OPTIMISASI PELETAKAN DAN SIZING DISTRIBUTED GENERATION (DG) MENGGUNAKAN TWO LAYER PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (TLPSO)
|
|
|
- Hadian Tedjo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 OPTIMISASI PELETAKAN DAN SIZING DISTRIBUTED GENERATION (DG) MENGGUNAKAN TWO LAYER PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (TLPSO) Efrta Arfah Z Jurusan Teknk Elektro, FTI-ITATS Surabaya Jl. Aref Rahman Hakm 100 Tlp Emal : [email protected] ABSTRAK Two Layer Partcle Swarm Optmzaton (TLPSO) untuk optmsas peletakan dan szng DG.Dstrbuted Generaton (DG) merupakan pembangkt tersebar dengan tuuan menekan losses daya rl pada sstem. Data yang dgunakan pada sstem n adalah 30 bus IEEE. TLPSO yang merupakan perkembangan dar PSO terbukt lebh unggul d bandngkan dengan PSO.TLPSO mampu menurunkan losses sebesar 57.3%sedangkan PSO sebesar 51.11%.dbandngkan dengan sebelum peletakan DG. Losses daya rl setelah peletakan DG dengan optmsas TLPSO turun sebesar 12.6% dbandngkan PSO. Kata kunc: Dstrbuted generaton (DG), peletakan dan szng optmal, Two Layer Partcle Swarm Optmzaton (TLPSO) ABSTRACT Two Layer Partcle Swarm Optmzaton (TLPSO) for layng and szng optmzaton DG.Dstrbuted Generaton (DG) s the power spread wth the am of suppressng the real power losses n the system. The data used n ths system s the IEEE 30 bus. TLPSO whch s the development of PSO s shown to be superor n comparson wth PSO.TLPSO able to reduce losses by 57.3% and amounted to 51.11% of PSO. Compared wth before layng DG.Real power losses after layng the optmzaton TLPSO DG decreased by 12.6% compared to PSO. Keywords: Dstrbuted generaton (DG), placement and optmal szng, Layer Two Partcle Swarm Optmzaton (TLPSO) PENDAHULUAN Pembangkt kecl tersebar atau basa dsebut Dstrbuted Generaton (DG), serng berkembangnya lmu pengetahuan dan teknolog dewasa n menad salah satu penyelesaan dalam sstem untuk menekan losses.alasan ekonom menad salah satu alasan peletakan DG karena losses sstem dapat tereduks, otomats baya dapat berkurang. Selan tu DG cukup efsen, handal dan cukup sederhana.(mohammad, 2011) Pengertan DG tu sendryatu pemasangan generator kecl ddekat pusat beban pada seluruh arngan dstrbus untuk memenuh kebutuhan beban lokal dan pemenuhan preventf untuk melonaknya permntaan daya.lossesdaya pada sstem dstrbus yang tngg dsebabkan karena tegangan rendah dan oleh karena tu arus menad besar (Keane, 2005).Peletakan DG dengan ukuran dan bus yang tepat dapat mengoptmalkan kera sstem.berbaga metode optmsas telah dkembangkan dalam peneltan peletakan dan ukuran yang optmal DG.Two Layer Partcle Swarm Optmzaton (TLPSO) sebaga pengembangan dar PSO dusulkan dalam peneltan n untuk memecahkan optmsas peletakan dan umlah optmal tga tpe DG dengan menggunakan data sstem 30 bus IEEE. TLPSO untuk menngkatkan keragaman dar partkel PSO basa, knera TLPSO n kal lebh efsen dbandng dengan PSO basa, dmana n adalah blangan real sebaga representas runnng program penguan untuk mencar optmaltas. Desan dar TLPSO yatu strukturnya terdr dar dua layer (layer atas dan layer bawah) maka swarm M dar partcle dan satu swarm dar partkel d bangktkan masng-masng pada layer atas dan layer bawah. Setap poss global terbak dar setap swarm layer bawah akan d set pada poss partkel dar swarm layer atas. Oleh karena tu, poss global terbak (Gbest) pada setap layer atas secara langsung 1
2 dpengaruh oleh setap partkel swarm layer bawah sehngga keragaman partkel menngkat untuk menghndar terebak local optmum. Dsampng tu operas mutas dtambahkan pada setap partkel masng-masng swarm pada layer bawah berdasarkan peluang mutas, maka patkel baru akan muncul dar lokal optmum untuk mendapatkan global optmum (Chen, 2011). Reduks losses daya rl dalam sstem dstrbus dbutuhkan dalam opersa sstem tenaga lstrk yang efesen.losses sstem tenaga dapat drumuskan sepert pada persamaan (Jan, 2010). P L = =1 n n =1 +B (Q P P Q ) A ( P P +Q Q ) Dmana A = R cos (δ δ ) V V Dmana dan B = R cos (δ δ ) V V P dan Q neks bersh daya rl dan reaktf pada bus ; V dan δ tegangan dan sudut pada bus. ; R resstans saluran antara bus Tuuan dar teknk peletakan adalah untuk memnmalkan total losses daya rl. Fungs obyektf dapat dtuls sebaga: P L N = SC k = 1 loss k Dengan bebarapa batasan yang dgunakan yatu: 1. Batasan kesembangan daya, dapat d rumuskan sebaga: N N P = PD + P DG L = 1 = 1 2. Batasan tegangan : V 1 mn V 1 V 1 max 3. Batasan arus I I max Dmana : Loss k merupakan pada bagan k, N SC umlah total dar bagan, P L losses daya rll sstem, P DG daya rl pembangktan DG pada bus dan P D permntaan beban pada bus. Partcle Swarm Optmzaton (PSO) METODE PENELITIAN 2
