Tes Potensi Akademik (TPA)

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS NARASI FILSAFAT ILMU

BENTUK SILOGISME S - M S - P

ANALISIS LOGIKA BAHASA: TINJAUAN SILOGISME DALAM BENTUK SATUAN LINGUAL COPYWRITING IKLAN DI SWALAYAN KOTA SOLO BULAN AGUSTUS 2005 SKRIPSI

Matematika Industri I

Nama Mata Kuliah LOGIKA FORMAL. Masyhar, MA. Fakultas Psikologi. Modul ke: Fakultas. Program Studi Program Studi.

Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA. Wahyudi. Pendahuluan

BAB V PENALARAN DAN SILOGISME. 30/03/2015 Hand Out Power Point Logika/Yusuf Siswantara, SS., M. Hum.

Argumen premis konklusi jika dan hanya jika Tautolog

Modul Ilmu Mantiq/Logika. Dosen: Ahmad Taufiq MA

NAMA LAMBANG KATA PERNYATAAN LOGIKANYA PENGHUBUNG

LOGIKA MATEMATIKA. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X

4. LOGIKA MATEMATIKA

Catt: kedua kalimat pertama dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua kalimat terakhir dapat ditolak karena fakta yang menentang kebenarannya.

MODUL 3: DEDUKSI TRADITIONAL

Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.

Logika. Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si.

LOGIKA MATEMATIKA. Tabel kebenarannya sbb : p ~ p B S S B

Pembahasan Soal SNMPTN 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.

Logika Matematika BAGUS PRIAMBODO. Silogisme Silogisme Hipotesis Penambahan Disjungsi Penyederhanaan Konjungsi. Modul ke: Fakultas FASILKOM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

6. LOGIKA MATEMATIKA

MAKALAH FILSAFAT ILMU Silogisme dan Proposisi Kategoris. Disusun oleh : Nama : NPM :

SILOGISME DAN ENTIMEN

Pembahasan Soal SBMPTN 2014 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.

LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)

MODUL PERKULIAHAN DASAR-DASAR LOGIKA. Modul ini berisi langkahlangkah. memahami prinsip-prinsip logis dalam bernalar.

PERTEMUAN VIII-IX SILOGISME KATEGORIS

Dasar-dasar Logika. Proposisi. Ramdhan Muhaimin, M.Soc.Sc. Hubungan Masyarakat. Ilmu Komunikasi. Modul ke: Fakultas. Program Studi

Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012

LATIHAN PRA UJIAN AKHIR SEMESTER DASAR DASAR LOGIKA. Pilih dan tulislah A, B, C, D atau E untuk jawaban-jawaban yang benar di bawah ini!

LOGIKA. Arum Handini Primandari

Nantia Rena Dewi Munggaran

BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA

Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika

Logika Proposisi 1. Definisi 1. (Proposisi) Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya sekaligus.

LOGIKA MATEMATIKA. d. 6 + a > -4 e. 7 adalah faktor dari 63. c. 4 x 6 2. Tentukan variabel dan himpunan penyelesaian dari: a.

STMIK Banjarbaru LOGIKA PROPOSISIONAL. 9/24/2012 H. Fitriyadi & F. Soesianto

Smart Solution TAHUN PELAJARAN 2012/201 /2013. (Program Studi IPA) Disusun Sesuai Indikator Kisi-Kisi UN Disusun oleh : Pak Anang

Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

LOGIKA MATEMATIKA Menuju TKD 2014

LOGIKA SIMBOLIK. Bagian II. September 2005 Pengantar Dasar Matematika 1

LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN

Proposisi Kompositif. Proposisi Konjuntif

METODE INFERENSI (1)

LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd

I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA

METODE INFERENSI. Level 2. Level 3. Level 4

PERNYATAAN (PROPOSISI)

Jadi penting itu baik, tapi jadi baik jauh lebih penting

D. BENTUK SILOGISME E. CORAK SILOGISME F. VALIDITAS SILOGISME G. DICTUM DE OMNI ET NULLO H. POLISILOGISME I.INDUKSI

BAB I LOGIKA MATEMATIKA

Fisika IPA (TKD SAINTEK)

MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian)

PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321. SEMESTER : GANJIL (5) DOSEN : MAULANA, S.Pd., M.Pd.

