UNIVERSITAS INDONESIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "UNIVERSITAS INDONESIA"

Transkripsi

1 UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT SAMMARIE TRAMEDIFA JL. CIPINANG MUARA 1 NO. 23C, PONDOK BAMBU, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA PERIODE 17 JUNI 15 JULI DAN 29 JULI 16 AGUSTUS 2013 LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER GABRIELLA FREDERIKA PUNU, S. Farm ANGKATAN LXXVII FAKULTAS FARMASI PROGRAM PROFESI APOTEKER DEPOK JANUARI 2014

2 UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT SAMMARIE TRAMEDIFA JL. CIPINANG MUARA 1 NO. 23C, PONDOK BAMBU, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA PERIODE 17 JUNI 15 JULI DAN 29 JULI 16 AGUSTUS 2013 LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Apoteker GABRIELLA FREDERIKA PUNU, S. Farm ANGKATAN LXXVII FAKULTAS FARMASI PROGRAM PROFESI APOTEKER DEPOK JANUARI 2014 ii

3 HALAMAN PENGESAHAN Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker ini diajukan oleh: Nama / NPM : Gabriella Frederika Punu, S.Farm. / Program Studi : Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Judul Laporan : Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker di PT SamMarie Tramedifa Jl. Cipinang Muara 1 No. 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta Periode 17 Juni 15 Juli dan 29 Juli 16 Agustus 2013 Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diajukan untuk memperoleh gelar Apoteker pada Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia Pembimbing I : T. Nebrisa Z., S.Farm., Apt., MARS. (...) Pembimbing II : Dr. Harmita, Apt. (...) Pembimbing lapangan : Eka Ayu Gustari, S.Si., Apt. (...) Penguji I : (...) Penguji II : (...) Penguji III : (...) Ditetapkan di : Depok Tanggal : iii

4 HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker ini adalah hasil karya saya sendiri dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar. Nama : Gabriella Frederika Punu, S. Farm. NPM : Tanda tangan : Tanggal : 5 Februari 2014 iv

5 KATA PENGANTAR Alhamdulillah dan puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-nya sehingga penulis mampu melaksanakan dan menyelesaikan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT SamMarie Tramedifa. Dalam setiap hal pasti ada kesulitan yang menghadang dan hambatan yang merintangi, termasuk dalam penulisan laporan ini. Namun, dengan kesabaran dan doa semua dapat teratasi. Sebagai rasa syukur atas semua ini maka dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Dr. Mahdi Jufri, M. Si., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi UI. 2. Prof. Dr. Yahdiana Harahap, M.S., Apt., selaku Pj.S. Dekan Fakultas Farmasi UI sampai dengan 20 Desember Dr. Harmita, Apt., selaku Ketua Program Profesi Apoteker dan pembimbing PKPA di PT SamMarie Tramedifa. 4. T. Nebrisa Z., S.Farm., Apt., MARS. selaku direktur PT SamMarie Tramedifa atas izin, kesempatan, fasilitas, serta bimbingan yang diberikan selama PKPA di PT SamMarie Tramedifa. 5. Annisah, S.Si., Apt selaku Pharma Manager dan Eka Ayu G., S.Si., Apt. selaku DMP Supervisor, pembimbing yang selalu berbagi ilmu dan pengalaman selama PKPA di PT SamMarie Tramedifa. 6. Bapak Mulahatoropan, S.Kom. selaku GA Manager dan selaku koordinator selama PKPA di PT.SamMarie Tramedifa. 7. Seluruh staf dan karyawan PBF PT. SamMarie Tramedifa atas bimbingan dalam pengerjaan tugas khusus, serta pembelajaran selama PKPA. 8. Kedua orang tuaku tercinta dan adik-adikku tersayang yang selalu senantiasa memberikan cinta dan kasih sayangnya dalam membesarkan, mendidik, mendukung, serta memberikan doa. 9. Teman-teman Apoteker Universitas Indonesia angkatan 77 atas kebersamaan, support, kerja sama selama perkuliahan dan PKPA 10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. v

6 Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena keterbatasan ilmu, pengetahuan, dan kemampuan penulis. Untuk itu, segala kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dan akan dapat penulis terima dengan senang hati. Tidak ada sesuatu yang dapat penulis berikan, kecuali doa. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Harapan penulis semoga tugas ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. Penulis 2014 vi

7 HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Gabriella Frederika Punu, S. Farm. NPM : Program Studi : Profesi Apoteker Fakultas : Farmasi Jenis karya : Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive Royalty Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul: Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker di PT SamMarie Tramedifa di PT SamMarie Tramedifa dengan alamat Jl. Cipinang Muara 1 No. 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta Periode 17 Juni 15 Juli dan 29 Juli 16 Agustus 2013 beserta perangkat yang ada (bila diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini, Universitas Indonesia berhak menyimpan, mengelola, mengalihmedia/formatkan dalam bentuk basis data, merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Depok Pada Tanggal : 5 Februari 2014 Yang menyatakan, (Gabriella Frederika Punu, S. Farm.) vii

8 ABSTRAK Nama : Gabriella Frederika Punu, S. Farm. NPM : Program Studi : Profesi Apoteker Judul : Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker di PT SamMarie Tramedifa Praktek Kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT SamMarie Tramedifa dengan alamat Jl. Cipinang Muara 1 No. 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada periode 17 Juni 15 Juli dan 29 Juli 16 Agustus Kegiatan PKPA ini bertujuan agar peserta dapat memahami kegiatan yang dilakukan Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Penyalur Alat Kesehatan (PAK) PT SamMarie Tramedifa selaku distributor obat dan alat kesehatan, serta membandingkannya dengan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Selain itu, juga agar peserta dapat memahami tugas dan peran apoteker selaku penanggung jawab PBF dan PAK sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja. Tugas khusus yang diangkat berjudul Kategorisasi Alat Kesehatan dan Penyalur Alat Kesehatan. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami kategorisasi alat kesehatan, serta mengkaji dan memahami pengelompokan PAK. Kata kunci : Tramedifa, PBF, PAK, CDOB, CDAKB Tugas umum : xiv + 83 halaman; 36 lampiran Tugas khusus : iv + 16 halaman; 1 tabel; 3 lampiran Daftar Acuan Tugas Umum : 10 ( ) Daftar Acuan Tugas Khusus : 9 ( ) viii

9 ABSTRACT Name : Gabriella Frederika Punu, S. Farm. NPM : Program Study : Apothecary Profession Title : Pharmacist Fieldwork Report in PT Sammarie Tramedifa in Cipinang Muara 1 Street 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Period of June 17 th to July 15 th and July 29 th to August 16 th 2013 Pharmacist Fieldwork implemented in PT SamMarie Tramedifa to address Jl. Cipinang Muara 1 Number 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, East Jakarta, Jakarta in the period June 17 to July 15 and July 29 to August 16, PKPA activity is intended that participants can understand the activities carried Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Penyalur Alat Kesehatan (PAK) PT SamMarie Tramedifa as a distributor of drugs and medical devices, and compared with Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) and Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). In addition, also for participants to understand the tasks and role of the pharmacist as a responsible person of PBF and PAK as a preparation for the professional world. Appointed a special task called Kategorisasi Alat Kesehatan dan Penyalur Alat Kesehatan. This particular task aims to assess and understand the categorization of medical devices, as well as reviewing and understanding the grouping of PAK. Keywords: Tramedifa, PBF, PAK, CDOB, CDAKB General Assignment: xiv + 83 pages; 36 appendices Specific Assignment: iv + 16 pages, 1 table, 3 appendices Bibliography of General Assignment: 10 ( ) Bibliography of Specific Assignment: 9 ( ) ix

10 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS... iv KATA PENGANTAR... v HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... vii ABSTRAK... viii ABSTRACT... ix DAFTAR ISI... x DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR LAMPIRAN... xiii BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan... 2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pedagang Besar Farmasi (PBF) Definisi PBF Landasan Hukum PBF Tugas dan Fungsi PBF Persyaratan PBF Apoteker Penanggung Jawab PBF Tata Cara Perizinan PBF Masa Berlaku Izin PBF Pencabutan Izin PBF Penyelenggaraan PBF Pelaporan Kegiatan PBF Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Manajemen Mutu Organisasi dan Manajemen Personalia Bangunan dan Peralatan Operasional Inspeksi Diri Keluhan, Obat dan/atau Bahan Obat Kembalian, Diduga Palsu, dan Penarikan Kembali Transportasi Fasilitas Distribusi Berdasarkan Kontrak Dokumentasi Penyalur Alat Kesehatan (PAK) Definisi Alat Kesehatan dan PAK Landasan Hukum PAK Tugas dan Fungsi PAK x

11 2.3.4 Persyaratan PAK Tata Cara Perizinan PAK Masa Berlaku Izin PAK Perubahan Izin PAK Pencabutan Izin PAK Penyerahan Alat Kesehatan Sarana dan Prasarana Pemeriksaan PAK Pelaporan Kegiatan PAK Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) Sistem Manajemen Mutu Pengelolaan Sumber Daya Penyimpanan dan Penanganan Persediaan Mampu Telusur Produk (Traceability) Penanganan Keluhan Pengembalian/Retur Alat Kesehatan Pemusnahan Alat Kesehatan Alat Kesehatan Palsu, Tidak Dapat Dipakai, atau Rusak Audit Internal Kajian Manajemen BAB 3 TINJAUAN KHUSUS PT SAMMARIE TRAMEDIFA Profil PT SamMarie Tramedifa Sejarah Singkat PT SamMarie Tramedifa Visi dan Misi PT SamMarie Tramedifa Lokasi dan Bangunan PT SamMarie Tramedifa Struktur Organisasi PT SamMarie Tramedifa Tugas dan Kewajiban, serta Tanggung Jawab di Tiap Jabatan PT SamMarie Tramedifa Direktur General Affairs Manager Finance Manager Pharma Manager Sales dan Marketing Manager Supervisor Pharma BAB 4 PEMBAHASAN Cara Distribusi Obat yang Baik Manajemen Mutu Organisasi, Manajemen, dan Personalia Bangunan dan Peralatan Operasional Inspeksi Diri Keluhan, Obat Kembalian, Diduga Palsu, dan Penarikan Kembali Transportasi Dokumentasi xi

12 4.1.9 Pelaporan Kegiatan di PBF PT SamMarie Tramedifa Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik Sistem Manajemen Mutu Pengelolaan Sumber Daya Penyimpanan dan Penanganan Persediaan Mampu Telusur Produk (Traceability) Penanganan Keluhan, Penarikan Kembali, dan Pemusnahan Produk Audit Internal dan Kajian Manajemen BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR ACUAN LAMPIRAN xii

13 DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1. Alur penyaluran barang oleh outlet, rumah sakit, atau apotek ke PT SamMarie Tramedifa Gambar 4.2. Alur penyaluran barang oleh PT SamMarie Tramedifa ke distributor lain DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Temperatur penyimpanan DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Contoh formulir-1 pengajuan izin PBF Lampiran 2. Contoh formulir-2 pengajuan izin PBF Lampiran 3. Contoh formulir-3 pengajuan izin PBF Lampiran 4. Contoh formulir-4 pengajuan izin PBF Lampiran 5. Contoh formulir-5 pengajuan izin PBF Lampiran 6. Contoh formulir-1 pengajuan izin PAK Lampiran 7. Contoh formulir-2 pengajuan izin PAK Lampiran 8. Lanjutan contoh formulir-2 pengajuan izin PAK Lampiran 9. Contoh formulir-3 pengajuan izin PAK Lampiran 10. Contoh formulir-4 pengajuan izin PAK Lampiran 11. Contoh formulir-5 pengajuan izin PAK Lampiran 12. Contoh formulir-6 pengajuan izin PAK Lampiran 13. Denah bangunan PT SamMarie Tramedifa lantai Lampiran 14. Denah bangunan PT SamMarie Tramedifa lantai Lampiran 15. Izin Usaha PBF PT Sammarie Tramedifa Lampiran 16. Izin Usaha PAK PT SamMarie Tramedifa Lampiran 17. Form Berita Acara Pemeriksaan Balai Besar POM di 101 Jakarta... Lampiran 18. Pre Audit Izin Pindah Alamat PBF dan Pergantian 102 Penanggung Jawab... Lampiran 19. Struktur Organisasi PT SamMarie Tramedifa Lampiran 20. Rencana Struktur Organisasi PT SamMarie Tramedifa 104 Periode Lampiran 21. Denah Gudang Obat PT SamMarie Tramedifa Lampiran 22. Denah Gudang Alat Kesehatan PT SamMarie Tramedifa 105 Lampiran 23. Formulir Pengendalian Kondisi Gudang Alat Kesehatan 106 PT SamMarie Tramedifa... Lampiran 24. Formulir Pengendalian Kondisi Gudang Obat PT 107 xiii

14 SamMarie Tramedifa... Lampiran 25. Formulir Pengendalian Kondisi Kulkas di Gudang Obat 108 PT SamMarie Tramedifa... Lampiran 26. Surat Permintaan Barang Lampiran 27. Faktur Pejualan dari Distributor Lain (Faktur 110 Pembelian)... Lampiran 28. Surat Permintaan dar PT SamMarie Tramedifa ke 110 Distributor Lain... Lampiran 29. Salinan Faktur Penjualan PT SamMarie Tramedifa Lampiran 30. Salinan Tanda Terima Tukar Faktur PT SamMarie 112 Tramedifa... Lampiran 31. Faktur Pajak Pembelian Lampiran 32. Faktur Pajak Penjualan Lampiran 33. Nota Retur Penjualan Lampiran 34. Nota Retur Pembelian Lampiran 35. Laporan PBF 3 Bulanan Lampiran 36. Contoh Formulir Laporan Hasil Kegiatan Penyaluran PAK xiv

15 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Setiap orang berhak atas kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Adapun dalam menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat, diperlukan suatu sumber daya kesehatan (Presiden RI, 2009). Obat dan alat kesehatan termasuk perbekalan kesehatan. Pemerintah menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan perbekalan kesehatan dengan mengelolanya agar kebutuhan dasar masyarakat akan perbekalan kesehatan terpenuhi (Presiden RI, 2009). Oleh karena itu, pembentukan dan proses berlangsungnya kegiatan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang penyaluran dan distribusi obat dan alat kesehatan perlu mendapat persetujuan dan pengawasan dari pemerintah melalui institusi terkait yang ditunjuk. Pedagang Besar Farmasi (PBF) adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Penanggung jawab PBF wajib seorang apoteker yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai peraturan perundang-undangan (Menteri Kesehatan RI, 2011). PBF wajib mengimplementasi dan menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sebagai pedoman kegiatan dalam proses kegiatannya untuk memastikan mutu obat sepanjang jalur distribusi/penyaluran sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya. Penyalur Alat Kesehatan (PAK) adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan. Produk alat kesehatan yang beredar harus memenuhi standar dan/atau persyaratan mutu, keamanan, dan kemanfaatan sehingga proses penyalurannya harus berpedoman pada Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). PBF yang akan 1 Universitas Indonesia

16 2 melakukan usaha sebagai PAK harus memiliki izin PAK (Menteri Kesehatan RI, 2010). Apoteker di PBF dan PAK memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengelola perbekalan kesehatan yang didistribusikan, baik obat maupun alat kesehatan. Oleh karena itu, mahasiswa calon apoteker perlu meningkatkan pemahaman tentang peran, tanggung jawab, dan kerja apoteker di PBF dan PAK, salah satu caranya adalah dengan melakukan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PBF dan PAK. Universitas Indonesia bekerja sama melaksanakan PKPA dengan PT. SamMarie Tramedifa, selaku PBF dan PAK, pada tanggal 17 Juni 12 Juli dan 29 Juli 16 Agustus 2013 demi meningkatkan kemampuan mahasiswa didiknya. Mahasiswa diharap mampu menyerap ilmu dan mendapat pengalaman di lapangan melalui kegiatan ini agar dapat diterapkan secara nyata dalam menjalankan perannya sebagai apoteker kelak. 1.2 Tujuan Kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT SamMarie Tramedifa bertujuan untuk: 1. Memahami kegiatan yang dilakukan PBF dan PAK PT SamMarie Tramedifa selaku distributor obat dan alat kesehatan, serta membandingkannya dengan CDOB dan CDAKB. 2. Memahami tugas dan peran apoteker selaku penanggung jawab PBF dan PAK sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja. Universitas Indonesia

17 BAB 2 TINJAUAN UMUM 2.1 Pedagang Besar Farmasi (PBF) Definisi PBF Definisi Pedagang Besar Farmasi (PBF) menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (PMK RI) Nomor 1148 Tahun 2011 dan Peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia Nomor HK Tahun 2012 adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat, dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. PBF dan PBF cabang melakukan pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan wajib menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (BPOM, 2012) Landasan Hukum PBF Penyelenggaraan PBF memiliki landasan hukum yang diatur dalam: a. Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. b. UU Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. c. Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2010 tentang Prekusor. d. PMK RI Nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011 tentang PBF. e. PMK RI Nomor 889/Menkes/Per/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian. f. Peraturan Kepala BPOM Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor HK tentang Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Tugas dan Fungsi PBF Tugas dan fungsi PBF berdasarkan PMK RI Nomor 1148 Tahun 2011 adalah: a. Menyelenggarakan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat dan/atau bahan obat. 3 Universitas Indonesia

18 4 b. Memastikan mutu sepanjang jalur distribusi/penyaluran sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya. c. PBF mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan dan pelatihan Persyaratan PBF Suatu PBF baru dapat beroperasi setelah mendapat surat izin. Selama PBF tersebut masih aktif melakukan kegiatan pengelolaan obat, seluruh kegiatan yang dilaksanakan di PBF tersebut wajib berdasarkan kepada CDOB Tempat/Lokasi Pemilihan lokasi PBF harus mempertimbangkan segi efisiensi dan efektivitas dalam pengadaan dan penyaluran obat ke sarana pelayanan kesehatan, serta faktor-faktor lainnya Bangunan Suatu PBF harus mempunyai luas bangunan yang cukup dan memenuhi persyaratan teknis sehingga dapat menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi PBF. Suatu PBF paling sedikit memiliki ruang tunggu, ruang penerimaan obat, ruang penyiapan obat, ruang administrasi, ruang kerja apoteker, gudang obat jadi, ruang makan, dan kamar kecil. Bangunan PBF dilengkapi dengan sumber air yang memenuhi syarat kesehatan, pencahayaan yang memadai, alat pemadam kebakaran, ventilasi, dan sanitasi yang baik. Bangunan harus dirancang dan disesuaikan untuk memastikan bahwa kondisi penyimpanan yang baik dapat dipertahankan, mempunyai keamanan yang memadai dan kapasitas yang cukup untuk memungkinkan penyimpanan dan penanganan obat yang baik. Area penyimpanan dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai untuk memungkinkan semua kegiatan dilaksanakan secara akurat dan aman. Area penerimaan, penyimpanan dan pengiriman harus terpisah, terlindung dari kondisi cuaca, dan harus didesain dengan baik, serta dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Akses masuk ke area penerimaan, penyimpanan, dan Universitas Indonesia

19 5 pengiriman hanya diberikan kepada personil yang berwenang, yakni dengan adanya sistem alarm dan kontrol akses yang memadai (BPOM, 2012). Selain itu harus disediakan area khusus, antara lain: a. Harus ada area terpisah dan terkunci antara obat yang menunggu keputusan lebih lanjut mengenai statusnya, meliputi obat yang diduga palsu, yang dikembalikan, yang ditolak, yang akan dimusnahkan, yang ditarik, dan yang kadaluwarsa dari obat yang dapat disalurkan. b. Harus tersedia kondisi penyimpanan khusus untuk obat yang membutuhkan penanganan dan kewenangan khusus sesuai dengan peraturan perundangundangan (misalnya narkotika). c. Harus tersedia area khusus untuk penyimpanan obat yang mengandung bahan radioaktif dan bahan berbahaya lain yang dapat menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan (misalnya gas bertekanan, mudah terbakar, cairan dan padatan mudah menyala) sesuai persyaratan keselamatan dan keamanan. Bangunan dan fasilitas penyimpanan harus bersih, bebas dari sampah dan debu serta harus dirancang dan dilengkapi sehingga memberikan perlindungan terhadap masuknya serangga, hewan pengerat atau hewan lain. Selain itu, ruang istirahat, toilet dan kantin untuk personil harus terpisah dari area penyimpanan (BPOM, 2012) Perlengkapan PBF Suatu PBF baru yang ingin beroperasi harus memiliki perlengkapan yang memadai agar dapat mendukung pendistribusian obat jadi. Perlengkapan yang harus dimiliki antara lain: a. Peralatan dan tempat penyimpanan obat, seperti lemari obat jadi, lemari pendingin (kulkas), lemari untuk menyimpan produk kembalian, kontainer untuk pengiriman barang dan box es untuk pengiriman obat dengan suhu penyimpanan rendah b. Perlengkapan administrasi terkait dokumen penjualan, pembelian dan penyimpanan. Dokumen tersebut misalnya meliputi: blanko pesanan, blanko faktur, blanko tukar faktur, bilyet giro, blanko faktur pajak, blanko surat Universitas Indonesia

20 6 jalan, kartu stok obat, bukti penerimaan pembayaran, form retur, blanko faktur pajak dan stempel PBF c. Buku-buku dan literatur standar yang diwajibkan, serta kumpulan perundangundangan yang berhubungan dengan kegiatan di PBF Apoteker Penanggung Jawab PBF Manajemen puncak di fasilitas distribusi harus menunjuk seorang penanggung jawab. Penanggung jawab harus memenuhi tanggung jawabnya, bertugas purna waktu dan memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jika penanggung jawab fasilitas distribusi tidak dapat melaksanakan tugasnya dalam waktu yang ditentukan, harus dilakukan pendelegasian tugas kepada tenaga teknis kefarmasian. Tenaga kefarmasian yang mendapat pendelegasian wajib melaporkan kegiatan yang dilakukan kepada penanggung jawab (BPOM, 2012). Penanggung jawab mempunyai uraian tugas yang harus memuat kewenangan dalam hal pengambilan keputusan sesuai dengan tanggung jawabnya. Manajemen fasilitas distribusi harus memberikan kewenangan, sumber daya dan tanggung jawab yang diperlukan kepada penanggung jawab untuk menjalankan tugasnya (BPOM, 2012). Penanggung jawab harus seorang apoteker yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai peraturan perundang-undangan. Di samping itu, telah memiliki pengetahuan dan mengikuti pelatihan CDOB yang memuat aspek keamanan, identifikasi obat dan/atau bahan obat, deteksi dan pencegahan masuknya obat dan/atau bahan obat palsu ke dalam rantai distribusi (BPOM, 2012). Penanggung jawab dalam pelaksanaan tugasnya harus memastikan bahwa fasilitas distribusi telah menerapkan CDOB dan memenuhi pelayanan publik. Berdasarkan PMK RI No. 889 Tahun 2011, apoteker adalah Sarjana Farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker, sedangkan Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi dan Tenaga Menengah Farmasi/ Asisten Apoteker. Apoteker yang akan menjalankan pekerjaan kefarmasian harus Universitas Indonesia

21 7 memenuhi persyaratan sebagai berikut (PP No. 51 Tahun 2009 Pasal 35, 37, 52, 54): a. Memiliki keahlian dan kewenangan. b. Menerapkan standar profesi. c. Didasarkan pada standar kefarmasian dan standar operasional. d. Memiliki sertifikat kompetensi profesi. e. Memiliki Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA). STRA merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh Menteri Kesehatan kepada apoteker yang telah diregistrasi. STRA berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 5 tahun selama masih memenuhi persyaratan. Untuk memperoleh STRA, apoteker harus memenuhi persyaratan (PMK RI No. 889 Tahun 2011): a. Memiliki ijazah apoteker. b. Memiliki sertifikat kompetensi profesi. c. Mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji apoteker. d. Mempunyai surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang memiliki surat izin praktik. e. Membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi. Setelah memenuhi persyaratan di atas, seorang apoteker yang akan bekerja sebagai apoteker penanggungjawab di PBF wajib memiliki Surat Izin Kerja Apoteker (SIKA). SIKA adalah surat izin praktik yang diberikan kepada apoteker untuk dapat melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada fasilitas produksi atau fasilitas distribusi atau penyaluran. SIKA hanya diberikan untuk 1 (satu) tempat fasilitas kefarmasian. Untuk memperoleh SIKA, apoteker mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat pekerjaan kefarmasian dilaksanakan yang harus menerbitkan SIKA paling lama 20 (dua puluh) hari kerja sejak surat permohonan diterima dan dinyatakan lengkap. Berkas-berkas yang harus dilampirkan untuk permohonan SIKA, yaitu: a. Fotokopi STRA yang dilegalisir oleh Komite Farmasi Nasional (KFN). Universitas Indonesia

22 8 b. Surat penyataan mempunyai tempat praktik profesi atau surat keterangan dari pimpinan fasilitas pelayanan kefarmasian atau dari pimpinan fasilitas produksi atau distribusi/penyaluran. c. Surat rekomendasi dari organisasi profesi. d. Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 (dua) lembar dan 3 x 4 sebanyak 2 (dua) lembar. Pencabutan SIKA oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat dilakukan apabila: a. Atas permintaan yang bersangkutan. b. STRA atau STRTTK tidak berlaku lagi. c. Yang bersangkutan tidak bekerja pada tempat yang tercantum dalam surat izin. d. Yang bersangkutan tidak lagi memenuhi persyaratan fisik dan mental untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian berdasarkan pembinaan dan pengawasan dan ditetapkan dengan surat keterangan dokter. e. Melakukan pelanggaran disiplin tenaga kefarmasian berdasarkan rekomendasi KFN. f. Melakukan pelanggaran hukum di bidang kefarmasian yang dibuktikan dengan putusan pengadilan. Menurut BPOM (2012), apoteker penanggung jawab PBF memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: a. Menyusun, memastikan dan mempertahankan penerapan sistem manajemen mutu. b. Fokus pada pengelolaan kegiatan yang menjadi kewenangannya serta menjaga akurasi dan mutu dokumentasi. c. Menyusun dan/atau menyetujui program pelatihan dasar dan pelatihan lanjutan mengenai CDOB untuk semua personil yang terkait dalam kegiatan distribusi. d. Mengkoordinasikan dan melakukan dengan segera setiap kegiatan penarikan obat dan/atau bahan obat. e. Memastikan bahwa keluhan pelanggan ditangani dengan efektif. f. Melakukan kualifikasi dan persetujuan terhadap pemasok dan pelanggan. Universitas Indonesia

23 9 g. Meluluskan obat dan/atau bahan obat kembalian untuk dikembalikan ke dalam stok obat dan/atau bahan obat yang memenuhi syarat jual. h. Turut serta dalam pembuatan perjanjian antara pemberi kontrak dan penerima kontrak yang menjelaskan mengenai tanggung jawab masing-masing pihak yang berkaitan dengan distribusi dan/atau transportasi obat dan/atau bahan obat. i. Memastikan inspeksi diri dilakukan secara berkala sesuai program dan tersedia tindakan perbaikan yang diperlukan. j. Mendelegasikan tugasnya kepada apoteker/tenaga teknis kefarmasian yang telah mendapatkan persetujuan dari instansi berwenang ketika sedang tidak berada di tempat dalam jangka waktu tertentu dan menyimpan dokumen yang terkait dengan setiap pendelegasian yang dilakukan. k. Turut serta dalam setiap pengambilan keputusan untuk mengkarantina atau memusnahkan obat dan/atau bahan obat kembalian, rusak, hasil penarikan kembali atau diduga palsu. l. Memastikan pemenuhan persyaratan lain yang diwajibkan untuk obat dan/atau bahan obat tertentu sesuai peraturan perundang-undangan Tata Cara Perizinan PBF Berdasarkan PMK RI No Tahun 2011 tentang PBF, setiap pendirian PBF wajib memiliki izin dari Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Direktur Jenderal Binfar Alkes) yang dapat diperoleh apabila pemohon mengajukan permohonan kepada Dirjen Binfar Alkes dengan tembusan kepada Kepala Badan POM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Balai POM dengan Formulir 1 (Lampiran 1). Untuk memperoleh izin PBF, pemohon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Berbadan hukum berupa perseroan terbatas atau koperasi. b. Memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). c. Memiliki secara tetap apoteker warga negara indonesia sebagai penanggung jawab. Universitas Indonesia

24 10 d. Komisaris/dewan pengawas dan direksi/pengurus tidak pernah terlibat, baik langsung atau tidak langsung, dalam pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang farmasi. e. Menguasai bangunan dan sarana yang memadai untuk dapat melaksanakan pengadaan, penyimpanan dan penyaluran obat serta dapat menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi PBF. f. Menguasai gudang sebagai tempat penyimpanan dengan perlengkapan yang dapat menjamin mutu serta keamanan obat yang disimpan. g. Memiliki ruang penyimpanan obat yang terpisah dari ruangan lain sesuai CDOB. Dalam hal permohonan dilakukan dalam rangka penanaman modal, pemohon harus memperoleh persetujuan penanaman modal dari instansi yang menyelenggarakan urusan penanaman modal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Permohonan harus ditandatangani oleh direktur/ketua dan apoteker calon penanggung jawab disertai dengan kelengkapan administratif sebagai berikut: a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)/identitas direktur/ketua. b. Susunan direksi/pengurus. c. Pernyataan komisaris/dewan pengawas dan direksi/pengurus tidak pernah terlibat pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang farmasi. d. Akta pendirian badan hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. e. Surat Tanda Daftar Perusahaan. g. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan. h. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak. i. Surat bukti penguasaan bangunan dan gudang. j. Peta lokasi dan denah bangunan. k. Surat penyataan kesediaan bekerja penuh apoteker penanggung jawab. l. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker penanggung jawab. Universitas Indonesia

25 11 Berikut ini merupakan alur dari pengajuan izin PBF (PMK RI Nomor 1148/Menkes/Per/VI/2011), yaitu: a. Paling lama dalam waktu 6 (enam) hari kerja sejak diterimanya tembusan permohonan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi melakukan verifikasi kelengkapan administratif. b. Paling lama dalam waktu 6 (enam) hari kerja sejak diterimanya tembusan permohonan, Kepala Balai POM melakukan audit pemenuhan persyaratan CDOB. c. Paling lama dalam waktu 6 (enam) hari kerja sejak dinyatakan memenuhi kelengkapan administratif, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi mengeluarkan rekomendasi pemenuhan kelengkapan administratif kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes dengan tembusan kepada Kepala Balai POM dan pemohon dengan menggunakan Formulir 2 (Lampiran 2). d. Paling lama dalam waktu 6 (enam) hari kerja sejak dinyatakan memenuhi persyaratan CDOB, Kepala Balai POM mengeluarkan rekomendasi hasil analisis pemenuhan persyaratan CDOB kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes dengan tembusan kepada Kepala Badan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan pemohon dengan menggunakan Formulir 3 (Lampiran 3). e. Paling lama dalam waktu 6 (enam) hari kerja sejak menerima rekomendasi serta persyaratan lainnya yang ditetapkan, Direktur Jenderal Binfar Alkes menerbitkan izin PBF dengan menggunakan Formulir 4 (Lampiran 4). f. Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada poin c, d, dan e tidak dilaksanakan pada waktunya, pemohon dapat membuat surat pemyataan siap melakukan kegiatan kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes dengan tembusan kepada Kepala Badan, Kepala Balai POM dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dengan menggunakan Formulir 5 (Lampiran 5). g. Paling lama 12 (dua belas) hari kerja sejak diterimanya surat pemyataan sebagaimana dimaksud pada poin f, Direktur Jenderal Binfar Alkes menerbitkan izin PBF dengan tembusan kepada Kepala Badan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Kepala Balai POM. Universitas Indonesia

26 Masa Berlaku Izin PBF Izin PBF berlaku 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan. Pengakuan PBF cabang berlaku mengikuti jangka waktu izin PBF Pencabutan Izin PBF Izin PBF dinyatakan tidak berlaku apabila: a. Masa berlakunya habis dan tidak diperpanjang; b. Dikenai sanksi berupa penghentian sementara kegiatan; atau c. Izin PBF dicabut Penyelenggaraan PBF Penyelenggaraan PBF diatur dalam PMK RI No Tahun 2011 tentang PBF disebutkan bahwa PBF hanya dapat mengadakan, menyimpan dan menyalurkan obat yang memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh Menteri. Untuk pengadaan obat, PBF hanya dapat melaksanakan pengadaan obat dari industri farmasi dan/atau sesama PBF sedangkan PBF cabang hanya dapat melaksanakan pengadaan obat dan/bahan obat dari PBF pusat. Setiap PBF harus memiliki apoteker penanggung jawab yang telah memiliki izin yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan ketentuan pengadaan, penyimpanan dan penyaluran obat. Selain itu, apoteker penanggung jawab dilarang merangkap jabatan sebagai direksi/pengurus PBF. Jika terjadi pergantian apoteker penanggung jawab, direksi/pengurus PBF wajib melaporkan kepada Dirjen Binfar Alkes atau Kepala Dinas Kesehatan Provinsi selambatlambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) hari kerja. PBF dalam menyelenggarakan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat wajib menerapkan Pedoman Teknis CDOB (BPOM, 2012). Sertifikat CDOB akan diberikan pada PBF yang telah menerapkan CDOB. Setiap PBF wajib melaksanakan dokumentasi pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran di tempat usahanya dengan mengikuti pedoman CDOB. Dokumentasi tersebut dapat dilakukan secara elektronik. Dokumentasi tersebut dapat digunakan sebagai penelusuran kegiatan yang dilakukan oleh PBF dan untuk keperluan pemeriksaan petugas yang berwenang. Universitas Indonesia

27 13 Penyelenggaraan PBF diatur dalam PMK RI No Tahun 2011 adalah sebagai berikut: a. PBF dan PBF cabang hanya dapat mengadakan, menyimpan dan menyalurkan obat dan/atau bahan obat yang memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. b. PBF hanya dapat melaksanakan pengadaan obat dari industri farmasi dan/atau sesama PBF. c. PBF hanya dapat melaksanakan pengadaan bahan obat dari industri farmasi, sesama PBF dan/atau melalui importasi. d. Pengadaan bahan obat melalui importasi dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. e. PBF cabang hanya dapat melaksanakan pengadaan obat dan/atau bahan obat dari PBF pusat Pengadaan Sebelum melakukan pengadaan obat, PBF harus melakukan kualifikasi yang tepat terlebih dahulu. Pemilihan pemasok, termasuk kualifikasi dan persetujuan penunjukannya, merupakan hal operasional yang penting. Pemilihan pemasok harus dikendalikan dengan prosedur tertulis dan hasilnya didokumentasikan serta diperiksa ulang secara berkala. Jika obat dan/atau bahan obat diperoleh dari industri farmasi, fasilitas distribusi wajib memastikan bahwa pemasok tersebut mempunyai izin serta menerapkan prinsip dan pedoman CPOB, sementara jika bahan obat diperoleh dari industri non-farmasi yang memproduksi bahan obat dengan standar mutu farmasi, maka fasilitas distribusi wajib memastikan bahwa pemasok tersebut mempunyai izin serta menerapkan prinsip CPOB. Pengadaan obat dan/atau bahan obat harus dikendalikan dengan prosedur tertulis dan rantai pasokan harus diidentifikasi serta didokumentasikan (BPOM, 2012) Penyaluran Menurut PMK RI No Tahun 2011, PBF hanya dapat menyalurkan obat kepada PBF lain, dan fasilitas pelayanan kefarmasian sesuai ketentuan Universitas Indonesia

28 14 peraturan perundang-undangan, meliputi apotek, instalasi farmasi rumah sakit, uskesmas, klinik, dan toko obat (selain obat keras). Dalam pelaksanaan penyaluran sediaan farmasi di PBF terdapat beberapa ketentuan, yakni meliputi: a. Penyaluran Obat Untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, PBF dapat menyalurkan obat kepada instansi pemerintah yang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun, PBF tidak dapat menyalurkan obat keras kepada toko obat. PBF hanya melaksanakan penyaluran obat berupa obat keras berdasarkan surat pesanan yang ditandatangani apoteker pengelola apotek atau apoteker penanggung jawab b. Penyaluran Narkotika Setiap PBF yang melakukan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran narkotika wajib memiliki izin khusus sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. c. Penyaluran Psikotropika Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, penyaluran psikotropika dalam rangka peredaran dilakukan oleh pabrik obat, pedagang besar farmasi, dan sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah. Penyaluran psikotropika salah satunya dapat dilakukan oleh: 1. Pabrik obat kepada pedagang besar farmasi, apotek, sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah, rumah sakit, dan lembaga penelitian dan/atau lembaga pendidikan. 2. Pedagang besar farmasi kepada pedagang besar farmasi lainnya, apotek, sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah, rumah sakit, dan lembaga penelitian dan/atau lembaga pendidikan Pelaporan Kegiatan PBF Menurut PMK RI No Tahun 2011 tentang PBF, beberapa kegiatan yang harus dilaporkan PBF: a. Setiap PBF dan cabangnya wajib menyampaikan laporan kegiatan setiap 3 (tiga) bulan sekali meliputi kegiatan penerimaan dan penyaluran obat Universitas Indonesia

29 15 dan/atau bahan obat kepada Direktur Jenderal Binfar Alkesdengan tembusan kepada Kepala Badan POM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Balai POM. b. Selain laporan kegiatan 3 bulanan penerimaan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat, Direktur Jenderal setiap saat dapat meminta laporan kegiatan penerimaan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat. c. Setiap PBF dan PBF cabang yang menyalurkan narkotika dan psikotropika wajib menyampaikan laporan bulanan penyaluran narkotika dan psikotropika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Laporan penerimaan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat dapat dilakukan secara elektronik dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. e. Laporan tersebut setiap saat harus dapat diperiksa oleh petugas yang berwenang. 2.2 Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Manajemen Mutu Fasilitas distribusi harus mempertahankan sistem mutu yang mencakup tanggung jawab, proses dan langkah manajemen risiko terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan. Fasilitas distribusi harus memastikan bahwa mutu obat dan/atau bahan obat dan integritas rantai distribusi dipertahankan selama proses distribusi. Seluruh kegiatan distribusi harus ditetapkan dengan jelas, dikaji secara sistematis dan semua tahapan kritis proses distribusi dan perubahan yang bermakna harus divalidasi dan didokumentasikan. Sistem mutu harus mencakup prinsip manajemen risiko mutu. Pencapaian sasaran mutu merupakan tanggung jawab dari penanggung jawab fasilitas distribusi, membutuhkan kepemimpinan dan partisipasi aktif, serta harus didukung oleh komitmen manajemen puncak. Manajemen mutu yang diuraikan dalam CDOB 2012 meliputi sistem mutu, pengelolaan kegiatan berdasarkan kontrak, kajian dan pemantuan manjamen, dan manajemen risiko mutu. Dalam suatu organisasi, pemastian mutu berfungsi sebagai alat manajemen. Harus ada kebijakan mutu terdokumentasi yang menguraikan maksud keseluruhan dan persyaratan fasilitas distribusi yang Universitas Indonesia

30 16 berkaitan dengan mutu, sebagaimana dinyatakan dan disahkan secara resmi oleh manajemen. Sistem mutu harus memastikan bahwa: a. Obat dan/atau bahan obat diperoleh, disimpan, disediakan, dikirimkan,atau diekspor dengan cara yang sesuai dengan persyaratan CDOB. b. Tanggung jawab manajemen ditetapkan secara jelas. c. Obat dan/atau bahan obat dikirimkan ke penerima yang tepat dalam jangka waktu yang sesuai. d. Kegiatan yang terkait dengan mutu dicatat pada saat kegiatan tersebut dilakukan. e. Penyimpangan terhadap prosedur yang sudah ditetapkan didokumentasikan dan diselidiki. f. Tindakan perbaikan dan pencegahan yang tepat diambil untuk memperbaiki dan mencegah terjadinya penyimpangan sesuai dengan prinsip manajemen risiko mutu. Sistem manajemen mutu harus mencakup pengendalian dan pengkajian berbagai kegiatan berdasarkan kontrak. Proses ini harus mencakup manajemen risiko mutu yang meliputi penilaian terhadap pihak yang ditunjuk, penetapan tanggung jawab dan proses komunikasi, dan pemantauan dan pengkajian secara teratur. Manajemen puncak harus memiliki proses formal untuk mengkaji sistem manajemen mutu secara periodik. Kajian tersebut mencakup pengukuran pencapaian sasaran, penilaian indikator kinerja, peraturan, pedoman dan hal baru yang berkaitan dengan mutu, inovasi, perubahan iklim usaha dan bisnis. Bagian terakhir dalam manajemen mutu adalah manajemen risiko mutu yang merupakan suatu proses sistematis untuk menilai, mengendalikan, mengkomunikasikan dan mengkaji risiko terhadap mutu obat dan/atau bahan obat. Hal ini dapat dilaksanakan baik secara proaktif maupun retrospektif Organisasi dan Manajemen Personalia Pelaksanaan dan pengelolaan sistem manajemen mutu yang baik serta distribusi obat dan/ atau bahan obat yang benar sangat bergantung pada personil Universitas Indonesia

31 17 yang menjalankannya. Harus ada personil yang cukup dan kompeten untuk melaksanakan semua tugas yang menjadi tanggung jawab fasilitas distribusi. Tanggung jawab masing-masing personil harus dipahami dengan jelas dan dicatat. Semua personil harus memahami prinsip CDOB dan harus menerima pelatihan dasar maupun pelatihan lanjutan yang sesuai dengan tanggung jawabnya. Di dalam perusahaan harus ada struktur organisasi untuk tiap bagian yang dilengkapi dengan bagan organisasi yang jelas. Tanggung jawab, wewenang dan hubungan antar semua personil harus ditetapkan dengan jelas. Manajemen puncak di fasilitas distribusi harus menunjuk seorang penanggung jawab. Penanggung jawab harus seorang apoteker yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai peraturan perundang-undangan. Selain itu setiap personel lainnya harus kompeten dan dalam jumlah yang memadai. Perlu dilakukan pelatihan terhadap personil secara berkala untuk meningkatkan kompetensinya. Untuk mendukung kegiatan yang dilakukan perlu diterapkan higiene personil. Harus tersedia prosedur tertulis berkaitan dengan higiene personil yang relevan dengan kegiatannya mencakup kesehatan, higiene dan pakaian kerja Bangunan dan Peralatan Fasilitas distribusi harus memiliki bangunan dan peralatan untuk menjamin perlindungan dan distribusi obat dan/atau bahan obat meliputi gedung, gudang dan penyimpanan. Menurut BPOM RI 2012, persyaratan bangunan dan peralatan sesuai CDOB antara lain: a. Bangunan harus dirancang dan disesuaikan untuk memastikan bahwa kondisi penyimpanan yang baik dapat dipertahankan, mempunyai keamanan yang memadai dan kapasitas yang cukup untuk memungkinkan penyimpanan dan penanganan obat yang baik, serta area penyimpanan dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai untuk memungkinkan semua kegiatan dilaksanakan secara akurat. b. Jika bangunan (termasuk sarana penunjang) bukan milik sendiri, maka harus tersedia kontrak tertulis dan pengelolaan bangunan tersebut. c. Harus ada area terpisah dan terkunci antara obat dan/atau bahan obat yang menunggu keputusan lebih lanjut mengenai statusnya, meliputi obat dan/atau Universitas Indonesia

32 18 bahan obat yang diduga palsu, yang dikembalikan, yang ditolak, yang akan dimusnahkan, yang ditarik, dan yang kadaluwarsa dari obat dan/atau bahan obat yang dapat disalurkan. d. Jika diperlukan area penyimpanan dengan kondisi khusus, harus dilakukan pengendalian yang memadai untuk menjaga agar semua bagian terkait dengan area penyimpanan berada dalam parameter suhu, kelembaban dan pencahayaan yang dipersyaratkan. e. Harus tersedia kondisi penyimpanan khusus untuk obat dan/atau bahan obat yang membutuhkan penanganan dan kewenangan khusus sesuai dengan peraturan perundang-undangan (misalnya narkotika). f. Harus tersedia area khusus untuk penyimpanan obat dan/atau bahan obat yang mengandung bahan radioaktif dan bahan berbahaya lain yang dapat menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan (misalnya gas bertekanan, mudah terbakar, cairan dan padatan mudah menyala) sesuai persyaratan keselamatan dan keamanan. g. Area penerimaan, penyimpanan dan pengiriman harus terpisah, terlindung dari kondisi cuaca, dan harus didesain dengan baik serta dilengkapi dengan peralatan yang memadai h. Akses masuk ke area penerimaan, penyimpanan dan pengiriman hanya diberikan kepada personil yang berwenang. Langkah pencegahan dapat berupa sistem alarm dan kontrol akses yang memadai. i. Harus tersedia prosedur tertulis yang mengatur personil termasuk personil kontrak yang memiliki akses terhadap obat dan/atau bahan obat di area penerimaan, penyimpanan dan pengiriman, untuk meminimalkan kemungkinan obat dan/atau bahan obat diberikan kepada pihak yang tidak berhak. j. Bangunan dan fasilitas penyimpanan harus bersih dan bebas dari sampah dan debu. Harus tersedia prosedur tertulis, program pembersihan dan dokumentasi pelaksanaan pembersihan. k. Ruang istirahat, toilet dan kantin untuk personil harus terpisah dari area penyimpanan. Universitas Indonesia

33 19 Menurut BPOM RI (2013), persyaratan peralatan sesuai CDOB antara lain: a. Semua peralatan untuk penyimpanan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat harus didesain, diletakkan, dan dipelihara sesuai dengan standar yang ditetapkan. Harus tersedia program perawatan untuk peralatan vital, seperti termometer, genset, dan chiller. a. Peralatan yang digunakan untuk mengendalikan atau memonitor lingkungan penyimpanan obat dan/atau bahan obat harus dikalibrasi, serta kebenaran dan kesesuaian tujuan penggunaan diverifikasi secara berkala dengan metodologi yang tepat. b. Kegiatan perbaikan, pemeliharaan, dan kalibrasi peralatan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mempengaruhi mutu obat dan/atau bahan obat. c. Dokumentasi yang memadai untuk kegiatan perbaikan, pemeliharaan dan kalibrasi peralatan utama harus dibuat dan disimpan. Peralatan tersebut, misalnya tempat penyimpanan suhu dingin, termohigrometer atau alat lain pencatat suhu dan kelembaban, unit pengendali udara dan peralatan lain yang digunakan pada rantai distribusi Operasional Semua tindakan yang dilakukan oleh fasilitas distribusi harus dapat memastikan bahwa identitas obat dan/atau bahan obat tidak hilang dan distribusinya ditangani sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada kemasan. Bagian operasional terdiri dari proses penerimaan, penyimpanan, pemisahan, pemusnahan, pengambilan, pengemasan, dan pengiriman obat dan/atau bahan obat. Proses penerimaan obat dan/atau bahan obat ditujukan untuk memastikan bahwa kiriman obat dan/atau bahan obat yang diterima benar, berasal dari pemasok yang disetujui, tidak rusak, dan tidak mengalami perubahan selama transportasi. Obat dan/atau bahan obat tidak boleh diterima jika kadaluwarsa atau mendekati tanggal kadaluwarsa sehingga kemungkinan besar obat dan/atau bahan obat telah kadaluwarsa sebelum digunakan oleh konsumen. Selain itu, nomor bets Universitas Indonesia

34 20 dan tanggal kadaluwarsa obat dan/atau bahan obat harus dicatat pada saat penerimaan, untuk mempermudah penelusuran. Jika ditemukan obat dan/atau bahan obat diduga palsu, bets tersebut harus segera dipisahkan dan dilaporkan ke instansi berwenang, beserta ke pemegang izin edar. Pengiriman obat dan/atau bahan obat yang diterima dari sarana transportasi harus diperiksa sebagai bentuk verifikasi terhadap keutuhan kontainer/sistem penutup, fisik dan fitur kemasan serta label kemasan. Proses penyimpanan dan penanganan obat dan/atau bahan obat harus mematuhi peraturan perundang-undangan. Kondisi penyimpanan untuk obat dan/atau bahan obat harus sesuai dengan rekomendasi dari industri farmasi atau non-farmasi yang memproduksi bahan obat standar mutu farmasi. Obat dan/atau bahan obat harus disimpan terpisah dari produk selain obat dan/atau bahan obat, serta terlindung dari dampak yang tidak diinginkan akibat paparan cahaya matahari, suhu, kelembaban atau faktor eksternal lain. Perhatian khusus harus diberikan untuk obat dan/atau bahan obat yang membutuhkan kondisi penyimpanan khusus. Kegiatan yang terkait dengan penyimpanan obat dan/atau bahan obat harus memastikan terpenuhinya kondisi penyimpanan yang dipersyaratkan dan memungkinkan penyimpanan secara teratur sesuai kategorinya (obat dan/atau bahan obat dalam status karantina, diluluskan, ditolak, dikembalikan, ditarik, atau diduga palsu). Harus diambil langkah-langkah untuk memastikan rotasi stok sesuai dengan tanggal kadaluwarsa obat dan/atau bahan obat mengikuti kaidah First Expired First Out (FEFO). Obat dan/atau bahan obat harus ditangani dan disimpan sedemikian rupa untuk mencegah tumpahan, kerusakan, kontaminasi dan campur-baur. Obat dan/atau bahan obat tidak boleh langsung diletakkan di lantai. Obat dan/atau bahan obat yang kadaluwarsa harus segera ditarik, dipisahkan secara fisik dan diblokir secara elektronik. Penarikan secara fisik untuk obat dan/atau bahan obat kadaluwarsa harus dilakukan secara berkala. Untuk menjaga akurasi persediaan stok, harus dilakukan stok opname secara berkala berdasarkan pendekatan risiko. Perbedaan stok harus diselidiki sesuai dengan prosedur tertulis yang ditentukan untuk memeriksa ada tidaknya campur-baur, kesalahan keluar-masuk, pencurian, penyalahgunaan obat dan/atau Universitas Indonesia

35 21 bahan obat. Dokumentasi yang berkaitan dengan penyelidikan harus disimpan untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Pemusnahan obat dan/atau bahan obat dilaksanakan terhadap obat dan/atau bahan obat yang tidak memenuhi syarat untuk didistribusikan. Obat dan/atau bahan obat yang akan dimusnahkan harus diidentifikasi secara tepat, diberi label yang jelas, disimpan secara terpisah dan terkunci serta ditangani sesuai dengan prosedur tertulis. Prosedur tertulis tersebut harus memperhatikan dampak terhadap kesehatan, pencegahan pencemaran lingkungan dan kebocoran/ penyimpangan obat dan/atau bahan obat kepada pihak yang tidak berwenang. Proses pengambilan obat dan/atau bahan obat harus dilakukan dengan tepat sesuai dengan dokumen yang tersedia untuk memastikan obat dan/atau bahan obat yang diambil benar. Obat dan/atau bahan obat yang diambil harus memiliki masa simpan yang cukup sebelum kadaluwarsa dan berdasarkan FEFO. Nomor bets obat dan/atau bahan obat harus dicatat. Pengecualian dapat diizinkan jika ada kontrol yang memadai untuk mencegah pendistribusian obat dan/atau bahan obat kadaluwarsa. Obat dan/atau bahan obat harus dikemas sedemikian rupa sehingga kerusakan, kontaminasi dan pencurian dapat dihindari. Kemasan harus memadai untuk mempertahankan kondisi penyimpanan obat dan/atau bahan obat selama transportasi. Kontainer obat dan/atau bahan obat yang akan dikirimkan harus disegel. Pengiriman obat dan/atau bahan obat harus ditujukan kepada pelanggan yang mempunyai izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk penyaluran obat dan/atau bahan obat ke orang/pihak yang berwenang atau berhak untuk keperluan khusus, seperti penelitian, special access dan uji klinik, harus dilengkapi dengan dokumen yang mencakup tanggal, nama obat dan/atau bahan obat, bentuk sediaan, nomor bets, jumlah, nama dan alamat pemasok, serta nama dan alamat pemesan/penerima. Proses pengiriman dan kondisi penyimpanan harus sesuai dengan persyaratan obat dan/atau bahan obat dari industri farmasi. Dokumentasi harus disimpan dan mampu tertelusur. Dokumen untuk pengiriman obat dan/atau bahan obat harus disiapkan dan harus mencakup sekurangkurangnya informasi berikut: a. Tanggal pengiriman. Universitas Indonesia

36 22 b. Nama lengkap, alamat (tanpa akronim), nomor telepon, dan status dari penerima (misalnya apotek, rumah sakit atau klinik). c. Deskripsi obat dan/atau bahan obat, misalnya nama, bentuk sediaan, dan kekuatan (jika perlu). d. Nomor bets dan tanggal kadaluwarsa. e. Kuantitas obat dan/atau bahan obat, yaitu jumlah kontainer dan kuantitas per kontainer (jika perlu). f. Nomor dokumen untuk identifikasi order pengiriman. g. Transportasi yang digunakan mencakup nama dan alamat perusahaan ekspedisi serta tanda tangan dan nama jelas personil ekspedisi yang menerima (jika menggunakan jasa ekspedisi) dan kondisi penyimpanan Inspeksi Diri Inspeksi diri adalah inspeksi yang dilakukan oleh diri sendiri terhadap sistem. Inspeksi diri dilakukan untuk mengukur kinerja dan mengetahui apakah sistem yang direncanakan dan dijalankan sudah memenuhi standar. Inspeksi diri di lembaga distribusi obat dilakukan secara periodik. Inspeksi diri harus dilakukan dalam rangka memantau pelaksanaan dan kepatuhan terhadap pemenuhan CDOB dan untuk bahan tindak lanjut langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Program inspeksi diri harus dilaksanakan dalam jangka waktu yang ditetapkan dan mencakup semua aspek CDOB serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, pedoman dan prosedur tertulis. Inspeksi diri tidak hanya dilakukan pada bagian tertentu saja. Inspeksi diri harus dilakukan dengan cara yang independen dan rinci oleh personil yang kompeten dan ditunjuk oleh perusahaan. Audit eksternal yang dilakukan oleh ahli independen dapat membantu, namun tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya cara untuk memastikan kepatuhan terhadap penerapan CDOB. Audit terhadap kegiatan yang disubkontrakkan harus menjadi bagian dari program inspeksi-diri. Semua pelaksanaan inspeksi diri harus dicatat. Laporan harus berisi semua pengamatan yang dilakukan selama inspeksi. Salinan laporan tersebut harus disampaikan kepada manajemen dan pihak terkait lainnya. Jika Universitas Indonesia

37 23 dalam pengamatan ditemukan adanya penyimpangan dan/atau kekurangan, penyebabnya harus diidentifikasi dan dibuat Corective Action Preventive Action (CAPA). CAPA harus didokumentasikan dan ditindaklanjuti Keluhan, Obat dan/atau Bahan Obat Kembalian, Diduga Palsu, dan Penarikan Kembali Jika terjadi keluhan, semua keluhan dan informasi lain tentang obat dan/atau bahan obat berpotensi rusak harus dikumpulkan, dikaji, dan diselidiki sesuai dengan prosedur tertulis, serta harus tersedia dokumentasi untuk setiap proses penanganan keluhan, termasuk pengembalian dan penarikan kembali, serta dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Jika obat ternyata dapat dijual kembali, harus melalui persetujuan dari personil yang bertanggung jawab sesuai dengan kewenangannya. Adapun persyaratan obat dan/atau bahan obat yang layak dijual kembali antara lain jika: a. Obat dan/atau bahan obat dalam kemasan asli dan kondisi yang memenuhi syarat serta memenuhi ketentuan. b. Obat dan/atau bahan obat kembalian selama pengiriman dan penyimpanan ditangani sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan. c. Obat dan/atau bahan obat kembalian diperiksa dan dinilai oleh penanggung jawab atau personil yang terlatih, kompeten dan berwenang. d. Fasilitas distribusi mempunyai bukti dokumentasi tentang kebenaran asalusul obat dan/atau bahan obat termasuk identitas obat dan/atau bahan obat untuk memastikan bahwa obat dan/atau bahan obat kembalian tersebut bukan obat dan/atau bahan obat palsu. Untuk obat dan/atau bahan obat yang diduga palsu, penyalurannya harus dihentikan, segera dilaporkan ke instansi terkait dan menunggu tindak lanjut dari instansi yang berwenang. Setelah ada pemastian bahwa obat dan/atau bahan obat tersebut palsu, harus segera ditindaklanjuti sesuai dengan instruksi dari instansi yang berwenang. Universitas Indonesia

