Gerak melingkar beraturan

dokumen-dokumen yang mirip
Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb:

1 Sistem Koordinat Polar

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

Gambar 4.3. Gambar 44

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan

BAB IV GERAK DALAM BIDANG DATAR

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

II. KINEMATIKA PARTIKEL

Fisika Dasar I (FI-321)

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

TES UNIT II MEKANIKA SABTU, 08 DESEMBER 2007 JAM

MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

Gerak Melingkar. K ata Kunci. Tujuan Pembelajaran

PENERBIT ITB FISIKA DASAR I

Xpedia Fisika. Mekanika 03

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

PENYELESAIAN SOAL SOAL INSTALASI CAHAYA

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

BAB 5 (Minggu ke 7) SISTEM REFERENSI TAK INERSIA

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

Penggunaan Hukum Newton

BAB IV GERAK MELINGKAR BERATURAN

Fisika Dasar I (FI-321)

Solusi Pengayaan Matematika Edisi 9 Maret Pekan Ke-1, 2008 Nomor Soal: 81-90

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

Fisika Dasar I (FI-321)

Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda

MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11

dimana merupakan kecepatan sudut. maka hubungan antara gaya sentripetal dan kecepatan sudut adalah berbanding lurus.

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola

TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan

6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL

Soal-soal Responsi Semester Pendek Mekanika Gaya Sentral 2008

BAB IV SIMULASI PENGUKURAN KECEPATAN ALIRAN MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK. tempuh gelombang ultrasonik antara waktu upstream dan downstream untuk

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

Bab I Masalah Dua Benda

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

Kegiatan Belajar 2. Identitas Trigonometri

USAHA DAN ENERGI USAHA DAN ENERGI. Usaha. r r. Usaha dalam pengertian di Fisika sebanding dengan gaya dan perpindahan

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

BAB II LANDASAN TEORI

Gelombang Elektromagnetik

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS

MAKALAH GRAVITASI UNIVERSAL. (Teori Geosentris dan Heliosentris, Hukum Kepler, Hukum Gravitasi Newton dan Tafsiran Newton Terhadap Hukum Kepler)

Fisika Dasar I (FI-321) Gravitasi

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

BAB 7 Difraksi dan Hamburan

Soal dan Pembahasan GLB dan GLBB

ω = = θ 3π θ = π Untuk jarum menit: bulan memiliki garis tengah 3480 km

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Fungsi Vektor

Fisika Dasar II Listrik - Magnet

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

PENGUKURAN. Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika

MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd

2 a 3 GM. = 4 π ( ) 3/ 2 3/ 2 3/ 2 3/ a R. = 1 dengan kata lain periodanya tidak berubah.

Kajian Teoritis Persamaan Medan Gravitasi Einstein dengan Transformasi Metrik Schwarzschild dalam Sistem Dua Koordinat

FIsika KTSP & K-13 HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI. K e l a s A. HUKUM GRAVITASI NEWTON

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

DISTRIBUSI BERKAS CAHAYA LASER DISTRIBUSI GAUSS, HERMITE-GAUSS, LAGUERRE-GAUSS, BESSEL

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integral Garis

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika

FISIKA LISTRIK. Esti Puspitaningrum, S.T., M.Eng.

PASANG SURUT AIR LAUT DI PANTAI KOTA TEGAL Soebyakto, Hj. Zulfah dan Mustaqim ABSTRAK

SUPLEMEN MATERI KULIAH FI-1102 FISIKA DASAR II

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK

HUKUM GRAVITASI NEWTON

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

ATURAN-ATURAN DASAR GAMBAR TEKNIK

BAB II KAJIAN PUSTAKA

soal dan pembahasan : GLBB dan GLB

Bab 2 Satelit Sebagai Benda Langit

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

Fisika Umum Suyoso Kinematika MEKANIKA

Keliling dan Luas Bangun Datar

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

Transkripsi:

13/10/01 Geak melingka beatuan geak melingka beatuan adalah geak dimensi dengan laju tetap, Aahnya beubah kecepatan beubah v i = vekto kecepatan awal v f = vekto kecepatan akhi θ = pepindahan sudut Gamba 4.1 Geak Melingka Geak melingka beatuan kecepatan beubah ada pecepatan Pecepatan ata ata selama geak dai A ke B a avg = v f v i t f t i = v t Aahnya sama dengan v 1

13/10/01 Pecepatan Sentipetal Dua segitiga di atas, sebangun kaena sudut sudutnya sama, maka pebandingan sisi sisi yang besesuaian juga sama, v v = v = v i = v f = i = f Pecepatan Sentipetal Diselesaikan untuk pecepatan v v v Dibagi dengan t v v t t Besa pecepatan ata-ata a avg

