MANUAL MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
|
|
|
- Irwan Yuwono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kode Dokumen MM-LPMI-01 Status Revisi 0-0 Tanggal Berlaku 1 Desember 2010 MANUAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Diberikan Kepada No. Copy Dokumen 1 SOP yg Berhubungan Tanggal Pemberian 1 Desember Drs. Sumaji, M.Pd Wakil I
2 : 2-15 Daftar Isi No Daftar Isi 1 Sejarah 3 2 Profil 3 3 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga 4 4 Budaya Mutu 4 5 Ruang Lingkup Penerapan Sistem Manajemen Mutu 4 6 Proses Pendidikan 5 7 Tujuan SPMI Kebijakan Mutu 5 10 Sasaran Mutu Organisasi Perencanaan Mutu Tugas dan Tanggung Jawab Interaksi Antarbagian Tinjauan Manajemen Pengelolaan Sumber Daya Manusia Realisasi Proses Operasional Desain dan Pengembangan Pembelian Proses Penyediaan Jasa Pengukuran, Analisis, dan Perbaikan Penutup Catatan Revisi Lampiran Lampiran - - Lampiran I SK Tentang Kebijakan Standart Mutu Tata Kelola Universitas Muhammadiyah Ponorogo - Lampiran II Instrumen Evaluasi Diri 2
3 : SEJARAH Secara embrional Universitas Muhammadiyah Ponorogo berdiri sejak tahun 1968, dengan diawali berdirinya Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Muhammadiyah Ponorogo yang berinduk ke Surakarta. Kemudian, berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 86 tanggal 15 Agustus 1978, jurusan tersebut mendapatkan status diakui. Pada tahun 1975 menyusul berdiri Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial (S-1). Selanjutnya, pada tahun 1979 dibuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Umum/Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, yang keduanya berstatus sebagai cabang dari Universitas Muhammadiyah Malang. Tahun Akademik 1982/1983 dengan ditandai keluarnya ketentuan passing out bagi fakultas-fakultas cabang, maka tokohtokoh Muhammadiyah Daerah Ponorogo dan didukung segenap eksponen pendidikan yang ada merintis berdirinya Universitas Muhammadiyah Ponorogo secara mandiri dengan menambah Fakultas baru yaitu Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik. Dengan semangat idealisme yang tinggi dan perjuangan yang tak mengenal lelah, dengan berawal SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0572/O/1984 tentang pemberian status terdaftar kepada jurusan pada lingkungan Universitas Muhammadiyah di Ponorogo, akhirnya keluarlah SK Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia Nomor 0813/O/1986 tanggal 19 November 1986 yang mengesahkan berdirinya Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan lima fakultas dan 7 jurusan. Masing-masing adalah Fakultas Tarbiyah dengan Jurusan Pendidikan Agama Islam (S-1), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial (S-1), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan Jurusan Pendidikan PMP & KN (S-1) dan Pendidikan Matematika (S-1), Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Manajemen (S-1) dan Jurusan IESP (S-1), dan Fakultas Teknik dengan Jurusan Teknik Mesin (S- 1). Selanjutnya, pada tahun 1990, berdasarkan peraturan yang ada saat itu, Jurusan Manajemen berhasil menaikkan status dari terdaftar menjadi diakui. Disusul kemudian pada tahun 1993 dibuka Jurusan Pendidikan Agam Islam. Pada tahun yang sama Universitas Muhammadiyah Ponorogo juga berhasil membuka sejumlah jurusan baru yaitu Jurusan Ilmu Pemerintahan (S-1) di FISIP, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (S-1) di FKIP, Jurusan Akuntansi (D-3) di Fakultas Ekonomi. Pada tahun itu juga berdiri Akademi Keperawatan (D-3) di bawah naungan Departemen Kesehaan RI. Tahun-tahun berikutnya, yakni tahun 1996 dibuka jurusan Teknik Elektro (S-1) di Fakultas Teknik; tahun 1998 dibuka Jurusan Ilmu Komunikasi (D-3) di FISIP dan Jurusan Keuangan Perbankan (D-3) di Fakultas Ekonomi; tahun 2000 dibuka program studi AKTA IV dan D-2 PGTK/RA di Fakultas Tarbiyah; tahun 2005 dibuka Jurusan Ilmu Komunikasi (S-1) di FISIP dan Jurusan Teknik Informatika (S-1) difakultas Teknik. Pada tanggal 30 Juni 2006, dengan keluarnya SK Nomor 101/D/O/2006 Program Studi D-3 Keperwatan telah berhasil mengalihkan perizinan pembinaannya dari Departemen Kesehatan ke Departemen Pendidikan Nasional. Pengalihan pembinaan tersebut untuk memudahkan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan tinggi khususnya di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Jurusan D-3 Keperawatan. Pada tahun akademik 2009/2010 Universitas Muhammadiyah Ponorogo telah memiliki 6 fakultas dengan beberapa jurusan/program studi. 2. PROFIL Nama Organisasi : Universitas Muhammadiyah Ponorogo Alamat : Jl. Budi Utomo No. 10 Ponorogo Produk : Jasa Pendidikan Fasilitas Organisasi : 2.1 Laboratorium: 1. Lab. Micro Teaching (2) 2. Lab. Bahasa Inggris (1) 3. Lab. Bahasa Arab (1) 4. Lab. Pendidikan Dasar (2) 3
4 : Lab. Komunikasi (2) 6. Lab. Akuntansi (1) 7. Lab. Mesin (2) 8. Lab. Elektro (1) 9. Lab. Teknologi Informatika (4) 10. Lab. Puskom (1) 11. Lab. Keperawatan (3) 12. Lab. Kebidanan (2) 2.2 Perpustakaan (1) 2.3 Gedung Perkuliahan (25) 2.4 Kantin (1) 2.5 Koperasi Karyawan (1) 2.6 DOM (1) 2.7 Ruang seminar (1) 2.8 Masjid (1) 2.9 Kantor at (5) 2.10 Ruang meeting (1) 2.11 Parkir (1) 2.12 Ruang UKM (8) 3. VISI, MISI, DAN TUJUAN 3.1 Visi Menjadi universitas yang Islami, Inovatif, Produktif, dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan atau seni menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. 3.2 Misi Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat secara komprehensif dan integrative sebagai sarana dakwah amar ma ruf nahi mungkar dalam melahirkan cendekiawan muslim yang paripurna. 3.3 Tujuan Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut dirumuskan tujuan sebagai berikut: 1. Menguasai, mengembangkan, dan mengamalkan ipteks yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta relevan dengan tuntutan perkembangan zaman. 2. Mengembangkan kehidupan masyarakat akademik yang komprehensif dan integratif berdasarkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, kejujuran, kesungguhan, inovatif, produktif, terbuka, dan tanggap terhadap perubahan. 3. Memperkokoh iman dan taqwa, mengembangkan akhlaqul karimah dan memupuk keikhlasan dalam melaksanakan dakwah amar ma ruf nahi munkar. 4. BUDAYA Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengembangkan budaya mutu, yang terdiri dari hal-hal di bawah ini: 4.1 Menguasai, mengembangkan, dan mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta relevan dengan tuntutan perkembangan zaman. 4.2 Mengembangkan kehidupan masyarakat akademik yang komprehensif dan integratif berdasarkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, kejujuran, kesungguhan, inovatif, produktif, terbuka, dan tanggap terhadap perubahan. 4.3 Memperkokoh iman dan takwa, mengembangkan Akhlaqul karimah dan memupuk keikhlasan dalam melaksanakan dakwah amar ma ruf nahi mungkar. 5. RUANG LINGKUP PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN Sistem Manajemen Mutu ini didasarkan kepada standard ISO 9001:2000 dan digunakan sebagai pedoman pada semua lini dan fungsi di lingkungan universitas. Pengecualian pada hal-hal yang berkaitan dengan poin 7.6 tentang kalibrasi dan tentang proses validasi. 4
