PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
|
|
|
- Ari Kartawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 14 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Aspek teknis yang dilakukan adalah sebagai buruh harian lepas, yaitu penulis bekerja aktif dalam kegiatan harian teknis di lapangan yang menuntut aktivitas fisik. Kegiatan dimulai pukul WIB yaitu apel pagi. Apel pagi selama satu bulan pertama sejak penulis magang, dilaksanakan di depan kantor afdeling (apel pagi gabungan), tetapi karena kurang efektif, maka apel pagi dipindah ke blok yang akan dilaksanakan kegiatan baik itu panen maupun rawat oleh masing-masing kemandoran. Dalam apel pagi yang diikuti oleh karyawan, verifikator, mandor, kepala afdeling dan kepala kebun, arahan diberikan oleh mandor dan kepala afdeling berupa evaluasi hasil pekerjaan hari sebelumnya (H-1), memberi solusi atas permasalahan yang terjadi baik dalam kegiatan pekerjaan maupun dalam fasilitas tinggal di afdeling, mengecek peralatan kerja dan atribut kerja, menentukan areal pekerjaan karyawan serta mengadakan senam pagi agar meningkatkan semangat kerja karyawan. Setelah apel pagi, semua karyawan memulai kegiatan di ancak yang telah ditetapkan. Selama menjadi KHL, aspek teknis yang dilakukan meliputi: penyisipan tanaman kelapa sawit, kegiatan rawat tanaman menghasilkan yang meliputi rawat path (jalan panen) dan TPH, rawat circle (piringan), rawat gawangan, pruning (pemangkasan) dan pemupukan, konservasi air dan tanah (rorak tadah hujan, rorak organik, penanaman Nephrolephis biserrata), pengendalian hama penyakit tanaman (HPT), panen dan transportasi TBS. Penyisipan Tanaman Kelapa Sawit Penyisipan merupakan kegiatan mengganti tanaman mati dengan tanaman baru. Penyisipan harus dilaksanakan maksimal satu tahun setelah penanaman. Penyisipan dimulai dari umur tanaman yang paling tua (maksimal TM II) dan seterusnya sampai yang paling muda. Penyisipan dimulai dari populasi yang paling tinggi untuk memperoleh blok yang cukup sesuai standar satuan pokok per hektar (SPH) dalam waktu singkat dan seterusnya hingga sisip hamparan.
2 15 Langkah-langkah penyisipan adalah sebagai berikut: 1. Persiapan sisip : persiapan untuk mempermudah penyisipan meliputi pengelompokan blok sisip berdasarkan jumlah kebutuhan pokok sisip, inventarisasi infrastruktur, penghitungan jumlah pokok sisip per baris. 2. Pemancangan : pemberian tanda tempat pokok yang akan disisip agar dalam pelaksanaan tanam dapat mengikuti mata lima. 3. Pengeceran : kegiatan pengeceran bibit di pinggir blok sisip untuk memudahkan dan mempercepat pelaksanaan sisip. 4. Pelaksanaan : kegiatan penyisipan sesuai dengan pancang yang telah di pasang atau ditancapkan. Umur bibit yang digunakan disarankan berumur bulan. Kejadian di lapangan, bibit yang digunakan berumur lebih dari 12 bulan, yaitu sekitar 17 bulan, dan akar sudah keluar dari polybag, sehingga penulis mengalami hambatan dalam membuka polybag. Saat kegiatan magang, penulis hanya melakukan langkah ketiga dan keempat, sebab langkah pertama dan kedua telah dilaksanakan sebelum penulis melaksanakan kegiatan magang. Bibit sawit diecer di jalan poros (jalan pemisah antar blok) pada baris yang akan dilaksanakan penyisipan. Pada pelaksanaan penyisipan, penulis membawa bibit yang telah diecer ke lokasi yang terdapat pemancangan bambu. Pada pancangan tersebut, digali lubang tanam dengan ukuran 60 cm 60 cm 60 cm, lalu dilanjutkan dengan pemberian pupuk dasar berupa Rock Phospate (RP) dengan dosis 500 gram per lubang tanam. Setelah itu bibit sawit ditanam secara tegak dan tepat di tengah lubang tanam. Pembukaan plastik polybag harus dilakukan hati hati agar tanah tidak hancur. Selanjutnya, penimbunan dilakukan secara padat dengan cara diinjak. Permukaan penimbunan pada musim hujan harus cembung dan pada saat intensitas hujan rendah harus cekung agar air dapat tersedia bagi tanaman. Pengikatan dengan kawat kasa dilakukan setelah penyisipan selesai sehingga bibit tetap tegak dan mencegah hama babi.
3 16 Beberapa penyimpangan selama pelaksanaan diantaranya penanaman tidak tepat di tiang pancang karena lahan tersebut masih terdapat rumpukan kayu yang tidak mungkin untuk dilakukan penanaman, seharusnya top soil dan sub soil terpisah pada saat penggalian dan pada saat penanaman top soil lebih dahulu dimasukkan, tetapi hal ini tidak terjadi karena dilakukan di areal gambut. Penyimpangan juga terjadi saat pemberian pupuk dasar, yaitu tidak tepat 500 gr karena perencanaan sisip yang tidak baik. Pada saat penyisipan, pupuk tidak tersedia sebanyak yang dibutuhkan, sehingga banyak lubang tanam yang tidak diberikan pupuk dasar. Hal ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman dan produksi tanaman. Selain itu, pengikatan tanaman kelapa sawit tidak menggunakan kawat kasa, tetapi hanya menggunakan plastik polybag bekas tanaman kelapa sawit tersebut, sehingga penjagaan dari serangan hama tidak maksimal. Kegiatan penyisipan ini dilakukan oleh tenaga kerja borongan sehingga jam kerja tidak menjadi beban bagi buruh tersebut. Prestasi kerja penulis saat kegiatan penyisipan ini adalah 13 bibit tanaman. Norma kerja karyawan ialah 30 bibit tanaman, dan prestasi kerja rata rata karyawan berkisar antara bibit per hari. Kegiatan Rawat Tanaman Menghasilkan Kegiatan rawat dilakukan untuk mendorong produktivitas tanaman dengan meminimalkan faktor penghambat pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman, memudahkan pekerjaan panen dan pemupukan. Rawat path (jalan panen) dan TPH. Jalan panen merupakan jalan di tengah-tengah barisan tanaman yang diperuntukkan bagi pemanen untuk mengangkut hasil panen. Standar jalan panen di Afdeling OP, Kebun Tanglo yaitu lebar jalan m, bebas dari tunggul/ sisa-sisa kayu, gulma, anak kayu dan kacangan, pekerjaan dilakukan secara chemist/kimia, pekerjaan jalan panen dilakukan bersamaan dengan pekerjaan piringan dan TPH (CPT). Gulma yang hanya bisa disemprot dengan kimia yaitu anak kayu, pakis kawat, kentosan, gelagah, krisan dan gulma menjalar lainnya.
4 17 Sementara yang tidak boleh disemprot yaitu Nephrolephis biserrata, dan beneficial plant. CPT dilakukan secara borongan harian dengan target yang telah ditetapkan. Alat yang digunakan berupa knapsack sprayer dengan kapasitas 16 liter, nozzle merah, masker, topi, serta kendaraan pengangkut herbisida. Sebelum digunakan, knapsack sprayer dibersihkan menggunakan air parit sekaligus mengambil air tersebut untuk dimasukkan ke dalam tangki. Herbisida menurut cara kerjanya terbagi menjadi herbisida kontak dan herbisida sistemik. Herbisida kontak hanya mematikan bagian yang terkena semprotan (larutan), sehingga bagian di bawah tanah (akar rimpang) tidak terpengaruh, seperti gramoxone dengan bahan kimia aktif: paraquat. Gramoxone membunuh gulma daun lebar, pakis, gulma berlapis lilin dan krisan. Dosis yang digunakan 0.33 l/ha. Herbisida sistemik dapat membunuh semua bagian tanaman dengan jalan translokasi ke seluruh jaringan tumbuhan, seperti round up, dowpon M dengan bahan kimia aktif glyphosate. Gulma disemprot secara merata baik di pasar pikul, piringan, dan TPH (Gambar 2). Penyemprotan di piringan dilakukan tidak terlalu mendekati pokok kelapa sawit dan luas semprot harus berdiameter 2 m. Saat melakukan penyemprotan, tangkai semprot diangkat sebatas lutut (+ 40 cm) agar bidang semprot luas dan dapat mengenai gulma yang tinggi. Setiap karyawan bergerak secara bersama-sama di masing-masing pasar yang telah ditetapkan agar kegiatan semprot berlangsung dengan lancar. Setelah penyemprotan selesai, mandor rawat melalukan evaluasi satu minggu kemudian untuk memastikan hasil pekerjaan borongan penyemprot tersebut yang keberhasilannya ditandai bila gulma telah menguning dan mati. Norma kerja rawat path dan TPH 3 ha/hk, sedangkan prestasi kerja penulis 1 ha/hk.
