BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
|
|
|
- Sudirman Tanudjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perencanaan sebagai bagian dari proses manajemen (stratejik), mutlak dilakukan oleh suatu organisasi sebagai upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya dan sebagai upaya mewujudkan tata kelola sistem yang modern. Perencanaan yang disusun dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan melalui suatu perumusan strategi tertentu. Perumusan strategi yang berupa visi, misi, tujuan dan sasaran tersebut bersifat permanen dan jangka panjang antara 5 sampai 20 tahun. Untuk menentukan bagaimana perumusan strategi dicapai diperlukan strategi yang lebih operasional berupa program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan serta tidak lupa perlu dianalisa faktor resiko yang menyertainya. Untuk menentukan alternatif strategi operasional, harus dilakukan melalui proses sistematis yang memiliki prosedur yang jelas. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor internal organisasi berupa kekuatan dan kelemahannya serta adanya faktor eksternal berupa ancaman dan peluang. Seperti halnya organisasi pada umumnya, dalam rangka mewujudkan tata kelola yang baik dan modern, RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang juga menyusun Rencana Strategi Bisnis untuk 5 tahun mendatang ( ). Perlunya Rencana Strategsi Bisnis berkaitan dengan pola pengelolaan keuangan RS. Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang berubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Badan Layanan Umum merupakan perubahan yang diharapkan akan mampu meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat sehingga diperlukan persiapan matang dari rumah sakit dalam hal pola pikir, sikap dan perilaku sumber daya manusia, budaya kerja, serta pemberdayaan seluruh asetnya. Hal ini berdasar pada PP 23/2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan BLU dalam pasal 4 (4) dan PP No. 74/2012 tentang perubahan atas PP 23/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum terkait Persyaratan administratif terpenuhi apabila instansi pemerintah yang bersangkutan dapat menyajikan seluruh dokumen berikut: a. Pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja pelayanan, keuangan, dan manfaat bagi masyarakat b. Pola tata kelola c. Rencana Strategis Bisnis d. Laporan keuangan pokok e. Standar pelayanan minimum f. Laporan audit terakhir atau pernyataan bersedia untuk diaudit secara independen. Sebagai hasilnya melalui SK Menteri Keuangan RI No. 278/KMK.05/2007 tanggal 21 Juni 2007 dan SK Menteri Kesehatan RI No. 756/Men.Kes/SK/VI/2007 tertanggal 26 Juni 2007, RS. Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan PPK BLU secara penuh, dan selanjutnya diikuti perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja sebagai Badan Layanan Umum melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 253/Per/Menkes/III/2008 tanggal 11 Maret Dalam pola pengelolaan keuangan BLU sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005, rumah sakit diberikan beberapa keleluasaan atau fleksibilitas. Namun sebagai pengimbangnya, rumah sakit dikendalikan secara ketat dalam perencanaan, penganggaran dan pertanggungjawabannya. Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang sebagai suatu instansi yang memberikan pelayanan kesehatan kepada publik dituntut untuk selalu berpikir strategis, bisa menterjemahkan sumber daya yang ada untuk strategi yang efektif guna menghadapi tuntutan masyarakat yang sangat variatif dan cepat berubah serta bisa memberikan alasan yang diperlukan untuk meletakkan landasan bagi pemakaian dan pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan. Terlebih lagi sebagai Rumah Sakit yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU) dituntut untuk selalu mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, selalu 1
2 mengeksplorasi alternatif alternatif yang menguntungkan dan perencanaan yang menekankan implikasi masa depan keputusan sekarang. Perencanaan rumah sakit ini meliputi perencanaan jangka panjang yang komprehensif atau perencanaan induk, perencanaan jangka menengah yang lebih familiar dengan istilah Rencana Strategis Bisnis dan perencanaan jangka pendek satu tahunan yang biasa disebut rencana bisnis anggaran (RBA). Ketiga perencanaan diatas sama sama memfokuskan pada rumah sakit dan apa yang harus dikerjakan rumah sakit untuk memperbaiki kinerjanya, Rencana Strategis Bisnis lebih memfokuskan kepada pengidentifikasian dan pemecahan isu isu aktual, penilaian terhadap faktorfaktor eksternal dan internal yang dinamis dan cepat berubah dengan memperhatikan asumsi-asumsi baik mikro maupun makro, sedangkan rencana bisnis anggaran banyak berorientasi kepada tindakan (action). Tuntutan untuk bisa menyajikan perencanaan yang baik, pemilihan strategi yang tepat ini bagi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang merupakan kebutuhan yang amat penting. Apalagi didalam era global dimana persaingan bisnis pelayanan kesehatan begitu tajamnya maka pilihan strategi yang ditetapkan berorientasi : 1. Banyak organisasi pelayanan kesehatan di sekitar yang berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas pelayanan tetapi kita harus yakin bahwa kita harus menjadi yang terbesar dan terbaik. 2. Dinamika internal rumah sakit sebagai suatu organisasi pelayanan publik semakin komplek untuk itu pihak manajemen harus bisa mencari jalan keluar. 3. Pembiayaan dari unit kerja yang ada di rumah sakit semakin komplek sedangkan pagu anggaran yang tersedia sangat terbatas untuk itu rumah sakit harus bisa menetapkan prioritas. Dengan pagu anggaran yang terbatas belanja yang dikeluarkan harus selalu berorientasi sebesar-besarnya manfaat, baik untuk rumah sakit maupun pengguna jasa layanan. 4. Memastikan bahwa segenap sumber daya yang ada di rumah sakit mampu dimanfaatkan secara optimal sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan dengan efisien dan efektif. Pengelolaan keuangan dan non keuangan pada entitas bisnis merupakan sebuah siklus yang terus berlangsung dalam organisasi. Siklus tersebut diawali dengan aktivitas perencanaan, pengukuran, evaluasi, dan pelaporan yang akan dijadikan umpan balik untuk perencanaan berikutnya. Pengelolaan pelayanan kesehatan pada rumah sakit menuntut kecermatan, keakuratan dan kecepatan pengambilan keputusan karena menyangkut kepentingan hidup matinya pelanggan. Oleh karena itu perencanaan Rumah Sakit memiliki fleksibilitas dan elastisitas relative tinggi yang mensyaratkan pemenuhan implementasi siklus tersebut dalam pelaksanaan pengelolaan kinerjanya. Berikut ini kecenderungan strategis yang tengah dan akan dialami oleh Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang : 1. Teknologi yang terkait dengan RSJ. Bagaimana teknologi tersebut berkembang dan mempengaruhi kinerja dari RSJ. Teknologi dapat dikaitkan dengan 2 hal besar dalam rumah sakit jiwa yaitu : a. Ilmu Pengetahuan Medis Layanan Kesehatan Jiwa dan b. Peralatan Medis yang dipakai para ahli dalam memberikan layanan medisnya. 2. Faktor ekonomi mulai dari kurs mata uang, daya beli pasar, pendapatan per kapita, pertumbuhan penduduk, kenaikan Tarif dasar listrik, kenaikan BBM dll bisa jadi terjadi fluktuasi dan diluar kontrol dari manajemen RSJ tetapi akan berdampak kepada kinerja termasuk peningkatan investasi, peningkatan biaya, peluang pasar yang lebih besar dll. 3. Pasar yang menjadi segmentasi dan target dari RSJ yang harus diantisipasi, maka perlu ditentukan sekaligus segmentasi yang dipilih dan seberapa target pasar yang ada. Pengembangan segmentasi dan target akan bisa menjadi peluang baru. Kemampuan untuk melihat adanya segmentasi dan target pasar yang baru menjadi penting untuk pertumbuhan. 4. Kondisi Politik tidak dapat diabaikan dibeberapa sektor industri khususnya untuk memastikan stabilitas dan tingkat kepercayaan. Indonesia mengalami siklus 5 tahunan tentang agenda politik yaitu pemilihan wakil rakyat dan Presiden. Diluar itu masih adanya Pilkada diseluruh propinsi dan kabupaten serta walikota. Hal tersebut seringkali dilihat sebagai ancaman tetapi dapat pula dilihat sebagai peluang terhadap produk dan jasa organisasi termasuk RSJ. 5. Berbagai peraturan dan regulasi pemerintah pusat dan daerah yang harus diikuti oleh RSJ menjadi penting diantisipasi untuk memastikan pemenuhan terhadap persayaratan dalam rangka menjadikan RSJ mempunyai Good Corporate Governance. 2
3 6. Persyaratan Lingkungan yang harus diikuti dan dipenuhi oleh RSJ menjadikan lebih komprehensif melihat peluang dan ancaman yang berkaitan dengan lingkungan. Bila RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang sudah memiliki fasilitas kesehatan lingkungan dan memenuhinya justru akan memberikan banyak peluang kedepannya. 7. Antisipasi terhadap supplier baik berkaitan dengan SDM medis dan non medis, Peralatan Medis, Supplies Medis serta Infra struktur harus menjadi perhatian manajemen rumah sakit. Khususnya SDM medis yang masih terbatas dan pertumbuhan rumah sakit yang pesat menjadi tantangan tersendiri. Peralatan Medis yang notabene teknologinya dimiliki oleh produsen dan terus berkembang dengan pesat perlu disiasati untuk membantu pengembangan RSJ. Kompetensi dan kinerja dari para supplier yang harus menjadi bahan dalam seleksi dan evaluasi supplier termasuk supplier SDM dan Infrastruktur. 8. Kondisi Sosial Masyarakat yang perlu dicermati adalah nilai tambah yang diberikan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dalam menjalankan operasional rumah sakit jiwa terhadap masyarakat sekitarnya. Faktor sosial masyarakat bisa menjadi peluang bila mampu mensiasatinya akan tetapi dibeberapa industri menjadi ancaman yang bisa menyebabkan organisasi berhenti beroperasi. Berikut ini arah dan prioritas strategi yang merupakan konsepsi dasar dari Rencana Strategis Bisnis Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang yang disusun dalam rangka menghadapi ancaman dan peluang usaha serta mewujudkan excellent performance kepada pengguna jasa layanan rumah sakit : 1. Pemahaman prioritas kebutuhan dan harapan pelanggan tiap Segmen a. Pasien BPJS b. Pasien Asuransi Pribadi c. Pasien Institusi d. Institusi (Instansi Pemerintah atau Perusahaan Swasta) 2. Membangun Komunitas Sehat Jiwa a. Membangun Komunitas menggunakan Jejaring Pelayanan Kesehatan (mis. Dinkes, Diknas) b. Memberikan Pendidikan & Penyuluhan Kesehatan Jiwa Masyarakat c. Memberikan Pelayanan Kesehatan di setiap komunitas bekerjasama dengan Jejaring Pelayanan Kesehatan 3. Membangun Jejaring Pelayanan Kesehatan a. Membangun Sinergi Kerjasama berdasarkan Manfaat Bersama b. Menjalankan Program Sinergi untuk melayani Kesehatan Jiwa Masyarakat c. Meningkatkan Mutu dan Layanan Prima Bersama d. Menjadi Pusat Rujukan bagi Jejaring Pelayanan (Service Network) 4. Memasarkan Pelayanan Utama di RSJS a. Pelayanan Kesehatan Jiwa : Holistik dan Terpadu b. Pelayanan Pendidikan & Pelatihan : One Stop Service c. Pelayanan Penelitian & Pengembangan : Mutual Benefit (Bagi RSJS harus mendapat manfaat hasil Penelitian & Pengembangan untuk meningkatkan Mutu dan Layanan Kesehatan Jiwa Holistik Terpadu) d. Pelayanan Kesehatan Lingkungan, Aplikasi SIRS dan Penyewaan (Fasilitas RS dengan perbaikan Gedung/Pertamanan/Lingkungan : Utilisasi Aset) 5. Peningkatan Standar Mutu & Layanan Prima untuk memenuhi prioritas kebutuhan dan harapan Pelanggan tiap Segmen a. Standar Mutu & Layanan Prima ditiap Instalasi yang harus memenuhi Segmen Pelanggan dengan Prioritas Kebutuhan dan Harapan masing-masing. b. Standar Mutu & Layanan Prima ditinjau ulang sesuai perubahan Prioritas Pelanggan. c. Standar Mutu Pelayanan dan Keamanan Pasien harus sudah diterapkan secara konsisten 3
4 6. Penyelarasan Proses Kerja untuk mencapai Standar Mutu & Layanan Prima a. Kepedulian antar Direktorat, Bidang, Bagian dan Instalasi dalam membangun Kinerja RSJS. b. Membangun komunikasi terbuka, positif, jujur, bertanggungjawab dan produktif. c. Menjalankan Proses Bisnis Rumah Sakit untuk mencapai Sasaran & Target Pelanggan. d. Pertanggungjawaban atas pencapaian kinerja tiap fungsi. e. Progres dan Pencapaian dari Implementasi Action Plan sesuai Balanced Scorecard f. Melaksanakan Proses Bisnis masing-masing fungsi dan SOP serta Instruksi Kerja yang ada g. Melakukan pendataan dengan disiplin, tepat waktu dan benar ke dalam SIRS 7. Penyelarasan Hubungan dengan Mitra Kerja dan Pemasok a. Membangun Kemitraan Strategis untuk Penelitian & Pengembangan. b. Membangun Kemitraan Strategis dengan R&D Centre (Luar Negeri) untuk mengadopsi Ilmu dan Metode Kesehatan Jiwa di negara maju. c. Membangun Kemitraan Strategis (KSO) untuk Peralatan Medik yang Investasinya Tinggi tetapi jumlah Pasien masih belum banyak. d. Seleksi dan Evaluasi Kinerja Pemasok sesuai SOP & Kebijakan. e. Membangun hubungan rantai pemasok yang Good Corporate Governance (GCG) 8. Menjalankan Tata Kelola Rumah Sakit dengan prinsip GCG (Good Corporate Governance) a. Mendukung tercapainya Sasaran masing-masing Direktorat, Bidang dan Bagian serta Instansi dengan penyediaan dana sesuai anggaran b. Menyusun Anggaran secara akurat dan realistik bersama Direktorat SDM & Pendidikan serta Direktorat Medik dan Keperawatan (Anggaran Operasional dan Strategis termasuk Investasi). c. Mengendalikan Biaya sesuai dengan Anggaran yang disetujui d. Mencapai target pendapatan dari Jasa Pelayanan Kesehatan Lingkungan Jasa Aplikasi SIRS dan Sewa fasilitas properti RSJS (Menara BTS, Lapangan Tenis dll.) e. Mengendalikan Arus Kas untuk menjaga Likuiditas rumah sakit f. Menjalankan Tata Kelola Rumah Sakit memenuhi prinsip Good Coorporate Governance 1.2 TUJUAN RENCANA SRATEGIS BISNIS Penyusunan Rencana Strategis Bisnis RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, bertujuan: 1) Untuk memenuhi salah satu persyaratan administratif Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum berdasarkan PP 23 tahun 2005 pasal 4 ayat (4) dan PP No. 74/2012 tentang perubahan atas PP 23/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum 2) Mengarahkan kebijakan alokasi sumberdaya rumah sakit untuk mewujudkan visi organisasi. 3) Sebagai pedoman, landasan dan referensi dalam menetapkan skala prioritas Rencana Bisnis Anggaran tahunan. Hal tersebut berdasar pada PP 23/2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan BLU disebutkan dalam hal Perencanaan dan Penganggaran sesuai pasal 10: (1) BLU menyusun Rencana Strategis Bisnis lima tahunan dengan mengacu kepada Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra-KL) (2) BLU menyusun RBA tahunan dengan mengacu kepada Rencana Strategis Bisnis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 4) Alat pengendalian organisasi 5) Panduan dalam menentukan arah strategis dan prioritas tindakan selama periode lima tahunan yang sejalan dengan Rencana Aksi Ditjen Bina Upaya Kesehatan 6) Pedoman strategis dalam pola penguatan dan pengembangan mutu RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang 4
5 7) Dasar rujukan untuk menilai keberhasilan pemenuhan misi RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang dan dalam pencapaian visi yang telah ditentukan 8) Salah satu rujukan untuk membangun arah jalinan kerjasama dengan para stakeholders inti UPT Vertikal 9) Mengayomi semua Direktorat dalam Organisasi RSJS sehingga semua Direktorat mempunyai Kontribusi dalam Eksekusi Rencana Strategis. Hal ini dituangkan dalam Positioning dan Peta Strategi serta Balanced Scorecard masing-masing. 10) Membangun Sinergi 3 Direktorat dan seluruh jajarannya sehingga RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang mempunyai blue print menuju visi yang harus diikuti oleh semua Pejabat disemua Direktorat dan Jajarannya tanpa melihat siapapun yang sedang menjabat. 11) Rencana Tindakan sebagai turunan dari Peta Strategi dan Balanced Scorecard masingmasing Direktorat sebagai acuan pelaksanaan dan evaluasi progres dan hasil tiap bulan. 12) Key Result Area yang akan mempertajam tanggungjawab tiap pejabat struktural dalam kontribusi menjalankan Renstra secara terukur dan kuantitatif sehingga menghasilkan Penilaian Kinerja yang terkait dengan Strategi dan Operasional 1.3 DASAR HUKUM 1. Peraturan Presiden Nomor 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara 2. PP 23 tahun 2005 pasal 4 ayat (4) dan PP No. 74/2012 tentang perubahan atas PP 23/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum 3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor /PMK.05/2014 tentang Rencana Bisnis dan Anggaran serta Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum 4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan 5. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-54/PB/2013 tentang Penilaian Kinerja Satuan Kerja Badan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan 6. Keputusan Dirjen BUK No. HK.02.04/I/568/12 tentang Kontrak Kinerja 7. SK Menteri Keuangan RI No. 278/KMK.05/2007 tanggal 21 Juni 2007 dan SK Menteri Kesehatan RI No. 756/Men.Kes/SK/VI/2007 tertanggal 26 Juni 2007, RS. Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan PPK BLU secara penuh 8. Peraturan Menteri Kesehatan No. 253/Per/Menkes/III/2008 tanggal 11 Maret 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja RS. Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang 1.4 SISTEMATIKA LAPORAN Bab I Bab II Bab III Gambaran atas latar belakang dibutuhkannya Rencana Strategis Bisnis, kecenderungan strategis tertentu yang tengah dan akan dialami, tujuan utama penyusunan Rencana Strategis Bisnis, dan peraturan yang menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Strategis dan Bisnis Gambaran pencapaian kinerja non financial dan financial yang telah dicapai oleh Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dalam 5 tahun terakhir Penjelasan pilihan atas arah dan prioritas strategis terhadap tantangan strategis yang tengah dan akan dihadapi oleh Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang sesuai dengan tugas pokok fungsi dan karakteristiknya melalui rumusan pernyataan visi, misi, dan tata nilai; harapan dan kekhawatiran dari setiap stake holder; tantangan strategis; benchmarking; analisa SWOT; diagram kartesius pilihan prioritas strategis; analisa TOWS 5
6 Bab IV Bab V Bab VI Penjelasan ukuran kinerja utama dan target ukuran kinerja utama yang hendak dicapai untuk mengawal kemajuan pencapaian visi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang pada kurun waktu ; matriks indikator kinerja utama sebagai barometer kemajuan perwujudan suatu sasaran strategis, penjelasan terperinci terkait indikator kinerja utama; program kerja strategis Penjelasan resiko yang akan dihadapi dalam mewujudkan berbagai sasaran strategis untuk merealisasikan visi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang meliputi penilaian dan mitigasi resiko melalui agenda identifikasi resiko, penilaian tingkat resiko, rencana mistigasi resiko Penjelasan proyeksi financial pada kurun waktu periode lima tahunan Rencana Strategis Bisnis meliputi estimasi pendapatan dan rencana kebutuhan anggaran 6
7 BAB II GAMBARAN KINERJA SAAT INI 2.1 GAMBARAN KINERJA ASPEK PELAYANAN Strategi untuk meningkatkan kinerja Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang, dilakukan pemilihan prioritas utama strategi yang didasarkan pada peta kekuatan organisasi Rumah Sakit yaitu terletak pada kuadran II. Prioritas strategi utama yang terseleksi dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis Rumah Sakit yang tertuang dalam rencana Strategi Rumah Sakit Jiwa Prof.dr.Soerojo Magelang pada adalah sebagai berikut : 1. Bidang Pelayanan Strategi yang diterapkan adalah inovasi produk layanan baik bidang psikiatri maupun bidang layanan fisik dengan menambah dan mengembangkan layanan spesialis lainnya. Dan untuk meningkatkan profesionalisme layanan maka setiap tindakan layanan dilakukan berdasarkan pada Protap dan SOP serta Layanan Prima. 2. Bidang Keuangan Strategi yang diterapkan dalam bidang keuangan yaitu investasi baru sesuai kemampuan Rumah Sakit yang potensial mendatangkan laba dengan tidak membebani biaya operasional Rumah Sakit. Disamping itu juga perlu penyempurnaan pola tarif Rumah Sakit dengan menghitung Unit Cost secara lebih akurat dan membuat rencana pendapatan dan operasional Rumah Sakit. 3. Bidang Organisasi Untuk pengembangan bisnis rumah sakit, maka strategi organisasi Rumah Sakit membetuk unit bisnis baru, dengan mengembangkan jaringan bisnis dengan pihak ketiga, dimana dalam pengembangan unit bisnis tersebut dilakukan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Rumah Sakit dan Rencana Bisnis Anggaran Rumah Sakit yang selaras dengan Visi dan Misi Rumah Sakit. 4. Bidang Sumber Daya Manusia Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan untuk menghadapi tantangan layanan kesehatan yang semakin kompetitif. Dan dalam rangka meningkatkan kinerja, meningkatkan kesejahteraan, kedisiplinan pegawai, maka diperlukan sistem penilaian kinerja pegawai secara obyektif dan remunerasi yang bisa memotivasi pegawai. 5. Bidang Sarana dan Prasarana Strategi yang diterapkan untuk bidang Sarana dan Prasarana adalah melakukan pengadaan sesuai prioritas kebutuhan pelayanan Rumah Sakit. Melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana secara rutin. Mengembangkan sistem informasi terpadu untuk mempercepat pelayanan Rumah Sakit. Meningkatkan keandalan sarana dan prasarana rumah sakit. 7
