Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.8, Juli 2013 ( ) ISSN:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.8, Juli 2013 ( ) ISSN:"

Transkripsi

1 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: PEMILIHAN SISTEM PENGAMANAN PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS: PANTAI WORI DI KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA) Rzky Rene Plangten H. Tarore M. Sb D. R. O. Walangtan Fakultas Teknk Jurusan Teknk Spl Unverstas Sa Ratulang Manado eal: [email protected] ABSTRAK Dala rangka engatas persoalan dala pengablan keputusant dsajkan sebuah etode pengablan keputusan yang dsebut Analytcal Herarchy Process AHP. Dengan enggunakan etode AHP n akan ebantu peecahan untuk pelhan bangunan pengaan panta. Pengablan keputusan adalah proses pelhan alternatf terbak untuk encapa sasaran endefnskan pengablan keputusan adalah suatu proses pelhan antara beberapa tndakan alternatf untuk tujuan pencapaan sebuah sasaran atau lebh. Pengablan keputusan elput epat tahapan utaa yatu kecerdasan desan plhan dan pleentas. Penggunaan etode AHP dala perencanaan sste pengaan panta untuk panta Wor encakup prortas penanganan asalah lokas dala ruas panta dan pelhan sste pengaan panta terbak dala hal n konstruks bangunan pengaan panta yang cocok pada lokas. Sste pengaan panta yang daksud dala stud n adalah struktur pengaan panta yang asuk dala urutan tga besar hasl analss AHP yatu Seawall Gron dan Jetty. Metode Analytcal Herarchy Process erupakan etode yang cukup representatf dala ebantu proses pengablan keputusan terhadap beberapa alternatf yang elk poss yang endekat satu saa lan. Hal n terbukt dengan penerapan etode AHP pada pelhan alternatf sste pengaan panta dapat enghaslkan keputusan yang secara kuanttatf dapat dtera. Metode Analytcal Herarchy Process dapat dgunakan untuk pelhan alternatf bangunan pengaan panta dana pada panta Wor penerapan etode n enghaslkan keputusan sebaga berkut Seawall : % Gron : 78 % Jetty : 3697 % Kata kunc : Analytcal Herarchy Process Alternatf Keputusan PENDAHULUAN Latar Belakang Sulawes Utara erupakan daerah yang elk wlayah panta yang cukup luas. Sebagan wlayah panta erupakan daerah cukup padat peukan. Sebagan besar dar ereka beruk sangat dekat dengan gars panta sehngga tdak ada lag daerah sepadan panta bahkan d sebagan tepat peukan sudah berada d atas ar. Selan tu panta Sulawes Utara elk potens parwsata yang tngg. Salah satu panta yang dekat dengan peukan yakn panta Wor yang terletak d desa Wor Kabupaten Mnahasa Utara. Ruusan Masalah. Apakah Metode Analytcal Herarchy Process yang tepat dala pengablan keputusan yang optal?. Bagaana enganalss sesua prosedur dan ekanse Analytcal Herarchy Process? Batasan Masalah Peneltan n dbatas pada asalah sebaga berkut yatu : 79

2 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: Krtera-krtera yang dpaka tdak dabl berdasarkan hasl survey yang cukup endala.. Tdak enggunakan bangunan pengaan panta tpe non struktur. 3. Krtera yang dpaka elput hdrooseanograf pengaruh terestoral dapak sosal-ekono pengaruh lngkungan dan tngkat kerusakan lokal. Tujuan Peneltan Adapun tujuan dar peneltan n tugas adalah:. Menetapkan sste pengaan panta pada lokas panta wor berdasarkan hasl keputusan dar etode AHP yang dgunakan secara optal. 3. Menganalss sste pengaan panta dengan enggunakan etode AHP. Manfaat Peneltan Manfaat dar peneltan n adalah engetahu etode pengablan keputusan yang tepat dala suatu perencanaan proyek. LANDASAN TEORI Pengablan Keputusan Keputusan adalah suatu plhan yang dbuat antara dua atau lebh alternatf yang terseda. Pengablan keputusan adalah proses pelhan alternatf terbak untuk encapa sasaran. (Saaty 993) endefnskan pengablan keputusan adalah suatu proses pelhan antara beberapa tndakan alternatf untuk tujuan pencapaan sebuah sasaran atau lebh. Pengablan keputusan elput epat tahapan utaa yatu kecerdasasan desan plhan dan pleentas. Pengablan Keputusan Mult-Krtera Pengablan keputusan ult-krtera adalah bagan dar ruang lngkup peneltan yang dsebut obyek keputusan ult-krtera. Pengablan keputusan n erupakan pendekatan yang bersfat deskrptf. Analss Pengablan Keputusan Mult- Krtera Tpe analss yang dgunakan untuk enyelesakan persoalan ult-krtera adalah pengablan keputusan ultobyektf dana dgunakan untuk enyelesakan perasalahan yang ensyaratkan pelhan dar perangkat plhan yang bersfat enerus serta pengablan keputusan ult-krtera d ana dgunakan untuk enyelesakan perasalahan yang ensyaratkan pelhan dar plhan ultkrtera yang bersfat dskrt. Metode Analytcal Herarchy Process AHP Teor Keputusan Gars besar langkah-langkah sklus analts keputusan : dar nforas awal yang dkupulkan dlakukan pendefnsan dan penghubungan varabel-varabel yang epengaruh keputusan pada tahap deternstk. Inforas Pengupul an nforas Inforas Awal Tahap deternstk (peruusan alternatf dan krtera) Pengupulan nforas baru Pengablan keputusan Tndakan Gabar. Skea Sklus Analss Keputusan. Tahap probablstk (penetapan nla dan varasnya) Tahap nforasonal Model keputusan dengan AHP Proses Herark Analtk (Analytcal Herarchy Process-AHP) dkebangkan oleh Dr. Thoas L. Saaty dar Wharton School of Busness pada tahun 97-an untuk engorgansaskan nforas dan judgent dala elh alternatf yang palng dsuka (Saaty 993). Prnsp Kerja AHP Prnsp kerja AHP adalah penyederhanaan suatu persoalan kopleks yang tdak terstruktur stratejk dan dnak enjad 8