3 PSO merupakan salah satu algortma optmsas yang drumuskan pertama kal oleh Kennedy dan Eberhart pada tahun 1995 yang ternspras kebasaan dar sekumpulan burung atau kan dalam populas untuk mencar makan. Indvdu dalam populas tersebut dnamakan partkel (partcle), tap-tap partkel mempunyaposs(poston) dan velocty yang berubah berdasarkan pengalaman dar partkel terbak ( ).Partkel terbak adalah partkel yang palng dekat dengan sumber makanan (Mohammad, 2011). Perubahan poss dpengaruh oleh perubahan velocty dar masng-masng partkel, sesua dengan persamaan P (Oumaru, 2009).Velocty dhtung berdasarkan best dan G best yang drumuskan pada persamaan (Kennedy, 1995). k S +1 d =S k d +v k+1 d,=1,2, n d =1,2, m v k+1 d =(t ) v k d +c 1 rand ( Pbest d S k d ) +c 2 rand (Gbest d S k k +1 d ) v d P best Dmana dmana S k ttk pencaran arus, S k +1 m odfkas ttk pencaran, v k velocty arus, v k+1 modfkas velocty dar agen, v Pbest velocty yang berdasarkan P best, v Gbest velocty yang berdasarkan G best, n umlah anggota dalam grup, m umlah anggota dalam partkel, P best adalah P best dar agen, G best merupakan G best dar grup, ω fungs weght untuk velocty dar agen, c 1 koefsen weght. Berkut pers fungs koefsen dar weght: ω max ωmn k max.k ω =ω max dmana ω mn, ω max mnmum dan maksmum dar weght., k, k max arus dan maksmum teras. Gambar 1 konsep pencaran PSO Berkut n prosedur algortma PSO untuk optmsas peletakan dan szng dar DG dengan tuuan memnmalkan losses: 3
4 1. Input data bus dan lne bus, batas tegangan dan parameter PSO 2. Htung losses sebelum ada peletakan DG 3. Bangktkan secara random poss dan velocty dar partkel. 4. Untuk masng- masng partkel, ka tegangan memenuh syarat htung losses daya, ka tdak memenuh partkel tersebut akan d abakan. 5. Untuk masng-masng partkel bandngkan nla ftness dengan nla ftness P best, ka nla ftness tersebut lebh rendah dar nla P best set nla tersebut sebaga P best yang baru 6. Bandngakan P best dengan G best, ka P best lebh kecl G best adkan P best sebaga G best yang baru; ka tdak maka menggunakan G best yang lama 7. Update velocty dan poss masng-masng partkel menggunakan persamaan 6 dan 7 8. Cek teras, ka teras mencapa maksmum maka berhent atau kan belum maka kembal ke pont Cetak hasl. Two LayerPartcle Swarm Optmzaton (TLPSO) Two Layer Partcle Swarm Optmzaton (TLPSO) mempunya dua layer yatu layer atas dan layer bawah. Seumlah M swarm partcle dbangktkan pada layer bawah. Masng-masng global best poss pada masngmasng swarm pada layer bawah dtetapkan sebaga poss partkel d layer atas, sehngga global best poss pada layer atas secara tdak langsung dpengaruh partkel pada masng masng swarm layer bawah. Selanutnya operator mutas dtambahkan pada partkel dmasng-masng swarm dlayer bawah, penambahan operator n dtuukan agar terad varan baru pada partkel sehngga tdak mudah terebak pada konds lokal optmum. (Chen, 2011) Berkut n prosedur algortma TLPSO: 1. Tentukan layer atas dan bawah dan parameter TLPSO. 2. Bangktkan secara random nsalsas poss dan velocty dar partkel. Htung ftness G best pada masng-masng layer a. Bangktkan secara random poss awal dar partkel, ( x 1 x 2, x N ), {1,2,..,M } x k =[ x 1 k, x 2 k x D k ], {1,2,,M } k {1,2,, N }, pada swarm layer bawah. Poss dar partkel dtunukan sebaga: P best dan Dmana x k, {1,2,, D } berkut hasl yang d bangktkan secara random: x k = x mn +( x max x mn ). rand () Rentang dar parameter x k ddefnskan sebaga [ x mn, x max ] 4