5 P M B Daftar Ulang pemograman MASTAMARU Penjadwalan perkuliahan UTS UAS Yudicium Pembimbingan KKL/PPL KKN Skripsi/T.A. Wisuda MANUAL : PROSES PENDIDIKAN Proses inti perguruan tinggi adalah sebagai berikut dibawah ini : INPUT PROSES OUTPUT Layanan administrasi pendukung (pelacakan alumni, sdm, keuangan, magang) Perpustakaan, Laboratorium TIK 7. TUJUAN Penerapan sistem manajemen mutu dimaksudkan untuk memastikan tercapainya budaya mutu, kebijakan mutu, dan sasaran mutu sehingga tujuan universitas dapat diwujudkan. 8. PENANGGUNG JAWAB Pedoman ini dipersiapkan oleh, diperiksa oleh, dan disahkan oleh, serta didelegasikan kepada untuk diimplementasikan. bertanggung jawab untuk menjamin sistem manajemen mutu dengan semua kebijakan/persyaratan yang tertuang di dalamnya dipahami oleh pegawai di lingkungan universitas serta dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen dalam rangka mencapai tujuan secara efektif. memiliki tugas pokok : 8.1 Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan, diterapkan, dan dipelihara. 8.2 Melaporkan kepada atas sistem manajemen mutu serta kebutuhan peningkatan. 8.3 Memastikan promosi kesadaran akan persyaratan pelanggan. 8.4 Melakukan komunikasi dengan pihak internal dan pihak ekternal. 8.5 Sebagai penghubung dengan pihak luar untuk masalah sistem manajemen mutu. 9. KEBIJAKAN UM Ponorogo memiliki kebijakan mutu sebagai berikut: 9.1 PERAN KEBIJAKAN UM PONOROGO Menjadi rujukan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi bagi setiap insan dan kelembagaan UM Ponorogo. 2. Menjadi rujukan dan pengendali utama bagi setiap unit kerja UM Ponorogo dalam melakukan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, pemantauan, dan evaluasi, serta pemanfaatan sumber daya yang diperlukan 9.2 CAKUPAN KEBIJAKAN UM PONOROGO Kebijakan Mutu di bidang pendidikan. 2. Kebijakan Mutu di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. 3. Kebijakan Mutu di bidang pengembangan sumberdaya manusia. 4. Kebijakan Mutu di bidang kemahasiswaan. 5. Kebijakan Mutu di bidang layanan manajemen. 6. Kebijakan Mutu di bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan. 9.3 PENJABARAN CAKUPAN KEBIJAKAN UM PONOROGO Kebijakan Mutu di Bidang Pendidikan 5
6 : 6-15 a. Program-program pendidikan yang ditawarkan oleh UM Ponorogo hendaknya memiliki mutu akademik yang berkualitas dan memiliki kesetaraan dengan programprogram serupa pada perguruan-perguruan tinggi yang berkualitas. b. Secara bertahap program-program pendidikan yang diselenggarakan oleh UM Ponorogo telah dan akan diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan nilai minimal B c. Jenjang-jenjang pendidikan, secara bertahap akan diintegrasikan mulai dari jenjang Diploma (D-3), Sarjana (S-1), dan Magister (S-2). d. Program-program pendidikan di UM Ponorogo harus dapat diselesaikan oleh mayoritas mahasiswa secara tepat waktu. e. Metode pendidikan di UM Ponorogo secara bertahap akan berubah dari prosesproses pembelajaran yang berpusat pada dosen (teacher centered education) menuju proses-proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (learner centered education). f. Untuk meningkatkan reputasinya, UM Ponorogo akan mendorong dan memfasilitasi publikasi yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan mahasiswa serta mengupayakan peningkatan jumlah mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia. g. Untuk meningkatkan keterserapan lulusan di masyarakat, UM Ponorogo melalui program-program akademik dan kemahasiswaan yang ditawarkan akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri agar setelah lulus jenjang pendidikan yang ditempuhnya, mereka mampu bekerja, belajar, dan mengembagkan diri sesuai dengan atau bahkan melebihi harapan pengguna. 2. Indikator Mutu Bidang Pendidikan (dianjurkan dimasukkan lampiran aja) No Indikator Capaian dan Target Penanggung jawab Rasio mata kuliah yang mengadopsi metode-metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (learner centered education) terhadap seluruh mata kuliah yang diberikan di UM Ponorogo NA (Non Action) 25% 50%, Dekan, dan 2 Rasio program studi Diploma (D- 3) dan Sarjana (S-1) yang terkakreditasi oleh BAN PT terhadap seluruh program studi D-3 dan S-1 di UM Ponorogo, dengan nilai minimal B 3 Rasio jumlah mahasiswa UM Ponorogo yang berasal dari luar Ponorogo (seluruh wilayah Indonesia) terhadap jumlah mahasiswa UM Ponorogo keseluruhan 4 Rasio jumlah lulusan UM Ponorogo yang bekerja di tahun pertama (setelah kelulusan) terhadap jumlah seluruh lulusan pada tahun tertentu 5 Rasio lulusan UM Ponorogo yang menyelesaikan studinya secara 40% 60% 80%, I, LPMI, Dekan, Wadek I, dan 20% 25% 30%, II, Dekan, dan 20% 25% 30%, II, Dekan, dan D-3 50% 70% 90%, Dekan, dan 6
7 : 7-15 tepat waktu terhadap jumlah mahasiswa seangkatannya 6 Rasio jumlah TA Diploma dan skripsi Sarjana yang berhasil dipublikasikan dalam waktu 2 tahun setelah kelulusan, pada jurnal ISBN, terhadap jumlah skripsi pada tahun kelulusan 7 Rasio Indek Prestasi (IP) kelulusan di atas 3,00 D-3 terhadap jumlah kelulusan seluruhnya pada S-1 periode tertentu S-1 50% 60% 75% NA 3% 5%, Dekan, Wadek I, Wadek III, dan 30% 50% 75%, Dekan dan 30% 50% 75%, Dekan dan 3. Kebijakan Mutu di Bidang Penelitian a. UM Ponorogo akan mendorong agar jumlah dan kegiatan riset di UM Ponorogo selalu dipacu sehingga memenuhi standar yang lazim diikuti oleh perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Untuk itu, secara bertahap hasil riset di UM Ponorogo diupayakan untuk dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi. Sementara itu, hasil-hasil pengembangan Teknologi dan Seni Budaya diupayakan untuk lebih dapat diterima (accepted) oleh masyarakat. b. Untuk kurun waktu , Riset Institusi UM Ponorogo diprioritaskan untuk 5 bidang yang berorientasi pada Agama, Pendidikan, Sosial Kemasyarakatan, Ekonomi, Teknologi Terapan, dan Kesehatan. No Indikator Utama Capaian dan Target Penanggung jawab Indikator Mutu di Bidang Penelitian 10. Rasio makalah yang dipublikasikan di jurnal internasional JI 16% 25% 50% LPPM, Dekan, dan Pimpinan Kelompok berjuri (refereed Keahlian international journal) JNA 1% 2% 5% (JI) terakreditasi (JN) oleh anggota KK terhadap jumlah anggota KK setiap tahun JNISSN 15% 50% 75% 11 Jumlah dana riset di UM Ponorogo, baik yang berasal dari anggaran UM Ponorogo maupun yang berasal dari sumber-sumber di luar UM Ponorogo (dalam jutaan rupiah) 12 Jumlah buku hasil penelitian yang diterbitkan dengan ISBN LPPM, Dekan, Pimpinan Pusat Penelitian, dan Pimpinan Kelompok Keahlian 0 20 judul 20 judul 4. Kebijakan Mutu di Bidang Layanan Kepada Masyarakat a. Layanan kepada masyarakat UM Ponorogo pada kompetensi dan hasil-hasil penelitian yang di kembangkan di UMP. b. Layanan Kepakaran UM Ponorogo harus memperkaya dan melengkapi program-program akademik lain, khususnya pendidikan dan penelitian. Kelompok-kelompok 7
8 : 8-15 Keahlian/Keilmuwan (KK) harus memiliki akar keilmuwan serta platform Keahlian yang jelas serta memiliki pula kontekstualitas dan prospek sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat dan budaya bangsa. c. Layanan kepada Masyarakat UM Ponorogo secara bertahap akan ditingkatkan baik mutu, jumlah, maupun intensitasnya. Melalui layanan kepada masyarakat, UM Ponorogo meningkatkan kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah aktual yang dihadapi masyarakat. No Indikator Utama Capaian dan Target Penanggung jawab Indikator Mutu di Bidang Layanan Kepada Masyarakat 13 Jumlah proyek layanan kepada LPPM, Dekan, dan masyarakat dengan nilai diatas Pimpinan 500 juta rupiah yang dilaksanakan 1% 2% 5% Kelompok Keahlian oleh komunitas akademik UM Ponorogo setiap tahun 15% 50% 75% 14 Jumlah dana yang dihasilkan oleh program dan kegiatan layanan kepada masyarakat melalui LPPM dan melalui SUK (dalam milyar rupiah) LPPM Ketua LPPM, Dekan SUK Pimpinan SUK, Direksi UUK 5. Kebijakan Mutu di Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia a. Pengembangan sumberdaya manusia yang terarah dan terencana. Dalam kurun waktu , persentase dosen yang berkualifikasi magister akan ditingkatkan dari 80% menjadi 100%. b. Secara bertahap, UM Ponorogo akan memantau perkembangan karier akademik dosen dan menyelaraskannya dengan rencana peningkatan mutu akademik UM Ponorogo. Secara khusus dosen-dosen yang memenuhi persyaratan akan didorong dan dipromosikan pada jenjang akademik yang lebih tinggi. c. Untuk mengembangkan kompetensi dan jejaring riset, dosen akan difasilitasi dalam berbagai bentuk kegiatan riset bersama dengan institusi mitra (joint research atau research collaboration). d. Selain dukungan dari dosen yang berkualifikasi, kompeten, dan bermutu, UM Ponorogo juga sangat membutuhkan dukungan dari pegawai nondosen yang berkompeten dan bermutu. Karena itu, secara bertahap, kinerja pegawai dosen dan nondosen akan dipantau dan selanjutnya ditingkatkan melalui pelatihan, peningkatan kualifikasi dan profesionalisme, serta penataan penugasan. Sistem pemantauan kinerja pegawai dosen dan nondosen akan terus disempurnakan sehingga benar-benar dapat meningkatkan motivasi dan mutu kerja. Selain itu, sistem penghargaan di UM Ponorogo akan terus dikembangkan dengan berbasis pada kinerja. No Indikator Utama Capaian dan Target Penanggung jawab Indikator Mutu di bidang pengembangan Sumberdaya Manusia 15 Rasio dosen tetap dengan jabatan akademik lektor kepala terhadap jumlah seluruh dosen tetap UM Ponorogo 9% 20% 40% I, Dekan,, dan Pimpinan Kelompok Keahlian 8
