BAB 3 ANALISIS KONDISI PERUSAHAAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 3 ANALISIS KONDISI PERUSAHAAN"

Transkripsi

1 BAB 3 ANALISIS KONDISI PERUSAHAAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. Baruna Raya Logistics Inc. adalah perusahaan pelayaran yang memiliki sarana kapal-kapal lepas pantai (offshore) yang disewakan kepada pihak pihak perusahaan minyak yang mengadakan kegiatan eksplorasi di lepas pantai Indonesia, atau kepada perusahaan-perusahaan lain yang ingin menggunakan untuk keperluan yang sama. PT. Baruna Raya Logistics didirikan pada tanggal 22 Januari 1972, dengan status perusahaan Penanam Modal Asing (PMA). Perusahaan ini semacam joint venture antara Indonesia dengan offshore logistics incorporation Amerika Serikat. Pada tahun 1984 PT. Baruna Raya Logistics beralih status menjadi perusahaan swasta nasional penuh atau perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN). Peralihan status ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diajukan dewan penyantun perusahaan yang didirikan berdasarkan akta notaries Henk Limanow No. 60, tanggal 26 agustus Akte tersebut kemudian mendapat pengesahan Departemen Kehakiman pada tanggal 6 Juli 1975 dengan nomor YA 5/194/10. Selain itu PT. Baruna Raya Logistics juga memperoleh surat-surat izin antara lain sebagai berikut : - Surat izin usaha perusahaan pelayaran (SIUPP) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bernomor BXXV 652/AL 5 tertanggal 4 Maret Surat pengalihan status dari PMA menjadi PMDN NO. 04/1984 tanggal 6 Maret Surat pengukuhan pengusaha menjadi pengusaha kena pajak No. Kep PKP/WPJ.10/KI/1306 tanggal 1 Januari Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. PKP tanggal 1 Maret 1989.

2 - NPWP No Sertifikat tanda kepesertaan Astek No. 830J Sertifikat tanda kepesertaan dana pensiun No Tanda daftar perusahaan No tanggal 10 Juni Surat keterangan terdaftar pada migas No. 363/394/Drib/1992 tanggal 19 Maret Dan surat-surat izin lainnya. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistics bagi kapal-kapal lepas pantai, PT. Baruna Raya Logistics Inc. telah banyak dikenal orang, hal tersebut dapat dimaklumi karena kalau dihitung sejak berdirinya, perusahaan telah berkiprah selama 20 tahun lebih dibidang ini. PT. Baruna Raya Logistics memiliki 74 orang staff, 20 mekanik dan 300 orang kru yang bekerja dilepas pantai di Jakarta dan Balikpapan. Dalam perjalanannya PT. Baruna Raya Logistics Inc. tidak langsung besar melainkan melalui berbagai tahapan yaitu misalnya : 12 tahun pertama merupakan masa belajar. Pada awal tahun ke 13 barulah PT. Baruna Raya Logistics memperoleh bentuknya dan yang berkembang hingga sekarang ini Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan Visi Perusahaan Visi PT. Baruna Raya Logistics menjaga dan meningkatkan kualitas Jasa Pelayanan Pelayaran Lepas pantai dalam memasuki era Globalisasi dan Pasar bebas.

3 Misi Perusahaan Untuk mewujudkan Visi Perusahaan maka PT. Baruna Raya Logistics, menetapkan sebagai berikut : Meningkatkan perolehan pendapatan perusahaan setiap tahun. Meningkatkan sarana dan prasarana baik gedung maupun peralatan, sehingga dalam kurun waktu 5 (lima) tahun setiap kapal mempunyai peralatan yang lengkap. Meningkatkan jumlah sumber daya manusia untuk setiap crew kapal dan staff kantor pada umumnya. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mengikuti serta berbagai kejuruan dalam bidang yang sangat dibutuhkan. Memperluas segmen pasar instansi swasta serta memperlancar secara geografis nasional Tujuan Perusahaan Untuk lebih lanjut merealisasikan, misi tersebut maka PT. Baruna Raya Logistics, menetapkan tujuan dalam bidang usaha Jasa Pelayanan Pelayaran Lepas Pantai tersebut, sebagai berikut : Meningkatkan service kepada Penyewa Kapal. Meningkatkan keterampilan petugas Sumber Daya Manusia. Memperluas pangsa pasar. Melakukan Effisiensi manajerial perusahaan.

4 3.2 Struktur Organisasi Perusahaan Gambar 3.1 : Struktur Organisasi Perusahaan Dalam gambar 3.1 Tanggung jawab dan perincian tugas pada PT. Baruna Raya Logistics dapat diuraikan sebagai berikut :

5 Direktur Utama Bertanggung jawab untuk : 1. Bertanggung jawab secara keseluruhan untuk mutu dari perusahaan termasuk system manajemen keselamatannya. 2. Bertanggung jawab secara keseluruhan untuk komunikasi dan personil. 3. Mengawasi bisnis pada saat ini, baik secara umum maupun secara khusus yang berhubungan dengan pembaharuan kontrak. 4. Menyusun dan menyajikan anggaran perkiraan dan perencanaan. 5. Secara terus menerus mencari dan mengidentifikasi peluang bisnis yang berkembang dan memperhatikan usulan yang ada sekarang, untuk menentukan invesatsi baru yang menguntungkan. 6. Mengawasi penerimaan personil baru (darat). 7. Mengawasi implementasi / pemberlakuan yang benar dari kebijakan perusahaan. Direktur Pelaksana Bertanggung jawab kepada Direktur Utama untuk : Umum. Efisiensi jalannya perusahaan dan armada kapal-kapal. Tugas pokok : 1. Untuk menjamin keamanaan dan opersi bebas polusi. 2. Mengawasi semua divisi. 3. Sebagai penghubung dengan penyewa / pencarter.

6 4. Menanggapi terhadap keadaan darurat kapal. 5. Memantau anggaran. 6. Mengesahkan/otoritas pembelian 7. Memimpin rapat peninjauan manajemen. 8. Memantau keselamatan dan aspek pencegahan polusi dari armada. 9. Menjamin bahwa kecelakaan yang terjadi dan kejadian yang berbahaya dilaporkan serta dilakukan penyidikan. Pimpinan Mutu / Keselamatan Bertanggung jawab kepada Direktur Pelaksana untuk : Menjamin keberhasilan dari implementasi pemberlakuan dan pemeliharaan dari sistem manajemen / keselamatan. Bertanggung jawab untuk mengontrol dan atau penyelidikan dari sistem manajemen mutu / keselamatan, untuk menjamin bahwa sistem kebijakan dan prosedur diterapkan dengan benar. Tugas pokok : 1. Untuk mengontrol audit dari mutu / keselamatan. 2. Memantau keluhan pelanggan untuk meningkatkan standar mutu menjadi lebih baik. 3. Mengorganisasi pelatihan bidang mutu. 4. Memantau ketidak-sesuaian dan memastikan bahwa kegiatan perbaikan / pencegahan telah diselesaikan. 5. Sebagai penghubung dengan badan-badan pemeriksa.