8 A. Kinerja Aspek Pelayanan Capaian kinerja pelayanan terdiri dari beberapa indikator diantaranya: 1. Pertumbuhan Produktivitas, Adapun data-data mengenai pertumbuhan produktifitas dari tahun 2009 s/d tahun 2013 sebagai berikut : No 1 2 INDIKATOR A. PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS Rerata kunjungan rawat jalan per hari Rerata kunjungan rawat darurat per hari SKOR HAPER NILAI RIIL SKOR HAPER NILAI RIIL SKOR HAP ER NILAI RIIL SKOR HAPER NILAI RIIL SKOR HAPER NILAI RIIL 3 Hari Perawatan (H P) Pemeriksaan Radiologi/Hr Pemeriksaan Psikometri/Hr Pemeriksaan Laboratorium/Hr Rata-rata Operasi/Hr Rata-rata Rehab Medik/Hr Kegiatan Kesehatan Jiwa Masyarakat / bulan , < 1, Pelayanan Rehab Psikososial / Hr Kegiatan Psikoterapi / Hr , Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran 13 Pertumbuhan Penelitian yang Dipublikasikan
9 GRAFIK PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS Berdasarkan tabel dan grafik diatas didapat kesimpulan: - Untuk Tahun 2009 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 8.80, maka dengan ini belum mencapai nilai maksimal dikarenakan dari data pelayanan yang belum mencapai, misalnya dari rerata pemeriksaan radiologi dan rerata rehab medik masih belum mencapai. - Untuk Tahun 2010 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 2.80, ini menunjukkan nilainya turun dibanding tahun sebelumnya dikarenakan rerata kunujungan rawat jalan maupun gawat darurat menurun. - Untuk Tahun 2011 dengan Skor dengan perhitungan didapat 6.20, ini menunjukkan sedikit kenaikan berbanding tahun 2010 kenaikannya terlihat pada rerata kunjungan rawat darurat dari 0.80 ke Untuk Tahun 2012 dengan Skor dengan perhitungan 4.10, pada tahun ini nilainya menurun berbanding tahun 2011 dikarenakan dari panduan nilai parameternya berubah dan penambahan poin indicator selain itu juga angka kunjungannya juga menurun - Untuk Tahun 2013 dengan Skor dengan perhitungan 13.00, pada tahun ini terjadi perubahan panduan dari parameter parameter sub poin indikator, sedangkan rerata kunjungan dan pelayanan bertambah. 9
10 2. Efisiensi Pelayanan Adapun data-data mengenai Efisiensi Pelayanan dari tahun 2009 s/d tahun 2013 sebagai berikut : a. Tahun 2009 s/d 2010 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : Kepmenkes no.550/menkes/sk/vii/ No INDIKATOR NILAI NILAI SKOR HAPER SKOR HAPER RIIL RIIL B. EFISIENSI PELAYANAN Rasio Pasien Rawat Jalan dg Dokter orang Rasio Pasien Rawat Jalan dengan Perawat orang Rasio Pasien Rawat darurat dengan dokter orang Rasio Pasien Rawat Darurat dengan Perawat orang Rasio Pasien Rawat Inap dengan Dokter orang Rasio Pasien Rawat Inap dengan Perawat orang BOR % AvLOS BTO TOI hari
11 b. Tahun 2011 s/d 2012 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : Kepmenkes no.209/menkes/sk/i/ No INDIKATOR NILAI SKOR HAPER RIIL SKOR HAPER NILAI RIIL B. EFISIENSI PELAYANAN Rasio Pasien Rawat Jalan dg Dokter Rasio Pasien Rawat Jalan dengan Perawat Rasio Pasien Rawat darurat dengan dokter Rasio Pasien Rawat Darurat dengan Perawat Rasio Pasien Rawat Inap dengan Dokter Rasio Pasien Rawat Inap dengan Perawat BOR AvLOS BTO TOI
12 c. Tahun 2013 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : Peraturan Dirjen Perbendahaan PER-54/PB/2013 No INDIKATOR 2013 SKOR HAPER NILAI RIIL B. EFISIENSI PELAYANAN BOR Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam Selesai Pelayanan % Pengembalian Rekam Medik % Angka Pembatalan Operasi % Angka Kegagalan Hasil Radiologi % Penulisan Resep sesuai Formularium % Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium %
13 Dari tabel diatas berdasarkan panduan yang tiap tahun ke tahun berubah berubah maka data tersebut juga otomatis mengikuti panduan yang bersangkutan, bisa dilihat juga dengan grafik sebagai berikut : GRAFIK EFISIENSI PELAYANAN Berdasarkan tabel dan grafik diatas didapat kesimpulan: - Untuk Tahun 2009 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 6.00, maka dengan ini belum mencapai nilai maksimal dikarenakan dari pelayanan Rasio Pasien rawat jalan maupun inap dengan dokter dan perawat belum seimbang - Untuk Tahun 2010 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 6.00, ini masih sama dengan tahun sebelumnya nilai rasio pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan dokter dan perawat. - Untuk Tahun 2011 dengan Skor dengan perhitungan didapat 6.00, ini masih sama dengan tahun sebelumnya nilai rasio pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan dokter dan perawat tetapi nilai BOR menunjukkan kenaikan dari 1.50 menjadi Untuk Tahun 2012 dengan Skor dengan perhitungan 6.00, ini masih sama dengan tahun sebelumnya nilai rasio pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan dokter dan perawat - Untuk Tahun 2013 dengan Skor dengan perhitungan 9.25, pada tahun ini terjadi perubahan panduan dari parameter parameter sub poin indikator, dengan menghilangkan nilai rasio pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan dokter dan perawat. 13
14 3. Pendidikan dan Pelatihan Adapun data-data mengenai Pendidikan dan Pelatihan dari tahun 2009 s/d tahun 2013 sebagai berikut : a. Tahun 2009 s/d 2012 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : 2009 s/d Kepmenkes no.550/menkes/sk/vii/ s/d Kepmenkes no.209/menkes/sk/i/2011 No C. INDIKATOR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SKOR 1 Program Diklat Penghargaan dan Sanksi HAPER NILAI NILAI SKO RIIL SKOR HAPER RIIL R HAPER NILAI NILAI RIIL SKOR HAPER RIIL Ada program sebagian dilaksanakan Ada program sebagian dilaksanakan Ada Program sebagian dilaksanakan Ada program sebagian dilaksanakan Ada Program sebagian dilaksanakan Ada Program dilaksanakan sepenuhnya Ada Program sebagian dilaksanakan Ada Program semua terlaksana
15 b. Tahun 2013 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : Peraturan Dirjen Perbendahaan PER-54/PB/2013 No INDIKATOR 2013 SKOR HAPER NILAI RIIL C. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Rata-rata Jam Pelatihan Karyawan Persentase Dokter Pendidik Klinis Mendapat TOT % Program Reward dan Punishment 1.00 Ada program dilaksanakan sepenuhnya
16 Dari tabel diatas berdasarkan panduan yang tiap tahun ke tahun berubah berubah maka data tersebut juga otomatis mengikuti panduan yang bersangkutan, bisa dilihat juga dengan grafik sebagai berikut : GRAFIK PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Berdasarkan tabel dan grafik diatas didapat kesimpulan: - Untuk Tahun 2009 dengan Skor 3.00 dengan perhitungan dapat nilai 3.00, maka dengan ini nilai pendidikan dan mencapai 100% - Untuk Tahun 2010 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 2.00, ini nilainya menurun berbanding tahun sebelumnya dikarenakan nilai dari program diklat nya menurun. - Untuk Tahun 2011 dengan Skor 3.00 dengan perhitungan didapat 2.50, tahun ini mulai naik dibanding tahun sebelumnya kenaikkannya terlihat dari penghargaan dan sanksi. - Untuk Tahun 2012 dengan Skor 3.00 dengan perhitungan 2.50, ini masih sama dengan tahun sebelumnya tidak terjadi penurunan nilai - Untuk Tahun 2013 dengan Skor 3.00 dengan perhitungan 3.00, pada tahun ini terjadi perubahan panduan dari parameter parameter sub poin indikator, namun untuk nilai mencapai 100%. 16
17 4. Mutu Pelayanan Adapun data-data mengenai Mutu Pelayanan dari tahun 2009 s/d tahun 2013 sebagai berikut : a. Tahun 2009 s/d 2010 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : Kepmenkes no.550/menkes/sk/vii/ No INDIKATOR NILAI NILAI SKOR HAPER SKOR HAPER RIIL RIIL D. MUTU PELAYANAN Emergency response time rate 3 < 8 Menit Menit 6 Detik 3,00 2 Angka pasien rawat inap yang dirujuk 3 0.4% ,22% 2,00 3 Kecepatan pelayanan resep obat jadi Menit '44 detik 1,50 4 Waktu Tunggu Rawat Jalan Menit menit Waktu tunggu sebelum operasi hari hari 3,00 17
18 b. Tahun 2010 s/d 2012 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : Kepmenkes no.209/menkes/sk/i/2011 No INDIKATOR SKOR HAPER NILAI RIIL SKOR HAPER NILAI RIIL D. MUTU PELAYANAN Emergency response time rate 1.5 < 8 Menit Menit 6 Detik Angka pasien rawat inap yang dirujuk % Kecepatan pelayanan resep obat jadi 1 0;07; Menit 38 detik Waktu Tunggu Rawat Jalan Menit 7 Menit detik 12 detik Waktu tunggu sebelum operasi 1 < 24 jam Hari Angka Pasien lari Angka bunuh diri Angka Cidera fisik % % Pasien dengan Askep Modal Praktek Keperawatan Profesional
19 c. Tahun 2013 Dasar Hukum Penilaian Indikator Kinerja : Peraturan Dirjen Perbendahaan PER-54/PB/2013 No INDIKATOR 2013 SKOR HAPER NILAI RIIL D. MUTU PELAYANAN Emergency response time rate Detik Kecepatan pelayanan resep obat jadi Menit 4 Detik Waktu Tunggu Rawat Jalan Menit 3 Detik Waktu tunggu sebelum operasi Hari Length of Stay Hari Waktu Tunggu Hasil Laboratorium Jam 30 Menit Waktu Tunggu Hasil Radiologi Hari
20 Dari tabel diatas berdasarkan panduan yang tiap tahun ke tahun berubah berubah maka data tersebut juga otomatis mengikuti panduan yang bersangkutan, bisa dilihat juga dengan grafik sebagai berikut : GRAFIK MUTU PELAYANAN Berdasarkan tabel dan grafik diatas didapat kesimpulan: - Untuk Tahun 2009 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 10.75, maka dengan ini nilai mutu pelayananbelum mencapai nilai maksimal dikarenakan pada poin indikator kecepatan pelayanan resep dan waktu tunggu masih kurang mencapai nilai maksimal. - Untuk Tahun 2010 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 11.50, menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya dikarenakan dari rawat inap rujukan dan kecepatan pelayanan resep obat mengalami nilai penurunan. - Untuk Tahun 2011 dengan Skor dengan perhitungan didapat 13.00, pada tahun ini terjadi penambahan indikator dari panduan maka sudah mencapai nilai 100%. - Untuk Tahun 2012 dengan Skor dengan perhitungan 12.25, masih sama indikator dari tahun sebelumnya namun mengalami nilai penurunan dibanding tahun sebelumnya dikarenakan indikator kecepatan pelayanan resep nilainya menurun. - Untuk Tahun 2013 dengan Skor dengan perhitungan 12.50, pada tahun ini terjadi perubahan panduan dari parameter parameter sub poin indikator, namun terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya, 20
21 5. Mutu Klinik Adapun data-data mengenai Mutu Klinik dari tahun 2009 s/d tahun 2013 sebagai berikut : No INDIKATOR NILAI NILAI NILAI NILAI NILAI SKOR HAPER SKOR HAPER SKOR HAPER SKOR HAPER SKOR HAPER RIIL RIIL RIIL RIIL RIIL E. Mutu Klinik Angka Kematian di Gawat 1 Darurat % % % % Angka Kematian/Kebutaan 48 Jam % % Post Operative Death Rate % % % % Angka Infeksi Nosokomial % % % % % Angka Kematian Ibu di Rumah Sakit
22 Dari tabel diatas berdasarkan panduan yang tiap tahun ke tahun berubah berubah maka data tersebut juga otomatis mengikuti panduan yang bersangkutan, bisa dilihat juga dengan grafik sebagai berikut : GRAFIK MUTU KLINIK Berdasarkan tabel dan grafik diatas didapat kesimpulan: - Untuk Tahun 2009 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 12.00, pada indikator tahun 2009 sudah mencapai 100% terpenuhi semua indikatornya. - Untuk Tahun 2010 dengan Skor dengan perhitungan dapat nilai 12.00, pada tahun menunjukkan nilainya stabil untuk angka kematian gawat darurat maupun angka infeksi nosokonialnya. - Untuk Tahun 2011 dengan Skor 7.00 dengan perhitungan didapat 7.00, pada tahun ini terjadi perubahan parameter-parameter Skor dari dasar panduannya, maka terjadi penurunan nilai skor dan otomatis nilai perhitungannya juga terjadi penurunan. - Untuk Tahun 2012 dengan Skor 7.00 dengan perhitungan 12.25, masih sama pada tahun sebelumnya nilai skornya tidak mengalami perubahan tercapai 100% namun nilai perhitungannya terjadi penurunan. - Untuk Tahun 2013 dengan Skor dengan perhitungan 12.00, pada tahun ini terjadi perubahan dasar panduan dari parameter parameter sub poin indikator, dari skor 7.00 menjadi 12.00, maka terjadi kenaikan disamping itu juga terjadi kenaikan dari pelayanan gawat darurat dll. 22
23 6. Kepuasan Pelanggan Adapun data-data mengenai Kepuasan Pelanggan dari tahun 2009 s/d tahun 2013 sebagai berikut : No INDIKATOR SOR NILAI RIIL SOR NILAI RIIL SOR NILAI RIIL SOR NILAI RIIL SOR NILAI RIIL C. KEPUASAN PELANGGAN Prosentase complain Kepuasan Pelanggan
24 Dari tabel diatas berdasarkan panduan yang tiap tahun ke tahun berubah berubah maka data tersebut juga otomatis mengikuti panduan yang bersangkutan, bisa dilihat juga dengan grafik sebagai berikut : GRAFIK KEPUASAN PELANGGAN Berdasarkan tabel dan grafik diatas didapat kesimpulan: - Untuk Tahun 2009 dengan Skor 4.00 dengan perhitungan dapat nilai 2.00, pada indikator ini tercapai 50% untuk kepuasan pelanggan ini dikarenakan angka prosentase komplain dan kepuasan pelanggannya belum maksimal - Untuk Tahun 2010 dengan Skor 4.00 dengan perhitungan dapat nilai 3.00, pada tahun menunjukkan nilainya naik dari 2.00 menjadi 3.00, pada indikator ini menunjukkan presentase komplain terjadi kenaikan skor - Untuk Tahun 2011 dengan Skor 4.00 dengan perhitungan didapat 4.00, pada tahun ini sudah mencapai nilai maksimal 100% ini menunjukkan kenaikkan. - Untuk Tahun 2012 dengan Skor 4.00 dengan perhitungan 4.00, pada tahun ini sudah mencapai nilai maksimal 100% ini menunjukkan kenaikkan, tidak terjadi perubahan dibanding tahun sebelumnya. - Untuk Tahun 2013 dengan Skor 2.00 dengan perhitungan 1.78, pada tahun ini terjadi perubahan dasar panduan dari parameter parameter sub poin indikator, dari skor 4.00 menjadi 2.00, maka terjadi penurunan skor dari sub indikatornya. 24
25 7. Kepedulian kepada Masyarakat Adapun data-data mengenai Kepedulian kepada Masyarakat dari tahun 2009 s/d tahun 2013 sebagai berikut : No INDIKATOR SKOR NILAI RIIL SKOR NILAI RIIL SKOR NILAI RIIL SKOR NILAI RIIL SKOR NILAI RIIL B. KEPEDULIAN KEPADA MASYARAKAT Pembinaan kepada Puskesmas, unit terkait dan sarana kesehatan lain Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) Rasio Tempat Tidur kelas III Pemanfaatan TT (BOR) kelas III Prosentase Pasien Rawat Jalan tidak mampu Penyuluhan di luar Rumah Sakit
26 Dari tabel diatas berdasarkan panduan yang tiap tahun ke tahun berubah berubah maka data tersebut juga otomatis mengikuti panduan yang bersangkutan, bisa dilihat juga dengan grafik sebagai berikut : GRAFIK KEPEDULIAN MASYARAKAT Berdasarkan tabel dan grafik diatas didapat kesimpulan: - Untuk Tahun 2009 dengan Skor 5.00 dengan perhitungan dapat nilai 4.00, pada indikator ini tahun 2009 tidak tercapai angka maksimal dikarenakan pada sub indikator pembinaan kepada puskesmas, unit terkait dan sarana kesehatan lain dan sub indikator penyuluhan kesehatan masyarakat rumah sakit angka perhitungannya tidak mencapai angka skor terkait. - Untuk Tahun 2010 dengan Skor 5.00 dengan perhitungan dapat nilai 4.00, pada tahun menunjukkan tidak terjadi perubahan nilai skor dibanding tahun sebelumnya yaitu tahun 2009 namun terjadi kenaikan angka perhitungan. - Untuk Tahun 2011 dengan Skor dengan perhitungan didapat 9.50, pada tahun ini terjadi perubahan dasar panduan dari parameter parameter sub poin indikator, dari skor 5.00 menjadi 12.00, maka terjadi kenaikan skornya - Untuk Tahun 2012 dengan Skor dengan perhitungan 10.50, pada tahun ini masih sama skornya dari tahun lalu tahun 2011 namun menunjukka kenaikan angka. - Untuk Tahun 2013 dengan Skor 4.00 dengan perhitungan 4.00, pada tahun ini terjadi perubahan dasar panduan dari parameter parameter sub poin indikator, dari skor menjadi 4.00, sehingga nilai skornya terjadi penurunan
27 2.2 GAMBARAN KINERJA ASPEK KEUANGAN Rasio keuangan 5 tahun yaitu dari tidak dapat diperbandingkan karena terdapat perbedaan pedoman perhitungan rasio keuangan, sehingga pebandingan rasio hanya bisa disajikan untuk tahun-tahun yang mengacu pada pedoman yang sama. Tabel rasio keuangan tahun 2009 dan 2010 sebagai berikut: No. INDIKATOR BOBOT HAPER NILAI RIIL BOBOT NILAI NILAI HAPER NILAI RIIL 1 Imbalan Investasi (Return on Investment) % % Rasio Kas (Cash Ratio) % % Rasio Lancar (Current Ratio) % % Collection Period (CP) hari hari Perputaran Persediaan (PP) hari hari Perputaran Total Aset (Tatto) % % Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva % % 2.70 Jumlah Grafik rasio keuangan tahun 2009 dan 2010 Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat ditarik kesimpulan: 1. Return on Investment Rasio ini menunjukkan seberapa besar tingkat produktivitas seluruh aset atau kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan sebelum pajak. Realisasi ROI tahun 2009 dan 2010 belum mencapai skor maksimal bobot nilai. Bahkan untuk tahun 2010 mengalami penurunan. Kecilnya skor yang diperoleh dikarenakan perolehan laba/surplus yang kecil pula dibandingkan dengan aset yang dimiliki rumah sakit. Bahkan untuk tahun 2010 rumah sakit mengalami defisit. 2. Cash Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Rumah Sakit dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia. Untuk tahun 2009 dan 2010 RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang telah mencapai skor maksimal. 3. Current Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan likuiditas Rumah Sakit yaitu kemampuan rumah sakit dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang tersedia. Untuk tahun 2009 sudah mencapai skor maksimal, tapi untuk tahun 2010 nilainya 0,00 dikarenakan kewajiban lancar lebih besar dibandingkan dengan aset lancarnya
28 4. Collection Period Merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya. Untuk tahun 2009 dan 2010 RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang telah mencapai skor maksimal. 5. Inventory Turnover Merupakan rasio yang digunakan untuk mengevaluasi posisi persediaan yang dimiliki oleh rumah sakit atau menunjukkan berapa kali jumlah persediaan diganti. Skor perhitungan rasio ini untuk tahun 2009 dan 2010 mendekati bobot nilai maksimal. 6. Perputaran Total Aset Total asset turn over digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan. Skor perhitungan rasio ini untuk tahun 2009 dan 2010 mendekati bobot nilai maksimal. 7. Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva Merupakan rasio yang menunjukkan solvabilitas rumah sakit dengan anggapan bahwa semua aktiva dapat direalisasi sesuai dengan yang dilaporkan dalam neraca. Tabel rasio keuangan tahun 2011 dan 2012 sebagai berikut: No. INDIKATOR BOBOT HAPER NILAI RIIL BOBOT NILAI NILAI HAPER NILAI RIIL 1 Imbalan Investasi (Return on Investment) 2,00 0,10% 0,40 2,00 3% 0,80 2 Rasio Kas (Cash Ratio) 3,00 77% 3,00 3,00 33% 2,40 3 Rasio Lancar (Current Ratio) 3,00 106% 1,80 3,00 63% 0,00 4 Collection Period (CP) 3,00 5 hari 0,72 3,00 7 hari 3,00 5 Perputaran Persediaan (PP) 3,00 6 hari 0,72 3,00 13 hari 3,00 6 Perputaran Total Aset (Tatto) 3,00 0,05% 1,40 3,00 17% 0,80 7 Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva 3,00 97,28% 1,80 3,00 97% 1,80 Jumlah 20,00 9,84 20,00 11,80 Grafik rasio keuangan tahun 2011 dan 2012 Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat ditarik kesimpulan: 1. Return on Investment Rasio ini menunjukkan seberapa besar tingkat produktivitas seluruh aset atau kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan sebelum pajak. Realisasi ROI tahun 2011 dan 2012 belum mencapai skor maksimal bobot nilai. Kecilnya skor yang diperoleh dikarenakan perolehan laba/surplus yang kecil pula dibandingkan dengan aset yang dimiliki rumah sakit
29 2. Cash Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Rumah Sakit dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia. Untuk tahun 2011 RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang telah mencapai skor maksimal. Namun terdapat penurunan skor pada tahun Current Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan likuiditas Rumah Sakit yaitu kemampuan rumah sakit dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang tersedia. Untuk tahun 2011 dan 2012 belum mencapai skor maksimal, dikarenakan kewajiban lancar lebih besar dibandingkan dengan aset lancarnya. 4. Collection Period Merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya. Untuk tahun 2012 skor rasio ini RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang mengalami kenaikan bahkan telah mencapai skor maksimal. 5. Inventory Turnover Merupakan rasio yang digunakan untuk mengevaluasi posisi persediaan yang dimiliki oleh rumah sakit atau menunjukkan berapa kali jumlah persediaan diganti. Untuk tahun 2012 skor rasio ini RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang mengalami kenaikan bahkan telah mencapai skor maksimal. 6. Perputaran Total Aset Total asset turn over digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva yang berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan. Skor perhitungan rasio ini untuk tahun 2012 mengalami penurunan dibanding tahun Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aktiva Merupakan rasio yang menunjukkan solvabilitas rumah sakit dengan anggapan bahwa semua aktiva dapat direalisasi sesuai dengan yang dilaporkan dalam neraca. Tabel rasio keuangan tahun 2013 sebagai berikut: 2013 No. INDIKATOR BOBOT NILAI HAPER NILAI RIIL TARGET 1 Rasio Kas (Cash Ratio) 2,00 878,59% 0,25 0,25 2 Rasio Lancar (Current Ratio) 2, % 2,50 2,50 3 Periode Penagihan Piutang (Collection Periods) 2,00 92,86 0,25 2,00 4 Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) 2,00 9,63% 0,50 0,50 5 Imbalan atas Aset Tetap (Return on Fixed Asset) 2,00 4,74% 1,40 1,10 6 Imbalan Ekuitas (Return on Equity) 2,00 5,01% 1,40 1,20 7 Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) 2,00 18 hari 1,00 1,25 8 Rasio Pendapatan PNBP thd Biaya Operasional 2,50 57,74% 2,25 2,50 9 Rasio Subsidi Biaya Pasien 2,00 0,53% 0,00 0,00 Jumlah 19,00 9,55 11,30 29
