CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

dokumen-dokumen yang mirip
CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

PERANAN INDUKSI MATEMATIKA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIKA

PENERAPAN INDUKSI MATEMATIKA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIKA

Contoh-contoh soal induksi matematika

INDUKSI MATEMATIS Drs. C. Jacob, M.Pd Pengantar Apakah suatu formula untuk jumlah dari n bilangan bulat positif ganjil

INF-104 Matematika Diskrit

Induksi Matematika. Fitriyanti Mayasari

5.3 RECURSIVE DEFINITIONS AND STRUCTURAL INDUCTION

Logika Pembuktian. Matematika Informatika 3 Onggo

Metode pembuktian untuk proposisi yang berkaitan dengan bilangan bulat adalah induksi matematik.

MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT

Induksi Matematik Program Studi Teknik Informatika STEI - ITB

induksi matematik /Nurain Suryadinata, M.Pd

5.3 RECURSIVE DEFINITIONS AND STRUCTURAL INDUCTION

Induksi Matematik. Metode pembuktian untuk pernyataan perihal bilangan bulat adalah induksi matematik.

1. Ubahlah pernyataan ke dalam berikut ke dalam bentuk Jika p maka q.

1.6 RULES OF INFERENCE

Induksi Matematik. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Teknik Informatika STEI - ITB

Contoh : 1..Buktikan bahwa untuk semua bilangan bulat n, jika n adalah bilangan ganjil, maka n 2 adalah bilangan ganjil! Jawab :

MATEMATIKA EKONOMI 1 HIMPUNAN BILANGAN. Dosen : Fitri Yulianti, SP. MSi

A. PRINSIP INDUKSI SEDERHANA

Induksi 1 Matematika

Metode pembuktian untuk pernyataan perihal bilangan bulat adalah induksi matematik.

BAB III PELABELAN KOMBINASI

1 INDUKSI MATEMATIKA

Metode pembuktian untuk pernyataan perihal bilangan bulat adalah induksi matematik.

matematika PEMINATAN Kelas X PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN EKSPONEN K13 A. PERSAMAAN EKSPONEN BERBASIS KONSTANTA

MATEMATIKA DISKRIT. 1 Induksi Matematik

BAB I NOTASI, KONJEKTUR, DAN PRINSIP

Bab 2 Daerah Euclid. 2.1 Struktur Daerah Euclid

MATEMATIKA DISKRIT. Logika

Keterbagian Pada Bilangan Bulat

METODA PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA

KONSTRUKSI SISTEM BILANGAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini diterangkan materi yang berkaitan dengan penelitian, diantaranya konsep

INF-104 Matematika Diskrit

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Induksi Matematika. Nur Hasanah, M.Cs

MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian)

BAB I TEORI KETERBAGIAN DALAM BILANGAN BULAT

Induksi Matematika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH (PROBLEM SOLVING STRATEGIES) EDDY HERMANTO

Matematika Industri I

Pengantar Teori Bilangan

Matematika Diskret (Induksi Matematik) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Sistem Bilangan Real

BAHAN AJAR TEORI BILANGAN. DOSEN PENGAMPU RINA AGUSTINA, S. Pd., M. Pd. NIDN

1.6 RULES OF INFERENCE

III. BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF. ini merupakan pengembangan dari konsep dimensi partisi dan pewarnaan graf.

TEKNIK PEMBUKTIAN. (Yus Mochamad Cholily)

METODA PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA

PEMBAHASAN. Teorema 1. Tidak ada bilangan asli N yang lebih besar dari semua bilangan bulat lainnya.

3. Induksi Matematika Source : Rinaldi Munir. Discrete Mathematics 1

BAB I PENDAHULUAN. Kata topologi berasal dari bahasa yunani yaitu topos yang artinya tempat

Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember

BAB III. PECAHAN KONTINU dan PIANO. A. Pecahan Kontinu Tak Hingga dan Bilangan Irrasional

PENARIKAN KESIMPULAN/ INFERENSI

PENDAHULUAN INDUKSI MATEMATIKA Di dalam Matematika, sebuah pernyataan atau argumen dan bahkan sebuah rumus sekalipun tidak hanya sekedar dibaca.

2 BILANGAN PRIMA. 2.1 Teorema Fundamental Aritmatika

METODA PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

Logika Matematika BAGUS PRIAMBODO. Tautologi dan Kontradiksi Argumen 1/Penarikan kesimpulan yang valid: modus ponen, modus tolen.

Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012

Strategi Pembuktian. Finding proofs can be a challenging business

PENGEMBANGAN METODE INDUKSI MATEMATIKA DAN PENERAPANNYA DALAM RUANG LINGKUP MATEMATIKA DISKRIT

ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. August 18, Dosen FMIPA - ITB

R. Rosnawati Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY

Nama Mata Kuliah : Teori Bilangan Kode Mata Kuliah/SKS : MAT- / 2 SKS

BAB 2 GRAF PRIMITIF. 2.1 Definisi Graf

5. Peluang Diskrit. Pengantar

Induksi Matematika. Metode pembuktian untuk pernyataan perihal bilangan bulat adalah induksi matematik.

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada

INDUKSI MATEMATIKA PERTEMUAN KE- 4

PENALARAN DALAM MATEMATIKA

KOMBINATORIKA. Berapa banyak cara menyusun sebuah bilangan yang terdiri dari empat buah angka yang tidak mengandung angka yang berulang?

III. BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF. Bilangan kromatik lokasi graf pertama kali dikaji oleh Chartrand dkk.(2002). = ( ) {1,2,3,, } dengan syarat

Perluasan permutasi dan kombinasi

BAB III DASAR DASAR LOGIKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Induksi Matematika. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Kompetensi Dasar Dan Pengalaman Belajar

Metoda Pembuktian: Induksi Matematika

Matematika Diskrit 1

SILABUS MATEMATIKA KEMENTERIAN

I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA

INF-104 Matematika Diskrit

ARGUMENTASI. Kalimat Deklaratif Kalimat Deklaratif (Proposisi) adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya.

APOTEMA: Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 2, Nomor 2 Juli 2016 p ISSN BILANGAN SEMPURNA GENAP DAN KEPRIMAAN BI LANGAN MERSENNE

SISTEM BILANGAN REAL

BAB I INDUKSI MATEMATIKA

METODA PEMBUKTIAN DALAM MATEMATIKA

untuk setiap x sehingga f g

42. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB A)

Combinatorics dan Counting

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pembahasan Soal-Soal Latihan 1.1

BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1. DOSEN PENGAMPU RINA AGUSTINA, S. Pd., M. Pd. NIDN

INDUKSI MATEMATIKA A. Penalaran Induktif dan Deduktif Penalaran dalam matematika ada dua jenis, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. 1.

CHAPTER 7 DISCRETE PROBABILITY

BAB II KETERBAGIAN. 1. Mahasiswa bisa memahami pengertian keterbagian. 2. Mahasiswa bisa mengidentifikasi bilangan prima

Transkripsi:

CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

5.1 MATHEMATICAL INDUCTION

Jumlah n Bilangan Ganjil Positif 1 = 1 1 + 3 = 4 1 + 3 + 5 = 9 1 + 3 + 5 + 7 = 16 1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 25 Tebakan: Jumlah dari n bilangan ganjil positif pertama adalah n 2. Metoda apa yang dapat dipakai untuk membuktikan bahwa tebakan ini benar?

Logika dan Induksi Modus ponens p p q q Double modus ponens p 0 p 0 p 1 p 1 p 2 p 2 Dapat diperoleh triple modus ponens, quadruple modus ponens, dst. Sehingga kita dapat melakukan penarikan kesimpulan untuk bilangan bulat sebarang.

Domino dan Induksi Aksioma induksi untuk bilangan bulat dapat dilihat sebagai THE GREAT LEAP TO INFINITY Diberikan barisan tak hingga domino yang terhitung. Misalkan: (1) Domino pertama jatuh. (2) Jika domino n jatuh, demikian juga domino n + 1. Kesimpulan: Semua domino akan jatuh.

Domino dan Induksi (2)

Induksi Matematika Merupakan teknik pembuktian yang sangat penting Dipergunakan secara luas untuk membuktikan pernyataan yang berkaitan dengan objek diskrit. (kompleksitas algoritma, teorema mengenai graf, identitas dan ketidaksamaan yang melibatkan bilangan bulat, dsb). Tidak dapat digunakan untuk menemukan rumus atau teorema, tetapi hanya untuk melakukan pembuktian.

