Catatan informasi klien

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Catatan informasi klien"

Transkripsi

1 Catatan informasi klien Ikhtisar Untuk semua asesmen yang dilakukan oleh LRQA, tujuan audit ini adalah: penentuan ketaatan sistem manajemen klien, atau bagian darinya, dengan kriteria audit; penentuan kemampuan sistem manajemen untuk memastikan klien memenuhi persyaratan hukum, peraturan, dan kontrak yang berlaku; CATATAN: audit sertifikasi sistem manajemen bukan merupakan audit kepatuhan hukum. penentuan efektivitas sistem manajemen guna memastikan klien dapat berharap dengan wajar untuk mencapai tujuan yang ditetapkannya; jika relevan, identifikasi kemungkinan peningkatan di berbagai bidang sistem manajemen. Detail dari tujuan untuk setiap jenis kunjungan terkandung di dalam bagian yang terkait dengan jenis kunjungan di bawah ini. Jika relevan untuk kunjungan asesmen, peran personel yang terlibat adalah sebagai berikut: Pemimpin Tim bertanggung jawab atas seluruhproses asesmen dan pembuatan rencana kunjungan. Pemimpin tim bertanggung jawab untuk mengelola anggota tim, termasuk mengalokasikan kegiatan bagi anggota tim guna memastikan bahwa rencana kunjungan dapat diselesaikan, dan kompilasi laporan kunjungan serta temuan kunjungan beserta pembuatan rekomendasi dalam kaitannya dengan sertifikasi Anda. Anggota Tim menjalankan proses asesmen di bawah arahan Pemimpin Tim; mereka menjalankan tugas asesmen yang terperinci sehubungan dengan rencana kunjungan yang menghasilkan laporan tugas yang telah mereka jalankan, termasuk temuan apa pun, untuk dimasukkan dalam seluruh laporan kunjungan. Ahli Teknis akan digunakan pada asesmen apabila pengetahuan spesialis diperlukan untuk melengkapi tim asesmen tersebut. Meskipun mereka akan bertindak sebagai penasihat untuk tim asesmen, mereka tidak akan menjalankan tugas asesmen apa pun. Penilai Di bawah Pelatihan (Assessor under training/aut) dapat disertakan dalam tim audit, mereka akan menjalankan tugas sebagai anggota tim atau pemimpin tim di bawah arahan Pimpinan Tim. Pemimpin Tim akan meminta agar Anda menunjuk personel dari organisasi Anda yang akan bertindak sebagai pemandu untuk tim asesmen selama setiap kunjungan dan yang akan membantu tim audit. Tim audit akan senantiasa didampingi oleh pengamat. Pengamat merupakan bagian dari tim audit dan tidak akan memengaruhi atau ikut campur dalam pelaksanaan audit. Pengamat dapat berasal dari LRQA, badan akreditasi atau pihak pengawas, atau dari pihak berkepentingan lainnya yang ingin menyaksikan audit ini. Bagian perencanaan kantor LRQA Anda akan memberitahukan kepada Anda tentang perbaikan dari tim asesmen sebelum kunjungan, termasuk apakah diperlukan Ahli teknis, dan apakah mereka akan didampingi oleh pengamat. Persyaratan akreditasi menetapkan bahwa terdapat empat unsur pada proses penilaian: penilaian rancangan dan definisi sistem penilaian sistem tata kelola mandiri klien perencanaan kunjungan implementasi penilaian implementasi sistem. Kami menggabungkan unsur-unsur ini guna memenuhi persyaratan pasar. Namun demikian, setiap penggabungan kunjungan harus memungkinkan Anda, klien, untuk memberikan waktu guna mengoreksi ketidaktaatan apa pun sebelum kunjungan berikutnya. Kami biasanya melaksanakan penilaian sertifikasi awal sistem manajemen dalam dua tahap - Tahap 1 dan Tahap 2. Susunan kunjungan Dalam kunjungan Tahap 1, kami mencakup unsur-unsur berikut: penilaian rancangan dan definisi sistem untuk menegaskan ketaatan dengan persyaratan sertifikasi seperti standar(-standar) penilaian dan lingkup sertifikasi penilaian tata kelola mandiri yang Anda laksanakan, indikator-indikator utama, termasuk audit internal, tinjauan manajemen, untuk EMS dan OHS, proses untuk penilaian risiko konfirmasi pengaturan kontrak, termasuk definisi lingkup persetujuan, dan mengidentifikasi perencanaan, logistik, pengambilan sampel, dll. yang akan digunakan selama kunjungan Tahap 2. Kunjungan Tahap 2 terdiri atas: penilaian implementasi sistem manajemen untuk menegaskan ketaatan dengan persyaratan sertifikasi seperti standar(-standar) penilaian dan lingkup sertifikasi MSBSR41703 Halaman 1 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

2 Jarak antara kunjungan Tahap 1 dan Tahap 2 Kami menyarankan agar jarak antara kunjungan Tahap 1 dan Tahap 2 minimal selama enam minggu dan tidak lebih dari tiga bulan. Dalam perencanaan, dua kunjungan untuk penilaian, kami akan mempertimbangkan: kebutuhan Anda yang harus diselesaikan, sebelum kunjungan Tahap 2, setiap area permasalahan yang mungkin diidentifikasi selama kunjungan Tahap 1, dan relevansi berkelanjutan dari pekerjaan yang kami lakukan pada kunjungan Tahap 1. Jika direncanakan jarak yang lebih lama dari tiga bulan, kami mungkin harus mengunjungi kembali area-area yang dinilai pada kunjungan Tahap 1. Jarak yang kurang dari enam minggu mungkin tidak memberi Anda waktu yang cukup untuk mengatasi permasalahan dari kunjungan Tahap 1. Kunjungan Tahap 1 Biasanya tim penilaian kami menjalankan kunjungan Tahap 1 sistem manajemen klien di lokasi. Harap perhatikan bahwa melaksanakan kunjungan Tahap 1 di luar lokasi akan menciptakan risiko tambahan untuk kunjungan Tahap 2. Catatan: Bagi sebagian besar sistem manajemen, disarankan bahwa setidaknya bagian Tahap 1 dijalankan di tempat Anda guna mencapai tujuan. Tujuan Kunjungan Tahap 1 Tujuan ini akan disampaikan kepada Anda dalam Catatan Informasi Klien (Client Information Note/CIN) yang dikirimkan kepada Anda sebelum kunjungan Tahap 1 Penilai akan meninjau sistem guna menentukan apakah klien telah memenuhi persyaratan kriteria asesmen dan mencakup aktivitas yang terperinci di dalam lingkup asesmen. Penilai kemudian akan mewawancara manajemen senior perusahaan guna menentukan apakah mereka telah menjalankan hal-hal berikut: menentukan konteks organisasi mereka termasuk identifikasi pihak yang berkepentingan analisis strategis mengidentifikasi risiko yang dapat memengaruhi bisnis mereka dan kemampuan sistem manajemen untuk melaksanakan sasaran strategis mereka bahwa mereka telah menentukan lingkup sistem manajemen berdasarkan kondisi dioperasikannya sistem bahwa mereka telah mengidentifikasi setiap persyaratan hukum, perundang-undangan, atau ketentuan peraturan yang berlaku yang harus ditangani oleh sistem Penilai kemudian akan menggunakan informasi yang dikumpulkan sebagai hasil dari wawancara ini untuk meninjau desain sistem, guna menentukan apakah klien telah mengatasi potensi risiko di dalam sistem dan untuk menentukan apakah kebutuhan pemangku kepentingannya telah ditangani. Selain itu, penilai akan meninjau dan mengonfirmasi pengaturan kontrak. Ini mencakup setiap perubahan yang diperlukan sebagai hasil dari capaian kunjungan Tahap 1 (termasuk perubahan terhadap lingkup asesmen, durasi kunjungan Tahap 2, dan durasi kunjungan pengawasan berikutnya). Penilai juga akan menentukan perencanaan, logistik, pengambilan sampel, dll. yang akan digunakan selama kunjungan Tahap2. Selama kunjungan tahap 1 Untuk seluruh penilaian Penilai kami akan melakukan hal-hal berikut: a) mengevaluasi kondisi lokasi dan hal-hal khusus terkait lokasi serta melakukan pembahasan dengan petugas Anda guna menentukan kesiapan untuk kunjungan Tahap 2. b) meninjau status dan pemahaman Anda mengenai persyaratan standar, khususnya dalam hal identifikasi indikator kinerja utama atau aspek, proses, tujuan, dan operasi sistem manajemen yang signifikan. c) mengumpulkan informasi yang kami butuhkan mengenai lingkup sistem manajemen Anda, proses, dan lokasi(-lokasi) organisasi Anda, serta aspek terkait hukum, peraturan, dan kepatuhan, misalnya, kualitas, lingkungan, aspek hukum operasi Anda, yang terkait dengan risiko, dll. d) mengonfirmasi bahwa Anda mencanangkan prosedur guna mengidentifikasi persyaratan legal dan memastikan bahwa Anda mematuhi komitmen terhadap pemenuhan legal melalui pemantauan pemenuhan legal dan peraturan. e) meninjau alokasi sumber daya untuk Tahap 2 dan bersepakat dengan Anda mengenai detail kunjungan Tahap 2. f) menyediakan fokus untuk merencanakan kunjungan Tahap 2 dengan memperoleh pemahaman yang memadai terhadap sistem manajemen dan operasi di tempat Anda dalam konteks kemungkinan aspek-aspek signifikan. g) menegaskan bahwa dokumentasi sistem manajemen Anda dijalankan dengan tautan yang jelas ke setiap sistem manajemen yang terkait dalam operasi. h) mengevaluasi rencana audit internal dan tinjauan manajemen Anda serta cara Anda menjalankannya - dan bahwa level implementasi sistem manajemen lebih menguatkan bahwa organisasi Anda siap untuk kunjungan Tahap 2. MSBSR41703 Halaman 2 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