30 Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat ditarik kesimpulan untuk masing-masing rasio keuangan tahun 2013, yaitu: 1. Cash Ratio Realisasi rasio kas sudah sesuai dengan rasio kas yang ditargetkan. Skor ideal untuk rasio kas yaitu apabila hasil perhitungannya mencapai nilai 240 < RK 300. Untuk mencapai skor ideal tersebut (dengan asumsi nilai kewajiban jangka pendek tidak berubah signifikan) maka rumah sakit berencana untuk mengurangi nilai kas dan setara kas yaitu dengan cara mengalokasikan kas dan setara kas yang tersedia dalam bentuk deposito (jatuh tempo tiga bulan sampai dengan 1 tahun) maupun dalam bentuk penanaman dana lainnya. 2. Current Ratio Realisasi rasio lancar sudah sesuai dengan rasio lancar yang ditargetkan dan sudah sesuai juga dengan skor ideal untuk rasio lancar yaitu dengan nilai perhitungan 600 < RL dalam arti rumah sakit memiliki dana yang lebih dari cukup untuk memenuhi/membayar hutang-hutangnya. Karena sudah mencapai skor ideal maka rencana ke depan yaitu mempertahankan nilai tersebut atau dengan meningkatkan nilai aset lancar. Namun jangan sampai peningkatan aset lancar disebabkan karena meningkatnya kas setara kas. Apabila hal tersebut yang terjadi maka akan mempengaruhi nilai rasio kas. 3. Collection Periods Realisasi periode penagihan piutang belum mencapai skor yang ditargetkan maupun dengan skor ideal yaitu CP < 30. Untuk dapat mencapai skor maksimal maka yang harus dilakukan rumah sakit adalah dengan memperkecil nilai piutang yaitu dengan cara penagihan piutang secara aktif (diupayakan agar piutang-piutang tersebut terbayar/terlunasi). Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pendapatan rumah sakit. 4. Fixed Asset Turnover Realisasi perputaran aset tetap sudah mencapai skor yang ditargetkan. Namun untuk dapat mencapai skor ideal yaitu 20 < PAT maka yang dapat dilakukan rumah sakit adalah dengan meningkatkan pendapatan atau dengan cara lain yaitu mengurangi investasi ke aset tetap karena nilai aset tetap rumah sakit sudah cukup besar. Rumah sakit bisa mengalihkan investasi ke selain aset tetap yaitu misalnya deposito dengan jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai dengan 1 tahun atau dalam bentuk penanaman dana lainnya. 5. Return on Fixed Asset Realisasi ROA sudah melebihi skor yang ditargetkan. Namun untuk dapat mencapai skor ideal yaitu 6 < ROA maka yang dapat dilakukan rumah sakit adalah meningkatkan surplus/defisit sebelum pos keuntungan/kerugian yaitu dengan meningkatkan pendapatan operasional dan efisiensi biaya operasional rumah sakit
31 6. Return on equity Realisasi ROE sudah mencapai skor yang ditargetkan. Namun untuk dapat mencapai skor ideal yaitu 8 < ROE maka yang dapat dilakukan rumah sakit adalah meningkatkan surplus/defisit sebelum pos keuntungan/kerugian yaitu dengan meningkatkan pendapatan operasional dan efisiensi biaya operasional rumah sakit. 7. Inventory Turnover Realisasi perputaran persediaan belum mencapai skor yang ditargetkan. Untuk dapat mencapai target skor dan skor ideal yaitu 35 < PP maka yang dapat dilakukan rumah sakit adalah dengan meningkatkan nilai persediaan yaitu bisa dengan cara menambah persediaan atau dengan penghematan dalam penggunaan barang-barang konsumsi. Dengan meningkatkan persediaan berarti juga meningkatkan nilai rasio lancar. 8. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional Realisasi BOPO belum mencapai skor yang ditargetkan. Untuk dapat mencapai target skor dan skor ideal yaitu 65 < BP maka dapat dilakukan dengan meningkatkan pendapatan operasional rumah sakit dan efisiensi biaya operasional rumah sakit. 9. Rasio Subsidi Biaya Pasien Skor realisasi dan target rasio subsidi terhadap pendapatan PNBP adalah 0. Untuk dapat mencapai skor ideal yaitu 20 < STP maka dapat dilakukan dengan mengevaluasi dan memperbaiki sistem pengelolaan biaya subsidi pasien, dan meningkatkan biaya subsidi pasien salah satunya dengan menambah kegiatan bakti sosial rumah sakit (CSR). Berdasarkan Keputusan Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Nomor: KEP-01/PB.5/2012 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Keuangan Satuan Kerja Badan Layanan Umum Tahun 2011, tanggal 20 Nopember 2012, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang memperoleh total skor 45,25 dengan predikat B-Sedang (penilaian kinerja belum memasukkan kinerja di bidang layanan). Berdasarkan Keputusan Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Nomor: KEP-221/PB.5/2013 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Satuan Kerja Badan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan Tahun 2012, tanggal 31 Desember 2013, RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang memperoleh skor untuk aspek keuangan 16,95 dan aspek layanan 62,50 dengan total skor 79,45 sehingga memproleh predikat A-Baik. Pedoman Gambaran Kinerja Aspek Pelayanan dan Keuangan Tahun Acuan Pedoman Kepmenkes No. 550/ Menkes/SK/VII/ Kepmenkes No. 209/ Menkes/SK/I/ Panduan buku indikator kinerja RS BLU Bagian Program dan Informasi Setditjen BUK Kemenkes RI Tahun PMK No. /PMK.05/2013 tentang kinerja satuan kerja BLU bidang layanan kesehatan 31
32 BAB III Arah dan Prioritas Strategis 3.1. Rumusan Pernyataan Visi, Misi dan Tata Nilai RSJ Prof. Dr. Soerojo mempunyai Visi, Misi dan Tata Nilai yang menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Strategis Bisnis. Rumusan Visi Misi masih melanjutkan visi misi yang ditetapkan th 2010 untuk Rencana Strategis Visi, Misi dan Tata Nilai tersebut adalah : Visi : Menjadi Pusat Unggulan Pelayanan dan Pendidikan Kesehatan Jiwa secara Holistik di tingkat Nasional 2015 dan ASEAN 2018 (UN5 A 8) Misi : Melaksanakan pelayanan prima kesehatan jiwa terpadu dan komprehensif Melaksanakan pendidikan dan penelitian kesehatan jiwa terpadu dan komprehensif Mengembangkan pelayanan berdasarkan mutu dan profesionalisme Mengembangkan model pelayanan, pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan jiwa yang terpadu dan komprehensif melalui pendekatan seni budaya Melaksanakan tata kelola rumah sakit yang baik (Good Corporate Governance) Tata Nilai : Kerendahan Hati Kebersamaan Keterbukaan Kejujuran Komitmen Bekerja Keras & Cerdas Atas dasar misi yang sudah ada diatas maka dilakukan dengan pengelompokkan agar fokus pelayanan menjadi lebih jelas dan akan menjadi pendorong strategis dalam merumuskan Rencana Strategis Bisnis dari RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang. Model Pelayanan, Penelitian dan Pendidikan Untuk memberikan penjabaran strategis yang lebih mudah dan fokus dari salah satu pernyataan dalam Misi maka RSJ Prof.Dr. Soerojo menggambarkan satu Model Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian di bidang Kesehatan Jiwa yang Terpadu dan Komprehensif. Pemikiran Strategis dari Model Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian ini bahwa RSJ Prof. Dr. Soerojo harus dimulai dengan membangun Cetak Biru (blue print) Penelitian yang strategis dan visioner dimana akan menjadi acuan dalam pelaksanaan Penelitian. 32
33 Pelaksanaan penelitian dapat melibatkan pihak luar terkait seperti tenaga medis, mahasiswa praktek, dosen-dosen dari berbagai pendidikan tinggi sebagai pelaksana dari penelitian dengan topik yang diambil dari Cetak Biru (blue print) penelitian. Hasil dari Penelitian dalam lingkup Keswa akan menjadi masukan dalam perbaikan mutu pelayanan & keselamatan pasien yang akan dipakai untuk melayani pasien dan masyarakat. Dengan pematangan hasil penelitian melalui praktek langsung dalam pelayanan medis baik di IGD, Rawat Jalan dan Rawat Inap maka akan diperoleh mutu pelayanan berdasarkan best practice. Hasil pengalaman praktek terbaik (Best Practice) mutu pelayanan akan menjadi masukan dalam penyusunan materi pendidikan dan di RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang. Secara sistematis maka Model Pelayanan, Penelitian dan Pendidikan RSJ Prof.Dr. Soerojo adalah : No 3.2. Aspirasi Stakeholders Inti RSJ Prof.Dr. Soerojo antisipasi terhadap aspirasi dari Stakeholder yang meliputi : Komponen Harapan Kekhawatiran Stakeholder 1 Kontribusi UPT Kemenkes dalam mewujudkan Visi, Misi, Strategi dan Nilai-nilai Kementerian Kesehatan 1 Kementerian Kesehatan RI 2 Ditjen Bina Upaya Kesehatan 2 Menurunnya Komplain masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan 1 UPT BUK bisa memenuhi Regulasi Kemenkes dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan indikator kinerja BLU yang sudah ditetapkan (Kinerja Pelayanan, Keuangan dan Manfaat bagi masyarakat) 1 Tidak terintegrasi Visi & Misi dan Strategi UPT BUK dengan Kementerian Kesehatan 2 Meningkatnya Komplain masyarakat 1 Indikator tidak bisa tercapai secara konsisten 33
34 No Komponen Stakeholder 3 Pemerintah Daerah (kota & kabupaten) Magelang Harapan 2 UPT BUK bisa mengembangkan produk-produk layanan sesuai keunggulannya sehingga menjadi rujukan Nasional. 3 UPT BUK harus bisa mandiri secara keuangan dan bisa berkembang 4 UPT BUK tetap melaksanakan fungsi sosial pelayanan kesehatan masyarakat (Preventif dan Promotif) 1 Melayani Kesehatan Masyarakat Magelang 2 Kerjasama Lintas Institusi di Pemerintah Daerah (kota & kabupaten) Magelang 4 Institusi Pendidikan terkait 1 Pusat Praktek Kerja Terbaik dan Terlengkap 2 Pusat Penelitian Keswa terlengkap 3 Pelayanan satu atap (one stop service) 5 Peserta Didik 1 Peningkatan kualitas dokter pendidik klinis, Clinical Instruktur melalui sertifikasi 2 Sarana prasarana pendidikan yang sesuai dengan standar RS Pendidikan 1 Mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau Kekhawatiran 2 Ancaman Persaingan Global dengan adanya AFTA 2015 dan kemampuan inovasi pengembangan produk-produk layanan kesehatan sub spesialistik 3 Ketidakmampuan untuk mengelola keuangan secara mandiri dan terus berkembang 4 Pelaksanaan fungsi sosial pelayanan kesehatan masyarakat tidak konsisten 1 Tidak meratanya pelayanan kesehatan masyarakat di kota dan kabupaten Magelang. 2 Kurangnya Koordinasi lintas Institusi yang menyebabkan tidak berjalannya Program Pemerintah khususnya dalam hal Kesehatan masyarakat. 1 Pelayanan dibawah standar 2 Kurangnya tenaga Medis pendamping Penelitian 3 Fasilitas dibawah standar / tidak tersedia 1 Tidak sesuainya kurikulum yang diajarkan dengan target kompetensi pendidik / instruktur 2 Keterbatasan sarana dan prasarana yang memenuhi standar 6 Pasien dan Keluarga 1 Tingginya harapan pasien dan keluarga terhadap mutu pelayanan yang belum bisa dipenuhi oleh standar RS. 7 Karyawan 1 Kesejahteraan Meningkat 1 Remunerasi belum ditetapkan 8 Biro Kepegawaian, PPSDM Kesehatan, Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian PAN - RB 2 Pengelolaan Jenjang Karir dan Golongan yang sesuai dengan pedoman/ peraturan 1 Penyelesaian kegiatan kepegawaian tepat waktu 2 Aplikasi online membantu kelancaran proses usulan kegiatan kepegawaian 3 Kebijakan paperless dalam proses kepegawaian sangat membantu mengurangi kehilangan / kekurangan berkas pendukung usulan proses kepegawaian 2 Ketidakjelasan Jenjang Karir dan Persyaratan menduduki suatu jabatan 1 Gangguan Internet network yang mempengaruhi proses aplikasi database 34
35 3.3. Tantangan Strategis Dalam mempersiapkan Rencana Strategis Bisnis, RSJ Prof.Dr. Soerojo mempertimbangkan mulai dari faktor makro dan persaingan serta daya saing yang dimiliki. Pentingnya mempertimbangkan faktor makro adalah untuk mengantisipasi faktor-faktor yang diluar kontrol RSJ Prof.Dr. Soerojo tetapi dapat mempengaruhi keberlangsungan operasional rumah sakit. Faktor-faktor makro akan bisa menjadi masukkan untuk menentukan Opportunity dan Threat. Sedangkan persaingan dan daya saing harus dipetakan karena akan memberikan kontribusi terhadap masukkan untuk menentukan Strength dan Weakness dalam Analisa SWOT. Untuk lebih detil analisa-analisa yang menjadi tantangan strategis bagi RSJ Prof.Dr. Soerojo adalah : Analisa Makro : (TEMPLESS) Analisa ini penting karena Rencana Strategis harus melihat faktor-faktor diluar organisasi yang bisa memberikan dampak positif dan negatif kepada RSJ Prof.Dr. Soerojo. Paling tidak faktor makro harus dilakukan analisis setiap tahun atau bila ada perubahan yang mendasar dalam tatanan teknolog, ekonomi, pasar, politik, hukum, lingkungan dan supplier. Dalam analisa ini digunakan Analisa Makro dengan menganalisa faktor-faktor : 1. TECHNOLOGY : Teknologi yang terkait dengan RSJ. Bagaimana teknologi tersebut berkembang dan mempengaruhi kinerja dari RSJ. Teknologi dapat dikaitkan dengan 2 hal besar dalam rumah sakit jiwa yaitu : a. Ilmu Pengetahuan Medis Layanan Kesehatan Jiwa dan b. Peralatan Medis yang dipakai para ahli dalam memberikan layanan medisnya. 2. ECONOMY : Dalam analisa ekonomi ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan mulai dari kurs mata uang, daya beli pasar, pendapatan per kapita, pertumbuhan penduduk, kenaikan Tarif dasar listrik, kenaikan BBM dll. Faktor-faktor tersebut bisa jadi terjadi fluktuasi dan diluar kontrol dari manajemen RSJ tetapi akan berdampak kepada kinerja termasuk peningkatan investasi, peningkatan biaya, peluang pasar yang lebih besar dll. 3. MARKET : Pasar yang menjadi segmentasi dan target dari RSJ yang harus diantisipasi, maka perlu ditentukan sekaligus segmentasi yang dipilih dan seberapa besar target pasar yang ada. 35
36 Pengembangan segmentasi dan target akan bisa menjadi peluang baru. Kemampuan untuk melihat adanya segmentasi dan target pasar yang baru menjadi penting untuk pertumbuhan. 4. POLITIC : Faktor politik tidak dapat diabaikan dibeberapa sektor industri khususnya untuk memastikan stabilitas dan tingkat kepercayaan. Indonesia mengalami siklus 5 tahunan tentang agenda politik yaitu pemilihan wakil rakyat dan Presiden. Diluar itu masih adanya pilkada diseluruh propinsi dan kabupaten serta walikota. Hal tersebut seringkali dilihat sebagai ancaman tetapi dapat pula dilihat sebagai peluang terhadap produk dan jasa organisasi termasuk RSJ. 5. LAW : Berbagai peraturan dan regulasi pemerintah pusat dan daerah yang harus diikuti oleh RSJ menjadi penting diantisipasi untuk memastikan pemenuhan terhadap persyaratan dalam rangka menjadikan RSJ mempunyai Good Corporate Governance. 6. ENVIRONMENT : Persyaratan Lingkungan yang harus diikuti dan dipenuhi oleh RSJ menjadikan kita lebih komprehensif melihat peluang dan ancaman yang berkaitan dengan lingkungan. Bila RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang sudah memiliki fasilitas kesehatan lingkungan dan memenuhinya justru akan memberikan banyak peluang kedepannya. 7. SUPPLIER : Antisipasi terhadap supplier baik berkaitan dengan SDM medis dan non medis, peralatan medis, supplies medis serta infrastruktur harus menjadi perhatian manajemen rumah sakit. Khususnya SDM medis yang masih terbatas dan pertumbuhan rumah sakit yang pesat menjadi tantangan tersendiri. Peralatan medis yang notabene teknologinya dimiliki oleh produsen dan terus berkembang dengan pesat perlu disiasati untuk membantu pengembangan RSJ. Kompetensi dan kinerja dari para supplier yang harus menjadi bahan dalam seleksi dan evaluasi supplier termasuk supplier SDM dan infrastruktur. 8. SOCIETY : Faktor terakhir yaitu Sosial Masyarakat yang perlu dicermati adalah nilai tambah yang diberikan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dalam menjalankan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat sekitarnya. Faktor sosial masyarakat bisa menjadi peluang bila mampu mensiasatinya akan tetapi dibeberapa industri menjadi ancaman yang bisa menyebabkan organisasi berhenti beroperasi. 36
37 37
38 Analisa BCG Matrix : Analisa ini mempertajam status setiap jasa dalam RSJ Prof.Dr.Soerojo dan pergerakan yang akan dituju dan tindak perbaikan yang mau dilakukan untuk menuju pada posisi baru yang lebih menguntungkan dan berdaya saing. Analisa BCG Matrix - MEDIS ANALISA BCG Matrix NON MEDIS 38 38
39 3.3.3 Analisa Persaingan Industri : Analisa Persaingan Industri untuk melihat sebesar apa daya tawar pelanggan, ancaman pendatang baru, daya tawar supplier, ancaman pengganti pelayanan Keswa dan tingkat rivalitas dalam persaingan dalam Rumah Sakit Jiwa Analisa Value Chain : Analisa Value Chain memberikan gambaran urutan proses bernilai tambah yang terjadi di dalam RSJ Prof.Dr.Soerojo mulai dari Nilai Pelayanan Inti dan Nilai Penawaran kepada target pasar dimana membutuhkan juga Jejaring Pelayanan yang merupakan mitra kerja dan regulator untuk memberikan layanan terbaik kepada pasien, keluarga dan masyarakat
40 Analisa Ansoff Matrix : Analisa Ansoff Matrix membantu memetakan antara Service (Baru dan Lama) dan Pasar (Baru dan Lama) dan kegerakan yang akan dilakukan dalam rangka menggeser dan memperkuat posisi dan penetrasi kepada pasar termasuk perbaikan/pengembangan service baru. ANALISA ANSOFF - MEDIS ANALISA ANSOFF NON MEDIS 40
41 3.4. Benchmarking Dalam manuver strategis menuju Visi dari RSJ Prof.Dr. Soerojo maka ada beberapa yang rumah sakit jiwa yang menjadi bencmarking karena merupakan rumah sakit jiwa yang mempunyai keunggulan dibidang tertentu. Rumah Sakit Jiwa yang menjadi benchmarking adalah : 1. Institute of Mental Hospital, Singapore Keunggulan : Rumah sakit tersebut berfokus pada pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja berbasis komunitas. 2. Yuli Hospital, Department of Health, Taiwan, ROC Keunggulan : Sistem Pembiayaan untuk Kesehatan Jiwa dari Pemerintah Taiwan memberikan jaminan mulai dari pasien masuk sampai pasien kembali ke komunitas masyarakat yang tertata secara holistik baik kebutuhan kesehatan, sosial dan finansialnya. Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian dari Rumah Sakit tersistem secara berkesinambungan sehingga banyak menghasilkan riset-riset kesehatan jiwa dan teknologi. Pendekatan secara Preventif, Promotif, Kuratif, dan Rehabilitatif sudah berjalan dalam suatu sistem dibawah Kementerian Kesehatan tanpa lintas Kementerian/Lembaga. Pemerintah sudah memberikan kesejahteraan dengan layak bagi para profesional medis sehingga mereka bisa mendedikasikan profesionalisme secara maksimal dalam pelayanan Kesehatan Jiwa. 3. Rumah Sakit Pendidikan UKM Malaysia Keunggulan : Pemerintah menyediakan kesejahteraan yang jelas dan layak bagi para profesional medis sehingga mereka lebih memberikan mutu dan tingkat layanan kesehatan jiwa secara maksimal (tidak adanya Fee for Service). Ada suatu ketentuan Manajemen Rumah Sakit kepada tenaga medis untuk mengalokasikan 30% waktu untuk Penelitian sehingga produktivitas Penelitian menjadi tinggi. Teamwork Rumah Sakit berjalan dengan produktivitas dan kinerja yang tinggi berlandaskan Sistem Manajemen Mutu. 3.5 Analisa SWOT Analisa SWOT dilakukan untuk Pelayanan, Pendidikan & Penelitian, SDM dan Sarpras & Keuangan atas masukkan dari Analisa Makro dan Analisa Bisnis dengan beberapa manajemen tools seperti BCG Matrix, Analisa Persaingan, Analisa Value Chain, Analisa Ansoff Matrix. Opportunity (Faktor Peluang Eksternal) 1 Meningkatnya permasalahan kesehatan jiwa anak dan remaja di masyarakat 2 Pengembangan pelayanan akibat pergeseran pola penyakit dan perkembangan teknologi kedokteran meningkat 3 Program pembiayaan jaminan kesehatan oleh pemerintah Threats (Faktor Ancaman Internal) 1 Regulasi tentang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan terkait dengan globalisasi dan pasar bebas (AFTA 2015) 2 Makin berkurangnya subsidi anggaran dari pemerintah 3 Belum adanya alokasi pembiayaan untuk pasien yang tidak tertanggung dalam jaminan 41
