Erninda Nurrahmah

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Erninda Nurrahmah"

Transkripsi

1 PERANCANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN PRINSIP KINERJA ISO 38500:2008 STUDI KASUS DIRECT SUPPORTING DIVISIONPT.ANTA EXPRESS TOUR & TRAVEL SERVICE Tbk Erninda Nurrahmah Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010

2 Pendahuluan Perumusan Masalah 1. Bagaimana Identifikasi dan penggambaran prosedur terhadap proses bisnis dan kebijakan teknologi informasi yang dimiliki Direct Supporting Division PT. Anta Express Tour & Travel Jakarta? 2. Bagaimana pembuatan panduan tata kelola teknologi informasi dengan berfokus pada prinsip kinerja? Batasan Masalah 1. Panduan tata kelola teknologi informasi mengacu pada ISO 38500:2008 berdasarkan prinsip kinerja dan dipetakan pada COBIT 4.1 yang dibuat oleh ITGI 2. Pembuatan prosedur, instruksi kerja dan formulir pada Direct Supporting Divisiondalam lingkup PT. Anta Express Tour & Travel Jakarta untuk melakukan tata kelola TI sebagai pengukuran kinerja penggunaan TI. 3. Proses COBIT dari hasil pemetaan ISO 38500:2008 yang digunakan adalah DS1 dan ME1

3 Penerapan Tata Kelola TI Menggunakan COBIT

4 Fase 1 Mengidentifikasi Kebutuhan Fase 1 MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN (Identify Solution) Fase ini adalah permulaan dari implementasi yang mengindikasi bahwa kebutuhan tata kelola TI telah diakui.

5 Proses Bisnis Product Development Marketing Sales Product Layanan Pembayaran product developmentatau pengembangan produk-produk yang dimiliki Antatour seperti pembelian tiket pesawat, hotel, penyedia jasa tour perusahaan maupun perorangan, dan juga melayani pembuatan dokumen-dokumen seperti visa, paspor, ijin tinggal dan lain-lain divisi marketingdan salesmerancang strategi-strategi yang cocok untuk bagaimana menjual produk tersebut hingga mendapatkan profit yang besar bagi perusahaan layanan after salesseperti booking hotel, penerimaan pajak, dan lain-lain

6 Pemetaan Proses Bisnis Proses Bisnis Product Develop ment Marketi ng Sales Product Layanan Pemba yaran Divisi Sales and Marketing Sales and Marketing Sales and Marketing Operation (ticketing dan hotel) Tour and Document Operation Operation Penggunaa n TI Aplikasi Power Suite untuk Product Development Aplikasi Power Suite untuk Marketing Aplikasi Power Suite untuk Sales Aplikasi Power Suite untuk Ticketing, Tour, Hotel, Document Incentive aplikasi power suite, abacus whiz dan akses web maskapai Aplikasi Power Suite untuk pembayaran Proses COBIT 4.1 DS 1 ME 1 DS 1 ME 1 DS 1 ME 1 DS 1 ME 1 DS 1 ME 1 DS 1 ME 1

7 Pengumpulan Data 1. Review Dokumen Review dokumen berupa form kebijakan, struktur organisasi, standar prosedur operasional, instruksi kerja dan beberapa dokumen 2. Wawancara Wawancara dilakukan sebelum dan bersamaan dengan pelaksanaan kuisioner. Wawancara mengenai proses bisnis organisasi PT. Anta Express Tour & Travel Service khususnya mengenai peran, fungsi dan proses pengelolaan Teknologi Informasi di Antatour 3. Kuisioner Kusioner bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan yang pengembangan objek pertanyaan

8 Kuisioner DS1 -> Define and Manage Service Level ME1 -> Monitor and Evaluate IT Performance Mendeskripsikan pernyataan tingkat kematangan proses DS1 dan ME1, yang ditunjukkan pada Lampiran B pengembangan sehingga didapatkan definisi pernyataan kematangan yang merepresentasikan semua atribut pada semua tingkat kematangan matrik atribut kematangan ke dalam bentuk pertanyaan dan pilihan jawaban pada kuisioner(lampiran C) Kuisioner pada Lampiran F

