Tes Potensi Akademik (TPA)
|
|
|
- Budi Muljana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Rangkuman Materi SBMPTN 2013 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai Teori Ringkas dan Pembahasan Soal Tes Potensi Akademik (TPA) Disusun Oleh : Pak Anang
2 Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Ringkasan Materi SBMPTN Tes Potensi Akademik (TPA) Penalaran Deduktif (Penarikan Kesimpulan) By Pak Anang ( B. PENALARAN DEDUKTIF Pada penalaran deduktif adik-adik dituntut kemampuan untuk menarik sebuah kesimpulan (konklusi) dari fakta-fakta yang telah disediakan pada soal. Fakta-fakta tersebut berupa premis, pernyataan atau proposisi. 1. KONKLUSI (Penarikan Kesimpulan) Pada tes konklusi atau penarikan kesimpulan yang perlu ditekankan adalah tes ini bukan menguji kemampuan berbahasa Indonesia. Akan tetapi lebih dari itu, tes konklusi atau penarikan kesimpulan ini menguji kemampuan anda dalam mengolah fakta yang tersedia pada soal untuk kemudian menarik kesimpulan yang tepat. Disini, kemampuan adik-adik dalam memahami premis dan menarik kesimpulan sangat diutamakan. Silahkan diingat kembali pada pelajaran Matematika SMA kelas X tentang Logika Matematika pada subbab penarikan kesimpulan. Bagaimana cara menarik kesimpulan yang benar. Itu adalah dasar yang diperlukan dalam menarik kesimpulan pada tipe soal SBMPTN. Ups, tapi tidak cukup itu saja yang diperlukan. Kemampuan adik-adik dalam memanipulasi informasi tanpa merubah maknanya dan mengambil kesimpulan secara logis (bukan secara perasaan) juga merupakan salah satu hal penting yang perlu dipelajari lagi. Di kelas X SMA tentunya adik-adik masih ingat tentang penarikan kesimpulan berikut: 1. Modus Ponens p q p q Jika hujan turun maka Sinta memakai payung. Sinta memakai payung. Maka kesimpulannya adalah hujan turun. 2. Modus Tollens p q q p Jika saya lulus tes SBMPTN maka saya akan dibelikan sepeda motor. Saya tidak dibelikan sepeda motor. Maka kesimpulannya adalah saya tidak lulus tes SBMPTN. 3. Silogisme (Silogisme Hipotesis) p q q r p r Jika saya belajar giat maka saya akan wisuda tepat waktu. Jika saya wisuda tepat waktu maka saya akan cepat menikah. Maka kesimpulannya adalah jika saya belajar giat maka saya akan cepat menikah. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 1
3 Nah selain ketiga jenis penarikan kesimpulan tersebut masih ada lagi bagaimana cara penarikan kesimpulan yang lain, yaitu: 4. Silogisme Kategorial (Akan di bahas lebih lanjut di halaman berikutnya). M = term menengah S = term subyek P = term predikat Tipe 1 Tipe 2 Tipe 3 Tipe 4 M P P M M P P M S M S M M S M S S P S P S P S P Silogisme Kategorik Tipe 1 Semua tumbuhan memerlukan air. Akasia adalah tumbuhan Maka kesimpulannya adalah akasia memerlukan air. Silogisme Kategorik Tipe 2 Tidak ada pemain AC Milan yang berasal dari Indonesia. Semua pemaian Timnas berasal dari Indonesia. Maka kesimpulannya adalah tidak ada permain Timnas yang bermain di AC Milan. Silogisme Kategorik Tipe 3 Semua koruptor adalah penjahat. Semua koruptor harus ditangkap oleh KPK. Maka kesimpulannya adalah beberapa yang ditangkap KPK adalah penjahat. (bukan semua yang ditangkap KPK adalah penjahat!) Silogisme Kategorik Tipe 4 Tidak ada koruptor yang mau ditangkap KPK. Semua yang ditangkap KPK harus diperiksa di pengadilan. Maka kesimpulannya beberapa yang diperiksa di pengadilan adalah bukan koruptor. 5. Silogisme Disjungtif Tipe 1 Tipe 2 p q p q p q q p Silogisme Disjungtif Tipe 1 Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu tidak lari ke Solo Maka kesimpulannya adalah penjahat itu lari ke Yogyakarta Silogisme Disjungtif Tipe 2 Penjahat itu lari ke Solo atau Yogyakarta. Penjahat itu lari ke Yogyakarta Maka kesimpulannya adalah penjahat itu tidak lari ke Solo. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 2
4 6. Silogisme Alternatif Tipe 1 Tipe 2 p q p q p q q p Silogisme Alternatif Tipe 1 Heru berbaju putih atau tidak putih Heru berbaju putih Maka kesimpulannya adalah Heri bukan tidak berbaju putih. Silogisme Alternatif Tipe 2 Heru berbaju putih atau tidak putih Heru bukan tidak berbaju putih Maka kesimpulannya adalah Heri berbaju putih. 7. Dilema Konstruktif p q r s p r q s Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau lulus ujian. Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya senang. 8. Dilema Destruktif p q r s q s p r Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Saya tidak joging atau saya tidak senang. Maka kesimpulannya adalah bukan hari minggu atau saya tidak lulus ujian. 9. Dilema Dua Arah p q r s p s q r Jika hari minggu maka saya jogging. Jika lulus ujian maka saya senang. Hari minggu atau saya tidak senang. Maka kesimpulannya adalah saya joging atau saya tidak lulus ujian. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 3
5 10. Simplifikasi Konjungtif Tipe 1 Tipe 2 p q p p q q Simplifikasi Konjungtif Tipe 1 Sinta anak pandai dan kreatif. Maka kesimpulannya adalah Sinta anak pandai. Simplifikasi Konjungtif Tipe 2 Sinta anak pandai dan kreatif. Maka kesimpulannya adalah Sinta anak kreatif. 11. Penjumlahan Disjungtif p p q Cynthia adalah gadis yang cantik. Maka kesimpulannya adalah Cynthia adalah gadis yang cantik atau memiliki tubuh seksi. 12. Konjungsi p q p q Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika. Yusuf mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak. Maka kesimpulannya adalah Yusuf mengambil kuliah jurusan Matematika dan mengulang mata kuliah Kalkulus Peubah Banyak. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 4
6 13. Komposisi p q p r p (q r) Jika saya lulus ujian maka saya akan dibelikan sepeda motor baru. Jika saya lulus ujian maka saya akan senang. Maka kesimpulannya adalah jika saya lulus ujian maka saya akan senang dan dibelikan sepeda motor baru. 14. Teorema De Morgan (p q) p q Tidak benar bahwa saya malas dan saya nakal. Maka kesimpulannya adalah saya tidak malas atau saya tidak nakal. Nah, jadi sekarang adik-adik sudah memiliki dasar logika untuk mengerjakan soal-soal SBMPTN pada bagian Tes Potensi Akademik. Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan lebih detail pada Proposisi dan Silogisme Kategorik pada pembahasan SMART SOLUTION TPA SBMPTN di halaman berikutnya... Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 5
7 PROPOSISI Proposisi adalah pernyataan yang terdiri dari dua term yaitu subyek dan predikat dan dapat dinilai benar atau salahnya. Dalam logika, proposisi hanya bisa benar atau salah, tetapi tidak kedua-duanya. Artinya tidak mungkin setengah benar atau setengah salah. Benar salahnya proposisi tergantung pada hal yang dibicarakan. Jika membicarakan tentang benda alamiah, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan kenyataannya (teori korespondensi), dan jika yang dibicarakan adalah tentang kesepakatan atau persetujuan bersama, maka kebenarannya adalah harus sesuai dengan hasil kesepakatan atau persetujuan tersebut (teori koherensi). Proposisi tersusun dari empat bagian penting, yaitu: Kuantor + Subyek + Kopula + Predikat Semua + ayah + adalah + laki-laki Sebagian + sarjana + bukan + guru Dua bagian utama dari proposisi adalah: 1. Term sebagai Subyek : hal yang diterangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kuantitas proposisi. Ada dua jenis subjek: a. Subyek universal : mencakup semua yang dimaksud oleh subyek. Subyek universal ini disertai dengan kuantor universal. b. Subyek partikular : mencakup hanya sebagian dari keseluruhan yang disebutkan oleh subyek. Subyek partikular ini disertai dengan kuantor eksistensial. 2. Term sebagai Predikat : hal yang menerangkan dalam proposisi, berhubungan dengan kualitas proposisi. Ada dua jenis predikat: a. Predikat afirmatif : sifat mengiyakan hubungan antara predikat dengan subyek. b. Predikat negatif, mengingkari adanya hubungan antara predikat dengan subyek atau meniadakan hubungan subyek dengan predikat. Dua bagian lain yang menyertai proposisi: 3. Kopula : hal yang mengungkapkan hubungan antara subyek dan predikat. Kata yang biasa digunakan sebagai kopula adalah, ialah, bukan, tidak. Kopula kadang dituliskan dalam kalimat, kadang tersembunyi, tetapi harus selalu ditulis bila mengingkarkan. 4. Kuantor : pembilang yang menunjukkan lingkungan yang dimaksud oleh subjek. Ada dua jenis kuantor: a. Kuantor Universal : berlaku untuk semua anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah semua atau setiap. b. Kuantor Eksistensial : berlaku untuk setidaknya ada satu anggota himpunan. Kata yang sering digunakan adalah ada, sebagian, beberapa, atau sementara. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 6
8 JENIS PROPOSISI Apabila proposisi dilihat berdasarkan hubungan antara kuantitas pada term subyek dan kualitas pada term predikat, maka proposisi dapat dibedakan menjadi tujuh buah proposisi seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini: Universal Afirmatif Ekuivalen Implikasi Negatif Eksklusif Proposisi Partikular Afirmatif Negatif Inklusif Implikasi Inklusif Implikasi Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 7
9 1. Proposisi Universal Afirmatif Semua S adalah P a. Proposisi Universal Afirmatif Ekuivalen Semua S adalah P Semua P adalah S Semua manusia adalah berbudaya. Diagram Venn: Subyek : Manusia Predikat : Berbudaya Sehingga interpretasi contoh kalimat tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Semua manusia adalah berbudaya 2. Semua yang berbudaya adalah manusia b. Proposisi Universal Afirmatif Implikasi Semua S adalah P Sebagian P bukan S Semua manusia adalah ciptaan Tuhan. Diagram Venn: Subyek : Manusia Predikat : Ciptaan Tuhan TIPS: Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu: 1. Semua warna merah ada di dalam warna biru. 2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 3. Warna biru ternyata tidak hanya terletak di daerah berwarna merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan. 2. Sebagian ciptaan Tuhan bukan manusia. 3. Ciptaan manusia bukan hanya manusia Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 8
10 2. Proposisi Universal Negatif Tidak seperti proporsi yang lain, proposisi Universal Negatif hanya memiliki satu bentuk eksklusif yaitu Proposisi Universal Negatif Eksklusif. a. Proposisi Universal Negatif Eksklusif Semua S bukan P Semua manusia adalah bukan kambing. Diagram Venn: Subyek : Manusia Predikat : Kambing TIPS: Diagram Venn di atas memiliki dua daerah: 1. Semua warna merah tidak terletak di warna biru. 2. Semua warna biru tidak terletak di warna merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Semua manusia bukan kambing. 2. Semua kambing bukan manusia. 3. Proposisi Partikular Afirmatif Sebagian S adalah P a. Proposisi Partikular Afirmatif Inklusif Sebagian S adalah P Sebagian P adalah S Sebagian orang Indonesia adalah keturunan asing. Diagram Venn: Subyek : Orang Indonesia Predikat : Keturunan Asing TIPS: Diagram Venn di atas memiliki empat daerah: 1. Sebagian merah berada di biru. 2. Sebagian biru berada di merah. 3. Sebagian merah tidak berada di daerah biru. 4. Sebagian biru tidak berada di daerah merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian orang Indonesia adalah keturunan asing. 2. Sebagian keturunan asing adalah orang Indonesia. 3. Sebagian orang Indonesia bukan keturunan asing. 4. Sebagian keturunan asing bukan orang Indonesia. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 9
11 b. Proposisi Partikular Afirmatif Implikasi Sebagian P adalah S Sebagian P bukan S Sebagian anggota DPR adalah anggota MPR. Diagram Venn: Subyek : Anggota MPR Predikat : Anggota DPR TIPS: Diagram Venn di atas memiliki tiga daerah yaitu: 1. Sebagian warna biru terletak di daerah merah. 2. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 3. Semua warna merah terletak di daerah biru. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian anggota DPR adalah anggota MPR. 2. Sebagian anggota DPR adalah bukan anggota MPR. 3. Semua anggota MPR adalah anggota DPR. 4. Proposisi Partikular Negatif Sebagian S bukan P a. Proposisi Partikular Negatif Inklusif Sebagian sarjana hukum bukan ahli politik. Sebagian S bukan P Sebagian P bukan S Diagram Venn: Subyek : Sarjana hukum Predikat : Ahli politik TIPS: Diagram Venn di atas memiliki empat daerah: 1. Sebagian merah tidak berada di daerah biru. 2. Sebagian biru tidak berada di daerah merah. 3. Sebagian merah berada di daerah biru. 4. Sebagian biru berada di daerah merah. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian sarjana hukum bukan ahli politik. 2. Sebagian ahli politik bukan sarjana hukum. 3. Sebagian sarjana hukum adalah ahli politik. 4. Sebagian ahli politik adalah sarjana hukum. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 10
12 b. Proposisi Partikular Negatif Implikasi Sebagian manusia bukan orang Indonesia. Sebagian P bukan S Semua S adalah P Diagram Venn: Subyek : Orang Indonesia Predikat : Manusia TIPS: Diagram Venn di atas memiliki dua daerah yaitu: 1. Sebagian warna biru terletak di daerah bukan merah. 2. Semua warna merah terletak di daerah biru. Sehingga interpretasi kalimat contoh tersebut bisa diperluas menjadi: 1. Sebagian manusia bukan orang Indonesia. 2. Semua orang Indonesia adalah manusia. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 11
13 SILOGISME KATEGORIAL Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya berbentuk kategorial. Contohnya: Bila S adalah himpunan subyek, dan P adalah himpunan predikat maka ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi: Semua S adalah P. Tidak ada S adalah P. Sebagian S adalah P. Sebagian S bukan P. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan. Premis Mayor : Semua tumbuhan memerlukan air. Premis Minor : Akasia adalah tumbuhan. Kesimpulan : Akasia memerlukan air. Pada contoh diatas bisa term subyeknya adalah akasia, term predikatnya adalah memerlukan air dan term menengahnya adalah tumbuhan. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 12
14 HUKUM PENARIKAN KESIMPULAN SILOGISME KATEGORIK 1. Silogisme harus terdiri dari 3 term, yaitu Subyek, Predikat dan Term Menengah. 2. Term penengah (M) tidak terdapat pada kesimpulan. 3. Setiap proposisi dirumuskan dalam bentuk proposisi A, E, I, O A = Proposisi Universal Afirmatif (Semua S adalah P) E = Proposisi Universal Negatif (Semua S bukan P/ Bukan S adalah P) I = Proposisi Partikular Afirmatif (Sebagian S adalah P) O = Proposisi Partikular Negatif (Sebagian S bukan P) 4. Sekurang-kurangnya satu premis harus positif. a. Jika kedua premis merupakan proposisi negatif, maka tidak dapat diambil kesimpulannya. Tidak ada maling yang mau ditangkap. Andi bukan maling. (Tidak bisa ditarik kesimpulan) (Proporsi Negatif) (Proporsi Negatif) b. Jika salah satu premis merupakan proposisi negatif, maka kesimpulannya juga harus merupakan proposisi negatif. Semua tindak korupsi tidak disukai orang. Sebagian pejabat melakukan tindakan korupsi. Maka, sebagian pejabat tidak disenangi. (Proporsi Negatif) (Proporsi Negatif) 5. Sekurang-kurangnya satu premis harus universal. a. Jika kedua premis merupakan proposisi partikular, maka kesimpulan yang diambil adalah tidak sah karena kebenarannya tidak pasti. Sebagian orang kaya adalah pelit. Sebagian pedagang adalah orang kaya. (Proporsi Partikular) (Proporsi Partikular) Maka, sebagian pedagang adalah pelit????? (Belum tentu benar) b. Jika dalam salah satu premis terdapat proposisi partikular, maka kesimpulannya juga merupakan proposisi partikular. Semua yang halal dimakan menyehatkan. Sebagian makanan tidak menyehatkan. Maka, sebagian makanan tidak halal. (Proporsi Partikular) (Proporsi Partikular) c. Jika premis mayor adalah proposisi partikular dan premis minor adalah proposisi negatif, maka tidak dapat ditarik kesimpulan. Sebagian murid mengerjakan PR. Murid kelas X tidak mengerjakan PR. (Tidak bisa ditarik kesimpulan) (Proporsi Partikular) (Proporsi Negatif) 6. Term predikat pada kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premis. Jika tidak, kesimpulannya menjadi salah. Kamboja adalah bunga. Mawar bukanlah Kamboja. Mawar bukanlah bunga. (Term predikat pada kesimpulan merupakan proposisi negatif, sedangkan pada premis merupakan proposisi positif) 7. Term penengah harus bermakna sama, baik di dalam premis mayor ataupun minor. Jika term menengah bermakna ganda, maka kesimpulannya salah. Bulan merupakan benda langit. April adalah bulan. April adalah benda langit????? (Bulan pada premis mayor adalah nama salah satu benda langit, sedangkan bulan pada premis minor adalah salah satu nama bulan dalam satu tahun) Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 13
15 TIPS SUPERKILAT Cara mudah untuk memahami bentuk silogisme kategorial ini adalah dijelaskan pada langkahlangkah di bawah: 1. Kenali bentuk dasar dari silogisme kategorial. Silogisme kategorial terdiri dari 3 bagian yaitu premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat dari kesimpulan), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek kesimpulan). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term), dan middle term ini tidak pernah ditulis pada kesimpulan. Premis Mayor : Semua tumbuhan memerlukan air. Premis Minor : Akasia adalah tumbuhan. Kesimpulan : Akasia memerlukan air. Pada contoh di atas bisa dilihat bahwa term mayor dan predikat dari kesimpulan adalah memerlukan air, term minor dan subyek dari kesimpulan adalah akasia dan term menengahnya adalah tumbuhan yang menghubungkan antara premis mayor dan premis minor. 2. Bayangkan masing-masing term sebagai sebuah kategori. Misalkan term tumbuhan, adalah kategori yang menyusun semua yang bisa didefinisikan sebagai tumbuhan. 3. Pahami masing-masing premis sebagai kombinasi dari empat bentuk berikut: Semua/Sebagian/Tidak ada + A + adalah/bukan + B. Ada empat bentuk kombinasi dari term proposisi: a. Proposisi Universal afirmatif (dilambangkan A): Semua S adalah P. b. Proposisi Universal negatif (dilambangkan E): Tidak ada S adalah P. c. Proposisi Partikular afirmatif (dilambangkan I): Sebagian S adalah P. d. Proposisi Partikular negatif (dilambangkan O): Sebagian S bukan P. 4. Tentukan bentuk silogisme yang muncul. Jika dilihat dari letak term menengah, apakah menjadi subyek atau predikat pada premis, maka silogisme dikelompokkan menjadi 4: a. Silogisme Kategorial Tipe 1: Premis Mayor : M P Premis Minor : S M Kesimpulan : S P b. Silogisme Kategorial Tipe 2: Premis Mayor : P M Premis Minor : S M Kesimpulan : S P c. Silogisme Kategorial Tipe 3: Premis Mayor : M P Premis Minor : M S Kesimpulan : S P d. Silogisme Kategorial Tipe 4: Premis Mayor : P M Premis Minor : M S Kesimpulan : S P Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 14
16 5. Tentukan apakah silogisme tersebut valid atau tidak. Dengan mengkombinasikan 4 kemungkinan variasi (A, E, I, O) untuk masing-masing bagian, 3 bagian (premis mayor, premis minor, kesimpulan), dan empat variasi posisi. Secara keseluruhan terdapat 256 bentuk kemungkinan dari silogisme. Namun dari kombinasi 256 bentuk tersebut hanya 19 bentuk saja yang valid. Secara gampangnya ada 16 variasi bentuk variasi premis mayor dan premis minor yang mungkin dibuat, yaitu bisa dilihat pada tabel berikut: Premis Mayor A A A A E E E E I I I I O O O O Premis Minor A E I O A E I O A E I O A E I O Valid/Tidak Keenambelas kombinasi variasi bentuk silogisme kategorik tersebut adalah: AA, AE, AI, AO, EA, EE, EI, EO, IA, IE, II, IO, OA, OE, OI, OO. Dimana, A = Proposisi Universal Afirmatif (Semua S adalah P) E = Proposisi Universal Negatif (Semua S bukan P/ Bukan S adalah P) I = Proposisi Partikular Afirmatif (Sebagian S adalah P) O = Proposisi Partikular Negatif (Sebagian S bukan P) Sekarang, coba lihat hukum penarikan kesimpulan silogisme kategorik di halaman 13!!! 4. Sekurang-kurangnya satu premis harus positif (afirmatif), maka jelas EE, EO, OE, dan OO adalah variasi yang tidak valid!!!!!!! 5. Sekurang-kurangnya satu premis harus universal, maka jelas II, IO, dan OI adalah variasi yang tidak valid!!!!!!! 5c. Jika premis mayor adalah proposisi partikular dan premis minor adalah proposisi negatif, maka tidak dapat ditarik kesimpulan, maka jelas IE juga adalah variasi yang tidak valid!!!!!!! Jadi variasi bentuk silogisme yang valid adalah AA, AE, AI, AO, EA, EI, IA, dan OA. Bentuk silogisme yang valid tersebut ditulis dalam jembatan kata-kata seperti berikut ini: a. Bentuk pertama, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Barbara, Celarent, Darii, Ferio. 1. Barbara: AAA-1 Semua burung adalah hewan. Semua merpati adalah burung. Jadi, semua merpati adalah hewan. 2. Celarent: EAE-1 Tidak ada siswa SMA Perjuangan yang mencuri. Semua yang ditangkap polisi adalah siswa SMA Perjuangan. Jadi, tidak ada yang ditangkap polisi adalah pencuri. 3. Darii: AII-1 Semua siswa SMA Antariksa telah lulus ujian nasional. Sebagian yang mencorat-coret seragam adalah siswa SMA Antariksa. Jadi, sebagian yang mencoret-coret seragam telah lulus ujian. 4. Ferio: EIO-1 Tidak ada koruptor yang ingin masuk penjara. Beberapa anggota DPR adalah koruptor. Jadi, beberapa anggota DPR tidak ingin masuk penjara. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 15
17 b. Bentuk kedua, hanya memiliki 4 bentuk yang valid: Cesare, Camestres, Festino, Baroco. 1. Cesare: EAE-2 Tidak ada yang telah divonis sebelum di sidang di pengadilan. Semua teroris bom Bali belum disidang di pengadilan. Jadi, tidak ada teroris Bom Bali yang telah divonis. 2. Camestres: AEE-2 Semua teroris bom Bali telah disidang di pengadilan. Tidak ada koruptor yang telah disidang di pengadilan. Jadi, tidak ada koruptor merupakan teroris bom Bali. 3. Festino: EIO-2 Tidak ada makanan cepat saji yang menyehatkan. Beberapa masakan hotel menyehatkan. Jadi, beberapa masakan hotel adalah bukan makanan cepat saji. 4. Baroco: AOO-2 Semua masyarakat memusuhi dengan tindakan korupsi. Beberapa anggota DPR tidak melakukan tindakan korupsi. Jadi, beberapa anggota DPR tidak dimusuhi masyarakat. c. Bentuk ketiga, hanya memiliki 6 bentuk yang valid: Darapti, Disamis, Datisi, Felapton, Bocardo, Ferison. 1. Darapti: AAI-3 Semua pemain Manchester City berjabat tangan dengan wasit. Semua pemain Manchester City memakai sepatu biru. Jadi, sebagian yang memakai sepatu biru berjabat tangan dengan wasit 2. Disamis: IAI-3 Sebagian buku di Gramedia informatif. Semua buku di Gramedia tertata rapi. Jadi, sebagian buku yang tertata rapi adalah informatif. 3. Datisi: AII-3 Semua pelaut adalah perenang. Sebagian pelaut adalah penyelam. Jadi, sebagian penyelam adalah perenang. 4. Felapton: EAO-3 Tidak ada ular yang enak untuk dimakan. Semua ular adalah hewan. Jadi, beberapa hewan tidak enak untuk dimakan. 5. Bocardo: OAO-3 Beberapa buku tidak bermanfaat. Semua buku adalah sumber ilmu. Jadi, beberapa sumber ilmu tidak bermanfaat. 6. Ferison: EIO-3 Tak satupun siswa yang boleh memasuki gudang. Semua siswa adalah warga sekolah. Jadi, beberapa warga sekolah tidak boleh memasuki gudang. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 16
18 d. Bentuk keempat, hanya mimiliki 5 bentuk yang valid: Bramantip, Camenes, Dimaris, Fesapo, Fresison. 1. Bramantip: AAI-4 Semua daging babi haram dimakan. Semua yang haram dimakan harus dihindari. Jadi, beberapa yang harus dihindari adalah daging babi. 2. Camenes: AEE-4 Semua yang hadir adalah wisatawan Australia. Tidak ada wisatawan Australia yang penyanyi. Jadi, tidak ada penyanyi yang hadir. 3. Dimaris: IAI-4 Beberapa sarjana hukum adalah pengacara. Semua pengacara adalah mahir berbicara, Jadi, beberapa yang mahir berbicara adalah sarjana hukum. 4. Fesapo: EAO-4 Tidak ada makanan enak yang gratis. Semua hal yang gratis banyak disukai orang. Jadi, beberapa hal yang banyak disukai orang adalah bukan makanan enak. 5. Fresison: EIO-4 Tidak ada anjing merupakan burung. Semua burung adalah hewan peliharaan. Jadi, sebagian hewan peliharaan adalah bukan anjing. Untuk download TRIK dan TIPS SUPERKILAT SBMPTN 2013 yang lain jangan lupa untuk mengunjungi Terimakasih, Pak Anang. Bimbel Tes Potensi Akademik (TPA) SBMPTN 2013 by Pak Anang ( Halaman 17
TUGAS NARASI FILSAFAT ILMU
TUGAS NARASI FILSAFAT ILMU Kelompok IA Ketua : Khoirul Fatihin 071211132001 Sekretaris : Nikken Larasati 071211133064 Bendahara I : Zahra Wanisa 071211132016 Bendahara II : Dilah Puspa Sari 071211132026
BENTUK SILOGISME S - M S - P
Dalil Silogisme berbeda dengan aksioma silogisme karena dalil harus dibuktikan berdasarkan aksioma sedangkan aksioma sendiri dijabarkan dari definisi silogisme. Dari penjelasan diatas, maka pembuktian
ANALISIS LOGIKA BAHASA: TINJAUAN SILOGISME DALAM BENTUK SATUAN LINGUAL COPYWRITING IKLAN DI SWALAYAN KOTA SOLO BULAN AGUSTUS 2005 SKRIPSI
ANALISIS LOGIKA BAHASA: TINJAUAN SILOGISME DALAM BENTUK SATUAN LINGUAL COPYWRITING IKLAN DI SWALAYAN KOTA SOLO BULAN AGUSTUS 2005 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana
Matematika Industri I
LOGIKA MATEMATIKA TIP FTP - UB Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai kebenaran dari proposisi Tautologi Ekuivalen Kontradiksi Kuantor Validitas pembuktian Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai
Nama Mata Kuliah LOGIKA FORMAL. Masyhar, MA. Fakultas Psikologi. Modul ke: Fakultas. Program Studi Program Studi.
Nama Mata Kuliah Modul ke: LOGIKA FORMAL Fakultas Fakultas Psikologi Masyhar, MA Program Studi Program Studi www.mercubuana.ac.id Penalaran Merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan.
Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA. Wahyudi. Pendahuluan
Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA Wahyudi Pendahuluan D alam menyelesaikan permasalahan matematika, penalaran matematis sangat diperlukan. Penalaran matematika menjadi pedoman atau tuntunan sah atau tidaknya
BAB V PENALARAN DAN SILOGISME. 30/03/2015 Hand Out Power Point Logika/Yusuf Siswantara, SS., M. Hum.
BAB V PENALARAN DAN SILOGISME 30/03/2015 Hand Out Power Point Logika/Yusuf Siswantara, SS., M. Hum. 1 PENALARAN 1. KEGIATAN AKAL BUDI TINGKAT III 2. AKAL BUDI MELIHAT DAN MEMAHAMI SEBUAH ATAU SEJUMLAH
Argumen premis konklusi jika dan hanya jika Tautolog
INFERENSI LOGIKA Argumen adalah suatu pernyataan tegas yang diberikan oleh sekumpulan proposisi P 1, P 2,...,P n yang disebut premis (hipotesa/asumsi) dan menghasilkan proposisi Q yang lain yang disebut
Modul Ilmu Mantiq/Logika. Dosen: Ahmad Taufiq MA
Modul Ilmu Mantiq/Logika Dosen: Ahmad Taufiq MA C. PROPOSISI Unsur Dasar Proposisi Proposisi kategorik adalah suatu pernyataan yang terdiri atas hubungan 2 term sebagai subjek dan predikat serta dapat
NAMA LAMBANG KATA PERNYATAAN LOGIKANYA PENGHUBUNG
LOGIKA MATEMATIKA A. PERNYATAAN DAN KALIMAT TERBUKA Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar dan salah). 1. Gadis itu cantik. 2. Bersihkan lantai itu. 3. Pernyataan/kalimat
LOGIKA MATEMATIKA. LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X
LA - WB (Lembar Aktivitas Warga Belajar) LOGIKA MATEMATIKA Oleh: Hj. ITA YULIANA, S.Pd, M.Pd MATEMATIKA PAKET C TINGKAT V DERAJAT MAHIR 1 SETARA KELAS X Created By Ita Yuliana 37 Logika Matematika Kompetensi
4. LOGIKA MATEMATIKA
4. LOGIKA MATEMATIKA A. Negasi (Ingkaran) Negasi adalah pengingkaran terhadap nilai kebenaran suatu pernyataan. ~ p : tidak p p ~ p B S S B B. Operator Logika 1) Konjungsi adalah penggabungan dua pernyataan
Catt: kedua kalimat pertama dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua kalimat terakhir dapat ditolak karena fakta yang menentang kebenarannya.
Bahasa Indonesia 2 Proposisi ( reasoning ): suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta/ evidensi yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan
MODUL 3: DEDUKSI TRADITIONAL
MODUL 3: DEDUKSI TRADITIONAL Pembelajaran Hari Ini Peta Inferensi INFERENSI DEDUKTIF Inferensi Langsung Oposisi Inversi Konversi Obversi Dibahas 3 sesi: Deduksi Tradisional dan Modern Kontraposisi Inferensi
Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.
Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA Clara Ika Sari Budhayanti Pendahuluan D alam menyelesaikan permasalahan matematika, penalaran matematis sangat diperlukan baik di bidang aritmatika, aljabar, geometri dan pengukuran,
Logika. Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si.
Logika Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si. Logika Matematika Kalimat Terbuka dan Tertutup Kalimat terbuka adalah kalimat yang tidak mengandung nilai kebenaran Contoh: Semoga kamu
LOGIKA MATEMATIKA. Tabel kebenarannya sbb : p ~ p B S S B
LOGIKA MATEMATIKA A. Pernyataan, kalimat terbuka, dan ingkaran pernyataan. 1. Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang mengandung nilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus kedua-duanya. a. Hasil kali
Pembahasan Soal SNMPTN 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.
Pembahasan Soal SNMPTN 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Matematika Dasar Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT
Logika Matematika BAGUS PRIAMBODO. Silogisme Silogisme Hipotesis Penambahan Disjungsi Penyederhanaan Konjungsi. Modul ke: Fakultas FASILKOM
Modul ke: 7 Fakultas FASILKOM Logika Matematika Silogisme Silogisme Hipotesis Penambahan Disjungsi Penyederhanaan Konjungsi BAGUS PRIAMBODO Program Studi SISTEM INFORMASI http://www.mercubuana.ac.id Kemampuan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Materi Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester : X / 2 Pertemuan ke : 1,2 Alokasi Waktu : 5 x 45 menit Standar Kompetensi : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan
6. LOGIKA MATEMATIKA
6. LOGIKA MATEMATIKA A. Negasi (Ingkaran) Negasi adalah pengingkaran terhadap nilai kebenaran suatu pernyataan. ~ p : tidak p p ~ p B S S B B. Operator Logika 1) Konjungsi adalah penggabungan dua pernyataan
MAKALAH FILSAFAT ILMU Silogisme dan Proposisi Kategoris. Disusun oleh : Nama : NPM :
MAKALAH FILSAFAT ILMU Silogisme dan Proposisi Kategoris Disusun oleh : Nama : NPM : Program Studi Fakultas Universitas 2015/2016 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Manusia dalam kehidupan sehari-hari
SILOGISME DAN ENTIMEN
SILOGISME DAN ENTIMEN 1 DEFINISI SILOGISME Bentuk Penalaran dengan cara menghubunghubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya. Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif. Deduktif
Pembahasan Soal SBMPTN 2014 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.
Pembahasan Soal SBMPTN 2014 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Matematika Dasar Disusun Oleh : Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Kumpulan
LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)
LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA) Disampaikan Pada MGMP Matematika SMA Provinsi Bengkulu Tahun Ajaran 2007/2008 Oleh: Supama Widyaiswara LPMP Bengkulu DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT
MODUL PERKULIAHAN DASAR-DASAR LOGIKA. Modul ini berisi langkahlangkah. memahami prinsip-prinsip logis dalam bernalar.
MODUL PERKULIAHAN DASAR-DASAR LOGIKA Modul ini berisi langkahlangkah awal untuk memahami prinsip-prinsip logis dalam bernalar. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ilmu Komunikasi Hubungan
PERTEMUAN VIII-IX SILOGISME KATEGORIS
PERTEMUAN VIII-IX SILOGISME KATEGORIS 1. Silogisme adalah setiap penyimpulan, di mana dari dua keputusan (premis-premis) disimpulkan suatu keputusan yang baru (kesimpulan). Keputusan yang baru itu berhubungan
Dasar-dasar Logika. Proposisi. Ramdhan Muhaimin, M.Soc.Sc. Hubungan Masyarakat. Ilmu Komunikasi. Modul ke: Fakultas. Program Studi
Dasar-dasar Logika Modul ke: 04 Proposisi Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Hubungan Masyarakat www.mercubuana,ac,id Ramdhan Muhaimin, M.Soc.Sc Pengertian Pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat
Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012
Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah September 26, 2012 Cara menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dengan menggunakan tabel kebenaran, yaitu dengan membagi beberapa bagian (kolom). Nilai kebenarannya
LATIHAN PRA UJIAN AKHIR SEMESTER DASAR DASAR LOGIKA. Pilih dan tulislah A, B, C, D atau E untuk jawaban-jawaban yang benar di bawah ini!
Pertemuan ke-14 LATIHAN PRA UJIAN AKHIR SEMESTER DASAR DASAR LOGIKA SOAL Pilih dan tulislah A, B, C, D atau E untuk jawaban-jawaban yang benar di bawah ini! Tidak ada harimau yang memakan anaknya sendiri.
LOGIKA. Arum Handini Primandari
LOGIKA Arum Handini Primandari LOGIKA MATEMATIKA KALIMAT TERBUKA DAN TERTUTUP Kalimat terbuka adalah kalimat yang tidak mengandung nilai kebenaran Contoh: Apakah kamu tahu pencipta lagu PPAP? Semoga ujian
Nantia Rena Dewi Munggaran
Nantia Rena Dewi Munggaran Suatu proses berpikir manusia untuk menghubunghubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data Kalimat Pernyataan PROPOSISI Term adalah kata atau
BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA
1 BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA DI SUSUN OLEH : DRS. ABD. SALAM,MM KELAS X BM & PAR SMK NEGERI 1 SURABAYA LOGIKA MATEMATIKA Standar Kompetensi : Menerapkan logika matematika dalam pemecahan masalah yang
Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika
Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika Oleh : Markus Yuniarto, S.Si Tahun Pelajaran 2014 2015 SMA Santa Angela Jl. Merdeka No. 24 Bandung LOGIKA MATEMATIKA A. Standar Kompetensi : Menggunakan
Logika Proposisi 1. Definisi 1. (Proposisi) Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya sekaligus.
Logika Proposisi 1 I. Logika Proposisi Logika adalah bagian dari matematika, tetapi pada saat yang sama juga merupakan bahasa matematika. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ada kepercayaan bahwa
LOGIKA MATEMATIKA. d. 6 + a > -4 e. 7 adalah faktor dari 63. c. 4 x 6 2. Tentukan variabel dan himpunan penyelesaian dari: a.
LOGIKA MATEMATIKA A. Definisi 1). Pernyataan Pernyataan adalah suatu kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Air laut rasanya asin, adalah bilangan prima, urabaya
STMIK Banjarbaru LOGIKA PROPOSISIONAL. 9/24/2012 H. Fitriyadi & F. Soesianto
1 LOGIKA PROPOSISIONAL PENDAHULUAN STMIK Banjarbaru 2 Logika adalah pernyataan-pernyataan, yang berarti suatu kalimat yang memiliki arti tertentu dan memiliki nilai benar atau salah. Dilihat dari bentuk
Smart Solution TAHUN PELAJARAN 2012/201 /2013. (Program Studi IPA) Disusun Sesuai Indikator Kisi-Kisi UN Disusun oleh : Pak Anang
Smart Solution TAHUN PELAJARAN 0/0 /0 Disusun Sesuai Indikator Kisi-Kisi UN 0 (Program Studi IPA) Disusun oleh : Pak Anang SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT UN Matematika SMA Program IPA Per Indikator
Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed
Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed Iwan Setiawan Tahun Ajaran 2013/2014 Logika Klasik Matematika Diskret (TKE132107) - Program Studi Teknik
LOGIKA MATEMATIKA Menuju TKD 2014
LOGIKA MATEMATIKA Menuju TKD 2014 A. PERNYATAAN MAJEMUK Jenis-jenis pernyataan majemuk: 1. Konjungsi (^ = dan ) A: Hari ini Jowoki kampanye B: Hari ini Jowoki Umroh Konjungsi (A ^ B): Hari ini Jowoki kampanye
LOGIKA SIMBOLIK. Bagian II. September 2005 Pengantar Dasar Matematika 1
LOGIKA IMOLIK agian II eptember 2005 Pengantar Dasar Matematika 1 LOGIKA Realitas Kalimat/ Pernyataan Logis LOGIKA eptember 2005 Pengantar Dasar Matematika 2 Apakah logika itu? Logika: Ilmu untuk berpikir
LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN
LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN Logika adalah dasar dan alat berpikir yang logis dalam matematika dan pelajaran-pelajaran lainnya, sehingga dapat membantu dan memberikan bekal tambahan untuk menyampaikan
Proposisi Kompositif. Proposisi Konjuntif
cara untuk menguji atau memberi analisis terhadap pernyataan-pernyataan yang ada dalam bentuk proposisi majemuk. Harap diingat, bahwa dalam logika kebenaran yang diuji adalah kebenaran yang berkaitan dengan
METODE INFERENSI (1)
METODE INFERENSI (1) Tree (Pohon) dan Graph - Tree (pohon) adalah suatu hierarki struktur yang terdiri dari Node (simpul/veteks) yang menyimpan informasi atau pengetahuan dan cabang (link/edge) yang menghubungkan
LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd
Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah/SKS Program Studi Semester Dosen Pengampu : Matematika Diskrit : MAT-3615/ 3 sks : Pendidikan Matematika : VI (Enam) : Nego Linuhung, M.Pd /Nurain Suryadinata, M.Pd Referensi
I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA
1 I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA A. Pernyataan. Pernyataan adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus keduanya. Benar atau salahnya suatu pernyataan dapat ditunjukkan
METODE INFERENSI. Level 2. Level 3. Level 4
METODE INFERENSI Tree (Pohon) dan Graph - Tree (pohon) adalah suatu hierarki struktur yang terdiri dari Node (simpul/veteks) yang menyimpan informasi atau pengetahuan dan cabang (link/edge) yang menghubungkan
PERNYATAAN (PROPOSISI)
Logika Gambaran Umum Logika : - Logika Pernyataan membicarakan tentang pernyataan tunggal dan kata hubungnya sehingga didapat kalimat majemuk yang berupa kalimat deklaratif. - Logika Predikat menelaah
Jadi penting itu baik, tapi jadi baik jauh lebih penting
LOGIKA MATEMATIKA Logika Matematika - Pernyataan, Nilai Kebenaran, dan Kalimat Terbuka - Pernyataan Majemuk - Konvers, Invers, dan Kontraposisi - Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial - Ingkaran dari
D. BENTUK SILOGISME E. CORAK SILOGISME F. VALIDITAS SILOGISME G. DICTUM DE OMNI ET NULLO H. POLISILOGISME I.INDUKSI
A. PENGERTIAN INFERENSI B. INFERENSI LANGSUNG: KONVERSI DAN OBVERSI C. INFERENSI TIDAK LANGSUNG: SILOGISME D. BENTUK SILOGISME E. CORAK SILOGISME F. VALIDITAS SILOGISME G. DICTUM DE OMNI ET NULLO H. POLISILOGISME
BAB I LOGIKA MATEMATIKA
BAB I LOGIKA MATEMATIKA A. Ringkasan Materi 1. Pernyataan dan Bukan Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang mempunyai nilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. (pernyataan disebut
Fisika IPA (TKD SAINTEK)
Pembahasan Soal SBMPTN 2014 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Fisika IPA (TKD SAINTEK) Disusun Oleh : Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com) Kumpulan
MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian)
MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian) Antonius Cahya Prihandoko Universitas Jember Indonesia Jember, 2015 Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 1 / 22 Outline 1 Premis
PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321. SEMESTER : GANJIL (5) DOSEN : MAULANA, S.Pd., M.Pd.
Doc Logika Matematika PGSD Maulana 1 PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321 BOBOT SKS : 2 (DUA) TAHUN AKADEMIK : 2007/2008 PROGRAM : PGSD S-1 KELAS SEMESTER : GANJIL
Matematika SMA (Program Studi IPA)
Smart Solution UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Disusun Sesuai Indikator Kisi-Kisi UN 2013 Matematika SMA (Program Studi IPA) Disusun oleh : Pak Anang 2. 5. Menentukan persamaan lingkaran atau
INGKARAN DARI PERNYATAAN
HAND-OUT Student Name : Subject : Matematika Wajib Grade/Class : / Toic : Logika Matematika Date : Teacher(s) : Mr. Daniel Kristanto Semester : 2 Parent s Signature : LOGIKA MATEMATIKA Kalimat logika matematika
KUANTOR. A. Fungsi Pernyataan
A. Fungsi Pernyataan KUANTOR Definisi : Suatu fungsi pernyataan adalah suatu kalimat terbuka di dalam semesta pembicaraan (semesta pembicaraan diberikan secara eksplisit atau implisit). Fungsi pernyataan
LOGIKA. Logika Nilai kebenaran pernyataan majemuk Ingkaran suatu pernyataan Penarikan kesimpulan. A. Pernyataan, Kalimat Terbuka, Ingkaran.
LOGIKA Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk, serta mampu menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan
kusnawi.s.kom, M.Eng version
Propositional Logic 3 kusnawi.s.kom, M.Eng version 1.0.0.2009 Adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh kalimat logika. Ada 3 sifat logika yaitu : - Valid(Tautologi) - Kontradiksi - Satisfiable(Contingent).
Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS.
Pembahasan Soal SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan Soal SNMPTN 011
BAB 6 LOGIKA MATEMATIKA
A 6 LOGIKA MATEMATIKA A RINGKAAN MATERI 1. Pengertian Logika adalah suatu metode yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran (bentuk pemikiran yang masuk akal). Pernyataan adalah kalimat yang hanya
PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF
Unit 6 PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF Wahyudi Pendahuluan U nit ini membahas tentang penalaran induktif dan deduktif yang berisi penarikan kesimpulan dan penalaran indukti deduktif. Dalam penalaran induktif
CBT Psikotes CBT UN SMA IPA SBMPTN. FPM Matematika. Tes Buta Warna
GENTA GROUP in PLAY STORE CBT UN SMA IPA Aplikasi CBT UN SMA IPA android dapat di download di play store dengan kata kunci genta group atau gunakan qr-code di bawah. CBT Psikotes Aplikasi CBT Psikotes
Pembahasan Soal SIMAK UI 2012 SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Matematika IPA
Pembahasan Soal SIMAK UI 0 SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Matematika IPA Disusun Oleh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pembahasan
Kuliah 2 1. LOGIKA (LOGIC) Matematika Diskrit. Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Kuliah 2 1. LOGIKA (LOGIC) Dr.-Ing. http://zitompul.wordpress.com Solusi Pekerjaan Rumah (PR 1) Dua pedagang barang kelontong mengeluarkan semboyan dagang untuk menarik pembeli. Pedagang pertama mengumbar
LOGIKA Matematika Industri I
LOGIKA TIP FTP UB Pokok Bahasan Pengertian Logika Pernyataan Matematika Nilai Kebenaran Operasi Uner Operasi Biner Tabel kebenaran Pernyataan Tautologi, Kontradiksi dan Kontingen Pernyataan-pernyataan
Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).
Logika (logic) 1 Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements). Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai
II. KAJIAN PUSTAKA. untuk menggunakan unsur-unsur bahasa untuk menyampaikan maksud atau pesan
25 II. KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kemampuan Berlogika Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan, kita berusaha dengan diri sendiri (KBBI, 1991: 623). Selain itu, kemampuan juga merupakan kesanggupan
A. A B. E C. I D. O E. S
A. A B. E C. I D. O E. S 14. Term predikat yang terdapat dalam proposisi pada soal no. 11 adalah : A. bersalah B. pernah bersalah C. tidak pernah bersalah D. tidak merasa pernah bersalah E. pernah merasa
Paket Rumus Matematika Dasar
1 2 Paket Rumus Matematika Dasar (Bilangan dan Perbandingan, Deret Matematika, Himpunan dan Peluang, Bangun Datar dan Bangun Ruang) Bilangan Bilangan asli (A) A = {1,2,3,4, } Himpunan bagian A antara lain:
bab 1 Logika MATEMATIKA
bab 1 Logika MATEMATIKA, RINGKASAN MATERI A. PERNYATAAN DAN INGKARANNYA Pengertian Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau salah saja. Pernyataan biasanya dinotasikan dengan huruf
Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1
2. ALJABAR LOGIKA 2.1 Pernyataan / Proposisi Pernyataan adalah suatu kalimat yang mempunyai nilai kebenaran (benar atau salah), tetapi tidak keduanya. Contoh 1 : P = Tadi malam BBM mulai naik (memiliki
Bab 1 LOGIKA MATEMATIKA
LOGIKA MATEMATIKA ab 1 Dalam setiap melakukan kegiatan sering kita dituntut untuk menggunakan akal dan pikiran. Akal dan pikiran yang dibutuhkan harus mempunyai pola pikir yang tepat, akurat, rasional,
Pertemuan 2. Proposisi Bersyarat
Pertemuan 2 Proposisi ersyarat Proposisi ersyarat Definisi 4 Misalkan p dan q adalah proposisi. Proposisi majemuk jika p, maka q disebut proposisi bersyarat (implikasi dan dilambangkan dengan p q Proposisi
RENCANA PEMBELAJARAN
ISO 91 : 28 Disusun Oleh Diperiksa Oleh Disetujui Oleh Tanggal Berlaku 1 September 2015 Diana, M.Kom A.Haidar Mirza, M.Kom M. Izman Hardiansyah, Ph.D Mata Kuliah : Logika Informatika Semester : Kode :
- Mahasiswa memahami dan mampu membuat kalimat, mengevaluasi kalimat dan menentukan validitas suatu kalimat
LOGIKA Tujuan umum : - Mahasiswa memahami dan mampu membuat kalimat, mengevaluasi kalimat dan menentukan validitas suatu kalimat Tujuan Khusus: - mahasiswa diharapkan dapat : 1. memahami pengertian proposisi,
PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.
BAB 2 LOGIKA PENGERTIAN Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements). Proposisi Kalimat deklaratif yang
Latihan Materi LOGIKA MATEMATIKA. 1. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.
Latihan Materi LOGIKA MATEMATIKA 1. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini. (a) Tarif dasar listrik naik. (b) 10 = 50 5 (c) Celana Dono berwarna hitam. (d) Semua jenis ikan bertelur. (e)
Dasar-dasar Logika. (Review)
Dasar-dasar Logika (Review) Intro Logika berhubungan dengan kalimat-kalimat dan hubungan antar kalimat. Tujuan: menentukan apakah suatu kalimat / masalah bernilai benar (TRUE) atau salah (FALSE) Kalimat
Logika Proposisi. Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic)
Logika Proposisi Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic) Logika Proposisional Tujuan pembicaraan kali ini adalah untuk menampilkan suatu bahasa daripada kalimat abstrak
Logika Matematika. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI
Logika Matematika 1. Pengertian Logika 2. Pernyataan Matematika 3. Nilai Kebenaran 4. Operasi Uner 5. Operasi Biner 6. Tabel kebenaran Pernyataan 7. Tautologi, Kontradiksi dan Kontingen 8. Pernyataan-pernyataan
LOGIKA DAN PEMBUKTIAN
BAB I LOGIKA DAN PEMBUKTIAN A. PENGANTAR Prinsip dari logika matematika memiliki korelasi dengan pembuktian kebenaran yang dilakukan menggunakan tabel kebenaran ataupun tanpa menggunakan tabel kebenaran
HAND OUT V KEPUTUSAN atau PROPOSISI
Pengertian bagian dari Keputusan: HAND OUT V KEPUTUSAN atau PROPOSISI 1. Keputusan adalah suatu perbuatan tertentu dari manusia. Dalam dan dengan perbuatan itu ia mengakui atau memungkiri kesatuan atau
LOGIKA MATEMATIKA Talisadika Maifa
22 BAB II LOGIKA MATEMATIKA Talisadika Maifa A. PENDAHULUAN Pembahasan mengenai logika sudah ada sejak lama bahkan sebelum manusia mengenal istilah logika itu sendiri. Menilik kembali kepada sejarahnya,
KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.
KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah.. Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan hidayah-nya. Segala pujian hanya layak kita aturkan kepada Allah SWT. Tuhan seru sekalian
BAB VI KESIMPULAN UNSUR-UNSUR PEMIKIRAN
BAB V KSMPULAN UNSUR-UNSUR PMKRAN. UNSUR-UNSUR PMKRAN Bujur sangkar pertentangan (Square of oposition) Langkah-langkah pemutaran dan pembalikan 1. Konversi 1. nduksi dan deduksi 2. bversi 2. Silogisme
Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya
Materi Kuliah Logika Matematika Oleh: Dadang Mulyana Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya dadang mulyana 2013 1 Info Dosen Nama : Dadang Mulyana Alamat : Ciamis HP. :- E-mail tugas : [email protected]
Inference Method.
Inference Method http://www.brigidaarie.com Suatu teknik/metode untuk menurunkan kesimpulan berdasarkan hipotesa yang diberikan, tanpa harus menggunakan tabel kebenaran Modus Ponens Misalkan implikasi
PENALARAN HUKUM: Antara Nalar Deduktif dan Nalar Induktif
PENALARAN HUKUM: Antara Nalar Deduktif dan Nalar Induktif R. Herlambang Perdana Wiratraman Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan Anggota HuMa Catatan Pengantar untuk Pendidikan Hukum Kritis HuMa-Mahkamah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XI Program Keahlian : Akuntansi dan Penjualan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK... Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XI Program Keahlian : Akuntansi dan Penjualan Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu
LOGIKA MATEMATIKA. Materi SMA/SMK/MA. kelas X
LOGIKA MATEMATIKA Materi SMA/SMK/MA kelas X Orang yang paling sempurna bukanlah orang dengan otak yang sempurna, melainkan orang yang dapat mempergunakan sebaiknya-baiknya dari bagian otaknya yang kurang
PEMBAHASAN DAN KUNCI JAWABAN UN MATEMATIKA SMA 2011 PAKET 12 PLUS TRIK SUPERKILAT DAN LOGIKA PRAKTIS (By Pak Anang
1. Bentuk sederhana dari A. LOGIKA PRAKTIS: PEMBAHASAN DAN KUNCI JAWABAN UN MATEMATIKA SMA 2011 PAKET 12 PLUS TRIK SUPERKILAT DAN LOGIKA PRAKTIS (By Pak Anang http://www.facebook.com/pak.anang ) Pembilang
PERNYATAAN MAJEMUK & NILAI KEBENARAN
PERNYATAAN MAJEMUK & NILAI KEBENARAN 1. Pernyataan Majemuk Perhatikan pernyataan hari ini hujan dan aku berjalan-jalan. Pernyataan tersebut terdiri dari dua pernyataan pokok/tunggal (prime sentence), yaitu
EKSKLUSIF OR (XOR) DEFINISI
Logika Matematik EKSKLUSIF OR (XOR) DEFINISI : Misalkan p dan q adalah proposisi. Proposisi salah satu p atau q ditulis p q adalah proposisi yang bernilai benar jika tepat satu diantara p atau q BENAR,
PROPOSISI MAJEMUK. dadang mulyana
PROPOSISI MAJEMUK Perangkai logika digunakan untuk mengkombinasikan proposisi-proposisi atomik jadi proposisi majemuk Jangan ada ambiguitas (slah tafsir) Harus ada tanda kurung yang tepat Proposisi-proposisi
Matematika IPA (MATEMATIKA TKD SAINTEK)
Pembahasan Soal SBMPTN 2014 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Matematika IPA (MATEMATIKA TKD SAINTEK) Disusun Oleh : Pak Anang (http://pak-anang.blogspot.com)
PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA
P a g e 1 PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA 1. Pendahuluan a. Definisi logika Logika berasal dari bahasa Yunani logos. Logika adalah: ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar ilmu pengetahuan yang mempelajari
Mahasiswa memahami kuantifikasi dan simbolisme logika. 2) Mahasiswa dapat menyebutkan hubungan antara kuantor eksistensial dan kuantor
BAB II KUANTIFIKASI Tujun Instruksional Umum Mahasiswa memahami kuantifikasi dan simbolisme logika. Tujuan Instruksional Khusus 1) Mahasiswa dapat menggunakan kuantor 2) Mahasiswa dapat menyebutkan hubungan
Logika Predikat 1. Kita akan memulai bagian ini dengan dua argumen.
Logika Predikat 1 III. Logika Predikat Kita akan memulai bagian ini dengan dua argumen. Premis Konklusi Premis Konklusi A: Semua orang menyukai Ali. B: Budi menyukai Ali. C: Cecep menyukai Ali. D: Seseorang
3. Manusia butuh makan Tak satupun makhluk yang tidak membutuhkan makanan untuk hidup Semua makhluk hidup butuh makan untuk hidup
SILOGISME KATEGORIS Penilaian titik di akhir kalimat, huruf kapital di awal kalimat. Kebenaran form. Kebenaran makna. Mata Kuliah: Kapita Selekta Bahasa Indonesia Kelas Dual Modes, Tahun 2011/2012 1. Jika