42 Opportunity (Faktor Peluang Eksternal) 4 Regulasi pengelolaan aset melalui kerjasama dengan pihak 3 5 Meningkatnya kebutuhan lahan praktek dari Institusi Pendidikan 6 Meningkatnya kebutuhan kerja sama antara Institusi Pendidikan dan Rumah Sakit untuk penelitian & pengembangan pelayanan Kesehatan Jiwa Threats (Faktor Ancaman Internal) kesehatan nasional 4 Meningkatnya tuntutan hak konsumen terhadap mutu pelayanan 5 Belum adanya regulasi yang komprehensif dalam implementasi preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang sudah berjalan dalam suatu sistem di bawah Kementerian Kesehatan tanpa lintas Kementerian/ Lembaga Strength (Faktor Kekuatan Internal) Weakness (Faktor Kelemahan Internal) 1 Pusat rujukan nasional kesehatan jiwa dengan unggulan kesehatan jiwa anak dan remaja berbasis komunitas 1 Belum optimalnya penatausahaan barang milik negara dan pemanfaatan aset 2 Fleksibilitas pengelolaan keuangan 2 Belum adanya budaya kerja yang bersifat kompetitif 3 Memiliki produk layanan yang spesifik, 3 Belum lengkapnya kompetensi sub spesialistik komprehensif dan terintegrasi sesuai Kedokteran Jiwa kebutuhan masyarakat 4 Tersedianya aset rumah sakit yang potensial 4 Tingginya biaya pemeliharaan aset rumah sakit untuk dimanfaatkan 5 Telah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan afiliasi Bidang Kedokteran Jiwa 6 Tersedianya SDM yang berkomitmen untuk mendukung visi Rumah Sakit 7 Meningkatnya permintaan masyarakat dan institusi untuk assesment dan brain assesment kesehatan jiwa terpadu 8 Terbentuknya jejaring pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan primer 5 Belum adanya blue print penelitian sehingga belum ada hasil riset yang dapat meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa 6 kurangnya pemahaman dan ketajaman analisis beban kerja dalam penyusunan kebutuhan SDM 7 Belum optimalnya budaya penerapan patient safety di rumah sakit 8 Kurangnya montoring dan evaluasi dari masingmasing unit kerja terhadap SPO dan SPM 9 Belum diterapkannya kebijakan reward dan konsekuensi secara jelas terhadap penghargaan tenaga profesional 42
43 3.6 Diagram Kartesius Pilihan Prioritas Strategis Diagram Kartesius dilakukan untuk Pelayanan, Pendidikan & Penelitian, SDM dan Sarpras & Keuangan. Dari Kartesius yang dihasilkan akan menjadi masukkan untuk penentuan langkah strategis dari masing-masing direktorat. Diagram Kartesius : Analisis Grafik Kartesius : Dari analisis diagram kartesius tampak bahwa posisi total nilai kelemahan melebihi total nilai kekuatan dan total nilai peluang melebihi total nilai ancaman. Posisi bersaing jatuh pada kuadran II, yakni terbentuk oleh potongan sumbu vertikal positif (peluang usaha) dan potongan sumbu horisontal negatif (kelemahan), sehingga langkah strategis yang akan diambil yaitu memfokuskan arah pengembangannya di masa mendatang untuk menjaga kestabilan organisasi atau penguatan mutu kelembagaan. Artinya, prioritas strategis untuk investasi penyempurnaan dan penataan kemampuan organisasi, kemampuan sistem manajemen, sistem informasi manajemen rumah sakit, proses bisnis, dan membangun budaya organisasi. Langkah strategis yang akan diambil dari Direktorat Medik dan Keperawatan adalah memfokuskan arah pengembangan produk pelayanan kesehatan jiwa yang holistik dan terpadu berbasis kepada hasil penelitian (evidence base medicine) yang akan dijalankan mulai tahun Mengembangkan inovasi dan kreativitas produk-produk sub spesialistik sesuai kekhususan berbasis tim kerja. Langkah strategis yang akan diambil dari Direktorat SDM dan Pendidikan adalah investasi penyempurnaan dan penataan kemampuan SDMnya dalam rangka menuju ke pasar bebas ASEAN. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dipraktekkan dalam pelayanan kesehatan akan digunakan 43 43
44 untuk menyusun materi pendidikan dan. Selain itu, posisi bersaing di kuadran II menunjukkan dimana masih besarnya peluang yang ada di pasar yang bisa diraih tetapi di internal RSJS harus melengkapi sarana prasarana, topik pendidikan dan berbasis best practice pelayanan. Bahkan best practice pelayanan ini akan bisa ditawarkan pada institusi lain yang bisa mendatangkan pendapatan bagi RSJS. Langkah strategis yang akan diambil dari Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum adalah mengoptimalkan besarnya peluang di pasar yang bisa dilayani oleh sarpras RSJS (misalnya layanan kesling, layanan SIRS), tetapi internal RSJS harus memperkuat baik dari sisi jenis layanan, pemasaran, infrastruktur, dan kemampuan SDM untuk melayani pihak eksternal. Selain itu, perlu memperkuat sistem aplikasi (SIRS) pengelolaan keuangan yang terintegrasi mulai dari front office hingga back office. 3.7 Analisa TOWS : Analisa TOWS akan membantu untuk memanfaatkan kekuatan yang ada di RSJS dalam rangka meraih peluang yang ada dan sekaligus mengatasi berbagai ancaman. Pada saat yang bersamaan mencoba meminimalkan kelemahan untuk mengisi peluang. Strength Weakness (Faktor Kekuatan Internal) (Faktor Kelemahan Internal) 1 Pusat rujukan nasional kesehatan jiwa dengan unggulan kesehatan jiwa anak dan remaja berbasis komunitas 1 Belum optimalnya penatausahaan barang milik negara dan pemanfaatan aset 2 Fleksibilitas pengelolaan keuangan 2 Belum adanya budaya kerja yang bersifat kompetitif 3 Memiliki produk layanan yang 3 Belum lengkapnya kompetensi spesifik, komprehensif dan sub spesialistik Kedokteran terintegrasi sesuai kebutuhan Jiwa masyarakat 4 Tersedianya aset rumah sakit yang 4 Tingginya biaya pemeliharaan potensial untuk dimanfaatkan aset rumah sakit 5 Telah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan afiliasi Bidang Kedokteran Jiwa 6 Tersedianya SDM yang berkomitmen untuk mendukung visi Rumah Sakit 5 Belum adanya blue print penelitian sehingga belum ada hasil riset yang dapat meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa 6 kurangnya pemahaman dan ketajaman analisis beban kerja dalam penyusunan kebutuhan SDM 7 Belum optimalnya budaya penerapan patient safety di rumah sakit 8 Kurangnya montoring dan evaluasi dari masing-masing unit kerja terhadap SPO dan SPM Opportunity (Faktor Peluang Eksternal) 1 Meningkatnya permintaan masyarakat dan institusi untuk assesment dan brain assesment Strategy Strength Opportunities (Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang) 1 Peningkatan jejaring pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan primer, sekunder dan masyarakat Strategy Weakness Opportunities (Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk mengisi peluang) 1 Pengembangan mutu pelayanan berbasis penelitian 44
45 kesehatan jiwa terpadu Opportunity (Faktor Peluang Eksternal) 2 Meningkatnya permasalahan kesehatan jiwa anak dan remaja di masyarakat 3 Pengembangan pelayanan akibat pergeseran pola penyakit dan perkembangan teknologi kedokteran meningkat 4 Program pembiayaan jaminan kesehatan oleh pemerintah 5 Regulasi pengelolaan aset melalui kerjasama dengan pihak 3 6 Meningkatnya kebutuhan lahan praktek dari Institusi Pendidikan 7 Meningkatnya kebutuhan kerja sama antara Institusi Pendidikan dan Rumah Sakit untuk penelitian & pengembangan pelayanan Kesehatan Jiwa 8 Terbentuknya jejaring pelayanan kesehatan jiwa di pelayanan primer Strategy Strength Opportunities (Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang) 2 Rujukan nasional dalam pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja berbasis komunitas 3 Pengembangan sistem Pendidikan dan Penelitian Kesehatan Jiwa 4 Penerapan Good Clinical Governance dan Good Corporate Governance Strategy Weakness Opportunities (Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk mengisi peluang) 2 Pengembangan pendidikan dan berbasis hasil riset 3 Penerapan tata kelola keuangan yang baik dan produktivitas aset 4 Peningkatan Kompetensi SDM sesuai kebutuhan organisasi dalam mencapai visi rumah sakit 5 Penerapan SIRS yang Terintegrasi Threats Strategy Strength Threats Strategy Weakness Threats (Faktor Ancaman Internal) (Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman) (Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman) 1 Regulasi tentang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan terkait dengan globalisasi dan pasar bebas (AFTA 2015) 2 Makin berkurangnya subsidi anggaran dari pemerintah 3 Belum adanya alokasi pembiayaan untuk pasien yang tidak tertanggung dalam jaminan kesehatan nasional 4 Meningkatnya tuntutan hak konsumen terhadap mutu pelayanan 5 Belum diterapkannya kebijakan reward dan konsekuensi secara jelas terhadap penghargaan tenaga profesional 6 Belum adanya regulasi yang komprehensif dalam implementasi preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang sudah berjalan dalam suatu sistem di bawah Kementerian Kesehatan tanpa lintas Kementerian/ Lembaga 1 Pengembangan produk layanan subspesialistik yang berorientasi pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) 2 Penerapan fleksibilitas pengelolaan keuangan secara optimal 1 Peningkatan Efisiensi Anggaran 2 Peningkatan budaya caring dalam peningkatan unjuk kinerja organisasi 45
46 3.7.A Fokus Pelayanan Medik & Keperawatan Fokus Pelayanan Keswa Terpadu dan Holistik yang harus menjadi prioritas dari Direktorat Medik dan Keperawatan bersama dengan seluruh jajarannya dalam periode Rencana Strategis Bisnis dengan berbagai terobosan yang sudah diidentifikasi sehingga akan menjadi manuver strategis dalam rangka meningkatkan daya saing pelayanan dan memberikan layanan terbaik buat pasien dan keluarga serta masyarakat. Tampak ada 3 Terobosan yang teridentifikasi adalah : 1. Meningkatkan Fungsi Pemasaran, secara proaktif dan konsisten yang didukung dengan tim kerja yang kompeten, sistem manajemen, program kerja (action plan) serta anggaran yang tepat guna untuk membangun kesadaran masyarakat, proaktif masuk ke tiap segmen potensial. 2. Meningkatkan Pelayanan Klinis berbasis psiko neuro, psiko endokrin, psiko imuno biologi, dan vasculer surgery. 3. Memperkuat pelayanan trauma centre yang difokuskan pada pemulihan kesehatan jiwa paska bencana (Disaster Recovery). 3.7.B Fokus Pendidikan & Penelitian Fokus Penelitian Penyusunan Cetak Biru (Blue Print) Penelitian harus dibuat sebagai lompatan strategis ke depan dan menjadi motor pengembangan RSJ Prof.Dr. Soerojo baik dari sisi medis terpadu maupun keperawatan. Pelaksanaan penelitian berdasarkan cetak biru (Blue Print) tersebut, harus memperoleh hasil penelitian yang mampu menunjang tercapainya visi RSJ Prof. Dr. Soerojo. Fokus Pendidikan dari RSJ Prof.Dr. Soerojo menyediakan pendidikan Keswa terpadu bagi peserta didik (medik, keperawatan dan non medik), profesional dan masyarakat umum. Perbaikan infrastruktur dan materi serta tenaga pengajar menjadi bagian dalam rencana strategis akan mendukung dalam pembentukan paket-paket pendidikan yang mempunyai nilai jual tinggi karena disediakannya sarana praktek lapangan di RSJ Prof.Dr. Soerojo. Pendidikan ini menjadi unggulan karena materi berdasarkan Praktek Terbaik (Best Practice) dari hasil Penelitian yang sudah diterapkan dalam layanan Keswa di Direktorat Medik dan Keperawatan sehingga pasti sudah teruji dan absah. Perkembangan Ilmu Keswa dan Keperawatan 46
47 yang sudah teruji inilah yang akan dipakai menjadi materi dalam Proses Pendidikan kepada pelanggan. 3.7.C Fokus Tata Kelola Rumah Sakit Yang Baik Pelayanan di bawah Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum mencakup pengelolaan keuangan dan pengelolaan sarana prasarana yang memenuhi tata kelola yang baik. Fokus pengelolaan keuangan akan diperkuat dengan sistem aplikasi pengelolaan keuangan (SIRS) yang mendukung transaksi dan pelaporan serta pengendalian keuangan. Fokus Sarana Prasarana yang akan ditingkatkan mencakup : a. Jasa Pelayanan SIRS : mulai dari pengembangan sistem aplikasi rumah sakit yang terintegrasi dan berbasis tata kelola yang baik untuk kebutuhan internal dan suatu saat dapat ditawarkan ke pihak eksternal. Salah satu sasaran dari SIRS yaitu meningkatkan efisiensi dan produktivitas RSJS. b. Jasa Pelayanan Kesling : yang semula untuk kebutuhan internal akan berinovasi untuk dapat melayani pihak eksternal c. Pengelolaan Aset : aset yang dimiliki RSJS akan dimanfaatkan secara lebih produktif sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku Ketiga jasa di atas diharapkan dapat menjadi tambahan sumber pendapatan bagi RSJS di bawah pengelolaan Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum. 47
48 3.8 Rancangan Peta Strategi Balanced Scorecard (BSC) Sebelum menentukan Peta Strategi dengan konsep Balanced Scorecard maka RSJ Prof. Dr.Soerojo membuat Sasaran Jangka 5 Tahun yang memberikan gambaran akan Positioning dan Perubahannya untuk menuju Visi. Sasaran Jangka 5 Tahun akan menjadi acuan dalam menyusun Peta Strategi dan Balanced Scorecard yang akan menggambarkan peta perjalanan yang akan dilalui semua jajaran dalam organisasi RSJ Prof. Dr. Soerojo. 48
49 RSJ Prof. Dr. Soerojo mempertimbangkan arah dan prioritas strategis ke depan dengan melihat peluang yang masa depan dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan yang dimiliki oleh RSJ Prof. Dr. Soerojo sampai Oleh karena itu, dalam periode RSJ Prof.Dr. Soerojo mencanangkan mempunyai Positioning sebagai National Centre of Mental Health dengan fokus unggulan strategis : 1. Penelitian dari Cetak Biru (Research by Blue Print) 2. Pelayanan Keswa Holistik (Holistic Mental Health Services) 3. Pendidikan Hasil Praktek Keswa (Mental Health Best Practice Learning) Sedangkan dalam periode RSJ Prof.Dr. Soerojo berencana membangun prioritas strategis dengan Positioning yang lebih global sebagai ASEAN Mental Health Services UN5A8 dengan fokus unggulan strategis : 1. Penelitian Nasional Keswa (National Research of Mental Health) 2. Pelayanan Keswa Hasil Research (Mental Health Service by Research) 3. Pendidikan Hasil Praktek Keswa Nasional (National Mental Health Best Practice Learning) Bahkan RSJ Prof.Dr. Soerojo sudah mencanangkan pada periode adalah ingin menjadi ASEAN Centre of Mental Health dengan beberapa keunggulan strategis : 1. Penelitian Asean bidang Keswa (ASEAN Research of Mental Health) 2. Pelayanan Keswa Hasil Riset ASEAN (Mental Health Service by ASEAN Research) 3. Pendidikan Hasil Praktek Keswa ASEAN (ASEAN Mental Health Best Practice Learning) Dengan semua sumber daya yang dimiliki RSJ Prof. Dr. Soerojo sekarang (SDM, Infastruktur, Sistem Manajemen, Sistem Informasi) akan mewujudkan ketiga tahapan besar yang menjadi arah strategis dan Positioning-nya dengan melaksanakan Rencana Strategis Bisnis secara berkesinambungan selama 5 tahun mulai Sasaran Finansial dari RSJ Prof. Dr. Soerojo untuk 5 Tahun kedepan terdiri dari kontribusi pendapatan Direktorat Medik & Keperawatan, Direktorat SDM & Pendidikan, Direktorat Keuangan & Administrasi. Sasaran Pendapatan Direktorat Medik & Keperawatan 49
50 Sasaran Pendapatan Direktorat SDM & Pendidikan Sasaran Pendapatan Direktorat Keuangan & Administrasi Peta strategi menjadi penting bagi RSJ Prof. Dr. Soerojo karena akan menggambarkan manuver aktivitas utama dan penting yang harus dijalankan oleh berbagai fungsi dalam masing-masing Direktorat. Dengan demikian maka masing-masing fungsi tahu peran dan kontribusinya untuk terlibat dalam proses penerapan Peta Strategi dan upaya mencapai Balanced Scorecard-nya. 50
51 Menjadi Pusat Unggulan Pelayanan dan Pendidikan Secara Holistik di Tingkat Nasional 2015 dan ASEAN 2018 (UN5A8) Perspektif Stake Holders Terwujudnya Kepuasan Stake Holders Perspektif Keuangan Terwujudnya Peningkatan Pendapatan Perspektif Proses Bisnis Internal Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Terwujudnya Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Best Practice dari Pelayanan Terwujudnya Penerapan Proses Bisnis Terintegrasi Terwujudnya Kemitraan Strategis dengan Institiusi dan Masyarakat Dalam Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian Terwujudnya Efisiensi Terwujudnya Hasil Riset Berdasarkan 0 Blue Print Penelitian Terwujudnya Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien (Good Clinical Governance) Terwujudnya Standar Mutu Pendidikan dan Pelatihan Terwujudnya Tata Kelola Organisasi yang Baik (Good Corporate Governance) Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Terwujudnya SIM RS Terintegrasi Terwujudnya Budaya Kerja Nilai-Nilai Organisasi Tersedianya SDM yang Kompeten Kebutuhan Organisasi Terwujudnya Keandalan Sarana dan Prasarana 51
52 Penjelasan Peta Strategi Balanced Scorecard RSJ Prof.Dr. Soerojo : Peta strategi BSC menggambarkan jalinan sebab akibat berbagai sasaran strategis yang dikelompokkan dalam perspektif keuangan, stakeholder, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menggambarkan bahwa terwujudnya SIMRS yang terintegrasi, kompetensi SDM sesuai kebutuhan organisasi, dan optimalisasi sarana prasarana menyebabkan terwujudnya organisasi dengan budaya pelayanan berdasarkan nilai-nilai organisasi. Dengan organisasi yang memiliki budaya pelayanan siap menjalankan proses bisnis internal. Dari perspektif proses bisnis internal menggambarkan terwujudnya pengembangan layanan holistik yang inovatif (kesehatan jiwa anak remaja dan Consultation Liasion Pschiatry (CLP)), terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice pelayanan kesehatan, serta terwujudnya kemitraan strategis dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian dengan institusi dan masyarakat. Untuk mewujudkan 3 sasaran strategis proses bisnis internal di atas maka RSJS memperkuat proses bisnis terintegrasi untuk dilaksanakan oleh setiap unit kerja. Proses bisnis internal harus didukung oleh : 1. Hasil riset berdasarkan blue print penelitian 2. Mutu pelayanan dan keselamatan pasien 3. Standar mutu pendidikan dan 4. Tata kelola organisasi yang baik Perwujudan dari 3 sasaran strategis dalam proses bisnis internal akan mewujudkan tingkat kepuasan stakeholders (karyawan, pasien, dan peserta didik). Secara finansial, RSJS akan dapat mewujudkan peningkatan pendapatan dan efisiensi. Terwujudnya kepuasan stakeholder di perspektif stakeholder menyebabkan terwujudnya pusat unggulan pelayanan dan pendidikan kesehatan jiwa secara holistik di tingkat Nasional 2015 dan ASEAN 2018 (UN5A8) 52
53 No 1 BAB IV INDIKATOR KINERJA UTAMA DAN PROGRAM KERJA STRATEGIS Penjelasan ukuran kinerja utama dan target ukuran kinerja utama yang hendak dicapai untuk mengawal kemajuan pencapaian visi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang pada kurun waktu ; matriks indikator kinerja utama sebagai barometer kemajuan perwujudan suatu sasaran strategis, penjelasan terperinci terkait indikator kinerja utama; program kerja strategis Matriks IKU Berikut ini indikator kinerja utama (IKU) yang dituju untuk setiap sasaran strategis. Sebuah IKU menunjukkan kemajuan perwujudan suatu sasaran strategis. Sebuah sasaran strategis dapat mempunyai lebih dari satu jenis IKU. IKU dan targetnya dapat digunakan untuk mengukur status kemajuan pencapaian strategis, baik dari segi masukan (input), proses, keluaran (output) dan hasil (outcome) dari suatu sasaran strategis. Untuk setiap IKU yang teridentifikasi ditentukan besar bobotnya. Bobot IKU menyatakan tingkat kepentingan IKU tersebut terhadap pencapaian visi dan total penjumlahan bobot semua IKU bernilai 100%. SASARAN STRATEGIS PERSPEKTIF KEUANGAN Terwujudnya peningkatan pendapatan 2 Terwujudnya efisiensi PERSPEKTIF PELANGGAN Terwujudnya Kepuasan Stake Holder IKU PIC Bobot Satuan Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi Rasio Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Kepuasan Pelanggan PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL Jumlah produk layanan Terwujudnya Inovasi inovatif Pelayanan Holistik kesehatan jiwa anak dan remaja Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psikiatri (CLP) Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan Jumlah penambahan kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan Dir. Keuangan dan Adm. Umum Dir. Keuangan dan Adm. Umum Dir. SDM dan Pendidikan Dir. Medik dan Keperawat an Dir. Medik dan Keperawat an Dir. Medik dan Keperawat an Dir. SDM dan Pendidikan Dir. Medik dan Keperawat an Dir. Sdm dan Pendidikan Baseline 2014 TARGET IKU Per Tahun ,00% % 100% 100% 100% 100% 100% 10,00% % 69% 69% 69% 69% 69% 69% 5,00% % ,00% # ,00% # ,00% # % # % # % # 5% 5% 5% 5% 5% 53
54 No SASARAN STRATEGIS Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) Terwujudnya standar mutu pendidikan dan Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) IKU PIC Bobot Satuan masyarakat pendidikan dan penelitian Maksimum temuan setiap hasil audit Jumlah Hasil Riset dari Blue Print Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Direktur Utama Dir. SDM dan Pendidikan Dir. Medik dan Keperawat an Dir. Medik dan Keperawat an Dir. SDM dan Pendidikan Direktur Utama PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN Prosentase Terwujudnya budaya Hasil Penilain Direktur kerja sesuai nilai-nilai Nilai Nilai Utama organisasi Organisasi Terwujudnya SIM RS terintegrasi Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM Minimum Prosentase OEE Dir. Keuangan dan Adm. Umum Dir. SDM dan Pendidikan DirMedik & Kep, Dirkeu, Dir SDM&Pen didikan Baseline 2014 TARGET IKU Per Tahun % % % # % % % % % # % % 91, ,50% % ,50% ,5% % ,50%
