Loo Gunadarma Tagline P E N G A R U H AT M O S F E R G E R A I ( S T O R E AT M O S P H E R E ) D A N P E L AYA N A N R I T E L ( R E TA I L I N G S E R V I C E ) T E R H A D A P P E M B E L I A N I M P U L S I F ( I M P U L S E B U Y I N G ) K O N S U M E N C E N T R O M A R G O C I T Y D E P O K SELVIAN NURIAH 16212010 PEMBIMBING : DR. AMBO SAKKA HADMAR, SE., Msi.
LATAR BELAKANG LATAR BELAKANG Fashion menjadi gaya hidup, perusahaan yang bergerak dibidang fashion semakin kompetitif memanfaatkan peluang dengan strategi-srategi pemasaran yang jitu. RUMUSAN MASALAH Apakah Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan Ritel (Retailing Service) secara parsial maupun simultan mempunyai pengaruh terhadap Pembelian Impulsif (Impulse Buying) konsumen Centro Margo City Depok? TUJUAN PENELITIAN Untuk menganalisis Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan Ritel (Retailing Service) secara parsial maupun simultan mempunyai pengaruh terhadap Pembelian Impulsif (Impulse Buying) konsumen Centro Margo City Depok.
TELAAH PUSTAKA Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) Menurut Utami (2006:217) atmosfer toko merupakan kombinasi dari krakteristik fisik toko seperti arsitektur, tata letak, pencahayaan, pemajangan, warna, temperatur, musik, serta aroma yang secara menyeluruh akan menciptakan citra dalam benak konsumen. Pelayanan Ritel (Retailing Service) Pelayanan ritel atau retailing service merupakan suatu yang lebih penting yang dapat dijual sebuah gerai selain produk. Kualiatas pelayanan yang diberikan menjadi suatu pembeda dengan gerai lainnya dan merupakan sumber untuk memenangkan persaingan antar gerai. Menurut Ma ruf (2006:219) mengungkapkan bahwa pelayanan ritel bertujuan memfasilitasi para pembeli saat berbelanja di gerai. Y X1 Pembelian Impulsif (Impulse Buying) Pembelian Impulsif (Impulse Buying) didefinisikan sebagai tindakan membeli yang sebelumnya tidak diakui secara sadar sebagai hasil dari suatu pertimbangan atau niat membeli yang terbentuk sebelum memasuki toko Menurut Mowen dan Minor (2002). X2
METODE PENELITIAN OBJEK Objek penelitian ini adalah sebuah departementstore yang bernama Centro di Margo City Depok. POPULASI DAN SAMPEL Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang sedang berkunjung dan membeli produk Centro Margo City Depok. Sampel yang diambil berjumlah 100 responden. ALAT ANALISIS
Karakteristik Responden Frekuensi Persentase Usia 20-29 Tahun 20 20% 30-39 Tahun 69 69% 40-49 Tahun 9 9% >49 Tahun 2 2% ANALISIS DESKRIPTIF Pada tabel karakteristik responden menunjukan 100 responden berkunjung dan membeli produk Centro Margo City Depok yang mendominasi, yaitu usia 30-39 Tahun sebesar 69% atau 69 responden, berjenis kelamin wanita sebesar 64% atau 64 responden, yang berstatus Menikah sebesar 69% atau 69 responden, memiliki pekerjaannya sebagai karyawan sebesar 56% atau 56 responden dan yang berpendapatan/uang saku Rp.1Juta Rp.3Juta sebesar 42% atau 42 responden. Jenis Kelamin Status Pekerjaan Pendapatan /Uang saku Laki-laki Perempuan Menikah Belum Menikah Mahasiswa Karyawan Wirausaha Lain-lain 36 36% 64 64% 69 69% 31 31% 16 16% 56 56% 19 19% 9 9% Rp 1.000.000 42 42% Rp 3.000.000 Rp 3.000.001 39 39% Rp 5.000.000 >Rp 5.000.000 19 19%
Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) Variabel R Hitung R Tabel Keterangan Atmosfer Gerai 1 0,640 0,30 Valid Atmosfer Gerai 2 0,565 0,30 Valid Atmosfer Gerai 3 0,685 0,30 Valid Atmosfer Gerai 4 0,638 0,30 Valid Atmosfer Gerai 5 0,600 0,30 Valid Atmosfer Gerai 6 0,675 0,30 Valid Uji Validitas Pelayanan Ritel (Retailing Service) Variabel R Hitung R Tabel Keterangan Pelayanan Ritel 1 0,621 0,30 Valid Pelayanan Ritel 2 0,646 0,30 Valid Pelayanan Ritel 3 0,693 0,30 Valid Pelayanan Ritel 4 0,764 0,30 Valid Pelayanan Ritel 5 0,650 0,30 Valid Pelayanan Ritel 6 0,685 0,30 Valid Atmosfer Gerai 7 0,587 0,30 Valid Atmosfer Gerai 8 0,609 0,30 Valid