7 6. Memantau menetapkan / penentuan dari sub-kontraktor dan memelihara dafatar pemasok / vendors list yang disetujui 7. Menjamin pengontrolan dari dokumentasi. 8. Berlaku sebagi orang yang ditunjuk dibawah Koda ISM dan sebagai wakil dari manajemen untuk bidang mutu (sesuai standar ISO-9002). 9. Sebagai pengubung antara Nakhoda kapal dengan Direktur untuk masalah keselamatan dan pencegahan polusi. 10. Memantau keselamatan dan aspek pencegahan polusi dari armada serta untuk menjamin bahwa kecelakaan dan kejadian yang berbahaya, dilaporkan dan diselidiki. 11. Mengorganisasi dan menghadiri rapat peninjauan manajemen. Kepala Divisi Operasi Bertanggung jawab kepada Direktur Pelaksana untuk : Pergerakan armada kapal yang tepat guna. Tugas pokok : 1. Untuk menjamin operasi yang aman dan bebas polusi. 2. Mengawasi semua Bagian / Departemen dibawahnya. 3. Menanggapi keadaan darurat dari kapal. 4. Memantau anggaran. 5. Menghadiri rapat peninjauan manajemen. 6. Memantau aspek keselamatan dan pencegahan polusi dari armada

8 7. Mengawasi pemeliharaan dari kapal-kapal. Kepala Divisi Pemasaran Bertanggung jawab kepada Direktur Pelaksana untuk : Pemasaran dan pencarteran / penyewaan yang efektif dari armada kapal-kapal. Tugas Pokok : 1. Mempertahankan kontak yang akrab dengan semua pelanggan yang ada sekarang dan pelanggan yang berpotensi. 2. Bernegosiasi dengan pencarter / pelanggan dari benefit perusahaan. 3. Sebagai penghubung dengan pencarter bila ada komentar / keluhan. 4. Memeriksa / mengecek secara hati-hati semua dokumen carter / penyewaan. 5. Memantau hasil kerja / waktu siaga dari kapal dan memeriksa pembayaran dari pelanggan. 6. Menghadiri rapat peninjauan manajemen. Kepala Divisi Sumber Daya Manusia / SDM Bertanggung jawab kepada Direktur Pelaksana untuk : Pengelola yang efisien / tepat guna bagi personil / fungsi pelatihan. Tugas pokok : 1. Memantau beban pekerjaan dari personil dan merekomendasikan setiap perubahan yang dibutuhkan.

9 2. Mengawasi Bagian / Departemennya. 3. Mengkoordinasi penerimaan pegawai baru untuk darat. 4. Pengelola dan memantau pelaksanaan penilaian dari semua karyawan / staf. 5. Mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan dan pengkoordinasi pelatihan. 6. Menjamin bahwa data personil diarsip. 7. Menghadriri rapat peninjauan manajemen. 8. Memantau dan menyarankan peraturan pelaut serta memberikan rekomendasi perubahan yang diperlukan kepada kepala seksi armada Kepala Divisi Keuangan/Akutansi Bertanggungjawab kepada Direktur Pelaksana untuk : Mengontrol efisiensi dari semua fungsi keuangan dan akutansi. Tugas pokok : 1. Mengawasi semua Bagian / Departeemn dibawahnya. 2. Menjamin bahwa kontrol anggaran ditegakkan / dijalankan. 3. Menjamin bahwa semua rekening ditata dan diaudit dengan memuaskan. 4. Memantau dan melaporkan pembayaran sewa yang telah diterima. 5. Memastikan bahwa semua faktur dibayar setelah diperiksa dengan benar dan disahkan / diotorisasi 6. Mengawasi kontrol yang efisien dari gudang dan persediaan barang. 7. Menghadiri Rapat Peninjauan Manajemen.

10 Manajer Cabang Bertanggungjawab kepada Direktur Pelaksana untuk : Efisiensi dari operasi di Kantor Cabang Balikpapan. Tugas pokok : 1. Untuk menjamin bahwa semua kapal dioperasikan sesuai dengan persyaratan dari penyewa. 2. Mengawasi semua seksi. 3. Menanggapi terhadap keadaan darurat dari kapal setempat. 4. Memantau anggaran. 5. Menghadiri Rapat Peninjauan Manajemen (bila mungkin). 6. Memantau aspek keselamatan dan pencegahan polusi dari armada. 7. Mengawasi pemeliharaan dari kapal-kapal. Kepala Bagian Pemasaran Bertanggung jawab kapada Kepala Divisi Pemasaran untuk : Memantau penyewaan / pencarteran kapal-kapal. Tugas pokok : 1. Menghubungi penyewa bila diminta. 2. Memeilihara arsip data penyewaan. 3. Sebagai penghubung dengan penyewa berkenaan dengan komentar.keluhan dari penyewa.

11 4. Memeriksa dengan teliti semua dokumen penyewaan 5. Memantau pekerjaan / waktu siaga dari kapal dan memeriksa pembayaran dari pelanggan. Kepala Bagian Pemeliharaan / Perbaikan Bertanggungjawab kepada Kepala Divisi Operasi untuk : Menjamin bahwa armada kapal-kapal dioperasikan dengan tepat guna dan mempertahankan kondisi kapal sesuai peraturan dari klasifikasi. Tugas pokok : 1. Melakukan inspeksi pada semua kapal-kapal. 2. Memantau jadwal pemeliharaaan kapal.. 3. Mengawasi Bagian / Departemennya. 4. Menyusun anggaran pemeliharaan dari kapal-kapal. 5. Menghubungi Biro-Biro Klasifikasi. 6. Menyiapkan dan memeriksa spesifikasi pengedokan. 7. Memantau peraturan-peraturan baru. 8. Menghadiri Rapat Peninjauan Manajemen. 9. Menghubungi surveyor klasifikasai dan memastikan bahwa semua kerusakan telah diperbaiki. 10. Mengawasi efisiensi pekerjaan di bengkel. 11. Memeriksa dan mengesahkan permintaan dari kapal. 12. Meninjau Laporan Harian dari kapal-kapal

12 Kepala Bagian Pembelian Bertanggungjawab kepada Direktur Pelaksana untuk : Efisiensi dan efektifitas harga pembelian untuk kegiatan armada. Tugas pokok : 1. Mengawasi pekerjaan Staf Bagian Pembelian. 2. Memastikan bahwa order pembelian telah benar dan lengkap. 3. Mengeavaluasi sub-kontraktor / pemasok dan menyusun Daftar Pemasok yang disetujui. 4. Memantau faktur tagihan dari pemasok 5. Berhubungan dengan Kepala Bagian Pemeliharaan / perbaikan untuk persetujuan permintaan kapal. 6. Memantau dan melakukan order pembeliaan untuk minyak pelumas. 7. Memantau dan melakukan order untuk alat-alat kaeselamamtan / pemadam kebakaran bagi kapal-kapal. 8. Memantau dan mengatur servis dari literatur. 9. Menindak lanjuti ketidak sesuaian pada hasil kerja pemasok. 10. Menghadiri Rapat Peninjauan Manjemen. Kepala Bagian Umum Bertanggungjawab kepada Kepala Divisi SDM untuk: Umum.

