KALKULUS 1. Oleh : SRI ESTI TRISNO SAMI, ST, MMSI /

dokumen-dokumen yang mirip
A B A B A B a 1 a 1 a 1 b 2 b 2 b 2 c 3 c 3 c 3 d d d. Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3. Relasi Fungsi Relasi Bukan Fungsi Relasi Bukan Fungsi

Catatan Kuliah MA1123 Kalkulus Elementer I

KALKULUS 1 HADI SUTRISNO. Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan. Hadi Sutrisno/P.Matematika/STKIP PGRI Bangkalan

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SISTEM BILANGAN RIIL DAN FUNGSI

PENGERTIAN FUNGSI JENIS-JENIS FUNGSI PENGGAMBARAN GRAFIK FUNGSI

KALKULUS BAB II FUNGSI, LIMIT, DAN KEKONTINUAN. DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA Universitas Indonesia

KALKULUS BAB I. PENDAHULUAN DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA

FUNGSI DAN GRAFIKNYA KULIAH-4. Hadi Hermansyah,S.Si., M.Si. Politeknik Negeri Balikpapan PERTIDAKSAMAAN

Silabus. 1 Sistem Bilangan Real. 2 Fungsi Real. 3 Limit dan Kekontinuan. Kalkulus 1. Arrival Rince Putri. Sistem Bilangan Real.

Pertemuan ke 8. GRAFIK FUNGSI Diketahui fungsi f. Himpunan {(x,y): y = f(x), x D f } disebut grafik fungsi f.

A B A B. ( a ) ( b )

3. FUNGSI DAN GRAFIKNYA

5 F U N G S I. 1 Matematika Ekonomi

Menurut jenisnya, fungsi dapat dibedakan menjadi (1) Fungsi aljabar (2) Fungsi transenden

Zulfaneti Yulia Haryono Rina F ebriana. Berbasis Penemuan Terbimbing = = D(sec x)= sec x tan x, ( + ) ( ) ( )=

Sistem Bilangan Riil. Pendahuluan

Sistem Bilangan Real. Pendahuluan

Definisi 4.1 Fungsi f dikatakan kontinu di titik a (continuous at a) jika dan hanya jika ketiga syarat berikut dipenuhi: (1) f(a) ada,

FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS

Mata Pelajaran Wajib. Disusun Oleh: Ngapiningsih

FUNGSI dan LIMIT. 1.1 Fungsi dan Grafiknya

Sistem Bilangan Riil

fungsi Dan Grafik fungsi

MBS - DTA. Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI. SMK Muhammadiyah 3 Singosari

KALKULUS UNTUK STATISTIKA

Aljabar 1. Modul 1 PENDAHULUAN

Modul Matematika MINGGU 4. g. Titik Potong fungsi linier

a home base to excellence Mata Kuliah : Kalkulus Kode : TSP 102 Pengantar Kalkulus Pertemuan - 1

Pengertian Fungsi. MA 1114 Kalkulus I 2

BAB IV PERTIDAKSAMAAN. 1. Pertidaksamaan Kuadrat 2. Pertidaksamaan Bentuk Pecahan 3. Pertidaksamaan Bentuk Akar 4. Pertidaksamaan Nilai Mutlak

LAMPIRAN VIII BAHAN AJAR I

MAT 602 DASAR MATEMATIKA II

LIMIT DAN KEKONTINUAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA ITP

II. FUNGSI. 2.1 Pendahuluan

HUBUNGAN ANTARA DIFFERENSIAL DAN INTEGRAL

MODUL 1. Teori Bilangan MATERI PENYEGARAN KALKULUS

BAB 5 TEOREMA SISA. Menggunakan aturan sukubanyak dalam penyelesaian masalah. Kompetensi Dasar

Bilangan Real. Modul 1 PENDAHULUAN

KONSEP DASAR FUNGSI DAN GRAFIK. Oleh : Agus Arwani, SE, M.Ag

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 7: Teknik Pengintegral

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

FUNGSI DAN MODEL. Bogor, Departemen Matematika FMIPA IPB. (Departemen Matematika FMIPA IPB) Kalkulus I Bogor, / 63

Sedangkan bilangan real yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian dua bilangan bulat adalah bilangan irasional, contohnya

BAB II LANDASAN TEORI

Fungsi. Pengertian Fungsi. Pengertian Fungsi ( ) ( )