38 Transportasi Selama proses transportasi, harus diterapkan metode transportasi yang memadai. Obat dan/atau bahan obat harus diangkut dengan kondisi penyimpanan sesuai dengan informasi pada kemasan. Metode transportasi yang tepat harus digunakan mencakup transportasi melalui darat, laut, udara, atau kombinasinya. Apapun mode transportasi yang dipilih, harus dapat menjamin bahwa obat dan/atau bahan obat tidak mengalami perubahan kondisi selama transportasi yang dapat mengurangi mutu. Pendekatan berbasis risiko harus digunakan ketika merencanakan rute transportasi. Obat dan/atau bahan obat dan kontainer pengiriman harus aman untuk mencegah akses yang tidak sah. Kendaraan dan personil yang terlibat dalam pengiriman harus dilengkapi dengan peralatan keamanan tambahan yang sesuai untuk mencegah pencurian obat dan/atau bahan obat dan penyelewengan lainnya selama transportasi. Kondisi penyimpanan yang dipersyaratkan untuk obat dan/atau bahan obat harus dipertahankan selama transportasi sesuai dengan yang ditetapkan pada informasi kemasan. Jika menggunakan kendaraan berpendingin, alat pemantau suhu selama transportasi harus dipelihara dan dikalibrasi secara berkala atau minimal sekali setahun. Persyaratan ini meliputi pemetaan suhu pada kondisi yang representatif dan harus mempertimbangkan variasi musim. Jika diperlukan, pelanggan dapat memperoleh dokumen data suhu untuk menunjukkan bahwa obat dan/atau bahan obat tetap dalam kondisi suhu penyimpanan yang dipersyaratkan selama transportasi Fasilitas Distribusi Berdasarkan Kontrak Cakupan kegiatan kontrak, terutama yang terkait dengan keamanan, khasiat, dan mutu obat dan/atau bahan obat meliputi kontrak antar fasilitas distribusi dan kontrak antara fasilitas distribusi dengan pihak penyedia jasa (transportasi, pengendalian hama, pergudangan, kebersihan dan sebagainya). Semua kegiatan kontrak harus tertulis antara pemberi kontrak dan penerima kontrak, serta setiap kegiatan harus sesuai dengan persyaratan CDOB. Universitas Indonesia

39 25 Pemberi kontrak bertanggung jawab untuk menilai kompetensi yang diperlukan oleh penerima kontrak. Pemberi kontrak harus melakukan pengawasan terhadap penerima kontrak dalam melaksanakan tugas yang dikontrakkan sesuai dengan prinsip dan pedoman CDOB. Penerima kontrak harus memiliki tempat, personil yang kompeten, peralatan, pengetahuan, dan pengalaman dalam melaksanakan tugas yang dikontrakkan oleh pemberi kontrak. Penerima kontrak tidak diperbolehkan untuk mengalihkan pekerjaan yang dipercayakan oleh pemberi kontrak kepada pihak ketiga sebelum dilakukannya evaluasi dan mendapatkan persetujuan dari pemberi kontrak serta dilakukan audit ke pihak ketiga tersebut Dokumentasi Dokumentasi merupakan dokumen tertulis terkait dengan distribusi (pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan pelaporan), prosedur tertulis dan dokumen lain yang terkait dengan pemastian mutu. Menurut CDOB, dokumentasi yang baik merupakan bagian penting dari sistem manajemen mutu. Dokumentasi dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: a. Menjamin semua pelaksanaan distribusi berjalan sesuai dengan panduan mutu dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. b. Apabila terjadi penyelewengan sistem, dapat ditelusuri dengan sistem dokumentasi perjalanan distribusi. c. Untuk mencegah kesalahan dari komunikasi lisan dan untuk memudahkan penelusuran (sejarah bets, instruksi dan prosedur), dokumentasi harus tertulis jelas. Dokumentasi terdiri dari semua prosedur tertulis, petunjuk, kontrak, catatan dan data, dalam bentuk kertas maupun elektronik. Dicatat dengan jelas dan rinci merupakan dasar untuk memastikan bahwa setiap personil melaksanakan kegiatan sesuai uraian tugas sehingga memperkecil risiko kesalahan. Dokumentasi distribusi harus mencakup informasi berikut: a. Tanggal b. Nama obat dan/atau bahan obat c. Nomor bets Universitas Indonesia

40 26 d. Tanggal kadaluwarsa e. Jumlah yang diterima/disalurkan f. Nama dan alamat pemasok/pelanggan. Dokumentasi harus dibuat pada saat kegiatan berlangsung sehingga mudah untuk ditelusuri. Dokumentasi harus komprehensif mencakup ruang lingkup kegiatan fasilitas distribusi dan ditulis dalam bahasa yang jelas, dimengerti oleh personil dan tidak berarti ganda. Prosedur tertulis harus disetujui, ditandatangani dan diberi tanggal oleh personil yang berwenang. Prosedur tertulis tidak ditulis tangan dan harus tercetak. Setiap perubahan yang dibuat dalam dokumentasi harus ditandatangani, diberi tanggal, dan memungkinkan pembacaan informasi yang asli. Jika diperlukan, alasan perubahan harus dicatat dan seluruh dokumentasi harus tersedia sebagaimana mestinya. Semua dokumentasi harus mudah didapat kembali, disimpan dan dipelihara pada tempat yang aman untuk mencegah dari perubahan yang tidak sah, kerusakan, dan/atau kehilangan dokumen. Dokumen yang dibuat harus disimpan dalam waktu sekurang-kurangnya 3 tahun dari tanggal pembuatan dokumen. Dokumentasi permanen, tertulis atau dengan elektronik, untuk setiap obat dan atau bahan obat yang disimpan harus menunjukkan kondisi penyimpanan yang direkomendasikan, tindakan pencegahan dan tanggal uji ulang khusus untuk bahan obat (jika ada) harus diperhatikan. Persyaratan farmakope dan peraturan nasional terkini tentang label dan wadah harus dipatuhi. Dokumen yang dibuat harus dikaji ulang secara berkala dan dijaga agar selalu up to date. Jika suatu dokumen direvisi, harus dijalankan suatu sistem untuk menghindarkan penggunaan dokumen yang sudah tidak berlaku Pelaporan Kegiatan di PBF ke Institusi Terkait Menurut pasal 8 PMK RI No Tahun 2011tentang PBF: a. Setiap PBF dan cabangnya wajib menyampaikan laporan kegiatan setiap 3 (tiga) bulan sekali meliputi kegiatan penerimaan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes dengan tembusan Universitas Indonesia

41 27 kepada Kepala Badan POM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kepala Balai POM. b. Selain laporan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktur Jenderal Binfar Alkes setiap saat dapat meminta laporan kegiatan penerimaan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat. c. Setiap PBF dan PBF cabang yang menyalurkan narkotika dan psikotropika wajib menyampaikan laporan bulanan penyaluran narkotika dan psikotropika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Laporan tersebut dapat dilakukan secara elektronik dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. e. Laporan tersebut setiap saat harus dapat diperiksa oleh petugas yang berwenang Pelaporan Narkotika Dan Psikotropika Menurut UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 14 Ayat 2, industri farmasi, pedagang besar farmasi, sarana penyimpanan sediaan farmasi pemerintah, apotek, rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, balai pengobatan, dokter, dan lembaga ilmu pengetahuan wajib membuat, menyampaikan, dan menyimpan laporan berkala mengenai pemasukan dan/atau pengeluaran narkotika yang berada dalam penguasaannya. Dokumen pelaporan mengenai narkotika yang berada di bawah kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan disimpan dengan ketentuan sekurang-kurangnya dalam waktu 3 (tiga) tahun. Maksud adanya kewajiban untuk membuat, menyimpan, dan menyampaikan laporan adalah agar pemerintah setiap waktu dapat mengetahui tentang persediaan narkotika yang ada di dalam peredaran dan sekaligus sebagai bahan dalam penyusunan rencana kebutuhan tahunan narkotika. Menurut PMK RI Nomor 912 Tahun 1997 tentang Psikotropika Pasal 7 Ayat 1, pabrik obat dan pedagang besar farmasi yang menyalurkan psikotropika wajib mencatat dan melaporkan psikotropika setiap bulan. 2.3 Penyalur Alat Kesehatan (PAK) Definisi Alat Kesehatan dan PAK Universitas Indonesia

42 28 Menurut PMK RI No Tahun 2010 Pasal 1 Angka 1, alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Sementara dalam Pasal 2 turut disebutkan bahwa selain alat kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1, alat kesehatan dapat juga mengandung obat yang tidak mencapai kerja utama pada atau dalam tubuh manusia melalui proses farmakologi, imunologi, atau metabolisme tetapi dapat membantu fungsi yang diinginkan dari alat kesehatan dengan cara tersebut. Definisi lain mengenai alat kesehatan disebutkan dalam Petunjuk Teknis Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (Juknis CDAKB) menyebutkan bahwa alat kesehatan merupakan instrumen, apparatus, mesin, alat untuk ditanamkan, reagen, produk diagnostic in vitro, atau barang lain yang sejenis atau yang terkait, termasuk komponen, bagian dan perlengkapannya yang: a. Disebut dalam Farmakope Indonesia, Ekstra Farmakope Indonesia dan Formularium Nasional atau suplemennya dan/atau; b. Digunakan untuk mendiagnosa penyakit, menyembuhkan, merawat, memulihkan, meringankan atau mencegah penyakit pada manusia dan/atau; c. Dimaksudkan untuk mempengaruhi struktur dan fungsi tubuh manusia dan/atau; d. Dimaksud untuk menopang atau menunjang hidup atau mati; e. Dimaksud untuk mencegah kehamilan dan/atau; f. Dimaksud untuk pensucihamaan alat kesehatan dan/atau; g. Dimaksudkan untuk mendiagnosa kondisi bukan penyakit yang dalam mencapai tujuan utamanya. Penyalur Alat Kesehatan, menurut PMK RI No Tahun 2010 dan Juknis CDAKB, adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan. Bentuk PAK bisa berupa badan hukum perseroan terbatas, koperasi, atau perusahaan perorangan yang memiliki izin sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. PAK dan PAK cabang untuk dapat Universitas Indonesia

43 29 menyelenggarakan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran alat kesehatan harus memenuhi Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) Landasan Hukum PAK PAK memiliki landasan hukum yang diatur dalam: a. UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. b. UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. c. PP RI No. 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. d. PMK RI No. 1191/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Penyaluran Alat Kesehatan. e. PMK RI No. 1190/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Izin Edar Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Tugas dan Fungsi PAK Dalam PMK RI No Tahun 2010 disebutkan bahwa tugas dan fungsi PAK mencakup pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan Persyaratan PAK Untuk dapat mengajukan permohonan izin PAK, PMK RI No Tahun 2010 mencantumkan pemohon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Berbentuk badan hukum yang telah memperoleh izin usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. Memiliki penanggung jawab teknis yang bekerja penuh, dengan pendidikan yang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku; c. Memiliki sarana dan prasarana berupa ruangan dan perlengkapan lainnya yang memadai untuk kantor administrasi dan gudang dengan status milik sendiri, kontrak atau sewa paling singkat 2 (dua) tahun; d. Memiliki bengkel atau bekerja sama dengan perusahaan lain dalam melaksanakan jaminan purna jual untuk perusahaan yang mendistribusikan alat kesehatan yang memerlukannya; Universitas Indonesia

44 30 e. Memenuhi CDAKB Tata Cara Perizinan PAK Untuk dapat diberikan izin PAK, pemohon harus mengikuti tata cara sebagai berikut: a. Pemohon harus mengajukan permohonan tertulis kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes melalui kepala dinas kesehatan provinsi setempat menggunakan contoh Formulir-1 (Lampiran 6). b. Kepala dinas kesehatan provinsi selambat-lambatnya 12 (dua belas) hari kerja sejak menerima tembusan permohonan, berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk membentuk tim pemeriksa bersama untuk melakukan pemeriksaan setempat. c. Tim pemeriksa bersama selambat-lambatnya 12 (dua belas) hari kerja melakukan pemeriksaan setempat dan membuat berita acara pemeriksaan menggunakan contoh Formulir-2 (Lampiran 7 dan Lampiran 8). d. Apabila telah memenuhi persyaratan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi selambat-lambatnya 6 (enam) hari kerja setelah menerima hasil pemeriksaan dari tim pemeriksa bersama meneruskan kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes menggunakan contoh Formulir-3 (Lampiran 9). e. Dalam hal pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada huruf b sampai dengan huruf d tidak dilaksanakan pada waktunya, pemohon yang bersangkutan dapat membuat surat pernyataan siap melaksanakan kegiatan kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes dengan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat menggunakan contoh Formulir-4 (Lampiran 10). f. Dalam jangka waktu 12 (dua belas) hari kerja sejak menerima surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada huruf e, dengan mempertimbangkan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam pasal 12, Direktur Jenderal Binfar Alkes dapat melakukan penundaan atau penolakan permohonan izin PAK menggunakan contoh Formulir-5 (Lampiran 11). g. Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja setelah diterima laporan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada huruf d, Direktur Jenderal Binfar Universitas Indonesia

45 31 Alkes mengeluarkan izin PAK menggunakan contoh Formulir 6 (Lampiran 12). h. Terhadap penundaan sebagaimana dimaksud pada huruf f kepada pemohon diberi kesempatan untuk melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak diterbitkan surat penundaan Masa Berlaku Izin PAK Izin PAK berlaku selama memenuhi persyaratan: a. Melaksanakan ketentuan CDAKB. b. Perusahaan masih aktif melakukan kegiatan usaha. c. Untuk menjamin terpenuhinya syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktur Jenderal Binfar Alkes melakukan audit menyeluruh terhadap PAK paling lama setiap 5 (lima) tahun sekali sesuai dengan CDAKB Perubahan Izin PAK Perubahan izin PAK harus dilakukan apabila terjadi: a. Perubahan badan hukum perusahaan. b. Pergantian pimpinan atau penanggung jawab teknis. c. Perubahan alamat kantor, gudang, dan/atau bengkel. d. Perubahan izin PAK dilakukan dengan mengajukan permohonan mengikuti tata cara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan dengan melampirkan izin PAK lama asli Pencabutan Izin PAK Izin PAK dapat dicabut apabila: a. PAK mendistribusikan produk yang tidak memiliki izin edar atau tidak sesuai dengan klaim yang disetujui pada waktu mendapatkan izin edar. b. PAK dengan sengaja menyalahi jaminan pelayanan purna jual. c. Berdasarkan hasil pemeriksaan setempat sudah tidak memenuhi lagi persyaratan sarana dan prasarana. Universitas Indonesia

46 Penyerahan Alat Kesehatan Untuk penyerahan alat kesehatan, harus diperhatikan bahwa: a. Penyerahan alat kesehatan hanya dapat dilakukan dalam rangka pelayanan kesehatan dan/atau kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. Alat kesehatan yang dapat menimbulkan bahaya baik cacat fisik maupun kematian, penyerahannya harus dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan Sarana dan Prasarana a. PAK wajib mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk dapat melaksanakan dan menjamin kelancaran pelaksanaan penyaluran pengelolaan, pengadaan, dan penyimpanan. b. Gudang PAK wajib dilengkapi dengan perlengkapan yang dapat menjamin mutu, kemananan dan kemanfaatan alat kesehatan yang disimpan. c. PAK wajib melaksanakan pencatatan, pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian secara tertib di tempat usahanya. d. PAK yang menyalurkan alat kesehatan yang memerlukan pelayanan purna jual, wajib menyediakan atau memiliki jaminan purna jual berupa: e. Bengkel dengan peralatan yang memadai dan dilengkapi dengan suku cadang secukupnya dalam rangka perbaikan sesuai dengan alat kesehatan yang disalurkan; f. Tenaga ahli atau teknisi yang berpengalaman untuk dapat memperbaiki atau melakukan reparasi alat kesehatan yang disalurkan; dan g. Memberikan bantuan rujukan reparasi ke luar negeri untuk produk impor, apabila ternyata alat kesehatan tersebut tidak dapat diperbaiki di dalam negeri. h. PAK wajib melaksanakan pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusian yang memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang CDAKB dan ketentuan lain yang berlaku Universitas Indonesia

47 Pemeriksaan PAK PAK harus bersedia diperiksa sewaktu-waktu oleh petugas yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal dan kepala dinas kesehatan provinsi Pelaporan Kegiatan PAK PAK wajib melaporkan hasil kegiatan penyaluran setiap 1 (satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal Binfar Alkes dengan tembusan kepada kepala dinas kesehatan provinsi. 2.4 Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik Alat Kesehatan yang beredar dan sampai ke pengguna diharapkan mempunyai mutu, manfaat dan keamanan yang sama dengan saat diproduksi. Untuk itu distribusi alat kesehatan harus memenuhi Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Pedoman ini dimaksudkan sebagai panduan bagi kegiatan pemesanan, penyimpanan, pengangkutan, dan pendistribusian produk alat kesehatan dan berlaku untuk semua tahap dalam rantai distribusi Sistem Manajemen Mutu Perusahaan harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan, dan memelihara sistem manajemen mutu, serta mempertahankan efektivitas terkait persayaratan CDAKB. Apabila suatu perusahaan memilih pihak ketiga atau outsource untuk melakukan suatu kegiatan tertentu yang dapat mempengaruhi kualitas alat kesehatan, perusahaan harus menjamin dilakukannya pengontrolan terhadap proses tersebut Umum PAK harus memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, dilengkapi dengan bagan perusahaan, serta menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan, dan memelihara sistem dokumen mutu dan mempertahankan efektivitas terkait CDAKB. Setiap personil harus memiliki tanggung jawab dan wewenang yang jelas, serta personil mendapat pelatihan yang diperlukan untuk Universitas Indonesia

48 34 mendukung pelaksanaan tugas dan wewenangnya. Selain itu, PAK harus memiliki penanggung jawab teknis yang kompeten, berwenang, dan bertanggung jawab sehingga sistem distribusi berjalan dengan baik untuk menjamin keamanan, mutu, dan manfaat alat kesehatan yang didistribusikan. PAK harus memiliki prosedur standar operasional untuk pengembangan, kontrol, distribusi, dan pemeriksaan semua dokumen yang berkaitan dengan proses distribusi. Semua dokumen persyaratan, prosedur, dan kegiatan harus diterapkan, disimpan, dan dipelihara. Judul, sifat, dan tujuan dari masing-masing dokumen harus dinyatakan dengan jelas dan tidak bermakna ganda. Dokumentasi terdiri dari dokumentasi pasif dan aktif. Sistem dokumentasi pasif meliputi prosedur standar operasional dan spesifikasi produk. Sistem dokumentasi aktif meliputi rekaman penerimaan, rekaman penjualan, dan sebagainya. Dokumen pasif harus dibuat, disetujui, dan diberi tanggal, serta tidak boleh tanpa persetujuan oleh personil yang berwenang. Dokumen aktif harus mencantumkan personil pelaksana dan personil pemeriksa. Dokumen pasif harus diperiksa secara teratur dan terus diperbaharui. Data dapat direkam dengan sistem pengolah data elektronik, tetapi prosedur standar operasional terkait sistem yang digunakan harus tersedia dan akurasi rekaman harus diperiksa. Deskripsi sistem tersebut harus dibuat (termasuk diagaram yang sesuai) dan terus diperbaharui. Deskripsi tersebut harus menggambarkan prinsip, tujuan, tindakan keamanan, dan ruang lingkup sistem, serta fitur utama cara komputer berinteraksi dengan sistem dan prosedur lain. Dokumen yang terkomputerisasi harus sesuai dengan peraturan mengenai dokumentasi elektronik dan dokumentasi yang dimaksud meliputi: a. File induk lapangan (site master file). b. Prosedur-prosedur yang terdokumentasi sesuai persyaratan CDAKB. c. Dokumen-dokumen yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjamin adanya perencanaan, operasional, dan pengontrolan proses yang efektif. d. Catatan atau rekaman yang diperlukan oleh CDAKB. e. Dokumentasi lain yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Universitas Indonesia

49 File Induk Lapangan (Site Master File) Perusahaan harus membuat, menyimpan, dan memelihara file induk lapangan dimana di dalamnya termasuk: a. Lingkup CDAKB yang dilaksanakan, termasuk rincian dan ketentuan justifikasi untuk kekecualian dan/atau non-aplikasi. b. Dokumen prosedur CDAKB atau rujukan-rujukan terkait. c. Informasi mengenai bangunan dan lokasinya, dimana kegiatan dilaksanakan Kontrol Dokumen Terhadap dokumen yang dibutuhkan oleh pelaksanaan CDAKB harus dilakukan pengawasan dan pengontrolan. Prosedur-prosedur yang terdokumentasi harus dibuat untuk melakukan pengontrolan terhadap dokumen-dokumen tersebut. Semua dokumen harus dibuat, disepakati, ditandatangani, dan diberi tanggal oleh personil berwenang yang ditunjuk untuk itu dan jika terjadi perubahan, personil yang diijinkan untuk melakukan tugas tersebut harus mendapatkan otorisasi. Dokumen-dokumen harus dikaji ulang dan selalu dipertahankan kemutakhirannya. Apabila sebuah dokumen telah selesai mendapat perbaikan, sebuah sistem pengontrolan harus dibuat untuk mencegah salah pemakaian dari versi yang baru diperbaiki Kontrol Rekaman Rekaman harus dibuat, disimpan, dan dipelihara untuk dijadikan sebagai bukti kesesuaian atau dipenuhinya persyaratan dari CDAKB. Rekaman harus dapat dibaca, mudah disimpan, dipelihara, diidentifikasi, dan ditemukan kembali. Suatu prosedur yang didokumentasikan harus dibuat untuk menetapkan pengontrolan yang diperlukan untuk keperluan identifikasi, penyimpanan, proteksi, pencarian kembali, dan waktu retensi dan disposisi catatan-catatan tersebut. Perusahaan harus menyimpan rekaman terkait untuk suatu jangka waktu: a. Yang ditetapkan berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku, atau Universitas Indonesia

50 36 b. Paling tidak, sama dengan lifetime (umur guna) alat kesehatan yang bersangkutan sebagaimana ditetapkan oleh pabrik pembuat alat kesehatan tersebut, c. Tidak kurang dari dua tahun terhitung tanggal alat kesehatan tersebut dikirim dari perusahaan. Diambil periode yang paling lama Pengelolaan Sumber Daya Personil Personil kunci (key personnel) sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas operasional penyimpanan harus mempunyai kompetensi harus mencakup pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman, sebelum mulai melaksanakan tugas pekerjaannya. Untuk PAK, penanggung jawab teknis wajib berpendidikan minimal D3 dan harus memiliki pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang sesuai dengan tanggung jawabnya sehingga produk yang didistribusikan terjamin keamanan, mutu, dan manfaatnya. Ketentuan untuk personil yang dicantumkan dalam CDAKB meliputi: a. Personil yang terlibat dalam kegiatan distribusi harus mengenakan atribut pengaman yang sesuai dengan sifat produk dan kegiatannya, misalnya alat kesehatan yang mengandung bahan berbahaya atau radiasi. b. Personil harus melaksanakan prosedur terkait higiene. c. Rekaman dari tiap personil harus dipelihara oleh bagian personalia. Apabila menyelenggarakan pelatihan, perusahaan harus: a. Menentukan kemampuan yang perlu dimiliki personil kunci. b. Menyelenggarakan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. c. Melakukan evaluasi terhadap efektivitas pelatihan tersebut. d. Menyimpan dan memelihara catatan-catatan pelatihan tersebut. Perusahaan harus menjamin bahwa tanggung jawab dan kewenangan sudah ditetapkan, didokumentasikan, dan dikomunikasikan di dalam perusahaan. Perusahaan harus membangun hubungan di antara semua personil yang mengelola, melaksanakan, serta melakukan verifikasi yang akan berpengaruh pada kualitas dan menjamin kemandirian, serta kewenangan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Perusahaan harus menunjuk seorang anggota manajemen, Universitas Indonesia

51 37 terlepas dari tanggung jawabnya yang lain, untuk memiliki tanggung jawab pokok, yaitu: 1. Menjamin bahwa proses-proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu sudah ditetapkan, dilaksanakan, dan dipelihara dengan baik. 2. Membuat laporan kepada manajemen puncak (top management) mengenai kinerja sistem manajemen mutu dan penyempurnaan yang diperlukan. 3. Menjamin peningkatan kesadaran mengenai persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan dan pelanggan di seluruh perusahaan. Tanggung jawab seorang wakil manajemen termasuk menjalin hubungan dengan pihak luar mengenai hal-hal terkait dengan sistem manajemen mutu Bangunan dan Fasilitas Sebagai sarana PAK, perusahaan harus memenuhi persyaratan: a. Mempunyai alamat tetap, sesuai yang tercantum pada Izin Penyalur Alat Kesehatan. b. Menjamin bahwa bangunan dan peralatan yang digunakan adalah sesuai dan mencukupi untuk dipakai sebagai sarana penyimpanan, serta distribusi alat kesehatan. c. Melindungi produk dari kontaminasi, kerusakan, termasuk perlindungan dari panas berlebih atau langsung terpapar sinar matahari, serta binatang yang merupakan vektor penyakit, seperti tikus, burung, atau serangga dan tumbuhan pengganggu, seperti jamur. d. Memiliki ruang penerimaan dan pengiriman yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat mencegah tercampurnya produk. e. Ruang penerimaan harus didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan pembersihan wadah/tempat produk yang diterima sebelum disimpan. f. Ruang penyimpanan haruslah memadai untuk mampu menjaga mutu produk, serta memiliki penerangan dan ventilasi yang baik. Instalasi listrik harus dalam kondisi baik. Jika perlu, dibuat sekat-sekat teratur dan disertai fasilitas rak dan palet untuk mempermudah pengaturan dan meningkatkan efisiensi ruang. Universitas Indonesia

52 38 g. Ruang penyimpanan harus memiliki sistem penyimpanan produk yang memudahkan proses pengambilan barang. h. Semua bangunan harus dilengkapi dengan alarm tanda kebakaran/asap dan alat pemadam kebakaran yang sesuai, seperti tabung api (sesuai dengan jenis barang yang disimpan), hydran, atau sprinkler. Alat pemadam kebakaran harus terlihat jelas, tidak terhalang oleh produk yang disimpan dalam ruang penyimpanan, serta harus diletakkan sedekat mungkin dengan pintu keluar dari bangunan. i. Tersedia fasilitas bengkel dan peralatannya (milik sendiri atau bekerja sama dengan perusahaan lain dan atau bengkel resmi terkait) untuk yang menyalurkan produk alat kesehatan elektromedik. Ruang penyimpanan harus kering, bersih, bebas limbah/sampah, dan debu. Setiap personil tidak boleh makan, minum, meludah, dan merokok di ruang penyimpanan. Toilet atau wastafel pun harus terpisah dari ruang penyimpanan dan harus dijaga kebersihannya. Perusahaan harus membuat persyaratan yang didokumentasikan mengenai kebersihan bangunan dan lokasinya, termasuk frekuensi dan cara pelaksanaannya. Rekaman kegiatan kebersihan harus disimpan dan dipelihara dengan baik. Ruang penyimpanan harus dirancang dan dilengkapi peralatan untuk mencegah masuknya serangga, pengerat, dan binatang pengganggu lainnya, serta jamur. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat program pengendalian hama untuk mampu mengidentifikasi dan mencegah terjadinya hama. Rekaman kegiatan pengendalian hama harus disimpan dan dipelihara dengan baik Penyimpanan dan Penanganan Persediaan Perusahaan harus membuat tempat penyimpanan yang sesuai dan mencukupi untuk menjamin penyimpanan alat kesehatan yang baik dan dipelihara dengan baik dan benar. Sarana PAK hanya boleh menyalurkan produk yang telah memiliki izin edar, produk yang sesuai dengan produk yang diizinkan untuk disalurkan (tertera pada Izin Penyalur Alat Kesehatan), dan produk dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Universitas Indonesia

53 Penerimaan Barang Perusahaan harus membuat dan menerapkan pemeriksaan atau kegiatan lain yang diperlukan untuk menjamin bahwa alat kesehatan yang diterima memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang ditentukan. Alat kesehatan yang harus disimpan secara khusus harus segera dapat diidentifikasi dan disimpan sesuai petunjuk yang ditetapkan. Setiap penerimaan harus diperiksa kesesuaiannnya dengan surat pesanan, meliputi alamat pemesan, nama produk, nomor izin edar, tanggal kadaluarsa, jumlah produk, nomor bets atau nomor seri, dan tipe, serta diverifikasi dengan keterangan pada label. Rekaman kegiatan penerimaan harus disimpan dan dirawat dengan baik. Rekaman tersebut mencakup keterangan produk, mutu, pemasok, nomor bets yang ditetapkan dan tanda terima antara pengirim dan penerima produk. Produk yang secara fisik mengalami kerusakan harus dipisahkan dari produk yang diterima dalam kondisi baik. Wadah atau kemasan yang bermasalah harus diperiksa dengan cermat untuk mengetahui adanya kerusakan atau kontaminasi. Jika ditemukan rusak atau terkontaminasi, produk dikarantina atau untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan pengamanan harus diambil dalam rangka memastikan bahwa produk rusak/reject tidak dapat digunakan dan harus disimpan secara terpisah dari produk lain sementara menunggu pemusnahan atau pengembalian kepada pemasok. Tindakan tersebut harus memadai untuk mencegah digunakannya atau dikeluarkannya produk rusak/reject Kalibrasi Sarana PAK harus memastikan peralatan yang digunakan untuk menjamin penyimpanan dan distribusi alat kesehatan harus dikalibrasi atau diverifikasi pada interval kurun waktu tertentu atau sebelum digunakan terhadap standar pengukuran berdasarkan pada nasional maupun internasional, dalam periode tertentu atau sebelum penggunaan. Selain itu, sarana PAK harus memelihara petunjuk penggunaan dan kegiatan pemeliharaan. Rekaman pelayanan kalibrasi dan pemeliharaan harus dipelihara. Universitas Indonesia

54 Penyimpanan a. Kondisi Penyimpanan Alat kesehatan harus tersedia fasilitas penyimpanan yang memadai untuk memastikan produk disimpan dengan baik sesuai kondisi tertentu yang ditetapkan untuk mencegah kerusakan (deteriotation) akibat cahaya, lembab, suhu, atau kondisi-kondisi lain. Produk-produk tersebut harus ditempatkan di ruang yang dilengkapi dengan peralatan untuk menciptakan kondisi yang diinginkan. Kondisi-kondisi penyimpanan ini harus selalu dimonitor dan dicatat secara periodik apabila diperlukan. Ruang penyimpanan harus aman dari kemungkinan terjadinya pencampuran antara produk layak jual dan tidak layak jual. Oleh karena itu, harus ada ruang atau area yang dirancang untuk: 1. Produk yang layak jual 2. Produk karantina (rusak/reject) 3. Produk yang ditarik/recall dan produk kembalian/retur 4. Produk yang kadaluarsa Ruang penyimpanan yang sesuai harus tersedia untuk bahan berbahaya dan sensitif, seperti cairan mudah terbakar, gas bertekanan, bahan beracun, dan produk yang mengandung radiasi. Diperlukan pula prosedur standar operasional untuk tindakan pencegahan terjadinya tumpahan atau kerusakan, kontaminasi mikroorganisme, dan kontaminasi silang. Produk tidak boleh ditumpuk langsung di atas lantai karena dapat menyebabkan produk atau kemasan menjadi lembab dan mengurangi keamanan, mutu, dan manfaat. Tumpukan maksimum yang tertera di masing-masing kemasan harus dipatuhi. Palet atau rak harus dirawat dengan baik dan tetap dalam kondisi bersih. Ruang dengan kondisi penyimpanan terkontrol harus dimonitor dan dicatat secara rutin, diukur pada interval waktu tertentu yang dapat menunjukkan temperatur maksimal dan minimal selama sehari, serta dicatat minimal 2 kali per hari. Apabila kondisi terkontrol tidak tercipta, perlu dilakukan tindakan yang tepat terhadap ruangan, peralatan, dan/atau produk tersebut. Jika diperlukan, pengukuran kelembaban juga dilakukan. Sensor dan monitor temperatur Universitas Indonesia

55 41 direkomendasikan untuk ditempatkan di ruang yang bersuhu paling fluktuatif, misalnya di depan pintu untuk jalur keluar masuk. Peralatan yang digunakan untuk mengukur dan memonitor temperatur dan kelembaban harus dirawat dengan baik dan dikalibrasi. Hasil kalibrasi tersebut harus dicatat dan disimpan. Temperatur terkontrol harus dinyatakan secara kuantitatif. Jika temperatur penyimpanan tidak dinyatakan secara kuantitatif atau dinyatakan berdasarkan label pada produk, berlaku petunjuk berikut: Tabel 2.1. Temperatur penyimpanan. Label di Produk Freezer Refrigerator Cold Place Cool Place Room Temperatur Warm Excessive Heat Do not store over 30 o C Do not store over 25 o C Do not store over 15 o C Do not store over 8 o C Do not store below 8 o C Protect from moisture Protect from light Ketentuan Temperatur berada antara -20 o dan -10 o C Temperatur antara 2 o dan 8 o C Temperatur tidak melebihi 8 o C Temperatur antara 8 o dan 15 o C Temperatur antara 15 o dan 30 o C Temperatur antara 30 o dan 40 o C Temperatur di atas 40 o C Temperatur antara 2 o dan 30 o C Temperatur antara 2 o dan 25 o C Temperatur antara 2 o dan 15 o C Temperatur antara 2 o dan 8 o C Temperatur antara 8 o dan 25 o C Kelembaban relatif tidak lebih dari 60% dalam kondisi penyimpanan normal; untuk produk yang harus terlindung dari lembab. Untuk produk yang harus terlindung dari cahaya. b. Rotasi Persediaan Perusahaan harus membuat sebuah sistem untuk menjamin terlaksananya perputaran barang persediaan (stok), berupa prosedur standar operasional untuk kegiatan rotasi persediaan. Alat kesehatan yang sudah melampaui tanggal kadaluarsa atau umur guna harus dipisahkan dari barang persediaan yang siap pakai. Alat kesehatan kadaluarsa tersebut harus diberi label dengan jelas sebagai Tidak Dijual atau dengan kata-kata lain yang dimaksudnya sama. Alat kesehatan yang sudah kadaluarsa harus segera dimusnahkan. PAK harus memastikan bahwa produk yang masa kadaluarsanya lebih dahulu dijual dan/atau didistribusikan lebih dahulu (FEFO/First Expired First Out). Jika tidak tercantum tanggal kadaluarsa, produk yang datang lebih dahulu harus dijual dan atau didistribusikan lebih dahulu (FIFO/First In First Out) harus Universitas Indonesia

56 42 diterapkan. Penyesuaian kuantitas produk secara periodik (stock opname) harus dilakukan dengan membandingkan kuantitas produk secara fisik dan yang tercatat. Rekaman kegiatan perputaran persediaan harus dipelihara Pengiriman dan Penyerahan kepada Konsumen Perusahaan harus menetapkan metode transportasi yang mencukupi untuk mencapai penyerahan alat kesehatan yang aman dan terjamin dari titik penyimpanan sampai pada titik penyerahan. Proses transportasi alat kesehatan harus dengan cara sedemikian rupa sehingga: a. Identifikasi barang tersebut tidak hilang b. Proses pengiriman dan penyerahan tidak boleh mempengaruhi keamanan, mutu, dan manfaat produk. c. Alat kesehatan tidak mengontaminasi atau terkontaminasi oleh alat kesehatan lain atau oleh bahan/material yang lain. d. Tindakan pencegahan yang cukup harus dilakukan terhadap kemungkinan kebocoran peralatan, pecah, atau hilang. e. Alat kesehatan aman dan tidak terkena oleh panas, cahaya, dingin, cahaya, uap air, atau pengaruh buruk lainnya dalam tingkat yang tidak dapat diterima dan juga tidak terkena serangan mikroorganisme atau hama. Alat kesehatan yang memerlukan penyimpanan dengan suhu yang terkontrol atau pengontrolan dan kondisi khusus lainnya harus diangkut menggunakan alat angkutan yang tepat dan dibuat secara khusus. Produk yang memerlukan temperatur penyimpanan terkontrol harus ditangani dengan cara khusus. Untuk produk yang memerlukan es kering (dry ice) pada waktu pengiriman, produk tidak boleh kontan dengan es kering karena dapat menyebabkan produk membeku. Gunakan alat untuk memonitor temperatur selama pengiriman. Rekaman hasil monitor temperatur tersebut harus ditinjau dan dipelihara Mampu Telusur Produk (Traceability) Rekaman yang menyediakan kemamputelusuran alat kesehatan sejak dari pemasok sampai kepada pelanggan harus disimpan dan dipelihara. PAK harus memelihara rekaman terkini yang memudahkan ketertelusuran produk yang Universitas Indonesia

57 43 disalurkan, meliputi nama konsumen, nama pabrik, nomor bets atau nomor seri, tipe, jumlah, dan nomor izin edar. Perusahaan harus menyimpan rekaman untuk jangka waktu tertentu: a. Yang ditetapkan berdasarkan persyaratan dan ketentuan regulasi yang terkait, atau paling tidak, sama dengan lifetime (umur guna) alat kesehatan yang bersangkutan sebagai mana ditetapkan oleh pabrik pembuat peralatan medis tersebut. b. Tidak kurang dari dua tahun terhitung tanggal alat kesehatan tersebut dikirim dari perusahaan. Diambil periode yang paling lama Penanganan Keluhan Perusahaan harus membuat prosedur yang terdokumentasi mengenai cara penanganan keluhan yang menyangkut alat kesehatan. Rekaman keluhan, investigasi, dan tindak lanjut yang dilakukan harus disimpan dan dipelihara dengan baik. Untuk memastikan setiap keluhan dapat diterima dan ditangani dengan baik perusahaan harus menunjuk seorang petugas yang mempunyai otoritas untuk menangani keluhan dan melaksanakan investigasi. Semua investigasi harus didokumentasikan secara tertulis. Jika ditemukan produk yang rusak pada suatu bets, harus dipertimbangkan kemungkinan adanya kerusakan pada bets lain Pengembalian/Retur Alat Kesehatan Perusahaan harus menetapkan prosedur yang terdokumentasi mengenai cara pengembalian alat kesehatan. Produk kembalian meliputi produk recall, produk cacat, produk palsu atau produk keluhan, produk kadaluarsa, dan produk yang dikembalikan akibat kesalahan administrasi. Semua produk kembalian harus disimpan terpisah dari produk lain untuk mencegah pendistribusian kembali sampai dicapainya keputusan tindak lanjutnya. Kriteria untuk penilaian ulang pada alat kesehatan yang akan dikembalikan harus terdokumentasi dengan baik. Catatan-catatan evaluasi ulang dan tindakan lanjutan yang diambil harus disimpan dan dipelihara dengan baik. Produk kembalian yang disebabkan kesalahan administrasi dapat dialihkan menjadi produk yang layak jual sesuai prosedur. Universitas Indonesia

58 44 Harus ada rekaman pengalihan status produk dan personil yang bertanggung jawab, serta ditempatkan sesuai dengan sistem FEFO/sistem FIFO Pemusnahan Alat Kesehatan Perusahaan harus membuat prosedur yang terdokumentasi mengenai cara pembuangan/pemusnahan alat kesehatan. Pemusnahan dilaksanakan terhadap alat kesehatan yang: a. Diproduksi tanpa memenuhi persyaratan yang berlaku b. Telah kadaluarsa c. Tidak memenuhi syarat untuk diguanakan dalam pelayanan kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi d. Dicabut izin edarnya Jika belum dapat secepatnya dimusnahkan, alat kesehatan tersebut harus disimpan di area yang terpisah secara jelas dan dapat diidentifikasi sehingga tidak akan terjual karena kelalaian atau mengontaminasi alat kesehatan lain. Rekaman pembuangan atau pemusnahan harus disimpan dan dipelihara dengan baik dan pemusnahan alat kesehatan harus dilaporkan kepada instansi yang berwenang dengan melampirkan Berita Acara Pemusnahan Alat Kesehatan Palsu, Tidak Dapat Dipakai, atau Rusak Alat kesehatan tiruan atau palsu, tidak dapat dipakai atau rusak yang ditemukan beredar dalam jaringan distribusi harus dipisahkan secara fisik dari alat kesehatan lain untuk mencegah terjadinya kebingungan konsumen. Peralatanperalatan tersebut harus dengan jelas diberi label sebagai Tidak Dijual atau kata-kata lain yang serupa. Perusahaan harus segera memberi informasi kepada pihak pemerintah dan pabrik pembuatnya mengenai hal tersebut Audit Internal Perusahaan harus melakukan audit internal dalam periode waktu tertentu yang direncanakan untuk mengawasi pelaksanaan dan kesesuaian dengan persyaratan yang ditetapkan dalam CDAKB. Perusahaan harus menetapkan sebuah prosedur yang terdokumentasi, penanggung jawab, serta persyaratan Universitas Indonesia

59 45 dalam perencanaan dan pelaksanaan audit, serta pelaporan hasilnya, termasuk penyimpanan dan pemeliharaan catatan-catatan audit. Tindakan untuk mengeliminasi adanya ketidaksesuaian dan penyebabnya harus dilakukan secepatnya, verifikasi terhadap tindakan yang diambil dan laporan hasil verifikasi harus dicatat Kajian Manajemen Manajemen puncak harus melakukan kajian terhadap sistem manajemen mutu dalam periode waktu sesuai yang direncanakan untuk menjamin kecocokan, kecukupan, dan efektivitasnya secara berkesinambungan. Kajian ini diperlukan untuk melakukan penilaian untuk perbaikan dan perubahan yang diperlukan terhadap sistem manajemen mutu tersebut. Rekaman kajian manajemen ini harus disimpan dan dipelihara dengan baik Input untuk Kajian Input untuk kajian manajemen, termasuk informasi mengenai: a. Hasil-hasil audit b. Umpan balik (feedback) dari pelanggan. c. Kinerja proses dan kesesuaian alat kesehatan. d. Status tindakan koreksi dan tindakan pencegahan. e. Tindakan lanjut dari kajian manajemen sebelumnya. f. Perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen mutu. g. Rekomendasi untuk perbaikan diri. h. Persyaratan regulasi yang baru atau hasil revisi Output dari Kajian Output dari kajian manajemen harus mencakup keputusan-keputusan dan tindakan yang dikaitkan dengan: a. Perbaikan efektivitas dari sistem manajemen mutu dan prosesnya. b. Pengembangan alat kesehatan terkait persyaratan pelanggan. c. Kebutuhan sumber daya. Universitas Indonesia

60 BAB 3 TINJAUAN KHUSUS PT SAMMARIE TRAMEDIFA 3.1 Profil PT SamMarie Tramedifa Sejarah Singkat PT SamMarie Tramedifa PT SamMarie Tramedifa merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha SamMarie Family Healthcare Group (SFHG). Organisasi usaha SamMarie berdiri pada 25 April 1998 yang diprakasai oleh keluarga Prof. Dr. dr. T.Z Jacoeb, SpOG-KFER beserta istrinya Dr. dr. Tjut Alam Jacoeb, SpKK(K) dan iparnya Ir. Yusuf Effendi Pohan, MPA beserta istrinya Ir. Cut Intan Djuwita, MSc. Cikal bakal perusahaan tersebut berupa Klinik Fertilitas dan Menopouse SamMarie dengan spesifikasi khusus di bidang kesehatan reproduksi. Pada tahun 2001 dengan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran tentang penuaan manusia dan kebutuhan masyarakat dewasa ini, Klinik SamMarie berkembang menjadi Klinik Fertilitas dan Menoandropause SamMarie sehingga tidak saja memberikan layanan kesehatan reproduksi melainkan juga untuk memelihara kesehatan seluruh keluarga. Pada tahun 2005, oleh karena semakin berkembangnya usaha dan bertambahnya jumlah pasien, Klinik SamMarie berkembang menjadi Rumah Sakit SamMarie yang memberikan layanan lebih lengkap dan terpadu kepada pasien nya. Seiring waktu, untuk mendukung kegiatan pengadaan obat dan alat kesehatan di rumah sakitnya, SamMarie mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi pengadaan obat jadi dan alat kesehatan, yaitu PBF PT SamMarie Tramedifa. Pada awalnya, PBF ini didirikan hanya untuk memenuhi pengadaan SFHG, tapi seiring berjalannya waktu PBF SamMarie Tramedifa meperluas usahanya tidak hanya untuk memenuhi pengadaan SFHG, tetapi juga pengadaan di luar SFHG. Berdirinya PT SamMarie Tramedifa ini juga diprakasai oleh keluarga Prof. Dr. dr. T.Z Jacoeb, SpOG-KFER dan Dr. dr. Tjut Alam Jacoeb, SpKK(K). Pembentukan nama SamMarie Tramedia berasal dari kata SamMarie yang merupakan gabungan nama yang diberikan oleh penggagas pendiri SFHG. Istilah Tramedifa itu sendiri berasal dari kata trading, media, distribusi dan farmasi. Sesuai dengan akta pendirian perseroannya, PT SamMarie Tramedifa resmi 46 Universitas Indonesia

61 47 beroperasi pada tanggal 4 Januari Pada tanggal 13 Desember 2007 PT SamMarie Tramedifa meresmikan berdirinya unit usaha pertama mereka, yaitu Tramedifa General Trading & Pharmaceutical Distributor bertepatan dengan diperolehnya izin PBF yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan. Tujuan awal pendirian PT SamMarie Tramedifa adalah: 1. Diversifikasi pengembangan kelompok SFHG. 2. Sebagai jalur resmi untuk menangani pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan kelompok usaha SFHG. 3. Meningkatkan efisiensi distributor pengadaan barang bagi kelompok usaha SFHG yang lebih terkendali dan terkontrol. 4. Meningkatkan pendapatan kelompok usaha SFHG Visi dan Misi PT SamMarie Tramedifa PT SamMarie Tramedifa merupakan suatu organisai yang bergerak di bidang usaha dan jasa serta perdagangan umum. Dalam kegiatan operasionalnya harus memiliki target usaha perseroan yang jelas sehingga fungsi managerial perseroan mampu membentuk dan menerapkan kebijakan perseroan secara sistematis untuk mencapai tingkat profit yang optimal sehingga dapat memberikan manfaat kepada pemodal dan pelaku manajemen mulai dari tingkat teratas sampai ke tingkat terendah. Untuk mencapai tujuan akhir perseroan agar bermanfaat bagi kemajuan perkembangan usaha dan perdagangan baik dalam kelompok usaha SFHG maupun dalam skala nasional dan internasional aktivitas operasional PT SamMarie Tramedifa berdasarkan visi dan misi sebagai berikut: a. Visi Menjadi perusahaan multinasional skala internasional berkualitas dengan pelayanan prima yang terpercaya bagi rekan kerja dan pelanggannya. b. Misi 1. Membangun SDM yang berkualitas, profesional, disiplin, jujur, bekerja keras dan ikhlas untuk memberikan pelayanan prima kepada rekan kerja dan pelanggan. 2. Melakukan inovasi, terobosan dan penemuan produk terpilih yang berkualitas, berkesinambungan namun dengan harga yang kompetitif. Universitas Indonesia

62 Lokasi dan Bangunan PT SamMarie Tramedifa PT SamMarie Tramedifa berlokasi di Jl. Cipinang Muara 1 No. 23C Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur PT SamMarie Tramedifa ini terletak di tepi jalan raya. PT SamMarie Tramedifa bertempat di suatu bangunan ruko dengan dua lantai yang terdiri dari halaman parkir, ruang tunggu, ruang penerimaan barang, gudang penyimpanan obat, gudang penyimpanan alat kesehatan, dan ruang kerja karyawan. 3.3 Struktur Organisasi PT SamMarie Tramedifa Dalam sebuah perusahaan, struktur organisasi menjadi bagian terpenting karena dalam struktur organisasi tergambar fungsi tiap bagian dan hubungan antar bagian sehingga dapat menciptakan suatu hubungan timbal balik dalam menjalankan fungsinya. PT SamMarie Tramedifa dipimpin oleh seorang direktur yang membawahi langsung Pharma Manager, General Affair Manager, Finance Manager, dan Sale & Marketing Manager. Rincian karyawan di PT SamMarie Tramedifa, yaitu 2 orang komisaris, 3 orang direktur sebagai dewan direksi, 4 orang manager, 9 orang administrator, 6 orang penunjang, dan 2 orang sales. 3.4 Tugas dan Kewajiban, serta Tanggung Jawab di Tiap Jabatan PT SamMarie Tramedifa Direktur a. Kebijakan PP SHGF No. 2 Tahun 2010 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) PBF PT SamMarie Tramedifa. b. Tanggung Jawab (Atasan Langsung) Direktur bertanggung jawab langsung kepada dewan direksi PT SamMarie Tramedifa. c. Bawahan Langsung Direktur langsung membawahi Pharma Manager, General Affair Manager, Finance Manager, dan Sales & Marketing Manager. Universitas Indonesia

63 49 d. Tujuan Jabatan Bertanggung jawab dalam mengarahkan, penanggulangan berbagai jenis resiko yang dihadapi perudahaan, mengkoordinasi aktivitas sinergi untuk mencapai hasil bisnis yang optimal dari pelaksanaan seluruh usaha perusahaan. e. Tugas dan Kewajiban 1. Bertanggung jawab dalam hal pengawasan, pengendalian serta pemantauan kedisiplinan seluruh pegawai Tramedifa. 2. Memimpin rapat umum dalam hal: memastikan pelaksanaan tata tertib, keadilan dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat, menyesuaikan alokasi waktu per item masalah, menentukan urutan agenda, mengarahkan diskusi ke arah konsensus, menjelaskan, dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan. 3. Mengkoordinir perumusan Strategi Jangka Panjang sebagai dasar perumusan. 4. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan bekerja sama dengan seluruh anggota manajemen (tahunan). 5. Memberlakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi dan menanggulangi berbagai jenis resiko finansial yang dapat dihadapi oleh perusahaan dengan berkoordinasi dengan seluruh unit lainnya (tahunan/bulanan). 6. Memastikan agar seluruh unit kerja perusahaan mematuhi aturan dan prosedur tetap yang berlaku untuk masing-masing fungsi sesuai dengan rencana yang telah disetujui (business units oversight) (bulanan). 7. Membangun sinergi dan berusaha mencapai hasil bisnis yang optimal dari pelaksanaan seluruh usaha perusahaan (tahunan/bulanan). 8. Memastikan ketersediaan dana operasional yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional sehari-hari dengan melakukan koordinasi erat dengan para pimpinan unit kerja (bulanan). 9. Memastikan konsolidasi keuangan yang akurat dan tepat waktu untuk keperluan pelaporan kepada direksi dan komisaris perusahaan (tahunan/ bulanan). Universitas Indonesia

64 Melaporkan setiap kejadian yang bersifat sangat penting kepada direksi dan komisaris perusahaan. 11. Memeriksa dan menandatangani seluruh hal yang terkait dengan keuangan terutama pembayaran harian, mingguan, bulanan, ataupun tahunan. 12. Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar. 13. Mengambil keputusan sebagaimana didelegasikan oleh direksi dan komisaris perusahaan atau pada situasi tertentu yang dianggap perlu. 14. Menjalankan tanggung jawab dari Direktur perusahaan sesuai dengan standar etika dan hukum General Affairs Manager a. Tanggung Jawab Bertanggung jawab langsung kepada direktur PT SamMarie b. Tugas dan Kewajiban 1. Menyediakan peralatan dan kebutuhan perusahaan terutama: a) Menerima dan memproses permintaan barang dari karyawan dan departemen. b) Mengontrol dan menyediakan kebutuhan stationary, sekaligus meminta laporan penggunaan stationary ke masing-masing departemen setiap bulannya. c) Menyediakan kebutuhan transportasi, termasuk scheduling mobil operasional, dan meminta laporan penggunaan biaya operasional dan jarak pemakaian kilometer. d) Layanan surat menyurat, baik menggunakan Tiki JNE, maupun kurir perusahaan e) Menyediakan kebutuhan pantry, ruangan, air minum, atau snack meeting. 2. Menyusun langkah-langkah proses pengurusan perijinan seperti : a) Mengurus perizinan tenaga kerja ke Kepnaker, pengiriman karyawan ke luar negeri (paspor, visa, dan sebagainya). Universitas Indonesia

65 51 b) Perizinan perusahaan. c) Pengurusan gedung, taman, toilet atau sewa kantor, administrasi gedung ke manajemen gedung. 3. Mengawasi pelaksanaan operasional, kebersihan, dan keamanan kantor, terutama: a) Membuat jadwal shift, lembur, budgeting biaya, laporan pengeluaran. b) Meminta serah terima tugas kepada security collocation setiap pergantian shift. c) Pengontrolan mesin fotokopi, printer, pesawat telepon, listrik, air, AC, dan gedung. 4. Mengontrol ketersediaan stationary, promotion tools, dan voucher fisik termasuk: a. Membuat informasi persediaan stock list promotion tools dan voucher. b. Mencari vendor percetakan sekaligus negosiasi harga. c. Mengelola fasilitas perusahaan dan inventarisasi aset (fixed asset register). d. Update data: jumlah dan nilai aset, kondisi, dan posisi fisik aset/bulan untuk menentukan depresiasi atau penyusutan aset. e. Labeling, pengelompokan dan penomoran aset. f. Melakukan pembelian sesuai kebutuhan setiap departemen. 5. Menerima & memproses reimbursment asuransi kesehatan dari setiap karyawan. 6. Pelaksanaan event khusus. 7. Pengelolaan cleaning service dan office boy/girl. 8. Outsourcing management/ labour supply/tenaga kerja kontrak (bagaimana melakukan, memilih, dan membuat kerjasama outsourcing). 9. Penanganan tamu penting (tamu VVIP, VIP instansi pemerintah, auditor perusahaan, demonstrasi/unjuk rasa). 10. Komunikasi internal dengan departemen di lingkungan perusahaan dan direksi. Universitas Indonesia

66 Komunikasi eksternal dengan lingkungan sekitar tempat usaha (antar perusahaan yang sejenis, tetangga, kawasan industri, aparat keamanan terdekat, RT/RW/lurah, dan sebagainya) Maintenance a. Tanggung Jawab Bertanggung jawab langsung kepada GA Manager PT SamMarie Tramedifa. b. Tugas dan Kewajiban 1. Membersihkan ruangan kerja karyawan. 2. Membersihkan alat-alat elektronik. 3. Membersihkan perlengkapan makan dan minum untuk karyawan. 4. Membersihkan mushola dan toilet serta mengecek kebersihannya setiap 2 jam sekali. 5. Membantu bag. keuangan dalam keperluan transaksi bank. 6. Fotokopi. 7. Menyiapkan makan/minum bila ada tamu. 8. Menyiapkan ruang rapat bila ada rapat. 9. Memperbaiki alat kantor bila ada yang rusak (termasuk servis keluar). 10. Pemeriksaan rutin AC setiap 3 bulan sekali. 11. Pemeriksaan rutin fungsi elektronik lain. 12. Menemukan solusi terhadap keadaan tertentu seperti mati listrik, komputer, dan sebagainya Finance Manager a. Tanggung Jawab Bertanggung jawab langsung kepada direktur PT SamMarie Tramedifa. b. Tugas dan Kewajiban 1. Menyiapkan data penjualan. 2. Membukukan seluruh data perusahaan pemasukan dan pengeluaran ke dalam Gl. 3. Memasukkan FPS ke dalam software Tramedifa untuk melaporkan pajak setiap bulannya. Universitas Indonesia

67 53 4. Memasukkan data biaya operasional ke dalam software Tramedifa. 5. Memberi masukan mengenai perbaikan software keuangan. 6. Memasukkan faktur penjualan yang sudah terbayar ke registrasi penjualan. 7. Print daftar kartu piutang untuk penagihan tiap 3 bulan dengan pihakpihak terkait. 8. Menyusun perencanaan keuangan perusahaan Administration dan Accounting a. Tanggung Jawab Bertanggung jawab langsung kepada Finance Manager PT SamMarie Tramaedifa. b. Tugas dan Kewajiban 1. Memasukkan data pareto dari tiap cabang (outlet) per bulan. 2. Memasukkan data penerimaan tiap bulan. 3. Memasukkan faktur pembelian dari penyalur-penyalur ke software Tramedifa. 4. Koordinasi dengan departemen lain untuk: a) Bantuan kegiatan administrasi. b) Mencetak laporan-laporan yang diperlukan (seperti: laporan penjualan bulanan, penerimaan barang dan laporan lainnya). c) Pemberkasan dokumen-dokumen atau laporan-laporan. d) Kegiatan administrasi lain seperti surat-menyurat. 5. Menyiapkan berkas pembayaran per jatuh tempo. 6. Operator telepon. 7. Tukar faktur asli dengan penyalur-penyalur. 8. Mengatur belanja kebutuhan rumah tangga PT SamMarie Tramedifa tiap bulannya dengan departemen lain. 9. Menjaga dan mengelola inventaris perusahaan. 10. Menerima tamu dan mengatur pertemuannya. 11. Menjaga ketersediaan alat mesin pencetak atau printer (termasuk tinta dan kertas), kecuali pada mesin pencetak yang berada di gudang. Universitas Indonesia