13 Pelayanan yang tepat guna bagi fungsi bagian umum. Tugas pokok : 1. Memberikan saran beban kerja personil dan rekomendasi terhadap perubahan yang diminta. 2. Mengawasi pekerjaan staf dibawahnya. 3. Menyiapkan dokumen tender yang diminta oleh bagian pemasaran dan Diektur. 4. Mengantar dokumen tender yang diminta oleh bagian pemasaran. 5. Menjamin bahwa data tender dan kontrak diarsipkan. Kepala Seksi Pemeliharaan / Perbaikan Bertanggungjawab kepada Kepala Bagian Pemeliharaan / Perbaikan untuk : Menjamin efisiensi dan efektifitas dari harga pemeliharaan untuk kapal-kapal. Tugas pokok : 1. Melakukan inspeksi terhadap kapal-kapal. 2. Memantau sistem pemeliharaan yang terencana / PMS. 3. Menyiapkan spesifikasi pengedokan dan memantau hasil kerja dari pengedokan. 4. Memeriksa permintaan dari kapal dan berhubungan dengan pembelian. 5. Mengawasi efisiensi pekerjaan dari bengkel / workshop. 6. Sebagai pengubung dengan Nakhoda kapal. 7. Memeriksa Laporan Harian dari kapal dan melaksanakan seperti yang diminta. 8. Menghadiri pengedokan kapal dan memantau semua perbaikan.

14 Kepala Seksi Armada Bertanggungjawab kepada Kepala Divisi Operasi untuk : Menjamin operasi dan sertifikasi yang efisien, serta memantau opersai dari armada. Tugas pokok : 1. Mengontrol dan memantau pergerakan kapal sesuai dengan permintaan dari pencarter. 2. Menjamin efisiensi dari komunikasi kapal, dan kapal-kapal mempunyai bahan bakar dan air tawar yang cukup. 3. Melakukan inspeksi ke kapal-kapal dan memastikan bahwa semua kapal bersertifikast untuk dapat beroperasi sesuai dengan persyaratan nasional maupun internasional. 4. Memastikan bahwa semua perlengkapan anjungan dan dek bekerja baik. 5. Memantau pemuatan barang di kapal. 6. Meneliti Laporan Harian dari kapal. 7. Memantau pemakaian bahan bakar dan statusnya di kapal. 8. Mengevaluasi prestasi kerja Nahkoda dan KKM. Kepala Seksi ABK / Pelaut Bertanggungjawab kepada Kepala Divisi Operasi untuk : Memastikan bahwa kapal diawaki oleh pelaut yang berpengalaman, bersertifikat dan berbadan sehat, sejalan dengan peraturan nasional.

15 Tugas pokok : 1. Mengontrol penerimaan baru pelaut. 2. Memantau semua peraturan pelaut. 3. Mengorganisasikan pelatihan yang diperlukan. 4. Memantau evaluasi pelaut / ABK dan kebuatuhan pelatihan. 5. Sebagai penghubung dengan semua Kepala Bagian berkenaan dengan hasil kerja ABK. 6. Menjamin pengontrolan dokumentasi dari ABK. 7. Sebagai penghubung dengan Nahkoda berkenaan dengan kebutauhan ABK. 8. Melakukan pemeriksaan / verifikasi gaji ABK Kepala Seksi Personalia Bertanggungjawab kepada Kepala Bagian SDM untuk : Mengkoordinasi fungsi-fungsi personil di kantor. Tugas pokok : 1. Mengontrol penerimaan staf / pegawai baru. 2. Memanatau semua peraturan kepegawaian. 3. Mengorganisasi pelatihan yang diperlukan dan mengarsipkan datanya. 4. Berhubungan dengan semua Kepala Bagian berkenaan dengan kebutuhan personil. 5. Menjamin bahwa dokumentasi personil terkontrol.

16 Kepala Seksi Gudang Bertanggungjawab kepada Kepala Divisi Keuangan / Akutansi untuk : Menjamin pengontrolan yang efisien dari persediaan / stok dan pekerjaan gudang. Tugas pokok : 1. Mengontrol keluar masuk dan keluarnya barang persediaan dan suku cadang dari gudang. 2. Menjamin bahwa barang yang masuka / datang telah diperiksa. 3. Menjamin efisiensi kontrol dari persediaan. 4. Memeriksa permintaaan dari kapal. 5. Memastikan bahwa semua barang telah diidetifikasi dengan jelas. 6. Menjamin bahwa semua barang telah dikirim / didistribusikan kepada pemakainya Staff Dokumentasi Bertanggungjawab kepada Kepala Seksi Armada untuk : Memastikan bahwa semua kapal telah memiliki setifikat yang sesusai dengan peraturan nasional maupuan internasional. Tugas pokok : 1. Memantau tanggal terakhir berlakunya semua sertifikat kapal. 2. Menyimpan salinan dari semua serttifikat dan mengirimkan sertifikat asli ke kapal. 3. Memantau Laporan Harian kapal untuk permintaan survey. 4. Mengurus permintaan survey.

17 5. Memantau status survey dari kapal-kapal yang diterima dari klasifikasi dan mengirimkan salinanya ke kapal yang bersangkutan. Staf Keagenan Bertanggungjawab kepada Kepala Seksi Armada untuk : Tugas pokok : 1. Berhubungan dengan pencarter / penyewa. 2. Mengatur ijin masuk dan keluar pelabuhan. 3. Berhubungan dengan pihak-pihak yang berwenang. 4. Naik ke kapal pada waktu kapal tiba dan akan berlayar. 5. Mengatur ijin bongkar muat dari muatan berbahaya. Staff Bertanggungjawab kepada Kepala Seksi untuk : Menjamin bahwa mereka bekerja sesuai dengan permintaan dari Kepala Seksi / Kepala Bagian. 1. Melaksanakan tugas sesuai dengan cara yang efisien. 2. Melaporkan semua kesuliatn kepada Kepala Seksi-Seksi sesuai permintaan. 3. Memberikan saran kepada Kepala Seksi bila diminta. 4. Melaporkan semua ketidaksesuaian

18 Reprentatif Mutu / Keselamatan Cabang Balikpapan Bertanggungjawab kepada Pemimpin Mutu / Keselamatan untuk : Umum. Bertangungjawab untuk pengontrolan atau pengendalian dari sistim manajemen mutu / keselamatan di kantor cabang serta untuk menjamin bahwa sistem kebijakan dan prosedur di implementasikan dengan benar, Tugas Pokok : 1. Untuk mengontrol dari audit mutu / keselamatan di cabang. 2. Membantu keluhan pelanggan untuk meningkatkan standar mutu menjamin lebih baik di cabang. 3. Mengorganisasi pelatihan bidang mutu. 4. Memimpin pelaksanaan internal audit di kantor cabang dan melaporkan hasilnya kepada HQS. 5. Memantau ketidaksesuaian dan memastikan bahwa kegiatan perbaikan / pencegahan telah diselesaikan, serta melaporkannya kepada HQS. 6. Memantau dan memimpin pelaksanaan, pemeriksaan teknis. nautis. keselamatan / polusi minimal 3 kali setahun, dan membagikan jadwal ke setiap kapal. 7. Menghadiri pertemuan manjemen review di kantor pusat 8. Sebagai penghubung dengan badan-badan dan memelihara hubungan baik dengan pihak ketiga, terutama untuk hal yang menyangkut penanganan kecelakaan kapal. 9. Memantau penetapan / penentuan dari sub-kontraktor dan memelihara Daftar Pemasok yang disetujui 10. Menjamin pengontrolan dari dokumentasi di kantor cabang