9 Kuisioner RACI Chart Fungsional Struktur Cobit Fungsional Struktur AntaTour Jumlah Chief Information Officer Chief Financial Officer Business Process Owner CIO VP Divisi Treasury, Accounting & IT TI 1 CFO VP Divisi TI TI 1 BPO VP Divisi Sales and Accounting Management Non TI 1 VP Divisi TI TI 1 Head Operation HO Manajer Dept TI TI 1 Chief Architect CA Staf ahli TI TI 2 Head Development HD Staf Operasional TI TI 3 Compliance, Audit, Risk, security CAR S Internal Audit Dept Manager Non TI 1 Service Manager SM Manajer Dept TI TI 1 Jumlah Total Responden 12 Fungsional Struktur Cobit Chief Information Officer Chief Financial Officer Business Process Owner CIO Fungsional Struktur AntaTour Jumla h VP Divisi Treasury, Accounting & IT TI 1 CFO VP Divisi TI TI 1 BPO VP Divisi Sales and Accounting Management Non TI 1 VP Divisi TI TI 1 Head Operation HO Manajer Dept TI TI 1 Chief Architect CA Staf ahli TI TI 2 Head Development HD Staf Operasional TI TI 3 Head IT Administration HA Manajer Dept TI TI 1 Compliance, Audit, CAR Internal Audit Dept Risk, security S Manager Non TI 1 Jumlah Total Responden 12

10 Uji Reliabilitas Pengolahan Data Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dihandalkan. Hasil Penghitungan Uji Reliabilitas Nilai Cronbach s Alpha dengan SPSS 17.0 No. Proses TI Status Alpha Reliabilitas 1. DS 1 2. ME 1 As is 0,832 Sangat Reliabel To be 0,872 Sangat Reliabel As is 0,892 Sangat Reliabel To be 0,938 Sangat Reliabel

11 Pengolahan Data Uji validitas Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Teknik korelasi melalui koefisien korelasi product moment dari Pearson. No. Proses Status r-hasil 1. AC 2. PSP 3. TA 4. RA 5. GSM 6. SE r-table (n=11) Validasi As is 0,564 0,553 Valid To be N/A 0,553 Valid As is 0,683 0,553 Valid To be N/A 0,553 Valid As is 0,919 0,553 Valid To be 0,969 0,553 Valid As is 0,809 0,553 Valid To be 0,969 0,553 Valid As is 0,880 0,553 Valid To be 0,833 0,553 Valid As is 0,569 0,553 Valid To be 0,630 0,553 Valid No. Proses Status r-hasil 1. AC 2. PSP 3. TA 4. RA 5. GSM 6. SE r-table (n=11) Validasi As is 0,929 0,553 Valid To be N/A 0,553 Valid As is 0,887 0,553 Valid To be N/A 0,553 Valid As is 0,928 0,553 Valid To be 0,969 0,553 Valid As is 0,905 0,553 Valid To be 0,969 0,553 Valid As is 0,601 0,553 Valid To be 0,969 0,553 Valid As is 0,583 0,553 Valid To be 0,630 0,553 Valid

12 Tingkat Kematangan Berdasarkan data hasil kuisioner dan wawancara : No Atribut Tingkat Nilai Kematangan DS1 Kematangan as is to be as is to be 1 AC 2, PSP 3, TA 3, , RA 3 4, GSM 3, , SE 3 4, No Atribut Tingkat Nilai Kematangan ME1 Kematangan as is to be as is to be 1 AC 3, PSP 2, TA 2, , RA 2, , GSM 3, , SE 2, , tingkat kematangan kondisi saat ini kinerja TI Antatour berada pada tingkat kematangan level 3, yaitu defined, untuk proses DS1 dan ME1. Kecuali Untuk atribut AC pada proses DS1 dan dan atribut SE pada proses ME 1 berada pada level 2, yaitu repeatable but intuitive.

13 Fase Meramalkan Solusi Fase 2 MERAMALKAN SOLUSI (Envision Solution) Perusahaan harus mengetahui di mana posisinya dengan cara assessment dan pengukuran kematangan, mendefinisikan kapabilitas dan kematangan yang dikehendaki, melakukan analisa GAP antara kedua kondisi tersebut dan diterjemahkan ke dalam inisiasi perbaikan.

