BAB 2 LANDASAN TEORI
|
|
|
- Hendri Johan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengantar Pada bab ini akan diuraikan beberapa landasan teori untuk menunjang penulisan skripsi ini. Uraian ini terdiri dari beberapa bagian yang akan dipaparkan secara terperinci dan terstruktur yaitu matriks, peluang, peluang kondisional. rumusan rantai markov, distribusi seimbang, peluang steady state, teorema limit pada proses markov waktu diskrit, persamaan antara distribusi seimbang dan batasan peluang dan proses birth and death. 2.2 Matriks Definisi Matriks adalah suatu kumpulan angka-angka (sering disebut elemen-elemen) yang diusun menurut baris dan kolom sehingga berbentuk empat persegi panjang dimana panjang dan lebarnya ditentukan oleh banyaknya kolomkolom dan baris-baris. P = disebut elemen, matriks dengan n buah baris dan m kolom dinyatakan dengan A m x n = [, sedangkan matriks square atau matriks bujur sangkar adalah matriks dimana banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom (m = n). Definisi Jika A = [ dan B = [ keduanya adalah matriks berukuran m x n, maka A + B = [ + ] 2. Jika A = [ matriks berukuran m x n dan k adalah skalar, maka ka = 3. Jika A = matriks berukuran m x p dan B = [ matriks berukuran p x n, maka perkalian matriks A x B berlaku apabila jumlah kolom matriks A sama dengan jumlah baris matriks B
2 4. Jika A = [ dan B = [ keduanya adalah matriks berukuran m x n, maka A = B jika = untuk semua i,j A B jika untuk semua i,j A > B jika > untuk semua i,j Demikian halnya untuk A B dan A < B 5. Matriks identitas atau ditulis dengan In, adalah sebuah matriks bujur sangkar yang mempunyai angka satu sepanjang diagonal utama (diagonal dari kiri atas menuju kanan bawah) selainnya nol. In = 2. 3 Peluang Definisi Himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan disebut ruang sampel dan diberi lambing Ω. Definisi Himpunan semua bilangan asli yang merupakan range dari semua peubah acak dalam proses stokastik disebut state space. Definisi Misalkan C adalah sebuah percobaan random yang memiliki ruang sampel Ω, suatu fungsi t memetakan setiap c ε Ω satu dan hanya satu ke bilangan riil disebut peubah acak. Ruang dari T adalah himpunan dari bilangan asli {A = t : t = T(c), c ε Ω}. Atau peubah acak adalah suatu fungsi yang mengubah setiap nilai anggota ruang sampel menjadi suatu bilangan riil. Secara umum peubah acak terbagi atas 2 : 1. Peubah acak diskrit adalah apabila nilai dari peubah acak adalah bilangan bulat atau jika banyaknya titik sampel dapat dihitung.
3 2. Peubah acak kontinu adalah apabila nilai dari peubah acak adalah pecahan, bilangan decimal, bilangan riil. Atau jika banyaknya titik sampel dari suatu ruang sampel tidak berhingga banyaknya. Peluang yaitu suatu nilai untuk mengukur tingkat kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang tidak pasti. Misalkan S adalah suatu ruang sampel dari suatu eksperimen acak dan A adalah ruang kejadiannya. Peluang suatu kejadian A atau ditulis P(A) dapat didefinisikan secara matematis sebagai berikut : Dimana n(a) menyatakan banyaknya anggota dari himpunan A dan n(s) menyatakan banyaknya anggota ruang sampel. Sifat penting dari suatu kejadian A atau P(A) yaitu : 1. Nilai peluang kejadian A selalu berada pada selang [0,1] atau 0 P(A) 1 2. Nilai peluang dari peristiwa yang tidak mungkin terjadi adalah 0 atau P( ) = 0 3. Nilai peluang suatu peristiwa yang pasti terjadi adalah satu atau P(S) = Peluang Bersyarat Dua kejadian dikatakan mempunyai peluang bersyarat bilamana terjadinya suatu kejadian merupakan persyaratan terjadinya kejadian yang lain. Secara umum peluang kondisional A jika diketahui B didefinisikan sebagai berikut : Apabila A dan B adalah kejadian kejadian yang terdapat dalam ruang sampel dan peluang peluang kejadian B tidak sama dengan nol, maka peluang kondisional A jika diketahui kejadian B telah terjadi sebelumnya adalah: P Ini hanya berlaku apabila P(B) 0. Karena jika P(B) = 0 maka tidak terdefinisi untuk keadaan dimana kejadian A dan B adalah independen, maka dapat dinyatakan :
4 Karena = 2.4 Rumusan Rantai Markov Konsep dasar proses markov adalah state dari sistem atau state transisi, sifat dari proses ini adalah apabila diketahui proses berada dalam suatu keadaan tertentu, maka peluang berkembangnya proses di masa mendatang hanya tergantung pada keadaan saat ini dan tidak tergantung pada keadaan sebelumnya, atau dengan kata lain rantai Markov adalah rangkaian proses kejadian dimana peluang bersyarat kejadian yang akan datang tergantung pada kejadian sekarang. Proses Stokastik ialah suatu himpunan variabel acak {X(t)} yang tertentu dalam suatu ruang sampel yang sudah diketahui, dimana t merupakan parameter waktu (indeks) dari suatu himpunan T. Kita menyatakan ruang keadaan I dari suatu proses sebagai himpunan harga variable acak X(t) yang mungkin. Misalnya, kalau X(t) berupa variabel acak diskrit yang terdiri dari sejumlah harga tak berhingga yang dapat dihitung dalam suatu himpunan bilangan cacah tidak negatif, maka I = {0,1,2, }. Dan