Matematika dan Statistika

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2

Aplikasi Matriks Leslie Untuk Memprediksi Jumlah Dan Laju Pertumbuhan Perempuan Di Provinsi Riau Pada Tahun 2017

ANALISIS MARKOV Proses Markov Matriks kemungkinan perpindahan keadaan / transisi

APLIKASI DIAGONALISASI MATRIKS PADA RANTAI MARKOV

Karakterisasi Matriks Leslie Ordo Empat

Jurnal Matematika Murni dan Terapan Epsilon Juni 2014 Vol. 8 No. 1 METODE KARMARKAR SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH PEMROGRAMAN LINEAR

Pertemuan 13 persamaan linier NON HOMOGEN

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERAMALAN PANGSA PASAR KARTU GSM DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV

ANALISIS PERPIDAHAN PENGGUNAAN MEREK SIMCARD DENGAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 7

BAB II LANDASAN TEORI

Menentukan Nilai Eigen Tak Dominan Suatu Matriks Definit Negatif Menggunakan Metode Kuasa Invers dengan Shift

Edy Sarwo Agus Wibowo, Yuni Yulida, Thresye

PREDIKSI JUMLAH LULUSAN DAN PREDIKAT KELULUSAN MAHASISWA FMIPA UNTAN TAHUN ANGKATAN 2013/2014 DENGAN METODE RANTAI MARKOV

BEBERAPA SIFAT HASIL KALI KRONECKER RANTAI MARKOV BERDIMENSI HINGGA

NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN disebut vektor eigen dari matriks A =

PENENTUAN KLASIFIKASI STATE PADA RANTAI MARKOV DENGAN MENGGUNAKAN NILAI EIGEN DARI MATRIKS PELUANG TRANSISI

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

Penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL) Dengan Dekomposisi QR

APLIKASI MATRIKS LESLIE UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH DAN LAJU PERTUMBUHAN SUATU POPULASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

PREDIKSI BENCANA ALAM DI WILAYAH KABUPATEN WONOGIRI DENGAN KONSEP MARKOV CHAINS

BAB 2 LANDASAN TEORI

Deret Binomial. Ayundyah Kesumawati. June 25, Prodi Statistika FMIPA-UII. Ayundyah (UII) Deret Binomial June 25, / 14

IMPLEMENTASI PENERAPAN MARKOV CHAIN PADA DATABASE MARKETING STUDI KASUS PELANGGAN E-COMMERCE

Matriks Leslie dan Aplikasinya dalam Memprediksi Jumlah dan Laju pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar

Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 27

Reliabilitas Suatu Mesin Menggunakan Rantai Markov (Studi Kasus: Mesin Proofer Di Pabrik Roti Super Jam Banten)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Herlyn Basrina, Yuni Yulida, Thresye Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi


Pertemuan 5 ANALISIS RANTAI MARKOV

8 MATRIKS DAN DETERMINAN

ANALISIS MARKOV CHAIN UNTUK FORECASTING PANGSA PASAR HANDPHONE DAN PEMROGRAMNNYA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Sebuah garis dalam bidang xy secara aljabar dapat dinyatakan oleh persamaan yang berbentuk

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

Pengantar Proses Stokastik

SEMINAR NASIONAL BASIC SCIENCE II

BAB IV ANALISIS MARKOV

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komoditas, model pergerakan harga komoditas, rantai Markov, simulasi Standard

Pertemuan 1 Sistem Persamaan Linier dan Matriks

BAB 2 LANDASAN TEORI

APLIKASI METODE PANGKAT DALAM MENGAPROKSIMASI NILAI EIGEN KOMPLEKS PADA MATRIKS

Fadly Ramadhan, Thresye, Akhmad Yusuf

BAB II LANDASAN TEORI

Penerapan Rantai Markov Dalam Pemilihan Minat Masuk Siswa SMA Ke Universitas Di Indonesia

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini, akan diuraikan definisi-definisi dan teorema-teorema yang

BAB II LANDASAN TEORI

PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB PADA GRAF LENGKAP DENGAN METODE MODIFIKASI MATRIK BUJURSANGKAR AJAIB DENGAN n GANJIL, n 3