14 Tingkat Kematangan Kondisi Saat Ini Tingkat kematangan level 3 pada perusahaan ditunjukkan dengan: PSP Telah ada prosedur berupa SOP dan buku-buku manual aplikasi untuk produk yang telah disepakati berdasarkan prosedur standar mengenai penggunaan aplikasi dan penyelesaian apabila terjadi kesalahan penggunaan TA Divisi TI memiliki perangkat lunak untuk mendukung manajemen layanan dalam pengembangan produk seperti aplikasi remote desktop Aplikasi tersebut telah digunakan secara efektif sesuai tujuannya RA Jobdesk dan tanggung jawab dalam penerapan manajemen layanan telah ditetapkan. Manajer TI telah mendelegasikan tiap-tiap stafnya sesuai dengan keahlian mereka GSM Divisi TI telah memiliki sasaran mutu TI yang setiap bulan diukur. Adanya KPI pada sasaran mutu menjadi patokan pemantauan kinerja TI dan pengukuran pemantauan kinerja TI juga dilakukan oleh pihak internal

15 Tingkat Kematangan Kondisi Saat Ini Tingkat kematangan level 2 pada perusahaan ditunjukkan dengan: AC Vice Presiden TI, manager TI dan para staf TI telah menyadari kebutuhan adanya service level untuk pengembangan produk, tetapi kebutuhan tersebut bersifat informal. Persetujuan mengenai adanya service level di representasikan dengan adanya manajemen mutu yang terus ditingkatkan oleh perusahaan SE Keahlian dari personil pada divisi TI masih sebatas pada hal-hal yang formil (ijasah). Kebutuhan untuk pelatihan keahlian personel pada divisi TI bergantung pada updateproduk. Misal, jika terdapat pengembangan produk untuk ticketing, maka akan dikirim delegasi untuk mengikuti pelatihan

16 Tingkat Kematangan Kondisi yang Diharapkan Analisis kondisi yang diharapkan berada pada tingkat kematangan level 5 berdasarkan rerata jawaban kuisioner yang diberikan pada responden di Antatour.

17 Tingkat Kematangan Kondisi yang Diharapkan Tingkat kematangan level 5 pada perusahaan ditunjukkan dengan: 1. Manajemen divisi TI melakukan evaluasi terhadap SOP dan selanjutnya hasil evaluasi dilakukan sebagai masukan untuk perbaikan SOP yang berkelanjutan dan menjadi good practiceindustri berdasarkan hasil peningkatan berkelanjutan dan perbandingan kematangan dengan organisasi lain. 2. SOP juga disesuaikan dengan standar eksternal seperti SNI, ISO atau standar lainnya. 3. Pelaksanaan SOP telah sepenuhnya memanfaatkan alat bantu TI secara terintegrasi untuk pencatatan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaannya. 4. Tim training Antatour menyediakan sarana dan fasilitas bagi staf divisi TI untuk mengembangkan keahlian secara berkelanjutan sesuai kebutuhan. 5. Penerapan pembagian tanggung jawab mengenai pemantauan kinerja dan pengembangan produk telah dilakukan dalam perusahaan mulai dari tingkat atas sampai tingkat bawah secara konsisten 6. kerangka kerja penilaian strategis sepertibalanced scorecard TI. Proses pemantauan dan proses desain ulang secara terus menerus konsisten sejalan dengan rencana perbaikan proses bisnis organisasi

18 Analisis Kesenjangan Kesenjangan tingkat kematangan ini secara umum dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu kesenjangan yang besarnya adalah 2 tingkat, yaitu: Dari tingkat kematangan 3 menuju tingkat kematangan 5 yang terjadi hampir di seluruh atribut dan proses, dan Kesenjangan pada proses DS1 atribut AC dan pada proses ME1 atribut SE besarnya tingkat kesenjangan yang terjadi besarnya 3 tingkat, yaitu dari tingkat kematangan 2 menuju tingkat kematangan 5

19 Analisis Kesenjangan Tahapan pelaksanaan peningkatan kematangan dilakukan dengan skala prioritas yang dimulai dari atribut dengan nilai kematangan paling rendah hingga menuju nilai kematangan yang paling diharapkan. Rekomendasi tindakan pencapaian dikelompokkan ke dalam 3 tahapan, yaitu : 1. Pencapaian tingkat kematangan 3 untuk atribut AC proses DS1, dan atribut SE pada proses ME1 2. Pencapaian tingkat kematangan 4 untuk seluruh atribut proses 3. Pencapaian tingkat kematangan 5 untuk seluruh atribut proses

20 Rekomendasi Tingkat Perbaikan Rekomendasi tindakan perbaikan dilakukan untuk menghilangkan kesenjangan (GAP) antara kondisi saat ini (as is) dengan kondisi yang diharapkan (to be) dalam 3 pencapaian tahapan

