BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Meia Tanam an Jenis Pupuk terhaap Pertumuhan an Perkemangan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) engan Teknik Buiaya Hiroponik Hasil analisis variansi (ANAVA) tentang pengaruh meia tanam an jenis pupuk terhaap tinggi tanaman, jumlah ruas tiap pohon, erat kering tanaman, umur erunga, jumlah uah tiap pohon tanaman tomat isajikan paa tael 4.1. Tael 4.1: Hasil ANAVA Faktorial Pengaruh Meia Tanam an Jenis Pupuk terhaap Pertumuhan an Perkemangan Tanaman Tomat SK Nilai F hitung F tael F tael T.Tanaman J.Ruas B.Kering U.Bunga J.Buah 5% 1% Tanaman Meia 34,087** 17,505** 40,702** 8,134** 8,992** 2,44 3,53 Pupuk 329,780** 104,143** 288,143** 93,370** 156,543** 4,20 7,64 Interaksi 2851,780** 744,554** 842,521** 694,898** 466,827** 2,06 2,80 Galat 17,762 4,167 2,529 6,048 3,024 Ket: * : Berea Nyata ** : Berea Sangat Nya ta Dari tael 4.1 apat iketahui ahwa perlakuan meia memerikan pengaruh erea nyata terhaap umur erunga an jumlah uah, erea sangat nyata terhaap tinggi tanaman, jumlah ruas, an erat kering tanaman. Perlakuan jenis pupuk memerikan pengaruh erea sangat nyata terhaap tinggi tanaman, jumlah ruas, erat kering tanaman, umur erunga, jumlah uah. Terapat pengaruh interaksi antara perlakuan meia an pupuk yang erea sangat nyata terhaap tinggi tanaman, jumlah ruas, erat kering tanaman, umur erunga,
jumlah uah. Untuk mengetahui hasil perlakuan teraik ilakukan engan uji lanjut engan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) engan taraf signifikansi 5%. Seangkan untuk mengetahui jenis pupuk yang teraik ilakukan engan uji t. Hasil uji lanjut DMRT isajikan paa tael 4.2, an 4.4 4.1.1 Pengaruh Meia Tanam an Jenis Pupuk terhaap Tinggi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) engan Teknik Buiaya Hiroponik Tael 4.2: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Tinggi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Meia Rata-rata Notasi Tinggi Tanaman M0 (tanah) M2 (agregat arang) M1 (arang sekam) M3 (pasir) M4 (pecahan atu ata) M6 (pasir+pecahan atu ata) M5 (pasit+arang sekam) 109,00 126,50 129,17 130,33 131,67 134,83 141,50 a c c c Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% Grafik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Tinggi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill. ) 160 Rata-rata Tinggi Tanaman 140 120 100 80 60 40 20 0 M0 M2 M1 M3 M4 M6 M5 Perlakuan Meia
Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.2 iketahui ahwa perlakuan meia M0 (meia tanam tanah) memerikan hasil tinggi tanaman paling penek ila ianingkan perlakuan meia yang lain yaitu engan tinggi tanaman 109,00 cm, Hal ini iseakan karena meia tanam tanah alam percoaan ini aalah tanah yang kurang suur yang iamil ari lahan yang kurang prouktif sehingga ukan termasuk meia yang ieal. Perlakuan meia yang memerikan hasil tanaman paling tinggi aalah perlakuan engan meia M5 (meia tanam kominasi antara pasir engan arang sekam) engan tinggi tanaman 141,50 cm. Hal ini ikarenakan kominasi antara meia tanam pasir engan arang sekam aalah pasir merupakan meia tanam yang memiliki sifat apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam. Seangkan arang sekam aalah meia tanam yang ersifat muah menyerap an menyimpan air karena ersifat porous, tiak muah lapuk, sehingga memerikan pengaruh tiak menghamat pertumuhan an perkemangan suatu tanaman (Lingga, 2006). Hasil uji t keua jenis pupuk untuk tinggi tanaman yaitu t hitung (0,0146) < t 0,05(2) (4,30). Karena (0,0146) < t 0,05(2) (4,30), maka H 0 iterima, sehingga tanaman tomat yang ipupuk A engan yang ipupuk B tingginya sama. Hal ini menunjukkan ahwa ari keua jenis pupuk alam percoaan kali ini memerikan pengaruh yang sama. Hal ini iseakan karena unsur hara yang terkanung alam keua jenis pupuk tiak sama akan tetapi masing-masing pupuk mempunyai fungsi yang erea, mungkin aa kanungan unsur lain yang