55 4.2. Kamus IKU Untuk setiap IKU yang teridentifikasi disusun suatu penjelasan tentang IKU, informasi periode pelaporan IKU, formula IKU, bobot IKU, penanggung jawab suatu IKU, sumber data, dan target tiap tahun. Perspektif Keuangan Sasaran Strategis Terwujudnya Peningkatan Pendapatan IKU Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi pendapatan Definisi operasional Perbandingan pencapaian pendapatan terhadap proyeksi pendapatan Formula Pencapaian Pendapatan Tahun Berjalan Proyeksi Pendapatan Tahun Berjalan Bobot IKU (%) 10% Person In Charge Direktur Keuangan dan Administrasi Umum Sumber Data Laporan Keuangan Periode Laporan Tahunan Target % 100% 100% 100% 100% Kepuasan Pelanggan Perspektif Sasaran Strategis Judul KPI Dimensi Mutu Tujuan Definisi operasional Frekuensi Pengumpulan Data Periode Analisa Numerator Denominator Formula Customer Terwujudnya Kepuasan Pelanggan Kepuasan Pelanggan (KP) Efektivitas dan Mutu Pelayanan Terselenggaranya pelayanan di semua unit yang mampu memberikan kepuasan pelanggan Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap jasa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh RS. Kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila pelayanan yang diberikan sesuai atau melampaui harapan pelanggan. Hal ini dapat diketahui dengan melakukan survey kepuasan pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dengan mengacu pada kepuasan pelanggan berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pengukuran IKM dilaksanakan di lokasi layanan sesuai dengan metode dan ketentuan sebagimana diatur dalam pedoman umum penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat unit layanan instansi pemerintah (KEP/25/M.PAN/2/2004). tahunan 1 tahun Hasil Penilaian IKM Skala Maksimal Nilai IKM Hasil Penilaian IKM x 100% Skala Maksimal Nilai IKM Bobot KPI 5% Sumber Data Hasil Survey Standar 85% 55
56 Kriteria Penilaian PIC Kepuasan Pelanggan (KP) (%) Skor KP > < KP < < KP < KP KP 40 0 Tim Mutu Rasio Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Perspektif Sasaran Strategis IKU Definisi Formula Keuangan Terwujudnya Efisiensi Anggaran Rasio Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Perbandingan antara Pendapatan operasional PNBP dibandingkan dengan Biaya Operasional Total Pendapatan - Pendapatan APBN Total Biaya x 100% Bobot IKU (%) 10% Person In Charge Direktur Keuangan dan Adm. Umum Sumber Data Laporan Keuangan Periode Pelaporan Bulanan Target % 69% 69% 69% 69% Jumlah Pelatihan terstandar dengan minimal salah satu modul berbasis best practice. Perspektif Bisnis Proses Internal Sasaran Strategis Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice. Judul KPI Jumlah Pelatihan terstandar dengan minimal salah satu modul berbasis best practice. Dimensi Mutu Efektivitas dan Mutu Pelatihan Tujuan Terselenggaranya dengan menggunakan minimal 1 (satu) modul berbasis best practice Definisi operasional Pelaksanaan terstandar dengan menggunakan minimal 1 (satu) modul yang disusun berbasis best practice. Frekuensi Pengumpulan Data 1 (satu) kali setahun Periode Analisa 1 (satu) tahun Numerator - Denominator - Formula - Bobot KPI 7.5 % Sumber Data Instalasi Pendidikan dan Penelitian Standar 1 Kriteria Penilaian - PIC Instalasi Pendidikan dan Penelitian 56
57 Jumlah produk pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja Perspektif Internal Bisnis Proses Sasaran Strategis Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik IKU Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaj Definisi Jumlah Layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja adalah layanan yang dikembangkan oleh RS dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan jiwa anak dan remaja secara lebih spesifik dan memiliki daya saing / keunggulan Formula Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja yang dikembangkan setiap tahunnya Bobot IKU (%) 4% Person In Charge Direktur Medik dan Keperawatan Sumber Data Ka SMF Periode Pelaporan 6 Bulanan Target Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) Perspektif Internal Bisnis Proses Sasaran Strategis Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik IKU Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) Definisi Layanan inovatif Consultation Liaison Psychiatri (CLP) adalah layanan yang dikembangkan oleh RS secara holistik yang lebih spesifik dan memiliki daya saing / keunggulan Formula Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) setiap tahunya Bobot IKU (%) 3% Person In Charge Direktur Medik dan Keperawatan Sumber Data Ka SMF Periode Pelaporan 6 Bulanan Target Perspektif Internal Bisnis Proses Sasaran Strategis Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik IKU Jumlah produk pelayanan Psychiatri Forensik Definisi pelayanan Psychiatri Forensik adalah pelayanan ekspertise psikiatri pada konteks hukum baik pidana, perdata, administrasi terutama pada konsultasi klinis yang berhubungan dengan area penilaian tingkat resiko. Formula Jumlah produk pelayanan Psychiatri Forensik setiap tahun Bobot IKU (%) 3% Person In Charge Direktur Medik dan Keperawatan Sumber Data Ka SMF Periode Pelaporan 6 Bulanan 57
58 Target Penambahan jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Perspektif Internal Bisnis Proses Sasaran Strategis Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian IKU Penambahan jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Definisi Penambahan jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan adalah penambahan jumlah kemitraan yang meliputi institusi (Puskesmas, Rumah Sakit, sekolah, kelurahan, Pemda) Formula Jumlah penambahan kemitraan dalam satu tahun Bobot IKU (%) 5% Person In Charge Direktur Medik dan Keperawatan Sumber Data Inst KESWAMAS Periode Pelaporan 6 Bulanan Target Capaian Indikator Mutu Klinik Perspektif Internal Bisnis Proses Sasaran Strategis Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) IKU Capaian Indikator Mutu Klinik Definisi Capaian Indikator Mutu Klinik adalah capaian indikator mutu klinik yang ada dalam indikator kinerja direktur utama di tahun berjalan Formula Skor total realisasi indikator mutu klinik Bobot IKU (%) 5% Person In Charge Direktur Medik dan Keperawatan Sumber Data Masing=masing instalasi Periode Pelaporan 6 Bulanan Target % 84% 86% 88% 90% Capaian Indikator Mutu Manajerial Perspektif Internal Bisnis Proses Sasaran Strategis Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) IKU Capaian Indikator Mutu Manajerial Definisi Capaian Indikator Mutu Manajerial adalah capaian indikator mutu manajerial yang ada dalam indikator kinerja direktur utama di tahun berjalan Formula Skor total realisasi indikator mutu klinik Bobot IKU (%) 5% Person In Charge Direktur Medik dan Keperawatan 58
59 Sumber Data Periode Pelaporan Target Masing=masing instalasi 6 Bulanan % 84% 86% 88% 90% Prosentase implementasi pendidikan berbasis hasil riset yang dilaksanakan sesuai blue print pada tahun berjalan Perspektif Internal Bisnis Proses Sasaran Strategis Terwujudnya Pendidikan dan Penelitian berbasis hasil riset (Best Practice) IKU Prosentase implementasi pendidikan berbasis hasil riset yang dilaksanakan sesuai blue print pada tahun berjalan Definisi Kegiatan pendidikan yang materinya berdasarkan best practice/ hasil penelitian keswa dan telah diaplikasikan dalam pelayanan keswa terpadu Formula Jumlah materi pendidikan yang didasarkan pada best practice Bobot IKU (%) 7,5% Person In Charge Direktur SDM dan Pendidikan Sumber Data 1. Bagian Diklit 2. Instalasi Diklat dan Litbang Periode Pelaporan Tahunan Target Jumlah yang memliki Kurikulum Terstandar Perspektif Bisnis Proses Internal Sasaran Strategis Terwujudnya standar mutu pendidikan dan Judul KPI Jumlah yang memliki Kurikulum Terstandar Dimensi Mutu Efektivitas dan Mutu Pelatihan Tujuan Memiliki dengan kurikulum terstandar Definisi operasional Proses penyusunan kurikulum yang terstandar mengacu ketentuan BPPSDMKes Frekuensi Pengumpulan Data 1 (satu) kali setahun Periode Analisa Tahunan Numerator - Denominator - Formula - Bobot KPI Sumber Data Instalasi Pendidikan dan Penelitian Standar 1 Kriteria Penilaian - PIC Instalasi Pendidikan dan Penelitian Jumlah Hasil Riset dari Blue Print Perspektif Sasaran Strategis Judul KPI Dimensi Mutu Tujuan Definisi operasional Bisnis Proses Internal Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian Jumlah Hasil Riset dari Blue Print Efektivitas dan Mutu Penelitian Terlaksananya penelitian sesuai blue print. Kegiatan penelitian yang dilaksanakan dan diselesaikan dengan berdasarkan 59
60 blue print RSJS Magelang Frekuensi Pengumpulan Data 1 (satu) kali setahun Periode Analisa Tahunan Numerator - Denominator - Formula - Bobot KPI Sumber Data Instalasi Pendidikan dan Penelitian Standar 1 Kriteria Penilaian - PIC Instalasi Pendidikan dan Penelitian Prosentase Hasil Penilaian Nilai Nilai Organisasi Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Sasaran Strategis Terwujudnya budaya kerja sesuai nilai-nilai organisasi Judul KPI Prosentase Hasil Penilaian Nilai Nilai Organisasi Dimensi Mutu SDM yang berintegritas dan profesional sesuai nilai nilai organisasi Tujuan Terintegrasinya budaya kerja dan nilai organisasi pada setiap pegawai Definisi operasional Kegiatan yang mengintegrasikan budaya kerja RSJ Prof. dr. Soerojo ke dalam aktifitas organisasi sesuai nilai nilai organisasi, yang meliputi Kerendahan Hati, Kebersamaan, Keterbukaan, Kejujuran dan Integritas. Frekuensi Pengumpulan Data 1 (satu) kali setahun Periode Analisa Tahunan Numerator Jumlah pegawai yang mengadopsi budaya kerja sesuai nilai nilai organisasi Denominator Jumlah pegawai di unit kerja terkait Formula Bobot KPI 2,5 % Sumber Data Bagian Sumber Daya Manusia Standar 60 % Kriteria Penilaian - PIC Bagian Sumber Daya Manusia Prosentase pemenuhan Kompetensi SDM di unit kerja Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Sasaran Strategis Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi Judul KPI Prosentase pemenuhan Kompetensi SDM di unit kerja Dimensi Mutu SDM yang berintegritas dan profesional Tujuan Tersedianya SDM yang kompeten di setiap unit kerja Definisi operasional Adalah kegiatan untuk memenuhi gap kompetensi SDM di sebuah unit kerja di RSJS Magelang Frekuensi Pengumpulan Data 1 (satu) kali setahun Periode Analisa Tahunan Numerator Jumlah pegawai yang memenuhi kompetensi Denominator Jumlah pegawai di unit kerja terkait Formula Bobot KPI 2,5 % Sumber Data Bagian Sumber Daya Manusia Standar 65 % Kriteria Penilaian - PIC Bagian Sumber Daya Manusia 60
61 Prosentase pencapaian kompetensi SDM rspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Sasaran Strategis Terwujudnya kompetensi SDM sesuai kebutuhan organisasi IKU Prosentase pencapaian kompetensi SDM Definisi Banyaknya kegiatan yang dilakukan untuk peningkatan kompetensi SDM berdasar perencanaan Formula Jumlah kegiatan yang dilakukan untuk peningkatan kompetensi SDM Bobot IKU (%) 2,5% Person In Charge Direktur SDM dan Pendidikan Sumber Data 1. Bagian Diklit 2. Instalasi Diklat dan Litbang Periode Pelaporan Tahunan Target Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Perspektif Internal Proses Bisnis Sasaran Strategis Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) IKU Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Definisi Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan meliputi kinerja keuangan, pelayanan, dan mutu manfaat Formula Skor total realisasi indikator kinerja RS BLU Bobot IKU (%) 5% Person In Charge Direktur Utama Sumber Data Laporan Instalasi SIRS, Laporan Keuangan Periode Pelaporan Tahunan Target Jumlah modul manajemen yang terintegrasi Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Sasaran Strategis Terwujudnya SIM RS terintegrasi IKU Jumlah modul manajemen yang terintegrasi Definisi Perwujudan modul/ system aplikasi system informasi berbasis enterprise resource planning Formula Jumlah modul manajemen Sistem Informasi yang dihasilkan Bobot IKU (%) 2,5% Person In Charge Direktur Keuangan dan Administrasi Umum Sumber Data Laporan Instalasi SIRS Periode Pelaporan Tahunan Target
62 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Sasaran Strategis Terwujudnya keandalaan sarana prasarana IKU Minimum prosentase OEE Definisi Presentase prasarana yang memenuhi OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang mencakup tiga aspek yaitu ketersediaan, kinerja dan atau kualitas. Ketersediaan (Ke) adalah jumlah hari alat beroperasi dibagi jumlah hari kerja Kinerja (Ki) adalah kemampuan yang ada dibagi kemampuan tersedia Kualitas (Ku) adalah jumlah unit produk baik yang berhasil diproduksi dibanding dengan total jumlah unit produk yang dihasilkan. Formula OEE = Ke x Ki x Ku Bobot IKU (%) 2,5% Person In Charge Direktur Keuangan dan Administrasi Umum Sumber Data Kartu Kendali Pemeliharaan Alat Kartu Asset Dokumen Procurement Periode Pelaporan Tahunan Target
63 4.3. Program Kerja Strategis NO SASARAN STRATEGIS PERSPEKTIF KEUANGAN 1 Terwujudnya peningkatan pendapatan IKU Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi 2 Terwujudnya efisiensi Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional PERSPEKTIF PELANGGAN 3 Terwujudnya Kepuasan Stake Holder Kepuasan Pelanggan PERSPEKTIF INTERNAL PROSES BISNIS 4 Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psikiatri (CLP) PROGRAM KERJA Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - SDM internal - Institusi jejaring (keperawatan dan psikologi) Pengembangan pelayanan holistic care: 1. Learning Diffuculties, 2, Autism Pengembangan pelayanan holistic care: 1. Psikogeriatri, 2, Psiko Gastroenterologi anxietas Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - SDM internal - BPJS Pengembangan pelayanan holistic care: 1. Addiction, 2. ADHD Pengembangan pelayanan Psiko endokrin: tiroid, Hormonal, Diabetes Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - SDM internal - Ditjen BUK Pengembangan pelaynan Conduct Disorder: Permasalahan remaja- (dalam keluarga) Pengembangan pelayanan Psiko endokrin: tiroid, Hormonal, Diabetes Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - BPJS - Institusi jejaring (kedokteran dan non medis) Pengembangan pelayanan Conduct Disorder: Permasalahan remaja- (anak jalanan) Pengembangan pelayanan holistic: Psiko neuro: kronik pain, epilepsi, infektion brain, stroke Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - BPJS - Dinas sosial / Dinas kesehatan. Pengembangan pelayanan Suicide Prevention Pengembangan pelayanan holistic: Psiko surgery 63
64 NO SASARAN STRATEGIS 5 Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan 6 Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian IKU Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan PROGRAM KERJA Pengembangan pelayanan holistic Anak dan perempuan Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang Pengembangan pelayanan holistic traficking Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang dan kabupaten magelang Pengembangan pelayanan holistic Perdata Psikotik dan retardasi mental Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang, kabupaten magelang dan tingkat karesidenan kedu Pengembangan pelayanan holistic pidana : dementia dan post stroke Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang, kabupaten magelang, tingkat karesidenan kedu dan banyumas Pengembangan pelayanan holistic Pidana : Psikotik dan retardasi mental Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang, kabupaten magelang, tingkat karesidenan kedu dan banyumas 64
65 NO SASARAN STRATEGIS IKU Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pendidikan dan penelitian PROGRAM KERJA Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) 10 Terwujudnya standar mutu pendidikan dan 11 Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Maksimum temuan setiap hasil audit Jumlah implementasi pendidikan d berbasis hasil riset Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Monitoring dan evaluasi kepatuhan terhadap standar Penetapan blue print penelitian Melaksanakan minimal 2 penelitian sesuai blue print Akreditasi KARS Menyusun kurikulum Kedaruratan Psikiatri untuk Perawat Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Monitoring dan evaluasi kepatuhan terhadap standar Penetapan blue print penelitian Melaksanakan minimal 2 penelitian sesuai blue print Monitoring dan evaluasi kepatuhan terhadap standar Penetapan blue print penelitian Melaksanakan minimal 2 penelitian sesuai blue print Monitoring dan evaluasi kepatuhan terhadap standar Penetapan blue print penelitian Melaksanakan minimal 2 penelitian sesuai blue print ISO 9001 Akreditasi JCI Peningkatan efektifitas dan konsistensi ISO 9001 dan JCI - Menyusun kurikulum employee safety dan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Menyusun kurikulum - CLP - Psikogeriatri Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Menyusun kurikulum - Neuro Psikiatri - Penilaian Kapasitas Mental Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Monitoring dan evaluasi kepatuhan terhadap standar Penetapan blue print penelitian Melaksanakan minimal 2 penelitian sesuai blue print Peningkatan efektifitas dan konsistensi ISO 9001 dan JCI Menyusun kurikulum - Non Jiwa - Forensik Psikiatri dan Psikometri Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja 65
66 NO SASARAN STRATEGIS Governance) IKU PROGRAM KERJA PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN 12 Terwujudnya budaya kerja sesuai nilai-nilai organisasi Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai Organisasi 13 Terwujudnya SIM RS terintegrasi 14 Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi 15 Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM Minimum Prosentase OEE Learning Organization (outbond) Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi RSJS 5 (Dashboard Billing) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja - Unit Pelayanan Jiwa Fisik - Unit Kamar Operasi Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Learning Organization (outbond) Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi RSJS 6 (Dashboard Keuangan) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Intensife Care Unit - Instalasi Penilaian Kapasitas Mental - Bagian Administrasi Umum Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Learning Organization (outbond) Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi RSJS 8 (Dashboard HRD) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Direktorat SDM dan Pendidikan - Instalasi Rehabilitasi Psikososial - Unit Gawat Darurat Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Learning Organization (outbond) Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi BI 1 (Management Bisnis Intelegent 1) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Bagian Keuangan - Unit Pelayanan Intensife - Bidang Keperawatan Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Learning Organization (outbond) Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi BI 2 (Management Bisnis Intelegent 2) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Instalasi di Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap 66
67 BAB V Analisa dan Mitigasi Risiko No Sasaran Strategis PIC Resiko Kemungkinan Risiko Terjadi Dampak Risiko Tingkat Risiko Warna Rencana Mitigasi Risiko PERSPEKTIF KEUANGAN 1 Terwujudnya peningkatan pendapatan Dir. Keuangan dan Adm. Umum 2 Terwujudnya efisiensi Dir. Keuangan dan Adm. Umum PERSPEKTIF PELANGGAN 3 Terwujudnya Kepuasan Stake Holder Dir. SDM dan Pendidikan Perubahan regulasi terkait pembiayaan BPJS Faktor ekonomi meliputi mulai dari kurs mata uang, daya beli pasar, pendapatan per kapita, pertumbuhan penduduk, kenaikan Tarif dasar listrik, kenaikan BBM dll bisa jadi terjadi fluktuasi dan diluar kontrol dari manajemen RSJ tetapi akan berdampak kepada kinerja termasuk peningkatan investasi, peningkatan biaya, peluang pasar yang lebih besar dll Tidak tercapainya target pendapatan untuk memenuhi biaya operasional Ketidaktepatan penyusunan program/ kegiatan dan anggaran Tingkat kepuasan stakeholders kurang kepedulian stakeholders rendah Besar Mayor Ekstrim Merah Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait Melakukan pengendalian, perencanaan, realisasi, evaluasi dan monitoring anggaran Besar Mayor Ekstrim Merah Melakukan pengendalian, perencanaan, realisasi, evaluasi dan monitoring anggaran Sedang Medium Tinggi Kuning - Identifikasi penyebab ketidakpuasan Sedang Mayor Ekstrim Merah - Membangun hubungan / komunikasi dengan stakeholders 67
68 No Sasaran Strategis PIC Resiko Kemungkinan Risiko Terjadi Dampak Risiko Tingkat Risiko Warna Rencana Mitigasi Risiko PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL 1 Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Dir. Medik dan Keperawatan 2 Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan 3 Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian Dir. SDM dan Pendidikan Dir. Medik dan Keperawatan Belum optimalnya pelayanan unggulan kesehatan jiwa anak dan remaja Kurangnya Kompetensi SDM dalam bidang pelayanan medik CLP Kurangnya Kompetensi SDM dalam bidang Psikiatri Forensik Belum memiliki best practice yang dihasilkan dari penelitian internal Komitmen SDM yang belum kuat kurangnya koordinasi lintas sektor Belum adanya unit pemasaran produk layanan rumah sakit Semua institusi pendidikan di sekitar RSJS telah menjadi mitra Besar Mayor Moderate Merah Koordinasi dan optimalisasi Tim Kerja pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja Besar Medium Tinggi Kuning Peningkatan kompetensi SDM Besar Medium Tinggi Kuning Peningkatan kompetensi SDM Besar Medium Tinggi Kuning - Mengadop best practice dari eksternal RSJS Magelang Sedang Mayor Ekstrim Merah Sosialisasi hasil penelitian dan manfaat best practice kepada pemberi pelayanan Sedang Minor Moderate Kuning Optimalisasi kerjasama lintas sektor Sedang Minor Moderate Kuning Pembentukan Tim Pemasaran produk layanan rumah sakit Besar Medium Tinggi Kuning Ekspansi ke wilayah yang lebih luas Jumlah BOR mengalami Sedang Medium Tinggi Kuning Membentuk lahan 68
