BAB I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

PENETAPAN KINERJA. Unit Eselon II : Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun Anggaran : 2012

PENETAPAN KINERJA. No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target. (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA

BAB V Analisa dan Mitigasi Risiko Identifikasi Risiko Penilaian Tingkat Risiko Rencana Mitigasi Risiko...

BAB IV Indikator Kinerja Utama dan Program Kerja Strategis

BAB V ANALISIS DAN MITIGASI RESIKO Pada bab ini menjelaskan resiko yang dihadapi dalam mewujudkan suatu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS. Balai Besar laboratorium Kesehatan Makassar sebagai salah satu

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2016

Makassar, Desember 2014 Kepala BPFK Makassar RENCANA STRATEGIS BISNIS BPFK MAKASSAR TAHUN

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

KERANGKA RENSTRA DEPARTEMEN/UNIT KERJA: Berbasis Rencana Strategis RSCM-FKUI

MATRIKS IKU BPFK MAKASSAR

i U s u l a n R e v i s i R e m u n e r a s i B B L K J a k a r t a T A

BAB IV INDIKATOR KINERJA UTAMA DAN PROGRAM KERJA STRATEGIS

KATA PENGANTAR. Surabaya, Desember 2013 Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2017

BAB IV PEMBAHASAN. Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2016

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR TABEL... iv DAFTAR GAMBAR... vii EXECUTIVE SUMMARY... ix

BAB II GAMBARAN KINERJA SAAT INI

RENCANA STRATEGI BISNIS

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan rumah sakit harus memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada

Jl. RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan Telp. (021) , (Hunting), Fax

BAB IV PENUTUP. LAK RSSN Bukittinggi Tahun

BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH RS KUSTA DR RIVAI ABDULLAH PALEMBANG

BAB I. PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang terjadi sekarang ini tampak demikian pesat. Banyak

BAB II DASAR TEORI. pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja keuangan akan. kerja dalam periode tertentu. Irham Fahmi (2011)

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

RUMAH SAKIT KUSTA DR. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI

2016, No Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Menteri Keuangan dapat menetapkan pola pengelolaan k

2016, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Le

Makassar, 06 Februari Dr. H. Abidin, MPH NIP

RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2013

February 15, 2016 BAPPEDA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : Mewujudkan pengelolaan kas yang efisien dan optimal.

RENCANA KERJA TAHUNAN TAHUN ANGGARAN 2016

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

BAB V RENCANA AKSI. model bisnis makanan sehat cepat saji Manahipun sebagaimana telah dirancang. tanggung jawab, dan evaluasi pengukuran kinerja.

OVERVIEW IMPLEMENTASI DAN EVALUASI RBA BLU. Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Perbendaharaan

BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA STRATEGIS BISNIS PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BIMA

LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. himpun agar pekerjaan yang dilakukan dapat dikendalikan dan

BAB V RENCANA STRATEGIS BISNIS 5 TAHUN

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

E-COMMERCE. Achmad Dwi Saputro S.Kom, MM

3.4 Penentuan Isu-isu Strategis

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

BAB IV Rencana Implementasi & Kebutuhan Sumber Daya

RENCANA KERJA TAHUNAN TAHUN ANGGARAN 2017

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

BAB IV ANALISIS DATA. Sejak satu hingga 2 dekade terakhir, pengukuran kinerja tidak lagi dianggap

I. PENDAHULUAN. Meningkat pesatnya kegiatan pembangunan serta laju pertumbuhan

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

SATUAN PEMERIKSA INTERNAL UIN ALAUDDIN MAKASSAR

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

III. PELAKSANAAN TUGAS AKHIR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2014 KATA PENGANTAR

Dept. Patologi Klinik & Kedokteran Laboratorium

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

I. PENDAHULUAN. Akuntabilitas kinerja organisasi sektor publik, khususnya organisasi pemerintah

KATA PENGANTAR. Jakarta, 2016 Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum. Ir. Christianus R. Dewanto, M. Eng.

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA

KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA

FORMULIR 2 : RENCANA PENCAPAIAN HASIL (OUTCOME) UNIT ORGANISASI TAHUN ANGGARAN : 2015

P a g e 12 PERENCANAAN KINERJA. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lingga BAB. II

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KATA PENGANTAR. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BAB V RENCANA AKSI. dalam dunia nyata, perlu disiapkan timeline penerapan kegiatan dan ukuran kinerja. tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

USULAN PENETAPAN TARGET

RENCANA KINERJA TAHUNAN

DAFTAR TABEL. Tabel1.1: Konsep manajemen terpopuler...3 Tabel 2.1 : Faktor pendorong pencapaian tujuan keuangan...15

21 Universitas Indonesia

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BADAN GEOLOGI PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

laporan hasil audit internal

BAB II RENCANA STRATEGIS

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN FASILITASI AKREDITASI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. kesehatan (RPJPK) tahun dalam tahap ke-3 ( ),

BAB I PENDAHULUAN. orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya

Transkripsi:

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategi Bisnis (RSB) bagi suatu organisasi pemerintah merupakan suatu kemestian sebagai suatu upaya mewujudkan tata kelola system yang modern. RSB merupakan salah satu perangkat strategis bagi pimpinan organisasi pemerintah yang memandu dan mengendalikan arah gerak serangkaian prioritas pengembangan organisasi, berbagai unit kerja di bawahnya, dan mitra kerjanya untuk bergerak searah dan bersenergis menuju tujuantujuan keseluruhan organisasi.dengan memusatkan organisasi pemerintah pada hal yang sangat penting, RSB bertindak sebagai kompas yang membantu pengambil keputusan di berbagai tingkatan organisasi untuk mengetahui kapan bertahan di jalur dan kapan perlu mengubah strategi organisasi dalam menghadapi dinamika tuntutan stakehorder kunci organisasi. Rencana Strategis Bisnis dibutuhkan BBLK Jakarta sebagai upaya strategis untuk mencapai target yang sudah ditetapkan dalam periode 5 tahun ke depan. Arah dan prioritas strategis BBLK Jakarta mengacu pada visi dan misi dari BBLK Jakarta yang sudah ditetapkan sebelumnya. Rencana Strategis Bisnis adalah upaya yang berbeda atau lebih baik dibandingkan pesaing sesuai dengan pilihan strategi dari BBLK Jakarta. Tema strategi menjadi arah dan prioritas strategi BBLK Jakarta dalam 5 tahun ke depan sehingga semua unit kerja dan pegawai mempunyai kesamaan pandang mengenai prioritas strategi yang dipilih. Ada 2 tema strategi yang dipilih yaitu pertama, peningkatan pendapatan BLU dengan pertumbuhan Lab. Klinik, MCU Standar, komersialisasi PME & BimTek,kedua membangun budaya layanan prima. Untuk eksekusi dan Rencana Strategi Bisnis (RSB) ini, BBLK Jakarta menggunakan alat strategik manajemen yaitu Balanced Scorecard sehingga dapat mempermudah pelaksanaan RSB ini dengan adanya peta strategi yang menggambarkan secara visual keterkaitan antar sasaran strategi dalam 4 perspektif sebab akibat. Hal yang membuat berbeda dari BBLK Jakarta dibandingkan dengan BBLK yang lain atau penyedia jasa sejenis ditetapkan melalui positioning yang sudah dipilih, yaitu sebagai Laboratorium Kesehatan Kemenkes dengan Layanan Prima. Untuk mewujudkan positioning tersebut terdapat 6 value proposition yang terdiri dari PME & BimTek, Lab Mikrobiologi tbc, Lab. Biologi Molekuler (PCR), Lab. Kesmas dan Layanan Prima. Keenam value proposition ini merupakan keunggulan yang ingin dibangun oleh BBLK Jakarta dan harus dirasakan sendiri oleh 1

pelanggan BBLK Jakarta, sehingga harus dibuktikan melalui survei kepada pelanggan mengenai pencapaian positioning tersebut yang merupakan jantung strategi dari BBLK Jakarta. Perwujudan excellent performance adalah gambaran pencapaian dari setiap sasaran strategi BBLK Jakarta, untuk itu setiap sasaran strategi harus ditetapkan ukurannya secara kuantitatif sehingga keberhasilan pencapaian sasaran strategi dapat dievaluasi secara obyektif dengan dibuat matriks indikator kinerja utama atau Key Performance Indikator. Kompetensi inti organisasi harus dibangun dalam rangka menghadapi tantangan strategis dengan mengidentifikasi faktor eksternal dan internal. Benchmarking juga perlu dilakukan dengan memilih Institusi yang sudah memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing. Kompetensi inti BBLK Jakarta tercermin dari pilihan positioning dan value proposition. Target kinerja BBLK Jakarta dalam matriks indikator kinerja utama dikendalikan dengan membuat program kerja strategis sebagai upaya untuk mencapai target kinerja yang diinginkan. Evaluasi terhadap efektifitas pelaksanaan program kerja strategis dan anggaran pengembangan yang diperlukan harus dilakukan secara berkala minimal sebulan sekali sehingga dapat terlihat dampak program kerja strategis terhadap target kinerja masing-masing sasaran strategis. Penilaian risiko berdasarkan masing-masing sasaran strategi juga dilakukan dengan menilai tingkat risiko serta mitigasi risiko yang diperlukan khususnya untuk tingkat risiko ekstrim, tinggi dan moderat. Program mitigasi risiko perlu dikelola dengan menetapkan penanggungjawab dan menyiapkan anggaran apabila dibutuhkan. Program kerja strategis ditetapkan berdasarkan sasaran strategi yang dipilih untuk mencapai target kinerja yang diharapkan, beberapa program strategis yang ditetapkan antara lain : Program Pemasaran, Program Pelatihan, Optimalisasi Peralatan, Kerjasama dengan Instansi terkait dan Memperluas Standar Mutu. 1.2 Tujuan Rencana Strategis Bisnis Tujuan penyusunan Rencana Strategi Bisnis Balai Besar laboratorium Kesehatan Jakarta betujuan untuk mendapatkan : a. Panduan dalam menentukan arah strategis dan prioritas tindakan selama periode lima tahunan. b. Pedoman strategis dalam pola penguatan dan pengembangan mutu kelembagaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta. 2

c. Dasar rujukan untuk menilai keberhasilan penuhan misi balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta yang telah ditentukan. d. Salah satu rujukan untuk membangun arah jalinan kerjasama dengan stakeholders inti Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta. 1.3 Dasar Hukum Sebagai Dasar Hukum Penyusunan Rencana Strategis Bisnis Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta mengacu kepada : 1. Undang undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara, 2. Undang undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, 3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 5. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, 6. Peraturan Pemerintah No.20 tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah 7. Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara / Lembaga. 8. Peraturan Pemerintah No.23/PMK.02/2007 tentang pengelolaan keuangan BLU. 9. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor Undang Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK/.05/2008 tentang pedoman akuntansi PK BLU. 11. Keputusan Menteri Kesehatan R.I Nomor 1044/Menkes/SK/XI/2006 tentang susunan dan uraian jabatan serta Tata Hubungan Kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta, yang telah dirubah menjadi Peraturan Menteri Kesehatan R.I Nomor 52 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Lingkungan Kementerian Kesehatan. 3

12. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 374/MENKES/SK/V/2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional. 13. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 375/MENKES/SK/V/2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan Tahun 2005 2025. 1.4 Sistematika laporan Sistematika Dokumen Rencana Strategis Bisnis Bab I. Pendahuluan Bab ini membahas latar belakang penyusunan Rencana Stategis Bisnis, tujuan penyusunan Rencana Stategis Bisnis, dasar hukum yang menjadi acuan penyusunan Rencana Stategis Bisnis, serta sistematika yang menjelaskan struktur penyajian secara ringkas Rencana Stategis Bisnis Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta. Bab II. Gambaran Kinerja Saat Ini Bab ini menjelaskan gambaran pencapaian kinerja aspek pelayanan dan gambaran kinerja aspek keuangan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta. Bab III. Arah dan Prioritas Strategis Bab ini menjelasan rumusan pernyataan Visi, Misi, dan Tata Nilai, aspirasi stakeholders yang menjelaskan apa saja harapan dan kekhawatiran dari setiap stakeholders inti, tantangan strategis apa saja yang tengah dan akan menentukan pencapaian visi dan misi, benchmarking berbagai kemampuan organisasi dan pencapaian kinerja, analisa SWOT yang menjelaskan analisis yang berkaitan dengan kekuatan, kelemahan, peluan, dan ancaman, diagram kartesius pilihan prioritas strategis yang menggambarkan posisi daya saing, analisa TOWS yang menjelaskan berbagai sasaran strategis, Rancangan peta strategis balanced scorecard (BSC) tentang upaya-upaya strategis yang teridentifikasi. Bab IV. Indikator Kinerja Utama dan Program Kerja Strategis Bab ini menjelaskan apa saja indikator kinerja utama (IKU) yang dituju untuk setiap sasaran strategis, kamus IKU untuk setiap IKU yang teridentifikasi, program kerja strategis yang akan dilakukan. Bab V. Analisa dan Mitigasi Resiko Bab ini menjelaskan apa saja risiko yang dapat dialami, penilaian tingkat risiko dengan memperhatikan tingkat kemunculannya, rencana mitigasi resiko berdasarkan hasil pada tahap sebelumnya. 4

Bab VI. Proyeksi Finansial Bab ini menjelaskan estimasi pendapatan yang disusun selama liam tahunan, rencana kebutuhan anggaran yang dibedakan atas anggaran program kelangsungan operasi dan program pengembangan, rencana pendanaan yang disusun dengan terlebih dahulu membandingkan pendapatan dan anggaran pengeluaran. Bab VII. Implementasi Rencana Strategis Bisnis Bab ini menjelaskan mekanisme penetapan kinerja dengan Dirjen Bina Upaya Kesehatan,mekanisme kontrak kinerja di intrenal BBLK Jakarta,Monitoring,Dialog Kinerja(performance Dialogue), dan mekanisme Reward & consequences Bab VIII. Penutup 5

BAB II GAMBARAN KINERJA SAAT INI 2.1. Gambaran Kinerja Aspek Pelayanan a. Kinerja Pelayanan Tahun 2010-2014 Tabel 1 Kinerja Pemeriksaan tahun 2010-2014 Pemeriksaan 2010 2011 2012 2013 2014 Mikrobiologi 19.752 28.944 27.708 31.152 26.500 Patologi Klinik 11.428 9.800 7.952 8.198 13.600 Imunologi 418 5.567 3.594 22.334 7.600 Kimia Kesehatan 44.491 58.270 85.821 53.583 65.400 Virologi 15 30 40 201 405 Media Reagensia 27 25 30 378 460 Grafik 1 Kinerja Pemeriksaan tahun 2010-2014 *Th 2010-2013 realisasi Th 2014 : prognosa 6

b. Kinerja Operasional Tabel 2 INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014*) A. PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS 6,4 8,5 7,5 6 9 Rata-rata 1 Laboratorium/hari Rata rata 2 Mikrobiologi Rata rata 3 Imunologi Rata rata patologi 4 klinik Rata rata Kimia 5 kesehatan Rata rata pembuatan Media dan 6 reagensia Rata rata pertumbuhan 7 uji kesehatan Rasio Jumlah Kegiatan 8 Labkesmas B. EFISIENSI PELAYANAN 7 1,2 1,5 - - - 0,8 1,5 1.50 1.50 2 0,4 1,5 0.50 2 1 1,5 1,5 0.50 1.50 1 1,5 1,5 2-2 - - 2-2 - - 1 1 1 1 1 - - - 1,75 2,75 8,25 10 9,75 1 Rasio jumlah mikrobioogi dengan analis 0,5 0,25 3 3 3 2 Rasio jumlah imunologi dengan analis 0,25 0,25 1 1 1,5 3 Rasio jumlah patologi klinik dengan analis 0,25 1 1 1 1,5 4 Rasio jumlah kimia kesehatan dengan analis 0,5 0,25 1 2 1,5 5 Rasio jumlah pembuatan media reagensia dengan analis - - 0,5 1 0,5 6 Rasio jumlah lab klinik dengan dokter spesialis 0,25 1 0,25 0.5 0,25 Patologi Klinik 7 Rasio jumlah uji kesehatan dengan tenaga yang bertugas di Unit Instalasi Uji - - 0,5 0,5 0,5 Kesehatan 8 Angka pengulangan laboratorium - - 1 1 1 C. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN PEMBELAJARAN 15,25 15 5,5 5,5 5,5 1 Sales Growth 2 2 - - - 2 Program Diklat 1,75 1,5 - - - 3 Pengembangan Produk Baru 1,5 1,5 - - - 4 Pengembangan system manajemen 1.00 1,5 - - - 5 Peningkatan Penguasaan Teknologi 1,5 1 - - - 6 Ketepatan Penyampaian RBA 2 2 - - - 7 Laporan Triwulan 2 2 - - - 8 Laporan Tahunan 2 2 - - - 9 Rata rata jam pelatihan per karyawan - - 2 2 2 10 Ada/tidaknya Reward dan Punishment 1,5 1,5 2 2 2 11 Penelitian - - 1,5 1,5 1,5 JUMLAH 23,4 25,25 21,25 21,5 24,25

c. Kinerja Mutu dan Manfaat Bagi Masyarakat Tabel 3 NO INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014*) A. MUTU PELAYANAN - - 14 14 14 1 Waktu tunggu Pelayanan - - 2 2 2 2 3 4 5 6 7 Waktu layanan bidang Mikrobiologi Waktu layanan bidang Patologi Klinik Waktu layanan bidang Imunologi Waktu layanan bidang Kimia Kesehatan Waktu layanan bidang pembuatan Media dan Reagensia Waktu layanan bidang uji kesehatan - - 2 2 2 - - 2 2 2 - - 2 2 2 - - 2 2 2 - - 2 2 2 - - 2 2 2 A. MUTU KLINIK 27 27 7,5 7 8 1 Angka kegagalan pengambilan sampel uji - - 1,5 1 2 2 Angka lab yang dirujuk - - 2 2 2 3 Hasil kegiatan Pemantapan Mutu Internal - - 2 2 2 4 Hasil Pemantapan Mutu Eksternal - - 2 2 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Waktu layanan bidang Hematologi, Urinalisa Waktu layanan bidang Kimia Klinik, media reagensia Waktu layanan bidang Mikrobiologi, Kimia Kesehatan, Waktu layanan bidang Parasitologi Waktu layanan bidang Immunologi Waktu layanan bidang Virologi Akurasi hasil laboratorium bidang Hematologi, Kimia Klinik, Urinalisa, Parasitologi, Immunologi Akurasi hasil lab. bidang Bakteriologi, Virologi& Media Reagensia Akurasi hasil lab bid. Pmrksn Kimkes, Kim Toksikologi 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 3 3 - - - 2 2 - - - 2 2 - - - 2 2 - - - 2 2 - - - 14 Ketersediaan media dan reagensia 2 2 - - - 15 Peralatan Laboratorium yang terkalibrasi 2 2 - - - B. KEPEDULIAN KEPADA MASY. 2 2 6 6 6 Pembinaan Kepada Lab Puskesmas, 1 Lab RS, Lab Mandiri dan Sarana 1 1 2 2 2 Kesehatan Lain 2 Kegiatan Pelayanan PME Regional - - 2 2 2 3 Program Penyuluhan Kesehatan 1 1 2 2 2 8