isemunyikan oleh formulatornya yang sengaja tiak icantumkan, sehingga pengaruhnya untuk pertumuhan an perkemangan suatu tanaman sama. Tael 4.4: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Tinggi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Interaksi F1M0 F1M1 F1M2 F1M5 F2M0 F1M4 F1M3 F1M6 F2M2 F2M3 F2M1 F1M4 F2M6 F2M5 Rata-rata Tinggi Tanaman 98,00 118,00 118,00 120,00 120,00 121,00 122,33 123,00 135,00 138,33 140,33 142,33 146,67 163,00 Notasi a c c c c e Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% 180 160 Grafik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Tinggi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Rata-rata Tinggi Tanaman 140 120 100 80 60 40 20 0 F1M0 F1M1 F1M2 F1M5 F2M0 F1M4 F1M3 F1M6 F2M2 F2M3 F2M1 F1M4 F2M6 F2M5 Perlakuan Interaksi Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.4 iketahui ahwa paa interaksi jenis meia tanam engan jenis pupuk memerikan hasil tinggi tanaman paling tinggi aalah tanaman yang itanam paa interaksi F2M5 (meia tanam pasir engan
arang sekam an pupuk B) engan tinggi tanaman 163,00 cm. Hal ini iseakan karena meia tanam kominasi antara pasir engan arang sekam memiliki sifat yang saling menukung, pasir memiliki sifat apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam, an juga memiliki sifat kapilaritas yang tinggi (mampu menghantarkan air ke akar tanaman), seangkan meia tanam arang sekam mampu menyerap an menyimpan air (Lingga, 2006). Selain itu arang sekam juga erperan penting alam peraikan struktur meia tanam sehingga aerasi an rainase i meia tanam menjai leih aik, an meia arang sekam juga memiliki kanungan karon (C) yang tinggi sehingga memuat meia tanam menjai gemur (Anonim, 2007), sehingga meia tanam terseut menjai meia yang ieal yang mampu menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai muah iserap oleh tanaman. Perlakuan yang memerikan hasil interaksi tanaman yang paling penek aalah tanaman yang itanam paa interaksi F1M0 (meia tanam tanah an pupuk A) engan tinggi tanaman 98,00 cm. Hal ini iseakan karena tanah yang kurang suur yang iamil ari lahan yang kurang prouktif sehingga meia terseut ukanlah meia yang ieal, karena tiak isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai tiak muah iserap oleh tanaman, sehingga pertumuhan ari tanaman terseut terhamat an tiak isa tumuh engan maksimum. Hal itulah yang menyeakan interaksi F1M0 selalu memerikan hasil paling renah engan semua jenis kominasi perlakuan ila ianingkan engan interaksi F2M5 yang selalu memerikan hasil tertinggi.
Tanaman akan tumuh an erkemang engan aik apaila itunjang oleh interaksi eerapa faktor yaitu faktor genetik engan lingkungan. Jai karakteristik yang itampilkan oleh tumuhan, itentukan aik oleh genetik maupun lingkungan secara ersama-sama. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumuhan, perkemangan an prouksi suatu tanaman aalah terseianya unsur-unsur hara yang cukup i alam meia tanam (Anonim, 2008). 4.1.2 Pengaruh Meia Tanam an Jenis Pupuk terhaap Jumlah Ruas Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) engan Teknik Buiaya Hiroponik Tael 4.5: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Jumlah Ruas Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Meia Rata-rata Notasi Jumlah Ruas Tiap Pohon M0 (tanah) M2 (agregat arang) M1 (arang sekam) M4 (pecahan atu ata) M6 (pasir+pecahan atu ata) M5 (pasir+arang sekam) M3 (pasir) 27,17 28,50 29,67 32,00 33,00 35,33 36,50 a a a c c e e Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% Grafik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Jumlah Ruas Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Rata-rata Jumlah Ruas Tiap Pohon 40 30 20 10 0 M0 M2 M1 M4 M6 M5 M3 Perlakuan Meia
Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.5 apat iketahui ahwa paa perlakuan jenis meia tanam memerikan hasil jumlah ruas yang paling seikit yaitu tanaman tomat yang itanam paa perlakuan jenis meia M0 (meia tanam tanah) engan jumlah ruas seanyak 27,17 ruas. Hal ini iseakan karena meia tanam tanah alam percoaan ini aalah tanah yang kurang suur yang iamil ari lahan yang kurang prouktif, sehingga pertumuhan ari tanaman terseut terhamat an tiak isa tumuh engan maksimum. Perlakuan yang memerikan hasil jumlah ruas yang paling anyak yaitu paa perlakuan jenis meia M3 (meia tanam pasir) engan jumlah ruas seanyak 36,50 ruas. Hal ini iseakan karena meia tanam pasir merupakan meia tanam yang apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam, selain itu