9 : Rasio dosen tetap yang berkualifikasi Doktor (S-3) terhadap jumlah seluruh dosen tetap UM P 17 Persentase dosen yang mengikuti kegiatan pengembangan staf dalam bentuk sabbatical leave atau kerjasama penelitian setiap tahun 18 Rasio pegawai (dosen dan nondosen) yang mempunyai indeks kinerja di atas 3.00 pada skala 1-4 1% 3% 10% I, Dekan, dan 4% 6% 8% I, Dekan, dan Dosen NA 2 80% 90% I dan Pimpinan Unit Kerja Nondosen 19 Rasio Kecukupan Dosen Tetap dengan Prodi 0 50% 75% 60% 80% 100%, Dekan, dan 20 Ketercukupannya dosen kualifikasi S-2 80% 90% 100%, Dekan, dan 21 Rasio dosen yang bersertifikasi 16% 50% 80%, LPMI, Dekan, dan 6. Kebijakan Mutu di Bidang Kemahasiswaan a. Program dan kegiatan Kemahasiswaan di UM Ponorogo diarahkan pada empat hal utama: 1) Pemenuhan layanan kesejahteraan mahasiswa. 2) Penguatan kemampuan akademik dan keprofesian mahasiswa. 3) Pengembangan diri, bakat, dan kepribadian mahasiswa. 4) Panduan karier dan entrepreneurship mahasiswa. b. Sebagai bagian dari masyarakat akademik di UM Ponorogo, mahasiswa berperan aktif secara bertanggung jawab di dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program dan kegiatan kemahasiswaan di UM Ponorogo. c. Dengan dikoordinasikan oleh Wakil bidang Kemahasiswaan dan alumni/ketua lembaga kemahasiswaan, di dalam kurun waktu , program dan kegiatan kemahasiswaan UM Ponorogo secara bertahap akan dilaksanakan secara terintegrasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Program dan kegiatan kemahasiswaan dilaksanakan untuk mewujudkan terjadinya 1) Peningkatan mutu pelayanan kemahasiswaan, 2) Peningkatan prestasi akademik keprofesian mahasiswa UM Ponorogo, 3) Peningkatan prestasi mahasiswa UM Ponorogo diajang kompetisi dan perlombaan baik di tingkat regional maupun nasional, 4) Peningkatan daya saing lulusan UM Ponorogo dalam mendapatkan pekerjaan, melanjutkan studi, serta memulai usaha mandiri. No Indikator Utama Capaian dan Target Penanggung jawab Indikator Mutu di Bidang Kemahasiswaan 22. Tingkat kepuasan rata-rata NA 2.5 3,00 II, Dekan, terhadap layanan Lembaga Kemahasiswaan pada 1-4 Wadek III, dan 9
10 : Rasio jumlah kemenangan atau keberhasil-an tim mahasiswa UM Ponorogo pada ajang kompetisi atau perlombaan di tingkat Nasional (LN) terhadap jumlah kesertaan tim mahasiswa UM Ponorogo pada kompetisi/perlombaan tersebut 24 Rasio jumlah beasiswa prestasi ditingkat sarjana terhadap jumlah beasiswa per tahun 25 Jumlah mahasiswa yang mampu usaha sendiri LN 40% 50% 70% II, Dekan, Wadek III, dan 0,7% 5% 10% II, Dekan, Wadek III, dan 1% 5% 10% II, Dekan, Wadek III, dan 7. Kebijakan Mutu di Bidang Layanan Manajemen a. Di dalam kurun waktu , unit-unit kerja UM Ponorogo secara bertahap akan diintegrasikan menjadi bagian dari sitem Layanan Manajemen UM Ponorogo yang mampu mendukung terselenggaranya aktivitas UM Ponorogo yang bermutu dan akuntabel. Sistem ini menempatkan kepuasan pengguna (costumer satisfaction) dan akuntabilitas sebagai prioritas utama. b. Adanya sistem perencanaan kegiatan dan anggaran yang bertumpu pada hasil evaluasi capaian mutu serta target mutu yang akan dicapai oleh UM Ponorogo. c. Untuk meningkatkan kepuasan pengguna, sistem Layanan Manajemen UMP harus yang ramah (friendly), terintegrasi, excellent, dan tepat waktu. Masing-masing unit dalam system layanan manajemen UMP, sekurang-kurangnya harus memiliki meja pelayanan (help desk), sistem informasi berbasis teknologi informasi (TI), serta mekanisme untuk menangani keluhan (complaint handling). No Indikator Utama Capaian dan Target Penanggung jawab Indikator Mutu di Bidang Layanan Manejemen 26 Jumlah sistem layanan pada unitunit kerja telah ISO SPM dan pimpinan Unit Kerja memperoleh Sertifikasi sertifikasi, baik Lain berupa ISO maupun sertifikasi lainnya. 27 Jumlah program peningkatan mutu NA SPM dan (quality improvement program atau Pimpinan Unit QIP) sebagai upaya/langkah positif (good practices) pada unit-unit kerja yang berdampak pada sistem manajemen mutu per tahun kerja 28 Kesesuaian antara kegiatan yang diusulkan dalam RKA terhadap sasaran mutu (indikator dan target - 50% 75% WROR, Pimpinan Unit Kerja 10
11 : mutu) sebagaimana diatur dalam Kebijakan Mutu UMP sebagai dasar penilaian akuntabilitas UMP 29 Rasio layanan manajemen yang mendapatkan indeks kepuasan customer (costumer satisfaction index, CSI) diatas 70% terhadap jumlah layanan manajemen UMP. 30 Rasio layanan manajemen yang memenuhi standar waktu yang dijanjikan teradap jumlah layanan manajemen UMP 31 Frekuensi minimum pemutakhiran isi situs unit-unit di UMP UMP, Fakultas, Sekolah Pusat Penelitian, Pusat, Kelompok keahlian, Program Studi 32 Skala Komunikasi Organisasi (Organization Communication Scale) UMP, baik secara internal maupun eksternal (pada skala 1-7) - 50% 75% Pimpinan Unit Kerja dan SPM NA 50% 70% Pimpinan unit kerja dan SMP NA Setiap 2 minggu NA Setiap 1 bulan Setiap 1 minggu Setiap 2 minggu WRKK, SPM, USDI, Pimpinan Fakultas/Sekolah, Pimpinan Pusat Penelitian, Pimpinan Pusat, Pimpinan KK, dan Pimpinan Program Studi NA 3 4 WRKK, USDI 10. SASARAN ORGANISASI. Sasaran mutu Universitas adalah sebagai berikut dibawah ini : 10.1 Mutu universitas meliputi mutu unit, mutu lulusan, mutu proses, dan mutu penelitian Berkarya dalam tahun I minimal 70% Tepat waktu studi minimal 80% Nilai kinerja dosen >=3,00 minimal 90% IP MKKU >=3 minimal 90% Nilai praktik ibadah dengan hasil baik minimal 90% Nilai latihan kepemimpinan Islam dengan hasil baik minimal 90%. 11. PERENCANAAN Setiap pimpinan unit kerja di universitas berkewajiban membuat perencanaan kerja untuk unit kerjanya, dan lingkup perencanaan kerja tersebut adalah meliputi : 11.1 Membuat prosedur mutu dan instruksi kerja untuk unit kerjanya Memastikan bahwa prosedur mutu dan instruksi kerja yang telah dibuat dijalankan secara efektif Memastikan bahwa semua sasaran dan persyaratan yang telah ditetapkan tercapai Memelihara prosedur mutu dan instruksi kerja pada unitnya Melakukan perbaikan dan/atau penyempurnaan prosedur mutu dan instruksi kerja pada unitnya Merencanakan peningkatan hasil kerja, khususnya pada tujuan dan sasaran mutu. 12. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 11
12 : Tugas, tanggung jawab, dan wewenang pegawai/pimpinan diatur dengan jelas dan terdokumentasi, khususnya pegawai yang melaksanakan pekerjaan yang terkait dengan mutu dan kepuasan pelanggan Setiap pegawai/pimpinan dipastikan memahami tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya Uraian tugas, tanggung jawab, dan wewenang disiapkan oleh atasan pegawai yang bersangkutan bersama dengan bagian personalia Dokumen uraian tugas dipegang oleh pegawai yang bersangkutan dan copy disimpan oleh bagian personalia Dokumen uraian tugas harus dikendalikan, isinya diperbarui bila terjadi perubahan pekerjaan Uraian tugas dibuat berdasarkan nama-nama posisi yang ada dalam struktur organisasi pada masing-masing unit kerja Penggunaan nama posisi (job title) dikoordinasikan oleh bagian personalia. Dokumen Terkait : Struktur Organisasi, Job Description Pegawai, Statuta. 