19 11. Bertindak sebagai wakil dari manjemen untuk bidang mutu (sesuai standar ISO=9002) untuk kantor cabang. 12. Sebagai penghubung antara Nahkoda kapal di Balikpapan dengan HQS untuk masalah keselamatan dan pencegahan polusi. 13. Memantu keselamatan dan aspek pencegahan polusi dari armada serta untuk menjamin bahwa kecelakaan dan kejadian yang berbahaya, dilaporkan dan diselidiki. Peninjauan / Pengkajian Manajemen 1. Sistem mutu / keselamatan dari perusahaan ditinjau setiap 6 (enam) bulan sekali dengan cara yang telah diedarkan sebelumnya, dalam rapat yang dipimpin oleh Direktur Pelaksana dan dihadiri oleh semua Kepala Divisi dan Kepala Mutu / Keselamatan (HQS) serta dibuatkan notulennya. 2. Wakil / utusan boleh hadir, namun dengan persetujuan terlebih dahulu dari yang hadir dalam rapat telah cukup. 3. Acara untuk rapat mengikuti sebuah format yang standar dan bila perlu dapat dikembangkan. Dokumen pendukung disisapakan oleh HQS dan diedarkan sebelum rapat. 4. Rapat ini mempunyai wawasan yang luas dan mendiskusikan banyak topik yang terkait, namun untuk menjamin suatu tingkat kesesuaian, hal-hal berikut ini agar dibicarakan : a. Peninjauan notulen dari rapat yang lalu dan kemajuan yang telah dicapai terhadap kegiatan yang dilaksanakan.

20 b. Peninjauan terhadap laporan audit internal. c. Peninjauan secara garis besar dari ketidaksesuaian / peristiwa / kecelakaan dan kejadian yang berbahaya, termasuk keluhan dari pelanggan. d. Peninjauan kegiatan perbaikan yang dilakukan sejak rapat yang lalu. e. Peninjauan terhadap evaluasi pemasok dan hasil kerja dari sub-kontraktor. f. Peninjauan pada pelatihan dan identifikasi dari kebutuhan pelatihan. g. Peninjauan terhadap karyawna / staf dan tanggungjawab yang berkait dengan dioperasikannya Sistem Mutu / Keselamatan. h. Peninjauan pada kebijakan Mutu, Kebijakan Keselamatan dan lingkungan serta sistem Manajemen Mutu / Keselamatan, untuk memastikan bahwa sistem / prosedur tersebut masih tetap dalam jalur ISO 9002 (1994) dan ISM-Code. 5. Arsip Data Acara / agenda rapat Peninjauan Manajemen. Notulen Rapat Peninjauan Manajemen. 6. Lampiran. Tidak ada. Seksi Operasi Kantor Cabang Bertanggungjawab kepada kepala Cabang untuk : Memastikan bahwa semua kapal telah memiliki sertifikat yang sesuai dengan peraturan nasional dan Internasional, serta menjamin operasi yang efisien. Tugas Pokok :

21 1. Memantau tanggal terakhir berlakunya semua sertifikat kapal. 2. Menyimpan salinan dari semua sertifikat dan mengirimkan sertifikat asli ke kapal. 3. Memantau Laporan Harian kapal untuk permintaan survei. 4. Mengurus permintaan survei. 5. Memantau status survei dari kapal-kapal yang diterima dari klasifikasi dan mengirimkan salinannya ke kapal yang bersangkutan. 6. Memantau pergerakan kapal sesuai dengan permintaan pencarter. 7. Menjamin efisiensi dari komunikasi kapal, dan kapal-kapal mempunyai bahan bakar dan air tawar yag cukup. 8. Melakukan inspeksi ke kapal-kapal, dan memastikan bahwa semua kapal bersertifikat untuk dapat beroperasi sesuai dengan persyaratan nasional maupun internasional. 9. Memastikan bahwa semua perlengkapan anjungan dan dek bekerja baik. 10. Memantau pemuatan barang di kapal. Kepala Seksi ABK / Pelaut Kantor Cabang Bertanggungjawab kepada Kepala Cabang untuk : Memastikan bahwa kapal diawaki oleh pelaut yang berpengalaman, bersertifikat dan berbadan sehat, sejalan dengan peraturan nasional dan internasional. Tugas Pokok : 1. Mengontrol penerimaan baru pelaut. 2. Memantu semua peraturan pelaut. 3. Mengorganisasi pelatihan yang diperlukan.

22 4. Memantau evaluasi pelaut / ABK dan kebutuhan pelatihan. 5. Sebagai penghubung dengan kepala cabang dan bagian lainnya, berkenaan dengan hasil kerja ABK. 6. Menjamin pengontrolan dokumentasi dari ABK. 7. Sebagai penghubung dengan Nahkoda berkenan dengan kebutuhan ABK. 8. Melakukan pemeriksaan / verifikasi gaji ABK. 9. Berhubungan dengan pencarter / penyewa. 10. Berhubungan dengan pihak-pihak yang berwenang. 11. Naik ke kapal pada waktu kapal tiba dan akan berlayar. Administrasi Material dan Bengkel Bertanggungjawab kepada Kepala Cabang untuk : Menjamin efisiensi dan efektifitasa dari harga untuk pemelharaan untuk kapal-kapal, serta menjamin pengontrolan yang efisien dari persediaan / stok dan pekerjaaan gudang. Tugas pokok : 1. Melakukan inspeksi terhadap kapal-kapal. 2. Memantau sistem pemeliharaan yang terencana / PMS. 3. Menyiapkan spesifikasi pengedokan dan memantau hasil kerja dari pengedokan. 4. Mengawasi efisiensi pekerjaan dari bengkel / workshop. 5. Mengontrol masuk dan keluarnya barang persediaan dan suku cadang dari gudang. 6. Menjamin bahwa barang yang masuk / datang telah diperiksa.