3 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: bagan-bagannya serta enata dala suatu herark. Ide dasar prnsp kerja AHP adalah: a. Penyusunan herark. Suatu struktur hrark dapat dbentuk dengan enggunakan kobnas antara de pengalaan dan pandangan orang lan. (Saaty ) Karenanya tdak ada suatu kupulan prosedur baku yang berlaku secara uu dan absolut untuk pebentukan hrark. Struktur hrark tergantung pada konds dan koplekstas perasalahan yang dhadap serta detal penyelesaan yang dkehendak. Matrks Bandng Berpasangan. W W... Wj W A A j A = A j = W /A... A j W /A /A... c. Penlaan Krtera dan Alternatf. Krtera dan alternatf dnla elalu perbandngan berpasangan untuk berbaga persoalan skala sapa 9 adalah skala terbak dala engekspreskan pendapat. (Saaty993). Herark yang terbentuk elk level-level yang eperlhatkan faktor-faktor yang hendak danalss sepert terlhat pada Tabel. Pada setap herark dlakukan prosedur perhtungan perbandngan berpasangan (par wse). Tabel. Penlaan Krtera dan Alternatf etode AHP Nla Keterangan Gabar. Model AHP secara uu. Suber: Saaty () b. Matrks Par Wse Coparson. Perhtungan bobot nput dala bars/kolo. A j = W /W j dan j = 3... untuk = 3... W = Bobot nput dala bars W j = Bobot nput dala kolo Perhtungan atrks bars berpasangan W W...W n adalah set eleen pada suatu tngkat keputusan dala herark. Kuantfkas pendapat dar hasl; koparas berpasangan ebentuk atrks x j. Nla A j erupakan nla atrks pendapat hasl koparas yang encernkan nla kepentngan W terhadap W j sepert pada gabar Krtera/alternatf A saa pentng dengan krtera/alternatf B A sedkt lebh pentng dar B A jelas lebh pentng dar B A sangat jelas lebh pentng dar B A utlak lebh pentng dar B Apabla ragu-ragu antara dua nla yang berdekatan Suber: Crowe et al. 998; Saaty ; Hafeez et al. Ket : Nla perbandngan A dengan B adalah (satu) dbag dengan nla perbandngan B dengan A. d. Penentuan Prortas. Langkah pertaa dala enetapkan prortas untuk setap krtera dan alternatf adalah dengan ebuat perbandngan berpasangan (parwse coparsons). Nlanla perbandngan relatf keudan dolah 8

4 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: untuk enentukan perngkat relatf dar seluruh alternatf. e. Konsstens logs. Perhtungan Manpulas Matrks. ) Kuadrat dar atrks A. A dkuadratkan enjad A j. Eleen A j jka dtuls secara ateats adalah a j = (a.a j j j ) ) Perhtungan julah bobot dala bars A j. B b = a' 3) Perhtungan Julah dar julah bobot dala bars A j. B T = j a' ) Matrks Stokastk (noralsas) dhaslkan dengan erubah julah bobot bars A j. B b = j a' a' Perhtungan Consstency Rato (CR) CR erupakan paraeter yang dgunakan dala teknk AHP untuk eerksa apakah perbandngan berpasangan telah dlakukan dengan konsekuen atau tdak. Perlu dketahu bahwa rato yang danggap bak yatu apabla CR dana CR erupakan perbandngan antara CI dan RI. Nla RI erupakan nla rando ndeks yang dkeluarkan oleh Oarkrdge Laboratory yang berupa tabel d bawah n : Tabel. Nla Rando Indeks (RI). N R I Suber: Saaty () Untuk enentukan Consstency Rato (CR) dhaslkan dengan engalkan atrks perbandngan berpasangan awal dengan nla egen pada teras terakhr atau dala ekspres ateatk dapat dtuls : {CR} x = / A / A A / A A n j B b A n j Bb n B b dana n enandakan tngkat prosedur teras. Selanjutnya dlakukan perhtungan vektor konsstens (Consstency Vector). CR CR {CV} = CR / B / B n b n b / B Nla rata-rata (p) dar vektor konsstens dapat dtuls : p = CV Nla Konsstens Indeks (CI) dapat dhtung sebaga berkut : CI = p n b CV Setelah nla CI ddapat aka nla Consstency Rato (CR) dapat dhtung enjad CR = CI / RI dana RI dtentukan berdasarkan banyaknya alternatf. Bangunan Pengaan Panta Uu Penanganan asalah panta yatu perlndungan panta shore protecton erupakan satu hal yang sangat pentng untuk dlakukan. 8