3 Penilai juga akan mencakup hal-hal khusus produk sebagai berikut: Untuk penilaian EMS Penilai akan mengidentifikasi: proses perbaikan berkelanjutan untuk memperbaiki sistem Anda sehingga meningkatkan kinerja, dan proses untuk memastikan komitmen Anda terhadap pencegahan polusi. Penilai kami akan melaporkan elemen-elemen utama perbaikan berkelanjutan dan pencegahan proses polusi dalam laporan kunjungan kami, atau memberikan referensi untuk prosedur(-prosedur) atau dokumen(-dokumen) spesifik dari sistem Anda. Hal ini akan memungkinkan kami menilai persyaratan ISO untuk perbaikan berkelanjutan dan pencegahan polusi pada setiap kunjungan pengawasan. Untuk penilaian ISMS Penilai kami akan menegaskan bahwa: batasan fisik dan logis lingkup ditetapkan dalam sistem Anda, dan bahwa penilaian risiko telah dijalankan, yang mengidentifikasi: ancaman terhadap aset kerentanan dan dampak terhadap klien, derajat risiko telah ditentukan. Penilai kami akan menyetujui justifikasi untuk setiap pengecualian kontrol Lampiran A ISO/IEC dengan Anda. Anda harus mendokumentasikan justifikasi dalam Pernyataan Keberlakuan. Untuk penilaian OHS Penilai kami akan menegaskan bahwa: terdapat proses audit internal yang efektif, yang dijalankan dengan memperhatikan risiko OHS terkait dengan berbagai komponen aktivitas Anda Anda konsisten dalam menetapkan dan mempertahankan prosedur untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan kontrol risiko. Menutup kunjungan - semua sektor Penilai kami akan: mendokumentasi dan mengomunikasikan hasil-hasil kunjungan Tahap 1 kepada Anda, termasuk mengidentifikasi area-area permasalahan yang menghasilkan ketidaktaatan jika tidak diperbaiki sebelum akhir kunjungan Tahap 2 mempertimbangkan jarak antara kunjungan Tahap 1 dan Tahap 2 mencakup: kebutuhan dan kemampuan Anda untuk menyelesaikan area permasalahan yang diidentifikasi selama kunjungan Tahap 1, dan apakah pekerjaan yang kami selesaikan selama kunjungan Tahap 1 akan tetap relevan pada saat kunjungan Tahap 2. Jika Anda menentukan bahwa Anda dapat mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan dalam jarak yang direncanakan, penilai akan mempertimbangkan apakah diperlukan durasi tambahan pada kunjungan Tahap 2 guna memverifikasi tindakan perbaikan yang telah diambil. Jika interval antarkunjungan diperpanjang selama: antara tiga dan enam bulan, kami harus: mengidentifikasi perubahan yang harus Anda lakukan pada sistem, termasuk kebutuhan terhadap catatan meninjau perubahan tersebut guna menentukan kebutuhan untuk kunjungan berikutnya, atau memperpanjang kunjungan Tahap 2, guna memverifikasi bahwa rancangan, definisi, dan operasi sistem saat ini telah sesuai dengan persyaratan sertifikasi, seperti standar(-standar) penilaian dan lingkup sertifikasi lebih lama dari enam bulan, biasanya diperlukan kunjungan Tahap 1 yang kedua. Kami juga harus merevisi pengaturan, durasi, dan/atau waktu kami, untuk kunjungan Tahap 2. Tujuan Kunjungan Tahap 2 Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengonfirmasi ketaatan sistem manajemen Anda pada persyaratan sertifikasi, seperti kriteria asesmen dan lingkup sertifikasi, setiap persyaratan hukum, peraturan, dan kontrak yang berlaku serta untuk memastikan bahwa sistem ini memenuhi tujuan yang ditetapkannya. Penilai juga akan mengatasi seluruh masalah yang ada dari kunjungan-kunjungan sebelumnya dan setiap perubahan terhadap organisasi atau sistem yang memengaruhi kemungkinan persetujuan. Penilai akan menggunakan metodologi Asesmen LRQA guna membantu Anda mengelola sistem dan risiko untuk memperbaiki dan melindungi kinerja organisasi Anda saat ini dan di masa mendatang. Kunjungan Tahap 2 Bagian-bagian dari sistem manajemen yang kami nilai selama kunjungan Tahap 1 dan ditetapkan untuk diimplementasikan, berlaku, dan sesuai dengan persyaratan, mungkin tidak perlu dinilai ulang selama kunjungan Tahap 2. Namun demikian, penilai harus menegaskan bahwa bagian-bagian sistem manajemen tersebut sudah dinilai selanjutnya agar sesuai dengan persyaratan sertifikasi. Jika demikian, penilai kami akan menyertakan pernyataan mengenai hal ini dalam laporan kunjungan Tahap 2. Penilai kami akan menyatakan bahwa ketaatan telah ditetapkan selama kunjungan Tahap 1. MSBSR41703 Halaman 3 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