23 7. Menjamin efisiensi kontrol persediaan. 8. Memeriksa permintaan dari kapal. 9. Memastikan bahwa semua barang telah dikirim / didistribusikan kepada pemakainya. 10. Menjamin bahwa semua barang telah dikirim / didistribusikan kepada pemakainya. 11. Menghadiri pengedokan kapal dan memantau semua perbaikan. Peninjauan / Pengkajian Manajemen 1. Sistem Mutu / Keselamatan dari Perusahaan ditinjau setiap enam bulan sekali dengan acara yang telah diedarkan sebelumnya, dalam rapat yang dipimpin oleh Direktur pelaksana dan dihadiri oleh semua Kepala Divisi dan Kepala Mutu / Keselamatan (HQS) serta dibuatkan notulennya. 2. wakil / Utusan boleh hadir, namun dengan persetujuan dahulu dari Direktur Pelaksana, yang dapat mengatur rapat ulang untuk menjamain bahwa yang hadir dalam rapat telah cukup. 3. Acara untuk rapat mengikuti sebuah format yang dstandar dan bila perlu dapat dikembangkan. Dokumen pendukung disiapkan oleh HQS dan diedarkan sebelum rapat. 4. Rapat ini mempunyai wawasan yang luas dan mendiskusikan banyak topik yang terkait, namun untuk menjamin tingkat kesesuaian, hal-hal berikut ini agar dibicarakan : a. Peninjauan notulen dari rapat yang lalau dan kemajuan yang telah dicapai terhadap kegiatan yang dilaksanakan. b. Peninjauan terhadap laporan audit internal.

24 c. Peninjauan secara garis besar dari ketidaksesuaian / peristiwa / kecelakaan dan kejadian yang berbahaya, termasuk keluhan dari pelanggan. d. Peninjauan kegiatan perbaikan yang dilakukan sejak rapat yang lalu. e. Peninjauan terhadap evaluasi pemasok dan hasil kerja dari sub-kontraktor. f. Peninjauan pada pelatihan dan identifikasi dari kebututhan pelatihan. g. Peninjauan terhadap karyawan / staf dan tanggung jawab yang berakitan dengan dioperasikannya Sistem Mutu / Keselamatan. h. Peninjauan pada kebijakan mutu, kebijakan keselamatan dan lingkungan serta sistem manajemen mutu / keselamatan, untuk memastikan bahwa sisitem / prosedur tersebut, amsih tetap dalam jalur ISO 9002 (1994) dan Koda- ISM. 5. Arsip-Data. Acara / Agenda rapat Peninjauan Manajemen. Notulen Rapat Peninjauan Manajemen. 6. Lampiran. 3.3 Analisa SWOT Analisa yang kami lakukan berdasarkan hasil wawancara dengan Bpk. Sapto selaku manager marketing pada PT. Baruna Raya Logistics ( Petikan wawancara dapat di lihat pada halaman lampiran ) Faktor Strategi Eksternal Faktor-faktor yang terdapat dalam strategi eksternal adalah :

25 1. Ancaman ( Threats ) Perusahaan harus memperhatikan ancaman atau tantangan yang datang dari luar perusahaan karena dapat berpotensi menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan dan kegiatan operasional perusahaan. Ancaman atau tantangan yang terdapat dalam perusahaan adalah : Iklim politik Negara Iklim politik negara yang tidak dapat diprediksi dan dapat berubah sewaktuwaktu dapat mempengaruhi semua aspek, termasuk pasar transportasi lepas pantai yang dijalankan oleh perusahaan. Pemasaran produk kompetitor yang makin gencar Para pesaing selalu membuat inovasi dengan memberikan value added service pada produk-produknya dan selalu mengadakan iklan dan promosi pada mediamedia dengan tingkat kontinuitas yang tinggi dalam rangka menarik minat calon konsumen. 2. Peluang ( opportunity ) Untuk mencapai tujuannya perusahaan harus dapat melihat peluang-peluang yang dapat dijadikan kekuatan perusahaan. Peluang-peluang yang terdapat dalam perusahaan yaitu :

26 Transaksi bisnis online melalui internet Perusahaan untuk memperluas pasarnya memberikan fasilitas kepada pelanggan dengan bertransaksi secara online sehingga pelanggan dapat melakukan transaksi darimana saja dan kapan saja. Pemasaran produk melalui media internet Perusahaan dapat memasarkan produknya melalui media internet karena selain dapat diakses oleh semua orang darimana saja dan kapan saja, masalah up-date produk dan informasi menjadi lebih praktis apabila menggunakan internet Faktor Strategi Internal Faktor-faktor yang terdapat dalam strategi internal adalah : 1. Kelemahan ( Weakness ) Kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam perusahaan yang harus diminimalkan agar tujuan perusahaan dapat tercapai, yaitu : Teknologi Informasi yang masih belum maksimal Perusahaan masih belum memaksimalkan teknologi informasi dalam proses bisnisnya padahal pada saat ini dapat dikatakan teknologi informasi telah menjadi inti bisnis dari suatu perusahaan Pemasaran produk yang masih belum maksimal Perusahaan masih belum maksimal dalam memasarkan produknya padahal banyak media yang dapat digunakan untuk melakukan pemasaran termasuk di antaranya media internet.

27 2. Kekuatan ( Strength ) Kekuatan yang dimiliki perusahaan seharusnya dapat menjadi suatu kelebihan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kekuatan yang dimiliki oleh PT. Baruna Raya Logistics adalah sebagai berikut : Perusahaan yang memiliki pengalaman Pengalaman dan jam terbang yang tinggi membuktikan kredibilitas dari PT. Baruna Raya Logistics yang dapat dipercaya sehingga pelanggan dan calon pelanggan tidak pelu meragukan layanan dan kinerja PT. Baruna Raya Logistics. Memiliki asset yang kuat PT. Baruna Raya Logistics memiliki asset yang kuat, yang hal ini dapat kita lihat salah satunya melalui jumlah kapal yang dimiliki oleh perusahaan; yang hal tersebut menjadikan PT. Baruna Raya Logistics merupakan salah satu perusahaan transportasi lepas pantai terbesar di Indonesia. SDM yang berkualitas Kualitas SDM yang dimiliki oleh PT.Baruna Raya Logistics dapat dikatakan baik dan karenanya ini menjadi langkah awal menuju keberhasilan untuk tercapainya tujuan perusahaan

28 3.4 Sistem Yang Sedang Berjalan Gambar 3.2 : Flowchart Sistem Yang Sedang Berjalan

29 PT Baruna Raya Logistics melayani penyewaan kapal salah satunya dengan metode direct selection, dimana Customer yang ingin menggunakan jasa penyewaan kapal, harus datang dengan menyertakan dokumen dokumen yang dibutuhkan untuk menyewa kapal yang berisi antara lain: - Nama Perusahaan - Tujuan Penyewaan Kapal - Jenis Kapal Yang di butuhkan - Jangka Waktu penyewaan - Route yang akan di lalui. - Dan lain lain PT Baruna Raya Logistics akan mempelajari dokumen dokumen tersebut, menentukan jenis perusahaan customer, apakah KPS atau nonkps. Jika perusahaan penyewa adalah KPS maka pihak marketing akan melanjutkan dokumen tersebut untuk dapat diteruskan kearah kerjasama. Jika perusahaan tersebut NonKPS maka terdapat dua kemungkinan keputusan yang akan diambil oleh PT Baruna Raya Logistics yaitu menerima dokumen dokumen tersebut untuk di teruskan bekerja sama, ataupun menolak bekerja sama dengan perusahaan yang akan menyewa kapal dengan beberapa pertimbangan. Dibutuhkan knowledge untuk dapat mengambil keputusan tersebut.