5 18 Gambar 2. Rawat Path dan TPH Rawat circle (piringan). Selain dengan menggunakan kimia seperti penjelasan di atas, piringan juga dirawat secara manual yaitu garuk piringan. Piringan berfungsi mempermudah pemanen dalam melihat brondolan yang jatuh sehingga diketahui apakah buah tersebut sudah layak panen, sebagai tempat jatuhnya tandan buah, brondolan, dan tempat aplikasi pemupukan. Buruh rawat membersihkan piringan kelapa sawit dengan menggunakan cangkul, garuk dan sabit. Piringan harus bersih dari segala gulma dengan diameter m dari pokok (Gambar 3). Garuk piringan dilaksanakan secara borongan dengan norma kerja 45 pokok/hk, prestasi kerja penulis 25 pokok/hk. Rotasi garuk piringan yaitu setiap empat bulan dalam setahun. Gambar 3. Garuk Piringan Rawat Gawangan. Rawat gawangan tanaman dilaksanakan dengan tujuan membuang semua jenis gulma yang merugikan baik secara teknis maupun ekonomis sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit/tular penyakit
6 19 melalui gulma, serta mempermudah proses pemanenan. Rawat gawangan dilakukan di areal gawangan hidup dan mati, tetapi gulma sering dan lebih banyak ditemukan pada gawangan mati, sehingga gawangan manual ini dilaksanakan pada gawangan mati. Rawat gawangan atau disebut dongkel anak kayu (DAK) merupakan pengendalian gulma dengan cara manual yaitu mencabut/membongkar gulma berkayu beserta akar-akarnya (Gambar 4). Jenis gulma berkayu yang terdapat pada afdeling tempat penulis melaksanakan kegiatan magang, yaitu Clidemia hirta, Mikania micrantha, Melastoma malabatrichum, Mimosa pudica, dan kentosan (anakan sawit liar). Pelaksanaan DAK adalah dengan membongkar semua gulma yang termasuk kelompok gulma berkayu dan menghindari pembabatan gulma, karena hal ini akan mengakibatkan tertinggalnya akar atau sebagian dari batang yang dapat tumbuh dan bertunas kembali. Setelah dibongkar, buruh harus membuang gulma tersebut ke jalan poros (jalan antar blok) dan jalan blok, hal ini untuk memudahkan mandor dalam mengkontrol hasil pekerjaan. Alat yang digunakan berupa sarung tangan dan parang panjang. Rawat gawangan dilakukan dengan sistem borongan. Perjanjian sistem borongan telah dibuat sebelum bekerja (perjanjian kerja). Norma kerja DAK adalah 1 HK/ha dan prestasi kerja penulis 0.4 ha/hk. Hal ini karena kondisi kerapatan gulma yang sangat tinggi pada saat pelaksanaan kegiatan. Gambar 4. Rawat Gawangan
7 Pruning (pemangkasan). Pruning pada tanaman kelapa sawit merupakan pekerjaan memotong pelepah daun tua yang dianggap sudah kurang produktif, pelepah sengkleh kering dan pelepah sakit. Pruning dilakukan terpisah dari waktu pemanenan. Pruning bertujuan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif, mempermudah pelaksanaan panen (melihat dan memotong buah masak), pemasukan cahaya yang lebih merata untuk proses asimilasi dan sirkulasi angin yang lebih baik, mendorong penyaluran zat hara yang diserap tanaman oleh daun-daun yang lebih produktif, mengurangi perintang penyerbukan secara alami dan mengurangi kehilangan brondolan di cabang/ ketiak pelepah. Pruning di Afdeling OP menggunakan sistem songgo dua karena umur tanaman yang telah lebih dari lima tahun. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pelaksanaan panen karena tanaman sudah cukup tinggi dan memberikan keleluasan perkembangan tandan untuk menghindari adanya tandan terjepit. Pada Tabel 4 disajikan standar jumlah pelepah pada tanaman kelapa sawit. Tabel 4. Standar Jumlah Pelepah pada Tanaman Kelapa Sawit Umur (Tahun) Jumlah Pelepah yang Harus Dipertahankan TBM III/ TM I Sumber: Brevet Dasar-II PT. Sari Lembah Subur Alat yang digunakan dalam pruning berupa egrek serta kampak/tomasun. Pemotongan pelepah harus merupakan tapak kuda yang miring keluar, dan pemotongan pelepah harus rapat ke batang sawit dan kurang dari 5 cm. Hal ini berguna untuk menghindari tersangkutnya brondolan dan air tidak tertahan. Pelepah yang sudah dipangkas, dipotong menjadi dua sampai tiga bagian menggunakan kampak atau tomasun dan disusun rapi di gawangan mati dan membentuk huruf I. Bila lahan miring, maka pelepah disusun rapi di luar piringan dan memotong kontur lahan, hal ini berfungsi untuk mengurangi erosi dan membuat air tersedia bagi tanaman di saat curah hujan tinggi. Norma kerja untuk pruning ini ha/hk. 20
8 21 Pemangkasan juga dilakukan di pinggir jalan blok dan jalan poros oleh karyawan teknik. Pemangkasan ini bertujuan untuk mencegah genangan air dan tidak menghalagi pengeringan tanah setelah hujan oleh matahari. Pemupukan. Pemupukan merupakan salah satu faktor pemeliharaan tanaman yang sangat penting dan sangat menentukan kesehatan, kejaguran dan produktivitas tanaman. Pemupukan juga bertujuan untuk menambah zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman pada proses pertumbuhan vegetatif dan generatif sehingga dapat meningkatkan produksi TBS yang maksimal. Sebelum pemupukan terlebih dahulu dipersiapkan piringan yang akan dipupuk, sebab pupuk yang diberikan pada piringan yang kotor akan sia-sia karena akan dimanfaatkan oleh gulma. Persiapan selanjutnya adalah material pupuk dan tenaga dalam jumlah cukup, transport pengangkut pupuk dari gudang ke lapangan, serta alat-alat yang berkaitan dengan pemupukan (ember dan takaran yang telah dikalibrasi). Pupuk yang diberikan selama periode magang merupakan pupuk anorganik, yaitu pupuk buatan yang menggunakan bahan kimia (pupuk tunggal dan pupuk majemuk), berupa NPK, Borat, RP, dan dolomite, MOP serta Kiserit. Dosis rekomendasi pupuk di setiap blok didapatkan dari analisis tanah dan analisis daun (Leaf Sample Unit = LSU) yang telah dilakukan periode sebelumnya. Hasil analisis ini kemudian dikirim ke kantor pusat di Jakarta untuk menentukan dosis pupuk yang tepat per blok aplikasi. Secara teknis kegiatan pemupukan dimulai dari pengambilan pupuk di gudang besar, penguntilan di gudang until, pelaksanaan pemupukan dan pengumpulan goni. Pupuk yang akan diaplikasikan diambil dari gudang besar di kantor besar. Dua hari sebelum pupuk diaplikasikan oleh mandor rawat dengan membawa BPB (Bon Permintaan Barang), yang sebelumnya telah ditandatangani oleh mandor rawat, kepala afdeling, kepala kebun, kepala gudang dan administratur, yang kemudian diserahkan ke kepala gudang selanjutnya pupuk tersebut dibawa ke gudang until untuk di until. Penguntilan bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pengeceran di blok aplikasi, mengurangi penggumpalan pupuk, serta dosis yang tepat untuk masing-masing pokok.
9 22 Setiap satu karung untilan diisi pupuk dengan berat kg. Sebagai contoh, pupuk NPK dengann dosis 3.25 kg/pokok, setiap satu untilann seberat 13 kg digunakann untuk empat tanaman. Penguntilan pupuk ini dikerjakan oleh tenaga kerja wanita. Pada saat hari pelaksanaan pemupukan, pupuk diangkut dari gudangg until oleh mandor rawat, buruh angkut sekaligus ecer dengan menggunakan truk dan dikawal satpam. Sementara itu, tenaga pupuk (borongan) telah siap sedia di areal yang akan dipupuk yang sebelumnya telah menerima pengarahan oleh mandor rawat dan kepala afdeling serta pembagian alat. Alat yang digunakan penabur berupa ember, alat takar dan alat tabur (Gambar 5). Ecer pupuk merupakan penempatan pupuk pada tepi barisan sesuai dengan kebutuhannya. Pupuk tersebut kemudian diecer ke areal diikuti oleh mandor rawat (Gambar 6). a b Gambar 5. Alat- Alat Pemupukan a) Ember, Alat Takar, Alat Tabur; b) Alat Tabur Contoh cara pengeceran pupuk: Dosis Pupuk NPK = 3.25 kg/ pokok Jumlah 1 baris tanaman = 34 pokok Maka jumlah pupuk untuk 1 baris tanaman = 34 pokokk x 3.25 kg/pokok =110.5 kg Atau tiap 1 pasar pikul (2 baris) dibutuhkan = 221 kg Karena 1 until = 13 kg, maka 1 pasar pikul dibutuhkan 221 kg/ 13 kg = + 17 until. Jadi, satu sisi pasar pikul dijatuhkan delapan until dan di sisi seberangnya dijatuhkan sembilan until.
10 23 Gambar 6. Pengeceran Untilann Pupuk Pemupuk terdiri dari tiga orang, yaitu satu pelangsir dan dua penabur (Gambar 7). Pelangsir dilakukan oleh buruh pria dan penabur oleh buruh wanita. Pupuk yang telah diecer tersebut dilangsir ke tengah oleh pelangsir dengan mengangkat ke tengah baris pada pasar pikul dan tidak dibenarkan dengan menyeret untilan tersebut. Hal ini dilakukan agar penabur tidak bolak-balik goni dengan menggunakan gunting secara hati-hati agar goni tidak sobek, membuka goni mengambil pupuk di pinggir blok. Pelangsir juga bertugas membuka dilakukan di dalam blok bukan di jalan atau TPH. Setelah membuka goni, pelangsir menuangkan pupuk ke ember dengan hati-hati agar seminimal mungkin pupuk terbuang. Apabila pupuk tercecer maka harus dikumpulkan lalu diletakkan ke piringan. Setelah itu, pelangsir mengumpulkan karung bekas tersebutt dan meletakkan di ujung pasar. Gambar 7. Satu Pelangsir dan Dua Penabur
11 24 Pupuk diambil dari ember menggunakan takaran dan dimasukkan ke dalam alat tabur. Cara menabur ialah dengan menggoyang alat tabur sambil mengelilingi pokok tersebut sehingga jatuhnya pupuk menyebar ke seluruh piringan dan tidak menumpuk (Gambar 8). Bila pupuk masih menggumpal, harus dihancurkan terlebih dahulu. Untuk tanaman yang telah berumurr lebih dari tujuh tahun, urea ditabur di dalam piringan, sedangkan untuk jenis lain ditabur di patas (batas) piringan keluar mengitari pokok dengan jarak satu meter. Norma kerja penabur 400 kg/hk dilihat dari dosis pupuk, jenis pupuk dan topografi areal aplikasi. Gambar 8. Cara Menabur Pupuk Penaburan pupuk dilakukan pada curah hujan rendah, ( mm/bulan) yaitu saat awal dan akhir musim hujan tetapi tidak pada musim kemarau dan pada saat pelaksanaan pemupukan tidak ada kegiatan lainnya baik, panen dan rawat. Pengawasan pemupukan perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya karena biaya pelaksanaan n pemupukan relatif besar (tenaga dan material) ), sehingga penyelewengan pemupukan dapat mengakibatkan kerugian yang besar. Pengawasan dilakukan pada saat berlangsungnya proses pemupukan meliputi cara menabur, dosis, kebersihan piringan, tuntas/tidaknya blok yang dipupuk. Pengawasan pemupukan dilakukan oleh satpam afdeling, mandor rawat, kepalaa afdeling, dan kepala kebun.