4 Kunjungan Tahap 2 harus memiliki rencana kunjungan. Rencana tersebut mengikuti persyaratan dalam USO/IEC dan memperhatikan informasi yang diperoleh selama kunjungan Tahap 1. Kunjungan Tahap 2: dilaksanakan di tempat(-tempat) organisasi Anda mengevaluasi implementasi dan efektivitas sistem manajemen Anda. Tim penilaian kami: melaksanakan kunjungan Tahap 2 guna mengumpulkan bukti objektif bahwa sistem manajemen Anda sesuai dengan standar penilaian dan persyaratan sertifikasi lainnya menilai jumlah contoh yang memadai dari aktivitas Anda sehubungan dengan sistem manajemen untuk memperoleh penilaian implementasi yang sehat, termasuk efektivitas, dari sistem manajemen Anda menangani jumlah staf Anda yang memadai, termasuk personel manajemen senior dan personel operasional, terhadap fasilitas yang dinilai, guna memberikan kepastian implementasi dan pemahaman sistem pada organisasi Anda menganalisis semua informasi dan bukti yang objektif selama kunjungan Tahap 1 dan Tahap 2 untuk menentukan luasnya pemenuhan dengan seluruh persyaratan sertifikasi dan memutuskan setiap ketidaktaatan dapat mengusulkan kesempatan untuk perbaikan namun tidak dapat merekomendasikan solusi khusus. Kunjungan Tahap 2 mencakup pemeriksaan sistem manajemen Anda termasuk setidaknya berikut ini: a) informasi dan bukti tentang ketaatan terhadap seluruh persyaratan dokumen normatif yang berlaku b) pemantauan kinerja, pengukuran, pelaporan, dan peninjauan terhadap sasaran dan target kinerja utama c) sistem manajemen dan kinerja Anda dalam hal pemenuhan legal d) kontrol operasi e) tinjauan pengauditan internal dan manajemen f) tanggung jawab manajemen terhadap kebijakan Anda g) tautan antara persyaratan normatif, kebijakan, sasaran, dan target kinerja, setiap persyaratan legal yang berlaku, tanggung jawab, kompetensi personel, operasi, prosedur, data kinerja, dan hasil audit internal. Tindakan yang diambil setelah penyelesaian kunjungan Tahap 2 mencakup setidaknya yang berikut: memberikan catatan tentang setiap ketidaktaatan yang diidentifikasi dan disepakati dengan Anda sebelum memberikannya menetapkan laporan penilaian. Pengawasan Tujuan pengawasan adalah untuk menetapkan: apakah sistem manajemen klien memenuh kriteria asesmen dan lingkup sertifikasi, dan bahwa setiap persyaratan peraturan hukum dan kontrak dicapai dan untuk memastikan bahwa sistem memenuhi tujuan yang ditentukannya. Untuk mengatasi seluruh masalah yang ada dari kunjungankunjungan sebelumnya dan setiap perubahan terhadap organisasi atau sistem yang memengaruhi persetujuan. Penilai akan menggunakan metodologi Asesmen LRQA guna membantu Anda mengelola sistem dan risiko untuk memperbaiki dan melindungi kinerja organisasi Anda saat ini dan di masa mendatang. Aktivitas Memilih tema Penilai kami memilih tema untuk kunjungan berdasarkan informasi yang diperoleh dari percakapan awal dengan manajemen senior Anda. Informasi yang diperoleh selama percakapan ini akan menetapkan fokus untuk kunjungan, yang kemudian penilai kami akan tangani dalam proses yang dipilih untuk kunjungan tersebut. Dalam diskusi awal dengan Anda, penilai kami juga akan mengidentifikasi tema untuk kunjungan berikutnya dan proses yang akan dicakup. Kami akan menegaskan hal ini pada kunjungan berikutnya. Tinjauan indikator penting Selama siklus kunjungan tahunan, indikator penting efektivitas implementasi sistem akan ditinjau sebagai bagian dari percakapan pembuka dengan manajemen senior Anda dan selama penilaian proses yang ditargetkan untuk kunjungan tersebut. Indikator-indikator ini mencakup: Untuk semua jenis produk: audit internal dan tinjauan manajemen kemajuan aktivitas terencana yang ditujukan pada perbaikan berkelanjutan efektivitas sistem manajemen dalam hal mencapai sasaran Anda tinjauan setiap perubahan perlakuan terhadap keluhan tinjauan tindakan yang diambil terhadap ketidaktaatan yang diidentifikasi selama kunjungan sebelumnya. Untuk penilaian OHS, ISO 14001, dan EMS: proses untuk memastikan komitmen kebijakan EMS terhadap pencegahan polusi sistem untuk memantau pemenuhan legal MSBSR41703 Halaman 4 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

5 proses untuk meninjau dan memperbarui penilaian risiko OHS guna mencerminkan operasi, bahaya, dan kontrol yang berubah Aktivitas penutupan pabrik atau perputaran OHS guna memastikan bahwa hal-hal tersebut telah ditangani dalam siklus proses persetujuan. Untuk penilaian ISMS Penegasan bahwa: Anda telah memperbarui Penilaian Risiko dan Pernyataan Keberlakuan Anda guna mencerminkan setiap perubahan ancaman, kerentanan, dan dampak rencana perlakuan risiko ditinjau untuk kemajuannya dengan tindakan, dan bahwa insiden keamanan dikelola secara efektif tinjauan manajemen mencakup pertimbangan pengukuran efektivitas. Juga jika ada perubahan apa pun terhadap infrastruktur ISMS, struktur organisasi, atau aktivitas Anda yang berdampak pada Penilaian Risiko atau Pernyataan Keberlakuan, maka kami harus membuat perjanjian dengan Anda guna meninjau perubahan tersebut sebelum perubahan dimasukkan ke dalam lingkup persetujuan. Penilai kami akan mengatur peninjauan, baik dengan kunjungan istimewa pengawas khusus atau dengan menambahkan waktu tambahan pada kunjungan pengawasan berikutnya. jika perubahan diidentifikasi yang secara signifikan memengaruhi sistem manajemen keamanan informasi Anda dan belum ada penilaian risiko yang dapat diterima yang telah dilakukan, penilai kami harus mempertimbangkan untuk menunda persetujuan. Tinjauan logo Selama kunjungan, penilai kami akan meninjau penggunaan logo LRQA dan akreditasi yang diizinkan dengan aturan LRQA dan akreditasi LRQA yang relevan. Kegagalan pemenuhannya akan mengakibatkan pelanggaran kontrak persetujuan. Pembaruan sertifikat Tujuan kunjungan pembaruan Sertifikat Untuk meninjau sistem dan kinerja perusahaan selama siklus sertifikasi sebelumnya, untuk melihat bagaimana Anda berencana untuk maju di masa mendatang dan untuk merencanakan kunjungan pembaruan Sertifikat sekaligus memastikan kepatuhan pada kritera asesmen dan lingkup sertifikasi, setiap persyaratan hukum, peraturan, dan kontrak yang berlaku serta untuk memastikan bahwa sistem ini memenuhi tujuan yang ditetapkannya. Untuk mengatasi seluruh masalah yang ada dari kunjungan-kunjungan sebelumnya dan setiap perubahan terhadap organisasi atau sistem yang memengaruhi persetujuan. Penilai akan menggunakan metodologi Asesmen LRQA guna membantu Anda mengelola sistem dan risiko untuk memperbaiki dan melindungi kinerja organisasi Anda saat ini dan di masa mendatang. Merencanakan pembaruan sertifikat Kami melaksanakan pembaruan sertifikat per tiga tahunan, direncanakan pada kunjungan pengawasan sebelumnya dan disetujui bersama Anda. Proses perencanaan pembaruan sertifikat berisi tiga langkah: Tinjauan, Pratinjau, dan Perencanaan. Tinjauan Langkah ini mencakup tinjauan kinerja terdahulu seperti: informasi tren tentang keluhan dan indikator kinerja lainnya perbaikan dokumentasi sistem proyek Catatan Perbaikan pelajaran yang diambil dari audit tren dalam temuan kami. Berdasarkan tinjauan kinerja terdahulu ini,penilai kami akan mengidentifikasi setiap potensi risiko dalam sistem manajemen saat ini mengenai keberhasilan implementasi strategis dan sasaran. Pratinjau Tujuan pratinjau adalah untuk menyelaraskan aktivitas penilaian kami dengan strategi dan sasaran Anda. Penilai akan menggunakan percakapan dengan manajemen senior guna memahami ekspektasi jangka yang lebih panjang, misalnya, masalah strategi sebagai risiko bisnis dan operasional, masalah persaingan, perubahan terhadap lingkungan internal dan eksternal, dll. Penilai kami akan menetapkan, melalui wawancara, apakah ekspektasi, sasaran, dan strategi ini akan berdampak terhadap sistem manajemen dan pemangku kepentingan organisasi Anda. Kami akan menggunakan tahap pratinjau untuk mengidentiifikasi tema selanjutnya yang dapat digunakan dalam kunjungan pembaruan sertifikat yang akan datang dan selama siklus tiga tahunan mendatang. MSBSR41703 Halaman 5 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