30 Adapun pertimbangan PT Baruna Raya Logistics menolak tawaran kerja sama dikarenakan antara lain: - Tujuan yang kurang relevant - Jenis Kapal yang dibutuhkan sedang dalam keadaan disewa ataupun dalam keadaan rusak - Jangka waktu penyewaan yang pendek - Calon Penyewa dianggap kurang mampu untuk membayar biaya sewa kapal. - Calon Penyewa memiliki tunggakan pada kerjasama sebelumnya. Bila dokumen dokumen tersebut diterima maka, pihak marketing akan menghubungi pihak operasional untuk mengetahui apakah kapal yang akan disewa layak untuk berlayar, atau berada di tempat dengan kata lain sedang tidak dalam keadaan di sewa. Pihak operasional akan mengecek kapal yang akan digunakan, kemudian hasil pengecekan akan di kirim kembali ke pihak marketing. Apabila kapal yang ingin disewa sedang tidak dalam keadaan dapat disewa, biasanya pihak operasional akan menyertakan alternatif kapal yang dapat di gunakan. Apabila keadaan kapal dapat disewakan, maka marketing akan mengadakan pertemuan dengan customer untuk membicarakan mengenai harga sewa kapal dan cara pembayaran, customer dapat melakukan negosiasi mengenai harga tersebut. Apabila sudah mencapai kesepakatan kerjasama maka pihak marketing akan mengirimkan dokumen tersebut ke pihak Administrasi kontrak untuk dibuatkan dokumen kerjasama yang akan ditanda tangani kedua belah pihak yaitu pihak PT Baruna Raya Logistics dengan Customer. Dokumen tersebut mencangkup mengenai pembuatan

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Desember 2012 Freeport-McMoRan Copper & Gold PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Anti-Korupsi ( Kebijakan ) ini adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus 24 cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. 2.7 Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus apabila digunakan untuk membantu

Lebih terperinci

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Hand-out Industrial Safety Dr.Ir. Harinaldi, M.Eng Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tempat Kerja Produk/jasa Kualitas tinggi Biaya minimum Safety comes

Lebih terperinci

PROSEDUR TINJAUAN MANAJEMEN

PROSEDUR TINJAUAN MANAJEMEN PROSEDUR TINJAUAN MANAJEMEN No. Dokumen : PT-KITSBS-05 No. Revisi : 00 Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum & Fas

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS 1 SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS PENILAIAN SUATU BISNIS Mengingat nilai suatu proyek ditentukan dengan mengestimasi present value perkiraan arus kasnya di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang menilai

Lebih terperinci

Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin Penyalur Alat Kesehatan dengan data-data sebagai berikut

Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin Penyalur Alat Kesehatan dengan data-data sebagai berikut Formulir 1 Nomor Lampiran. lembar Perihal Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan. Kepada Yth, Direktur Jenderal... Kementerian Kesehatan RI JI. HR Rasuna Said Blok X5 Kav. 4-9 di - JAKARTA. Bersama ini

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU SISTEM Universitas Nusa Cendana TINJAUAN MANAJEMEN (02)

PROSEDUR MUTU SISTEM Universitas Nusa Cendana TINJAUAN MANAJEMEN (02) 1. TUJUAN Prosedur ini mengatur tata cara pelaksanaan Tinjauan (kaji ulang) Manajemen, untuk memastikan bahwa sistem mutu telah dijalankan dengan baik. 2. RUANG LINGKUP Prosedur ini mencakup pelaksanaan

Lebih terperinci

PRINSIP PRIVASI UNILEVER

PRINSIP PRIVASI UNILEVER PRINSIP PRIVASI UNILEVER Unilever menerapkan kebijakan tentang privasi secara khusus. Lima prinsip berikut melandasi pendekatan kami dalam menghormati privasi Anda. 1. Kami menghargai kepercayaan yang

Lebih terperinci

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A

PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa SA Se k si 3 3 4 PI HAK YAN G M EM I LI KI HUBUN GAN I STI M EW A Sumber: PSA No. 34 PEN DAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan tentang prosedur yang harus dipertimbangkan

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN PERATURAN KEPALA BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SELAKU OTORITAS

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PERTAHANAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN

Lebih terperinci

Kode Dokumen 00008 04004 Revisi 2 Tanggal 02 Nop 2012. Manual Prosedur Audit Internal Mutu

Kode Dokumen 00008 04004 Revisi 2 Tanggal 02 Nop 2012. Manual Prosedur Audit Internal Mutu Kode Dokumen 00008 04004 Revisi Tanggal 0 Nop 01 Manual Prosedur Audit Internal Mutu LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LP3) Universitas Brawijaya Malang 01 Manual Prosedur Audit Internal

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG Instalasi Farmasi Rumah Sakit Myria Palembang merupakan Bagian Pelayanan Instalasi

Lebih terperinci

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME

ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME ADENDUM TERHADAP KETENTUAN PEMBELIAN DALAM BBSLA UNTUK SELURUH TOKO RIME 1. RUANG LINGKUP & APLIKASI 1.1. Perjanjian Lisensi BlackBerry Solution ("BBSLA") berlaku untuk seluruh distribusi (gratis dan berbayar)

Lebih terperinci

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia)

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) Syarat dan ketentuan pembelian barang ini akan mencakup semua barang dan jasa yang disediakan oleh PT. SCHOTT IGAR GLASS

Lebih terperinci

Layanan Manajemen Jasa Angkut

Layanan Manajemen Jasa Angkut Pemimpin Logistik Baru Layanan Manajemen Jasa Angkut Bringing Personal Service to Your Supply Chain Sebuah pabrik harus menyuplai situsnya di Amerika Selatan. Distributor harus mengirimkan suku cadangnya

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DP.01.07 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Lebih terperinci

PROSEDUR KOMUNIKASI DAN KONSULTASI

PROSEDUR KOMUNIKASI DAN KONSULTASI PROSEDUR KOMUNIKASI DAN No. Dokumen : PT-KITSBS-17 Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum & Fas 2. Abdan Syakuro PLT

Lebih terperinci

Petunjuk Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah

Petunjuk Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Petunjuk Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Halaman 1 dari 10 Halaman PENDAHULUAN Pada tanggal 30 Januari 2003 Menteri Keuangan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 43 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002 Tentang PENGELOLAAN PELABUHAN KHUSUS MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. Bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan telah

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA Logo perusahaan DISETUJUI OLEH: PRESIDEN DIREKTUR Dokumen ini terkendali ditandai dengan stempel DOKUMEN TERKENDALI. Dilarang mengubah atau menggandakan dokumen tanpa seizing

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1191/MENKES/PER/VIII/2010 TENTANG PENYALURAN ALAT KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/ 38 /DPNP tanggal 31 Desember 2010 PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Mengenal Lebih Dekat Pajak Pertambahan Nilai

Mengenal Lebih Dekat Pajak Pertambahan Nilai Mengenal Lebih Dekat Pajak Pertambahan Nilai Berbagi informasi terkini bersama teman-teman Anda Jakarta Istilah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bukan suatu hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Namun

Lebih terperinci

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS 1.1. Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana

Lebih terperinci

BAB II. Gambaran Umum Perusahaan. bidang medical equipment hospital supplies. Perusahaan ini didirikan dan dikelola

BAB II. Gambaran Umum Perusahaan. bidang medical equipment hospital supplies. Perusahaan ini didirikan dan dikelola BAB II Gambaran Umum Perusahaan 2.1 Sejarah CV. Bintang Anggara Jaya CV. Bintang Anggara Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang medical equipment hospital supplies. Perusahaan ini didirikan

Lebih terperinci

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU Revisi 2013 PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Pekanbaru Email: bppm_uinsuskariau@uin-suska.ac.id

Lebih terperinci

Kebijakan Kerahasiaan Regus Group

Kebijakan Kerahasiaan Regus Group Kebijakan Kerahasiaan Regus Group Informasi mengenai organisasi dan situs internet Regus Group plc dan anak-anak perusahaannya ( Regus Group ) menghormati kebebasan pribadi Anda dan berkomitmen melindunginya.