kalau X(t) merupakan variabel acak kontinu yang non negative, maka, I = { x ; 0 x }. Dalam proses stokastik, istilah variabel acak X(t) dapat diartikan sebagai variabel keadaan. Misalnya, kalau t = 1, 2,.. dalam himpunan T = {1,2, }dan X(t) = 0,1,..,N dalam himpunan I = {0,1,2,.N} maka dalam system persediaan, X(1) menggambarkan keadaan tingkat persediaan pada akhir minggu pertama, X(2) menggambarkan keadaan tingkat persediaan pada akhir minggu kedua dan seterusnya. Karena proses Markov adalah kelas tersendiri dari proses stokastik, maka proses markov dapat dijabarkan dengan definisi berikut : Definisi Suatu proses stokastik {X(t)} dengan himpunan indeks T dan ruang keadaan I disebut proses Markov bila untuk semua n, n = 0, 1, 2,.dan untuk tiap t 0 < t 1 <
5 t 2 <.< t n, t 0 = 0, dan harga X n sebagai harga khusus variabel acak X(t n ), terdapat Ini dapat kita artikan sebagai berikut : 1) Distribusi peluang bersyarat dari X(t n ) untuk harga harga X(t 0 ), X(t 1 ),,X(t n-1 ) yang sudah diketahui tergantung hanya pada harga X(t n- 1), yaitu harga terdekat dan tidak tergantung pada harga harga X(t 0 ), X(t 1 ),,X(t n-2 ). 2) Harga disebut peluang peralihan satu langkah dari keadaan X n-1 pada langkah (n-1) kepada keadaan x n pada langkah n. 3) Atau, diketahui keadaan sistem pada saat sekarang, keadaan masa datang tidak tergantung pada keadaan masa lalu. 4) Atau cukup mengetahui sejarah proses stokastik pada waktu t n-1 untuk dapat menurunkan sifat sifat proses pada waktu t n. Dengan demikian, hukum peluang dari proses Markov seluruhnya teruraikan dengan mengetahui (1) syarat awal yang diberikan oleh, dan (2) himpunan distribusi peluang bersyarat yang diberikan untuk semua 0 t m < t n, m, n = 0, 1, 2, oleh P yang menentukan distribusi peluang peralihan dari proses Markov. Matriks P disebut Matriks Stokastik apabila memenuhi syarat: dimana:
6 = Banyaknya perpindahan dari state i ke state j = Peluang perpindahan dari state i ke state j = jumlah yang berada pada state awal yaitu state i Identifikasi himpunan distribusi peluang peralihan untuk semua 0 t m < t n untuk suatu proses Markov sebarang adalah sesuatu yang sangat sukar. Meskipun demikian, banyaknya persoalan praktis dapat dirumuskan sebagai proses Markov dalam hal mana distribusi peluang peralihan adalah fungsi dari selisih (t n t m ) dan bebas dari t n. Dalam hal ini proses Markov kita sebut mempunyai distribusi peluang peralihan yang homogen atau stasioner. Dengan demikian, formula untuk peluang peralihan stasioner satu langkah adalah: = P (2.3) untuk semua n, n = 1, 2,. Sifat sifat homogenitas memperlihatkan kesederhanaan yang luar biasa kalau kita mengembangkan hukum peluang dari proses, sekalipun dengan keuntungan tambahan ini, penjabaran ciri ciri statistikal sebarang proses dari hukum peluangnya, umumnya masih sangat sukar. Akan tetapi, dalam praktek, kita lebih tertarik mempelajari beberapa keadaan khusus. Dua persoalan penting adalah: 1) Penentuan P {X(t n ) x n }, fungsi distribusi peluang (tidak bersyarat) dari X(t n ) untuk t n di dalam T dan 2) Karakterisasi proses untuk t n yang besar Dengan menggunakan sifat sifat homogenitas proses, persoalan dapat diselesaikan tanpa kaitan khusus terhadap hukum peluang proses. Akhirnya proses Markov dapat dibedakan sesuai dengan :
7 1) Sifat himpunan indeks T (parameter diskrit atau parameter kontinu) 2) Sifat himpunan keadaan I (berharga diskrit atau berharga kontinu) Kalau himpunan keadaan I adalah diskrit, maka proses Markov disebut sebagai rantai Markov. Tabel 2.1 : Klasifikasi Proses Markov T Diskrit I Rantai markov Diskrit Parameter Diskrit Rantai markov Kontinu Parameter Diskrit Kontinu Rantai Markov Parameter Kontinu Rantai Markov Parameter Kontinu 2.5 Distribusi Seimbang Dalam rantai markov, misalkan state d adalah 1,2, d, dan fungsi massa peluangnya berada pada waktu 0 sebagai vektor baris. dimana I = P{ X(0) = i}, dan distribusi peluang dari vektor baris adalah n Definisi Vektor adalah distribusi peluang untuk rantai, dengan matrix peralihan P, jika P = Misalkan adalah distribusi seimbang. Maka 2 = ( P)P = P =, dan secara umum: n = untuk semua bilangan bulat n > 0 (2.5) Teorema 2.1 Ergodisitas Rantai Markov Reguler Misalkan P adalah matriks peralihan dari rantai regular, dan α adalah vektor limit dari P, maka
8 (i) α adalah distribusi seimbang rantai (ii) Untuk distribusi peluang, distribusi n langkah n ada pada α dimana n Bukti 2.1 Ambil e i sebagai vektor baris dengan 1 dalam posisi i dan 0 yang lainnya. Jika A adalah matrix limit untuk rantai, maka e i A = α untuk setiap nilai dai i, karena semua baria A adalah α, maka Untuk tiap nilai dari i, khususnya Rumus diatas menunjukkan α adalah distribusi seimbang. Jika merupakan distribusi awal yang berubah-ubah, maka Dimana c i 0 dan c 1 + c c d = 1. Maka distribusi peluang untuk X(n), berawal dari distribusi untuk X(0) adalah Misalkan pada rumus (2.7) dan rumus (2.6), maka: Jika merupakan distribusi seimbang untuk P, maka sisi sebelah kiri dari persamaan (2.8) adalah (tidak dibutuhkan batasan). Maka, yang menyatakan α adalah vektor seimbang Untuk. menentukan distribusi seimbang dari rantai reguler, harus dicari vektor baris α dengan entri yang semuanya positif berjumlah 1 yang memenuhi persamaan homogen