KOMPOSISI FUNGSI DAN FUNGSI INVERS

NAMA : KELAS : SMA TARAKANITA 1 JAKARTA theresiaveni.wordpress.com

APA ITU FUNGSI? x f : x y atau y=f(x) f : x y y=f(x) y=f(x)=x 2. Imajinasi : bermain golf

Matematika Dasar FUNGSI DAN GRAFIK

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 7: Teknik Pengintegral

Komposisi fungsi dan invers fungsi. Syarat agar suatu fungsi mempunyai invers. Grafik fungsi invers

Seri : Modul Diskusi Fakultas Ilmu Komputer. FAKULTAS ILMU KOMPUTER Sistem Komputer & Sistem Informasi HANDOUT : KALKULUS DASAR

KALKULUS (IT 131) Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Kristen Satya Wacana. Bagian 3. Fungsi & Model ALZ DANNY WOWOR

KALKULUS INTEGRAL 2013

LOGO MAM 4121 KALKULUS 1. Dr. Wuryansari Muharini K.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Aljabar dapat didefinisikan sebagai manipulasi dari simbol-simbol. Secara

BAB 3 FUNGSI. 1. Pengertian Fungsi. dengan satu dan hanya satu elemen B; f disebut fungsi dari A ke B, ditulis f : A

F U N G S I. Oleh: Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc.

Tinjauan Mata Kuliah

2.1 Soal Matematika Dasar UM UGM c. 1 d d. 3a + b. e. 3a + b. e. b + a b a

FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS

Hendra Gunawan. 4 September 2013

Silabus. Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GANJIL

MATEMATIKA TEKNIK DASAR-I FUNGSI-2 SEBRIAN MIRDEKLIS BESELLY PUTRA TEKNIK PENGAIRAN

MATEMATIKA DASAR PENDIDIKAN BIOLOGI UPI 0LEH: UPI 0716

FUNGSI TRIGONOMETRI, FUNGSI EKSPONENSIAL, dan FUNGSI LOGARITMA

Fakultas Teknik UNY Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif INTEGRASI FUNGSI. 0 a b X A. b A = f (X) dx a. Penyusun : Martubi, M.Pd., M.T.

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD

Bab1. Sistem Bilangan

MATEMATIKA EKONOMI 1 FUNGSI DAN GRAFIK. DOSEN Fitri Yulianti, SP, MSi.

Teknik Pengintegralan

Suatu pemetaan f dari himpunan A ke himpunan B disebut fungsi jika setiap anggota dari himpunan A dipetakan atau dikaitkan dengan tepat satu anggota

Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrumen. Tugas individu.

1 Sistem Bilangan Real

Kalkulus II. Diferensial dalam ruang berdimensi n

Jika t = π, maka P setengah C P(x,y) jalan mengelilingi ligkaran, t y. P(-1,0). t = 3/2π, maka P(0,-1) t>2π, perlu lebih 1 putaran t<2π, maka = t

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 2 Tanggal Berlaku : September Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran

PTE 4109, Agribisnis UB

FUNGSI. range. Dasar Dasar Matematika I 1

BAB 6 FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS Standar Kompetensi: Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi

DIKTAT KALKULUS DASAR

TEOREMA SISA 1. Nilai Sukubanyak Tugas 1

19, 2. didefinisikan sebagai bilangan yang dapat ditulis dengan b

B I L A N G A N 1.1 SKEMA DARI HIMPUNAN BILANGAN. Bilangan Kompleks. Bilangan Nyata (Riil) Bilangan Khayal (Imajiner)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

atau y= f(x) = ax 2 + bx + c (3.17) y= f(x) = a 2 x + a 0 x 2 + a 1

BAB 2. FUNGSI & GRAFIKNYA

KATA PENGANTAR. Malang, 20 Januari 2015 Penulis. DR Suhartono M.Kom

BAB 3 FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS Standar Kompetensi: Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi Kompetensi Dasar:

Penggunaan Turunan, Integral, dan Penggunaan Integral.

FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS

Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan

FUNGSI. Matematika Dasar 9/18/2013. TEP-FTP-UB MatDas_Meet 2 APA ITU FUNGSI? DOMAIN, KODOMAIN, RANGE. x f : x y / y=f(x) f : x y y=f(x) y=f(x)=x 2

Kelompok Mata Kuliah : MKU Program Studi/Program : Pendidikan Teknik Elektro/S1 Status Mata Kuliah : Wajib Prasyarat : - : Aip Saripudin, M.T.