12 25 Sistem pengawasan yang diterapkan berupa sistem gang, yaitu setiap kebun tiap harinya hanya ada satu afdeling yang memupuk sehingga seluruh kepala afdeling dan mandor rawat dari setiap afdeling yang ada di wilayah kebun tersebut dapat ikut mengawasi jalannya pemupukan. Satpam bertugas untuk menjaga agar pupuk yang sudah diecer di areal aplikasi tidak hilang dicuri. Konservasi Air dan Tanah Konservasi air dan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, memperbaiki atau meningkatkan retensi air tanah dan unsur hara tanah, mengurangi tingkat erosi dan pencucian, serta meningkatkan KTK tanah. Hal ini berpengaruh pada produksi tanaman dalam waktu yang cukup lama. Di Afdeling OP, Kebun Tanglo, topografi bergelombang dan berbukit, jika turun hujan akan terjadi aliran permukaan yang cukup besar yang dapat mencuci pupuk yang diberikan pada tanaman sampai ke lembah (parit). Untuk mengatasi hal tersebut PT. SLS membuat parit irigasi, rorak tadah hujan, dan over flow. Rorak Tadah Hujan. Rorak tadah hujan berguna untuk menampung aliran air yang mengalir deras dari atas bukit. Arah pembuatan rorak di areal miring/lereng dibuat tegak lurus dengan arah lereng atau sejajar kontur dan terletak di gawangan mati, berukuran 3 m x 0.8 m x 0.8 m (Gambar 9). Rorak dibuat di antara empat pokok kelapa sawit dan di areal yang mungkin dilewati aliran air hujan. Alat yang digunakan berupa cangkul, dodos, dan meteran. Norma kerja pembuatan rorak ini yaitu 4 rorak/hk. Gambar 9. Rorak Tadah Hujan
13 26 Konservasi tanah yang dilakukan di perusahaan ini diantaranya adalah rorak organik dan penanaman Nephrolepis biserrata. Rorak Organik. Rorak ini dibuat untuk menempatkann pupuk organik (seperti pupuk kandang dan tandan kosong) agar pupuk tidak terbawa air pada lahan miring (Gambar 10). Rorak organik dibuat di antara dua pokok kemudian untuk rorak selanjutnya dikelang satu pokok dan dibuat di semua barisan pokok yang mendekati gawangan mati. Rorak berukuran 2 m x 0.6 m x 0.6 m. Norma kerja pembuatan rorak organik 10 rorak/hk. Gambar 10. Rorak organik + pupuk kandang Penanaman Nephrolepis biserrata. Tanaman ini berguna untuk meningkatkan kelembaban tanah disekitarnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air tanaman. Bahan tanam merupakan Nephrolepis yang masih muda dan ditanam dengan jarak tanam 4 m x 4 m (satu titik), dalam satu titik terdapat 16 lubang yang ditanam masing-masing di antaraa dua pokok, di luar piringan dan pasar pikul. Norma kerja penanaman Nephrolepis biserrata 23 titik/hk. dua Nephrolepis muda (Gambar 11). Penanaman dilakukan Gambar 11. Nephrolepis biserrata
14 27 Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) Pengendalian hama dan penyakit merupakan suatu usaha untuk menurunkan populasi hama dan penyakit tanaman sampai pada tingkat di bawah ambang batas ekonomi sehingga secara ekonomis tidak menimbulkan kerugian. Pengendalian yang diterapkan dilaksanakan di Afdeling OP, berupa pengendalian secara fisik, yaitu dengan cara mematikan langsung, misalnya dengan membakar, yaitu pada tanaman yang terkena penyakit ganoderma (busuk pangkal batang), pengendalian hayati, yaitu menggunakan musuh alami (parasitoid, predator, dan pathogen) untuk mengendalikan tikus dengan menggunakan predator berupa Tito alba (burung hantu). Pengendalian hama terpadu yaitu menggunakan berbagai cara pengendalian yang dipadukan secara harmonis, seperti penanaman beneficial plants. Pengendalian Hama. Hama yang menyerang tanaman kelapa sawit Afdeling OP berupa ulat api dan ulat kantong, tetapi populasi hama ini jarang ditemukan pada saat periode magang berlangsung. Jenis ulat api dan ulat kantong yang paling banyak ditemukan Setora nitens, Thosea asigna, Susica malayana, Metisa plana, Mahasena corbetti. Jika pokok terserang hama tersebut, maka daun akan berlubang dan jika serangan berat, daun yang diserang akan tinggal lidinya. Pengendalian yang dilakukan berupa menerapkan Early Warning System (EWS). EWS dilaksanakan untuk mensensus ulat api dan kantong, sehingga hasilnya memberikan gambaran mengenai jenis ulat, intensitas, kategori dan luas serangannya. Setelah data diperoleh, penentuan saat dan cara pengendalian hama dapat dilakukan secara tepat dan dapat juga ditentukan alat dan jenis insektisida yang diperlukan. Secara teknis, EWS dilakukan melalui tahapan penentuan titik sampel (TS), baris sampel (BS), dan pokok sampel (PS). Titik sampel harus menyebar rata dan mewakili keseluruhan blok tersebut, satu TS harus mewakili 1 ha begitu juga dengan baris sampel.
15 28 Contoh: Luas 1 blok = 30 ha = 30 TS Jumlah pokok dalam baris = 32 pokok Jumlah baris dalam blok = 125 baris TS 1 merupakan pokok ke 3 pada baris ke 3 Interval TS = Interval BS = J = = 13 J = = 13 ; n = Jumlah titik sampel dalam baris ; m = Jumlah baris sampel dalam baris Interval TS adalah 13, sehingga letak TS pada pokok ke 3, 16 dan 29. Interval BS adalah 13, maka letak BS pada pokok ke 3, 16, 29, 42, 55 dan seterusnya. Pokok sampel (PS) yang diamati merupakan pokok yang berada di sekeliling TS dan mempunyai 2 lingkaran, yaitu lingkaran I (6 pokok) dan lingkaran II (12 pokok). Setiap PS hanya diambil satu pelepah dan merupakan pelepah ke-17 (diegrek ¾ dari panjang pelepah) atau yang diperkirakan gejala serangan ulat api terbanyak. PS yang diambil terlebih dahulu adalah yang terdapat pada lingkaran I, kemudian dilanjutkan ke lingkaran II. Pelepah yang telah diegrek diamati gejala serangannya, lalu dituliskan pada form oleh mandor rawat. Semua blok dalam satu afdeling harus selesai diamati dalam waktu 25 hari kerja. Pengendalian Penyakit. Penyakit yang ditemukan saat kegiatan magang berlangsung yaitu penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan Ganoderma boninense, yang merugikan dengan tingkat kejadian mencapai 80 %. Gejala serangan yang ditemui di lapangan berupa daun patah dan menggantung (sengkleh), daun mengering dan mati. Selain itu, terdapat jamur (berbentuk setengah lingkaran) pada pangkal batang dan batang, dan lebih dari dua daun tombak yang belum membuka. Kebijakan sementara yang diterapkan di afdeling oleh asisten HPT PT. SLS yaitu bila karyawan menemukan pokok dengan gejala tersebut dan benar terserang, kemudian melaporkannya ke mandor HPT afdeling tersebut maka karyawan tersebut akan mendapat insentif sebesar Rp /pokok terserang.
16 29 Tanaman yang telah terserang segera ditumbangkan menggunakan chain saw (gergaji mesin) yang rapat ke tanah, bonggol yang tersisa dan perakaran yang melekat dibongkar menggunakan cangkul dan kapak, lalu diangkat ke atas permukaan tanah. Pokok yang ditumbangkan tersebut kemudian dibelah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, beserta bonggolnya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat pembakaran, serta untuk meminimalkan terkontaminasi ke pokok di sekitarnya. Bagian-bagian yang telah dibelah tersebut kemudian disatukan di titik tanam pokok tersebut, lalu dibakar sampai benarbenar hangus. Sekitar m dari pokok infeksi tersebut (atau sesuai kanopi daun) dibuat parit isolasi yang mengelilingi titik tersebut dengan kedalaman m. Tanah hasil galian parit tersebut diletakkan mendekati pokok serangan bukan di luar parit. Lalu parit tersebut ditaburi dengan belerang secara merata (+/- 3 kg) kemudiaan ditutup dengan tanah bekas galian selama satu minggu. Setelah satu minggu, parit dibuka sedalam 40 cm dan dibiarkan terbuka selama satu minggu. Setelah itu, ditaburkan cendawan antagonis ganoderma yaitu 150 gram Glicadium sp.atau Trichoderma sp. Kesatuan Contoh Daun (KCD). KCD merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pemupukan per unit/pokok tanam. Daun berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis dan sebagai alat respirasi. Dalam aplikasi KCD, karyawan harus mengetahui secara pasti phyllotaxis, karena akan berguna untuk menentukan letak daun ke-17. Pengambilan contoh daun yang tepat merupakan dasar rekomendasi pemupukan yang benar. Beberapa syarat dalam pengambilan pokok sampel pada proses KCD, antara lain: pokok yang tumbuhnya normal, pokok yang tidak terserang hama dan penyakit, tidak berada di dekat parit, jalan atau pokok mati, pokok terletak di kanan atau kiri pasar pikul, dan setiap KCD diambil per pokok sampel. Cara penentuan pokok sampel pertama yaitu ada baris ke-5 dan pokok ke-5, untuk pokok ke-2 dan selanjutnya ditetapkan berdasarkan rumus (Tabel 5).
17 30 Tabel 5. Rumus Pokok Sampel Kesatuan Contoh Daun Luas areal KCD (ha) Rumus yang digunakan Jumlah pokok sampel Saat pelaksanaan KCD, terlebih dahulu ditentukan pelepah ke-17. Setelah pelepah ke-17 dipastikan, dilakukan pengukuran tinggi batang. Tinggi batang diukur dengan meletakkan egrek (panjang egrek adalah 2 m) di anak daun terakhir pada pelepah ke-17, bila tinggi egrek tidak mencapai tanah, maka kekurangannya dibantu menggunakan meteran yang telah dipersiapkan sebelumnya (Gambar 13a). Tinggi tersebut dicatat dalam form. Langkah selanjutnya dengan mengegrek pelepah tersebut dengan jarak sekitar 2 m dari pangkal, melihat suntilnya dan mengambil 3 helai daun di antara suntil, sebelah kiri dan kanan (Gambar 12 a dan b). Kemudian daun tersebut dipotong 1/3 bagian pangkal dan 1/3 bagian ujungnya untuk dibuang (Gambar 12 c dan d), sedangkan yang digunakan sebagai contoh adalah 1/3 bagian tengah tanpa tulang daun. Helaian daun tersebut dianalisis defisiensi hara, dirajang dan dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label yang mencantumkan nama PT, nama kebun atau afdeling, nomor blok, tahun tanam, tanggal pengambilan, nama petugas dan jabatan. Daun tersebut dibawa ke laboratorium HPT untuk diproses lebih lanjut. Pengambilan sampel dilakukan dua bulan setelah pemupukan, tidak pada musim kering dan tidak saat curah hujan tinggi, serta dilakukan sebelum pukul waktu setempat dengan keadaan cuaca tidak turun hujan. Panen Panen adalah pengambilan buah kelapa sawit yang telah memenuhi kriteria matang panen dari pohonnya, selanjutnya bersama-sama brondolannya dikumpulkan untuk diangkut ke pabrik. Panen merupakan kegiatan inti dari operasional perkebunan kelapa sawit, karena merupakan sumber pendapatan perusahaan secara langsung melalui penjualan CPO dan PKO.