13. INTERAKSI ANTARBAGIAN Interaksi antarpimpinan/pegawai merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menunjang mekanisme kerja, karenanya sistem komunikasi perlu dipastikan untuk diatur dengan baik dan menekankan hal-hal sebagai berikut: 13.1 Pimpinan unit kerja mengupayakan agar komunikasi dengan bawahan dipastikan berjalan lancar Komunikasi diarahkan untuk peningkatan pemahaman pegawai mengenai sistem manajemen mutu Komunikasi diarahkan agar pegawai memahami target-target pekerjaan yang ingin dicapai Komunikasi diarahkan untuk memastikan persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan terpenuhi Komunikasi internal diatur secara sistematis dan terdokumentasi Komunikasi internal untuk menjelaskan sistem manajemen mutu kepada seluruh pegawai Komunikasi internal membangun kesadaran mutu demi kepuasan pelanggan Penyelenggaraan rapat koordinasi dan evaluasi diatur dengan baik Rapat koordinasi harian ditekankan untuk evaluasi hasil kerja dan atau koordinasi Setiap unit kerja dilengkapi dengan notice board yang dipergunakan untuk komunikasi dan atau penyebaran informasi Tabloid Organisasi diterbitkan secara berkala oleh unit kerja Humas untuk mendukung upaya pembinaan pegawai. Dokumen Terkait : Notulen Rapat, Tinjauan Manajemen, dan Prosedur lain yang terkait 14. TINJAUAN MANAJEMEN Tinjauan manajemen merupakan kegiatan untuk mengevaluasi dalam rangka pengendalian suatu proses dan kinerja termasuk dalam implementasi sistem menajemen mutu LPMI melaksanakan rapat tinjauan manajemen minimal tiga bulan sekali Tinjauan manajemen dipastikan terdokumentasi dan dinotulenkan Agenda manajemen ditentukan selambatnya satu bulan sebelum evaluasi dilaksanakan Agenda tinjauan manajemen mencakup antara lain hal-hal sebagai berikut: 1. Hasil audit internal. 2. Umpan balik atau keluhan pelanggan. 3. Kinerja pengajaran 4. Kinerja penelitian 12
13 : Kinerja pengabdian masyarakat. 6. Hasil tindakan koreksi atau perbaikan sistem manajemen mutu Hasil tinjauan manajemen dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan Hasil tinjauan manajemen memuat keputusan atau kesimpulan mengenai tindakan yang perlu diambil Tatacara melaksanakan tinjauan manajemen diuraikan dalam prosedur tinjuan manajemen. Dokumen terkait : 1. Prosedur Rapat Tinjauan Manajemen 2. Indikator Mutu Bidang Pelayanan Manajemen 15. PENGELOLAAN SUMBER DAYA Penyediaan Sumber Daya. 1. Sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan Sistem Manajemen Mutu serta untuk mencapai sasaran dipastikan dipenuhi. 2. Sumber daya yang diperlukan diidentifikasi oleh pimpinan unit yang membutuhkan dan disampaikan kepada manajemen melalui mekanisme yang telah diatur atau dibahas dalam manajemen untuk diputuskan. Dokumen terkait: 1. Prosedur Pengadaan Barang. 2. Prosedur Seleksi Penerimaan Pegawai 15.2 Pengembangan Sumber Daya Manusia Kompetensi yang diperlukan oleh setiap karyawan agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat dan benar sesuai dengan sasaran dan persyaratan yang telah direncanakan harus dipastikan terpenuhi. Seluruh pimpinan unit bertanggung jawab untuk: 1. Menentukan dan merencanakan pelatihan yang diperlukan setiap bawahannya. 2. Memastikan pelatihan yang diperlukan telah dilaksanakan. Pelatihan dapat dilakukan dalam bentuk in-house-off the job, atau kegiatan apa pun yang bertujuan memberikan kompetensi kepada karyawan. 3. Mengambil tindakan lainnya selain pelatihan yang sesuai dengan permasalahan. 4. Mengevaluasi efektif tidaknya tindakan yang telah diambil. 5. Meningkatkan kesadaran karyawan mengenai pentingnya peranan setiap karyawan dalam pekerjaan guna mewujudkan kepuasan stakeholder, khususnya mahasiswa. 6. Mengelola data-base karyawan yang memuat informasi mengenai pelatihan dan pengalaman kerja karyawan. Dokumen terkait: 1. Prosedur Seleksi Penerimaan Pegawai. 2. Prosedur Pengembangan Pegawai. 3. Prosedur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Sarana Kerja 1. Sarana kerja/infrastruktur untuk mendukung pekerjaan dan mencapai sasaran dan persyaratan produk/proses dipastikan terpenuhi. 2. Melakukan pemeliharaan secara teratur terhadap sarana kerja, sarana pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dan sarana pendukung lainnya agar senantiasa dalam kondisi baik dan siap dioperasikan. 3. Sarana kerja baru yang diperlukan secepatnya diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. 13
14 : Unit kerja bertanggung jawab untuk memastikan kecukupan dan kelengkapan sarana kerja dan kelaikan kondisi sarana kerja pada semua unit yang ada. Dokumen terkait: Prosedur Pemeliharaan dan Perbaikan 15.4 Lingkungan kerja 1. Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan untuk mendukung komitmen mutu dan kepuasan pelanggan dan untuk mencapai kesesuaian terhadap persyaratan output penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan. 2. Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan agar lingkungan kerja dijaga dan senantiasa dalam keadaan bersih, rapi, aman, dan nyaman. 3. Karyawan dan pimpinan berkewajiban mengupayakan agar lingkungan kerjanya terkendali. 4. Pimpinan mewajibkan semua karyawan menjalankan tata graha 5. Setiap pimpinan unit bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh karyawan di unit kerjanya memahami dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. 16. REALISASI PROSES OPERASIONAL Penyelenggaraan pendidikan sebagai proses utama, khususnya pengajaran diawali dengan uraian proses sejak mahasiswa diterima sampai mahasiswa dinyatakan lulus. 17. DESAIN DAN PENGEMBANGAN 17.1 Perencanaan Pengembangan 1. Kegiatan pengembangan layanan dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja berdasarkan input dari pelanggan yang disampaikan secara tertulis. 2. Sebelum proses desain pengembangan dilaksanakan, semua persyaratan harus dibahas secara jelas. Bila ada keraguan mengenai input yang diterima, harus diklarifikasi dengan pihak lain yang terkait termasuk dengan pelanggan. 3. Perencanaan desain atau pengembangan harus dibuat sebelum desain dilaksanakan. 4. Tugas, tanggung jawab, dan wewenang personil yang terlibat dalam unit kerja harus ditentukan dengan jelas. 5. Bila kegiatan desain atau pengembangan melibatkan fungsi lain, harus dipastikan adanya kejelasan pengaturan mengenai keterlibatan atau wewenang unit yang terkait. 6. Komunikasi pada semua tahap pengembangan harus dicatat Input Desain atau Pengembangan 1. Semua informasi mengenai persyaratan yang dituangkan dalam desain atau pengembangan dipastikan terdokumentasi. 2. Bila desain terkait dengan produk lama, desain yang lama diverifikasi sebelum digunakan sebagai acuan. 3. Bila ada keraguan atau ketidaklengkapan atau ketidakjelasan mengenai informasi atau persyaratan desain, hal tersebut harus diklarifikasi lebih dahulu dengan sumbernya sebelum pelaksanaan desain Output Desain dan Pengembangan 1. Hasil desain berupa layanan baru harus diperiksa, diverifikasi, dan disetujui oleh atasan langsung. 2. Dokumen desain harus memuat nomor, nama desain, dan nama pemeriksa. 3. Hasil desain digunakan untuk proses berikutnya Evaluasi Hasil Desain 1. Hasil desain dievaluasi untuk menilai kesesuaian terhadap semua persyaratan. 2. Evaluasi mencakup aspek penting yang dapat menggagalkan proses berikutnya. 3. Bila evaluasi dilakukan bersama fungsi lain, peran fungsi terlibat harus jelas. 4. Arsip atau catatan hasil evaluasi dan tindakan yang ytelah diambil harus disimpan. 14
15 : Dokumen Terkait : 1. Satuan Acara Perkuliahan 2. Kontrak Pembelajaran/Silabi 18. PEMBELIAN 18.1 Proses Pembelian 1. Bagian umum bertanggung jawab untuk memastikan fungsi pembelian dilaksanakan secara terkendali. 2. Fungsi-fungsi yang terkait dengan pembelian harus memahami prosedur pembelian. 3. Pembelian dilaksanakan mengikuti prosedur pembelian yang telah ditetapkan. 4. Pemasok diseleksi secara obyektif sebelum ditunjuk sebagai rekanan. 5. Kriteria seleksi dan evaluasi ditetapkan. 6. Catatan hasil evaluasi dan tindak lanjut yang telah dilakukan dipastikan disimpan. 7. Pengendalian pemasok dan produk disesuaikan dengan akibat yang dapat ditimbulkan oleh produk tersebut pada proses-proses berikutnya maupun terhadap produk akhir yang akan diproduksi Informasi Pembelian 1. Sebelum melaksanakan pembelian, informasi persyaratan tentang berbagai persyaratan dan spesifikasi yang diperlukan pengguna harus dibuat secara jelas untuk menghindari ketidaksesuaian. 2. Dokumen pembelian harus dipastikan memuat penjelasan mengenai semua persyaratan produk yang akan dibeli termasuk a. Kejelasan mengenai jumlah barang yang dibeli. b. Persyaratan atau spesifikasi mutu yang akan dibeli. c. Persyaratan waktu pengiriman. d. Persyaratan pembayaran. e. Persyaratan personil yang terlibat Verifikasi Produk yang Dibeli 1. Penjamin Mutu dan Bagian Umum bertanggung jawab melakukan verifikasi terhadap barang yang masuk. 