Sistem Bilangan Ri l

*Tambahan Grafik Fungsi Kuadrat

Transkripsi:

Oleh : SRI ESTI TRISNO SAMI, ST, MMSI 08125218506 / 082334051234 E-mail : sriestits2@gmail.com Bahan Bacaan / Refferensi : 1. Frank Ayres J. R., Calculus, Shcaum s Outline Series, Mc Graw-Hill Book Company. 2. Yusuf Yahya, D. Suryadi H. S. Dan Agus S, Matematika untuk Perguruan Tinggi, Gahlia Indonesia. 3. Edwin J. Purcell dan Dale Varberg, Kalkulus dan Geometri Analitis, Penerbit Erlangga

1 FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI 1. Pengertian Fungsi Fungsi f adalah suatu aturan padanan yang menghubungkan tiap objek x dalam satu himpunanan, yang disebut daerah asal, dengan sebuah nilai unik f(x) dari himpunan kedua. Himpunan nilai yang diperoleh secara demikian disebut daerah hasil fungsi tersebut. Pandang himpunan A dan B. R adalah suatu cara yang menghubungkan elemen A dengan elemen B. Dikatakan terdapat suatu relasi R antara A dan B. Misalkan f suatu relasi antara A dan B dengan sifat f menghubungkan setiap elemen A, dengan satu dan hanya satu elemen B; f disebut fungsi dari A ke B, ditulis f : A B Fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi khusus yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B a) Misalkan A = {a, b, c, d}, B = {1, 2, 3} Definisikan suatu fungsi f : A B sebagai berikut : a 1, b 3,c 2, d 3 atau f(a) = 1, f(b) = 3, f(c) = 2, f(d) = 3 Gambarnya : a b c d 1 2 3 Dikatakan bahwa peta dari a adalah 1 atau a merupakan prapeta dari 1. Fungsi dapat ditulis : F = {(a, 1), (b, 3), (c, 2), (d, 3)} A B

b) Yang berikut ini bukan fungsi (merupakan relasi biasa) a 1 a 1 b 2 b 2 c 3 c 3 d d A B A B Tidak semua elemen dari A dihubungkan dengan elemen B Ada elemen A yang dihubungkan dengan lebih dari satu elemen B c) Misalkan f menghubungkan setiap bilangan riil dengan kuadratnya. Jelaskan f : R R suatu fungsi himpunan bilangan riil R ke himpunan bilangan riil R antara lain : f(o) = 0, f(1) = 1, f(1 1 / 2 ) = 2 1 / 4, f( 2) = 2, f(-1) = 1, dll. Untuk menyatkan fungsi riil kita dapat mencari rumus umumnya. Jadi secara singkat f dapat ditulis : f(x) = x 2 atau y = x 2 atau dapat ditulis f = { (x, y), y = x 2, x riil) Latihan soal : 1. Dari relasi berikut, manakah yang merupakan fungsi : a) {(1, 2), (2, 3), (3, 4)} b) {(1, 2), (1, 3), (2, 4)} c) {(x, y) y = 2x +4} d) {(x, y) x + y 2 = 1} e) {(x, y) y + x 2 = 1} f) {(x, y) (x 2) 2 y 2 = 4} g) {(x, y) x + 1 / y = 7} h) {(x, y) x = y } 2. Diketahui A = {0, 1, 2, 3} merupakan daerah definisi dari fungsi-fungsi dengan rumus berikut. Tuliskan fungsi tersebut dalam bentuk himpunan pasangan terurut. a) f(x) = x 2

b) g(x) = 2 x c) h(x) = 2x d) j(x) = 1 3. Dari relasi dibawah ini mana yang merupakan fungsi : a) {(1, 1)} b) {(1, 1), (1, 2) c) {(-2, 2), (2, 2), (3, -2), (-2, 3)} d) {(a, b), (1, b), (2, 2), (b, 1)} 2. Daerah Definisi dan Daerah Nilai Pandang suatu fungsi f : A B. Himpunan A disebut daerah definisi (domain) dari f, ditulis A = Df. Himpunan B disebut codomain dari f. Rf ={ y y = f(x), x ϵ A}. Suatu himpunan bagian dari B merupakan himpunan semua peta dari f. Himpunan Rf disebut daerah nilai (range) dari fungsi t. Pada diagram panah berikut : Himpunan A = {1, 2, 3 } dinamakan Domain / daerah asal Himpunan B = { a, b, c } dinamakan Kodomain / daerah kawan Himpunan { a, b } dinamakan Range / daerah hasil Pemasangan yang terjadi oleh fungsi f adalah : Fungsi f memetakan semua anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B,yaitu : f : 1 b f : 2 a f : 3 b