69 No Sasaran Strategis PIC Resiko Kemungkinan Risiko Terjadi Dampak Risiko Tingkat Risiko Warna Rencana Mitigasi Risiko 4 Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi 5 Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian 6 Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) 7 Terwujudnya standar mutu pendidikan dan Direktur Utama Dir. SDM dan Pendidikan Dir. Medik dan Keperawatan Dir. SDM dan Pendidikan penuruan sehingga rasio pasien dan peserta didik tidak ideal masih rendahnya kepatuhan terhadap standar Kurangnya peneliti yang kompeten untuk melaksanakan penelitian sesuai blue print Waktu penelitian tidak sesuai rencana Rendahnya kepatuhan terhadap Standar Prosedur Operasional Belum terbentuknya budaya keselamatan pasien dalam pelayanan masih adanya sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar Mutu yang dilaksanakan di bawah standar pendidikan satelit Besar Mayor Ekstrim merah Optimalisasi pengawasan terhadap pelaksanaan standar Sedang Mayor Ekstrim merah Mengadakan metode penelitian Sedang Minor Moderate Kuning Menyusun time schedulle penelitian Besar Mayor Ekstrim Merah sosialisasi, mnitoring dan evaluasi pelaksanaan standar prosedur operasional Besar Mayor Ekstrim Merah Sosialisasi, monitoring dan evaluasi penerapan budaya keselamatan pasi Sedang Minor Moderate Kuning Standarisasi sarana dan prasarana Sedang Medium Tinggi Kuning - Membentuk tim penyusun kurikulum 69
70 No Sasaran Strategis PIC Resiko Kemungkinan Risiko Terjadi Dampak Risiko Tingkat Risiko Warna Rencana Mitigasi Risiko 8 Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) Dir. Keuangan dan Adm. Umum PERSPEKTIF PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN 1 Terwujudnya budaya kerja sesuai nilai-nilai organisasi Dir. SDM dan Pendidikan 2 Terwujudnya SIM RS terintegrasi 3 Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi Dir. Keuangan dan Adm. Umum Dir. SDM dan Pendidikan Perubahan regulasi terkait Good Corporate Governance - Belum terwujudnya budaya kerja berdasarkan nilai nilai organisasi - Rendahnya pemahaman pegawai terhadap nilai - nilai organisasi Dinamika perubahan aturan, komitmen Business Process dan SOP unit kinerja Aplikasi software (Aplikasi Windows) dasar tidak menggunakan software original, sehingga berisiko lisensi penjualan Kendala bridging dengan alat medis terkait dengan vendor pembuat alat medis Kurangnya pemahaman SDM terkait sistem dan basis manajemen dengan teknologi informasi Maintenance terkait faktor alam/ kondisi (petir dll) Mutu pelayanan kurang optimal oleh karena kompetensi SDM belum Sedang Mayor Tinggi Kuning Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait Besar Medium Tinggi Kuning - Sosialisasi secara intens tentang nilai - nilai organisasi - Pelaksanaan Learning Organization baik outbond maupun inclass Besar Mayor Ekstrim Meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait Merah Besar Medium Tinggi Kuning Memenuhi kompetensi SDM dengan pendidikan 70
71 No Sasaran Strategis PIC Resiko Kemungkinan Risiko Terjadi Dampak Risiko Tingkat Risiko Warna Rencana Mitigasi Risiko terpenuhi. dan 4 Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Dir. Keuangan dan Adm. Umum Tidak teridentifikasinya aset idle Kurang optimalnya penggunaan barang milik negara dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi pemerintah Kurang optimalnya pemanfaatan barang milik negara dalam rangka menghasilkan pendapatan Sedang Medium Tinggi Kuning Penataan kembali tertib administrasi dan pengamanan aset negara dalam bentuk legalitas dan/ atau fisik Penataan kembali atas tertibnya penggunaan aset Usaha kreatif dan inovatif dalam pengelolaan asset yang dapat menghasilkan pendapatan 71
72 BAB VI Proyeksi Finansial 6.1. Estimasi Pendapatan Estimasi pendapatan disusun selama lima tahunan periode RSB berdasarkan sumber-sumber pendapatan serta estimasi besarannya per tahun selama lima tahun. Dana Pemerintah bersumber dari dana APBN Rupiah Murni. Kontribusi Unit Kerja bersumber dari penerimaan rumah sakit dari pelayanan fungsional. N o Sumber Pendapatan 1 Dana Pemerintah a. b. 2 Dana Masyarakat a. b. 3 Kontribusi Unit Kerja 4 Pemasukan Lain-lain Baseline Tahun Sekarang Estimasi Pendapatan (Rp) Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke Total Rencana Kebutuhan Anggaran 6.2. a. Anggaran Program Kelangsungan Operasi Anggaran program kelangsungan operasi ditujukan untuk menjaga kegiatan operasional yang tidak dapat ditangguhkan. Anggaran program kelangsungan operasi disusun berdasarkan jenis pembiayaan dan estimasi besarannya per tahun. No 1 Nama Kegiatan Pegawai Pegawai Baseline Tahun Sekarang* Estimasi Kebutuhan Anggaran (Rp) Operasional Perkantoran Listrik Telepon Gas (Gas Medis) Air Pemeliharaan Gedung Perkantoran Pemeliharaan Inventaris, peralatan dan mesin, komputer, jaringan, kendaraan
73 No Nama Kegiatan Kebutuhan sehari-hari perkantoran (bel. Barang, jasa, penyediaan brg & jasa lainnya) Honor Pengelola Anggaran (Kepanitiaan) Perjadin rutin (termasuk operasional pimpinan) Baseline Tahun Sekarang* Estimasi Kebutuhan Anggaran (Rp) Operasional Makanan dan minuman pasien kelas 3 Obat-obatan pasien kelas 3 (obat+alkes) Bahan habis pakai pasien kelas 3 Penambah daya tahan tubuh Pakaian dinas Laporan pengujian kalibrasi dan proteksi radiasi Peningkatan kemampuan SDM penyediaan barang dan jasa lainnya Total Ket. *Baseline th berasal dari alokasi belanja RM, alokasi belanja BLU (Penggunaan Saldo Awal dan Target Penerimaan yang telah direvisi) 73
74 6.2. b. Anggaran Program Pengembangan Anggaran program pengembangan ditujukan untuk pembiayaan program strategis dalam rangka pencapaian IKU dan mitigasi resiko. Anggaran program pengembangan disusun berdasarkan jenis pembiayaan dan estimasi besarannya per tahun yang dirinci per direktorat adalah sebagai berikut No A Nama Program Baseline Tahun Estimasi Kebutuhan Anggaran (Rp) Strategis Sekarang Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Pencapaian IKU Dit. Medik dan Keperawatan Dit. SDM dan Pendidikan Dit. Keuangan dan Adm. Umum yang digunakan untuk semua kegiatan Total B. Mitigasi Resiko Dit. Medik dan Keperawatan Dit. SDM dan Pendidikan Dit. Keuangan dan Adm. Umum Total Total Anggaran mitigasi resiko diestimasikan sebesar 15% dari anggaran pencapaian IKU. 74
75 Rincian anggaran program pengembangan dari masing-masing program kerja sebagai berikut Tahun 2015 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Perspektif Keuangan 1 Terwujudnya tata kelola keuangan yang baik Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Evaluasi Berkala Pegawai ANGGARAN Barang Modal 2 Terwujudnya efisiensi anggaran Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Perspektif Kepuasan Stake Holder 3 Terwujudnya Kepuasan Stake Holder Kepuasan Pelanggan Kecepatan Respon Terhadap Komplain Perspektif Internal Bisnis Proses 4 Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - SDM internal - Institusi jejaring (keperawatan dan psikologi) Pengembangan pelayanan holistic care: 1. Learning Diffuculties, 2, Autism Pengembangan pelayanan holistic care: 1. Psikogeriatri, 2, Psiko Gastroenterologi - anxietas. 3.anak remaja Evaluasi Berkala Survey Kepuasan Pelanggan Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan kesehatan jiwa anak remaja dan kesehatan jiwa masyarakat berdasarkan hasil mapping pengembangan Benchmark ke Institut of Mental Health Singapura Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik Pengembangan pelayanan psikiatri forensik: Anak dan perempuan Menetapkan produk layanan Consultation Liaison Psikiatri (CLP) berdasarkan hasil mapping pengembangan Fellow CLP Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper
76 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN 5 Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan 6 Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian 7 Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi 8 Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian 9 Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pendidikan dan penelitian Maksimum temuan setiap hasil audit Jumlah implementasi pendidikan d berbasis hasil riset Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Monitoring dan evaluasi kepatuhan terhadap standar - Penetapan blue print penelitian - Melaksanakan minimal 2 penelitian sesuai blue print Akreditasi KARS versi 2012 Menetapkan produk layanan Psikiatri Forensik berdasarkan hasil mapping pengembangan Fellow Psikiatri Forensik a. Menyusun draft rencana b. Konsultasi draft rencana c. Finalisasi rencana a. Menyusun draft modul b. Konsultasi draft modul c. Finalisasi modul a. Melaksanakan b. Monev Melakukan bimbingan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi hasil bimbingan kepada petugas puskesmas, lapas, guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyarakat tingkat kota magelang Mengadakan workshop standar praktik klinis dengan peserta: - Institusi pendidikan yang sudah menjadi mitra -institusi pendidikan yang akan diprospek Evaluasi Berkala Membentuk Tim Akreditasi bimbingan akreditasi Pegawai ANGGARAN Barang Modal
77 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Governance) 10 Terwujudnya standar mutu pendidikan dan 11 Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Terwujudnya budaya Prosentase Hasil kerja sesuai nilai-nilai Penilain Nilai Nilai 12 organisasi Organisasi 13 Terwujudnya SIM RS terintegrasi 14 Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi 15 Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM Minimum Prosentase OEE Menyusun rencana yang akan dibuat kurikulum Membentuk tim penyusun kurikulum Menyusun kurikulum Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Learning Organization (outbond) Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi RSJS 5 (Dashboard Billing) FO 1 (Fiber Optic 1) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja - Unit Pelayanan Jiwa Fisik - Unit Kamar Operasi Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Sosialisai ke semua unit pelayanan Melengkapi sarana dan prasarana rapat penyusunan rencana kegiatan tahun berjalan a. membentuk surat tugas untuk tim penyusun kurikulum b. Koordinasi Tim penyusun kurikulum a. Membuat draft kurikulum b. Finalisasi Kurikulum Evaluasi Berkala Pelatihan budaya kerja, capacity building, outbond Developing Software User Requirement pendidikan dan untuk pemenuhan standar kompetensi Kerja sama dengan pihak ketiga Penanaman pohon/tumbuhan di lahan kosong Pegawai ANGGARAN Barang Modal TOTAL Uraian Program/ Kegiatan Biaya Anggaran Program Pengembangan/ Kegiatan yang digunakan untuk semua kegiatan termasuk mitigasi risiko Jumlah
78 NO Tahun 2016 SASARAN STRATEGIS Perspektif Keuangan 1 Terwujudnya tata kelola keuangan yang baik 2 Terwujudnya efisiensi anggaran Perspektif Kepuasan Stake Holder 3 Terwujudnya Kepuasan Stake Holder IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Kepuasan Pelanggan Kecepatan Respon Terhadap Komplain Perspektif Internal Bisnis Proses 4 Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - SDM internal - BPJS Pengembangan pelayanan holistic care: 1. Addiction game, 2.ADHD Pengembangan pelayanan Psiko endokren: 1.Tiroid, 2,Hormonal. 3.Diabetes Pengembangan pelayanan psikiatri forensik: Evaluasi Berkala Evaluasi Berkala Pegawai ANGGARAN Barang Survey Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi kesehatan jiwa anak remaja dan kesehatan jiwa masyarakat berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Consultation Liaison Psikiatri (CLP) berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Modal
79 NO SASARAN STRATEGIS 5 Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan 6 Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian 7 Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pendidikan dan penelitian Maksimum temuan setiap hasil audit Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang dan kabupaten Magelang Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Monitoring dan evaluasi kepatuhan terhadap standar Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Psikiatri Forensik berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi a. Menyusun draft rencana b. Konsultasi draft rencana c. Finalisasi rencana a. Menyusun draft modul b. Konsultasi draft modul c. Finalisasi modul a. Melaksanakan b. Monev Melakukan bimbingan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi hasil bimbingan kepada petugas puskesmas, lapas, guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyarakat tingkat kota magelang dan kabupaten magelang Mengadakan workshop standar praktik klinis dengan peserta: - Institusi pendidikan yang sudah menjadi mitra -institusi pendidikan yang akan diprospek Evaluasi Berkala Pegawai ANGGARAN Barang Modal
80 NO SASARAN STRATEGIS 8 Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian 9 Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) 10 Terwujudnya standar mutu pendidikan dan 11 Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) Jumlah Hasil Riset dari Blue Print IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 12 Terwujudnya budaya kerja sesuai nilai-nilai organisasi Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai Organisasi Menyusun penelitian berdasarkan blueprint Menyiapkan Tim Peneliti Melaksanakan Penelitian a. Melakukan koordinasi dengan direktorat untuk menyusun rancangan penelitian b. Mengkompilasi usulan judul penelitian c. Menentukan prioritas penelitian yang sesuai dengan kebutuhan Membuat SK Tim Peneliti a. Melakukan ethical clearance b. Kegiatan Penelitian Pegawai ISO 9001 Membentuk Tim bimbingan akreditasi Sosialisai ke semua unit pelayanan Menyusun rencana yang akan dibuat kurikulum Membentuk tim penyusun kurikulum Menyusun kurikulum Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Learning Organization (outbond) Melengkapi sarana dan prasarana rapat penyusunan rencana kegiatan tahun berjalan a. membentuk surat tugas untuk tim penyusun kurikulum b. Koordinasi Tim penyusun kurikulum a. Membuat draft kurikulum b. Finalisasi Kurikulum Evaluasi Berkala Pelatihan budaya kerja, capacity building, outbond Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi 13 Terwujudnya SIM RS Jumlah modul RSJS 6 (Dashboard Developing ANGGARAN Barang Modal
81 NO SASARAN STRATEGIS terintegrasi 14 Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi 15 Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Manajemen yang terintegrasi Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Minimum Prosentase OEE Keuangan) FO 2 (Fiber Optic 2) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Intensife Care Unit - Instalasi Penilaian Kapasitas Mental - Bagian Administrasi Umum Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Software User Requirement pendidikan dan untuk pemenuhan standar kompetensi pelayanan Kerja sama dengan pihak ketiga Pegawai ANGGARAN Barang Modal Penanaman pohon/tumbuhan di lahan kosong TOTAL Uraian Program/ Kegiatan Biaya Anggaran Program Pengembangan/ Kegiatan yang digunakan untuk semua kegiatan termasuk mitigasi risiko Jumlah
82 NO 2017 SASARAN STRATEGIS Perspektif Keuangan 1 Terwujudnya tata kelola keuangan yang baik 2 Terwujudnya efisiensi anggaran IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Perspektif Kepuasan Stake Holder 3 Terwujudnya Kepuasan Stake Holder Kepuasan Pelanggan Kecepatan Respon Terhadap Komplain Perspektif Internal Bisnis Proses 4 Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - SDM internal - Ditjen BUK Pengembangan pelayanan holistic care: Conduct disorder (Permasalahan anak remaja dirumah) Pengembangan pelayanan Psikoneuro:1.Chronik pain, 2.Epilepsi, 3.Brain infection Pengembangan pelayanan psikiatri forensik: Evaluasi Berkala Evaluasi Berkala Pegawai ANGGARAN Barang Survey Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi kesehatan jiwa anak remaja dan kesehatan jiwa masyarakat berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Consultation Liaison Psikiatri (CLP) berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Modal
83 NO SASARAN STRATEGIS 5 Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan 6 Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian 7 Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pendidikan dan penelitian Maksimum temuan setiap hasil audit Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang kabupaten Magelang, Kedu dan banyumas Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Psikiatri Forensik berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi a. Menyusun draft rencana b. Konsultasi draft rencana c. Finalisasi rencana a. Menyusun draft modul b. Konsultasi draft modul c. Finalisasi modul a. Melaksanakan b. Monev Melakukan bimbingan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi hasil bimbingan kepada petugas puskesmas, lapas, guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyarakat tingkat kota magelang, kabupaten magelang, Kedu dan Banyumas Mengadakan workshop standar praktik klinis dengan peserta: - Institusi pendidikan yang sudah menjadi mitra -institusi pendidikan yang akan diprospek a. Menyusun draft rencana b. Konsultasi draft rencana c. Finalisasi rencana Pegawai ANGGARAN Barang Modal
84 NO SASARAN STRATEGIS 8 Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian Jumlah Hasil Riset dari Blue Print IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan a. Menyusun draft modul b. Konsultasi draft modul c. Finalisasi modul a. Melaksanakan b. Monev Pegawai ANGGARAN Barang Modal 9 Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) 10 Terwujudnya standar mutu pendidikan dan 11 Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 12 Terwujudnya budaya kerja sesuai nilai-nilai organisasi 13 Terwujudnya SIM RS terintegrasi Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai Organisasi Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi Akreditasi JCI Menyusun rencana yang akan dibuat kurikulum Membentuk tim penyusun kurikulum Menyusun kurikulum Monitoring dan evaluasi capaian kinerja Learning Organization (outbond) Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi RSJS 8 (Dashboard HRD) FO 3 (Fiber Optic 3) Membentuk Tim Akreditasi bimbingan akreditasi Sosialisai ke semua unit pelayanan Melengkapi sarana dan prasarana rapat penyusunan rencana kegiatan tahun berjalan a. membentuk surat tugas untuk tim penyusun kurikulum b. Koordinasi Tim penyusun kurikulum a. Membuat draft kurikulum b. Finalisasi Kurikulum Evaluasi Berkala Pelatihan budaya kerja, capacity building, outbond Developing Software User Requirement
85 NO SASARAN STRATEGIS 14 Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Direktorat SDM dan Pendidikan - Instalasi Rehabilitasi Psikososial - Unit Gawat Darurat pendidikan dan untuk pemenuhan standar kompetensi pelayanan Pegawai ANGGARAN Barang Modal Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Minimum Prosentase OEE Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Kerja sama dengan pihak ketiga Penanaman pohon/tumbuhan di lahan kosong TOTAL Uraian Program/ Kegiatan Biaya Anggaran Program Pengembangan/ Kegiatan yang digunakan untuk semua kegiatan termasuk mitigasi risiko Jumlah
86 2018 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Perspektif Keuangan 1 Terwujudnya tata kelola keuangan yang baik 2 Terwujudnya efisiensi anggaran Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Perspektif Kepuasan Stake Holder 3 Terwujudnya Kepuasan Kepuasan Pelanggan Stake Holder Perspektif Internal Bisnis Proses 4 Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Kecepatan Respon Terhadap Komplain Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - BPJS - Institusi jejaring (kedokteran dan non medis) Pengembangan pelayanan Conduct Disorder: Permasalahan remaja- (anak jalanan) Pengembangan pelayanan holistic: Psiko neuro: kronik pain, epilepsi, infektion brain, stroke Pegawai ANGGARAN Barang Survey Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi kesehatan jiwa anak remaja dan kesehatan jiwa masyarakat berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Consultation Liaison Psikiatri (CLP) berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Modal