2. Hasil verifikasi atau pemeriksaan dicatat dan disampaikan ke bagian umum. 3. Penjamin mutu memiliki kewenangan untuk memutuskan apakah barang yang datang memenuhi persyaratan atau tidak. 4. Bilamana perlu Penjamin Mutu dapat melakukan verifikasi di lokasi pemasok sebelum barang dikirim. 5. Penjamin Mutu dapat melakukan audit ke lokasi pemasok bila diperlukan. Prosedur Terkait : 1. Prosedur Pengadaan Barang (PM-LPMI-01) 2. Prosedur Seleksi dan Evaluasi Pemasok (PM-LPMI-02) 19. PROSES PENYEDIAAN JASA 19.1 Pengendalian Proses Operasional 1. Proses operasional layanan dipastikan dijalankan secara terkendali. 2. Masing-masing bagian unit kerja membuat instruksi kerja untuk setiap layanan dan proses yang dipandang kritis. 3. Instruksi kerja dibuat untuk membimbing pelaksana kegiatan agar dapat melaksanakan layanan sesuai dengan output yang direncanakan. 4. Peralatan yang diperlukan untuk proses layanan dipastikan tersedia dan memenuhi syarat. 5. Pemantauan dan pengukuran hasil layanan dilakukan oleh pengawas mutu dengan sistem sampling yang telah diatur oleh penjamin mutu Identifikasi dan Ketelusuran 15
16 : Semua layanan yang belum dapat diserahkan kepada pelanggan harus dipastikan diberikan identifikasi secara jelas pada setiap tahapan kegiatan. 2. Cara identifikasi atau pelabelan harus dituangkan dalam prosedur identifikasi dan pelabelan. 3. Identifikasi dimaksudkan untuk menghindari kesalahan atau ketidaksesuaian yang tidak diinginkan. 4. Cara Identifikasi diatur dalam prosedur identifikasi dan labelisasi Barang Milik Pelanggan 1. Barang milik pelanggan adalah barang yang bukan milik universitas yang berada di wilayah tanggung jawab universitas. 2. Barang milik pelanggan harus ditangani secara hati-hati untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 3. Semua fungsi atau pihak yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam penggunaan, penyimpanan, pemeriksaan barang milik pelanggan harus melakukan identifikasi, verifikasi, melindungi, dan mengamankan barang milik pelanggan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 4. Bilamana diketahui adanya kehilangan, kerusakan, atau ketidaksesuaian, harus dipastikan dicatat dan dilaporkan kepada pemiliknya sebelum digunakan. 5. Yang termasuk barang milik pelanggan adalah misalnya ijazah yang belum diambil, kendaraan, perlengkapan, atau benda lain yang menjadi tanggung jawab universitas Penyimpanan Perangkat Layanan 1. Perlengkapan atau dokumen layanan pada setiap tahapan proses dijaga kondisinya dan dipertahankan kesesuaiannya selama penyimpanan, selama proses layanan, maupun selama penyampaian layanan. 2. Selama layanan ditangani secara internal, perangkat layanan harus dilengkapi identitas secara jelas. 3. Prosedur penanganan, pengemasan, penyimpanan, dan pengamanan barang selama dalam proses harus dibuat. 20. PENGUKURAN, ANALISIS DAN PERBAIKAN 20.1 Data dan Informasi. 1. Semua unit kerja melakukan pengukuran dan pemantauan terhadap kegiatan masingmasing. 2. Pemantauan dan pengukuran direncanakan sebelum dilaksanakan. 3. Data kegiatan dikumpulkan untuk dianalisis. 4. Hasil pengukuran, pemantauan, analisis dipergunakan untuk a. Membuktikan kesesuaian. b. Memastikan kesesuaian sistem manajemen mutu. c. Melakukan perbaikan secara terus-menerus. d. Memastikan tercapainya sasaran mutu. 5. Metode pemantauan, pengukuran, analisis, perbaikan dipastikan sesuai dengan tujuan. 6. Bila teknik statistik dipergunakan, dipastikan mengikuti kaidah-kaidah yang benar dan termuat Pengukuran dan Pemantauan Kepuasan Pelanggan 1. Persepsi pelanggan dan kepuasan terhadap layanan yang diberikan universitas harus dipantau secara berkala. 2. Pemantauan dimaksudkan untuk menilai dan mengukur kinerja sistem menejemen mutu serta mengetahui apakah persyaratan pelanggan telah terpenuhi. 3. Metode untuk memperoleh informasi dan pemanfaatan iniformasi yang diperoleh dipastikan tertuang dalam prosedur. Prosedur Terkait: Prosedur Survei Kepuasan Pelanggan (PM-LPMI-06) 16
17 : Audit Internal 1. Tujuan audit adalah untuk memastikan sistem manajemen mutu diimplementasikan secara efektif dan hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan dua kali setahun. 2. Tim audit diusulkan oleh dan ditentukan serta disahkan oleh dan dibekali pelatihan yang cukup sebelum melakukan audit. 3. Program audit direncanakan oleh Ketua Tim Audit dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan dan kekritisan unit yang diaudit. 4. Audit harus dilaksanakan secara sistematis, objektif, terencana, dan terdokumentasi serta mengedepankan integritas dan independensi. 5. Audit harus dilakukan sesuai dengan prosedur audit yang telah ditetapkan. 6. Dalam setiap pelaksanaan audit, auditor harus memperhatikan hasil audit yang terdahulu untuk mengevaluasi efektivitasnya. 7. Kriteria audit, lingkup, frekuensi, dan metode yang akan digunakan dipastikan ditentukan dalam prosedur audit internal. 8. Pelaksanaan audit dilakukan secara objektif dan mengikuti ketentuan persyaratan audit. 9. Pimpinan unit yang diperiksa bertanggung jawab untuk menindaklanjuti temuan audit pada unitnya. 10. Tindakan koreksi diambil sesegera mungkin untuk mengeliminasi ketidaksesuaian yang telah ditemukan. 11. Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi terhadap tindakan-tindakan yang telah diambil. 12. Ketua Tim Audit bertanggung jawab dan melapor kepada. Prosedur Terkait 1. Prosedur Audit Internal (PM-LPMI-03) 2. Prosedur Tindakan Koreksi dan Pencegahan (PM-LPMI-05) 20.4 Pemantauan dan Pengukuran Proses Operasioanal 1. Metode pemantauan dan pengukuran yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas sistem manajemen mutu dan layanan harus dipastikan keabsahannya. 2. Metode yang digunakan harus dapat dibuktikan kemampuannya untuk mencapai hasil yang telah direncanakan. 3. Bila hasil yang direncanakan tidak tercapai, tindakan koreksi dan pencegahannya harus dilakukan untuk memastikan kesesuaian terhadap layanan Pemantauan dan Pengukuran Layanan 1. Pemantauan dan pengukuran layanan dilakukan sesuai prosedur. 2. Tujuan pemantauan dan pengukuran produk untuk memastikan bahwa semua persyaratan layanan terpenuhi. 3. Pengkuran dan pemantauan dilaksanakan pada tahapan yang telah ditentukan. 4. Pemantauan dan pengukuran layanan dilaksanakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan yang tertuang dalam rencana inspeksi yang ditetapkan oleh penjamin mutu. 5. Catatan hasil pemantauan dan pengukuran harus dicatat termasuk personil yang melaksanakan Pengendalian Layanan Tidak Sesuai 1. Layanan tidak sesuai adalah layanan yang kondisinya berada di luar persyaratan yang telah ditetapkan sebagai standar layanan. 2. Layanan yang tidak sesuai dikendalikan serta dicegah agar tidak dipergunakan atau disampaikan ke proses berikutnya. 3. Pengendalian dan tanggung jawab serta wewenang untuk menangani layanan tidak sesuai harus ditetapkan dalam prosedur. 4. Layanan tidak sesuai tidak boleh dikirim kepada pelanggan. 5. Ketidaksesuaian dan tindakan yang diambil harus dicatat. 17
