BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian 1. Identitas Pasien Nama Umur Jenis kelamin Suku bangsa Agama Alamat : An. B : 6 tahun : lakilaki : Jawa/Indonesia : Islam : Gunung Pati, Semarang No. Register : 5526221 DX Medis : DHF Tanggal Masuk : 18 Mei 2007 Tanggal Pengkajian : 21 Mei 2007 Identias Penanggung Jawab Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Hubungan : Ny. S : 35 tahun : SMU : Wiraswasta : Gunung Pati : Orangtua/ibu
2. Riwayat Kesehatan a. Keluhan Utama Orangtua pasien mengatakan badan anaknya panas 4 hari dan batukbatuk. b. Riwayat kesehatan sekarang ± 4 hari anak panas tinggi mendadak terus menerus anak tidur kejang, tidak menggigil, tidak mutah dan tidak ada bintikbintik bekas digigit nyamuk. Nafsu makan berkurang, kemudian klien dibawa ke RSDK dan dianjurkan untuk rawat inap. c. Riwayat Kesehatan dahulu Ibu klien (Ny. S) mengatakan anaknya sering terkena radang tenggorokan dan ± 2 minggu yang lalu anak terkena cacar air. d. Riwayat penyakit keluarga Dalam keluarga klien tidak ada yang mempunyai penyakit keturunan maupun menular. Orangtua klien mengatakan banyak tetangganya terserang penyakit DB. 3. Pola Kesehatan Fungsional a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan Pasien adalah anak kedua, status kesehatan anak sejak lahir relatif baik, tindakan orangtua apabila anak sakit segera memeriksakan ke pelayanan kesehatan guna memperoleh pengobatan. b. Pola Nutrisi
Sebelum masuk rumah sakit pola makan pasien 3 x sehari dengan menu nasi, lauk pauk, sayur kadangkadang buah. Dan minum kurang lebih 67 gelas sehari berupa air putih. Setelah masuk rumah sakit pasien makan tidak dihabiskan, porsi makan habis ¼ porsi, keluarga klien menyatakan juga bahwa klien tidak mau makan. Minum klien juga berkurang, bibir klien tampak kering. Minum 3 4 gelas/hari. Keluarga pasien juga mengatakan anaknya mual dan muntah. c. Pola Eliminasi Sebelum masuk rumah sakit, keluarga klien menyatakan BAB klien kurang normal, 1 x sehari dengan konsistensi lembek. BAB lancar kurang lebih 45 kali sehari, warna kuning jernih. Setelah masuk rumah sakit keluarga klien menyatakan BAB klien juga normal, konsistensi lembek. BAB tidak ada keluhan, kurang lebih 56 kali sehari warna kuning jernih, lancar. d. Pola Aktivitas seharihari Sebelum dirawat di rumah sakit anak bermain dan beraktivitas sendiri tanpa dibantu keluarga. Setelah dirawat di rumah sakit anak hanya tiduran di tempat tidur. e. Pola Istirahat dan Tidur Sebelum masuk rumah sakit, keluarga klien menyatakan anak terbiasa tidur jam 20.00 WIB dan bangun jam 06.00 WIB. Untuk tidur siang, klien jarang tidur.