9 Teorema 2.8 menjamin bahwa sifat dari vektor tersebut ada. Dimana ada beberapa cara untuk menghitung. Suatu algoritma yang berulang-ulang untuk menentukan adalah: pilih distribusi awal, set (0) =, dan hitung urutan dari vektor baris (n +1) = (n)p untuk nilai yang berturut-turut dari n,hingga urutan bertemu sesuai angkanya (di dalam beberapa ketelitian yang ditentukan. Ini memberikan perkiraan pada vektor seimbang α. 2.6 Peluang Steady State Definisi Sebuah matriks peralihan adalah reguler jika suatu pangkat bulat dari matriks itu mempunyai entri yang semuanya positif. Jika P adalah matriks reguler maka: 1. Untuk n. P n akan menuju suatu matriks Setiap kolom merupakan bilangan-bilangan positif dan
10 3. Jika adalah sebarang vektor peluang. Karena P n untuk n, maka sehingga dimana p i adalah peluang sistem saat berada pada state i, i = 1,,n. 4. Jika maka, jadi, karena Peluang peralihan pada tingkat keadaan seimbang (peluang steady state) adalah peluang peralihan yang sudah mencapai keseimbangan, sehingga tidak akan berubah terhadap perubahan waktu yang terjadi atau perubahan tahap yang terjadi. Secara formal peluang peralihan tingkat keadaan seimbang didefinisikan sebagai berikut: dimana: = batas distribusi peluang tingkat keadaan seimbang dalam keadaan j
11 = Peluang perpindahan dari state i ke state j setelah n langkah Dengan makin besar nilai n,maka peluang peralihan akan mendekati suatu nilai tertentu, tanpa dipengaruhi oleh state yang ditempati pada n = 0. Dalam beberapa kasus, hubungan atau relevansi antara keadaan awal dengan peluang peralihan tahap ke n akan mengecil dengan bertambahnya n. sehingga Dengan demikian akan diperoleh suatu distribusi untuk n menuju tak hingga berada dalam keadaan seimbang, oleh karena itu informasi mengenai kedudukan awal dari proses tidak diperlukan lagi atau dengan kata lain nilai dari peluang peralihan tingkat keadaan seimbang independen terhadap kondisi awal proses, dan konvegen ke sebuah matriks untuk menuju tak berhingga. Untuk setiap baris vektor distribusi steady state sebagai berikut: karena, maka sehingga = PP n Persamaan tersebut merupakan persamaan persamaan linier dengan beberapa harga yang tidak diketahui dan merupakan kumpulan dependen, sehingga menghasilkan banyak solusi dan hanya ada sebuah persamaan yang menjadi distribusi peluang supaya diperoleh suatu solusi tunggal, dan nilai total seluruh adalah
12 Persaman tersebut disebut sebagai persamaan normalizing. Dengan memasukkan persamaan tersebut dalam kumpulan persamaan persamaan linier yang ada akan diperoleh suatu solusi tunggal, yang memenuhi suatu distribusi peluang. 2.7 Teorema Limit pada Proses Markov waktu Diskrit Jika state j adalah transient, maka: artinya bahwa mulai dari i, bilangan yang diharapkan dari perpindahan ke state j adalah terbatas. Maka dari itu j adalah transient dimana Misalkan merupakan bilangan yang diharapkan dari perpindahan yang diperlukan untuk kembali ke state j. Maka Dengan memasukkan transisi ke state j berubah, kita memperoleh Teorema 2.3 Teorema 2.3 Jika i dan j communicate, maka : (i) (ii)
13 (iii) Jika j adalah aperiodic, maka (iv) Jika j adalah period d, maka Jika state j adalah recurrent, maka state tersebut akan positive recurrent jika > dan null recurrent jika =. Jika misalkan: Kesimpulannya ialah bahwa recurrent state j adalah positive recurrent jika dan null recurrent jika Definisi Distribusi Peluang {P j, j 0} mencapai seimbang untuk rantai markov jika Jika distribusi peluang dari X 0 dimana P j = P{X 0 = j}, j 0 adalah distribusi seimbang, maka: melalui induksi teorema 2.3 maka:
14 Oleh karena itu jika awal distribusi peluang adalah distribusi seimbang maka X n akan memiliki distribusi yang sama untuk semua n. Kenyataannya seperti {X n, n 0} adalah rantai markov, maka dengan mudah untuk setiap 0, m akan memiliki distribusi yang saling berhubungan untuk setiap n, dengan perkataan lain {X n, n 0} akan mencapai proses seimbang. 2.8 Persamaan antara Distribusi Seimbang dan batasan peluang Teorema di bawah ini berhubungan dengan batas distribusi menuju distribusi yang seimbang. Teorema 2.4 Untuk irreducible, apperiodic finite-state waktu diskrit dengan m states, maka Merupakan peluang batasan dari state j dan = ( ) menjadi batas distribusi. Maka juga merupakan distribusi yang seimbang dan tidak ada lagi distribusi yang muncul. Bukti: Akan dibuktikan 2 hal yang berhubungan dengan batas distribusi. 1. Akan dibuktikan bahwa } sebagai batas distribusi. Oleh karena itu paling sedikit ada satu distribusi seimbang yang muncul. Oleh sebab itu memenuhi persamaan seimbang. 2. Akan dibuktikan bahwa setiap distribusi yang seimbang harus sama dengan batas distribusi: } Misalkan P j adalah distribusi peluang yang seimbang. Seperti biasa. mewakili batas distribusi peluang.