18 : Prosedur Terkait: Prosedur Pengendalian Produk Tidak Sesuai (PM-LPMI-04) 20.7 Analisis Data 1. Data-data mengenai proses atau implementasi sistem manajemn mutu harus dikelola dengan baik. 2. Data dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik yang sesuai, misalnya teknik statistik. 3. Analisis data dilakukan oleh setiap pimpinan unit kerja untuk mengetahui tingkat kinerja masing-masing proses atau melihat kesenjangan-kesenjangan yang ada sehingga dapat dilakukan perbaikan. 4. Prosedur analisis dibuat oleh unit penjaminan mutu dan menjadi acuan bagi semua fungsi lainnya. 5. Hasil analisis data harus mengarah pada pengidentifikasian ketidaksesuaian, ketidakefektifan, dan tindakan-tindakan perbaikan yang diperlukan. 6. Data dianalisis antara lain untuk memantau : a. Kepuasan pelanggan b. Kesesuaian terhadap persyaratan layanan c. Karakteristik dan kecenderungan proses atau produk. d. Kinerja pemasok. e. Sebagai dasar untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan Tindakan Koreksi dan Pencegahan. Tindakan Perbaikan Terus Menerus 1. Seluruh karyawan dan pimpinan wajib melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap efektifitas sistem manajemen mutu sesuai dengan tugas tanggug jawab dan wewenangnya. 2. Semua perbaikan mengacu pada komitmen yang tertuang dalam kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisa data, tindakan koreksi dan prefensi serta tinjauan manajemen. Prosedur Terkait: Prosedur Tindakan Koreksi dan Pencegahan (PM-LPMI-05) Tindakan Koreksi dan Pencegahan 1. Penyebab-penyebab terjadinya ketidaksesuaian dipastikan dieliminir atau dihilangkan dan dicegah agar tidak terjadi lagi. 2. Tujuan dan tindakan koreksi dan tindakan prevensi adalah mencegah terulangnya masalah yang sama dan untuk meningkatkan kinerja universitas secara keseluruhan. 3. Upaya tindakan koreksi atau prevensi dipastikan sesuai dengan skala dampak yang dapat ditimbulkan dari masalah tersebut. 4. Agar proses tindakan koreksi berjalan lancar dan hasilnya efektif, dipastikan prosedur tindakan koreksi disediakan yang mencakup a. Meninjau ketidaksesuaian termasuk keluhan konsumen. b. Menentukan penyebab masalah. c. Merencanakan dan melaksanakan tindakan koreksi. d. Menyimpan arsip tindakan koreksi. e. Meninjau efektivitas tindakan koreksi. 5. Pimpinan unit bertanggung jawab memastikan tindakan koreksi atau prevensi yang telah dilaksanakan efektif. 6. Tindakan koreksi atau prevensi harus sesuai dengan dampak dari masalah. 7. Prosedur tindakan koreksi atau prevensi dipastikan dibuat. Prosedur Terkait: Prosedur Tindakan Koreksi dan Pencegahan (PM-LPMI-05) 18
19 : PENUTUP Demikian manual mutu ini dibuat oleh, mudah-mudahan dapat mejadi acuan dalam bersikap dan bertindak menjalankan sistem menajamen mutu serta menjalankan tugas, tanggung jawab, dan wewenang masing-masing. Selamat bekerja. mendukung sepenuhnya pelaksanaan sistem manajemen mutu ini sebagai komitmen yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. 22. CATATAN REVISI NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU 19
Kebijakan Mutu ITB
Kebijakan Mutu ITB 2006-2010 (sebagaimana yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor ITB No. 202/SK/K01/OT/2006, tanggal 15 November 2006) SPM ITB Deny Juanda Puradimaja dan Satria Bijaksana Satuan
Kebijakan Mutu ITB
Kebijakan Mutu ITB - (sebagaimana yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor ITB No. 202/SK/K01/OT/, tanggal 15 November ) SPM ITB Deny Juanda Puradimaja dan Satria Bijaksana Satuan Penjaminan Mutu
MANUAL MUTU UNIVERSITAS KLABAT
Kode Dokumen MM-LPMI-01 Status Revisi 2 Tanggal Berlaku 2 Februari 2015 MANUAL MUTU UNIVERSITAS KLABAT Diberikan Kepada Ketua LPMI No. Copy Dokumen 1 SOP yg Berhubungan Tanggal Pemberian 2 Februari 2015
Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008
Checklist Audit Mutu ISO 9001:2000 Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008 :2008 4. 4.1 4.1 4.1 Sistem Manajemen Mutu Persyaratan Umum Apakah organisasi menetapkan dan mendokumentasikan sistem manajemen mutu
-1- DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU
-1- LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 27/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU 1. Lingkup Sistem Manajemen
BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KELAS I FRANS KAISIEPO BIAK PEDOMAN MUTU PEDOMAN MUTU
Halaman : 1 dari 19 Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 19 Agustus 2014 Oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Frans Kaisiepo Biak Luwi Budi Nugroho NIP. 195807231981091001 Pedoman ini menguraikan
PEDOMAN MANAJEMEN MUTU UPT PUSKESMAS II NEGARA No Kode : Terbitan : No Revisi : Tgl Mulai Berlaku : Halaman :
1. PENDAHULUAN Pedoman Manajemen Mutu ini menjelaskan secara garis besar sistem manajemen mutu Puskesmas Timika. Semua ketentuan maupun persyaratan serta kebijakan yang tertuang dalam Pedoman Manajemen
5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. MANAJEMEN SUMBER DAYA 7. REALISASI PRODUK 8. PENGUKURAN,ANALISA & PERBAIKAN
5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. 7. 8. 1.1 UMUM Persyaratan SMM ini untuk organisasi adalah: Yang membutuhkan kemampuan untuk menyediakan produk secara konsisten yang sesuai dengan persyaratan pelanggan
KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK
Kode Dokumen Nama Dokumen Edisi Disahkan Tanggal Disimpan di- KM-AAYKPN Kebijakan Mutu 01-Tanpa 24 Agustus 2010 UPM-AAYKPN Revisi KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK AKADEMI AKUNTANSI YKPN YOGYAKARTA Disusun Oleh
ISO 9001:2000. Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu
ISO 9001:2000 Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu Quality Mangement System ISO 9000 series.. Published by International Organization for Stantardization (ISO) a world wide federation of national
KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001
KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001 Oleh: Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc Email: [email protected] PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA KLAUSUL-KLAUSUL ISO
DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN
DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Baru FAKULTAS
MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL
MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL POLITEKNIK LP3I JAKARTA TAHUN 2016 ii iii DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv Bab I Penjelasan Umum... 2 A. Definisi dan
Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008
Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008 Klausul 4.0 Sistem Manajemen Mutu 4.1 Persyaratan umum Apakah organisasi telah : (a) Menetapkan proses-proses yang dibutuhkan oleh SMM serta aplikasinya
2.1. Struktur Organisasi
Judul : PEDOMAN Halaman : 1-23 1. SEJARAH POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Sejarah berdirinya Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) tidak dapat dipisahkan dari peran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sebagai
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Audit Internal Audit ini meliputi semua departemen. Coordinator audit/ketua tim audit ditentukan oleh Manajemen Representative dan kemudian ketua tim audit menunjuk tim
Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya
Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya 4.1q1 Bagaimana organisasi menentukan masalah eksternal dan internal yang relevan dengan tujuan dan arah strategis?
Sistem manajemen mutu Persyaratan
Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1 Umum... vi 0.2 Pendekatan proses...
Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 13 Oktober Oleh
2017 No. Dok.: PM-WM-01 No. Rev.: 1 Tgl. Berlaku: Oktober 2017 Hal: 1 / 13 Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 13 Oktober 2017 Oleh DEKAN Pedoman Mutu ini menguraikan Sistem Manajemen Mutu di Fakultas
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU AKADEMIK INTERNAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
PRAKTIK BAIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU AKADEMIK INTERNAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
AUDIT MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI
AUDIT MUTU INTERNAL AUDIT MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI JL. RAYA TANJUNG BARAT NO. 11 PS. MINGGU JAKARTA SELATAN TELP. 021 781 7823, 781 5142 FAX. -21 781 5144
KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor: 202/SK/K01/OT/2006 TENTANG KEBIJAKAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor: 202/SK/K01/OT/2006 TENTANG KEBIJAKAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2006-2010 REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, Menimbang : a. bahwa Tujuan Institut,
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ABULYATAMA
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ABULYATAMA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ABULYATAMA ACEH BESAR 2013 Universitas Abulyatama KEBIJAKAN SPMI UNIVERSITAS ABULYATAMA Nomor:../. /..
