SAMBUNGAN PASAK ( KEYS )

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 7 P A S A K. Gambar 1. Jenis-Jenis Pasak

SAMBUNGAN PAKU KELING (RIVETED JOINTS)

PEMBAHASAN. Solusi Eksak Persamaan Boltzman dengan Nilai Awal Bobylev Misalkan dipilih nilai awal Bobylev berikut:

BATANG GANDA DENGAN PLAT KOPEL

Bab 3. Migrasi Data Seismik. Migrasi dilakukan untuk memindahkan posisi reflektor yang terlihat pada

IV. ANALISA RANCANGAN

RANCANG BANGUN ALAT BANTU KURSI RODA YANG MENGGUNAKAN GIGI TRANSMISI RINGKASAN

2. SAMBUNGAN PAKU KELING

PERHITUNGAN PARAMETER DYNAMIC ABSORBER

2.3 Perbandingan Putaran dan Perbandingan Rodagigi. Jika putaran rodagigi yang berpasangan dinyatakan dengan n 1. dan z 2

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN

Soal-Jawab Fisika OSN 2015

B a b. Aplikasi Dioda

LIMIT FUNGSI. 0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 1

PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1

OPTIMALISASI WAKTU PRODUKSI MIE INSTAN MENGGUNAKAN ANALISIS INPUT-OUTPUT SISTEM LINEAR MAKS-PLUS WAKTU INVARIAN

PASAK DAN SPLINE PASAK

B a b 1 I s y a r a t

Relasi LOGIK FUNGSI AND, FUNGSI OR, DAN FUNGSI NOT

RANK DARI MATRIKS ATAS RING

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN

=====O0O===== Gerak Vertikal Gerak vertikal dibagi menjadi 2 : 1. GJB 2. GVA. A. GERAK Gerak Lurus

Penduga Data Hilang Pada Rancangan Bujur Sangkar Latin Dasar

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF

Pertemuan 10 MENDIFERENSIALKAN FUNGSI TERSUSUN

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-108

PERTEMUAN 2 KINEMATIKA SATU DIMENSI

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami

RINGKASAN MATERI KALOR, PERUBAHN WUJUD DAN PERPINDAHAN KALOR

BAB 2 URAIAN TEORITIS

ARUS,HAMBATAN DAN TEGANGAN GERAK ELEKTRIK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PERHITUNGAN NUMERIK

HUMAN CAPITAL. Minggu 16

1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu

USULAN PENERAPAN METODE KOEFISIEN MANAJEMEN (BOWMAN S) SEBAGAI ALTERNATIF MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PRINTER TIPE LX400 PADA PT X

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

KUAT ARUS DAN BEDA POTENSIAL Kuat arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu penghantar tiap detik.

BAB III PERANCANGAN. = 280 mm = 50,8 mm. = 100 mm mm. = 400 gram gram

ANALISIS SISTEM PENTANAHAN GARDU INDUK TELUK LEMBU DENGAN BENTUK KONSTRUKSI GRID (KISI-KISI)

MODUL 1 RANGKAIAN THEVENIN, PEMBEBANAN DAN ARUS TRANSIEN

Pertemuan IX, X V. Struktur Portal

BAB III ANALISA MODEL ROBOT TANGGA. Metode naik tangga yang diterapkan pada model robot tugas akhir ini, yaitu

BAB X GERAK LURUS. Gerak dan Gaya. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas VII 131

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III POWER MESIN TEKUK YANG DIBUTUHKAN UNTUK PROSES PENEKUKAN ACRYLIC

BAB III. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan perhitungan untuk menilai

MACAM-MACAM SAMBUNGAN BAJA

MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan

BAB 2 RESPONS FUNGSI STEP PADA RANGKAIAN RL DAN RC. Adapun bentuk yang sederhana dari suatu persamaan diferensial orde satu adalah: di dt

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi

Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya

Arus Listrik. Arus dan Gerak Muatan. Q t. Surya Darma, M.Sc Departemen Fisika Universitas Indonesia. Satuan SI untuk arus: 1 A = 1 C/s.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

2014 LABORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL. Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Lutvia, Imroatul Maghfiroh, Ratna Dewi Kumalasari

Rosy M., Rahardjo S., Susiswo Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

B a b 1 I s y a r a t

BAB 1 PENDAHULUAN. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang mempunyai

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

BAB VI SUHU DAN KALOR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisis Sistem Pentanahan Gardu Induk Bagan Batu Dengan Bentuk Konstruksi Grid (Kisi-Kisi)

Analisa Struktur Atas Jembatan Kutai Kartanegara Sebelum Mengalami Keruntuhan

KINEMATIKA GERAK DALAM SATU DIMENSI

PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Suatu Catatan Matematika Model Ekonomi Diamond

BAB III METODE PENELITIAN

POROS dengan BEBAN PUNTIR

PENGUJIAN HIPOTESIS. pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.

8.2. Langkah-langkah perhitungan gangguan kilat pada menara

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.