5 b. Pembangktan secara random velocty vector awal dar partkel, {v 1, v 2, v N }, {1,2,.., M }, pada swarm layer bawah. Vektor velocty dtunukan pada pers. (10). v 1 =[ v 1 k, v 2 k, v D k ], {1,2,, M } k {1,2,, N } Dmana v k, {1,2,, D } v k = x max mn x.rand () 20 yang dbangktkan secara random dengan: c. Tentukan poss terbak ndvdu awal dar x k k, x Pbest, {1,2,.., M },k {1,2,, N } swarm layer bawah. Indvdu denga poss terbak dtentukan dengan: k =x k, {1,2,, M }, x Pbest, pada k {1,2,, N } d. Tentukan poss terbak secara global dar swarm th, y, {1,2,, M } pada layer bawah. Htung nla ftness dar k x Pbest x f ( Pbest k ) max k =1 K =arg k x Pbest dengan nla ftness terbak oleh Kemudan atur y = x k, {1,2,,M } k, f ( x Pbest ), k {1,2,, N } dan kemudan tentukan ndeks K dar e. Tentukan poss awal dar partkel dalam swarm layer atas. Poss global terbak { y 1, y 2,, y M } d atur untuk poss partkel dalam swarm layer atas. f. Atur vector velocty awal dar y,w, {1,2,, M }. Vector velocty dtunukan pada pers (12). w =[ w 1 w 1 w D ], {1,2,,M } Dmana, w, {1,2,, D } w k = x max mn x.rand () 20 yang dbangktkan secara random dengan rumus 5
6 g. Tentukan ndvdu awal dengan poss terbak dar partkel y Pbest, {1,2,,M } swarm layer atas. Indvdu dengan poss terbak dtentukan dengan: = y, {1,2,,M } y Pbest pada h. Tentukan poss global terbak dar swarm, y Pbest, f ( y Pbest ) {1,2,, M } nla ftness terbak dar J =arg max f ( y Pbest ). =1 y Gbest dan selanutnya car ndek J dar pada layer atas. Htung nla ftness dar y Pbest dengan menggunakan atur y Gbest = y Pbest 3. Tentukan umlah teras 4. Update vector velocty v k, {1,2,, M }, k {1,2,, M } dan vector poss x k pada swarm layer bawah v k =v k k +c 1.rand (). (x Pbest x k ) +v k c 2. rand (). ( y x k ) x k = x k +v k 5. Mutas patkel secara random x k ={x 1 k x 1 k x D }, {1,2,, M }, k {1,2,,M }. Jka rand ()<P m maka x k = x max ( x k mn x ), rand ()+0.5. dmana D rand k 6. Update ndvdu dengan poss terbak x Pbest, ={1,2,, M }, k={1,2,,m } poss terbak secara global y, =1,2,, M. Jka maka f ( x k k )>x Pbest, ={1,2,, M }, k={1,2,, M } x k Pbest=x k Jka f ( x k )> f ( y ), ={1,2,, M },k= {1,2,, M } maka y k = x Pbest 7. update vector velocty w, =1,2,,M dan poss y, =1,2,,M pada swarm layer atas. w =w +c 1.rand ().( y Pbest y ) 6
7 +c 2. rand (). ( y Gbest y ) y = y +w 8. update poss terbak dar ndvdu y Pbest, =1,2,, M Jka Jka f ( y )> f ( y Pbest f ( y Pbest )> f ( y Gbest ), =1,2,, M maka y Pbest = y ) =1,2,,M Maka y Gbest = y Pbest 9. Menurunkan v k dan w dengan konstanta v k =v k.r. r 0.1 w =w. r. 10. Menurunkan r dengan konstanta r=0.1 w 0.1, ka r>0.1 maka atur r=r, atau sebalknya 11. Iteras. Iteras+1, ka teras kembal ke tahap Ftness tebak G maka kembal ke tahap 12; atau sebalknya ka teras G HASIL DAN PEMBAHASAN Metode yang dgunakan dalam peneltan peletakan dan szng DG dterapkan pada Belaye IEEE 30 bus yang merupakan Belaye dstrbus dengan konfguras dan szng yang bervaras. Sstem 30 bus mempunya total beban Mw dan Mvar, dan total daya rl MW dan daya reaktf sebesar Mvar. Perhtungan optmsas ddapatkan peletakan dan szng DG pada bus yang bervaras dan perbakan alran daya yang terbak dengan menggunakan algortma TLPSO sehngga losses daya mnmum. Parameter untuk algortma TLPSO dan PSO dtunukan pada Belay 1. Hasl smulas ddapatkan grafk konvergens untuk TLSPO dan PSO dengan waktu komputas detk dan detk. Perbedaan waktu komputas karena PSO lstng program lebh pendek, hal n karena TLPSO memlk proses yang lebh panang dbandngkan dengan PSO basa yang hanya memlk satu layer. Tabel 1. Parameter TLPSO dan PSO TLPSO PSO Iteras max C C W