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 011/ITDel/Rek/SK/I/18. Tentang SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL INSTITUT TEKNOLOGI DEL
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 011/ITDel/Rek/SK/I/18 Tentang SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL INSTITUT TEKNOLOGI DEL REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL Menimbang : a. bahwa Institut Teknologi
ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007
SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001: 2000/SNI 19-9001-2001 ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007 1 OBJEKTIF : Mendapatkan gambaran
LEMBAR PENGESAHAN. Semarang, 19 Desember 2013 Kepala Kantor Penjaminan Mutu
LEMBAR PENGESAHAN 1. Nama Kegiatan : Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Universitas Dian Nuswantoro Semarang - 2016 untuk ke-1 2. Tim Monev Senat : Dr. St. Dwiarso Utomo, S.E.,
STANDAR PROSES PENELITIAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MADURA
Alamat : Komplek PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan Tlp. (0324) 321783, Fax. (0324) 321783 www.uim.ac.id STANDAR MUTU SPMI (Quality Standars) Nomer: SPMI-UIM/SM/01/01 Revisi: 1 Hal : 8 STANDAR PROSES PENELITIAN
Tinjauan Manajemen. Oktober 2011
Tinjauan Manajemen Oktober 2011 Unit Jaminan Mutu Jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2011 Daftar Isi I. Pelaksanaan... 1 II. Lingkup Pembahasan... 1 III. Hasil dan Tindak
STANDAR PELAYANAN MINIMUM
6. SPM UNJA NO / SUB 1 PENDIDIKAN 1. KOMPETENSI LULUSAN 1. Sistem penerimaan 2. Proses penerimaan 3. Registrasi 1. Rasio pendaftar dan yang diterima % 8.3 8.3 7.7 7.7 7.1 2. Rasio diterima dan pendaftar
PANDUAN PELAKSANAAN KERJA
PANDUAN PELAKSANAAN KERJA ii LEMBAR PENGESAHAN PANDUAN PELAKSANAAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH Kode Dokumen : PPK/UMNAw/LPM/05/01-01 Revisi : 01 Tanggal : 10
Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai Enabler Tercapainya Kampus Unggul di STIE Perbanas Surabayaq
PRAKTIK BAIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI Manfaat yang diperolah Setelah Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai Enabler
Sistem manajemen mutu Persyaratan
SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1
PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN
PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN, Menimbang
Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan
Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan Hanevi Djasri, dr, MARS Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PMPK) FK-UGM www.mutupelayanankesehatan.net Pengertian sistem Suatu rangkaian fungsi Suatu
BUKU PROSEDUR MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
BUKU PROSEDUR MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL I II BUKU PROSEDUR MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH Kode Dokumen : PM/UMNAw/LPM/04/01-01 Revisi : 01 Tanggal
BAB I KEBIJAKAN MUTU INTERNAL FAKULTAS A. Kebijakan Umum 1. Fakultas sebagai bagian dari Universitas Andalas berpartisipasi aktif dalam gerakan menjag
MANUAL MUTU INTERNAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK TAHUN 2015-2019 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas 2015 Manual Mutu FISIP Tahun 2015-2019 1 BAB I KEBIJAKAN MUTU INTERNAL
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 024/ITDel/Rek/SK/III/18. Tentang PEDOMAN KESESUAIAN BIDANG KEILMUAN DOSEN INSTITUT TEKNOLOGI DEL
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 024/ITDel/Rek/SK/III/18 Tentang PEDOMAN KESESUAIAN BIDANG KEILMUAN DOSEN INSTITUT TEKNOLOGI DEL REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL Menimbang : a. bahwa dosen
PEDOMAN MUTU REALISASI KEGIATAN LAYANAN
Disusun oleh: Management Representative, Disetujui oleh: Dekan, Dr. H. Andoyo Sastromiharjo,M.Pd. Prof. Dr. Didi Sukyadi,M.A. 7.1 PERENCANAAN REALISASI PENDIDIKAN Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas
KA/LPM-UNSRAT/01 KEBIJAKAN AKADEMIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI. Tahun
KA/LPM-UNSRAT/01 KEBIJAKAN AKADEMIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI Tahun 2016-2020 KEBIJAKAN AKADEMIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI TAHUN 2016-2020 KA/LPM-UNSRAT/01 KEBIJAKAN AKADEMIK UNIVERSITAS SAM RATULANGI
BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG
BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG PT. Indonesia Power UBP Kamojang saat ini telah menerapkan sistem manajemen terpadu, dengan tiga sub sistemnya yang terdiri dari Sistem Manajemen Mutu
J udul Dokumen : R IWAYAT REVISI MANUAL SISTEM MANAJEMEN K3 MANUAL K3 M - SPS - P2K3. Perubahan Dokumen : Revisi ke Tanggal Halaman Perubahan
Kode Dokumentasi : M SPS SMK3 Halaman : 1 dari 2 J udul Dokumen : M - SPS - P2K3 Dokumen ini adalah properti dari PT SENTRA PRIMA SERVICES Tgl Efektif : 09 Februari 2015 Dibuat Oleh, Disetujui Oleh, Andhi
Manual Mutu. Jurusan Teknik Pengairan
Manual Mutu Jurusan Teknik Pengairan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 Manual Mutu Jurusan Teknik Pengairan Kode Dokumen : 00603 05000 Revisi : 5 Tanggal : 20 Agustus 2014 Diajukan oleh : Ketua UJM Ir.
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
43 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pengelolaan SDM yang dilaksanakan dengan baik di perusahaan dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Untuk itu, perlu dilakukan audit operasional atas fungsi SDM di
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNIVERSITAS ISLAM MALANG PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM MALANG FEBRUARI 2016 UNIVERSITAS ISLAM MALANG KEBIJAKAN SPMI Kode : 01/SPMI/PPM/II/2016
PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN
PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN 4. Sistem Manajemen Mutu (=SMM) 4.1 Persyaratan Umum Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara suatu SMM
SPMI dan ISO 9001:2008
SPMI dan ISO 9001:2008 Wahyu Catur Wibowo, Ph.D Staf Pengajar Fakultas Ilmu Komputer Univ Indonesia [email protected] http://telaga.cs.ui.ac.id/~wibowo Standar Nasional Pendidikan (SNP) Diatur dengan
PEDOMAN MUTU TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN
Disusun oleh: Management Representative, Disetujui oleh: Dekan, Dr. H. Andoyo Sastromiharjo,M.Pd. Prof. Dr. Didi Sukyadi,M.A. 5.1 KOMITMEN Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia
PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero)
PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero) Jakarta, 17 Januari 2017 DAFTAR ISI Halaman A. PENDAHULUAN... 1 I. Latar Belakang... 1 II. Maksud dan Tujuan Charter Satuan Pengawasan
PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2
PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2 HALAMAN PENGESAHAN Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Disahkan oleh: Nama
TINJAUAN MANAJEMEN Pendahuluan II. Lingkup Bahasan
TINJAUAN MANAJEMEN I. Pendahuluan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan dari program yang telah dirancang dalam suatu organisasi. Dari hasil evaluasi dapat diketahui program-program mana yang
Tugas Individu Farmasi Industri. Uraian Tugas Kepala Bagian Produksi, Pengawasan Mutu dan Pemastian Mutu
Tugas Individu Farmasi Industri Uraian Tugas Kepala Bagian Produksi, Pengawasan Mutu dan Pemastian Mutu Disusun Oleh : Eka Wahyu Lestari 14340004 Dosen : Drs. Kosasih, M.Sc., Apt. Program Profesi Apoteker
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
SM SPMI Hal : 1/11 1 Judul STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK-SPMI SM 04 SUMEDANG 2016 SM SPMI Hal : 2/11 2 Lembar
Standar Penelitian STIKES HARAPAN IBU
Standar Penelitian STIKES HARAPAN IBU Halaman 2 dari 10 STANDAR PENELITIAN STIKES HARAPAN IBU KODE DOKUMEN : STD.MT.AK. 03/005/2017 REVISI : 0 TANGGAL : 7 Maret 2017 DIAJUKAN & DIKENDALIKAN OLEH : Ketua
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... KEPUTUSAN KETUA STMIK PRABUMULIH... BAB I PENDAHULUAN... 1
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... KEPUTUSAN KETUA STMIK PRABUMULIH... i ii iv vi BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN STMIK PRABUMULIH... 4 2.1 Visi STMIK
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Paparan hasil penelitian sebagaimana terdapat dalam bab IV telah memberikan gambaran yang utuh terkait implementasi SMM ISO di UIN Maliki Malang. Berikut disajikan beberapa
SALINAN KEBIJAKAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU
SALINAN KEBIJAKAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU 2015 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI SK. MENDIKNAS NOMOR 149/D/O/2001 Kantor Pusat : Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 10 Kendari
Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008. Memeriksa Ada struktur organisasi
Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008 Nomor Substansi Persyaratan Yang Diperiksa Klausul 4.1. Persyaratan umum organisasi seperti : struktur organisasi, bisnis proses organisasi, urutan proses, criteria
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH PENDAHULUAN Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan mempunyai Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang terstruktur dan independen
MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU INTERNAL SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STIKES HARAPAN IBU JAMBI
MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU INTERNAL SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STIKES HARAPAN IBU JAMBI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU STIKES HARAPAN IBU JAMBI TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU STIKES HI JAMBI VISI Menjadi
Bahan Ajar PANDUAN MUTU
Bahan Ajar PELATIHAN TENDIK PLP DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 LOGO PT (Contoh) [ NAMA LABORATORIUM ] [ JURUSAN ]
I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan besar dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa. Pendidikan merupakan kunci utama sebagai fondasi untuk meningkatkan
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO SPMI-UNW SM 01 04 UNGARAN Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas
KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DALAM PENGEMBANGAN MUTU PERGURUAN TINGGI
PRAKTIK BAIK SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PERGURUAN TINGGI Manfaat yang diperolah Setelah Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi
14 BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi PT. Freshklido Graha Solusi adalah perusahaan jasa kebersihan terkemuka di Indonesia, yang menawarkan solusi cerdas
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014-2018 Kata Pengantar RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
Standar Pengabdian Masyarakat STIKES HARAPAN IBU
Standar Pengabdian Masyarakat STIKES HARAPAN IBU Halaman 2 dari 11 STANDAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN KERJASAMA STIKES HARAPAN IBU KODE DOKUMEN : STD.MT.AK. 03/006/2017 REVISI : 0 TANGGAL : 7 Maret
PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan
PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Tujuan Peraturan ini dibuat dengan tujuan menjalankan fungsi pengendalian internal terhadap kegiatan perusahaan dengan sasaran utama keandalan
STANDAR PENILAIAN PEMBELAJARAN UNIVERSITAS ISLAM MADURA
UNIVERSITAS ISLAM STANDAR MADURA Nomer: MUTU Alamat : Komplek SISTEM PP. PENJAMINAN Miftahul Ulum MUTU Bettet INTERNAL Pamekasan Tlp. (0324) UNIVERSITAS 321783, ISLAM Fax. (0324) MADURA Nomer 321783 :
SOP/UJM-L/LM/002 AUDIT MUTU INTERNAL
Page 1 of 22 SOP/UJM-L/LM/002 AUDIT MUTU INTERNAL Dibuat oleh Paraf Direvisi oleh Paraf : Ir. Slamet Riyadi,M.Eng : : : LPMI Tgl. Pembuatan : 20 Mei 2013 Disetujui oleh Paraf : Rektor : Tgl. Revisi : I.