15 , karena seimbang maka: maka: Definisi Sebuah Rantai Markov yang memiliki batas peluang akan mencapai seimbang atau steady state jika initial state dipilih berdasarkan peluang-peluangnya. 2.9 Proses Birth and Death (B & D) Suatu Populasi adalah suatu himpunan obyek-obyek yang memiliki sifat yang sama. Suatu proses pertumbuhan adalah suatu proses markov jika probabilitas-probabilitas transisi untuk bergerak dari suatu kedaan ke keadaan lainnya hanya bergantung pada keadaan sekarang dan tidak pada bagaimana keadaan sekarang dicapai. Pada model-model proses penghitungan di atas suatu variabel acak N(t) menyatalan jumlah event. Jika event itu berupa obyek-obyek tertentu sehingga B(t) menunjukkan jumlah populasi dari obyek. Dalam model tersebut selain terkait masalah kemunculan (birth) terkait juga masalah kehilangan (death) sehingga populasi bisa bertambah atau berkurang hingga 0. Populasi dengan jumlah populasi B(t)
16 Birth rate (t) death rate Gambar 2.1 Proses Birth and Death Misalkan suatu proses stokastik berparameter kontinu {X(t), t 0}, dengan ruang status diskrit 0, 1, 2,,t Pada waktu t, jika dan hanya jika X(t) = n (dalam hal ini sistem memiliki populasi berjumlah n). Proses tersebut adalah Proses birth and death jika terdapat sejumlah birth rate non negatif { n, n = 0, 1, 2, } serta death rate non negatif { n, n = 0, 1, 2, } yang memenuhi asumsi-asumsi berikut: - Tidak ada lebih dari satu transisi terjadi bersamaan dan pada saat populasi kosong hanya berisi birth yang bisa terjadi. Untuk n 1, transisi berbentuk atau, kecuali itu hanya transisi - Pada waktu t sistem berada pada status E P [pada selang waktu (t, t+h) terjadi transisi P [pada selang waktu (t, t+h) terjadi transisi n ] = h+0(h) ] untuk n 1] = h + 0 (h) - P [pada selang waktu (t, t+h) terjadi lebih dari satu transisi status] = o(h) (peluang pada waktu yang singkat probabilitas ini relatif kecil sekali) E n-1 E n E n+1 Gambar 2.2 Proses birth rate non negatif dan death rate non negatif
17 Dari asumsi-asumsi tersebut proses B&D memberikan formulasi untuk peluang populasi berjumlah n pada saat t dengan persamaan differensial : Bila status awalnya adalah E i maka kondisi/probabilitas awalnya (pada t = 0) adalah P i (0) = 1 dan P j (0) = 1 untuk j 1 Bila proses B&D pada, mengaproksimasi konstanta p n maka proses tersebut dikatakan berada dalam statistical equilibrium (keseimbangan statistical). Dengan demikian sistem tidak lagi berubah menurut waktu. Jadi diperoleh: P n = λλ λ µµ µ 0 1 n n P 0, untuk n 1 Seterusnya bila deret berikut adalah S = λλ λ µµ µ n= n 1 n (dimana S konvergen) < Dengan setiap n dan n non-negatif, maka p o = 1/S > 0, yaitu bahwa peluang sistem dalam keadaan kosong adalah positif. Dalam suatu sistem antrian hal ini menunjukkan sistem pelayanan kadang-kadang mampu melayani setiap customer yang datang. Sebaliknya jika kuantitas S divergen, maka sistem antrian tidak stabil akibat rata-rata kedatangan lebih tinggi dari pelayanan, jadi dalam sistem antrian yang mengikuti model proses B&D, dapat disimpulkan bahwa peluang steady state {P n } ada jika dan hanya jika S konvergen dan selanjunya memiliki hubungan p o = 1/S
BAB III METODE PENELITIAN
18 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dikemukakan metode-metode yang akan digunakan pada bab selanjutnya. Metode-metode pada bab ini yaitu metode Value at Risk dengan pendekatan distribusi normal
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Peluang Peluang mempunyai banyak persamaan arti, seperti kemungkinan, kesempatan dan kecenderungan. Peluang menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang bersifat acak.
II. TINJAUAN PUSTAKA. real. T dinamakan himpunan indeks dari proses atau ruang parameter yang
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Stokastik Stokastik proses = { ( ), } adalah kumpulan dari variabel acak yang didefinisikan pada ruang peluang (Ω, ς, P) yang nilai-nilainya pada bilangan real. T dinamakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini dijelaskan beberapa definisi dan teorema yang digunakan dalam pembahasan selanjutnya. 2.1 Teori Peluang Definisi 2.1.1 (Percobaan Acak) (Ross 2000) Suatu percobaan
BAB III MODEL ANTRIAN MULTISERVER DENGAN VACATION
BAB III MODEL ANTRIAN MULTISERVER DENGAN VACATION Dalam sebuah sistem antrian akan terdapat individu yang datang untuk mendapatkan pelayanan yang disebut dengan customer, juga individu yang akan memberikan
Penelitian Operasional II Rantai Markov RANTAI MARKOV
Penelitian Operasional II Rantai Markov 49 4. RANTAI MARKOV 4. PENDAHULUAN Dalam masalah pengambilan suatu keputusan, seringkali kita diperhadapkan dengan suatu ketidakpastian. Permasalahan ini dapat dimodelkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang Dalam suatu percobaan seringkali dilakukan pengulangan yang biasanya dilakukan dalam kondisi yang sama. Semua kemungkinan hasil yang akan muncul
Pr { +h =1 = } lim. Suatu fungsi dikatakan h apabila lim =0. Dapat dilihat bahwa besarnya. probabilitas independen dari.