87 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN 5 Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan Pengembangan pelayanan psikiatri forensik: Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Psikiatri Forensik berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi a. Menyusun draft rencana b. Konsultasi draft rencana c. Finalisasi rencana ANGGARAN Modal Pegawai Barang Menyusun modul berdasarkan best practice a. Menyusun draft modul b. Konsultasi draft modul c. Finalisasi modul Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pendidikan dan penelitian Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang, kabupaten magelang, tingkat karesidenan kedu dan banyumas Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra a. Melaksanakan b. Monev Melakukan bimbingan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi hasil bimbingan kepada petugas puskesmas, lapas, guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyarakat tingkat kota magelang, kabupaten magelang, kedu dan banyumas Mengadakan workshop standar praktik klinis dengan peserta: - Institusi pendidikan yang sudah menjadi mitra -institusi pendidikan yang
88 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN 7 Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi 8 Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian 9 Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) 10 Terwujudnya standar mutu pendidikan dan 11 Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 12 Terwujudnya budaya kerja sesuai nilai-nilai Maksimum temuan setiap hasil audit Jumlah Hasil Riset dari Blue Print Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai Menyusun penelitian berdasarkan blueprint Menyiapkan Tim Peneliti Melaksanakan Penelitian Peningkatan efektifitas dan konsistensi ISO 9001 dan JCI Menyusun rencana yang akan dibuat kurikulum Membentuk tim penyusun kurikulum Menyusun kurikulum Monitoring dan evaluasi capaian kinerja Learning Organization (outbond) akan diprospek a. Melakukan koordinasi dengan direktorat untuk menyusun rancangan penelitian b. Mengkompilasi usulan judul penelitian c. Menentukan prioritas penelitian yang sesuai dengan kebutuhan Membuat SK Tim Peneliti a. Melakukan ethical clearance b. Kegiatan Penelitian Evaluasi hasil pencapaian efektivitas pelayanan tahun lalu Penyusunan POA Pencapaian efektifitas Pelayanan Penilaian indikator pencapaian efektivitas pelayanan rapat penyusunan rencana kegiatan tahun berjalan a. membentuk surat tugas untuk tim penyusun kurikulum b. Koordinasi Tim penyusun kurikulum a. Membuat draft kurikulum b. Finalisasi Kurikulum Pegawai ANGGARAN Barang Modal Pelatihan budaya kerja, capacity
89 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN organisasi Organisasi building, outbond 13 Terwujudnya SIM RS terintegrasi 14 Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi 15 Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM Minimum Prosentase OEE Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi BI 1 (Management Bisnis Intelegent 1) FO 4 (Fiber Optic 4) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Bagian Keuangan - Unit Pelayanan Intensife - Bidang Keperawatan Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Pegawai ANGGARAN Barang Modal Developing Software User Requirement pendidikan dan untuk pemenuhan standar kompetensi pelayanan Kerja sama dengan pihak ketiga Penanaman pohon/tumbuhan di lahan kosong TOTAL Uraian Program/ Kegiatan Biaya Anggaran Program Pengembangan/ Kegiatan yang digunakan untuk semua kegiatan termasuk mitigasi risiko Jumlah
90 2019 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN Perspektif Keuangan Pegawai ANGGARAN Barang Modal 1 Terwujudnya tata kelola keuangan yang baik 2 Terwujudnya efisiensi anggaran Rasio Pencapaian pendapatan terhadap proyeksi Pendapatan Operasional terhadap Biaya Operasional Perspektif Kepuasan Stake Holder 3 Terwujudnya Kepuasan Stake Holder Kepuasan Pelanggan Kecepatan Respon Terhadap Komplain Perspektif Internal Bisnis Proses 4 Terwujudnya Inovasi Pelayanan Holistik Jumlah produk layanan inovatif kesehatan jiwa anak dan remaja Jumlah produk layanan Consultation Liaison Psychiatri (CLP) Jumlah produk layanan Psychiatri Forensik Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Biaya Penilaian Kinerja Keuangan Survey kepuasan pelanggan: - Pasien / keluarga - BPJS - Dinas sosial / Dinas kesehatan. Holistic Care : Suicide Prevention Pengembangan pelayanan holistic: Psiko surgery Pengembangan pelayanan psikiatri forensik: Psikotic, Retardasi Mental Survey Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi kesehatan jiwa anak remaja dan kesehatan jiwa masyarakat berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Consultation Liaison Psikiatri (CLP) berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi Mapping Pengembangan atau evaluasi produk layanan bersama Ka SMF, Komdik dan Komper
91 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN 5 Terwujudnya pendidikan dan berbasis best practice dari pelayanan 6 Terwujudnya kemitraan strategis dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian 7 Terwujudnya penerapan proses bisnis terintegrasi Jumlah Topik Pelatihan berbasis best practice dari pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pelayanan Jumlah kemitraan dengan institusi dan masyarakat dalam pendidikan dan penelitian Maksimum temuan setiap hasil audit Menyusun rencana terstandar dengan modul hasil best practice Menyusun modul berdasarkan best practice Melaksanakan Bimbingan dan pendampingan (TOT) doter dan petugas kesehatan, petugas Lapas, Guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyaraka tingkat kota Magelang, kabupaten magelang, tingkat karesidenan kedu dan banyumas Sosialisasi produk pendidikan RSJS kepada institusi pendidikan yang belum menjadi mitra Menetapkan produk layanan, monitoring dan evaluasi Psikiatri Forensik berdasarkan hasil mapping pengembangan Peningkatan kompetensi a. Menyusun draft rencana b. Konsultasi draft rencana c. Finalisasi rencana a. Menyusun draft modul b. Konsultasi draft modul c. Finalisasi modul a. Melaksanakan b. Monev Melakukan bimbingan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi hasil bimbingan kepada petugas puskesmas, lapas, guru, petugas sosial dan kader kesehatan masyarakat tingkat kota magelang, kabupaten magelang, kedu dan banyumas Mengadakan workshop standar praktik klinis dengan peserta: - Institusi pendidikan yang sudah menjadi mitra -institusi pendidikan yang akan diprospek Pegawai ANGGARAN Barang Modal
92 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN 8 Terwujudnya hasil riset berdasarkan blue print penelitian 9 Terwujud mutu pelayanan dan keselamatan pasien (Good Clinical Governance) 10 Terwujudnya standar mutu pendidikan dan 11 Terwujudnya tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance) Jumlah Hasil Riset dari Blue Print Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 12 Terwujudnya budaya kerja sesuai nilai-nilai organisasi Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Klinik Prosentase Pencapaian Indikator Mutu Manajerial Jumlah Pelatihan yang memliki Kurikulum Terstandar Capaian indikator kinerja RS BLU tahun berjalan Prosentase Hasil Penilain Nilai Nilai Organisasi Menyusun penelitian berdasarkan blueprint Menyiapkan Tim Peneliti Melaksanakan Penelitian Peningkatan efektifitas dan konsistensi ISO 9001 dan JCI Menyusun rencana yang akan dibuat kurikulum Membentuk tim penyusun kurikulum Menyusun kurikulum Monitoring dan Evaluasi Capaian Kinerja Learning Organization (outbond) a. Melakukan koordinasi dengan direktorat untuk menyusun rancangan penelitian b. Mengkompilasi usulan judul penelitian c. Menentukan prioritas penelitian yang sesuai dengan kebutuhan Membuat SK Tim Peneliti a. Melakukan ethical clearance b. Kegiatan Penelitian Evaluasi hasil pencapaian efektivitas pelayanan tahun lalu Penyusunan POA Pencapaian efektifitas Pelayanan Penilaian indikator pencapaian efektivitas pelayanan rapat penyusunan rencana kegiatan tahun berjalan a. membentuk surat tugas untuk tim penyusun kurikulum b. Koordinasi Tim penyusun kurikulum a. Membuat draft kurikulum b. Finalisasi Kurikulum Evaluasi Berkala Pelatihan budaya kerja, capacity building, outbond Pegawai ANGGARAN Barang Modal
93 NO SASARAN STRATEGIS IKU PROGRAM KERJA KEGIATAN 13 Terwujudnya SIM RS terintegrasi 14 Tersedianya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan organisasi 15 Terwujudnya keandalan sarana dan prasarana Jumlah modul Manajemen yang terintegrasi Prosentase Pencapaian Kompetensi SDM Minimum Prosentase OEE Learning Organization (inclass) Survey Budaya Kerja berbasis nilai - nilai organisasi BI 2 (Management Bisnis Intelegent 2) Penilaian capaian peningkatan kompetensi SDM: - Instalasi di Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum Optimalisasi pemanfaatan Aset Tetap Developing Software User Requirement pendidikan dan untuk pemenuhan standar kompetensi pelayanan Kerja sama dengan pihak ketiga Penanaman pohon/tumbuhan di lahan kosong Pegawai ANGGARAN Barang Modal TOTAL Uraian Program/ Kegiatan Biaya Anggaran Program Pengembangan/ Kegiatan yang digunakan untuk semua kegiatan termasuk mitigasi risiko Jumlah
94 6.3. Rencana Pendanaan Rencana pendanaan disusun dengan terlebih dahulu membandingkan pendapatan dan anggaran pengeluaran. Melalui perbandingan ini dapat diketahui posisi keuangan serta rencana pendanaannya (terutama jika proyeksi anggaran melebihi proyeksi pendapatan). Berdasarkan perbandingan estimasi pendapatan dan pengeluaran (operasional dan pengembangan) maka target pendapatan dapat memenuhi estimasi kebutuhan anggaran. Oleh karena itu, semua program kerja diperkirakan dapat dilaksanakan. Tahun Estimasi Pendapatan Estimasi Pengeluaran Selisih
95 BAB VII IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGIS BISNIS Agar RSB UPT vertikal dapat diimplementasikan maka ada lima mekanisme yang perlu diterapkan pada suatu UPT vertikal. Berbagai mekanisme yang dimaksud diringkaskan dalam gambar 12. Mekanisme yang dimaksud adalah sebagai berikut: (1) Mekanisme Penetapan Kinerja dengan Dirjen Bina Upaya Kesehatan: RSB UPT vertikal yang disusun sudah harus ditandatangani oleh manajemen puncak UPT vertikal untuk disampaikan kepada Ditjen Bina Upaya Kesehatan untuk direview dan jika disetuji untuk dilakukan pelaksanaan kontrak kinerja. Pelaksanaan Penetapan Kinerja mengacu kepada Keputusan Dirjen BUK HK.02.04/I/568/12, yang merupakan suatu kontrak kinerja atau sebuah kesepakatan kinerja antara Dirjen Bina Upaya Kesehatan dan pimpinan UPT vertikal. Dokumen Penetapan Kinerja hendaknya berisi sasaran strategis dan target IKU (Indikator Kinerja Utama) yang mengacu kepada RSB UPT vertikal untuk suatu tahun penilaian kinerja. Pelaksanaan Penetapan Kinerja dilakukan di awal tahun penilaian kinerja (tentatif bulan Januari atau Februari) sesuai dengan Keputusan Dirjen BUK HK.02.04/I/568/12. Bila dipandang perlu, Penetapan Kinerja dapat digunakan oleh para pimpinan UPT vertikal untuk mengusulkan program-program investasi berkaitan dengan pelaksanaan sasaran strategis UPT vertikal yang bersifat baru dan membutuhkan dana investasi untuk pelaksanaannya. Dengan demikian, Penetapan Kinerja merupakan sebuah pendekatan penyelarasan vertikal antara arah dan prioritas strategis Ditjen Bina Upaya Kesehatan dan UPT-UPT vertikal yang ada di bawah kendalinya. 95
96 Penentuan Insentif (Pay For Performance) & konsekuensi Misal Tiap Tiap Semester Akhir tahun Menggunakan realisasi pencapaian target IKU untuk menentukan permasalahan & RTL (Rencana Tindak Lanjut) Menentukan arah Strategi UPT vertikal (RSB) Rewards and consequences Minimal 1 kali/bulan Performance dialogue Budaya Kinerja Monitoring Traffic light IKU (Indikator Kinerja Utama) Targets & performance contracts Mengukur nilai tambah Proses penetapan KPI dikembangkan Segenap unit kerja & pegawai membuat kontrak kinerja Atasan melakukan pemantauan pencapaian kinerja & hambatan Tercapai Mendekati target Jauh dari target Setiap saat Akhir tahun / Awal tahun Bln Januari /Februari Tahapan Implementasi RSB UPT vertikal 96
97 (2) Mekanisme Kontrak Kinerja di internal UPT vertikal: Berdasarkan hasil Penetapan kinerja dengan Dirjen Bina Upaya Kesehatan, maka manajemen puncak UPT vertikal juga kontrak kinerja dengan pimpinan sub-unit kerja di lapisan organisasi di bawahnya (baik sub-unit kerja medis maupun administratif). Isi kontrak kinerja akan berisi apa saja sasaran strategis RSB UPT vertikal dan target IKU (Indikator Kinerja Utama) UPT vertikal yang perlu dilakukan oleh suatu unit kerja, dan sasaran strategis serta target IKU sub-unit kerja yang diusulkan ke pihak manajemen puncak UPT vertikal untuk suatu tahun penilaian kinerja. Kontrak kinerja antara manajemen puncak UPT vertikal dan pimpinan sub-unit kerja disarankan juga dilakukan di awal tahun penilaian kinerja, sesudah pelaksanaan kontrak kinerja dengan Dirjen Bina Upaya Kesehatan. Dengan demikian, isi RSB UPT vertikal dapat dilaksanakan pada tingkatan organisasi yang lebih rendah pada suatu UPT vertikal. (3) Mekanisme Monitoring: Mekanisme monitoring ini merupakan fase pemantauan atas pencapaian target IKU dalam mengawal pelaksanaan suatu sasaran strategis UPT vertikal atau sub-unit kerja yang sudah disepakati dalam kontrak kinerja. Untuk kepentingan ini direkomendasikan bahwa proses pemantauan kemajuan status pelaksanaan berbagai target IKU RSB UPT vertikal dan sub-unit kerja di bawahnya dilakukan melalui pusat data (data base) berbasis teknologi informasi agar membantu manajemen puncak dan para pimpinan unit kerja dalam mengambil keputusan dan tindakan terhadap status kemajuan pencapaian RSB UPT vertikal dan kontrak kinerja para pimpinan sub-unit kerja. Dalam waktu mendekat direncanakan status capaian target IKU suatu UPT vertikal dapat diintegrasikan dengan data base berbasis teknologi informasi yang dimiliki Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, sedemikian sehingga, Pimpinan Ditjen Bina Upaya Kesehatan dapat memantau dan mengendalikan status kemajuan implementasi RSB UPT Vertikal. (4) Mekanisme Dialog Kinerja (Performance Dialogue): Mekanisme dialog kinerja ini merupakan sebuah pertemuan berkala (misal tiap bulan atau dua bulan sekali) antara manajemen puncak UPT vertikal dan pimpinan sub-unit kerja UPT vertikal untuk mengevaluasi status pencapaian kontrak kinerja. Setiap pertemuan dialog kinerja diperkirakan membutuhkan waktu maksimal 1 (satu) jam. Ada tiga tujuan utama dari pelaksanaan mekanisme dialog kinerja : (i) Mengidentifikasi dan mengevaluasi mana saja target IKU pada kontrak kinerja suatu sub-unit kerja yang belum dicapai dan mana saja tindak lanjut dari pertemuan dialog kinerja pada periode sebelumnya yang belum bisa dilakukan. (ii) Menentukan apa saja penyebab utama target IKU pada kontrak kinerja sub-unit kerja jika belum tercapai. (iii) Merumuskan tindak lanjut yang dibutuhkan agar target IKU dalam kontrak kinerja unit kerja bisa dicapai di kemudian hari dan berbagai risiko penyebab ketidaktercapaian target IKU bisa dihindari atau ditiadakan. Tindak lanjut tersebut perlu diwujudkan dalam suatu dokumentasi komitmen antara manajemen puncak UPT vertikal dan pimpinan sub-unit kerja agar ditindaklanjuti oleh manajemen puncak dan pimpinan sub-unit kerja dalam operasi keseharian UPT vertikal (5) Mekanisme Reward & Consequences : Mekanisme ini merupakan penerapan penghargaan (bisa berbentuk finansial atau non-finansial) atas kontribusi sub-unit kerja atau personil yang telah melaksanakan kontrak kinerja dengan memerhatikan tingkat capaian berbagai target IKU yang sudah disepakati dalam kontrak kinerja demi mendukung pelaksanaan RSB UPT vertikal. Mekanisme yang sama juga akan diterapkan oleh Ditjen Bina Upaya Kesehatan terhadap UPT vertikal. Diharapkan dengan menjalankan secara disiplin kelima mekanisme tersebut di atas, maka budaya kinerja pada suatu UPT vertikal akan tumbuh dan melembaga dalam operasi keseharian UPT vertikal. Implikasinya, RSB UPT vertikal dapat dilaksanakan, sedemikian sehingga visi UPT vertikal dapat dicapai sekaligus dapat membantu mewujudkan berbagai sasaran strategis Ditjen Bina Upaya Kesehatan. 97
98 BAB VIII PENUTUP Kesamaan berpikir dan pandangan kedepan dari t i g a Direktorat dan seluruh jajarannya perlu dibentuk terus menerus dengan menggunakan Rencana Strategis Bisnis (RSB) sampai terjadi penyelarasan (alignment) menjadi organisasi dengan satu visi dan tahu bagaimana langkah mewujudkan sesuai dengan rincian dalam RSB ini. Peluang meningkatkan Kinerja RSJ Prof. Dr. Soerojo (RSJS) dengan adanya RSB amat besar karena memiliki potensi sumber pendapatan yang banyak tetapi belum optimal. Untuk mewujudkan membutuhkan komitmen bersama dari direksi dan seluruh jajaran struktural dan fungsional agar bisa menjadi tim kerja yang solid dengan etos kerja yang lebih produktif dan bernilai tambah berlandaskan budaya melayani yang harus dibangun secara berkesinambungan. Konsisten menjalankan RSB siapapun pejabat yang memimpinnya adalah amat penting dan menjadi kunci keberhasilan pencapaian kinerja Balanced Scorecard, sasaran, positioning dan visi. Konsistensi Review/ Evaluasi setiap bulan atau kuartal untuk memastikan progres semua pelaksanaan rencana tindakan menjadi bagian kegiatan utama manajerial RSJS. Kesempatan masingmasing pejabat struktural dan fungsional mengadakan presentasi dihadapan Direksi untuk evaluasi progres pelaksanaan rencana tindakan menjadi sarana mematangkan Kompetensi Manajerial sekaligus bentuk pertanggungjawaban pekerjaan. Tidak pernah ada RSB yang berhasil tanpa adanya konsistensi evaluasi secara terjadwal oleh seluruh jajaran manajemen madya sampai manajemen puncak. Direksi RSJ Prof. Dr. Soerojo harus memberikan keteladanan dalam kepemimpinan partisipatif seperti dalam Peta Balanced Scorecard yang diwujudkan dengan kedekatan dengan semua karyawan di RSJS. Disediakannya waktu setiap minggu untuk dapat mengunjungi semua fungsi dalam organisasi RSJS untuk dapat mendengarkan aspirasi dari bawah. sosialisasi Route Map to Vision ke seluruh bagian dalam organisasi RSJS dan memberikan penjelasan untuk membentuk Kesamaan. Keberanian untuk menyederhanakan proses kerja dan birokrasi untuk mengakselerasi proses kerja RSJS akan menciptakan etos kerja seperti pada rumah sakit swasta dan asing. pemetaan terhadap bobot pekerjaan dari semua jajaran dan fungsi serta keseimbangan beban kerja melalui mutasi atau promosi akan membangun pemerataan beban kerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Demikian Rencana Strategis Bisnis ini disampaikan untuk dapat dimanfaatkan dan menjadi inspirasi dan langkah strategis bagi Direksi dan jajarannya dalam proses mewujudkan Visi RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Magelang, Direktur Utama RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang dr. Bambang Prabowo, M.Kes NIP
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM a. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 57/KMK.05/2010 tanggal 05 Februari 2010 tentang Penetapan pada Kementerian Kesehatan sebagai Instansi Pemerintah
PEDOMAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN RUMAH SAKIT
PEDOMAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN RUMAH SAKIT PENDAHULUAN Sistem penilaian melalui indicator merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menilai suatu proses kegiatan rumah sakit secara terus
PENETAPAN KINERJA. No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target. (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai
Lampiran 1 PENETAPAN KINERJA Unit Eselon II : Tahun Anggaran : 2013 No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) (4) 1 Meningkatnya kualitas dan kuantitas berbagai Jumlah capaian pemeriksaan
PENETAPAN KINERJA. Unit Eselon II : Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun Anggaran : 2012
Lampiran 1 PENETAPAN KINERJA Unit Eselon II : Tahun Anggaran : 2012 No Sasaran strategis Indikator Kinerja Target 2012 Satuan (1) (2) (3) (4) 1 Terlaksananya berbagai jenis pelayanan laboratorium yang
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2015 RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr. SOEROJO MAGELANG
LAKIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN RUMAH SAKIT JIWA PROF. Dr. SOEROJO MAGELANG Jl. Ahmad Yani 169 Magelang 56102 Telp. 0293-363601 Faks. 0293-365183 Website : www.rsjsoerojo.co.id
BAB IV PEMBAHASAN. Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada
BAB IV PEMBAHASAN A. Analisis Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) bagi suatu organisasi pemerintah merupakan suatu kewajiban sebagai upaya mewujudkan tata kelola system yang modern. RSB
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER- 36 /PB/2016 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KINERJA BADAN LAYANAN BIDANG LAYANAN KESEHATAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 36 /PB/216 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KINERJA BADAN LAYANAN UMUM BIDANG LAYANAN KESEHATAN DIREKTUR JENDERAL
BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit dari cost center menjadi profit oriented membutuhkan suatu peraturan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai salah satu lembaga pelayanan publik pada sektor kesehatan, rumah sakit dituntut harus selalu meningkatkan kinerjanya. Beralihnya orientasi rumah sakit dari
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA
BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA 3.1 DASAR HUKUM Dalam menetapkan tujuan, sasaran dan indikator kinerja Balai Besar Laboratorium menggunakan acuan berupa regulasi atau peraturan sebagai berikut : 1) Peraturan
