

Contoh analisis robabilitas trhada hasil di atas dibrikan sbagai brikut. Untuk karaktristik krjaan Variabl Paramtr -valu Ex (B) Work 0.000 Work (1) -1.810 0.000 0.164 Work (2) -1.223 0.000 0.294 Work (3) -0.465 0.239 0.628 Work (4) -0.700 0.020 0.497 Work (5) -0.827 0.099 0.438 Constant 2.436 0.000 11.429 Obsrvations 142 LL (O) -662.908 LL (β) -621.124 ρ 2 0.063 Dirolh rsamaan logit sbagai brikut, Logit ln 2.436 1.81Work ( 1) 1.223Work 2 0. 7Work 1 Pluang sorang wiraswasta mmilih moda angkutan bus adalah sbsar, Logit ln 2.436 1.811 0. 626 1 4 Logit 0.626 bus 0. 6516. Logit 0.626 1 1 Pluangnya mmilih mnggunakan kndaraan ribadi adalah, 1 bus 1 0.6516 0. 3484. Sdangkan jika orang itu bkrja slain sbagai sorang wiraswasta, PNS, TNI/Polri, karyawan atau ibu RT maka luangnya mmilih bus adalah 0.9195 dan luang mnggunakan kndaraan ribadi adalah 1 bus 1 0.9195 0. 0805. Brdasarkan analisis trsbut daat disimulkan bahwa luang sorang karyawan atau krja lain-lain mmilih bus adalah lbih bsar dibanding sorang wiraswasta dan PNS. 5.2.2 Modl Pilihan antara Moda Angkutan Bus dngan Taxi 1. Pngujian karaktristik rsondn scara univariat Tolransi ksalahan yang diijinkan adalah α = 5% dan tolransi maksimal adalah 10%. Jika digunakan nilai Wald maka ngambilan kutusan dngan Wald > 2 ( df ; ), dimana df adalah dgrs of frdom (drajat bbas). Hiotsis dalam ngujian univariat adalah: H 0 : 0 (aramtr variabl bbas tidak signifikan) i H 1 : 0 (aramtr variabl bbas signifikan); i = 1, 2,..., i

Karaktristik yang scara univariat signifikan mmngaruhi rsondn dalam mmilih moda angkutan bus atau taxi adalah jnis klamin, usia, krjaan, ndaatan, jumlah sda motor yang dimiliki, kndaraan yang sring digunakan dari dan mnuju bandara, jumlah kluarga yang turut srta dalam rjalanan srta jumlah bagasi yang dibawa. Sdangkan jumlah mobil yang dimiliki scara univariat tidak signifikan brngaruh trhada milihan moda angkutan yang diinginkan. Contoh analisis robabilitas trhada ngujian univariat dibrikan sbagai brikut. Untuk karaktristik krjaan Variabl Paramtr -valu Ex (B) Work 0.000 Work (1) 0.195 0.434 1.216 Work (2) 0.675 0.005 1.964 Work (3) -0.414 0.134 0.661 Work (4) 0.912 0.000 2.489 Work (5) -0.135 0.726 0.873 Constant 1.036 0.000 2.818 Obsrvations 173 LL (O) -745.567 LL (β) -722.456 ρ 2 0.031 Shingga dirolh rsamaan logit sbagai brikut, Logit ln 1.036 0.675Work 2 0. 912Work 1 Pluang sorang PNS mmilih moda angkutan bus adalah sbsar, Logit ln 1.036 0.675 1 1. 711 1 Logit 1.711 bus 0. 8470 Logit 1.711 1 1 4 dan luang mmilih mnggunakan taxi adalah, 1 bus 1 0.8470 0. 1530 5.2.3 Prbandingan Snsitivitas antara Bus dngan Kndaraan Pribadi dan Bus dngan Taxi trhada Waktu Tmuh Bus Brdasarkan hasil analisis di atas, jika kita ingin mngtahui snsitivitas ngaruh waktu tmuh bus trhada milihan moda angkutan bus maka dirolh hasil sbagai brikut. 1. Moda angkutan Bus dan Kndaraan Pribadi Pluang mnggunakan bus dibanding mnggunakan kndaraan ribadi dngan rtimbangan waktu tmuh bus brdasarkan jnis krjaan rsondn dibrikan dalam tabl brikut.