tanaman yang itanam paa meia pasir pertumuhannya akan mengalami percepatan karena pasir memiliki sifat aya kapilaritas yang tinggi yaitu meia yang mampu menghantarkan air ke akar tanaman (Anonim, 2007). Nicholls (2003) menamahkan, meia tanam pasir juga memiliki sifat steril an apat mempertahankan kelemaan engan aik. Hasil uji t keua jenis pupuk untuk jumlah ruas yaitu t hitung (0,064) < t 0,05(2) (4,30), karena t hitung (0,064) < t 0,05(2) (4,30), maka H 0 iterima, sehingga tanaman tomat yang ipupuk A engan yang ipupuk B jumlah ruasnya sama. Hal ini menunjukkan ahwa ari keua pupuk alam percoaan kali ini memerikan pengaruh yang sama. Hal ini iseakan karena unsur hara yang terkanung alam keua jenis pupuk tiak sama akan tetapi masing-masing mempunyai fungsi yang erea, mungkin aa kanungan unsur lain yang isemunyikan
oleh formulatornya yang sengaja tiak icantumkan, sehingga pengaruhnya untuk pertumuhan an perkemangan suatu tanaman sama. Tael 4.7: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Jumlah Ruas Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) `Perlakuan Rata-rata Notasi Interaksi jumlah ruas F1M0 26,33 a F1M2 26,33 a F1M6 28,00 a F2M0 28,00 a F1M3 28,67 a F1M1 29,33 a F1M4 30,00 a F2M1 30,00 a F2M2 30,67 c F1M5 31,00 c F2M4 34,00 c F2M6 38,00 F2M5 39,67 F2M3 44,33 e Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% Grafik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Jumlah Ruas Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) 45 40 Rata-rata Juamlah Ruas 35 30 25 20 15 10 5 0 F1M0 F1M2 F1M6 F2M0 F1M3 F1M1 F1M4 F2M1 F2M2 F1M5 F2M4 F2M6 F2M5 F2M3 Perlakuan Interaksi
Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.7 apat iketahui ahwa paa interaksi jenis meia tanam engan jenis pupuk memerikan pengaruh tanaman yang jumlah ruasnya paling anyak aalah tanaman yang itanam paa interaksi F2M3 (meia tanam pasir an pupuk B) engan jumlah ruas seanyak 44,33 ruas. Hal ini iseakan karena pasir sering igunakan seagai meia tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir ianggap memaai an sesuai jika igunakan seagai meia untuk penyemaian enih, pertumuhan iit tanaman, an perakaran setek atang tanaman. Sementara oot pasir yang cukup erat akan mempermuah tegaknya setek atang. Pasir merupakan meia tanam yang sering igunakan meia tanam hiroponik seagai meia pengganti tanah karena pasir apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam, selain itu pasir juga memiliki sifat kapilaritas yang tinggi an juga apat ipakai erulang-ulang setelah iersihkan (Anomin, 2007), sehingga pasir juga termasuk meia yang ieal karena isa menghantarkan nutrisi yang ierikan muah iserap oleh tanaman. Perlakuan yang memerikan hasil interaksi tanaman yang paling seikit jumlah ruasnya aalah tanaman yang itanam paa interaksi F1M0 (meia tanam tanah an pupuk A) engan jumlah ruas seanyak 26,33 ruas. Hal ini iseakan karena meia tanam tanah alam percoaan ini merupakan jenis tanah yang kurang suur yang iamil ari lahan yang kurang prouktif sehingga meia terseut ukanlah meia yang ieal, karena tiak isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai tiak muah iserap oleh tanaman, sehingga pertumuhan ari tanaman terseut terhamat an tiak isa tumuh engan maksimum. Hal itulah
yang menyeakan interaksi F1M0 selalu memerikan hasil paling seikit jumlah ruasnya engan semua jenis kominasi perlakuan ila ianingkan engan interaksi F2M3 yang selalu memerikan hasil paling anyak jumlah ruasnya. 4.1.3 Pengaruh Meia Tanam an Jenis Pupuk terhaap Berat Kering Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) engan Teknik Buiaya Hiroponik Tael 4.8: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Berat Kering Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Meia Rata-rata Berat Notasi Kering Tanaman M0 (tanah) M1 (arang sekam) M2 (agregat arang) M6 (pasir+pecahan atu ata) M3 (pasir) M4 (pecahan atu ata) M5 (pasir+arang sekam) 18,6917 22,5117 25,0183 28,1833 28,5200 29,0200 30,0183 a c Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% Rata-rata Berat Kering Tanaman 35 30 25 20 15 10 5 0 Garfik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Berat Kering Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) M0 M1 M2 M6 M3 M4 M5 Perlakuan Meia Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.8 apat iketahui ahwa perlakuan meia tanam memerikan hasil tanaman yang paling ringan ootnya aalah tanaman yang i tanam paa perlakuan meia M0 (meia tanam tanah) engan