68 Pharma Manager a. Tanggung Jawab Bertanggung jaw ab langsung kepada direktur PT SamMarie. b. Tugas dan Kewajiban 1. Memeriksa permintaan pelanggan. 2. Memeriksa renacana pembelian obat dan alkes, serta memberikan masukan bila dianggap perlu. 3. Menandatangani Surat Pemesanan. 4. Memeriksa pengiriman untuk memastikan hal tersebut dilakukan sesuai jadwal yang telah dibuat. 5. Membuat laporan yang diminta prinsipal setiap awal bulan. 6. Membuat laporan triwulan untuk dikirim ke Kementerian Kesehatan. 7. Memperbaharui stok minimum barang tiap bulan. 8. Merencanakan dan mengatur SO (Stock Opname) setiap tiga bulan sekali. 9. Menyelesaikan selisih stok dan masalah lain terkait stok setelah SO dan meminta pengesahan kepada CEO. 10. Menerima kunjungan sales and marketing setiap hari kamis. 11. Mengatur jadwal pertemuan tamu dan CEO. 12. Menerima keluhan dan masukan dari pelanggan. 13. Menyiapkan permintaan Marketing and Sales, terkait Surat Penawaran, Price List, sampel barang, dan lain-lain. 14. Merencanakan strategi pemasaran bersama Marketing and Sales untuk mendapatkan pelanggan baru. 15. Melakukan pertemuan dengan pada manager dan kepala unit untuk pengembangan perusahaan (business development). 16. Menyiapkan survei untuk standarisasi di setiap semester data. 17. Melakukan negoisasi dengan principal terkait masalah diskon obat dan dengan distributor terkait masalah jatuh tempo pembayaran. 18. Membuat proyeksi pembelian untuk menjadi dasar nilai kontrak kerja sama dengan farmasi Sales dan Marketing Manager Universitas Indonesia

69 55 a. Tanggung Jawab Bertanggung jawab langsung kepada direktur PT SamMarie. b. Tugas dan Kewajiban 1. Perencanaan target pemasaran (rencana pelanggan, target omset, dan lain sebagainya). 2. Pembentukan tim pemasaran yang solid dan terpercaya. 3. Kunjungan dan pendekatan ke pelanggan. 4. Penjelasan produk ke pelanggan. 5. Negosiasi harga, sebatas yang telah disetujui perusahaan tentang harga jual. 6. Terima dan tangani surat pesanan (PO) dari pelanggan. 7. Penaganan keluhan pelanggan atas produk yang dipesan atau hal lain. 8. Koordinasi dengan departemen keuangan tentang laporan penagihan. 9. Penagihan Supervisor Pharma a. Tanggung Jawab Bertanggung jawab langsung kepada Pharma Manager PT SamMarie. b. Tugas dan Kewajiban 1. Menerima pesanan atau permintaan barang dari cabang (outlet). 2. Membuat Surat Permintaan Barang (SPB). 3. Memeriksa stok barang di gudang. 4. Membuat daftar barang yang akan dipesan (kelompokkan berdasarkan penyalur). 5. Memesan barang ke penyalur setelah disetujui pimpinan. 6. Membuat Surat Pemesanan (SP atau PO). 7. Membuat kode barang baru dengan metode yang sesuai. 8. Memeriksa kesesuaian barang datang dengan SP (nama, jumlah dan diskonnya. 9. Memastikan barang yang terkirim dan diterima baik oleh pelanggan. 10. Memantau target pembelian dan penjualan. 11. Memperbarui rencana pembelian tiap 2 minggu. Universitas Indonesia

70 Memperbarui pareto tiap bulan. 13. Memperbarui stok minimum barang dari data penjualan dan memasukannya ke kode barang tiap bulan sekali, tetapi data diambil dari penjualan 3 bulan terakhir. 14. Menjaga ketersediaan barang dengan memperhatikan stok minimum masing-masing barang. 15. Negosiasi diskon dengan penyalur atas persetujuan pimpinan. 16. Review kinerja penyalur dan membuat laporan tahunan tentang kerjasama dengan penyalur tesebut. 17. Menemukan penyalur dengan penawaran yang lebih menarik dari penyalur lama. 18. Mengatur pertemuan antara pimpinan dengan penyalur baru dan lama. 19. Memantau diskon yang terjadi di lapangan dengan yang disetejui oleh PBF PT SamMarie Tramedifa. 20. Koordinator petugas medical WH dan kurir atas tugas-tugas mereka. 21. Menilai, menegur, dan melaporkan ke pimpinan tentang kinerja staf gudang dan courier. 22. Koordinator stok opname tiap 3 bulan dengan pihak-pihak terkait Medical Warehouse (Medical WH) a. Tanggung Jawab Bertanggung jawab langsung kepada Supervisor Pharma PT SamMarie Tramedifa. b. Tugas dan Kewajiban 1. Mengontrol kebersihan dan suhu ruangan penyimpanan obat. 2. Memotong kartu stok barang berdasarkan laporan penerimaan dan penjualan barang. 3. Cek stok fisik barang. 4. Cetak Surat Permintaan Barang (SPB) outlet. 5. Menyusun dan menyimpan berkas laporan penerimaan, laporan penjualan laporan stok opname dan SPB. 6. Cetak faktur penjualan. Universitas Indonesia

71 57 7. Mengeluarkan barang dari gudang sesuai faktur yang telah dicetak. 8. Menerima barang yang dipesan oleh PT SamMarie Tramedifa dari distributor dan memeriksa kesesuaiannya dengan SP yang telah dibuat oleh Supervisor Pharma. 9. Bertanggung jawab terhadap fungsi AC dan kelengkapan gudang. 10. Stok opname tiap 3 bulan Courier a. Tanggung jawab Bertanggung jawab langsung kepada Supervisor Pharma PT SamMarie Tramedifa. b. Tugas dan Kewajiban 1. Memeriksa barang yang akan diantar dengan melihat kesesuaian item dan jumlah dengan faktur. 2. Mengemas barang yang akan diantar. 3. Menyerahkan faktur barang yang telah dikirim ke outlet kepada bagian keuangan. 4. Tukar faktur dan penagihan ke outlet dengan formulir retur. 5. Menerima retur barang dari outlet dengan formulir retur. 6. Membuat estimasi perjalanan kendaraan. 7. Menyetorkan pembayaran tagihan operasional bulanan (PLN, PDAM, dan Telkom). 8. Melakukan perawatan kendaraan perusahaan. 9. Mengirim dan menyampaikan berkas yang dititipkan dari SamMarie Group. Universitas Indonesia

72 BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Cara Distribusi Obat yang Baik Manajemen Mutu Manajemen mutu didesain secara menyeluruh dan diterapkan secara benar diperlukan untuk mencapai tujuan mutu yang baik dan dapat dipercaya. PBF PT SamMarie Tramedifa baru berdiri selama 6 tahun, dalam perjalanannya selalu berusaha melakukan perbaikan untuk memenuhi sistem jaminan mutu melalui infrastruktur atau sistem kualitas yang terdiri dari struktur organisasi, prosedur, proses dan sumber daya. PBF PT SamMarie Tramedifa juga selalu berusaha melengkapi dan menyempurnakan Standard Operating Procedure (SOP) atau prosedur tetap (protap) dan instruksi kerja dalam menjalankan setiap aktivitasnya yang sesuai dengan CDOB. Pemenuhan terhadap manajemen mutu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap outlet sehingga menimbulkan rasa percaya outlet terhadap kualitas pelayanan PBF PT SamMarie Tramedifa Organisasi, Manajemen, dan Personalia Salah satu aset terpenting dalam pelaksanaan dan pengelolaan sistem manajemen mutu yang baik, serta distribusi obat yang benar adalah sumber daya manusia sehingga penting untuk dikelola dengan baik. Dalam CDOB 2012 (BPOM RI, 2012) disebutkan bahwa suatu PBF harus memiliki personil yang cukup dan kompeten dalam melaksanakan semua tugas yang menjadi tanggung jawab fasilitas distribusi. Tanggung jawab masing-masing personil harus dipahami dengan jelas dan dicatat. Semua personil harus memahami prinsip CDOB dan harus menerima pelatihan dasar maupun pelatihan lanjutan yang sesuai dengan tanggung jawabnya. Walaupun para personil PBF PT SamMarie Tramedifa belum mendapat pelatihan mengenai CDOB, mereka sudah menjalankan kegiatan distribusi dengan baik berdasarkan beberapa SOP yang tersedia. Hal ini dikarenakan mereka berupaya untuk mempelajari, memahami, dan mengimplementasikan CDOB dengan baik. PBF PT. SamMarie dapat melakukan kerjasama dengan badan independen yang terkualifikasi dan kompeten untuk memberikan pelatihan CDOB kepada pegawai PBF. 58 Universitas Indonesia

73 59 PBF PT SamMarie Tramedifa memiliki struktur organisasi yang jelas di mana tugas dan tanggung jawab telah jelas dan dipahami oleh personil yang bersangkutan serta dijabarkan dalam uraian tugas. PBF PT SamMarie Tramedifa merupakan PBF yang sedang berkembang, memiliki 24 orang personil. Walaupun dengan jumlah personil yang terbilang sedikit tetapi PBF PT SamMarie Tramedifa tetap dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik. Hal ini didukung karena setiap personil telah bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya masingmasing. Namun jumlah personil yang sedikit ini akan berpengaruh jika salah satu personil tidak dapat menjalankan kewajibannya dan harus digantikan oleh personil lain dimana tanggung jawab personil pengganti menjadi bertambah. Oleh karena itu, sebaiknya ada penambahan personil terutama di bagian pengiriman (kurir) karena kurir adalah personil penting dalam distribusi ke konsumen agar barang sampai dengan baik dan tepat waktu. Apoteker sebagai penanggung jawab di PBF PT SamMarie Tramedifa telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana tugas dan kewenangannya dalam hal pengambilan keputusan sesuai dengan tanggung jawabnya. Agar pengambilan keputusannya tepat, penanggung jawab harus selalu standby di PBF untuk mengamati, mengawasi dan mengevaluasi proses distribusi. Jika penanggung jawab tidak bisa melaksanakan kewajibannya atau berhalangan hadir, harus ada apoteker pendamping yang menggantikannya Bangunan dan Peralatan PBF PT SamMarie Tramedifa berlokasi di Jalan Cipinang Muara I No. 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. PBF ini terletak di tepi jalan raya, sehingga mempermudah akses ke lokasi. Bangunan PBF PT. SamMarie Tramedifa bertempat di suatu bangunan ruko dengan dua lantai. Ruangan depan di lantai satu dilengkapi dengan meja resepsionis sebagai sarana kerja untuk bagian receptionist dan kasir. Bagian ini bertugas dalam menerima kedatangan sales atau kurir terkait dengan proses pembelian barang dari pihak PBF PT SamMarie Tramedifa ke distributor. Ruangan kerja para staf lainnya terletak di lantai dua sehingga kegiatan kerja Universitas Indonesia

74 60 dapat dilakukan dengan tenang karena terhindar dari keramaian yang ditimbulkan pada saat banyak kunjungan dari sales atau kurir ke PBF. Bangunan dirancang dan disesuaikan untuk memastikan bahwa kondisi penyimpanan yang baik sesuai dan area penyimpanan dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai untuk memungkinkan semua kegiatan dilaksanakan dengan akurat. Komponen penting yang harus dimiliki dan merupakan salah satu syarat utama bagi sebuah PBF adalah gudang penyimpanan obat. Gudang penyimpanan obat di lantai satu dilengkapi dengan pintu kontrol akses yang hanya dapat dilewati dengan menggunakan kartu pengenal yang dimiliki oleh staf gudang PBF PT SamMarie Tramedifa. Orang lain selain staf gudang tidak dapat secara bebas keluar masuk dari gudang ini. Untuk dapat masuk ke dalam wilayah kerja staff juga diberlakukan kontrol akses. Kontrol tersebut merupakan salah satu cara untuk menjaga keamanan obat dari kehilangan atau kerusakan. Kelengkapan yang tersedia di dalam gudang obat, antara lain rak-rak besar untuk penyimpanan sediaan solid dan semisolid, rak-rak kecil untuk penyimpanan sediaan liquid, dua buah kulkas untuk penyimpanan sediaan obat di bawah suhu ruang, dan termometer sebagai alat pengendali suhu di dalam gudang. Selain itu, di dalam gudang obat juga tersimpan kotak khusus yang dilengkapi dengan termometer yang diperlukan saat pengantaran sediaan yang memerlukan penyimpanan di suhu rendah, misalnya vaksin dan hormon. Lingkungan di dalam gudang disesuaikan dengan suhu yang dibutuhkan untuk penyimpanan obat. Pengaturan suhu ruang gudang dilakukan dengan penggunaan dua Air Conditioner (AC) yang selalu hidup selama 24 jam setiap harinya. Suhu di gudang di atur agar selalu berada pada suhu antara 15 o 25 o C sesuai dengan ketentuan suhu penyimpanan yang telah diatur di dalam Pedoman CDOB. Pengontrolan suhu dilakukan menggunakan Formulir Pengendalian Kondisi Gudang. Formulir ini terdiri atas dua rangkap, masing-masing berisi data suhu yang terukur melalui tiap termometer yang terdapat di dalam gudang. Data yang tercatat dalam formulir ini adalah data suhu ruangan pada saat pemeriksaan rutin yang dilakukan sehari tiga kali. Kebersihan kantor dan gudang PT SamMarie Tramedifa dijaga dengan baik di mana terdapat petugas kebersihan yang akan menjaga kebersihan tempat Universitas Indonesia

75 61 tersebut. Selain itu, petugas gudang juga bertanggung jawab terhadap keamanan dan kebersihan gudang. Agar proses serah terima obat berjalan lancar sebaiknya ada ruang terpisah tempat penerimaan, penyimpanan dan pengiriman obat. Pada PBF PT SamMarie Tramedifa ruang penerimaan menjadi satu dengan pengiriman dan bersebelahan dengan ruang penyimpanan. Penggabungan antara ruangan penerimaan dan pengiriman disebabkan oleh terbatasnya ruangan. Sementara untuk ruang istirahat, mushola, dan toilet terletak di tempat yang terpisah dengan area penyimpanan sesuai dengan persyaratan CDOB. Sebelum dilakukan penyusunan obat di rak-rak yang telah ditentukan, petugas gudang PBF PT SamMarie Tramedifa melakukan proses karantina terhadap obat yang baru datang. Maksud dan tujuan dari karantina adalah untuk mengecek kembali kondisi obat dan menunggu keputusan lebih lanjut mengenai statusnya, misalnya pada obat yang diduga palsu dan kadaluwarsa Operasional Penyimpanan Obat Penyimpanan dan penanganan obat harus mematuhi peraturan perundangan-undangan yang telah ditetapkan. Penyimpanan obat di PBF PT SamMarie Tramedifa disusun atas rak-rak yang dibedakan menurut bentuk sediaannya. Rak pertama dan rak kedua dengan ukuran besar dan lebih luas digunakan untuk penyimpanan sediaan solid. Rak ketiga dengan ukuran yang sama dengan rak pertama dan kedua digunakan untuk penyimpanan sediaan semisolid dan kosmetik, sementara rak keempat dengan ukuran lebar lebih kecil untuk sediaan cair (liquid). Penyusunan pada rak-rak tersebut dilakukan berdasarkan alfabet yang diurutkan dari kanan atas ke kiri, sedangkan untuk penyusunan tiap obat dilakukan dengan sistem FEFO (First Expire First Out) berdasarkan pada obat yang mempunyai expired date terdekat. Penyusunan diatur untuk memudahkan dalam pencarian dan pengawasan persediaan barang kadaluwarsa. Tidak ada penandaan khusus pada rak penyimpanan untuk posisi obat dari masing-masing alfabetis sehingga peletakan dapat dilakukan secara fleksibel sesuai dengan jumlah stok obat yang ada untuk tiap alfabet. Oleh karena Universitas Indonesia

76 62 itu, dalam jumlah pemesanan obat PT SamMarie Tramedifa selalu memperhitungkan kapasitas sarana penyimpanan dan pemesanan dilakukan sesuai kebutuhan. Kondisi penyimpanan untuk obat PT SamMarie Tramedifa disesuaikan dengan rekomendasi dari industri farmasi atau non-farmasi yang memproduksi obat standar mutu farmasi. Penyimpanan obat yang tidak memerlukan perlakuan khusus diletakkan di rak gudang pada suhu antara 15 o 25 o C, sedangkan obatobatan yang memerlukan perlakuan khusus dengan suhu yang lebih rendah, seperti vaksin, disimpan dalam lemari es dengan suhu 2 o 8 o C. Penyimpanan obat di tiap rak dalam lemari es tersebut juga disusun berdasarkan urutan alfabet dari atas ke bawah dan tiap deretnya disusun secara FEFO. Suhu lemari es yang selama ini digunakan berkisar antara 3 o 4 o C. Untuk menjaga keakuratan persediaan stok obat, PT SamMarie Tramedifa melakukan stock opname secara berkala. Stock opname dilakukan secara rutin setiap 3 bulan sekali sebagai kontrol terhadap arus masuk dan keluar barang, di mana dalam proses ini akan dilakukan perhitungan stok secara fisik untuk dicocokkan dengan stok yang tercatat dalam sistem terkomputerisasi. Pencatatan stok barang dilakukan dengan secara komputerisasi. Manfaat lain dari stock opname adalah bisa mengetahui kondisi persediaan barang dagangan secara nyata, misalnya dalam kondisi baik, rusak, sudah kadaluwarsa, atau lain sebagainya. Jika terdapat perbedaan stok, harus diselidiki sesuai dengan prosedur tertulis yang ditentukan untuk memeriksa ada tidaknya campur-baur, kesalahan keluar-masuk, pencurian, atau penyalahgunaan obat Penyaluran dan Distribusi Obat Sistem penyaluran dan distribusi obat di PT SamMarie Tramedifa dibagi dalam lima bagian, yaitu: a. Pemesanan obat oleh outlet ke PBF (SFHG dan Non-SFHG); b. Pengiriman obat ke outlet (SFHG dan Non-SFHG); c. Penerimaan obat oleh outlet (SFHG dan Non-SFHG); d. Pemesanan obat ke distributor lain; e. Penerimaan obat dari distributor lain. Universitas Indonesia

77 63 Berikut penjabarannya: a. Pemesanan Obat oleh Pelanggan (SFHG dan Non-SFHG) ke PBF Setiap outlet yang ingin dan akan memesan obat dari PT SamMarie Tramedifa, baik yang merupakan anggota SFHG, maupun bukan, mengirimkan Purchasing Order (PO) ke PT SamMarie Tramedifa via telepon, , atau fax. PO kemudian diterima oleh apoteker dan langsung dibuat Surat Permintaan Barang (SPB) melalui software Tramedifa System. Dengan software tersebut, dapat langsung diketahui apakah stok barangnya tersedia atau tidak. Software Tramedifa System ini terhubung dengan semua bagian, khususnya bagian fakturis, sehingga ketika SPB dibuat, otomatis fakturis bisa langsung membuat faktur penjualan pesanan. Setelah PO diperiksa dan obat dinyatakan tersedia di gudang, apoteker penanggung jawab PBF akan mencetak SPB yang berisi item-item barang yang dipesan oleh outlet, beserta jumlahnya. Setelah SPB tersedia, petugas gudang akan mencetak faktur karena data SPB akan ter-input secara otomatis ke komputer gudang. Faktur penjualan dibuat atas lima rangkap, yaitu lembar berwarna putih, merah, kuning, hijau, dan biru. Tiap faktur dapat memuat hingga 10 item pesanan. Apabila pesanan melebihi jumlah tersebut, data yang ada akan ter-input dalam faktur baru. Selain dimasukkan dalam faktur, data pesanan SPB juga dicatat dalam Buku SPB sesuai dengan pesanan untuk tiap nomor SPB. Data dalam catatan tersebut dapat berfungsi untuk memonitor pelunasan pesanan pihak outlet terhadap pesanannya ke PT SamMarie Tramedifa. b. Pengiriman Obat ke Pelanggan (SFHG dan Non-SFHG) Pengiriman obat dilakukan kepada outlet yang dapat dipertanggungjawabkan menurut perundang-undangan yang berlaku antara lain ke outlet outlet, seperti apotek dan rumah sakit (SFHG dan Non-SFHG), PBF lain, toko obat berizin, apotek rakyat, dan lain-lain. Faktur penjualan yang telah dicetak petugas gudang berisi nama obat, jumlah, harga, potongan harga, nomor bets, expired date, dan tanda tangan apoteker penanggung jawab PBF, akan dikirim ke outlet bersama barang pesanan dengan diantar oleh kurir PBF. Sebelum barang diantar, dilakukan cross check ulang oleh kurir terhadap kesesuaian antara barang dengan data dalam faktur penjualannya. Universitas Indonesia

78 64 Pihak gudang menyiapkan dan mengemas barang yang akan dikirim ke outlet sesuai pesanan dalam faktur. Barang-barang yang telah dipersiapkan kemudian diperiksa ulang kesesuaiannya dengan faktur, lalu dikemas dan dikirim ke outlet. Cara pengemasan harus diperhatikan dan disesuaikan dengan jenis produk agar dapat menjaga keamanan dan mutu produk dari kerusakan selama proses pendistribusian. Pengemasan dapat dilakukan menggunakan box karton atau plastik, disesuaikan dengan keadaan cuaca pada saat pengiriman. Untuk sediaan vaksin dan hormon, faktur penjualan dibuat khusus dan terpisah dari faktur penjualan lainnya. Dalam faktur khusus tersebut akan terdapat data tambahan berupa suhu pada saat vaksin dikirim dari PBF ke outlet, serta suhu pada saat vaksin dan hormon tersebut diterima. Suhu tidak boleh menyimpang dari range suhu yang dipersyaratkan. Lama waktu penyaluran barang dari PBF ke outlet dilakukan pada saat hari pemesanan itu juga. Namun, untuk produk tertentu, waktu pengiriman dapat terjadi lebih lama, misalnya untuk produk yang sebelumnya belum pernah diadakan di gudang, barang biasanya diantarkan dalam waktu 2 hari setelah pemesanan. c. Penerimaan Obat oleh Pelanggan (SFHG dan Non-SFHG) Pelanggan menerima barang yang dikirimkan oleh kurir PT SamMarie Tramedifa, kemudian memeriksa kelengkapan barang meliputi nama obat, jumlah, harga, potongan harga, nomer bets, dan expired date. Salinan faktur penjualan akan diterima dan disimpan oleh outlet. Apabila terjadi ketidaksesuaian pesanan, dapat segera dilakukan retur (pengembalian barang) ke PT SamMarie Tramedifa. Sementara, apabila barang yang datang sudah sesuai dengan permintaan outlet, kurir akan memberikan faktur penjualan dari PT SamMarie Tramedifa untuk ditandatangani oleh penerima barang dari pihak outlet. Universitas Indonesia

79 65 Pemesanan oleh outlet, RS, apotek ke PT SamMarie Tramedifa Pembuatan Surat Permintaan Barang oleh PT SamMarie Tramedifa Pengecekan ketersediaan barang oleh bagian gudang Pengecekan barang oleh kurir Pengemasan barang Penyiapan barang yang dipesan Pengantaran barang ke Outlet, RS, apotek Pengecekan ketersediaan barang oleh bagian gudang Pengecekan kesesuian barang Gambar 4.1. Alur penyaluran barang oleh outlet, rumah sakit, atau apotek ke PT SamMarie Tramedifa. d. Pemesanan Obat ke Distributor (PBF) Lain Pemesanan obat ke distributor lain dilakukan jika jumlah buffer stock obat sudah berada di bawah stok minimum, di mana apoteker penanggung jawab PBF PT. SamMarie Tramedifa akan menghubungi distributor tujuan untuk mengirimkan PO. Setelah terjadi kesepakatan harga, distributor akan mengirimkan barang yang dipesan. Untuk pemesanan obat-obat yang belum pernah disediakanpt SamMarie Tramedifa dan baru akan diadakan, misalnya obat dari distributor baru yang bukan rekanan pemasok, apoteker penanggung jawab PBF akan membuat kesepakatan mengenai harga, potongan harga, jatuh tempo pembayaran, dan waktu pengiriman barang dengan distributor baru tersebut. e. Penerimaan Obat dari Distributor (PBF) Lain Barang yang dikirim oleh distributor lain diterima oleh petugas gudang PBF, lalu dicocokkan dengan SP, serta memeriksa kelengkapan barang yang masuk meliputi segel, nama, jumlah, harga, potongan harga, nomer bets, dan expired date obat. Selanjutnya, petugas gudang akan melihat kondisi kemasan barang, ada tidaknya kebocoran, kerusakan fisik terhadap barang, dan lain-lain. Apabila ada ketidaksesuaian, akan segera dilakukan retur ke distributor. Universitas Indonesia

80 66 Sementara itu, apabila barang datang sesuai dengan permintaan, petugas gudang akan menandatangani faktur pembelian dari distributor, lalu obat akan diletakkan di tempat yang sesuai sebelum akhirnya masuk ke gudang untuk dikarantina. Pemesanan oleh PT SamMarie Tramedifa ke Distributor lain Barang Datang Faktur Pembayaran Pengecekan kesesuaian barang yang datang oleh bagian gudang Karantina Penyimpanan Gambar 4.2. Alur penyaluran barang oleh PT SamMarie Tramedifa ke distributor lain Sistem Pengadaan Obat a. Perencanaan Pengadaan Obat Kegiatan utama di PBF SamMarie Tramedifa adalah pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat. Sebelum dilakukan pengadaan, harus dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyusun daftar kebutuhan obat. Proses perencanaan terdiri dari perkiraan kebutuhan, menetapkan sasaran dan menentukan strategi, tanggung jawab dan sumber yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Perencanaan dilakukan secara optimal sehingga perbekalan farmasi dapat digunakan secara efektif dan efisien. Tujuan perencanaan dalam distribusi farmasi adalah untuk menyusun kebutuhan obat yang tepat dan sesuai kebutuhan untuk mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan persediaan farmasi serta meningkatkan penggunaan persediaan farmasi secara efektif dan efisien. Ada beberapa hal yang diperhatikan untuk mencapai tujuan perencanaan obat, yaitu: 1. Mengenal dengan jelas rencana jangka panjang apakah program dapat mencapai tujuan dan sasaran. Universitas Indonesia

81 67 2. Persyaratan barang yang meliputi: kualitas, fungsi barang, dan penggunaan merek, serta untuk jenis obat narkotika dan psikotropika harus mengikuti peraturan yang berlaku. 3. Kecepatan peredaran barang dan jumlah peredaran barang. 4. Pertimbangan anggaran dan prioritas. Adapun beberapa manfaat dari perencanaan di antaranya adalah: 1. Menghindari tumpang tindih penggunaan anggaran. 2. Keterpaduan dalam evaluasi, penggunaan, dan perencanaan. 3. Kesamaan persepsi antara pemakai obat dan penyedia anggaran. 4. Estimasi kebutuhan obat lebih tepat. 5. Koordinasi antara penyedia anggaran dan pemakai obat. Perencanaan PT. SamMarie Tramedifa dilakukan berdasarkan beberapa parameter sebagai pengendalian persediaan. Data keseluruhan obat yang dibuat tergabung kedalam database satu software yang sudah diaplikasi dalam satu sistem Tramedifa System Inspeksi Diri Inspeksi diri dilakukan oleh diri sendiri terhadap sistem. Inspeksi diri dilakukan untuk mengukur kinerja dan mengetahui apakah sistem yang direncanakan dan dijalankan sudah memenuhi standar. Inspeksi diri di lembaga distribusi obat dilakukan secara periodik. Inspeksi diri harus dilakukan dalam rangka memantau pelaksanaan dan kepatuhan terhadap pemenuhan CDOB dan untuk tindak lanjut langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. PBF PT SamMarie Tramedifa sejauh ini belum pernah melakukan inspeksi diri dan evaluasi terhadap kinerja dalam rangka pemenuhan aspek CDOB. Hal ini karena PT SamMarie Tramedifa masih mengkaji aspek-aspek yang ada dalam CDOB terbaru untuk diaplikasikan. Pengkajian ini membutuhkan waktu dalam mempelajari CDOB dan mengadaptasikannya dalam SOP atau protap dan instruksi kerja. Meski begitu, PT SamMarie Tramedifa sebenarnya juga sering melakukan inspeksi diri dan evaluasi, tapi untuk tujuan evaluasi sistem dan manajemen kerja, bukan dalam rangka pemenuhan dan evaluasi terhadap aspek CDOB. Inspeksi diri yang telah dilakukan PT SamMarie Tramedifa misalnya Universitas Indonesia

82 68 terhadap kinerja software Tramedifa system, efektivitas dan efisiensi operasional kerja, serta evaluasi metode mereka dalam menarik dan mempertahankan outlet. Contoh temuan inspeksi diri tersebut adalah masalah software Tramedifa system yang sering error, tidak efektif dan tidak efisiennya jumlah personalia terrhadap operasional kerja sehingga dirancang kebijakan penambahan personalia, dan perlunya pengembangan metode untuk memperluas jaringan outlet PT SamMarie Tramedifa Keluhan, Obat Kembalian, Diduga Palsu, dan Penarikan Kembali Semua keluhan dan informasi lain tentang obat berpotensi rusak harus dikumpulkan, dikaji, dan diselidiki sesuai dengan prosedur tertulis, serta harus tersedia dokumentasi untuk setiap proses penanganan keluhan, termasuk pengembalian dan penarikan kembali, serta dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Sejauh ini keluhan yang terjadi di PBF PT SamMarie Tramedifa hanya mengenai ketidakcocokan diskon dan ketidaksesuaian antara nama atau jumlah obat yang dikirim dengan yang dipesan oleh outlet sehingga barang yang telah dikirim lalu dikembalikan. Ketidaksesuaian antara obat yang dikirim dengan yang dipesan bisa terjadi karena outlet tidak jadi memesan obat tersebut. Dengan demikian, penting kiranya untuk mengonfirmasi ulang pesanan outlet sebelum barang diantarkan. Untuk obat yang mendekati expired date, PBF PT SamMarie melakukan retur ke distributor sehingga tidak ada obat yang kadaluarsa di PBF PT SamMarie Tramedifa Transportasi Obat dan/atau bahan obat harus diangkut dengan kondisi penyimpanan sesuai dengan informasi pada kemasan. Metode transportasi yang tepat harus digunakan mencakup transportasi melalui darat, laut, atau udara. Transportasi yang digunakan harus memadai dan dapat menjamin bahwa obat tidak mengalami perubahan kondisi selama transportasi yang dapat mengurangi mutu. PBF PT SamMarie Tramedifa melakukan pengantaran menggunakan motor dan mobil. Kendaraan yang digunakan sebelum mengantar barang akan dicek keadaannya, misalnya pengecekan ban kendaraan dan bensin. Kendaraan Universitas Indonesia

83 69 operasional selalu diservis tiap bulan oleh kurir agar kondisi kendaraan tetap baik saat digunakan dan tidak mempengaruhi proses distribusi Dokumentasi Dokumentasi merupakan hal penting dari sistem manajemen. Di PBF PT SamMarie Tramedifa sendiri, dokumentasi ditujukan untuk meminimalkan kesalahan komunikasi lisan dan memudahkan penelusuran. Dokumen tersebut merupakan dokumentasi yang terkait dengan kegiatan distribusi (pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan pelaporan). Sistem dokumentasi yang dibuat oleh PBF PT SamMarie Tramedifa menggunakan Tramedifa System. Selain dalam bentuk elektronik, dokumentasi juga yang dibuat dalam bentuk tertulis, baik berupa hasil cetak dari data Tramedifa System maupun data berupa tulisan tangan. Salah satu contoh dokumentasi yang dibuat berupa SPB PT SamMarie Tramedifa untuk outlet dan SP dari outlet untuk PT SamMarie Tramedifa. Isi dari dokumentasi SPB tersebut harus tertulis jelas disetujui, ditandatangani, serta terdapat tanggal pemesanan dan tanggal cetaknya. Hal tersebut dilakukan oleh personil yang berwenang, yakni penanggung jawab PBF. Penyimpanan dokumentasi disimpan minimal 3 tahun dan dalam hal ini PT SamMarie Tramedifa sudah melakukan penyimpanan dokumentasi secara elektronik selama ± 3 tahun, tetapi untuk dokumentasi tertulis, kegiatan tersebut baru dilakukan beberapa waktu belakangan ini Pelaporan Kegiatan di PBF PT SamMarie Tramedifa PBF PT SamMarie Tramedifa selalu menyampaikan laporan kegiatan, meliputi kegiatan penerimaan dan penyaluran obat, kepada Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dengan tembusan kepada Kepala Badan POM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kepala Balai POM setiap 3 (tiga) bulan sekali. Untuk psikotropika, PT SamMarie Tramedifa selalu memberikan laporan setiap bulan. Pelaporan kegiatan dilakukan dengan mengirim dokumen ke instansi terkait melalui pos. Dokumen yang dikirim memuat data tentang stok barang di gudan, serta jumlah pembelian dan penjualan yang dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan tersebut untuk masing-masing item obat. Pelaporan kegiatan yang Universitas Indonesia

84 70 dilakukan oleh PT SamMarie Tramedifa telah sesuai dengan ketentuan pasal 8 PMK RI Nomor 1148 Tahun 2011 tentang PBF dan PMK RI Nomor 912 Tahun 1997 tentang Kebutuhan Tahunan dan Pelaporan Psikotropika. 4.2 Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik Sistem Manajemen Mutu Sistem dokumentasi PAK PT. SamMarie Tramedifa mengandalkan software Tramedifa System. Setiap data dan dokumen yang dimasukkan akan saling terintegrasi ke seluruh komputer personil semua unit bagian sehingga memudahkan akses tiap personil terhadap data perusahaan yang terkait dalam proses kerjanya. Untuk membatasi akses, masing-masing personil memiliki identitas pengguna dan kata sandi tersendiri sehingga mencegah akses dari personil yang tidak berkepentingan. Khusus untuk beberapa data, misalnya kode obat dan alkes, hanya petugas gudang, bagian pengadaan, dan penanggung jawab saja yang berwenang memasukkan atau mengubah data dalam sistem. Selain mengandalkan sistem komputerisasi, dilakukan pula pencetakan dan back up data untuk mempermudah pemeriksaan dan mencegah kehilangan data karena kerusakan sistem. Contoh dokumen yang dicetak adalah SPB PAK PT. SamMarie Tramedifa untuk outlet dan Surat PO outlet untuk PAK PT. SamMarie Tramedifa. Isi dari dokumen-dokumen tersebut harus tertulis jelas disetujui dan ditandatangani penanggung jawab PAK, serta terdapat tanggal pemesanan dan tanggal cetaknya. Batasan minimal penyimpanan dokumen PAK yang tercantum dalam CDAKB adalah tidak kurang dari dua tahun terhitung tanggal alat kesehatan tersebut dikirim dari produsen atau paling tidak, sama dengan lifetime (umur guna) alat kesehatan yang bersangkutan sebagaimana ditetapkan oleh pabrik pembuat alat kesehatan tersebut. Sehubungan dengan batasan penyimpanan tersebut, PT. SamMarie Tramedifa menetapkan minimal penyimpanan data adalah 3 tahun. Penetapan tersebut selain berusaha untuk memenuhi ketentuan CDAKB, juga untuk menyesuaikan dengan ketentuan penyimpanan dokumen PBF yang dipersyaratkan oleh CDOB. Universitas Indonesia

85 Pengelolaan Sumber Daya Personil PT. SamMarie Tramedifa memiliki 24 orang personil yang terbagi dalam beberapa unit kerja. Sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Juknis CDAKB 2012, organisasi ini harus memiliki pejabat yang berfungsi sebagai penanggung jawab teknis dengan minimal pendidikan D3. Untuk PT. SamMarie Tramedifa, penanggung jawab PAK-nya merupakan seorang tenaga apoteker dengan kompetensi, mencakup pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman, yang telah diakui. Untuk teknisi, tidak diperlukan adanya teknisi karena perusahaan ini hanya bergerak dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) non elektromedik sehingga penanganannya tidak memerlukan pengetahuan, fasilitas, dan personalia yang terlatih khusus. Struktur organisasi perusahaan ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga setiap personil mengetahui deskripsi pekerjaannya masing-masing. Dalam proses kerja sehari-hari, PT. SamMarie Tramedifa belum menerapkan instruksi kerja dan prosedur tetap pada setiap tahap kegiatan secara keseluruhan. Beberapa instruksi kerja dan protap sudah ada yang terbentuk dan dilaksanakan, tapi sebagian yang lain masih dalam tahap penyusunan penanggung jawab bagian sehingga untuk proses yang protapnya belum ada, personil pelaksana menjalankan tugas dan kewajibannya berdasarkan kebiasaan sehari-hari dan instruksi lisan dari atasannya. Padahal, beberapa personil ada yang merangkap dua atau lebih sub-unit kerja sehingga bila ada personil yang tidak masuk kerja atau absen, pengganti personil tersebut akan kesulitan melakukan dan mengulangi pekerjaan tersebut persis sama. Oleh karena itu, diharapkan penyusunan instruksi kerja dan protap keseluruhan dapat diselesaikan secepat mungkin dan segera diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Bila sudah selesai, dokumen tersebut harus dikomunikasikan kepada, dimengerti oleh, tersedia bagi, dan diterapkan oleh semua personil yang terkait. Untuk mengontrol penerimaan dan kerja personalia, PT. SamMarie Tramedifa menerapkan kebijakan berupa penentuan pendidikan dan kompetensi minimal personil di beberapa unit bagian tertentu. Pada proses rekruitmen, bagian Universitas Indonesia

86 72 finance menetapkan pendidikan minimal adalah SMK jurusan akuntansi dan bagian pharma menetapkan pendidikan minimal adalah apoteker karena unit kerja tersebut membutuhkan kompetensi khusus terkait tanggung jawab kerja yang mereka lakukan. Untuk bagian gudang tidak ada persyaratan khusus, hanya ditetapkan pendidikan minimalnya SMA, sementara untuk kurir hanya ditetapkan persyaratan bisa mengendarai kendaraan bermotor. Proses penerimaan pegawai baru hanya dibuka jika ada unit kerja tertentu yang membutuhkan tenaga pegawai baru. Supervisor unit yang membutuhkan pegawai baru akan menghubungi GA Manager untuk menetapkan proses penerimaan pegawai. Pelamar yang dirasa cocok dengan kualifikasi yang dicari akan menjalani psikotes dan yang terbaik akan dinyatakan diterima Bangunan dan Fasilitas Untuk menjamin perlindungan dan distribusi alkes, PT. SamMarie Tramedifa menyediakan gedung, gudang, peralatan, dan fasilitas lain yang menunjang kegiatan tersebut. Perusahaan ini berlokasi di Jalan Cipinang Muara I No 23C, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur dan terletak di tepi jalan raya. Bangunan PAK PT. SamMarie Tramedifa bertempat di suatu bangunan ruko dua lantai. Bangunan dirancang dan disesuaikan untuk memastikan bahwa kondisi penyimpanan sesuai peruntukannya dan area penyimpanan dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai sehingga memungkinkan semua kegiatan dilaksanakan dengan akurat dan seksama. Selain itu, bangunan telah diatur agar dapat menyimpan produk alkes sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan produk Komponen penting yang harus dimiliki PAK untuk menunjang proses penyimpanan tersebut adalah gudang penyimpanan alkes. Gudang penyimpanan alkes PT. SamMarie Tramedifa terletak di lantai 2 bangunan. Ruangan gudang telah didesain sedemikian rupa sehingga mampu melindungi produk dari kontaminasi dan kerusakan, termasuk melindungi dari panas berlebih atau paparan sinar matahari, serta binatang, serangga, jamur. Untuk mencegah akses ilegal dan timbulnya bahaya akibat penempatan barang yang tidak tepat, diberlakukan sistem kontrol akses sehingga hanya petugas gudang Universitas Indonesia

87 73 yang boleh memasuki gudang alkes. Personil yang tidak berkaitan dan berkepentingan dilarang memasuki gudang, kecuali dengan izin dan pengawasan langsung petugas gudang. Ruang penyimpanan harus kering, bersih, bebas limbah, dan debu yang terakumulasi. Proses pembersihan dilakukan setiap pagi hari dengan menyapu lantai gudang penyimpanan oleh personil bagian rumah tangga. Untuk menghindari kontaminasi, toilet diletakkan terpisah dan cukup jauh dari gudang penyimpanan. Di dalam gudang pun tidak ada tempat sampah sehingga personil diharuskan membuang sampah di luar gudang. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari adanya sampah yang dapat mengontaminasi produk yang disimpan. Kelengkapan yang tersedia di dalam gudang alkes, antara lain rak-rak untuk penyimpanan produk yang dalam bentuk satuan piece, palet sebagai alas wadah karton untuk produk yang dalam satuan box atau masih belum dikeluarkan dari wadah kartonnya, dan termometer sebagai alat pengendali suhu dalam gudang. Penyusunan rak-rak di dalam gudang cukup tinggi sehingga memerlukan bangku pijakan bila ingin mengambil atau mengecek produk di tingkat tertinggi. Selain itu, luas ruang gudang pun terasa kurang memadai bila dibandingkan dengan jumlah stok produk alkes yang dimiliki PT. SamMarie Tramedifa sehingga ruang untuk berjalan dan melakukan kegiatan sangat minim. Hal ini menyulitkan petugas gudang yang ingin mengambil produk pesanan outlet atau melakukan stock opname alkes tiap tiga bulan sekali. Oleh karena itu, penting kiranya untuk lebih memperhatikan luas ruangan dan penyusunan barang di gudang alkes untuk mempermudah mobilitas personil dalam gudang. Ruang penerimaan dan pengiriman alkes sejauh ini dilakukan di tempat yang sama karena keterbatasan ruangan gudang. Penerimaan dan pengiriman alkes dilakukan di ruang lobi lantai satu. Ketika produk alkes diterima, personil gudang akan memeriksa kelengkapan data dan dokumen produk, sembari meletakkan alkes di lobi lantai satu. Setelah lulus pemeriksaan, produk datang akan dibawa naik ke gudang alkes di lantai dua untuk disimpan. Apabila ada pesanan dari outlet, produk akan dibawa turun kembali ke lobi untuk dikemas, ditandai, dan dilengkapi dengan dokumen pengiriman, lalu dikirimkan ke outlet oleh kurir alkes. Meski begitu, dalam CDAKB disebutkan bahwa ruang Universitas Indonesia

88 74 penerimaan dan pengiriman alkes harus terpisah sehingga dapat dinyatakan PT. SamMarie Tramedifa masih belum memenuhi persyaratan tersebut. Setelah datang dan diperiksa, barang baru biasanya diletakkan dan ditumpuk di lantai lobi, terutama untuk barang-barang yang ukurannya besar atau dalam jumlah banyak. Hal ini harus segera dibenahi karena bila terlalu lama diletakkan di lantai, kelembaban lantai akan mempengaruhi karton kardus dan dapat menurunkan kekuatan tegak kardus. Selain itu, hendaknya perlu diperhatikan juga mengenai keterangan penyimpanan dan penanganan produk yang tertera pada kemasan kardusnya, misalnya berapa tumpukan maksimum kardus yang diperbolehkan, produk termasuk barang rentan pecah atau tidak, dan lain sebagainya. Lingkungan dalam gudang diatur agar tidak melebihi suhu 20 o C menggunakan Air Conditioner (AC) yang selalu hidup setiap saat. Pengontrolan suhu dilakukan menggunakan dua macam termometer, yakni termometer konvensional dan termometer modern yang juga dilengkapi dengan indikator kelembaban. Maksud penggunaan dua macam termometer ini adalah agar keduanya saling meng-cross check hasil satu sama lain. Apabila nilai keduanya pada satu titik pencatatan cukup berbeda, personil gudang akan melakukan pemeriksaan pada kedua termometer tersebut. Suhu dicatat oleh personil gudang tiga kali sehari, pada saat pagi, siang, dan sore pada Formulir Pengendalian Kondisi Gudang. Formulir ini terdiri atas dua rangkap, masing-masing berisi data suhu yang terukur melalui tiap termometer yang terdapat di dalam gudang. Sebagai langkah preventif dan protektif terhadap produk, bisa dipertimbangkan untuk meletakkan termometer dan higrometer di dekat pintu keluar masuk karena area tersebut memiliki suhu yang paling fluktuatif. Selain itu, termometer dan higrometer yang digunakan harus dirawat dengan baik dan dikalibrasi secara berkala untuk menjamin akurasi dan presisi pengukurannya. Hasil kalibrasi tersebut harus dicatat dan disimpan bila telah dilakukan Penyimpanan dan Penanganan Persediaan Penyimpanan dan penanganan persediaan terbagi menjadi beberapa proses, yakni pemesanan dan penerimaan produk dari distributor, perputaran dan Universitas Indonesia

89 75 kontrol produk selama dalam pengawasan PT. SamMarie Tramedifa, serta pengiriman produk ke outlet Pemesanan dan Penerimaan Produk ke Distributor Pemesanan obat ke distributor dilakukan berdasarkan kondisi buffer dan safety stock alkes yang dikontrol menggunakan software Tramedifa System. Jika keadaan buffer dan safety stock alkes sudah mendekati stok minimum, personil penanggung jawab PAK akan menghubungi distributor utama, lalu mengirimkan PO. Setelah terjadi kesepakatan harga, distributor akan mengirimkan barang yang dipesan. Sementara untuk produk alkes yang belum tersedia di gudang sebelumnya dan baru akan diadakan oleh pihak PAK, misalnya produk alkes tertentu yang dibutuhkan oleh outlet, personil penanggung jawab PAK akan menghubungi rekanan distributor terlebih dahulu untuk mencari informasi mengenai produk, ketersediaannya, membicarakan kesepakatan harga, diskon, jatuh tempo pembayaran, dan waktu pengiriman barang Penerimaan Produk Barang yang dikirimkan oleh distributor diterima oleh personil gudang PAK, kemudian diperiksa kelengkapan informasi barang yang datang, meliputi segel, nama produk, jumlah, harga, diskon, nomor bets, dan expired date (bila ada). Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan kondisi kemasan barang, seperti ada tidaknya kebocoran atau kerusakan fisik kemasan, dan lain sebagainya. Kopi faktur pembelian diserahkan oleh kurir yang mengantar barang dan diterima oleh petugas gudang PAK. Apabila tidak terjadi kesesuaian antara PO dan isi faktur, dapat segera dilakukan retur (pengembalian barang) ke distributor. Namun, apabila barang sudah sesuai dengan permintaan, kurir akan memberikan kopi faktur pembelian dari distributor untuk ditandatangani oleh penerima barang di PAK. Selanjutnya, barang akan diletakkan di lobi sebelum akhirnya dipindahkan ke gudang. Universitas Indonesia

90 Kalibrasi Sarana PAK harus memastikan peralatan yang digunakan untuk menjamin penyimpanan dan distribusi alat kesehatan harus dikalibrasi atau diverifikasi pada interval kurun waktu tertentu atau sebelum digunakan terhadap standar pengukuran berdasarkan pada nasional maupun internasional, dalam periode tertentu atau sebelum penggunaan. Namun, kegiatan kalibrasi belum pernah dilakukan di PT. SamMarie Tramedifa. Bila ada alat ukur yang pengukurannya tidak tepat, alat ukur tersebut akan langsung diganti dengan produk yang baru. Seharusnya, dapat dilakukan proses kalibrasi terlebih dahulu untuk mengembalikan akurasi dan presisi alat. Apabila setelah dilkalibrasi ulang alat masih tidak mengukur dengan benar, baru bisa dipertimbangkan menggantinya dengan produk yang baru. Selain itu, proses kalibrasi ulang harus dijadwalkan tiap interval waktu tertentu untuk mencegah ketidaktepatan pengukuran alat yang menimbulkan gangguan terhadap penyimpanan produk alat kesehatan Rotasi Persediaan Proses perputaran dan kontrol produk terjadi ketika produk sudah diterima dan dalam pengawasan PAK untuk disimpan atau dikeluarkan. Proses perputaran diawali dengan perencanaan terhadap produk untuk menyusun kebutuhan alkes yang tepat dan sesuai kebutuhan untuk mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan persediaan. Data keseluruhan produk dibuat tergabung ke dalam satu database software yang sudah diaplikasi ke dalam software yang diberi nama Tramedifa System. Software ini terintegrasi ke seluruh perangkat komputer yang ada di kantor PT. SamMarie Tramedifa sehingga tiap unit bagian kerja dapat mengakses data-data terkait untuk pelaksanaan seluruh kegiatan operasional di PAK tersebut. Stok minimum barang diambil dari data pareto selama 3 bulan ke belakang dan dan diperbaharui tiap sebulan sekali. Perencanaan alkes di PT. SamMarie Tramedifa dilakukan berdasarkan beberapa parameter sebagai faktor pengendali persediaan. Faktor-faktor tersebut dapat meliputi: a. Konsumsi rata-rata, yang sering juga disebut permintaan (demand). Konsumsi rata-rata dapat dilihat dari banyaknya pemesanan alkes yang dipesan, baik Universitas Indonesia

91 77 oleh SFHG maupun costumer atau sub-distributor yang sudah bekerjasama dengan PAK PT. SamMarie Tramedifa. b. Safety stock atau stok pengaman, yaitu stok yang selalu disediakan untuk menghindari kekosongan stok akibat hal-hal tertentu, misalnya keterlambatan pengiriman dari distributor, peningkatan permintaan yang luar biasa, dan lainlain. c. Persediaan minimum, di mana persediaan minimum adalah jumlah persediaan terendah yang harus tersedia di PAK. Apabila penjualan telah mencapai nilai persediaan minimum, pemesanan akan langsung dilakukan. Untuk pemesanan alkes standar di PT. SamMarie Tramedifa, pemesanan dilakukan dengan melihat jumlah stok minimum yang terdapat di gudang. Jumlah stok minimum dapat secara langsung dicek oleh bagian pengadaan ketika ada pemesanan produk tersebut. d. Perputaran persediaan, menggambarkan jumlah siklus yang dialami barang dari mulai pembelian hingga penjualan kembali. Jika suatu barang memiliki angka perputaran persediaan besar, barang tersebut dikategorikan sebagai barang fast moving. Sebaliknya, jika angka perputaran persediaan barang terbilang kecil, barang tersebut dikategorikan slow moving. Prosedur manajemen produk alkes yang diterapkan PT. SamMarie Tramedifa dibedakan atas dasar apakah produk tersebut memiliki expired date atau tidak. Untuk produk yang tidak memiliki expired date, diberlakukan sistem distribusi FIFO agar perputaran produk lebih terjamin. Namun, bila produk memiliki expired date, untuk memastikan bahwa produk yang masa kadaluarsanya lebih dahulu dijual dan atau didistribusikan diberlakukan sistem FEFO. Pengontrolan produk dilakukan dengan melakukan stock opname tiap tiga bulan sekali. Pada saat itu, kuantitas produk yang tercatat dalam software akan dibandingkan langsung dengan kuantitas produk yang fisiknya benar-benar ada di gudang. Stock opname dilakukan oleh penanggung jawab dan petugas gudang alkes, dibantu oleh personil lain yang telah mendapat persetujuan oleh penanggung jawab dan petugas gudang. Apabila terjadi ketidakcocokan antara data di software dengan kuantitas produk di gudang, dilakukan penelusuran Universitas Indonesia

92 78 terhadap selisih produk. Apabila penyebab selisih tidak ditemukan, bisa dilakukan penyesuaian pada data di software dan PAK akan mengganti rugi produk yang dinyatakan hilang dalam selisih penghitungan stock opname Pengiriman dan Penyerahan kepada Outlet Pemesanan produk alkes oleh outlet kepada PAK PT. SamMarie Tramedifa dilakukan dengan mengirimkan PO kepada PAK via fax atau telepon. PO akan diterima oleh penanggung jawab PAK untuk diperiksa ketersediaannya secara komputerisasi. Setelah produk dinyatakan tersedia di gudang, penanggung jawab PAK akan mencetak SPB (Surat Permintaan Barang) yang memuat semua produk pesanan outlet beserta kuantitasnya. Bila SPB sudah jadi, petugas gudang akan langsung mencetak faktur melalui data SPB yang sudah otomatis masuk ke komputer gudang. Tiap faktur dapat memuat hingga sebanyak sepuluh item pesanan dan apabila pesanan lebih dari sepuluh item, petugas akan membuat faktur baru. Faktur penjualan yang telah dicetak petugas gudang memuat nama produk alkes, kuantitas, harga, diskon, nomor bets, expired date dan telah ditandatangani oleh penanggung jawab PAK. Selain dicetak dalam bentuk faktur, data pesanan dari SPB juga akan dicatat ke dalam buku SPB sesuai dengan pesanan setiap nomor SPB. Catatan tersebut berfungsi untuk memonitor pelunasan dari pihak outlet terhadap pesanannya ke PAK. Setelah faktur dicetak, petugas gudang akan menyiapkan dan mengemas barang yang akan dikirim ke outlet sesuai isi faktur. Namun, sebelum dikemas, produk-produk yang sudah dimasukkan ke dalam wadah pengiriman oleh petugas gudang akan diperiksa sekali lagi kurir untuk memastikan kelengkapan produk dan informasinya sehingga kurir dapat mempertanggungjawabkan pengirimannya. Setelah itu, produk dikemas dan diantarkan oleh kurir menuju alamat outlet besertadokumen-dokumen yang terkait. Kendaraan kurir selalu dirawat dan diservis setiap bulan oleh kurir yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kerusakan kendaraan yang dapat menghambat dan menunda proses pengiriman barang oleh kurir. Bila kuantitas produk yang dipesan outlet sedikit dan ukurannya tidak Universitas Indonesia

93 79 terlalu besar, kurir akan mengangkutnya menggunakan sepeda motor. Namun, bila kuantitasnya banyak dan ukurannya besar, produk akan diantar menggunakan mobil. Seringkali kurir mengantar barang menggunakan sepeda motor dengan cara mengikat karton pengemas barang di jok belakang motor. Hal tersebut tidak masalah jika ukuran karton tidak terlalu besar dan tidak merusak produk, tapi jika ukurannya besar, dikhawatirkan kejadian tersebut dapat membahayakan keselamatan kurir di perjalanan, terlebih jika karton menghalangi penglihatan kurir melalui kaca spion motor atau tali pengikat terlepas di tengah jalan. Untuk menghindari hal tersebut, kini motor yang digunakan mengirimkan barang telah dilengkapi dengan kotak barang sehingga keamanan kurir dan barang yang dikirim dapat lebih terjaga. Setelah mencapai alamat outlet, kurir akan menyerahkan barang dan fakturnya kepada petugas penerima barang. Apabila ada ketidaksesuaian antara barang yang datang dan pesanan yang diminta, outlet akan segera meretur barang kepada pihak PAK. Namun, apabila barang sudah sesuai dengan permintaan outlet, petugas penerima akan menandatangani faktur beserta seluruh rangkapnya, mengambil kopi faktur yang menjadi bagian mereka, dan menyerahkan sisanya kepada kurir PAK Mampu Telusur Produk (Traceability) Untuk memudahkan penelusuran terhadap alat kesehatan yang telah didistribusikan, PT. SamMarie Tramedifa melakukan pemeliharaan rekaman alat kesehatan sejak dari pemasok sampai kepada outlet. Rekaman yang dipelihara meliputi nama outlet, nama produsen, nomor bets atau nomor seri, tipe, dan jumlah produk. Rekaman tersebut dipelihara minimal 3 tahun Penanganan Keluhan, Penarikan Kembali, dan Pemusnahan Produk Sejak awal berdirinya, PT. SamMarie masih belum pernah melaksanakan proses pemusnahan dan penarikan kembali produk yang mereka distribusikan. Hal ini dikarenakan proses manajemen perputaran dan kontrol produknya sudah berlangsung terkendali sehingga produk diterima, disimpan, dan didistribusikan dalam keadaan baik. Produk-produk yang memiliki expired date diawasi ketat Universitas Indonesia

94 80 masa pakainya dan saat menjelang batas expired, penanggung jawab akan segera meretur produk kepada principle-nya dengan produk yang baru. Proses pemesanan produk pun dilakukan kepada rekanan distributor yang terpercaya dan mendapat izin pemerintah sehingga kualitas barang yang datang terjamin dan kecil kemungkinannya berupa barang palsu. Untuk keluhan yang masuk, biasanya hanya berupa keluhan apabila terjadi ketidakcocokan antara diskon yang telah disepakati antara PT. SamMarie Tramedifa selaku PAK kepada outlet-nya dengan diskon yang tercantum dalam faktur yang dibawa oleh kurir PT. SamMarie Tramedifa. Proses penanganannya pun dilakukan cepat dengan segera menelusuri kesalahan yang terjadi dan melakukan koreksi terhadap kesalahan tersebut. Selain itu, keluhan juga bisa timbul jika terdapat ketidaksesuaian antara barang yang diantar kurir PT. SamMarie Tramedifa dengan barang yang diminta outlet. Ketidaksesuaian barang bisa berupa barang yang dipesan tidak termasuk dalam kiriman kurir atau kurir mengirimkan barang yang tidak dipesan oleh outlet. Hal tersebut seringkali disebabkan oleh pembatalan pesanan oleh outlet belum terdokumentasikan dalam sistem komputer PT. SamMarie Tramedifa sehingga barang masih dalam status dipesan dan terlanjur dicetak faktur dan diantar oleh kurir Audit Internal dan Kajian Manajemen Audit internal dan kajian manajemen sudah diterapkan PT. SamMarie Tramedifa, meskipun belum ada prosedur terdokumentasi yang matang mengenai kegiatan tersebut. Sesekali, pihak manajemen akan melakukan rapat dengan seluruh personil atau beberapa personil yang terkait untuk membicaran masalah atau ide tertentu yang ingin dicapai kesepakatannya secara bersama-sama. Hal ini penting untuk mengatasi adanya hambatan atau ketidaksesuaian secepat mungkin sehingga didapat solusi untuk masalah tersebut. Selain itu, kajian juga diperlukan untuk menilai perbaikan perubahan yang diperlukan terhadap sistem manajemen sehingga untuk ke depannya PT. SamMarie Tramedifa akan terus berkembang seiring dengan perbaikan efektivitas dari sistem manajemen mutu dan prosesnya. Universitas Indonesia

95 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan a. PT SamMarie Tramedifa sebagai perusahaan berbadan hukum yang memiliki izin telah melakukan tugasnya dalam kegiatan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai peraturan perundang-undangan. Selain itu, PT SamMarie Tramedifa juga selalu berupaya untuk menjalankan tugasnya dalam memastikan mutu sepanjang jalur distribusi sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya, serta menjalankan fungsinya menjadi tempat pendidikan dan pelatihan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut, PT SamMarie Tramedifa telah menerapkan aspek CDOB dan CDAKB dalam hal manajemen mutu, personalia, bangunan dan peralatan, pengelolaan obat dan alat kesehatan, penanganan keluhan dan obat kembalian, transportasi, dan dokumentasi. Untuk aspek-aspek yang belum, penerapan akan dilakukan segera setelah pengkajian CDOB dan CDAKB selesai. a. Apoteker penanggung jawab PBF dan PAK PT SamMarie Tramedifa bertanggung jawab terhadap pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5.2 Saran a. Memasang papan nama perusahaan untuk mempermudah sosialisasi kepada calon outlet dan para kurir distributor lain. b. Melengkapi dan menyempurnakan SOP atau protap dan instruksi kerja agar dapat meningkatkan pelayanan kepada outlet dan meningkatkan sistem jaminan mutu. c. Melaksanakan kegiatan pembersihan gudang yang tervalidasi sesuai dengan ketentuan CDOB dan CDAKB. 81 Universitas Indonesia

96 DAFTAR ACUAN Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2012). Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2011). Pedoman Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik. Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2012). Petunjuk Teknis Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik. Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (1997). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Kebutuhan Tahunan dan Pelaporan Psikotropika. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1191/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Penyalur Alat Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2011a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1148/Menkes/Per/VI/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2011b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 889/Menkes/Per/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Presiden Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2009 Tentang Psikotropika. Jakarta. Presiden Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta. Presiden Republik Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta. 82 Universitas Indonesia

97 83 Lampiran 1. Contoh formulir-1 pengajuan izin PBF

98 84 Lampiran 2. Contoh formulir-2 pengajuan izin PBF

99 85 Lampiran 3. Contoh formulir-3 pengajuan izin PBF

100 86 Lampiran 4. Contoh formulir-4 pengajuan izin PBF

101 87 Lampiran 5. Contoh formulir-5 pengajuan izin PBF

102 88 Lampiran 6. Contoh formulir-1 pengajuan izin PAK

103 89 Lampiran 7. Contoh formulir-2 pengajuan izin PAK

104 90 Lampiran 8. Lanjutan contoh formulir-2 pengajuan izin PAK

105 91 Lampiran 9. Contoh formulir-3 pengajuan izin PAK

106 92 Lampiran 10. Contoh formulir-4 pengajuan izin PAK

107 93 Lampiran 11. Contoh formulir-5 pengajuan izin PAK

108 94 Lampiran 12. Contoh formulir-6 pengajuan izin PAK

109 95 Lampiran 13. Denah bangunan PT SamMarie Tramedifa lantai 1

110 96 Lampiran 14. Denah bangunan PT SamMarie Tramedifa lantai 2

111 97 Lampiran 15. Izin usaha PBF PT Sammarie Tramedifa

112 98 Lanjutan Lampiran 15.