6.. Proses Kelahiran Murni Dalam bab ini, akan dibahas beberapa contoh penting dari waktu kontinu, state diskrit, proses Markov. Khususnya, dengan kumpulan dari variabel acak {;0 } di mana nilai yang mungkin
BAB III MODEL HIDDEN MARKOV KONTINU DENGAN PROSES OBSERVASI ZERO DELAY
BAB III MODEL HIDDEN MARKOV KONTINU DENGAN PROSES OBSERVASI ZERO DELAY 3.1 State dan Proses Observasi Semua proses didefinisikan pada ruang peluang Ω,,. Misalkan ; adalah rantai Markov dengan state berhingga
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Peluang Definisi 2.1.1 Percobaan Acak (Ross 2000) Suatu percobaan yang dapat diulang dalam kondisi yang sama dan semua kemungkinan hasil yang muncul dapat diketahui tetapi
Bab 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengantar Proses Stokastik
Bab 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diberikan penjelasan singkat mengenai pengantar proses stokastik dan rantai Markov, yang akan digunakan untuk analisis pada bab-bab selanjutnya. 2.1 Pengantar Proses
II. LANDASAN TEORI. 2. P bersifat aditif tak hingga, yaitu jika dengan. 2.1 Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang
II. LANDASAN TEORI 2.1 Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang Dalam suatu percobaan sering kali diperlukan pengulangan yang dilakukan dalam kondisi yang sama. Semua kemungkinan hasil yang akan muncul akan
PENDAHULUAN LANDASAN TEORI
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, banyak permasalahan yang dapat dimodelkan dengan proses stokastik. Proses stokastik dapat dibedakan menjadi dua yaitu proses stokastik dengan waktu
BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Matriks Definisi 2.1 (Lipschutz, 2006): Matriks adalah susunan segiempat dari skalarskalar yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: Setiap skalar yang terdapat dalam
Pengantar Proses Stokastik
Bab 6: Rantai Markov Waktu Kontinu Atina Ahdika, S.Si, M.Si Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia 2015 Pendahuluan Rantai Markov Waktu Kontinu Pendahuluan Pada bab ini, kita akan belajar mengenai
BAB 3 PEMBAHASAN. Contoh 1:
BAB 3 PEMBAHASAN 3.1 Pengolahan Data Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rantai markov atau proses markov akan digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dalam penelitian ini. Contoh kasus yang
Silabus. Proses Stokastik (MMM 5403) Proses Stokastik. Contoh
Silabus Proses Stokastik (MMM 5403) Status: Wajib Minat Statistika Rantai Markov, klasifikasi rantai Markov. Limit rantai Markov dan aplikasinya. Rantai Markov kontinu, contoh-contoh klasik. Proses renewal,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. X(t) disebut ruang keadaan (state space). Satu nilai t dari T disebut indeks atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Stokastik Menurut Gross (2008), proses stokastik adalah himpunan variabel acak Semua kemungkinan nilai yang dapat terjadi pada variabel acak X(t) disebut ruang keadaan
II. LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan
II. LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori yang berhubungan dengan penelitian ini sehingga dapat dijadikan sebagai landasan berfikir dalam melakukan penelitian dan akan mempermudah
Memahami definisi barisan tak hingga dan deret tak hingga, dan juga dapat menentukan
4 BARISAN TAK HINGGA DAN DERET TAK HINGGA JUMLAH PERTEMUAN : 5 PERTEMUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS : Memahami definisi barisan tak hingga dan deret tak hingga, dan juga dapat menentukan kekonvergenan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Poisson Periodik Definisi 2.1 (Proses stokastik) Proses stokastik X = {X(t), t T} adalah suatu himpunan dari peubah acak yang memetakan suatu ruang contoh ke suatu
II LANDASAN TEORI. 2.1 Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang. 2.2 Peubah Acak dan Fungsi Sebaran
II LANDASAN TEORI 2.1 Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang Dalam suatu percobaan sering kali diperlukan pengulangan yang dilakukan dalam kondisi yang sama. Semua kemungkinan hasil yang akan muncul akan diketahui
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komoditas, model pergerakan harga komoditas, rantai Markov, simulasi Standard
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan dibahas beberapa tinjauan mengenai teori yang diperlukan dalam pembahasan bab-bab selanjutnya antara lain tentang kontrak berjangka komoditas, model pergerakan
G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.
2. Grup Definisi 1.3 Suatu grup < G, > adalah himpunan tak-kosong G bersama-sama dengan operasi biner pada G sehingga memenuhi aksioma- aksioma berikut: a. operasi biner bersifat asosiatif, yaitu a, b,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Model Markov Dalam teori probabilitas, model Markov adalah model stokastik yang digunakan untuk memodelkan sistem yang berubah-ubah secara random di mana diasumsikan bahwa kondisi
MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS
MATRIKS Beberapa pengertian tentang matriks : 1. Matriks adalah himpunan skalar (bilangan riil atau kompleks) yang disusun atau dijajarkan secara empat persegi panjang menurut baris-baris dan kolom-kolom.
6.6 Rantai Markov Kontinu pada State Berhingga
6.6 Rantai Markov Kontinu pada State Berhingga Markov chain kontinu 0 adalah proses markov pada state 0, 1, 2,.... Diasumsikan bahwa probabilitas transisi adalah stasioner, pada persamaan, (6.53) Pada
RANTAI MARKOV ( MARKOV CHAIN )
RANTAI MARKOV ( MARKOV CHAIN ) 2.1 Tujuan Praktikum Rantai markov (Markov Chain ) merupakan salah satu materi yang akan dipelajari dalam praktikum stokastik. Berikut ini terdapat beberapa tujuan yang akan
Pemodelan Sistem Antrian Satu Server Dengan Vacation Queueing Model Pada Pola Kedatangan Berkelompok
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 Pemodelan Sistem Antrian Satu Server Dengan Vacation Queueing Model Pada Pola Kedatangan Berkelompok Sucia Mentari, Retno Subekti, Nikenasih
Matematika Teknik INVERS MATRIKS
INVERS MATRIKS Dalam menentukan solusi suatu SPL selama ini kita dihadapkan kepada bentuk matriks diperbesar dari SPL. Cara lain yang akan dikenalkan disini adalah dengan melakukan OBE pada matriks koefisien
Lampiran 1. Beberapa Definisi dan Lema Teknis
Lampiran 1. Beberapa Definisi dan Lema Teknis Ruang Contoh, Kejadian dan Peluang Suatu percobaan yang dapat diulang dalam kondisi yang sama, yang hasilnya tidak dapat diprediksi dengan tepat tetapi kita
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Berikut ini adalah beberapa definisi dan teorema yang menjadi landasan dalam penentuan harga premi, fungsi permintaan, dan kesetimbangannya pada portfolio heterogen. 2.1 Percobaan
II. TINJAUAN PUSTAKA. negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bilangan Bulat Bilangan Bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan cacah dan negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga negatif dari bilangan
Bagian 2 Matriks dan Determinan
Bagian Matriks dan Determinan Materi mengenai fungsi, limit, dan kontinuitas akan kita pelajari dalam Bagian Fungsi dan Limit. Pada bagian Fungsi akan mempelajari tentang jenis-jenis fungsi dalam matematika
PENGANTAR MODEL PROBABILITAS
PENGANTAR MODEL PROBABILITAS (PMP, Minggu 1-7) Sri Haryatmi Kartiko Universitas Gadjah Mada Juni 2014 Outline 1 Minggu 1:HIMPUNAN Operasi Himpunan Sifat-Sifat Operasi Himpunan 2 Minggu 2:COUNTING TECHNIQUE
BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas
BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan mengenai matriks (meliputi definisi matriks, operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas aljabar max-plus, dan penyelesaian
5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.