5 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: Defns Panta Ada dua stlah tentang kepantaan dala bahasa Indonesa yang serng rancu peakaannya yatu pessr (coast) dan panta (shore). Pessr adalah daerah darat d tep laut yang ash endapat pengaruh laut sepert pasang surut angn laut dan perebesan ar laut. pendangkalan d uara dala katannya dengan pengendalan banjr. d. Peecah gelobang lepas panta. Peecah gelobang lepas panta adalah bangunan yang dbuat sejajar panta dan berada pada jarak tertentu dar gars panta. Bangunan Pengaan Panta a. Tebok Laut (Sea Wall) dan Revetent. Seawall adalah struktur vertkal yang cenderung akan elndung panta terhadap perubahan gars panta dan eros akbat gelobang laut. Gabar. Peecah Gelobang Lepas Panta Gabar 3. Seawall b. Gron. Gron adalah bangunan pelndung panta yang basanya dbuat tegak lurus panta dan berfungs untuk enahan transport seden sepanjang panta sehngga bsa engurang atau enghentkan eros yang terjad. Tpe dan bentuk gron terlhat pada Gabar. d bawah n. Gabar. Tpe dan Bentuk Gron. c. Jetty. Jetty adalah bangunan tegak lurus panta yang dletakkan pada kedua ss uara sunga yang berfungs untuk encegah Krtera-Krtera Yang Dgunakan a. Gelobang. ) Rwayat faktor pentng = adalah rekaan perstwa sebelunya. a) Rendah - Skor -3 : - kal kejadan dala tahun terakhr b) Sedang - Skor -7 : -3 kal kejadan dala tahun terakhr c) Tngg - Skor 8- : > kal kejadan dala tahun terakhr ) Kerawanan faktor pentng = a) Rendah - Skor -3 : < % terbas b) Sedang - Skor -7 : -% terbas c) Tngg - Skor 8- : > % terbas 3) Probabltas faktor pentng = 7 adalah keungknan kejadan tersebut d keudan har dala suatu perode waktu tertentu. a) Rendah - Skor -3 : kra-kra satu kal kejadan dala - tahun b) Sedang - Skor -7 : kra-kra satu kal kejadan dala - tahun c) Tngg - Skor 8- : kra-kra satu kal kejadan dala - tahun ) Ancaan aksu faktor pentng = a) Rendah - Skor -3 : < % terbas b) Sedang - Skor -7 : -% terbas c) Tngg - Skor 8- : >% terbas 83

6 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: b. Eros. ) Perubahan gars panta a) Rendah - Skor -3 : < /tahun b) Sedang - Skor -7 : - /tahun c) Tngg - Skor 8- : - /tahun ) Gerusan d kak bangunan a) Rendah - Skor -3 : tdak ebahayakan konstruks b) Sedang - Skor -7 : cukup berbahaya terhadap konstruks c) Tngg - Skor 8- : sangat ebahayakan stabltas bangunan tersebut dan bangunan lan dsektarnya. 3) Panjang panta yang tereros a) Rendah - Skor -3 : b) Sedang - Skor -7 : - c) Tngg - Skor 8- : > c. Abras. ) Lebar panta terabras a) Rendah - Skor -3 : < /tahun b) Sedang - Skor -7 : cukup berbahaya terhadap konstruks c) Tngg - Skor 8- : sangat ebahayakan stabltas bangunan tersebut dan bangunan lan dsektarnya. ) Panjang panta terabras a) Rendah - Skor -3 : b) Sedang - Skor -7 : - c) Tngg - Skor 8- : > d. Sedentas. ) Laa uara tertutup a) Rendah - Skor -3 : - bulan b) Sedang - Skor -7 : - bulan c) Tngg - Skor 8- : > bulan ) Presentase pebukaan uara a) Rendah - Skor -3 : > 8% b) Sedang - Skor -7 : -8% c) Tngg - Skor 8- : < % 3) Pengaruh sedentas dar sunga terhadap sektar a) Rendah - Skor -3 : lokal b) Sedang - Skor -7 : lokal dan sektarnya (- k ) c) Tngg - Skor 8- : daerah yang luas ( k ) e. Lngkungan. ) Kualtas ar laut a) Rendah - Skor -3 : pencearan berada d bawah abang batas b) Sedang - Skor -7 : pencearan berada d sektar abang c) Tngg - Skor 8- : pencearan berada d atas abang batas ) Terubu karang a) Rendah - Skor -3 : kerusakan pada -3% luas areal terubu b) Sedang - Skor -7 : kerusakan pada 3-7% luas areal terubu c) Tngg - Skor 8- : kerusakan pada 7-% luas areal terubu 3) Hutan Mangrove a) Rendah - Skor -3 : kerusakan pada -3% luas areal hutan b) Sedang - Skor -7 : kerusakan pada 3-7% luas areal hutan c) Tngg - Skor 8- : kerusakan pada 7-% luas areal hutan. METODOLOGI PENELITIAN Tepat dan Waktu Peneltan Tepat peneltan yang dabl berdasarkan berlokas d panta Wor Kabupaten Mnahasa Utara. Waktu peneltan dlakukan ula awal bulan Oktober dula dar persapan stud lterature pengupulan data sapa penyusunan hasl peneltan. Bahan dan Peralatan. Bahan-bahan yang dgunakan dala peneltan/penulsan skrps yatu: a. Buku-buku penunjang yang enyangkut dengan peneltan/judul penulsan sebaga pedoan untuk penyelesaan penulsan skrps yang erupakan stud kepustakaan dala penulsan skrps. b. Data-data proyek yang d tnjau. Peralatan yang dgunakan yatu (satu) unt koputer sebaga fungs untuk pengetkan penyelesaan penulsan skrps Bagan Alr Peneltan Adapun peneltan n engkut bagan alr sepert pada Gabar 3. 8