6 Perencanaan Langkah berikut dalam kunjungan adalah merencanakan pembaruan sertifikat. Dalam bagian kunjungan ini, penilai kami akan: mengidentifikasi setiap aspek sistem yang belum ditangani dengan tepat selama siklus pengawasan, dan rencana bagaimana meninjaunya menggunakan informasi yang diperoleh selama tahap tinjauan dan pratinjau, guna mendukung proses perencanaan jika tepat, mempertimbangkan bagaimana cara terbaik untuk memberikan perhatian terhadap tema yang diidentifikasi (termasuk catatan penelusuran perbaikan) mengidentifikasi area, departemen, proses, dan aktivitas yang akan dinilai bersepakat dengan Anda tentang durasi yang sewajarnya untuk setiap hal ini, yang sepadan dengan risikonya mencoba mengidentifikasi penggunaan terbaik dari sumber daya, dan menghindari duplikasi menambahkan waktu yang tepat untuk melaporkan, mengonsolidasi, dan menyajikan laporan mengonsolidasi informasi ke dalam rencana kunjungan yang masuk akal. Penilai kami akan meluangkan waktu untuk melakukan pembahasan dengan semua manajer yang relevan dan untuk meninjau catatan terhadap semua departemen yang relevan. Tujuan kunjungan pembaruan Sertifikat Kunjungan ini digunakan sebagai asesmen ulang implementasi sistem manajemen berdasarkan hasil kunjungan pembaruan Sertifikat. Ini untuk menegaskan kembali ketaatan pada persyaratan sertifikasi seperti setiap persyaratan hukum, peraturan, dan kontrak yang berlaku serta untuk memastikan bahwa sistem ini memenuhi tujuan yang ditetapkannya. Untuk mengatasi seluruh masalah yang ada dari kunjungan-kunjungan sebelumnya dan setiap perubahan terhadap organisasi atau sistem yang memengaruhi persetujuan. Penilai akan menggunakan metodologi Asesmen LRQA guna membantu Anda mengelola sistem dan risiko untuk memperbaiki dan melindungi kinerja organisasi Anda saat ini dan di masa mendatang. Melaksanakan kunjungan pembaruan sertifikat Kami melaksanakan kunjungan pembaruan Sertifikat, yang serupa dengan penilaian Tahap 2. Selain itu, kami menyertakan tinjauan dokumentasi sistem Anda guna memastikan bahwa sistem ini: masih tetap cocok dengan perusahaan Anda, serta memenuhi persyaratan sertifikasi dan lingkup sertifikasi, termasuk perbaikan berkelanjutan. Perubahan terhadap persetujuan Anda Untuk setiap peningkatan atau penurunan dalam sertifikat persetujuan Anda, harap kirimkan permintaan resmi untuk perubahan tersebut. LRQA akan meninjau permintaan itu untuk mempertimbangkan: penambahan atau perubahan terhadap persyaratan kompetensi untuk tim(-tim) kunjungan penambahan atau pengurangan dalam persyaratan durasi kunjungan Anda akan diberi tahu tentang setiap perubahan melalui kontrak yang diamendemen. Kami akan melakukan kunjungan peninjauan dokumen terpisah (Tahap 1) jika perubahan yang diminta berarti perubahan besar atau penambahan untuk sistem Anda yang didokumentasikan. Perubahan terhadap kunjungan persetujuan akan dilakukan sejalan dengan proses kami untuk kunjungan penilaian Tahap 2, meski rencana kunjungan resmi biasanya tidak dibuat. Jika peninjauan dokumen (Tahap 1) belum dilakukan, akan dialokasikan waktu selama kunjungan bagi pimpinan tim untuk meninjau dokumentasi yang relevan dan untuk menyetujui rencana aktivitas kunjungan tambahan apa pun. Kunjungan tersebut dapat dilaksanakan sebagai kunjungan terpisah atau dapat digabungkan dengan kunjungan (Pengawasan atau Pembaruan Sertifikat) terjadwal. LRQA akan menerbitkan sertifikat(-sertifikat) yang diamendemen, dengan menggunakan tanggal kedaluwarsa yang sama pada sertifikat saat ini. Tujuan kunjungan ini adalah asesmen implementasi sistem manajemen untuk situs atau aktivitas tambahan, yang memperluas lingkup persetujuan yang ada. Untuk mengatasi seluruh masalah yang ada dari kunjungan-kunjungan sebelumnya dan setiap perubahan terhadap organisasi atau sistem yang memengaruhi kemungkinan persetujuan. Pelaporan Proses pelaporan untuk semua kunjungan sifatnya serupa. Kami mengisi laporan kunjungan untuk mencatat temuan penilaian, kemajuan terhadap rencana kunjungan, komentar positif, dan juga poin-poin klarifikasi atau penafsiran. Kami mencatat temuan penilaian dalam Catatan Temuan, dan mengidentifikasinya sebagai Ketidaktaatan Besar atau Ketidaktaatan Kecil. Kami menetapkan temuan-temuan ini sebagai berikut: MSBSR41703 Halaman 6 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

7 Ketidaktaatan Besar: Tidak adanya, atau kegagalan dalam menerapkan dan mengelola, satu atau beberapa elemen sistem manajemen, atau situasi yang akan, atas dasar bukti objektif yang ada, meningkatkan keraguan terhadap manajemen untuk mencapai: kebijakan, tujuan, atau komitmen publik terhadap organisasi kepatuhan dengan persyaratan peraturan yang berlaku ketaatan dengan persyaratan pelanggan yang berlaku ketaatan dengan hasil kerja kriteria audit. Secara umum, ketidaktaatan besar akan berupa kegagalan sistem yang: memang memengaruhi keefektifan sistem atau hasil kerja mengakibatkan risiko pada kemampuan sistem manajemen membutuhkan penahanan segera membutuhkan analisis akar masalah dan tindakan perbaikan segera. Pimpinan tim kami akan melakukan pengaturan tindak lanjut dengan Anda. Ketidaktaatan Kecil: Indikasi temuan kelemahan di dalam sistem yang diimplementasikan dan dipertahankan, yang belum berdampak secara signifikan terhadap kapabilitas sistem manajemen atau memberikan risiko pada hasil kerja sistem, namun harus ditangani guna memastikan kapabilitas sistem di masa mendatang. Secara umum, ketidaktaatan kecil akan menjadi kelemahan dalam proses atau prosedur internal; atau temuan yang merugikan pengendalian apa pun yang dapat secara wajar dianggap memungkinkan untuk mengakibatkan sistem menjadi tidak efektif. Membutuhkan penyelidikan akar penyebab dan tindakan perbaikan. Jika dinyatakan pada kunjungan yang mengakibatkan diterbitkannya sertifikat, maka penilai akan meminta Anda untuk menunjukkan tindakan perbaikan yang akan Anda ambil. Rencana tindakan perbaikan ini akan berupa bagian dari peninjauan independen oleh kantor kami sebelum sertifikat Anda diterbitkan. Jika dinyatakan pada kunjungan pengawasan, meski Anda harus mengambil tindakan perbaikan di dalam waktu yang tepat setelah kunjungan tersebut, Anda biasanya tidak perlu memberi kami perincian tindakan tersebut sampai kunjungan kami yang berikutnya. Pada kedua kasus, di kunjungan berikutnya penilai akan meninjau tindakan yang telah Anda lakukan dan mengisi bagian tinjauan tindakan perbaikan di dalam catatan temuan. Harap simpan salinan semua laporan kunjungan kami, selama tiga tahun. Dalam situasi luar biasa, kami akan meminta Anda untuk menyediakan salinan laporan sebelumnya tersebut. Jika kami mengidentifikasi ada masalah yang terisolasi dan harus Anda selesaikan guna menghindari pernyataan ketidaktaatan pada kunjungan selanjutnya, kami akan mencatatnya di bagian laporan yang relevan. Saran untuk perbaikan yang dapat diberikan terhadap sistem manajemen keluhan yang akan memperbaiki efisiensi proses yang dilakukan, kami akan mencatat: ringkasan eksekutif, untuk saran perbaikan strategis, atau isi laporan, untuk saran perbaikan yang terkait dengan area tertentu. Tindak Lanjut Ketidaktaatan Besar Jika waktu yang diperlukan untuk menangani ketidaktaatan (-ketidaktaatan) besar akan melebihi 6 bulan dari akhir kunjungan Tahap 2, maka kami akan menilai kembali keseluruhan sistem. Kami menyebut formulir kunjungan verifikasi tindakan perbaikan ini sebagai 'Penilaian kembali yang lengkap': Jika Ketidaktaatan(-ketidaktaatan) Besar yang diangkat pada kunjungan sertifikasi ulang tidak dapat ditangani oleh organisasi dalam waktu 6 bulan dari akhir kunjungan, klien akan diberi tahu bahwa kunjungan Tahap 2 penuh harus dilakukan sehingga sertifikasi ulang dapat diberikan Kunjungan Tindak Lanjut dan Pengawasan Khusus Tujuan kunjungan tindak lanjut adalah untuk meninjau keefektifan perbaikan dan tindakan perbaikan yang diambil setelah munculnya Ketidaktaatan Berat pada Tahap 2 atau perpanjangan Sertifikat. Tujuan kunjungan pengawasan khusus ini adalah untuk meninjau keefektifan perbaikan dan tindakan perbaikan yang diambil setelah munculnya Ketidaktaatan Berat pada kunjungan pengawasan. Jika ada keluhan yang diajukan terhadap Anda yang termasuk di dalam lingkup persetujuan ini, atau apabila Anda memberi tahu LRQA tetang perubahan yang kemungkinan memengaruhi kepatuhan sistem manajemen dengan kriteria yang mengacu kepada dan persetujuan yang dikeluarkan di bawah persetujuan anda, LRQA akan menyelenggarakan kunjungan singkat tanpa pemberitahuan atau dengan pemberitahuan sesaat sebelum kunjungan dengan tujuan untuk menyelidiki keluhan atau meninjau perubahan yang terjadi. Informasi diberikan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa informasi tersebut akurat dan terkini. Akan tetapi, LRQA Llyod's Register tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan dari, atau perubahan terhadap, informasi. Lloyd s Register dan variannya merupakan nama dagang dari Lloyd s Register Group Limited, anak perusahaan, dan afiliasinya. Hak Cipta Lloyd s Register Quality Assurance Limited, LRQA adalah anggota grup Llyod's Register. MSBSR41703 Halaman 7 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