1. Persamaan Linier 5. PERSAMAAN LINIER Persamaan linier adalah suatu persamaan yang variabel-variabelnya berpangkat satu. Disamping persamaan linier ada juga persamaan non linier. Contoh : a) 2x + 3y
BAB 4 KEKONSISTENAN PENDUGA DARI FUNGSI SEBARAN DAN FUNGSI KEPEKATAN WAKTU TUNGGU DARI PROSES POISSON PERIODIK DENGAN TREN FUNGSI PANGKAT
29 BAB 4 KEKONSISTENAN PENDUGA DARI FUNGSI SEBARAN DAN FUNGSI KEPEKATAN WAKTU TUNGGU DARI PROSES POISSON PERIODIK DENGAN TREN FUNGSI PANGKAT 4.1 Perumusan Penduga Misalkan adalah proses Poisson nonhomogen
Eigen value & Eigen vektor
Eigen value & Eigen vektor Hubungan antara vektor x (bukan nol) dengan vektor Ax yang berada di R n pada proses transformasi dapat terjadi dua kemungkinan : 1) 2) Tidak mudah untuk dibayangkan hubungan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Model Life Table Life table adalah tabel mengenai angka kematian menurut umur yaitu berkaitan dengan peluang bertahan hidup menurut umur. (Coale & Demeny 1983) Dengan menggunakan
LIMIT KED. Perhatikan fungsi di bawah ini:
LIMIT Perhatikan fungsi di bawah ini: f x = x2 1 x 1 Perhatikan gambar di samping, untuk nilai x = 1 nilai f x tidak ada. Tetapi jikakita coba dekati nilai x = 1 dari sebelah kiri dan kanan maka dapat
BAB IV MODEL HIDDEN MARKOV
BAB IV MODEL HIDDEN MARKOV 4.1 State dan Proses Observasi Semua proses didefinisikan pada ruang peluang (Ω, F, P). Misalnya X = {X : k N} adalah rantai Markov dengan state berhingga yang bersifat homogen
Karakteristik Limit dari Proses Kelahiran dan Kematian
Karakteristik Limit dari Proses Kelahiran dan Kematian Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Proses Stokastik Disusun oleh : Saidun Nariswari Setya Dewi Lisa Apriana Marvina Puspito Nita Eka
NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN disebut vektor eigen dari matriks A =
NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN >> DEFINISI NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN Jika A adalah sebuah matriks n n, maka sebuah vektor taknol x pada R n disebut vektor eigen (vektor karakteristik) dari A jika Ax adalah
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Repeated Measurement Dalam repeated measurement setiap perlakuan menunjukkan pengukuran terhadap satu sampel (unit eksperimen ) atau beberapa sampel yang memiliki karakter sama
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Poisson Periodik Definisi 2.1 (Proses stokastik) Proses stokastik, adalah suatu himpunan dari peubah acak yang memetakan suatu ruang contoh Ω ke suatu ruang states. Jadi,
6 Sistem Persamaan Linear
6 Sistem Persamaan Linear Pada bab, kita diminta untuk mencari suatu nilai x yang memenuhi persamaan f(x) = 0. Pada bab ini, masalah tersebut diperumum dengan mencari x = (x, x,..., x n ) yang secara sekaligus
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Matriks Matriks adalah himpunan bilangan real yang disusun secara empat persegi panjang, mempunyai baris dan kolom dengan bentuk umum : Tiap-tiap bilangan yang berada didalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Matriks 1 Pengertian Matriks Definisi 21 Matriks adalah kumpulan bilangan bilangan yang disusun secara khusus dalam bentuk baris kolom sehingga membentuk empat persegi panjang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diuraikan mengenai landasan teori yang akan digunakan dalam bab selanjutnya. 2.1 Matriks Sebuah matriks, biasanya dinotasikan dengan huruf kapital tebal seperti A,
II LANDASAN TEORI. Contoh. Ditinjau dari sistem yang didefinisikan oleh:
5 II LANDASAN TEORI 2.1 Keterkontrolan Untuk mengetahui persoalan sistem kontrol mungkin tidak ada, jika sistem yang ditinjau tidak terkontrol. Walaupun sebagian besar sistem terkontrol ada, akan tetapi
II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3
11 II. M A T R I K S Untuk mencari pemecahan sistem persamaan linier dapat digunakan beberapa cara. Salah satu yang paling mudah adalah dengan menggunakan matriks. Dalam matematika istilah matriks digunakan
Analisis Fungsional. Oleh: Dr. Rizky Rosjanuardi, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Analisis Fungsional Oleh: Dr. Rizky Rosjanuardi, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Lingkup Materi Ruang Metrik dan Ruang Topologi Kelengkapan Ruang Banach Ruang Hilbert
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi secara beruntun dan dengan kemungkinan yang berbeda-beda. Sebagai contoh sekarang
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Ruang Norm Sumanang Muhtar Gozali UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Definisi. Misalkan suatu ruang vektor atas. Norm pada didefinisikan sebagai fungsi. : yang memenuhi N1. 0 N2. 0 0 N3.,, N4.,, Kita dapat
BAB II KAJIAN TEORI. representasi pemodelan matematika disebut sebagai model matematika. Interpretasi Solusi. Bandingkan Data
A. Model Matematika BAB II KAJIAN TEORI Pemodelan matematika adalah proses representasi dan penjelasan dari permasalahan dunia real yang dinyatakan dalam pernyataan matematika (Widowati dan Sutimin, 2007:
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Aljabar Linear Definisi 2.1.1 Matriks Matriks A adalah susunan persegi panjang yang terdiri dari skalar-skalar yang biasanya dinyatakan dalam bentuk berikut: [ ] Definisi 2.1.2
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dibahas penelitian-penelitian tentang aljabar maks-plus yang telah dilakukan dan teori-teori yang menunjang penelitian masalah nilai eigen dan vektor eigen yang diperumum