7 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: Data Prer - Profl panta -Tpe bangunan pengaan Mula Stud Lteratur Pengupulan Data Data Sekunder - Observas Lapangan - Wawancara Penyusunan Krterakrtera untuk setap panta Tdak c. Analss data. d. Kespulan dan saran. Analsa Awal PEMBAHASAN Defns Masalah Krtera-krtera AHP yang dabl adalah krtera yang eberkan pengaruh sgnfkan terhadap sste. Adapun krtera yang dtetapkan untuk pelhan bangunan pengaan panta encakup: a. Gelobang. b. Eros. c. Abras. d. Sedentas. e. Lngkungan. O Ya Tngkat Kerawanan Tabel 3. Tngkat kerawanan Panta Wor Analss Data dan Pebahasan - Penyusunan Model Keputusan AHP - Pengablan Keputusan Pelhan tpe Bangunan pengaan panta Kespulan Selesa Gabar. Bagan Alr Peneltan Prosedur Peneltan Metodolog yang dgunakan dala peneltan n encakup kajan dan stud lteratur pengupulan data penyusunan dan penerapan odel keputusan Analytcal Herarchy Process output keputusan. Metode Pelaksanaan Peneltan Metodolog yang dgunakan dala peneltan n encakup kajan dan stud lterature pengupulan data penyusunan dan penerapan odel keputusan Analytcal Herarchy Process output keputusan. Secara rngkas djelaskan sebaga berkut : a. Kajan dan stud lteratur. b. Pengupulan data. NO Koponen Indkator Evaluas Total Kategor Bobot Faktor Skor Skor Gelobang Rwayat Tngg Kerawanan Tngg Ancaan Tngg Probabltas Tngg 7 7 Skor Sub- Eros Perubahan Gars Panta Sedang 7 6 Gerusan Tngg 3 3 Panjang panta Tngg 8 8 Skor Sub- 3 Abras Lebar Sedang 6 7 terabras Panjang terabras Sedang 7 7 Skor Sub-3 Sedentas Laa Rendah tertutup % Muara Sedang Terbuka Pengaruh Sedentas ke daerah sektar Tngg 3 8 Skor Sub- 8 Lngkungan Kualtas Sedang Ar Laut Terubu Rendah Karang Hutan Mangrove Rendah Skor Sub- Skor Akhr 63 Level Kerawanan dan Kerusakan : Sedang Syarat-syarat Alternatf Pada peneltan n akan dpaka tga tpe bangunan pengaan panta yatu Seawall Gron dan Jetty. a. Seawall. ) Tdak ada sunga ) Keadaan gelobang besar 8

8 Jurnal Spl Statk Vol. No.8 Jul 3 (79-86) ISSN: ) Keadaan lngkungan berkualtas rendah ) Tngkat eros dan abras besar ) Proses sedentas d uara rendah b. Gron. ) Tdak ada sunga ) Keadaan Gelobang sedang 3) Tngkat eros dan abras besar ) Kualtas lngkungan berada dala nterval rendah sedang ) Proses sedentas d uara rendah c. Jetty. ) Terdapat sunga ) Keadaan gelobang berada dala nterval rendah sedang 3) Tngakt eros dan abras berada dala nterval rendah sedang ) Kualtas lngkungan berada dala nterval rendah tngg ) Proses sedentas d uara besar Bobot Alternatf. Tabel. Matrks hubungan Krtera dan Alternatf. Gelo bang Eros Abras Seden tas Lngku ngan Bobot Krtera Seawall Gron Jetty Hasl AHP adalah sebaga berkut : - Seawall =. - Gron =.78 - Jetty =.3697 Dar hasl AHP ddapatkan score tertngg pada Seawall. Berdasarkan score n aka akan dgunakan Bangunan Pengaan Panta jens Seawall. PENUTUP Kespulan Berdasarkan analsa yang dlakukan aka dhaslkan kespulan sebaga berkut yatu :. Metode Analytcal Herarchy Process erupakan etode yang cukup representatf dala ebantu proses pengablan keputusan terhadap beberapa alternatf yang elk poss yang endekat satu saa lan.. Metode Analytcal Herarchy Process dapat dgunakan untuk pelhan alternatf bangunan pengaan panta dana pada panta Wor penerapan etode n enghaslkan keputusan sebaga berkut : - Seawall : % - Gron : 78 % - Jetty : 3697 % Saran Adapun hal-hal yang dsarankan yakn kualtas peneltan dapat dtngkatkan dengan elakukan kajan-kajan yang endala dengan elbatkan ahl-ahl ultdsploner yang telah teruj kredbltas dan kapabltasnya. DAFTAR PUSTAKA Saaty T. L Pengablan Keputusan Bag Para Pepn: Proses Hrark Analtk untuk Pengablan Keputusan dala Stuas yang Kopleks Pustaka Bnaan Pressndo Jakarta. Saaty T. L.. Decson Makng for Leaders. Unversty of Pttsburgh. Saaty T.L. and Vargas L.G.. Models Methods Concepts and Applcatons of the Analytc Herarchy Process Boston: Kluwer Acadec Publshers. 86

Penerapan Aljabar Matrik Dalam Analisa Masukan-Keluaran Elistya Rimawati 6)

Penerapan Aljabar Matrik Dalam Analisa Masukan-Keluaran Elistya Rimawati 6) ISSN : 693 73 Penerapan Aljabar Matrk Dala Analsa Masukan-Keluaran Elstya Rawat 6) Abstrak Analsa asukan-keluaran bertolak dar anggapan bahwa suatu sste perekonoan terdr atas sector-sektor yang salng berkatan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam memlh sesuatu, mula yang memlh yang sederhana sampa ke hal yang sangat rumt yang dbutuhkan bukanlah berpkr yang rumt, tetap bagaman berpkr secara sederhana. AHP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan yang bertujuan untuk mendeskrpskan langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran matematka berbass teor varas berupa Rencana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf. Peneltan deskrptf merupakan peneltan yang dlakukan untuk menggambarkan sebuah fenomena atau suatu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 ENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum dapat dkatakan bahwa mengambl atau membuat keputusan berart memlh satu dantara sekan banyak alternatf. erumusan berbaga alternatf sesua dengan yang sedang

Lebih terperinci

PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI

PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI Reky Stenly Wndah Dosen Jurusan Teknk Spl Fakultas Teknk Unverstas Sam Ratulang Manado ABSTRAK Pada bangunan tngg,

Lebih terperinci

PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING

PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING Meda Informatka, Vol. 2, No. 2, Desember 2004, 57-64 ISSN: 0854-4743 PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING Sr Kusumadew Jurusan Teknk Informatka, Fakultas