18 31 a b c d Gambar12. Gambar Pengambilan Kesatuan Contoh Daun a) Pengukurann Tinggi, b) Pengambilan 3 Helai Daun c) 1/3 Bagian Tengah Daun dan d) Tulang Daun Dibuang Oleh sebab itu panenn harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknyaa agar hasil yang dicapai bisa memenuhi target yang diinginkan baik kuantitas maupun kualitas. Perencanaan panen yang baik akan mendapatkan jumlah TBS yang tinggi, jumlah minyak dan kernel (rendemen) yang tinggi, mutu minyak yang tinggi, biaya panen yang efisien serta eksploitasi berjalan dengan baik sehingga mencapai umur produktif yang lama. Sebelum kegiatan panenn yang akan dilaksanakan berjalan lancar, terlebih dahulu persiapan panen dilakukan. Persiapan panenn meliputi pembuatan serta perawatan TPH, pembuatan serta perawatan pasar pikul, pembuatan titi panen, taksasi produksi, alat panen, dan tenaga kerja. Alat Panen. Dalam melakukan kegiatan potong buah (panen) kelapa sawit terdapat dua alat yang dijumpai, yaitu dodos dan egrek. Dodos digunakan untuk panen tanaman dengan umur muda dengan ketinggian 2-5 m, sedangkan egrek digunakann untuk tanaman dengan ketinggian lebih dari 5 m. Alat-alat panen yang
19 32 harus dibawa pemanen pada saat melaksanakan kegiatan potong buah antaraa lain: egrek beserta fiber untuk memotong TBS dengan ketinggian lebih dari 5 m, tomasun untuk memotong tangkai panjang yang melekat pada TBS yang telah dipanen, angkong untuk mempermudah mobilisasi TBS serta brondolan ke TPH pada areal datar, gancu untuk memuat TBS dari dan ke angkong, serta alat bantu mengangkat buah dengan dipanggul pada areal bergelombang, terpal sebagai alas TBS dan brondolan pada TPH, karung goni sebagai tempat untuk menampung brondolan, batu asah untuk mengasah egrek dan tomasun, sepatu boot karet untuk keselamatan dan keamanan pemenan dari duri TBS (Gambar 13). a b c d e Gambar 13. Alat-alat panen: a) Egrek, b) Tomasun, c) Angkong, d) Terpal, dan e) Karung Goni ex Pupuk
20 33 Sensus Produksi. Sensus produksi bertujuan untuk mengetahui besar produksi yang akan dicapai. Sensus produksi di PT. SLS terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: sensus buah empat bulanan, sensus produksi bulanan dan sensus produksi harian. Sensus buah empat bulanan dilakukan dengan menghitung seluruh buah yang ada (merah brondol, merah mentah, buah hitam mentah, buah kemiri dan kopi serta bunga yang telah terserbuki), dilaksanakan pada minggu terakhir pada bulan tersebut, dan digunakan untuk menghitung taksasi produksi, kebutuhan pemanen dan transportasi empat bulan ke depan. Sensus produksi bulanan dilakukan dengan menghitung buah-buah merah yang akan dipanen bulan depan. Sensus produksi harian didasarkan atas sensus buah masak sehari sebelumnya, dengan cara mengambil sampel pada areal yang akan dipanen esok hari. Buah yang dihitung merupakan buah yang diperkirakan matang esok harinya (minimal 1 brondol di piringan). Pada sistem ancak tetap perhitungan dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan angkutan, sensus ini dilaksanakan oleh mandor. Peramalan produksi harian di afdeling akan tercermin dalam perolehan angka kerapatan panen (AKP) pada hari pelaksanaan panen. Pada kegiatan ini penulis hanya berkesempatan melakukan sensus buah empat bulanan (akhir Mei 2010) tetapi tidak semua blok, hanya beberapa blok saja, dan sensus produksi harian. Angka Kerapatan Panen (AKP). Angka kerapatan panen adalah perkiraan jumlah tandan matang yang dapat dipanen pada suatu areal atau blok. Penghitungan dilakukan satu hari sebelum TBS dipanen oleh mandor pada blok yang akan dipanen keesokan hari. Angka kerapatan panen dapat dihitung dengan rumus: AKP = Pada saat magang, produksi rendah sehingga angka kerapatan panen kecil yaitu 1:6. Nilai 1:6 artinya terdapat 1 tandan matang dalam 6 pokok. Tobing (1992) menyatakan bahwa kisaran nilai AKP 1:1 sampai 1:4 menunjukkan produksi tinggi, sedangkan kisaran nilai AKP 1:5 sampai 1:7 menunjukkan produksi rendah. AKP berguna untuk menentukan perkiraan produksi keesokan hari, penyediaan tenaga kerja serta angkutan panen.
21 34 Contoh: Nilai AKP = 1:6 Blok 1 dengan populasi pokok dan BJR 18 kg/janjang Perkiraan produksi esok hari = pokok x = kg x 18 kg/janjang Kriteria Matang Panen. Kriteria matang panen adalah indikator yang dibuat untuk menetapkan apakah suatu buah dari pohon kelapa sawit sudah dapat dipanen atau belum. Buah yang termasuk kriteria matang panen adalah buah yang berwarna merah jingga dan telah membrondol secara alami minimal 10 brondolan di piringan dan berlaku untuk kondisi buah yang sehat dan normal. Kriteria yang berlaku adalah fraksi dua, yaitu terdapat dua brondolan per kilogram tandan yang dipanen tersebut (dua kali berat janjang rata-rata). Sistem Panen. Secara umum, sistem panen ini terbagi menjadi sistem ancak giring dan ancak tetap. Ancak panen adalah luasan tertentu dari areal tanaman dimana kegiatan panen dilaksanakan oleh satu pemanen. PT. SLS hanya menggunakan sistem ancak tetap. Ancak tetap merupakan ancak yang diberikan kepada pemanen untuk diselesaikan pada hari tersebut tanpa ada perpindahan dan akan dikerjakan terus menerus oleh pemanen yang sama pada setiap rotasi. Keuntungan menerapkan ancak tetap yaitu, ancak terjaga kondisi pohonnya, ancak terjaga bersih, buah memungkinkan terpanen tuntas, bila terdapat kesalahan maka pelacakan akan mudah serta pemanen memiliki rasa tanggung jawab karena merasa memiliki ancak tersebut. Kekurangannya bila musim panen rendah, pemanen sulit mendapatkan target janjang sehingga biaya panen akan tinggi, buah akan terlambat diangkut ke pabrik karena pemanen mengumpulkan hasil ke TPH bila panen sudah selesai, serta kemungkinan buah mentah dipanen tinggi. Ancak masing-masing pemanen luasnya ha pada setiap seksi panen. Seksi panen adalah luas areal satu afdeling yang harus selesai dipanen dalam satu hari. Rotasi panen adalah interval waktu antara satu perlakuan panen dengan perlakuan panen berikutnya yang dinyatakan dalam hari. Rotasi panen di Afdeling OP adalah tujuh hari disebabkan keadaan normal proses pematangan buah dari
22 35 mentah menjadi membrondol adalah tujuh hari. Di afdeling ini, sistem panen yang diterapkan berdasarkan rotasi yaitu sistem 6/7, artinya areal dibagi menjadi 6 seksi dan dipanen selama 6 hari dalam 7 hari (seminggu). Kegiatan panen di Afdeling OP, Kebun Tanglo ditetapkan selama 25 hari efektif. Teknis Panen. Kegiatan dimulai saat apel pagi (pukul WIB) antara pemanen, mandor panen dan kepala afdeling di lokasi blok yang akan dipanen. Mandor panen memberikan evaluasi hasil panen kemarin serta arahan dan peringatan untuk meningkatkan kualitas pemanen dan panennya. Mandor juga mengontrol kelengkapan pemanen serta kehadiran pemanen dan melaksanakan pembagian ancak panen. Pembagian ancak panen ini dilakukan bila ada pemanen yang tidak hadir, sehingga pemanen yang berada di berada di sebelah kiri dan kanan ancak tersebut wajib menyelesaikan ancak tersebut (pelebaran ancak), hal ini juga berlaku bila kerapatan buah rendah. Hasil dari pelebaran ancak tersebut merupakan hasil dari pemanen yang memanennya. Pemanen yang ancaknya dikerjakan oleh pemanen lain, akan diberikan tugas rawat yaitu prunning (penunasan pelepah kering). Setelah apel dilaksanakan, pemanen langsung menuju ke ancak masing-masing. Sebelum melakukan kegiatan potong buah, pemanen terlebih dahulu meletakkan terpal pada masing-masing TPH pada ancaknya. Kegiatan potong buah dimulai dengan pemotongan pelepah yang menyangga buah. Pelepah songgo 2 dipotong untuk memudahkan pemotongan buah, serta meminimalkan brondol tinggal di ketiak pelepah. Tetapi dalam pelaksanaannya jika buah masih dapat diturunkan tanpa memotong pelepah maka sebaiknya dilakukan (curi buah). Standar jumlah pelepah yang harus dipertahankan dapat dilihat pada Tabel 4. Egrek yang akan memotong pelepah dibuat menempel ke batang, lalu tangkai egrek dihentakkan ke bawah, sehingga pemotongan hanya dilakukan sekali. Pemotongan dengan hentakan dimaksudkan agar pelepah putus dan jatuh lepas ke bawah. Jika pelepah tidak jatuh lepas ke bawah tetapi meluncur di atas tangkai egrek maka pemanen harus segera mundur agar tidak tertimpa pelepah kelapa sawit yang jatuh. Bekas potongan di batang sawit harus membentuk tapak kuda yang kecil dan bukan tapak kuda panjang atau pantat monyet (masih adanya sebagian tandan yang tertinggal di ketiak pelepah).
23 36 Lalu pemanen merencek pelepah menjadi tiga bagian, menyusun rapi di gawangan mati membentuk huruf I. Tangkai buah dipotong dengan menggunakan tomasun tanpa melukai buah dan panjang maksimal yang tidak terpotong kurang dari 2 cm sehingga membentuk cangkem kodok (Gambar 14). Gambar 14. Buah dengan Tangkai Panjang Berbentuk Cangkem Kodok Pemanen kemudian mengutip brondolan yang tersebar di piringan, gawangann mati, pasar pikul, batang kelapa sawit dan yang tertinggal di ketiak pelepah kelapa sawit menggunakan karung, saat pengutipan brondolan, tidak dibenarkann sampah dan tanah terikut kedalamnya. TBS dan karung brondolan tersebut dimuat ke angkong menggunakan gancu dan dibawaa ke TPH yang sebelumnya telah dialasi terpal (Gambar 15). TBS disusun rapi di TPH serta karung berisi brondolan ditempatkan dengan benar. Bila kerapatan buah tinggi, yang menjadi pengutip brondolan adalah istri pemanen. Setelah itu, pemanen mencantumkan nomor pemanennya pada salah satu tangkai TBS dengan menggunakan brondol sawit. Prestasi kerja penulis pada kegiatan ini 38 TBS/ /HK. Setiap Pemanen diberikan target menurunkan minimal 10 TBS dan telah menempatkannya pada TPH sebelum pukul WIB, hal ini untuk mempercepat proses pengangkutan TBS ke pabrik untuk kloter pertama dan untuk mengefisienkan waktu panen pada hari tersebut. Penggunaan terpal sebagai alas di TPH agar memenuhi kriteria HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), serta mengurangi terjadinya pelukaan bergesekan dengan pasir/tanah.