C. KEPUASAN PELANGGAN 5 5 3,5 4 3 1 Prosentase Komplain 1 1 2 2 1,5 2 Presentase pelanggan yang puas - - 1,5 2 1,5 Lama Waktu tunggu di Poliklinik 2 2 - - - Kemudahan Pelayanan 2 2 - - - D. KEPEDULIAN TERHADAP PELANGGAN/LINGKUNGAN 4 4 2,5 2,5 2,5 1 Program BBLK Berseri - - 1,5 1,5 1,5 2 Proper lingkungan (KLH) - - 1 1 1 Kebersihan Lingkungan 2,5 2,5 - - - Hasil Uji Amdal 1,5 1,5 - - - TOTAL (A+B+C+D) 38 38 33,5 33 33,5 * Kinerja yang hasilnya kosong(-) disebabkan adanya perubahan indikator kinerja 2.1. Gambaran Kinerja Aspek Keuangan a. Rasio Keuangan Tabel 4 Rasio Keuangan tahun 2010-2014 No. INDIKATOR 2010 2011 2012 2013 2014*) A. Rasio Keuangan 6,52 6,4 19,3 18,3 19,3 1 Rasio Kas (Cash Ratio) - - 0.25 0,25 0,25 2 Rasio Lancar (Current Ratio) - - 2,5 2,5 2,5 3 Periode penagihan piutang (Collection Periods) - - 2 2 2 4 Perputaran Aset Tetap (Fixed asset turnover) - - 2 1 2 5 Imbalan atas asset tetap (Return on Asset) - - 0,5 0,8 0,5 6 Imbalan equitas (Return on Equity) 0,4-0,6 0,8 0,6 7 Perputaran Persediaan ( Inventory turnover) 0,72 3 0,75 0,5 0,75 8 Rasio Subsidi Biaya Pasien - - 0,5 0,5 0,5 9 Perputaran Total Asset ((TATO) 1,4 0,6 - - - 10 Imbalan Investasi (ROI) - - - - 11 Rasio Modal Sendiri terhadap Aktiva - - - - - 12 Rasio Aktiva Bersih Terhadap Total Aktiva 4 2,8 - - - 13 Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Oprsnl - - 1 0.75 1 14 RBA Definitif 2 2 2 15 Laporan Kaeuangan SAK 1.95 1.95 1.95 16 SP3B BLU 1 1 1 17 Tarif Layanan 0.25 0.25 0.25 18 Sistem Akuntansi 1 1 1 19 Persetujuan Rekening 0.5 0.5 0.5 20 SOP Pengelolaan Kas 0.5 0.5 0.5 21 SOP Pengelolaan Utang 0.5 0.5 0.5 22 SOP Pengelolaan Piutang 0.5 0.5 0.5 23 SOP Pengelolaan Barang & Jasa 0.5 0.5 0.5 24 SOP Pengelolaan Barang Inventaris 0.5 0.5 0.5 9

Grafik 2 Belanja Rupiah Murni tahun 2010-2014 Grafik 3 Belanja PNBP tahun 2010-2014 10

Grafik 4 Pendapatan Rupiah Murni tahun 2010-2014 Grafik 5 Pendapatan PNBP tahun 2010-2014 11

Tabel 5 Pencapaian Indikator Kinerja tahun 2010-2013 No Uraian 2010 2011 2012 2013 2014*) Kinerja Badan Layanan Umum 67.92 70,65 74.05 72.80 73.67 a. b. a. Kinerja Keuangan 6.52 6,4 19.30 18.30 18.57 b. Kinerja Operasional/Layanan 23.40 26,25 21.25 21.50 21.60 c. c. Kinerja Mutu dan Manfaat Bagi Masyarakat Hasil/Kategori 38.00 38.00 33.50 33.00 33.50 Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat A A A A A *) Prognosa 2014 12

BAB III Arah dan Prioritas Strategis 3.1. Rumusan Pernyataan Visi, Misi dan Tata Nilai BBLK mempunyai Visi, Misi dan Tata Nilai yang menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Strategis Bisnis. Visi, Misi dan Tata Nilai tersebut adalah : Visi : Menjadi Laboratorium Kesehatan Pembina dan Rujukan Nasional yang Mengutamakan Layanan Prima. Misi : Melaksanakan pelayanan laboratorium yang responsif, profesional, berkualitas dan kompetitif. Menerapkan sistem manajemen laboratorium kesehatan secara konsisten. Meningkatkan kompetensi SDM di bidang teknis dan manajemen laboratorium kesehatan. Meningkatkan sarana dan prasarana sesuai perkembangan iptek. Meningkatkan kemitraan dalam jejaring laboratorium kesehatan Nasional & Internasional. Mengembangkan tata kelola administrasi dan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Tata Nilai : Jujur Responsif Profesional Kepuasan Pelanggan 13

3.2. Aspirasi Stakeholders Inti BBLK melakukan antisipasi terhadap aspirasi dari Stakeholder yang meliputi : Tabel 6 14

3.3. Tantangan Strategis Dalam mempersiapkan Rencana Strategis Bisnis Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta mempertimbangkan mulai dari Faktor Makro dan Persaingan serta Daya Saing yang dimiliki. Pentingnya mempertimbangkan Faktor Makro adalah untuk mengantisipasi faktorfaktor yang diluar kontrol BBLK Jakarta tetapi dapat mempengaruhi keberlangsungan operasional BBLK. Faktor-faktor Makro akan bisa menjadi masukkan untuk menentukan Opportunity dan Threat. Sedangkan Persaingan dan Daya Saing harus dipetakan karena akan memberikan kontribusi terhadap masukkan untuk menentukan Strength dan Weakness dalam Analisa SWOT. Untuk lebih detil analisa-analisa yang menjadi tantangan strategis bagi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta adalah : 3.3.1 ANALISA MAKRO : Analisa ini penting karena Rencana Strategis harus melihat faktor-faktor diluar organisasi yang bisa memberikan dampak positif dan negatif kepada BBLK Jakarta. Paling tidak faktor makro harus dilakukan analisis setiap tahun atau bila ada perubahan yang mendasar dalam tatanan teknologi, ekonomi, pasar, politik, hukum, lingkungan dan supplier. Dalam analisa ini digunakan Analisa Makro dengan menganalisa faktor-faktor : 1. TEKNOLOGI : Teknologi yang terkait dengan BBLK Jakarta. Bagaimana teknologi tersebut berkembang dan mempengaruhi kinerja dari BBLK Jakarta. Teknologi dapat dikaitkan dengan 3 hal besar dalam BBLK Jakarta yaitu : a. Perkembangan Teknologi Informasi. b. Inovasi Metode Pengujian. c. Teknologi Peralatan Lab. 2. EKONOMI : Dalam analisa ekonomi ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan mulai dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, Nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi dunia. Faktor-faktor tersebut bisa jadi terjadi fluktuasi dan diluar kontrol dari manajemen BBLK Jakarta tetapi akan berdampak kepada kinerja termasuk peningkatan investasi, peningkatan biaya, peluang pasar yang lebih besar. 15

3. MARKET : Pasar yang menjadi segmentasi dan target dari BBLK Jakarta yang harus diantisipasi, maka perlu ditentukan sekaligus segmentasi yang dipilih dan seberapa target pasar yang ada. Pengembangan segmentasi dan target akan bisa menjadi peluang baru. Kemampuan untuk melihat adanya segmentasi dan target pasar yang baru menjadi penting untuk pertumbuhan khususnya potensi pasar dan tingkat persaingan yang terjadi. 4. POLITIK : Faktor Politik tidak dapat diabaikan dibeberapa sektor industri khususnya untuk memastikan stabilitas dan tingkat kepercayaan. Indonesia mengalami siklus 5 tahunan tentang agenda politik yaitu pemilihan wakil rakyat dan Presiden. Dalam hal ini pihak BBLK Jakarta belum melihat faktor politik berdampak besar terhadap strategi BBLK Jakarta. 5. HUKUM : Berbagai peraturan dan regulasi pemerintah pusat dan daerah yang harus diikuti oleh BBLK Jakarta menjadi penting diantisipasi untuk memastikan pemilihan strategi yang efektif. 6. LINGKUNGAN : Faktor Lingkungan punya pengaruh yang besar terhadap strategi BBLK Jakarta. Yaitu untuk kebutuhan institusi (industri,rs) dalam penerapan standar pengelolaan limbah,air bersih dan ruangan. 7. SUPPLIER : Faktor Supplier memegang peranan penting, terkait kerjasama pengadaan peralatan dan bahan laboratorium termasuk kepastian ketersediaannya. 8. SOSIAL : Faktor Sosial belum dilihat punya pengaruh yang besar terhadap Strategi BBLK Jakarta. 16

Tantangan Strategis BBLK Jakarta meliputi : a. Potensi pasar masih terbuka (mikrobiologi,kimia kesehatan,biologi molukuler,pme komersial). b. Tingginya minat instansi lain untuk bekerja sama dengan BBLK Jakarta. c. Kebutuhan institusi (industri,rs) dalam penerapan standar pengelolaan air limbah, ruangan. d. Kesadaran masyarakat akan pentingnya laboratorium. e. Inovasi metode pengujian. f. Persaingan dengan laboratorium swasta semakin kuat. g. Perkembangan Teknologi peralatan laboratorium berkembang pesat. h. Perkembangan teknologi informasi. i. Kompetensi SDM perlu ditingkatkan sesuai dengan perkembangan IPTEK. 3.4. Benchmarking Dalam melakukan manuver strategis menuju Visi dari BBLK Jakarta maka ada beberapa Institusi yang menjadi bencmarking karena merupakan Institusi yang mempunyai keunggulan dibidang tertentu. Institusi yang menjadi benchmarking adalah : 1. Lab. Prodia Keunggulan : Layanan Pelanggan. Jumlah Pemeriksaan lab. Klinik. Jumlah Cabang. Program Marketing. Program Penelitian & Pengembangan. 2. Lab. Sucofindo Keunggulan : Jumlah Pemeriksaan Lab Kesmas. Jumlah Pelanggan Institusi. Brand Sucofindo. 17

3.Departemen Mikrobiologi FKUI Keunggulan : Biologi Molekuler. Kultur dan Resistensi M.tbc metoda cair(mgit) 3.5. Analisa SWOT Analisa SWOT dilakukan dengan analisa faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan BBLK Jakarta saat ini dan faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman BBLK Jakarta. Analisa SWOT BBLK Jakarta : Tabel 7 18

19

3.6. Diagram Kartesius Pilihan Prioritas Strategis Diagram Kartesius dilakukan berdasarkan hasil dari analisa SWOT. Dari Kartesius yang dihasilkan akan menjadi masukkan untuk penentuan langkah strategis dari BBLK Jakarta. Diagram Kartesius : Gambar 1 20

3.7. Analisa TOWS : Analisa TOWS BBLK Jakarta Tabel 8 21

3.8. Rancangan Peta Strategi Balanced Scorecard ( BSC ) Sebelum menentukan Peta Strategi dengan konsep Balanced Scorecard maka BBLK Jakarta menetapkan Positioning yang merupakan jantung strategi untuk menuju Visi. Positioning BBLK Jakarta akan menjadi acuan dalam menyusun Peta Strategi dan Balanced Scorecard yang akan menggambarkan peta perjalanan yang akan dilalui semua jajaran dalam organisasi BBLK Jakarta. Tema Strategi penting dirumuskan sebelum Peta Strategi Balanced Scorecard digambarkan. Tema Strategi akan membantu memberikan fokus dan keseragaman setiap Unit Kerja akan Strategi yang akan diberlakukan. Keseragaman Pemahaman Tema Strategi akan memberikan kesadaran setiap insan dalam Unit Kerja untuk memberikan kontribusi terhadap EKSEKUSI dari Tema dan Peta Strategi. Salah satu penyebab kegagalan dalam Eksekusi Strategi suatu Organisasi adalah karena ketidaktahuan organisasi tersebut terhadap strategi apa yang akan dijalankan. Tema Strategi dari BBLK Jakarta terdiri dari dua tema strategi, pertama Peningkatan pendapatan BLU dengan pertumbuhan Lab. Klinik, MCU Standar, komersialisasi PME & Bimtek dan kedua Membangun Budaya Layanan Prima. 22

Peningkatan terwujutnya layanan lab klinik dan uji kesehatan Peningkatan terwujudnya layanan lab kesmas 23

BAB IV Indikator Kinerja Utama dan Program Kerja Strategis 4.1. Matriks IKU Pada matrik IKU menjelaskan indikator kinerja utama yang dituju untuk setiap sasaran strategis. Tabel 9 Matriks IKU BBLK Jakarta 24

4.2. Kamus IKU a. Kamus IKU Survey Kepuasan Pelanggan Tabel 10 PERSPEKTIF : Proses Bisnis Internal SASARAN STRATEGIS : Terwujudnya kepuasan stakeholder IKU : Survey kepuasan pelanngan DEFINISI : Kepuasan pelanngan melaui survey berdasarkann indek kepuasan masyarakat sesuai dengan metode dan ketentuan yang diatur dalam pedoman umum penyusunan indek kepuasan masyarakat unit layanan instansi pemerintah (KEP/25/M.PAN/2/2004 FORMULA : Hasil Penilaian IKM x 100% Skala Maksimal Nilai IKM BOBOT IKU ( % ) : 3 PERSON IN CHARGE : Kabid Pemantapan Mutu dan Bimtek SUMBER DATA : Hasil surney PERIODE PELAPORAN : Bulanan, Triwulan, Semester TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 indek 3 3,25 3,5 3,75 4 b. Kamus IKU Persentase Keluhan Pelanggan Yang Ditindak Lanjuti PERSPEKTIF : SASARAN STRATEGIS : IKU : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS Terwujudnya layanan terpadu dan prima Persentase keluhan pelanggan yang ditindak lanjuti DEFINISI : Jumlah komplain pelanggan yang sudah ditangani sampai tuntas kepada pelanggan Persentase persepsi pelanggan yang setuju terhadap value proposition BBLK jakarta terhadap total seluruh pelanggan yang menjawab FORMULA : (Jumlah komplain pelanggan yang sudah ditangani sampai tuntas kepada pelanggan/jumlah total komplain pelanggan) x 100% (Persentase persepsi pelanggan yang setuju terhadap value proposition BBLK jakarta / total seluruh pelanggan yang menjawab) x 100% BOBOT IKU ( % ) : 3.00% PERSON IN CHARGE : Ka. Bid. Pemantapan Mutu & BimTek Kabag Keuangan dan administrasi umum SUMBER DATA : 1. Daftar Keluhan Pelanggan 2. Kaji Ulang Manajemen PERIODE PELAPORAN : 3. Hasil survei Persepsi Pelanggan Bulanan, Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 % 100 100 100 100 100 25

c. Kamus IKU Ketepatan Kalibrasi Alat Laboratorium Sesuai Jadwal PERSPEKTIF : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS SASARAN STRATEGIS : Terwujudnya layanan terpadu dan prima IKU : Ketepatan kalibrasi alat laboratorium sesuai jadwal DEFINISI : Jumlah perelatan yang telah terkalibrasi sesuai jadwal dibandinglkan peralatan yang dikalibrasi sesuai yang dijadwalkan FORMULA : Jumlah peralatan yang telah terkalibrasi sesuai jadwal /jumlah peralatan yang akan dijadwalkan kalibrasi dikali 100% BOBOT IKU ( % ) : 2 PERSON IN CHARGE : Kabag Keuangan dan administrasi umum SUMBER DATA : 1. Laporan kalibrasi instalasi Sarana dan prasarana PERIODE PELAPORAN : Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 % 85 90 95 100 100 d. Kamus IKU Persentase Temuan Di Lapangan Yang Ditindaklanjuti PERSPEKTIF : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS SASARAN STRATEGIS : Terwujudnya layanan terpadu dan prima IKU : Persentase temuan di lapangan yang ditindaklanjutu DEFINISI : Hasil telusur BBLK yang ditindaklanjuti adalah hasil telusur lapangan yang dilakukan oleh asesor internal dan eksternal baik baik telusur pelanggan,sistem,layanan laboratorium yang tidak sesuai standar dan elemen penilaian akreditasi agar sesuai dengan standar akreditasi.hasil temuan bisa berupa terpenuhi sebagian atau sama sekali tidak terpenuhi/tidak sesuai standar FORMULA : Hasil tesusur lapangan BBLK yang ditindaklanjuti/jumlah total temuan telusur x 100 BOBOT IKU ( % ) : 3% PERSON IN CHARGE : Ka. Bid. Pemantapan Mutu & BimTek SUMBER DATA : Laporan audit Internal Bidang Pementapan mutu dan Bimtek PERIODE PELAPORAN : Bulanan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 % 80 85 90 95 100 26

e. Kamus IKU Jumlah Kesiapan Pemeriksaan Kasus Surveilance PERSPEKTIF : SASARAN STRATEGIS : IKU : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS Terwujudnya Lab Surveilance, PME Nasional dan Bimtek Jumlah kesiapan kasus surveilance DEFINISI : Jumlah jenis penyakit yang menjadi dasar surveilance program pemerintah FORMULA : Jumlah jenis penyakit yang menjadi dasar surveilance program pemerintah BOBOT IKU ( % ) : 3.00% PERSON IN CHARGE : Ka. Bid. Pelayanan Ka. Bid. Pemantapan Mutu & BimTek Ka. Bid. Pemantapan Mutu & BimTek SUMBER DATA : PERIODE PELAPORAN : 1. Laporan Kegiatan Pelayanan Laboratorium 2. Laporan hasil survei Bulanan, Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 # 8 10 12 14 16 f. Kamus IKU Jumlah Keikutsertaan PME PERSPEKTIF : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS SASARAN STRATEGIS : Terwujudnya Lab Surveilance, PME Nasional dan Bimtek IKU : Jumlah keikutsertaan PME DEFINISI : Jumlah peserta PME dari program pemerintah dan PME komersial FORMULA : Jumlah peserta PME dari program pemerintah + PME komersial BOBOT IKU ( % ) : 5% PERSON IN CHARGE : Ka. Bid. Pemantapan Mutu & BimTek SUMBER DATA : Laporan Pelaksanaan PMI PERIODE PELAPORAN : Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 # 450 600 750 900 1150 27

g. Kamus IKU Jumlah Lab. Yang Dibina PERSPEKTIF : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS SASARAN STRATEGIS : Terwujudnya Lab Surveilance, PME Nasional dan Bimtek IKU : Jumlah Lab. yang dibina DEFINISI : Jumlah Lab. Binaan dalam wilayah regional FORMULA : Jumlah Lab. Binaan dalam wilayah regional BOBOT IKU ( % ) : 5% PERSON IN CHARGE : Ka. Bid. Pemantapan Mutu & BimTek SUMBER DATA : 1. Laporan Bimtek PERIODE PELAPORAN : Bulanan, Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 300 375 500 600 700 h. Kamus IKU Jumlah Peserta Bimtek Intenal 28

