BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Pertemuan 13 persamaan linier NON HOMOGEN

PENYELESAIAN PERSAMAAN LAPLACE MENGGUNAKAN METODE RANTAI MARKOV TUGAS AKHIR N U R I Z A

TINJAUAN PUSTAKA. diketahui) dengan dua atau lebih peubah bebas dinamakan persamaan. Persamaan diferensial parsial memegang peranan penting di dalam

I. PENDAHULUAN. dan kotoran manusia atau kotoran binatang. Semua polutan tersebut masuk. ke dalam sungai dan langsung tercampur dengan air sungai.

Solusi Persamaan Linier Simultan

RANTAI MARKOV ( MARKOV CHAIN )

PENENTUAN KLASIFIKASI STATE PADA RANTAI MARKOV DENGAN MENGGUNAKAN NILAI EIGEN DARI MATRIKS PELUANG TRANSISI

TINJAUAN PUSTAKA. Kriptografi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

TUGAS MANDIRI KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA Tahun Ajaran 2016/2017

SILABUS MATA KULIAH KALKULUS II

Rantai Markov Diskrit (Discrete Markov Chain)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Metode Beda Hingga untuk Penyelesaian Persamaan Diferensial Parsial

Bab 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengantar Proses Stokastik

Solusi Problem Dirichlet pada Daerah Persegi dengan Metode Pemisahan Variabel

Pengantar Metode Perturbasi Bab 1. Pendahuluan

BAB VIII PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL

PENENTUAN PROBABILITAS ABSORPSI DAN EKSPEKTASI DURASI PADA MASALAH KEBANGKRUTAN PENJUDI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai peristiwa-peristiwa yang terjadi

II. TINJAUAN PUSTAKA. real. T dinamakan himpunan indeks dari proses atau ruang parameter yang

BAB III. Hidden Markov Models (HMM) Namun pada beberapa situasi tertentu yang ditemukan di kehidupan nyata,

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Solusi Persamaan Laplace Menggunakan Metode Crank-Nicholson. (The Solution of Laplace Equation Using Crank-Nicholson Method)

Persamaan Diferensial Parsial CNH3C3

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

2-RP. rate, 10).Model Antrian. Deskripsi. sistem finansial, sistem komunikasi. Semester : V Hal: 1 dari 7. Dosen : SPW, NI, HY No.

BAB II KAJIAN TEORI. pada penulisan bab III. Materi yang diuraikan berisi tentang definisi, teorema, dan

Penelitian Operasional II Rantai Markov RANTAI MARKOV

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

Institut Manajemen Telkom

Matematika dan Statistika

PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA NONLINIER ORDE DUA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI ADOMIAN LAPLACE

Solusi Penyelesaian Persamaan Laplace dengan Menggunakan Metode Random Walk Gapar 1), Yudha Arman 1), Apriansyah 2)

JENIS JENIS FUNGSI 2. Gambar. Jenis Fungsi. mengandung banyak suku (polinom) dalam variabel bebas y = a 0 + a 1 x + a 2 x a n x n

TINJAUAN MATA KULIAH... Kegiatan Belajar 2: PD Variabel Terpisah dan PD Homogen Latihan Rangkuman Tes Formatif

BAB II LANDASAN TEORI

MATEMATIKA EKONOMI ( FUNGSI LINIER, GRAFIK FUNGSI DAN SISTEM PERSAMAAN LINIER )

SIMULASI PADA MASALAH KEBANGKRUTAN PENJUDI

Arisma Yuni Hardiningsih. Dra. Laksmi Prita Wardhani, M.Si. Jurusan Matematika. Surabaya

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Penentuan Probabilitas Absorpsi dan Ekspektasi Durasi pada Masalah Kebangkrutan Penjudi

Model Hibrida ARIMA dan Fuzzy Time Series Markov Chain

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Contoh klasik dari persamaan hiperbolik adalah persamaan gelombang yang dinyatakan oleh