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN : RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL. Alamat : Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Bantul, Yogyakarta, 55714
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. PROFIL Nama Rumah Sakit : RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Alamat : Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Bantul, Yogyakarta, 55714 Telepon : +62 0274367386 Pemilik Tipe Status
Indikator Kinerja Rumahsakit
Indikator Kinerja Rumahsakit Pemahaman tentang Indikator Kinerja Rumahsakit: pengertian, metode, Grafik Barber-Johnson, Grafik Pablon Lasso Oleh : Rakhmad Sucahyo INDIKATOR KINERJA RUMAHSAKIT (Oleh : Rakhmad
BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA STRATEGIS BISNIS PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BIMA
BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA STRATEGIS BISNIS PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BIMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : BUPATI BIMA, a. bahwa dalam rangka
.BAB 1 PENDAHULUAN. dari sistem pemerintahan yang bercorak sentralisasi mengarah kepada sistem
.BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Munculnya otonomi daerah menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma dari sistem pemerintahan yang bercorak sentralisasi mengarah kepada sistem pemerintahan yang
1. Latar Belakang PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme harus berpedoman pada azas umum penyelenggaraan negara yang meliputi kepastian hukum, tertib
PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA KINERJA TAHUNAN SATUAN KERJA RSUP DR. SARDJITO
KEMENTERIAN KESEHATAN RI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR SARDJITO YOGYAKARTA PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA KINERJA TAHUNAN SATUAN KERJA RSUP DR. SARDJITO RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Jl. Kesehatan 1 Sekip Yogyakarta,
BAB II DASAR TEORI. pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja keuangan akan. kerja dalam periode tertentu. Irham Fahmi (2011)
BAB II DASAR TEORI A. Penilaian Kinerja Keuangan 1. Pengertian Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturanaturan
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA BADAN USAHA YANG BERBENTUK RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH DI SURABAYA
24 PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA BADAN USAHA YANG BERBENTUK RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH DI SURABAYA Amalia Trinoviyanti Pratiwi, Ahmad Masyhad, Widya Susanti
BAB I PENDAHULUAN. peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. kesehatan (RPJPK) tahun dalam tahap ke-3 ( ),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk melakukan evaluasi dalam menilai kinerja perusahaan. Seringkali penilaian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penilaian Kinerja Melihat aktifitas perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasinya sehari - hari maka akan menghasilkan penilaian yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk
ALOKASI REALISASI ANGGARAN DAN PENERIMAAN RUMAH SAKIT TAHUN 2016
ALOKASI REALISASI ANGGARAN DAN PENERIMAAN RUMAH SAKIT TAHUN 206 Realisasi anggaran belanja tahun 206 adalah sebagai berikut : Anggaran Rupiah Murni : KODE URAIAN TERAKHIR REVISI VI SELF SETELAH SELF REALISASI
LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016
LAPORAN KINERJA UPT RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH TAHUN 2016 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR RUMAH SAKIT KUSTA SUMBERGLAGAH JL.SUMBERGLAGAH PACET, MOJOKERTO Telp. (0321) 690441 Kode Pos. 61374 Fax
BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS. Balai Besar laboratorium Kesehatan Makassar sebagai salah satu
BAB III ARAH DAN PRIORITAS STRATEGIS A. Rumusan Pernyataan Visi, Misi dan Tata Nilai Balai Besar laboratorium Kesehatan Makassar sebagai salah satu penyelenggara pembangunan kesehatan telah menetapkan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode saat ini harus
BAB 1 PENDAHULUAN. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia
KATA PENGANTAR. Surabaya, Desember 2013 Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya
KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya telah berhasil menyusun Rencana Strategis tahun 2014. Rencana Strategis ini akan dijadikan
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Hamidullah (2004) melakukan penelitian dengan judul Analisis Rasio Keuangan Sebagai Dasar Untuk Memprediksi Kondisi Keuangan Perusahaan Pada PT. Agro Max
BAB II LANDASAN TEORI. BUMN menurut undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 bab I pasal 1 adalah badan
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Rerangka Teori dan Literatur II.1.1 BUMN II.1.1.1 Pengertian BUMN BUMN menurut undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 bab I pasal 1 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar
:
: [email protected] LEMBAR PENGESAHAN RENCANA STRATEGIS BISNIS (RSB) RUMAH SAKIT KUSTA DR. SITANALA TANGERANG TAHUN 2015-2019 Disahkan di : Tangerang Pada Tanggal : 11 Juli 2017 Oleh DEWAN PENGAWAS
KATA PENGANTAR. Syukur Alhamdullillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT. akhirnya
KATA PENGANTAR Syukur Alhamdullillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT. akhirnya Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2014 ini dapat diselesaikan/disusun
BAB IV ANALISIS DATA. Sejak satu hingga 2 dekade terakhir, pengukuran kinerja tidak lagi dianggap
BAB IV ANALISIS DATA A. Pengukuran Kinerja PT Nindya Karya (Persero) Sejak satu hingga 2 dekade terakhir, pengukuran kinerja tidak lagi dianggap sebagai fokus utama pengendalian manajemen tradisional,
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menilai perkembangan kinerja keuangan Haneda Decorations adalah dengan melakukan analisis terhadap
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis dan pembahasan adalah : 1. Instansi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (selanjutnya
BAB I. PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang terjadi sekarang ini tampak demikian pesat. Banyak
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang terjadi sekarang ini tampak demikian pesat. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan teknologi yang ada. Adanya
SATUAN PEMERIKSA INTERNAL UIN ALAUDDIN MAKASSAR
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-36 /PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN KINERJA KEUANGAN SATUAN KERJA BADAN
BAB I PENDAHULUAN. agar staf medis di RS terjaga profesionalismenya. Clicinal governance (tata kelola
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komite medik adalah perangkat RS untuk menerapkan tata kelola klinis agar staf medis di RS terjaga profesionalismenya. Clicinal governance (tata kelola klinis) merupakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Harahap (2011:105) mendefinisikan laporan keuangan sebagai suatu laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. meningkat, hal itu disebabkan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kebutuhan masyarakat akan jasa layanan kesehatan semakin hari semakin meningkat, hal itu disebabkan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan
PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM. Farichah Hanum
PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM Farichah Hanum PENDAHULUAN RS Dr Kariadi telah ditetapkan dari RS Perjan menjadi Badan Layanan
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT(BBKPM) SURAKARTA Tahun 2016 Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan i NILAI-NILAI BBKPM
PEMAPARAN RAPAT KERJA TAHUN Rumah Sakit Pelabuhan Medan
PEMAPARAN RAPAT KERJA TAHUN - 2016 Rumah Sakit Pelabuhan Medan Medan, September Evaluasi pencapian Volume, Layanan dan Pendapatan s.d Triwulan II & Estimasi Realisasi thn Volume Pasien I Pasien 1. Internal
BAB IV PENUTUP. LAK RSSN Bukittinggi Tahun
BAB IV PENUTUP Pencapaian kinerja kegiatan-kegiatan yang mendukung program tidak selalu dapat tergambarkan dalam keberhasilan atau kegagalan pencapaian indikator sasaran program, karena masih dipengaruhi
2016, No Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Menteri Keuangan dapat menetapkan pola pengelolaan k
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1792, 2016 KEMENKEU. PPK-BLU Satker. Penetapan. Pencabutan Penerapan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 180/PMK.05/2016 TENTANG PENETAPAN DAN PENCABUTAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, penulis menyimpulkan sebagai berikut: 1. Kinerja perspektif pelanggan Dari
I. PENDAHULUAN. dilaksanakan di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta,
I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Salah satu tujuan dari pembangunan kesehatan di Indonesia adalah upaya memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan berkualitas ini harus dapat dilaksanakan di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian, Tujuan dan Jenis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pengertian laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2012): laporan keuangan meliputi
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 119/PMK.05/2007 TENTANG
Page 1 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 119/PMK.05/2007 TENTANG PERSYARATAN ADMINISTRATIF DALAM RANGKA PENGUSULAN DAN PENETAPAN SATUAN KERJA INSTANSI PEMERINTAH
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. himpun agar pekerjaan yang dilakukan dapat dikendalikan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki era globalisasi setiap organisasi harus siap mengikuti perubahan agar tidak tertinggal dan dapat bersaing, salah satunya adalah dengan peningkatan kualitas.
BAB I PENDAHULUAN. melakukan aktiftas pelayanan kesehatan baru dimulai pada akhir abad ke -19,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peranan dan fungsi rumah sakit sebagai sarana yang semata mata hanya melakukan aktiftas pelayanan kesehatan baru dimulai pada akhir abad ke -19, dimana dimasa masa
BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat Indonesia. Salah satu profesi yang mempunyai peran penting di rumah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat
BAB 1 : PENDAHULUAN. sehat. Namun saat ini rumah sakit bukan hanya sebagai fasilitas sarana kesehatan
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah Sakit mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat. Namun saat ini rumah
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN BANDI PMK 07/PMK.02/2006 tentang PERSYARATAN ADMINISTRATIF DALAM RANGKA PENGUSULAN DAN PENETAPAN SATUAN KERJA INSTANSI PEMERINTAH UNTUK MENERAPKAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN
III. METODOLOGI PENELITIAN
21 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT ITC dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan usaha perusahaan tersebut yang tercermin
Indonesia. Pertamedika memiliki visi menjadi korporasi bisnis kesehatan terdepan dan terpercaya yang memiliki keunggulan bersaing berkelanjutan di
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan terhadap layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan akan kesehatan ini masyarakat akan berupaya untuk mendapatkan
SKOR Visi dipahami oleh anggota organisasi rumah sakit (sharedvision)
ASPEK KAJI BANDING I KEPEMIMPINAN 1.1. Visi dipahami oleh anggota organisasi rumah sakit (sharedvision) 1.2. Misi-misi rumah sakit dioperasionalkan 1.3. Budaya Organisasi diterapkan dalam semua aktifitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kinerja adalah cara perseorangan atau kelompok dari suatu organisasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Menurut Robbins dalam Rai (2008:40), kinerja merupakan hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama.
BAB V Analisa dan Mitigasi Risiko Identifikasi Risiko Penilaian Tingkat Risiko Rencana Mitigasi Risiko...
DAFTAR ISI Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iv Daftar Grafik Dan Gambar... vi BAB I Pendahuluan... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Tujuan Rencana Strategis Bisnis (RSB)... 3 1.3 Dasar
RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RUMUS/ FORMULA. tahun = Jumlah pasien rawat inap + Jumlah pasien rawat jalan
RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 VISI : Misi 1 : Menjadi rumah profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai
BAB 1 PENDAHULUAN. dan rehabilitasi dengan mendekatkan pelayanan pada masyarakat. Rumah sakit
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang kompleks dan mempunyai fungsi luas menyangkut fungsi pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi dengan
BAB II BAHAN RUJUKAN. Menurut Kasmir (2010) menjelaskan bahwa : Sedangkan Najmudin (2011) menyatakan bahwa :
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Untuk memahami pengertian dari laporan keuangan, berikut dijelaskan beberapa definisi laporan keuangan dari beberapa ahli. Menurut
BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS
BAB III PERHITUNGAN DAN ANALISIS Bab ini memuat input data dan hasil perhitungan rasio, pembandingan dengan rasio rata-rata industri tambang serta analisisnya. 3.1. Perhitungan Sebelum melakukan perhitungan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
xiii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa adalah rumah sakit umum milik Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Besar yang mulai melakukan pelayanannya sejak tahun
mengenang perjuangan dan jasa-jasa Prof. Dr. Sardjito.
BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN A. Sejarah Gagasan mendirikan Rumah Sakit Umum dan Pendidikan pada satu lokasi guna pendidikan calon dokter dan dokter ahli serta untuk pengembangan penelitian, pertama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Obyek yang dipilih dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Graha Husada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek yang dipilih dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung dengan alasan bahwa penerapan balanced scorecard dalam
BAB II RENCANA STRATEGIS
BAB II RENCANA STRATEGIS 2.1. INDIKATOR KINERJA UTAMA Dalam lampiran Keputusan Bupati Siak Nomor 378/HK/KPTS/2016 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Rumah Sakit Umum Daerah Siak disebutkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN. strategi untuk tetap survive dan tetap memenangkan persaingan. Mengelola kinerja dengan mempertimbangkan faktor strategi dan risiko
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semua perusahaan memiliki strategi dalam perencanaannya dan implementasi dari strategi tersebut memiliki beragam alat ukur dalam mengevaluasinya sehingga apakah sudah
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. akan sangat bermanfaat bagi penganalisa laporan keuangan untuk dapat
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Mengadakan penilaian atau analisis terhadap laporan keuangan perusahaan akan sangat bermanfaat bagi penganalisa laporan keuangan untuk dapat mengetahui perkembangan keuangan
TENTANG MENTERI KEUANGAN,
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 07/PMK.02/2006 TENTANG PERSYARATAN ADMINISTRATIF DALAM RANGKA PENGUSULAN DAN PENETAPAN SATUAN KERJA INSTANSI PEMERINTAH UNTUK MENERAPKAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Sejarah Berdirinya RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Paparan Data Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Obyek Penelitian 4.1.1.1 Sejarah Berdirinya RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Dimulai sekitar
Rencana Kerja Tahun 2015 (Revisi) 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya Peningkatan Pelayanan di RS Jiwa Menur yang cepat, bermutu, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
B A B III 1 BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. Kinerja Keuangan Daerah Tahun 2010-2015 3.1.1. Kinerja Pelaksanaan APBD Data realisasi keuangan daerah Kabupaten Rembang
RENCANA STRATEGI BISNIS
RENCANA STRATEGI BISNIS TAHUN ANGGARAN 2015-2019 RUMAH SAKIT KUSTA Dr. RIVAI ABDULLAH PALEMBANG DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI Jl. Sungai Kundur Kelurahan Mariana Kecamatan
2016, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Le
No.1876, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMKES. BLU. Pengelolaan Keuangan. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN
Billions RPJMD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016-2021 BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu Kinerja pelaksanaan APBD Provinsi Kepulauan
BAB I PENDAHULUAN. penting dari pembangunan nasional. Tujuan utama dari pembangunan di bidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan dibidang kesehatan merupakan salah satu bagian yang penting dari pembangunan nasional. Tujuan utama dari pembangunan di bidang kesehatan adalah untuk meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Latar belakang Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Daerah) yaitu Peraturan Pemerintah Nomor
III. PELAKSANAAN TUGAS AKHIR
26 III. PELAKSANAAN TUGAS AKHIR A. Lokasi, Waktu dan Pembiayaan 1. Lokasi Kajian Kajian tugas akhir ini dengan studi kasus pada kelompok Bunga Air Aqua Plantindo yang berlokasi di Ciawi Kabupaten Bogor.
BADAN PENINGKATAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M D A N P E R U M A H A N R A K YAT
BADAN PENINGKATAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M D A N P E R U M A H A N R A K YAT OUTLINE 1 2 3 PENDAHULUAN PENJELASAN MENGENAI PENILAIAN KINERJA
BAB I PENDAHULUAN. hotel, pusat pusat perbelanjaan dan fasilitas fasilitas lainnya semakin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha saat ini sangatlah pesat. Ini ditandai dengan semakin meningkatnya pembangunan pembangunan pada sektor industri properti. Bisnis properti
BAB V RENCANA AKSI. model bisnis makanan sehat cepat saji Manahipun sebagaimana telah dirancang. tanggung jawab, dan evaluasi pengukuran kinerja.
BAB V RENCANA AKSI Bab V berisi tentang rencana aksi yang dilakukan untuk merealisasikan model bisnis makanan sehat cepat saji Manahipun sebagaimana telah dirancang. Untuk mendukung realisasi rancangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Tentang Kinerja Perusahaan 2.1.1 Pengertian Kinerja Perusahaan Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
13 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Satu dari sepuluh Kebijakan Pembangunan Daerah Kabupaten Sukabumi Periode 2006-2010 adalah Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Sosial. Kebijakan
MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT KEPUASAN DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH TUJUAN KAMI
MISI MENJADI RUMAH SAKIT BERSTANDAR KELAS DUNIA PILIHAN MASYARAKAT 1. Mewujudkan kualitas pelayanan paripurna yang prima dengan mengutamakan keselamatan pasien dan berfokus pada kepuasan pelanggan. 2.
BAB I PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan reformasi administrasi publik makin nyata di berbagai negara termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting Government yang didasarkan
BAB 6 SIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN REKOMENDASI. kewajiban melayani kebutuhan dasar masyarakat dalam hal air bersih sekaligus
BAB 6 SIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN REKOMENDASI 6.1. Simpulan Terdapat dua fungsi penting yang harus diemban oleh PDAM yaitu kewajiban melayani kebutuhan dasar masyarakat dalam hal air bersih
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015
(IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 VISI : Menjadi Rumah Sakit yang Bermutu Internasional dalam Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian MISI : Menyelenggarakan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Indofarma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN
- 61 - BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN KERANGKA PENDANAAN Dasar yuridis pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya mengacu pada batasan pengelolaan keuangan daerah yang tercantum
ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN II LILY WIDJAYA, SKM.,MM, PRODI D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN PERTEMUAN II LILY WIDJAYA, SKM.,MM, PRODI D-III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN Memahami Organisasi Pelayanan
Analisis Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Perusahaan Pada PT. Taspen (Persero) Kcu Bandung
Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2016-01-09 Analisis Balanced Scorecard Sebagai Alat Pengukuran
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Kinerja RS Graha Husada dilihat dari perspektif keuangan dengan menggunakan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kesimpulan 5.. Perspektif Keuangan Kinerja RS Graha Husada dilihat dari perspektif keuangan dengan menggunakan alat ukur rasio seperti current ratio, quick ratio, total debt