113 99 Lampiran 16. Izin Usaha PAK PT SamMarie Tramedifa

114 100 Lanjutan Lampiran 16.

115 101 Lampiran 17. Form Berita Acara Pemeriksaan Balai Besar POM di Jakarta

116 102 Lampiran 18.Pre Audit Izin Pindah Alamat PBF dan Pergantian Penanggung Jawab

117 103 Lampiran 19. Struktur Organisasi PT SamMarie Tramedifa T. Neza J., S.Farm., Apt., MARS. (CEO) Vembi Wira Seba (Assistant) Annisah, S.Si., Apt. (Pharma Manager) Mulahatoropan, S.Kom. (GA Manager) Rusli F. Siregar (Finance Manager) T. Neza J., S.Farm., Apt., MARS. (S & M Manager) Iis S., S.Farm. (Pharma Field Coordinator) Suherman (Medical WH) Eka Ayu G., S.Si., Apt.. (DMP Spv.) Junedi (DMP WH) Rusli F. Siregar (IT) Oktanoviah (Assistant) Tatang S. (Logistic WH) Fitri A. (Accounting) Haryanto (Administrasi 1) Business Development Puryanto (Marketing Executive) Tatang S. (Courier 1) Sudarta (Courier 2) T. Neza J., S.Farm., Apt., MARS. (Spv. VV) Fierly B. (Administrasi 2) Candra (Sales Executive) Tatang S. (Maintenance) Fierly B. (Tax) Rosi (Housekeeping) Rochmat S. (Security Coordinator) Indah A. (Cashier 1) Fierly B. (Cashier Coordinator) Security Field Coordinator Siti N. (Cashier 2)

118 104 Lampiran 20. Rencana Struktur Organisasi PT SamMarie Tramedifa Periode

119 105 Lampiran 21. Gambar Denah Gudang Obat PT SamMarie Tramedifa Lampiran 22. Gambar Denah Gudang Alat Kesehatan PT SamMarie Tramedifa

120 106 Lampiran 23. Formulir Pengendalian Kondisi Gudang Alat Kesehatan PT SamMarie Tramedifa

121 107 Lampiran 24. Formulir Pengendalian Kondisi Gudang Obat PT SamMarie Tramedifa

122 108 Lampiran 25. Formulir Pengendalian Kondisi Kulkas di Gudang Obat PT SamMarie Tramedifa

123 109 Lampiran 26. Surat Permintaan Barang

124 110 Lampiran 27. Faktur Pejualan dari Distributor Lain (Faktur Pembelian) Lampiran 28. Surat Permintaan dar PT SamMarie Tramedifa ke Distributor Lain

125 111 Lampiran 29. Salinan Faktur Penjualan PT SamMarie Tramedifa

126 112 Lampiran 30. Salinan Tanda Terima Tukar Faktur PT SamMarie Tramedifa

127 113 Lampiran 31. Faktur Pajak Pembelian

128 114 Lampiran 32. Faktur Pajak Penjualan

129 115 Lampiran 33. Nota Retur Penjualan

130 116 Lampiran 34. Nota Retur Pembelian

131 117 Lampiran 35. Laporan PBF 3 Bulanan

132 118 Lampiran 36. Contoh Formulir Laporan Hasil Kegiatan Penyaluran PAK

133 UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER DI PBF DAN PAK PT. SAMMARIE TRAMEDIFA JL. CIPINANG MUARA 1 NO. 23 C, PONDOK BAMBU, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA PERIODE 17 JUNI 12 JULI DAN 29 JULI 16 AGUSTUS 2013 LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER GABRIELLA FREDERIKA PUNU, S. Farm ANGKATAN LXXVII FAKULTAS FARMASI PROGRAM PROFESI APOTEKER DEPOK JANUARI 2014

134 UNIVERSITAS INDONESIA TUGAS KHUSUS PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT. SAMMARIE TRAMEDIFA JL. CIPINANG MUARA 1 NO. 23 C, PONDOK BAMBU, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA PERIODE 17 JUNI 12 JULI DAN 29 JULI 16 AGUSTUS 2013 KATEGORISASI ALAT KESEHATAN DAN PENYALUR ALAT KESEHATAN Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Apoteker GABRIELLA FREDERIKA PUNU, S. Farm ANGKATAN LXXVII FAKULTAS FARMASI PROGRAM PROFESI APOTEKER DEPOK JANUARI 2014 ii

135 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR LAMPIRAN... iv BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan... 2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Alat Kesehatan Klasifikasi Alat Kesehatan Klasifikasi Alat Kesehatan Berdasarkan Risikonya Klasifikasi Alat Kesehatan Berdasarkan Tujuan Penggunaannya Klasifikasi Alat Kesehatan Berdasarkan Proses Penggunaannya Penyalur Alat Kesehatan Pengelompokan Penyalur Alat Kesehatan BAB 3 PEMBAHASAN BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR ACUAN LAMPIRAN iii

136 DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Kategori alat kesehatan berdasarkan tingkat risikonya... 5 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Perincian kategori dan sub kategori alat kesehatan Lampiran 2. Data alat kesehatan PT SamMarie Tramedifa Lampiran 3. Daftar PAK di DKI Jakarta iv

137 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Setiap orang berhak atas kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Adapun dalam menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat, diperlukan suatu sumber daya kesehatan (Presiden RI, 2009). Menurut Permenkes Nomor 1189 Tahun 2010 Pasal 1 angka 1 (Menteri Kesehatan RI, 2010a), alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Selain alat kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1, alat kesehatan dapat juga mengandung obat yang tidak mencapai kerja utama pada atau dalam tubuh manusia melalui proses farmakologi, imunologi, atau metabolisme, tetapi dapat membantu fungsi yang diinginkan dari alat kesehatan dengan cara tersebut. Produk alat kesehatan yang beredar harus memenuhi standar dan/atau persyaratan mutu, keamanan, dan kemanfaatan Alat kesehatan termasuk dalam sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan penggunaan produknya dapat menimbulkan risiko, baik risiko yang tidak menyebabkan akibat yang berarti maupun yang dapat memberikan akibat yang serius kepada pasien atau perawat/operator. Berdasarkan risiko yang bisa diakibatkan oleh penggunaannya, produk alat kesehatan diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelas. Pengklasifikasian ini mempengaruhi proses perizinan produk yang akan didaftarkan karena tiap kelas klasifikasi alat kesehatan memiliki persyaratan yang berbeda untuk mendapatkan izin edar (Menteri Kesehatan RI, 2010b). Penyalur Alat Kesehatan (PAK) adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan (Menteri 1 Universitas Indonesia

138 2 Kesehatan RI, 2010c). Berdasarkan jenis alat kesehatan yang disalurkan, PAK terbagi menjadi 3 (tiga) kelompok (Dirjen Binfar Alkes, 2009). Kategorisasi alat kesehatan dan PAK perlu dipahami terkait perbedaan regulasi perizinan untuk tiap kategorinya. Beda kategori, beda pula persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin edar atau izin penyalurannya. Apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan juga perlu memahami lebih lanjut tentang kategorisasi ini karena lingkup pekerjaan apoteker memungkinkan untuk terjadinya interaksi dengan alat kesehatan dan PAK. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut tentang kategorisasi alat kesehatan dan PAK, beserta penjelasan masing-masing kategorinya. 1.2 Tujuan Tujuan penyusunan tugas khusus ini meliputi: a. Mengkaji dan memahami kategorisasi alat kesehatan. b. Mengkaji dan memahami pengelompokan PAK. Universitas Indonesia

139 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Alat Kesehatan Dalam Pedoman Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB) disebutkan bahwa alat kesehatan merupakan instrumen, aparatus, mesin, dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh (Dirjen Binfar Alkes, 2011). Alat kesehatan dapat juga mengandung obat yang tidak mencapai kerja utama pada atau dalam tubuh manusia melalui proses farmakologi, imunologi, atau metabolisme, tetapi dapat membantu fungsi yang diinginkan dari alat kesehatan tersebut. Alat kesehatan berdasarkan tujuan penggunaan sebagaimana dimaksud oleh produsen, dapat digunakan sendiri maupun kombinasi untuk manusia dengan satu atau beberapa tujuan sebagai berikut: a. Diagnosis, pencegahan, pemantauan, perlakuan, atau pengurangan penyakit b. Diagnosis, pemantauan, perlakuan, pengurangan, atau kompensasi kondisi sakit c. Penyelidikan, penggantian, pemodifikasian, mendukung anatomi atau proses fisiologis d. Mendukung atau mempertahankan hidup e. Menghalangi pembuahan f. Desinfeksi alat kesehatan g. Menyediakan informasi untuk tujuan medis atau diagnosis melalui pengujian in vitro terhadap spesimen dari tubuh manusia 2.2 Klasifikasi Alat Kesehatan Pengklasifikasian alat kesehatan terbagi menjadi berdasarkan risiko penggunaan produknya, tujuan penggunaannya, dan proses penggunaannya. Berikut ini adalah penjabarannya: 3 Universitas Indonesia

140 Klasifikasi Alat Kesehatan Berdasarkan Risikonya Menurut Menteri Kesehatan RI (2010b), alat kesehatan berdasarkan risikonya dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelas, yakni: a. Kelas I Alat kesehatan yang kegagalan atau salah penggunaannya tidak menyebabkan akibat yang berarti. Penilaian untuk alat kesehatan ini dititikberatkan hanya pada mutu dan produk. b. Kelas IIa Alat kesehatan yang kegagalannya atau salah penggunaannya dapat memberikan akibat yang berarti kepada pasien, tetapi tidak menyebabkan kecelakaan yang serius. Alat kesehatan ini sebelum beredar perlu mengisi dan memenuhi persyaratan yang cukup lengkap untuk dinilai, tetapi tidak memerlukan uji klinis. c. Kelas IIb Alat kesehatan yang kegagalannya atau salah penggunaannya dapat memberikan akibat yang sangat berarti kepada pasien, tetapi tidak menyebabkan kecelakaan yang serius. Alat kesehatan ini sebelum beredar perlu mengisi dan memenuhi persyaratan yang lengkap termasuk analisis risiko dan bukti keamanannya untuk dinilai, tetapi tidak memerlukan uji klinis. d. Kelas III Alat kesehatan yang kegagalan atau salah penggunaannya dapat memberikan akibat yang serius kepada pasien atau perawat/operator. Alat kesehatan ini sebelum beredar perlu mengisi formulir dan memenuhi persyaratan yang lengkap, termasuk analisis risiko dan bukti keamanannya untuk dinilai, serta memerlukan uji klinis. Universitas Indonesia

141 5 Tabel 2.1. Kategori alat kesehatan berdasarkan tingkat risikonya. Kelas Tingkat Risiko Contoh I Risiko rendah Kursi roda, penekan lidah, plester, alat bantu berjalan, pembalut luka. II a Risiko sedangrendah monitor tekanan darah digital, alat bantu dengar Jarum hipodermik, kateter sekali pakai, kontak lensa, II b Risiko sedangtinggi inkubator bayi, kantong darah Ventilator paru, implant ortopedik, lensa intraocular, III Risiko tinggi Benang bedah yang dapat diserap, implant pacu jantung, stent jantung, IOL. Prinsip atau dasar klasifikasi berdasarkan risiko masih dibagi lagi menjadi lima (5) macam, yakni: a. Masa penggunaan b. Tingkat invasif c. Lokasi pemakaian d. Sumber tenaga e. Efek biologi terhadap pasien Keterangannya adalah sebagai berikut: a. Masa penggunaan 1. Transien Untuk digunakan terus-menerus selama kurang dari 60 menit 2. Jangka pendek Untuk digunakan terus-menerus selama antara 60 menit dan 30 hari 3. Jangka Untuk digunakan terus-menerus selama lebih dari 30 hari panjang Artinya, semakin lama penggunaan alat, maka tingkat risiko yang ditimbulkan semakin besar. b. Tingkat invasif 1. Alat invasif Alat yang seluruh atau sebagian, penetrasi ke dalam tubuh baik melalui lubang tubuh atau melalui permukaan tubuh. 2. Lubang tubuh Setiap lubang alami pada tubuh, termasuk permukaan luar bola mata, atau setiap pembukaan artificial yang Universitas Indonesia

142 6 permanen, seperti stoma atau tracheotomy permanent. Alat invasif yang berpenetrasi ke dalam tubuh melalui 3. Alat invasif permukaan tubuh, dengan bantuan atau dalam konteks bedah pelaksanaan bedah. Memecah lapisan kulit. Jadi, semakin tinggi tingkat invasif suatu alat, tingkat risiko yang ditimbulkan akan semakin besar. c. Lokasi pemakaian Meliputi pembuluh darah mayor yang termasuk 1. Sistem sirkulasi pembuluh darah paru, jantung, arteri koroner, arteri pusat serebral, aorta, superior vena cava, arteri ginjal. 2. Sistem syaraf pusat Termasuk otak, meninges dan batang otak. Jika suatu alat bekerja pada atau mempengaruhi Sistem Syaraf Pusat atau SSP, risiko yang ditimbulkan akan meningkat, demikian juga klasifikasi akan semakin tinggi. d. Sumber tenaga Alat kesehatan aktif adalah alat yang tergantung pada sumber energi dari listrik atau sumber energi lain dan bekerja dengan mengubah energi tersebut. e. Efek biologi terhadap pasien Sifat alat yang dapat diserap tubuh akan menimbulkan risiko yang lebih besar dibandingkan alat yang tidak diserap tubuh, karenanya diklasifikasikan ke dalam kelas yang lebih tinggi Klasifikasi Alat Kesehatan Berdasarkan Tujuan Penggunaannya Menurut Menteri Kesehatan RI (2010b), alat kesehatan berdasarkan tujuan penggunaannya dapat diklasifikasikan menjadi enam belas (16) kategori, yakni: Kategori dan Sub Kategori Alat Kesehatan a. Peralatan Kimia Klinik dan Toksikologi Klinik 1. Sistem Tes Kimia Klinik 2. Peralatan Laboratorium Klinik 3. Sistem Tes Toksikologi Klinik b. Perawatan Hematologi dan Patologi 1. Pewarna Biologis Universitas Indonesia

143 7 2. Produk Kultur Sel dan Jaringan 3. Peralatan dan Aksesori Patologi 4. Pereaksi Penyedia Spesimen 5. Peralatan Hematologi Otomatis dan Semi Otomatis 6. Peralatan Hematologi Manual 7. Paket dan Kit Hematologi 8. Pereaksi Hematologi 9. Produk yang digunakan dalam pembuatan sediaan darah dan sediaan berasal dari darah c. Perawatan Imunologi dan Mikrobiologi 1. Peralatan Diagnostik 2. Peralatan Mikrobiologi 3. Pereaksi Serologi 4. Perlengkapan dan Pereaksi Laboratorium Imunologi 5. Sistem Tes Imunologikal 6. Sistem Tes Imunologikal Antigen Tumor d. Peralatan Anestesi 1. Peralatan Anestesi Diagnostik 2. Peralatan Anestesi Pemantauan 3. Peralatan Anestesi Terapeutik 4. Peralatan Anestesi Lainnya e. Peralatan Kardiologi 1. Peralatan Kardiologi Diagnostik 2. Peralatan Kardiologi Pemantauan 3. Peralatan Kardiologi Prostetik 4. Peralatan Kardiologi Bedah 5. Peralatan Kardiologi Terapeutik f. Peralatan Gigi 1. Peralatan Gigi Diagnostik 2. Peralatan Gigi Prostetik 3. Peralatan Gigi Bedah 4. Peralatan Gigi Terapeutik Universitas Indonesia

144 8 5. Peralatan Gigi Lainnya g. Peralatan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) 1. Peralatan THT Diagnostik 2. Peralatan THT Prostetik 3. Peralatan THT Bedah 4. Peralatan THT Terapeutik h. Peralatan Gastroenterologi-Urologi (GU) 1. Peralatan GU Diagnostik 2. Peralatan GU Pemantauan 3. Peralatan GU Prostetik 4. Peralatan GU Bedah 5. Peralatan GU Terapeutik i. Peralatan Rumah Sakit Umum dan Perorangan (RSU & P) 1. Peralatan RSU & P Pemantauan 2. Peralatan RSU & P Terapeutik 3. Peralatan RSU & P Lainnya j. Peralatan Neurologi 1. Peralatan Neurologi Diagnostik 2. Peralatan Neurologi Bedah 3. Peralatan Neurologi Terapeutik k. Peralatan Obstetrik dan Ginekologi (OG) 1. Peralatan OG Diagnostik 2. Peralatan OG Pemantauan 3. Peralatan OG Prostetik 4. Peralatan OG Bedah 5. Peralatan OG Terapeutik 6. Peralatan Bantu Reproduksi l. Peralatan Mata 1. Peralatan Mata Diagnostik 2. Peralatan Mata Prostetik 3. Peralatan Mata Bedah 4. Peralatan Mata Terapeutik Universitas Indonesia

145 9 m. Peralatan Ortopedi 1. Peralatan Ortopedi Diagnostik 2. Peralatan Ortopedi Prostetik 3. Peralatan Ortopedi Bedah n. Peralatan Kesehatan Fisik 1. Peralatan Kesehatan Fisik Diagnostik 2. Peralatan Kesehatan Fisik Prostetik 3. Peralatan Kesehatan Fisik Terapeutik o. Peralatan Radiologi 1. Peralatan Radiologi Diagnostik 2. Peralatan Radiologi Terapeutik 3. Peralatan Radiologi Lainnya p. Peralatan Bedah Umum dan Bedah Plastik 1. Peralatan Bedah Diagnostik 2. Peralatan Bedah Prostetik 3. Peralatan Bedah 4. Peralatan Bedah Terapeutik Klasifikasi Alat Kesehatan Berdasarkan Proses Penggunaannya a. Alat kesehatan elektromedik radiasi Alat kesehatan yang menggunakan sumber listrik AC atau DC untuk pengoperasian dan memancarkan radiasi pengion atau zat radioaktif selama penggunaan untuk mencapai maksud penggunaannya. b. Alat kesehatan elektromedik non radiasi Alat kesehatan yang menggunakan sumber listrik AC atau DC untuk pengoperasian dan tidak memancarkan radiasi pengion atau zat radioaktif selama penggunaan untuk mencapai maksud penggunaannya. c. Alat kesehatan non elektromedik steril Alat kesehatan yang penggunaannya tidak memerlukan sumber listrik AC atau DC dan mengalami proses sterilisasi pada proses produksinya dan Universitas Indonesia

146 10 produknya steril (contoh: jarum suntik, kasa steril, benang bedah, IV catheter, infuse set). d. Alat kesehatan non elektromedik non steril Alat kesehatan yang penggunaannya tidak memerlukan sumber listrik AC atau DC dan produknya tidak steril (contoh: plester, instrumen bedah, timbangan bayi, kursi roda manual, tempat tidur pasien manual, stetoskop). e. Produk Diagnostik In Vitro Alat kesehatan yang digunakan untuk pemeriksaan spesimen dari dalam tubuh manusia secara in vitro untuk menyediakan informasi untuk diagnosis, pemantuan, atau gabungan. Termasuk reagen, kalibrator, bahan kontrol, penampung spesimen, software, dan instrumen atau alat atau bahan kimia lain yang terkait (contoh: alat tes gula darah, tes kehamilan muda, tes asam urat, alat tes kimia klinik, hematology analyzer). 2.3 Penyalur Alat Kesehatan Menurut Menteri Kesehatan (2010c), Penyalur Alat Kesehatan adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran alat kesehatan dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan. Pedagang besar farmasi yang akan melakukan usaha sebagai PAK harus memiliki izin PAK. PAK wajib mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk dapat melaksanakan dan menjamin kelancaran pelaksanaan, penyaluran, pengelolaan, pengadaan, dan penyimpanan. PAK yang menyalurkan alat kesehatan yang memerlukan pelayanan purna jual, wajib menyediakan atau memiliki jaminan purna jual berupa: a. Bengkel dengan peralatan yang memadai dan dilengkapi dengan suku cadang secukupnya dalam rangka perbaikan sesuai dengan alat kesehatan yang disalurkan; b. Tenaga ahli atau teknisi yang berpengalaman untuk dapat memperbaiki atau melakukan reparasi alat kesehatan yang disalurkan; dan c. Memberikan bantuan rujukan reparasi ke luar negeri untuk produk impor, apabila ternyata alat kesehatan tersebut tidak dapat diperbaiki di dalam negeri. Universitas Indonesia

147 11 Universitas Indonesia

148 Pengelompokan Penyalur Alat Kesehatan Menurut Dirjen Binfar Alkes (2009), berdasarkan jenis alat kesehatan yang disalurkan, PAK terbagi menjadi tiga (3) kelompok, yakni: a. Penyalur Alat Kesehatan (PAK) Elektromedik Menyalurkan alat kesehatan elektromedik radiasi dan alat kesehatan elektromedik non radiasi. b. Penyalur Alat Kesehatan (PAK) Non Elektromedik Menyalurkan alat kesehatan non elektromedik steril dan alat kesehatan non elektromedik non steril. c. Penyalur Alat Kesehatan (PAK) sia Menyalurkan alat kesehatan diagnostik reagensia. Untuk PAK elektromedik, diharuskan memiliki bengkel yang dilengkapi dengan telepon terkait pelayanan purna jual produk alat kesehatannya. Universitas Indonesia

149 BAB 3 PEMBAHASAN Menurut Dirjen Binfar Alkes (2009), PAK terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jenis alat kesehatan yang disalurkan, yakni PAK elektromedik, PAK non elektromedik, dan PAK diagnostik reagensia. Pembagian itu mempengaruhi jenis alat kesehatan yang boleh disalurkan oleh PAK yang bersangkutan sesuai dengan izin penyaluran alat kesehatannya yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI. Ada beberapa alat kesehatan yang membutuhkan penanganan khusus selama penyimpanan dan pelayanan purna jual. Oleh karena itu, persyaratan pendaftaran izin PAK baru bisa berbeda tergantung dari jenis alat kesehatan yang akan disalurkan. PAK elektromedik memerlukan fasilitas khusus untuk menangani penyimpanan dan penanganan purna penjualan produk alat kesehatan elektromedik. Menurut Menteri Kesehatan (2010c), PAK yang menyalurkan alat kesehatan yang memerlukan pelayanan purna jual wajib menyediakan atau memiliki jaminan purna jual berupa: a. Bengkel dengan peralatan yang memadai dan dilengkapi dengan suku cadang secukupnya dalam rangka perbaikan sesuai dengan alat kesehatan yang disalurkan. b. Tenaga ahli atau teknisi yang berpengalaman untuk dapat memperbaiki atau melakukan reparasi alat kesehatan yang disalurkan. c. Memberikan bantuan rujukan reparasi ke luar negeri untuk produk impor bila ternyata alat kesehatan tersebut tidak dapat diperbaiki di dalam negeri. Dengan demikian, pada proses pendaftaran izin PAK elektromedik diperlukan pemenuhan persyaratan fasilitas dan personil yang dibutuhkan sehubungan penanganan alat kesehatan elektromedik. PT. SamMarie Tramedifa sebagai PAK mendapatkan izin penyaluran alat kesehatan sebagai PAK non elektromedik. Produk yang disalurkan berupa produk non elektromedik steril dan non elektromedik non steril. Oleh karena tidak ada produk yang membutuhkan penanganan khusus dan pelayanan purna jual, PT. SamMarie Tramedifa tidak menyediakan bengkel, personil, atau peralatan khusus pada fasilitas penyimpanannya. Gudang alat kesehatan PT. SamMarie Tramedifa 12 Universitas Indonesia

150 13 secara umum hanya dilengkapi dengan rak-rak barang, palet, AC, termometer, dan termohigrometer. Tidak ada lemari es seperti di gudang obat karena tidak ada produk alat kesehatan yang memerlukan penyimpanan pada suhu dingin. Suhu gudang diatur berkisar antara 18 o 30 o C, tapi lebih diutamakan jika hanya berkisar antara 18 o 25 o C. Produk yang disalurkan oleh PT. SamMarie Tramedifa bermacam-macam dan mencakup banyak kategori dan sub kategori. Oleh karena PAK ini sebagian besar mengadakan barang untuk memenuhi kebutuhan SamMarie Family Health Group (SFHG), produk alat kesehatan yang disalurkan meliputi kebutuhan untuk dokter-dokter yang berpraktik di grup tersebut, yakni dokter umum, anestesi, andrologi, anak, penyakit dalam, kandungan, dan kulit-kelamin. Dengan demikian, bila dilihat dari tujuan penggunaannya, kategori produk alat kesehatan yang disediakan PT. SamMarie Tramedifa mencakup kategori peralatan anestesi terapeutik, kardiologi diagnostik, GU terapeutik, RSU & P pemantauan, RSU & P terapeutik, OG terapeutik, dan bedah. Penyediaan barang di luar kategori bisa dilakukan asal telah ada kesepakatan antara PT. SamMarie Tramedifa dengan pihak outlet yang memesan. Menurut Coleiro (2012), alat kesehatan seharusnya disimpan berdasarkan spesifikasinya. Alat elektronik akan memberikan pembacaan yang salah tehadap kondisi pasien jika penyimpanannya tidak benar dan menjadi tidak aman penggunaannya. Coleiro menyebutkan bahwa untuk alat-alat kesehatan tertentu ada suhu penyimpanan yang direkomendasikan sesuai dengan spesifikasi alat yang bersangkutan. Alat-alat tersebut meliputi: blood glucose strip, blood glucose meter, lancet, alat ukur tekanan darah, alat uji kehamilan, urine test strip, urine glucose test strip, coagulation test control device, dan coagulation test strip. Dari alat-alat kesehatan yang suhunya direkomendasikan tersebut, PT. SamMarie Tramedifa hanya memiliki alat uji kehamilan sebagai barang stok. Coleiro menyebutkan untuk alat uji kehamilan, suhu penyimpanan yang direkomendasikan adalah 2 o 30 o C. Suhu penyimpanan tersebut telah dipenuhi oleh gudang penyimpanan PT. SamMarie Tramedifa. Oleh PT. SamMarie Tramedifa, alat uji kehamilan masih diatur tersimpan di gudang obat karena adanya pertimbangan tertentu. Selain alat uji kehamilan, Universitas Indonesia

151 14 alat kesehatan yang masih tersimpan di gudang obat ada pampers bayi dan kondom. Sesuai pembagian kelas alat kesehatan dalam Food and Drug Administration (FDA), produk-produk tersebut termasuk dalam kategori alat kesehatan sehingga diharapkan untuk ke depannya penempatan penyimpanan produk-produk tersebut dapat disatukan saja ke dalam gudang alat kesehatan. Universitas Indonesia

152 BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Dari pemaparan yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa: a. Kategori alat kesehatan terbagi menjadi berdasarkan risiko penggunaan produknya, tujuan penggunaannya, dan proses penggunaannya. Kategori alat kesehatan yang disalurkan PT. SamMarie Tramedifa bila didasarkan pada tujuan penggunaannya meliputi: peralatan anestesi terapeutik, kardiologi diagnostik, GU terapeutik, RSU & P pemantauan, RSU & P terapeutik, OG terapeutik, dan bedah. Namun, bila didasarkan pada proses penggunaannya terdiri dari kategori non elektromedik steril dan non elektromedik non steril. b. PAK terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jenis alat kesehatan yang disalurkan, yakni PAK elektromedik, PAK non elektromedik, dan PAK diagnostik reagensia. Berdasarkan izin penyaluran alat kesehatan yang didapatnya, PT. SamMarie Tramedifa termasuk PAK non elektromedik. 4.2 Saran Saran yang penulis ajukan meliputi: a. Alat kesehatan seharusnya disimpan di tempat yang berbeda dengan obat karena keduanya memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda. Dalam Cara Distribusi Obat yang Baik 2012 (Kepala BPOM, 2012), disebutkan bahwa obat dan/atau bahan obat harus disimpan terpisah dari produk selain obat dan/atau bahan obat. Dengan demikian, diharapkan untuk selanjutnya PT. SamMarie Tramedifa dapat memisahkan penyimpanan barang yang disalurkan sesuai peruntukannya. b. Perlunya pengkajian lebih dalam mengenai kategorisasi alat kesehatan oleh PAK. Namun, oleh karena literatur yang tersedia cukup minim, hal ini menjadi sulit untuk diterapkan. Diharapkan kepada pemerintah bisa menyusun pedoman kategorisasi alat kesehatan untuk mempermudah penyampaian informasi kepada PAK dan masyarakat yang membutuhkan informasi. 15 Universitas Indonesia

153 DAFTAR ACUAN Coleiro, D. (2012). Storage of Medicines and Medical Devices. Malta: Faculty of Medicine and Surgery University of Malta. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2009). Pedoman Penilaian Alat Kesehatan/Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2011). Pedoman: Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2012). Petunjuk Teknis: Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2012). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK Tahun 2012 tentang Cara Distribusi Obat yang Baik. Jakarta: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2010a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1189/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Produksi Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Jakarta: Berita Negara Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2010b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1190/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Izin Edar Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Jakarta: Berita Negara Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2010c). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1191/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Penyaluran Alat Kesehatan. Jakarta: Berita Negara Republik Indonesia. Presiden Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. 16 Universitas Indonesia

154 Lampiran 1. Perincian kategori dan sub kategori alat kesehatan I. Peralatan Kimia Klinik dan Toksikologi Klinik a. Sistem Tes Kimia Klinik No. Nama Produk Kelas 1. Alanine amino transferase (ALT/SGPT) test system I 2. Aldolase test system I 3. Delta-aminolevulinic acid test system I 4. Ammonia test system I 5. Androstenedione test system I 6. Androsterone test system I 7. Ascorbic acid test system I 8. Urinary bilirubin and its conjugates (nonquantitative) test system I 9. Blood volume test system I 10. C-peptides of proinsulin test system I 11. Catecholamines (total) test system I 12. Cholesterol (total) test system I 13. Chymotrypsin test system I 14. Compound S (11-deoxycortisol) test system I 15. Copper test system I 16. Corticoids test system I 17. Corticosterone test system I 18. Creatine test system I 19. Cystine test system I 20. Dehydroepiandrosterone (free and sulfate) test system I 21. Desoxycorticosterone test system I 22. 2,3-Diphosphoglyceric acid test system I 23. Estradiol test system I 24. Estriol test system I 25. Estrogens (total, in pregnancy) test system I 26. Estrogens (total, nonpregnancy) test system I 27. Estrone test system I 28. Fatty acids test system I 29. Follicle-stimulating hormone test system I 30. Formiminoglutamic acid (FIGLU) test system I 31. Galactose test system I 32. Gastric acidity test system I 33. Gastrin test system I 34. Gastrin test system I 35. Glucagon test system I 36. Gamma-glutamyl transpeptidase and isoenzymes test system I 37. Glutathione test system I 38. Human growth hormone test system I 39. Histidine test system I 40. Hydroxybutyric dehydrogenase test system I Hydroxycorticosteroids (17-ketogenic steroids) test system I Hydroxyindole acetic acid/serotonin test system I Hydroxyprogesterone test system I 44. Hydroxyproline test system I 45. Immunoreactive insulin test system. I 46. Iron (non-heme) test system I 47. Iron-binding capacity test system I 48. Isocitric dehydrogenase test system I Ketosteroids test system I 50. Ketones (nonquantitative) test system I 51. Lactic acid test system I 52. Leucine aminopeptidase test system I 53. Lipase test system I 54. Lipid (total) test system I 55. Lipoprotein test system I 17

155 Luteinizing hormone test system I 57. Lysozyme (muramidase) test system I 58. Magnesium test system I 59. Malic dehydrogenase test system I 60. Mucopolysaccharides (nonquantitative) test system I 61. Nitrite (nonquantitative) test system I 62. 5'-Nucleotidase test system I 63. Plasma oncometry test system I 64. Ornithine carbamyl transferase test system I 65. Osmolality test system I 66. Oxalate test system I 67. Urinary ph (nonquantitative) test system I 68. Urinary phenylketones (nonquantitative) test system I Phosphogluconate dehydrogenase test system I 70. Phosphohexose isomerase test system I 71. Phospholipid test system I 72. Phosphorus (inorganic) test system I 73. Phosphorus (inorganic) test system I 74. Porphyrins test system I 75. Pregnanediol test system I 76. Pregnanetriol test system I 77. Pregnenolone test system I 78. Progesterone test system I 79. Prolactin (lactogen) test system I 80. Protein (fractionation) test system I 81. Protein-bound iodine test system I 82. Urinary protein or albumin (nonquantitative) test system I 83. Pyruvate kinase test system I 84. Pyruvic acid test system I 85. Quality control material (assayed and unassayed). I 86. Sorbitol dehydrogenase test system I 87. Testosterone test system I 88. Triglyceride test system I 89. Triose phosphate isomerase test system I 90. Trypsin test system I 91. Free tyrosine test system I 92. Uric acid test system. I 93. Urinary calculi (stones) test system I 94. Urinary urobilinogen (nonquantitative) test system I 95. Uroporphyrin test system I 96. Vanilmandelic acid test system I 97. Vitamin A test system I 98. Vitamin E test system I 99. Xylose test system I 100. Acid phosphatase (total or prostatic) test system II 101. Adrenocorticotropic hormone (ACTH) test system II 102. Albumin test system II 103. Aldosterone test system II 104. Alkaline phosphatase or isoenzymes test system II 105. Alkaline phosphatase or isoenzymes test system II 106. Angiotensin I and renin test system II 107. Angiotensin converting enzyme (A.C.E.) test system II 108. Aspartate amino transferase (AST/SGOT) test system II 109. Bilirubin (total or direct) test system II 110. Bilirubin (total and unbound) in the neonate test system II 111. B-type natriuretic peptide test system II 112. Biotinidase test system II 113. Blood gases (PO2) and blood ph test system II 114. Calcitonin test system II

156 Calcium test system II 116. Calibrator II 117. Human chorionic gonadotropin (HCG) test system II 118. Bicarbonate/carbon dioxide test system II 119. Chloride test system II 120. Cholylglycine test system II 121. Conjugated sulfolithocholic acid (SLCG) test system II 122. Cortisol (hydrocortisone and hydroxycorticosterone) test system II 123. Creatine phosphokinase/creatine kinase or isoenzymes test system II 124. Creatinine test system II 125. Cyclic AMP test system II 126. Cyclosporine test system II 127. Folic acid test system II 128. Galactose-1-phosphate uridyl transferase test system II 129. Urinary glucose (nonquantitative) test system II 130. Glucose test system II 131. Urinary homocystine (nonquantitative) test system II 132. Urinary homocystine (nonquantitative) test system II 133. Lactate dehydrogenase isoenzymes test system II 134. Lecithin/sphingomyelin ratio in amniotic fluid test system II 135. Methylmalonic acid (nonquantitative) test system II 136. Nitrogen (amino-nitrogen) test system II 137. Parathyroid hormone test system II 138. Phenylalanine test system II 139. Human placental lactogen test system II 140. Potassium test system II 141. Total protein test system II 142. Sodium test system II 143. Blood specimen collection device II 144. Tacrolimus test system II 145. Thyroxine-binding globulin test system II 146. Thyroid stimulating hormone test system II 147. Free thyroxine test system II 148. Total thyroxine test system II 149. Total triiodothyronine test system II 150. Triiodothyronine uptake test system II 151. Urea nitrogen test system II 152. Vitamin B 12 test system. II 153. Vitamin D test system II b. Peralatan Laboratorium Klinik No. Nama Produk Kelas 1. General purpose laboratory equipment labeled or promoted for a specific I medical use 2. Calculator/data processing module for clinical use I 3. Centrifugal chemistry analyzer for clinical use I 4. Continuous flow sequential multiple chemistry analyzer for clinical use I 5. Discrete photometric chemistry analyzer for clinical use I 6. Micro chemistry analyzer for clinical use I 7. Chromatographic separation material for clinical use I 8. Gas liquid chromatography system for clinical use I 9. High pressure liquid chromatography system for clinical use I 10. Thin-layer chromatography system for clinical use I 11. Colorimeter, photometer, or spectrophotometer for clinical use I 12. Clinical sample concentrator I 13. Beta or gamma counter for clinical use I 14. Densitometer/scanner (integrating, reflectance, TLC, or radiochromatogram) I for clinical use 15. Electrophoresis apparatus for clinical use I

157 Enzyme analyzer for clinical use I 17. Flame emission photometer for clinical use I 18. Fluorometer for clinical use I 19. Microtitrator for clinical use I 20. Nephelometer for clinical use I 21. Plasma oncometer for clinical use I 22. Osmometer for clinical use I 23. Pipetting and diluting system for clinical use I 24. Refractometer for clinical use I 25. Atomic absorption spectrophotometer for clinical use I 26. Mass spectrometer for clinical use I 27. Automated urinalysis system I 28. Plasma viscometer for clinical use I 29. Instrumentation for clinical multiplex test systems II c. Sistem Tes Toksikologi Klinik No. Nama Produk Kelas 1. Breath-alcohol test system I 2. Antimony test system I 3. Arsenic test system I 4. Carbon monoxide test system I 5. Cholinesterase test system I 6. Clinical toxicology control material I 7. Mercury test system I 8. Quinine test system I 9. Sulfonamide test system I 10. Acetaminophen test system II 11. Amikacin test system II 12. Alcohol test system II 13. Breath nitric oxide test system II 14. Amphetamine test system II 15. Barbiturate test system II 16. Benzodiazepine test system II 17. Clinical toxicology calibrator II 18. Cocaine and cocaine metabolite test system II 19. Codeine test system II 20. Digitoxin test system II 21. Digoxin test system II 22. Diphenylhydantoin test system II 23. Drug metabolizing enzyme genotyping system II 24. Ethosuximide test system II 25. Gentamicin test system II 26. Kanamycin test system II 27. Lead test system II 28. Lidocaine test system II 29. Lithium test system II 30. Lysergic acid diethylamide (LSD) test system II 31. Methamphetamine test system II 32. Methadone test system II 33. Methaqualone test system II 34. Morphine test system II 35. Neuroleptic drugs radioreceptor assay test system II 36. Opiate test system II 37. Phenobarbital test system II 38. Phenothiazine test system II 39. Primidone test system II 40. Propoxyphene test system II 41. Salicylate test system II 42. Sirolimus test system II

158 Cannabinoid test system II 44. Theophylline test system II 45. Tobramycin test system II 46. Tricyclic antidepressant drugs test system II 47. Vancomycin test system II II. Peralatan Hematologi dan Patologi a. Pewarnaan Biologikal No. Nama Produk Kelas 1. Dye and chemical solution stains I 2. Immunohistochemistry reagents and kits II b. Produk Kultur Sel dan Jaringan No. Nama Produk Kelas 1. Synthetic cell and tissue culture media and components I 2. Cell and tissue culture supplies and equipment I 3. Chromosome culture kit I 4. Cultured animal and human cells I 5. Mycoplasma detection media and components I 6. Animal and human sera I 7. Balanced salt solutions or formulations I c. Peralatan dan Aksesori Patologi No. Nama Produk Kelas 1. Tissue processing equipment I 2. Specimen transport and storage container I 3. OTC test sample collection systems for drugs of abuse testing I 4. Cytocentrifuge I 5. Device for sealing microsections I 6. Microscopes and accessories I 7. Automated slide stainer I 8. Automated tissue processor I d. Pereaksi Penyediaan Spesimen No. Nama Produk Kelas 1. General purpose reagent I 2. Enzyme preparations I 3. Analyte specific reagents II e. Peralatan Hematologi Otomatis dan Semi Otomatis No. Nama Produk Kelas 1. Automated blood cell diluting apparatus I 2. Microsedimentation centrifuge I 3. Automated sedimentation rate device I 4. Automated slide spinner I 5. Automated cell counter II 6. Automated differential cell counter II 7. Automated cell-locating device II 8. Red cell indices device II 9. Coagulation instrument II 10. Multipurpose system for in vitro coagulation studies II 11. Automated hematocrit instrument II 12. Automated hemoglobin system II 13. Automated heparin analyzer II 14. Automated platelet aggregation system II 15. Blood volume measuring device II

159 f. Peralatan Hematologi Manual No. Nama Produk Kelas 1. Capillary blood collection tube I 2. Manual blood cell counting device I 3. Osmotic fragility test I 4. Erythrocyte sedimentation rate test I 5. Bleeding time device II 6. Hematocrit measuring device II 7. Occult blood test II 8. Platelet adhesion test II 9. Platelet aggregometer II g. Paket dan Kit Hematologi No. Nama Produk Kelas 1. Adenosine triphosphate release assay I 2. Leukocyte alkaline phosphatase test I 3. Leukocyte peroxidase test I 4. Thromboplastin generation test I 5. Antithrombin III assay II 6. Red blood cell enzyme assay II 7. Activated whole blood clotting time tests II 8. Erythropoietin assay II 9. Euglobulin lysis time tests II 10. Factor V Leiden DNA mutation detection systems II 11. Factor deficiency test II 12. Fibrin monomer paracoagulation test II 13. Fibrinogen/fibrin degradation products assay II 14. Fibrinogen determination system II 15. Erythrocytic glucose-6-phosphate dehydrogenase assay II 16. Glutathione reductase assay II 17. Hemoglobin A 2 assay II 18. Abnormal hemoglobin assay II 19. Carboxyhemoglobin assay II 20. Electrophoretic hemoglobin analysis system II 21. Fetal hemoglobin assay II 22. Glycosylated hemoglobin assay II 23. Sulfhemoglobin assay II 24. Whole blood hemoglobin assays II 25. Heparin assay II 26. Platelet factor 4 radioimmunoassay II 27. Prothrombin consumption test II 28. Prothrombin-proconvertin test and thrombotest II 29. Prothrombin time test II 30. Sickle cell test II 31. Thrombin time test II 32. Partial thromboplastin time tests II h. Pereaksi Hematologi No. Nama Produk Kelas 1. Blood cell diluent I 2. Lymphocyte separation medium I 3. Red cell lysing reagent I 4. Russell viper venom reagent I 5. Bothrops atrox reagent II 6. Calibrator for cell indices II 7. Calibrator for hemoglobin or hematocrit measurement II 8. Calibrator for platelet counting II 9. Calibrator for red cell and white cell counting II 22

160 Hematology quality control mixture II i. Produk yang Digunakan dalam Pembuatan Sediaan Darah dan Sediaan Berasal dari Darah No. Nama Produk Kelas 1. Blood bank supplies I 2. Vacuum-assisted blood collection system I 3. Blood grouping view box I 4. Blood mixing devices and blood weighing devices I 5. Cell-freezing apparatus and reagents for in vitro diagnostic use I 6. Blood bank centrifuge for in vitro diagnostic use I 7. Copper sulfate solution for specific gravity determinations I 8. Heat-sealing device I 9. Empty container for the collection and processing of blood and blood II components 10. Processing system for frozen blood II 11. Blood group substances of nonhuman origin for in vitro diagnostic use II 12. Automated blood grouping and antibody test system II 13. Blood and plasma warming device II 14. Automated cell-washing centrifuge for immuno-hematology II 15. Automated Coombs test systems II 16. Stabilized enzyme solution II 17. Lectins and protectins II 18. Environmental chamber for storage of platelet concentrate II 19. Potentiating media for in vitro diagnostic use II 20. Quality control kit for blood banking reagents II 21. Blood storage refrigerator and blood storage freezer II 22. Transfer set II 23. Automated blood cell separator II III. Peralatan Imunologi dan Mikrobiologi a. Peralatan Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Antimicrobial susceptibility test disc II 2. Antimicrobial susceptibility test powder II 3. Fully automated short-term incubation cycle antimicrobial susceptibility II system 4. Culture medium for antimicrobial susceptibility tests II b. Peralatan Mikrobiologi No. Nama Produk Kelas 1. Staphylococcal typing bacteriophage I 2. Anaerobic chamber I 3. Coagulase plasma I 4. Automated colony counter I 5. Manual colony counter I 6. Multipurpose culture medium I 7. Differential culture medium I 8. Enriched culture medium I 9. Microbiological assay culture medium I 10. Selective culture medium I 11. Automated medium dispensing and stacking device I 12. Supplement for culture media I 13. Quality control kit for culture media I 14. Microtiter diluting and dispensing device I 15. Microbiological incubator I 16. Microbial growth monitor I 17. Gas-generating device I

161 Wood's fluorescent lamp I 19. Microorganism differentiation and identification device I 20. Automated zone reader I 21. Microbiological specimen collection and transport device I 22. Culture medium for pathogenic Neisseria spp II 23. Oxidase screening test for gonorrhea II c. Pereaksi Serologi No. Nama Produk Kelas 1. Acinetobacter calcoaceticus serological reagents I 2. Adenovirus serological reagents I 3. Arizona spp. serological reagents I 4. Aspergillus spp. serological reagents I 5. Bordetella spp. serological reagents I 6. Campylobacter fetus serological reagents I 7. Chlamydia serological reagents I 8. Citrobacter spp. serological reagents I 9. Corynebacterium spp. serological reagents I 10. Coxsackievirus serological reagents I 11. Echinococcus spp. serological reagents I 12. Echovirus serological reagents I 13. Epstein-Barr virus serological reagents I 14. Equine encephalomyelitis virus serological reagents I 15. Erysipelothrix rhusiopathiae serological reagents I 16. Escherichia coli serological reagents I 17. Flavobacterium spp. serological reagents I 18. Influenza virus serological reagents I 19. Klebsiella spp. serological reagents I 20. Listeria spp. serological reagents I 21. Lymphocytic choriomeningitis virus serological reagents I 22. Mycobacterium tuberculosis immunofluorescent reagents I 23. Mycoplasma spp. serological reagents I 24. Mumps virus serological reagents I 25. Parainfluenza virus serological reagents I 26. Poliovirus serological reagents I 27. Proteus spp. (Weil-Felix) serological reagents I 28. Reovirus serological reagents I 29. Respiratory syncytial virus serological reagents I 30. Rhinovirus serological reagents I 31. Rickettsia serological reagents I 32. Rubeola (measles) virus serological reagents I 33. Schistosoma spp. serological reagents I 34. Serratia spp. serological reagents I 35. Sporothrix schenckii serological reagents I 36. Staphylococcus aureus serological reagents I 37. Streptococcus spp. exoenzyme reagents I 38. Streptococcus spp. serological reagents I 39. Trichinella spiralis serological reagents I 40. Trypanosoma spp. serological reagents I 41. Beta-glucan serological assays II 42. Blastomyces dermatitidis serological reagents II 43. Brucella spp. serological reagents II 44. Coccidioides immitis serological reagents II 45. Cryptococcus neoformans serological reagents II 46. Cytomegalovirus serological reagents II 47. Endotoxin assay II 48. Entamoeba histolytica serological reagents II 49. Francisella tularensis serological reagents II 50. Gonococcal antibody test (GAT) II

162 Haemophilus spp. serological reagents II 52. Herpes simplex virus serological reagents II 53. Hepatitis A virus (HAV) serological assays II 54. Histoplasma capsulatum serological reagents II 55. Reagents for detection of specific novel influenza A viruses II 56. Leptospira spp. serological reagents II 57. Neisseria spp. direct serological test reagents II 58. Plasmodium Species Antigen Detection Assays II 59. Pseudomonas spp. serological reagents II 60. Rabiesvirus immunofluorescent reagents II 61. Rubella virus serological reagents II 62. Salmonella spp. serological reagents II 63. Shigella spp. serological reagents II 64. Toxoplasma gondii serological reagents II 65. Treponema pallidum nontreponemal test reagents II 66. Treponema pallidum treponemal test reagents II 67. Varicella-zoster virus serological reagents II 68. Vibrio cholerae serological reagents II 69. West Nile virus serological reagents II 70. In vitro human immunodeficiency virus (HIV) drug resistance genotype assay II d. Perlengkapan dan Pereaksi Laboratorium Imunologi No. Nama Produk Kelas 1. Complement reagent I 2. Immunoelectrophoresis equipment I 3. Immunofluorometer equipment I 4. Immunonephelometer equipment I 5. Ouchterlony agar plate I 6. Radial immunodiffusion plate I 7. Rocket immunoelectrophoresis equipment I 8. Support gel I 9. RNA Preanalytical Systems II 10. Automated fluorescence in situ hybridization (FISH) enumeration systems II e. Sistem Tes Imunologikal No. Nama Produk Kelas 1. Prealbumin immunological test system I 2. Human allotypic marker immunological test system I 3. Beta-globulin immunological test system I 4. Breast milk immunological test system I 5. Carbonic anhydrase B and C immunological test system I 6. Cohn fraction II immunological test system I 7. Colostrum immunological test system I 8. Factor XIII, A, S, immunological test system I 9. Cohn fraction IV immunological test system I 10. Cohn fraction V immunological test system I 11. Alpha-globulin immunological test system I 12. Alpha-1-glycoproteins immunological test system I 13. Alpha-2-glycoproteins immunological test system I 14. Beta-2-glycoprotein I immunological test system I 15. Beta-2-glycoprotein III immunological test system I 16. Immunoglobulin G (Fab fragment specific) immunological test system I 17. Immunoglobulin G (Fc fragment specific) immunological test system I 18. Immunoglobulin G (Fd fragment specific) immunological test system I 19. Lactic dehydrogenase immunological test system I 20. Lactoferrin immunological test system I 21. Lipoprotein X immunological test system I 22. Whole human plasma or serum immunological test system I

163 Plasminogen immunological test system I 24. Prothrombin immunological test system I 25. Retinol-binding protein immunological test system I 26. Seminal fluid (sperm) immunological test system I 27. Total spinal fluid immunological test system I 28. Inter-alpha trypsin inhibitor immunological test system I 29. Fecal calprotectin immunological test system II 30. Albumin immunological test system II 31. Alpha-1-antichymotrypsin immunological test system II 32. Antimitochondrial antibody immunological test system II 33. Antiparietal antibody immunological test system II 34. Antismooth muscle antibody immunological test system II 35. Alpha-1-antitrypsin immunological test system II 36. Bence-Jones proteins immunological test system II 37. Ceruloplasmin immunological test system II 38. Complement components immunological test system II 39. Complement C 1 inhibitor (inactivator) immunological test system II 40. Complement C 3b inactivator immunological test system II 41. C-reactive protein immunological test system II 42. Properdin factor B immunological test system II 43. Ferritin immunological test system II 44. Fibrinopeptide A immunological test system II 45. Free secretory component immunological test system II 46. Haptoglobin immunological test system II 47. Hemoglobin immunological test system II 48. Hemopexin immunological test system II 49. Hypersensitivity pneumonitis immunological test system II 50. Immunoglobulins A, G, M, D, and E immunological test system II 51. Immunoglobulin (light chain specific) immunological test system II 52. Alpha-1-lipoprotein immunological test system II 53. Low-density lipoprotein immunological test system II 54. Alpha-2-macroglobulin immunological test system II 55. Beta-2-microglobulin immunological test system II 56. Infectious mononucleosis immunological test system II 57. Myoglobin immunological test system II 58. Radioallergosorbent (RAST) immunological test system II 59. Rheumatoid factor immunological test system II 60. Anti-Saccharomyces cerevisiae (S. cerevisiae) antibody (ASCA) test systems II 61. Systemic lupus erythematosus immunological test system II 62. Thyroid autoantibody immunological test system II 63. Transferrin immunological test system II 64. Cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR) gene mutation II detection system 65. Quality control material for cystic fibrosis nucleic acid assays II 66. Antinuclear antibody immunological test system III 67. Multiple autoantibodies immunological test system III f. Sistem Tes Imunologikal Antigen Tumor No. Nama Produk Kelas 1. Tumor-associated antigen immunological test system II 2. Immunomagnetic circulating cancer cell selection and enumeration system II 3. AFP-L3% immunological test system II 4. Gene expression profiling test system for breast cancer prognosis II