Matematika SMA (Program Studi IPA)

INGKARAN DARI PERNYATAAN

KUANTOR. A. Fungsi Pernyataan

LOGIKA. Logika Nilai kebenaran pernyataan majemuk Ingkaran suatu pernyataan Penarikan kesimpulan. A. Pernyataan, Kalimat Terbuka, Ingkaran.

kusnawi.s.kom, M.Eng version

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.

BAB 6 LOGIKA MATEMATIKA

PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF

CBT Psikotes CBT UN SMA IPA SBMPTN. FPM Matematika. Tes Buta Warna

Pembahasan Soal SIMAK UI 2012 SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Matematika IPA

Kuliah 2 1. LOGIKA (LOGIC) Matematika Diskrit. Dr.-Ing. Erwin Sitompul

LOGIKA Matematika Industri I

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).

II. KAJIAN PUSTAKA. untuk menggunakan unsur-unsur bahasa untuk menyampaikan maksud atau pesan

A. A B. E C. I D. O E. S

Paket Rumus Matematika Dasar

bab 1 Logika MATEMATIKA

Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1

Bab 1 LOGIKA MATEMATIKA

Pertemuan 2. Proposisi Bersyarat

RENCANA PEMBELAJARAN

- Mahasiswa memahami dan mampu membuat kalimat, mengevaluasi kalimat dan menentukan validitas suatu kalimat

PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.

Latihan Materi LOGIKA MATEMATIKA. 1. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

Dasar-dasar Logika. (Review)

Logika Proposisi. Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic)

Logika Matematika. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI

LOGIKA DAN PEMBUKTIAN

HAND OUT V KEPUTUSAN atau PROPOSISI

LOGIKA MATEMATIKA Talisadika Maifa

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.

BAB VI KESIMPULAN UNSUR-UNSUR PEMIKIRAN

Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya

Inference Method.

PENALARAN HUKUM: Antara Nalar Deduktif dan Nalar Induktif

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XI Program Keahlian : Akuntansi dan Penjualan

LOGIKA MATEMATIKA. Materi SMA/SMK/MA. kelas X

PEMBAHASAN DAN KUNCI JAWABAN UN MATEMATIKA SMA 2011 PAKET 12 PLUS TRIK SUPERKILAT DAN LOGIKA PRAKTIS (By Pak Anang

PERNYATAAN MAJEMUK & NILAI KEBENARAN

EKSKLUSIF OR (XOR) DEFINISI

PROPOSISI MAJEMUK. dadang mulyana

Matematika IPA (MATEMATIKA TKD SAINTEK)

PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA

Mahasiswa memahami kuantifikasi dan simbolisme logika. 2) Mahasiswa dapat menyebutkan hubungan antara kuantor eksistensial dan kuantor

Logika Predikat 1. Kita akan memulai bagian ini dengan dua argumen.

3. Manusia butuh makan Tak satupun makhluk yang tidak membutuhkan makanan untuk hidup Semua makhluk hidup butuh makan untuk hidup

Transkripsi:

Rangkuman Materi SBMPTN 2013 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal Tes Potensi Akademik (TPA) Disusun Oleh : Pak Anang

Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Ringkasan Materi SBMPTN Tes Potensi Akademik (TPA) Penalaran Deduktif (Penarikan Kesimpulan) By Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) B. PENALARAN DEDUKTIF Pada penalaran deduktif adik-adik dituntut kemampuan untuk menarik sebuah kesimpulan (konklusi) dari fakta-fakta yang telah disediakan pada soal. Fakta-fakta tersebut berupa premis, pernyataan atau proposisi. 1. KONKLUSI (Penarikan Kesimpulan) Pada tes konklusi atau penarikan kesimpulan yang perlu ditekankan adalah tes ini bukan menguji kemampuan berbahasa Indonesia. Akan tetapi lebih dari itu, tes konklusi atau penarikan kesimpulan ini menguji kemampuan anda dalam mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk kemudian menarik kesimpulan yang tepat. Disini, kemampuan adik-adik dalam memahami premis dan menarik kesimpulan sangat diutamakan. Silahkan diingat kembali pada pelajaran Matematika SMA kelas X tentang Logika Matematika pada subbab penarikan kesimpulan. Bagaimana cara menarik kesimpulan yang benar. Itu adalah dasar yang diperlukan dalam menarik kesimpulan pada tipe soal SBMPTN. Ups, tapi tidak cukup itu saja yang diperlukan. Kemampuan adik-adik dalam memanipulasi informasi tanpa merubah maknanya dan mengambil kesimpulan secara logis (bukan secara perasaan) juga merupakan salah satu hal penting yang perlu dipelajari lagi. Di kelas X SMA tentunya adik-adik masih ingat tentang penarikan kesimpulan berikut: 1. Modus Ponens p q p q Jika hujan turun maka Sinta memakai payung. Sinta memakai payung. Maka kesimpulannya adalah hujan turun. 2. Modus Tollens p q q p Jika saya lulus tes SBMPTN maka saya akan dibelikan sepeda motor. Saya tidak dibelikan sepeda motor. Maka kesimpulannya adalah saya tidak lulus tes SBMPTN. 3. Silogisme (Silogisme Hipotesis) p q q r p r Jika saya belajar giat maka saya akan wisuda tepat waktu. Jika saya wisuda tepat waktu maka saya akan cepat menikah. Maka kesimpulannya adalah jika saya belajar giat maka saya akan cepat menikah. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 1

Nah selain ketiga jenis penarikan kesimpulan tersebut masih ada lagi bagaimana cara penarikan kesimpulan yang lain, yaitu: 4. Silogisme Kategorial (Akan di bahas lebih lanjut di halaman berikutnya). M = term menengah S = term subyek P = term predikat Tipe 1 Tipe 2 Tipe 3 Tipe 4 M P P M M P P M S M S M M S M S S P S P S P S P Silogisme Kategorik Tipe 1 Semua tumbuhan memerlukan air. Akasia adalah tumbuhan Maka kesimpulannya adalah akasia memerlukan air. Silogisme Kategorik Tipe 2 Tidak ada pemain AC Milan yang berasal dari Indonesia. Semua pemaian Timnas berasal dari Indonesia. Maka kesimpulannya adalah tidak ada permain Timnas yang bermain di AC Milan. Silogisme Kategorik Tipe 3 Semua koruptor adalah penjahat. Semua koruptor harus ditangkap oleh KPK. Maka kesimpulannya adalah beberapa yang ditangkap KPK adalah penjahat. (bukan semua yang ditangkap KPK adalah penjahat!) Silogisme Kategorik Tipe 4 Tidak ada koruptor yang mau ditangkap KPK. Semua yang ditangkap KPK harus diperiksa di pengadilan. Maka kesimpulannya beberapa yang diperiksa di pengadilan adalah bukan koruptor. 5. Silogisme Disjungtif Tipe 1 Tipe 2 p q p q p q q p Silogisme Disjungtif Tipe 1 Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu tidak lari ke Solo Maka kesimpulannya adalah penjahat itu lari ke Yogyakarta Silogisme Disjungtif Tipe 2 Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu lari ke Yogyakarta Maka kesimpulannya adalah penjahat itu tidak lari ke Solo. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 2

6. Silogisme Alternatif Tipe 1 Tipe 2 p q p q p q q p Silogisme Alternatif Tipe 1 Heru berbaju putih atau tidak putih Heru berbaju putih Maka kesimpulannya adalah Heri bukan tidak berbaju putih. Silogisme Alternatif Tipe 2 Heru berbaju putih atau tidak putih Heru bukan tidak berbaju putih Maka kesimpulannya adalah Heri berbaju putih. 7. Dilema Konstruktif p q r s p r q s Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau lulus ujian. Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya senang. 8. Dilema Destruktif p q r s q s p r Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Saya tidak joging atau saya tidak senang. Maka kesimpulannya adalah bukan hari minggu atau saya tidak lulus ujian. 9. Dilema Dua Arah p q r s p s q r Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau saya tidak senang. Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya tidak lulus ujian. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 3