KATA PENGANTAR. Surakarta, 24 Januari 2017 Direktur Poltekkes Surakarta. Satino, SKM. M.Sc.N. NIP
KATA PENGANTAR Laporan Akuntabilitas Kinerja ini disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Politeknik Kesehatan Surakarta selama menjalankan tugas-tugas kedinasan dan dimaksudkan
PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,
Revisi : 02 Tanggal : Diajukan oleh : Dikendalikan : Disetujui oleh :
MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL MP.PPM-UNESA-05 Kode Dokumen : 05/01.UNV/MP-AMAI/2014 Revisi : 02 Tanggal : Diajukan oleh : Dikendalikan : Disetujui oleh : PUSAT PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS
2011, No Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Ne
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.349, 2011 KEMENTERIAN AGAMA. Organisasi. Tata Kerja. Institut Agama Islam Negeri Surakarta. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI
Manual Prosedur. Pelaksanaan Audit Internal Mutu. Jurusan Ilmu Komunikasi UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011
Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal Mutu 01102 09001 Jurusan Ilmu Komunikasi UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal Mutu Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas
BUKU KEBIJAKAN MUTU SPMI UMN AW BUKU KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
BUKU KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL i ii BUKU KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH Kode Dokumen : KM/UMNAw/LPM/01/01-01 Revisi : 02 Tanggal
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG Universitas Islam Malang, 2015 All Rights Reserved i Spesifikasi Program Studi MANAJEMEN Fakultas Ekonomi Universitas
Manual Mutu. Jurusan Keperawatan. Jurusan S1 Keperawatan
Manual Mutu Jurusan Keperawatan Jurusan S1 Keperawatan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 Manual Mutu Jurusan Keperawatan Jurusan S1 Keperawatan Kode Dokumen : 00802 05000 Revisi : 1 Tanggal : 1 Desember
PEDOMAN STANDAR AKADEMIK STMIK SUMEDANG
PEDOMAN STANDAR AKADEMIK STMIK SUMEDANG SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) SUMEDANG DITETAPKAN DI SUMEDANG, 19 AGUSTUS 2014 OLEH KETUA STMIK SUMEDANG SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN 2017 STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK Kode
Pedoman Budaya Mutu Universitas FOR/SPMI-UIB/PED
Pedoman Budaya Mutu Universitas FOR/SPMI-UIB/PED.02-001 SURAT KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM NOMOR: 033/REK/KEP-UIB/VII/I2016 Tentang PENGESAHAN PEDOMAN BUDAYA MUTU UNIVERSITAS INTERNASIONAL
SPESIFIKASI JURUSAN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA SP.UJM-JM-FE-UB.01
SPESIFIKASI JURUSAN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA SP.UJM-JM-FE-UB.01 Revisi : - Tanggal : 2 Mei 2008 Dikaji ulang oleh : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya
Manual Mutu Jurusan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010
Manual Mutu Jurusan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 Manual Mutu Jurusan Kode Dokumen : 0040205000 Revisi : 1 Tanggal : 10 Mei 2010 Diajukan oleh : Sekretaris Jurusan (ttd) Dr.Ir. Sugeng Prijono, MS Disetujui
B. C. PROSEDUR PELAKSANAAN SISTEM TATA PAMONG SPMI - UBD
A. B. C. PROSEDUR PELAKSANAAN SISTEM TATA PAMONG SPMI - UBD SPMI UBD Universitas Buddhi Dharma Jl. Imam Bonjol No. 41 Karawaci, Tangerang Telp. (021) 5517853, Fax. (021) 5586820 Home page : http://buddhidharma.ac.id
MIA APRIANTHY ( )
OLEH: I PUTU WIDHARMADI (122080050) ACHMAD ANWARUDIN (122080002) MIA APRIANTHY (122080076) KELOMPOK II PENDAHULUAN Seri ISO 9000 adalah suatu system terpadu untuk mengoptimalkan efektifitas mutu suatu
Manual Mutu JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
Manual Mutu JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 Manual Mutu Jurusan Teknik Elektro Kode Dokumen : 00604 05000 Revisi : 02 Tanggal : 09 Juni 2011 i DAFTAR ISI DAFTAR
PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar
Kata Pengantar Pertama-tama, kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang atas izinnya revisi Pedoman Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP), yaitu Pedoman KNAPPP
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM 04 09 SEMARANG 2O16 Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan Sistem Penjaminan
LAPORAN AUDIT MUTU INTERNAL (AMI) PERIODE SEPTEMBER 2016 UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA
LAPORAN AUDIT MUTU INTERNAL (AMI) PERIODE SEPTEMBER 2016 UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA 2017 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Audit mutu internal (AMI) merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi
LAPORAN HASIL AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI) TAHUN AKADEMIK 2016/2017
LAPORAN HASIL AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI) TAHUN AKADEMIK 2016/2017 BADAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO OKTOBER 2017 Pendahuluan Untuk memonitor dan mengevaluasi seluruh kegiatan
VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA
VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA Oleh Prof. Dr. Herri CALON DEKAN FEUA PERIODE TAHUN 2016-2020 Visi Menjadi Fakultas Ekonomi yang menghasilkan sumber daya insani yang kreatif, inovatif, profesional dan kompetitif,
PIAGAM AUDIT INTERNAL
PIAGAM AUDIT INTERNAL (INTERNAL AUDIT CHARTER) PT PERTAMINA INTERNASIONAL EKSPLORASI & PRODUKSI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 3 1.1 Umum... 3 1.2 Visi, Misi, Dan Tujuan... 3 1.2.1 Visi Fungsi Audit Internal...
PIAGAM SATUAN PENGAWASAN INTERN (INTERNAL AUDIT CHARTER) PT. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL, TBK. PENDAHULUAN
PIAGAM SATUAN PENGAWASAN INTERN (INTERNAL AUDIT CHARTER) PT. PEMBANGUNAN JAYA ANCOL, TBK. PENDAHULUAN 1. PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. didirikan berdasarkan akta pendirian Perusahaan sebagaimana diumumkan
SPMI Politeknik Negeri Jakarta
Politeknik Negeri Jakarta SATUAN PENJAMINAN MUTU Jln. Prof. Dr.G.A. Siwabessy, Kampus UI Depok 16425 Telephone : (021) 7270036, Hunting, Fax (021) 7270034 No: KM/PNJ//111 Halaman: 1 dari 15 1. Visi, Misi
JOB DESCRIPTION. ( Rincian Tugas )
JOB DESCRIPTION ( Rincian Tugas ) BADAN PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS JANABADRA YOGYAKARTA 2013 PENGANTAR Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-nya dapat diselesaikan
Manual Mutu Pengabdian
Manual Mutu Pengabdian MM 03 PJM Revisi Tanggal Dikaji Oleh Disetujui Oleh Pusat Jaminan Mutu Disetujui Oleh: Revisi ke 03 Tanggal 01 Juni 2011 KATA PENGANTAR Kehidupan dan perkembangan akademik di Perguruan
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL
No. Dok: LPM.06 No. Rev : 0 Berlaku: Januari 2018 Hal : 1/ 15 INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AL-KAMAL No. Dok: LPM.06 No. Rev : 0 Berlaku: Januari 2018 Hal : 2/ 15 BAB I VISI dan MISI A. Visi ISTA Visi Institut
BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Tinjauan Teori
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Tinjauan Teori 3.1.1 Pengertian Proses Menurut Wikipedia proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang,
Badan Nasional Sertifikasi Profesi. ==================================== Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Cabang (LSP Cabang)
Badan Nasional Sertifikasi Profesi PEDOMAN BNSP 207-2007 ==================================== Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Cabang (LSP Cabang) Badan Nasional Sertifikasi Profesi DAFTAR
Kebijakan Mutu Akademik FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Kebijakan Mutu Akademik FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG Universitas Islam Malang, 2015 All Rights Reserved 2 Kebijakan Mutu Akademik
SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS ISLAM MADURA
Alamat : Komplek PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan Tlp. (0324) 321783, Fax. (0324) 321783 www.uim.ac.id STANDAR MUTU SPMI (Quality Standars) Nomer: SPMI-UIM/SM/01/01 Revisi: 1 Hal : 8 STANDAR PROSES PENGABDIAN