164 27 IV. Peralatan Anastesi a. Peralatan Anestesi Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Manual algesimeter I 2. Arterial blood sampling kit I 3. Gas collection vessel I 4. Gas volume calibrator I 5. Esophageal stethoscope I 6. Stethoscope head I 7. Switching valve (ploss) I 8. Water vapor analyzer I 9. Powered algesimeter II 10. Argon gas analyzer II 11. Indwelling blood carbon dioxide partial pressure (PCO2) II analyzer 12. Indwelling blood hydrogen ion concentration (ph) analyzer II 13. Indwelling blood oxygen partial pressure (PO2) analyzer II 14. Carbon dioxide gas analyzer II 15. Carbon monoxide gas analyzer II 16. Enflurane gas analyzer II 17. Halothane gas analyzer II 18. Helium gas analyzer II 19. Neon gas analyzer II 20. Nitrogen gas analyzer II 21. Nitrous oxide gas analyzer. II 22. Oxygen gas analyzer II 23. Oxygen uptake computer II 24. Pressure plethysmograph II 25. Volume plethysmograph II 26. Inspiratory airway pressure meter II 27. Rhinoanemometer II 28. Diagnostic spirometer II 29. Monitoring spirometer II 30. Peak-flow meter for spirometry II 31. Pulmonary-function data calculator II 32. Predictive pulmonary-function value calculator II 33. Diagnostic pulmonary-function interpretation calculator II 34. Esophageal stethoscope with electrical conductors II 35. Indwelling blood oxyhemoglobin concentration analyzer III b. Peralatan Anestesi Pemantauan No. Nama Produk Kelas 1. Bourdon gauge flowmeter I 2. Uncompensated thorpe tube flowmeter I 3. Compensated thorpe tube flowmeter I 4. Gas calibration flowmeter I 5. Gas pressure gauge I 6. Gas pressure calibrator I

165 28 7. Pressure regulator I 8. Differential pressure transducer I 9. Gas flow transducer I 10. Gas pressure transducer I 11. Ultrasonic air embolism monitor II 12. Breathing frequency monitor II 13. Apnea monitor II 14. Nitric oxide analyzer II 15. Nitrogen dioxide analyzer II 16. Cutaneous carbon dioxide (PcCO2) monitor II 17. Cutaneous oxygen (PcO2) monitor II 18. Pneumotachometer II 19. Airway pressure monitor II 20. Electrical peripheral nerve stimulator II 21. Lung water monitor III c. Peralatan Anestesi Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Nasopharyngeal airway I 2. Oropharyngeal airway I 3. Blow bottle I 4. Anesthesia breathing circuit I 5. Breathing tube support I 6. Carbon dioxide absorbent I 7. Carbon dioxide absorber I 8. Reservoir bag I 9. Nasal oxygen cannula I 10. Nasal oxygen catheter I 11. Posture chair for cardiac or pulmonary treatment I 12. Heat and moisture condenser (artificial nose) I 13. Ether hook I 14. Therapeutic humidifier for home use I 15. Flexible laryngoscope I 16. Rigid laryngoscope I 17. Anesthetic gas mask I 18. Gas mask head strap I 19. Nonrebreathing mask I 20. Oxygen mask I 21. Scavenging mask I 22. Venturi mask I 23. Breathing mouthpiece I 24. Medicinal nonventilatory nebulizer (atomizer) I 25. Rebreathing device I 26. Nonpowered oxygen tent I 27. Cuff spreader I 28. Tracheal tube fixation device I 29. Tube introduction forceps I 30. Tracheal tube stylet I 31. Tracheal tube cleaning brush I 32. Airway connector I

166 Dental protector I 34. Pressure tubing and accessories I 35. Ventilator tubing I 36. Tee drain (water trap) I 37. Emergency airway needle II 38. Device to relieve acute upper airway obstruction II 39. Anesthesia conduction catheter II 40. Anesthesia conduction filter II 41. Anesthesia conduction kit II 42. Anesthesia conduction needle II 43. Gas machine for anesthesia or analgesia II 44. Nitric oxide administration apparatus II 45. Laryngotracheal topical anesthesia applicator II 46. Rocking bed II 47. Breathing circuit circulator II 48. Breathing circuit bacterial filter II 49. Breathing system heater II 50. Breathing gas mixer II 51. Gas-scavenging apparatus II 52. Portable oxygen generator II 53. Respiratory gas humidifier II 54. Hyperbaric chamber II 55. Nebulizer II 56. Esophageal obturator II 57. Portable liquid oxygen unit II 58. Powered percussor II 59. Incentive spirometer II 60. Electrically powered oxygen tent II 61. Bronchial tube II 62. Tracheal tube II 63. Tracheal/bronchial differential ventilation tube II 64. Inflatable tracheal tube cuff II 65. Tracheostomy tube and tube cuff II 66. Autotransfusion apparatus II 67. Nonrebreathing valve II 68. Anesthetic vaporizer II 69. Continuous ventilator II 70. Noncontinuous ventilator (IPPB) II 71. Manual emergency ventilator II 72. Powered emergency ventilator II 73. External negative pressure ventilator II 74. Intermittent mandatory ventilation attachment II 75. Positive end expiratory pressure breathing attachment II 76. Electroanesthesia apparatus III 77. Membrane lung for long-term pulmonary support III d. Peralatan Anestesi Lainnya No. Nama Produk Kelas 1. Anesthetic cabinet, table, or tray I 2. Cardiopulmonary emergency cart I

167 30 3. Nose clip I 4. Calibration gas I 5. Anesthesia stool I 6. Tracheobronchial suction catheter I 7. Patient position support I 8. Medical gas yoke assembly I 9. Portable air compressor II V. Peralatan Kardiologi a. Peralatan Kardiologi Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Arrhythmia detector and alarm (including ST-segment II measurement and alarm) 2. Blood pressure alarm II 3. Blood pressure computer II 4. Blood pressure cuff II 5. Noninvasive blood pressure measurement system II 6. Venous blood pressure manometer II 7. Diagnostic intravascular catheter II 8. Continuous flush catheter II 9. Electrode recording catheter or electrode recording probe II 10. Fiberoptic oximeter catheter II 11. Flow-directed catheter II 12. Percutaneous catheter II 13. Intracavitary phonocatheter system II 14. Steerable catheter II 15. Steerable catheter control system II 16. Catheter cannula II 17. Vessel dilator for percutaneous catheterization II 18. Catheter guide wire II 19. Catheter introducer II 20. Catheter balloon repair kit III 21. Trace microsphere III 22. Catheter tip occluder II 23. Catheter stylet II 24. Trocar II 25. Programmable diagnostic computer II 26. Single-function, preprogrammed diagnostic computer II 27. Densitometer II 28. Angiographic injector and syringe II 29. Indicator injector II 30. Syringe actuator for an injector II 31. External programmable pacemaker pulse generator II 32. Withdrawal-infusion pump II 33. Stethoscope I/II 34. Thermodilution probe II b. Peralatan Kardiologi Pemantauan No. Nama Produk Kelas 1. Biopotential amplifier and signal conditioner II

168 31 2. Transducer signal amplifier and conditioner. II 3. Cardiovascular blood flowmeter II 4. Extravascular blood flow probe II 5. Cardiac monitor (including cardiotachometer and rate alarm) II 6. Apex cardiograph (vibrocardiograph) II 7. Ballistocardiograph II 8. Echocardiograph II 9. Electrocardiograph II 10. Electrocardiograph lead switching adaptor II 11. Electrocardiograph electrode II 12. Electrocardiograph surface electrode tester II 13. Phonocardiograph I 14. Vectorcardiograph II 15. Medical cathode-ray tube display II 16. Signal isolation system I 17. Line isolation monitor I 18. Portable leakage current alarm I 19. Oscillometer II 20. Oximeter II 21. Ear oximeter II 22. Impedance phlebograph II 23. Impedance plethysmograph II 24. Hydraulic, pneumatic, or photoelectric plethysmographs II 25. Medical magnetic tape recorder II 26. Paper chart recorder I 27. Apex cardiographic transducer II 28. Extravascular blood pressure transducer II 29. Implantable Intra-aneurysm Pressure Measurement System II 30. Heart sound transducer II 31. Catheter tip pressure transducer II 32. Ultrasonic transducer II 33. Vessel occlusion transducer II 34. Patient transducer and electrode cable (including connector) II 35. Radiofrequency physiological signal transmitter and receiver II 36. Telephone electrocardiograph transmitter and receiver II c. Peralatan Kardiologi Prostetik No. Nama Produk Kelas 1. Vascular clip II 2. Vena cava clip II 3. Vascular embolization device II 4. Cardiovascular intravascular filter II 5. Vascular graft prosthesis II 6. Intracardiac patch or pledget made of polypropylene, II polyethylene terephthalate, or polytetrafluoroethylene 7. Intra-aortic balloon and control system III 8. Ventricular bypass (assist) device III 9. External pacemaker pulse generator III 10. Implantable pacemaker pulse generator III 11. Pacemaker lead adaptor II

169 12. Pacemaker generator function analyzer II 13. Indirect pacemaker generator function analyzer II 14. Pacemaker polymeric mesh bag I 15. Pacemaker charger I 16. Cardiovascular permanent or temporary pacemaker electrode II/III 17. Pacemaker test magnet I 18. Pacemaker programmers III 19. Pacemaker repair or replacement material III 20. Pacemaker electrode function tester II 21. Pacemaker service tools I 22. Annuloplasty ring II 23. Carotid sinus nerve stimulator III 24. Replacement heart valve III 25. Prosthetic heart valve holder I 26. Prosthetic heart valve sizer I d. Peralatan Kardiologi Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Endomyocardial biopsy device II 2. Cardiopulmonary bypass accessory equipment II 3. Cardiopulmonary bypass bubble detector II 4. Cardiopulmonary bypass vascular catheter, cannula, or tubing II 5. Cardiopulmonary bypass heart-lung machine console II 6. Cardiopulmonary bypass defoamer II 7. Cardiopulmonary bypass heat exchanger II 8. Cardiopulmonary bypass temperature controller II 9. Cardiopulmonary bypass arterial line blood filter II 10. Cardiopulmonary bypass cardiotomy suction line blood filter II 11. Cardiopulmonary prebypass filter II 12. Cardiopulmonary bypass adaptor, stopcock, manifold, or fitting II 13. Cardiopulmonary bypass gas control unit II 14. Cardiopulmonary bypass coronary pressure gauge II 15. Cardiopulmonary bypass pulsatile flow generator III 16. Cardiopulmonary bypass on-line blood gas monitor II 17. Cardiopulmonary bypass level sensing monitor and/or control II 18. Cardiopulmonary bypass oxygenator II 19. Nonroller-type cardiopulmonary bypass blood pump III 20. Roller-type cardiopulmonary bypass blood pump II 21. Cardiopulmonary bypass pump speed control II 22. Cardiopulmonary bypass pump tubing II 23. Cardiopulmonary bypass blood reservoir II 24. Cardiopulmonary bypass in-line blood gas sensor II 25. Cardiopulmonary bypass cardiotomy return sucker II 26. Cardiopulmonary bypass intracardiac suction control II 27. Vascular clamp II 28. Surgical vessel dilator II 29. Cardiovascular surgical instruments. I 30. Intraluminal artery stripper II 31. External vein stripper. II 32

170 e. Peralatan Kardiologi Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Patient care suction apparatus II 2. Embolectomy catheter II 3. Septostomy catheter II 4. External cardiac compressor III 5. External counter-pulsating device III 6. DC-defribrillator (including paddles) II/III 7. Automated external defibrillator III 8. Defibrillator tester II 9. External transcutaneous cardiac pacemaker (noninvasive) II 10. Compressible limb sleeve II 11. Thermal regulating system II 12. Automatic rotating tourniquet II VI. Peralatan Gigi a. Peralatan Gigi Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Gingival fluid measurer I 2. Pulp tester II 3. Electrode gel for pulp testers I 4. Caries detection device II 5. Laser fluorescence caries detection device II 6. Extraoral source x-ray system II 7. Intraoral source x-ray system II 8. Dental x-ray exposure alignment device I 9. Cephalometer II 10. Dental x-ray position indicating device I 11. Lead-lined position indicator I 12. Sulfide detection device II 13. Dental x-ray film holder I 14. Dental sonography device I/II 15. Jaw tracking device I/II b. Peralatan Gigi Prostetik No. Nama Produk Kelas 1. Amalgam alloy II 2. Noble metal alloy II 3. Mercury and alloy dispenser I 4. Dental amalgamator I 5. Dental amalgam capsule I 6. Preformed anchor I 7. Resin applicator I 8. Articulator I 9. Precision attachment I 10. Resin tooth bonding agent II 11. Facebow I 12. Dental bur. I 13. Calcium hydroxide cavity liner II 14. Cavity varnish II 33

171 15. Dental cement I/II 16. Preformed clasp I 17. Hydrophilic resin coating for dentures II 18. Coating material for resin fillings II 19. Preformed crown I 20. Gold or stainless steel cusp I 21. Preformed cusp I 22. Karaya and sodium borate with or without acacia denture I/III adhesive 23. Ethylene oxide homopolymer and/or carboxymethylcellulose I sodium denture adhesive 24. Carboxymethylcellulose sodium and cationic polyacrylamide III polymer denture adhesive 25. Ethylene oxide homopolymer and/or karaya denture adhesive I 26. Polyacrylamide polymer (modified cationic) denture adhesive III 27. Carboxymethylcellulose sodium and/or polyvinylmethylether I maleic acid calcium-sodium double salt denture adhesive 28. Polyvinylmethylether maleic anhydride (PVM-MA), acid III copolymer, and carboxymethylcellulose sodium (NACMC) denture adhesive 29. OTC denture cleanser I 30. Mechanical denture cleaner I 31. OTC denture cushion or pad I/II 32. OTC denture reliner II 33. OTC denture repair kit II 34. Preformed gold denture tooth I 35. Preformed plastic denture tooth II 36. Partially fabricated denture kit II 37. Endosseous dental implant abutment II 38. Endosseous dental implant II/III 39. Subperiosteal implant material II 40. Impression material II 41. Optical Impression Systems for CAD/CAM II 42. Resin impression tray material I 43. Polytetrafluoroethylene (PTFE) vitreous carbon materials II 44. Tooth shade resin material II 45. Dental mercury I 46. Base metal alloy II 47. Pantograph I 48. Retentive and splinting pin I 49. Bracket adhesive resin and tooth conditioner II 50. Denture relining, repairing, or rebasing resin II 51. Pit and fissure sealant and conditioner II 52. Temporary crown and bridge resin II 53. Root canal post I 54. Root canal filling resin II/III 55. Endodontic paper point I 56. Endodontic silver point I 57. Gutta percha I 58. Endodontic stabilizing splint II 34

172 59. Posterior artificial tooth with a metal insert I 60. Backing and facing for an artificial tooth I 61. Porcelain tooth II 62. Bone grafting material II/III 63. Total temporomandibular joint prosthesis III 64. Glenoid fossa prosthesis III 65. Mandibular condyle prosthesis III 66. Interarticular disc prosthesis (interpositional implant) III 67. Endosseous dental implant accessories I c. Peralatan Gigi Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Bone cutting instrument and accessories II 2. Intraoral dental drill I 3. Dental handpiece and accessories I 4. Gas-powered jet injector II 5. Spring-powered jet injector II 6. Dental diamond instrument I 7. Dental hand instrument I 8. Intraoral ligature and wire lock II 9. Fiber optic dental light I 10. Dental operating light I 11. Dental injecting needle I 12. Bone plate II 13. Rotary scaler II 14. Ultrasonic scaler II 15. Intraosseous fixation screw or wire II 16. Dental electrosurgical unit and accessories II d. Peralatan Gigi Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Orthodontic appliance and accessories I 2. Orthodontic plastic bracket II 3. Extraoral orthodontic headgear II 4. Preformed tooth positioner I 5. Teething ring I/II 6. Intraoral devices for snoring and intraoral devices for snoring II and obstructive sleep apnea 7. Oral rinse to reduce the adhesion of dental plaque. II e. Peralatan Gigi Lainnya No. Nama Produk Kelas 1. Abrasive device and accessories I 2. Oral cavity abrasive polishing agent I 3. Saliva absorber I 4. Ultraviolet activator for polymerization II 5. Airbrush II 6. Anesthetic warmer I 7. Articulation paper I 8. Base plate shellac I 35

173 36 9. Dental chair and accessories I 10. Prophylaxis cup I 11. Rubber dam and accessories I 12. Ultraviolet detector II 13. Dental floss I 14. Heat source for bleaching teeth I 15. Oral irrigation unit I 16. Impression tube I 17. Dental operative unit and accessories I 18. Massaging pick or tip for oral hygiene I 19. Porcelain powder for clinical use II 20. Silicate protector I 21. Boiling water sterilizer I 22. Endodontic dry heat sterilizer III 23. Cartridge syringe II 24. Manual toothbrush I 25. Powered toothbrush I 26. Disposable flouride tray I 27. Preformed impression tray I 28. Intraoral dental wax I VII. Peralatan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) a. Peralatan THT Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Audiometer II 2. Acoustic chamber for audiometric testing I 3. Short increment sensitivity index (SISI) adapter I 4. Audiometer calibration set I 5. Auditory impedance tester II 6. Earphone cushion for audiometric testing I 7. Electronic noise generator for audiometric testing II 8. Electroglottograph II 9. Gustometer I 10. Olfactory test device II 11. Air or water caloric stimulator I 12. Surgical nerve stimulator/locator II 13. Toynbee diagnostic tube I b. Peralatan THT Prostetik No. Nama Produk Kelas 1. Hearing aid I/II 2. Hearing aid calibrator and analysis system II 3. Group hearing aid or group auditory trainer II 4. Master hearing aid II 5. Battery-powered artificial larynx I 6. Tinnitus masker II 7. Middle ear mold II 8. Partial ossicular replacement prosthesis II

174 37 9. Total ossicular replacement prosthesis II 10. Prosthesis modification instrument for ossicular replacement I surgery 11. Ear, nose, and throat synthetic polymer material II 12. Mandibular implant facial prosthesis II 13. Laryngeal prosthesis (Taub design) II 14. Sacculotomy tack (Cody tack) II 15. Endolymphatic shunt II 16. Endolymphatic shunt tube with valve II 17. Tympanostomy tube II 18. Nasal dilator I 19. Tympanostomy tube with semipermeable membrane II 20. Transcutaneous air conduction hearing aid system II c. Peralatan THT Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Epistaxis balloon I 2. Ear, nose, and throat bur I 3. Nasopharyngeal catheter I 4. Ear, nose, and throat electric or pneumatic surgical drill II 5. Ear, nose, and throat fiberoptic light source and carrier I 6. Ear, nose, and throat manual surgical instrument I 7. Argon laser for otology, rhinology, and laryngology II 8. Ear, nose, and throat microsurgical carbon dioxide laser II 9. Bronchoscope (flexible or rigid) and accessories II 10. Esophagoscope (flexible or rigid) and accessories II 11. Mediastinoscope and accessories II 12. Laryngostroboscope I 13. Nasopharyngoscope (flexible or rigid) and accessories II 14. Otoscope I 15. Intranasal splint I 16. Bone particle collector I d. Peralatan THT Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Ear, nose, and throat drug administration device I 2. Ear, nose, and throat examination and treatment unit I 3. Suction antichoke device III 4. Tongs antichoke device III 5. Powered nasal irrigator I 6. External nasal splint I 7. Antistammering device I VIII. Peralatan Gastroenterologi dan Urologi (GU) a. Peralatan GU Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Gastroenterology-Urology Biopsy Instrument I/II 2. Ingestible telemetric gastrointestinal capsule imaging System II 3. Stomach ph Electrode I

175 38 4. Endoscope and Accessories I/II 5. Urodynamics measurement system II 6. Gastrointestinal motility monitoring system II 7. Electrogastrography system II 8. Urine flow or volume measuring system II b. Peralatan GU Pemantauan No. Nama Produk Kelas 1. Enuresis alarm II c. Peralatan GU Prostetik No. Nama Produk Kelas 1. Penile inflatable implant III 2. Penile rigidity implant II 3. Testicular prosthesis III d. Peralatan GU Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Fiberoptic light ureteral catheter II 2. Colostomy rod II 3. Endoscopic electrosurgical unit and accessories II 4. Gastroenterology-urology evacuator I/II 5. Hemorrhoidal ligator II 6. Electrohydraulic lithotriptor II 7. Mechanical lithotriptor II 8. Gastroenterology-urology fiberoptic retractor I 9. Ribdam I 10. Interlocking urethral sound I 11. Ureteral stent II 12. Water jet renal stone dislodger system II 13. Ureteral stone dislodger II 14. Manual gastroenterology-urology surgical instrument and I accessories 15. Urethrotome II 16. Urological table and accessories I/II e. Peralatan GU Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Biliary catheter and accessories II 2. External penile rigidity devices II 3. Continent ileostomy catheter I 4. Suprapubic urological catheter and accessories I/II 5. Urological catheter and accessories I/II 6. Urological clamp for males I 7. Enema kit I 8. Colonic irrigation system II/III 9. Urine collector and accessories I/II 10. Implanted electrical urinary continence device III 11. Implanted mechanical/hydraulic urinary continence device III 12. Nonimplanted, peripheral electrical continence device II

176 13. Nonimplanted electrical continence device II 14. Esophageal dilator II 15. Rectal dilator I 16. Ureteral dilator II 17. Urethral dilator I/II 18. Blood access device and accessories I/II/III 19. Sorbent regenerated dialysate delivery system for hemodialysis II 20. Peritoneal dialysis system and accessories II 21. Water purification system for hemodialysis II 22. Hemodialysis system and accessories I/II 23. Hemodialyzer with disposable insert (Kiil type) II 24. High permeability hemodialysis system II 25. Sorbent hemoperfusion system III 26. Isolated kidney perfusion and transport system and accessories II 27. Tissue culture media for human ex vivo tissue and cell culture II processing applications 28. Ostomy irrigator II 29. Ostomy pouch and accessories I 30. Protective garment for incontinence I 31. Peritoneo-venous shunt II 32. Hernia support I 33. Gastrointestinal tube and accessories I/II 34. Extracorporeal shock wave lithotripter II IX. Peralatan Rumah Sakit Umum dan Perorangan (RSU & P) a. Peralatan RSU & P Pemantauan No. Nama Produk Kelas 1. Liquid crystal forehead temperature strip II 2. Bed-patient monitor I 3. Electronic monitor for gravity flow infusion systems II 4. Electrically powered spinal fluid pressure monitor II 5. Spinal fluid manometer II 6. Stand-on patient scale I 7. Patient scale I 8. Surgical sponge scale I 9. Sterilization process indicator II 10. Clinical color change thermometer I 11. Clinical electronic thermometer II 12. Clinical mercury thermometer II 13. Apgar timer I b. Peralatan RSU & P Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. I.V. container II 2. Medical recirculating air cleaner II 3. Elastic bandage I 4. Liquid bandage I 5. AC-powered adjustable hospital bed II 6. Hydraulic adjustable hospital bed I 7. Manual adjustable hospital bed I 39

177 40 8. Infant radiant warmer II 9. Pediatric hospital bed II 10. Nonpowered flotation therapy mattress I 11. Therapeutic medical binder I 12. Burn sheet I 13. Intravascular catheter II 14. Intravascular catheter securement device I 15. Medical adhesive tape and adhesive bandage I 16. Neonatal eye pad I 17. Medical absorbent fiber. I 18. Neonatal incubator II 19. Neonatal transport incubator II 20. Pressure infusor for an I.V. bag I 21. Nonelectrically powered fluid injector II 22. Intravascular administration set II 23. Patient care reverse isolation chamber II 24. Jet lavage II 25. AC-powered patient lift II 26. Non-AC-powered patient lift I 27. Alternating pressure air flotation mattress II 28. Temperature regulated water mattress I 29. Hypodermic single lumen needle II 30. Acupuncture needle II 31. Nipple shield I 32. Lamb feeding nipple I 33. Pediatric position holder I 34. Neonatal phototherapy unit II 35. Infusion pump II 36. Suction snakebite kit I 37. Chemical cold pack snakebite kit III 38. Medical support stocking II 39. Therapeutic scrotal support I 40. Umbilical occlusion device I 41. Subcutaneous, implanted, intravascular infusion port and II catheter 42. Percutaneous, implanted, long-term intravascular catheter II c. Peralatan RSU & P Lainnya No. Nama Produk Kelas 1. Absorbent tipped applicator I 2. Ice bag I 3. Medical disposable bedding I 4. Bed board I 5. Cardiopulmonary resuscitation board I 6. Hot/cold water bottle I 7. Ethylene oxide gas aerator cabinet II 8. Medical chair and table I 9. Ultrasonic cleaner for medical instruments I 10. Cast cover I 11. Mattress cover for medical purposes I

178 Ring cutter I 13. Tongue depressor I 14. Patient examination glove I 15. Filtering facepiece respirator for use by the general public in I public health medical emergencies 16. Examination gown I 17. Medical insole I 18. Implantable radio frequency transponder system for patient II identification and health information 19. AC-powered medical examination light I 20. Battery powered medical examination light I 21. Patient lubricant I 22. Skin pressure protectors I 23. Medical ultraviolet air purifier II 24. Medical ultraviolet water purifier II 25. Body waste receptacle I 26. Vacuum powered body fluid suction apparatus II 27. Protective restraint I 28. Powered patient transfer device II 29. Manual patient transfer device I 30. Washers for body waste receptacle I 31. Medical disposable scissors I 32. Sterilization wrap II 33. Ethylen oxide gas sterilization II 34. Dry heat sterilization II 35. Steam sterilization II 36. Liquid chemical sterilants/ high level desinfectan II 37. General purpose desinfectants I 38. Hand carried stretcher I 39. Wheeled stretcher II 40. Irrigating syringe I 41. Liquid crystal vein locator I 42. Vein stabilizer I 43. Infusion stand I 44. Medical washer II X. Peralatan Neurologi a. Peralatan Neurologi Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Rigidity analyzer II 2. Ataxiagraph I 3. Two-point discriminator I 4. Echoencephalograph II 5. Electroconductive media II 6. Cortical electrode II 7. Cutaneous electrode II 8. Depth electrode II 9. Nasopharyngeal electrode II 10. Needle electrode II 11. Electroencephalograph I

179 Electroencephalograph electrode/lead tester I 13. Electroencephalogram (EEG) signal spectrum analyzer I 14. Electroencephalograph test signal generator II 15. Nystagmograph II 16. Neurological endoscope I 17. Esthesiometer I 18. Tuning fork II 19. Galvanic skin response measurement device II 20. Nerve conduction velocity measurement device II 21. Skin potential measurement device II 22. Powered direct-contact temperature measurement device II 23. Alpha monitor II 24. Intracranial pressure monitoring device II 25. Percussor I 26. Pinwheel I 27. Ocular plethysmograph III 28. Rheoencephalograph III 29. Physiological signal amplifier II 30. Physiological signal conditioner II 31. Electroencephalogram (EEG) telemetry system II 32. Evoked response electrical stimulator II 33. Evoked response mechanical stimulator II 34. Evoked response photic stimulator II 35. Evoked response auditory stimulator II 36. Ultrasonic scanner calibration test block I 37. Tremor transducer II b. Peralatan Neurologi Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Skull plate anvil I 2. Ventricular cannula I 3. Ventricular catheter II 4. Neurosurgical chair I 5. Scalp clip II 6. Aneurysm clip applier II 7. Clip forming/cutting instrument I 8. Clip removal instrument I 9. Clip rack I 10. Cryogenic surgical device II 11. Dowel cutting instrument II 12. Manual cranial drills, burrs, trephines, and their accessories II 13. Powered compound cranial drills, burrs, trephines, and their II accessories 14. Powered simple cranial drills, burrs, trephines, and their II accessories 15. Cranial drill handpiece (brace) I 16. Electric cranial drill motor II 17. Pneumatic cranial drill motor II 18. Radiofrequency lesion generator II 19. Neurosurgical headrests I

180 Neurosurgical head holder (skull clamp) II 21. Cranioplasty material forming instrument I 22. Microsurgical instrument I 23. Nonpowered neurosurgical instrument I 24. Shunt system implantation instrument I 25. Stereotaxic instrument II 26. Leukotome I 27. Neurosurgical suture needle I 28. Neurosurgical paddie II 29. Radiofrequency lesion probe II 30. Skull punch I 31. Self-retaining retractor for neurosurgery II 32. Manual rongeur II 33. Powered rongeur II 34. Skullplate screwdriver I c. Peralatan Neurologi Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Methyl methacrylate for aneurysmorrhaphy II 2. Biofeedback device II 3. Bite block II 4. Intravascular occluding catheter III 5. Carotid artery clamp II 6. Aneurysm clip II 7. Implanted malleable clip II 8. Aversive conditioning device II 9. Burr hole cover II 10. Nerve cuff II 11. Methyl methacrylate for cranioplasty II 12. Preformed alterable cranioplasty plate II 13. Preformed nonalterable cranioplasty plate II 14. Cranioplasty plate fastener II 15. Lesion temperature monitor II 16. Central nervous system fluid shunt and components II 17. Cranial electrotherapy stimulator III 18. External functional neuromuscular stimulator II 19. Implanted cerebellar stimulator III 20. Implanted diaphragmatic/phrenic nerve stimulator III 21. Implanted intracerebral/subcortical stimulator for pain relief III 22. Implanted spinal cord stimulator for bladder evacuation III 23. Implanted neuromuscular stimulator III 24. Implanted peripheral nerve stimulator for pain relief II 25. Implanted spinal cord stimulator for pain relief II 26. Transcutaneous electrical nerve stimulator for pain relief II 27. Preformed craniosynostosis strip II 28. Dura substitute II 29. Electroconvulsive therapy device III 30. Neurovascular embolization device II 31. Skull tongs for traction II 32. Cranial orthosis II

181 Human dura mater II XI. Peralatan Obstetrik dan Ginekologi (OG) a. Peralatan OG Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Viscometer for cervical mucus I 2. Endocervical aspirator II 3. Endometrial aspirator II 4. Endometrial aspirator II 5. Endometrial suction curette and accessories II 6. Endometrial washer II 7. Uterotubal carbon dioxide insufflator and accessories II 8. Perineometer II 9. Amniotic fluid sampler (amniocentesis tray) I 10. Fetal blood sampler II 11. Transabdominal amnioscope (fetoscope) and accessories III 12. Colposcope II 13. Culdoscope and accessories I/II 14. Transcervical endoscope (amnioscope) and accessories II 15. Hysteroscope and accessories I/II 16. Hysteroscopic insufflator I/II 17. Gynecologic laparoscope and accessories I/II b. Peralatan OG Pemantauan No. Nama Produk Kelas 1. Obstetric data analyzer III 2. Obstetric-gynecologic ultrasonic imager II 3. Fetal cardiac monitor II 4. Fetal electroencephalographic monitor III 5. Fetal phonocardiographic monitor and accessories II 6. Fetal ultrasonic monitor and accessories II 7. Fetal scalp circular (spiral) electrode and applicator II 8. Fetal scalp clip electrode and applicator III 9. Intrauterine pressure monitor and accessories II 10. External uterine contraction monitor and accessories II 11. Home uterine activity monitor II 12. Perinatal monitoring system and accessories I 13. Computerized Labor Monitoring System II 14. Fetal stethoscope I/III 15. Obstetric ultrasonic transducer and accessories II 16. Telethermographic system I/III 17. Liquid crystal thermographic system I/III 18. Breast lesion documentation system II c. Peralatan OG Prostetik No. Nama Produk Kelas 1. Cervical drain II 2. Vaginal pessary II 3. Fallopian tube prosthesis II 4. Vaginal stent II

182 45 d. Peralatan OG Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Endoscopic electrocautery and accessories II 2. Gynecologic electrocautery and accessories II 3. Bipolar endoscopic coagulator-cutter and accessories II 4. Unipolar endoscopic coagulator-cutter and accessories II 5. Expandable cervical dilator III 6. Hygroscopic Laminaria cervical dilator II 7. Vibratory cervical dilators II 8. Fetal vacuum extractor II 9. Obstetric forceps II 10. Obstetric fetal destructive instrument II 11. Obstetric-gynecologic general manual instrument I 12. Obstetric-gynecologic specialized manual instrument I/II 13. Gynecologic surgical laser II 14. Obstetric table and accessories II e. Peralatan OG Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Metreurynter-balloon abortion system III 2. Vacuum abortion system II 3. Obstetric anesthesia set II 4. Nonpowered breast pump I 5. Powered breast pump II 6. Abdominal decompression chamber III 7. Cervical cap II 8. Condom II 9. Condom with spermicidal lubricant II 10. Glans sheath III 11. Female condom III 12. Contraceptive diaphragm and accessories II 13. Contraceptive intrauterine device (IUD) and introducer III 14. Contraceptive tubal occlusion device (TOD) and introducer III 15. Perineal heater II 16. Menstrual cup II 17. Scented or scented deodorized menstrual pad I 18. Unscented menstrual pad II 19. Scented or scented deodorized menstrual tampon II 20. Unscented menstrual tampon II 21. Therapeutic vaginal douche apparatus I/II 22. Vaginal insufflator I 23. Powered vaginal muscle stimulator for therapeutic use III 24. Genital vibrator for therapeutic use II 25. Clitoral engorgement device II f. Peralatan Bantu Reproduksi No. Nama Produk Kelas 1. Assisted reproduction needles II 2. Assisted reproduction catheters II

183 46 3. Assisted reproduction accessories II 4. Assisted reproduction microtools II 5. Assisted reproduction micropipette fabrication instruments II 6. Assisted reproduction micromanipulators and microinjectors II 7. Assisted reproduction labware II 8. Assisted reproduction water and water purification systems II 9. Reproductive media and supplements II 10. Assisted reproductive microscopes and microscope accessories I 11. Assisted reproduction laser system II XII. Peralatan Mata a. Peralatan Mata Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Ocular esthesiometer I 2. Adaptometer (biophotometer) I 3. Anomaloscope I 4. Haidinger brush I 5. Opthalmic chair I 6. Visual acuity chart I 7. Color vision plate illuminator I 8. Color vision tester I 9. Distometer I 10. Optokinetic drum I 11. Euthyscope I 12. Exophthalmometer I 13. Fixation device I 14. Fornixscope I 15. Amsler grid I 16. Haploscope I 17. Keratoscope I 18. Bagolini lens I 19. Diagnostic condensing lens I 20. Flexible diagnostic Fresnel lens I 21. Diagnostic Hruby fundus lens I 22. Maddox lens I 23. Ophthalmic trial lens set I 24. Ophthalmic trial lens clip I 25. Ophthalmic trial lens frame I 26. Ophthalmic lens gauge I 27. Lens measuring instrument I 28. Ophthalmic contact lens radius measuring device I 29. Maxwell spot I 30. Corneal radius measuring device I 31. Stereopsis measuring instrument I 32. Headband mirror I 33. Perimeter I 34. Ophthalmic bar prism I 35. Ophthalmic Fresnel prism I 36. Gonioscopic prism I 37. Ophthalmic rotary prism I

184 Ophthalmic projector I 39. Pupillograph I 40. Pupillometer I 41. Skiascopic rack I 42. Ophthalmic refractometer I 43. Manual refractor I 44. Nearpoint ruler I 45. Schirmer strip I 46. Tangent screen (campimeter) I 47. Simulatan (including crossed cylinder) I 48. Ophthalmic instrument stand I 49. Stereoscope I 50. Fusion and stereoscopic target I 51. Nystagmus tape I 52. Spectacle dissociation test system I 53. Tonometer sterilizer I 54. Ophthalmic camera II 55. Corneal electrode II 56. Afterimage flasher II 57. Visual field laser instrument II 58. Polymethylmethacrylate (PMMA) diagnostic contact lens II 59. Eye movement monitor II 60. Ophthalmoscope II 61. AC-powered photostimulator II 62. Ophthalmic preamplifier II 63. Ophthalmic isotope uptake probe II 64. Retinoscope II 65. AC-powered slitlamp biomicroscope II 66. Tonometer and accessories II 67. Transilluminator II b. Peralatan Mata Prostetik No. Nama Produk Kelas 1. Artificial eye I 2. Ophthalmic tantalum clip II 3. Ophthalmic conformer II 4. Absorbable implant (scleral buckling method) II 5. Eye sphere implant II 6. Extraocular orbital implant II 7. Scleral shell II 8. Aqueous shunt II 9. Eye sphere implant II 10. Keratoprosthesis II 11. Intraocular lens III c. Peralatan Mata Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Powered corneal burr I 2. Ophtalmic knife test drum I 3. Intraocular headlamp I

185 48 4. Manual ophtalmic surgical instrument I 5. Ocular surgery irrigation device I 6. Keratome I 7. Permanent magnet I 8. Ophthalmic surgical marker I 9. Ophthalmic eye shield I 10. Ophthalmic operating spectacles (loupes) I 11. Ophthalmic instrument table I 12. Radiofrequencyelectrosurgical cautery apparatus II 13. Thermal cautery unit II 14. Vitreous aspiration and cutting instrument II 15. Cryophthalmic unit II 16. Ophthalmic electrolysis unit II 17. Ophthalmic laser II 18. Nd:YAG laser for posterior capsulotomy and peripheral II iridotomy 19. Electronic metal locator II 20. AC powered magnet II 21. Ocular pressure applicator II 22. Phacofragmentation system II 23. Opthalmic photocoagulator II 24. Ophthalmic sponge II 25. Intraocular gas III 26. Intraocular fluid III 27. Intraocular pressure measuring device III d. Peralatan Mata Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Low-power binocular loupe I 2. Contact lens inserter/remover I 3. Low-vision magnifier I 4. Ptosis crutch I 5. Ophthalmic bar reader I 6. Ophthalmic prism reader I 7. Closed-cicuit televion reading system I 8. Magnifying spectacles I 9. Spectacle frame I 10. Prescription spectacle lens I 11. Sunglasses (nonprescription) I 12. Low-vision telescope I 13. Electronic vision aid I 14. Image intensification vision aid I 15. Optical vision aid I 16. Ophthalmic beta radiation source II 17. Rigid gas permeable contact lens II 18. Soft (hydrophilic) contact lens II 19. Soft (hydrophilic) contact lens care products II XIII. Peralatan Ortopedi a. Peralatan Ortopedi Diagnostik

186 No. Nama Produk Kelas 1. Arthroscope I 2. Goniometer I 3. Nonpowered Goniometer I 4. AC-powered dynamometer II b. Peralatan Ortopedi Prostetik No. Nama Produk Kelas 1. Bone cap I 2. Bone fixation cerclage II 3. Intramedullary fixation rod II 4. Passive tendon prosthesis II 5. Polymethylmethacrylate (PMMA) bone cement II 6. Single/multiple component metalic bone fixation appliances and II accessories 7. Smooth or threaded metalic bone fixation fastener II 8. Resorbable calcium salt bone void filler device II 9. Spinal interlaminal fixation orthosis II 10. Spinal intervertebral body fixation orthosis II 11. Pedicle screw spinal system II/III 12. Ankle joint metal/composite semi-constrained cemented II prosthesis 13. Ankle joint metal/polymer semi-constrained cemented II prosthesis 14. Elbow joint metal/polymer constrained cemented prosthesis II 15. Elbow joint metal/polymer semi-constrained cemented II prosthesis 16. Elbow joint radial (hemielbow) polymer prosthesis II 17. Finger joint polymer constrained prosthesis II 18. Hip joint metal/polymer constrained cemented or uncemented II prosthesis 19. Hip joint metal/composite semi-constrained cemented II prosthesis 20. Hip joint metal/polymer semi-constrained cemented prosthesis II 21. Hip joint metal/ceramic/polymer semi-constrained cemented or II nonporous uncement prothesis 22. Hip joint metal/polymer/metal semi-constrained porous-coated II uncemented prosthesis 23. Hip joint femoral (hemi-hip) metallic cemented or uncemented II prosthesis 24. Hip joint femoral (hemi-hip) metal/polymer cemented or II uncemented prosthesis 25. Hip joint femoral (hemi-hip) metallic resurfacing prosthesis II 26. Knee joint femorotibial metal/composite non-constrained II cemented prosthesis 27. Knee joint femorotibial metal/composite semi- constrained II cemented prosthesis 28. Knee joint femorotibial metal/polymer constrained cemented II prosthesis 29. Knee joint femorotibial metal/polymer non-constrained II 49

187 50 cemented prosthesis 30. Knee joint femorotibial metal/polymer semi-constrained II cemented prosthesis 31. Knee joint patellofemoral polymer/metal/polymer semiconstrained II cemented prosthesis 32. Knee joint patellofemoral polymer/polymer semi-constrained II uncemented prosthesis 33. Knee joint patellar (hemi-knee) metallic resurfacing uncemented II prosthesis 34. Knee joint tibial (hemi-knee) metallic resurfacing un-cemented II prosthesis 35. Shoulder joint metal/polymer non-constrained cemented II prosthesis 36. Shoulder joint metal/polymer semi-constrained cemented II prosthesis 37. Shoulder joint metal/polymer non-constrained or semiconstrained II porous-coated uncemented prosthesis 38. Shoulder joint humeral (hemi-shoulder) metallic un-cemented II prosthesis 39. Toe joint polymer constrained prosthesis II 40. Toe joint phalangeal (hemi-toe) polymer prosthesis II 41. Wrist joint carpal lunate polymer prosthesis II 42. Wrist joint carpal scaphoid polymer prosthesis II 43. Wrist joint carpal trapezium polymer prosthesis II 44. Wrist joint polymer constrained prosthesis II 45. Wrist joint metal/polymer semi constrained cement prosthesis II 46. Wrist joint ulnar (hemi-wrist) polymer prosthesis II 47. Bone heterograft III 48. Polymethylmethacrylate (PMMA) bone cement III 49. Ankle joint metal/polymer non-constrained cemented prosthesis III 50. Elbow joint metal/metal or metal/polymer constrained III uncemented prosthesis 51. Elbow joint humeral (hemielbow) metalic uncemented III prosthesis 52. Finger joint metal/metal constrained uncemented prosthesis III 53. Finger joint metal/metal constrained cemented prosthesis III 54. Hip joint metal constrained cemented or uncemented prosthesis III 55. Hip joint metal/polymer constrained cemented or uncemented III prosthesis 56. Hip joint metal/metal semi-constrained, with a cemented III acetabular component, prosthesis 57. Hip joint metal/metal semi-constrained, with an uncemented III acetabular component, 58. Hip joint (hemi-hip) acetabular metal cemented prosthesis III 59. Hip joint femoral (hemi-hip) trunnion-bearing metal/polyacetal III cemented prosthesis 60. Hip joint femoral metal/polymer resurfacing cemented III prosthesis 61. Knee joint femorotibial metallic constrained cemented prosthesis III

188 Knee joint patellofemoral polymer/metal/semi-constrained III cemented prosthesis 63. Knee joint patellofemoral polymer/metal/metal constrained III cemented prosthesis 64. Knee joint ofemoral (hemi-knee) metallic uncemented prosthesis III 65. Knee joint patellar (hemi-knee) metallic resurfacing uncemented III prosthesis 66. Shoulder joint metal/metal or metal/ polymer constrained III cemented prosthesis 67. Shoulder joint metal/ polymer non-constrained cemented III prosthesis 68. Shoulder joint metal/ polymer semi constrained cemented III prosthesis 69. Shoulder joint glenoid (hemi-shoulder) metallic cemented III prosthesis 70. Wrist joint metal constrained cement prosthesis III c. Peralatan Ortopedi Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Calipers for clinical use I 2. Cement dispenser I 3. Cement mixer for clinical use I 4. Cement monomer vapor evacuator I 5. Cement ventilator tube I 6. Depth gauge for clinical use I 7. Orthopedic manual surgical instrument I 8. Protractor for clinical use I 9. Template for clinical use I 10. Nonpowered orthopedic traction apparatus and accessories I 11. Noninvasive traction component I 12. Cast component I 13. Cast removal instrument I 14. Manual cast application and removal instrument I 15. Sonic surgical instrument and accessories/attachments II XIV. Peralatan Kesehatan Fisik a. Peralatan Kesehatan Fisik Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Electrode cable II 2. Force-measuring platform I 3. Intermittent presure measurement system I 4. Miniature presure transducer I 5. Chronaximeter II 6. Diagnostic electromyograph II 7. Diagnostic electromyograph needle electrode II 8. Powered reflex hammer II 9. Diagnostic muscle stimulator II 10. Isokinetic testing and evaluation system II b. Peralatan Kesehatan Fisik Prostetik

189 No. Nama Produk Kelas 1. Prosthetic and orthotic accessory I 2. Cane I 3. Mechanical chair I 4. Crutch I 5. Flotation cushion I 6. External limb orthotic component I 7. External limb prosthetic component I 8. Limb orthosis I 9. Truncal orthosis I 10. Plinth I 11. Arm sling I 12. Congenital hip dislocation abduction splint I 13. Denis Brown splint I 14. Nonpowered communication system I 15. Mechanical table I 16. Powered table I 17. Cane, crutch, and walker tips and pads I 18. Mechanical walker I 19. Mechanical wheelchair I 20. Wheelchair accessory I 21. Wheelchair component I 22. Wheelchair platform scale I 23. Electric positioning chair II 24. External assembled lower limb prosthesis II 25. Powered wheeled stretcher II 26. Powered communication system II 27. Powered environmental control system II 28. Motorized three-wheeled vehicle II 29. Powered wheelchair II 30. Special grade wheelchair II 31. Standup wheelchair II 32. Wheelchair elevator II 33. Rigid pneumatic structure orthosis III 34. Stair-climbing wheelchair III c. Peralatan Kesehatan Fisik Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Daily activity assist device I 2. Nonpowered sitz bath I 3. Manual patient rotation bed I 4. Exercise component I 5. Non-measuring exercise equipment I 6. Powered exercise equipment I 7. Powered finger exerciser I 8. Therapeutic massager I 9. Cold pack I 10. Hot or Cold disposable pack I 11. Moist heat pack I 12. Pressure-applying device I 52

190 Traction accessory I 14. Chilling unit I 15. Powered heating unit I 16. Therapeutic vibrator I 17. Immersion hydrobath II 18. Paraffin bath II 19. Powered patient transport II 20. Air-fluidized bed II 21. Powered flotation therapy bed II 22. Powered patient rotation bed II 23. Moist steam cabinet II 24. Measuring exercise equipment II 25. Infrared lamp II 26. Powered external limb overload warning device II 27. Powered inflatable tube massager II 28. Water circulating hot or cold pack II 29. Powered heating pad II 30. Powered muscle stimulator II 31. Multi-function physical therapy table II 32. Power traction equipment II XV. Peralatan Radiologi a. Peralatan Radiologi Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. Scintillation (gamma) camera I 2. Positron camera I 3. Nuclear whole body counter I 4. Nuclear rectilinear scanner I 5. Nuclear uptake probe I 6. Nuclear whole body scanner I 7. Nuclear scanning bed I 8. Nuclear anthropomorphic phantom I 9. Nuclear flood source phantom I 10. Nuclear sealed calibration source I 11. Nuclear electrocardiograph synchronizer I 12. Radionuclide test pattern phantom I 13. Radiographic film marking system I 14. Diagnostic x-ray high voltage generator I 15. Diagnostic x-ray tube housing assembly I 16. Diagnostic x-ray tube mount I 17. Radiologic patient cradle I 18. Radiographic film I 19. Wall-mounted radiographic cassetet holder I 20. Radiographic film illuminator I 21. Radiographic grid I 22. Radiographic head holder I 23. Radiographic quality assurance instrument I 24. Radiographic anthropomorphic phantom I 25. Radiographic intensifying screen I 26. Radiographic ECG/respirator synchronizer I

191 Medical image storage device I 28. Medical image communication device I 29. Magnetic resonance diagnostic device II 30. Bone densitometer II 31. Emission computed tomography system II 32. Fluorescent scanner II 33. Nuclear tomography system II 34. Radionuclide dose calibrator II 35. Radionuclide rebreathing system II 36. Nonfetal ultrasonic monitor II 37. Ultrasonic pulsed doppler imaging system II 38. Ultrasonic pulsed echo imaging system II 39. Diagnostic ultrasonic transducer II 40. Angiographic x-ray system II 41. Diagnostic x-ray beam limiting device II 42. Cine or spot fluorographic x-ray camera II 43. Electrostatic x-ray imaging system II 44. Image-intensifield fluoroscopic x ray system II 45. Non-image-intensifield fluoroscopic x ray system II 46. Spot-film device II 47. Stationary x-ray system II 48. Mammographic x-ray system II 49. Mobile x-ray system II 50. Photofluorographic x-ray system II 51. Tomographic x-ray system II 52. Computed tomography x-ray system II 53. Peumoencephalographic Chair II 54. Radiographic film cassette II 55. Radiographic film/cassette changer II 56. Radiographic film/cassette changer programmer II 57. Automatic radiographic film processor II 58. Radiologic table II 59. Medical image digitizer II 60. Medical image hardcopy device II 61. Picture archiving and communication system II 62. Transilluminator for breast evaluation III b. Peralatan Radiologi Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Manual radionuclide applicator system I 2. Radionuclide teletherapy source I 3. Light beam patient position indicator I 4. Medical charge-particle radiation therapy system II 5. Medical neutron radiation therapy system II 6. Remote controlled radionuclide applicator system II 7. Radiation therapy beam-shaping block II 8. Radionuclide brachytherapy source II 9. Radionuclide radiation therapy system II 10. Powered radiation therapy patient support assembly II 11. Radiation therapy simulation system II

192 X-ray radiation therapy system II 13. Therapeutic x-ray tube housing assembly II c. Peralatan Radiologi Lainnya No. Nama Produk Kelas 1. Personnel protective shield I XVI. Peralatan Bedah Umum dan Bedah Plastik a. Peralatan Bedah Diagnostik No. Nama Produk Kelas 1. External facial fracture fixation appliance I 2. External prosthesis adhesive I 3. External aesthetic restoration prosthesis I 4. Inflatable extremity splint I 5. Noninflatable extremity splint I 6. Plastic surgery kit and accessories I 7. Surgical mesh II 8. Polytetrafluoroethylene with carbon fibers composite implant II material 9. Chin prosthesis II 10. Ear prosthesis II 11. Nose prosthesis II 12. Silicone inflatable breast prosthesis III 13. Silicone gel-filled breast prosthesis III 14. Esophageal prosthesis II 15. Tracheal prosthesis II b. Peralatan Bedah No. Nama Produk Kelas 1. Nonresorbable gauze/sponge for external use I 2. Hydrophilic wound dressing I 3. Occlusive wound dressing I 4. Hydrogel wound dressing and burn dressing I 5. Organ bag I 6. Surgical camera and accessories I 7. Introduction/drainage catheter and accessories I 8. Removable skin clip I 9. Drape adhesive I 10. Eye pad I 11. Nonabsorbable gauze for internal use I 12. Surgeon glove I 13. Surgeon gloving cream I 14. Ultraviolet lamp for tanning I 15. Skin marker I 16. Nonpowered, single patient, portable suction apparatus I 17. Surgical microscope and accessories I 18. Surgical skin degreaser or adhesive tape solvent I 19. Removable skin staple I 20. Manual surgical instrument for general use I 21. Surgical instrument motors and accessories/attachments I

193 Suture retention device I 23. Manual operating table and accessories and manual operating I chair and accessories 24. Operating tables and accessories and operating chairs and I accessories 25. Silicone Sheeting I 26. Implantable clip II 27. Surgical apparel II 28. Cryosurgical unit and accessories II 29. Surgical drape and drape accessories II 30. Electrosurgical cutting and coagulation device and accessories II 31. Low energy ultrasound wound cleaner II 32. Absorbable poly(glycolide/l.lactide) surgical suture II 33. Ultraviolet lamp for dermatologic disorders II 34. Implantable staple II 35. Powered suction pump II 36. Absorbable surgical gut suture II 37. Nonabsorbable poly(ethylene terephthalate) surgical suture II 38. Nonabsorbable polypropylene surgical suture II 39. Nonabsorbable polymide surgical suture II 40. Natural nonabsorbable silk surgical suture II 41. Nonabsorbable expanded polytetrafluoroethylene surgical II suture 42. Suction lipoplasty system II 43. Absorbable powder for lubricanting a surgeon s glove III 44. Absorbable hemostatic agent and dressing III 45. Polytetrafluoroethylene injectable III c. Peralatan Terapeutik No. Nama Produk Kelas 1. Needle-type epilator I 2. Tweezer-type epilator I 3. Nonpneumatic tourniquet I 4. Pneumatic tourniquet I 5. Air-handling apparatus for a surgical operating room II 6. Topical oxygen chamber for extremities III

194 Lampiran 2. Data alat kesehatan PT SamMarie Tramedifa No. Kode Satuan Nama Obat Jual Adult Medium Con Oxygin Mask/Simple Mask Pcs 2. A145 Alcohol Swab Dua Ply Onemed Box 3. A172 Alcohol Swab BD Box 4. A173 Ambicor Box 5. A223 Abbocath 14 (Iv Catheter 14 X 2t) Pcs 6. A224 Abbocath 16 (Iv Catheter 18 X 2t) Pcs 7. A225 Abbocath 18 (Iv Catheter 18 X 2t) Pack 8. A265 Abbocath 24 G Pcs 9. A43 Ammonia Liq. 21% Botol 10. A45 Alcohol 1 L Brataco Botol 11. A63 Alcohol 1 L Brataco Botol 12. B Baby Lexer Scissors-Curve Pcs 13. B153 Bisturi Aesculap B'braun Sz. 15 Box 14. B157 Blue Sensor Elektrode EKG Vicom Pack 15. B177 Bisturi Aesculap B'braun Sz. 10 Box 16. B255 Bisturi Aesculap B'braun Sz. 22 Box 17. B258 Big Haas X-Ray Ergaas Sz 35 X 35 Cm Pcs 18. B284 Blue Tips Socorex Pcs 19. B287 Botol Kaca Coklat 50 Cc Buah 20. B Botol Susu Pigeon 120 Ml Buah 21. B82 Baktigras (plester penutup luka) Lembar 22. B89 Bisturi Aesculap B'braun Sz. 11 Box 23. B90 Bisturi Aesculap B'braun Sz. 20 Box 24. B Barovac 400 Ml Haemovac Pcs 25. B91 Blood Set Terumo (50's) Buah 26. B92 Blue Sensor Elektrode EKG Ambu Buah 27. C Cirrus Nebulizer Pediatrik Pcs 28. C102 Capsul Kosong Pd/Shr "1" Pack 29. C109 Cidex Botol 30. C123 Capsul Kosong Pd/Shr "0" Pack 31. C124 Capsul Kosong Pd/Shr "2" Pack 32. C125 Capsul Kosong Pd/Shr "00" Pack 33. C148 Cat Gut Chromic 2/0 90 Cm Box 34. C152 Curette Souple (Prodimed) D; 5 Mm Buah 35. C153 Curette Souple (Prodimed) D; 6 Mm Buah 36. C Cat Gut Chromic 2-906t Box 37. C207 Cat Gut Chromic 1 70 Cm V Box 38. C208 Capsul Kosong Pd/Shr "3" Pack 39. C209 Cat Gut Chromic 3/0 70 Cm Box 40. C239 Certovix Duo Paed S413 Pcs 41. C245 Com + Tran Dress X Box 42. C252 Cirrus Nebulizer Adult Mask Pcs 57