Lebih terperinci

STMIK MDP ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT BERBASIS WEB PADA CV PUTERA REMAJA PALEMBANG

STMIK MDP ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT BERBASIS WEB PADA CV PUTERA REMAJA PALEMBANG STMIK MDP Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer S1. Semester Ganjil Tahun 2010/2011 Abstrak ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIOSHIP MANAGEMENT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 41 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004

Lebih terperinci

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) LAMPIRAN 6 PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas) Pihak Pertama Nama: Perwakilan yang Berwenang: Rincian Kontak: Pihak Kedua Nama:

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BADAN PENJAMINAN MUTU (BPM) PENGESAHAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BADAN PENJAMINAN MUTU (BPM) PENGESAHAN Halaman 1 dari 10 PENGESAHAN Dibuat Oleh Diperiksa Oleh Dr. H. Abdi Fitria, S.Hut. MP Nama Jabatan Tanda Tangan Ir. Hairil Ifansyah, MP Ketua Bidang Monev Wakil Manajemen Mutu Disahkan Oleh Dr.Ir.H.Rustam

Lebih terperinci

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS

KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS KEBIJAKAN ANTI PENCUCIAN UANG FXPRIMUS PERNYATAAN DAN PRINSIP KEBIJAKAN Sesuai dengan Undang-undang Intelijen Keuangan dan Anti Pencucian Uang 2002 (FIAMLA 2002), Undang-undang Pencegahan Korupsi 2002

Lebih terperinci

Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia

Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia Kebijakan Anti Korupsi di Seluruh Dunia I. TUJUAN Undang-undang sebagian besar negara di dunia menetapkan bahwa membayar atau menawarkan pembayaran atau bahkan menerima suap, kickback atau pun bentuk pembayaran

Lebih terperinci

ISO 1001 By: Ryan Torinaga

ISO 1001 By: Ryan Torinaga ISO 1001 By: Ryan Torinaga Daftar Isi Arti ISO Tujuan ISO 9001 Klausul ISO 9001 Kunci Penerapan ISO Cara Penerapan ISO Arti dari ISO Berarti Sama Badan standarisasi dunia Didirikan sejak tahun 1947 Terdiri

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

SYARAT DAN KETENTUANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT: SYARAT & KETENTUAN INFOSEKITAR (WEBSITE DAN APLIKASI) ADALAH LAYANAN ONLINE YANG DIMILIKI DAN DIOPERASIKAN OLEH GALAKSI KOMPUTER YAITU APLIKASI YANG MENYEDIAKAN INFORMASI PROMO DISKON/POTONGAN HARGA UNTUK

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 50/BC/2011 TENTANG

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 50/BC/2011 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 50/BC/2011 TENTANG GUDANG BERIKAT DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, Menimbang

Lebih terperinci

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) A. Aplikasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Jama ah Haji Memasuki usianya yang ke-20 tahun

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

Kuesioner Variabel Independen

Kuesioner Variabel Independen Kuesioner Variabel Independen No Pertanyaan Ya Tidak 1 Apakah pengendalian perlu untuk dilakukan di dalam menjalankan suatu usaha? 2 Apakah pengendalian mudah untuk dilaksanakan/diterapkan? 3 Apakah perlu

Lebih terperinci

B A B I I L A N D A S A N T E O R I

B A B I I L A N D A S A N T E O R I 7 B A B I I L A N D A S A N T E O R I 2.1. Penjualan Penjualan mempunyai pengertian secara umum yaitu merupakan suatu proses dimana dalam proses tadi terjadi penukaran suatu produk berupa barang ataupun

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.07/MEN/IV/2008 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA MENTERI TENAGA KERJA

Lebih terperinci

Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan

Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan Layanan Pengoptimalan Cepat Dell Compellent Keterangan Ikhtisar Layanan Keterangan Layanan ini ("Keterangan Layanan") ditujukan untuk Anda, yakni pelanggan ("Anda" atau "Pelanggan") dan pihak Dell yang

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA A. Gambaran Tentang Pusat Grosir Surabaya (PGS) 1. Sejarah Berdirinya Tak dapat dipungkiri bahwa dunia perdagangan sekarang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 19 TAHUN 2OL4 TANGGAL : 17 JVLI 2OL4 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor I Tahun 1970

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 KESELAMATAN KERJA Undang-undang Nomor I Tahun 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk

Lebih terperinci

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL Hensi Margaretta, MBA. 1 POKOK BAHASAN Etika bisnis Tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungannnya: Pelanggan Karyawan Pemegang saham Kreditor Lingkungannya Komunitasnya

Lebih terperinci

TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN,

TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN, SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 125/PMK.01/2008 TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan tujuan Pemerintah dalam rangka mendukung perekonomian yang sehat

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO

BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO BUKU PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Edisi Januari 2009 1 PANDUAN PESERTA UJI KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO Pendaftaran Uji Kompetensi Manajemen Risiko dapat dilakukan secara kolektif dari

Lebih terperinci

SISTEM OPERASIONAL PROCEDURE (SOP) JASA PELAYANAN TEKNIS BBIA

SISTEM OPERASIONAL PROCEDURE (SOP) JASA PELAYANAN TEKNIS BBIA SISTEM OPERASIONAL PROCEDURE (SOP) JASA PELAYANAN TEKNIS BBIA 1. Sistem dan Prosedur Sertifikasi ABI-HACCP Lembaga Sertifikasi ABI-HACCP merupakan lembaga yang melayani industri dalam pemberian sertifikat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan sistem informasi diseluruh dunia telah membuat hidup manusia semakin lebih mudah. Terutama sejak diciptakannya internet, komunikasi menjadi semakin tidak

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 1 dari 5 DIKELUARKAN: 1. TUJUAN Untuk memastikan semua insiden yang terjadi diselidiki, tindakan perbaikan dan pencegahan telah dilaksanakan untuk setiap ketidaksesuaian, insiden (termasuk kecelakaan dan

Lebih terperinci

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG - 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 1 Daftar Isi BAB 1... 3 PENDAHULUAN... 3 1.1 ALUR KERJA SI-NPP... 3 BAB 2... 4 MENJALANKAN APLIKASI SI-NPP... 4 2.1 MASUK KE APLIKASI SI-NPP... 4 2.2 MENU DALAM APLIKASI (NPP)... 4 2.2.1 Menu Informasi...