8 Pengambilan sampel Penting untuk diingat bahwa meski ada masalah yang belum diidentifikasi di dalam sebuah area aktivitas, tidak selalu berarti tidak ada masalah. Karena pekerjaan penilaian didasarkan pada teknik pengambilan sampel, secara statistik selalu ada kemungkinan bahwa masalah tidak teridentifikasi selama penilaian. Anda harus selalu ingat hal ini saat Anda mengaudit sistem manajemen Anda sendiri. Keputusan sertifikasi Menyusul kunjungan penilaian dengan penilai membuat rekomendasi terkait dengan sertifikasi Anda, aturan akreditasi mengharuskan bahwa rekomendasi ini akan tunduk pada tinjauan independen atau keputusan sertifikasi, hanya mengikuti keputusan ini sertifikasi akan diberikan, diperbarui, diperpanjang, dikurangi, ditangguhkan, atau ditarik. Kerahasiaan Kami tidak akan meneruskan informasi apa pun yang kami kumpulkan tentang organisasi Anda (termasuk isi laporan) kepada orang atau organisasi lain tanpa seizin Anda (kecuali diperlukan oleh badan akreditasi). Informasi lebih lanjut Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang bagaimana LRQA dapat membantu meningkatkan kinerja Anda dan mengurangi risiko, harap kunjungi situs web kami Dari sini Anda juga dapat mengunjungi situs web khusus negara untuk mencari informasi tentang LRQA di negara Anda. Informasi diberikan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa informasi tersebut akurat dan terkini. Akan tetapi, LRQA Llyod's Register tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan dari, atau perubahan terhadap, informasi. Lloyd s Register dan variannya merupakan nama dagang dari Lloyd s Register Group Limited, anak perusahaan, dan afiliasinya. Hak Cipta Lloyd s Register Quality Assurance Limited, LRQA adalah anggota grup Llyod's Register. MSBSR41703 Halaman 8 dari 8 Revisi 3.0, 4 Januari 2017

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7 1. Pendahuluan Codes of Practice ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan badan akreditasi nasional dan dengan persetujuan PT AJA Sertifikasi Indonesia yang saat ini beroperasi. PT. AJA Sertifikasi

Lebih terperinci

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan 1. Pendahuluan Codes of Practice ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan badan akreditasi nasional dan dengan persetujuan PT AJA Sertifikasi Indonesia yang saat ini beroperasi. PT. AJA Sertifikasi

Lebih terperinci

PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar

PEDOMAN KNAPPP 01:2005. Kata Pengantar Kata Pengantar Pertama-tama, kami mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang atas izinnya revisi Pedoman Komisi Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP), yaitu Pedoman KNAPPP

Lebih terperinci

PROSES SERTIFIKASI Hal. 1 dari 8

PROSES SERTIFIKASI Hal. 1 dari 8 PROSES SERTIFIKASI Hal. 1 dari 8 1. RUANG LINGKUP Prosedur ini merinci tahapan proses sertifikasi Sistem Manajemen Klien mencakup pemberian, pemeliharaan, perluasan, pengurangan, penagguhan, pencabutan

Lebih terperinci

Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel

Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Pedoman KAN 801-2004 Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel Komite Akreditasi Nasional Kata Pengantar Pedoman ini diperuntukkan bagi lembaga yang ingin mendapat akreditasi sebagai Lembaga Sertifikasi

Lebih terperinci

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU 1.0 PENDAHULUAN PT. Ayamaru Sertifikasi menyusun Aturan Pelaksanaan ini untuk digunakan

Lebih terperinci

Standar Audit SA 300. Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan

Standar Audit SA 300. Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan SA 00 Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan SA Paket 00.indb //0 ::0 AM STANDAR AUDIT 00 PERENCANAAN SUATU AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode

Lebih terperinci

LAMP03-PM12 Ketentuan & Syarat Sertifikasi rev dari 5

LAMP03-PM12 Ketentuan & Syarat Sertifikasi rev dari 5 1. Pengantar Skema Aturan ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan dari Anggota Badan Akreditasi Nasional IAF di bawah Skema Sertifikasi Terakreditasi. PT. Global Certification Indonesia, selanjutnya

Lebih terperinci

PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN NASIONAL SERTIFIKASI

Lebih terperinci

PERSYARATAN SERTIFIKASI F-LSSM

PERSYARATAN SERTIFIKASI F-LSSM PERSYARATAN SERTIFIKASI LEMBAGA SERTIFIKASI SISTIM MUTU () KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI PALEMBANG JL. PERINDUSTRIAN II

Lebih terperinci

Semua persyaratan pada klausul 5.1 dari ISO terpenuhi. 5.d Lembaga Sertifikasi harus mempunyai dokumen legalitas hukum

Semua persyaratan pada klausul 5.1 dari ISO terpenuhi. 5.d Lembaga Sertifikasi harus mempunyai dokumen legalitas hukum Lampiran 1. Gap analisis standar Pedoman BSN 1001:1999 terhadap ISO 17021:2006 dan ISO 22003:2007. ISO/IEC 17021 : 2006 ISO/IEC 22003:2007 Pedoman BSN 1001-1999 5 Persyaratan Umum 5 Persyaratan Umum 5.1

Lebih terperinci

Pelaksanaan Audit sesuai SNI ISO 19011:2012. Nurlathifah

Pelaksanaan Audit sesuai SNI ISO 19011:2012. Nurlathifah Pelaksanaan Audit sesuai SNI ISO 19011:2012 Nurlathifah nurlathifah@bsn.go.id Management System set of to interrelated or interacting elements establish policy and objectives and to achieve those objectives

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DP.01.07 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Lebih terperinci

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU 1.0 PENDAHULUAN PT. Ayamaru Sertifikasi menyusun Aturan Pelaksanaan ini untuk digunakan

Lebih terperinci

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12 SOP-6 PENELAAHAN MUTU Halaman 1 dari 12 Histori Tanggal Versi Pengkinian Oleh Catatan 00 Halaman 2 dari 12 KETENTUAN 1.1 Penelaahan Mutu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kerja oleh Penilai telah

Lebih terperinci

Kebijakan Pengungkap Fakta

Kebijakan Pengungkap Fakta KEBIJAKAN PENGUNGKAP FAKTA 1. Ikhtisar Amcor berkomitmen terhadap standar tertinggi praktik etis dan hubungan yang jujur, serta perlindungan bagi individu yang melaporkan kejadian atau dugaan terjadinya

Lebih terperinci

Pedoman Multilokasi Sertifikasi Produk dan Legalitas Kayu

Pedoman Multilokasi Sertifikasi Produk dan Legalitas Kayu DPLS 19 rev.0 Pedoman Multilokasi Sertifikasi Produk dan Legalitas Kayu Issue Number : 000 Desember 2013 Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok

Lebih terperinci

2. Layanan-layanan LS ICSM Indonesia akan memberikan layanan-layanan sebagai berikut:

2. Layanan-layanan LS ICSM Indonesia akan memberikan layanan-layanan sebagai berikut: 1. Perjanjian Perjanjian ini dibuat pada tanggal ditandatangani, antara pihak (1) LS ICSM Indonesia sebagai lembaga sertifikasi, beralamat di Jalan Raya Lenteng Agung No. 11B, Jakarta Selatan 12610 dan

Lebih terperinci

PROSES SERTIFIKASI 20/6/2012

PROSES SERTIFIKASI 20/6/2012 Disahkan oleh: Manajer Pelaksana Hal. 1 dari 7 1. RUANG LINGKUP Prosedur ini merinci tahapan proses sertifikasi Sistem Manajemen Klien mencakup pemberian, pemeliharaan, perluasan, pengurangan, penagguhan,

Lebih terperinci

Standar Audit SA 620. Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor

Standar Audit SA 620. Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor SA 0 Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor SA Paket 00.indb //0 :: AM STANDAR AUDIT 0 penggunaan PEKERJAAN PAKAR AUDITOR (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada

Lebih terperinci

Pedoman: PD Rev. 02

Pedoman: PD Rev. 02 Pedoman: PD-07-01.Rev. 02 PERSYARATAN DAN ATURAN SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 / SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 : 2004. INDAH KARYA REGISTER CERTIFICATION SERVICES I. UMUM 1.1

Lebih terperinci

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI HOTEL..

ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI HOTEL.. ATURAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI HOTEL.. 1. PENDAHULUAN 1.1. LSUP PT. ENHAII MANDIRI 186 mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor akreditasi LSUP-015-IDN; 1.2. LSUP PT. ENHAII

Lebih terperinci

Terbitan Nomor : 4 Desember 2012

Terbitan Nomor : 4 Desember 2012 KAN 02 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI PENYELENGGARA UJI PROFISIENSI (PUP) Terbitan Nomor : 4 Desember 2012 Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala W anabakti,

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS PERNYATAAN DAN PRINSIP KEBIJAKAN Sesuai dengan Undang-undang Intelijen Keuangan dan Anti Pencucian Uang 2002 (FIAMLA 2002), Undang-undang Pencegahan Korupsi 2002

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 ISO/1EC 17025:2008 3.1.1 Pendahuluan ISO/IEC 17025 Edisi pertama (1999) ISO/IEC 17025 diterbitkan sebagai hasil dari pengalaman yang ekstensif dalam implementasi ISO/IEC Guide

Lebih terperinci

Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan

Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan Ikhtisar Layanan Keterangan Layanan ini ("Keterangan Layanan") ditujukan untuk Anda, yakni pelanggan ("Anda" atau "Pelanggan") dan pihak Dell yang

Lebih terperinci

Komite Akreditasi Nasional

Komite Akreditasi Nasional PEDOMAN 501-2003 Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Personel Adopsi dari ISO/IEC 17024 : 2003 Komite Akreditasi Nasional 1 dari 14 Penilaian Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga

Lebih terperinci

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001 Nomor : 8/1 Edisi-Revisi : E-2 Tanggal : 01 Juni 2016 Hal : 1 dari 9 LSSM BBTPPI Semarang (BISQA) adalah lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu yang telah diakreditasi (diakui) oleh Komite Akreditasi

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI KAN 01 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI Terbitan Nomor: 4 Februari 2012 Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok

Lebih terperinci

SUSTAINABILITY STANDARD OPERATING PROCEDURE. Prosedur Penyelesaian Keluhan

SUSTAINABILITY STANDARD OPERATING PROCEDURE. Prosedur Penyelesaian Keluhan No. Dokumen ID : AGRO-SFM-002-PR Tanggal Terbit Sebelumnya : N/A Halaman : 1 dari 11 1.0 LATAR BELAKANG Grup APRIL ("APRIL") telah mengumumkan Kebijakan APRIL Grup dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Lebih terperinci

Uncontrolled When Download

Uncontrolled When Download 1. DEFINISI 1.1. MUTU CERTIFICATION INTERNATIONAL PT Mutuagung Lestari, beralamat di Jalan Raya Bogor Km. 33.5 Nomor 19, Cimanggis, Depok, Jawa Barat (nomor telepon 021-8740202, nomor fax 021-87740745/87740746,

Lebih terperinci

STANDAR PERIKATAN AUDIT

STANDAR PERIKATAN AUDIT EXPOSURE DRAFT EXPOSURE DRAFT STANDAR PERIKATAN AUDIT ( SPA ) 300 PERENCANAAN SUATU AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Profesi Institut Akuntan Publik Indonesia

Lebih terperinci

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

Bab 4 Hasil dan Pembahasan Bab 4 Hasil dan Pembahasan Setelah membuat metode penelitian pada bab sebelumnya, maka pada bab ini akan ditampilkan hasil dari analisis yang dilakukan pada RSUD kota Salatiga. 4.1 Analisis Maturity Level

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Bagian ini merupakan tahap akhir dalam penulisan karya ilmiah. Dalam bagian ini akan dipaparkan kesimpulan dan beberapa rekomendasi dari hasil penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

Standar Audit SA 402. Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa

Standar Audit SA 402. Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa SA 0 Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu Organisasi Jasa SA Paket 00.indb //0 0::0 AM STANDAR AUDIT 0 PERTIMBANGAN AUDIT TERKAIT DENGAN ENTITAS YANG MENGGUNAKAN SUATU ORGANISASI

Lebih terperinci

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Tujuan Peraturan ini dibuat dengan tujuan menjalankan fungsi pengendalian internal terhadap kegiatan perusahaan dengan sasaran utama keandalan

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA PEMILIK HUTAN HAK

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA PEMILIK HUTAN HAK Lampiran 3.3. Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Nomor : P.5/VI-BPPHH/2014 Tanggal : 14 Juli 2014 Tentang : Standar dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi

Lebih terperinci

PANDUAN INTERPRETASI UNTUK BUTIR-BUTIR PEDOMAN BSN 401-2000 : "PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK"

PANDUAN INTERPRETASI UNTUK BUTIR-BUTIR PEDOMAN BSN 401-2000 : PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PEDOMAN KAN 402-2007 PANDUAN INTERPRETASI UNTUK BUTIR-BUTIR PEDOMAN BSN 401-2000 : "PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK" Komite Akreditasi Nasional Adopsi dari IAF-GD5-2006 Issue 2 1 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

Standar Audit SA 230. Dokumentasi Audit

Standar Audit SA 230. Dokumentasi Audit SA 0 Dokumentasi Audit SA Paket 00.indb STANDAR AUDIT 0 DOKUMENTASI AUDIT (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) Januari 0 (untuk Emiten),

Lebih terperinci

Catatan Pengarahan FLEGT

Catatan Pengarahan FLEGT FLEGT PENEGAKAN HUKUM, TATA KELOLA DAN PERDAGANGAN SEKTOR KEHUTANAN Jaminan legalitas berbasis peserta pasar dan pemberian izin FLEGT Latar belakang Rencana Tindakan mengenai Penegakan Hukum, Tata Kelola

Lebih terperinci

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT - 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT - 2 - PEDOMAN STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK

Lebih terperinci

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk Piagam Audit Internal PT Astra International Tbk Desember 2010 PIAGAM AUDIT INTERNAL 1. Visi dan Misi Visi Mempertahankan keunggulan PT Astra International Tbk dan perusahaanperusahaan utama afiliasinya

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGUNGKAP FAKTA

KEBIJAKAN PENGUNGKAP FAKTA Kebijakan Pengungkap Fakta KEBIJAKAN PENGUNGKAP FAKTA Pernyataan Etika Perusahaan (Statement of Corporate Ethics) Amcor Limited menetapkan kebijakannya terhadap pengungkapan fakta dan komitmennya untuk

Lebih terperinci

PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN

PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN 4. Sistem Manajemen Mutu (=SMM) 4.1 Persyaratan Umum Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara suatu SMM

Lebih terperinci

PEDOMAN KNAPPP 02:2007 Persyaratan Umum Akreditasi Pranata Litbang

PEDOMAN KNAPPP 02:2007 Persyaratan Umum Akreditasi Pranata Litbang PEDOMAN 02:2007 Persyaratan Umum Akreditasi Pranata Litbang 1. Organisasi dan Lingkup Kegiatan 1.1. Organisasi 1.1.1 Pranata Litbang merupakan organisasi yang kegiatan intinya adalah penelitian dan pengembangan,

Lebih terperinci

Standar Audit SA 610. Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal

Standar Audit SA 610. Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal SA 0 Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal SA Paket 00.indb STANDAR AUDIT 0 PENGGUNAAN PEKERJAAN AUDITOR INTERNAL (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau

Lebih terperinci

Prosedur dan Daftar Periksa Kajian Sejawat Laporan Penilaian Nilai Konservasi Tinggi

Prosedur dan Daftar Periksa Kajian Sejawat Laporan Penilaian Nilai Konservasi Tinggi ID Dokumen BAHASA INDONESIA Prosedur dan Daftar Periksa Kajian Sejawat Laporan Penilaian Nilai Konservasi Tinggi Kelompok Pakar Sejawat, Skema Lisensi Penilai (ALS) HCV Resource Network (HCVRN) Prosedur

Lebih terperinci

PEDOMAN KNAPPP 02 : 2007 PERSYARATAN AKREDITASI PRANATA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOMISI NASIONAL AKREDITASI PRANATA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PEDOMAN KNAPPP 02 : 2007 PERSYARATAN AKREDITASI PRANATA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOMISI NASIONAL AKREDITASI PRANATA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PEDOMAN KNAPPP 02 : 2007 PERSYARATAN AKREDITASI PRANATA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOMISI NASIONAL AKREDITASI PRANATA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Pedoman ini diterbitkan oleh Sekretariat KNAPPP Alamat:

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI ORGANIK. Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI ORGANIK. Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia DPLS 20 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI ORGANIK Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung 1 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Lt. 14 Jl.

Lebih terperinci

INTERNATIONAL STANDARD

INTERNATIONAL STANDARD INTERNATIONAL STANDARD ISO/IEC 27005 Information technology Security techniques Information security risk management Reference number ISO/IEC 27005:2008(E) Daftar Isi Daftar Isi... ii Daftar Gambar...

Lebih terperinci

Standar audit Sa 500. Bukti audit

Standar audit Sa 500. Bukti audit Standar audit Sa 500 Bukti audit SA paket 500.indb 1 Standar Audit Standar audit 500 BuKti audit (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk dimulai pada atau setelah tanggal: (i) 1 Januari

Lebih terperinci

BAB V SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

BAB V SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN BAB V SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN I. Persiapan Penerapan a. Langkah-langkah penerapan SML; Tahap 1 : Pengembangan dan komitmen terhadap kebijakan lingkungan Tahap 2 : Perencanaan Aspek lingkungan dan dampak

Lebih terperinci

Bersumber dari : Wikipedia dan ditambahkan oleh penulis

Bersumber dari : Wikipedia dan ditambahkan oleh penulis Bersumber dari : Wikipedia dan ditambahkan oleh penulis ISO / IEC 27001, bagian dari tumbuh ISO / IEC 27.000 keluarga standar, adalah Information Security Management System (ISMS) standar yang diterbitkan

Lebih terperinci

BATASAN, STANDAR, DAN KODE ETIK AUDIT INTERNAL

BATASAN, STANDAR, DAN KODE ETIK AUDIT INTERNAL BATASAN, STANDAR, DAN KODE ETIK AUDIT INTERNAL Latar Belakang Definisi dan Ruang Lingkup Standar Atribut dan Standar Kinerja Kode Etik tedi last 01/17 LATAR BELAKANG. Faktor yang mendorong Manajemen membentuk

Lebih terperinci

Respon Pemantauan IFC ke. Audit CAO mengenai investasi IFC di

Respon Pemantauan IFC ke. Audit CAO mengenai investasi IFC di AUDIT PEMANTAUAN DAN LAPORAN PENUTUPAN CAO Audit IFC Kepatuhan CAO C-I-R6-Y08-F096 27 Maret 2013 Respon Pemantauan IFC ke Audit CAO mengenai investasi IFC di Wilmar Trading (IFC No. 20348) Delta Wilmar

Lebih terperinci

PELAKSANAAN AUDIT INTERNAL MUTU PERGURUAN TINGGI

PELAKSANAAN AUDIT INTERNAL MUTU PERGURUAN TINGGI PELAKSANAAN AUDIT INTERNAL MUTU PERGURUAN TINGGI 1 9 Evaluasi 1 Seleksi auditee 2 Persiapan penugasan 8 Monitoring tindak lanjut 7 Pelaporan hasil audit PROSES AUDIT 3 Survei Pendahuluan 4 Penyusunan Audit

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI KAN 01 Rev. 5 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung I BPPT, Lt. 14 Jl. MH Thamrin No. 8, Kebon Sirih,

Lebih terperinci

LAMPIRAN 5. PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap)

LAMPIRAN 5. PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap) LAMPIRAN 5 PENJELASAN ATAS PRESEDEN PERJANJIAN KERJA SAMA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT YANG DIDUKUNG CSR (versi lengkap) 125 Pendahuluan Ulasan berikut ini menjelaskan secara ringkas cara menggunakan

Lebih terperinci

Internal Audit Charter

Internal Audit Charter SK No. 004/SK-BMD/ tgl. 26 Januari Pendahuluan Revisi --- 1 Internal Audit Charter Latar Belakang IAC (Internal Audit Charter) atau Piagam Internal Audit adalah sebuah kriteria atau landasan pelaksanaan

Lebih terperinci

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL Bab I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Tujuan Peraturan ini dibuat dengan tujuan menjalankan fungsi pengendalian internal terhadap kegiatan perusahaan dengan sasaran utama keandalan

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1 Umum... vi 0.2 Pendekatan proses...

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

Standar Audit SA 500. Bukti Audit

Standar Audit SA 500. Bukti Audit SA 00 Bukti Audit SA paket 00.indb //0 :: AM STANDAR AUDIT 00 BUKTI AUDIT (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) Januari 0 (untuk Emiten),

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Peraturan Arbitrase KLRCA

DAFTAR ISI Peraturan Arbitrase KLRCA DAFTAR ISI Peraturan Arbitrase KLRCA Bagian I PERATURAN ARBITRASE KLRCA (Direvisi pada tahun 2013) Bagian II PERATURAN ARBITRASE UNCITRAL (Direvisi pada tahun 2010) Bagian III SKEMA Bagian IV PEDOMAN UNTUK

Lebih terperinci

PIAGAM INTERNAL AUDIT

PIAGAM INTERNAL AUDIT PIAGAM INTERNAL AUDIT PT INTILAND DEVELOPMENT TBK. 1 dari 8 INTERNAL AUDIT 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Piagam Audit Internal merupakan dokumen penegasan komitmen Direksi dan Komisaris serta

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT PT PP LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk

PIAGAM KOMITE AUDIT PT PP LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk PIAGAM KOMITE AUDIT PT PP LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk Komite Audit PT PP London Sumatra Indonesia Tbk ( Perusahaan ) dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dalam rangka membantu melaksanakan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Peraturan Arbitrase Proses Acara Cepat KLRCA PERATURAN ARBITRASE SKEMA IMBALAN DAN BIAYA ADMINISTRASI PEDOMAN UNTUK PERATURAN ARBITRASE

DAFTAR ISI. Peraturan Arbitrase Proses Acara Cepat KLRCA PERATURAN ARBITRASE SKEMA IMBALAN DAN BIAYA ADMINISTRASI PEDOMAN UNTUK PERATURAN ARBITRASE DAFTAR ISI Peraturan Arbitrase Proses Acara Cepat KLRCA Bagian I PERATURAN ARBITRASE PROSES Acara Cepat KLRCA Bagian II SKEMA IMBALAN DAN BIAYA ADMINISTRASI Bagian III PEDOMAN UNTUK PERATURAN ARBITRASE

Lebih terperinci

Kebijakan Manajemen Risiko

Kebijakan Manajemen Risiko Kebijakan Manajemen Risiko PT Indo Tambangraya Megah, Tbk. (ITM), berkomitmen untuk membangun sistem dan proses manajemen risiko perusahaan secara menyeluruh untuk memastikan tujuan strategis dan tanggung

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL

MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL POLITEKNIK LP3I JAKARTA TAHUN 2016 ii iii DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv Bab I Penjelasan Umum... 2 A. Definisi dan

Lebih terperinci

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001 LSSM BBTPPI Semarang (BISQA) adalah lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu yang telah diakreditasi (diakui) oleh Komite Akreditasi Nasional - Badan Standardisasi Nasional (KAN-BSN) dalam memberikan

Lebih terperinci

Standar Audit SA 450. Pengevaluasian atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit

Standar Audit SA 450. Pengevaluasian atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit SA 0 Pengevaluasian atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit SA Paket 00.indb STANDAR AUDIT 0 PENGEVALUASIAN ATAS KESALAHAN PENYAJIAN YANG DIIDENTIFIKASI SELAMA AUDIT (Berlaku efektif

Lebih terperinci

Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan

Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan Control Objectives for Information and related Technology (COBIT) adalah seperangkat praktik terbaik (kerangka) untuk teknologi informasi

Lebih terperinci

Menetapkan : PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KESESUAIAN - PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

Menetapkan : PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KESESUAIAN - PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 1 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KESESUAIAN - PERSYARATAN UMUM LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA BADAN

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERNAL

PIAGAM AUDIT INTERNAL PIAGAM AUDIT INTERNAL (INTERNAL AUDIT CHARTER) PT PERTAMINA INTERNASIONAL EKSPLORASI & PRODUKSI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 3 1.1 Umum... 3 1.2 Visi, Misi, Dan Tujuan... 3 1.2.1 Visi Fungsi Audit Internal...