13/10/01 Pecepatan Sentipetal Jika titik A dan B didekatkan sampai sangat dekat, maka t 0 sehingga v t Pecepatan Sentipetal Jika t 0 Pecepatan mengaah ke pusat lingkaan, dinamakan pecepatan sentipetal a c = v v adalah besa kecepatan tangensial pada titik tesebut aga tejadi geak melengkung haus ada pecepatan sentipetal 3

13/10/01 Peioda peioda T, adalah waktu yang dipelukan untuk melakukan geak 1 lingkaan penuh. lintasan 1 lingkaan penuh = keliling lingkaan = kecepatan tangensial, v, jadi v = π T T = π v Contoh soal Beapa pecepatan sentipetal bumi ketika begeak dalam obitnya mengelilingi Matahai Diketahui : Jaak bumi matahai = 1,496 x 10 11 m Bumi a c = v = π T = 4π T = 4π (1,496 10 11 m) (1 y) 1 y 3,156 10 7 s Matahai = 5,93 10 3 m/s Gais obit bumi 4

13/10/01 Pecepatan Tangensial dan Radial Pecepatan total a yang begeak melengkung : a = a + a t a = pecepatan adial, menyebabkan peubahan aah kecepatan. a = pecepatan tangensial, menyebabkan peubahan laju Pecepatan Total a t = dv dt a = a c = v 5

13/10/01 Pecepatan Total Pada geak melingka beatuan, kecepatan tangensialnya konstan tidak ada komponen pecepatan tangensial, a t = 0 Jika pecepatan adial a = 0 maka geaknya adalah geak luus, tidak ada peubahan aah a = a t + a = dv dt θ v Contoh Soal Sebuah mobil dengan pecepatan konstan 0.3 m/s sejaja dengan jalan. Mobil melewati sebuah tanjakan bebentuk sepeti lingkaan dengan adius 500m sepeti gamba di samping. Saat mobil beada pada puncak tanjakan, vekto kecepatan hoizontal adalah 6 m/s. Tentukan aah vekto pecepatan total mobil ini? a = v a = a + a t (6 m/s) = 500 m = 0,07 m/s = ( 0,07 m/s ) +(0,3 m/s ) = 0,309 m/s sin φ = a a, cos φ = a t a, tan φ = a a t φ = tan 1 a a t 0,07 m/s = tan 1 0,3 m/s = 13,5 o 6

13/10/01 GERAK RELATIF Dua oang wanita mengamati kecepatan oang bejalan di Beltway. Wanita yang bedii di Beltway melihat oang begeak dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan wanita yang melihat dai lantai. Wanita yang bedii pada Beltway begeak akan melihat oang begeak dengan kecepatan bejalan nomal. Wanita bedii pada lantai (diam) akan melihat oang begeak dengan kecepatan yang lebih tinggi kaena kecepatan Beltway digabungkan dengan kecepatan bejalan nya. Kedua pengamat melihat oang yang sama dan tiba pada nilai yang bebeda untuk kecepatan. Keduanya adalah bena; pebedaan pengukuan meeka adalah kaena kecepatan elatif keangka acuan (efeensi) meeka. Posisi, Kecepatan, dan Pecepatan Geak Relatif Posisi PA = PB + v BA t Kecepatan Difeensialkan pes di atas tehadap waktu t Sebuah patikel teletak di P diamati oleh dua pengamat, satu pada keangka acuan tetap S A, dan yang lainnya dalam keangka acuan S B, yang begeak ke kanan dengan kecepatan konstan v BA. PA adalah vekto posisi patikel elatif tehadap S A, dan PB adalah vekto posisi elatif tehadap S B. d PA = d PB dt dt + v BA u PA = u PB + v BA t Pecepatan Difeensialkan pes di atas tehadap waktu t = 0, v BA = C du PA dt = du PB + dv BA dt dt a PA = a PB 7

13/10/01 Contoh soal Sebuah peahu menuju utaa melintasi sungai leba dengan kecepatan 10 km/h elatif tehadap alian sungai. Alian sungai memiliki kecepatan seagam 5 km/h ke timu, Tentukan kecepatan elatif peahu tehadap pengamat yang bedii di demaga dan kemana aahnya. Kecepatan alatif peahu v be = v b + v E v be = v b + v E = 10 km h + 5 km h = 11, km h Aah Kecepatan alatif peahu θ = tan 1 v E v b = tan 1 5 m/s 10 m/s = 6,6o Contoh soal Jika peahu pejalanan dengan kecepatan yang sama dai 10 km/jam elatif tehadap sungai dan melakukan pejalanan ke utaa sepeti ditunjukkan pada di samping, kemana peahu diaahkan aga sampai tepat di demaga? v be = v b v E = 10 km h 5 km h = 8,66 km/h θ = tan 1 v E v be = tan 1 5 m/s 8,66 m/s = 30o 8