8 w max 3 3 W mn 1 1 Swarm 20 Swarm bawah 10 Swarm atas 5 Sumber: data dolah Grafk tersebut menunukan optmsas DG yang dtunukan total losses daya aktf dar teras satusampa teras maxmum yatu 200. Penentuan teras maksmum dan parameter lan TLPSO d dapatkan dar proses tral and error dengan nla acuan dar referens peneltan yang pernah ada. Algortma TLPSO dar teras pertama sampa terakhr mendapatkan nla losses auh lebh kecl dbandngkan dengan PSO, Hal n dsebabkan TLPSO swarm pada layer atas terdr dar partkel-partkel terbak yang ada pada layer bawah, dengan kata lan layer atas adalah sekumpulan Pbest pada masng-masng kelompok Belayer bawah. Gbest pada TLPSO ddapatkan dar lma kelompok partkel pada layer bawah yang merupakan representas dar umlah runnng PSO basa sebanyak lma kal. Gbest ddapatkan terbak dar kelma tersebut.tlpso lebh lambat konvergen yatu pada teras ke 181 dbandngkan PSO yatu pada 120. TLPSO terad local optmum pada teras 60 sampa 180, pada teras 180 terad keragaman partkel sehngga operator mutas bekera dan pada teras 181 terad partkel varan baru sehngga losses dapat turun lag dan kemudan konvergen. Gambar 1. Grafk konvergens algortma TLPSO dan PSO ( Sumber : Hasl smulas Hasl smulas dengan perbedaan varas tpe DG dapat dlhat pada tabel 2.Losses sebelum d tambahkan DG sebesar MW, Optmsas menggunakan PSO losses turun menad MW, optmsas dengan TLPSO losses turun lag menad MW. Jumlah daya aktf DG optmsas antara TLPSO dan PSO sama yatu 179 MW yang membedakan adalah umlah peletakan bus dan Mvar yang d nekskan. Jumalah bus pada TLPSO yang dtempatkan DG sebanyak delapan sedangkan PSO tuuh bus.semakn banyak bus yang d tempat DG semakn lebah bak untuk menurunkan losses Tabel 2. Hasl smulas dengan perbedaan varas tpe DG TLPSO PSO Peletakan Optmal Losses Peletakan Optmal Losses(MW) 8
9 No Bus Szng MW+MVar (MW) No Bus Szng MW+MVar bus bus KESIMPULAN Algortma TLSPO yang dgunakan dalam paper n untuk optmalsas peletakan DG mampu menurunkan Losses sebesar 57,3% sedangkan PSO sebesar 51.11% dbandngkan dengan sebelum dlakukan peletakan DG. Losses daya rl setelah peletakan DG dengan menggunakan kedua metode TLPSO dan PSO uga menunukan penurunan sebesar 12.6% dbandngkan PSO DAFTAR PUSTAKA Chen, C.C., 2011, Two Layer Partcle Swarm Optmzaton for unconstraned Optmzaton Problem, Appled Soft Computng,11(1), pp Jan. N, Sngh. S.N, and Srvastava. S.C., 2010, Partcle Swarm Optmzaton Based method Optmal Stng and Szng of Mutlple Dstrbuted Generators. 16 th Natonal Power Sstem Conference. 15 th -17 th December.pp Keane, A and M. O Melley, 2005.Optmal allocaton of embedded generaton on dstrbuton networks. IEEE Trans. Power Sys., 20(3): Kennedy J and Eberhart R, 1995, Partcle Swarm Optmzer, IEEE nternatonal Conference on Neural Networks (Pert, Australa), IEEE Servce Center Pscataway, NJ, IV, pp Mohammad M and Nasab, M.A PSO Based multobectve Approach for Optmal Szng and placement of Dstrbuted Generaton. 2(8): pp Oumarou.I, Jang.D, and Ya. C Partcle Swarm Optmzaton Appled to optmal Power Flow Soluton. Internatonal Coference on Natural Computaton.Ffth.Pp
PENGEMBANGAN METODE ALGORITMA GENETIKA DAN DARWINIAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK FUNGSI MULTIMODAL
Arad Retno TH, Pengembangan Metode Algortma Gen, Hal 93-0 PENGEMBANGAN METODE ALGORITMA GENETIKA DAN DARWINIAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK FUNGSI MULTIMODAL Arad Retno Tr Hayat Abstrak Metode optmas
SIMULASI OPTIMASI ALIRAN DAYA SISTEM TENAGA LISTRIK SEBAGAI PENDEKATAN EFISIENSI BIAYA OPERASI
ISSN: 1693-6930 167 SIMULASI OPTIMASI ALIRAN DAA SISTEM TENAGA LISTRIK SEBAGAI PENDEKATAN EFISIENSI BIAA OPERASI Subyanto Teknk Elektro Fakultas Teknk Unverstas Neger Semarang Gedung E6 Lt. Kampus Sekaran
BAB II TEORI ALIRAN DAYA
BAB II TEORI ALIRAN DAYA 2.1 UMUM Perhtungan alran daya merupakan suatu alat bantu yang sangat pentng untuk mengetahu konds operas sstem. Perhtungan alran daya pada tegangan, arus dan faktor daya d berbaga
P n e j n a j d a u d a u l a a l n a n O pt p im i a m l a l P e P m e b m a b n a g n k g i k t Oleh Z r u iman
OTIMISASI enjadualan Optmal embangkt Oleh : Zurman Anthony, ST. MT Optmas pengrman daya lstrk Dmaksudkan untuk memperkecl jumlah keseluruhan baya operas dengan memperhtungkan rug-rug daya nyata pada saluran
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM
IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa
BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c
6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan
Kata kunci : daya, bahan bakar, optimasi, ekonomis. pembangkitan yang maksimal dengan biaya pengoperasian unit pembangkit yang minimal.