195 C269 Cat Gut Plain 3.0 Romed Medical Pcs 44. C282 Chloretil Spray Botol 45. C Countainer 110 Ml 4.50z P Box 46. C Cicacare 12 X 15 Box 47. C Cat Gut Chromic 2 90 Cm Box 48. C Confidence Adult Diapers Sz. L Pcs 49. C Com + Trans Dres X 25 Box 50. D Dressing Forceps-Serrated Pcs 51. D214 Developer Auto G139 Agfa Botol 52. D217 Dopper Ball Polos Sz M Pcs 53. D223 Dispenser Abs Multifold Pcs 54. E107 Ett Non King-King "Rusch" No. 7 Pcs 55. E108 Ett Non King-King "Rusch" No. 7,5 Pcs 56. E111 Ett Clear S-S Cuff Rusch" No. 8 Pcs 57. E114 Ett Nkk ''Rusch'' No. 6,5 Pcs 58. E136 Embryo Glue 10 Ml Botol 59. E139 Ett Non King-King "Rusch" No. 8 Pcs 60. E141 Ebss Gibco 500 Ml Botol 61. E142 Eppendorf Tips Box 0,1 Ul- 10 Ul Box 62. E144 Eppendorf Tips (Eptips Single) Ul Biopur Box 63. E152 Extension Tube 150 Cm Terumo Pcs 64. E Ext Set W/2 Clave??;Clamps Pcs 65. E62 Ett Clear S-S Cuff "Rusc" No. 7 Pcs 66. E63 Ett Clear S-S Cuff "Rusch" No. 7,5 Pcs 67. E83 ECG Paper Fukuda Me Alpha Pack 68. E85 ECG Paper Roll Bionet Roll 69. F100 Filter Hepa 5096 Pcs 70. F116 Fixer Auto G334i Agfa 2x2 Botol 71. F124 FLAT REEL POUCH 75 X 200 Roll 72. F135 Folley Cath 3-Way Wrp Sz. 24 Pcs 73. F60 Folley Cath 2-Way Rg Sz. 12 Box 74. F61 Folley Cath 2-Way Rg Sz. 14 Box 75. F62 Folley Cath 2-Way Rg Sz. 16 Box 76. F63 Folley Cath 2-Way Rg Sz. 8 Box 77. F64 Folley Cath 2-Way Rg Sz. 10 Pcs 78. F93 Folley Cath Wrp Sz. 8 Pcs 79. G136 Gelang Dewasa Pink Box 80. G137 Gelang Anak Pink Box 81. G138 Gelang Anak Blue Box 82. G139 Gelang Dewasa Blue Box 83. G14 Gliserin 1 Liter Botol 84. G153 Gas Anprolen Box 85. G155 G-Rinse W/O Phenol Red 12 Botol 86. G156 G-1 V5 Plus 30 Ml Botol 87. G158 G-Mops Plus 125 Ml Botol 88. G159 G-2 V5 Plus 30 Ml Botol

196 G160 G-Ivf Plus 60 Ml Botol 90. G161 Gentamicin Gibco 10 Ml Botol 91. G179 Gelang Dewasa Merah Remedi Box 92. G181 Gom Arab 500 Gr Bungkus 93. G182 Gown W/Towrl (S-15kt) Uk. Xl Buah 94. G26 Gamex Pp Size 6 (40's) Box 95. G27 Gamex Pp Size 6,5 (40's) Box 96. G28 Gamex Pp Size 7 (40's) Box 97. G29 Gamex Pp Size 7,5 (40's) Box 98. G30 Gamex Pp Size 8 (40's) Box 99. G35 Gynaecology Set Gns-2109 Set 100. G75 Guidel Red No. 3 Simacluose Pcs 101. H33 Hibiscrub 5 Liter Botol 102. H35 Hypavix 10 Cm X 5 M Roll 103. H Huggies New Born Pack 104. H Hyper Multifold ( 24 Pack) Box 105. H63 Hyase 5xo,1 Ml Box 106. H76 Hypavix 5 Cm X 5 M Roll 107. H78 Hepa Filter Lunacel 12x12 Pcs 108. H79 Hepa Filter Lunacel 24x24 Pcs 109. H80 Holder Sample Needle Pcs 110. HG32802 Holding Pipette K-Hpip-1035 Box 111. I109 Intrafix Safeset Is Pcs 112. I141 Icsi 5x0,1 Ml Box 113. I54 Infuset Terumo (Pediatrik) Pcs 114. I55 Infuset Terumo (Adult) Buah 115. J03 Jelly Usg Aquasonic Parker Jirigen 116. J Jacson Rees (Mepleson Pediatrik) Pcs 117. J08 Jaf Deakleen Disposible Pre Filter 24x24x2 Pcs 118. J09 Jaf Deakleen Disposible Pre Filter 24x24x4 Pcs 119. J10 Jaf Miracel Flange Type Medium Filter Pcs 120. J14 Jarum Hecting Gstc No. 11 Pack 121. J15 Jarum Hecting Gstc No. 13 Pack 122. K Kapas Kecantikan Selection Pack 123. K20 Kaca Mata Posey Phototherapy Pcs 124. K36 Kasa Binda Hidrofil Merah Gulung 125. K39 Kasa Steril Hidrofil Husada Pack 126. K41 Kertas Perkamen Pack 127. K63 Kertas Ctg Philip M1913 A Pack 128. K76 Kasa Lipat Polos Ergaas Sz 6 X 7 Lembar 129. K78 Kasa Lipat Polos Ergaas Sz 7 X 9 Lembar 130. K79 Kasa Lipat X-Ray Ergaas Sz. L Pcs 131. L100 Livi Evo Multifold Box 132. L108 Leukomed T Plus Pcs 133. L113 Limbo For Anaesthesia Circuit Pcs 134. L120 Leukocrepe "3" (3x5) 8238 Roll

197 L121 Leukocrepe "4" (4x5) 8240 Roll 136. L124 Lma Proseal Sz. 3 Pcs 137. L128 Livi Evo Facial Tissue Refill Box 138. L139 Lma Proseal Sz. 4 Pcs 139. L148 Leukocrepe "6" (6x5) 8245 Roll 140. L Ml Botol 141. L Leukomed T Plus Box 142. L71 Laminaria "M" Pcs 143. M Masker Pediatric Cannula Pcs 144. M106 Micropore 3m 1" (2,5 Cm) Roll 145. M107 Micropore 3m 1/2" (1 Cm) Roll 146. M108 Micropore 3m 2" (5 Cm) (6 Roll 147. M130 Monocryl 1 90 Cm 40 Mm 1/ Box 148. M134 M. Gandapura 1 Lt + Jirigen Jirigen 149. M142 Masker 3m Tali (1817) Box 150. M157 Mersilene Strip 1/2 48 Mm Box 151. M174 Miocide 3.75 L Jirigen 152. M192 MASKER 3M KARET (1827i) Box 153. M200 Micro-Fine 0,30x8 MM (30G) Pcs 154. M205 Menthol 100 Gr Brataco Bungkus 155. M208 Monocryl 2/0 90 Cm Y345h Box 156. M220 Meditape Hypoalergenic 1" Roll 157. M221 Meditape Hypoalergenic 2" Roll 158. M222 Methylen Blue Pa 25 Gr Botol 159. M223 Monocryl " (45 Cm) Box 160. M224 Monocryl 6/0 Y489g Box 161. M226 Multi Sample Needle 21g Pcs 162. M Monocryl 5/0 Y822g 45cm 1 Box 163. M Mashmed Washlap Dewasa Pcs 164. M Mikrozid Af 5l Jirigen 165. M Masker Aerosol Adult (810 Pcs 166. M Masker Aerosol Pediatrik Pcs 167. M Monocryl + 3/0 Ps-2 70 Cm Box 168. M Monocryl + Vio 3/0 Sh 70 Box 169. M Masker Nebulizer Kit Pcs 170. M Maternity Napkins Pack 171. M97 Masker Disposible Elastic Band Box 172. MG18090 Micro-Injection Pipette Box 173. MSO Masker Adult Oxygen Non Rebreathing Buah 174. MSO8120 Masker Adult Oxygin Rebreathing Buah 175. N Neoflon 26g Bd Pcs 176. N Nasal Canula Adult (1600) Pcs 177. N Nasal Cannula Neonate Pcs 178. N103 New DRC 40 Y X 80 CM W Roll 179. N110 Needle 30 Bd Box

198 N127 Needle 25 G Terumo Box 181. N128 Ngt No. 3,5 Terumo Pcs 182. N136 Nunclon Tc Multidishes 4, Box 183. N137 Non Toxic Syringe Box 184. N148 Nitrogen Liquid Liter 185. N Nasal Canula Adult Pcs 186. N Nail Polish Remover 65 Ml Botol 187. N66 Needle 21 G Terumo Box 188. N67 Needle 23 G Terumo Box 189. N68 Needle 26 G Terumo Box 190. O Operating Scissors-Straight Pcs 191. O Olsen-Hegar Needle Holder Pcs 192. O123 Ovoil 100 Ml Box 193. O125 Omron Adult Mask ( Pcs 194. O126 Omron Child Mask ( Pcs 195. O149 Oosafe Non Toxic Disinfectan Botol 196. O35 Oleum Olivarum 1 L Botol 197. O38 Object Glass General Care Set 198. O730A60 Ovum Pick-Up Needle Single Lumen Pcs 199. P109 Paper Sony Usg 110 Hg Roll 200. P122 Pot Pa Steril Kuning 100 Cc Buah 201. P124 Pot Salep 100 Cc Buah 202. P127 Pot Salep 50 Cc Buah 203. P129 Prolene Ethicon 3-0 W.868 Box 204. P130 Prolene N 4/0 15 Mm Slim Box 205. P181 Prolene g 45 Cm 3 Box 206. P207 Pencan Pencil Point G27x3 Pcs 207. P226 Paper Treadmil Marquette Pack 208. P230 Perfusor Leitung Pcs 209. P243 Pisau Cukur Gillette Goal Pcs 210. P251 Perkamen Paper Print Pack 211. P269 Prolene 6/0 8617g 45 Cm Box 212. P Perfusor Syringe 50 Ml / Pcs 213. P690H2M Prolene Blue 0 75cm 3/8 Box 214. S Sarung Tangan Steril Remedi Pcs 215. S Sirkuit Anasthesi Dewasa Pcs 216. S100 Soda Lime Pellets Merck 1l Botol 217. S103 Spinocan No.25 B'braun Pcs 218. S104 Spinocan No.27 B'braun Box 219. S106 Spuit 3 Cc Bd Box 220. S111 Spuit 1 Cc Tuberculin Bd Box 221. S112 Spuit 1 Cc Tuberculin Terumo Box 222. S Steam Indicator Tape (Autoclatape) Roll 223. S115 Spuit 10 Cc Terumo Box 224. S117 Spuit 3 Cc Terumo Box 225. S118 Spuit 5 Cc Terumo Box

199 S Softa-Man 500 Ml Botol 227. S Softa-Man 1000 Ml Botol 228. S123 Surgical Nurse Cap Box 229. S135 Suction Cath Sz 8 Remedi Pcs 230. S156 Silk Blk 75 Cm M3 W33301 Box 231. S157 Silk Blk 180 Cm M2 W192 Box 232. S162 Selang Oksigen Dws (Oxyflow) Pcs 233. S195 Sonde Intra Uterine W/Madrin Pcs 234. S200 Suction Cath Sz 12 Remedi Buah 235. S Sperm Rinse 30 Botol 236. S Sperm Grad 30 Botol 237. S201 Sthetoscope Dewasa Riester Buah 238. S209 Sangofix Es 180 Cm G8 Pcs 239. S218 Suction Cath Sz 10 Remedi Pcs 240. S219 Sendok Obat Pcs 241. S236 Suction Cath Sz 6 Remedi Buah 242. S237 Suction Cath Sz 14 Remedi Buah 243. S254 Selang Oksigen Pediatrik Pcs 244. S258 Sarung Tangan Steril Remedi Pcs 245. S264 Selang Oksigen Bayi (Oxyflow) Pcs 246. S270 Surgical Cap Green Sigma Box 247. S Steri Strip 1/2 '' X 4'' Box 248. S296 Spencer Stitch Removal Pcs 249. S297 Smartpak Direct-Q3 Uv Pack 250. S301 Surgical Nurse Hat Remedi Box 251. S305 Sentrifuge Tube 1,5 Ml Pcs 252. S Set Tdt Pcs 253. S39 Succus Powder Pot 254. S Selang Oksigen Neonatus (Oxyflow) Pcs 255. S Silk Black 4/0 100 M B'braun Roll 256. S60 Surgilab Apron Film White Box 257. S Suction Cath Sz 16 Remedi Pcs 258. S Silk Blk 2/0 30 Mm 75 Cm Box 259. S92 Selang Connecting Hospitech Buah 260. S94 Sensi Glove "L" (100's) Box 261. S95 Sensi Glove "M" (100's) Box 262. S96 Sensi Glove "S" (100's) Box 263. T Transofix Box 264. T Tegaderm + Pad 9 Cm X 25 Box 265. T TISSUE FORCEPS-1x2 TEETH: Pcs 266. T183 Three Way Stop Cock Buntut Pcs 267. T Tissue Livi Evo Jrt Box 268. T268 Tissue Livi Evo "Elegant" Box 269. T269 Tissue Livi Evo Kitchen Roll Box 270. T279 Thermo One Alpha 1 Pcs 271. T281 Thermometer Digital Vinmed Pcs

200 T290 Tensocrepe 4" (10cmx4,5m) Roll 273. T Tensocrepe 6" ( 15 Cm X 4m) Roll 274. T310 Tabung Flow Meter Buah 275. T311 Tabung Vacutainer 5 Ml Re Pcs 276. T Tube 14 Ml 17x100 Mm Ps Box 277. T67 Tegaderm Besar (Kode: 1627) Pack 278. T68 Tegaderm Kecil (Kode: 1623) Pack 279. T Terralin Protect Botol 280. T Tegaderm Iv 1633 Box 281. T T Mouthpiece Nebulizer Pcs 282. U Underpad Top 60 X 90 Cm Pack 283. U16 Umbilical Cord Clamps "Cosa" Box 284. U18 Underpad Procare 60 X 90 Bungkus 285. U27 Ultrasonic Gell 5 Lt Onemed Jirigen 286. U33 Urine Colector Pediatric Box 287. U42 Urine Bag 2l Onemed Pcs 288. U44 Underpad Molinea Plus L Pack 289. V104 Vicryl + Antibact Vi 1 90 Box 290. V116 Venflon 18 G Box 291. V118 Venflon 20 G Box 292. V119 Venflon 22 G Box 293. V120 Neoflon No 24g Bd Pcs 294. V144 Vicryl Ctd + Antibact Vi Box 295. V145 Verband 4 Yard X 5 Cm Onemed Pcs 296. V146 Verband 4 Yard X 10 Cm Onemed Pcs 297. V68091B Vasofix Braunule No. 22g Box 298. V71 Vasofix Braunule No. 18 G Box 299. V72 Vasofix Braunule No. 20 G Box 300. V73 Vasofix Braunule No. 24 G Box 301. V Vicryl " (90 Cm) Cutting Box 302. W11 Wooden Tongue Depressor Gc Box 303. W Walton (Katsch) Comedone Pcs 304. W23 Wasbensin 1 L Botol 305. X08 X-RAY FILM AGFA CP-G 18 X 24 Box 306. X10 X-RAY FILM AGFA CP-G 24 X 30 Box 307. X11 X-RAY FILM AGFA CP-G 35 X 35 Box 308. X13 X-RAY FILM AGFA CP-G 30 X 40 Box 309. Y19 Yellow Tip Socorex Box

201 Lampiran 3. Daftar PAK di DKI Jakarta NAMA PAK NOMOR IPAK ALAMAT KATEGORI YANG DISALURKAN PT. CITRA DIAN Perkantoran Tomang Tol raya Blok A1 No. 7 Taman Kedoya Baru - Jakarta Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/381/AK.2/2011 PRATAMA Barat Telp : fax : Elektromedik PT. KURNIA Ruko Taman Palem Mutiara Blok A10 No.17 Cengkareng, Jakarta Barat HK.07.Alkes/IV/524/AK.2/2013 SARANA ABADI Telp : Fax : Elektromedik PT. JOH YANG Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8F Arteri Pondok Indah, jakarta Selatan Telp : HK.07.ALKES/V/070/AK.2/2011 INDONESIA Fax : Elektromedik PT. ANTAR CEPAT Rukan Artha Gading Niaga Blok G No Kelapa gading Barat, Kelapa HK.07.ALKES/V/055/AK.2/2011 INTERNATIONAL Gading Jakarta Utara Telp : Fax : Elektromedik PT. MEGAH Jl. Rawa Bambu Raya No.16 G-H Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp : Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/019/AK.2/2013 ALKESINDO Elektromedik PT. DIATAVATAMA KARYA MAKMUR HK.07.ALKES/V/080/AK.2/2011 Jl. Raya Hankam No. 26 Munjul Jakarta Timur Telp : PT. SARANA Jl. Benyamin Sueb Kompl.MGK Blok B16 Jakarta Pusat Telp : HK.07.ALKES/V/082/AK.2/2011 ORTHOTAMA 79 Fax : Elektromedik Steril PT. KURONGKOR Ratu Plaza Office Tower Lt. 26 Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jakarta Telp : 021- HK.07.ALKES/V/081/AK.2/2011 MEDIKA Fax : Elektromedik PT. TRI SAPTA JAYA HK.07.ALKES/V/125/AK.2/2011 Jl. Pulo Gadung No. 10 Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur Telp : Fax : Elektromedik Steril PT. AQUAVUE VISION INTERNATIONAL PT. METRO FARA INSANI PT. HW BIDE PT. MULTI MEGA SAKTI PT. ISOTEKINDO INTERTAMA PT. MENSA BINA SUKSES PT. AMINDOWAY JAYA HK.07.ALKES/V/110/AK.2/2011 Office Galeri Niaga Mediterania II Kav. L / 8 P Telp : / 78 HK.07.ALKES/V/121/AK.2/2011 HK.07.ALKES/V/083/AK.2/2011 Jl Dr. Saharjo Berkah II No. 14 Manggarai Jakarta Telp : Fax : The Boulevard Building Office 1-E2 Jl. Fachrudin Raya No. 5 Kel. Kampung Bali Kec. Tanah Abang Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/313/AK.2/2013 Jl. Krekot Bunder XI / 10 Jakarta Pusat Telp : , HK.07.ALKES/V/094/AK.2/2011 HK.07.ALKES/V/038/AK.2/2011 HK.07.ALKES/V/039/AK.2/2011 Jl. Raya Kebayoran Lama 309C Jakarta Telp : Fax : Jl. Pulo Kambing II No. 26 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta Telp : Fax : Wisma Aldiron Dirgantara Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 72 Suite Jakarta Telp : fax : Elektromedik Steril Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril

202 PT. RAVINDRA PUTRAPRATAMA HK.07.ALKES/V/036/AK.2/2011 Pusat Niaga Duta Mas Farmawati Blok B2-18 Jl. RS. Fatmawati jakarta Telp : Fax : Non Elektromedik Steril PT. BIOTECH FARMA HK.07.ALKES/V/071/AK.2/2011 JL. Cideng Barat No. 39 Jakarta Pusat Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik PT. HARMONI PRIMA Jl. Tanjung Selor IA Cideng Jakarta Pusat Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril Diagnostik HK.07.ALKES/V/076/AK.2/2011 MEDIKA Reagen PT. KEBAYORAN Jl. Garuda No. 79 Rt. 005/06 Kel. Gunung Sahari Selatan Kemayoran, Jakarta HK.07.ALKES/V/073/AK.2/2011 PHARMA Pusat Telp : PT. SURYA INSTILLA Komplek Grand Surya, Jl. Boulevard Taman Surya DD2 No. 2 Jakarta Telp : HK.07.ALKES/V/521/AK.2/2011 PHARMASINDO Fax : Non Elektromedik Steril PT. POSCOM ACOMA Delta Building Blok A No. 11, Jl. Suryopranoto No. 1-9 Jakarta Telp : Elektromedik Mengandung Bahan HK.07.ALKES/V/057/AK.2/2011 INDONESIA Fax : Pengion PT. SAMUDIA Graha Cempaka Mas Blok E.15 Jl. Letjen. Suprapto Jakarta Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/463/AK.2/2013 BAHTERA fax : PT. GATRAJASA MEDIKA PRATAMA HK.07.ALKES/V/053/AK.2/2011 Wisma Metropolitan II Lt. 6 Jl. Jend. Sudirman Kav Jakarta Selatan Non Elektromedik Non Steril PT. EUROP Elektromedik Elektromedik Gedung Anakida Lt.1 Jl. Prof. Dr. Soepomo SH No.27 Tebet - Jakarta Selatan CONTINENTS HK.07.Alkes/IV/384/AK.2/2012 Mengandung Bahan Pengion Diagnostik Telp : Fax : INDONESIA Reagen PT. AGRAPRANA Jl. DI. Panjaitan No. 45 Rawa Bunga Jatinegara Jakarta Telp : 021- HK.07.ALKES/V/064/AK.2/2011 WIDYADHANA Fax : Non Elektromedik Non Steril PT. VANADIA Komplek Sentra Industri Terpadu Pantai Indah Kapuk Blok G.1 No.5 Rt.04/03 HK.07.Alkes/IV/719/AK.2/2012 UTAMA Kamal Muara, jakarta Utara Telp : Fax : Elektromedik PT. MARWAN Non Elektromedik Non Steril MANUNGGAL HK.07.Alkes/IV/387/AK.2/2011 Jl. Pal Putih No. 9 Jakarta Pusat Telp : Fax : Elektromedik MANDIRI PT. GLOBAL Pulogadung Trade Center Blok 8 C No. 22 Jl. Raya Bekasi, Kawasan Industri HK.07.Alkes/IV/388/AK.2/2011 SELARAS MEDIKA Pulogadung - Jakarta Timur Telp : fax : PT. KEBAYORAN HK.07.Alkes/IV/379/AK.2/2011 Jl. Garuda No. 79 Jakarta Pusat Telp : Fx : FARMA Elektromedik Steril PT. DOCARE LARAS Graha Antari Jl. Pulo Kambing No. 16 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta HK.07.Alkes/IV/378/AK.2/2011 INDONESIA Timur Telp : Fax : Elektromedik Steril PT. PRO-HEALTH Perkantoran Duta Merlin Blok C/35-36 Jl. Gajah Mada 3-5 Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/386/AK.2/2011 INTERNATIONAL Fax : PT. OPMIC PERKASA Perkantoran Puri Niaga 1 Jl. Puri Kencana Blok K-7 No.3 D Lt.3 Kel. HK.07.Alkes/IV/375/AK.2/2011 MANDIRI Kembangan Selatan - Jakarta Barat Telp : Fax : PT. CAHAYA HK.07.ALKES/3/137/AK.2/2011 Gedung Arva Lantai 5 Jl. Gondangdia Lama (Jl. RP. Soeroso) No. 40 Jakarta 65

203 MEDIKA INDONESIA Telp : Fax : Elektromedik Steril PT. PROMOSINDO Jl. Tambak No. 2B Kel. Kebon Manggis Kec. Matraman Jakarta Timur Telp : HK.07.ALKES/V/136/AK.2/2011 MEDIKA fax : Elektromedik PT. JAYA KARUNIA Jl. Kayu Putih IV Blok B No. 2 Rt. 003 Rw. 06 Kel. Pulogadung Kec. HK.07.ALKES/3/140/AK.2/2011 INVESTINDO Pulogadung Jakarta Telp : Fax : PT. KWARTA PUTRA Gedung Nariba Dua R. 205 B Jl. TB. Simatupang No. 49 Pasar Rebo Jakarta HK.07.ALKES/3/139/AK.2/2011 PRIMA Telp / Fax : PT. KIANG MULTI Jl. Kyai Tapa No.5 AB Rt.008/009 Tomang, Grogol, Petamburan - Jakarta Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/465/AK.2/2013 CORPORATION Barat Telp : Fax : Elektromedik PT. WIDYA ARTHA Gedung APGRI Jl. KH. Abdullah Syafe'i No. 22 A Kebon Baru Tebet, Jakarta HK.07.ALKES/V/109/AK.2/2011 MEDIKA Selatan Telp : Non Elektromedik Non Steril PT. SEAN HULBERT Gd. IS PLAZA Jl. Pramuka Raya Kav. 151 Lt. 7 No. 706 Utan Kayu Utara HK.07.ALKES/V/106/AK.2/2011 JAYA Matraman - Jakarta Timur Telp : , , Elektromedik SterilElektromedik PT. ULTRA PRIMA Jl. Daan Mogot Km. 16 Semanan Cengkareng, Jakarta Barat Telp : 021- HK.07.ALKES/V/105/AK.2/2011 ABADI Non Elektromedik Non Steril PT. GLOBAL SIGHT HK.07.ALKES/3/086/AK.2/2011 Perkantoran Aries Niaga Blok A1 No. 31 Jl. Taman Aries Kembangan, Jakarta Non Elektromedik Non Steril Barat Telp : Elektromedik PT. 3M INDONESIA HK.07.ALKES/V/093/AK.2/2011 Jl. Diponogoro KM. 39 Tambun Bekasi PT. PUSPA PHARMA HK.07.ALKES/V/103/AK.2/2011 Jl. Kemandoran VIII No. 1 Jakarta Selatan Telp : , PT. DEXTRA BETA Gedung Waskita Lt. 2 Jl. Biru Laut X Kav. 10 Cawang Jakarta Timur Telp : HK.07.ALKES/V/102/AK.2/2011 MEDICAL fax : Elektromedik Steril PT. CAHAYA TIGA Jl. Tanah Abang II No. 59 Kel. Petojo Selatan Kec, Gambiran jakarta Telp : HK.07.ALKES/V/099/AK.2/2011 BINTANG ABADI Non Elektromedik Non Steril PT. MITRA ANGGUN HK.07.ALKES/V/098/AK.2/2011 Jl. Lapangan Bola 1 A, Jakarta Barat Telp : PRATAMA Elektromedik Steril PT. MANNA Ruko Cibubur Indah Blok B.21 Jl. Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan TAMARISKA HK.07.ALKES/IV/166/AK.2/2011 Ciracas, Jakarta Timur Telp : fax : SEJAHTERA PT. MUNJUL KARYA SUKSES MANDIRI PT. INDO SANGHYANG PERKASA HK.07.ALKES/IV/164/AK.2/2011 HK.07.ALKES/IV/165/AK.2/2011 Jl. Raya Hankam No. 26 Rt.004/01 Munjul jakarta Timur Telp : , fax : Jl. Pesing Poglar Kawasan Prima Center No. 11 Blok A.7 Jakarta Barat Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril PT. SATYA WIRA Jl. Kalibata Selatan II No. 2 Jakarta Selatan Telp : fax : 021- Non Elektromedik Non Steril HK.07.ALKES/IV/163/AK.2/2011 MANDIRI Elektromedik PT. POLYVISI RAMA HK.07.ALKES/I/156/AK.2/2011 Jl. RS. Fatmawati No. 15 Komplek Golden Plaza Blok D 3 Jakarta Selatan 66

204 OPTIK Telp : Fax : Elektromedik Steril PT. BEST WORLD Menara BCA Lantai 36 Suite 3602 Jl. MH. Thamrin No. 1 Jakarta Telp : HK.07.ALKES/IV/160/AK.2/2011 INDONESIA fax : Elektromedik PT. XSPEC Jl. Mangga Dua Raya F 6/2 Lt. 3 Jakarta Pusat Telp : fax : HK.07.ALKES/IV/179/AK.2/2011 TECHNOLOGY Elektromedik Steril PT. TRIPUTRA AMAN Rukan Pertama Senayan Blok G 15 Jl. Tentara Pelajar Kel. Grogol Utara Kec. Elektromedik Elektromedik HK.07.ALKES/IV/180/AK.2/2011 MAKMUR Kebayoran Lama Jakarta Telp : Mengandung Bahan Pengion PT. PENTA VALENT HK.07.ALKES/IV/176/AK.2/2011 Jl. Kedoya Raya No. 33 Kedoya Utara jakarta Barat Telp : Fax : Elektromedik Steril PT. SURYA SEHAT Gedung Gading Auto Centre Lt 2 No Jl. Boulevard Bukit Gading Raya HK.07.ALKES/IV/168/AK.2/2011 SENTOSA Kelapa Gading Jakarta Telp : PT. HOPPOR Komplek Ruko Puri Delta Mas Blok D No. 32 Jl. Bandengan Selatan, HK.07.ALKES/IV/600/AK.2/2010 INTERNATIONAL Penjaringan Jakarta Non Elektromedik Non Steril PT. SALSABIL RESA Sentral Senayan II Office Tower Lt. 16 Unit 216 A Jl. Asia Afrika No. 6 Jakarta Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/182/AK.2/2011 PRADANA Pusat Telp : Fax : Elektromedik PT. BOLD Rukan Permata Senayan Blok E-07 Jl. Tentara Pelajar, Grogol Utara Kebayoran TECHNOLOGIES HK.07.Alkes/IV/171/AK.2/2011 Lama - Jakarta Telp : Fax : LEADING Elektromedik PT. ARBA DIAN PERMATA HK.07.Alkes/IV/167/AK.2/2011 Jl. Utan Kayu Raya No.66B Gedung Utaka Lt.1 Room Matraman Jakarta PT. SURYA SEHAT HK.07.Alkes/IV/168/AK.2/2011 Gedung Gading Auto Centre Lt 2 No Jl. Boulevard Bukit Gading raya SENTOSA PT. ZAMBON INDONESIA PT. HOPPOR INTERNATIONAL PT. TUNAS CITRA SELARAS PT. NARIYAH AMAL MAKMUR PT. EXXEL UTAMA PT. PITIBO MEDIKA FARMASI PT. TIRTA MAKMUR JAYA PT. PRIMA SAKTI GEMILANG HK.07.Alkes/IV/162/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/170/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/148/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/198/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/247/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/193/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/072/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/186/AK.2/2011 Kelapa Gading Jakarta Telp : Graha Fatmawati Jl. RS. Fatmawati raya Blok A No. 1C Jakarta Selatan Telp : fax : Komplek Ruko Puri Delta Mas Blok D No. 32 Jl. Bandengan Selatan, Penjaringan Jakarta Telp : Komplek Ruko Danau Sunter Blok F No. 8 e Jl. Sunter Jaya 1, Kel. Sunter Jaya Kec. Tanjung Priok Jakarta Telp : Fax : Gdg. CV Sanjungan Trading Coy Lt 4 R.401 Jl. Dewi Sartika No. 295 Cawang Jakarta Timur Telp : fax L Jl. Rajawali Selatan Ruko Multi Guna Kemayoran Blok 6 N - Jakarta Utara Telp : Jl. Rawa Bambu Blok B/3 Pasar Minggu - Jakarta Selatan Telp : fax : Komplek Rukan Permata Senayan Blok E No. 01 Jl. Tentara Pelajar No.5 Kebayoran Lama - Jakarta Telp : Jl. Cempaka Putih Tengah No. 65 B Jakarta Pusat Telp : fax : Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik SterilElektromedik Non Elektromedik Non Steril

205 68 PT. GIWANG KANAKA PT. B BRAUN MEDICAL INDONESIA PT. MEGAH PARAMITHA SEJATI PT. MALEO MERDEKA JAYA PT. SUMBER HURIP MANDIRI PT. BERKAT ALKES MANDIRI PT. BANGUN MANDIRI WISESA PT. BOSWELL MAHAKARYA INDONESIA PT. DIARRAMA PERSADA PT. KEKE INDAH ABADI PT. SALQAURA MEDICAL INTERNATIONAL PT. PRIMACO UNITAMA PT. DIAGNOSTIKA SISTEM INDONESIA PT. USAHATAMA SENTOSA MAS HK.07.Alkes/IV/185/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/219/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/242/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/243/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/245/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/248/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/249/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/239/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/241/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/209/AK.2/2011 Ruko Central Cikini No. 58 EE, Y, Z Jl. Cikini Raya - Jakarta Telp : , Fax : Palma One Tower Lt Jl. HR Rasuna Said Kav. X-2 No. 4 jakarta Selatan Telp : /77 fax : Jl. Tanjung Duren Raya No. 7 J Jakarta Barat Telp : Fax : Jl. Pegambiran Raya No. 42 A Rt. 013/08 Kel. Rawamangun Kec. Pulogadung Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Taman Jatibaru Barat No. 10 Kel. Cideng Kec. Gambir Jakarta Pusat Telp : / 8 Fax : Graha Arteri Mas No. 23 Jl. Panjang Kav. 68 Kel. Kedoya Selatan Kec. Kebon Jeruk - Jakarta Barat Telp / Fax : Jl. Raya Bekasi Km. 215 Kawasan Pergudangan Bizpark Blok A.2 No. 11 Jakarta Timur Telp : Ruko Pulogadung Trade Center Blok 8 H No. 21 Lt. 1 Jl. Raya Bekasi Km. 21 Kel. Rawa Terate Kec. Cakung - Jakarta Timur Telp : Jl. Rambutan No. 2 Rt.004 Rw.006 Kel. Pejaten Kec. Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Tanah Abang II No. 109 C-D Lantai 3 Rt.001 Rw.001 Cideng Gambir Jakarta Pusat HK.07.Alkes/IV/204/AK.2/2011 Jl. Rawa Bambu Blok B/3 Pasar Minggu Jakarta Selatan Telp : HK.07.Alkes/IV/205/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/207/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/213/AK.2/2011 Graha Cempaka Mas Blok B No. 17 Jl. Letjend Suprapto Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Meruya Ilir Ruko Intercom Blok A/ No. 12 B Jakarta Barat Telp : fax : Jl. Pemuda Komp. Taman Berdikari Sentosa Blok B13 Jakarta Telp : fax : PT. BIOTECH FARMA HK.07.Alkes/IV/212/AK.2/2011 Jl. Cideng Barat No. 39 Jakarta Pusat Telp : Fax : PT. B BRAUN MEDICAL INDONESIA HK.07.Alkes/IV/219/AK.2/2011 Palma One Tower Lt. 14, 1401 Jl. HR Rasuna Said Kav. X-2 No. 4 Jakarta Selatan Telp : /77 Fax : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik

206 69 PT. ORTHO TECH INDONESIA PT. KERIS MEDICAL SUPPLY PT. MULTI TALENT PT. SURYANA PT. NURI UTAMA SANJAYA PT. AMITHYA SATYA LARAS PT. DWIDAYA RAHAYUTAMA PT. KREASI HASTA MITRAPERKASA PT. L MED MITRA PERSADA PT. SAUDARA TIGA SEJAHTERA PT. ORTHOCARE INDONESIA PT. DAMARUS PANEN UTAMA PT. INTI KINAN PRATAMA PT. SINAR IRAWATI SETIA PT. ELGA TAMA PT. GRAHA IMEX PERDANA PT. MITRA ASA PRATAMA HK.07.Alkes/IV/220/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/215/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/230/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/235/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/291/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/224/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/200/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/268/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/267/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/266/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/276/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/277/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/281/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/279/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/287/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/288/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/289/AK.2/2011 Ruko Cempaka Mas Blok L No. 11 Jl. Letjend. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Telp : Jl. Perintis Kemerdekaan Kompl. Perkantoran Pulomas Blok II / 9 Kel. Pulogadung Kec. Pulogadung Jakarta Timur Telp : fax : Gedung Pembina Graha Lt. 2 Jl. DI Panjaitan No. 45 Rt.017/006 Kel. Rawa Bungan Kec. Jatinegara - Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Majapahit 34 / 8 Lantai 4 Kel. Petojo Selatan, Kec. Gambir Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Daan Mogot No. 95 C Gedung Lippo Bank Lt. 4 Suite 2 Jakarta Barat Telp : fax : Jl. Raya Pasar Minggu No. 15 B Lt.3 & Lt.4 Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Awab Dalam No. 7 Rt.02/01 Kel. Bali Mester - Jakarta Timur Telp : Ruko Central Cikini No. 58 EE, Y, Z Jl. Cikini Raya Kel. Cikini Kec. Menteng Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Raya Kebayoran Lama No. 9A Kel. Sukabumi Utara Kec. Kebon Jeruk Jakarta Barat Telp : fax : Jl. HE Sukma No. 6 Teluk Pinang, Ciawi Kabupaten Bogor Telp : Jl. Kamal Muara VII Komp. Pergudangan Sentra Industri Terpadu Pantai Indah Kapuk, Pantai Indah Kapuk Tahap 3 Blok C No. 11 Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Kaji No. 51 Petojo Utara, Jakarta Pusat Telp : Fax : Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok Q No. 27 Jl. Letjend. Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat Telp : fax : Jl. Prof. Dr. Supomo SH No. 31 RT. 007/01 Kel. Menteng Dalam Kec. Tebet Jakarta Selatan Telp/Fax : Komplek ITC Roxy Mas Blok D4 No. 23 Jl. KH. Hasyim Ashari 125 Kel. Cideng Kec. Gambir, Jakarta Pusat Telp : Fax : Bukit Golf Mediterania Blok G No. 29 Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara Telp : MT Haryono Square No. OF 01/06 Jl. MT Haryono Kav. 10 Kel. Bidara Cina Kec. Jatinegara, Jakarta Timur Telp : Fax : Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Elektromedik Non Elektromedik Non SterilElektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Non SterilElektromedik Elektromedik Steril Elektromedik Elektromedik Steril

207 PT. SETIO HARTO Komp. Duta Merlin Blok B-50 Jl. Gadjah Mada No. 3-5 Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/282/AK.2/2011 (LTD) fax : PT. UNITED DICO Jl. Johar No. 5 Kel. Gondangdia Kec. Menteng Jakarta Pusat Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/284/AK.2/2011 CITAS Fax : Elektromedik Steril PT. SARANA Komp. Perkantoran Pinang 8 Jl. Ciputat Raya No. 8 Pondok Pinang Kebayoran HK.07.Alkes/IV/571/AK.2/2013 MEDICA OPTINDO Lama, Jakarta Selatan Telp : fax : Elektromedik SterilElektromedik PT. IPIYO MANDIRI Jl. Kedoya Raya 72/7 Rt.014/008 Kedoya Utara - Jakarta Barat Telp : 021- Non Elektromedik Non SterilNon HK.07.Alkes/IV/271/AK.2/2011 INTINUSA Fax : Elektromedik SterilElektromedik PT. BETA The Bellezza Permata Hijau GP. Office Tower Lt. 27 No. 5 Jl. Letjen Soepeno ElektromedikElektromedik Mengandung HK.07.Alkes/IV/259/AK.2/2011 SINARINDO No. 34 Jakarta Selatan Telp : Fax : Bahan Pengion PT. BISAWI TUMBUH Graha Kencana Blok EU Jl. Raya Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk Jakarta Barat HK.07.Alkes/IV/253/AK.2/2011 SELARAS Telp : Fax : Gedung Afiscom Lt. I Jl. Kawi No. 46 A Guntur, Setiabudi Jakarta Telp : 021- Non Elektromedik Non SterilNon PT. PAMIR MEDICAL HK.07.Alkes/IV/258/AK.2/ Fax : Elektromedik Steril PT. LIMA MITRA Gdg. MGK Lt. 1 Blok C-5 No. 11 Superblok Mega Glodok Kemayoran Jl. HK.07.Alkes/IV/308/AK.2/2011 ABADI Angkasa Kav. B-6 Kemayoran Jakarta Pusat PT. WIDYA MITRA Komp. Golden Plaza Blok J No Jl. RS. Fatmawati No. 15 Gandaria HK.07.Alkes/IV/302/AK.2/2011 PERSADA Selatan, Cilandak - Jakarta Selatan Telp : Fax : Elektromedik Steril PT. JAYA INDAH HK.07.Alkes/IV/299/AK.2/2011 Jl. Otista Raya No. 48 A Jakarta Timur Elektromedik MAKMUR PT. DYRSA Jl. Utan Kayu Raya No. 46 Rt. 005/05 Utan Kayu Utara Matraman - Jakarta Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/296/AK.2/2011 INTERNATIONAL Timur Telp : Fax : Elektromedik PT. GOLDMOUNT Mangga Dua Square Blok C1-C2 Jl. Gunung Sahari Raya No. 1 Kel. Ancol TECHNOLOGY HK.07.Alkes/IV/293/AK.2/2011 Non Elektromedik Non Steril Pademangan - Jakarta Utara INDONESIA PT. DJAYA BIMA Jl. Pemuda Komp. Taman Berdikari Sentosa Blok B Kav. No. 3 Kel. Jati, Kec. HK.07.Alkes/IV/305/AK.2/2011 AGUNG Pulogadung Jakarta Timur PT. DINAMIS MANDIRI INDONESIA HK.07.Alkes/IV/310/AK.2/2011 Jl. Srengseng Raya No. 8 E Kembangan Jakarta Barat Telp : fax : Non Elektromedik Non Steril PT. LIMA MITRA Gdg. MGK Lt. 1 Blok C-5 No. 11 Superblok Mega Glodok Kemayoran Jl. HK.07.Alkes/IV/308/AK.2/2011 ABADI Angkasa Kav. B-6 Kemayoran Jakarta Pusat Elektromedik SterilElektromedik PT. MARADA Jl. Pemuda Ruko Graha Mas Pemuda Blok AC 1-2 Jakarta Timur Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/306/AK.2/2011 PHARMA MEDICA PT. PERMANA Taman Mini Pintu II Atas No. 9 Jakarta Timur Telp : Fax : 021- HK.07.Alkes/IV/304/AK.2/2011 PUTRA MANDIRI Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. DAEWONG HK.07.Alkes/IV/297/AK.2/2011 Citiloft Apartemen (Tipe Boston) 23 # 21 Jl. KH. Mas Mansyur Kel. Karet 70

208 PHARMACEUTICAL COMPANY PT. INTERGASTRA NUSANTARA PT. WETLING INDONESIA PT. PANCARAYA KRISNAMANDIRI PT. DWIPUTRA MITRA BERSAUDARA PT. NUR ANDA RISTI PT. ES TU INDONESIA PT. KHARISMA PURNAWIRA NUGRAHA PT. STERIL MEDICAL INDONESIA PT. SAPTA LARONA MUDA PT. MEDIKA TEKNIK BAHAMATAMA PT. SEHAT ANUGERAH PERKASA PT. KIMIA FARMA TRADING & DISTRIBUTION PT. SATYA WIRA MANGGALA PT. MED 8 HEALTHCARE INDONESIA PT. ENSEVAL MEDIKA PRIMA HK.07.Alkes/IV/312/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/340/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/333/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/327/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/326/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/336/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/338/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/324/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/317/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/319/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/345/AK.2/2011 Tengsin Kec. Tanah Abang - Jakarta Pusat Telp : /41 Jl. Pangeran Jayakarta 24/31 Jakarta Pusat Telp : fax : Jl. Sultan Iskandar Muda No. 10 K Jakarta Selatan Telp : fax : Komp. Fatmawati Mas Blok II Kav. 229 Jl. Terogong Raya Jakarta Selatan Telp : Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok O No. 40 Jl. Letjen Suprapto - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Pahlawan Revolusi Blok A No. 7 Pondok Bambu - Jakarta imur Telp : Fax : Wisma Eka Jaya No. 23 Jl. Mangga Dua Raya - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Raya Centex No. 1 Ciracas Jakarta Timur Telp : fax : Jl. Cideng Timur No. 6 Petojo Utara Jakarta Pusat Telp : fax : Graha BTA Jl. Ciputat Raya No. 1 Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Summagung III Blok P2/21 Kelapa Gading Timur Jakarta Utara Jl. Pantai Indah Selatan I Blok DB No. 10 Jakarta Selatan Telp : fax : HK.07.Alkes/IV/346/AK.2/2011 Jl. Budi Utomo No. 1 Jakarta Pusat Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/329/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/335/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/423/AK.2/2011 Jl. Kalibata Selatan II No. 2 Lt. 1 Jakarta Selatan Telp : Fax : Bellagio Residence Lt. 2 Unit OL3-28A Kawasan Mega Kuningan Barat, Kav. E4-3 Kuningan Timur Setia Budi, Jakarta Selatan Telp : Gedung Enseval II Lt.3 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Fax : Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik 71 Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Mengandung Bahan

209 72 PT. INDOLATEX PRIMA PERKASA PT. GLOBAL DISPOMEDIKA PT. TESENA INOVINDO PT. MITRA RIFA SELARAS PT. MACROCITRA ARDANASEJATI PT. MEDEQ MANDIRI UTAMA PT. DOS NI ROHA PT. PRIMA UTAMA CIPTA NIAGA PT. MULTIPARD MANDIRI PT. JOENOES IKAMULYA PT. TRANSMEDIC INDONESIA PT. ZENGAN INDONESIA PT. MEDICAL SUPPLIER INDONESIA PT. ADONINA SEJAHTERA PT. WORCKHARDT PHARMA INDO PT. ALAM PUTRA SAKTI Pengion HK.07.Alkes/IV/425/AK.2/2011 Jl. Cengkeh No. 12 H - Jakarta Barat Telp : fax : Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/426/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/429/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/418/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/420/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/422/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/408/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/412/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/415/AK.2/2011 Bersaudara Building Lt.2 Jl. Penjernihan Raya No Jakarta Pusat Telp : fax : Jl. H Jusin No. 43 Susukan Ciracas - Jakarta Timur Telp : Fax : Gedung Rifa Lt.2 Jl. Prof. Dr. satrio Blok C 4 Kav.6-7 Kel. Kuningan Timur Kec.Setia Budi Jakarta Selatan Telp : Fax : Rukan taman meruya Blok M-65 Meruya Ilir - Jakarta Barat Telp : Fax : Gedung Utaka Jl. Utan Kayu No. 87 Lt.2 Ruang No Jakarta Timur Gedung Mugi Griya Lt. 7 Jl. MT. Haryono Kav Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Pluit Karang sari ( Muara Karang ) Blok D7 T No Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Balai Pustaka Timur Blok J No. 225 E Lt. 2 Jakarta Timur Telp : Fax : Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril HK.07.Alkes/IV/410/AK.2/2011 Jl. Pulogadung No Jakarta Timur Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/411/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/406/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/405/AK.2/2011 Perkantoran Menara Era Unit G - 01 Jakarta Telp : Fax : Ruko Duren Sawit Center No. 8 E Jl. Raya Duren Sawit Rt.007 Rw.010 Kec. Duren Sawit - Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Mangga Besar I No. 51 Jakarta Barat Telp : Fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Elektromedik Steril HK.07.Alkes/IV/407/AK.2/2011 Jl. Taman Griya Pratama Blok IX/10 Jakarta Utara Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/404/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/414/AK.2/2011 Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok P No. 16 Jl. Letjen Suprapto, Kel.Sumur Batu, Kec.Kemayoran Jakarta Pusat Telp : Fax : Graha Cempaka Mas Blok B No. 16 Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telp : Fax :

210 PT. FONDACO MITRATAMA PT. MULTITREND INDO PT. BERJAYA MANDARIN OPTO- MEDIC PT. MEGA MEDICAL ABADI PT. SEVANA ENDOMEDIKA PT. MURTI INDAH SENTOSA PT. MEDTEK PT. UPTREND INTERNATIONAL INDONESIA PT. BHAKTI WIRA HUSADA PT. ERA MEDIKA JAYA HK.07.Alkes/IV/433/AK.2/2011 Jl. Biak No. 38 C - Jakarta Pusat Telp : Fax : Non HK.07.Alkes/IV/434/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/438/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/439/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/314/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/432/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/430/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/390/AK.2/2011 Menara Era Lt. 14 Unit Jl. Senen Raya No Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Senen Raya No. 135 Ruko Atrium Blok C No. 15 Jakarta Telp : Fax : Komp. Rukan Fatmawati Mas Blok III No. 316 Jakarta Selatan Telp : Fax : Komp. Perkantoran Taman Pulo Gebang Blok A3 No.16 Jl. Raya Bekasi Km. 24 Jakarta Telp : Wisma Murti Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. 29 Jakarta Telp : Fax : Delta Building Blok A - 11 Jl. Suryopranoto No. 1-9 Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Daan Mogot Raya No. 9 F Rt.004/011 Kel. Jelambar Kec. Grogol Petamburan Jakarta Barat Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik HK.07.Alkes/IV/391/AK.2/2011 Jl. Tebet Utara I No. 20 Jakarta Selatan Telp : Fax : Elektromedik HK.07.Alkes/IV/382/AK.2/2011 Komplek Ruko Tomang Tol Blok A2 No. 29 Jl. Kedoya Angsana Raya - Jakarta Barat Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril PT. MADHYA INDAH Jl. Kayu Manis Barat No. 31 Rt. 020/002 Kel. Kayu Manis Kec. Matraman, HK.07.Alkes/IV/384/AK.2/2011 FARMA Jakarta Timur Telp : Fax : Elektromedik PT. SARANA Jl. H. Benyamin Sueb Komp. MGK Blok B 16 - Jakarta Pusat Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/385/AK.2/2011 ORTHOTAMA Fax : Elektromedik Steril PT. MEDICAL Komp. Sentra Industri Terpadu (PIK) Blok E2 No. 42 Jl. Raya Pantai Indah Non Elektromedik Non Steril IMAGING HK.07.Alkes/IV/391/AK.2/2011 Selatan - Jakarta Utara Elektromedik INDONESIA PT. JAKARTA PROSTETHETICS & Jl. Gunung Sahari I No. 28 Kel. Senen Kec.Senen - Jakarta Pusat Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/400/AK.2/2011 ORTHOTICS CENTER Fax : Non Elektromedik Non Steril INDONESIA PT. DIASTIKA HK.07.Alkes/IV/395/AK.2/2011 Jl. Pemuda No. 61 Kav Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Elektromedik

211 BIOTEKINDO fax : PT. SURGIKA ALKESINDO PT. BUANATAMA SARANA MEDIKA PT. TUJUHMAKMUR ASA JAYA HK.07.Alkes/IV/392/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/393/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/102/AK.2/2013 Jl. Letjen Suprapto No. 60 Cempaka Putih Barat - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Gunung Sahari IV No. 7 Jakarta Pusat Telp : Fax : Gedung Wisma Perkasa Jl. Buncit Raya No.21 Pejaten Barat - Jakarta Selatan Telp : Fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. CHEMOSCIENCE Jl. Panglima Polim Raya No. 107 B Lt. 4-5 Kel. Kramat Pela, Kec. Kebayoran HK.07.Alkes/IV/373/AK.2/2011 INDONESIA Baru - Jakarta Telp : fax : PT. JAPAN & INDONESIA Jl. Taman Meruya Plaza 2 Blok B-25 Meruya Utara - Jakarta Barat Telp HK.07.Alkes/IV/371/AK.2/2011 Non MEDICAL : Fax : INSTRUMENT PT. SEVANA Jl. Komp. Perkantoran Taman Pulo Gebang Blok. A3 No Jl. Raya Bekasi HK.07.Alkes/IV/354/AK.2/2011 DISTRIBUTION Km. 24 Jakarta Timur TElp : Fax : Elektromedik Steril PT. INTIMEDIKA Jl. Boulevard Raya Blok QJ 7/9 Kelapa Gading Permai - Jakarta Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/355/AK.2/2011 PUSPA INDAH Fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. HOGY MEDICAL HK.07.Alkes/IV/163/AK.2/2013 Wisma Kyoei Lt.19 Jl. Jen. Sudirman Kav.3 - Jakarta Telp : SALES INDONESIA Elektromedik Steril PT. CITRA JAYA Komplek Ruko Daan Mogot Baru Jl. Tambak Siring Blok KJJ No. 5 JB Jakarta HK.07.Alkes/IV/359/AK.2/2011 AGUNG LESTARI Barat Telp : PT. BROMO Perkantoran Cipulir Baru Lt.2 No Jl. Cileduk Raya No. 2 Jakarta Selatan HK.07.Alkes/IV/351/AK.2/2011 PHARINDO Telp : Fax : Elektromedik Steril PT. INDOCORE Graha Mas Pemuda Blok AB No. 19 Jl. Pemuda - Jakarta Timur Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/352/AK.2/2011 PERKASA Fax : PT. BESTARI SUKSES Kokan Permata Kelapa Gading Lt. 3 Blok E No. 5 Kelapa Gading Barat - HK.07.Alkes/IV/350/AK.2/2011 MAKMUR Jakarta Utara Telp / Fax : PT. BIOGEN Rukan Tanjung Mas Raya Jl. Raya Lenteng Agung - Jakarta Selatan Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/366/AK.2/2011 Elektromedik SCIENTIFIC Fax : PT. SENTRAL USAHA HK.07.Alkes/IV/374/AK.2/2011 The Plaza Lt. 41 Jl. MH. Tahmrin Kav Jakarta Pusat Telp : 021-

212 PERMAI fax: Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. ORTHOSOLUSI MEDICA INDONESIA PT. GLOBAL SYSTECH MEDIKA PT. BAVARIA COMBININDO PT. HOSPI MEDIK INDONESIA PT. CITRA MEDIKA LESTARI PT. HUTAMA SEJAHTERA RADOFA PT. SOFTEX INDONESIA PT. CAHYADI MULIA NUGRAHA PT. BIMA CITRA SEJATI TRI KARYA MANDIRI PERKASA PT. CITRA DUA DIVA PT. ATIKA GLOBAL MARKETING PT. SENTRA SARANA ALKINDO PT. CITRA KREASI MAKMUR PT. CONTECH TUNAS KARYA PT. MULTI REJEKI KITA HK.07.Alkes/IV/001/AK.2/2011 Kawasan Industri Jembatan III Blok D No.1 A Lt.2 Penjaringan - Jakarta Utara Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/170/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/443/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/441/AK.2/2011 Jl. TB Simatupang No.17 Rt.011/002 Kel. Susukan Kec. Ciracas - Jakarta Timur Telp : Jl. Ciledug Raya No. 232 Kebayoran Lama - Jakarta Selatan Telp : Fax : Ruko Pulogadung Trade Center Blok 8 C No.11 Jl. Raya Bekasi Km.21, KIP, Kel.Rawa Terate Kec.Cakung - Jakarta Timur Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/307/AK.2/2011 Jl. Krekot I/40D - Jakarta Pusat Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/105/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/109/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/110/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/631/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/095/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/106/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/104/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/103/AK.2/2012 Gedung UTAKA 87 Lt.3 No.307 Jl. Utan Kayu Raya No. 87 RT.002 / 08 Kel. Utan Kayu Kec.Matraman - Jakarta Timur Telp/Fax : Jl. Taman Kebon Sirih II No. 3A Tanah Abang - Jakarta Pusat Telp : Fax : Gedung Pasutri Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 69 Jakarta Selatan Telp / Fax : Jl. Cempaka Putih Raya No.101 D Kel. Cempaka Putih Barat Kec. Cempaka Putih Jakarta Telp : Fax : Jl. Taman Tanah Abang III No. 54/3A Jakarta Pusat Telp : Fax : Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok D 33 Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Pangeran No. 77 RT.004/02 Kel.Balekambang Kec.Kramat Jati - Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Arteri Kedoya Raya No. 7 Kebon Jeruk - Jakarta Barat Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/096/AK.2/2012 Jl. Sosial No. 12 Kel. Wijaya Kusuma Jakarta Barat Telp : HK.07.Alkes/IV/092/AK.2/2012 Komplek Rukan Tanjung Mas Raya Blok B 1 / 41 Jl. Raya Lenteng Agung - Jakarta Selatan Telp : Non Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril HK.07.Alkes/IV/089/AK.2/2012 Jl. Kebayoran Lama No. 28 Jakarta Selatan Telp :