METODE PANGKAT DAN METODE DEFLASI DALAM MENENTUKAN NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN DARI MATRIKS

Penerapan Hidden Markov Model Pada Harga Saham

Solusi Persamaan Linier Simultan

Konsep Dasar Markov Chain serta Kemungkinan Penerapannya di Bidang Pertanian

Hanna Lestari, ST, M.Eng. Lecture 11 : Rantai Markov

ANALISIS PERMAINAN EMPAT BILANGAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tabel 4 Hasil Pekerjaan Siswa

Teori permainan mula-mula dikembangkan oleh ilmuan Prancis bernama Emile Borel, secara umum digunakan untuk menyelesaikan masalah yang

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

MATRIKS BUJUR SANGKAR AJAIB ORDE GENAP KELIPATAN EMPAT MENGGUNAKAN METODE DURER

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS PASAR PERPINDAHAN KARTU PRA BAYAR GSM DENGAN RANTAI MARKOV. (Studi Kasus Mahasiswa UNDIP Semarang)

BAB II LANDASAN TEORI

Interpretasi Geometri Dari Sebuah Determinan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut

Penentuan Nilai Eigen Tak Dominan Matriks Hermit Menggunakan Metode Pangkat Invers Dengan Nilai Shift

MENENTUKAN NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN MATRIKS INTERVAL TUGAS AKHIR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENENTUAN NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN MATRIKS INTERVAL MENGGUNAKAN METODE PANGKAT

Pertemuan 2 Matriks, part 2

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DIAGONALISASI MATRIKS

Yang dipelajari. 1. Masalah Nilai Eigen dan Penyelesaiannya 2. Masalah Pendiagonalan. Referensi : Kolman & Howard Anton. Ilustrasi

Geometri pada Bidang, Vektor

MODEL STOKASTIK RANTAI MARKOV EMPAT STATUS PADA PENENTUAN NILAI HIDUP PELANGGAN. Dony Permana

5. Representasi Matrix

PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RSUD PAMEKASAN MENGGUNAKAN RANTAI MARKOV

Bab 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengantar Proses Stokastik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Menentukan Nilai Eigen Tak Dominan Suatu Matriks Semi Definit dan Indefinit Menggunakan Metode Kuasa Invers dengan Shift

SILABUS PENGALAMAN BELAJAR ALOKASI WAKTU

Aljabar Linier Lanjut. Kuliah 1

INVERS SUATU MATRIKS TOEPLITZ MENGGUNAKAN METODE ADJOIN

BAB III MODEL ANTRIAN MULTISERVER DENGAN VACATION

Penelitian Operasional II Rantai Markov RANTAI MARKOV

MATRIKS STOKASTIK GANDA DAN SIFAT-SIFATNYA. Suryoto Jurusan Matematika F-MIPA Universitas Diponegoro Semarang. Abstrak

II. TINJAUAN PUSTAKA. real. T dinamakan himpunan indeks dari proses atau ruang parameter yang

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY KOMPLEKS MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI DOOLITTLE

Pengantar Proses Stokastik

Aljabar Linear Elementer

Bab 7 Sistem Pesamaan Linier. Oleh : Devie Rosa Anamisa

(MS.3) SUBRUANG CONINVARIAN DARI MATRIKS KUADRAT KOMPLEKS

Analisis Rantai Markov Untuk Memprediksi Perpindahan Merek Shampoo Di Hypermart Swalayan Manado Town Square

Transkripsi:

ISSN 1411-6669 MAJALAH ILMIAH Matematika dan Statistika DITERBITKAN OLEH: JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS JEMBER

Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika PELUANG PENINGKATAN TENAGA KERJA DI INDONESIA DENGAN METODE RANTAI MARKOV (The Opportunities of Increasing Labors in Indonesia by Using Markov Chain Method Convex) Ika Hesti Agustin Jurusan Matematika FMIPA Universitas Jember Abstact: Labor is person who is ready to enter the job market in accordance with the wages offered by the provider of job. The amount of labor is calculated from the productive age population who entered the labor force category. Availability of jobs is not enough for all the existing labors. These problems can be overcome by knowing the probability of accretion rate of labor in the future. The probability of accretion rate of labor can be calculated using markov chain analysis. This research shows that the probability of the number of labors aged 15-19 years is 0.214, 20-24 years is 0.259, 25-29 years is 0.268, and 30-34 years is 0.255. Keywords: Labor, Probability, Markov Chain. I. PENDAHULUAN Tersedianya lapangan kerja baru untuk mengatasi peningkatan penawaran tenaga kerja merupakan salah satu target yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi daerah. Tenaga kerja adalah orang yang siap masuk dalam pasar kerja sesuai dengan upah yang ditawarkan oleh penyedia pekerjaan. Jumlah tenaga kerja dihitung dari penduduk usia produktif yang masuk kategori angkatan kerja (labourforce). Setiap tahunnya rata-rata angka tenaga kerja Indonesia meningkat sehingga tidak menutup kemungkinan ketersediaan lapangan kerja tidak mencukupi semua tenaga kerja yang ada. Akibatnya timbul banyak masalah, seperti menigkatnya jumlah pengangguran di Indonesia, kriminalitas sering sekali terjadi, Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) semakin bertambah, dan jumlah angka kemiskinan semakin bertambah setiap tahunnya. Namun disamping hal-hal dari segi negatif yang terjadi juga ada segi positif dari peningkatan angka tenaga kerja di Indonesia yaitu, Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia semakin baik karena banyaknya masyarakat yang sadar bahwa pendidikan itu penting sehingga tidak sedikit masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dapat diperkirakan peluang pertambahan angka tenaga kerja di masa yang akan datang, salah satu caranya dengan malakukan perhitungan menggunakan analisa rantai markov. 33

Peluang Peningkatan Tenaga Kerja...(33 40) II. METODE PENELITIAN 2.1 Data Penelitian Su Umur Penduduk yang Bekerja mbe Tahun 15-19 20-24 25-29 30-34 Jumlah r : 2000 1,813,356 4,149,243 5,037,068 4.914.567 15.914.234 We 2001 2,026,365 4,445,507 5,347,269 5.313.891 17.133.032 2002 1,702,683 4,301,711 5,275,595 5.460.713 16.740.702 bsit e 2003 2004 1,434,250 1.446.012 4,545,832 4.310.466 5,420,150 5.166.240 5.733.980 5.589.107 17.134.212 16.511.825 Badan Statistik Indonesia Dalam penelitian ini digunakan data riil jumlah penduduk umur 15 ke atas yang bekerja menurut propinsi, umur, dan daerah perkotaan-pedesaan yang berasal dari data Badan Statistika Indonesia yang di akses dari website Badan Statistika Indonesia selama periode satu hari pada hari kamis tanggal 24 Februari 2011. Data yang digunakan adalah penduduk berusia 15 tahun sampai 34 tahun, hal ini dikarenakan pengangkatan tenaga kerja umumnya maksimal berusia 30-35 tahun. 2.2 Langkah-langkah Penyelesaian Masalah Langkah langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Indentifikasi data Menghitung peluang atau presentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut propinsi, usia, dan daerah perkotaan-pedesaan. 2. Pembuatan Matriks Peralihan Pada tahap ini peluang atau presentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut propinsi, usia, dan daerah perkotaan-pedesaan yang sudah diperoleh pada langkah pertama akan dibuat menjadi matriks dengan menjadikan data per tahun menjadi satu kolom dengan ordo sesuai dengan banyak pengelompokkan data. Karena pada penelitian ini data yang digunakan merupakan jumlah dari penduduk berusia 15-19 tahun, 20-24 tahun, 25-29 tahun, dan 30-34 tahun, yang bekerja menurut propinsi, usia, dan daerah perkotaan-pedesaan, maka matriks yang digunakan berordo 4 x 4. 3. Perhitungan Vektor keadaan Pada tahap ini akan dihitung vektor keadaan dari matriks peralihan yang sudah dibuat pada langkah ke 2, dengan menggunakan persamaan xx (nn+1) = PPxx nn. 34

Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika 4. Perhitungan Vektor Keadaan Tunak Pada tahap ini akan dicari vektor keadaan tunak dengan menggunakan persamaan (1 PP) = 0 III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Tinjauan Pustaka Analisis markov adalah suatu tehnik matematika untuk peramalan perubahan pada variabel berdasarkan pengetahauan dari perubahan sebelumnya. Pada analisis ini terlihat suatu sistem setelah percobaan berulang, dimana hasil sistem pada periode yang akan datang tidak dapat ditentukan sebelumnya dengan pasti. Suatu set kemungkinan perubahan keadaan (transisi) diperhitungkan untuk menjelaskan bagaimana sistem tersebut melakukan transisi (perubahan) dari satu periode ke periode lainnya. Dapat juga diartikan jika suatu keadaan eksak yang sistem pengamatannya tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun peluang suatu keadaan tertentu dengan mengetahui keadaan sisitem itu pada pengamatan sebelumnya. Jika keadaan eksak sistem pada setiap pengamatan tidak dapat ditentukan dengan pasti,tetapi probabilitas suatu keadaan tertentu hanya dengan mengetahui keadaan sistem itu pada pengamatan sebelumnya,maka proses peralihan tersebut dinamakan Rantai Markov atau proses Markov. Misalkan sebuah sistem fisis atau matematis adalah sedemikian rupa sehingga pada sebarang saat sistem itu dapat menempati salah satu dari sejumlah berhingga keadaan. Misalnya, cuaca dalam sebuah kota tertentu dapat berada dalam salah satu dari antara tiga keadaan yang mungkin: cerah, mendung, atau hujan. Atau seseorang dapat berada dalam salah satu dari antara empat keadaan emosional yang mungkin: gembira, sedih, marah, atau gelisah. Misalkan sistem seperti itu berubah menurut waktu dari satu keadaan ke keadaan lainnnya dan pada beberapa jadwal waktu keadaan sistem tersebut diamati. Jika keadaan eksak dan sistem itu pada setiap pengamatan tidak dapat ditentukan dengan pasti, tetapi probabilitas suatu keadaan tertentu hanya dengan mengetahui keadaan sistem itu pada pengamatan sebelumnya, maka proses peralihan tersebut rantai Markov atau proses Markov. Sebuah garis dalam bidang xy secara aljabar dapat dinyatakan oleh persamaan yang berbentuk : 35

Peluang Peningkatan Tenaga Kerja...(33 40) aa 1 xx + aa 2 yy = bb Persamaan semacam ini kita namakan persamaan linier dalam peubah (variabel) x dan peubah y. Secara lebih umum, kita mendefinisikan persamaan linier dalam n peubah xx 1, xx 2,,xx nn sebagai persamaan yang dapat dinyatakan dalam bentuk : aa 1 xx 1 + aa 2 xx 2 + + aa nn xx nn = bb Dimana aa 1, aa 2,, aa nn dan b adalah konstanta - konstanta riil. Definisi 1. Jika sebuah Rantai Markov memiliki k keadaan yang mungkin, yang kita sebut 1, 2,, k, maka probabilitas bahwa sistem itu dalam keadaan i pada sebarang pengamatan sesudah sistem itu pada keadaan j pada pengamatan sebelumnya ditandai dengan p ij dan disebut kemungkinan peralihan (transition probability) dari keadaan j ke keadaan i. Matriks P = [ p ij ] disebut matriks peralihan dari Rantai Markov. Matriks peralihan dari Rantai Markov mempunyai ciri-ciri bahwa entri pada kolom manapun berjumlah 1. Jika p = [pp iiii ] adalah matriks peralihan dari Rantai Markov dengan k keadaan, maka untuk setiap j harus mempunyai: PP 1jj + PP 2jj + + PP kkkk = 1 Matriks dengan sifat PP 1jj + PP 2jj + + PP kkkk = 1 dinamakan matriks stokastik, matriks probabilitas atau matriks markov. Ini berarti bahwa matriks peralihan untuk Rantai Markov haruslah Matriks Stokastik. Definisi 2. Vektor keadaan (state vektor) untuk suatu pengamatan Rantai Markov dengan k keadaan adalah vektor kolom x dimana komponennya yang ke-i, yaitu xx ii, adalah probabilitas bahwa sistemnya berada dalam keadaan ke-i pada waktu itu. ( 0) Vektor keadaan x untuk suatu Rantai Markov pada suatu pengamatan awal. Teorema berikut menentukan vektor keadaan x ( 1) ( 2) ( n,,, ), x Pada waktu-waktu pengamatan berikutnya. x Teorema 1. Jika P adalah matriks peralihan dari sebuah rantai Markov dan xx (nn) adalah vektor keadaan pada pengamatan ke n, maka xx (nn+1) = PPPP (nn). Definisi 3. Sebuah matriks peralihan adalah reguler jika suatu pangkat bulat dari matriks itu mempunyai entri yang semuanya positif. Sebuah rantai Markov yang ditentukan oleh sebuah matriks peralihan yang regular dinamakn rantai Markov Reguler. Rantai Markov yang reguler mempunyai sebuah vektor 36

Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika keadaan yang tetap sedemikian hingga untuk sebarang pilihan ( 0) x. ( 0) P n x Teorema 2. Jika P adalah sebuah matiks peralihan yang reguler jika P n 1 2 k 1 2 k 1 2 k mendekati jika n bertambah besar n maka dimana i adalah bilangan-bilangan positif sedemikian sehingga 1 + 2 + + k = 1. Teorema 3. Jika P adalah sebuah matiks peralihan yang reguler dan x adalah sebarang vektor probabilitas, jika n maka 1 n P x 2 = k dimana adalah sebuah vektor probabilitas yang tetap yang tak bergantung pada n, yang semua entrinya adalah positif. Teorema 4. Vektor keadaan tunak dari sebuah matriks peralihan P yang reguler adalah vektor probabilitas yang unik yang memenuhi persamaan P=.[1] 3.2 Hasil dan Pembahasan Hasil Dari data di atas diperoleh matriks peralihan sebagai berikut: Dengan vektor keadaan X (0) = X (1) = 37

Peluang Peningkatan Tenaga Kerja...(33 40) X (2) = X (3) = X (4) = X (5) = maka untuk iterasi ke n 5, diperoleh vektor keadaan yang tetap, yaitu: X (n) = Sehingga vektor keadaan tunak adalah = Pembahasan Dari data perkembangan jumlah tenaga kerja dihitung dari penduduk usia 15 tahun sampai 34 tahun yang masuk kategori angkatan kerja (labourforce) dari tahun 2000-2004 di Indonesia, diperoleh matrik peralihan, vektor keadaan, dan vektor keadaan tunak dengan menggunakan analisis rantai markov. Matriks keadaan yang digunakan dalam pembahasan ini ialah matrik 4 x 4 yang menyatakan probabilitas jumlah tenaga kerja yang berumur 15-34 tahun pada periode tahun 2000-2004. Baris pada matrik menyatakan probabilitas dari tenaga kerja berdasarkan umurnya masing-masing. Sedangkan kolom menyatakan probabilitas dari setiap umur tenaga kerja per tahun. Jumlah tiap kolom pada matrik adalah satu. Dari data yang diperoleh, setelah memperoleh matrik peralihan dan vektor keadaan x (0),x (1),x (2),x (3),x (4),x (5) sampai x (n). Vektor-vektor keadaan ini menunjukkan 38

Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika probabilitas perkembangan jumlah tenaga kerja pada masing-masing umur dalam satu tahun hinggan n tahun ke depan. Perhitungan matrik keadaan dapat dihitung dengan rumus xx (nn+1) = PPxx nn. Sedangkan perhitungan akhir menggunakan rumus (1 PP) = 0. Matriks peralihan dari data diatas adalah matriks peralihan yang reguler karena jumlah masing masing kolom sama dengan satu. Vektor keadaan diperoleh dengan rumus : X (n+1) = PX (n) dengan P adalah matriks peralihan dari sebuah rantai markov dan X (n) adalah vektor keadaan pengamatan ke- n. Dari data di atas diperoleh vektor keadaan pengamatan ke- n sebagai berikut: Vektor keadaan tunak dari sebuah matriks peralihan P yang reguler adalah vektor probabilitas yang unik yang memenuhi persamaan P = atau dapat dinyatakan dengan (I P) = 0. Matriks keadaan tunak yang diperoleh dari data diatas adalah: Pengertian dari vektor keadaan tunak diatas ialah jumlah presentase tenaga kerja berdasarkan usia dalam jangka waktu lama. Sehingga dapat diketahui bahwa jumlah presentase tenaga kerja yang berusia 15-19 tahun adalah 0.214, usia 20-24 tahun adalah 0.259, usia 25-29 tahun adalah 0.268, sedangkan tenaga kerja yang berusia 30-34 tahun adalah 0.255. 39

Peluang Peningkatan Tenaga Kerja...(33 40) IV. KESIMPULAN Probabilitas perkembangan jumlah tenaga kerja dari usia 15-69 tahun yang dihasilkan dengan menghitung vektor keadaan dan vektor keadaan tunak pada tahun pertama hingga tahun ke n adalah sebagai berikut. a. Tenaga kerja yang berusia 15-19 adalah 0,214. b. Tenaga kerja yang berusia 20-24 adalah 0,259. c. Tenaga kerja yang berusia 25-29 adalah 0,268. d. Tenaga kerja yang berusia 30-34 adalah 0,255. DAFTAR PUSTAKA [1] Anton, H. 1988. Penerapan Aljabar Linier. Jakarta: Erlangga. 40