Lebih terperinci

Bab VII Contoh Aplikasi

Bab VII Contoh Aplikasi Bab VII Contoh Aplkas Dala bab n akan dberkan lustras tentang aplkas statstk penguj VVVS dala eontor kestablan atrks korelas pada proses produks dudukan kabel tegangan tngg (flange) d PT PINDAD (Persero).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang I ENDHULUN. Latar elakang Mengambl keputusan secara aktf memberkan suatu tngkat pengendalan atas kehdupan spengambl keputusan. lhan-plhan yang dambl sebenarnya membantu dalam penentuan masa depan. Namun

Lebih terperinci

BAB III SAMPLING BERKELOMPOK DAN SAMPLING BERKELOMPOK DENGAN PROBABILITY PROPORTIONAL TO SIZE (PPS)

BAB III SAMPLING BERKELOMPOK DAN SAMPLING BERKELOMPOK DENGAN PROBABILITY PROPORTIONAL TO SIZE (PPS) BAB III SAPLING BERKELOPOK DAN SAPLING BERKELOPOK DENGAN PROBABILITY PROPORTIONAL TO SIZE (PPS) 3. Saplng Berkelopok Populas elk konds yang berbeda beda jka dlhat berdasarkan ukurannya. Pada pebahasan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 2 LNDSN TEORI 2. Teor engamblan Keputusan Menurut Supranto 99 keputusan adalah hasl pemecahan masalah yang dhadapnya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang past terhadap suatu pertanyaan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dilakukan secara purposive atau sengaja. Pemilihan lokasi penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokas Peneltan Peneltan dlaksanakan d Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang pada bulan Februar hngga Me 2017. Pemlhan lokas peneltan dlakukan secara purposve

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penentuan lokasi dilakukan secara tertuju (purposive) karena sungai ini termasuk

METODE PENELITIAN. Penentuan lokasi dilakukan secara tertuju (purposive) karena sungai ini termasuk IV. METODE PENELITIAN 4.1. Tempat dan Waktu Peneltan Peneltan n dlakukan d Sunga Sak, Kota Pekanbaru, Provns Rau. Penentuan lokas dlakukan secara tertuju (purposve) karena sunga n termasuk dalam 13 sunga

Lebih terperinci

PENERAPAN LOGIKA FUZZY DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK JALUR PEMINATAN MAHASISWA

PENERAPAN LOGIKA FUZZY DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK JALUR PEMINATAN MAHASISWA onferens Nasonal Sste dan Inforatka 09; Bal, Noveber 4, 09 PENERAPAN LOGIA FUZZY DALAM PENGAMBILAN EPUTUSAN UNTU JALUR PEMINATAN MAHASISWA Sauel Lukas*, Melayana**, Wlla Sson* * Jurusan Teknk Inforatka

Lebih terperinci

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel 4 BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Peneltan Obyek dalam peneltan n adalah kebjakan dvden sebaga varabel ndependen (X) dan harga saham sebaga varabel dependen (Y). Peneltan n dlakukan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Pada peneltan n, penuls memlh lokas d SMA Neger 1 Bolyohuto khususnya pada sswa kelas X, karena penuls menganggap bahwa lokas

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS 28 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN DAN ANALISIS 4.1 Kerangka Pemkran dan Hpotess Dalam proses peneltan n, akan duj beberapa varabel software yang telah dsebutkan pada bab sebelumnya. Sesua dengan tahapan-tahapan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PEELITIA 3.1. Kerangka Pemkran Peneltan BRI Unt Cbnong dan Unt Warung Jambu Uraan Pekerjaan Karyawan Subyek Analss Konds SDM Aktual (KKP) Konds SDM Harapan (KKJ) Kuesoner KKP Kuesoner KKJ la

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder. Data yang dgunakan melput: (1) PDRB Kota Duma (tahun 2000-2010) dan PDRB kabupaten/kota

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada 3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Peneltan yang dlakukan oleh penelt berlokas d Kelas Ak 6, SMK Neger I Gorontalo. Penetapan lokas tersebut berdasarkan pada

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi. BAB LANDASAN TEORI Pada bab n akan durakan beberapa metode yang dgunakan dalam penyelesaan tugas akhr n. Selan tu penuls juga mengurakan tentang pengertan regres, analss regres berganda, membentuk persamaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Energ sangat berperan pentng bag masyarakat dalam menjalan kehdupan seharhar dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab tu penngkatan serta pembangunan

Lebih terperinci

BAB II TEORI ALIRAN DAYA

BAB II TEORI ALIRAN DAYA BAB II TEORI ALIRAN DAYA 2.1 UMUM Perhtungan alran daya merupakan suatu alat bantu yang sangat pentng untuk mengetahu konds operas sstem. Perhtungan alran daya pada tegangan, arus dan faktor daya d berbaga

Lebih terperinci

III PEMBAHASAN. merupakan cash flow pada periode i, dan C. berturut-turut menyatakan nilai rata-rata dari V. dan

III PEMBAHASAN. merupakan cash flow pada periode i, dan C. berturut-turut menyatakan nilai rata-rata dari V. dan Pada bab n akan dbahas mengena penyelesaan masalah ops real menggunakan pohon keputusan bnomal. Dalam menentukan penlaan proyek, dapat dgunakan beberapa metode d antaranya dscounted cash flow (DF). DF

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB III METODELOGI PENELITIAN. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Metode peneltan mengungkapkan dengan jelas bagamana cara memperoleh data yang dperlukan, oleh karena tu metode peneltan lebh menekankan pada strateg, proses

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi Geometri dengan

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi Geometri dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan pengembangan yang bertujuan untuk menghaslkan Lembar Kegatan Sswa (LKS) pada mater Geometr dengan pendekatan pembelajaran berbass

Lebih terperinci

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan

Lebih terperinci

Nama : Crishadi Juliantoro NPM :