Notasi dan Rumus Fungsi Jika suatu fungsi f memetakan setiap x anggota himpunan A ke y anggota himpunan B, maka dapat ditulis dengan notasi fungsi yaitu: f : x y Fungsi f seperti dalam notasi tersebut di atas dapat juga dituliskan rumus fungsinya, yaitu: f(x) = y Diketahui himpunan A = { 1, 2, 3 } dan B = { 4, 5, 6,7,8 }. Fungsi f memetakan setiap x anggota A ke x + 4 anggota B. a. Nyatakan fungsi tersebut dengan diagram panah b. Nyatakan notasi fungsi tersebut c. Nyatakan rumus fungsi tersebut d. Nyatakan daerah asal e. Nyatakan daerah kawan f. Nyatakan daerah hasil Jawaban : Fungsi f memetakan setiap x anggota A ke x + 4 anggota B. a. diagram panah 1 2 3 4 5 6 7 8 A B b. notasi fungsi adalah f : x x + 4 c. rumus fungsi adalah f (x) = x + 4 d. daerah asal adalah { 1, 2, 3 } e. daerah kawan adalah { 4, 5, 6, 7, 8 } f. daerah hasil adalah { 5, 6, 7 }

P = Himpunan bilangan bulat positif = {1, 2, 3, } N = Himpunan bilangan asli = {1, 2, } Z = Himpunan bilangan bulat = {, -2, -1, 0, 1, 2, } Q = Himpunan bilangan rasioanal (bilangan dalam bentuk a/b, dengan a dan b anggota bilangan bulat dan b 0) R = Himpunan bilangan riil (bilangan yang merupakan gabungan dari bilangan rasioanal dan bilangan irrasioanal sendiri). Bilangan irrasional adalah bilangan-bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan, atau bilangan yang bukan bilangan rasional. Contohnya : 2, 3, 5 C = Himpunan bilangan kompleks (bilangan yang berbentuk a + bi) a) f : R R dimana x x 2. Maka Df = R, sedangkan Rf = {y y 0} = himpunan bilangan nonnegatif. b) Diketahui suatu fungsi riil dengan rumus f(x) = y = 1-x 2 Maka Df = { x 1-x 2 0} atau interval -1 x 1 Rf = { y 0 y 1}, karena harga dibawah tanda akar harus 0. Grafik f merupakan setengah lingkaran diatas sumbu x, pusat (0, 0), jarijari 1 Latihan Soal : 1. Carilah Df dan Rf dari fungsi berikut : a) {(1, 1)} b) {(a, b), (1, b), (2, 2), (b, 1)} c) {(1, 2), (2, 3), (3, 4)} d) {(1, 2),(2, 4), (3, 3), (4, 4)} 2. Carilah Df dari a) f(x) = b) f(x) = c)

3. Jika diketahui, tentukan: a. f(0) b. f(-1) c. f(2a) d. f(1/x) e. f(x+h) 4. Jika f(x) = 2 4, tunjukkan bahwa: a. f(x+3) f(x-1) = b. 5. Tentukan domain dari fungsi-fungsi: a. b. c. d. e. 6. Untuk f(x) = 3x 3 + x, hitunglah masing-masing nilai. a. F(-6) d. F(1/2) b. F(3,2) e. F( ) c. F( ) f. F(1/x) 3. Grafik Fungsi Suatu fungsi dapat digambar grafiknya dengan cara menggambar pasanganpasangan terurut dari fungsi tersebut. a) B c) y 3 2 1 a b c d A -1 1 x f = {(a, 1), (b, 3), (c, 2), (d, 3)} Y = x 2