erat tanaman seesar 18,6917 gram. Hal ini iseakan karena meia tanam tanah alam percoaan kali ini aalah tanah yang kurang suur yang iamil ari lahan yang kurang prouktif sehingga meia terseut ukanlah meia yang ieal, karena tiak isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai tiak muah iserap oleh tanaman, sehingga pertumuhan ari tanaman terseut terhamat an tiak isa tumuh engan maksimum. Perlakuan yang memerikan hasil tanaman yang paling erat ootnya aalah tanaman yang i tanam paa perlakuan M5 (meia tanam kominasi antara pasir engan arang sekam) engan erat tanaman seesar 30,0183 gram. Hal ini iseakan karena meia tanam kominasi antara pasir engan arang sekam memerikan pengaruh tanaman leih erat ila ianingkan engan perlakuan meia yang lain aalah pasir memiliki sifat yang saling menukung, pasir apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam an pasir juga memiliki sifat kapilaritas yang tinggi seangkan arang sekam memiliki sifat mampu menyerap an menyimpan air (Lingga, 2006), sehingga aik untuk pertumuhan an perkemangan suatu tanaman. Hasil uji t keua jenis pupuk untuk erat kering tanaman yaitu t hitung (0,0293) < t 0,05(2) (4,30), karena t hitung (0,0293) < t 0,05(2) (4,30), maka H 0 iterima, sehingga tanaman tomat yang ipupuk A engan yang ipupuk B erat keringnya sama. Hal ini menunjukkan ahwa ari keua pupuk alam percoaan kali ini memerikan pengaruh yang sama. Hal ini iseakan karena unsur hara yang terkanung alam keua jenis pupuk tiak sama akan tetapi masing-masing mempunyai fungsi yang erea, mungkin aa kanungan unsur lain yang
isemunyikan oleh formulatornya yang sengaja tiak icantumkan, sehingga pengaruhnya untuk pertumuhan an perkemangan suatu tanaman sama. Suatu tanaman akan tumuh engan suurnya, apaila segala elemen yang iutuhkannya terseia cukup, lagi pula elemen itu aa i alam entuk yang sesuai untuk iserap tanaman. Mengenai pemasukan elemen-elemen ke alam tuuh tanaman terapat pengaruh yang timal alik (Salisury an Ross, 1995). Kanungan unsur hara alam tumuhan ihitung erasarkan total erat kering tumuhan, isajikan engan satuan ppm atau persen. Bahan kering tumuhan aalah ahan tumuhan setelah seluruh air yang terkanung ialamnya ihilangkan. Secara praktis, jika jaringan tumuhan segar ipanaskan engan suhu 80ºC selama 2 hari suah cukup untuk menghilangkan semua air yang terkanung alam jaringan terseut (Lakitan, 2004). Tael 4.10: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Berat Kering Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Interaksi F1M0 F1M1 F2M0 F1M2 F1M6 F1M3 F1M4 F1M5 F2M1 F2M2 F2M3 F2M4 F2M6 F2M5 Rata-rata erat kering tanaman 17,3700 19,6733 20,0133 20,3533 21,6833 24,3533 24,6867 24,6867 25,3500 29,6833 32,6867 33,3533 34,6833 35,3500 Notasi a a a c c c c e e e e Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5%
Grafik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Berat Kering Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Rata-rata Tinggi Tanaman 40 35 30 25 20 15 10 5 0 F1M0 F2M0 F1M6 F1M4 F2M1 F2M3 F2M6 Perlakuan Interaksi Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.10 apat iketahui ahwa paa interaksi jenis meia tanam engan jenis pupuk memerikan pengaruh tanaman yang paling erat aalah tanaman yang itanam paa interaksi F2M5 (meia tanam pasir engan arang sekam an pupuk B) engan erat tanaman seesar 35,3500 gram. Hal ini iseakan karena meia tanam kominasi antara pasir engan arang sekam memiliki sifat yang saling menukung, pasir memiliki sifat apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam seangkan meia tanam arang sekam mampu menyerap an menyimpan air (Lingga, 2006). Selain itu arang sekam juga erperan penting alam peraikan struktur tanah sehingga aerasi an rainase i meia tanam menjai leih aik, selain itu meia arang sekam juga memiliki kanungan karon (C) yang tinggi sehingga memuat meia tanam menjai gemur (Anonim, 2007). Hal itulah yang menyeakan meia kominasi pasir engan arang sekam termasuk meia yang ieal karena isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai leih muah iserap oleh tanaman. Perlakuan yang memerikan hasil tanaman yang paling penek aalah tanaman yang itanam paa interaksi F1M0 (meia tanam tanah an pupuk A) engan tinggi tanaman 98,00 cm. Hal ini iseakan karena tanah yang igunakan
