METODE NUMERIK ROSENBERG

dokumen-dokumen yang mirip
METODE STEEPEST DESCENT

ARAH KONJUGAT. dibuat guna memenuhi tugas UAS Mata Kuliah Metode Numerik Dosen: Rukmono Budi Utomo M.Sc. 4 juni Dadang Supriadi A2

Metode Numerik Roosenberg

Metode Numerik Arah Konjugasi

METODE NUMERIK ARAH KONJUGASI

METODE NUMERIK STEEPEST DESCENT

SILABUS PERKULIAHAN TAHUN AKADEMIK 2015/2016

MODIFIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENCARI SOLUSI PERSAMAAN LINEAR DAN NONLINEAR

Metode Numerik Newton

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-1

Metode Numerik Dichotomus

Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

PENDAHULUAN METODE NUMERIK

METODE NUMERIK SECANT

Kata Pengantar. Medan, 11 April Penulis

OPTIMASI FUNGSI MULTI VARIABEL DENGAN METODE UNIVARIATE. Dwi Suraningsih (M ), Marifatun (M ), Nisa Karunia (M )

METODE NUMERIK BISEKSI

POKOK BAHASAN. Matematika Lanjut 2 Sistem Informasi

Oleh : Anna Nur Nazilah Chamim

BAB II LANDASAN TEORI

KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH AKAR PERSAMAAN TAK LINEARPADA MATA KULIAH METODE NUMERIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

Persamaan yang kompleks, solusinya susah dicari. Contoh :

Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

METODE NUMERIK SEMESTER 3 2 JAM / 2 SKS. Metode Numerik 1

Bab 1. Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

Pengantar Metode Numerik

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

OPTIMASI FUNGSI MULTIVARIABLE TANPA KENDALA DENGAN METODE NEWTON

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sehari-hari dan juga merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri serta

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TJUKUP MARNOTO. Carl Friedrich Gauss. Leonhard Euler. Isaac Newton. ANALISA NUMERIK dan PEMPROGRAMAN dengan BAHASA SCILAB

Modifikasi Kontrol untuk Sistem Tak Linier Input Tunggal-Output Tunggal

FUZZY LINIER PROGRAMMING UNTUK PEMILIHAN JENIS KENDARAAN DALAM MENGANTISIPASI KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA MEDAN

Ilustrasi Persoalan Matematika

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN MATA AJAR METODE NUMERIK. oleh. Tim Dosen Mata Kuliah Metode Numerik

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4

Media Pembelajaran Integrasi Numerik Dengan Metode Kuadratur Gauss

oleh : Edhy Suta tanta

BAB 2 LANDASAN TEORI

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

Staff Pengajar Jurusan Teknik Mesin, FT-Universitas Sebelas Maret Surakarta

Studi Kasus Penyelesaian Pers.Non Linier. Studi Kasus Non Linier 1

Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent

BAB I PENDAHULUAN. analitik, misalnya persamaan berikut sin x 7. = 0, akan tetapi dapat

BAB I PENDAHULUAN. ilmu pengetahuan lain untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan karena

Penyelesaian Persa. amaan Non Linier. Metode Iterasi Sederhana Metode Newton Raphson. Metode Secant. Metode Numerik. Iterasi/NewtonRaphson/Secant

Pendahuluan Metode Numerik

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam, Banda Aceh

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN. Kode Komputer : 068 Kode Mata Kuliah : MMP Dosen Pengampu : Sisca Octarina, M.Sc Eka Susanti, M.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) METODE NUMERIK

PAM 252 Metode Numerik Bab 4 Pencocokan Kurva

ISBN. PT SINAR BARU ALGENSINDO

Persamaan Non Linier

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberi penjelasan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PENDIDIKAN KARAKTER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

PENERAPAN LOGIKA FUZZY PADA PROGRAM LINEAR

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 17 Maret 2010

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

METODE STEEPEST DESCENT

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

METODE NUMERIK TKM4104. Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (KKSS43116) Metode Numerik. Disusun oleh: Rafki Imani, MT

OPTIMASI BIAYA PRODUKSI PADA HOME INDUSTRY SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENGALI LAGRANGE DAN PEMROGRAMAN KUADRATIK TUGAS AKHIR SKRIPSI

Regresi Linier Berganda untuk Penentuan Nilai Konstanta pada Fungsi Konsekuen di Logika Fuzzy Takagi-Sugeno

METODE NUMERIK TKM4104. KULIAH KE-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

Analisis Numerik Integral Lipat Dua Fungsi Trigonometri Menggunakan Metode Romberg