24 37 Gambar 15. TBS dialasi Terpal Pengawasan Panen. Sistem kontrol panen ditekankan pada pengawasan pekerjaan panen baik proses maupun hasil. Pengawasan panenn dilakukan agar semua kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur serta meminimalkan losis yang terjadi. Pengawasan panen dilaksanakan oleh mandor panen, krani panen, verifikator, dan kepala afdeling. Mandor panen mengawasi penggunaan terpal sebagai alas, pengutipan brondolann di piringan, pemotongan pelepah dan caraa peletakannya, mutu buah yang dipanen, serta ketuntasann ancak. Mandor mengawasi per pemanen serta ancak per ancak. Krani panen mengawasi mutu buah yang harus dipanen (diangkut) serta memberi pinalty padaa buah di luar kriteria panen, jumlah TBS tiap pemanen, serta angkutan buah selama di lapangan sampai ke pabrik. Verifikator mengawasi jumlah TBS per pemanen yang turun pukul 08.00, kualitas buah di TPH, brondolann yang tidak terkutip, serta buah tinggal di pokok. Kepala Afdeling melaksanakan kontrol panen hari ini dan panenn hari sebelumnya secara sampling yaitu dengan memperhatikan piringan, buah tinggal (buah belum dipanen), brondol tinggal di TPH serta TBS yang belum terangkut (restan). Kepala afdeling juga melaksanakann kontrol di areal yang tergolong ancak berat seperti rawa-rawa, bukit terjal, daerah semak-semak, serta memastikan pengangkutan TBS sampai ke pabrik. Pemanen yang melakukan kesalahan harus memperbaiki kesalahannya pada hari yang sama, seperti masih ada buah tertinggal, dan brondol yang tidak dikutip. Bila tidak memungkinkan maka akan berpengaruh ke kelas pemanen, premi serta teguran yang diperoleh pemanenn tersebut.
25 38 Transportasi TBS. Pengangkutan merupakan kegiatan mengangkut TBS dari TPH ke pabrik. Transportasi TBS Afdeling OP bersifat kontrak, yaitu truk, supir dan pemuat berasal dari luar perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya dalam pemeliharaan kendaraan. Truk harus tiba pukul WIB di kantor afdeling untuk menerima pengarahan dari krani panen. Kegiatan pengangkutan pertama dimulai pada pukul WIB yang diikuti oleh krani panen. Selama perjalanan, krani panen mengarahkan supir truk ke TPH tempat TBS beserta brondolannya dengan memperhitungkan jarak, kondisi jalan, kapasitas truk dan lainnya, krani panen juga menghitung jumlah TBS di masing-masing TPH setiap pemanen serta kualitas buahnya. Pemuat bertugas memuat buah dari TPH ke truk dengan menggunakan tojok dan alat garuk, terkadang dibantu oleh krani panen. TPH yang telah terangkut TBS dan brondolannya harus bersih, tidak ada brondolan yang tinggal di sekitarnya. Krani panen juga mengambil terpal dan karung bekas brondolan tersebut serta melipatnya dengan rapi dan membawa ke kantor afdeling untuk digunakan keesokan harinya. Kapasitas truk yang digunakan di afdeling ini ialah 6-9 ton (Gambar 16). TBS harus terangkut semua pada hari tersebut dan tidak ada toleransi TBS yang menginap di TPH (restan). TBS di luar kriteria panen juga diangkut ke afdeling sehingga keesokan harinya dapat di ketrek. Setelah selesai, krani panen mengisi SPB yang berisi nama supir, plat truk, jam masuk afdeling, jam keluar afdeling, blok yang TBS-nya diangkut, tahun tanam blok tersebut serta jumlah janjang yang diangkut, lalu ditandatangani oleh krani panen serta kepala afdeling. Truk siap diberangkatkan ke pabrik kelapa sawit (PKS).
26 39 Gambar 16. Alat Transportasi Pengangkutan TBS Tanglo di Afdeling OP, Kebun Sistem Basis. Sistem basis merupakan jumlah berat TBS (kg) minimal yang harus diselesaikan pemanen dalam satu hari (7 jam kerja). Besarnya basis tiap blok berbeda-beda, hal ini ditentukan melalui berat janjang rata-rata (BJR) yang telah ditentukan oleh perusahaan. Perusahaan mengeluarkan data BJR masing-masing blok enam bulan sekali. Basis Afdeling OP, diratakan secara umum dilihat dari umur tanaman, kisaran BJR, serta keadaan topografi, sebesar kg, kecuali pada hari Jumat hanya 80 % dari basis (5 jam kerja). Ancak tetap memberikan keuntungan bagi pemanen, karena bila pemanen dapat menyelesaikann ancak dengan baik (memenuhi sembilan kriteria panen) tetapi jumlah berat TBS tidak mencapai basis, maka pemanen akan mendapat gaji pokok yaitu Rp /HK. Tetapi bila pemanen melanggar salah satu dari sembilan kriteria panen, seperti memotong buah mentah, dan hanca tidak selesai maka upah pemanen akan diper (dijelaskan dalam contoh).
27 40 Contoh: Panen pada hari Senin adalah blok 01, Afd. OP, dengan BJR 18. Pemanen mendapat 50 janjang, maka: 50 jjg x 18 = 900 kg; basis borong adalah 1169 kg, karena pemanen melakukan pelanggaran, maka upah yang didapat adalah Jadi pemanen hanya mendapat upah sebesar Rp x Rp = Rp Premi Lebih Basis. Premi lebih basis adalah penghargaan yang diberikan kepada pemanen karena jumlah kg TBS yang diperoleh melebihi basis yang telah ditentukan dengan mutu buah sesuai dengan ketentuan panen. Menurut Semangun (2005), premi diberikan untuk merangsang karyawan bekerja dengan baik. Bila pemanen mendapat basis lebih dan menyelesaikan ancak dengan baik, maka akan mendapat premi penuh. Tetapi bila sembilan kriteria tidak terpenuhi, dan pemanen mendapat lebih basis, maka premi akan terhitung berdasarkan kelas pemanen baik kelas A, B ataupun C. Contoh: Panen pada hari senin di blok 1, Afd. OP, Kebun Tanglo, dengan BJR 18. Pemanen mendapat hasil 80 janjang, maka: 80 jjg x 18 = kg; basis borong kg, maka lebih basis yang didapatkan oleh pemanen = kg kg = 271 kg. Maka pemanen hanya mendapat premi lebih basis, jika kelas pemanen tersebut merupakan kelas A, maka premi lebih basis yang didapat adalah sebagai berikut: Premi kelas A (Rp / kg) = 271 kg x Rp /kg = Rp Total upah yang diperoleh pemanen = Rp Rp = Rp Reward Lebih Basis. Reward lebih basis adalah penghargaan yang diberikan kepada pemanen karena bobot TBS yang diperoleh melebihi basis dengan minimal 1.5 kali basis borong. Pemberian reward lebih basis ini diharapkan akan membantu meningkatkan semangat kerja pemanen serta mengikuti prosedur yang berlaku. Pemanen akan mendapat upahnya pada minggu pertama setiap bulan.
28 Contoh: Panen hari Senin di blok 1, Afdeling OP, dengan BJR 18. Pemanen mendapat hasil 130 janjang, maka 130 jjg x 18 = kg; basis borong 1169 kg, maka lebih basis yang didapatkan pemanen = kg 1169 kg = kg. Premi lebih basis jika kelas pemanen merupakan kelas A, maka Premi kelas A (Rp /kg) = kg x Rp / kg= Rp Dalam kasus ini, pemanen akan mendapat reward lebih basis dikarenakan hasil yang didapatkan pemanen tersebut dua kali basis ( = 2 xbasis), sehingga reward lebih basis yang didapat sebanyak Rp Jadi, total upah pemanen = Rp = Rp Aspek Manajerial Selama kegiatan magang, penulis tidak hanya bekerja sebagai KHL, tetapi juga sebagai pendamping mandor dan pendamping kepala afdeling dalam melaksanakan aspek manajerial di Afdeling OP. Aspek manajerial yang dilakukan selama magang meliputi pengawasan, penghitungan biaya operasional kegiatan, memberi arahan pada apel pagi, membuat administrasi, serta diskusi dengan mandor dan kepala afdeling. 41 Pendamping Mandor Mandor adalah karyawan yang bertugas untuk mengawasi BHL maupun SKU yang melaksanakan kegiatan di lapangan. Pekerjaan yang diawasi selama menjadi pendamping mandor yaitu dongkel anak kayu (DAK), rawat piringan, rorak tadah hujan, pemupukan, krani panen, dan panen. Mandor Panen. Secara umum, mandor mempunyai tugas untuk memastikan semua aktivitas kegiatan berjalan dengan baik, termasuk kegiatan panen dan rawat. Kegiatan yang dilakukan sehari-hari sebagai mandor panen: 1. Arahan pembagian apel kerja untuk pemanen (apel pagi). 2. Review harian produksi. 3. Kontrol lapangan: cek kelengkapan pemanen dan penentuan sampel tuntas.
29 42 4. Sensus buah untuk rotasi berikutnya. 5. Kontrol posisi buah/ restan: menjaga kualitas buah di TPH, buah tinggal. 6. Memastikan buah sudah terangkut semua. Serta kegiatan yang dilakukan secara berkala: 1. Kontrol/ verifikasi bersama setiap minggu. 2. Sensus buah bulanan. 3. Sensus buah semester. Tugas tambahan yang dilakukan, yaitu 1. Membantu satpam menjaga blok rawan pencurian/ buah restan. 2. Membantu mandor rawat dalam kontrol pekerjaan rawat. 3. Menjadi penengah apabila terjadi perselisihan pemanen. 4. Koordinasi informasi dengan petugas HPT bila ada gejala serangan hama. Mandor Rawat. Kegiatan yang dilakukan mandor rawat sehari-hari yaitu: 1. Apel pagi dalam rangka mendapatkan instruksi dari atasan mengenai kualitas pekerjaan. 2. Mempersiapkan alat dan material untuk keperluan kerja satu hari. 3. Melakukan kalibrasi (pengecekan) antara rencana dengan realisasi untuk hasil rawatan yang didapatkan dan material yang digunakan dan di laporkan ke krani afdeling. 4. Mengarahkan pekerja rawat dalam melakukan kegiatan rawat. 5. Menghitung hasil rawatan dalam satu hari. 6. Membuat laporan harian mengenai hasil rawatan dan material yang digunakan. 7. Mengarahkan, mengawasi dan mengecek pekerjaan rawat yang kemaren dan hari ini. Kegiatan yang dilakukan secara berkala: 1. Menghitung jumlah hasil kerja yang sudah dilakukan. 2. Menghitung pengecekan spesifikasi kerja semua item rawat. 3. Membuat laporan mingguan. 4. Mengecek dan memperbaiki alat-alat perawatan yang rusak. Pendamping Mandor Dongkel Anak Kayu (DAK). Selama menjadi pendamping mandor DAK, penulis memberi arahan lokasi pekerjaan, mengawasi
30 43 selama pekerjaan baik waktu dan hasil pekerjaan, mengecek setiap pokok serta gawangan mati yang telah dikerjakan dan menghitung jumlah pokok hasil kegiatan masing-masing karyawan. Penulis mengawasi selama 6 hari di blok 05 Afdeling OP, Kebun Tanglo. Kegiatan dilaksanakan selama tujuh jam mulai pukul WIB dengan waktu istirahat selama satu jam pada pukul Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, penulis membuat laporan pekerjaan harian rawat (LPPH) yang berisi nama karyawan, luasan hasil pekerjaan (ha), serta upah dan premi yang didapat. Pendamping Mandor Rawat Piringan. Selama menjadi pendamping mandor rawat piringan, penulis memberi arahan lokasi, luasan piringan yang harus bersih dari gulma, serta pembagian karyawan per pasar, mengawasi selama pekerjaan dan hasil pekerjaan, mengecek setiap piringan yang telah dikerjakan dan menghitung jumlah pokok hasil kegiatan masing-masing karyawan. Penulis mengawasi kegiatan yang berlangsung selama empat hari di blok 18 dan 20 Afdeling OP. Kegiatan dilaksanakan selama tujuh jam mulai pukul WIB dengan waktu istirahat selama satu jam pada pukul Setelah kegiatan, penulis membuat laporan pekerjaan yang telah dilakukan baik hasil serta premi yang didapatkan karyawan tersebut. Penulis juga mengisi buku rencana rawat untuk keesokan harinya yang berisi nama kegiatan, blok kegiatan, karyawan yang dibutuhkan serta target hasil yang dikerjakan. Pendamping Mandor Rorak Tadah Hujan. Rorak tadah hujan dikerjakan secara borongan oleh karyawan yang berjumlah 11 orang. Sebelum kegiatan dilaksanakan, mandor memberikan arahan berupa dimensi rorak, lokasi rorak, upah yang diberikan per satuan rorak serta alat-alat yang digunakan. Penulis bersama mandor menentukan jumlah rorak yang dibuat dalam blok, budget yang dibutuhkan, dan target penyelesaiannya. Penulis mengawasi selama dua hari di blok 4 dan 5. Karyawan tidak melakukan kegiatan selama 7 jam kerja, tetapi sesuai target dan kesanggupan masing-masing karyawan. Setelah selesai, mandor melaksanakan pengecekan spesifikasi dan dimensi rorak tersebut, serta menghitung rorak yang telah dibuat oleh masing-masing karyawan.