Setelah masuk rumah sakit, keluarga klien mengatakan klien tidur jam 20.30 WIB sampai 05.00 WIB dan tidak pernah tidur siang, hal ini apabila tidak demam. Bila klien demam klien gelisah dan susah tidur. Tidak ada gangguan dalam pola tidur seperti mengompol. f. Pola Kognitif Pasien dapat berkomunikatif, mendengar, mengamati objek dengan baik. Pasien dapat mengidentifikasi rasa lapar, haus sehingga klien akan meminta bantuan keluarga atau perawat untuk memenuhi kebutuhannya. g. Persepsi Diri Reaksi anak terhadap cemas adalah tenang, anak tak cemas, kadangkadang rewel. h. Riwayat Psikososial Orang yang paling berperan terhadap keluarga adalah ibu. Jumlah anggota keluarga sebanyak 2 orang. Pasien tampak terlihat cemas dan takut sehingga ia ingin ditunggui orangtuanya terutama ibunya. i. Pola Seksual/Reproduksi Pasien sudah tahu bahwa dia adalah anak perempuan. j. Pola Terhadap Koping Keluarga dapat menerima anaknya. k. Nilai Kepercayaan/spiritual
Keluarga klien mengatakan bahwa klien kadang ikutikutan beribadah. Klien merupakan anak yang penurut dan baik. 4. Pemeriksaan Fisik Tanggal 23 Mei 2007 a. Keadaan Umum : baik Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu RR BB masuk BB sekarang : compos mentis : 90/50 mmhg : 100 x/menit : 38 o C : 24 x/menit : 20 kg : 18 kg Pemeriksaan RL : + (positif) b. Kepala : bentuk mesochepal, kulit kepala bersih, tidak ada perlukaan. c. Rambut : warna hitam, berombak, bersih, tidak rontok. d. Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, tidak ada gangguan penglihatan. e. Hidung : simetris, bersih, tidak keluar sekret, tidak ada gangguan penciuman. f. Mulut : mukosa, bibir kering, tidak sianosis, tidak ada gangguan menelan dan mengunyah. g. Telinga : simetris, bersih tidak sekret, tidak ada gangguan pendengaran.
h. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid i. Dada : simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada wheezing, gallop, ronchi. j. Abdomen : datar, lemas, ada nyeri tekan k. Ekstremitas : tidak ada luka, tidak ada gangguan, tidak ada oedem l. Genetalia : bersih tidak ada kelainan m. Kulit : warna sawo matang, terdapat bintikbintik merah (petekie) lebih dari 10. 5. Data Penunjang a. Pemeriksaan Laboratorium Hasil Pemeriksaan Hematologi, tanggal 22 Mei 2007. Haemoglobin 11,1 gr% Hematokrit 37,6% Eritrosit Lekosit Trombosit 4,84 juta/mm 2,5 ribu/mm 125 ribu/mm Hasil Pemeriksaan Hematologi, tanggal 24 Mei 2007 Haemoglobin 12 gr% Hematokrit 37% Eritrosit Lekosit Trombosit 4,70 juta/mm 4,3 ribu/mm 135 ribu/mm b. Therapy Per parental : Kalfoxim 3,350 mg
Cortidex 2,1 amp Cimetidin Vit C Ulsikur 3,25 mg 1,100 mg 3,25 mg Oral : Sanmol 3,1 cth Infus : RL 20 tts/menit NaCl 20 tts/menit Transfusi : 3 flabot (tanggal 21, 22, 23) B. Pengelompokan Data Ds. Keluarga klien menyatakan badan anaknya panas. Keluarga klien menyatakan bahwa klien minta minum terus. Keluarga klien mengatakan bahwa klien tidak mau makan, kadang mual dan muntah. Do. 38 o C Kulit dan membran mukosa kering, tampak pasien muntah. Turgor kulit menurun. Badan tampak lemah. Tes torniquet positif. Trombositopenia (dari data lab. Trombosit mengalami penurunan) Makan habis ½ porsi. C. Analisa Data
No Data Fokus Problem Etiologi 1 Ds. Keluarga klien mengatakan badan Peningkatan Proses penyakit anaknya panas. suhu tubuh (viremia) Do. 5 : 38 o C 2 Ds. Keluarga klien mengatakan bahwa Risiko terjadi Output klien minta minum terus defisit volume berlebihan Do. Kulit dan membran mukosa kering, cairan dan tampak muntah. elektrolit Turgor kulit turun. Badan tampak lemah. 3 Ds. Keluarga klien mengatakan bahwa Gangguan anoreksia klien tidak mau makan, mual, pemenuhan Do. muntah. kebutuhan Makan habis ¼ porsi. nutrisi kurang dari kebutuhan D. Diagnosa Keperawatan Dari analisa, maka cepat disusun diagnosa keperawatan sebagai berikut:
1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses penyakit (viremia) ditandai dengan: Ds. Keluarga klien menyatakan badan anaknya panas. Do. Suhu tubuh 38 o C. 2. Risiko terjadi defisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan input kurang ditandai dengan: Ds. Keluarga klien mengatakan bahwa klien minta minum terus. Do. Kulit dan membran mukosa kering, tampak muntah. Turgor kulit turun. Badan tampak lemah. 3. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia ditandai dengan: Ds. Keluarga klien mengatakan bahwa klien tidak mau makan, mual, muntah. Do. Makan habis ¼ porsi, berat badan saat masuk 21 kg dan berat badan sekarang 18 kg. E. Perencanaan Dari masalah yang ada pada pasien DHF, maka dapat dibuat perencanaan yang berdasarkan pada prioritas yaitu sebagai berikut: 1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses penyakit (viremia) ditandai dengan: Ds. Keluarga klien menyatakan badan anaknya panas.