Lebih terperinci

MEKANISME KELUHAN PEKERJA

MEKANISME KELUHAN PEKERJA PROSEDUR TPI-HR-Kebijakan-04 Halaman 1 dari 7 MEKANISME KELUHAN PEKERJA Halaman 2 dari 7 Pendahuluan Keluhan didefinisikan sebagai masalah yang nyata atau dirasakan yang dapat memberikan alasan untuk mengajukan

Lebih terperinci

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PT. ANUGERAH GLOBAL SUPERINTENDING DOKUMEN PENDUKUNG KETENTUAN DAN TATA CARA SERTIFIKASI PRODUK Depok, 22 Juni 2016 Disahkan oleh, Nurhayati Syarief General Manager Edisi : A No. Revisi : 0 Halaman : 1

Lebih terperinci

-1- DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU

-1- DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU -1- LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 27/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU 1. Lingkup Sistem Manajemen

Lebih terperinci

KODE ETIK PT DUTA INTIDAYA, TBK.

KODE ETIK PT DUTA INTIDAYA, TBK. KODE ETIK PT DUTA INTIDAYA, TBK. PENDAHULUAN Tata kelola perusahaan yang baik merupakan suatu persyaratan dalam pengembangan global dari kegiatan usaha perusahaan dan peningkatan citra perusahaan. PT Duta

Lebih terperinci

Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi

Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi IV.1 Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi dengan Val IT Perencanaan investasi TI yang dilakukan oleh Politeknik Caltex Riau yang dilakukan

Lebih terperinci

4.12 SYARAT DAN KONDISI YANG MENGATUR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

4.12 SYARAT DAN KONDISI YANG MENGATUR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU 4.12 SRAT DAN KONDISI NG MENGATUR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU 1. Syarat dan Kondisi ini mengatur Skema Verifikasi Legalitas Kayu (selanjutnya disebut sebagai Skema ) yang diselenggarakan oleh TROPICAL RAINFOREST

Lebih terperinci

PT MUTUAGUNG LESTARI

PT MUTUAGUNG LESTARI 1. PENDAHULUAN LS PRO PT Mutuagung Lestari telah ditunjuk oleh Komite Akreditasi untuk melaksanakan audit sistem sertifikasi produk 2. RUANG LINGKUP Ruang lingkup pelaksanaan sistem sertifikasi produk

Lebih terperinci

Tentang Generali Group Compliance Helpline (EthicsPoint)

Tentang Generali Group Compliance Helpline (EthicsPoint) Tentang Generali Group Compliance Helpline (EthicsPoint) Pelaporan Umum Keamanan Pelaporan Kerahasiaan & perlindungan data Tentang Generali Group Compliance Helpline (EthicsPoint) Apa Itu Generali Group

Lebih terperinci

Kebijakan NEPCon untuk Penyelesaian Sengketa

Kebijakan NEPCon untuk Penyelesaian Sengketa Kebijakan NEPCon untuk Penyelesaian Sengketa NEPCon Policies 1 December 2014 2011 Kebijakan NEPCon untuk Penyelesaian Sengketa 2 Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memaparkan dan mengatur cara NEPCon

Lebih terperinci

Kode Perilaku VESUVIUS: black 85% PLC: black 60% VESUVIUS: white PLC: black 20% VESUVIUS: white PLC: black 20%

Kode Perilaku VESUVIUS: black 85% PLC: black 60% VESUVIUS: white PLC: black 20% VESUVIUS: white PLC: black 20% Kode Perilaku 2 Vesuvius / Kode Perilaku 3 Pesan dari Direktur Utama Kode Perilaku ini menegaskan komitmen kita terhadap etika dan kepatuhan Rekan-rekan yang Terhormat Kode Perilaku Vesuvius menguraikan

Lebih terperinci

II. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI

II. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI Yth. 1. Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi; dan 2. Pengguna Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA

Lebih terperinci

Standar Audit SA 240. Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan

Standar Audit SA 240. Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan SA 0 Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit atas Laporan Keuangan SA Paket 00.indb //0 0:0: AM STANDAR AUDIT 0 TANGGUNG JAWAB AUDITOR TERKAIT DENGAN KECURANGAN DALAM SUATU AUDIT

Lebih terperinci

STANDAR INTERNASIONAL PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL (STANDAR)

STANDAR INTERNASIONAL PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL (STANDAR) STANDAR INTERNASIONAL PRAKTIK PROFESIONAL AUDIT INTERNAL (STANDAR) Direvisi: Oktober 2012 Halaman 1 DAFTAR ISI PENDAHULUAN... 4 STANDAR ATRIBUT... 7 1000 - Tujuan, Kewenangan, dan Tanggung Jawab... 7 1010

Lebih terperinci

PT. JABABEKA TBK Piagam Komite Audit

PT. JABABEKA TBK Piagam Komite Audit Tujuan Komite Audit adalah komite yang dibentuk oleh Komisaris. Fungsi utamanya adalah untuk membantu Komisaris dalam memenuhi tanggung jawab pengawasannya, yang meliputi penelaahan atas laporan tahunan

Lebih terperinci

Panduan audit sistem manajemen mutu dan/atau lingkungan

Panduan audit sistem manajemen mutu dan/atau lingkungan Standar Nasional Indonesia Panduan audit sistem manajemen mutu dan/atau lingkungan ICS 13.020 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata.... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup...

Lebih terperinci

Standar Audit SA 570. Kelangsungan Usaha

Standar Audit SA 570. Kelangsungan Usaha SA 0 Kelangsungan Usaha SA paket 00.indb STANDAR AUDIT 0 KELANGSUNGAN USAHA (Berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal: (i) Januari 0 (untuk

Lebih terperinci

Penilaian kesesuaian - Pedoman penggunaan sistem manajemen mutu organisasi dalam sertifikasi produk

Penilaian kesesuaian - Pedoman penggunaan sistem manajemen mutu organisasi dalam sertifikasi produk PSN 305-2006 Pedoman Standardisasi Nasional Penilaian kesesuaian - Pedoman penggunaan sistem manajemen mutu organisasi dalam sertifikasi produk Badan Standardisasi Nasional Daftar Isi Daftar Isi... i

Lebih terperinci

BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUKU PENILAIAN

BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUKU PENILAIAN MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PAM.MM01.001.01 BUKU PENILAIAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN

Lebih terperinci

DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN

DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Baru FAKULTAS

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT DAN RISIKO USAHA (BUSINESS RISK AND AUDIT COMMITTEES CHARTER) PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. BAGIAN I

PIAGAM KOMITE AUDIT DAN RISIKO USAHA (BUSINESS RISK AND AUDIT COMMITTEES CHARTER) PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. BAGIAN I PIAGAM KOMITE AUDIT DAN RISIKO USAHA (BUSINESS RISK AND AUDIT COMMITTEES CHARTER) PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. BAGIAN I 1.1. Pengertian Komite Audit dan Risiko Usaha adalah komite yang dibentuk oleh dan

Lebih terperinci

PERLUASAN DAN PENGURANGAN RUANG LINGKUP SERTIFIKAT

PERLUASAN DAN PENGURANGAN RUANG LINGKUP SERTIFIKAT 1. RUANG LINGKUP Prosedur ini menguraikan tanggung jawab dan metode yang digunakan ABICS dalam mengendalikan proses perluasan dan pengurangan ruang lingkup Sertifikat yang dimohon oleh Klien. 2. DEFINISI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/PMK.03/2013 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/PMK.03/2013 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/PMK.03/2013 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa ketentuan

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT. 1. Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris.

PIAGAM KOMITE AUDIT. 1. Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris. PIAGAM KOMITE AUDIT A. DASAR PERATURAN 1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. 2. Peraturan Otoritas

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG (ANTI MONEY LAUNDERING / "AML") FXPRIMUS

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG (ANTI MONEY LAUNDERING / AML) FXPRIMUS KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG (ANTI MONEY LAUNDERING / "AML") FXPRIMUS PERNYATAAN KEBIJAKAN DAN PRINSIP Sesuai dengan Undang-Undang Intelijen Keuangan dan Anti Pencucian Uang 2002 (FIAMLA 2002), Undang-

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PERATURAN ARBITRASE. ISLAM KLRCA (Direvisi pada 2013) PERATURAN ARBITRASE UNCITRAL (Direvisi pada 2010) ARBITRASE ISLAM KLRCA

DAFTAR ISI PERATURAN ARBITRASE. ISLAM KLRCA (Direvisi pada 2013) PERATURAN ARBITRASE UNCITRAL (Direvisi pada 2010) ARBITRASE ISLAM KLRCA DAFTAR ISI Peraturan Arbitrase Islam KLRCA Bagian I PERATURAN ARBITRASE ISLAM KLRCA (Direvisi pada 2013) Bagian II PERATURAN ARBITRASE UNCITRAL (Direvisi pada 2010) Bagian III SKEMA Bagian IV PEDOMAN UNTUK

Lebih terperinci