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Perumusan Masalah Misalkan adalah proses Poisson nonhomogen pada interval dengan fungsi intensitas yang tidak diketahui. Fungsi intensitas diasumsikan terintegralkan lokal
Stochastic process. Stochastic process. Stochastic process. Stochastic process 08/05/2015 STOCHASTIC PROCESS OPERATIONAL RESEARCH II
OPERATIONAL RESEARCH II Agustina Eunike, ST., MT., MBA. Industrial Engineering University of Brawijaya STOCHASTIC PROCESS Sample space (ruang sample): all possible outcome Random variable: Fungsi nilai
Matematika dan Statistika
ISSN 1411-6669 MAJALAH ILMIAH Matematika dan Statistika DITERBITKAN OLEH: JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS JEMBER Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika PELUANG PENINGKATAN TENAGA KERJA DI INDONESIA
TRANSFORMASI LINIER PADA RUANG BANACH
TRANSFORMASI LINIER PADA RUANG BANACH Nur Aeni, S.Si., M.Pd Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UINAM [email protected] ABSTRAK Info: Jurnal MSA Vol. 2 No. 1 Edisi: Januari Juni
DASAR-DASAR TEORI PELUANG
DASAR-DASAR TEORI PELUANG Herry P. Suryawan 1 Ruang Peluang Definisi 1.1 Diberikan himpunan tak kosong Ω. Aljabar-σ (σ-algebra pada Ω adalah koleksi subhimpunan A dari Ω dengan sifat (i, Ω A (ii jika A
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (b) Variabel independen yang biasanya dinyatakan dengan simbol
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Regresi Regresi adalah suatu studi statistik untuk menjelaskan hubungan dua variabel atau lebih yang dinyatakan dalam bentuk persamaan. Salah satu variabel merupakan variabel
II. TINJAUAN PUSATAKA
4 II. TINJAUAN PUSATAKA 2.1 Operator Definisi 2.1.1 (Kreyszig, 1989) Suatu pemetaan pada ruang vektor khususnya ruang bernorma disebut operator. Definisi 2.1.2 (Kreyszig, 1989) Diberikan ruang Bernorm
BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN
BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN Pada bab 1 ini akan dibahas definisi kode, khususnya kode linier atas dan pencacah bobot Hammingnya. Di samping itu, akan dijelaskanan invarian, ring invarian dan
BAB II LANDASAN TEORI. pembahasan model antrian dengan working vacation pada pola kedatangan
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini diuraikan tentang dasar-dasar yang diperlukan dalam pembahasan model antrian dengan working vacation pada pola kedatangan berkelompok (batch arrival) satu server, mencakup
BAB II LANDASAN TEORI. ilmiah. Pencacahan atau pengukuran karakteristik suatu objek kajian yang
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Peluang Pada dasarnya statistika berkaitan dengan penyajian dan penafsiran hasil yang berkemungkinan (hasil yang belum dapat ditentukan sebelumnya) yang muncul dalam
Teori kendali. Oleh: Ari suparwanto
Teori kendali Oleh: Ari suparwanto Minggu Ke-1 Permasalahan oleh : Ari Suparwanto Permasalahan Diberikan sistem dan sinyal referensi. Masalah kendali adalah menentukan sinyal kendali sehingga output sistem
Daftar Isi 5. DERET ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. Dosen FMIPA - ITB September 26, 2011
(Semester I Tahun 2011-2012) Dosen FMIPA - ITB E-mail: [email protected]. September 26, 2011 Diberikan sejumlah terhingga bilangan a 1,..., a N, kita dapat menghitung jumlah a 1 + + a N. Namun,
Aljabar Linier Lanjut. Kuliah 1
Aljabar Linier Lanjut Kuliah 1 Materi Kuliah (Review) Multiset Matriks Polinomial Relasi Ekivalensi Kardinal Aritmatika 23/8/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 2 Multiset Definisi Misalkan S himpunan
Part II SPL Homogen Matriks
Part II SPL Homogen Matriks SPL Homogen Bentuk Umum SPL homogen dalam m persamaan dan n variabel x 1, x 2,, x n : a 11 x 1 + a 12 x 2 + + a 1n x n = 0 a 21 x 1 + a 22 x 2 + + a 2n x n = 0 a m1 x 1 + a
Reliabilitas Suatu Mesin Menggunakan Rantai Markov (Studi Kasus: Mesin Proofer Di Pabrik Roti Super Jam Banten)
Jurnal Matematika Integratif ISSN 42-684 Volume 3 No, April 27, pp 4-47 Reliabilitas Suatu Mesin Menggunakan Rantai Markov (Studi Kasus: Mesin Proofer Di Pabrik Roti Super Jam Banten) Mega Novia Andriani,
Catatan Kuliah. MA5181 Proses Stokastik
Catatan Kuliah MA5181 Proses Stokastik Precise. Prospective. Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD. Kelompok Keilmuan Statistika - FMIPA Institut Teknologi Bandung 2016 1 Tentang MA5181 Proses Stokastik
KONSEP DASAR PROBABILITAS DAN DISTRIBUSI PROBABILITAS LELY RIAWATI, ST, MT.
KONSEP DASAR PROBABILITAS DAN DISTRIBUSI PROBABILITAS LELY RIAWATI, ST, MT. EKSPERIMEN suatu percobaan yang dapat diulang-ulang dengan kondisi yang sama CONTOH : Eksperimen : melempar dadu 1 kali Hasilnya
BAB II SISTEM PERSAMAAN LINEAR. Sistem persamaan linear ditemukan hampir di semua cabang ilmu
BAB II SISTEM PERSAMAAN LINEAR Sistem persamaan linear ditemukan hampir di semua cabang ilmu pengetahuan. Di bidang ilmu ukur, diperlukan untuk mencari titik potong dua garis dalam satu bidang. Di bidang
BAB II LANDASAN TEORI. Pada Bab Landasan Teori ini akan dibahas mengenai definisi-definisi, dan
BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab Landasan Teori ini akan dibahas mengenai definisi-definisi, dan teorema-teorema yang akan menjadi landasan untuk pembahasan pada Bab III nanti, diantaranya: fungsi komposisi,
MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.
Page- MATRIKS Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom. Notasi: Matriks dinyatakan dengan huruf besar, dan elemen elemennya
Catatan Kuliah MA4181 Pengantar Proses Stokastik Precise and Stochastic. Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.