Nama : Crishadi Juliantoro NPM : ANALISIS INVESTASI PADA PERUSAHAAN YANG MASUK DALAM PERHITUNGAN INDEX LQ-45 MENGGUNAKAN PORTOFOLIO DENGAN METODE SINGLE INDEX MODEL. Nama : Crshad Julantoro NPM : 110630 Latar Belakang Pemlhan saham yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Jens peneltan yang akan dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan pengembangan (Research and Development). Peneltan Research and Development (R&D) n merupakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 ENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusa dlahrkan ke duna dengan ms menjalankan kehdupannya sesua dengan kodrat Illah yakn tumbuh dan berkembang. Untuk tumbuh dan berkembang, berart setap nsan harus

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Peneltan n menggunakan peneltan ekspermen; subyek peneltannya dbedakan menjad kelas ekspermen dan kelas kontrol. Kelas ekspermen dber

Lebih terperinci

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan berbasis masalah ini

BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan berbasis masalah ini BAB III METODE PENELITIAN A. Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan berbass masalah n adalah metode pengembangan atau

Lebih terperinci

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL

BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL Analss sumbangan sektor-sektor ekonom d Bal terhadap pembangunan ekonom nasonal bertujuan untuk mengetahu bagamana pertumbuhan dan

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen. BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Peneltan Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan deskrptf dengan analsa kuanttatf, dengan maksud untuk mencar pengaruh antara varable ndependen

Lebih terperinci

HUBUNGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

HUBUNGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT HUBUNGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ABSTRAK STEVANY HANALYNA DETHAN Fakultas Ekonom Unv. Mahasaraswat Mataram e-mal : [email protected]

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desan Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode ekspermen karena sesua dengan tujuan peneltan yatu melhat hubungan antara varabelvarabel

Lebih terperinci

KEANDALAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL DI KABUPATEN MERAUKE-PAPUA

KEANDALAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL DI KABUPATEN MERAUKE-PAPUA Jurnal Ilah Mustek An Ha Vol. 4 o. 3, Deseber 2015 KEADALA SISTEM PEMBAGKIT LISTRIK TEAGA DIESEL DI KABUPATE MERAUKE-PAPUA Johan Kar Eal: [email protected], [email protected] Jurusan Teknk Elektro,

Lebih terperinci

*Corresponding Author:

*Corresponding Author: Prosdng Senar Sans dan Teknolog FMIPA Unul Perode Maret 016, Saarnda, Indonesa ISBN: 978-60-7658-1-3 Pengendalan Kualtas Produk Menggunakan Peta Kendal T Hotellng Dan Analss Keapuan Proses Untuk Data Multvarat

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and III. METODE PENELITIAN A. Desan Peneltan Peneltan n merupakan peneltan pengembangan (Research and Development). Peneltan pengembangan yang dlakukan adalah untuk mengembangkan penuntun praktkum menjad LKS

Lebih terperinci

ε adalah error random yang diasumsikan independen, m X ) adalah fungsi

ε adalah error random yang diasumsikan independen, m X ) adalah fungsi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Analss regres merupakan suatu metode yang dgunakan untuk menganalss hubungan antara dua atau lebh varabel. Pada analss regres terdapat dua jens varabel yatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Matematka sebaga bahasa smbol yang bersfat unversal memegang peranan pentng dalam perkembangan suatu teknolog. Matematka sangat erat hubungannya dengan kehdupan nyata.

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 11 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan adalah ndustr yang syarat dengan rsko. Mula dar pengumpulan dana sebaga sumber labltas, hngga penyaluran dana pada aktva produktf. Berbaga kegatan jasa

Lebih terperinci

Pengendalian Kualitas Proses Produksi Tube Plastik Di Pt. X Menggunakan Peta Kendali P Multivariat

Pengendalian Kualitas Proses Produksi Tube Plastik Di Pt. X Menggunakan Peta Kendali P Multivariat JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol., No., (3) 33-35 (3-98X Prnt) D-95 Pengendalan Kualtas Proses Produks Tube Plastk D Pt. X Menggunakan Peta Kendal P Multvarat Ia Rdo Rarso, Luca Ardnant, dan Muhaad Mashur

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PEDAHULUA. Latar Belakang Rsko ddentfkaskan dengan ketdakpastan. Dalam mengambl keputusan nvestas para nvestor mengharapkan hasl yang maksmal dengan rsko tertentu atau hasl tertentu dengan rsko yang

Lebih terperinci

III. EVALUASI METODE PENARIKAN CONTOH PADA PENDUGAAN PRODUKTIVITAS KOMODITAS HORTIKULTURA

III. EVALUASI METODE PENARIKAN CONTOH PADA PENDUGAAN PRODUKTIVITAS KOMODITAS HORTIKULTURA 4 III. VALUASI TOD PNARIKAN CONTOH PADA PNDUGAAN PRODUKTIVITAS KOODITAS HORTIKULTURA 3.. Gabaran Uu etode Penarkan Contoh Penarkan contoh atau saplng erupakan suatu proses nferens engena keseluruhan (populas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 8 III. METODE PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan adalah suatu cara yang dpergunakan untuk pemecahan masalah dengan teknk dan alat tertentu sehngga dperoleh hasl yang sesua dengan tujuan peneltan.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat BAB LANDASAN TEORI. 1 Analsa Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstk pada tahun 1877 oleh Sr Francs Galton. Galton melakukan stud tentang kecenderungan tngg badan anak. Teor Galton

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 PENDHULUN 1.1 Latar elakang Dala pelaksanaan proyek serng kal engala suatu habatan atau penypangan sehngga serng terad kerugan bag penyelesaan proyek tersebut. Untuk tu perlu adanya suatu perencanaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jens Peneltan Jens peneltan n adalah peneltan quas expermental dengan one group pretest posttest desgn. Peneltan n tdak menggunakan kelas pembandng namun sudah menggunakan

Lebih terperinci

Pendahuluan. 0 Dengan kata lain jika fungsi tersebut diplotkan, grafik yang dihasilkan akan mendekati pasanganpasangan