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA. Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA. Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA Nomor : 3/10/PBI/2001 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH (KNOW YOUR CUSTOMER PRINCIPLES) GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam menjalankan kegiatan usaha,

Lebih terperinci

SURAT PERMOHONAN IZIN PRINSIP PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL <> Jendera Mineral dan Batubara

SURAT PERMOHONAN IZIN PRINSIP PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL <<KOP SURAT PERUSAHAAN>> Jendera Mineral dan Batubara SURAT PERMOHONAN IZIN PRINSIP PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL Nomor :... Sifat :... Lampiran :... Perihal : Permohonan Izin Prinsip Pengolahan dan Pemurnian Mineral Kepada Yth.

Lebih terperinci

PROSEDUR PENANGANAN KECELAKAAN, INSIDEN & PENYAKIT AKIBAT KERJA

PROSEDUR PENANGANAN KECELAKAAN, INSIDEN & PENYAKIT AKIBAT KERJA PROSEDUR PENANGANAN KECELAKAAN, INSIDEN & PENYAKIT AKIBAT KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-14 No. Revisi : 00 Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM.

Lebih terperinci

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12 SOP-6 PENELAAHAN MUTU Halaman 1 dari 12 Histori Tanggal Versi Pengkinian Oleh Catatan 00 Halaman 2 dari 12 KETENTUAN 1.1 Penelaahan Mutu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kerja oleh Penilai telah

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG PERLAKUAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS PENYERAHAN BAHAN BAKAR MINYAK UNTUK KAPAL ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai

Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai Kode Dokumen 00008 0400 Revisi Tanggal 0 Nop 01 Manual Prosedur Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN (LP3) Universitas Brawijaya Malang 01 Manual Prosedur

Lebih terperinci

Pengertian Kepuasan Konsumen

Pengertian Kepuasan Konsumen Kepuasan Konsumen 1. Pengertian Kepuasan Konsumen Swan, et at. (1980) dalam bukunya Fandy Tjiptono, 2004 mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai evaluasi secara sadar atau penilaian kognitif menyangkut

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG Draft Htl Maharani 9 September 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

Lebih terperinci

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN 2 (DUA) UNIT GAS ENGINE CATERPILLAR G3516 DAN COMPRESSOR DRESSER RAND 2HOS DI PONDOK TENGAH PT PERTAMINA GAS WESTERN JAVA

Lebih terperinci

BAB XVI MODUL PERNYATAAN SIAP BERLAYAR PSB

BAB XVI MODUL PERNYATAAN SIAP BERLAYAR PSB BAB XVI MODUL PERNYATAAN SIAP BERLAYAR PSB Modul pernyataan siap berlayar (PSB) berfungsi untuk mengelola data kesiapan berlayar. Kesiapan berlayar ini adalah pernyataan bersama/kolektif antara nakhoda,

Lebih terperinci

ini adalah untuk mempelajari dan memahami lebih mengenai problems, baik penulis menggunakan kerangka PIECES dalam menguraikan secara rinci

ini adalah untuk mempelajari dan memahami lebih mengenai problems, baik penulis menggunakan kerangka PIECES dalam menguraikan secara rinci 127 3.3 Analisis Permasalahan Analisa permasalahan (Problem Analysis) akan menjelaskan lebih lanjut apakah permasalahan (problem) timbul dapat dipecahkan. Tujuan dari fase ini adalah untuk mempelajari

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KEMENTERIAN PARIWISATA DAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 17 TAHUN 2013 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 17 TAHUN 2013 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 17 TAHUN 2013 TAHUN 2013 TENTANG PERJALANAN DINAS GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR, PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH, PEGAWAI NEGERI

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH PROSEDUR IJIN KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-19 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum

Lebih terperinci

PROSEDUR SELEKSI DAN EVALUASI REKANAN

PROSEDUR SELEKSI DAN EVALUASI REKANAN PROSEDUR SELEKSI DAN EVALUASI REKANAN No. Dokumen : PT-KITSBS-20 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi

Lebih terperinci

Hensi Margaretta, MBA.

Hensi Margaretta, MBA. Hensi Margaretta, MBA. 1 Pokok Bahasan Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya 2 Tingkatan-tingkatan Manajemen Para karyawan yang bertanggung jawab dalam mengelola karyawan atas sumber

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2002 TENTANG KARANTINA TUMBUHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2002 TENTANG KARANTINA TUMBUHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2002 TENTANG KARANTINA TUMBUHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka memberikan landasan hukum yang kuat bagi penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PERMEN-KP/2013

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PERMEN-KP/2013 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PERMEN-KP/2013 TENTANG PERIZINAN REKLAMASI DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL Menimbang DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

FORMAT PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN MODAL KERJA SIMPAN PINJAM (PRIMER/SEKUNDER) KEPADA LPDB-KUMKM

FORMAT PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN MODAL KERJA SIMPAN PINJAM (PRIMER/SEKUNDER) KEPADA LPDB-KUMKM FORMAT PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN MODAL KERJA SIMPAN PINJAM (PRIMER/SEKUNDER) KEPADA LPDB-KUMKM I. PROFIL KOPERASI A. INFORMASI UMUM i. Nama Koperasi Alamat i Telp/Fax kantor Telepon Fax iv.

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P - 16 /BC/2008 TENTANG

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P - 16 /BC/2008 TENTANG DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR P - 16 /BC/2008 TENTANG PENYEDIAAN DAN PEMESANAN PITA CUKAI HASIL TEMBAKAU DIREKTUR

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelindungan terhadap

Lebih terperinci

Jenis pelayanan Administrasi Penerbitan Ijin Dengan Penilaian Teknis serta Pengesahan SKPD

Jenis pelayanan Administrasi Penerbitan Ijin Dengan Penilaian Teknis serta Pengesahan SKPD Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya Nomor : 503/2045/436.7.5/2013 Tanggal : 22 April 2013 A. PENDAHULUAN Sebagai organisasi layanan publik milik Pemerintah

Lebih terperinci

KUESIONER. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pada Dana Pensiun. Isilah kotak yang tersedia dengan angka yang sesuai dengan kondisi Dana Pensiun Anda.

KUESIONER. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pada Dana Pensiun. Isilah kotak yang tersedia dengan angka yang sesuai dengan kondisi Dana Pensiun Anda. KUESIONER Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pada Dana Pensiun Isilah kotak yang tersedia dengan angka yang sesuai dengan kondisi Dana Pensiun Anda. I. IDENTITAS DANA PENSIUN 1. Nama Dana Pensiun :....

Lebih terperinci

PUSAT HUKUM DAN HUMAS BPN RI

PUSAT HUKUM DAN HUMAS BPN RI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 111 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan

Lebih terperinci

PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM

PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM I PROFIL UKM A. INFORMASI UMUM i. Nama Usaha ii. Alamat iii. Telp/Fax kantor Tlp Fax iv. Awal terbentuknya usaha

Lebih terperinci