Variabl Paramtr -valu Ex (B) Work 0.000 Work (1) -1.872 0.000 0.154 Work (2) -1.257 0.000 0.285 Work (3) -0.474 0.234 0.623 Work (4) -0.715 0.018 0.489 Work (5) -0.846 0.096 0.429 Ttim_bus -0.040 0.000 0.961 Constant 5.513 0.000 247.885 Obsrvations 142 LL (O) -662.908 LL (β) -598.624 ρ 2 0.097 Shingga dirolh rsamaan logit, Logit ln 5.5131.872Work 1 1.257Work 2 0.715Work 4 0.04tim 1 Dan rsamaan robabilitasnya dibrikan olh, bus 1 Logit Logit 1 5.5131.872Work 1 1.257Work 2 0.715Work 4 0.04tim 5.5131.872Work 1 1.257Work 2 0.715Work 4 0.04tim Nilai robabilitas rsondn mmilih mnggunakan bus dibanding kndaraan ribadi brdasarkan waktu tmuh bus dibrikan scara lngka sbagai brikut: Ttim_bus (mnit) Pkrjaan Wiraswasta PNS TNI/Polri Karyawan IRT Lainnya 60 0.776 0.865 0.933 0.917 0.906 0.957 70 0.699 0.811 0.904 0.881 0.866 0.938 80 0.608 0.742 0.863 0.832 0.813 0.910 90 0.510 0.658 0.808 0.768 0.744 0.871 100 0.411 0.564 0.739 0.690 0.661 0.820 110 0.319 0.464 0.655 0.598 0.566 0.753 120 0.239 0.367 0.559 0.500 0.467 0.671 130 0.174 0.280 0.460 0.401 0.370 0.578 Brdasarkan tabl di atas maka daat disimulkan bahwa luang ssorang lbih mmilih bus akan smakin kcil siring dngan brtambah lamanya waktu tmuh yang dibutuhkan olh bus. Grafik nilai luang trsbut adalah sbagai brikut.

Probabilitas 1.000 0.800 0.600 0.400 0.200 Wiraswata PNS TNI/Polri Karyawan IRT Lainnya 0.000 60 70 80 90 100 110 120 130 Waktu (mnit) 2. Moda angkutan Bus dan Taxi Pluang mmilih mnggunakan bus dibanding mnggunakan taxi dngan rtimbangan waktu tmuh bus brdasarkan jnis krjaan adalah: Variabl Paramtr -valu Ex (B) Work 0.000 Work (1) 0.197 0.432 1.217 Work (2) 0.679 0.005 1.971 Work (3) -0.417 0.132 0.659 Work (4) 0.917 0.000 2.501 Work (5) -0.136 0.725 0.873 Ttim_bus -0.015 0.006 0.985 Constant 2.173 0.000 8.781 Obsrvations 173 LL (O) -745.567 LL (β) -718.631 ρ 2 0.04 Shingga dirolh rsamaan logit, Logit ln 2.173 0.679Work 0.917Work 4 1 0.015tim Dan rsamaan robabilitasnya dibrikan olh, bus 1 Logit Logit 1 2 2.1730.679Work 2 0.917Work 4 0.015tim 2.1730.679Work 2 0.917Work 4 0.015tim