BAB VI PENYELESAIAN DERET UNTUK PERSAMAAN DIFERENSIAL

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi

BAB II LANDASAN TEORI

6.6 Rantai Markov Kontinu pada State Berhingga

Silabus. Proses Stokastik (MMM 5403) Proses Stokastik. Contoh

BAB III HIDDEN MARKOV MODELS. Rantai Markov bermanfaat untuk menghitung probabilitas urutan keadaan

BAB V STUDI KASUS: HASIL DAN PEMBAHASAN

PDP linear orde 2 Agus Yodi Gunawan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Pengantar Gelombang Nonlinier 1. Ekspansi Asimtotik. Mahdhivan Syafwan Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas

Model Matematika dari Sistem Dinamis

APLIKASI MATEMATIKA UNTUK FISIKA DAN TEKNIK

BAB VII MATRIKS DAN SISTEM LINEAR TINGKAT SATU

PROSES MARKOV KONTINYU (CONTINOUS MARKOV PROCESSES)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Adalah : hubungan antara variabel bebas x, variabel

BAB II LANDASAN TEORI. eigen dan vektor eigen, persamaan diferensial, sistem persamaan diferensial, titik

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

BAB III METODE PENELITIAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

KAJIAN MODEL EPIDEMIK SIR DETERMINISTIK DAN STOKASTIK PADA WAKTU DISKRIT. Oleh: Arisma Yuni Hardiningsih

BAB I PENDAHULUAN. sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

Reliabilitas Suatu Mesin Menggunakan Rantai Markov (Studi Kasus: Mesin Proofer Di Pabrik Roti Super Jam Banten)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Analisis Markov merupakan sebuah teknik yang berhubungan dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komoditas, model pergerakan harga komoditas, rantai Markov, simulasi Standard

KAJIAN MODEL HIDDEN MARKOV KONTINU DENGAN PROSES OBSERVASI ZERO DELAY DAN APLIKASINYA PADA HARGA GABAH KERING PANEN T A M U R I H

GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MA6281 PREDIKSI DERET WAKTU DAN COPULA. Forger The Past(?), Do Forecasting

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Pendekatan Rantai Markov Waktu Diskrit dalam Perencanaan Kebutuhan Tempat Tidur Rumah Sakit. Oleh: Enjela Puspadewi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Model Matematis, Sistem Dinamis dan Sistem Kendali

BAB I PENDAHULUAN. pedoman untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari dan juga untuk

Modul 05 Persamaan Linear dan Persamaan Linear Simultan

Persamaan Diferensial Biasa: Suatu Pengantar

SILABUS MATA KULIAH Program Studi : Teknik Industri Kode Mata Kuliah : TKI-211 Nama Mata Kuliah : Model Stokastik Jumlah SKS : 2 Semester :

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

PENDAHULUAN LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

1.1 Latar Belakang dan Identifikasi Masalah

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 MODEL RUANG KEADAAN (STATE SPACE)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tegak, perlu diketahui tentang materi-materi sebagai berikut.

SOLUSI PERSAMAAN LAPLACE MENGGUNAKAN METODE CRANK-NICHOLSON SKRIPSI

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2. Persamaan DifferensialParsial Persamaan differensial adalah suatu persamaan yang melibatkan turunan dari satu variabel terikat ( dependent variable) terhadap satu atau lebih variabel bebas ( independent variable). Persamaandifferensial yang terdiridarisatuvariabelterikatterhadapsatuvariabelbebasdisebutpersamaandifferensi albiasasedangkanpersamaan yang terdiridarisatuvariabelterikatterhadapsatuataulebihvariabelbebasdisebutpersamaan differensialparsial. Persamaandifferensialmunculsecaraalamipadasainsfisika, model matematika, danpadamatematikaitusendiri.ordedarisebuahpersamaandifferensialadalahordedar iturunantertinggi. Contoh2. : 2 + Contoh 2. adalahpersamaanordeduadimana adalah variabel tak bebas sedangkan dan adalah variabel bebas. Klasifikasipersamaandifferensialparsialdiperlukanuntukmenyelesaikanpers amaan differensial.berikutiniklasifikasidasar yang seringdijumpaipadapersamandifferensial :. KlasifikasiBerdasarkanBentuknya a. Linier Persamaandifferensialparsialdikatakan linier jikavariabelterikat dan turunannya muncul dalam bentuk linier (tidak berbentuk dalam akar perkalian dan sebagainya). Bentuk umum persamaan differensial orde dua linier dalam variabel dan dapat ditulis + + + + = (2.) II-