31 44 Pendamping Mandor Pemupukan. Rencana pemupukan sebelumnya telah dibuat oleh kepala afdeling yang kemudian dilaporkan ke kepala kebun. Tujuh hari sebelum pelaksanaan pemupukan, mandor telah membuat bon permintaan barang (BPB) yang berisi tanggal pemupukan, blok, jenis pupuk, dosis pupuk per pokok serta jumlah kebutuhan pupuk seluruhnya. BPB tersebut ditandatangani oleh mandor, kepala afdeling, kepala kebun, administratur, dan kepala gudang. Pada hari yang sama, mandor membuat kebutuhan until per pasar sehingga mempermudah pada saat pengeceran, serta jumlah keseluruhan until yang dibutuhkan. Pada saat pelaksanaan, mandor mendata semua buruh pupuk yang datang serta melaksanakan pembagian per pasar dan memberi informasi upah yang akan diberikan per orang. Penulis mendapat kesempatan mengawasi pemupukan selama lima hari, diantaranya merupakan pupuk NPK, RP dan borat, yang dilaksanakan di blok 1, 4, 7, 8, 16, 3, 6, dan 12A. Penulis mengikuti beberapa pemupuk secara acak dan melihat serta memberi arahan agar pelaksanaan pemupukan berjalan dengan baik dan benar, sehingga kehilangan pupuk dapat teratasi. Setelah pemupukan selesai, karung dikumpulkan dan dikembalikan ke gudang besar dengan arahan mandor. Lalu mandor membuat laporan berita acara hasil kerja pemupukan yang kemudian akan diserahkan ke kantor besar. Krani Panen. Krani panen adalah karyawan yang membantu mandor panen dalam melaksanakan tugasnya. Krani panen secara umum mencatat hasil panen tiap pemanen di TPH dan membuat laporan angkutan TBS dan mengarahkan angkutan TBS. Kegiatan yang dilakukan sehari-hari, yaitu 1. Menginformasikan hasil produksi pemanen kemaren 2. Review harian dengan atasan dan asisten (laporan buah restan dan minta taksasi panen pada mandor panen). 3. Menentukan unit transport untuk keliling (krani panen ikut truk angkut TBS). 4. Menghitung jumlah produksi pemanen di TPH maupun yang diangkut, memastikan ketuntasan buah yang terangkut, mencek dan menghitung buah restan 5. Mencocokkan laporan pemanen dengan angkutan sebenarnya. 6. Membuat laporan angkutan TBS ke pabrik.
32 45 Kegiatan yang dilakukan secara berkala, diantaranya: 1. Rekap gaji pemanen (mingguan). 2. Melapor kondisi jalan/ jembatan yang rusak pada mandor/ kepala afdeling. 3. Melaporkan kondisi TPH yang tidak sesuai standar kepada kepala afdeling. 4. Meminta unit langsir pada transport. 5. Kontrol bersama mandor/ kepala afdeling. 6. Sensus buah bulanan bersama mandor/asisten. Pendamping Kepala Afdeling (Asisten) Kepala afdeling merupakan pimpinan tertinggi di afdeling. Seluruh kegiatan dalam pengelolaan kebun afdeling mulai perencanaan, pengelolaan, serta hasil menjadi tanggung jawab kepala afdeling. Kepala afdeling juga bertanggung jawab penuh terhadap kondisi kebun selama 24 jam baik kegiatan kebun maupun kemasyarakatan. Kepala afdeling bertugas membuat program kerja tahunan serta bulanan, budget yang dibutuhkan, jenis pekerjaan, blok dilaksanakan pekerjaan tersebut dan melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan serta hasil kegiatan tersebut. Kegiatan yang dilakukan kepala afdeling sehari-hari, yaitu: 1. Apel pagi. 2. Cek administrasi dan LPPH per kemandoran H Cek laporan perhitungan upah. 4. Cek lapangan atas kerja pemanen H Cek lapangan panen-rawat hari ini. 6. Review harian dengan mandor. 7. Cek pengangkutan buah/ restan buah. 8. Monitoring angkutan TBS. 9. Review harian dengan kepala kebun. Kegiatan yang dilakukan kepala afdeling secara berkala, antara lain: 1. Review dengan mandor. 2. Kontrol lapangan bersama (termasuk kualitas panen dan rawat serta sensus) 3. Rapat koordinasi dengan ADM di kantor besar. 4. Review bulanan dengan ADM dan Direktur Area.
33 46 5. Membuat rencana kerja bulan berikutnya. 6. Review dengan kepala kebun. 7. Sensus bunga dan buah (dilakukan 4 bulanan). Kepala afdeling juga menjalin hubungan dengan tokoh masyarakat sekitar, membantu pengamanan kebun dari pencurian buah yang dilakukan setiap saat, serta pemeliharaan aset seperti rumah pemanen.
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Aspek Teknis
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Penulis selama dua bulan melakukan perkerjaan teknis sebagai karyawan harian. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup pengelolaan air, pengendalian gulma, pemupukan,
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Pelaksanaan Teknis
17 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Pelaksanaan Teknis Pelaksanaan pengelolaan perkebunan kelapa sawit meliputi pengelolaan kegiatan teknis di lapangan dan kegiatan administrasi. Pelaksanaan teknis yang dilakukan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Panen Kelapa sawit Panen merupakan suatu kegiatan memotong tandan buah yang sudah matang, kemudian mengutip tandan dan memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat
PELAKSANAAN MAGANG. Aspek Teknis
PELAKSANAAN MAGANG Aspek Teknis Pemeliharaan tanaman kelapa sawit dan pemanenan buah matang merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan demi tercapainya produktivitas yang tinggi. Kegiatan
PEMBAHASAN. I.1 Peralatan Panen
45 PEMBAHASAN Kegiatan panen merupakan salah satu kegiatan budidaya kelapa sawit yang paling penting. Cara panen yang tepat sangat mempengaruhi kuantitas produksi dan waktu yang tepat mempengaruhi kualitas
PEMBAHASAN. Aspek Teknis
PEMBAHASAN Aspek Teknis Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan untuk mengurangi kompetisi antara gulma dengan tanaman utama dalam pemanfaatan unsur hara, mineral CO 2, dan air. Bagian yang perlu
PANEN KELAPA SAWIT Pengrtian Panen Sistim Panen 2.1 Kriteria Matang Panen 2.2 Komposisi TBS Fraksi Komposisi (%) Kematangan
PANEN KELAPA SAWIT 1. Pengrtian Panen Panen adalah serangkaian kegiatan mulai dari memotong tandan matang panen sesuai criteria matang panen, mengumpulkan dan mengutipbrondolan serta menyusun tandan di
TINJAUAN PUSTAKA. Teknis Panen
3 TINJAUAN PUSTAKA Teknis Panen Panen merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Pelaksanaan panen perlu dilakukan secara baik dengan memperhatikan beberapa kriteria tertentu
NEHEMIA JOSEPH ALVIN SINAGA.
i MANAJEMEN PANENN PERKEBUNANN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PT. SARI LEMBAH SUBUR, ASTRA AGRO LESTARI, RIAU NEHEMIA J. A. SINAGA A24060102 DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN
PEMBAHASAN Kebutuhan Tenaga Panen
PEMBAHASAN Kebutuhan Tenaga Panen Kebutuhan tenaga panen untuk satu seksi (kadvel) panen dapat direncanakan tiap harinya berdasarkan pengamatan taksasi buah sehari sebelum blok tersebut akan dipanen. Pengamatan
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pembibitan Pembibitan adalah tempat untuk menumbuhkan kecambah hingga menjadi bibit dan memelihara sampai bibit siap ditanam di lapangan. Kegiatan pembibitan yang
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Gulma adalah tanaman yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual
= pemanen. Sistem Penunasan
PEMBAHASAN Kebijakan penunasan di PT Inti Indosawit Subur adalah mempergunakan sistem penunasan progresif. Penunasan progresif adalah penunasan yang dilakukan oleh pemanen dengan bersamaan dengan panen.