Probabilitas Nilai luang rsondn mnggunakan bus dibanding mnggunkan taxi brdasarkan waktu tmuh bus dibrikan scara lngka sbagai brikut, Ttim_bus Pkrjaan (mnit) Wiraswasta PNS TNI/Polri Karyawan IRT Lainnya 60 0.813 0.876 0.702 0.899 0.757 0.781 70 0.789 0.858 0.670 0.885 0.728 0.755 80 0.763 0.839 0.636 0.869 0.698 0.726 90 0.735 0.818 0.600 0.851 0.665 0.695 100 0.705 0.794 0.564 0.831 0.631 0.662 110 0.673 0.769 0.526 0.808 0.596 0.628 120 0.639 0.741 0.489 0.784 0.559 0.592 130 0.603 0.711 0.452 0.758 0.522 0.556 Brdasarkan tabl di atas maka daat disimulkan bahwa luang ssorang mmilih bus akan smakin kcil siring dngan brtambah lamanya waktu tmuh yang dibutuhkan olh bus. Grafik nilai luang trsbut adalah sbagai brikut. 1.000 0.900 0.800 0.700 0.600 0.500 0.400 0.300 0.200 0.100 Wiraswasta PNS TNI/Polri Karyawan IRT Lainnya 0.000 60 70 80 90 100 110 120 130 Waktu (mnit) 6. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Ksimulan a. Pngguna kndaraan ribadi yang mmilih mnggunakan bus akan mudah kmbali kndaraan ribadi siring mningkatnya waktu tmuh bus dari dan mnuju Bandara. b. Pngguna taksi yang mmilih mnggunakan bus cndrung tta mnggunakan bus mski waktu tmuhnya mningkat.

6.2 Saran a. Karna luang masyarakat untuk brindah dari mnggunakan kndaraan ribadi dan trutama taxi mnjadi bus sangat bsar, maka diharakan agar angkutan bus yang akan dijalankan mmbrikan knyamanan dan kamanan ada numangnya shingga numang tidak mrasa kcwa dan trus mnggunakan bus. b. Prancangan trhada schdul kbrangkatan bus rlu dilakukan shingga jumlah armada yang sudah disiakan daat diorasikan scara otimal. DAFTAR PUSTAKA - Bronwyn H. Hall, Clint Cummins (1997), Tim Sris Procssor Vrsion 4.4, TSP Intrnational, TSP JAPAN. - Horowitz, J.L., Kolman,F.S., & Lrman,S.R. (1986), A Slf Instructing Cours In Disaggrgat Mod Choic Modlling, Final Rort, U.S. Dartmnt of Transortation, Washington D.C. - Knsuk, Yanagiya (1990), Fasibility Study On Th Cikamk Cirbon Tollway Projct, Final Rort, Jakarta Intrnational Agncy, Jakarta - Nasution, H. M. N (1996), Manajmn Transortasi, Pnrbit Ghalia Indonsia, Jakarta. - Ortuzar, J.d D., Willumsn, L.G. (l990), Modlling Transort, John Wily & Sons, Inc. - Parmin, D., Swanson, J., Kros, E., Bradly.,(1991), Statd Prfrnc Tchniqus : A Guid to Practic, Str Davis Glav and Haqu Consulting Grou London. - Munawar, A., (2005) Dasar-Dasar Tknik Transortasi. - Hid (1982), Th Knya Road Transort Cost Studis ; Rsarch on VOC, TRLL - Siil ITB, Prncanaan Sistim Angkutan Umum (Public Transort Systm Planning), Jurusan Tknik Siil Institut Tknologi Bandung, 1997 - Masliyah (2008), Komtisi Pmilihan Moda Angkutan Pnumang Antara Moda Jalan Rl (KA Komutr) dan Moda Jalan Raya (Mikrolt/Bison) Rut Surabaya Sidoarjo. Tsis Magistr, Manajmn dan Rkayasa Transortasi, ITS. - Kmn Prhubungan nomor : KM 89 Tahun 2002, Mkanism Pntaan Tarif dan Formula Prhitungan Biaya Pokok Angkutan Pnumang Dngan Mobil Bus Umum Antar Kota Klas Ekonomi. - Hosmr, D. W., dan Lmshow, S., (1989). Alid Logistic Rgrssion. John Wily and Sons, USA.