Dengan,,,,,, dan adalah fungsi-fungsi dalam bentuk dan. Jikakoefisien,,,,, dan berbentuk konstantamakapersamaan 2.disebutfungsikonstantasebaliknyajikaterdapatsatukoefisien,,,,, dan berbentuk variabel maka persamaan 2.2 disebut koefisien variabel. Persamaan Linier dikatakanhomogenjika = sebaliknyapersamaan linier dikatakan nonhomogenjika Contoh 2.2: + + + = 2 ( nonhomogen) + 2 + + = ( homogen) b. Non Linier Persamaandifferensialdikatakan non Linier jikavariabelterikat dan turunannya muncul dalam bentuk pangkat, perkalian, eksponensialdansebagainya. 2. KlasifikasiBerdasarkannilaiDiskriminan KlasifikasiPersamaandifferensialparsialmenurutpersamaan linier ordeduapadapersamaan 2.berdasarkannilaidiskriminan, = 4, yaitu: a. Parabolik Persamaan 2.adalahparabolikjika =. Persamaan parabolik sering menggambarkan tentang aliran kalor dan fenomena aliran difusi seperti aliran panas yang melalui permukaan bumi. Contoh 2.3: = Maka = 4 = b. Hiperbolik Persamaan 2.adalahparabolikjika >. Persamaanhiperbolikseringmenggambarkantentangpergerakangelombang, fenomenagetaransepertialiranpanas yang melaluipermukaanbumi. Contoh2.4 : = Maka = 4 = 4 II-2

c. Eliptik Persamaan 2.adalaheliptikjika <. Persamaaneliptikadalahpersamaan yang menggambarkankondisitunak (yang tidakbergantungpadawaktu), sepertifenomenakelistrikandankemagnetan. Contoh2.5 : + = Maka = 4 = 4 2.2 Persamaan Laplace Persamaan Laplace merupakan persamaan dalam keadaan tunak ( masalah awal dan nilai batasnya tidak bergantung kepada waktu ( )), sehingga persamaan yang muncul hanya bergantung kepada dan saja. Bentuk umum persaaan Laplace dapat ditulis sebagai berikut: = (2.2) Dengan adalah laplacian fungsi. Dalam koordinat, di dalam bidang persamaan Laplace dapat ditulis, yaitu: = + =. (2.3) Untukmenyelesaikanpersamaandifferensialparsialmakadiperlukansyaratbat as.syaratbatasadalahbatasanataupenyanggafisis yang harusadasehinggasuatusturukturataubendadapatberdirisendiri di dalamruangan.jenis-jenissyaratbatas: a. SyaratbatasDirechletyaitumasalahnilaibatasdengansyaratnilaibatas =, = syarat batas ini di jumpai pada besaran-besaran yang tidak diketahui. b. SyaratbatasNewmannyaitunilaibatasdengansyaratbatas =, =, syarat batas ini dapat dihubungkan dengan gaya-gaya umum. c. SyaratbatasCampuranyaitunilaibatas yang berkaitandenganfungsitaktentu (, ) dan turunan pada batas-batasnya. II-3