alam percoaan kali ini aalah tanah yang kurang suur yang iamil ari lahan yang kurang prouktif sehingga meia terseut ukanlah meia yang ieal, karena tiak isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai tiak muah iserap oleh tanaman, sehingga pertumuhan ari tanaman terseut terhamat an tiak isa tumuh engan maksimum. Cara untuk mengetahui kanungan unsur hara alam tumuhan aalah engan menghitung kanungan unsur hara erasarkan total eratnya per satuan ahan kering tumuhan, engan satuan ppm atau persen. Bahan kering tumuhan aalah ahan tumuhan setelah seluruh air yang terkanung ialamnya ihilangkan (Lakitan, 2004). Berarti ahwa tumuhan yang memiliki erat kering paling erat merupakan tanam yang pertumuhan an perkemangannya paling aik, egitu pula sealiknya. 4.1.4 Pengaruh Meia Tanam an Jenis Pupuk terhaap Umur Berunga Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) engan Teknik Buiaya Hiroponik Tael 4.11: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Umur Berunga Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Meia Rata-rata Umur Notasi Berunga M3 (pasir) M5 (pasir+arang sekam) M4 (pecahan atu ata) M1 (arang sekam) M6 (pasir+pecahan atu ata) M0 (tanah) M2 (agregat arang) 33,50 34,50 34,67 38,17 38,67 40,00 40,50 a a a set: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5%
Garfik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Umur Berunga Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Rata-rata Umur Berunga 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 M3 M5 M4 M1 M6 M0 M2 Perlakuan Meia Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.11 apat iketahui ahwa paa perlakuan engan meia memerikan pengaruh tanaman tomat yang leih cepat erunga aalah tanaman yang itanam paa perlakuan M3 (yang itanam paa meia tanam pasir) seesar 33,50. Hal ini iseakan karena pasir merupakan meia tanam yang sering igunakan meia tanam hiroponik seagai meia pengganti tanah karena pasir apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam, selain itu pasir juga memiliki sifat kapilaritas yang tinggi an apat ipakai erulang-ulang setelah iersihkan. Perlakuan meia yang memerikan hasil yang paling lamat erunganya aalah tanaman yang itanam paa perlakuan meia M2 (meia tanam agregat arang kayu) seesar 40,50. hal ini iseakan karena meia tanam agregat arang kayu hanya apat igunakan seagai meia tanam i aerah engan kelemapan tinggi hal itu ikarenakan arang kayu kurang mampu mengikat air alam jumlah anyak. Meia arang kayu ini juga miskin akan unsur hara (Anonim, 2007) Hasil uji t untuk keua jenis pupuk untuk umur erunga yaitu t hitung (0,093) < t 0,05(2) (4,30), karena t hitung (0,093) < t 0,05(2) (4,30), maka H 0 iterima, sehingga tanaman tomat yang ipupuk A engan yang ipupuk B umur
erunganya sama. Hal ini menunjukkan ahwa ari keua pupuk alam percoaan kali ini memerikan pengaruh yang sama. Hal ini iseakan karena unsur hara yang terkanung alam keua jenis pupuk tiak sama akan tetapi masing-masing pupuk mempunyai fungsi yang erea, mungkin aa kanungan unsur yang isemunyikan oleh formulatornya yang sengaja tiak icantumkan, sehingga pengaruhnya terhaap pertumuhan an perkemangan tanaman sama. Jenis pupuk erpengaruh terhaap umur erunga tanaman tomat, hal ini menunjukkan ahwa keterseiaan unsur hara yang apat iserap oleh tanaman merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil tanaman, masing-masing jenis tanaman menghenaki jenis an jumlah unsur hara yang erea. Jenis an jumlah unsur hara yang terseia paa asarnya harus eraa alam keaaan yang cukup an seimang agar tingkat hasil yang iharapkan apat tercapai. Oleh karena itu salah satu cara untuk menjaga keseimangan an keterseiaan unsur hara apat ilakukan engan menggunakan pupuk engan cara pemerian konsentrasi alam hiroponik an untuk mengetahui respon fisiologi pertumuhan an perkemangannya apat ilakukan engan cara memerikan jenis pupuk yang erea.