Grafik hanya pada interval tertentu a) Grafik y = x 2 pada -1 x 2 y 4 x b) Grafik y ={ 4 y Untuk x o grafik berbentuk garis lurus sedangkan untuk x o grafik berbentuk parabola 0 2 x Grafik yang mengandung harga mutlak Untuk menggambarnya kita ingat definisi harga mutlak sebagai berikut: { a) Grafik y = { y 0 x b) Grafik {

y 4 o 2 4 x c) Misalkan y = y 1 + y 2 di mana, { { Daerah terdefinisi terbagi 3 interval yaitu : x < -1, -1 x < 1, x 1 Untuk x < -1 : y = (-x 1) + (-x + 1) = -2x -1 x < 1 : y = (x + 1) + (-x + 1) = 2 x 1 : y = (x + 1) + (x - 1) = 2x y 2-1 0 1 x Latihan Soal : a. Gambarlah grafiknya : 1) y = { 2) {

3) { 4) { 5) { 6) 7) 8) 9) 10) b. Gambarlah grafik-grafik dari fungsi-fungsi berikut, dan tentukan domain dan rangenya: 1) f(x) = -x 2 + 1 2) { 3) 4) 5) 4. Bentuk Fungsi a) Fungsi Eksplisit Kalau rumus suatu fungsi ditulis dengan y dinyatakan secara langsung oleh x : y = f(x), dimana variabel y dan x terpisah pada ruas kiri dan kanan, maka fungsi disebut berbentuk eksplisit. y = x 2 + 3x -2 y = -3x 3 + cos x y = x e x, dll. b) Fungsi Implisit Adalah suatu fungsi dimana variabel y dan x terdapat dalam satu ruas.

yx 2 + 3x = 4 sin (x + y) = e -2x2y + xy, dll. Suatu fungsi implisit kadang-kadang sukar (bahkan tidak bisa) diubah ke bentuk eksplisit. Untuk mempermudah kita sebut saja fungsi berharga banyak. 3x 2y 2 + 4 = 0 Y 2 = 1 1 / 2 x + 2 Bentuk ini bukan fungsi, hanya relasi biasa, karena misalnya untuk x = 4 y = ± 8. Bentuk ini kita sebut fungsi berharga dua. Contoh lainnya fungsi berharga dua : x 2 + y 2 = 9 y 2-4x 2 =16 y 2 = 4 c) Fungsi Parameter y = f(x) dinyatakan dalam parameter t sebagai : {, yang mana pelenyapan t menghasilkan y = f(x) { x 2 + y 2 = 9 sin 2 t + 9 cos 2 t = 9 (sin 2 t + cos 2 t) x 2 + y 2 = 9, pusatnya (0, 0), jari-jarinya 3 { Dari persamaan pertama t = 1 / 2 x yang disubstitusikan ke persamaan kedua y = 4( 1 / 2 x) 2 3 ( 1 / 2 x)

y = x 2-1 1 / 2 x ; suatu parabola Fungsi kadang-kadang lebih mudah dinyatakan dalam bentuk parameter. Beberapa contoh fungsi dalam bentuk parameter : Sikloida Kalau suatu lingkaran berjari-jari sama dengan a dijalankan diatas sumbu x; suatu titik pada roda akan menjalani lintasan berupa sikloida. Persamaannya adalah : { y 2a 0 x = πa x = 2πa x t = π t = 2π Hiposikloida Kalau sebuah lingkaran dijalankan pada tepi dalam lingkaran lain yang lebih besar (jari-jat=ri a), terjadi sutu hiposikloida. Bila a = 4b, persamaaan berbentuk : { atau disebut Astroida

Latihan Soal : 1. Jika f(x) = x 2-4x + 6, tentukan : a) f(0) b) f(3) c) f(-2) Tunjukkan bahwa f( 1/ 2) = f( 7 / 2 ) dan f(2-h) = f(2 +h) 2. Jika, tentukan a) f(0) b) f(1) c) f(-2) Tunjukkan bahwa f(1/x) = -f(x) dan -f(1/x) = 3. Ubah ke bentuk biasa persamaan-persamaan berikut : a) { b) { c) { d) { 5. Jenis Fungsi Beberapa jenis fungsi riil : a) Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsi berderajat satu y = f(x) = ax + b y = 6x + 5 y = 10x y = 2x 9 b) Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat adalah fungsi berderajat dua