Makalah Semnar Tugas Akhr MENGOPTIMALKAN PEMBAGIAN BEBAN PADA UNIT PEMBANGKIT PLTGU TAMBAK LOROK DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER Oleh : Marno Sswanto, LF 303 514 Abstrak Pertumbuhan ndustr pada suatu
PENYELESAIAN PERMASALAHAN OPTIMASI CONSTRAINED NONLINEAR DENGAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION
PENYELESAIAN PERMASALAHAN OPTIMASI CONSTRAINED NONLINEAR DENGAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Yudh Purwananto Rully Soelaman dan Bambang Santoso. Fakultas Teknolog Informas Insttut Teknolog Sepuluh Nopember
Bab V Aliran Daya Optimal
Bab V Alran Daya Optmal Permasalahan alran daya optmal (Optmal Power Flow/OPF) telah menjad bahan pembcaraan sejak dperkenalkan pertama kal oleh Carpenter pada tahun 196. Karena mater pembahasan tentang
Bab III Analisis Rantai Markov
Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada
Tinjauan Algoritma Genetika Pada Permasalahan Himpunan Hitting Minimal
157 Vol. 13, No. 2, 157-161, Januar 2017 Tnjauan Algortma Genetka Pada Permasalahan Hmpunan Httng Mnmal Jusmawat Massalesse, Bud Nurwahyu Abstrak Beberapa persoalan menark dapat dformulaskan sebaga permasalahan
PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Newton Raphson Dengan Modifikasi Tabel
PRAKTIKUM 6 Penyelesaan Persamaan Non Lner Metode Newton Raphson Dengan Modfkas Tabel Tujuan : Mempelajar metode Newton Raphson dengan modfkas tabel untuk penyelesaan persamaan non lner Dasar Teor : Permasalahan
BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE
BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE 6B.1 Pelathan ADALINE Model ADALINE (Adaptve Lnear Neuron) dtemukan oleh Wdrow & Hoff (1960) Arstekturnya mrp dengan perseptron Perbedaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tnjauan Pustaka 2.1.1 Tmetable Tmetable merupakan alokas subjek yang memlk kendala untuk dtempatkan pada ruang waktu (Gan dkk, 2004). Permasalahan Tmetable cukup luas. Masalah
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS 4.1 Survey Parameter Survey parameter n dlakukan dengan mengubah satu jens parameter dengan membuat parameter lannya tetap. Pengamatan terhadap berbaga nla untuk satu parameter
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur
PENERAPAN METODE FORGY PADA PERILAKU LEBAH PENJELAJAH DALAM ARTIFICIAL BEE COLONY
PENERAPAN METODE FORGY PADA PERILAKU LEBAH PENJELAJAH DALAM ARTIFICIAL BEE COLONY I Made Wdartha Program Stud Teknk Informatka Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam Unverstas Udayana emal : [email protected]
BAB II OPTIMALISASI PADA SISTEM KELISTRIKAN
BAB II OPTIMALISASI PADA SISTEM KELISTRIKAN. Penjadualan Optmal Pembangkt dan Penyaluran Daya Lstrk Setap Pembangkt tdak dtempatkan dengan jarak yang sama dar pusat beban, tergantung lokas pembangkt yang
Optimisasi Economic Dispatch Pembangkit Termal Sistem 500 kv Jawa Bali Menggunakan Modified Improved Particle Swarm Optimization (MIPSO)
Natonal Conference: Desgn and Applcaton of Technology 010 Optmsas Economc Dspatch Pembangkt Termal Sstem 500 kv Jawa Bal Menggunakan Modfed Improved Partcle Swarm Optmzaton (MIPSO) AM. Ilyas 1,, Ontoseno
PERANCANGAN JARINGAN AKSES KABEL (DTG3E3)
PERCG JRIG KSES KBEL (DTG3E3) Dsusun Oleh : Hafdudn,ST.,MT. (HFD) Rohmat Tulloh, ST.,MT (RMT) Prod D3 Teknk Telekomunkas Fakultas Ilmu Terapan Unverstas Telkom 015 Peramalan Trafk Peramalan Trafk Peramalan
[email protected] Economc load dspatch problem s allocatng loads to plants for mnmum cost whle meetng the constrants, (lhat d http://en.wkpeda.org/) Economc Dspatch adalah pembagan pembebanan pada pembangktpembangkt
BAB 4 PERHITUNGAN NUMERIK
Mata kulah KOMPUTASI ELEKTRO BAB PERHITUNGAN NUMERIK. Kesalahan error Pada Penelesaan Numerk Penelesaan secara numers dar suatu persamaan matemats kadang-kadang hana memberkan nla perkraan ang mendekat
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang
Gambar 3.1 Diagram alir penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Dagram Alr Peneltan Materal Amorph Magnetk (Fe 73 Al 5 Ga 2 P 8 C 5 B 4 S 3 ) Ekspermen DfraksNeutron (I vs 2theta) Smulas Insalsas atom secara random Fungs struktur, F(Q) Perhtungan
MODIFIED IMPROVED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION FOR OPTIMAL GENERATOR SCHEDULING
Semnar Nasonal Aplkas Teknolog Informas 009 (SNATI 009) ISSN: 1907-50 Yogyakarta, 0 Jun 009 MODIFIED IMPROVED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION FOR OPTIMAL GENERATOR SCHEDULING Mackel Tuegeh 1, Soeprjanto, Maurdh
(1.1) maka matriks pembayaran tersebut dikatakan mempunyai titik pelana pada (r,s) dan elemen a
Lecture 2: Pure Strategy A. Strategy Optmum Hal pokok yang sesungguhnya menad nt dar teor permanan adalah menentukan solus optmum bag kedua phak yang salng bersang tersebut yang bersesuaan dengan strateg
Analisa dan Penerapan Metode Particle Swarm Optimization Pada Optimasi Penjadwalan Kuliah
Jurnal Teknk Informatka, Vol 1 September 2012 Analsa dan Penerapan Metode Partcle Swarm Optmzaton Pada Optmas Penjadwalan Kulah Rasha Ashla Rachman 1), Dadang Syarf 2), Rka Perdana Sar 3) 1) Program Stud
RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan
. Pendahuluan ANGKAIAN SEI Dua elemen dkatakan terhubung ser jka : a. Kedua elemen hanya mempunya satu termnal bersama. b. Ttk bersama antara elemen tdak terhubung ke elemen yang lan. Pada Gambar resstor
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder. Data yang dgunakan melput: (1) PDRB Kota Duma (tahun 2000-2010) dan PDRB kabupaten/kota
APLIKASI PENJADWALAN MATA KULIAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO)
APLIKASI PENJADWALAN MATA KULIAH MENGGUNAKAN ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Irfrans Kusmarna, Luh Kesuma Wardhan 2, Muhammad Safrzal 3,3 Jurusan Teknk Informatka, Fakultas Sans dan Teknolog,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2 Masalah Transportas Jong Jek Sang (20) menelaskan bahwa masalah transportas merupakan masalah yang serng dhadap dalam pendstrbusan barang Msalkan ada m buah gudang (sumber) yang
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan
OPTIMASI MASALAH PENUGASAN. Siti Maslihah
JPM IIN ntasar Vol. 01 No. 2 Januar Jun 2014, h. 95-106 OPTIMSI MSLH PNUGSN St Maslhah bstrak Pemrograman lner merupakan salah satu lmu matematka terapan yang bertuuan untuk mencar nla optmum dar suatu
EFISIENSI DAN AKURASI GABUNGAN METODE FUNGSI WALSH DAN MULTIGRID UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN INTEGRAL FREDHOLM LINEAR
EFISIENSI DAN AKURASI GABUNGAN METODE FUNGSI WALSH DAN MULTIGRID UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN INTEGRAL FREDHOLM LINEAR Masduk Jurusan Penddkan Matematka FKIP UMS Abstrak. Penyelesaan persamaan ntegral
BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.
BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan
BAB IV PEMBAHASAN MODEL
BAB IV PEMBAHASAN MODEL Pada bab IV n akan dlakukan pembuatan model dengan melakukan analss perhtungan untuk permasalahan proses pengadaan model persedaan mult tem dengan baya produks cekung dan jont setup
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan
3 METODE HEURISTIK UNTUK VRPTW
12 3 METODE HEURISTIK UNTUK VRPTW 3.1 Metode Heurstk Metode heurstk merupakan salah satu metode penentuan solus optmal dar permasalahan optmas kombnatoral. Berbeda dengan solus eksak yang menentukan nla
ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)
Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam memlh sesuatu, mula yang memlh yang sederhana sampa ke hal yang sangat rumt yang dbutuhkan bukanlah berpkr yang rumt, tetap bagaman berpkr secara sederhana. AHP
Perkiraan Biaya Operasi dengan Mempertimbangkan Kondisi Kontingensi di Sistem Jawa Bali 500 kv
JURAL TEKIK OMITS Vol. 2, o. 1, (2013) ISS: 2337-3539 (2301-9271 rnt) B-1 erkraan Baya Operas dengan Mempertmbangkan Konds Kontngens d Sstem Jawa Bal 500 kv Rachmad ur ryanto,rony Seto Wbowo, dan Ontoseno
Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012
Pertemuan ke-4 Analsa Terapan: Metode Numerk 4 Oktober Persamaan Non Non--Lner: Metode NewtonNewton-Raphson Dr.Eng. Agus S. Muntohar Metode Newton Newton--Raphson f( f( f( + [, f(] + = α + + f( f ( Gambar
Catatan Kuliah 12 Memahami dan Menganalisa Optimisasi dengan Kendala Ketidaksamaan
Catatan Kulah Memaham dan Menganalsa Optmsas dengan Kendala Ketdaksamaan. Non Lnear Programmng Msalkan dhadapkan pada lustras berkut n : () Ma U = U ( ) :,,..., n st p B.: ; =,,..., n () Mn : C = pk K
Bab 2 AKAR-AKAR PERSAMAAN
Analsa Numerk Bahan Matrkulas Bab AKAR-AKAR PERSAMAAN Pada kulah n akan dpelajar beberapa metode untuk mencar akar-akar dar suatu persamaan yang kontnu. Untuk persamaan polnomal derajat, persamaannya dapat
Preferensi untuk alternatif A i diberikan
Bahan Kulah : Topk Khusus Metode Weghted Product (WP) menggunakan perkalan untuk menghubungkan ratng atrbut, dmana ratng setap atrbut harus dpangkatkan dulu dengan bobot atrbut yang bersangkutan. Proses
Pembayaran harapan yang berkaitan dengan strategi murni pemain P 2. Pembayaran Harapan bagi Pemain P1
Lecture : Mxed Strategy: Graphcal Method A. Metode Campuran dengan Metode Grafk Metode grafk dapat dgunakan untuk menyelesakan kasus permanan dengan matrks pembayaran berukuran n atau n. B. Matrks berukuran
PENGURUTAN DATA. A. Tujuan
PENGURUTAN DATA A. Tuuan Pembahasan dalam bab n adalah mengena pengurutan data pada sekumpulan data. Terdapat beberapa metode untuk melakukan pengurutan data yang secara detl akan dbahas ddalam bab n.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi
Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5
MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM
MEREDUKSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR FUZZY PENUH DENGAN BILANGAN FUZZY TRAPESIUM Tut Susant, Mashad, Sukamto Mahasswa Program S Matematka Dosen Jurusan Matematka Fakultas Matematka dan Ilmu Pengetahuan Alam
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf analts dengan jens pendekatan stud kasus yatu dengan melhat fenomena permasalahan yang ada
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 6. No. 2, 59-70, Agustus 2003, ISSN :
JURNA MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 6. No. 2, 59-70, Agustus 2003, ISSN : 1410-8518 MASAAH RUTE TERPENDEK PADA JARINGAN JAAN MENGGUNAKAN AMPU AU-INTAS Stud Kasus: Rute Peralanan Ngesrep Smpang ma Eko Bud
ALGORITMA GENETIKA SEBAGAI SOLUSI OPTIMAL POWER FLOW PADA SISTEM KELISTRIKAN 500 KV JAWA BALI
ALGORITMA GENETIKA SEBAGAI SOLUSI OPTIMAL POWER FLOW PADA SISTEM KELISTRIKAN 500 KV JAWA BALI Yassr *), Sarya *), and T. Haryono *) Jurusan Teknk Elektro dan Teknolog Informas, Fakultas Teknk, Unverstas
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Menurut teor molekuler benda, satu unt volume makroskopk gas (msalkan cm ) merupakan suatu sstem yang terdr atas sejumlah besar molekul (kra-kra sebanyak 0 0 buah molekul) yang