213 PT. SAMMARIE Jl. Cipinang Muara I No. 23 C Kel. Pondok Bambu Kec. Duren Sawit Jakarta HK.07.Alkes/IV/102/AK.2/2012 TRAMEDIFA Timur Elektromedik Steril PT. IDS MEDICAL Gedung Wisma 76 Lt.2 Jl. Letjen S.Parman Kav. 76 Slipi - Jakarta Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/018/AK.2/2011 SYSTEM INDONESIA Fax : Komplek Ruko Cibubur Indah Jl. Lapangan Tembak Blok A No. 18 RT.002 Non Elektromedik Non SterilNon PT. ADI NUGRAHA HK.07.Alkes/IV/010/AK.2/2011 RW.11 Cibubur, Ciracas - Jakarta Timur Telp : Fax : 021- SENTOSA PT. SAN PRIMA Jl. Mangga Besar VIII No. 77 / 79 Ruko 56 Taman Sari - Jakarta Barat Telp : HK.07.Alkes/IV/025/AK.2/2011 SEJATI Elektromedik Steril PT. SETIA Perkantoran Kencana Niaga Blok D1 No. 2 U Jl. Taman Aries Kel. Meruya HK.07.Alkes/IV/028/AK.2/2011 MANGGALA ABADI Utara Kembangan - Jakarta Barat Telp : Elektromedik Steril PT. DIATRON Perkantoran Plaza Pasifik Blok B.2/41 Jl. Raya Boulevard Barat, Kelapa HK.07.Alkes/IV/006/AK.2/2011 PROMEDIKA Gading Jakarta Utara Telp : Fax : PT. DENTSPLY Menara Hijau Lantai 3 ruang 306 Jl. MT. Haryono Kav. 33 Jakarta Selatan Telp Non Elektromedik Non SterilNon HK.07.Alkes/IV/059/AK.2/2012 INDONESIA : Fax : PT. PUTRA BUNGSU Jl. Cipinang Cempedak III No. 20 Jakarta Timur Telp : Fax : 021- HK.07.Alkes/IV/123/AK.2/2012 BERDIKARI Non PT. MAHDYA INDAH Jl. Kayu Manis Barat No. 32 D Jakarta Timur Telp : Fax : 021- HK.07.Alkes/IV/131/AK.2/2012 PRATAMA Elektromedik Steril PT. SOPUR INDO Komplek Ruko Mall Klender Blok B/12 RT.08 RW.06 Jl. I Gusti Ngurah Rai Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/132/AK.2/2012 TIRA Kel. Klender Kec. Duren Sawit Jakarta Timur Telp : Elektromedik PT. ILONG PUTRA HK.07.Alkes/IV/121/AK.2/2012 Jl. Swadaya II No. 8 B Tanjung Barat Jakarta Selatan Telp : PRATAMA PT. SUMBERTAMA Jl. Pluit Karang No (Blok B6 Timur) Gedung IKA Lt.1 - Jakarta Utara HK.07.Alkes/IV/117/AK.2/2012 SEJATIKARSA Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril PT. SINAR SURYA Jl. Dewi sartika No. 323 B Cawang, ramat Jati - Jakarta Timur Telp : 021- Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/082/AK.2/2012 SEMESTARAYA Elektromedik PT. HARTONO INTI Komplek Industri Terpadu PIK Blok E1 No. 28 RT.004 RW.008 Kamal Muara, HK.07.Alkes/IV/118/AK.2/2012 NUSANTARA Penjaringan, Jakarta barat Telp : PT. CHARMINDO Jl. Keagungan No. 8A RT.001/08 Kec. Taman sari, Jakarta Barat Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/081/AK.2/2012 MITRA RAHARJA fax : Non Elektromedik Non Steril PT. SYSMEX Cuber 2, Tower 5 Floor Unit E Jl. HR. Rasuna Said Blok X 5 No. 13 Jakarta HK.07.Alkes/IV/074/AK.2/2012 INDONESIA Selatan Telp : Fax : PT. MEGAH MEDIKA Jl. Dr. Saharjo No. 45 Pertokoan Infinia Park Blok B 90 Lt.2 & 3 Kel. HK.07.Alkes/IV/086/AK.2/2012 PHARMA Manggarai Kec. Tebet - Jakarta Selatan Telp : Fax : PT. KK INDONESIA HK.07.Alkes/IV/085/AK.2/2012 Jl. Daan Mogot Raya No.59A Kel. Tanjung Duren, Grogol, Petamburan - Jakarta barat Telp : Non Elektromedik Non Steril PT. BUANA HK.07.Alkes/IV/047/AK.2/2012 Rukan Botanical Residence Jl. Joglo raya Blok 1-10 No. 1-2 Kebayoran, Non Elektromedik Non SterilNon 76

214 ALKESTRINDO Jakarta Barat Telp : Fax : PT. FURCHANGE Gedung Menara Palma Lt.16 Unit 16-2, 16-3 Jl. HR. Rasuna Said Blok X-2 HK.07.Alkes/IV/036/AK.2/2012 Non Elektromedik Non Steril INDONESIA Kel.Kuningan Timur - Jakrta Selatan Telp : PT. SINAR RODA UTAMA PT. MAXVUE VISION INDONESIA PT. ARITEK KARYA MANDIRI PT. BERSAUDARA PT. BERCA NIAGA MEDIKA PT. SAFIRA MITRA PERDANA PT. OSSTEM IMPLANT PT. IKAPHARMINDO PUTRAMAS PT. DELTA MANDIRI ABADI PT. AKURAT INTAN MADYA PT. ABHIMATA MANUNGGAL PT. MITRAMED FARMA UTAMA PT. PHAROS INDONESIA PT. SEIMITSU DIAGNOSTICS PT. BNW INTERNATIONAL PT. BABAD PRIMASENTOSA HK.07.Alkes/IV/046/AK.2/2012 Duta Merlin Blok C No. 58 Jl. Gajah Mada No. 3-5 Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/035/AK.2/2012 Jl. Pluit Kencana Blok P.28 / E Kel. Pluit - Jakarta Utara Telp : HK.07.Alkes/IV/044/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/037/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/050/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/051/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/058/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/004/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/030/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/009/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/008/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/011/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/012/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/066/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/068/AK.2/2012 City Resort, Jl. Malibu Blok J / 59 Cengkareng Timur - Jakarta Barat Telp : Jl. Penjernihan I No. 38 Kel. Bendungan Hilir Kec. Tanah Abang - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Abdul Muis No. 62 Lt.1 dan Lt.3 Jakarta Telp : Fax : Jl. Malaka Merah III Blok D-17 Rt.007 Rw.010 Kel.Pondok Kopi, Kec.Duren sawit - Jakarta Timur Telp : fax : K. Link Office Tower 27 Floor Jl. Jend. Gatot Subroto No. 29 A Jakarta Selatan Jl. Raya Pulogadung No.29 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Fax : Ruko Graha Fatmawati Blok A / 1 H Jl. RS. Fatmawati, Cilandak - Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Gajah Mada No. 3-5 Komplek Duta Merlin Blok F 5-6 Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Perniagaan Timur No. 27 Tambora - Jakarta Barat Telp : Fax : Patra Office Tower Lt. XVII Ruang 1702 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav Jakarta Telp : Fax : Jl. Limo No. 20 Grogol Selatan, Kebayoran Lama - Jakarta Selatan Telp : Fax : Mayapada Tower Lantai 11 Jl. Jend Sudirman Kav Jakarta Selatan Telp : Jl. KH. Hasyim Ashari No. 17 A Kemakmuran - Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/069/AK.2/2012 Jl. Lapangan Merah No. 59 Joglo - Jakarta Barat Telp : Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik

215 78 PT. MITRA AMBROSIA PRATAMA PT. TANGGUK MAS PT. MILLENNIUM PHARMACON INTERNATIONAL Tbk PT. PACIFIC NIAGA PRATAMA PT. ADVANCE MEDICARE CORPORA PT. MULTIDAYA MEDIKA PT. CAHAYA PRIMA CEMERLANG PT. PYRIDAM FARMA Tbk PT. VERSACON ABADI PT. DIAN LANGGENG PRATAMA PT. SYNERGY DUA KAWAN SEJATI PT. KAMINE ELMAC INDOPRO PT. MEDISINDO BAHANA PT. TOTAL MEDIKA PERSADA PT. BUKIT MENOREH PT. DIPA PHARMALAB INTERSAINS HK.07.Alkes/IV/071/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/072/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/060/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/061/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/073/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/078/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/076/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/075/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/230/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/255/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/239/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/238/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/242/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/245/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/237/AK.2/2012 ITC Cempaka Mas Wholesale Centre Lt.9 No.5 Jl. Let.Jen. Suprapto, Kel.Sumur Batu - Jakarta Pusat Telp : Gedung Mawardi, Jl. Pemuda Komplek Taman Berdikari Sentosa Blok B/3 Kel.Jati Kec.Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Gedung Panin Bank Center Lantai 9 Jl. Jend. Sudirman, Senayan - Jakarta Pusat Telp : Fax : Gedung Timsco Lt.2 Jl. Kwini No.1 Senen - Jakarta Pusat Telp : Fax : Perkantoran Duta Merlin Blok B - 26 Jl. Gajah Mada Jakarta Pusat Telp : Rukan Niaga Gunung Sahari Blok B.1 Jl. Gunung Sahari Raya No.7 Rt.001 RW.008 Jakarta Pusat Telp : Fax : Raruna Office Park Unit WO 05 Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta Barat Telp : Fax : Jl. Kemandoran VIII No. 16 Kel. Grogol Utara Kec. Kebayoran Lama - Jakarta Selatan Telp : Jl. Anggrek Neli Murni Blok C / 5 No. 30 Jakarta Barat Telp : fax : Jl. Raden Saleh Raya No. 4 Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Tanjung Barat Raya 137 A Kec.Tanjung Barat Kec.Jagakarsa - Jakrta Selatan Telp : Fax : Jl. Raya Cipayung Setu No. 9 Cilangkap - Jakrta Timur Telp : fax : Rukan Graha Cempaka Mas Blok E 15 Lt.3 Jl. Letjen Suprapto No.1 Jakrta Pusat Telp : fax : Perkantoran Tomang Tol Raya Blok A 1 No. 14 Lt.2 R.203 Kel.Kedoya Selatan Kec.Kebon Jeruk - Jakarta Barat Telp : Fax : Jl. Tenggiri Raya No. 47 Rt.005/010 Kel.Jati Kec.Pulo Gadung - Jakarta Timur Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/249/AK.2/2012 Jl. Kebayoran Lama No. 28 Jakarta Selatan Telp : Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion

216 PT. GRATIA JAYA MULYA PT. TRANSFARMA MEDICA INDAH PT. UROGEN ADVANCED SOLUTIONS PT. ERIKA BESTARI PARAMA PT. HAFIDZ MEDIKA PT. NIAGA MITRA ABADI PT. GLOBAL MALLINDO SAINS PT. METROX LIFESTYLES PT. SARANA TUNGGAL JAYA PT. ETHICA INDUSTRI FARMASI PT. DEMKA SAKTI HK.07.Alkes/IV/252/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/303/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/304/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/302/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/297/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/298/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/362/AK.2/2012 Gading Park View, Blok ZC I No Jl. Raya Boulevard Timur, Kelapa Gading - Jakrta Utara Telp : Fax : Wisma Pondok Indah 2 Lt.8 Unit 802 Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA Pondok Indah, Jakarta Jl. Kaji No. 22 C Petojo Utara, Gambir - Jakrta Pusat Jl. Mangga I No.2 - Y2 Duri Kepa, Kebon Jeruk - Jakarta Barat Jl. Rawa Selatan VI No. 15b - Jakarta Pusat Telp : , Fax : Mega Glodok Kemayoran Blok A No. 5 Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Tanjung Selor No. 7 Cideng - Jakarta Barat Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/361/AK.2/2012 Mall Senayan City Lt.4 Unit.4-59 Jl. Asia Afrika Kel.Gelora - Jakarta Pusat Elektromedik HK.07.Alkes/IV/356/AK.2/2012 Jl. Petojo Selatan VIII No.3 Telp : Fax : Elektromedik HK.07.Alkes/IV/345/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/339/AK.2/2012 Jl. Pulogadung No. 6 KIPG - Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Tanah Abang III No. 19 A-B Jakarta Pusat Telp : Fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. KREASI MAJU Galeri Niaga Mediterania Blok L No. 8 M Rt.006 Rw.008 Kapuk Muara - HK.07.Alkes/IV/338/AK.2/2012 Non Elektromedik Non Steril BERSAMA Jakarta Utara Telp/Fax : PT. COVIDIEN Gedung Graha Internusa Lt. 8 Suite 802 Jl. HR. Rasuna Said Blok X - O HK.07.Alkes/IV/347/AK.2/2012 INDONESIA Kuningan Timur - Jakarta Selatan Telp : Fax : Komp. Pesona Indah Kapuk Blok A6 Jl. Kapuk Kamal Raya No. 20A Kamal PT. RIOCA MEDICA HK.07.Alkes/IV/332/AK.2/2012 Muara Penjaringan - Jakarta Utara Telp : fax : PT. POETI Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 81 Jakarta Selatan Telp : fax : HK.07.Alkes/IV/337/AK.2/2012 PHARMACEUTICAL Elektromedik Steril PT. SING AJI Jl. Balai Pustaka Timur No.7 Rawamangun - Jakarta Timur Telp : HK.07.Alkes/IV/321/AK.2/2012 SENTOSA Fax : Elektromedik Steril PT. SUKSES GLOBAL HK.07.Alkes/IV/322/AK.2/2012 Jl. Boulevard Barat Rukan MOI Vlok L No.1 C Kelapa Gading Square, Non Elektromedik Non Steril

217 80 PRATAMA Kel.Kelapa Gading Barat Kec.Kelapa Gading - Jakarta Utara Telp : Fax : PT. ORINDO HK.07.Alkes/IV/407/AK.2/2012 Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No.40 Jl. Letjen Suprapto Kel.Sumur Batu Kecamatan Kemayoran - Jakarta Pusat Telp : PT. HEALTH WEALTH INTERNATIONAL PT. ATRA WIDIYA AGUNG PT. IRREH SIMON JAYA PT. BINA INTI SEJAHTERA PT. SURYA KHATULISTIWA NUSANTARA PT. ESA MEDIKA MANDIRI PT. MEDIKA SURYA PRATAMA PT. SETIA ANUGRAH MEDIKA PT. SINAR BAYU LESTARI PT. MITRA INTI MEDIKA PT. BUMI INDAH MEDIKA PT. NEOASIA MEDICAL PT. NUGRA KARSERA PT. INDOSOPHA SAKTI HK.07.Alkes/IV/394/AK.2/2012 Jl. Tanjung Duren Raya 542 Kel. Tanjung Duren Selatan Kec. Grogol Petamburan - Jakarta Barat Telp : fax : HK.07.Alkes/IV/412/AK.2/2012 Jl. Fatmawati No. 1E Jakarta Selatan Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/413/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/418/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/318/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/313/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/275/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/273/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/277/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/278/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/271/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/260/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/266/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/257/AK.2/2012 Jl. Boulevard Raya Blok FW-1 No.5 Kelapa Gading - Jakarta Utara Telp : Jl. KH. Abdullah Syafei No. 5 Lt.1 Rt.12 Rw.005 Bukit Duri, Tebet - Jakarta Selatan Telp : fax : Pulo Gadung Trade Center Blok 8H/19 Jl. Raya Bekasi Km 21, Kel.Rawaterate Kec.Cakung, Jakarta Timur Telp : /89/90 Fax : Rukan Royal Palace Blok A No Jl. Dr. Soepomo No. 178A Jakarta Selatan Telp : fax : Wisma Mitra Sunter 2nd Floor Suite 205 Jl. Yos Sudarso Kav. 89 Boulevard Mitra Sunter Blok C 2 - Jakarta Utara Telp : Fax : Mitra Sunter Boulevard Blok B No.39 Jl. Yos Sudarso Kav. 89 Jakarta Utara Telp : Fax : Rukan Royal Palace Blok B No.23 Jl. Dr. Soepomo No. 178A Jakarta Selatan Telp : Fax : Graha Mas Fatmawati Blok A 36 Jl. RS. Fatmawati Kel.Cipete Utara Kec.Kebayoran Baru Jakarta Selatan Telp : Fax : Graha Bumi Indah Lt.2 Jl. Kalimalang Kav.Agraria No.10 Jakarta Timur Telp : Fax : The Belezza Office Walk Lt.3 No.308 Jl. Arteri Soepomo No.34 - Jakarta Selatan Telp : Graha Mas Pemuda Blok AA No.10 Jl. Pemuda, Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Mampang Prapatan Raya No.1 Jakarta Selatan Telp : Fax : Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Steril Elektromedik SterilElektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion

218 PT. AMPM HEALTHCARE INDONESIA PT. TRI CAHAYA SENTOSA PT. ANUGERAH MITRA PALMA PT. HARVESTIA PROSPERTI HOSMEDIK PT. ARDY JAYA PERDANA PT. BANDUNG SCIENTIFIC TECHNICAL INDONESIA PT. CAKRAMAS SUMBER MAKMUR PT. PARIT PADANG GLOBAL PT. DJUNIAR & DJUNIAR PT. ND MEDICAL PT. MEGA PRATAMA MEDICALINDO PT. GARIS LINI PT. PRIMA ALKESINDO NUSANTARA PT. PERSEVERA BINA SEJAHTERA PT. GIRINDO PANCA PRIMA HK.07.Alkes/IV/258/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/226/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/224/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/230/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/223/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/221/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/222/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/168/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/169/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/176/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/171/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/193/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/197/AK.2/2012 Jl. Pluit Selatan Raya No Rt.021 Rw.006 Kel.Pluit Kec.Penjaringan Jakarta Utara Komplek Ruko Pusdikkes Jl. Raya Bogor Km.18 No.18 Jakarta Timur Telp : Fax : Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok O No.42 Jl. Letjen Suprapto - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Nusa Indah Raya Blok 40A / 15 Rt.012 Rw.003 Kel.Malaka Jaya Kec.Duren Sawit - Jakarta Timur Telp : Gedung Nariba Dua Jl. TB Simatupang No.4 Pasar Rebo - Jakarta Timur Telp/Fax : Jl. Cempaka Putih Raya No.65 D Lt.2 dan Lt.4 Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Pramukasari I No.7 D2 Rt.06 Rw.09 Kel. Rawasari Kec. Cempaka Putih - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Rawa Sumur II Kav.BB No.3 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Fax : Komplek Rukan Mahkota Ancol Blok D 26 Kel. Pademangan Barat Kec. Pademangan - Jakarta Utara Telp : Fax : Rukan Permata Senayan Blok C Jl. Tentara Pelajar X - Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Pluit Raya No.133 Blok A3 Jakarta Utara Telp : Fax : Komplek Majapahit Permai Blok B No.117 Jl. Majapahit Raya - Jakarta Pusat Telp : Jl. Bukit Gading Raya Blok C Kelapa Gading Permai - Jakarta Utara Telp : Fax : Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Elektromedik Steril Elektromedik Steril Elektromedik HK.07.Alkes/IV/198/AK.2/2012 Jl. Kramat VI No.33 - Jakarta Pusat Telp : Fax : Elektromedik Jl. Bambu Wulung No.28 Rt.002 / 05 Kel.Bambu Apus Kec.Cipayung Jakarta Non Elektromedik Non HK.07.Alkes/IV/438/AK.2/2013 Timur Telp/Fax : SterilElektromedik PT. SANDROVA HK.07.Alkes/IV/294/AK.2/2012 Jl. Balai Pustaka Timur Blok J No.255 Ruko D Rawamangun - Jakarta Timur Non Elektromedik Non Steril

219 PURINDO Telp : Elektromedik PT. BLESINDO INDONESIA PT. SIMTEX MECHATRONIC INDOJAYA PT. DYTAINDO ALDA ABADI PT. GLAXO WELLCOME INDONESIA PT. ANUGERAH PERSADA MULIA PT. PROTINDO PT. MAJU MAKMUR SUKSES PT. GEBANG SURYA HARAPAN PT. INTER PHARMACY PT. SANJICO ABADI PT. BINATAMA INTI TERPADU PT. DELTANYOO HK.07.Alkes/IV/291/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/178/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/419/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/367/AK.2/2012 Komp. Ruko Duren Sawit Center No.9B Jl. Duren Sawit Raya - Jakarta Timur Telp : Fax : Komplek Perkantoran Grogol Permai Blok H / 18 Jakarta Barat Telp : Fax : Perkantoran Taman Kebon Jeruk Blok A IV/14 Jl. Meruya Ilir Raya - Jakarta Barat Telp : Fax : Jl. Pulobuaran Raya Kav.III DD / 2,3,4 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/365/AK.2/2012 Jl. Taman Borobudur III / 05 - Semarang Telp : HK.07.Alkes/IV/268/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/501/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/494/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/538/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/535/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/514/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/532/AK.2/2012 Jl. Tembaga Raya No.J 165 A Rt.015 Rw.003 Harapan Mulia Kemayoran - Jakarta Pusat Telp : Jl. Raya Bekasi Timur No.12 A Jatinegara - Jakarta Timur Telp : Fax : Perkantoran Mega Kebon Jeruk Jl. Maisonet Regency Kebon Jeruk No.42 Joglo Raya - Jakarta Barat Telp : Fax : Komp. Marinatama Blok A 12 A Jl. Gunung Sahari Raya No.2 Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Pemuda Gedung Agnesia No. 73 B Lantai 5 Ruang 504 Rt.004 / 009 Pulogadung - Jakarta Timur Telp/Fax : Jl. Boulevard Bukit Gading Raya Rukan Villa Gading Indah Blok A1 Kav. No.3 Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Mampang Prapatan raya No.88 Kel. Tegal Parang Kec. Mampang Prapatan - Jakarta Selatan Telp : Fax : PT. BORIMEX HK.07.Alkes/IV/544/AK.2/2012 Jl. Raya Mabes Hankam No.35 Cipayung - Jakarta Timur Telp : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non SterilNon Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik PT. GUNAWAN Jl. Pantai Indah Selatan 1 DC 3 A - 5 Rt.004 Rw.006 Kel.Kapuk Muara HK.07.Alkes/IV/533/AK.2/2012 ELEKTRINDO Penjaringan - Jakarta Utara Telp : Non Elektromedik Non Steril PT. LEBAH LESTARI Jl. Sunan Sedayu / Jl. Tenggiri 1F Kel. Jati Kec. Pulogadung - Jakarta Timur HK.07.Alkes/IV/527/AK.2/2012 PRIMA Telp : /562 Fax : PT. MODERN INTERNATIONAL TBK HK.07.Alkes/IV/293/AK.2/2013 Jl. Raya Bekasi Km.25 Cakung Telp : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. MEDISON JAYA HK.07.Alkes/IV/549/AK.2/2012 Wisma Tendean Lantai 5 Jl. Kapten Tendean No. 7 Mampang Prapatan Jakarta Elektromedik Elektromedik

220 RAYA Selatan Telp : fax : Mengandung Bahan Pengion PT. KEMBANG TURI Jl. Ciputat Raya No. 2 G Kebayoran Lama Utara - Jakarta Selatan Telp : 021- Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/542/AK.2/2012 HEALTHCARE Fax : Elektromedik PT. MADESA Jl. Gunung Sahari Raya No.51 A/14 Jakarta Pusat Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/540/AK.2/2012 SEJAHTERA UTAMA Elektromedik SterilElektromedik PT. MERDIS Gedung BRI II Lantai 19 Suite 1907 Jl. Jenderal Sudirman No HK.07.Alkes/IV/506/AK.2/2012 INTERNATIONAL Kel.Benhil Kec.Tanah Abang - Jakarta Selatan PT. ES TU Wisma Eka Jaya No.23 Jl. Mangga Dua Raya - Jakarta Pusat Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/507/AK.2/2012 INDONESIA Fax : PT. TELAGA KAUTSAR PT. GRACIAPLENA MANTHAFAM SEJAHTERA PT. BERKAH RAHAYU HANDAYANI PT. ASIA STAR PHARMA PT. FONDACO MITRATAMA PT. KARYA PRIMA ABADI PT. MURSMEDIC PT. MONDAFFA CRESIDA PT. TAWADA HEALTHCARE PT. DIPA PUSPA LABSAINS PT. KURONGKOR MEDIKA HK.07.Alkes/IV/480/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/485/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/484/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/489/AK.2/2012 Jl. Alaydrus No.77 B Lt.3 Kel.Petojo Utara Kec.Gambir - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Cempaka Putih Raya No.20 D Cempaka Putih - Jakarta Pusat Telp : Fax : ; Jl. Pulo Gebang Permai A - 5 / 16 Jakarta Gedung UTAKA 87 R.108 Jl. Utan Kayu No.87 Rt.002 Rw.008 Matraman - Jakarta Timur Telp/Fax : Mega Plaza Lantai 11 Jl. HR. Rasuna Said Kav. C - 3 Jakarta Selatan HK.07.Alkes/IV/518/AK.2/2012 Jl. Biak No.38C Jakarta Pusat Telp : fax : HK.07.Alkes/IV/393/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/453/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/390/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/405/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/403/AK.2/2012 Jl. Laut Banda BB I No.3 Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Kelapa Bukit Indah Blok SA No.9 Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading - Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Otista III No.114 Cipinang Cempedak - Jakarta Timur Rukan Permata Senayan Blok A No Jl. Tentara Pelajar No.5 Grogol Utara - Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Kebon Jeruk Raya No.66 Jakarta Barat Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/402/AK.2/2012 Ratu Plaza Office Tower Lantai 26 Jl. Jend. Sudirman No.29 Jakarta Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Steril Elektromedik Mengandung Bahan Pengion

221 PT. MEDIBEST INDONESIA PT. ROCHE INDONESIA PT. ONCOPROBE UTAMA PT. BUMI INDAH SARANAMEDIS PT. SINERGI TRIDAYA MEDICAL PT. DHARMA BHAKTI MEDIKA SEJATI PT. GASINDO TABITHA PT. MEDICAL IMAGING INDONESIA PT. ALFA INTERNAL OPTINDO PT. NAULI MAKMUR GRAHA PT. FRAMED RECINDOMAS SEJAHTERA PT. PANCA USAHA MEDIKA SARANA HK.07.Alkes/IV/400/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/399/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/207/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/584/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/204/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/203/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/149/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/147/AK.2/2012 Bona Indah Plaza Blok A2-C4 Jl. Karang Tengah, Lebak Bulus Jakarta Selatan Telp : Fax : Gedung Artha Graha Lt SCBD Lot.25 Jl. Jend. Sudirman Kav Apartemen Istana Harmoni I Lt.Dasar Unit 1 M Komp. Harmoni Plaza, Jl. Suryopranoto 2 - Jakarta pusat Telp : Fax : Graha Bumi Indah Jl. Raya Kali Malang Kav.Agraria No.10 Rt.001 Rw.016 Kel. Duren Sawit Kec.Duren Sawit - Jakarta Timur Telp : fax : Graha Indramas Lt.5 Jl. Aipda KS. Tubun Raya No.77 Palmerah - Jakarta Barat Telp/Fax : Jl. Raya Pegangsaan Dua Komp. Royal Gading Square Blok RD-10 No.8B-8C Kel.Pegangsaan Kec.Kelapa Gading - Jakarta Utara Taman Duta Mas D - 1 / Rt.010/005 Wijaya Kusuma Grogol Petamburan - Jakarta Barat Komp. Sentra Industri Terpadu (PIK) Blok E2 No.42 Jl. Raya Pantai Indah Selatan - Jakarta Utara 84 Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion HK.07.Alkes/IV/146/AK.2/2012 Jl. Melawai Raya No Jakarta Selatan - Jawa Timur Telp : Non HK.07.Alkes/IV/144/AK.2/2012 Jl. Raya Pasar Minggu No.27 - Jakarta Selatan Telp/Fax : HK.07.Alkes/IV/152/AK.2/2012 Jl. Raya Gading Batavia Blok LC 11 No.3 Kelapa Gading - Jakarta Utara Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/150/AK.2/2012 Komp. Perkantoran & Pergudangan Infinia Park Blok B No.68 Jl. Dr. Saharjo Non Elektromedik Non SterilNon No.45 Jakarta Selatan Telp : Fax : Elektromedik SterilElektromedik PT. HERNITA JAYA HK.07.Alkes/IV/166/AK.2/2012 Jl. Raya TB. Simatupang No. I B - Jakarta Selatan Telp : Fax : PT. BHINEKA USADA Gedung Wang Jl. Pemuda No.101 Kel.Jati Kec.Pulogadung - Jakarta Timur HK.07.Alkes/IV/570/AK.2/2013 RAYA Telp : fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. ANNEX UNIQUE HK.07.Alkes/IV/212/AK.2/2012 Jl. Daan Mogot Km.17 No.4 Jakarta Barat Telp : Fax : 021- Non Elektromedik Non Steril

222 INDONESIA Elektromedik PT. FOKUS Komp. Majapahit Permai Blok B No. 118 Jl. Majapahit Raya - Jakarta Pusat DIAGNOSTIC HK.07.Alkes/IV/194/AK.2/ Telp : Fax : INDONESIA PT. ANUGERAH SUKSES GLOBAL MANDIRI PT. NARWASTU MEDIKA PT. SERENITY INDONESIA PT. INDOLABTEK DINAMIKA PT. FRESENIUS KABI INDONESIA PT. ZOE PELITA NUSANTARA PT. FLUIDA TEKNIKA PT. ADAM INDONESIA HK.07.Alkes/IV/181/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/183/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/177/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/180/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/044/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/426/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/458/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/459/AK.2/2012 Jl. Bekasi Timur Raya Km 18 No. 28 Kel. Jatinegara Kaum Kec. Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Rasamala Raya No.12 C Kec.Jatipulo Kel.Palmerah - Jakarta Barat Telp : Komp. Ruko Griya Inti Sentosa Jl. Griya Agung Blok O No.96 Lantai 3 Sunter Jakarta Telp : Fax : Rukan Royal Place Blok B/25 Jl. Prof. Dr. Soepomo No.178 A Jakarta Telp : Fax : Ariobimo Sentral Building 11th Jl. HR. Rasuna Said X2 Kav.5 Jakarta Telp : Jl. Cikini II No.8B Kel. Cikini Kec. Menteng Jakarta Pusat Telp : Jl. Raya Kebayoran Lama No.16 Lt.3 Jakarta Selatan Telp : fax : Jl. Pesanggerahan Raya 3 F Rt.005 / 006 Kel. Meruya Utara Kec.Kembangan - Jakarta Barat Telp : Fax : PT. GLOBAL ISMARU HK.07.Alkes/IV/461/AK.2/2012 Wisma Metropolitan II Lt.6 Jl. Jend. Sudirman Kav Jakarta Selatan PT. MAKMUR ANUGERAH ABADI PT. SARANA MAJU SEJAHTERA PT. STARINDO MEDICAL SYSTEMS PT. PHARMA KASIH SENTOSA PT. TUMETA KADEBAR PT. MULTI TREND INDO HK.07.Alkes/IV/447/AK.2/2012 Gedung Plaza Sentral Lt.9 Suite 911 Jl. Jend. Sudirman No.47 Rt.003 / 004 Kel.Karet Semanggi Kec. Setiabudi Jakarta Selatan 85 Elektromedik Steril Elektromedik Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik HK.07.Alkes/IV/465/AK.2/2012 Jl. Johar No.2 Menteng Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/446/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/445/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/451/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/473/AK.2/2012 Wisma Staco 8 th.floor Jl. Casablanca Kav.18 Jakarta Telp : fax : Jl. Matraman Raya No.148 Rukan Mitra Matraman Blok B No. 23 Jakarta Timur Telp : Fax : Mal MGK Kemayoran Lantai I Blok B 3 No.11 Jl. Angkasa Kav.B-6 Kota Baru Bandar Kemayoran - Jakarta Pusat Telp/Fax : Menara Era Lt.14 Unit Jl. Senen Raya No Jakarta Pusat Telp : fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik

223 PT. WACANA INDO MITRA PT. COSMOGAMMA INDONESIA PT. MEDIVA PT. JOHNSON & JOHNSON INDONESIA PT. ANUGERAH MITRA PRATAMA SEJAHTERA PT. GRAHA ISMAYA LTD PT. SETIA GUNA MEDIKA PT. SALI POLAPA BERSAMA PT. GOLDEN GLOBE MEDICA PT. ANUGERAH ABADI MEDIKA PT. PRIMADAYA INDOMEDIKA PT. ENSEVAL PUTERA MEGATRADING PT. INOVASI MEDIKATAMA PRIMA HK.07.Alkes/IV/474/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/570/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/567/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/578/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/029/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/477/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/472/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/471/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/470/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/468/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/466/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/724/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/398/AK.2/2012 Puri Sentra Niaga Blok B-31 Jl. Raya Kalimalang - Jakarta Timur Telp : fax : Jl. Srengseng Raya No.8 E, 3th Floor Srengseng - Jakarta Barat Telp/Fax : K. Link Tower Lantai 11 Suite G Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.59 A - Jakarta Selatan Telp : Fax : K-Link Tower Lt.12 & Lt.15 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.59A Jakarta selatan Telp : Fax : Gedung Bumi Daya Plaza Lt.17 Jl. Imam Bonjol No.61 Menteng - Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Sultan Iskandar Muda Kav.24 Rt.012/015 Kel.Pondok Pinang Kec.Kebayoran Lama Selatan - Jakarta Selatan Telp : fax : Komplek Taman Kebon Jeruk Blok AA IV No.36 Jakarta Barat Telp : Fax : Puri Sentra Niaga Blok B Jl. Raya Kalimalang - Jakarta Timur Telp : Fax : Sarana Industri Terpadu PIK Unit E 2 No.25 Jl. Kamal Muara, Penjaringan - Jakarta Utara Telp : Fax : Citra business Park Blok A No. 15 Jl. Peta Barat Cengkareng, Kali Deres - Jakarta Barat Telp : Fax : Wisma Mitra Sunter Lantai 8, Suite 806 Jl. Yos Sudarso Kav.89 Boulevard Mitra Sunter Blok C 2 - Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Pulo Lentut No. 10 KIPG Jakarta Timur Komp. Harco Mangga Dua Elektronik Blok L No Mangga Dua Selatan - Jakarta Pusat Telp : Fax : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Elektromedik PT. SIEMENS Jl. Jend. Ahmad Yani No.2 Kav Kel. Kayu Putih Kec.Pulogadung - HK.07.Alkes/IV/391/AK.2/2012 Mengandung Bahan Pengion Diagnostik INDONESIA Jakarta Timur Reagen PT. GAYUH SETIA HK.07.Alkes/IV/381/AK.2/2012 Gedung Setia Tjiliwung B 202 Jl. Bukit Duri, Bukit Duri - Jakarta Selatan Telp

224 UTAMA : Fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. RADITIA RIYADI PT. IMAS ASRI MULIA PT. KINERJA SELARAS UTAMA PT. NABIL MEDITEK PT. SMART DENT PT. SINERGI SEMESTA SELARAS PT. BRATACO PT. KEMBANG MEKAR SEWU PT. INTEKTAMA GLOBALINDO PT.TALENTA GANDA pt. vinmed PT. RAJAWALI NUSINDO PT. TEKNOMEDIKA BAHARI PT. MERCK TBK PT. DWI PRIMA CEMERLANG PT. MAB SUPPLY HK.07.Alkes/IV/373/AK.2/2012 Gedung SME Tower Lt.10 Jl. Gatot Subroto Kav.94 - Jakarta Selatan Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/374/AK.2/2012 Jl. Kunir Blok A No.11 Jakarta Telp : Fax : Elektromedik HK.07.Alkes/IV/327/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/324/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/562/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/565/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/665/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/590/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/591/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/583/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/586/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/596/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/597/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/592/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/608/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/605/AK.2/2012 Jl. Raya Poncol Rt.10 /01 Ciracas - Jakarta Timur Telp : Fax : Ruko Cordoba Blok H No Jl. Marina Indah Golf Rt.001 / 06 Kel. Kamal Muara Kec. Penjaringan - Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Kyai Maja No.65 A Kramat Pela, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Telp : Kampung Sawah No.10 Jati Melati, Pondok Melati, Kota Bekasi - Jawa Barat Telp : Jl. Mangga Besar V No.5 Kel. Mangga Besar Kec. Taman Sari - Jakarta Telp : Fax : Jl. Panjang No. 1 (Lantai 2) Kel. Cipulir, Kec. Kebayoran Lama Jakarta Selatan Telp Gedung Sinar Kasih Lt. III Jl. Dewi Sartika No. 136 D - Jakarta Timur Telp Jl. Dl. Panjaitan No. 45 Gedung Pembina Graha - Jakarta Timur Telp Komp. Rukan Gading Indah Jl. Kelapa gading Boulevard Barat Blok L No. 18 Kelapa Gading Barata - Jakarta Utara Telp Jl. Gedung Denpasar Raya Kav. D. III Kuningan Jakarta Selatan Telp , Fax Gedung Wisma LAena Suite 105 Jl. KH. Abdullah Syafei No. 7, RT. 06 RW. 02 Kel. Manggaria Selatan, Kec Tebet - Jakarta Selatan Jl. TB Simatupang No. 8 Jakarta Timur Telp , Fax Jl. Bedugul 5 B - 17 Daan Mogot Baru Kel. Kalideres, Kec. Kalideres - Jakarta Barat Telp Jl. Rawa Bambu No. 15 B Pasar Minggu - Jakarta Selatan Telp , Fax Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik

225 PT. RAMA ANTARNUSA PT. ANUGERAH MANORI INTERASIA PT. AVICO INTERNATIONAL INDONESIA PT. PANCA SUKSES MUTIARA PT. MENSA BINA SUKSES PT. WIBISONO ELMED HK.07.Alkes/IV/599/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/593/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/428/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/425/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/436/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/435/AK.2/2012 MT. Haryono Square No. OF 02/12 Jl. Otto Iskandardinata No Jakarta Jl. Kembang Raya No. 2 Kel. Kwitang, Kec. Senen - Jakarta Pusat Telp , Fax Komp. Gading Bukit Indah Blok RB No.18 Jl. Bukit Gading Raya, Kelapa Gading Permai-Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Cideng Timur No. 59 Kel. Petojo Selatan, Kec. Gambir Jakarta Pusat Telp , Fax Jl. Pulo Kambing II/26 KIP Jakarta Utara Telp , Fax Gedung Wang, Lantai 4 Jl. Pemuda No. 101 Kel. Jati, Kec Pulogadung Jakarta Timur Telp , Fax PT. INNI CERAGEM HK.07.Alkes/IV/434/AK.2/2012 Jl. Batu Ceper Raya No. 50 BCDE Kel. Kebon Pala, Kec. Gambir Jakarta Pusat Telp , Fax PT. BETARI RIYADI HK.07.Alkes/IV/439/AK.2/2012 Gedung SME Tower Lt. 10 Jl. Gatot Subroto Kav 94 - Jakarta Selatan Telp , Fax PT. OCULUS Jl. Pembangunan II No. 16 K - Jakarta Pusat Telp , Fax HK.07.Alkes/IV/441/AK.2/2012 INDONESIA DYTAINDO ALDA Pertokoan Taman Kebon Jeruk Blok A IV/14 Jl. Meruya Taman Kebon Ilir HK.07.Alkes/IV/419/AK.2/2012 ABADI Raya Jakarta Barat Telp , FAx PT. AFINA SINAR Jl. Tebet Timur Dalam No. 125A Jakarta Selatan Telp Jl. HK.07.Alkes/IV/427/AK.2/2012 CEMERLANG Tambak II No. 27 Jakarta Pusat Telp Jl. Tanjung Duren Raya Kav. 5-9 Garden Shoping Arcade Central Park PT. BERJAYA COSWAY INDONESIA HK.07.Alkes/IV/657/AK.2/2012 Podomoro City Unit 8 DD & 8 DE, Kel. Tanjung Duren Selatan Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat Telp : Fax : PT. MENDJANGAN HK.07.Alkes/IV/654/AK.2/2012 Jl. Tanah Abang IV No. 22 Jakarta Pusat Telp : Fax : Non Elektromedik Non SterilNon Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik PT. VISI TRADING Jl. Pangeran Jayakarta 24 / 38 Kel. Mangga Dua Selatan, Kec. Sawah Besar HK.07.Alkes/IV/673/AK.2/2012 DISTRIBUSI Jakarta Telp : Fax : Ruko Mangga Dua Square Blok C No. 29 Jl. Gunung ahari Raya No. 1 Kel. PT. GESTRINDO HK.07.Alkes/IV/647/AK.2/2012 Ancol Kec. Pademangan - Jakarta Utara Telp : Fax : 021- SAKTI UTAMA PT. MEDICAL HK.07.Alkes/IV/644/AK.2/2012 Rukan Permata Grogol Blok E 07 Jl. Tentara Pelajar Grogol Utara Kebayoran Elektromedik Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik

226 TECHNOLOGIES INDONESIA PT. RAJA PRAKARSA SEMESTA PT. INOVASI MITRA PERDANA PT. PHARMASOLINDO PT. RABBI RAHMAD BERSAMA PT. JOSUA AGUNG PRASETYO PT. RINING PRIMA PUTRA PT. HERCA CIPTA DERMAL PERDANA PT. ELO KARSA UTAMA PT. INDO NON WOVEN PT. NAGATAMA PUTRA MANDIRI HK.07.Alkes/IV/643/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/171/AK.2/2013 Lama - Jakarta Selatan Telp : fax : Bintaro Business Centre Lantai 3 Jl. R.C Veteran No. 1 - i Bintaro, Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.93D Tebet - Jakarta Selatan Telp : HK.07.Alkes/IV/652/AK.2/2012 Gedung AEKI Lt. 1 Jl. R.P. Soeroso No. 20 Jakarta HK.07.Alkes/IV/632/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/634/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/637/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/645/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/667/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/664/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/669/AK.2/2012 Gedung The Boulevard Office Lt.2 Blok E1 Jl. Fachrudin Raya No.5 Kampung Bali Tanah Abang, Jakarta Pusat Telp : Fax : Jl. Kayu Putih VII Blok A No.8 Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Sultan Iskandar Muda Kav.25 Rt.012/02 Kel. Pondok Pinang Kec.Kebayoran Lama - Jakarta Selatan Telp : Taman Harapan Indah Blok FF 1B No.10 Rt.014 RW.07 Kel.Jelambar Baru Kec.Grogol Petamburan - Jakarta Barat Telp : Fax : Jl. Raya Kebayoran Lama No.34E Grogol Selatan - Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Raya Salembaran/Pergudangan 99 Blok AE Rt.002 Rw.001 Cengklong, Kosambi Tangerang, Banten Telp : Jl. Moh. Kahfi No.7 Kel.Jagakarsa Kec.Jagakarsa - Jakarta Selatan Telp/Fax : Elektromedik 89 Elektromedik Steril Elektromedik SterilElektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik Non Elektromedik Non Steril Non PT. CAHAYA Jl. Rawa Bambu Raya No.14F Pasar Minggu, Jakarta Selatan Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/114/AK.2/2013 KHARISMA ABADI Fax : PT. JALUR Kebun Jeruk Baru A 10 / 4 Rt.001/008 Kel.Kebon Jeruk Kec.Kebon Jeruk - HK.07.Alkes/IV/726/AK.2/2012 SUTRAMAS Jakarta Barat Non Elektromedik Non Steril PT. BIMA ARTHA HK.07.Alkes/IV/735/AK.2/2012 Jl. Jembatan Tiga Komp. Harmoni Mas Blok E 39 Rt.07 Rw.03 Kel.Pejagalan Kec.Penjaringan - Jakarta Utara Telp : Fax : Non Elektromedik Steril PT. REZKY KAMARA Komp. Perkantoran Pulomas Blok VI / 15 Jl. Raya Perintis Kemerdekaan, HK.07.Alkes/IV/736/AK.2/2012 UTAMA Jakarta Timur Telp : Fax : Elektromedik SterilElektromedik PT. GAUDIUM VITAE HK.07.Alkes/IV/741/AK.2/2012 Jl. Wisma Abadi Lt. IV - B2 Jl. Kyai Caringin No.31 Jakarta Pusat Telp : Fax : PT. ALERE HEALTH HK.07.Alkes/IV/716/AK.2/2012 Gedung MT Haryono Square No. OF 03/06 Jl. Otto Iskandardinata No. 390 Jakarta Timur Telp , Fax Elektromedik Steril PT. KEIFFA BUNGA HK.07.Alkes/IV/746/AK.2/2012 Gedung CV Sandjungan Trading Coy Lt. 4 Jl. Dewi Sartika No. 295, Kec.

227 LESTARI Cawang, Kel. Kramat Jakarta Telp Fax PT. BAYU KARYA Grand Wijaya Certer Blok C 15 Lantai 3 Jl. Wijaya II, Kel. Pulu Kec. HK.07.Alkes/IV/168/AK.2/2013 Non Elektromedik Non Steril BERSAMA Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Telp : PT. CEMPAKA BARU WIJAYA PT. HEARING SOLUTIONS INDONESIA PT. MITRA PRIMA MEDIKA PT. SEGARA HUSADA MANDIRI PT. FAJAR MAS HK.07.Alkes/IV/714/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/626/AK.2/2012 Jl. Letjen Suprapto No. 27 Kel. Cempaka Baru, Kec Kemayoran Jakarta Telp/Fax Jl. Salemba Raya No Kel. Kenari, Kec. Senen - Jakarta Pusat Telp , Fax Non Jl. RP. Soeroso No. 42 A Gedung Jagat Building - Jakarta Pusat telp HK.07.Alkes/IV/703/AK.2/ , Fax Elektromedik Steril Jl. Pegambiran No.31A Rawamangun Jakarta Timur Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/623/AK.2/2012 Elektromedik Gedung Graha Menara Hijau Lantai 8 Jl. Letjen. MT. Haryono Kav.33 jakarta Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/661/AK.2/2012 MURNI Telp : Fax : Elektromedik PT. BAYER Mid Plaza 1 Lt Jl. Jend. Sudirman Kav Jakarta Pusat Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/630/AK.2/2012 INDONESIA Fax : Elektromedik Steril PT. PHILIPS Jl. Buncit Raya Kav Jakarta Selatan Telp : Fax : 021- HK.07.Alkes/IV/625/AK.2/2012 INDONESIA Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. ABADINUSA Jl. Raden saleh No.45 G Kel. Cikini Kel. Menteng Jakarta Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/754/AK.2/2012 USAHA SEMESTA fax : PT. MUKTIAT Jl. Delima Raya No.105 A Rt.005/005 Kel.Malaka Sari Kec. Duren Sawit - HK.07.Alkes/IV/753/AK.2/2012 MOROGO Jakarta Timur Telp : fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Jl. Jembatan Tiga No.11C Kel.Penjaringan Kec.Penjaringan - Jakarta Utara PT. MATESU ABADI HK.07.Alkes/IV/751/AK.2/2012 Telp : PT. MEDQUEST Menara Salemba Lt.6 Zone 1 Jl. Salemba Raya No.5-5A Jakarta Telp : HK.07.Alkes/IV/009/AK.2/2013 JAYA GLOBAL PT. EMS Wisma Staco Lantai 8 Jl. Casablanca Kav.18 Jakarta Selatan Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/010/AK.2/2013 INDOAPPLIANCES PT. POLINDO SOLUSI Jl. Raya Pasar Minggu Km. 16 No.16 D Pancoran - Jakarta Selatan Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/013/AK.2/2013 NUSANTARA PT. SINERGI UTAMA HK.07.Alkes/IV/018/AK.2/2013 Menara Salemba Lt.3 Jl. Salemba Raya No.5-5A Jakarta Telp : 021- Non Elektromedik Non Steril

228 SEJAHTERA PT. BINABAKTI Jl. Kebon Jeruk I No.32 Taman Sari - Jakarta Barat Telp : Fax : HK.07.Alkes/IV/006/AK.2/2013 NIAGAPERKASA PT. JAFAREL Jl. Kendal No. 6a Menteng Jakarta Pusat Telp : , 021- HK.07.Alkes/IV/003/AK.2/2013 MEDIATICS PT. AURA PRIMA PT. TRIPATRIA ANDALAN MEDIKA PT. WELFORD INDONESIA PT. GLOBAL SURYA PERSADA PT. TRI SURYA MEDIKA PT. OPTHALINDO JAYA PT. NUGA BEST SOTERIA PT. VISTA UTAMA PROSPERINDO PT. SARANA REKA ELTRA KENCANA PT. BAYTUL RAHMAT JAYA PT. SCIENTIA PELITA PT. GANDASARI EKASATYA PT. ADHARA INDONESIA PT. ANUGRAH PERMATA PRATAMA HK.07.Alkes/IV/002/AK.2/2013 Rasuna Office Park III Unit ZO-16 Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta Telp : HK.07.Alkes/IV/001/AK.2/2013 Jl. Kaji No.22C Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/023/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/024/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/025/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/034/AK.2/201319/ 02/2013 HK.07.Alkes/IV/033/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/032/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/036/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/038/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/039/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/094/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/087/AK.2/201305/ 03/2013 HK.07.Alkes/IV/077/AK.2/ /F Menara BCA Grand Indonesia Jl. MH. Thamrin Bo.1 - Jakarta Telp : Gedung Graha Anugerah Lantai 18 Ruang 805 Jl. Raya Pasar Minggu No.17A Jakarta Selatan Telp : Menara Salemba Lantai 6 Zone 3 Jl. salemba Raya No.5-5 A Kel. Paseban Kec.Senen - Jakarta Telp : Komp. Kemayoran Mega Glodok Blok A No.7 Kel. Gunung Sahari Selatan Kec. Kemayoran - Jakarta Pusat Telp/Fax : Jl. Kapten P Tendean No. 85 Rt.002/002 Kel. Mampang Prapatan - Jakarta Selatan Telp : ,78 Fax : Gedung Total Lt.9 Jl. Letjend S Parman Kav. 106A Kel. Tomang Kec. Grogol- Petamburan - Jakarta Barat Telp : Jl. Gading Kirana Barat IX Blok D.6 No.29 Kelapa Gading, Jakarta Utara Telp : Jl. Fahrudin Raya No.5 The Boulevard Office Lantai 1 Kel.Kampung Bali Kec.Tanah Abang - Jakarta Pusat Telp : / Jl. Dr. Saharjo No.181C Manggarai Selatan - Jakarta Selatan Telp : , , , Jl. Raya Hankam No.9A Rt.007 Rw.002 Kel.Bambu Apus Kec.Cipayung Jakarta Timur Telp : , Graha mampang Lantai 3 Jl. Mampang Prapatan Raya No.100 Jakarta Telp : Fax : Rukan Boutique Jl. Benyamin Sueb Blok A No.A-9 Rt.009 / 010 Kemayoran, Jakarta Pusat Telp : Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Elektromedik Elektromedik Elektromedik Elektromedik Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Steril Elektromedik Steril Elektromedik Mengandung Bahan Pengion

229 PT. DWIASRI GRAHA PT. ANUGERAH PHARMINDO LESTARI PT. MEKAR HARUM ABADI PT. CITRA BUANA SAKTI PT. KEISYA SYIFA ADITYA PT. JAKARTA HEARING CENTER PT. DENA DANAR DJAYA HK.07.Alkes/IV/767/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/759/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/775/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/765/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/764/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/761/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/757/AK.2/2012 Jl. Utan kayu raya No. 19 A Matraman - Jakarta Timur Telp : Fax : Jl. Pulo Lentut Kav. II E/4 Kawasan Industri Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Gedung Cipta Perkasa Jl. Dewi Sartika No. 1 Kel. Cililitan Kec. Jatinegara - Jakarta Timur Jl. Palmerah Barat No.273 Lantai 3 Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Kalibata Raya No.4 D Rt.011 / 005 Kel. Cawang Kec. Kramat Jati - Jakarta Timur Ruko Garden Shopping Arcade Jl. Boulevard Raya No. 8 A Tanjung Duren Selatan - Grogol Petamburan - jakarta Barat Telp : Gedung BPSP Empat Lantai Lt.3 No.16 Jl. Pulobuaran V Blok. JJ4 Kawasan Industri Pulo Gadung - Jakarta Timur Telp : Fax : PT. MEDIHOP HK.07.Alkes/IV/763/AK.2/2012 Jl. Garuda No.79 Jakarta Telp : Fax : PT. SAWAH BESAR FARMA PT. MATARAM BIOTES INDONESIA PT. PAHEDA CIPTA SUKSES PT. DIAN GRAHA ELEKTRIKA PT. ASRI TRISNA MANDIRI PT. MANDIRI MAKMUR MAHARDIKA PT. MAHKOTA AMELIA MANDIRI PT. MULTI BUANA INSTRUMINDO PT. META MATA MEDIKA HK.07.Alkes/IV/762/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/769/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/768/AK.2/2012 HK.07.Alkes/IV/099/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/100/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/101/AK.2/2013 Jl. Way Besai No.79 Tanjung Duren Selatan - Jakarta Barat Telp : fax : Perkantoran Mitra Mataram Blok A2 No.9 Jl. Matraman raya No Jakarta Timur Telp : Jl. kalibata raya No.4 Lantai 2 Rt.009 Rw.005 Kel.Cawang Kec.Kramat Jati - Jakarta Timur Telp : Wisma Dian Graha Jl. Rawa Gelam III No.8 Kawasan Industri Pulo Gadung - Jakarta Timur Telp : fax : Komplek Pertokoan Pulomas Blok XI No.2 Jl. Perintis Kemerdekaan Kel.Pulogadung Kec.Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Jl. Margaguna raya Ruko Plaza 5 Pondok Indah Blok D - 19 Kel.Gadaria Utara Kec.Kebayoran Baru - Jakarta Selatan 92 Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik HK.07.Alkes/IV/098/AK.2/2013 Jl. Raya Kalisari lapan No.173 Rt.013 Rw.002 Kel.Kalisari Kec.Pasar Rebo - Jakarta Telp : Fax : Elektromedik Steril HK.07.Alkes/IV/096/AK.2/2013 Gedung Wisma SMR Jl. Yos Sudarso Lantai 4 Blok 2 Kel.Sunter Jaya Non Elektromedik Non Steril Kec.Tanjung Priok - Jakarta Utara Telp : Elektromedik HK.07.Alkes/IV/105/AK.2/2013 Gedung Maspion Plaza Lantai 3 Unit F Jl. Gunung Sahari Raya Kav.18 Kel. Pademangan Barta Kec.Pademangan - Jakarta Utara PT. LANIROS DIAN HK.07.Alkes/IV/069/AK.2/2013 Gedung Mugi Griya Lantai IV R.406 Jl. MT. Haryono Kav.10 Jakarta Telp : Elektromedik

230 93 PHARMA , Fax : PT. SEGARA Jl. Raya Setu No.9 Rt.003/03 Kel.Setu Kec.Cipayung - Jakarta Timur Telp : HK.07.Alkes/IV/070/AK.2/2013 MITRATAMA Fax : PT. MANDIRI JAYA Graha Mas Fatmawati Blok B No.20 Jl. RS. Fatmawati No.71 Kel.Cipete Utara HK.07.Alkes/IV/080/AK.2/2013 MEDIKA Kec.Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Telp : , PT. MITRASAMAYA Kom. Rukan Kencana Niaga Blok D.1/2J Kel.Meruya Utara Kec.Kembangan - HK.07.Alkes/IV/067/AK.2/2013 SEJATI Jakarta barat Telp : Fax : PT. HAS PUTRA HK.07.Alkes/IV/082/AK.2/2013 Jl. Pal Putih No.B - 27 Kramat - Jakarta Pusat Telp : INDONESIA PT. ADHIKARSA Graha Mustika Ratu Lantai 11 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav Kel.Menteng HK.07.Alkes/IV/085/AK.2/2013 PUTRA PRATAMA Dalam Kec.Tebet - Jakarta Selatan Telp : Fax : PT. ARTA TRISNA Taman Palem Lestari Blok D.10/8 Cengkareng, Jakarta Barat Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/084/AK.2/2013 MEDCO PT. ANUGERAH Gedung Aldevco Lantai 2 dan 4 Jl. Warung Jati Barat No.75 Kel.Kalibata SINERGI HK.07.Alkes/IV/109/AK.2/2013 Kec.Pancoran - Jakarta Selatan Telp : , SOLUSTAMA PT. ANGGARAKSA Wisma Laena Lt.3 Suit.306 Jl. K.H. Abdullah Syafei No.7 Casablanca Rt.006 HK.07.Alkes/IV/028/AK.2/2013 PERKASA PT. WIRAUTAMA MITRATAMA PT. BIONET INDONESIA PERSADA PT. SOMETECH INDONESIA PT. HAKAYO KRIDANUSA PT. DS SOLUTIONS INTERNATIONAL PT. MITRA MULTI JAYA PT. INDOPRIMA BIONET PT. NAGA LANGIT MEDIKA PT. PERTH SCIENTIFIC INDONESIA HK.07.Alkes/IV/029/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/054/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/055/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/042/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/047/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/048/AK.2/2013 Rw.002 Kel.Manggarai Selatan - Jakarta Selatan Telp : Gedung Utaka, Suite 102 Jl. Utan Kayu Raya No.66B Jakarta Timur Telp : Menara Gracia Lantai 2 Jl. HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta 1290 Telp : Rukan Puri Niaga 2 Blok J I / 3 H Jl. Puri Kencana, Kembangan - Jakarta Barat Telp : Jl. Utan Kayu Raya No.104B Kel.Utan Kayu Kec.Mataram - Jakarta Timur Telp : , Mutiara Taman Palem Blok A 19 / 33 Rt.006 Rw.014 Cengkareng - Jakarta barat Telp : Jl. Bukit Gading Raya Komplek Gading Bukit Raya Blok F No.8 Kel.Kelapa Gading Barat Kec.Kelapa Gading - Jakarta Telp : HK.07.Alkes/IV/061/AK.2/2013 Jl. Tamansari Raya No.56B Jakarta Barat Telp : HK.07.Alkes/IV/062/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/064/AK.2/2013 Komplek Daan Mogot Baru Jl. Tanah Lot Blok LB5 Kav. No.35 Kalideres - Jakarta Barat Telp : Menara Palma Lantai 3-03 Jl. HR. Rasuna Said Blok X2 Kav.6 Kuningan, Jakarta Telp : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Steril Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik

231 PT. SAMODRA KENCANA KARTIKA PT. GAMMA MITRA LESTARI PT. SURIS WAHANACIPTA PT. DUTA AFIAT PT. MATAHARI INDONUSA PT. TRIASTRI MEDITAMA PT. CIPTA MEDIKA INDONESIA PT. SENTANI BINA MATOA PT. NIVARA TUNGGAL PT. SARANA MEDIKA INDONESIA PT. RESINDO MEDIKA PT. ANUGRAH MITRA SELARAS PT. SOHO INDUSTRI FARMASI PT. BIO AXIAN HEALTHINDO HK.07.Alkes/IV/066/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/122/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/116/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/117/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/126/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/120/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/123/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/110/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/129/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/119/AK.2/2013 Jl. Kebayoran Lama No.16D - Jakarta Selatan Telp : Fax : Bintaro Business Centre Jl. RC Veteran 1 - I Bintaro - Jakarta Selatan Telp : Jl. Cawang Baru Tengah No.2 Rt.001 Rw.009 Kel.Cipinang Cempedak, Jatinegara - Jakarta Timur Telp : , Jl. Agung Niaga IV Blok G 4 No.55 Kel.Sunter Agung Kec.Tanjung Priok - Jakarta Utara Telp : RukoMutiara Taman Palem Blok A5 No.8 Kel.Cengkaraeng Timur Kec.Cengkareng - Jakarta Barat Telp : fax : Griya Kemayoran Blok R-41 Jl. Industri No.9-11 Kel.Gunung Sahari Utara Kec.Sawah Besar, jakarta Pusat Telp : Jl. Bina Marga No.32 B Kel.Ceger Kec.Cipayung - jakarta Timur Telp : Graha Kulawi Lantai II Jl. Casablanca No.1 Kel.Menteng dalam Kec.Tebet - Jakarta Selatan Telp : Fax : Gedung Kemang Point Lantai 2-04 Jl. Kemang raya No.3 Jakarta Selatan Telp : Jl. Perintis Kemerdekaan Kav.1 Pertokoan Pulomas Blok XII / 13 Rt.007 Rw.008 Pulogadung - Jakarta Timur 94 Non Elektromedik Non SterilElektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Non Elektromedik Steril HK.07.Alkes/IV/111/AK.2/2013 Graha BIP Lt.5 Jl. Gatot Subroto Kav.23 Jakarta Telp : Elektromedik HK.07.Alkes/IV/125/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/160/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/158/AK.2/2013 Jl. Agung Niaga IV Blok G.4 No.54 Kel.Sunter Agung Kec.Tanjung Priok - Jakarta Utara Telp : Fax : Jl. Pulogadung No.6 Kawasan Industri Pulo Gadung - Jakarta Timur Telp : Fatmawati Mas Blok I/113 Jl. RS. Fatmawati No.20 Cilandak - Jakarta Selatan Telp : PT. SURYA JAYA Komp. Perkantoran Taman Meruya Plaza II Blok B7 Meruya Utara Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/157/AK.2/2013 Non LESTARI , PT. MULTI MITRA Rukan Permata Senayan Blok C15 Jl. Tentara Pelajar Senayan - Jakarta Selatan HK.07.Alkes/IV/156/AK.2/2013 BIOTECH Telp : Elektromedik Steril PT. AIRINDO HK.07.Alkes/IV/167/AK.2/2013 Jl. Teuku Nyak Arif No.10 - Jakarta Selatan Telp : Non Elektromedik Non SterilNon

232 SENTRA MEDIKA PT. MASINDO SCIENTIFIC PT. BETA MEDICAL PT. UNOLAB MITRA PERSADA PT. NEOLAB PRIMA INDONESIA PT. ANDIARTA MATRA UTAMA PT. MERINDO MAKMUR PT. ASIATECHNIK UTAMA PT. AEROCOM JENCO INDONESIA PT. ERACITA ASTAMIDA PT. REGENESIS INDONESIA PT. INTI SAHABAT SUKSES INDONESIA PT. KAYAKU MAKMUR PT. IDS MEDICAL SYSTEMS INDONESIA HK.07.Alkes/IV/166/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/164/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/135/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/134/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/136/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/146/AK.2/2013 Grand Puri Niaga KG/3P, Puri Kencana - Jakarta Telp : , Jl. Petogokan I No.9A-B Rt.008 Rw.011 Kel. Gandaria Utara Kec. Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Telp : Komplek Ruko PTC Blok 8 No.17 Jl. Bekasi Raya Km.21 Rawa Terate Cakung - Jakarta Timur Telp : Fax : Komplek Roxy Mas Blok E2 / 20 Jl. KH. Hasyim Ashari No.125 Kel. Cideng Kec. Gambir - Jakarta Pusat Telp : Pusat Niaga Duta Mas Blok C2 No Jl. RS. Fatmawati 39 Jakarta Telp : Rukan Kencana Niaga D - 1 / 2 K Meruya Utara, Kembangan - Jakarta Barat Telp : HK.07.Alkes/IV/147/AK.2/2013 Jl. Percetakan Negara XI No.32 Jakarta Pusat Telp : HK.07.Alkes/IV/162/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/161/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/424/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/340/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/372/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/402/AK.2/2013 Jl. Pangeran Tubagus Angke Komp. Duta Square Blok A No.8 Jakarta Barat Telp : Komplek Kalbe Farma Jl. Jend. A Yani No.2 Pulomas - Jakarta Timur Telp : Jl. Panglima Polim Raya Blok B III No.7 Jakarta Selatan Telp : Komp. Ruko Mutiara Palem Blok C - 10 No.58 Rt.006 Rw.014 Cengkareng Timur - Jakarta Barat Telkp : Kelapa Gading Hypermall Lt. Dasar D 10 No.02 (DD.1002) Jl. Boulevard Barat Raya Kel. Kelapa Gading Kec. Kelapa Gading Jakarta Utara Telp : Gedung Wisma S. Parman Kav.76 Slipi Jakarta Telp : Fax : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. PARAWELL Jl. Gading Mediterania Florencia Blok A25 Kel.Kelapa Gading Barat HK.07.Alkes/IV/369/AK.2/2013 INDONESIA Kec.Kelapa Gading - Jakarta Utara Telp : Elektromedik PT. GEMILANG Jl. I Gusti Ngurah Rai Ruko Mall B III/12 Rt.008/12 Klender Duren sawit - HK.07.Alkes/IV/343/AK.2/2013 INDAH LESTARI Jakarta Timur Telp : PT. CGM INDONESIA HK.07.Alkes/IV/360/AK.2/2013 Mega Glodok Kemayoran Kanto Blok D No Jl. Angkasa Kav.B6 Kota Baru Bandar Kemayoran - Jakarta Telp : fax : Elektromedik PT. MUZAMAL HK.07.Alkes/IV/364/AK.2/2013 Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok I No.40 Jl.Letjen Suprapto, Kemayoran

233 VENTURES INDONESIA Jakarta Pusat Telp : Elektromedik Steril PT. MULTI SARANA Komplek Gading Bukit Indah Blok B No.1 Kelapa Gading - Jakarta Utara Non Elektromedik Non Steril Diagnostik HK.07.Alkes/IV/365/AK.2/2013 MEDIKA Telp : Reagen PT. WEGO MEDIKA Ketapang Business Centre Blok B.15 Jl. KH. Zainul Arifin No. 20 Jakarta Telp HK.07.Alkes/IV/336/AK.2/2013 INDONESIA : Non PT. HATPRIM Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 79 Kel.Tebet Timur Kec.Tebet - Jakarta HK.07.Alkes/IV/423/AK.2/2013 TERANU Selatan Telp : Elektromedik Steril PT. GLOBAL Jl. Kramat Asem Raya No.34 Rt.012 / 012 Utan Kayu Selatan Kec.Matraman - HK.07.Alkes/IV/324/AK.2/2013 MEDIKA ALKESINDO jakarta Timur Telp : rukan fatmawati festival blok a/19 jl. rs fatmawati no.50 PT. ILONG HK.07.Alkes/IV/332/AK.2/2013 cilandak barat - jakarta selatan telp : fax : PRAYATNA Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. MULTI SARANA Perkantoran Puri Niaga I Jl. Puri Kencana Blok K 7 No.3 P Jakarta Barat HK.07.Alkes/IV/322/AK.2/2013 BUANA Telp : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. ROSA MANDIRI HK.07.Alkes/IV/323/AK.2/2013 Gd. Istana Pasar Baru Lt.1 Unit 03 A Jl. Pintu Air Raya No Jakarta Pusat Telp : Elektromedik Steril PT. SEKARGUNA Jl. Ciputat Raya No.14B Kel.Pondok Pinang Kec.Kebayoran Lama - Jakarta HK.07.Alkes/IV/418/AK.2/2013 MEDIKA Selatan Telp : Fax : PT. MEGA MARADA HK.07.Alkes/IV/417/AK.2/2013 Jl. Pemuda Ruko Graha Mas Pemuda Blok AC 19 Rt. 003 / 009 Kel.Jati Kec.Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Komplek Taman Palem Lestari Ruko Pelangi Blok I/22 Jl. Kamal Raya PT. KARYA HK.07.Alkes/IV/416/AK.2/2013 Outeringroad Cengkareng - Jakarta Barat Telp : Fax : 021- PRATAMA PT. I-TECH LAFACOS HK.07.Alkes/IV/415/AK.2/2013 Ruko Graha Mas Pemuda Blok AC No Jl. Pemuda - Jakarta Timur Telp : fax : PT. SABA Jl. panjang No.7-9 Ruko Kedoya Elok Plaza DB.33 Jakarta Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/412/AK.2/2013 INDOMEDIKA fax : Elektromedik PT. HOYA LENS INDONESIA HK.07.Alkes/IV/271/AK.2/2013 Wisma Lumbini Lt.3 Jl. Tomang Raya No.53 Jakarta Barat Telp : Non Elektromedik Non Steril PT. SANABIL CITRA Jl. Arjuna Medika No.15 Rt.08 Rw.07 Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur Telp : Non Elektromedik Non SterilNon HK.07.Alkes/IV/265/AK.2/2013 MANDIRI Elektromedik Steril PT. NAULI MAKMUR HK.07.Alkes/IV/264/AK.2/2013 Jl. Raya Pasar Minggu No.27 Rt.005/03 Kel. Duren Tiga Kec. Pancoran - 96

234 GRAHA Jakarta Selatan Telp : PT. RENALMED Gedung Enseval Lantai 2 Jl. Pulo Lentut No.10 Kawasan Industri Pulogadung, HK.07.Alkes/IV/259/AK.2/2013 TIARA UTAMA Jakarta Timur Telp : PT. YORISDA ABADI HK.07.Alkes/IV/257/AK.2/2013 Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 57C Tebet Jakarta Selatan Telp : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik PT. REVASS UTAMA Gd. Cimako Lt.3 Jl. Dewi Sartika No.4B Rt.004 Rw.007 Kel.Cililitan HK.07.Alkes/IV/248/AK.2/2013 MEDIKA Kec.Kramat Jati - Jakarta Telp : Elektromedik Steril PT. REVEL MEGA Tomang Raya Kepa Utama No.771 A Rt.003 Rw.015 Kel. Tomang Kec.Grogol Non Elektromedik Non HK.07.Alkes/IV/249/AK.2/2013 PRATAMA Petamburan, Jakarta Barat Telp : SterilElektromedik PT. TRI PANCA Sentra Pemuda No.20 Lantai 3 Jl. Pemuda Kav.61 Rawamangun Kec. HK.07.Alkes/IV/272/AK.2/2013 DHARMA Pulogadung - Jakarta Timur Telp : PT. MINDRAY MEDICAL INDONESIA HK.07.Alkes/IV/254/AK.2/2013 The East 11 Floor Unit 08 Jl. Ide Anak Agung Gede Agung Kav.E3.2 No.1 Kuningan Timur, Jakarta Selatan Telp : PT. KALBE FARMA HK.07.Alkes/IV/253/AK.2/2013 Gedung Kalbe Jl. Letjen Suprapto Kav.4 Jakarta Pusat Telp : PT. DHARMA CIPTA ABADI PT. PENTASADA SURYA DINAMIKA PT. ERA SURYA PERSADA HK.07.Alkes/IV/178/AK.2/2013 Jl. Duri No.1 E Rt.02 Rw.01 Duri Kepa - Jakarta Barat Telp : HK.07.Alkes/IV/177/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/176/AK.2/2013 Kompleks City Resort Residence Rukan Hawaian Blok A-51 Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Jakarta Barat Telp : Graha Mas Pemuda Blok AD-12 Jl. Pemuda, Rawamangun, Jkaarta Telp : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril PT. OBAGI Jl. Petogogan II No.5 Kel.Pulo Kec.Kebayoran Baru - Jakarta Selatan Telp : HK.07.Alkes/IV/190/AK.2/2013 INDONESIA PT. PILAR REJEKI Jl. Raya Kelapa Hybrida Blok QJ.9 No.20 Kelapa Gading - Jakarta Utara Telp : HK.07.Alkes/IV/303/AK.2/2013 OPTIMA , PT. Non REKAMILENIUMIND HK.07.Alkes/IV/302/AK.2/2013 Jl. Tomang Raya No.51-B Jakarta Telp : , O SELARAS Jl. Pasar Baru No.101 Kel.Pasar Baru Kec.Sawah Besat - Jakarta Pusat Telp : PT. OPTIC SEIS JAYA HK.07.Alkes/IV/301/AK.2/ Elektromedik Steril PT. BIJE JAYA Jl. Gajah Mada No.3-5 Komplek Duta Merlin Blok F 4 Petojo Utara, Gambir, Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/282/AK.2/2013 PERDANA Jakarta Pusat Telp : Elektromedik PT. SEMERU HK.07.Alkes/IV/278/AK.2/2013 Jl. Hayam Wuruk 2 WW Jakarta Telp : Elektromedik

235 PERKASA PT. BUMI PARADISE HK.07.Alkes/IV/274/AK.2/2013 Jl. Kebon Bawang V No.24B Rt.001 Rw.06 Kebon Bawang Kec.Tanjung Priok - Jakarta Utara Telp : PT. MASTER DUTA HK.07.Alkes/IV/276/AK.2/2013 Jl. Bungur Besar Raya 85 Blok A4 Kemayoran, Jakarta Telp : PT. RAJAWALI KENCANA ABADI PT. ANUGRAH TIGA BERLIAN PT. OTSUKA INDONESIA PT. PUTRA KENCANA MANDIRI PT. SENTRA DIAGNOSTIK DINAMIKA PT. TERUMO INDONESIA PT. MASA LESTARI HUSADA PT. TRIJAYA MEDIKA FARMA PT. KATAMATA PT. TIENS INDONESIA LOGISTIC TRADING PT. ITAMA RANORAYA HK.07.Alkes/IV/295/AK.2/2013 Gedung Menara Jaya Lt.4 Jl. Warung Buncit Raya Rt.006/03 Kel.Kalibata Kec.Pancoran - Jakarta Selatan Telp : / HK.07.Alkes/IV/300/AK.2/2013 Jl. Pramuka No.12 A Jakarta Timur Telp : HK.07.Alkes/IV/299/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/279/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/290/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/462/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/468/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/447/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/444/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/443/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/455/AK.2/2013 Perkantoran Hijau Arkadia Tower A3rd Floor Jl. Letjen TB Simatupang Kav.88 Jakarta Telp : Jl. Buni No.89 A Kel.Munjul Kec.Cipayung - Jakarta Timur Telp : Ruko Cempaka Mas Blok O - 26 Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Telp : , Wisma Keiai Lt.5 Jl. Jend. Sudirman Kav.3 Jakarta Telp : Fax : Boulevard Gading Raya Bukit Gading Komplek Gading Mediterania Residence APT, Unit#RK/026/C Kelapa Gading - Jakarta Utara Telp : Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.15 Tebet - Jakarta Selatan Telp : Fax : Delta Building Jl. Suryo Pranoto No.1 Blok A/20 Jakarta Pusat Telp : Rukan Multiguna Blok C.5.P.Q.R Lantai 2 & 3 Jl. Rajawali Selatan Raya Blok C.5 No.2 Jakarta Utara Telp : /29 Fax : Gedung MT. Haryono Squere Lantai I Unit 1 Jl. Otto Iskandardinata Raya No.390 Kel. Bidara Cina Kec.Jatinegara, Jakarta Timur Telp : Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Elektromedik Non Elektromedik Steril Non Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril PT. THOMASONG Jl. AM Sangaji No.20A Kel. Petojo Utara Kec. Gambir - Jakarta Telp : 021- HK.07.Alkes/IV/457/AK.2/2013 Elektromedik Elektromedik NIRMALA Mengandung Bahan Pengion PT. MITRA FAJAR HK.07.Alkes/IV/450/AK.2/2013 Komplek Rukan PTC Blok 8C No Pulogadung, Jakarta Timur Telp : 021-

236 SELARAS Fax : Elektromedik Steril PT. KARINDO ALKESTRON PT. MEDIKON UTAMA PHARMALAB PT. MEUKEK BUMI LESTARI PT. ARUN KARYA HUTAMA PT. NAURA PERMATA NUSANTARA PT. TARGET PRIMA LESTARI PT. MEDIKA INDO BAVARIA PT. INTERNUSA INDONESIA INTERNATIONAL PT. GUNA HUSADA TALENTA PT. GALAXINDO MEDIATAMA PT. PICANTO REJEKI JAYA PT. MARNO MITRA MANDIRI PT. AMARTA INDONESIA MAKMUR PT. HOSPI TEKNIKA LKESINDO PT. SANTINA SEJAHTERA ABADI HK.07.Alkes/IV/449/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/474/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/432/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/431/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/434/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/440/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/363/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/202/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/201/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/231/AK.2/2013 Jl. Tomang Raya 17 Kel. Tomang Kec.Grogol Petamburan, Jakarta Barat Telp : , Jl. Pasar Minggu Raya No.15B Rt.001/07 Kel.Kalibata Kec.Pancoran - Jakarta Selatan Telp : Fax : Perkantoran Mitra Matraman Blok A 1-19 Jl. Matraman Raya No.148 Jakarta Timur Telp : , Jl. Kebon Jahe 2 No.23 Kel.Petojo Selatan Kec.Gambir - Jakarta Pusat Telp : Jl. Balai Pustaka Timur Blok J.225 E Lt.4 Rt.004 Rw.011 Kel.Rawamangun Kec.Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Jl. Sumur Bor No.40 A Rt.005 / Rw. 012 Kel. Kalideres Kec. Kalideres - Jakarta Telp : Ruko Green Garden Blok A 14 No.10 Kedoya Utara Kebon Jeruk - Jakarta Barat Telp : Ruko Mall Of Indonesia Jl. Boulevard Barat Raya Blok B No.46 Kel.Kelkapa Gading Barat Kec.Kelapa gading - Jakarta Utara Telp : Jl. Taman Alfa Indah Blok J 1 No.56 A1 Rt.010 Rw.07 Kel.Petukangan Utara Kec.Pesanggrahan - Jakarta Selatan Telp : Ruko Komplek Golden Plaza Fatmawati Blok G/10 Jl. RS. Fatmawati No.15 Jakarta Selatan 99 Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik HK.07.Alkes/IV/212/AK.2/2013 Jl. Rawa Bambu Raya No G Jakarta Telp : HK.07.Alkes/IV/227/AK.2/2013 Jl. Panjang No.1 Rt.016 Rw.009 Cipulir, Kebayoran Lama - Jakarta Selatan Telp : HK.07.Alkes/IV/226/AK.2/2013 Jl. Kramat Raya No.5 E Jakarta Telp : , HK.07.Alkes/IV/191/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/220/AK.2/2013 Komplek Ruko Tomang Tol Blok A 1 No.7 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk - Jakarta Telp : , Jl. Gading Kirana Timur Blok A 11 / 21 Kelapa Gading Barat - Jakarta Utara Telp : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik Elektromedik

237 PT. CIPTA SELARAS ABADI PT. SATYA ABADI VISIMED PT. SARANA MEDIKA INDONESIA PT. AVAIL ELOK INDONESIA PT. TRIGELS INDONESIA HK.07.Alkes/IV/213/AK.2/2013 Jl. Buncit Raya / Jl. Amil No.28 D Rt.002 / 005 Kel.Kalibata Kec.Pancoran Jakarta Selatan HK.07.Alkes/IV/222/AK.2/2013 Ruko Sentra Menteng Blok MN - 28 Jakarta Telp : HK.07.Alkes/IV/206/AK.2/2013 Jl. Percetakan negara II No.6 Jakarta Pusat Telp : , HK.07.Alkes/IV/194/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/188/AK.2/2013 Mal Taman Palem Lt.Dasar Blok A No Kel.Cengkareng Timur - Jakarta Barat Telp : Jl. Nusa Indah Raya No.J 17 Rt.013 Rw.03 Kel.Malaka Jaya Kec.Duren Sawit - Jakarta Telp : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril PT. DERMARELIS HK.07.Alkes/IV/187/AK.2/2013 Jl. Otista III C-16 Lt.2 Jakarta Timur Telp : Non Elektromedik Steril PT. BIONEER Gedung Oleos I Jl. Mampnag Prapatan No.139 Kalibata - Jakarta Selatan Telp : Non HK.07.Alkes/IV/138/AK.2/2013 INDONESIA PT. MEDITECH Komplek Harco Elektronik Mangga Dua Blok I No.5 Jl. Mangga Dua Raya - HK.07.Alkes/IV/200/AK.2/2013 INDONESIA Jakarta Pusat Telp : Elektromedik Steril Jl. Daan Mogot Kav.100 Blok AA No.11 Rt.017/002 Komp.Taman Surya I PT. GOLDEN SATR HK.07.Alkes/IV/373/AK.2/2013 Wijaya Kusuma Grogol petamburan - Jakarta Barat Telp : Fax : MEDPERDANA Elektromedik Mengandung Bahan Pengion PT. SUMBER MANDIRI ALKESTRON PT. U-SUN INTERNATIONAL PT. PUTRA KARYA SENTOSA PT. INTI GEMILANG ANUGERAH PT. POLINDO SOLUSI NUSANTARA HK.07.Alkes/IV/388/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/398/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/367/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/396/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/350/AK.2/2013 Komp. Ruko Griya Inti Sentosa Jl. Griya Agung Blok O No.95 Sunter Agung Tanjung Priok, Jakarta Telp : Fax : Perkantoran Taman Meruya Blok N No.5 Jakarta Telp : Fax : Jl. Pule No.1 Rt.014 Rw.010 Kel.Ciracas Kec.Ciracas Jakarta Timur Telp : Daan Mogot Baru Blok KJE No.3 Kel. Kalideres Kec. Kalideres Jakarta Barat Telp : Rukan Grand Palace Jl. Raya Pasar Minggu Km.16 No.16D Pancoran - Jakarta Selatan Telp : PT. MEDITERA HK.07.Alkes/IV/333/AK.2/2013 Taman Meruya Ilir Blok A18 No.8H Jakarta Telp : PT. SIEMENS INDONESIA HK.07.Alkes/IV/374/AK.2/2013 Jl. Jend. Ahmad Yani No.2 Kav Kel.kayu Putih Kec.Pulogadung - Jakarta Timur Telp : Non Elektromedik Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Diagnostik

238 PT. MULTI INDOCITRA Tbk PT. ANTARMITRA SEMBADA PT. PENDAR ANDHIKA PARAMARTHA PT. GLOBAL MEDIKA TEKNOLOGIA PT. EASMED PT. PRIMA ABADI SENTOSA MEDICAL PT. AKACO HK.07.Alkes/IV/403/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/399/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/384/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/386/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/476/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/496/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/479/AK.2/2013 Green Central City Comercial Area Lantai 6 Jl. Gajah Mada No.188 Jakarta Telp : Jl. Pos Pengumben Raya No.8 Rt.005 Rw.05 Kel.Sukabumi Selatan Kec.Kebon Jeruk, Jakarta Barat Telp : Komplek Ruko Cempaka Mas Blok C No.9 Kel.Sumur Batu Kec.Kemayoran - Jakarta Pusat Telp : Gedung AGP Lantai 2 No.209 Jl. Pegangsaan Timur No.1 Menteng - Jakarta Pusat Telp : , Wisma IWI Jl. Arjuna Selatan Kav.75 3rd Floor, Suite Jakrta Telp : Fax Jl. Anggrek Raya No.12 A Rt.014 Rw.012 Kel.Cewngkareng Barat Kec. Cengkareang - Jakarta Barat Telp : , Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.70 Jakarta Selatan Telp/Fax : / PT. TBT INDONESIA HK.07.Alkes/IV/480/AK.2/2013 Jl. Kebon Sirih Barat No.3 Menteng - Jakarta Pusat Telp : PT. NEURAL TECHNOLOGIES INDONESIA PT. SARANA MAKMUR ABADI PT. GLOBAL PROMEDIKA SERVICE PT. BEIERSDORF INDONESIA PT. VISI CARE INDONESIA PT. ALPHASAINS DINAMIKA PT. PACIFIC BIOTEKINDO INTRALAB HK.07.Alkes/IV/481/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/504/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/494/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/588/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/591/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/538/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/548/AK.2/2013 Jl. Halimun No.37 Rt.008 Rw.002 Kel.Guntur Kec.Setiabudi, Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Raya Hankam No.27 Rt.02 Rw.03 Kel.Bambu Apus Kec.Cipayung - Jakarta Timur Telp : Fax : Gedung Bersaudara Lt.4 Jl.Penjernihan I No.38 Jakarta Pusat Telp : Gd. Ratu Prabu 2 Lt.5 Jl. TB Simatupang Kav. 1 B Pasar Minggu - Jakarta Selatan Telp : Jl. Melawai Raya No Keramat Pela, Kebayoran Baru - Jakarta Telp : Jl. Raya Pondok Gede No.37 B Kel.Dukuh Kec.Kramat Jati - Jakarta Timur Telp : Fax : Komplek perkantoran taman pulo gebang Blok A3 No Jl. Raya Bekasi Km.24 Jakarta Telp : Reagen Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik Non Elektromedik Non Steril Non Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Diagnostik Reagen PT. DIMAR ABADI HK.07.Alkes/IV/539/AK.2/2013 Komp. Ruko Mall Klender Blok B/3 No.25 Jl. I Gusti Ngurah Ray Kel. Klender Non Elektromedik Non Steril

239 SENTOSA Kec.Duren sawit - Jakarta Timur Telp : Fax : Elektromedik PT. NANOSAINS Jl. Raya Pondok Gede No.10 B Kel.Dukuh Kec.Kramat Jati - Jakarta Timur HK.07.Alkes/IV/540/AK.2/2013 DINAMIKA Telp : fax : Darmawangsa Square-Unit 57 Lt.3 Jl. Darmawangsa VI - IX, Kel. Pulo Kec. PT. BALI GIGI HK.07.Alkes/IV/580/AK.2/2013 Kebayoran baru, Jakarta Selatan Telp : , fax : 021- KLINIK PT. WAHYU PRATAMA SUKSES PT. BINTANG SHAFWAN PT. MEDTRONIC INDONESIA PT. STERLING products INDONESIA PT. DANPAC PHARMA PT. AVENTIS PHARMA PT. BOSTON SCIENTIFIC INDONESIA PT. SABEE MUTUWAH PT. PISMA MEDICA INDONESIA PT. AGENA MEDIKA PT. BARATA INDAH WIBAWA PT. TRIADI LINTAS PERSADA PT. PHARMACORE COSMECEUTICALS PT. ARKRAY HK.07.Alkes/IV/556/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/559/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/560/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/568/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/569/AK.2/2013 Jl. Raya Pulo Gebang Permai Blok D4 No.10 Rt.003/009 Kel. Pulo Gebang Kec. cakung - Jakarta Timur Telp : , Jl. Kelapa Dua Wetan Cibubur Indah V Blok S1 No.1 Ciracas, Jakarta Timur Telp : , Gedung Bursa Efek Indonesia Tower II Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman Kav Kebayoran baru - Jakarta Selatan Telp : fax : / Graha Paramita Lt.5 Jl. Denpasar raya Blok D.2 Kuningan Jakarta Selatan Telp : Gd. Apartemen Permata Executive Lt.2 Jl. Pos Pengumben Raya Kelapa Dua Rt.001/006 Kel. Kelapa Dua Kec. Kebon Jeruk - Jakarta Barat Telp : HK.07.Alkes/IV/572/AK.2/2013 Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pulo Mas jakarta Telp : HK.07.Alkes/IV/573/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/667/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/664/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/619/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/645/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/649/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/652/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/653/AK.2/2013 Gd. Tamara Center Lantai 8 Suite 805 Jl. Jenderal Sudirman Kav.24 Kel. Karet Kec. Setiabudi - Jakarta Selatan Telp : fax : Jl. Raya Pasar Minggu No. 11 DF Km. 18 Pejaten Timur, Jakarta Selatan Telp : , Fax : Jl. Percetakan Negara XI No. 36 Jakarta pusat Telp : fax : Komplek Perkantoran Jembatan Lima Blok A.8 Jl. K.H. Moch Mansyur No. 15 Jakarta Telp : , Fax : Perkantoran Graha Mas Pemuda Blok AB No. 17 Jl. Pemuda, Pulogadung - Jakarta Timur Telp : fax : Komp. Ruko Rawasari Mas Blok B 17 Jl. Percetakan Negara No. C 36 Kec. Cempaka Putih - Jakarta Pusat Telp : fax : Jl. Arjuna Utara No. 52 Kebon Jeruk - Jakarta Barat Telp : Fax : Gedung Mega Plaza Lt. 12 Jl. HR. Rasuna Said Kav. C - 3 Jakarta Selatan Telp : fax : Non Elektromedik Non Steril Elektromedik 102 Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Steril Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non

240 103 PT. PATRIOT MEDIKA NUSANTARA PT. PHILIPS INDONESIA COMMERCIAL PT. DJAJA BIMA AGUNG PT. TRI SRIKANDI JAYA INDONESIA PT. INDOFARMA GLOBAL MEDIKA PT. KARANGSARI CIPTA MANDIRI PT. BUMI INDAH PUTRA PT. K-LINK INDONESIA PT. OMRON HEALTHCARE INDONESIA PT. TRIMEGAH SENTOSA MANDIRI PT. TRI BROTHER KARYA PT. BATANGHARI KARYA MANDIRI PT. SIGMA TETRA SOLUSI PT. BARATA TEGUH HUSADA PT. TIGA INDO MUDA PT. TRANSMEDIC INDONESIA HK.07.Alkes/IV/656/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/657/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/671/AK.2/2013 Gedung Wijaya Graha Puri Blok G No. 1 Lt.2 Jl. Wijaya II - jakarta Selatan Telp/Fax : Jl. Buncit Raya Kav Jakarta Selatan Telp : Fax : Jl. Pemuda Komplek Taman Berdikari Blok B Kav. No.3 Kel. Jati Kec. Pulogadung, Jakarta Timur Telp : fax : HK.07.Alkes/IV/723/AK.2/2013 " Ruko Sunter Icon Elektromedik HK.07.Alkes/IV/695/AK.2/2013 Jl. Griya Sejahtera Blok C No. 6 Rt. 008 Rw. 004 HK.07.Alkes/IV/745/AK.2/2013 Kel. Sunter Agung Kec. Tanjung Priok HK.07.Alkes/IV/604/AK.2/2013 Jakarta Utara Telp : Fax : " Elektromedik Mengandung Bahan Pengion Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik HK.07.Alkes/IV/675/AK.2/2013 " Komplek Infinia Park, Non Elektromedik Non Steril HK.07.Alkes/IV/611/AK.2/2013 Jl. Dr. Saharjo No. 45 Blok B.86 Elektromedik HK.07.Alkes/IV/624/AK.2/2013 Jakarta Selatan HK.07.Alkes/IV/615/AK.2/2013 Telp : Fax : " HK.07.Alkes/IV/715/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/691/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/687/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/686/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/683/AK.2/2013 Jl. Cideng Timur No. 61 Kel.Petojo Selatan Kec.Gambir - Jakarta Pusat Telp : Jl. Kejaksaan Blok D No.85 Rt.011 Rw.011 Kel.Pondok Bambu Kec. Duren sawit, Jakarta Timur Telp : , K-LINK Tower Jl. Gatot Subroto Kav.59 Lt.10 Jakarta Selatan Telp : Fax : Menara Bidakara 1 Lanta1 22 Jl. Gatot Subroto Kav Jakarta Selatan Telp : Jl. Dr. Saharjo No.181 E Manggarai Selatan - Jakarta Selatan Telp : Fax : Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik Non Elektromedik Non SterilElektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik Mengandung Bahan Pengion

241 PT. SANG NAGA BERLIAN PT. GRAHA MEGATAMA INDONESIA PT. OSY MED PT. PROCARRE INTERNATIONAL PT. CITRA DIAN PRATAMA PT. KURNIA SARANA ABADI HK.07.Alkes/IV/677/AK.2/2013 Mutiara Taman Palem Blok A 7 No. 3 Cengkareng Timur - Jakarta Barat Telp : HK.07.Alkes/IV/742/AK.2/2013 Jl. Daan Mogot No. 88 Kalideres Jakarta Barat Telp/Fax : HK.07.Alkes/IV/598/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/597/AK.2/2013 HK.07.Alkes/IV/381/AK.2/2011 HK.07.Alkes/IV/524/AK.2/2013 Gd. Dwima Plaza I Lt.6 R.606 Jl. Jend. Ahmad Yani Kav.67 Jakarta Pusat Telp : fax : Graha Mas Pemuda Blok AD No.23 Jl. Pemuda, Pulogadung - Jakarta Timur Telp : fax : Palma One Building Lt.11 Suite 1108 Jl. Hr. rasuna Said Kav. X - 2 No.4 Jakarta Selatan Telp : Fax : Perkantoran Menara Era Unit G-01 Jl. Senen Raya No Senen Jakarta Pusat Telp : fax : Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik SterilElektromedik Non Elektromedik Non SterilNon Elektromedik Steril Elektromedik Steril Non Elektromedik Non Steril Elektromedik Elektromedik

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI PBF PT SAMMARIE TRAMEDIFA JL. CIPINANG MUARA 1 NO.23 C, PONDOK BAMBU, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA PERIODE 3 APRIL 17 MEI 2013

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT SAMMARIE TRAMEDIFA JL. CIPINANG MUARA 1 NO.23 C, PONDOK BAMBU, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA PERIODE 17 JUNI 2013 15 JULI 2013

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1148/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1148/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1148/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1148/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1148/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1148/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.1.34.11.12.7542 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN TEKNIS CARA DISTRIBUSI OBAT

Lebih terperinci

No Kode DAR2/Profesional/582/010/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 010: CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK. Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt.

No Kode DAR2/Profesional/582/010/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 010: CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK. Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt. No Kode DAR2/Profesional/582/010/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 010: CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Riset, Teknologi

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.1.34.11.12.7542 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN TEKNIS CARA DISTRIBUSI OBAT

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION JALAN BUDI UTOMO NO. 1 JAKARTA PUSAT PERIODE 6 JANUARI - 17 FEBRUARI 2014 LAPORAN PRAKTEK KERJA

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK

PEDOMAN TEKNIS CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK 7 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.1.34.11.12.7542 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN TEKNIS CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK PEDOMAN TEKNIS CARA DISTRIBUSI

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION JL. BUDI UTOMO NO. 1 JAKARTA PUSAT PERIODE 23 SEPTEMBER 01 NOVEMBER 2013 LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 1148/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION JL. BUDI UTOMO NO. 1 JAKARTA PUSAT PERIODE 6 JANUARI 17 FEBRUARI 2014 LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT. KIMIA FARMA TRADING AND DISTRIBUTION JL. BUDI UTOMO NO. 1 JAKARTA PUSAT PERIODE 23 SEPTEMBER 01 NOVEMBER 2013 LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Obat merupakan komoditi utama yang digunakan manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Obat merupakan komoditi utama yang digunakan manusia untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Obat merupakan komoditi utama yang digunakan manusia untuk menunjang kesehatannya. Semua orang rela mengeluarkan uangnya untuk mendapatkan kesehatan, bahkan

Lebih terperinci

2017, No Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3671); 3. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (

2017, No Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3671); 3. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ( No.276, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKES. Apotek. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN

Lebih terperinci

PEDAGANG BESAR FARMASI. OLEH REZQI HANDAYANI, M.P.H., Apt

PEDAGANG BESAR FARMASI. OLEH REZQI HANDAYANI, M.P.H., Apt PEDAGANG BESAR FARMASI OLEH REZQI HANDAYANI, M.P.H., Apt Obat / Bahan Obat Ketersediaan Keterjangkauan Konsumen Aman Mutu Berkhasiat PBF LAIN PBF: Obat BBF INDUSTRI FARMASI 2 DASAR HUKUM Undangundang UU

Lebih terperinci

REGULASI PENGELOLAAN DISTRIBUSI OBAT DAN URGENCY SERTIFIKASI CDOB

REGULASI PENGELOLAAN DISTRIBUSI OBAT DAN URGENCY SERTIFIKASI CDOB REGULASI PENGELOLAAN DISTRIBUSI OBAT DAN URGENCY SERTIFIKASI CDOB Disampaikan oleh: Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik & PKRT Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IKATAN APOTEKER INDONESIA Tangerang

Lebih terperinci

Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Izin Pedagang Besar Farmasi dengan data sebagai berikut:

Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan Izin Pedagang Besar Farmasi dengan data sebagai berikut: Formulir 1 Nomor : Perihal : Permohonan Izin Pedagang Besar Farmasi Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di - JAKARTA Bersama ini kami mengajukan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA DI PT. TATARASA PRIMATAMA JALAN SUTERA NIAGA III NO. 1, ALAM SUTERA SERPONG, TANGERANG PERIODE 03 MARET 25 APRIL 2014

UNIVERSITAS INDONESIA DI PT. TATARASA PRIMATAMA JALAN SUTERA NIAGA III NO. 1, ALAM SUTERA SERPONG, TANGERANG PERIODE 03 MARET 25 APRIL 2014 UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT. TATARASA PRIMATAMA JALAN SUTERA NIAGA III NO. 1, ALAM SUTERA SERPONG, TANGERANG 15325 PERIODE 03 MARET 25 APRIL 2014 LAPORAN PRAKTEK

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) TRAMEDIFA Jl. CIPINANG MUARA I NO. 23C, PONDOK BAMBU, DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR PERIODE 18 FEBRUARI 28 MARET

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Obat Jadi dan Industri Bahan Baku Obat. Definisi dari obat jadi yaitu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Obat Jadi dan Industri Bahan Baku Obat. Definisi dari obat jadi yaitu BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Industri Farmasi 1. Pengertian Industri Farmasi Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 245/MenKes/SK/V/1990 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Izin

Lebih terperinci

Perencanaan. Pengadaan. Penggunaan. Dukungan Manajemen

Perencanaan. Pengadaan. Penggunaan. Dukungan Manajemen Perencanaan Penggunaan Pengadaan Dukungan Manajemen Distribusi Penyimpanan Menjamin tersedianya obat dgn mutu yang baik, tersebar secara merata dan teratur, sehingga mudah diperoleh pada tempat dan waktu

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 TENTANG REGISTRASI, IZIN PRAKTIK, DAN IZIN KERJA TENAGA KEFARMASIAN

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 TENTANG REGISTRASI, IZIN PRAKTIK, DAN IZIN KERJA TENAGA KEFARMASIAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 TENTANG REGISTRASI, IZIN PRAKTIK, DAN IZIN KERJA TENAGA KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1799/MENKES/PER/XII/2010 TENTANG INDUSTRI FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1799/MENKES/PER/XII/2010 TENTANG INDUSTRI FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 1799/MENKES/PER/XII/2010 TENTANG INDUSTRI FARMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa pengaturan tentang Industri Farmasi yang komprehensif

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TAHUN 2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TAHUN 2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TAHUN 2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Industri farmasi diwajibkan menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Hal ini didasarkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.43/MENKES/SK/II/1988 tentang CPOB dan Keputusan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Farmasi 2.1.1 Pengertian Industri Farmasi Industri farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gudang merupakan sarana pendukung kegiatan produksi industri farmasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gudang merupakan sarana pendukung kegiatan produksi industri farmasi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Gudang merupakan sarana pendukung kegiatan produksi industri farmasi yang berfungsi untuk menyimpan bahan baku, bahan kemas dan obat jadi yang belum didistribusikan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Farmasi Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 tentang Ketentuan dan Tata cara Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1175/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG IZIN PRODUKSI KOSMETIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1175/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG IZIN PRODUKSI KOSMETIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1175/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG IZIN PRODUKSI KOSMETIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Viddy A R. II Selasa, 5 September 2017

Viddy A R. II Selasa, 5 September 2017 INDUSTRI No. Tanggal Topik/Pokok Bahasan Substansi materi Dosen I Selasa, 29 Agustus 2017 Pendahuluan -Ruang lingkup industri farmasi -Pemenuhan CPOB -Jenis-jenis industri farmasi -Ciri-ciri industri farmasi

Lebih terperinci

Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)

Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) BPOM dalam mengawal obat Visi : Obat dan makanan terjamin aman,bermutu dan berkhasiat. Misi: Melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA SERTIFIKASI CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA SERTIFIKASI CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA SERTIFIKASI CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK DENGAN

Lebih terperinci

Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera, serta memperkuat perekonomian negara dan daya saing bisnis

Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera, serta memperkuat perekonomian negara dan daya saing bisnis Nawa Cita Inpres Nomor 6 Tahun 2016 Nomor 5: Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia Nomor 6: Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional Nomor 7: Mewujudkan kemandirian

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Kosmetika. Izin Produksi.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Kosmetika. Izin Produksi. No.396, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Kosmetika. Izin Produksi. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1175/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG IZIN PRODUKSI KOSMETIKA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Industri farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Industri farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Farmasi 2.1.1 Pengertian Industri Farmasi Industri farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan aksesibilitas,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 63

Lebih terperinci

No Kode DAR2/Profesional/582/011/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 011: DISTRIBUSI OBAT-OBAT KHUSUS. Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt.

No Kode DAR2/Profesional/582/011/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 011: DISTRIBUSI OBAT-OBAT KHUSUS. Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt. No Kode DAR2/Profesional/582/011/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 011: DISTRIBUSI OBAT-OBAT KHUSUS Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Riset, Teknologi dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 TENTANG REGISTRASI, IZIN PRAKTIK, DAN IZIN KERJA TENAGA KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 1191/MENKES/SK/IX/2002

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 1191/MENKES/SK/IX/2002 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 1191/MENKES/SK/IX/2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR: 918/MENKES/PER/X/1993 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI MENTERI KESEHATAN Menimbang : a.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Industri Farmasi. Industri farmasi menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor. 245/Menkes/V/1990 adalah industri obat jadi dan industri bahan baku obat. Industri

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 22 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN APOTEK

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 22 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN APOTEK BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 22 TAHUN 2018 TENTANG PENYELENGGARAAN APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa untuk mendukung

Lebih terperinci

PENDIRIAN APOTEK. Heru Sasongko, S.Farm.,Apt.

PENDIRIAN APOTEK. Heru Sasongko, S.Farm.,Apt. PENDIRIAN APOTEK Heru Sasongko, S.Farm.,Apt. PENGERTIAN ISTILAH Apotek (kepmenkes 1027 standar pelayanan kefarmasian di apotek) adalah tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI PT. KIMIA FARMA PLANT MEDAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI PT. KIMIA FARMA PLANT MEDAN LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI DI PT. KIMIA FARMA PLANT MEDAN DISUSUN OLEH : ERNITA, S. Farm 093202016 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

Lebih terperinci

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 918/MENKES/PER/X/1993 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI MENTERI KESEHATAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 918/MENKES/PER/X/1993 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI MENTERI KESEHATAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 918/MENKES/PER/X/1993 TENTANG PEDAGANG BESAR FARMASI MENTERI KESEHATAN Menimbang : a. Mengingat b. 1. 2. 3. 4. bahwa persyaratan tentang pedagang besar farmasi seperti

Lebih terperinci

PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR... TAHUN... TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN OBAT-OBAT TERTENTU YANG SERING DISALAHGUNAKAN

PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR... TAHUN... TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN OBAT-OBAT TERTENTU YANG SERING DISALAHGUNAKAN Masukan dapat kami terima selambat-lambatnya tanggal 12 Februari 2018 dan diperpanjang sampai dengan 19 Februari 2018 melalui email: 1. [email protected] 2. [email protected] PERATURAN BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM. Pasal 1

KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 terdiri dari industri obat jadi dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 terdiri dari industri obat jadi dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Farmasi 2.1.1 Pengertian Industri Farmasi Industri farmasi menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 245/Menkes/SK/V/1990 terdiri dari industri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Telah dirumuskan dalam UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yang menyatakan bahwa kesehatan adalah suatu keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Industri Farmasi. Perizinan. Penyelenggaraan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Industri Farmasi. Perizinan. Penyelenggaraan. No.721, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Industri Farmasi. Perizinan. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1799/MENKES/PER/XII/2010 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN OBAT-OBAT TERTENTU YANG SERING DISALAHGUNAKAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN OBAT-OBAT TERTENTU YANG SERING DISALAHGUNAKAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN OBAT-OBAT TERTENTU YANG SERING DISALAHGUNAKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk mewujudkan masyarakat yang sehat melalui penyediaan obat berkualitas

BAB I PENDAHULUAN. untuk mewujudkan masyarakat yang sehat melalui penyediaan obat berkualitas BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Peranan industri farmasi sangat penting dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat melalui penyediaan obat berkualitas yang dibutuhkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1190/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1190/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1190/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN KESEHATAN. Industri. Usaha Obat. Tradisional. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN KESEHATAN. Industri. Usaha Obat. Tradisional. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK INDONESIA No.225, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Industri. Usaha Obat. Tradisional. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 006 TAHUN 2012 TENTANG INDUSTRI

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2011 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2011 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR HK.03.1.5.12.11.09955 TAHUN 2011 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 006 TAHUN 2012 TENTANG INDUSTRI DAN USAHA OBAT TRADISIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 006 TAHUN 2012 TENTANG INDUSTRI DAN USAHA OBAT TRADISIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 006 TAHUN 2012 TENTANG INDUSTRI DAN USAHA OBAT TRADISIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.00.05.1.3459 TENTANG PENGAWASAN PEMASUKAN OBAT IMPOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

Lebih terperinci

Formulir 1 PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/INDUSTRI EKSTRAK BAHAN ALAM Nomor Lampiran Permohonan Persetujuan Prinsip Industri Obat Tradisional/Industri Ekstrak Bahan Alam Yang

Lebih terperinci

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 284/MENKES/PER/III/2007 TENTANG APOTEK RAKYAT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 284/MENKES/PER/III/2007 TENTANG APOTEK RAKYAT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 284/MENKES/PER/III/2007 TENTANG APOTEK RAKYAT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan dan memperluas akses

Lebih terperinci

Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) Mata Kuliah : Rancangan Produk Industri (2 SKS) Dosen : Kuni Zu aimah B.,S.Farm., M.Farm., Apt.

Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) Mata Kuliah : Rancangan Produk Industri (2 SKS) Dosen : Kuni Zu aimah B.,S.Farm., M.Farm., Apt. Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) Mata Kuliah : Rancangan Produk Industri (2 SKS) Dosen : Kuni Zu aimah B.,S.Farm., M.Farm., Apt. Industri farmasi harus membuat obat sedemikian rupa agar

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI. 1799/Menkes/Per/XII/2010 adalah badan usaha yang memiliki izin dari menteri

BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI. 1799/Menkes/Per/XII/2010 adalah badan usaha yang memiliki izin dari menteri BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI 2.1 Industri Farmasi 2.1.1 Pengertian Industri Farmasi Industri Farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1799/Menkes/Per/XII/2010 adalah badan usaha yang memiliki

Lebih terperinci

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM. Universitas Sumatera Utara

BAB II TINJAUAN UMUM. Universitas Sumatera Utara BAB II TINJAUAN UMUM 2.1 Industri Farmasi Industri farmasi adalah industri obat jadi dan industri bahan baku obat. Industri farmasi sebagai industri penghasil obat, dituntut untuk dapat menghasilkan obat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berfungsi untuk menyimpan bahan baku, bahan kemas, dan obat jadi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang berfungsi untuk menyimpan bahan baku, bahan kemas, dan obat jadi yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Gudang merupakan sarana pendukung kegiatan produksi industri farmasi yang berfungsi untuk menyimpan bahan baku, bahan kemas, dan obat jadi yang belum didistribusikan.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1189/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PRODUKSI ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1189/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PRODUKSI ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1189/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PRODUKSI ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI. PT. Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Medan

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI. PT. Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Medan LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI di PT. Kimia Farma (Persero) Tbk Plant Medan Disusun Oleh : Astrie Rezky, S. Farm. 093202004 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Lembar

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : a. BUPATI BANDUNG BARAT, bahwa dalam rangka mengendalikan

Lebih terperinci

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 03 TAHUN 2014 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 03 TAHUN 2014 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 03 TAHUN 2014 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTABARU, Menimbang

Lebih terperinci

UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS INDONESIA UNIVERSITAS INDONESIA LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI PT. SYDNA FARMA JL. RC. VETERAN NO. 89 BINTARO, JAKARTA SELATAN PERIODE 1 APRIL 3 JUNI 2013 LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER KARTIKA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PEKERJAAN KEFARMASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Industri Farmasi Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.245 /Menkes/VI/1990, industri farmasi adalah industri obat jadi dan industri

Lebih terperinci

PERATURAN PERUNDANGAN PRAKTEK APOTEKER

PERATURAN PERUNDANGAN PRAKTEK APOTEKER PERATURAN PERUNDANGAN PRAKTEK APOTEKER Oleh Dra. Liza Pristianty,MSi,MM,Apt Fakultas Farmasi Universitas Airlangga PC IAI Surabaya Disampaikan pada pertemuan Korwil PC Surabaya Tanggal 9,16 dan 23 April

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN 2015 TENTANG APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN 2015 TENTANG APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Draft 07 Januari 2016 RANCANGAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN 2015 TENTANG APOTEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUBLIK GERAI PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SEKTOR KESEHATAN

STANDAR PELAYANAN PUBLIK GERAI PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SEKTOR KESEHATAN STANDAR PUBLIK GERAI PERIZINAN TERPADU SEKTOR KESEHATAN NO 1 2 3 4 5 6 IZIN 9 hari kerja Tdak dipungut 1 Surat Izin Bidan (SIB) Surat Izin Bidan (SIB) kepada Kepala Dinas Kesehatan Pemohon datang sendiri

Lebih terperinci

SOSIALISASI JUKLAK PMK 31/2016. SE No. HK MENKES ttg JUKLAK Registrasi, Izin Praktik da Izin Kerja Tenaga Kefarmasian

SOSIALISASI JUKLAK PMK 31/2016. SE No. HK MENKES ttg JUKLAK Registrasi, Izin Praktik da Izin Kerja Tenaga Kefarmasian SOSIALISASI JUKLAK PMK 31/2016 SE No. HK.02.02-MENKES-24-2017 ttg JUKLAK Registrasi, Izin Praktik da Izin Kerja Tenaga Kefarmasian Pendahuluan Untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan hukum

Lebih terperinci

Jangka waktu penyelesaian adalah 4 hari kerja, jika berkas lengkap. Izin Usaha Kecil Obat Tradisional (IUKOT)

Jangka waktu penyelesaian adalah 4 hari kerja, jika berkas lengkap. Izin Usaha Kecil Obat Tradisional (IUKOT) 1. Izin Usaha Kecil Obat Tradisional (IUKOT) Surat permohonan bermeterai Rp. 6.000,- ditujukan kepada Gubernur NTT Cq. Kepala KPPTSP Provinsi NTT dengan tembusan Kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.657, 2013 KEMENTERIAN KESEHATAN. Pemeriksaan Kesehatan. Calon Tenaga Kerja Indonesia. Pelayanan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29

Lebih terperinci

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESiA PERA TURAN MENTERI KESEHA TAN REPUBLIK NOMOR 1175/MENKES/PERNIII/2010 TENTANG IZIN PRODUKSI KOSMETIKA

MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESiA PERA TURAN MENTERI KESEHA TAN REPUBLIK NOMOR 1175/MENKES/PERNIII/2010 TENTANG IZIN PRODUKSI KOSMETIKA MENTERIKESEHATAN REPUBLIK INDONESiA PERA TURAN MENTERI KESEHA TAN REPUBLIK NOMOR 1175/MENKES/PERNIII/2010 INDONESIA TENTANG IZIN PRODUKSI KOSMETIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHA TAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PENDAFTARAN PANGAN OLAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Lafi Ditkesad)

BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Lafi Ditkesad) BAB II TINJAUAN UMUM INDUSTRI FARMASI 2.1 Perkembangan Lafi Ditkesad Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (Lafi Ditkesad) merupakan lembaga yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Lebih terperinci

BAB 11: PERBEKALAN FARMASI

BAB 11: PERBEKALAN FARMASI SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 FARMASI BAB 11: PERBEKALAN FARMASI Nora Susanti, M.Sc, Apk KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2016 BAB XI PERBEKALAN

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI DI PT. KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk PLANT MEDAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI DI PT. KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk PLANT MEDAN LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI FARMASI INDUSTRI DI PT. KIMIA FARMA (PERSERO) Tbk PLANT MEDAN DISUSUN OLEH : SRI ROMAITO HASIBUAN, S.Farm 093202065 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/INDUSTRI EKSTRAK BAHAN ALAM

PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/INDUSTRI EKSTRAK BAHAN ALAM 2012, No.225 20 Formulir 1 PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/INDUSTRI EKSTRAK BAHAN ALAM Nomor Lampiran Permohonan Persetujuan Prinsip Industri Obat Tradisional/Industri Ekstrak

Lebih terperinci

Tugas Individu Farmasi Industri. Uraian Tugas Kepala Bagian Produksi, Pengawasan Mutu dan Pemastian Mutu

Tugas Individu Farmasi Industri. Uraian Tugas Kepala Bagian Produksi, Pengawasan Mutu dan Pemastian Mutu Tugas Individu Farmasi Industri Uraian Tugas Kepala Bagian Produksi, Pengawasan Mutu dan Pemastian Mutu Disusun Oleh : Eka Wahyu Lestari 14340004 Dosen : Drs. Kosasih, M.Sc., Apt. Program Profesi Apoteker

Lebih terperinci

PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/INDUSTRI EKSTRAK BAHAN ALAM

PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/INDUSTRI EKSTRAK BAHAN ALAM Formulir 1 PERMOHONAN PERSETUJUAN PRINSIP INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/INDUSTRI EKSTRAK BAHAN ALAM Nomor Lampiran Permohonan Persetujuan Prinsip Industri Obat Tradisional/Industri Ekstrak Bahan Alam Yang

Lebih terperinci

WALIKOTA PALANGKA RAYA

WALIKOTA PALANGKA RAYA 1 WALIKOTA PALANGKA RAYA PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PALANGKA RAYA, Menimbang : a. bahwa usaha

Lebih terperinci

a. bahwa apotek dan pedagang eceran obat merupakan pelayanan kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh swasta;

a. bahwa apotek dan pedagang eceran obat merupakan pelayanan kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh swasta; BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2006 NOMOR 10 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 19 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN APOTEK DAN PEDAGANG ECERAN OBAT (TOKO OBAT) WALIKOTA BOGOR, Menimbang: a. bahwa

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.442, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Industri Farmasi. Perizinan. Penyelenggaraan. Perubahan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG

Lebih terperinci

2016, No Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaha

2016, No Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaha No.712, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAKER. LPK. Perizinan. Pendaftaran. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PERIZINAN

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI

BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI BUPATI LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK UTARA, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAGELANG, Menimbang : a. bahwa jasa konstruksi mempunyai

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN KETENAGALISTRIKAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN KETENAGALISTRIKAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN KETENAGALISTRIKAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT, Menimbang : a. bahwa tenaga listrik memiliki

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA APOTEK DAN IZIN USAHA PEDAGANG ECERAN OBAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA APOTEK DAN IZIN USAHA PEDAGANG ECERAN OBAT PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG IZIN USAHA APOTEK DAN IZIN USAHA PEDAGANG ECERAN OBAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

2015, No.74 2 Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 T

2015, No.74 2 Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 T BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.74, 2015 KEMENKES. Narkotika. Psikotropika. Prekursor Farmasi. Pelaporan. Pemusnahan. Penyimpanan. Peredaran. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci