BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Tahapan Pemecahan Masalah Tahapan pemecahan masalah berfungsi unuk memudahkan dalam mencari jawaban dalam proses peneliian yang dilakukan agar sesuai dengan arah unuk mendapakan solusi yang epa. Gambar 3.1 Tahapan Pemecahan Masalah
52 Dengan adanya ahapan yang jelas dalam pemecahan masalah, maka permasalahan yang erjadi dapa dengan mudah unuk di analisa. 3.2 Idenikasi Masalah Permasalahan yang diangka dalam skripsi ini berdasarkan pada suau gagasan unuk memberikan alernaif kepada PT Pyridam Farma Tbk dalam proses persediaan bahan baku, dan permasalahan yang diangka adalah pendekaan Supply Chain Managemen erhadap sisem manajemen persediaan bahan baku dengan meliha dari aspek prosedur persediaan bahan baku yang dierapkan oleh perusahaan dan benuk koordinasi daa persediaan bahan baku yang berganung pada hasil penjualan dan arge penjualan produk. 3.3 Pengumpulan Daa Proses pengumpulan daa digunakan unuk membanu dalam pemecahan masalah agar mendapakan suau simulasi yang mendukung dalam pemecahan masalah. Beberapa cara pengumpulan daa adalah : a. Observasi Lapangan, dengan melakukan survey langsung ke lokasi pabrik dan lokasi yang berhubungan dengan permasalahan. Dalam kegiaan observasi, dilakukan di iga bagian organisasi dalam perusahaan, anara lain bagian penjualan ( Markeing ), bagian produksi ( PPIC ), bagian gudang bahan baku ( Invenory Conrol ).
53 b. Wawancara. Pengambilan daa yang dilakukan dengan wawancara diambil secara rekaman percakapan yang dilakukan. Sumber informasi dalam proses wawancara adalah Direkur Bagian Produksi sera beberapa banuan daa informasi dari manager produksi. Daa yang diperoleh berdasarkan pada kegiaan yang elah di sebukan di aas adalah : a. Prosedur Persediaan Bahan Baku b. Prosedur Kualifikasi Supplier c. Prosedur Pembelian Bahan Baku d. Prosedur Penerimaan Bahan Baku e. Daa Penjualan dalam 2 ahun f. Daa Perminaan Bahan Baku dalam 2 ahun g. Dafar Nama Supplier h. Daa Jumlah Bahan Baku yang dimina dalam 2 ahun 3.4 Pengolahan Daa Dalam pengolahan daa, daa yang digunakan adalah daa penjualan produk yang diramalkan unuk membua arge produksi, dengan di dapanya daa peramalan sebagai arge penjualan, maka bagian persediaan bahan baku menganalisa unuk pemenuhan proses produksi yang dilakukan unuk memenuhi arge penjualan ersebu, dengan adanya arge penjualan maka bahan baku yang dibuuhkan unuk proses produksi idak mengalami kelebihan dalam order produk, karena dengan
54 adanya produk yang di pesan melebihi dari arge penjualan akan menambah beban biaya persediaan yang memperngaruhi dalam beban biaya produksi. Unuk proses pengolahan daa, perhiungan dilakukan dengan melakukan peramalan erhadap daa penjualan produk hingga mendapakan daa forecas yang akura. Kemudian daa peramalan penjualan ersebu di masukkan dalam perhiungan peramalan. Dan daa yang diolah anara lain adalah daa : a. Daa perminaan bahan baku Pemilihan ahun yang digunakan dalam perhiungan peramalan dan jumlah bahan baku yang diperlukan. b. Daa nama supplier unuk meliha keerkaian bahan baku yang diperlukan dengan kualias yang diperolehnya dan harga jualnya. 3.5 Klasifikasi Bahan Baku Klasifikasi bahan baku digunakan unuk memeriksa dan menggolongkan jenis bahan yang dibuuhkan oleh produksi unuk menghasilkan produk yang elah diergekan. Beberapa jenis klasifikasi bahan baku yang digunakan anara lain : a. Bahan Menah Bahan yang merupakan bahan dasar dalam produk oba yang erdiri dari bahan berkhasia yang merupakan bahan unggulan aau bahan yang akan dikonsumsi oleh konsumen. Bahan menah ini lebih biasa menggunakan bahan dasar dari berbagai jenis anaman yang erdapa di seluruh wilayah Indonesia.
55 b. Bahan Tambahan Bahan ambahan adalah bahan yang idak mempunyai khasia, akan eapi berfungsi sebagai bahan pembanu dalam pembuaan oba, agar dapa menjadi able, syrup, dll c. Bahan Pengemas Bahan pengemas adalah bahan yang digunakan unuk mengemas oba agar oba erlindung dari konaminasi udara luar aau bakeri yang dapa merusak oba ersebu hingga idak dapa berfungsi lagi sebagai oba yang memiliki khasia. 3.6 Peramalan Peramalan yang digunakan menggunakan iga meode peramalan, yaiu meode Moving Average, Eksponenial Smoohing, Regresi Linier. peramalan yang digunakan memerlukan daa penjualan selama sau ahun agar dapa memprediksi arge penjualan pada masa yang akan daang, dan dengan dikeahuinya arge penjualan, maka produksi memerlukan bahan baku unuk proses produksi agar dapa menghasilkan produk yang akan dijual. Adanya arge penjualan membanu dalam penenuan persediaan bahan baku yang diperlukan agar sesuai dengan kebuuhan produksi dan idak meningkakan beban biaya produksi. Peramalan penjualan dengan menggunakan iga meode agar dapa membandingkan hasil dari perhiungan iga meode ersebu dan diplih meode ersebu dengan nilai MSE yang erkecil.
56 Peramalan dengan 3 meode, yaiu : a. Meode Single Average MA = A + A 1 +... + A ( N 1) N Dimana : A = Perminaan Akual pada periode- N = Jumlah daa perminaan yang dilibakan dalam perhiungan MA b. Meode Eksponenial Smoohing A ( 1 α ) A 1 = α D + Dimana : A 1 = Angka raa-raa lama D = Demand erbaru α = Pemboboan yang diberikan pada demand erbaru. c. Meode Regresi Linier y ˆ = a + bx Dimana : ŷ = Perkiraan Perminaan x = Variabel bebas yang mempengaruhi y a = Nilai eap y bila x = 0 ( merupakan poongan dengan sumbu y ) b = Deraja kemiringan persamaan garis regresi
57 3.7 Analisis Hasil Adanya nilai peramalan yang di dapa dari nilai MSE dari iga meode paramalan ersebu, maka dapa diperimbangkan kualias bahan baku dengan meliha dari klasifikasi supplier bahan baku dengan pendekaan SCM. Adanya perkiraan persediaan yang akura dan ekonomis unuk PT Pyridam, maka supplier yang dipercaya akan diberikan kepercayaan unuk sebagai supplier bahan baku PT Pyridam. Keerkaian supply chain managemen adalah unuk mengika kerjasama dan menjaga kegiaan yang erjadi anara produsen dengan supplier unuk mendapakan keunungan bersama. 3.8 Kesimpulan Penarikan kesimpulan didasarkan pada hasil analisa yang dilakukan dan perhiungan yang dilakukan dengan daa yang didapa dari perusahaan. Perhiungan yang dilakukan dengan 3 meode peramalan mengambil nilai MSE yang erkecil dan dihubungkan dengan kapasias pesanan bahan baku yang erbanyak, yang dimana menandakan bahwa bahan baku ersebu murah dan memiliki kualias yang baik. Dari hasil keerkaian ersebu, maka kesimpulan dapa diarik dengan melakukan pendekaan SCM.