Tael 4.13: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Umur Berunga Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Interaksi F2M5 F2M3 F2M4 F2M6 F2M1 F1M3 F2M2 F2M0 F1M4 F1M5 F1M1 F1M0 F1M6 F1M2 Rata-rata Umur Berunga 30,00 30,67 31,33 33,67 34,67 36,33 36,33 37,67 38,00 39,00 41,67 42,33 43,67 44,67 Notasi a a a ac c c c ce cef ef efg fg g g Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% 45 Grafik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Umur Berunga Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Rata-rata Umur Berunga 40 35 30 25 20 15 10 5 0 F2M5 F2M3 F2M4 F2M6 F2M1 F1M3 F2M2 F2M0 F1M4 F1M5 F1M1 F1M0 F1M6 F1M2 Perlakuan Interaksi Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.13 apat iketahui ahwa paa perlakuan interaksi jenis meia tanam engan jenis pupuk memerikan pengaruh tanaman yang leih cepat erunga aalah tanaman yang itanam paa interaksi F2M5 (meia tanam pasir engan arang sekam an pupuk B) seesar 30,00. Hal ini iseakan karena meia tanam kominasi antara pasir engan arang sekam memiliki sifat yang saling menukung, pasir memiliki sifat apat meningkatkan
sistem aerasi an rainase meia tanam seangkan meia tanam arang sekam mampu menyerap an menyimpan air (Lingga, 2006). Selain itu arang sekam juga erperan penting alam peraikan struktur tanah sehingga aerasi an rainase i meia tanam menjai leih aik, selain itu meia arang sekam juga memiliki kanungan karon (C) yang tinggi sehingga memuat meia tanam menjai gemur (Anonim, 2007), sehingga meia terseut termasuk meia yang ieal yang isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai muah iserap oleh tanaman. Perlakuan yang memerikan hasil interaksi tanaman yang paling lama erunga aalah tanaman yang itanam paa interaksi F1M2 (meia tanam agregat arang kayu an pupuk A) seesar 44,67. Hal ini iseakan karena meia tanam agregat arang kayu hanya apat igunakan seagai meia tanam i aerah engan kelemapan tinggi hal itu ikarenakan arang kayu kurang mampu mengikat air alam jumlah anyak. Meia arang kayu ini juga miskin akan unsur hara (Anonim, 2007), sehingga meia agregat arang kayu juga ukan termasuk meia yang ieal karena tiak isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai tiak muah iserap oleh tanaman. Hal itulah yang menyeakan interaksi F1M2 selalu memerikan hasil yang paling lamat erunganya untuk kominasi engan semua jenis meia tanam ila ianingkan engan F2M5 yang selalu memerikan hasil paling cepat erunganya. Menurut Mangoenijojo (2003), menyatakan ahwa pertumuhan an perkemangan suatu tanaman yang erasal ari suatu iit apat ieakan menjai tiga fase pertumuhan, yaitu fase emrio yang imulai seelum menjai
iit, yakni saat terjai peleuran gamet jantan an gamet etina mementuk zigot. Fase mua imulai engan erkecamahnya iji yang seenarnya, yakni pertumuhan emrio itu seniri. Pertumuhan emrio menjai seeling (merupakan suatu tanaman mua yang tumuh ari iji, ukan ari agian vegetatif) yang erkemang menjai pertumuhan vegetatif icirikan engan memesarnya ukuran, aik pertumuhan memanjang maupun pertumuhan lingkar atang. Fase ewasa yaitu tanaman memasuki masa reprouksi yang paa akhirnya menghasilkan iji atau uah. Tanaman mencapai ukuran tertentu untuk eralih mementuk primoria unga seagai akiat aanya proses fisiologis atau hormonal yang terjai paa tanaman terseut atau seagai akiat aanya ransangan pengaruh faktor ari luar. Untuk mencapai fase erunga (generative), suatu tanaman ikenalikan oleh faktor genetik. Mmeskipun emikian, engan perlakuan-perlakuan tertentu fase terseut apat ipercepat. Prekositas menunjukkan suatu sifat tanaman yang erkecenerungan untuk erunga an erprouksi leih cepat ianingkan engan yang lain (Mangoenijojo, 2003).