10. Simplifikasi Konjungtif Tipe 1 Tipe 2 p q p p q q Simplifikasi Konjungtif Tipe 1 Sinta anak pandai dan kreatif. Maka kesimpulannya adalah Sinta anak pandai. Simplifikasi Konjungtif Tipe 2 Sinta anak pandai dan kreatif. Maka kesimpulannya adalah Sinta anak kreatif. 11. Penjumlahan Disjungtif p p q Cynthia adalah gadis yang cantik. Maka kesimpulannya adalah Cynthia adalah gadis yang cantik atau memiliki tubuh seksi. 12. Konjungsi p q p q Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika. Yusuf mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak. Maka kesimpulannya adalah Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika dan mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 4

13. Komposisi p q p r p (q r) Jika saya lulus ujian maka saya akan dibelikan sepeda motor baru. Jika saya lulus ujian maka saya akan senang. Maka kesimpulannya adalah jika saya lulus ujian maka saya akan senang dan dibelikan sepeda motor baru. 14. Teorema De Morgan (p q) p q Tidak benar bahwa saya malas dan saya nakal. Maka kesimpulannya adalah saya tidak malas atau saya tidak nakal. Nah, jadi sekarang adik-adik sudah memiliki dasar logika untuk mengerjakan soal-soal SBMPTN pada bagian Tes Potensi Akademik. Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan lebih detail pada Proposisi dan Silogisme Kategorik pada pembahasan SMART SOLUTION TPA SBMPTN di halaman berikutnya... Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 5

PROPOSISI Proposisi adalah pernyataan yang terdiri dari dua term yaitu subyek dan predikat dan dapat dinilai benar atau salahnya. Dalam logika, proposisi hanya bisa benar atau salah, tetapi tidak kedua-duanya. Artinya tidak mungkin setengah benar atau setengah salah. Benar salahnya proposisi tergantung pada hal yang dibicarakan. Jika membicarakan tentang benda alamiah, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan kenyataannya (teori korespondensi), dan jika yang dibicarakan adalah tentang kesepakatan atau persetujuan bersama, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan hasil kesepakatan atau persetujuan tersebut (teori koherensi). Proposisi tersusun dari empat bagian penting, yaitu: Kuantor + Subyek + Kopula + Predikat Semua + ayah + adalah + laki-laki Sebagian + sarjana + bukan + guru Dua bagian utama dari proposisi adalah: 1. Term sebagai Subyek : hal yang diterangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kuantitas proposisi. Ada dua jenis subjek: a. Subyek universal : mencakup semua yang dimaksud oleh subyek. Subyek universal ini disertai dengan kuantor universal. b. Subyek partikular : mencakup hanya sebagian dari keseluruhan yang disebutkan oleh subyek. Subyek partikular ini disertai dengan kuantor eksistensial. 2. Term sebagai Predikat : hal yang menerangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kualitas proposisi. Ada dua jenis predikat: a. Predikat afirmatif : sifat mengiyakan hubungan antara predikat dengan subyek. b. Predikat negatif, mengingkari adanya hubungan antara predikat dengan subyek atau meniadakan hubungan subyek dengan predikat. Dua bagian lain yang menyertai proposisi: 3. Kopula : hal yang mengungkapkan hubungan antara subyek dan predikat. Kata yang biasa digunakan sebagai kopula adalah, ialah, bukan, tidak. Kopula kadang dituliskan dalam kalimat, kadang tersembunyi, tetapi harus selalu ditulis bila mengingkarkan. 4. Kuantor : pembilang yang menunjukkan lingkungan yang dimaksud oleh subjek. Ada dua jenis kuantor: a. Kuantor Universal : berlaku untuk semua anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah semua atau setiap. b. Kuantor Eksistensial : berlaku untuk setidaknya ada satu anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah ada, sebagian, beberapa, atau sementara. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 6

JENIS PROPOSISI Apabila proposisi dilihat berdasarkan hubungan antara kuantitas pada term subyek dan kualitas pada term predikat, maka proposisi dapat dibedakan menjadi tujuh buah proposisi seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini: Universal Afirmatif Ekuivalen Implikasi Negatif Eksklusif Proposisi Partikular Afirmatif Negatif Inklusif Implikasi Inklusif Implikasi Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 7