y = f(x) = ax 2 + bx +c y = 3x 2 + 2x + 1 y = x 2-7x - 8 y = 2x 2 + x 5 c) Fungsi Polinom Fungsi polinom adalah fungsi berderajat n y = f(x) = a 0 x n + a 1 x n-1 +... + a n-1 x + a n Dimana : a 1 = bilangan riil a 0 0 n = bilangan bulat positif f(x) = 5x 3 6x 2 +2x 8 adalah polinom berderajat 3 g(x) = 7x 5 8x + 12 adalah polinom berderajat 5 h(x) = x 4 + 3x 3 2x + 9 adalah polinom berderajat 4 d) Fungsi Rasional Bentuk umum fungsi rasional adalah f x= dengan p(x) dan q(x) merupakan fungsi polinom. Fungsi rasional f(x) tidak terdefinisi pada nilai x yang menyebabkan penyebut sama dengan nol atau q(x) = 0. Sedangkan pembuat nol dari pembilang atau p(x) tetapi bukan pembuat nol penyebut merupakan pembuat nol dari fungsi rasional f(x). e) Fungsi Aljabar Fungsi aljabar adalah fungsi f(x) yang memenuhi persamaan berbentuk : p 0 (x)y n +p 1 (x)y n-1 +... + p n-1 (x)y + p n (x) = 0 Dimana : p i (x) suatu polinom dalam x

Tunjukkan bahwa f(x) = x + Penyelesaian : adalah fungsi aljabar F(x) = y = x + y x = y 2-2xy + x 2 = x x 2 y 2-2xy + (2x 2 x) = 0 merupakan bentuk diatas, jadi benar fungsi aljabar f) Fungsi Transenden Merupakan fungsi yang bukan fungsi alajbar : 1. Fungsi Eksponensial f(x) = a x, a 0, 1 2. Fungsi Logaritma F(x) = a log x, a 0, 1 Jika a = e = 2,71828 Kita tulis f(x) = e log x = ln x disebut logaritma natural dari x Bila y = ln x maka e y = x 3. Fungsi Trigonometri Sin x, cos x, tg x =,,, Variabel x biasanya dinyatakan dalam radian (π radian = 180 o ) Beberapa sifat dari fungsi trigonometri : sin 2 x + cos 2 x = 1 tg 2 x + 1 = sec 2 x ctg 2 x + 1 = cosec 2 x sin (x ± y) = sin x cos y ± cos x sin y cos (x ± y) = cos x cos y ± sin x sin y tg (x ± y) = sin (-x) = - sin x

cos (-x) = - cos x tg (- x) = - tg x sin ( -x) = cos x cos ( -x) = sin x tg ( -x) = ctg x sin 2x = 2 sin x cos x cos 2x = cos 2 x sin 2 x = 2 cos 2 x - 1 = 1-2 sin 2 x Sin x + sin y = ( ) ( ) cos x + cos y = ( ) ( ) sin x sin y = -½ [cos (x + y) cos (x y)] cos x cos y = ½ [cos (x + y) + cos (x y) sin x cos y = ½ [sin (x + y) + sin (x y)] Fungsi siklometri (fungsi invers trigonometri) : y = arc sin x artinya x = sin y sehingga bila x = 1 / 2 y = arc sin 1 / 2 = π/6 (harga utama π/2 y π/2) y = arc cos x (harga utama 0 y π) y = arc tg x (harga utama π/2 < y < π/2) y = arc ctg x = π/2 arc tg x (harga utama 0 < y < π) y = arc sec x = arc cos 1/x (harga utama 0 y π) y = arc cosec x = arc sin 1/x (harga utama π/2 y π/2) Beberapa sifat : arc sin x + arc cos x =π/2 arc tg x + arc ctg x = π/2 arc sin x = arc cos arc tg x = arc ctg 1/x

KETERANGAN : td artinya tidak terdefinisi atau tidak memiliki nilai 1. cos (arc sin 3/2) = cos 60 = ½ 2. sin (arc tg - 3) = sin (120) = sin 120 = 1/2 3 3. ctg (arc tg 3) = ctg 60 = Latihan soal : 1. tg ( ) 7. Tg ( ) 2. sec π 8. Ctg ( ) 3. sec 9. Tg ( - 4. cosec ( ) 10. Sec 5. ctg( ) 11. Cosec ( 6. tg (- ) 12. Cos

Buktikan! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. (1 cos 2 x) (1 + ctg 2 x) = 1 12. Sin t (cosec t sin t) = cos 2 t 13. 14. 15. = sec 2 t 16. = cosec 2 t