21 Pencapaian Tingkat Kematangan 3 No. Proses Atribut Tindakan Perbaikan 1. DS1 AC 2. ME1 SE Menetapkan dan membakukan segala standar yang berkaitan dengan menajemen produk dan layanan Meninjau kembali tindakan penyelesaian yang dilakukan jika terjadi kesalahan Melakukan sosialisasi dan mengkomunikasikan mengenai perlunya tindakan-tindakan pengelolaan produk dan layanan kepada seluruh staf divisi TI, divisi Sales and Marketing, dan pemilik aplikasi yang lain Meminta saran dan tanggapan dari pengguna dan pemilik aplikasi mengenai kebutuhan manajemen produk dan layanan yang dikehendaki Melakukan identifikasi dan dokumentasi atas kebutuhan keahlian personil dalam pemantauan dan evaluasi kinerja TI untuk pengembangan produk bagi setiap staf di tiap divisi Melakukan perencanaan formal untuk pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan produk. Misalnya seperti pengadaan training secara berkala untuk penggunaan powersuite.

22 Pencapaian Tingkat Kematangan 4 No. Proses Atribut Tindakan Perbaikan Kebutuhan pengelolaan produk dan layanan disosialisasikan kepada seluruh bagian perusahaan baik di kantor 1. AC pusat maupun di kantor cabang. Memformalkan kebutuhan pengelolaan produk dan layanan ke dalam rencana strategis perusahaan. 2. PSP 3. TA DS1 4. RA 5. GSM Menyusun rencana kebijakan dan prosedur kinerja dan kapasitas sesuai dengan mekanisme kerja di perusahaan untuk melakukan proses review dan peramalan kebutuhan produk dan layanan yang akan datang Membakukan prosedur yang telah terdefinisi tersebut untuk semua aspek dan permasalahan yang terkait dengan pengelolaan produk dan layanan yang diketahui oleh para Stakeholder dan disahkan oleh Presiden Direktur Mengimplementasikan penggunaan perangkat untuk pengelolaan produk dan layanan yang sesuai perencanaan standar dan mengintegrasikan dengan perangkat lainnya yang berhubungan. Menyediakan sistem yang mengotomasikan mengenai pengelolaan produk dan layanan dari mulai kebutuhan awal hingga laporan akhir. Mendefinisikan dengan jelas, menetapkan dan mengkomunikasikan tanggung jawab pengelolaan produk dan layanan Adanya sistem penghargaan sebagai upaya mengingkatkan motivasi peran dan tanggung jawab dalam bentuk promosi jabatan atau peningkatan bonus-bonus Menetapkan dan menyetujui adanya pengukuran pengelolaan produk dan layanan dalam bentuk KPI Menetapkan pengukuran penggunaan sistem, produk dan layanan dan membandingkan hasilnya dengan tujuan bisnis dan rencana strategis TI Melakukan perbaikan secara berkala dan berkelanjutan berdasarkan hasil pengukuran KPI tersebut 6. SE Secara rutin melakukan pengembangan kebutuhan keahlian untuk seluruh proses pengelolaan produk dan layanan Menjalankan pelatihan formal bagi staf terkait pengelolaan produk dan layanan sesuai dengan rencana yang ditetapkan Menetapkan metode berbagi pengetahuan (knowledge sharing) untuk setiap staf

23 Pencapaian Tingkat Kematangan 5 No Proses Atribut Tindakan Perbaikan 1. AC Manajemen produk dan layanan dievaluasi secara berkala dan berkelanjutan untuk memastikan keselarasan antara TI dan tujuan bisnis serta telah dikomunikasikan dengan baik 2. PSP 3. TA 4. DS1 RA Proses, kebijakan dan prosedur mengenai manajemen produk dan layanan telah terstandarisasi serta terintegrasi untuk memungkinkan peningkatan tingkat layanan yang berkelanjutan. Best practice dan standar eksternal (umum) telah diterapkan Perangkat standar telah digunakan di seluruh bagian perusahaan, dan telah terintegrasi dengan perangkat lain yang berhubungan untuk mendukung penyelesaian proses secara menyeluruh Manajemen TI telah memiliki Akuntabilitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi target service level Insentif diberikan sebagai kompensasi bagi pemenuhan tersebut 5. GSM Service level yang diharapkan mencerminkan tujuan strategis unit bisnis dan dievaluasi terhadap normanorma industri 6. SE Berkoordinasi dengan tim training dari tiap-tiap vendor produk untuk menyediakan sarana dan fasilitas bagi seluruh staf untuk mengembangkan keahlian secara berkelanjutan sesuai kebutuhan Menerapkan external best practice dalam proses pelatihan Membudayakan sistem knowledge sharing dengan menyediakan perangkat knowledge management system Mempertimbangkan untnuk mendatangkan ahli dari luar sebagai konsultan yang mampu memberikan panduan untuk hal-hal yang memang dirasa perlu melibatkan pihak luar.