BAB V TEOREMA RANGKAIAN
9 angkaan strk TEOEM NGKIN Pada bab n akan dbahas penyelesaan persoalan yang muncul pada angkaan strk dengan menggunakan suatu teorema tertentu. Dengan pengertan bahwa suatu persoalan angkaan strk bukan
OPTIMASI PEMBAGIAN BEBAN PLTU SURALAYA MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY OPTIMIZATION
OPTIMASI PEMBAGIAN BEBAN PLTU SURALAYA MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY OPTIMIZATION Suhendar 1, Ika Want Tusyan 2, Almuddn 3 1,2,3 Jurusan Teknk Elektro, Fakutas Teknk Unverstas Sultan Ageng Trtayasa Jl.
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa
III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlakukan d MTs Neger Bandar Lampung dengan populas sswa kelas VII yang terdr dar 0 kelas yatu kelas unggulan, unggulan, dan kelas A sampa dengan
I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI
I PENDAHULUAN Latar elakang Sekolah merupakan salah satu bagan pentng dalam penddkan Oleh karena tu sekolah harus memperhatkan bagan-bagan yang ada d dalamnya Salah satu bagan pentng yang tdak dapat dpsahkan
BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN
BAB TIJAUA KEPUSTAKAA.1. Gambaran Umum Obyek Peneltan Gambar.1 Lokas Daerah Stud Gambar. Detal Lokas Daerah Stud (Sumber : Peta Dgtal Jabotabek ver.0) 7 8 Kawasan perumahan yang dplh sebaga daerah stud
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap
5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Lokas Dan Waktu Peneltan Peneltan n dlaksanakan d SMA Neger I Tbawa pada semester genap tahun ajaran 0/03. Peneltan n berlangsung selama ± bulan (Me,Jun) mula dar tahap
Septian Dwiratha. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
KOORDINASI OPTIMAL RELE DIRECTIONAL OVERCURRENT RELAY PADA SISTEM TRANSMISI 150 KV MENGGUNAKAN HYBRID PARTICLE SWARM OPTIMIZATION TIME VARYING ACCELERATION COEFFICIENT (PSO-TVAC) Septan Dwratha Jurusan
PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING
Meda Informatka, Vol. 2, No. 2, Desember 2004, 57-64 ISSN: 0854-4743 PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING Sr Kusumadew Jurusan Teknk Informatka, Fakultas
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB PEDAHULUA. Latar Belakang Rsko ddentfkaskan dengan ketdakpastan. Dalam mengambl keputusan nvestas para nvestor mengharapkan hasl yang maksmal dengan rsko tertentu atau hasl tertentu dengan rsko yang
PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia)
PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Stud Kasus pada Data Inflas Indonesa) Putr Noorwan Effendy, Amar Sumarsa, Embay Rohaet Program Stud Matematka Fakultas
2.1 Sistem Makroskopik dan Sistem Mikroskopik Fisika statistik berangkat dari pengamatan sebuah sistem mikroskopik, yakni sistem yang sangat kecil
.1 Sstem Makroskopk dan Sstem Mkroskopk Fska statstk berangkat dar pengamatan sebuah sstem mkroskopk, yakn sstem yang sangat kecl (ukurannya sangat kecl ukuran Angstrom, tdak dapat dukur secara langsung)
Sifat-sifat Operasi Perkalian Modular pada Graf Fuzzy
SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 07 Sfat-sfat Operas Perkalan Modular pada raf Fuzzy T - 3 Tryan, ahyo Baskoro, Nken Larasat 3, Ar Wardayan 4,, 3, 4 Unerstas Jenderal Soedrman [email protected]
Studi Optimal Power Flow Sistem Kelistrikan 500 kv Jawa Bali dengan Metode Algoritma Genetika
Meda Elektrka, Vol. 6 No. 1, Jun 2013 ISSN 1979-7451 Stud Optmal Power Flow Sstem Kelstrkan 500 kv Jawa Bal dengan Metode Algortma Genetka Yassr 1, Sarjya 2, T. Haryono 3 1,2,3 Jurusan Teknk Elektro dan
BAB IX. STATISTIKA. CONTOH : HASIL ULANGAN MATEMATIKA 5 SISWA SBB: PENGERTIAN STATISTIKA DAN STATISTIK:
BAB IX. STATISTIKA. CONTOH : HASIL ULANGAN MATEMATIKA 5 SISWA SBB: PENGERTIAN STATISTIKA DAN STATISTIK: BAB IX. STATISTIKA Contoh : hasl ulangan Matematka 5 sswa sbb: 6 8 7 6 9 Pengertan Statstka dan
Contoh 5.1 Tentukan besar arus i pada rangkaian berikut menggunakan teorema superposisi.