Do. Suhu tubuh 38 o C. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam suhu tubuh dapat dikontrol/menurun. Kriteria : suhu tubuh dalam batas normal (35oC 37oC) tandatanda dehidrasi tidak ada dan klien bebas dari demam. Intervensi: a. Kaji peningkatan suhu tubuh b. Kaji penyebab peningkatan suhu tubuh (viremia, dehidrasi, pendarahan) Anjurkan pasien untuk banyak minum (11,5 liter) c. Beri kompres dingin (air kran) di dahi, axila dan lipat paha d. Anjurkan untuk tidak pakai selimut atau pakaian tebal e. Beri penjelasan pada pasien dan keluarga tentang halhal yang dapat dilakukan untuk mengatasi demam dan untuk kooperatif f. Beri makan lunak dan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian anti piretik dan kolaborasi cairan intravena. 2. Risiko terjadinya defisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan output berlebihan ditandai dengan: Ds. Keluarga klien mengatakan bahwa klien minta minum terus. Do. Kulit dan membran mukosa kering, tampak mutah. Turgor kulit turun. Badan tampak lemah.
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam, maka defisit volume cairan tidak terjadi. Kriteria : turgor kulit cukup, tak muntah Bibir tidak kering Mukosa mulut lembab. Intervensi: a. Kaji status dehidrasi (Turgor menurun, berat badan menurun, mukosa bibir kering) yang merupakan tanda dehidrasi hipovolemik. b. Monitor cairan yang masuk dan cairan yang keluar c. Kaji tandatanda vital d. Observasi adanya tandatanda syok (pucat, tremor) e. Anjurkan pasien untuk banyak minum (11,5 liter) 3. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia ditandai dengan: Ds. Keluarga klien mengatakan bahwa klien tidak mau makan, mual, muntah. Do. Makan habis ¼ porsi. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam nutrisi klien akan terpenuhi. Kriteria : pasien mau menghabiskan makanan sesuai dengan porsi yang diberikan. Nafsu makan meningkat. Berat badan sesuai dengan umur pasien.