i. Kamus IKU Cakupan Kegiatan Pemantapan Mutu Internal PERSPEKTIF : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS SASARAN STRATEGIS : Terwujudnya Lab Surveilance, PME Nasional dan Bimtek IKU : Cakupan Kegiatan Pemantapan mutu Internal DEFINISI : Jumlah kegiatan pemantapan mutu internal FORMULA : Jumlah kegiatan pemantapan mutu internal BOBOT IKU ( % ) : 6% PERSON IN CHARGE : Ka. Bid. Pemantapan Mutu & BimTek SUMBER DATA : Laporan Pelaksanaan PMI PERIODE PELAPORAN : Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 # 85 90 95 95 100 j. Kamus IKU Jumlah MOU Yang Berjalan Efektif PERSPEKTIF : SASARAN STRATEGIS : IKU : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS Terwujudnya program pemasaran Jumlah Mou yang berjalan efektif DEFINISI : Jumlah MoU/Perjanjian Kerjasama secara tertulis antara pihak BBLK dengan Institusi lain terkait dengan Pelayanan & Non Pelayanan yang sudah berjalan FORMULA : Jumlah MoU/Perjanjian Kerjasama secara tertulis antara pihak BBLK dengan Institusi lain terkait dengan Pelayanan & Non Pelayanan yang sudah berjalan BOBOT IKU ( % ) : 4.00% PERSON IN CHARGE : Ka. Bag. Keuangan & Adm. Umum SUMBER DATA : 1. Daftar MoU/perjanjian kerja sama 2. MoU/Perjanjian kerjasama PERIODE PELAPORAN : TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 # 15 20 30 40 50 29

k. Kamus IKU Pertumbuhan Jumlah Pemeriksaan PERSPEKTIF : PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS SASARAN STRATEGIS : Terwujudnya program pemasaran IKU : Pertumbuhan jumlah Pemeriksaan DEFINISI : Jumlah Parameter di Lab. Klinik dan Lab. Kesmas FORMULA : Jumlah Parameter di Lab. Klinik + Lab. Kesmas BOBOT IKU ( % ) : 6% PERSON IN CHARGE : Ka. Bid. Pelayanan SUMBER DATA : 1. Laporan Kegiatan Pelayanan Laboratorium PERIODE PELAPORAN : TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 # 10 10 10 10 10 l. Kamus IKU Persentase SDM Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Jabatan PERSPEKTIF : SASARAN STRATEGIS : IKU : PERSEPEKTIF PEMBELAJARAN dan PERTUMBUHAN Terwujudnya SDM yang kompeten Persentase SDM yang sesuai dengan kebutuhan jabatan DEFINISI : Kesesuaian kompetensi teknis dan non teknis pegawai terhadap kualifikasi jabatan yang dibutuhkan FORMULA : (Kesesuaian kompetensi teknis dan non teknis pegawai / Kualifikasi jabatan yang ditetapkan) x 100% BOBOT IKU ( % ) : 7.00% PERSON IN CHARGE : Ka. Bag. Keuangan & Adm. Umum SUMBER DATA : PERIODE PELAPORAN : 1. Peta Uraian Jabatan 2. Kualifikasi Jabatan Semester, Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 % 70 75 80 85 90 30

m. Kamus IKU Indeks Survey Budaya Layanan Prima PERSPEKTIF : SASARAN STRATEGIS : IKU : DEFINISI : PERSEPEKTIF PEMBELAJARAN dan PERTUMBUHAN Terwujudnya Budaya Kinerja Indeks survei Budaya Layanan Prima Hasil Survey seluruh pegawai terhadap budaya layanan prima dengan skor minimal 7 (Range 1-10) FORMULA : (Jumlah pegawai dengan skor minimal 7/jumlah total karyawan)x 100% BOBOT IKU ( % ) : 4.00% PERSON IN CHARGE : Ka. Bag. Keuangan & Adm. Umum SUMBER DATA : PERIODE PELAPORAN : 1. Sasaran Kinerja Pegawai (Perilaku Kerja) 2. Buku monitoring pegawai Triwulan. Semester, Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 # 60 70 80 85 90 n. Kamus IKU Jumlah Modul SILK Yang Diimplementasikan PERSPEKTIF : SASARAN STRATEGIS : IKU : PERSEPEKTIF PEMBELAJARAN dan PERTUMBUHAN Peningkatan SILK Jumlah Modul SILK yang diimplementasikan DEFINISI : Jumlah modul SILK yang sudah digunakan dalam proses kerja rutin FORMULA : Jumlah modul SILK yang sudah digunakan dalam proses kerja rutin BOBOT IKU ( % ) : 4.00% PERSON IN CHARGE : Ka. Bag. Keuangan & Adm. Umum SUMBER DATA : 1. Laporan hasil uji 2. Laporan Keuangan 3. Laporan Pengadaan PERIODE PELAPORAN : Bulanan, Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 # - 3 4 4 5 31

o. Kamus IKU Persentase Sarpras Yang Sesuai Standard Pelayanan PERSPEKTIF : SASARAN STRATEGIS : IKU : DEFINISI : PERSEPEKTIF PEMBELAJARAN dan PERTUMBUHAN Terwujudnya Sarpras yang handal Persentase Sarpras yang sesuai standard Pelayanan Persentase Kesiapan Gedung sesuai standar pelayanan Persentase Kesiapan peralatan medik/laboratorium Persentase Kesiapan prasana non medik FORMULA : (Persentase Kesiapan Gedung terhadap standar pelayanan + Persentase Kesiapan peralatan medik/laboratorium terhadap standar pelayanan + Persentase Kesiapan prasarana non medik terhadap standar pelayanan)/3 BOBOT IKU ( % ) : 6.00% PERSON IN CHARGE : Ka. Bag. Keuangan & Adm. Umum SUMBER DATA : PERIODE PELAPORAN : 1. Laporan SIMAK BMN 2. Standar Pelayanan Minimal Tahunan TARGET : 2015 2016 2017 2018 2019 % 65 75 85 95 100 4.3. Program Kerja Strategis Bagian ini menjelaskan program kerja yang dilakukan oleh BBLK Jakarta untuk mewujudkan target IKU pada setiap tahunnya. Program kerja yang dipilih merupakan gambaran rangkaian program kerja yang dibutuhkan untuk mewujudkan sasaran strategis dalam kurun waktu lima tahun. 32

Tabel 11 KPI 1. Tingkat Kesehatan BLU 1. Perencanaan Anggaran sesuai kebutuhan oleh setiap unit kerja 2. Monitoring & Evaluasi penggunaan anggaran Program Kerja Strategis tiap Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1. Perencanaan Anggaran sesuai 1. Perencanaan Anggaran kebutuhan oleh setiap unit kerja sesuai kebutuhan oleh setiap unit kerja 2. Monitoring & Evaluasi penggunaan anggaran 2. Monitoring & Evaluasi penggunaan anggaran 1. Perencanaan Anggaran sesuai kebutuhan oleh setiap unit kerja 2. Monitoring & Evaluasi penggunaan anggaran 1. Perencanaan Anggaran sesuai kebutuhan oleh setiap unit kerja 2. Monitoring & Evaluasi penggunaan anggaran 3. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundangan, Standar Akuntansi, & SOP yang berlaku 2. Kepuasan pelanggan 1. Pembuatan kuesioner & Pelaksanaan Survei kepuasan pelanggan 3. Kepatuhan terhadap 3. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundangan, Standar Peraturan Perundangan, Akuntansi, & SOP yang berlaku Standar Akuntansi, & SOP yang berlaku 1. Pelaksanaan survei kepuasan pelanggan 3. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundangan, Standar Akuntansi, & SOP yang berlaku 1. Pelaksanaan survei kepuasan 1. Pelaksanaan survei pelanggan kepuasan pelanggan 3. Kepatuhan terhadap Peraturan Perundangan, Standar Akuntansi, & SOP yang berlaku 1. Pelaksanaan survei kepuasan pelanggan 2. Tindakan perbaikan terkait hasil survei 2. Tindakan perbaikan terkait hasil survei 2. Tindakan perbaikan terkait hasil survei 2. Tindakan perbaikan terkait hasil survei 2. Tindakan perbaikan terkait hasil survey 3. Total Pendapatan BLU 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 2. Pelaksanaan mobile 2. Pelaksanaan mobile sampling 2. Pelaksanaan mobile sampling 2. Pelaksanaan mobile sampling sampling 2 Pelaksanaan mobile sampling 4. Persentase keluhan pelanggan yang ditindak lanjuti 1. Program Pelatihan tehadap customer service 2. Membuat SOP penanganan keluhan pelanggan sesuai jenis dan cara penanganannya 3. Monitoring & Evaluasi Status keluhan pelanggan 1. Program Pelatihan tehadap customer service 2. Membuat SOP penanganan keluhan pelanggan sesuai jenis dan cara penanganannya 3. Monitoring & Evaluasi Status keluhan pelanggan 1. Program Pelatihan tehadap customer service 2. Membuat SOP penanganan keluhan pelanggan sesuai jenis dan cara penanganannya 3. Monitoring & Evaluasi Status keluhan pelanggan 1. Program Pelatihan tehadap customer service 1. Program Pelatihan tehadap customer service 2. Membuat SOP penanganan 2. Membuat SOP penanganan keluhan pelanggan sesuai keluhan pelanggan sesuai jenis jenis dan cara penanganannya dan cara penanganannya 3. Monitoring & Evaluasi Status keluhan pelanggan 3. Monitoring & Evaluasi Status keluhan pelanggan 5. Persentase Temuan hasil telusur 1. Membuat jadwal Audit Internal lapangan BBLK yg ditindaklanjuti ataupun eksternal secara berkala 1. Membuat jadwal Audit Internal ataupun eksternal secara berkala 1. Membuat jadwal Audit Internal ataupun eksternal secara berkala 1. Membuat jadwal Audit Internal ataupun eksternal secara berkala 1. Membuat jadwal Audit Internal ataupun eksternal secara berkala 2. Evaluasi hasil temuan atau ketidaksesuaian 2. Evaluasi hasil temuan atau ketidaksesuaian 2. Evaluasi hasil temuan atau ketidaksesuaian 2. Evaluasi hasil temuan atau ketidaksesuaian 2. Evaluasi hasil temuan atau ketidaksesuaian 33

6. Ketepatan kalibrasi alat laboratorium sesuai jadwal KPI 2015 2016 2017 2018 2019 1. Membuat jadwal kalibrasi 1. Membuat jadwal alat sesuai jenis dan kalibrasi alat sesuai jenis kebutuhan alat dan kebutuhan alat dan kebutuhan alat 7. Jumlah kesiapan kasus surveilance 1. Membuat jadwal kalibrasi alat sesuai jenis dan kebutuhan alat 1. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 8. Jumlah keikutsertaan PME 1. Advokasi ke Kementrian Kesehatan untuk mendapat dukungan dasar hukum pelaksanaan PME & Bimtek Komersial 2. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait 1. Membuat jadwal kalibrasi alat sesuai jenis dan kebutuhan alat 1. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 1. Optimalisasi kemampuan 1. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi peralatan & 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk reagensia untuk 1. Membuat jadwal kalibrasi alat sesuai jenis 1. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 3. Program Pelatihan SDM 3. Program Pelatihan SDM 3. Program Pelatihan SDM 3. Program Pelatihan SDM 3. Program Pelatihan SDM 4. Koordinasi & kerjasama 4. Koordinasi & kerjasama 4. Koordinasi & kerjasama 4. Koordinasi & kerjasama 4. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait dengan Instansi terkait dengan Instansi terkait dengan Instansi terkait dengan Instansi terkait 5. Akreditasi Parameter Biologi Molekuler 1. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait 2.Peningkatan kemampuan parameter untuk pelaksanaan PME 5. Akreditasi Parameter Biologi Molekuler 1. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait 2.Peningkatan kemampuan parameter untuk pelaksanaan PME 5. Akreditasi Parameter 5. Akreditasi Parameter Biologi Molekuler Biologi Molekuler 1. Koordinasi & kerjasama 1. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait dengan Instansi terkait 2.Peningkatan kemampuan 2.Peningkatan kemampuan parameter parameter untuk pelaksanaan PME untuk pelaksanaan PME 3.Peningkatan kemampuan parameter untuk pelaksanaan PME 4.Pelatihan SDM untuk evaluasi hasil PME 9. Jumlah Lab. yang dibina 1. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait 2.Pembinaan lab di wilayah regional terjadwal 3.Pelatihan SDM untuk evaluasi hasil PME 1. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait 2.Pembinaan lab di wilayah regional terjadwal 3.Pelatihan SDM untuk evaluasi hasil PME 1. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait 2.Pembinaan lab di wilayah regional terjadwal 3.Pelatihan SDM untuk evaluasi hasil PME 3.Pelatihan SDM untuk evaluasi hasil PME 1. Koordinasi & kerjasama 1. Koordinasi & kerjasama dengan Instansi terkait dengan Instansi terkait 2.Pembinaan lab di wilayah 2.Pembinaan lab di wilayah regional terjadwal regional terjadwal 10. Jumlah peserta Bimtek internal 1.Bimtek Internal terjadwal sesuai kebutuhan 2.Evaluasi program Bimtek internal 1.Bimtek Internal terjadwal sesuai kebutuhan 2.Evaluasi program Bimtek internal 1.Bimtek Internal terjadwal sesuai kebutuhan 2.Evaluasi program Bimtek internal 1.Bimtek Internal terjadwal 1.Bimtek Internal terjadwal sesuai kebutuhan sesuai kebutuhan 2.Evaluasi program Bimtek 2.Evaluasi program Bimtek internal internal 34

KPI 11. Jumlah pemeriksaaan Lab Klinik & uji kesehatan 12. Jumlah pemeriksaaan Lab. Kes Mas 13. Cakupan kegiatan Pemantapan Mutu Internal 14. Jumlah Jenis Pemeriksaan yang terakreditasi Program Kerja Strategis tiap Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 2. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi kemampuan 3. Optimalisasi peralatan & 3. Optimalisasi peralatan & 3. Optimalisasi peralatan & 3. Optimalisasi peralatan & 3. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk reagensia untuk reagensia untuk reagensia untuk reagensia untuk 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi 5. Optimalisasi waktu 5. Optimalisasi waktu 5. Optimalisasi waktu 5. Optimalisasi waktu 5. Optimalisasi waktu sesuai standar pelayanan sesuai standar pelayanan sesuai standar pelayanan sesuai standar pelayanan sesuai standar pelayanan 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 1. Program Pemasaran 2. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi kemampuan 3. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 3. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 4. Perluasan ruang lingkup 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi akreditasi 5. Optimalisasi waktu 5. Optimalisasi waktu sesuai standar pelayanan sesuai standar pelayanan 6. Memperluas Standar Mutu 6. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, & (Metode pengujian, baku mutu, Acuan) & Acuan) 1. Pemantapan Mutu Internal terjadwal dan terdokumentasi 1. Pemantapan Mutu Internal terjadwal dan terdokumentasi 2.Monitoring dan evaluasi kegiatan 2.Monitoring dan evaluasi Pemantapan Mutu Internal secara kegiatan Pemantapan Mutu berkala Internal secara berkala 1. Optimalisasi kemampuan 1. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi peralatan & 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk reagensia untuk 3. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, & Acuan) 3. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, & Acuan) 2. Optimalisasi kemampuan 3. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi 5. Optimalisasi waktu sesuai standar pelayanan 6. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, & Acuan) 2. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi kemampuan 3. Optimalisasi peralatan & 3. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk reagensia untuk 4. Perluasan ruang lingkup 4. Perluasan ruang lingkup akreditasi akreditasi 5. Optimalisasi waktu 5. Optimalisasi waktu sesuai standar sesuai standar pelayanan pelayanan 6. Memperluas Standar Mutu 6. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku (Metode pengujian, baku mutu, & Acuan) mutu, & Acuan) 1. Pemantapan Mutu Internal terjadwal dan terdokumentasi 1. Pemantapan Mutu Internal 1. Pemantapan Mutu Internal terjadwal dan terdokumentasi terjadwal dan terdokumentasi 2.Monitoring dan evaluasi 2.Monitoring dan evaluasi 2.Monitoring dan evaluasi kegiatan Pemantapan Mutu kegiatan Pemantapan Mutu kegiatan Pemantapan Mutu Internal secara berkala Internal secara berkala Internal secara berkala 1. Optimalisasi kemampuan 1. Optimalisasi kemampuan 1. Optimalisasi kemampuan 2. Optimalisasi peralatan & 2. Optimalisasi peralatan & 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk reagensia untuk reagensia untuk 3. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, & Acuan) 3. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, & Acuan) 3. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, & Acuan) 35

KPI 15. Jumlah Mou yang berjalan efektif 4. Monitoring & evaluasi program standar mutu secara berkesinambungan Program Kerja Strategis tiap Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 4. Monitoring & evaluasi 4. Monitoring & evaluasi program standar mutu program standar mutu secara berkesinambungan secara berkesinambungan 5. Penyusunan & penerapan SOP & IK sesuai perkembangan IPTEK 1. Program Pelatihan Tim Pemasaran 5. Penyusunan & penerapan SOP & IK sesuai perkembangan IPTEK 1. Program Pelatihan Tim Pemasaran 5. Penyusunan & penerapan SOP & IK sesuai perkembangan IPTEK 1. Program Pelatihan Tim Pemasaran 4. Monitoring & evaluasi program standar mutu secara berkesinambungan 5. Penyusunan & penerapan SOP & IK sesuai perkembangan IPTEK 1. Program Pelatihan Tim Pemasaran 4. Monitoring & evaluasi program standar mutu secara berkesinambungan 5. Penyusunan & penerapan SOP & IK sesuai perkembangan IPTEK 1. Program Pelatihan Tim Pemasaran 2. Pemetaan target market dan Program Pemasaran 2. Pemetaan target market dan Program Pemasaran 2. Pemetaan target market dan Program Pemasaran 2. Pemetaan target market dan Program Pemasaran 2. Pemetaan target market dan Program Pemasaran 3. Program Kerjasama dengan Institusi di luar BBLK 3. Program Kerjasama dengan Institusi di luar BBLK 3. Program Kerjasama dengan Institusi di luar BBLK 3. Program Kerjasama dengan Institusi di luar BBLK 3. Program Kerjasama dengan Institusi di luar BBLK 4. Program Promosi (Brosur, Spanduk, Pameran, Bakti Sosial) 4. Program Promosi (Brosur, Spanduk, Pameran, Bakti Sosial) 4. Program Promosi (Brosur, Spanduk, Pameran, Bakti Sosial) 4. Program Promosi (Brosur, Spanduk, Pameran, Bakti Sosial) 4. Program Promosi (Brosur, Spanduk, Pameran, Bakti Sosial) 16. Pertumbuhan jumlah Pemeriksaan 5. Pembuatan kebijakan & SOP terkait pengembangan website 1. Optimalisasi kemampuan 5. Pembuatan kebijakan & SOP terkait pengembangan website 1. Optimalisasi kemampuan 5. Pembuatan kebijakan & SOP terkait pengembangan website 1. Optimalisasi kemampuan 5. Pembuatan kebijakan & SOP terkait pengembangan website 1. Optimalisasi kemampuan 5. Pembuatan kebijakan & SOP terkait pengembangan website 1. Optimalisasi kemampuan 36

2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 2. Optimalisasi peralatan & reagensia untuk 3. Program pelatihan SDM 3. Program pelatihan SDM 3. Program pelatihan SDM 3. Program pelatihan SDM 3. Program pelatihan SDM 37

BAB V Analisa dan Mitigasi Risiko Dalam hal ini menjelaskan resiko yang dihadapi dalam mewujudkan suatu sasaran strategis untuk merealisasikan visi BBLK Jakarta pada kurun waktu periode lima tahun.dan menjelaskan penilaian resiko dan mitigrasi resiko.dimana resiko tersebut diatikan sebagai kemungkinan kejadian yang dapat menghalangi keterwujudan sasaran strategis, yang bersumber dari aspek finansial dan non finansial(regulasi,masyarakat,supplier,pesaing atau unsur stakehorder inti). 5.1. Identifikasi Risiko Dalam identifikasi resiko menjelaskan resiko yang dihadapi BBLK Jakarta untuk mewujudkan suatu sasaran stragisnya dalamurun waktu lima tahun. Tabel 12 38

5.2. Penilaian Tingkat Resiko Dalam hal ini menjelaskan pengukuran tingkat resiko dengan memperhatikan tingkat kemungkinan kemunculan jenis resiko dan estimasi besar dampak resiko yang ditimbulkan bila resiko terjadi pada suatu sasaran strategis BBLK Jakarta. Tabel 13 39

5.3. Rencana Mitigasi Risiko Rencana mitigrasi resiko merupakan upaya nyatayang dibutuhkan BBLK Jakarta untuk menangani kemungkinan dan dampak resiko tertentu pada sasaran strategis.rencana mitigrasi resiko disusun diutamakan untuk megendalikan resiko yang berda dalam kendali BBLK Jakarta. Tabel 14 Rencana Mitigrasi Resiko 40

BAB VI Proyeksi Finansial 6.1. Estimasi Pendapatan Estimasi pendapatan disusun selama lima tahunan periode Rencana Strategi Bisnis berdasarkan sumber sumber pendapatan yang terdiri dari sumber pendapatan operasional,pengembangan, kontribusi unit kerja dan pemasukan dari sumber lain. Serta estimasi besaranya pertahun selamam lima tahun. Tabel 15 Sumber No. Pendapatan 1 Dana Pemerintah Baseline Th skrg Estimasi Pendapatan (Rp) Th Ke-1 ThKe-2 Th Ke-3 Th Ke-4 Th Ke-5 No. Operasional 16,210,695,000 12,319,340,000 13,698,179,391 15,200,144,952 16,847,491,311 18,654,515,761 a. Belanja 3,563,695,000 4,934,190,000 5,483,607,921 6,087,967,634 6,752,763,318 7,484,038,570 Pegawai b. Belanja Barang 4,808,638,000 4,609,190,000 5,150,161,775 5,745,230,727 6,399,806,574 7,119,840,006 Operasional c. Biaya 557,450,000 517,500,000 549,553,375 583,209,419 618,548,265 655,654,053 Langganan Daya dan Jasa d. Biaya 1,704,312,000 1,480,350,000 1,667,824,320 1,874,046,072 2,100,889,999 2,350,418,318 Pemeliharaan e. Biaya 565,200,000 765,800,000 827,972,000 862,166,600 898,070,930 935,770,477 Perjalanan f. Belanja Non 11,400,000 12,310,000 13,560,000 14,249,500 14,973,475 15,733,649 Operasional g. Belanja Modal 5,000,000,000 5,500,000 33,275,000 62,438,750 93,060,688 Jenis Kegiatan Baseline Th Estimasi Kebutuhan Anggaran (Rp) Skrg Tahun Ke-1 Th Ke-2 Th Ke-3 Th Ke-4 ThKe-5 Pengembangan 5,161,850,000 5,800,000,000 5,845,000,000 5,780,000,000 5,815,000,000 a. Peralatan Medik b. Renovasi Gedung Pelayanan c. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, Acuan, Uji banding & PMI)* d. Pengembangan Sistem software SILK e. Pembuatan kebijakan & SOP terkait pengembangan website f. Pemenuhan kebutuhan SDM Pemasaran sesuai kualifikasi yang dibutuhkan* 2,410,345,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,489,655,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 220,000,000 350,000,000 375,000,000 400,000,000 425,000,000 250,000,000 250,000,000 150,000,000 150,000,000 41,850,000 50,000,000 50,000,000 50,000,000 50,000,000 150,000,000 170,000,000 180,000,000 190,000,000 41

No. Sumber Pendapatan 2 Kontribusi Unit Kerja Baseline Th Estimasi Pendapatan (Rp) skrg Th Ke-1 ThKe-2 Th Ke-3 Th Ke-4 Th Ke-5 2,750,000,000 3,067,497,500 3,418,638,850 3,784,252,735 4,182,678,009 4,730,631,349 a. Instalasi Kimia 1,535,600,000 1,689,160,000 1,874,967,600 2,062,464,360 2,268,710,796 2,609,017,415 Kesehatan & Lingkungan b. Instalasi 901,450,000 991,595,000 1,090,754,500 1,199,829,950 1,319,812,945 1,451,794,240 Mikrobiologi c. Instalasi Patologi 96,800,000 106,480,000 117,128,000 128,840,800 141,724,880 155,897,368 Klinik d. Instalasi 124,025,000 136,427,500 150,070,250 165,077,275 181,585,003 199,743,503 Imunologi e. Instalasi Virologi 30,250,000 33,275,000 36,602,500 40,262,750 44,289,025 48,717,928 f. Instalasi Uji Kesehatan g. Instalasi Media Reagensia 50,000,000 75,000,000 87,500,000 100,000,000 62,500,000 61,875,000 10,560,000 11,616,000 12,777,600 14,055,360 15,460,896 h. PME komersial 50,000,000 75,000,000 100,000,000 125,000,000 150,000,000 i. Bimtek komersial 75,000,000 150,000,000 225,000,000 300,000,000 375,000,000 3 Pemasukan Lain-lain 6,000,000 8,000,000 10,000,000 12,000,000 14,000,000 a. Sewa Gedung 6,000,000 8,000,000 10,000,000 12,000,000 14,000,000 TOTAL PENDAPATAN 16,210,695,000 20,554,687,500 22,924,818,241 24,839,397,687 26,822,169,320 29,214,147,110 Estimasi Pendapatan tahun 2015-2019 42

6.2. Rencana Kebutuhan Anggaran a. Anggaran Program kelangsungan operasi Tabel 16 No. A Jenis Kegiatan Rupiah Murni Baseline Th Skrg Estimasi Kebutuhan Anggaran (Rp) Tahun Ke-1 Th Ke-2 Th Ke-3 Th Ke-4 ThKe-5 16,210,695,000 12,319,340,000 14,052,209,391 15,554,174,952 17,201,521,311 19,008,545,761 No. 1. Belanja Pegawai 2. Belanja Barang Operasional 3. Biaya Langganan Daya dan Jasa 4. Biaya Pemeliharaan 5. Biaya Perjalanan 6. Belanja Non Operasional 7. Belanja Modal (Non Medik) Jenis Kegiatan 3,563,695,000 4,934,190,000 5,837,637,921 6,441,997,634 7,106,793,318 7,838,068,570 4,808,638,000 4,609,190,000 5,150,161,775 5,745,230,727 6,399,806,574 7,119,840,006 557,450,000 517,500,000 549,553,375 583,209,419 618,548,265 655,654,053 1,704,312,000 1,480,350,000 1,667,824,320 1,874,046,072 2,100,889,999 2,350,418,318 565,200,000 765,800,000 827,972,000 862,166,600 898,070,930 935,770,477 11,400,000 12,310,000 13,560,000 14,249,500 14,973,475 15,733,649 5,000,000,000 5,500,000 33,275,000 62,438,750 93,060,688 Baseline Th Skrg Estimasi Kebutuhan Anggaran (Rp) Tahun Ke-1 Th Ke-2 Th Ke-3 Th Ke-4 ThKe-5 B BLU 2,650,000,000 3,000,000,000 3,215,000,000 3,570,000,000 3,970,000,000 4,375,000,000 1. Belanja Barang BLU 2. Belanja Pemeliharaan Non Medik 3. Belanja Jasa 4. Belanja Gaji dan Tunjangan 850,000,000 900,000,000 950,000,000 1,000,000,000 1,100,000,000 1,200,000,000 150,000,000 150,000,000 150,000,000 165,000,000 170,000,000 170,000,000 175,000,000 1,650,000,000 1,800,000,000 2,100,000,000 2,400,000,000 2,700,000,000 3,000,000,000 TOTAL BELANJA (A+B) 18,860,695,000 15,319,340,000 17,267,209,391 19,124,174,952 21,171,521,311 23,383,545,761 b. Anggaran Program Pengembangan Anggaran program pengembangan ditujukan untuk pembiyaan program program strategis yang bersumber program strategis tahunan untuk pencapaian target IKU dan program strategis untuk pelaksanan mitigrasi risiko. 43

Tabel 17 Anggaran Progran Pengembangan Tahun 2015-2019 No. Jenis Kegiatan Baseline Th Skrg Estimasi Kebutuhan Anggaran (Rp) Tahun Ke-1 Th Ke-2 Th Ke-3 Th Ke-4 ThKe-5 C Pengembangan 5,161,850,000 5,800,000,000 5,845,000,000 5,780,000,000 5,815,000,000 a. Peralatan Medik 2,410,345,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 b. Renovasi Gedung Pelayanan c. Memperluas Standar Mutu (Metode pengujian, baku mutu, Acuan, Uji banding & PMI) 2,489,655,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 220,000,000 350,000,000 375,000,000 400,000,000 425,000,000 d. Pengembangan Sistem software SILK e. Pembuatan kebijakan & SOP terkait pengembangan website f. Pemenuhan kebutuhan SDM Pemasaran sesuai kualifikasi yang dibutuhkan 41,850,000 250,000,000 250,000,000 150,000,000 150,000,000 50,000,000 50,000,000 50,000,000 50,000,000 150,000,000 170,000,000 180,000,000 190,000,000 TOTAL BELANJA (A+B+C) 20,481,190,000 23,067,209,391 24,969,174,952 26,951,521,311 29,198,545,761 6.3. Rencana Pendanaan Rencana pendanaan diperoleh melalui dana pemerintah dan kontribusi dari unit kerja. Berdasarkan proyeksi anggaran masih belum melebihi proyeksi pendapatan. Apabila ada pengurangan dari proyeksi pendapatan melalui dana pemerintah maka proyeksi anggaran terkait renovasi gedung pelayanan akan mengalami revisi sejauh pengurangan pendapatan melalui dana pemerintah tidak melebihi proyeksi anggaran renovasi gedung pelayanan. Apabila proyeksi pendapatan melalui kontribusi unit kerja dibawah target yang ditetapkan, otomatis mengurangi persentase dari belanja gaji dan tunjangan dan perlu dilakukan revisi terhadap belanja barang BLU. 44