Pendahuluan. 0 Dengan kata lain jika fungsi tersebut diplotkan, grafik yang dihasilkan akan mendekati pasanganpasangan Pendahuluan 0 Data-data ang bersfat dskrt dapat dbuat contnuum melalu proses curve-fttng. 0 Curve-fttng merupakan proses data-smoothng, akn proses pendekatan terhadap kecenderungan data-data dalam bentuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peneltan Berdasarkan masalah yang akan dtelt dengan melhat tujuan dan ruang lngkup dserta dengan pengolahan data, penafsran serta pengamblan kesmpulan, maka metode

Lebih terperinci

PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR

PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR Resa Septan Pontoh 1), Neneng Sunengsh 2) 1),2) Departemen Statstka Unverstas Padjadjaran 1) [email protected],

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB LANDASAN TEORI.1 Analsa Regres Analsa regres dnterpretaskan sebaga suatu analsa yang berkatan dengan stud ketergantungan (hubungan kausal) dar suatu varabel tak bebas (dependent varable) atu dsebut

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER UNIVERSITAS DIPONEGORO 013 ISBN: 978-60-14387-0-1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PRESTASI MAHASISWA FSM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMASTER PERTAMA DENGAN MOTODE REGRESI LOGISTIK BINER Saftr Daruyan

Lebih terperinci

Model Peramalan Pasokan Energi Primer Dengan Pendekatan Metode Fuzzy Linear Regression (FLR)

Model Peramalan Pasokan Energi Primer Dengan Pendekatan Metode Fuzzy Linear Regression (FLR) JURNAL TEKNIK POMITS Vol, No, (22) -6 Model Peraalan Pasokan Energ Prer Dengan Pendekatan Metode Fuzzy Lnear Regresson (FLR) Hkayangkara Putr Purwareta, Nur Wahyunngsh 2, dan I Gust Ngurah Ra Usadha 3

Lebih terperinci

PEMODELAN ANGKA PUTUS SEKOLAH USIA SMA DI JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE MULTIVARIABEL

PEMODELAN ANGKA PUTUS SEKOLAH USIA SMA DI JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE MULTIVARIABEL PEMODELAN ANGKA PUTUS SEKOLAH USIA SMA DI AWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN REGRESI SPLINE MULTIVARIABEL Mega Pradpta, Madu Ratna, I Nyoan Budantara urusan Statstka Fakultas MIPA Insttut Teknolog Sepuluh Nopeber

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Untuk menjawab permasalahan yatu tentang peranan pelathan yang dapat menngkatkan knerja karyawan, dgunakan metode analss eksplanatf kuanttatf. Pengertan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Regres merupakan suatu alat ukur yang dgunakan untuk mengukur ada atau tdaknya hubungan antar varabel. Dalam analss regres, suatu persamaan regres atau persamaan penduga

Lebih terperinci

Optimasi Pemilihan Paket Internet Dengan Menggunakan Metode AHP

Optimasi Pemilihan Paket Internet Dengan Menggunakan Metode AHP Optmas Pemlhan Paket Internet Dengan Menggunakan Metode HP Wwek Katrna 1, Solkhun 2, M.Saf, Sumarno 1,2,, Jurusan Sstem Informas, STIKOM Tunas Bangsa, Pematangsantar Sumatera Utara 1 Mahasswa STIKOM Tunas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan

Lebih terperinci

Model Peramalan Pasokan Energi Primer Dengan Pendekatan Metode Fuzzy Linear Regression (FLR)

Model Peramalan Pasokan Energi Primer Dengan Pendekatan Metode Fuzzy Linear Regression (FLR) JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol 1, No 1, (Sept 2012) ISSN: 2301-928 A-34 Model Peraalan Pasokan Energ Prer Dengan Pendekatan Metode Fuzzy Lnear Regresson (FLR) Hkayangkara Putr Purwareta, I Gust Ngurah Ra

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam pembuatan tugas akhr n, penulsan mendapat referens dar pustaka serta lteratur lan yang berhubungan dengan pokok masalah yang penuls ajukan. Langkah-langkah yang akan

Lebih terperinci

BAB 4 PERHITUNGAN NUMERIK

BAB 4 PERHITUNGAN NUMERIK Mata kulah KOMPUTASI ELEKTRO BAB PERHITUNGAN NUMERIK. Kesalahan error Pada Penelesaan Numerk Penelesaan secara numers dar suatu persamaan matemats kadang-kadang hana memberkan nla perkraan ang mendekat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Karangkajen, Madrasah Tsanawiyah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta,

BAB III METODE PENELITIAN. Karangkajen, Madrasah Tsanawiyah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Peneltan Peneltan n dlakukan pada 6 (enam) MTs d Kota Yogyakarta, yang melput: Madrasah Tsanawyah Neger Yogyakarta II, Madrasah Tsanawyah Muhammadyah Gedongtengen,

Lebih terperinci

Pelabelan Total Sisi Ajaib Pada Subkelas Pohon

Pelabelan Total Sisi Ajaib Pada Subkelas Pohon Pelabelan Total Ss Ajab Pada Subkelas Pohon Hlda Rzky Nngtyas, Dr Daraj, SS, MT [] Jurusan Mateatka, Fakultas MIPA, Insttut Teknolog Sepuluh Nopeber (ITS Jl Aref Rahan Hak, Surabaya 60 E-al: daraj@ateatkatsacd

Lebih terperinci

ARUS BOLAK BALIK V R. i m

ARUS BOLAK BALIK V R. i m Modul 9 Elektroagnet KEGIATAN BEAJA A. ANDASAN TEOI AUS BOAK BAIK Arus dan tegangan lstrk bolak balk adalah arus dan tegangan lstrk yang berubah terhadap waktu atau erupakan fungs waktu. Yang berubah adalah

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DAN PEMILIHAN MITRA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN GUNUNGKIDUL MENGGUNAKAN METODE SAW BERBASIS WEB

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DAN PEMILIHAN MITRA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN GUNUNGKIDUL MENGGUNAKAN METODE SAW BERBASIS WEB SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA DAN PEMILIHAN MITRA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KABUPATEN GUNUNGKIDUL MENGGUNAKAN METODE SAW BERBASIS WEB Putr Har Ikhtarn ), Bety Nurltasar 2), Hafdz Alda

Lebih terperinci

MODUL ANALISIS PENGUKURAN FISIKA. Disusun Oleh: Kuncoro Asih Nugroho, M.Pd., M.Sc.

MODUL ANALISIS PENGUKURAN FISIKA. Disusun Oleh: Kuncoro Asih Nugroho, M.Pd., M.Sc. MODUL ANALISIS PENGUKURAN FISIKA Dsusun Oleh: Kuncoro Ash Nugroho, M.Pd., M.Sc. JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA BAB I METODE

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK BAB IV PEMBAASAN ASIL PENELITIAN PENGARU PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK TERADAP ASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MATERI POKOK KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA DI INDONESIA A. Deskrps Data asl Peneltan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak d Jl. Gn. Tanggamus Raya Way Halm, kota Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya

Lebih terperinci

Preferensi untuk alternatif A i diberikan

Preferensi untuk alternatif A i diberikan Bahan Kulah : Topk Khusus Metode Weghted Product (WP) menggunakan perkalan untuk menghubungkan ratng atrbut, dmana ratng setap atrbut harus dpangkatkan dulu dengan bobot atrbut yang bersangkutan. Proses

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :

Lebih terperinci

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur

Lebih terperinci

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 2010 ANALISIS DISKRIMINAN DISKRIT UNTUK MENGELOMPOKKAN KOMPONEN

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 2010 ANALISIS DISKRIMINAN DISKRIT UNTUK MENGELOMPOKKAN KOMPONEN AALISIS DISKRIMIA DISKRIT UTUK MEGELOMPOKKA KOMPOE Bernk Maskun Jurusan Statstka FMIPA UPAD [email protected] Abstrak Untuk mengelompokkan hasl pengukuran yang dukur dengan p buah varabel dmana penlaan

Lebih terperinci

Model SPK. Model optimasi (2) Model optimasi (1) Metode-metode Optimasi dengan Alternatif Terbatas 4/30/2017. Tujuan.

Model SPK. Model optimasi (2) Model optimasi (1) Metode-metode Optimasi dengan Alternatif Terbatas 4/30/2017. Tujuan. 4/0/207 Tujuan Metode-metode Optmas dengan Alternatf Terbatas N O V R I N A Mahasswa dapat memaham dan mampu mengaplkaskan beberapa metode untuk menyelesakan masalah dengan alternatf-alternatf dalam jumlah

Lebih terperinci

Implementasi Algoritme Support Vector Machine (SVM) untuk Prediksi Ketepatan Waktu Kelulusan Mahasiswa

Implementasi Algoritme Support Vector Machine (SVM) untuk Prediksi Ketepatan Waktu Kelulusan Mahasiswa Jurnal Pengebangan Teknolog Inforas dan Ilu Koputer e-issn: 2548-964X Vol. 2, No. 4, Aprl 2018, hl. 1704-1708 http://-ptk.ub.ac.d Ipleentas Algorte Support Vector Machne (SVM) untuk Predks Ketepatan Waktu

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN BAB TIJAUA KEPUSTAKAA.1. Gambaran Umum Obyek Peneltan Gambar.1 Lokas Daerah Stud Gambar. Detal Lokas Daerah Stud (Sumber : Peta Dgtal Jabotabek ver.0) 7 8 Kawasan perumahan yang dplh sebaga daerah stud

Lebih terperinci

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Bab 2 Tnjauan Pustaka 2.1 Peneltan Terdahulu Pemlhan stud pustaka tentang sstem nformas penlaan knerja karyawan n juga ddasar pada peneltan sebelumnya yang berjudul Penerapan Metode TOPSIS untuk Pemberan

Lebih terperinci

UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA

UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA MARULAM MT SIMARMATA, MS STATISTIK TERAPAN FAK HUKUM USI @4 ARTI UKURAN LOKASI DAN VARIASI Suatu Kelompok DATA berupa kumpulan nla VARIABEL [ vaabel ] Ms banyaknya

Lebih terperinci

PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS)

PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) PEMBUATAN GRAFIK PENGENDALI BERDASARKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS) Wrayant ), Ad Setawan ), Bambang Susanto ) ) Mahasswa Program Stud Matematka FSM UKSW Jl. Dponegoro 5-6 Salatga,

Lebih terperinci

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tnjauan Pustaka Dar peneltan yang dlakukan Her Sulstyo (2010) telah dbuat suatu sstem perangkat lunak untuk mendukung dalam pengamblan keputusan menggunakan

Lebih terperinci

Model Potensial Gravitasi Hansen untuk Menentukan Pertumbuhan Populasi Daerah

Model Potensial Gravitasi Hansen untuk Menentukan Pertumbuhan Populasi Daerah Performa (2004) Vol. 3, No.1: 28-32 Model Potensal Gravtas Hansen untuk Menentukan Pertumbuhan Populas Daerah Bambang Suhard Jurusan Teknk Industr, Unverstas Sebelas Maret, Surakarta Abstract Gravtaton

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik dan sesuai dengan prosedur ilmiah,

III. METODELOGI PENELITIAN. Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik dan sesuai dengan prosedur ilmiah, III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Peneltan Suatu peneltan dapat berhasl dengan bak dan sesua dengan prosedur lmah, apabla peneltan tersebut menggunakan metode atau alat yang tepat. Dengan menggunakan

Lebih terperinci