Intevensi: a. Kaji status nutrisi pasien setiap hari (berat badan) b. Hidangkan makanan dalam porsi kecil dan frekuensi sering. c. Kaji cara atau bagaimana makanan dihidangkan d. Beri penjelasan manfaat makanan bagi pasien terutama saat sakit e. Beri makanan lunak (mudah dicerna/ditelan, seperti bubur tim) f. Beri nutrisi parenteral dan obat oral (antasida)
F. Implementasi Hari/Tgl Waktu Selasa,22 No. Implementasi Respon TT DX I Mengukur suhu tubuh Mei 2007 09.30 09.35 II Mengkaji keadaan umum pasien Suhu : 38 o C Klien tampak terasa badan demam. Klien tampak pucat dan lemah, tampak klien muntah 09.40 II Mengkaji status dehidrasi Tampak tandatanda 10.00 I Mengkaji penyebab peningkatan suhu tubuh (viremia, dehidrasi, pendarahan) 10.05 I Menganjurkan pasien untuk minum yang banyak 10.15 I Memberikan kompres dingin pada dahi 10.18 I Menganjurkan pada keluarga untuk tidak memakai selimut dan dehidrasi (bibir kering, mukosa membran kering, turgor kulit cukup) Klien rewel dan gelisah tampak klien mau minum habis 2 gelas klien tampak tenang Keluarga mau melakukan nasihat yang
pakaian tebal 13.30 II Memonitor jumlah cairan yang masuk dan cairan yang keluar diberikan perawat. Cairan yang keluar 1150 cc (urine 1000 cc, feces 80 cc, IWL 70 cc) cairan yang masuk 1100 cc (cairan infus 700 cc, makanan 200 cc, susu 200 cc) Rabu, III Mengobservasi adanya 23Mei2007 tandatanda syok Klien tampak pucat, 10.30 lemah, akral dingin, nadi cepat, hipotensi. 10.35 III Mengkaji tandatanda pendarahan 10.40 II Memonitor jumlah cairan yang masuk dan cairan yang keluar 10.50 III Memberitahu keluarga/ pasien: bahwa istirahat membantu menghentikan pendarahan. tak terjadi tandatanda pendarahan. cairan yang keluar 1250 cc (urine 1100 cc, feses 80 cc, IWL 70 cc) dan cairan yang masuk 1200 cc (infus 700 cc, makanan 200 cc, susu 200 cc) Keluarga tampak paham dan mengerti. 11.30 IV Mengkaji status nutrisi
pasien. BB : 18 kg 11.40 IV Menghidangkan makanan dalam porsi kecil dan frekuensi sering Makan habis ¼ porsi 12.10 IV Memberi makanan lunak Pasien tampak mau Kamis, 24Mei2007 I Mengukur suhu tubuh makan dan habis ¼ porsi. 37,5 o C 15.10 15.15 II Mengkaji keadaan umum Pasien tampak lemah, 15.40 I Memberi kompres dingin pada dahi KU : cukup baik Pasien tampak tenang 16.00 II Mengkaji status dehidrasi Tak terdapat tanda 16.05 II Menganjurkan pasien untuk banyak minum dehidrasi (bibir kering, mukosa bibir basah, turgor kulit cukup) Keluarga pasien mengatakan anaknya sudah mulai banyak minum. Pasien minum habis 5 gls 16.20 II Memonitor input dan
output cairan Cairan yang keluar 1450 cc (urine 1300 cc, feces 80 cc, IWL 70 cc) cairan yang masuk 1400 cc (cairan infus 700 cc, makan 400 cc, susu 300 cc) 16.30 III Memonitor TTV 37,5 o C 17.00 III Mengkaji tandatanda pendarahan 17.15 III Menghitung jumlah trombosit N : 120 x/menit Tidak terjadi pendarahan Jumlah trombosit 38.000/mm 3 17.30 IV Mengkaji status nutrisi BB : 18 kg, pasien tampak mual dan muntah 17.35 IV Memberi makanan lunak Keluarga pasien mengatakan anaknya mau makan. Pasien tampaknya mau makan dan porsi makan habis ½ porsi. G. Evaluasi
Hari/tgl Waktu No. DX Evaluasi TT I Keluarga pasien mengatakan anaknya sudah tidak panas lagi. 14.00 O : 36 o C N : 120 x/menit Tampak tenang A : Masalah teratasi sebagian P : Pertahankan intervensi ukur suhu berikan kompres dingin pada dahi, axila II O : Turgor cukup, mukosa bibir basah, bibir tidak kering, pasien tidak lemah. A : Masalah teratasi P : Pertahankan intervensi kaji kasus hidrasi monitor TTV III Keluarga pasien mengatakan anaknya mau makan O : Tampak pasien makan banyak tak mual & muntah A : Masalah teratasi P : Pertahankan intervensi Kaji status nutrisi Berikan makanan lunak