Analisis Model dan Contoh Numerik

Fungsi Bernilai Vektor

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat

Kombinasi Gaya Tekan dan Lentur

BAB 2 LANDASAN TEORI

JULIO ADISANTOSO - ILKOM IPB 1

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. dari bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk,dan Grafein

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada

Faradina GERAK LURUS BERATURAN

ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ)

Transkripsi:

SAMBUNGAN PASAK ( KEYS ) Pasak igunakan unuk menyambung ua bagian baang (poros) aau memasang roa, roa gigi, roa ranai an lain-lain paa poros sehingga erjamin iak berpuar paa poros. Pemilihan jenis pasak erganung paa besar kecilnya aya yang bekerja an kesabilan bagian-bagian yang isambung. Unuk aya yang kecil, anara naf roa an poros cukup ijamin engan bau anam (se screw). Diliha cara pemasangannya, pasak apa ibeakan yaiu : 1. Pasak memanjang Jenis pasak memanjang yang banyak igunakan aa bermacam-macam yaiu : Sunk Keys (pasak benam) Pasak benam aa beberapa jenis yaiu : a. Pasak benam segi empa (Recangular Sunk key) Lebar pasak b = 4 Tinggi pasak = 3 2 b imana : = iameer poros b. Pasak bujur sangkar (Square key) Benuknya smaa seperi Recangular sunk key, eapi lebar an ebalnya sama yaiu : b = = 4 c. Parallel Sunk key (pasak benam sejajar) Benuknya sama seperi i aas, api penggunaannya bila pemakaian i aas belum mampu meminahkan aya, maka pasak ersebu ipasang sejajar Universias Darma Persaa

. Pasak Berkepala (Gib hea key) Pasak ini igunakan biasanya unuk poros berpuar bolak balik b = 4 = 3 2 b = 6 e. Pasak Tembereng (wooruff key) Pasak jenis ini igunakan unuk poros engan punir / aya iak erlalu besar. f. Pasak Pelana (Sale key) Jenis pasak ini pemakaian umum unuk menjamin hubungan anara naf roa engan poros. g. Tangen key Pemakaiannya sama seperi pasak pelana, eapi pasaknya ipasang ua buah berimpi. Universias Darma Persaa

h. Pasak bula (Roun keys) Jenis pasak ini, biasanya igunakan unuk meminahkan aya relaip kecil. i. Pasak gigi (Splines) Jenis pasak ini bahannya ibua sau bahan engan poros an biasanya igunakan unuk meminahkan aya sera puaran yang cukup besar an arah kerja puarannya bolak balik. Perhiungan kekuaan pasak memanjang Bila irencanakan poros ersebu mampu meminahkan aya sebesar P (KW) engan puaran (n) rpm, maka suah barang enu pasak yang akan irencanakan ersebu juga harus mampu meneruskan aya an puaran, sehingga besar orsi (T) yang bekerja paa poros yaiu : Universias Darma Persaa

T = 60 P 2πn (N.m) aau T = π 16 τ p 3 imana : p = aya yang akan ipinahkan (wa) n = puaran alam (rpm) = Diameer poros τ p = Tegangan punir yang iizinkan unuk bahan poros Dalam perencanaan pasak, besar orsi yang erjai lebih besar ari orsi yang harus ipinahkan yaiu : T p = k. T imana : T p = Toal unuk perencanaan pasak T = Torsi yang bekerja paa poros k = Fakor perencanaan = 1,25 s/ 1,5 Bila iameer poros sera Torsi unuk perencanaan pasak elah ikeahui, maka gaya keliling yang bekerja paa pasak apa icar yaiu : F = T p. 1) imana : = iameer poros / 2 Dalam perencanaan pasak, aa ua kemungkinan pasak ersebu rusak aau puus : a. Puus akiba gaya geser b. Puus akiba ekanan biang Bila pasak ersebu iperhiungkan kemungkinan puus akiba gaya geser maka : F = A τ g ---------- > F = L b τ g 2) Universias Darma Persaa

imana : A = Luas penampang kemungkinan puus ergeser = L b τ g = Tegangan geser yang iizinkan unuk bahan pasak. Dari pers. 1 & 2 iperoleh : T p = L b τ g ===== > T p = L b 2 τ g. 3) / 2 Bila iperhiungkan kemungkinan rusak akiba ekanan biang : F = A σ D imana : σ D = Tegangan biang yang iizinkan unuk bahan pasak A = Luas biang pasak yang menekan / bersinggungan erhaap biang poros. = L 2 ------ > F = L 2 σ D imana T p = F 2 ===== > Tp = L 2 σd 4) 2 Bila pasak harus mampu menahan gaya geser an gaya ekan, maka ari pers. 3 & 4 iperoleh : L b 2 τ g = L 2 σ D b τ g = 2 σ D ==== > b = σ D 2 τ g Unuk ukuran lebar an ebal pasak biasanya suah isanarisasi maka hasil perhiungan harus ipilih ukuran yang aa pa asanarisasi.bila hasil perhiungan, ukurannya iak aa yang cocok alam abel pasak, maka ukuran pasak yang iambil aalah ukuran yang lebih besar. Universias Darma Persaa

Di bawah ini icanumkan ukuran lebar an ebal pasak, sesuai engan sanar yang ipasaran. Tabel sanar Pasak melinang menuru IS : 2292 an 2293 1963 Diameer poros (mm) Penampang pasak Lembar Tebal Diameer poros (mm) Penampang pasak Lembar Tebal (mm) (mm) (mm) (mm) 6 2 2 85 25 14 8 3 3 95 28 16 10 4 4 110 32 18 12 5 5 130 36 20 17 6 6 150 40 22 22 8 7 170 45 25 30 10 8 200 50 28 38 12 8 230 56 32 44 14 9 260 63 32 50 16 10 290 70 36 58 18 11 330 80 40 65 20 12 380 90 45 75 22 14 440 100 50 Universias Darma Persaa