1. Proposisi Universal Afirmatif Semua S adalah P a. Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen Semua S adalah P Semua P adalah S Semua manusia adalah berbudaya. Diagram Venn: Subyek : Manusia Predikat : Berbudaya Sehingga interpretasi contoh kalimat tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Semua manusia adalah berbudaya 2. Semua yang berbudaya adalah manusia b. Proposisi Universal Afirmatif Implikasi Semua S adalah P Sebagian P bukan S Semua manusia adalah ciptaan Tuhan. Diagram Venn: Subyek : Manusia Predikat : Ciptaan Tuhan TIPS: Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu: 1. Semua warna merah ada di dalam warna biru. 2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 3. Warna biru ternyata tidak hanya terletak di daerah berwarna merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan. 2. Sebagian ciptaan Tuhan bukan manusia. 3. Ciptaan manusia bukan hanya manusia Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 8

2. Proposisi Universal Negatif Tidak seperti proporsi yang lain, proposisi Universal Negatif hanya memiliki satu bentuk eksklusif yaitu Proposisi Universal Negatif Eksklusif. a. Proposisi Universal Negatif Eksklusif Semua S bukan P Semua manusia adalah bukan kambing. Diagram Venn: Subyek : Manusia Predikat : Kambing TIPS: Diagram Venn di atas memiliki dua daerah: 1. Semua warna merah tidak terletak di warna biru. 2. Semua warna biru tidak terletak di warna merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Semua manusia bukan kambing. 2. Semua kambing bukan manusia. 3. Proposisi Partikular Afirmatif Sebagian S adalah P a. Proposisi Partikular Afirmatif Inklusif Sebagian S adalah P Sebagian P adalah S Sebagian orang Indonesia adalah keturunan asing. Diagram Venn: Subyek : Orang Indonesia Predikat : Keturunan Asing TIPS: Diagram Venn di atas memiliki empat daerah: 1. Sebagian merah berada di biru. 2. Sebagian biru berada di merah. 3. Sebagian merah tidak berada di daerah biru. 4. Sebagian biru tidak berada di daerah merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian orang Indonesia adalah keturunan asing. 2. Sebagian keturunan asing adalah orang Indonesia. 3. Sebagian orang Indonesia bukan keturunan asing. 4. Sebagian keturunan asing bukan orang Indonesia. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 9

b. Proposisi Partikular Afirmatif Implikasi Sebagian P adalah S Sebagian P bukan S Sebagian anggota DPR adalah anggota MPR. Diagram Venn: Subyek : Anggota MPR Predikat : Anggota DPR TIPS: Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu: 1. Sebagian warna biru terletak di daerah merah. 2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 3. Semua warna merah terletak di daerah biru. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian anggota DPR adalah anggota MPR. 2. Sebagian anggota DPR adalah bukan anggota MPR. 3. Semua anggota MPR adalah anggota DPR. 4. Proposisi Partikular Negatif Sebagian S bukan P a. Proposisi Partikular Negatif Inklusif Sebagian sarjana hukum bukan ahli politik. Sebagian S bukan P Sebagian P bukan S Diagram Venn: Subyek : Sarjana hukum Predikat : Ahli politik TIPS: Diagram Venn di atas memiliki empat daerah: 1. Sebagian merah tidak berada di daerah biru. 2. Sebagian biru tidak berada di daerah merah. 3. Sebagian merah berada di daerah biru. 4. Sebagian biru berada di daerah merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian sarjana hukum bukan ahli politik. 2. Sebagian ahli politik bukan sarjana hukum. 3. Sebagian sarjana hukum adalah ahli politik. 4. Sebagian ahli politik adalah sarjana hukum. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 10

b. Proposisi Partikular Negatif Implikasi Sebagian manusia bukan orang Indonesia. Sebagian P bukan S Semua S adalah P Diagram Venn: Subyek : Orang Indonesia Predikat : Manusia TIPS: Diagram Venn di atas memiliki dua daerah yaitu: 1. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 2. Semua warna merah terletak di daerah biru. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian manusia bukan orang Indonesia. 2. Semua orang Indonesia adalah manusia. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 11