24 Fase 3 Merencanakan Solusi Fase 3 MERENCANAKAN SOLUSI (Plan Solution) Mengintegrasikan semua proyek individual ke dalam rencana program yang detail dan praktis untuk menyelenggarakan solusi.

25 Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Perancangan tata kelola teknologi informasi Adanya pengukuran kinerja dan pencapaian sebagai representasi pengukuran pencapaianhasilti yang meliputi pelaksanaan dan pencapaian rekomendasi perbaikan yang telah disampaikan sebelumnya Adanya rencana tindakan aksi sebagai panduan langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk memudahkan pencapaian tujuan TI tersebut Adanya rancangan kebijakan untuk rancangan tata kelola teknologi informasi pada PT. Anta Express Tour & Travel Service sebagai panduan akhir dalam pengelolaan kinerja TI dalam bentuk pengarahan yang mudah diterapkan dalam keadaan yang sebenarnya

26 Pengukuran Kinerja Dan Pencapaian T U J U A N TI Memastikan kepuasan pengguna akhir terhadap penawaran produk dan layanan pada service level Respon terhadap kebutuhan bisnis yang sejalan dengan strategi bisnis PROSES Menyelaraskan produk dan layanan yang diberikan berdasarkan service level Menciptakan katalog produk dan layanan terbaru sejalan dengan tujuan bisnis AKTIVITAS Mengukur pelaporan pencapaian prestasi service level (laporan dan pertemuan) Mengukur penggunaan service level terhadap pelanggan Mengukur kebutuhan produk dan layanan terhadap rencana strategi measure measure M E T R I K Persentase dari kepuasan pelanggan terhadap penyediaan layanan yang telah disepakati Persentase dari kepuasan stakeholder bisnis terhadap penyediaan layanan yang telah disepakati Persentase produk dan layanan yang diberikan pada service level Persentase pengukuran service level per pengguna Jumlah dari penyediaan layanan yang tidak tercantum dalam katalog Persentase pelaporan produk dan layanan yang tidak sesuai service level Persentase pengguna terhadap pelaporan service level Jumlah hari kerja yang berlalu untuk penggunaan service level setelah perjanjian dengan pelanggan Persentase produk dan layanan yang digunakan tiap pengguna

27 Pengukuran Kinerja Dan Pencapaian

28 Pengukuran Kinerja Dan Pencapaian Perancangan model Tata Kelola Kinerja Produk dan Layanan TI berasal dari kebutuhan bisnis dan TI yang didefinisikan dari visi dan misi dan tertuang dalam Master PlanTeknologi Informasi Antatour Kebutuhan bisnis tersebut adalah peningkatan penggunaan Teknologi Informasi dan komunikasi untuk mendorong produktivitas dan kualitas pekerjaan yang mendukung terlaksananya seluruh proses bisnis Antatour

29 Rancangan Tata Kelola TI Tata kelola Teknologi Informasi ini dibuat berdasarkan ISO 38500:2008. Pada acuan tersebut tata kelola akan dibagi menjadi 3 model utama, yaitu: Evaluate :Direksi harus mengevaluasi cara yang diusulkan oleh para manajer untuk memastikan bahwa TI akan mendukung proses bisnis dengan kemampuan dan kapasitas yang diperlukan Direct : Direksi harus mengarahkan orang-orang yang bertanggung jawab untuk memastikan TI mendukung bisnis, saat dibutuhkan alasan bisnis, dengan data yang benar Monitor :Memantau sejauh mana TI dapat mendukung bisnis dan harus memantau sejauh mana sumber daya dan anggaran yang dialokasikan yang diprioritaskan sesuai dengan tujuan bisnis

30 Rencana Tindakan Aksi Rencana aksi merupakan sebuah rencana tindakan peningkatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sehingga pencapaian tujuan tersebut lebih efektif dan tepat sasaran. Rencana Aksi tersebut dikelompokkan ke dalam 4 bagian berdasarkan Tujuan IT (IT Goal), contohnya yaitu: 1. Memastikan kepuasan pengguna akhir terhadap penawaran produk dan layanan pada service level, tindakan yang dilakukan yaitu: Memantau kapasitas dan kinerja sumber daya TI untuk mencapai kepuasan pengguna terhadap produk dan layanan saat ini, dengan cara : Mengukur kapasitas berupa penggunaan aplikasi produk untuk pelayanan pelanggan sesuai service level