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Aplikasi jenis pengendalian dilakukan di Kebun Adolina meliputi pengendalian secara kimia (chemist) dan secara manual. Pengendalian gulma tersebut
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Potensi produksi tanaman kelapa sawit ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Potensi produksi tanaman kelapa sawit ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut. A. Jenis atau Varietas Kelapa Sawit Jenis (varietas)
PEMBAHASAN Penetapan Target
54 PEMBAHASAN Penetapan Target Tanaman kelapa sawit siap dipanen ketika berumur 30 bulan. Apabila memasuki tahap menghasilkan, tanaman akan terus berproduksi hingga umur 25 tahun. Pada periode tanaman
METODE MAGANG. Tempat dan Waktu
METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dimulai dari tanggal 13 Februari 2012 sampai 12 Mei 2012 di Teluk Siak Estate (TSE) PT. Aneka Intipersada, Minamas Plantation,
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Kegiatan magang yang dilakukan mencakup aspek teknis dan aspek manajerial. Aspek teknis yang dilakukan meliputi kegiatan penyisipan, pengendalian gulma (manual dan kimiawi),
PEMBAHASAN. Kriteria Panen. Tabel 9. Kriteria panen divisi II Unit Kebun Pinang Sebatang Estate. Kriteria panen oleh pemanen
53 PEMBAHASAN Kriteria Panen Kriteria panen atau minimum ripenes standart (MRS) secara umum untuk tandan buah yang dapat dipanen di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate berdasarkan jumlah brondolan yang terlepas
TINJAUAN PUSTAKA. Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting pada pengelolaan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Panen Kelapa Sawit Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting pada pengelolaan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Selain bahan tanaman dan pemeliharaan tanaman, panen juga
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
V-34 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT.PN III (PT. Perkebunan Nusantara III) Kebun Rambutan merupakan salah satu unit PT. PN III yang memiliki 8 wilayah kerja yang dibagi berdasarkan
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pelaksanaan kegiatan teknis yang dilakukan di PT. National Sago Prima adalah kegiatan pembibitan, persiapan lahan, sensus tanaman, penyulaman, dan pemeliharaan
TEKNIK PENANGANAN KEHILANGAN (LOSSES) BRONDOLANKELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT
TEKNIK PENANGANAN KEHILANGAN (LOSSES) BRONDOLANKELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. TINTIN BOYOK SAWIT MAKMUR PROPINSI KALIMANTAN BARAT Aang Kuvaini Abstrak Penelitian ini dilaksanakan
PEMBAHASAN. Tabel 13. Potensi Produksi Kebun Inti 1. Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
PEMBAHASAN Penetapan Target Tanaman kelapa sawit siap dipanen ketika berumur 30 bulan. Apabila memasuki tahap menghasilkan, tanaman akan terus berproduksi hingga umur 25 tahun. Pada periode menghasilkan,
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
renca kerja, juga menyetujui surat atau dokumen atau perjanjian kerja sesusai kerja dan tanggung jawab. Group maneger dalam melaksanakan kerja dibantu oleh staf kebun, yaitu asisten kepala, asisten kebun
KASTRASI DAN MANAJEMEN KANOPI. Disampaikan Pada Materi Kelas PAM
KASTRASI DAN MANAJEMEN KANOPI Disampaikan Pada Materi Kelas PAM Pundu Learning Centre - 2012 DEFINISI Disampaikan Pada Materi Kelas PAM Pundu Learning Centre - 2012 DEFINISI Kastrasi, adalah kegiatan membuang
III. BAHAN DAN METODE
12 III. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai November 2009 di PTP Nusantara VI pada unit usaha Rimbo Satu Afdeling IV (Gambar Lampiran 5), Rimbo Dua Afdeling
PENANAMAN KELAPA SAWIT
PENANAMAN KELAPA SAWIT Pundu Learning Centre - 2013 Struktur Penulisan SOP Penanaman Kelapa Sawit Pundu Learning Centre - 2013 STRUKTURISASI SOP Penanaman KS Pedoman Teknis Strukturisasi Filosofi, Kebijakan
percobaan pemupukan, berdasarkan jumlah dan macam unsur hara yang diangkut hasil panen, berdasarkan ketersediaan unsur hara dalam tanah (analisis
PEMBAHASAN Tujuan pemupukan pada areal tanaman kakao yang sudah berproduksi adalah untuk menambahkan unsur hara ke dalam tanah supaya produktivitas tanaman kakao tinggi, lebih tahan terhadap hama dan penyakit,
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
22 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Pelaksanaan kegiatan magang yang dilakukan oleh penulis adalah aspek teknis dan manajerial. Aspek teknis yang dilakukan penulis berupa pembibitan, pemeliharaan tanaman (penunasan,
PEMBAHASAN Manajemen Panen Teluk Siak Estate
48 PEMBAHASAN Manajemen Panen Teluk Siak Estate Dalam kegiatan agribisnis kelapa sawit dibutuhkan keterampilan manajemen yang baik agar segala aset perusahaan baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia,
TINJAUAN PUSTAKA. apabila seluruh kondisi perlakuan dilaksanakan dengan baik.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Potensi produksi tanaman kelapa sawit tergantung dari tingkat kesesuaian lahan, keunggulan bahan tanam, dan tindakan kultur teknis. Unsur kesesuaian
PEMBAHASAN. Tabel 11. Rencana dan Realisasi Pemupukan Kebun Mentawak PT JAW Tahun 2007 dan 2008.
51 PEMBAHASAN Produksi Pencapaian produksi tandan buah segar (TBS) Kebun Mentawak PT JAW dari tahun 2005 2007 (Tabel 2) mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dari tahun 2005 ke 2006 ± 10 000 ton,
LEAF SAMPLING UNIT ( L S U )
LEAF SAMPLING UNIT ( L S U ) PENDAHULUAN Leaf sampling merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan rekomendasi pemupukan. Rekomendasi pupuk yang akurat akan menghasilkan produksi TBS yang maksimal.
TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit
TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) berasal dari Afrika dan termasuk famili Aracaceae (dahulu: Palmaceae). Tanaman kelapa sawit adalah tanaman monokotil
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
12 Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan Kebun Padang Halaban dipimpin oleh senior estate manager (SEM) yang merupakan pemegang puncak keputusan atas pengelolaan kebun secara efektif dan profesional
TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT
TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT NAMA INSTANSI FASILITATOR : MU ADDIN, S.TP : SMK NEGERI 1 SIMPANG PEMATANG : Ir. SETIA PURNOMO, M.P. Perencanaan pemeliharaan merupakan tahapan awal yang sangat
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Konservasi Tanah Salah satu faktor yang cukup penting dan peranannya sangat besar dalam usaha perkebunan kelapa sawit adalah kondisi sumberdaya lahannya. Keadaan tanah kebun inti I
Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) di PT Inti Indosawit Subur. 3 titik. 1 ha
LAMPIRAN 64 65 Tanggal 280220 0020 02020 0020 04020 0020 08020 09020 0020 020 2020 4020 5020 6020 020 8020 9020 2020 22020 2020 24020 25020 26020 2020 Lampiran. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pekerja
Perencanaan Pemupukan. Pengelolaan Pemupukan
PEMBAHASAN Pemupukan merupakan salah satu faktor pemeliharaan tanaman yang sangat penting dan sangat menentukan kesehatan, kejaguran dan produktivitas tanaman. Pemupukan bertujuan untuk menambah zat hara
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Pemupukan merupakan suatu upaya untuk menyediakan unsur hara yang cukup guna mendorong pertumbuhan vegetatif dan generatif yang normal sehingga dapat memberikan produksi tandan buah
I. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kelapa sawit biasanya mulai menghasilkan buah pada umur 3-4
I. TINJAUAN PUSTAKA A. Panen Tanaman kelapa sawit biasanya mulai menghasilkan buah pada umur 3-4 tahun. Proses pemanenan kelapa sawit meliputi kegiatan memotong tandan buah yang masak, memungut brondolan,
TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit
4 TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Taksonomi kelapa sawit yang dikutip dari Pahan (2008) adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Embryophyta Siphonagama Kelas : Angiospermeae Ordo : Monocotyledonae
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR DESA JAHAB KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTENEGARA
1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR DESA JAHAB KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTENEGARA Oleh SITI KHOMARIAH NIM. 070500115 PROGRAM STUDI BUDIDAYA
PEMBAHASAN Prosedur Gudang
44 PEMBAHASAN Pemupukan merupakan salah satu kegiatan penting di Unit Perkebunan Tambi selain pemetikan. Hal ini terkait dengan tujuan dan manfaat dari pemupukan. Tujuan pemupukan di Unit Perkebunan Tambi
HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pemupukan (4T) BPE Jenis Pupuk
62 HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pemupukan (4T) BPE Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan kandungan dan menjaga keseimbangan hara di dalam tanah. Upaya peningkatan efisiensi pemupukan dapat dilakukan dengan
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Mahasiswa pada saat melakukan kegiatan magang bertanggung jawab sebagai KHL selama satu bulan pertama, pendamping mandor pada bulan berikutnya, dan pendamping asisten Afdeling
PENGELOLAAN PANEN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA (GSPP) ASTRA AGRO LESTARI, DESA ARGA MULYA KALIMANTAN TENGAH
PENGELOLAAN PANEN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. GUNUNG SEJAHTERA PUTI PESONA (GSPP) ASTRA AGRO LESTARI, DESA ARGA MULYA KALIMANTAN TENGAH Benny G. Kaban A24060177 DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
PEMBAHASAN. Pengelolaan Pupuk
35 PEMBAHASAN Pahan (2008) menyebutkan bahwa pemupukan kelapa sawit dilakukan pada tiga tahap perkembangan tanaman, yaitu tahap pembibitan, TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), dan TM (Tanaman Menghasilkan).
HASIL DAN PEMBAHASAN Jenis Gulma Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunitas Gulma Lingkungan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Jenis Gulma Jenis gulma yang tumbuh di suatu tempat berbeda-beda, tergantung faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Menurut Sastroutomo (1990), komunitas tumbuhan memperlihatkan adanya
Lampiran 1 Curahan Tenaga Kerja (HK) Tanaman Tebu Per Ha Per Musim
Lampiran 1 Curahan Tenaga Kerja (HK) Tanaman Tebu Per Ha Per Musim Tanam 2009/2010 No Uraian Kegiatan Norma 1 Persiapan Lahan pembersihan lahan 25 Hk pembukaan jaringan drainase 10 Hk 2 Menanam Menanam
TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Botani Kelapa Sawit
3 TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Botani Kelapa Sawit Kelapa sawit berasal dari benua Afrika. Delta Nigeria merupakan tempat dimana fosil tepung sari dari kala miosen yang bentuknya sangat mirip dengan
SENSUS POKOK DAN IDENTIFIKASI POKOK
SENSUS POKOK DAN IDENTIFIKASI POKOK Pundu Learning Centre PENDAHULUAN Pundu Learning Centre PENDAHULUAN Kegiatan Sensus Pokok adalah kegiatan perhitungan seluruh jumlah pokok kelapa sawit (produktif dan
PEMBAHASAN Jenis dan Waktu Pemangkasan
47 PEMBAHASAN Pemangkasan merupakan salah satu teknik budidaya yang penting dilakukan dalam pemeliharaan tanaman kakao dengan cara membuang tunastunas liar seperti cabang-cabang yang tidak produktif, cabang
PEMBAHASAN Konsep Pemupukan Tepat Jenis
PEMBAHASAN Konsep Pemupukan Keefektifan pemupukan berkaitan dengan tingkat hara pupuk yang diserap tanaman. Pupuk dikatakan efektif jika sebagian besar hara pupuk diserap tanaman. Efesiensi pemupukan berkaitan
KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) I. SYARAT PERTUMBUHAN 1.1. Iklim Lama penyinaran matahari rata rata 5 7 jam/hari. Curah hujan tahunan 1.500 4.000 mm. Temperatur optimal 24 280C. Ketinggian tempat
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
(Pemahaman - Persiapan Pelaksanaan - Angkutan) NO. PSM/AGR-KBN/06 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 03 Maret 2015 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Disusun Oleh ; Diperiksa
Gambar 8. Citra ALOS AVNIR-2 dengan Citra Komposit RGB 321
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Kenampakan Secara Spasial Kelapa Sawit PT. Perkebunan Nusantara VIII Cimulang Citra yang digunakan pada penelitian ini adalah Citra ALOS AVNIR-2 yang diakuisisi pada tanggal
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. WARU KALTIM PLANTATION DESA WARU KECAMATAN WARU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALTIM Oleh : MUHAMMAD ARIFIN NIM. 100500114 PROGRAM
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
12 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Kegiatan magang yang dilakukan mencakup aspek teknis dan aspek manajerial. Aspek teknis meliputi kegiatan pengendalian gulma (manual dan kimiawi), pemupukan, pemanenan, penunasan,
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
telah ditetapkan, serta menjamin ketersediaan sumberdaya manusia di unit organisasinya. Dalam menjalankan tugasnya, Estate Manager dibantu oleh Asisten Kepala (Askep) yang bertugas membantu dalam pengawasan
TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Syarat Tumbuh
3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit diklasifikasikan sebagai berikut : Divisi : Embryophyta Siphonagama Kelas : Angiospermae Ordo : Monocotyledonae Famili : Arecaceae Sub Famili
KELAPA SAWIT. Oleh: TIM
KELAPA SAWIT Oleh: TIM UMP_Pelantaran Agro Estate- 2015 APA KEUNGGULAN KELAPA SAWIT? 1. Tumbuh terbatas hanya di Daerah Tropis 2. Manfaat luas 3. Risiko sosial dan teknis lebih terkendali 4. Produksi lebih