SILOGISME KATEGORIAL Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya berbentuk kategorial. Contohnya: Bila S adalah himpunan subyek, dan P adalah himpunan predikat maka ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi: Semua S adalah P. Tidak ada S adalah P. Sebagian S adalah P. Sebagian S bukan P. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan. Premis Mayor : Semua tumbuhan memerlukan air. Premis Minor : Akasia adalah tumbuhan. Kesimpulan : Akasia memerlukan air. Pada contoh diatas bisa term subyeknya adalah akasia, term predikatnya adalah memerlukan air dan term menengahnya adalah tumbuhan. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 12

HUKUM PENARIKAN KESIMPULAN SILOGISME KATEGORIK 1. Silogisme harus terdiri dari 3 term, yaitu Subyek, Predikat dan Term Menengah. 2. Term penengah (M) tidak terdapat pada kesimpulan. 3. Setiap proposisi dirumuskan dalam bentuk proposisi A, E, I, O A = Proposisi Universal Afirmatif (Semua S adalah P) E = Proposisi Universal Negatif (Semua S bukan P/ Bukan S adalah P) I = Proposisi Partikular Afirmatif (Sebagian S adalah P) O = Proposisi Partikular Negatif (Sebagian S bukan P) 4. Sekurang-kurangnya satu premis harus positif. a. Jika kedua premis merupakan proposisi negatif, maka tidak dapat diambil kesimpulannya. Tidak ada maling yang mau ditangkap. Andi bukan maling. (Tidak bisa ditarik kesimpulan) (Proporsi Negatif) (Proporsi Negatif) b. Jika salah satu premis merupakan proposisi negatif, maka kesimpulannya juga harus merupakan proposisi negatif. Semua tindak korupsi tidak disukai orang. Sebagian pejabat melakukan tindakan korupsi. Maka, sebagian pejabat tidak disenangi. (Proporsi Negatif) (Proporsi Negatif) 5. Sekurang-kurangnya satu premis harus universal. a. Jika kedua premis merupakan proposisi partikular, maka kesimpulan yang diambil adalah tidak sah karena kebenarannya tidak pasti. Sebagian orang kaya adalah pelit. Sebagian pedagang adalah orang kaya. (Proporsi Partikular) (Proporsi Partikular) Maka, sebagian pedagang adalah pelit????? (Belum tentu benar) b. Jika dalam salah satu premis terdapat proposisi partikular, maka kesimpulannya juga merupakan proposisi partikular. Semua yang halal dimakan menyehatkan. Sebagian makanan tidak menyehatkan. Maka, sebagian makanan tidak halal. (Proporsi Partikular) (Proporsi Partikular) c. Jika premis mayor adalah proposisi partikular dan premis minor adalah proposisi negatif, maka tidak dapat ditarik kesimpulan. Sebagian murid mengerjakan PR. Murid kelas X tidak mengerjakan PR. (Tidak bisa ditarik kesimpulan) (Proporsi Partikular) (Proporsi Negatif) 6. Term predikat pada kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premis. Jika tidak, kesimpulannya menjadi salah. Kamboja adalah bunga. Mawar bukanlah Kamboja. Mawar bukanlah bunga. (Term predikat pada kesimpulan merupakan proposisi negatif, sedangkan pada premis merupakan proposisi positif) 7. Term penengah harus bermakna sama, baik di dalam premis mayor ataupun minor. Jika term menengah bermakna ganda, maka kesimpulannya salah. Bulan merupakan benda langit. April adalah bulan. April adalah benda langit????? (Bulan pada premis mayor adalah nama salah satu benda langit, sedangkan bulan pada premis minor adalah salah satu nama bulan dalam satu tahun) Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 13

TIPS SUPERKILAT Cara mudah untuk memahami bentuk silogisme kategorial ini adalah dijelaskan pada langkahlangkah di bawah: 1. Kenali bentuk dasar dari silogisme kategorial. Silogisme kategorial terdiri dari 3 bagian yaitu premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat dari kesimpulan), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek kesimpulan). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan. Premis Mayor : Semua tumbuhan memerlukan air. Premis Minor : Akasia adalah tumbuhan. Kesimpulan : Akasia memerlukan air. Pada contoh di atas bisa dilihat bahwa term mayor dan predikat dari kesimpulan adalah memerlukan air, term minor dan subyek dari kesimpulan adalah akasia dan term menengahnya adalah tumbuhan yang menghubungkan antara premis mayor dan premis minor. 2. Bayangkan masing-masing term sebagai sebuah kategori. Misalkan term tumbuhan, adalah kategori yang menyusun semua yang bisa didefinisikan sebagai tumbuhan. 3. Pahami masing-masing premis sebagai kombinasi dari empat bentuk berikut: Semua/Sebagian/Tidak ada + A + adalah/bukan + B. Ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi: a. Proposisi Universal afirmatif (dilambangkan A): Semua S adalah P. b. Proposisi Universal negatif (dilambangkan E): Tidak ada S adalah P. c. Proposisi Partikular afirmatif (dilambangkan I): Sebagian S adalah P. d. Proposisi Partikular negatif (dilambangkan O): Sebagian S bukan P. 4. Tentukan bentuk silogisme yang muncul. Jika dilihat dari letak term menengah, apakah menjadi subyek atau predikat pada premis, maka silogisme dikelompokkan menjadi 4: a. Silogisme Kategorial Tipe 1: Premis Mayor : M P Premis Minor : S M Kesimpulan : S P b. Silogisme Kategorial Tipe 2: Premis Mayor : P M Premis Minor : S M Kesimpulan : S P c. Silogisme Kategorial Tipe 3: Premis Mayor : M P Premis Minor : M S Kesimpulan : S P d. Silogisme Kategorial Tipe 4: Premis Mayor : P M Premis Minor : M S Kesimpulan : S P Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 14

5. Tentukan apakah silogisme tersebut valid atau tidak. Dengan mengkombinasikan 4 kemungkinan variasi (A, E, I, O) untuk masing-masing bagian, 3 bagian (premis mayor, premis minor, kesimpulan), dan empat variasi posisi. Secara keseluruhan terdapat 256 bentuk kemungkinan dari silogisme. Namun dari kombinasi 256 bentuk tersebut hanya 19 bentuk saja yang valid. Secara gampangnya ada 16 variasi bentuk variasi premis mayor dan premis minor yang mungkin dibuat, yaitu bisa dilihat pada tabel berikut: Premis Mayor A A A A E E E E I I I I O O O O Premis Minor A E I O A E I O A E I O A E I O Valid/Tidak Keenambelas kombinasi variasi bentuk silogisme kategorik tersebut adalah: AA, AE, AI, AO, EA, EE, EI, EO, IA, IE, II, IO, OA, OE, OI, OO. Dimana, A = Proposisi Universal Afirmatif (Semua S adalah P) E = Proposisi Universal Negatif (Semua S bukan P/ Bukan S adalah P) I = Proposisi Partikular Afirmatif (Sebagian S adalah P) O = Proposisi Partikular Negatif (Sebagian S bukan P) Sekarang, coba lihat hukum penarikan kesimpulan silogisme kategorik di halaman 13!!! 4. Sekurang-kurangnya satu premis harus positif (afirmatif), maka jelas EE, EO, OE, dan OO adalah variasi yang tidak valid!!!!!!! 5. Sekurang-kurangnya satu premis harus universal, maka jelas II, IO, dan OI adalah variasi yang tidak valid!!!!!!! 5c. Jika premis mayor adalah proposisi partikular dan premis minor adalah proposisi negatif, maka tidak dapat ditarik kesimpulan, maka jelas IE juga adalah variasi yang tidak valid!!!!!!! Jadi variasi bentuk silogisme yang valid adalah AA, AE, AI, AO, EA, EI, IA, dan OA. Bentuk silogisme yang valid tersebut ditulis dalam jembatan kata-kata seperti berikut ini: a. Bentuk pertama, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Barbara, Celarent, Darii, Ferio. 1. Barbara: AAA-1 Semua burung adalah hewan. Semua merpati adalah burung. Jadi, semua merpati adalah hewan. 2. Celarent: EAE-1 Tidak ada siswa SMA Perjuangan yang mencuri. Semua yang ditangkap polisi adalah siswa SMA Perjuangan. Jadi, tidak ada yang ditangkap polisi adalah pencuri. 3. Darii: AII-1 Semua siswa SMA Antariksa telah lulus ujian nasional. Sebagian yang mencorat-coret seragam adalah siswa SMA Antariksa. Jadi, sebagian yang mencoret-coret seragam telah lulus ujian. 4. Ferio: EIO-1 Tidak ada koruptor yang ingin masuk penjara. Beberapa anggota DPR adalah koruptor. Jadi, beberapa anggota DPR tidak ingin masuk penjara. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 15

b. Bentuk kedua, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Cesare, Camestres, Festino, Baroco. 1. Cesare: EAE-2 Tidak ada yang telah divonis sebelum di sidang di pengadilan. Semua teroris bom Bali belum disidang di pengadilan. Jadi, tidak ada teroris Bom Bali yang telah divonis. 2. Camestres: AEE-2 Semua teroris bom Bali telah disidang di pengadilan. Tidak ada koruptor yang telah disidang di pengadilan. Jadi, tidak ada koruptor merupakan teroris bom Bali. 3. Festino: EIO-2 Tidak ada makanan cepat saji yang menyehatkan. Beberapa masakan hotel menyehatkan. Jadi, beberapa masakan hotel adalah bukan makanan cepat saji. 4. Baroco: AOO-2 Semua masyarakat memusuhi dengan tindakan korupsi. Beberapa anggota DPR tidak melakukan tindakan korupsi. Jadi, beberapa anggota DPR tidak dimusuhi masyarakat. c. Bentuk ketiga, hanya memiliki 6 bentuk yang valid: Darapti, Disamis, Datisi, Felapton, Bocardo, Ferison. 1. Darapti: AAI-3 Semua pemain Manchester City berjabat tangan dengan wasit. Semua pemain Manchester City memakai sepatu biru. Jadi, sebagian yang memakai sepatu biru berjabat tangan dengan wasit 2. Disamis: IAI-3 Sebagian buku di Gramedia informatif. Semua buku di Gramedia tertata rapi. Jadi, sebagian buku yang tertata rapi adalah informatif. 3. Datisi: AII-3 Semua pelaut adalah perenang. Sebagian pelaut adalah penyelam. Jadi, sebagian penyelam adalah perenang. 4. Felapton: EAO-3 Tidak ada ular yang enak untuk dimakan. Semua ular adalah hewan. Jadi, beberapa hewan tidak enak untuk dimakan. 5. Bocardo: OAO-3 Beberapa buku tidak bermanfaat. Semua buku adalah sumber ilmu. Jadi, beberapa sumber ilmu tidak bermanfaat. 6. Ferison: EIO-3 Tak satupun siswa yang boleh memasuki gudang. Semua siswa adalah warga sekolah. Jadi, beberapa warga sekolah tidak boleh memasuki gudang. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 16

d. Bentuk keempat, hanya mimiliki 5 bentuk yang valid: Bramantip, Camenes, Dimaris, Fesapo, Fresison. 1. Bramantip: AAI-4 Semua daging babi haram dimakan. Semua yang haram dimakan harus dihindari. Jadi, beberapa yang harus dihindari adalah daging babi. 2. Camenes: AEE-4 Semua yang hadir adalah wisatawan Australia. Tidak ada wisatawan Australia yang penyanyi. Jadi, tidak ada penyanyi yang hadir. 3. Dimaris: IAI-4 Beberapa sarjana hukum adalah pengacara. Semua pengacara adalah mahir berbicara, Jadi, beberapa yang mahir berbicara adalah sarjana hukum. 4. Fesapo: EAO-4 Tidak ada makanan enak yang gratis. Semua hal yang gratis banyak disukai orang. Jadi, beberapa hal yang banyak disukai orang adalah bukan makanan enak. 5. Fresison: EIO-4 Tidak ada anjing merupakan burung. Semua burung adalah hewan peliharaan. Jadi, sebagian hewan peliharaan adalah bukan anjing. Untuk download TRIK dan TIPS SUPERKILAT SBMPTN 2013 yang lain jangan lupa untuk mengunjungi http://pak-anang.blogspot.com/?spref=tpasbmptn2013. Terimakasih, Pak Anang. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Halaman 17