Uji Validitas Pembelian Impulsif (Impulse Buying) Variabel R Hitung R Tabel Ket. Pembelian Impulsif 1 0,708 0,30 Valid Pembelian Impulsif 2 0,668 0,30 Valid Pembelian Impulsif 3 0,679 0,30 Valid Pembelian Impulsif 4 0,678 0,30 Valid Pembelian Impulsif 5 0,562 0,30 Valid Pembelian Impulsif 6 0,573 0,30 Valid Pembelian Impulsif 7 0,756 0,30 Valid Pembelian Impulsif 8 0,813 0,30 Valid Pembelian Impulsif 9 0,730 0,30 Valid Variabel R Hitung R Tabel Ket. Pembelian Impulsif 11 0,726 0,30 Valid Pembelian Impulsif 12 0,542 0,30 Valid Pembelian Impulsif 13 0,798 0,30 Valid Pembelian Impulsif 14 0,642 0,30 Valid Berdasarkan tabel validitas dapat di tarik kesimpulan bahwa semua indikator yang di gunakan dalam penelitian ini adalah valid, karena seluruh nilai Corrected Item Total Person Correlation (R Hitung) pada setiap pernyataan telah bernilai lebih besar dari (r tabel) 0,30. Pembelian Impulsif 10 0,663 0,30 Valid
Konstruk Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) Cronbach Alpha 0,774 > 0.7 N of Items 8 Uji Reliabilitas Analysis Mengukur reliabel suatu variabel dengan melihat Cronbach Alpha dengan signifikansi yang digunakan lebih besar dari 0,7. Reliabilitas konstruk diperkuat dengan nilai alpha cronbach s > 0.7 Pelayanan Ritel (Retailing Service) Pembelian Impulsif (Impulse Buying) 0,763 > 0.7 6 0,910 > 0.7 14 Karena semua konstruk memiliki Cronbach Alpha lebih besar dari nilai yang ditetapkan maka dapat dikatakan konstruk yang diteliti memiliki konsistensi yang baik.
Uji Normalitas Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinieritas Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF (Constant),535,508 1,054,294 1 Store Atmosphere,211,094,178 2,250,027,995 1,005 Retailing Service,638,085,591 7,474,000,995 1,005 a. Dependent Variable: Impulse Buying Berdasarkan gambar diatas dapat disimpulkan bahwa dalam grafik normal p-plot terlihat titik menyebar, dan penyebarannya tidak terlalu jauh atau melebar. Artinya dari grafik tersebut menunjukkan bahwa model regresi sesuai asumsi normalitas dan layak digunakan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai VIF Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) adalah 1,005 dan nilai VIF Pelayanan Ritel (Retailing Service) adalah 1,005. Ini menunjukkan tidak ada satu variabel independen pun yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antara variabel independen dalam model regresi.
Uji Asumsi Klasik Uji Heterokedastisitas Terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tidak membentuk pola yang jelas tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi keputusan pembelian berdasarkan masukan variabel independen (bebas) Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan Ritel (Retailing Service).
Uji Regresi Linier Berganda Coefficients a Model Unstandardized Standardized T Sig. Coefficients Coefficients B Beta (Constant),535 1,054,294 Store 1 Atmosphere,211,178 2,250,027 Retailing Service,638,591 7,474,000 Y = 0,535 + 0,211X 1 + 0,638X 2 + e a = Constanta bernilai positif yaitu 0,535 ini dapat diartikan bahwa Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan ritel (Retailing Service) mempengaruhi Pembelian Impusif (Impulse Buying)sebesar 53,5% X 1 = Variabel Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) bernilai Positif yaitu 0,211 ini dapat di artikan bahwa setiap peningkatan Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) sebesar satu satuan maka akan menyebakan Pembelian Impulsif (Impulse Buying) meningkat sebesar 21,1%. X 2 = Variabel Pelayanan Ritel (Retailing Service) bernilai Positif yaitu 0,638 ini dapat di artikan bahwa setiap peningkatan Pelayanan Ritel (Retailing Service) sebesar satu satuan maka dapat diikuti oleh Pembelian Impulsif (Impulse Buying) sebesar 63,8%.
Uji Koefisien Korelasi R Model R R Model Summary b Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1,629 a,396,384,33429 a. Predictors: (Constant), Retailing Service, Store Atmosphere b. Dependent Variable: Impulse Buying Dari tabel diketahui nilai koefisien R sebesar 0,629 mengandung arti bahwa hubungan antara variabel Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan ritel (Retailing Service) dengan Pembelian Impulsif (Impulse Buying) sebesar 0,629 atau mempunyai hubungan yang kuat (Sugiyono dalam Priyatno, 2010: 65). Dari tabel koefisien determinasi (R 2 ), menunjukkan besarnya Adjuster R Square adalah 0,384. Hasil ini menunjukkan bahwa 38,4% variabel Pembelian Impulsif (Impulse Buying) dapat dijelaskan oleh variasi dari kedua variabel independen (Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan ritel (Retailing Service)). Sedangkan selisihnya 61,6% (100% - 38,4%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti variabel display product, hedonic, promosi dan lain-lain yang secara teori dan hasil penelitian-penelitian sebelumnya berpengaruh terhadap pembelian impulsif.
Model 1 Uji t Hitung (Uji Parsial) Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta t Sig. (Constant),535,508 1,054,294 Store Atmosphere Retailing Service,211,094,178 2,250,027,638,085,591 7,474,000 Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) berpengaruh dan signifikan terhadap Pembelian Impulsif (Impulse Buying) (nilai t hitung 2,250 > t tabel 1,985 dan signifikan < 0.5) Pelayanan Ritel (Retailing Service) berpengaruh dan signifikan terhadap Pembelian Impulsif (Impulse Buying) (nilai t hitung 7,474 > t tabel 1,985 dan signifikan < 0.5) Model 1 Uji Hipotesis Uji f Hitung (Uji Simultan) Sum of Squares ANOVA a df Mean Square F Sig. Regression 7,112 2 3,556 31,822,000 b Residual 10,840 97,112 Total 17,952 99 a. Dependent Variable: Impulse Buying b. Predictors: (Constant), Retailing Service, Store Atmosphere Karena nilai F hitung 31,822 > F tabel 3,09 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel-variabel independen yaitu Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) (X 1 ), Pelayanan Ritel (Retailing Service) (X 2 ) terhadap variabel dependen Pembelian Impulsif (Impulse Buying) (Y).
KESIMPULAN Berdasarkan analisis secara parsial (Uji t), ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa semua variabel independen Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan Ritel (Retailing Service) berpengaruh signifkan terhadap variabel dependen, yaitu Pembelian Impulsif (Impulse Buying) konsumen Centro Margo City Depok. Variabel Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pembelian Impulsif (Impulse Buying), Variabel Pelayanan Ritel (Retailing Service) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pembelian Impulsif (Impulse Buying). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dan Pelayanan Ritel (Retailing Service) berpengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap Pembelian Impulsif (Impulse Buying) konsumen Centro Margo City Depok. Hal ini didasarkan dari hasil uji F dimana F hitung > F tabel.
SARAN 1. Diera maju ini perusahaan dituntut menyuguhkan kualitas dan kenyamanan. Sebagian besar masyarakat jenuh dengan rutinitas jam kerja yang padat, maka disaat seseorang memutuskan untuk datang ke Centro Margo City Depok berharap mendapatkan kenyamanan dan kualitas terbaik dari segi Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) serta Pelayanan Ritel (Retailing Service) sehingga tercipta rasa senang sehingga menciptakan Pembelian Impulsif (Impulse Buying). 2. Pengecekan berkala dan service wajib dilakukan sesuai kebutuhan, sehingga indikator-indikator Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) dapat ditapilkan dengan prima untuk memikat konsumen untuk berkunjung ke Centro Margo City Depok sehingga menciptakan Pembelian Impulsif (Impulse Buying). 3. Perusahaan sebaiknya selalu membuat sesuatu yang baru dan melakukan inovasi untuk tampilan Atmosfer Gerai (Store Atmosphere) pada setiap kesempatan sesuai dengan tema yang dapat memikat konsumen untuk berkunjung dan membeli produk Centro Margo City Depok sehingga menciptakan Pembelian Impulsif (Impulse Buying). 4. Melakukan pelatihan bagi seluruh karyawan sesuai bidang, salah satunya yang berinteraksi langsung dengan konsumen adalah sales promotion girl (PSG). Dengan pelatihan yang konsisten dilakukan sehingga mengembangkan wawasan serta meningkatkan kualitas pelayanan untuk membantu memudahkan konsumen mencari/memilih produk Centro Margo City Depok sehingga menciptakan Pembelian Impulsif (Impulse Buying). 5. Sebaiknya saat berkesempatan berkomunikasi dengan pengunjung, SPG menerangkan promo yang sedang berlaku, agar dapat menjadi pertimbangan bagi pengunjung untuk membeli produk yang sedang promo sehingga menciptakan Pembelian Impulsif (Impulse Buying).
Tagline THANKS FOR ATTENTION selvisel28@gmail.com