Prinsip Induksi Matematika Teknik untuk membuktikan kebenaran proposisi P(n) untuk setiap n bilangan bulat positif. Suatu bukti dengan menggunakan induksi matematika bahwa P(n) benar untuk setiap n bilangan bulat positif terdiri dari tiga langkah: 1. Langkah basis: Tunjukkan bahwa P(1) benar. 2. Langkah induktif: Tunjukkan bahwa P(k) P(k + 1) benar untuk setiap k. P(k) untuk suatu k tertentu disebut hipotesa induksi. 3. Konklusi: n P(n) bernilai benar.

Sifat Terurut dengan Baik Validitas dari induksi matematika dapat diturunkan dari suatu aksioma fundamental tentang himpunan bilangan bulat. Sifat Terurut dengan Baik (Well-Ordering Property) Setiap himpunan bilangan bulat positif yang tak kosong selalu memiliki anggota terkecil.

Mengapa Induksi Matematika Suatu Teknik Pembuktian yang Valid? Misalkan kita tahu bahwa P(1) benar dan P(k) Bagaimana menunjukkan bahwa P(n) benar n? Dengan menggunakan kontradiksi. Andaikan ada bilangan bulat sehingga P(n) salah. P(k + 1) k. Misalkan S adalah himpunan bilangan bulat n yang mengakibatkan P(n) salah. Dengan demikian S tak kosong dan menurut well-ordering property, S memiliki anggota terkecil, misalkan m. Kita tahu bahwa m bukan 1, karena P(1) benar. Karena m positif dan lebih besar dari 1, m 1 adalah bilangan bulat positif. Karena m 1 < m, maka m-1 bukan anggota S, sehingga P(m-1) benar. Karena pernyataan P(m 1) P(m) juga benar, maka haruslah P(m) benar, suatu kontradiksi. Maka, P(n) haruslah benar untuk semua bilangan bulat n.

Contoh 1 Tebakan: Bukti. Jumlah dari n bilangan ganjil positif pertama adalah n 2. Misalkan P(n): Jumlah dari n bilangan ganjil positif pertama adalah n 2. 1. Langkah basis: P(1) benar, karena 1 = 1 2. 2. Langkah induktif: Asumsikan bahwa P(k) benar untuk semua k, yaitu 1 +3 + 5 + + (2k-1) = k 2. Kita perlu menunjukkan bahwa P(k + 1) benar, yaitu 1 +3 + 5 + + (2k-1) + (2k+1) = (k+1) 2. 1 +3 + 5 + + (2k-1) + (2k+1) = k 2 + (2k+1) = (k+1) 2 3. Konklusi: Jumlah dari n bilangan ganjil positif pertama adalah n 2.

Contoh 2 Tunjukkan bahwa n < 2 n untuk setiap bilangan bulat positif n. Solusi. Misalkan P(n): n < 2 n. 1. Langkah basis: P(1) benar, karena 1 < 2 1 = 2. 2. Langkah induktif: Asumsikan bahwa P(k) benar untuk semua k, yaitu k < 2 k. Kita perlu menunjukkan bahwa P(k + 1) benar, yaitu k + 1 < 2 k+1 Kita mulai dari k < 2 k k + 1 < 2 k + 1 2 k + 2 k = 2 k+1 Jadi, jika k < 2 k maka k + 1 < 2 k+1 3. Konklusi: Jadi, n < 2 n benar untuk setiap n bilangan bulat positif.

Contoh 3 Tunjukkan bahwa jika S adalah himpunan hingga dengan n anggota, maka S mempunyai 2 n subhimpunan. Solusi. P(n): proposisi himpunan hingga dengan n anggota mempunyai 2 n subhimpunan. 1. Langkah basis: P(0) benar, karena himpunan dengan nol anggota, yaitu himpunan kosong, mempunyai tepat 2 0 = 1 subhimpunan. 2. Langkah induktif: Asumsikan bahwa P(k) benar untuk semua k, yaitu himpunan dengan k anggota mempunyai 2 k subhimpunan. Kita perlu menunjukkan bahwa P(k + 1) benar, yaitu himpunan dengan (k+1) anggota mempunyai 2 (k+1) subhimpunan.