2.3 Rantai Markov (Markov Chain) KonsepRantai MarkovdiperkenalkansekitarTahun 97, olehseorangahlimatematikarusiabernama Andrei A. Markov (856-922).Metodeiniberhubungandengansuaturangkaian proses dankejadian. Rantai Markov adalah proses stokastikdengankejadianpadamasalalutidakmempunyaipengaruhpadakejadian di masa yang akandatangapabilakejadiansaatinidiketahui (Kurkani, V.G. 999). Rantai Markov biasanyadigunakanuntukmempelajariperilakujangkapanjangataujangkapendekdari suatu proses stokastik. Metodeinidapatdigunakanuntukmemperkirakanperubahan-perubahan di waktu yang akandatangdalamvariabel-variabeldinamistersebut di waktu yang lalu. Teknikinidapatjugadigunakanuntukmenganalisakejadian-kejadian di waktuwaktumendatangsecaramatematis (Subagyodkk, 995). 2.3. Proses Acak Pengelompokkan tipe populasi dari proses acak bisa digambarkan jika adalah proses acak, maka populasi dari proses acak adalah semua nilai yang mungkin yang bisa dimasukkan dalam suatu proses. Jika adalah proses acak yang menggambarkan suatu persamaan, maka populasi dari dapat digambarkan sebagai suatu nilai yang memenuhipersamaantersebut. Jikapopulasi dari suatu proses acak dapat dihitung (contoh = {,2,3,... }), maka disebut Discrete Time RandomProcess. Jikapopulasi dari suatu proses acak tidak dapat dihitung (contoh = ) maka disebut Continuous Time RandomProcess. Untuk selanjutnya, disebut keadaan. Sebuah rantai Markov adalah suatu urutan dari variabel-variabel acak,,, dengan sifat Markov, dengan kata lain: II-4

= X = x, X = x, X = x = X = x X = x (2.5) yangmungkinuntukmembentuk, untuk =,2,3,.Cirikhasdalam proses Markov, kemungkinanberubahdarisuatukeadaankekeadaan yang lain hanyatergantungpadakeadaansaatini. 2.3.2 State AbsorbingdanKondisiEkuilibrium Suatukeadaanataukedudukanrantai Markov disebut state Absorbingatau keadaan penyerap apabilasekalisistemitutinggalpadakeadaan maka sistem itu akan tetap tinggal padakeadaan untuk selamanya. Kondisiekuilibriummerupakansebuahkondisiapabiladalamkeadaan yang cukup lama atau di masa yang akandatangakanmengalamikondisi yang stabildimanasemuakeadaan yangadatidakmengalamiperubahanlagi. Kondisiituakantercapaijikatidakadakeadaan yang melakukantindakan yang dapatmengubahmatriktransisiprobabilitas. 2.3.3 MatriksPeluangTransisi Matrikspeluangtransisiadalahsuatumatriks yang memuatsemuainformasi yang mengaturperpindahaansistemdarisuatukeadaan ke keadaanlainnya.unsurunsurdarimatrikstersebutmenunjukkanbesarnyapeluangperpindahansistemdarisatu keadaankekeadaanlainnya Misalkan menyatakan rantai Markov dengan waktu diskret, dan misalkan,,,, =,,2,.. merupakan keadaandarisistempadasetiapwaktu.peluangsuatutahapperpindahandarikeadaan pada saat ke keadaan pada saat ( + ) disebut peluangtransisisatulangkah, dilambangkansebagai, dimana, = = X = j. Peluangtersebuttergantungpadakeadaanawal dan keadaanakhir, serta tergantung pada peubah waktu. Jika peluang transisi tersebut bebas dari peubah waktu, maka rantai Markov tersebut dikatakan mempunyai peluang transisi stasioner. Dengan kata lain jika merupakan rantai Markov yang stasioner, maka, = untuk setiap. Secaraumumpeluangtransisi langkah II-5