Catatan Kuliah MA4181 Pengantar Proses Stokastik Precise and Stochastic Dosen: Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD. Kelompok Keilmuan Statistika - FMIPA Institut Teknologi Bandung 2015 Tentang MA4181 (Pengantar)
Konsep Dasar Markov Chain serta Kemungkinan Penerapannya di Bidang Pertanian
Edi Abdurachman * Konsep Dasar Markov Chain serta Kemungkinan Penerapannya di Bidang Pertanian Pendahuluan Konsep dasar Markov Chain baru diperkenalkan sekitar tahun 1907, oleh seorang Matematisi Rusia
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI STATISTIKA
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI STATISTIKA A. MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Proses Stokastik Kode/sks : MAS 4113 /3 Semester : III Status (Wajib/Pilihan) : Pilihan (P) Prasyarat : MAS
TINJAUAN PUSTAKA. Ruang metrik merupakan ruang abstrak, yaitu ruang yang dibangun oleh
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ruang Metrik Ruang metrik merupakan ruang abstrak, yaitu ruang yang dibangun oleh aksioma-aksioma tertentu. Ruang metrik merupakan hal yang fundamental dalam analisis fungsional,
BAB III OPERATOR LINEAR TERBATAS PADA RUANG HILBERT. Operator merupakan salah satu materi yang akan dibahas dalam fungsi
BAB III OPERATOR LINEAR TERBATAS PADA RUANG HILBERT 3.1 Operator linear Operator merupakan salah satu materi yang akan dibahas dalam fungsi real yaitu suatu fungsi dari ruang vektor ke ruang vektor. Ruang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 21 Analisis Regresi Perubahan nilai suatu variabel tidak selalu terjadi dengan sendirinya, namun perubahan nilai variabel itu dapat disebabkan oleh berubahnya variabel lain yang berhubungan
ANALISA SIFAT-SIFAT ANTRIAN M/M/1 DENGAN WORKING VACATION
ANALISA SIFAT-SIFAT ANTRIAN M/M/1 DENGAN WORKING VACATION Oleh: Desi Nur Faizah 1209 1000 17 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
BAB 3 REVIEW SIFAT-SIFAT STATISTIK PENDUGA KOMPONEN PERIODIK
BAB 3 REVIEW SIFAT-SIFAT STATISTIK PENDUGA KOMPONEN PERIODIK 3. Perumusan Penduga Misalkan N adalah proses Poisson non-homogen pada interval 0, dengan fungsi intensitas yang tidak diketahui. Fungsi intensitas
ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)
ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I) 1 MATERI ALJABAR LINIER VEKTOR DALAM R1, R2 DAN R3 ALJABAR VEKTOR SISTEM PERSAMAAN LINIER MATRIKS, DETERMINAN DAN ALJABAR MATRIKS, INVERS MATRIKS
5. Representasi Matrix
5. Representasi Matrix Oleh : Ade Nurhopipah Pokok Bahasan : 1. Matrix Ketetanggaan 2. Walk Pada Graph dan Digraph 3. Matrix Insidensi Sumber : Aldous, Joan M.,Wilson, Robin J. 2004. Graph and Applications.
MATRIKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN
MATRIKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah Jurusan SKS Kode M. Kuliah : Kalkulus IA : Teknik Elektro : 2 SKS : KD-0420 Minggu ke Pokok Bahasan dan TIU Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Matriks 1. Pengertian Matriks Definisi II. A. 1 Matriks didefinisikan sebagai susunan segi empat siku- siku dari bilangan- bilangan yang diatur dalam baris dan kolom (Anton, 1987:22).
BAB 2 LANDASAN TEORI. yang dibicarakan yang akan digunakan pada bab selanjutnya. Bentuk umum dari matriks bujur sangkar adalah sebagai berikut:
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini dibicarakan mengenai matriks yang berbentuk bujur sangkar dengan beberapa definisi, teorema, sifat-sifat dan contoh sesuai dengan matriks tertentu yang dibicarakan yang
Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT
Pertemuan Ke SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST,MT Pendahuluan Suatu sistem persamaan linier (atau himpunan persaman linier simultan) adalah satu set persamaan dari sejumlah unsur yang tak diketahui
Pertemuan 1 Sistem Persamaan Linier dan Matriks
Matriks & Ruang Vektor Pertemuan Sistem Persamaan Linier dan Matriks Start Matriks & Ruang Vektor Outline Materi Pengenalan Sistem Persamaan Linier (SPL) SPL & Matriks Matriks & Ruang Vektor Persamaan
STATISTIKA. Muhamad Nursalman Pendilkom/Ilkom UPI
STATISTIKA Muhamad Nursalman Pendilkom/Ilkom UPI 1 Daftar Isi Bab 1 Peluang Bab Peubah Acak Bab 3 Distribusi Peluang Diskret Bab 4 Distribusi Peluang Kontinu Bab 5 Fungsi Peubah Acak Bab 6 Teori Penaksiran
KAJIAN MODEL EPIDEMIK SIR DETERMINISTIK DAN STOKASTIK PADA WAKTU DISKRIT. Oleh: Arisma Yuni Hardiningsih
KAJIAN MODEL EPIDEMIK SIR DETERMINISTIK DAN STOKASTIK PADA WAKTU DISKRIT Oleh: Arisma Yuni Hardiningsih 126 1 5 Dosen Pembimbing: Dra. Laksmi Prita Wardhani, M.Si Jurusan Matematika Fakultas Matematika
ANALISIS MARKOV Proses Markov Matriks kemungkinan perpindahan keadaan / transisi
ANALISIS MARKOV Analisis Markov adalah suatu teknik matematik untuk peramalan perubahan pada variabelvariabel tertentu berdasarkan pengetahuan dari perubahan sebelumnya Pada analisis ini terlihat suatu
BAB III MARKOV SWITCHING AUTOREGRESSIVE (MSAR)
25 BAB III (MSAR) 3.1 Model Markov Switching Autoregressive Model runtun waktu Markov Switching Autoregressive adalah salah satu model runtun waktu yang merupakan perluasan dari model Autoregressive (AR).Ide
MENENTUKAN PERPANGKATAN MATRIKS TANPA MENGGUNAKAN EIGENVALUE
MENENTUKAN PERPANGKATAN MATRIKS TANPA MENGGUNAKAN EIGENVALUE Rini Pratiwi 1*, Rolan Pane 2, Asli Sirait 2 1 Mahasiswa Program Studi S1 Matematika 2 Dosen Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu
II. TINJAUAN PUSTAKA. Suatu matriks didefinisikan dengan huruf kapital yang dicetak tebal, misalnya A,
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep-konsep Matriks Definisi Matriks Suatu matriks didefinisikan dengan huruf kapital yang dicetak tebal, misalnya A, B, X, Y. Elemen-elemen di dalamnya disebut skalar yang berasal