4.1.5 Pengaruh Meia Tanam an Jenis Pupuk terhaap Jumlah Buah Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) engan Teknik Buiaya Hiroponik Tael 4.14: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Jumlah Buah Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Meia Rata-rata Notasi Jumlah Buah Tiap Pohon M0 (tanah) M2 (agregat arang) M1 (arang sekam) M3 (pasir) M4 (pecahan atu ata) M5 (pasir+arang sekam) M6 (pasir+pecahan atu ata) 17,83 19,17 21,00 22,00 22,33 23,33 23,50 a a c c c Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% Garfik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Meia Tanam terhaap Jumlah Buah Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) 25 Rata-rata Jumlah Buah Tiap Pohon 20 15 10 5 0 M0 M2 M1 M3 M4 M5 M6 Perlakuan Meia Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.14 apat iketahui ahwa perlakuan meia memerikan pengaruh tanaman yang menghasilkan jumlah uah paling seikit aalah tanaman tomat yang itanam paa perlakuan meia M0 (yang itanam paa meia tanam tanah) seesar 17,83. Hal ini iseakan karena meia tanam tanah alam percoaan ini aalah tanah yang kurang suur yang iamil ari lahan yang kurang prouktif sehingga meia terseut ukanlah meia yang
ieal, karena tiak isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai tiak muah iserap oleh tanaman, sehingga pertumuhan ari tanaman terseut terhamat an tiak isa tumuh engan maksimum. Perlakuan yang memerikan hasil tanaman yang jumlah uahnya paling anyak aalah tanaman yang itanam paa perlakuan meia M6 (itanam paa meia tanam kominasi pasir engan pecahan atu ata) seesar 23,50. Hal itu ikarenakan kominasi keua jenis meia saling menukung, meia tanam pasir merupakan meia tanam yang apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam an memiliki sifat kapilaritas yang tinggi seangkan pecahan atu ata merupakan meia tanam yang erfungsi untuk melekatkan akar. Semakin kecil ukuran ari pecahan atu ata terseut, maka kemampuan aya serapnya terhaap air maupun unsur hara akan semakin aik, selain itu ukuran yang semakin kecil juga akan memuat sirkulasi uara an kelemapan isekitar akar tanaman erlangsung leih aik (Anomin, 2007) Hasil uji t keua jenis pupuk untuk jumlah uah tiap pohon yaitu t hitung (0,062) < t 0,05(2) (4,30), karena t hitung (0,062) < t 0,05(2) (4,30), maka H 0 iterima, sehingga tanaman tomat yang ipupuk A engan yang ipupuk B jumlah uahnya sama. Hal ini menunjukkan ahwa ari keua pupuk alam percoaan kali ini memerikan pengaruh yang sama. Hal ini iseakan karena unsur hara yang terkanung alam keua jenis pupuk tiak sama akan tetapi masing-masing pupuk mempunyai fungsi yang erea, mungkin aa kanungan unsur lain yang isemunyikan oleh formulatornya yang sengaja tiak icantumkan, sehingga pengaruhnya terhaap pertumuhan an perkemangan tanaman sama.