31 Kebijakan Pengelolaan Kinerja Produk dan Layanan TI Kebijakan pengelolaan kinerja produk dan layanan TI 1. Latar belakang 2. Tujuan 3. Pihak terkait 4. Pernyataan kebijakan 5. Penanggung jawab aktivitas berdasarkan RACI Chart per proses

32 Kebijakan Pengelolaan Kinerja Produk dan Layanan TI

33 Verifikasi Model Tata Kelola Verifikasi model tata kelola dilakukan untuk mengetahui kelengkapan dokumentasi pedoman tata kelola teknologi informasi yang telah dibuat terhadap persyaratan ISO 38500:2008 berdasarkan prinsip kinerja dengan melakukan pemetaan pada COBIT 4.1 Dilakukan dengan membuktikan dan memastikan apakah dokumen tata kelola TI yang dibuat telah sesuai dengan definisi dari tata kelola TI itu sendiri

34 Verifikasi Model Tata Kelola Perbandingan Definisi Berdasarkan COBIT 4.1 IT governanceadalah tanggung jawab eksekutif dan dewan direksi, dan terdiri dari kepemimpinan, struktur organisasi dan proses yang memastikan bahwa TI perusahaan mendukung dan memperluas strategi dan tujuan organisasi Tarigan (2006, p25) Tata kelola TI struktur dari hubungan dan proses yang mengarahkan dan mengatur organisasi dalam rangka mencapai tujuannya dengan memberikan nilai tambah dari pemanfaatan teknologi informasi sambil menyeimbangkan risiko dibandingkan dengan hasil yang diberikan oleh teknologi informasi dan prosesnya Institute of IT Governance USA IT governance adalah struktur dan proses yang saling berhubungan serta mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dalam pencapaian tujuan perusahaan melalui nilai tambah dan penyeimbangan antara resiko dan manfaat dari teknologi informasi serta prosesnya Riyanarto Sarno, 2009 Tata kelola TI didefinisikan sebagai struktur hubungan dan proses untuk mengarahkan dan mengontrol perusahaan agar tujuan bisnis dapat tercapai melalui penambahan nilai sekaligus melalui penyeimbangan resiko terkait dengan pengelolaan proses TI

35 Verifikasi Model Tata Kelola No. Komponen Tata Kelola Validasi Tata Kelola 1. Tanggung jawab eksekutif dan dewan direksi perusahaan terutama manajemen TI Tanggung jawab manajemen eksekutif perusahaan dijabarkan dalam bentuk kebijakan dalam bentuk prosedur, standar, praktek dan struktur perusahaan. Pengarahan tanggung jawab pada tata kelola ini dinyatakan dalam tabel RACI yang mendefinisikan siapa saja yang terlibat sebagai pihak yang Responsible, Accountable, Counsulted, dan Informed. Pada dasarnya model tata kelola ini merupakan arahan terhadap penggunaan dan Pengendalian, aktivitas TI pada saat ini dan di masa depan. Hal ini ditunjukkan dalam analisis 2. pengarahan dan penilaian tingkat kematangan saat ini dan yang diharapkan dan rekomendasi pencapaian tingkat penggunaan TI kematangan yang tercantum dalam subbab Kebutuhan tentang nilai TI, manajemen risiko, dan kontrol atas informasi Dalam tata kelola ini, penyeimbangan resiko dan manfaat dari pengelolaan TI dijabarkan dalam analisis kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diharapkan pada subbab 4.7. Dari analisis tersebut diketahui resiko penggunaan TI saat ini yang harus dihindari di masa depan dan juga telah disebutkan rekomendasi perbaikan yang dilakukan untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Hal tersebut juga tercantum dalam Kebijakan Pengelolaan Kinerja Produk dan Layanan TI pada poin 12a 4. Adanya pemantauan dan evaluasi yang terstruktur Adanya aktivitas pemantauan dan evaluasi yang terstruktur dicantumkan dalam pencapaian tingkat kematangan pada subbab 4.8 yang pada salah satu atribut dari tingkat kematangan tersebut adalah Goal Setting and Measurement. Pada kebijakan Kebijakan Pengelolaan Kinerja Produk dan Layanan TI juga mencantumkan adanya pemantauan dan evaluasi tersebut yaitu pada butir 5a, 6a, dan 9a.