METODE NUMERIK SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR

Panduan Belajar. Selamat Belajar. iii

KONTRAK PEMBELAJARAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

esaian Pers.Non Linier Studi Kasus Penyele S. Hadi, ST. MSc. Muhammad Zen Studi Kasus Non Linier

BAB IV. Pencarian Akar Persamaan Tak Linier. FTI-Universitas Yarsi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. operasi yang mampu menyelesaikan masalah optimasi sejak diperkenalkan di

BAB 1 PENDAHULUAN. hal, persamaan ini timbul langsung dari perumusan mula dari persoalannya, didalam hal

MAKALAH KALKULUS Integral Turunan Limit

SILABUS MATAKULIAH. : Mahasiswa menyelesaikan permasalahan matematika yang bersifat numerik.

Jurnal MIPA 36 (2): (2013) Jurnal MIPA.

MATA KULIAH ANALISIS NUMERIK

BAB 2 LANDASAN TEORI

ISBN: Cetakan Pertama, tahun Semua informasi tentang buku ini, silahkan scan QR Code di cover belakang buku ini

Metode Numerik. Muhtadin, ST. MT. Metode Numerik. By : Muhtadin

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier

Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

1) Untuk menentukan ketepatan (accuracy) hasil penghitungan numerik. 2) Untuk membuat kriteria stop pada

BAB 2 LANDASAN TEORI

Dr. Ir. Bib Paruhum Silalahi, M.Kom

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

I. PENDAHULUAN. kemajuan. Salah satunya adalah cabang ilmu matematika yang sampai saat ini

Transkripsi:

METODE NUMERIK ROSENBERG Mata Kuliah : Metode Numerik Dosen Pengampu : Rukmono Budi Utomo, M.Sc Disusun Oleh : Rizka Apriyanti 6 A1 13840080 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Jl. Perintis kemerdekaan I/33 Cikokol, Tangerang Tahun Ajaran 01/016 1

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia yang telah diberikan- Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah Metode Numerik ini dengan baik. Makalah ini saya sajikan dalam bentuk yang sederhana. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah Metode Numerik di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Selain itu saya juga berharap makalah ini mampu memberikan kontribusi dalam menunjang pengetahuan para mahasiswa dan pihak lain pada umumnya. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan di masa yang akan datang. Tangerang, 07 Juni 016 Rizka Apriyanti

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... 3 BAB I. PENDAHULUAN... 4 A. Latar Belakang... 4 B. Rumusan Masalah... 4 C. Tujuan... 4 D. Manfaat... BAB II. PEMBAHASAN... 6 A. Pengertian Metode Numerik... 6 B. Pengertian Metode Numerik Roosenberg... 7 C. Algoritma Metode Numerik Roosenberg... 7 D. Contoh Penyelesaian Soal dengan Metode Numerik Roosenberg... 8 E. Contoh Pembuktian dengan Metode Analitik... 1 BAB III. PENUTUP... 13 DAFTAR PUSTAKA... 14 3

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Metode Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasikan masalah matematis agar dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan biasa (tambah, kurang, kali dan bagi). Metode numerik adalah teknik -teknik yang digunakan untuk merumuskan masalah matematika agar dapat diselesaikan han ya dengan operasi hitungan, yang terdiri dari operasi tambah, kurang, kali dan bagi (Susila, 1994 ; Ibraheem dan Hisyam, 003). Terdapat banyak jenis metode numerik, namun pada dasarnya, masing -masing metode tersebut memiliki karakteristik umum, yaitu selalu mencakup sejumlah kalkulasi aritmetika. Jadi metode numerik adalah suatu teknik untuk memformulasikan masalah matematika sehingga dapat diselesaikan dengan operasi aritmetika yang terdiri dari operasi tambah, kurang, kali dan bagi (Rochmad, 011). Metode numerik terbagi kepada beberapa macam metode dan salah satunnya adalah metode yang akan kita bahas dalam makalah ini yaitu Metode Numerik Roosenberg. Alasan penggunaan metode numerik ini karena tidak semua permasalahan matematis atau perhitungan matematis dapat diselesaikan dengan mudah. bahkan dalam prinsip matematika, suatu persoalan matematika yang paling pertama dilihat adalah apakah persoalan itu memiliki penyelesaian atau tidak. Jadi, jika suatu persoalan sudah sangat sulit atau tidak mungkin digunakan dengan metodematematis (analitik) maka kita dapat menggunakan metode numerik sebagai alternative penyelesaian persoalan tersebut. B. Rumusan Masalah a. Apa pengertian dari Metode Numerik? b. Apa pengertian dari Metode Numerik Roosenberg? c. Bagaimanakah Algoritma dari Metode Numerik Roosenberg? d. Bagaimana Contoh Soal dan Penyelesaiannya dengan menggunakan Metode Numerik Roosenberg? e. Bagaimanakah pembuktian dengan cara analitik? C. Tujuan a. Untuk mengetahui Pengertian dari Metode Numerik b. Untuk mengetahui Pengertian dari Metode Numerik Roosenberg 4

c. Untuk mengetahui Algoritma dari Metode Numerik Roosenberg d. Untuk mengetahui Contoh Soal dan Penyelesaiannya dengan menggunakan Metode Numerik Roosenberg? e. Untuk mengetahui contoh pembuktian dengan cara analitik D. Tujuan dan Manfaat Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah Metode Numerik di semester 6, serta berbagi pengetahuan ke mahasiswa lainnya mengenai materi yang akan dibahas yaitu Metode Numerik Roosenberg. Manfaat yang dapat di petik dari tujuan tersebut yaitu diharapkan dapat menambah wawasan sebagai bekal menjadi seorang pendidik bagi pembaca dan khususnya untuk mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tangerang.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Metode Numerik Menurut bahasa, Metode adalah cara yang sistematis untuk menyelesaikan persoalan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sedangkan, Numerik adalah yang berhubungan dengan angka. Jadi, Metode Numerik adalah teknik atau cara sistematis untuk menyelesaikan persoalan matematika dengan operasi angka. Metode Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasikan masalah matematis agar dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan biasa seperti tambah, kurang, kali dan bagi. Metode artinya cara, sedangkan numerik artinya angka. Jadi, Metode Numerik secara harfiah berarti cara berhitung dengan menggunakan angka-angka. Beberapa definisi metode numerik dikemukakan oleh ahli matematika, diantaranya : Metode Numerik adalah teknik dimana masalah matematika diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan oleh pengoperasian aritmetika (Chapra dan Chanale, 1991). Menurut Susila (1994) ; Ibraheem dan Hisyam (003) Metode numerik adalah teknik -teknik yang digunakan untuk merumuskan masalah matematika agar dapat diselesaikan han ya dengan operasi hitungan, yang terdiri dari operasi tambah, kurang, kali dan bagi. Terdapat banyak jenis metode numerik, namun pada dasarnya, masing -masing metode tersebut memiliki karakteristik umum, yaitu selalu mencakup sejumlah kalkulasi aritmetika. Jadi metode numerik adalah suatu teknik untuk memformulasikan masalah matematika sehingga dapat diselesaikan dengan operasi aritmetika yang terdiri dari operasi tambah, kurang, kali dan bagi (Rochmad, 011). a. Prinsip-Prinsip Metode Numerik : Metode Numerik merupaan pendekatan untuk mendapatkan pemecahan masalah yang dapat dipertanggung jawabkan secara analitik. Pendekatannya merupakan analisis matematis. Metode Numerik terdiri atas algoritma-algoritma yang dapat dihitung secara cepat dan mudah. Karena berasal dari algoritma pendekatan, maka Metode Numerik ini akan memakai iterasi (pengulangan). 6

Nilai kesalahan merupakan hal paling utama untuk mengetahui seberapa baik metode yang digunakan. b. Penggunaan Metode Numerik : Penggunaan metode numerik biasanya digunakan untuk menyelesaikan persoalan matematis yang penyelesaiannya sulit didapatkan dengan menggunakan metode analitik, yaitu : a. Menyelesaikan persamaan non linear b. Menyelesaikan persamaan simultan c. Menyelesaikan differensial dan integral d. Menyelesaikan persamaan differensial e. Interpolasi dan Regresi f. Masalah multivariabel untuk menentukan nilai optimal yang tak bersyarat B. Pengertian Metode Numerik Rosenberg Metode Numerik Roosenberg diusulkan oleh Rosenbrock pada tahun 1960. Ia menekan sejumlah kesamaan dengan pencarian garis dan juga mencari beberapa arah tegak lurus dalam ruang. Metode numerik Rosenberg ini merupakan salah satu metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah optimisasi, yakni menentukan nilai x 1 = {x 1, x } R yang meminimumkan atau memaksimumkan fungsi Z = f( x). Metode untuk menyelesaikan masalah optimisasi ini juga dapat menggunakan metode Aksial, Steepest Descant, Hooke and Jeeves, Arah Konjugasi atau Newton. Namun, tentu saja setiap metode numerik masing-masing memiliki algoritma yang berbeda dengan kecepatan tingkat efektifitas pencarian yang berbeda serta tingkat kesalahan yang berbeda pula. Dalam metode numerik Rosenberg ini kita dapat menggunakan direction 1 dan direction yang sama dengan metode numerik lainnya. Akan tetapi, untuk direction ke-3 dan seterusnya kita tidak kembali ke direction 1 melainkan perlu dicari dengan menggunakan rumus d 3 seperti yang akan dipaparkan pada point berikut. C. Algoritma Metode Numerik Roosenberg Algoritma Metode Numerik Roosenberg adalah sebagai berikut : 1. Ditentukan fungsi Z = f( x) = f(x 1,x ) dan akan dicari nilai yang memini- 7

mumkan atau memaksimumkan nilai Z = f(x 1,x ) tersebut. Tentukan sebarang titik awal x 1 = {x 1, x } R (yang mengapit nilai (x 1, x ) yang sebenarnya) 3. Tentukan ε > 0 suatu konstanta positif yang menunjukkan kesalahan yang ditoleransi 4. Tentukan arah pencarian direction d 1 = (1, 0) dan d = (0, 1). Menentukan λ k dengan cara λ k = min Z ( x k + λ k d k ) 6. Menentukan x k+1 dengan cara x k+1 = x k + λ k d k 7. Menentukan d 3 dengan rumus d k+1 = b k, dengan b b k k = λ k d k + λ k+1 d k+1 8. Iterasi berhenti ketika x k x k+1 < ε 9. Lakukan pengecekan dengan cara analitik atau dengan cara menentukan turunan pertama dari tiap variabel dan disamadengankan nol untuk memperoleh titik kritisnya D. Contoh Penyelesaian Soal dengan Metode Numerik Roosenberg Soal : Diberikan fungsi Z = f(x 1, x ) = x 1 3x 1 + x 8x dengan ε = 0, 1 dan x 1 = {1, 3}. Tentukan nilai x 1 = {x 1, x } yang meminimumkan fungsi tersebut! Penyelesaian : Diketahui : Z = f(x 1, x ) = x 1 3x 1 + x 8x ε = 0, 1 x 1 = {1, 3} d 1 = 1, 0 d = 0, 1 d 3 = b 1 b 1 ITERASI 1 : λ 1 = min Z( x 1 + λ 1 d 1 ) λ 1 = min Z((1, 3) + λ 1 (1, 0)) λ 1 = min Z((1, 3) + (λ 1,0)) λ 1 = min Z (1 + λ 1,3) Z(x 1, x ) = x 1 3x 1 + x 8x Z(1 + λ 1, 3) = (1 + λ 1 ) 3(1 + λ 1 ) + (3) 8(3) Z(1 + λ 1, 3) = 1 + λ 1 + λ 1 3 3λ 1 + 18 4 Z(1 + λ 1, 3) = λ 1 λ 1 8 8

Z = 0 λ 1 1 = 0 λ 1 = 1 λ 1 = 1 mencari x : x = x 1 + λ 1 d 1 x = (1, 3) + 1 (1, 0) x = (1, 3) + ( 1, 0) x = ( 3, 3) Pengecekan: x k x k 1 < ε ( 3, 3) (1, 3) < ε ( 3 1) + (3 3) 1 = 1 = 0, > ε 4 Karena x k - x k 1 > ε maka iterasi dilanjutkan ITERASI : λ = min Z( x + λ d ) λ = min Z(( 3, 3) + λ (0, 1)) λ = min Z(( 3, 3) + (0, λ )) λ = min Z ( 3, 3 + λ ) Z(x 1, x ) = x 1 3x 1 + x 8x Z( 3, 3 + λ ) = ( 3 ) 3( 3 ) + (3 + λ ) 8(3 + λ ) Z( 3, 3 + λ ) = 9 4 9 + 18 + 1λ + λ 4 8λ Z( 3, 3 + λ ) = λ + 4λ 33 4 Z = 0 4λ + 4 = 0 4λ = 4 λ = 1 mencari x 3 : 9

x 3 = x + λ d x 3 = ( 3, 3) + ( 1)(0, 1) x 3 = ( 3, 3) + (0, 1) x 3 = ( 3, ) Pengecekan: x k x k 1 < ε ( 3, ) ( 3, 3) < ε ( 3 3 ) + ( 3) 1 = 1 > ε Karena x k - x k 1 > ε maka iterasi dilanjutkan ITERASI 3 : mencari d 3 : d 3 = b 1 b 1 menentukan b 1 : b 1 = λ 1 d 1 + λ d b 1 = 1 (1, 0) + ( 1)(0, 1) b 1 = ( 1, 0) + (0, 1) b 1 = ( 1, 1) menentukan b 1 : b 1 = a + b b 1 = + 1 1 b 1 = 1 4 + 1 b 1 = 4 b 1 = Maka, d 3 = b 1 = ( 1, 1) b 1 λ 3 = min Z( x 3 + λ 3 d 3 ) λ = min Z(( 3, ) + λ ( 1, ) λ = min Z(( 3, ) + ( 1 λ 3, λ 3 )) =( 1 x, 1x ) = ( 1, ) 10

λ = min Z ( 3 + 1 λ 3, λ 3 ) Z(x 1, x ) = x 1 3x 1 + x 8x Z( 3 + 1 λ 3, λ 3 ) = ( 3 + 1 λ 3 ) 3( 3 + 1 λ 3 )+( λ 3 ) 8( λ 3 ) Z( 3 + 1 λ 3, λ 3 ) = 9 + 3 λ 4 3 + 1 λ 3 9 3 λ 3 + 8 16 λ 3 + 8 λ 3 16 + 16 λ 3 Z( 3 + 1 λ 3, λ 3 ) = 9 λ 3 41 4 Z = 0 18 λ 3 = 0 λ 3 = 0 mencari x 4 : x 4 = x 3 + λ 3 d 3 x 4 = ( 3, ) + (0)( 1, ) x 4 = ( 3, ) Pengecekan: x k x k 1 < ε ( 3, ) ( 3, ) < ε ( 3 3 ) + ( ) 0 = 0 < ε Karena x k - x k 1 < ε maka iterasi berhenti TABEL ITERASI : Dari perhitungan diatas, maka diperoleh tabel iterasi sebagai berikut : Iterasi x k dj λ j x j+1 x k x k 1 < ε 1 I 1,3 1,0 ( 3, 3) 0, > ε II ( 3, 3) 0,1-1 ( 3, ) 1 > ε III ( 3, ) ( 1, ) 0 ( 3, ) 0 < ε 3 Jadi diperoleh nilai x 1 adalah x = ( 3, ) = {x 1, x } yang meminimumkan fungsi tersebut 11

E. Contoh Pembuktian dengan Metode Analitik Soal : Diberikan fungsi Z = f(x 1, x ) = x 1 3x 1 + x 8x dengan ε = 0, 1 dan x 1 = {1, 3}. Tentukan nilai x 1 = {x 1, x } yang meminimumkan fungsi tersebut! Penyelesaian : Z = f(x 1, x ) = x 1 3x 1 + x 8x Menentukan turunan x 1 dan x : f x 1 = x 1-3 f x = 4x - 8 Mencari titik kritisnya : f x 1 = 0 x 1 3 = 0 x 1 = 3 x 1 = 3 f x = 0 4x 8 = 0 4x = 8 x = Pengecekan : f = x 1 f x = 4 f x 1 x = 0 Maka ( f ) ( f ) - ( f x 1 x x 1 x ) = (4) - 0 = 8 > 0 Jadi, terbukti bahwa nilai x = ( 3, ) meminimumkan fungsi tersebut. 1

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Metode numerik Rosenberg dapat mengatasi berbagai kelemahan-kelemahan pada metode yang ada sebelumnya. Dapat dipahami pula bahwa pada umumnya permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika. Persamaan ini sulit diselesaikan dengan metode analitik sehingga diperlukan penyelesaian pendekatan numerik. Dengan metode numerik Rosenberg, kita dapat menyelesaikan permasalahan optimasi yang menggunakan n variabel bebas. Namun contoh dimakalah ini dibatasi hanya sampai variabel. Metode numerik Rosenberg ini memiliki beberapa kesamaan dengan metodemetode numerik lainnya seperti Metode numerik Aksial, Dichotomus, Secant, Hooke and Jeeves, Steepest Descant dan Arah Konjugasi yaitu dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan optimasi yang menggunakan n variabel bebas. Metode ini hampir sama dengan Metode numerik Hooke and Jeeves. Hanya saja bedanya, dalam metode ini direction ketiganya dan seterusnya memiliki rumus sendiri. 13

DAFTAR PUSTAKA http://fkip-umt.ac.id/downloads http://vietpusvitasarry.blogspot.ae/01/1/definisi-prinsip-dan-pemakaian-or.html https://fairuzelsaid.wordpress.com/010/10/13/metode-numerik-01-pengantar-metodenumerik http://dewamahardika.blogspot.ae/01/11/pengertian-dan-prinsip-metode-numerik.html 14