BAB VII Implementasi Rencana Strategis Bisnis 7.1 Mekanisme Penetapan Kinerja dengan Dirjen Bina Upaya Kesehatan. RSB BBLK Jakarta yang disusun sudah harus ditandatangani oleh manajemen puncak BBLK Jakarta untuk disampaikan kepada Ditjen Bina Upaya Kesehatan untuk direview dan jika disetuji untuk dilakukan pelaksanaan kontrak kinerja. Pelaksanaan Penetapan Kinerja mengacu kepada Keputusan Dirjen BUK HK.02.04/I/568/12, yang merupakan suatu kontrak kinerja atau sebuah kesepakatan kinerja antara Dirjen Bina Upaya Kesehatan dan pimpinan BBLK Jakarta. Dokumen Penetapan Kinerja hendaknya berisi sasaran strategis dan target IKU (Indikator Kinerja Utama) yang mengacu kepada RSB UPT vertikal untuk suatu tahun penilaian kinerja. Pelaksanaan Penetapan Kinerja dilakukan di awal tahun penilaian kinerja (tentatif bulan Januari atau Februari) sesuai dengan Keputusan Dirjen BUK HK.02.04/I/568/12. Bila dipandang perlu, Penetapan Kinerja dapat digunakan oleh para pimpinan BBLK Jakarta untuk mengusulkan program-program investasi berkaitan dengan pelaksanaan sasaran strategis BBLK Jakarta yang bersifat baru dan membutuhkan dana investasi untuk pelaksanaannya. Dengan demikian, Penetapan Kinerja merupakan sebuah pendekatan penyelarasan vertikal antara arah dan prioritas strategis Ditjen Bina Upaya Kesehatan dan BBLK Jakarta yang ada di bawah kendalinya. 7.2. Mekanisme kontrak Kerja di Interna BBLK Jakarta Berdasarkan hasil Penetapan kinerja dengan Dirjen Bina Upaya Kesehatan, maka manajemen puncak BBLK Jakarta juga melakukan kontrak kinerja dengan pimpinan sub-unit kerja di lapisan organisasi di bawahnya (baik sub-unit kerja medis maupun administratif). Isi kontrak kinerja akan berisi apa saja sasaran strategis RSB BBLK Jakarta dan target IKU (Indikator Kinerja Utama) BBLK Jakarta yang perlu dilakukan oleh suatu unit kerja, dan sasaran strategis serta target IKU sub-unit kerja yang diusulkan ke pihak manajemen puncak BBLK Jakarta untuk suatu tahun penilaian kinerja. Kontrak kinerja antara manajemen puncak BBLK Jakarta dan pimpinan sub-unit kerja disarankan juga dilakukan di awal tahun penilaian kinerja, sesudah pelaksanaan kontrak kinerja dengan Dirjen Bina Upaya Kesehatan. Dengan demikian, isi RSB BBLK Jakarta dapat dilaksanakan pada tingkatan organisasi yang lebih rendah. 45

Tabel 18 Kontrak Kinerja Unit Kerja KONTRAK KINERJA UNIT KERJA JABATAN : Ka Bag Keuangan & Administrasi Umum NO. KEY RESULT AREA KPI % BOBOT TARGET PENCAPAIAN NILAI 1 Terwujudnya layanan terpadu dan prima Persentasi ketepatan kalibrasi alat lab sesuai jadwal 20 85 85 20 2 Terwujudnya program pemasaran Jumlah Mou yang berjalan efektif 15 15 15 15 3 Terwujudnya SDM yang kompeten Persentase SDM yang sesuai kebutuhan jabatan 20 70 70 20 4 Terwujudnya Budaya Kinerja Indeks survei Budaya Layanan Prima 15 60 60 15 5 Peningkatan SILK Jumlah Modul SILK yang diimplementasikan 10 2 2 10 6 Terwujudnya Sarpras yang handal Persentase Sarpras yang sesuai standard Kemenkes/Pelayanan 20 65 65 20 TOTAL 100 100 KONTRAK KINERJA UNIT KERJA JABATAN : Ka Sub Bag Keuangan & BMN NO. KEY RESULT AREA KPI % BOBOT TARGET PENCAPAIAN NILAI 1 Laporan Keuangan Akurasi Laporan Keuangan 40 100 100 40 Ketepatan waktu Laporan Keuangan 35 100 100 35 2 Terwujudnya Budaya Kinerja Indeks survei Budaya Layanan Prima 15 60 60 15 3 Collection Periods Periode Penagihan Piutang < 30 hari 10 100 100 10 TOTAL 100 100 KONTRAK KINERJA UNIT KERJA JABATAN : Ka Sub Bag administrasi Umum NO. KEY RESULT AREA KPI % BOBOT TARGET PENCAPAIAN NILAI 1 Terwujudnya SDM yang kompeten Persentase SDM yang sesuai kebutuhan jabatan 30 70 70 30 Rata-rata jam pelatihan per karyawan >8 jam per tahun 15 100 100 15 2 Terwujudnya Budaya Kinerja Indeks survei Budaya Layanan Prima 15 60 60 15 3 Peningkatan SILK Jumlah Modul SILK yang diimplementasikan 10 2 2 10 4 Terwujudnya Sarpras yang handal Persentase Sarpras yang sesuai standard Kemenkes/Pelayanan 30 65 65 30 TOTAL 100 100 46

JABATAN : Ka Bid. Pemantapan Mutu & Bimtek KONTRAK KINERJA UNIT KERJA NO. KEY RESULT AREA KPI % BOBOT TARGET PENCAPAIAN NILAI 1 Terwujudnya kepuasan stakeholder Kepuasan Pelanggan 15 2.25 2.25 15 2 Terwujudnya layanan terpadu dan prima Persentase keluhan pelanggan yang ditindak lanjuti 10 100 100 10 Persentase Temuan hasil telusur lapangan BBLK yg 10 80 80 ditindaklanjuti 10 3 Terwujudnya Lab Surveilance, PME Tingkat keikutsertaan PME 15 450 450 15 Jumlah Lab. yang dibina 10 300 300 10 Jumlah peserta Bimtek internal 10 200 200 10 Cakupan kegiatan Pemantapan Mutu Internal 15 85 85 15 4 Terwujudnya peningkatan standar mutu Jumlah Jenis Pemeriksaan yang terakreditasi 15 80 80 15 TOTAL 100 100 47

48

49

7.3. Mekanisme Monitoring Mekanisme monitoring ini merupakan fase pemantauan atas pencapaian target IKU dalam mengawal pelaksanaan suatu sasaran strategis BBLK Jakarta atau sub-unit kerja yang sudah disepakati dalam kontrak kinerja. Untuk kepentingan ini direkomendasikan bahwa proses monitoring dilakukan secara berkala berdasarkan ukuran yang sudah dibuat dan sumber data yang diperlukan untuk memastikan pencapaian dari sasaran strategi setiap unit kerja. 7.4. Mekanisme Dialogue Mekanisme dialog kinerja ini merupakan sebuah pertemuan berkala (misal tiap bulan atau dua bulan sekali) antara manajemen puncak BBLK Jakarta dan pimpinan sub-unit kerja BBLK Jakarta untuk mengevaluasi status pencapaian kontrak kinerja. Setiap pertemuan dialog kinerja diperkirakan membutuhkan waktu maksimal 1 (satu) jam. Ada tiga tujuan utama dari pelaksanaan mekanisme dialog kinerja : 50

(i) Mengidentifikasi dan mengevaluasi mana saja target IKU pada kontrak kinerja suatu subunit kerja yang belum dicapai dan mana saja tindak lanjut dari pertemuan dialog kinerja pada periode sebelumnya yang belum bisa dilakukan. (ii) Menentukan apa saja penyebab utama target IKU pada kontrak kinerja sub-unit kerja jika belum tercapai. Merumuskan tindak lanjut yang dibutuhkan agar target IKU dalam kontrak kinerja unit kerja bisa dicapai di kemudian hari dan berbagai risiko penyebab ketidaktercapaian target IKU bisa dihindari atau ditiadakan. Tindak lanjut tersebut perlu diwujudkan dalam suatu dokumentasi komitmen antara manajemen puncak BBLK Jakarta dan pimpinan sub-unit kerja agar ditindaklanjuti oleh manajemen puncak dan pimpinan sub-unit kerja dalam operasi keseharian. 7.5. Mekanisme reward dan Consequences Mekanisme ini merupakan penerapan penghargaan (bisa berbentuk finansial atau nonfinansial) atas kontribusi sub-unit kerja atau personil yang telah melaksanakan kontrak kinerja dengan memerhatikan tingkat capaian berbagai target IKU yang sudah disepakati dalam kontrak kinerja demi mendukung pelaksanaan RSB BBLK Jakarta. Diharapkan dengan menjalankan secara disiplin kelima mekanisme tersebut di atas, maka budaya kinerja pada BBLK Jakarta akan tumbuh dan melembaga dalam operasi keseharian BBLK Jakarta. Implikasinya, RSB BBLK Jakarta dapat dilaksanakan, sedemikian sehingga visi BBLK Jakarta dapat dicapai sekaligus dapat membantu mewujudkan berbagai sasaran strategis Ditjen Bina Upaya Kesehatan. 51

BAB VIII Penutup Dengan tersusunnya Rencana Strategis Bisnis Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta ini diharapkan dapat terbentuk keselarasan secara vertikal dan horizontal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta optimalisasi pengelolaan sumberdaya di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta dengan memperhatikan arah dan prioritas strategis dalam kurun periode RSB. Masukan serta kritik yang bersifat membangun kiranya dapat menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan RSB di masa yang akan datang. Dengan RSB Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perwujudan visi dan misi Kementeriaan Kesehatan. 52