II. TINJAUAN PUSTAKA. pengumpulan hasil (TPH) berikut brondolannya (Vademecum PTPN IV, 2010).
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Panen 1. Pengertian Panen Panen adalah serangkaian kegiatan mulai dari memotong tandan matang panen sesuai kriteria matang panen, mengumpulkan dan mengutip brondolan serta
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
10 Divisi, dan Kepala Administrasi. Karyawan nonstaf terbagi menjadi karyawan Bulanan, Karyawan Harian Tetap (KHT), dan Karyawan Harian Lepas (KHL). Karyawan Bulanan terdiri atas pekerja tidak langsung
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan gambut Desa Rimbo Panjang
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan gambut Desa Rimbo Panjang Kecamatan Kampar dengan ketinggian tempat 10 meter di atas permukaan laut selama 5 bulan,
TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian
III. TATA CARA PENELITIN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di areal perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.
segar yang dipanen dapat masuk ke pabrik pada hari yang sama.
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Panen Kelapa Sawit Panen dan produksi merupakan hasil dari aktivitas kerja dibidang pemeliharaan tanaman. Baik dan buruknya pemeliharaan tanaman selama ini akan tercermin dari panen
METODE MAGANG. Tempat dan Waktu
METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang ini dilaksanakan selama empat bulan yang terhitung mulai dari 14 Februari hingga 14 Juni 2011. Kegiatan ini bertempat di Sungai Bahaur Estate (SBHE), PT Bumitama
PELAKSANAAN TEKNIS LAPANGAN
PELAKSANAAN TEKNIS LAPANGAN Aspek Teknis Kebun Selama menjalani kegiatan magang, penulis melaksanakan kegiatankegiatan teknis di lapangan ketika berstatus sebagai KHL. Selama menjadi KHL, penulis mengikuti
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
17 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Pengendalian gulma di perkebunan kelapa sawit umumnya difokuskan pada 3 tempat, yaitu di piringan, pasar pikul dan TPH. Hal ini dikarenakan
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Kegiatan pengendalian gulma pada Perkebunan Pantai Bonati dibagi menjadi dua metode yaitu pengendalian gulma secara kimiawi dan pengendalian
I. TINJAUAN PUSTAKA. mandor panen. Rumus peramalan produksi harian yaitu : P = L x K x T x B. L = Luas areal yang akan dipanen (ha)
I. TINJAUAN PUSTAKA A. Produksi 1. Peramalan Produksi Peramalan produksi sangat penting dan ketepatannya akan meningkatkan efesiensi dibidang pemakaian tenaga pemanen, angkutan dan jam olah pabrik. peramalan
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI & PENANGGULANGAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) NO. ISK/AGR-KBN/29 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 25 Februari 2015 Dimpos Giarto V. Tampubolon
TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Ekologi Kelapa Sawit
TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Akar tanaman kelapa sawit berfungsi sebagai penyerap unsur hara dalam tanah dan respirasi tanaman. Tanaman kelapa sawit berakar serabut. Perakarannya sangat kuat
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh YESSI AFRILLA NIM. 070500120 PROGAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN
SEMINAR TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH : NAMA :HENRIK FRANSISKUS AMBARITA NIM : : BUDIDAYA PERKEBUNAN PEMBIMBING : Ir. P.
SEMINAR TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH : NAMA :HENRIK FRANSISKUS AMBARITA NIM : 0901618 JURUSAN : BUDIDAYA PERKEBUNAN PEMBIMBING : Ir. P. Sembiring STIP-AP Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebuan
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI
PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI NO. ISK/AGR-KBN/22 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Hal 1 dari 5 SEJARAH PERUBAHAN DOKUMEN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penyebaran Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elais guineensis Jacq) diusahakan secara komersial di Afrika, Amerika Selatan, Asia Tenggara, Pasifik selatan, serta beberapa daerah lain
MANAJEMEN PANEN TANAMAN KELAPA SAWIT
Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor MANAJEMEN PANEN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI GUNUNG KEMASAN ESTATE, PT. BERSAMA SEJAHTERA
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
10 kasie, dan 5 orang asisten divisi. Karyawan non staf terdiri atas karyawan bulanan, karyawan harian tetap (KHT), dan karyawan harian lepas (KHL). Jumlah tenaga kerja SBHE sebanyak 636 per minggu ke
TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Kelapa Sawit
3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Kelapa Sawit Kelapa sawit merupakan tanaman yang berasal dari Afrika. Tanaman yang merupakan subkelas dari monokotil ini mempunyai habitus yang paling besar. Klasifikasi
BUDIDAYA KELAPA SAWIT
KARYA ILMIAH BUDIDAYA KELAPA SAWIT Disusun oleh: LEGIMIN 11.11.5014 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI AMIKOM YOGYAKARTA 2012 ABSTRAK Kelapa sawit merupakan komoditas yang penting karena
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Kegiatan magang yang dilakukan di Tambusai Estate mencakup aspek teknis dan aspek manajerial. Aspek teknis yang dilakukan meliputi kegiatan penunasan, sensus pokok, pengendalian
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
21 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Kegiatan teknis lapangan yang dilakukan penulis sebagai KHL adalah mengikuti dan melakukan beberapa kegiatan di divisi dan di kebun pembibitan. Kegiatan yang
Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Karyawan Harian Lepas
LAMPIRAN 53 Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai Karyawan Harian Lepas Tanggal Blok Kegiatan Status Prestas Kerja Standar Mahasiswa 22/02/2010 2,4,6,9 Pemupukan Dolomite 23/02/2010 26,27,29,30
PELAKSANAAN TEKNIS MAGANG
PELAKSANAAN TEKNIS MAGANG Pelaksanaan teknis magang yang dilakukan di PT National Sago Prima meliputi persiapan lahan (Land clearing), pengambilan anakan, persemaian, sensus, penanaman dan penyulaman,
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate,
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate,
II. TINJAUAN PUSTAKA. Panen adalah serangkaian kegiatan kegiatan dimulai dari memotong
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Panen Panen adalah serangkaian kegiatan kegiatan dimulai dari memotong tandan matang panen sesuai kriteria matang panen, mengumpulkan dan mengutip brondolan serta menyusun tandan
PERKIRAAN BIAYA PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR
PERKIRAAN PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR PEKERJAAN HK URIAN VOLUME 1. Lahan Bekas Hutan : Survey dan Blocking (Manual) 3 Peralatan, Bahan dll (PO) Babat - Imas (Manual) 1 o Excavator 6 JK 25, 1,5, 25 1,5,
PEMBAHASAN. Waktu Pangkas
PEMBAHASAN Pemangkasan merupakan salah satu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan di kebun teh yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan menurunkan tinggi tanaman sampai ketinggian tertentu.
Teknis Penanaman Baru dan Replanting. PT. Bumitama Gunajaya Agro, Februari 2017 Suroso Rahutomo
Teknis Penanaman Baru dan Replanting PT. Bumitama Gunajaya Agro, Februari 2017 Suroso Rahutomo Pendahuluan Kelapa Sawit 2015 Negara Swasta Rakyat Luas (juta ha) CPO (juta ton) Produktivitas (ton CPO/ ha
KEADAAN UMUM. Letak Geografi
8 KEADAAN UMUM PT. Sari Lembah Subur (SLS) merupakan anak perusahaan dari PT. Astra Agro Lestari, Tbk yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. PT. SLS adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit
HASIL DAN PEMBAHASAN
50 HASIL DAN PEMBAHASAN Produktivitas Kebun Air sangat diperlukan tanaman untuk melarutkan unsur-unsur hara dalam tanah dan mendistribusikannya keseluruh bagian tanaman agar tanaman dapat tumbuh secara
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Kegiatan magang yang dilakukan terdiri dari aspek teknis dan aspek manajerial. Aspek teknis yaitu melakukan kegiatan teknis di lapangan selama menjadi karyawan harian. Aspek
TINJAUAN PUSTAKA. Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit
TINJAUAN PUSTAKA Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit semula merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan-hutan maupun daerah semak belukar tetapi kemudian dibudidayakan. Sebagai tanaman
Lampiran 1. Peta Kebun PT. Sari Aditya Loka I
Lampiran 1. Peta Kebun PT. Sari Aditya Loka I Lampiran 2. Jurnal Harian Kegiatan Magang Tanggal Uraian Kegiatan Lokasi Keterangan 19 Februari Perkenalan bersama kepala kebun dan asisten 20 Februari Orientasi
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. SAWIT SUKSES SEJAHTERA DESA SENYIUR KECAMATAN MUARA ANCALONG KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG DI PT. SAWIT SUKSES SEJAHTERA DESA SENYIUR KECAMATAN MUARA ANCALONG KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh : SONI SETIAWAN NIM. 120 500 086 PROGRAM STUDI BUDIDAYA
III. BAHAN DAN METODE
III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah di laksanakan di Rumah Kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Jalan Bina Widya KM 12,5 Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru yang berada
PEMBAHASAN. Keefektifan Pemupukan dengan Prinsip Empat Tepat
20 PEMBAHASAN Keefektifan Pemupukan dengan Prinsip Empat Tepat Tepat Jenis Jenis pupuk yang digunakan di Kebun Sei Air Hitam (SAH) berdasarkan rekomendasi dari bagian kantor pusat. Penentuan jenis dan