dinyatakan dengan ( ) = = X = j, =,,2, dan =.2.3. Peluang transisi satu langkahseperti yang dikemukakan di atasdapatdisajikandalambentukmatrikssebagaiberikut: P = keadaan awal Keadaanakhir P P P P Matriks2.6disebutsebagaimatrikspeluangtransisidarisuaturantai (2.6) Markov yang stasioner.akibatsifatpeluang, matrikstersebutmempunyaisifatsebagaiberikut:,, =,,2, =, =,,2,.. (2.7) 2.3.4 Penyelesaian Persamaan Laplace dengan Metode Rantai Markov Ilustrasi penyelesaian persamaan Laplace dengan metode rantai Markov dapat digambarkan sebagai berikut. Misalkan bahwa metode ini diaplikasikan dalam menyelesaikan persamaan Laplace yaitu =, dengan kondisi syarat batas Direchlet, seperti gambar berikut yaitu hasil perpotongan masing-masing garis: Gambar 2. Persamaan Laplace dengan syarat batas Berdasarkan gambar 2. garis dipartisi sehingga menjadi: II-6

Gambar2.2 Syarat batas dipartisi Pada Gambar 2.2 dibentuk grid-grid, kemudian diasumsikan bahwa terdapat grid bebas (non-absorbing) dan grid terikat (absorbing). Selanjutnya ditentukan grid, dengan jumlah seluruh grid adalah = +. (2.8) Jikasimpulpenyerapdiletakkandi barispertamadantidakmenyerapdiletakkan di barisberikutnya makamatrikstransisi, didefenisikan: = (2.9) dengan: : Matriksidentitas yang menunjukkan transisi antara gridpenyerap = & = : Matriksnolmenunjukkantidakdapattransisidaripenyerapkegridtidakpenyerap : Matriks menunjukkan peluangpergerakandarigridtidakpenyerapkegridpenyerap lain : Matriks menunjukkan peluang pergerakan dari gridtidakpenyerap yang satuke yang lain. Elemenmatriks antara lain: 4, jika terhubung secara langsung ke- (2.), jika = atau i tidak terhubung secara langsung ke- Selanjutnya, darimatrikstransisi, dibentuk matriks dengan: = (2.) =, =,2,..., II-7

Solusi dari persamaan Laplace = adalah yang mempunyai penjumlahan dari solusi pada grid penyerap dan grid tidak penyerap = (2.2) merupakan gridtidak penyerap dan merupakan gridpenyerap dengan =, sehingga merupakan penjumlahan dari grid dan. Contoh: Diberikan persamaan Laplace berbentuk U = di R dengan syarat batas:, =, =, = dan, =.Akan di cari solusi Eksak dan solusi pendekatan dari persamaan persamaaan tersebut. Solusi eksak pada contoh tersebut adalah:, =, = 2. Penyelesaianpersamaan Laplace denganmenggunakanrantai Markov adalahsebagaiberikut: Solusi pendekataan dari masalah di atas adalah sebagai berikut: a. Diambil gambar masalah syarat batas, =, =, =, dan, =, sebagai berikut: Gambar 2.3Syarat Batas dari Persamaan Laplace b. Dibentuk partisi dengan grid 2 2 dari Gambar 2.2, kemudian diberi nomor pada tiap-tiap grid. II-8

Gambar 2.4Syarat Batas dari Persamaan Laplace grid c. Menentukan grid penyerap dan grid tidak penyerap PadaGambar 2.3 grid penyerap terletak pada grid diseluruh bagian luar yaitu grid nomor,2,...4, dan grid tidak penyerap terletak pada grid bagian dalam yaitu nomor 5. Dengan demikian didapat =, dan = 4 sehingga jumlah grid dari Persamaan 2.8yaitu tersebut adalah sebagai berikut: = 2 3 4 5 = 5. Matrikstransisi yang terbentuk dari grid-grid 2 3 4 5 d. Matriks transisi, pada Matriks2.3 mempunyai elemen-elemen matriks =, = =, = sehingga dari Persamaan 2. maka matriks,yaitu: (2.3) = 4 = 4 4 4 e. Untuk langkah selanjutnya dicari nilai pada Persamaan 2.2, sehingga didapat: = II-9

= 4 4 4 4 = 4 + + + = 4 + + + = 25 Jadi potensial pada grid 5 atau titik, adalah 25 volt. II-