BAB V TEOEMA-TEOEMA AGKAIA 5. Teorema Superposs Teorema superposs bagus dgunakan untuk menyelesakan permasalahan-permasalahan rangkaan yang mempunya lebh dar satu sumber tegangan atau sumber arus. Konsepnya
BAB VI MODEL-MODEL DETERMINISTIK
BAB VI MODEL-MODEL DETERMINISTIK 6. Masalah Penyaluran Daya Lstrk Andakan seorang perencana sstem kelstrkan merencakan penyaluran daya lstrk dar beberapa pembangkt yang ternterkoneks dan terhubung dengan
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER
BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER 5.1 Pembelajaran Dengan Fuzzy Program Lner. Salah satu model program lnear klask, adalah : Maksmumkan : T f ( x) = c x Dengan batasan : Ax b x 0 n m mxn Dengan
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
8 III. METODE PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan adalah suatu cara yang dpergunakan untuk pemecahan masalah dengan teknk dan alat tertentu sehngga dperoleh hasl yang sesua dengan tujuan peneltan.
PENYELESAIAN MASALAH PANAS BALIK (BACKWARD HEAT PROBLEM)
PENYELESAIAN MASALAH PANAS BALIK (BACKWARD HEAT PROBLEM) Rcha Agustnngsh, Drs. Lukman Hanaf, M.Sc. Jurusan Matematka, Fakultas MIPA, Insttut Teknolog Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Aref Rahman Hakm, Surabaya
BAB V ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BEBAN DAN TAHANAN (LOAD AND RESISTANCE FACTOR)
BAB V ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BEBAN DAN TAHANAN (LOAD AND RESISTANCE FACTOR) 5.1 Umum Pada bab V n dbahas mengena hasl perhtungan faktor-faktor beban (load) atau serng dsebut dengan faktor pengal beban,
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. PENGUJIAN PENGUKURAN KECEPATAN PUTAR BERBASIS REAL TIME LINUX Dalam membuktkan kelayakan dan kehandalan pengukuran kecepatan putar berbass RTLnux n, dlakukan pengujan dalam
BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf. Peneltan deskrptf merupakan peneltan yang dlakukan untuk menggambarkan sebuah fenomena atau suatu
Perhitungan Critical Clearing Time dengan Menggunakan Metode Time Domain Simulation
PROSEDING SEINAR TUGAS AKHIR TEKNIK ELEKTRO FTI-ITS, JUNI 2012 1 Perhtungan Crtcal Clearng Tme dengan enggunakan etode Tme Doman Smulaton Surya Atmaja, Dr. Eng. Ardyono Pryad, ST,.Eng, Ir.Teguh Yuwono
JULIO ADISANTOSO - ILKOM IPB 1
KOM341 Temu Kembal Informas KULIAH #9 Text Clusterng Clusterng Pengelompokan, penggerombolan Proses pengelompokan sekumpulan obyek ke dalam kelas-kelas obyek yang memlk sfat sama. Unsupervsed learnng JAS
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan matematika tidak hanya dalam tataran teoritis tetapi juga pada
BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Masalah Perkembangan matematka tdak hanya dalam tataran teorts tetap juga pada bdang aplkatf. Salah satu bdang lmu yang dkembangkan untuk tataran aplkatf dalam statstka
Optimasi Perencanaan Hasil Produksi dengan Aplikasi Fuzzy Linear Programming (FLP)
Semnar Nasonal Waluyo Jatmko II FTI UPN Veteran Jawa Tmur Optmas Perencanaan Hasl Produks dengan Aplkas Fuzzy Lnear Programmng (FLP) Akhmad Fauz Jurusan Teknk Informatka UPNV Veteran Jawa Tmur Emal: [email protected]
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan
PEMAHAMAN METODE NUMERIK MENGGUNAKAN PEMPROGRMAN MATLAB (Studi Kasus : Metode Secant)
PEMAHAMAN METODE NUMERIK MENGGUNAKAN PEMPROGRMAN MATLAB (Stud Kasus : Metode Secant) Melda panjatan STMIK Bud Darma, Jln.SM.Raja No.338 Sp.Lmun, Medan Sumatera Utara Jurusan Teknk Informatka e-mal : [email protected]
PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI
PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI Reky Stenly Wndah Dosen Jurusan Teknk Spl Fakultas Teknk Unverstas Sam Ratulang Manado ABSTRAK Pada bangunan tngg,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PEELITIA 3.1. Kerangka Pemkran Peneltan BRI Unt Cbnong dan Unt Warung Jambu Uraan Pekerjaan Karyawan Subyek Analss Konds SDM Aktual (KKP) Konds SDM Harapan (KKJ) Kuesoner KKP Kuesoner KKJ la
SIMULASI SMOOTHED PARTICLE HYCRODYNAMICS DUA DIMENSI DENGAN METODE DETEKSI PARTIKEL PERMUKAAN
SIMULASI SMOOTHED PARTICLE HYCRODYNAMICS DUA DIMENSI DENGAN METODE DETEKSI PARTIKEL PERMUKAAN Muh.Kk Ad Panggayuh 1, Sr Suryan P., Dede Tarwd 3 1,,3 Prod Ilmu Komputas Telkom Unversty, Bandung 1 [email protected],