Contoh 3 (2) Misalkan T: himpunan dengan k+1 anggota. Dapat ditulis T = S {a} dengan a T dan S = T {a}. X S a X X {a} a T T Untuk setiap subhimpunan X dari S, terdapat tepat dua subhimpunan T, yaitu X dan X {a}, yang membentuk semua subhimpunan T dan semuanya berbeda. Jadi, terdapat 2. 2 k = 2 (k+1) subhimpunan dari T. 3. Konklusi: Jadi, setiap himpunan hingga dengan n anggota mempunyai 2 n subhimpunan

Contoh 4 [Gauss] 1 + 2 + + n = n (n + 1)/2 Bukti. Misalkan P(n): proposisi 1 + 2 + + n = n (n + 1)/2 1. Langkah basis: Untuk n = 0 diperoleh peroleh 0 = 0. Jadi, P(0) benar. 2. Langkah induktif: Asumsikan bahwa P(k) benar untuk semua k, yaitu 1 + 2 + + n = n (n + 1)/2 Akan ditunjukkan bahwa P(k + 1) benar, yaitu 1 + 2 + + k + (k + 1) = (k + 1) ((k + 1) + 1)/2 Dari 1 + 2 + + k = k (k + 1)/2, diperoleh 1 + 2 + + k + (k + 1) = k (k + 1)/2 + (k + 1) = (2k + 2 + k (k + 1))/2 = (2k + 2 + k 2 + k)/2 = (2 + 3k + k 2 )/2 = (k + 1) (k + 2)/2 = (k + 1) ((k + 1) + 1)/2 3. Konklusi: Jadi 1 + 2 + + n = n (n + 1)/2 benar untuk setiap n N.

Soal 1 [Carmony (1979)] Sejumlah ganjil orang berdiri di suatu lapangan dengan jarak antar dua orang berbeda. Pada waktu yang bersamaan, setiap orang melempar kue pada orang yang terdekat dengan mereka, dan mengenai orang tersebut. Gunakan induksi matematika untuk membuktikan bahwa ada paling sedikit satu orang yang tidak terkena lemparan kue. Catatan. Hal ini tidak berlaku jika terdapat sejumlah genap orang.

Soal 2 Misalkan n suatu bilangan bulat positif. Tunjukkan bahwa setiap papan catur berukuran 2 n x 2 n yang satu kotaknya dihilangkan dapat selalu ditutupi oleh potongan berbentuk-l.

5.2 STRONG INDUCTION

Induksi Kuat (Prinsip Kedua Induksi Matematika) Terdapat bentuk lain dari induksi matematika yang sering dipergunakan dalam bukti. 1. Langkah basis: Tunjukkan bahwa P(0) benar. 2. Langkah induktif: Tunjukkan bahwa jika P(0) dan P(1) dan dan P(k) benar, maka P(k + 1) untuk setiap k N. 3. Konklusi: n P(n) bernilai benar.

Contoh 5 Tunjukkan bahwa setiap bilangan bulat yang lebih besar dari 1 dapat dituliskan sebagai hasil kali bilangan prima. Solusi. P(n): proposisi setiap bilangan bulat yang lebih besar dari 1 dapat dituliskan sebagai hasil kali bilangan prima. 1. Langkah basis: P(2) benar, karena 2 adalah hasil kali dari satu bilangan prima, dirinya sendiri. 2. Langkah induktif: Asumsikan P(j) benar untuk semua bilangan bulat j, 1 < j k. Harus ditunjukkan bahwa P(k+1) juga benar. Ada dua kasus yang mungkin: Jika (k + 1) bilangan prima, maka jelas P(k + 1) benar. Jika (k + 1) bilangan komposit, (k+1) dapat ditulis sebagai perkalian dua buah bilangan bulat a dan b sehingga 2 a b < k + 1. Oleh hipotesa induksi, a dan b keduanya dapat dituliskan sebagai hasil kali bilangan prima. Jadi, k + 1 = a b dapat ditulis sebagai hasil kali bilangan prima. 3. Konklusi: Setiap bilangan bulat yang lebih besar dari 1 dapat dituliskan sebagai hasil kali bilangan prima.

Soal 3 Dalam suatu permainan, dua pemain secara bergantian mengambil sejumlah korek api yang berasal dari salah satu dari dua tumpukan korek api. Pemain yang mengambil korek api terakhir yang menang. Tunjukkan bahwa jika kedua tumpukan korek api memuat korek api dalam jumlah yang sama, pemain kedua selalu dapat menjadi pemenang.

Soal 4 Tunjukkan bahwa setiap pengiriman surat dengan menggunakan perangko seharga Rp12.000 atau lebih dapat dilakukan dengan hanya menggunakan sekumpulan perangko seharga Rp4.000 dan Rp5.000.