Tael 4.16: Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Jumlah Buah Tiap Pohon Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Perlakuan Interaksi F1M2 F1M0 F1M5 F1M1 F1M3 F1M6 F2M0 F1M4 F2M1 F2M2 F2M4 F2M3 F2M6 F2M5 Rata-rata Jumlah Buah Tiap Pohon 14,67 15,67 18,33 18,67 18,67 19,33 20,00 20,33 23,33 23,67 24,33 25,33 27,67 28,33 Notasi a a c c c c c c e e e Ket: Angka yang iampingi huruf yang sama tiak erea nyata erasarkan uji Duncan 5% 30 Grafik Hasil Uji Duncan 5%, untuk Pengaruh Interaksi Meia Tanam engan Jenis Pupuk terhaap Jumlah Buah Tiap Pohon Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Rata-rata Jumlah Buah Tiap pohon 25 20 15 10 5 0 F1M2 F1M0 F1M5 F1M1 F1M3 F1M6 F2M0 F1M4 F2M1 F2M2 F2M4 F2M3 F2M6 F2M5 Perlakuan Interaksi Hasil uji Duncan 5% paa tael 4.16 apat iketahui ahwa paa interaksi jenis meia tanam engan jenis pupuk memerikan pengaruh tanaman yang jumlah uahnya paling anyak aalah tanaman yang itanam paa interaksi F2M5 (meia tanam pasir engan arang sekam an pupuk B) engan jumlah uah seanyak 28,33 uah. Hal ini iseakan oleh meia tanam kominasi antara pasir engan arang sekam masing-masing memiliki sifat yang saling menukung,
pasir memiliki sifat apat meningkatkan sistem aerasi an rainase meia tanam an juga memiliki sifat kapilaritas yang tinggi seangkan arang sekam aalah meia tanam ersifat muah menyerap an menyimpan air karena ersifat porous, tiak muah lapuk, sehingga aik untuk pertumuhan an perkemangan suatu tanaman (Lingga, 2006), sehingga maia terseut termasuk maia yang ieal yang isa menghantarkan nutrisi yang ierikan menjai muah iserap oleh tanaman. Perlakuan yang memerikan hasil interaksi tanaman yang jumlah uahnya paling seikit aalah tanaman yang itanam paa interaksi F1M2 (meia tanam agregat arang kayu an pupuk A) engan jumlah uah seanyak 14,67 uah. Hal ini iseakan karena meia tanam agregat arang kayu hanya apat igunakan seagai meia tanam i aerah engan kelemapan tinggi hal itu ikarenakan arang kayu kurang mampu mengikat air alam jumlah anyak. Meia arang kayu ini juga miskin akan unsur hara (Anonim, 2007), sehingga meia agregat arang kayu ukan termasuk meia yang ieal karena tiak isa menghantarkan nutrisi yang ierikan tiak muah iserap oleh tanaman. Hal itulah yang menyeakan interaksi F2M5 selalu memerikan hasil yang paling seikit jumlah uahnya untuk kominasi engan semua jenis meia tanam ila ianingkan engan interaksi F1M2 yang selalu memerikan hasil paling anyak jumlah uahnya. Perpenekan masa juvenil paa hakikatnya aalah memacu pertumuhan vegetatif tanaman semaksimal mungkin. Dalam hal ini, perlakuan pemerian pupuk erleih apat memacu pertumuhan tanaman. Apaila masa vegetatif tanaman telah terlampaui, maka masa pertumuhan generatif akan menyusul. Paa eerapa jenis tanaman konifer, pemupukan erleih (terutama pupuk
nitrogen) apat menghasilkan pertumuhan vegetatif maksimal tanaman asal iji an sekaligus memacu pemungaannya (Ashari, 1998) Parameter ari pertumuhan an perkemangan aalah engan aanya jumlah uah yang ihasilkan oleh suatu tanaman, karena pertumuhan menunjukkan suatu pertamahan alam ukuran an perkemangan menunjukkan suatu peruahan teratur an erkemang, seringkali menuju suatu keaaan yang leih komplek. Dengan aanya uah erarti tanaman terseut telah mengalami pertumuhan an perkemangan. Seangkan pertumuhan an perkemangan itu seniri ipengaruhi oleh eerapa faktor, iantaranya aalah faktor ari alam yaitu faktor yang meliatkan hormon yang akan mengontrol pertumuhan an perkemangan tumuhan, aik hormon yang ihasilkan ari alam tuuh tumuhan terseut atau hormon yang ihasilkan i luar tuuh tumuhan. Faktor lain yang isa mempengaruhi pertumuhan an perkemangan aalah faktor lingkungan, faktor ini merupakan faktor ari luar yang erat sekali huungannya engan perkemangan yaitu meliputi panjang peneknya hari, suhu, nutrisi, an lain-lain (Sasmitamiharja an Siregar, 1990) Jai yang erperan alam pertumuhan an perkemangan alam hal ini aalah interaksi antara keua faktor yaitu faktor ari alam tuuh tumuhan an faktor lingkungan atau faktor ari luar tuuh tumuhan terseut, alam hal ini aalah interaksi antara faktor meia tanam engan jenis pupuk yang ierikan.